[EXOFFI FREELANCE] MY LADY (Chapter 31)

MY LADY - CHAPTER 29

 

MY LADY

 [ Chapter 31]

Title : MY LADY

Author : Azalea

Main Cast :

Byun Baekhyun (EXO), Lee Sena/Kim Jisoo (BLACK PINK), Oh Sehun (EXO)

Support Cast :

Shannon Williams, Lee Miju (Lovelyz), Kim Kai (EXO), Park Chanyeol (EXO), Do Kyungsoo (EXO), etc.

Genre : Romance, Sadnes, Adult

Rating : NC-17

Length : Chapter

Disclaimer : Cerita ini murni dari otakku sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan apabila ada ff yang memiliki cerita serupa. Kalaupun ada yang serupa, aku akan berusaha membawakan cerita milikku sendiri ini dengan gaya penulisanku sendiri. Kalian juga bisa membacanya di wattpad. Nama id ku @mongmongngi_b, dengan judul cerita MY LADY.

Credit poster by RAVENCLAW

Cerita sebelumnya :  Cast Introduce -> CHAPTER 1 -> CHAPTER 2 -> CHAPTER 3 -> CHAPTER 4 -> CHAPTER 5 -> CHAPTER 6 -> CHAPTER 7 -> CHAPTER 8 -> CHAPTER 9 -> CHAPTER 10 -> CHAPTER 11 -> CHAPTER 12 -> CHAPTER 13   -> CHAPTER 14 -> CHAPTER 15 -> CHAPTER 16 -> CHAPTER 17 -> CHAPTER 18 -> CHAPTER 19 -> CHAPTER 20 -> CHAPTER 21 -> CHAPTER 22 -> CHAPTER 23 -> CHAPTER 24 -> CHAPTER 25CHAPTER 26 -> CHAPTER 27 –> CHAPTER 28 -> CHAPTER 29 – > CHAPTER 30

Baekhyun terus mengikuti ke mana pun Jisoo melangkah. Baekhyun menatap punggung Jisoo penuh rindu, tapi ia tidak bisa merengkuh tubuh itu ke dalam pelukannya. Masih jelas diingatannya beberapa saat lalu, kala Baekhyun mengungkapkan betapa ia merindukan wanita di depannya itu, tanggapan yang diberikan Jisoo sungguh berada di luar dugaannya.

Baekhyun tersenyum sendiri kala Jisoo memanggilnya pria gila dan setelah mengatakan hal itu, ia pergi begitu saja meninggalkan Baekhyun yang terus berjalan di belakangnya. Baekhyun merasakan sesuatu yang aneh yang dialami oleh wanita di depannya hingga ia tidak bisa mengingat Baekhyun lagi, dan Baekhyun akan mencari tahu penyebabnya nanti untuk mengobati rasa penasarannya itu.

Setelah hampir dua jam berjalan mengelilingi pasar tradisional, Jisoo mengakhiri petualangan belanjanya dengan membawa dua buah plastik belanjaan yang cukup besar membuatnya sedikit kesusahan saat membawanya.

Baekhyun yang melihatnya sudah sangat gatal ingin membantu Jisoo membawakan semua belanjaan itu, tetapi ia urungkan saat ia melihat seorang pria menghampiri Jisoo. Baekhyun menghentikan langkah kakinya dan mengamati dua sejoli itu dari kejauhan dengan seksama.

Baekhyun tidak dapat mendengar percakapan apa yang sedang terjadi di antara mereka, tapi bisa dipastikan mereka berdua tidak hanya sebatas saling mengenal saja. Bahkan lebih dari itu. Diam-diam Baekhyun memfoto pria yang tidak dikenalnya itu, lalu kembali mengamatinya.

Telapak tangan Baekhyun mengepal sempurna saat melihat Jisoo dipeluk dengan mesra oleh pria asing itu. Tidak hanya sampai disitu, Baekhyun juga melihat pipi Jisoo dikecup ringan olehnya. Ingin sekali ia menghancurkan kepala pria itu dengan revolver yang dimilikinya saat ini juga, tapi urungkan semua mengingat risiko apa saja yang akan diterimanya jika ia mengikuti hawa nafsunya.

Dari pada ia melihat lebih lama lagi kemesraan wanitanya dengan pria asing itu, Baekhyun lebih memilih untuk meninggalkan tempat itu secepat mungkin. Ia berjalan ke arah mobilnya dengan perasaan penuh amarah. Ia butuh pelampiasan akan hal itu atau semua orang akan menerima akibatnya.

Sesampainya di villanya, Baekhyun langsung memarkirkan mobilnya sembarangan dan menutup pintunya sekeras yang ia bisa. Beberapa orang yang berada di halaman berjengkit kaget saat mendengar suara bantingan pintu di tutup. Tapi saat mereka melihat wajah masam Baekhyun, semua orang berpura-pura seakan tidak ada yang terjadi beberapa saat yang lalu. Terlalu takut untuk bertanya, dan terlalu takut untuk terus menatap wajah Baekhyun.

Baekhyun melangkahkan kakinya memasuki villa. Shannon yang berada di ruang tamu segera bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri Baekhyun yang masih mematung di depan pintu sambil memperhatikannya. Mengabaikan hal yang janggal dalam diri Baekhyun, Shannon terus mendekatinya tanpa rasa takut sedikit pun.

“Kau dari mana saja?” tanya Shannon sambil berusaha menyentuh dada Baekhyun. Tapi sebelum ia menyentuhnya, Baekhyun berjalan melewatinya begitu saja. Mengabaikan keberadaan Shannon.

“Kai-ya!” teriak Baekhyun memanggil Kai untuk segera menghampirinya. Tidak berapa lama kemudian, sosok yang dicarinya itu muncul dari arah kolam renang. “Ikut aku!” ucapnya lagi meminta Kai untuk mengikutinya berjalan menuju ruang kerjanya.

Sesampainya di ruangan tersebut, Baekhyun langsung menyerahkan handphone tangannya pada Kai. Kai menerimanya dengan kening yang mengkerut dalam. “Aku ingin kau menyelidiki siapa sebenarnya pria yang ada di foto itu!” ucapnya dingin sebelum meneguk segelas vodka yang telah ia tuang.

Kai membuka kunci handphone Baekhyun dan melihat galerinya. Lalu ia menemukan foto pria yang dimaksud oleh Baekhyun tadi.

“Aku juga ingin kau menyelidiki siapa sebenarnya wanita yang ada di sampingnya itu.” Lanjut Baekhyun membuat Kai memperbesar foto yang sedang dilihatnya, dan detik selanjutnya ia membulat matanya menyadari siapa sebenarnya wanita itu.

“Ini….”

“Kau benar. Dia Sena.” Potong Baekhyun saat mengetahui ke mana arah pembicaraan Kai. “Cari tahu apa yang terjadi selama dua tahun belakang ini. Dan satu hal lagi yang harus kau lakukan, awasi tempat tinggal mereka selama dua puluh empat jam penuh. Kau harus melaporkannya padaku setiap paginya.”

“Baiklah.” Tanpa banyak bicara Kai keluar dari ruangan itu. Sepeninggal Kai, Baekhyun melemparkan gelas kaca yang berada di genggamannya itu ke arah dinding yang berada di sebelah kirinya. Pecahan kaca bertebaran di mana. Amarahnya benar-benar berada di puncak hingga ia melampiaskannya pada gelas kaca tidak berdosa itu.

Aku tidak akan membiarkan siapa pun menyentuhmu, sayangku. Kau hanya milikku, dan selamanya akan tetap menjadi milikku. Aku akan menjemputmu secepatnya, dan kau akan menempati tempat di mana kau seharusnya berada, my lady. Tunggu aku.

***

Di sisi lain, Sehun yang tanpa sengaja melihat Jisoo keluar dari villa yang sedang diintainya merasakan sesuatu yang buruk telah terjadi. Untuk itu ia memutuskan untuk mengikuti ke mana Jisoo pergi dan meninggalkan tugas yang sedang ia jalani. Kyungsoo yang ditinggal sendiria hanya bisa memaki Sehun tanpa Sehun dengar sedikitpun.

Saat Sehun sedang mengikuti Jisoo, ia dapat melihat sebuah mobil juga sedang mengikuti Jisoo dari belakang. Sehun yang penasaran memutuskan untuk mengikutinya juga dari jarak yang cukup jauh. Ia terus memperhatikan apa yang terjadi di depannya sampai ia tersadar jika mobil yang mengikuti Jisoo juga bergerak ke arah tempat tinggalnya selama ini.

Sehun memilih memarkirkan mobilnya cukup jauh dari tempat tinggalnya. Ia mengamati segalanya. Ia melihat seorang pria asing turun dari mobil itu dan duduk di atas kap mobil seperti sedang menunggu seseorang. Hingga saat Jisoo keluar dari rumah, barulah Sehun sadar ada yang tidak beres yang telah terjadi antara kekasihnya itu dengan pria asing yang tidak dikenalnya itu.

Secara tersembunyi Sehun memfoto wajah pria itu untuk menyelidikinya lebih lanjut karena kemungkinan pria itu termasuk ke dalam orang-orang yang sedang diselidikinya saat ini. Sehun memiliki firasat buruk dengan hadirnya pria asing itu dihadapan Jisoo.

Dua jam berlalu dengan sangat cepat dan Sehun masih setia mengawasi kedua orang itu. Sehun yang melihat gelagat dari pria asing itu yang ingin menolong Jisoo segera keluar dari persembunyiannya. Ia sengaja menampakkan batang hidung di depan Jisoo agar kekasihnya itu menyadari keberadaannya.

Rencananya berhasil, perhatian Jisoo langsung tertuju padanya. Ia segera merangkul Jisoo ke dalam pelukannya. Tidak lupa ia juga mengecup ringan pipi Jisoo hanya untuk menunjukkan kepada siapa saja jika Jisoo adalah kekasihnya. Jisoo yang mendapat perlakuan manis itu hanya bisa merona malu. Sehun tersenyum puas akan hal itu.

Dari ekor matanya, Sehun melihat pria asing yang mengikuti Jisoo sedang berusaha menahan amarahnya lalu berbalik pergi entah kemana. Untuk sementara waktu Sehun bisa bernapas lega.

“Bukankah kau sedang menjalankan sebuah misi?” Tanya Jisoo saat ia dan Sehun sedang berjalan menuju rumah mereka.

Sehun terlihat berpikir sejenak, berusaha mencari alasan yang tepat untuk menjawab pertanyaan dari Jisoo.

“Misi itu berjalan lebih cepat dari perkiraanku.” Jawab Sehun berbohong, dan Jisoo yang tidak tahu menahu akan ha itu hanya bisa mempercayainya begitu saja.

“Dari mana kau tahu aku sedang berbelanja ke pasar?”

“Hm….saat aku pulang kau tidak ada di rumah. Dan saat aku membuka lemari pendingin karena lapar, tidak ada makanan satu pun di sana, jadi aku berinisiatif untuk pergi ke pasar membeli bahan makanan. Lalu tanpa sengaja aku melihatmu sedang berbelanja. Bukankah kau menikmati akhir minggumu bersama Bomi?”

Jisoo yang belum siap mendengar pertanyaan dari Sehun hanya bisa mengeratkan pegangannya pada tali plastic yang sedang ia bawa. Jisoo berusaha keras memutar otaknya mencari alasan yang tepat dari pertanyaan itu.

“Ah…. Jong jin sakit lagi, jadi aku dan Bomi tidak bisa terlalu lama meninggalkannya.” Jawabnya berbohong. Dalam hati ia berdo’a semoga malaikat tidak mendengar perkataannya barusan dan mengabulkan perkataannya itu dengan membuat Jong jin kembali sakit.

Sehun yang mendengar kebohongan Jisoo hanya bisa mengernyitkan keningnya dalam, tapi sebisa mungkin ia tidak menampakkan kecurigaan sedikit pun atas ucapan Jisoo. Ia anggap kebohongan yang ia buat setimpal dengan kebohongan yang Jisoo buat juga padanya.

“Aku harap anak itu segera sembuh.”

“Semoga saja.”

Karena tidak ingin meneruskan pembicaraan yang penuh kebohongan itu, Sehun pun mencoba mengalihkan pembicaraan mereka dengan hal lainnya. Jisoo yang tidak curiga sedikitpun mengikuti alur pembicaraan yang dibuat oleh Sehun.

Sepanjang perjalanan menuju rumah, mereka isi dengan berbagai pembicaraan yang ringan sehingga perjalanan yang cukup jauh pun terasa dekat. Hari itu mereka lewati seperti biasanya. Seakan tidak ada hal aneh yang terjadi pada keduanya.

Malam harinya, disaat Jisoo sudah tertidur pulas, Sehun menyelinap keluar secara diam-diam. Takut membangunkan Jisoo. Sehun berjalan ke arah taman kecil yang langsung menghadap laut. Kaki telanjangnya bersentuhan langsung dengan rumput yang sedikit basah habis terkena hujan.

Di tengah kegelapan malam itu, Sehun menekan beberapa tombol angka dari handphonenya untuk menghubungi seseorang. Panggilan tersebut tidak langsung diangkat, hingga pada dering kelima barulah Sehun mendengar seseorang menjawabnya dari seberang sana.

Yeobeoseyeo?” terdengar suara serak khas seseorang baru bangun tidur langsung menyapa telinga Sehun.

Hyung, bisakah aku meminta tolong padamu?” ucap Sehun tanpa ada ucapan basa-basi terlebih dahulu.

“Ada apa?”

“Bisakah kau memindahkan aku kembali ke Seoul?”

“Seoul? Waeyo? Apakah kau sudah tidak betah tinggal di sana lagi?”

Sehun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. “BIsakah aku menjelaskannya nanti saja saat kita sudah bertemu di Seoul?”

“Apakah itu sesuatu yang penting hingga kau tidak bisa mengungkapkannya di telepon?”

“Anggap saja seperti itu.”

“Tsk, kau sangat menyusahkan. Baiklah, kau bisa kembali lagi ke Seoul, tapi tidak sekarang. Mungkin kau harus menunggu satu atau dua minggu untuk mengurus kepindahanmu ke sini. Bagaimana? Kau setuju?”

“Tidak masalah.”

“Baiklah. Akan kuurus semua keperluanmu.”

Sehun tersenyum senang. “Terima kasih, hyung.”

Kau harus berjanji ini terakhir kalinya kau meminta untuk dipindah tugaskan hanya karena masalah sepele. Bukan berarti kau adalah anak dari petinggi kepolisian kau bisa seenaknya berpindah-pindah seperti ini. Kalau saja kau bukan salah satu polisi yang jenius, sudah ku pecat kau dari dulu.” Gerutunya membuat Sehun terkekeh senang.

“Aku tidak akan melupakan jasamu, Joonmyun hyung.”

Kau harus mentraktirku minum saat kau sudah sampai di Seoul nanti, arrachi?”

Apapun untukmu, hyung.”

Baiklah, kalau begitu aku tutup teleponnya. Sampai jumpa lagi lain waktu dan aku menunggu laporanmu tentang kelompok mafia yang sedang kau selediki itu.”

“Hm.”

Setelah itu panggilan mereka terputus. Sehun memasukkan handphonenya ke dalam saku celana trainingnya, lalu disusul dengan kedua tangannya yang masuk ke dalam saku celana tersebut. Angin malam menerpa tubuhnya yang hanya terbalut kaos pendek dan celana training tapi tidak membuat tubuh Sehun kedinginan sama sekali.

Dalam keheningan itu, Sehun menatap kosong ke arah kegelapan malam. Pikirannya terus berkelana ke saat tadi siang. Tanpa sadar otaknya mutar kembali kejadian-kejadian yang terjadi hari ini, dan itu membuat Sehun tidak tenang sehingga ia memutuskan untuk kembali ke Seoul dengan membawa serta Jisoo bersamanya.

Di saat Sehun sedang asyik dengan pikirannya, ia tidak sadar jika saat ini Jisoo sudah berdiri tepat di belakangnya. Jisoo merangkulkan tangannya untuk memeluk Sehun dari belakang dan hal itu sukses membuat Sehun sedikit terlonjak kaget. Tapi itu tidak berlangsung lama setelah ia mencium wangi mawar menusuk hidungnya.

Sehun mengelus pelan tangan Jisoo yang berada di perutnya, sedangkan Jisoo sendiri menyembunyikan wajahnya di punggung tegap Sehun.

“Kau belum tidur?”

Sehun tersenyum simpul mendengarnya. “Aku tidak bisa tidur.” Jawab Sehun tidak sepenuhnya berbohong.

“Mau aku buatkan sesuatu yang hangat?”

Sehun membalikkan badannya untuk menatap wajah Jisoo secara langsung. Ia bersitatap dengan manik mata Jisoo yang sedikit memerah karena menahan kantuk tapi tidak menghilangkan sedikitpun kecantikan dari manik mata yang telah membuatnya jatuh cinta itu.

“Kalau kau menawarkan sebuah kehangatan, maka aku tidak akan menolaknya sama sekali.” Goda Sehun yang dibalas dengan sebuah pukulan ringan di lengannya. Wajah Jisoo seketika merona dan itu membuat Sehun tertawa lepas. Di matanya saat ini Jisoo begitu menggemaskan dan Sehun tidak akan pernah sanggup jika harus kehilangan Jisoo suatu hari ini.

“Aku menawarimu sebuah makanan, bukan hal lain.” Ucap Jisoo berpura-pura kesal sambil melepaskan rangkulan Sehun pada pinggangnya. Lalu ia berjalan meninggalkan Sehun sendirian di taman tersebut.

Namun sebelum berjalan lebih jauh lagi, Sehun sudah membopongnya di atas bahunya dan berjalan membawa Jisoo menuju ke kamar tidur mereka. Berbagai protesan Jisoo yang meminta untuk diturunkan diabaikan begitu saja oleh Sehun.

Sehun merebahkan tubuh Jisoo di atas tempat tidur, lalu ia menyusulnya dan kembali membawa Jisoo ke dalam pelukannya. Jisoo yang hendak protes mengurungkan niatnya saat mendengar Sehun berbicara.

“Aku ingin tidur seperti ini. Ku mohon.”

Sehun menyurukan wajahnya ke dalam helaian rambut Jisoo yang tergerai di hadapannya. Ia menghirup dalam-dalam aroma rambut Jisoo yang selalu membuatnya tenang. Jisoo yang merasakan Sehun sudah tidak banyak bergerak memutuskan untuk mencari posisi ternyaman yang dapat membuatnya ikut terlelap.

Saat sudah mendapatkan posisi tersebut, ingatan akan kejadian tadi pagi membuat Jisoo meringis sendiri. Kenyamanan yang dirasakannya berbeda saat ia bersama dengan Sehun. Rasa bersalah kembali menyelimutinya saat mengingat Sehun yang tidak tahu apa-apa, dan ia juga bertekad untuk tidak memberitahu kekasihnya itu.

Jisoo berusaha memejamkan matanya. Melupakan kejadian-kejadian yang terjadi hari ini dan menganggapnya hanya sebatas angin lalu saja. Walaupun ia tidak yakin dapat melupakannya begitu saja, tapi Jisoo berdo’a dalam hati semoga hari esok lebih baik dari hari ini.

Beberapa hari berlalu dengan begitu cepat. Firasat buruk yang dirasakan Sehun beberapa hari terakhir semakin menjadi-jadi saat ia memergoki ada orang yang sedang mengawasinya. Walaupun ia tidak yakin dari mana asal orang itu, dan siapa yang menjadi targetnya, Sehun tetap harus mewaspadainya.

Hampir dua puluh empat jam rumahnya diawasi secara ketat. Walaupun Sehun seorang polisi yang berpengalaman, ia tidak bisa sembarangan bertindak tanpa ada dasarnya sama sekali. Ia harus berhati-hati karena bisa saja mereka mengincar Jisoo, bukan dirinya.

Selama diawasi, Sehun tidak pernah meninggalkan Jisoo sendirian di dalam rumah. Kemanapun Jisoo pergi, maka Sehun akan berada di sampingnya. Semua tugasnya sebagai bagian dari kepolisian Jeju ia abaikan begitu saja.

Sebuah panggilan masuk ke handphone Sehun saat ia sedang mengawasi mobil yang mengintainya dari balik jendela. Tanpa melihat siapa yang memanggilnya, Sehun langsung saja menggeser tombol warna hijau lalu mendekatkannya ke telinga dengan mata masih mengawasi mobil tersebut.

Yeobeoseyeo?”

Sehun-a, selamat permintaanmu untuk kembali ke jajaran kepolisian Seoul telah dikabukan.

Benarkah?”

“Kau pikir aku hanya bercanda?”

“Tentu saja tidak. Terima kasih hyung atas bantuanmu selama ini. Kapan aku bisa kembali ke Seoul?

Lebih cepat lebih baik. Aku dengar kau sudah tidak masuk ke kantor lagi.”

Eoh.”

“Waeyo? Apakah ada masalah di kantor hingga kau mengajukan untuk pindah?”

“Tidak ada masalah apapun. Semuanya baik-baik saja.”

“Lantas?”

“Aku mempunyai sedikit masalah yang berkaitan dengan tugas yang sedang aku lakukan.”

“Aku harap itu bukan sesuatu yang serius.”

“Semoga saja. Kalau begitu sampai jumpa di lusa di Seoul, hyung.

Eoh, gaerae. Berhati-hatilah.”

Sehun menutup sambungannya lalu memasukkan handphonenya ke dalam saku belakang celana jeansnya. Berita baik ini harus segera ia sampaikan pada Jisoo, karena semakin cepat ia pindah dari sini maka semakin baik juga bagi keselamatan mereka berdua.

Sehun melangkahkan kakinya ke dapur, tempat di mana Jisoo sedang mengolah bahan makanan untuk makan siang mereka. Tanpa aba-aba, Sehun langsung memeluk Jisoo dari belakang dan mengecup puncak kepala Jisoo.  Jisoo berusaha melanjutkan acara memasaknya dengan mengabaikan keberadaan Sehun yang memeluknya erat.

“Aku punya berita untukmu.”

“Berita?”

“Hm… aku tidak tahu apakah kau akan menganggapnya sebagai berita baik atau buruk.”

“Asalkan itu bukan berita tentang kematian atau sejenisnya, maka semua berita aku anggap baik.”

“Baiklah, aku anggap ini sebagai berita baik untukmu.”

“Oh ayolah Oh Sehun, jangan membuatku mati penasaran dengan berbicara berputar-putar seperti itu.” Gerutu Jisoo yang dibalas kekehan oleh Sehun.

“Aku akan dipindah tugaskan ke Seoul.”

Seketika itu pula Jisoo menghentikan gerakan tangannya yang sedang memotong sayuran. Tubuhnya kaku, karena terlalu terkejut dengan apa yang diucapkan oleh Sehun padanya. Jisoo membalikkan badannya untuk menatap Sehun secara langsung.

“Apa yang kau katakan?”

Sehun tersenyum simpul sebelum menjawab pertanyaan Jisoo. “Aku akan dipindah tugaskan ke Seoul.”

“Seoul?”

“Ya, Seoul.”

Raut kecewa langsung menyelimuti wajah Jisoo saat menyadarinya.

Sehun yang menyadari perubahan raut wajah Jisoo, segera merangkumnya dengan telapak tangannya dan mengangkat wajah tersebut agar menatapnya secara langsung. “Hei, kenapa wajahmu ditekuk seperti itu?”

“Kau akan meninggalkanku disini? Sendirian?” Jisoo bertanya dengan nada khawatirnya yang begitu kentara. Sementara Sehun yang menyadari maksud dari ucapakan Jisoo berusaha menahan senyumannya untuk tidak terbit di wajahnya.

“Karena di sana mungkin aku akan sangat sibuk, jadi mungkin akan meninggalkanmu di sini. Kau tenang saja, seminggu sekali aku akan menjengukmu.”

Jisoo yang mendengarnya langsung saja menepis tangan Sehun di wajahnya dan berbalik untuk memunggungi Sehun. Entah kenapa ia merasa kecewa jika memang benar Sehun akan meninggalkannya sendirian di Jeju, tapi disisi lain ia juga senang karena tidak banyak orang yang bisa menjadi anggota kepolisian Seoul.

“Kalau begitu pergi saja sana. Tidak usah kembali ke sini!”

Nada kesal Jisoo yang kentara membuat senyuman di bibir Sehun semakin bertambah lebar saja. Ia kembali mencoba merangkul Jisoo ke dalam pelukannya, tapi tangannya segera ditepis detik itu juga. Sehun tidak menyerah dengan penolakan yang diberikan oleh Jisoo, karena semakin Jisoo menolaknya maka semakin gencar pula ia mencoba untuk memeluk Jisoo.

“Kau takut aku tinggal sendirian?”

“Aku bukan anak kecil lagi yang akan takut jika kau tinggal sendirian.”

“Kau yakin?”

“Bukankah kau sudah sering meninggalkanku?”

“Tapi ini memiliki jangka waktu yang panjang.”

“Kalau begitu aku akan mencari orang lain yang tidak akan meninggalkan aku seenak jidatnya sendiri.”

“Tidak boleh! Kau tidak boleh melakukan hal itu!”

Waeyo? Bukankah kau akan meninggalkanku sendirian?” pancing Jisoo yang sukses membuat Sehun naik darah. Candaan yang ia maksudkan untuk menggoda Jisoo pada akhirnya kena pada dirinya sendiri. Sial!

Apakah kau percaya jika aku akan melakukan hal sekejam itu padamu?”

“Siapa yang tahu? Bisa saja kau memang benar-benar akan meninggalkan aku sendirian di sini.”

“Sampai kapan pun aku tidak akan berani melakukan hal itu padamu.” Jawab Sehun sambil menguburkan wajahnya di lekukan leher jenjang Jisoo. Diam-diam Jisoo tersenyum akan hal itu.

“Kau serius dengan ucapanmu?”

“Tentu saja aku akan membawamu kemana pun aku pergi. Aku tidak akan pernah meninggalkanmu sendirian.”

Senyuman di bibir Jisoo semakin merekah saja. Ia berdehem untuk menormalkan rasa gugupnya. “Baiklah. Jika kau memang memaksa, aku akan ikut bersamamu.” Ucapnya dengan nada datar seakan ia tidak tertarik sama sekali.

Sehun bersyukur dalam hati saat Jisoo mengatakan kesediaannya untuk ikut pindah ke Seoul bersamanya. Walau dengan nada datar, tapi Sehun yakin, Jisoo sangat senang di balik itu semua. Semoga keputusannya kali ini tepat. Semoga kehidupannya di Seoul nanti lebih baik. Do’a Sehun di dalam hati.

Sehun  melupakan sesuatu jika ia pindah ke kota besar itu. Di sana, sudah ada seseorang yang menunggu kepulangannya setiap detiknya. Tunangannya, Lee Miju. Dan Sehun juga melupakan sesuatu, markas mafia yang diselidikinya berada di Seoul. Hal itu seakan mengantarkannya masuk ke dalam kandang harimau dengan suka rela.

Ada satu hal lagi yang luput dari perkiraan Sehun, tanpa sengaja ia telah mengantarkan wanita yang dicintainya untuk lebih dekat dengan masa lalu yang dilupakannya.

~ tbc ~

Kemarin-kemarin aku sempat buntu untuk melanjutkan ff ini, tapi pada akhirnya selesai juga walaupun agak sedikit maksa. Jadi maafkan aku jika kalian tidak puas saat membaca chapter ini. Di chapter ini lebih banyak moment Sehun sama Jisoo, jadi buat yang ngedukung Baekhyun sama Sena atau Jisoo harus bersabar dulu ya… kasian kalau aku banyakin moment mereka, nanti Sehun ngga dapet peran sama sekali.

Bye-bye :-*

Regards, Azalea

Iklan

35 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] MY LADY (Chapter 31)

  1. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 44) | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 43) | EXO FanFiction Indonesia

  3. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] MY LADY (CHAPTER 42) | EXO FanFiction Indonesia

  4. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady – (Chapter 41) | EXO FanFiction Indonesia

  5. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Side Story-Kai) | EXO FanFiction Indonesia

  6. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] my lady – chapter 40 | EXO FanFiction Indonesia

  7. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 39) | EXO FanFiction Indonesia

  8. Sehun!! Why you are really fool? Heleeeh.
    Biarkan jisoo dengan baekhyun author-nim, tapi jangan buat sehun menderita. Buat dia bahagia, tapi jangan sama mijuuu~ Sama seulgi bolehlah :v

  9. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] MY LADY (Chapter 37) | EXO FanFiction Indonesia

  10. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] MY LADY (Chapter 36) | EXO FanFiction Indonesia

  11. oohhh ayollahh minn .. balikin baekhyun sama jisoo aku tidak suka jika ada yg melukainyaa aaa rasanyaa tersentuh banget kalo baekhyun bisa kek gituu
    lanjutt dahh min FIGHTING!!!!

  12. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] MY LADY  [Chapter 35] | EXO FanFiction Indonesia

  13. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady – (Chapter 33) | EXO FanFiction Indonesia

  14. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 32) | EXO FanFiction Indonesia

  15. Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaa shit aku masih ndak suka sma sehun yg lebih mementingkan egonya sndri, untung slrng baek sdah menemukan sena dan kembali le seoul membuat sehun ingat sma miju. semoga mreka kembali ketempat yg seharusnya sgera..next chap aku tnggu autornim

  16. Hahhh sehun-na kau gegabah lho… Sena dan masa lalunya coming soon!! Yeiy author cepat2 ya updatenya dan smangat nulisnya!! Oh yaa gmana kbr adik dan ibunya sena a.k.a jisoo?

  17. Wah berarti sehun malah ambil resiko besar dong kalo kembali ke seoul.. Tpi nggak apa”lah yang penting dia bisa ingat lagi masa lalunya.. Sbnarnya lebih suka sena sma baek.. Tpi kasihan juga sma sehun

  18. Aku suka pasangan baek sma sena entah knpa sehun nggk cocok sama sena memang sih sehun baik sma sena tpi ttp nggak rela mereka berdua bersama tolong semoga sena balik ke baekhyun lagi thourr T T

  19. Ahh Thor balikin Sena ke Baekhyun… Soal nya Gua gasuka liat Sena sama Sehun hoho di tunggu next chapter nya ya… Keep writing Thor…

  20. kok aku ngga suka sama sehun ya.. plis.. dia bukan punyamu hun sadarlah..
    dm tunanganmu kasian bgt masih mnunggu kabarmu TT dia ngga tau prselingkuhanmu itu…
    buat baekhyun, walaupun kau mafianya… aku mndukungmu agar sena balik lagi TT

  21. sejujurnya aku orang yg jarang meninggalkan jejak disaat baca ff.. hhee
    maafkan aku~~
    Tapii aku selalu mengikuti perkembamgan ff My Lady..

  22. Sehun gak sadar klo di seoul lebih bahaya, tp ga papa lah buat sena. Supaya cepet inget aja. Kangen thor sama pasangan sena-baekhyun 😥
    Kali kali mereka ketemu trus bahagia lagi.
    And kapan ni ff tamat, penasaran sama endingnya nanti gimana tp gak rela juga cepet2 berakhir #plinplannih jadinya…….
    Ok ditunggu next chapter 😉

  23. Yupp btul Sehun gk sadar klo di Seoul malah dia akan mudah kehilangan Jisoo…
    Mgkin sudah saatnya Jisoo kmbli ke masalalu,, dan mnmukan cinta sejatinya Baekhyun…

  24. HUFT….. jiso-sehun memang pasangan yg saling melengkapi tetapi jika sebuah hubungan dimulai dari suatu kebohongan pasti akhirnya tetap saling menyakiti. salut dengan keteguhan baekhyun akan hatinya yg selalu tertuju pada sena. tetap jadi fans baekhyn-sena….. gomawo cingu… fighting…

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s