EXO FanFiction Indonesia

EXO's Imagination Here!


72 Komentar

EXOFFI NEED PARTNER!

welcome exo Hallo readers setia EXOFFI, aku dateng lagi sambil bawa pengumuman dan lowongan nih hehehe. Jadi gini, rencananya EXOFFI bakal reborn sekitar bulan Agustus, dan aku pengen bikin cabang-cabang baru/? EXOFFI yang merupakan blog FF per-member. Untuk sekarang yang sudah ada yaitu KAI FanFiction Indonesia, nah buat kalian yang berminat gabung dengan EXOFFI bisa langsung mendaftarkan blog-nya yang berisi FF per-member EXO. Jadi sekarang kita butuh sebelas blog lagi, bagi yang berminat menjadi owner dari blog tersebut dan bergabung dengan EXOFFI bisa langsung mengirim komentar di bawah ini ya. Baca lebih lanjut


165 Komentar

Freelance ? Read This!

Saya terpaksa mengeluarkan peraturan baru ini karena email EXOFFI yang sebelumnya, yaitu exofanfictionindonesia@yahoo.com mengalami kerusakkan, sehingga mulai sekarang, mohon FF dikirim ke alamat email exofanfictionindonesia@gmail.com

Semua author FF Freelance yang merasa telah mengirimkan FF-nya ke alamat email lama dan belum di share, mohon mengirimkan kembali ke alamat email yang baru seperti yang tertera di atas:-)

-RULES FF FREELANCE-

 

  • Fanfic original alias hasil buatan sendiri. Kami tidak bertanggungjawab seandainya fanfic yang kalian kirim adalah hasil plagiat fanfic lain.
  • Tidak menerima fanfic YAOI/Genderswitch
  • Untuk fanfic chaptered, kalian harus mengirimkannya secara terpisah. Maksudnya, satu hari kalian cukup publish satu chapter.
  • Fanfic boleh diberi poster dan tidak, jika diberi cover cukup lampirkan 1 foto/gambar saja, Jika memakai Poster jangan masukkan ke MS.Word karena itu sama saja tidak memakai Poster, Jadi tolong dilampirkan.
  • Fanfic & poster yang dikirimkan harus di-attachement/lampirkan  secara terpisah, dan diketik di Microsoft Word .
  • Fanfic yang akan dikirimkan disini boleh dipublish di tempat lain, asalkan tanggal waktunya lebih dulu di tempat lain itu
  • Tidak menerima fanfic dengan format tulisan “kHayaQ ghIn13″

 

-Format Penulisan Fanfic (wajib ada)-

 

  • Tittle/judul fanfic:
  • Author:
  • Length:
  • Genre:
  • Rating:
  • Main cast & Additional Cast:
  • Disclaimer: (untuk konfirmasi jika fanfic itu benar-benar original buatan kamu, ditambah berikan link “tempat lain” dimana kamu mempubulish fanfic yang kamu kirimkan #ribet)
  • Author’s note: (jika perlu)

 

Kirim Fanfiction ke email : exofanfictionindonesia@gmail dengan SUBJECT : [EXOFFI] Freelance – Nama Pengirim/Nama Author Freelance-Judul Fanfiction


6 Komentar

Flat Wedding [Chapter 4]

Flat Wedding

Title : Flat Wedding/ Author : Arra / Cast utama : Nam Na Rin (oc) dan Huang Zi Tao. Other cast: you can find that. / Genre : Marriage life, romance, frienship, sad / Length : Chapter/ Rating : PG-13/Desclaimer : FF ini terMOTIVASI dari FF Freak Intro. Karena jujur Arra tidak pernah membuat ff dengan genre pernikahan. Setelah baca itu FF, ada dorongan dari diri Arra untuk membuat cerita bergenre pernikahan. Sisanya adalah kerja keras. Jadi, tolong jangan jadi silent reades dan jangan plagiat ya? Jika kalian pernah menemukan ff  di manapun dengan judul sama, jalan cerita sama, cast sama dan nama pena sama serperti ff ini, tentu itulah saya. Enjoyable with this ff.

.

.

PROLOG | Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 |

.

. Baca lebih lanjut


2 Komentar

94 (Chapter 7)

image

Kim’s Story

EXO’s Kai and Sehun | Red velvet’s Seulgi and Wendy | F(x)’s Sulli and Krystal | OC’s Sharon and Michelle (Latte)

School life[Work life] | Romance | Hurt

“Berhentilah Kalian!!” -Kai

“Pilihlah satu! Kau hanya akan menyakiti mereka!” -Sehun

“Itu keputusanmu Jong!” -Seulgi

“Memang apa peduliku soal mereka?” -Wendy

“Sudah kubilang jangan memaksakan kehendak!” -Sulli

“Aku tidak akan mengusik lagi…” -Krystal

“Masalah sudah rumit! Dan kau mau bergabung di dalamnya?” -Sharon

“Setidaknya aku sudah tau perasaanmu!” -Michelle

Baca lebih lanjut


9 Komentar

Mommy, I’m Unhappy Without Daddy [Chapter 2] – By Kimiham

Mommy, I'm Unhappy Without Daddy

¶ Tittle : Mommy, I’m Unhappy Without Daddy /

/ Cast : Kim Jongin, Lee Jieun, Lee Jino /

/ Genre : Drama, Sad, Family-life /

/ Ratting : General / Length : Multi-Chapter / Disclaimer : All story is mine. ¶

Previous : [Introduction] [Chapter 1]

 

Baca lebih lanjut


1 Komentar

Eleven

 

Untitled-3

Keyo’s Present

ELEVEN (11)

JUNG HANA (OC) || PARK CHANYEOL

FRIENDSHIP

G

DRABBLE

A.N: Aku ga tau ini apaan. Setelah sekian lama hilang dan akhirnya kembali datang dengan yang lebih gaje. Tapi ini asli loh. Real story-nya author. Jadi bisa dibilang ini curhat. Mungkin diantara readers-nim juga pernah ngalamin gini. Dan aku ga tau ini bakal jadi prolog atau ff drabble yang pasti nikmatin dulu aja ya ^^

Baca lebih lanjut


3 Komentar

94 (Chapter 6)

image

Kim’s Story

EXO’s Kai and Sehun | Red velvet’s Seulgi and Wendy | F(x)’s Sulli and Krystal | OC’s Sharon and Michelle (Latte)

School life[Work life] | Romance | Hurt

“Berhentilah Kalian!!” -Kai

“Pilihlah satu! Kau hanya akan menyakiti mereka!” -Sehun

“Itu keputusanmu Jong!” -Seulgi

“Memang apa peduliku soal mereka?” -Wendy

“Sudah kubilang jangan memaksakan kehendak!” -Sulli

“Aku tidak akan mengusik lagi…” -Krystal

“Masalah sudah rumit! Dan kau mau bergabung di dalamnya?” -Sharon

“Setidaknya aku sudah tau perasaanmu!” -Michelle

Baca lebih lanjut


19 Komentar

IRRESISTIBLE LOVE – CHAPTER 2

IL

Author : IRISH

Tittle : Irresistible Love

Main Cast :EXO’s Byun Baekhyun, OC’s Song Heekyung

Supported : EXO Park Chanyeol, OCs

Genre : Fantasy, Romance

Rate : T; PG-17

Disclaimer   :  This story is entirely fantasy and created by Irish. Any resemblance to real persons or organization appearing in this story is purely coincidental. EXO Members belong to their real-life, and OC’s belong to their appearance.

“..Aku mencintaimu, bahkan jika kau seorang monster..”—Heekyung

Previous Chapter

Chapter 1

 ██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Baca lebih lanjut


2 Komentar

Truly,I Hate (Love) You (Chapter 2)

Titte : Truly,i hate (love) you [Chapter 2]

Cast: – Park Rae Yoo

– Oh Sehun

– Kim yong kyo

– Kim Jong In

Support cast: – Kim Hye Soo

– Park Hyemi

– Xiu Luhan

– Byun Baekhyun

Author: adinda2812

Twitter:  @adindafitria12

Disclaimer:  ini ff pertama aku dan ff ini asli dari imajinasi saya sendiri dan aku pertama post ff ini hanya

di wp exo fanfiction indonesia saja jadi jika ada kata” yang sama mohon dimaklumi Tetapi bukan berarti

mengikuti ataupun plagiat karena sebuah imajinasi muncul dari apa yang kita dengar dan kita lihat.

Anyeong~

Wuahh aku seneng banget responnya baik dan mohon maaf aku lama post ff ini karena aku ini seorang

pemula & aku cuma numpang titip ff jadi mohon maaf klo telat post ataupun cerita jadi gaje

Sudah lah cuap cuap saya kita LET’S GO!!!

Baca lebih lanjut


2 Komentar

Abnormal In You (Chapter 1)

3

Tittle : Abnormal in You(Chapter 1)

Author : Sweetcaramel

Length : Chapter

Genre : Romance and Marriage live.

Rating : Teen

Main cast : Park Hara(OC), Kim Jongin(EXO), Do Kyungsoo(EXO)

Additional cast : Byun Baekhee(OC),Park Chanyeol(EXO), Byun Baekhyun(EXO)

Disclaimer : This story original by me and No Plagiarism. Para pemain milik Tuhan namun cerita,

karakter OC dan poster milik saya.

Author’s note : Sorry for typo. Semoga readers suka dengan ceritanya. Happy Reading :-D.  Don’t be

silent readers!
Baca lebih lanjut


8 Komentar

Dissapear Of You

2

Title –  Dissapear of You a.k.a  Evanish

Author – Exo L baekkie Baekhyun

Cast – Kwon Mina  | Do Kyung Soo | Oh Sehun

Genre – Mystery , Fantasy , Friendship , Other .

Length- Oneshoot

Disclaimer – Bukan FF plagiat ! Murni karya author .

Author note – biasakan comment Sudah membaca ya . Don’t be silent Readers . Thanks

.   ;)  . Hope you like it !

Summary – ‘Malam itu seperti sungai hidup dengan banyak rahasia’     -Hurt ~ EXO

Baca lebih lanjut


1 Komentar

A Reason To Love (Chapter 2)

1

Title : A Reason To Love  Chaptered 2

Cast : Yoo Jae In (oc) | Park Chan Yeol | Yoon Mi Rae (oc) | Kim Jong In

Other Cast : Yoo Jae Suk as Appa Jae in

Yoo Young Jae as Brother Jae in

Length : Chaptered

Genre : Romance , Sad , Family , Friendship

Disclaimer : Terinspirasi dari berbagai sumber . sebagian real ada juga yang fiksi makanya

nama nya fanfiction .maaf sekali kalau ff ini gaje .

Author Note : Untuk yang pernah baca Ff ini maaf sekali sudah nunggu lama , baru dapat

inspirasi setelah lama . Mungkin nanti saya akan nge -pos di wp saya

ikonfinitexo77.wordpress.com

Cr Poster : leeyongmiarts@indofanfictionarts

Baca lebih lanjut


10 Komentar

[Ficlet] Oh My God!

Oh My God!

Title: Oh My God!

Cast: -Park Chorong [A Pink]

-Kim Junmyeon a.ka Suho [EXO]

-Yoon Bomi [A Pink]

Genre: Romance, failed Comedy

Rating: T

Length: Ficlet

Desclaimer: Yap akhirnya bisa juga bawain FF yang failed comedy kek gini hahaha… Maaf buat bad covernya, soalnya masih amatiran dalam hal percoveran *ceilah. Yuk langsung cekidot aja ^^ RCL juseyo!

“Yeoja itu temannya? Kakaknya? Adiknya? Atau kekasihnya?” –Park Chorong-

Baca lebih lanjut


6 Komentar

Milky Chocolate

Milky Chocolate

Milky Chocolate

teen // oneshoot // romance // Park Chan Yeol (EXO), Xi Eun Soo (OC)

anneandreas

………….

………………..

Lebih manis dari cokelat. Lebih pahit dari susu.

………………..

^^^

………………..

Park Chan Yeol merapihkan seragam kerja yang membalut tubuhnya dengan apik. Ia tersenyum dan berjalan dengan mantap ke belakang stand kasir sebuah kafe. Ia akan melakukan pekerjaannya dengan baik, terlebih lagi karena ini adalah hari pertamanya bekerja di sini.

………………..

Happiness Caffe, selamat datang!” sapa Chan Yeol ketika pintu kafe terbuka dan seseorang masuk

“Satu gelas milky chocolate dingin, ukuran medium.”

“Atas nama?”

“Xi Eun Soo.”

Ye! Satu gelas medium milky chocolate dingin atas nama Xi Eun Soo, silahkan dinikmati. Kansahamnida.” kata Chan Yeol seraya menyerahkan nampan pesanan dengan senyumnya yang paling manis

………………..

Chan Yeol baru saja mulai beristirahat ketika pintu kafe terbuka lagi.

Happiness Caffe, selamat datang!” sapanya dengan senyum cerah

………………..

Kali ini yang datang adalah seorang laki-laki yang berjalan dengan gadis di sampingnya, Chan Yeol memprediksi mereka adalah sepasang kekasih, gadis itu berjalan mendahului pasangannya dan berhenti tepat di depan stand kasir, tanpa melihat sedikit pun ke arah menu gadis itu menyampaikan pesanan atas namanya.

………………..

“Tiga gelas ice green tea blended ukuran large atas nama Kang Young Mi, silahkan dinikmati. Kansahamnida.” kata Chan Yeol sambil menyerahkan nampan berisi pesanan

………………..

Ye. Kansahamnida. Ayo Kyung Soo, palli.. Sebelum kursi kesayanganku diduduki orang lain.” kata gadis itu ke arah laki-laki yang berdiri di belakangnya

………………..

Chan Yeol mengangguk ringan saat laki-laki yang dipanggil Kyung Soo itu tersenyum kepadanya, kemudian berjalan mengikuti gadisnya.

………………..

^^^

………………..

Oppa, kau sudah pulang?” tanya seseorang dari dalam rumah

Ne. Apa yang sedang kau lakukan, Soo Rae?” jawab Chan Yeol

“Aku sedang memasak. Bagaimana hari pertamamu, oppa?” jawab gadis yang dipanggil Soo Rae itu

………………..

“Hari ini lelah, kafe banyak pengunjung. Namun menyenangkan.” kata Chan Yeol sambil berjalan ke arah dapur

“Oh, ya? Bagaimana? Ceritakan padaku.” jawab Soo Rae sambil tersenyum

“Aku bertemu dengan sepasang laki-laki dan perempuan, dan perempuannya tampak begitu dominan, aku rasa si laki-laki begitu mencintai gadisnya sehingga ia menjadi sangat penurut seperti itu.” cerita Chan Yeol sambil tertawa

Soo Rae yang sedang memasak ikut tertawa.

………………..

“Selain itu juga aku bertemu dengan seorang gadis manis. Ia datang sendiran, memesan milky chocolate dingin ukuran medium. Ia duduk berjam-jam, Soo Rae. Sendirian! Itu membuatku ingin mendekatinya, namun aku takut.” lanjut Chan Yeol sambil mengangkat kedua bahunya

Hee, oppa. Kenapa kau takut?” tanya Soo Rae

“Tentu saja. Bagaimana bila gadis itu sudah punya pacar? Lagipula aku belum mengenalnya.” jawab Chan Yeol

“Ah, geurae. Kalau begitu kau harus berharap dia datang setiap hari! Sementara itu kau harus berpuas diri hanya dengan menjadi secret admirernya.” sahut Soo Rae dengan nada menggoda

………………..

“Ah, ya. Dari tadi aku belum melihat Soo Hae, dimana dia?” tanya Chan Yeol lagi

“Dia masih di perpustakaan, seperti biasa oppa.” jawab Soo Rae

“Ahh, apa saudara kembarmu itu tidak bosan datang ke perpustakaan dan melakukan hal yang sama setiap hari?” sahut Chan Yeol

Ehee, saudara kembarku itu ya adikmu, Park Chan Yeol oppa!” jawab Soo Rae sambil mengacungkan spatula ke arah Chan Yeol

Ara.. ara.. Cepat hubungi dan suruh ia agar pulang sekarang, karena oppanya yang tampan ini sudah lapar dan ingin makan malam” jawab Chan Yeol sambil tertawa

………………..

^^^

………………..

Park Chan Yeol sedang merapihkan meja kasir ketika pintu kafe berdecit dan seseorang masuk.

Happiness Caffe, selamat datang!” sapa Chan Yeol sambil tersenyum

“Satu gelas milky chocolate dingin, ukuran medium.”

“Atas nama?”

“Xi Eun Soo.”

Ye! Satu gelas medium milky chocolate dingin atas nama Xi Eun Soo, silahkan dinikmati. Kansahamnida.” kata Chan Yeol sambil menyerahkan nampan pesanan

………………..

Chan Yeol masih memperhatikan gadis bernama Xi Eun Soo ketika ia sudah berjalan ke barisan tempat duduk di dalam kafe. Lalu Chan Yeol mendekati karyawan senior yang bertugas di bagian pembuatan minuman.

Hyung, Baek Hyun hyung!” panggil Chan Yeol

Ne?” jawab seseorang yang dipanggil Baek Hyun itu

“Bukankah sebelum aku bekerja di sini, kau bertugas sebagai kasir?” tanya Chan Yeol

Ne. Wae?

“Apakah Xi Eun Soo-ssi itu memang selalu datang setiap hari?”

Nugu?” tanya Baek Hyun dengan wajah bingung

“Itu, Xi Eun Soo ssi. Dia selalu datang setiap hari di waktu yang sama, memesan pesanan yang sama, duduk di tempat yang sama sendirian, dan pulang pada waktu yang sama. Apakah dia memang seperti itu?” tutur Chan Yeol

“Yang mana?” kepala Baek Hyun menyembul dan melihat ke arah pandangan mata Chan Yeol

“Yang itu, gadis dengan rambut terurai yang menggunakan baju hitam.”

………………..

“Ah, tidak, aku tidak pernah melihatnya sewaktu aku menjadi kasir. Heeey, mengapa kau begitu peduli? Apakah kau naksir dia?” tanya Baek Hyun dengan nada menggoda

“Sedikit. Hanya saja aku bingung dengan kebiasaannya itu, hyung. Memang ada pelanggan lain yang selalu memesan menu yang sama, tapi mereka tidak datang setiap hari di waktu yang sama. Ini cukup aneh menurutku, hyung.” tutur Chan Yeol

“Mungkin ia ingin menarik perhatianmu, Chan Yeol-ssi?” tanya Baek Hyun

“Begitukah menurutmu?” jawab Chan Yeol sambil tersenyum sendiri

………………..

^^^

………………..

Happiness Caffe, selamat datang!”

Park Chan Yeol tersenyum ketika pintu kafe terbuka dan Xi Eun Soo masuk ke dalam, berjalan ke arah kasir, ke arahnya.

………………..

“Selamat datang Xi Eun Soo ssi. Apakah hari ini kau mau memesan milky chocolate dingin ukuran medium lagi?” tanya Chan Yeol dengan senyum riang

“Ya, aku memesan milky chocolate dingin ukuran medium. Apakah kau pernah mengenalku sebelumnya?” jawab gadis yang ada di hadapannya itu

Ye?” tanya Chan Yeol bingung

“Aku bertanya apakah kau pernah mengenalku sebelumnya?” tanya gadis itu lagi

“Tidak, ah maafkan aku. Satu gelas medium milky chocolate dingin, silahkan dinikmati. Kansahamnida.” kata Chan Yeol sambil memberikan pesanan gadis itu

………………..

“Baek Hyun hyung, apakah aku salah?” tanya Chan Yeol sesudah gadis itu pergi

“Memangnya kenapa?”

“Aku menyapa namanya dan dia malah berkata ‘Apakah kau pernah mengenalku sebelumnya?’. Apakah aku salah, hyung? Aku hanya menyapanya.” jawab Chan Yeol dengan lesu

“Mungkin dia tidak suka laki-laki yang terlalu terburu-buru. Atau dia memang gadis yang sombong? Atau dia gadis yang tidak menyukai laki-laki? Hiii..” tebak Baek Hyun

“Ah, bercerita padamu tidak memberikanku solusi.” jawab Chan Yeol sambil mengibaskan tangannya

Baek Hyun tertawa.

………………..

^^^

………………..

Park Chan Yeol menatap jam dinding di dalam kafe. Seharusnya sebentar lagi Xi Eun Soo-ssi akan datang, ia akan meminta maaf atas kelancangan yang dilakukannya kemarin. Park Chan Yeol sedang mempersiapkan kalimat permintaan maafnya ketika pintu kafe terbuka dan Xi Eun Soo masuk ke dalam kafe.

………………..

Happiness Caffe, selamat datang!” sapa Chan Yeol

“Satu gelas milky chocolate dingin, ukuran medium.”

“Atas nama?”

“Xi Eun Soo.”

“Mianhae, kami sedang kehabisan es. Apakah kau mau menunggu sebentar dan nanti aku akan mengantarkan pesanan ke mejamu?” tanya Chan Yeol

Ye. Kansahamnida.

………………..

Chan Yeol membawa nampan berisi satu gelas milky chocolate dingin ukuran medium ke kursi yang diduduki Xi Eun Soo dan berdiri di hadapan gadis itu.

“Satu gelas medium milky chocolate dingin atas nama Xi Eun Soo, silahkan dinikmati. Kansahamnida.” kata Chan Yeol sambil meletakkan gelas di atas meja Eun Soo

Ye. Kansahamnida.

Emm, saya meminta maaf atas kejadian kemarin Xi Eun Soo-ssi.” lanjut Chan Yeol

“Memangnya apa yang terjadi kemarin?” tanya Eun Soo

Chan Yeol terdiam, ia kaget atas reaksi gadis yang ada di hadapannya ini.

………………..

“Ah, jjanggaman! Aku menerima telepon.” kata Xi Eun Soo lagi

Chan Yeol mengangguk namun tetap menunggu di sisi gadis itu.

………………..

“Aku harus pergi sekarang karena keluargaku memanggilku. Ah, jinjja! Padahal aku sedang menunggu seseorang. Milky chocolatenya kubawa saja, kansahamnida.” lanjut Xi Eun Soo meninggalkan Chan Yeol yang ada di sampingnya dalam keadaan bingung

………………..

“Apa yang terjadi?” tanya Baek Hyun sesaat setelah Chan Yeol kembali ke stand kasir

“Dia sungguh aneh, hyung.”

Nugu? Xi Eun Soo-ssi?” tanya Baek Hyun

Chan Yeol mengangguk dengan pandangan setengah kosong.

………………..

Wae?” tanya Baek Hyun penasaran

“Aku meminta maaf padanya dan dia berkata ‘Memangnya apa yang terjadi kemarin?’. Bukankah dia sangat membingungkan, hyung?” jawab Chan Yeol

………………..

Happiness Caffe, selamat datang!” sapa Baek Hyun ketika Chan Yeol tidak menyadari pintu kafe terbuka

“Aku ingin berbicara denganmu.” kata seorang laki-laki yang baru masuk itu

Nugu?” tanya Baek Hyun

“Dia. Aku ingin berbicara denganmu. Jangan pernah mendekati Eun Soo.” kata laki-laki itu sambil menunjuk ke arah Chan Yeol

………………..

Chan Yeol memandang heran ke arah laki-laki yang tidak dikenalnya itu.

“Aku peringatkan sekali lagi. Jangan mendekati Eun Soo dan jangan ikut campur urusannya!” kata laki-laki itu lalu berjalan keluar dari kafe

………………..

Chan Yeol dan Baek Hyun saling melemparkan pandangan setelah laki-laki itu keluar dari kafe. Siapa sebenarnya Xi Eun Soo? Dia gadis yang aneh, dan kini ada seseorang yang datang mengancamnya bila masih mendekati gadis itu.

………………..

^^^

………………..

Jantung Chan Yeol berdebar lebih cepat ketika jam mulai bergerak mendekati waktu kedatangan Eun Soo. Ia tidak yakin gadis itu akan datang lagi ke kafe ini setelah kejadian kemarin. Mungkin benar bahwa ia seharusnya memang tidak harus ikut campur dalam urusan gadis yang belum terlalu dikenalnya itu dan juga mulai melupakan gadis itu. Bunyi pintu kafe yang berdecit membuyarkan lamunan Chan Yeol, Xi Eun Soo datang.

………………..

Happiness Caffe, selamat datang!” sapa Chan Yeol tersenyum

………………..

Xi Eun Soo masuk dengan wajah tampak habis menangis, dan di belakangnya berjalan seorang laki-laki yang kemarin mengancam Chan Yeol. Laki-laki itu menarik tangan Eun Soo persis di depan stand kasir dan Eun Soo menyentak tangan laki-laki itu.

………………..

“Oppa! Mengapa kau melarangku ke sini.” kata Xi Eun Soo

“Kau tidak usah menunggunya lagi!” jawab laki-laki itu

Wae? Mengapa aku tidak boleh menunggunya?”

“Karena dia tidak akan datang!”

“Mengapa kau yakin sekali? Dia akan datang! Dia calon suamiku jadi aku yakin dia pasti datang!” jawab Eun Soo setengah menjerit

………………..

Chan Yeol menganga keheranan mendengar jawaban gadis itu, “Calon suami?”

………………..

“Dia tidak akan pernah datang, Eun Soo!” bentak laki-laki itu lagi

Wae? Mengapa ia tidak akan datang? Wae? Jelaskan padaku supaya aku mengerti, oppa! Wae wae wae?” suara Eun Soo terdengar histeris

“Dia sudah pergi meninggalkanmu, Eun Soo! Dia tidak akan kembali padamu sampai kapanpun!”

“Tidak mungkin! Dia tidak mungkin meninggalkanku! Dia mencintaiku! Dia akan datang padaku!” teriak Eun Soo

………………..

“Sadarlah Eun Soo! Dia sudah meninggal!!” jawab laki-laki itu dengan mata yang berkilat karena marah dan putus asa

………………..

Eun Soo terbelalak kaget mendengar jawaban yang baru saja di dengarnya, seketika matanya mengeluarkan cairan hangat yang mengalir turun ke pipinya.

Mwo? Meninggal?” tanya Eun Soo lirih

………………..

Laki-laki yang ada di hadapannya itu mematung, tampak tidak tahu respon apa yang harus ia berikan, sementara Chan Yeol yang melihat pertengkaran itu semakin kebingungan mendengarnya.

“Sudah meninggal?”

………………..

Chan Yeol melihat air mata Eun Soo yang terus mengalir keluar dari kedua pelupuk matanya saat ia tidak kunjung mendapatkan jawaban dari laki-laki yang ada di hadapannya itu. Gadis itu kemudian berjalan keluar dari kafe dengan langkah yang tergesa-gesa karena marah dan tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya.

………………..

Chan Yeol dan Baek Hyun menatap laki-laki yang masih berdiri mematung di depan stand kasir setelah ditinggalkan oleh Eun Soo. Tidak lama kemudian terdengar suara decitan rem mobil yang memekikkan telinga dari arah jalan raya dan seketika orang ramai berbondong-bondong berkumpul tepat di luar pintu kafe.

………………..

“Gadis ini tertabrak! Ia mengeluarkan banyak darah! Cepat telepon ambulance! Panggil bantuan!”

………………..

Mereka betiga berlari ke luar setelah mendengar teriakan dari orang-orang sekitar. Park Chan Yeol mematung, ia merasa seluruh tubuhnya keram sementara suara bising dari semua orang disekitarnya terdengar menggema di telinganya. Xi Eun Soo, gadis yang beberapa saat lalu baru saja ada di dalam kafe, kini sudah terbaring di antara genangan cairan berwarna merah pekat di tengah jalan.

………………..

^^^

………………..

Chan Yeol segera berlari di dalam lobby rumah sakit ketika ia menemukan laki-laki yang tadi bertengkar dengan Xi Eun Soo di dalam kafe.

“Bagaimana keadaannya?” tanya Chan Yeol

“Ia sedang berada di dalam ruang operasi. Mengapa kau datang ke sini?” tanya laki-laki itu

“Aku datang karena aku mengkhawatirkan Xi Eun Soo.” jawab Chan Yeol

Laki-laki itu memandang Chan Yeol tajam.

………………..

“Apakah kau mengenal adikku?” tanya laki-laki itu

“Aku hanya mengetahui dia gadis yang selalu datang setiap hari ke kafe memesan minuman yang sama, dan aku menyukai gadis itu, adikmu. Dan bila kau tidak keberatan, siapa namamu, hyung? Aku pikir kau mungkin lebih tua dariku.” jawab Chan Yeol

“Untuk apa kau menanyakan namaku? Namaku Lu Han. Xi Lu Han. Dan kau berkata kau menyukai adikku? Aku tidak yakin kau akan tetap menyukainya jika kau mengetahui yang sebenarnya.” jawab Lu Han

………………..

Alis Chan Yeol terangkat ketika ia mendengar jawaban Lu Han.

“Mengapa kau berkata seperti itu? Memang apa yang sebenarnya yang tidak aku ketahui?” tanya Chan Yeol

“Eun Soo mengidap amnesia anterograde, dokter menyebut gejalanya dengan goldfield syndrome.” jawab Lu Han

Am–ne–si–a? Gold– apa?” tanya Chan Yeol bingung

“Kau bingung mengapa Eun Soo selalu datang setiap hari di waktu yang sama dan memesan minuman yang sama, kan? Itu karena ia menderita amnesia sementara. Ingatannya hanya bertahan selama satu hari, lalu ia akan lupa setiap ia bangun di pagi hari.” tutur Lu Han

………………..

Hyung… Sungguh aku tidak mengerti apa yang kau jelaskan padaku.” jawab Chan Yeol

“Lima bulan yang lalu, Eun Soo pergi ke Happiness Caffe untuk berkencan dengan tunangannya. Ia begitu bahagia hari itu karena mereka akan segera menikah. Namun ketika Eun Soo dan tunangannya mengendarai mobil sepulang dari kafe, mereka mengalami kecelakaan besar. Tunangan Eun Soo meninggal di tempat dan Eun Soo mengalami pendarahan hebat di bagian belakang kepalanya. Eun Soo mengalami koma selama beberapa bulan. Dan di hari pertama kali Eun Soo sadar, ia berkata ia harus pergi ke Happiness Caffe untuk bertemu dengan tunangannya, hal itu tentu membuat semua orang bingung karena tunangan Eun Soo sudah meninggal. Akhirnya dokter mengatakan bahwa Eun Soo mengalami amnesia anterograde. Ingatannya hanya berakhir sampai satu hari sebelum kecelakaan itu terjadi, setiap malam ia tidur, otaknya akan melupakan peristiwa hari itu dan ketika esok pagi ia bangun, ia sudah melupakan peristiwa kemarin dan ingatannya kembali ke hari dimana ia mengalami kecelakaan. Karena itulah Eun Soo datang setiap hari ke kafe dan memesan minuman yang sama, karena di dalam pikirannya ia sedang menunggu tunangannya untuk berkencan.” tutur Lu Han panjang

………………..

Chan Yeol menunduk menatap lantai rumah sakit yang polos dan terlihat dingin. Ia harus mencerna perlahan semua yang Lu Han katakan kepadanya.

“Aku tidak berani berharap ada laki-laki yang akan menyukai adikku dengan keadaannya yang seperti ini, Chan Yeol-ssi.” kata Lu Han lagi

“Aniya. Aku menyukai adikmu, hyung. Sejak pertama kali aku melihatnya. Aku akan tetap mencintainya, meski dia akan melupakanku setiap pagi, meski dia akan membenciku karena mendekatinya yang sudah bertunangan. Aku akan berusaha membuatnya mencintaiku, setiap hari.” jawab Chan Yeol mantap sambil menatap Lu Han

………………..

Lu Han memandang Chan Yeol dengan heran, namun rasa bahagia diam-diam menyelimuti seluruh hatinya. Ia bisa melihat ketulusan terpancar dari manik cokelat laki-laki yang duduk di hadapannya itu.

“Aku harap Eun Soo akan sembuh sehingga ia bisa mengingatmu, Chan Yeol-ssi.” jawab Lu Han

………………..

Obrolan mereka terhenti ketika lampu di atas pintu ruang operasi padam, menandakan operasi sudah selesai. Lu Han dan Chan Yeol berjalan ke arah ruang operasi dan menghampiri dokter yang keluar dari sana.

“Keluarga Xi Eun Soo-ssi?” tanya dokter itu

Ye. Saya kakaknya. Bagaimana keadaan Eun Soo, dok?” tanya Lu Han khawatir

“Pendarahan di kepalanya cukup besar sehingga operasi memerlukan waktu lebih lama dari yang diperkirakan. Tetapi operasi berjalan sukses dan Eun Soo sudah diantarkan ke kamar rawat. Eun Soo masih berada di bawah pengaruh obat bius sehingga ia belum sadarkan diri. Tim perawat akan mengontrol keadaan Eun Soo setiap satu jam sekali. Dan tolong laporkan kepada tim dokter bila Eun Soo sudah sadar.” tutur dokter

Ye. Kansahamnida.” jawab Lu Han dan Chan Yeol bersama

………………..

“Chan Yeol-ssi, tidakkah kau harus menjaga kafe? Kau bisa kembali bekerja dan aku akan memberikan kabar bila Eun Soo sudah sadar.” kata Lu Han pada Chan Yeol setelah dokter meninggalkan mereka

Aniya, aku akan menunggu di sini. Ada Baek Hyun hyung yang menjaga kafe selama aku pergi.” jawab Chan Yeol

………………..

^^^

………………..

Chan Yeol datang ke kamar rawat Eun Soo keesokan harinya dan melihat Lu Han sedang tertidur di sofa ruang rawat Eun Soo. Chan Yeol meletakkan roti yang dibawanya di atas meja dengan hati-hati agar tidak membangunkan Lu Han namun laki-laki itu terjaga dari tidurnya.

………………..

“Aah, Chan Yeol-ssi. Pagi sekali kau datang.” sapa Lu han

Ye. Eun Soo masih belum sadar setelah operasi kemarin membuatku khawatir. Jadi aku segera ke sini untuk melihat kondisinya. Apakah ia sudah sadar, hyung?” tanya Chan Yeol

Lu Han menggeleng lemah.

………………..

“Oppa..” terdengar suara dengan volume kecil yang berasal dari arah Eun Soo

………………..

Lu Han dan Chan Yeol segera berlari ke sisi bangsal setelah mendengar suara lemah Eun Soo.

“Kau sudah sadar? Apakah kau baik-baik saja? Apakah sangat sakit?” tanya Lu Han khawatir

Eun Soo mengangguk lemah.

………………..

Oppa, mengapa penjaga kafe ada di sini?” tanya Eun Soo lemah

………………..

Lu Han dan Chan Yeol sama-sama terkejut mendengar pertanyaan yang baru saja dilontarkan Eun Soo. Ini sudah berganti hari namun Eun Soo menanyakan Chan Yeol si penjaga kafe yang sebelumnya tidak pernah ada diingatannya!

………………..

“Dia datang menjengukmu, Eun Soo. Sebentar,oppa akan panggilkan dokter!” kata Lu Han bersemangat

………………..

^^^

………………..

Eun Soo tersenyum ceria ketika laki-laki yang menduduki bangku kemudi di sampingnya mulai menyalakan mesin. Matanya berbinar-binar gembira, ia begitu bersemangat menantikan hari-hari bahagia yang sebentar lagi akan mereka lalui. Ia memandang pipi laki-laki yang duduk di sampingnya itu, yang tampak begitu menggemaskan di mata Eun Soo, ia mengarahkan tangannya ke pipi laki-laki itu dan mengelusnya dengan lembut, membuat laki-laki itu tersenyum yang tentu saja senyumnya menular kepada Eun Soo. Eun Soo masih memandang laki-laki yang dicintainya itu ketika tiba-tiba mobil berbelok tajam ke arah kanan dan sebuah truk besar menghantam mobil mereka. Lalu semua berubah gelap.

………………..

Eun Soo membuka matanya, kini ia ada di depan stand kasir sebuah kafe. Ia memandang laki-laki berpostur tinggi dengan senyum manis yang menyerahkan nampan berisi satu gelas minuman kesukaannya. Eun Soo mengambil nampan minuman itu lalu berjalan dan duduk di salah satu kursi di pojok ruangan. Awalnya ia merasa sangat bahagia namun lama-kelamaan rasa gelisah menyelimuti hatinya karena seseorang yang ia tunggu tak kunjung datang untuk menemuinya. Eun Soo memandang handphone yang ada di dalam genggamannya, namun benda kotak itu tidak mengeluarkan suara, tidak memberikan respon atas pesan yang sejak tadi ia kirimkan lewat benda kotak itu. Eun Soo bangkit dari tempatnya duduk dan berjalan ke arah pintu keluar. Ia menarik pintu itu hingga berdecit lalu semua kembali menjadi gelap.

………………..

Eun Soo merasa darahnya begitu mendidih dan ia sangat yakin wajahnya saat ini sudah berubah menjadi merah padam. Ia memandang laki-laki yang ada di hadapannya, laki-laki yang begitu disayanginya, namun laki-laki itu hanya berdiri mematung dan tampak tidak dapat bertanggung jawab atas apa yang baru saja keluar dari ucapannya. Air mata terus mengalir dari kedua pelupuk matanya, ia merasa begitu kecewa dan dikhianati. Eun Soo berjalan meninggalkan laki-laki itu dan dua orang laki-laki lain yang juga berada di sana, membuka pintu kaca yang berat dan menghambur ke arah jalan raya tanpa menyadari sebuah mobil yang sedang melaju kencang tepat ke arahnya. Bahkan kejadian itu tampak lebih cepat dari pada rasa kaget yang di alami Eun Soo. Mobil yang sedang melaju kencang itu mendengungkan bunyi klakson yang memekakkan telinga dan di saat yang sama Eun Soo merasakan tubuhnya melayang di udara setelah sentakan kuat pada salah satu sisi tubuhnya dan langsung disusul dengan sentakan kuat lainnya saat tubuhnya berbenturan dengan aspal yang kasar. Rasa ngilu menjalar di sekujur tubuh Eun Soo, kepalanya menjadi sangat pusing, genangan merah pekat memenuhi pandangannya, sebelum semuanya berubah menjadi gelap.

………………..

Eun Soo merasa kepala dan seluruh tubuhnya masih terasa sakit bahkan ketika ia hanya mencoba menggerakkan jarinya sedikit. Ia mencoba membuka kedua kelopak matanya meski ia masih merasa sangat mengantuk, ia membuka mulutnya namun ia merasa kerongkongannya begitu kering, ia butuh air.

………………..

Oppa..” panggil Eun Soo

………………..

Dua orang laki-laki langsung bangkit merespon suaranya yang terdengar lemah dan berjalan ke sisi bangsalnya.

“Kau sudah sadar? Apakah kau baik-baik saja? Apakah sangat sakit?” tanya kakaknya yang terlihat sangat khawatir

………………..

Eun Soo mengangguk lemah, lalu ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling ruangan dan melihat seseorang yang berdiri di sisi kakaknya, seorang laki-laki yang baru saja hadir di mimpi panjangnya. Laki-laki berseragam yang berdiri di balik stand kasir kafe dan menyerahkan nampan minuman kepadanya. Laki-laki itu juga ada bersama satu laki-laki lain saat ia sedang bertengkar hebat dengan kakaknya. Mengapa ia ada di sini?

………………..

“Oppa, mengapa penjaga kafe ada di sini?”

………………..

Kakaknya dan laki-laki itu tampak terkejut mendengar pertanyaannya. Apa yang salah dengan pertanyaan yang baru saja ia lontarkan?

………………..

“Dia datang menjengukmu, Eun Soo. Sebentar, oppa akan panggilkan dokter!” kata kakaknya bersemangat lalu meninggalkan mereka

………………..

Mata Eun Soo menerawang memandang laki-laki kasir kafe yang masih berdiri di sisi bangsalnya itu. Begitu banyak pertanyaan yang ingin ia tanyakan pada laki-laki itu namun mata Eun Soo masih sangat berat dan ia sungguh ingin kembali tidur.

………………..

^^^

………………..

“Benturan keras yang terjadi pada kepala Eun Soo membuat penyakit amnesia anterograde yang diidapnya sembuh. Namun mulai saat ini Eun Soo akan sering mengalami sakit kepala, ia akan mulai mengingat semua satu per satu kejadian setelah ia sadar dari koma sampai ia mengalami kecelakaan yang kedua kalinya. Saya sarankan agar keluarga terdekatnya selalu berada di sisinya dan memberikan pengertian kepadanya bila ia mulai menyalahkan diri sendiri. Saya akan mengontrol keadaan Eun Soo dan memutuskan apakah Eun Soo perlu terapi setelah keluar dari rumah sakit atau tidak. Namun untuk satu minggu ke depan, Eun Soo masih perlu dirawat di sini hingga ia benar-benar pulih.” tutur dokter

………………..

Lu Han berbaring di atas sofa kamar rawat, memorinya mengulang kembali kejadian tadi siang ketika dokter menjelaskan keadaan Eun Soo, ia tahu hati adiknya akan rapuh dan mungkin ia akan merasa hancur. Lu Han mengedarkan pandangannya ke arah bangsal Eun Soo dan samar-samar ia melihat bahu adiknya berguncang. Rasa khawatir tiba-tiba memenuhi relungnya dan ia berjalan ke arah Eun Soo dan melihat gadis itu sedang menggigit bibirnya sendiri, berusaha meredam air mata yang mengalir di pipinya agar tidak pecah menjadi tangisan.

………………..

Lu Han menggenggam tangan adiknya lembut, namun hal itu justru membuat tangisan Eun Soo pecah.

“Wae, oppa wae?”

Hanya kalimat itu yang terus-menerus dilontarkan Eun Soo di sela-sela tangisannya.

………………..

Lu Han membantu adiknya untuk duduk dan ia memeluk adiknya yang masih menangis itu dengan hangat, sesekali ia menepuk lembut bahu adiknya. Ia membiarkan adiknya menumpahkan segala emosi yang ia tahu sedang berkecamuk hebat di dalam hati adik kesayangannya itu.

………………..

Wae, oppa? Mengapa ia meninggalkan aku? Mengapa ia meninggalkan dunia ini?”

………………..

^^^

………………..

Eun Soo sedang berbaring santai dan menonton televisi yang ada di kamar rawatnya. Matanya memang mengarah ke sana, namun pikirannya melayang entah kemana. Kadang pikirannya kembali pada kecelakaan besar yang ia alami bersama tunangannya, menyisakan rasa bersalah besar pada relung hatinya. Akibat kematian yang harus memisahkannya dengan tunangan yang sangat dicintainya. Lalu pikirannya beralih pada kejadian-kejadian yang ia alami di kafe setiap hari, dengan waktu yang sama, minuman yang sama, juga pelayan kafe yang sama. Betapa laki-laki itu pasti menganggapnya perempuan aneh karena melakukan hal yang sama setiap hari tetapi tidak mengingat apapun.

………………..

Lamunannya terganggu ketika pintu kamar rawatnya terbuka dan seseorang masuk.

“Mengapa kau datang mengunjungiku setiap hari, Park Chan Yeol-ssi?” tanya Eun Soo

………………..

Laki-laki itu berdiri mematung di balik pintu akibat sapaan tidak bersahabat yang baru saja dilontarkan Eun Soo. Matanya memandang Eun Soo heran. Eun Soo yakin laki-laki itu akan benar-benar berpikir bahwa ia gadis yang aneh, atau gadis yang gila, dan sebentar lagi laki-laki itu akan berjalan keluar dari dalam kamar seorang gadis gila. Namun, laki-laki itu ternyata tidak melakukannya. Ia menjawab pertanyaan Eun Soo dengan jawaban yang terdengar lantang namun bersahabat.

“Aku menjengukmu setiap hari bukan karena aku mengkhawatirkanmu, Eun Soo-ssi.

………………..

Kini Eun Soo yang balik memandang laki-laki itu dengan heran.

“Lalu?”

………………..

“Aku datang ke sini setiap hari karena aku mengkhawatirkan hatiku sendiri. Hatiku begitu gundah dan cemas bila aku belum melihatmu, aku akan uring-uringan sepanjang hari karena memikirkan orang yang kucintai. Hatiku baru akan damai dan jantungku akan berdetak dengan normal jika aku sudah bertemu denganmu seperti ini. Karena itu demi diriku sendiri, aku harus datang melihatmu setiap hari dan memastikan keadaanmu. Aku tidak menuntut kau harus menyapaku dengan ramah, apalagi menyukaiku. Kau bahkan tidak perlu menganggapku ada di sini dan lakukan saja apapun yang ingin kau lakukan. Hanya saja jangan larang aku untuk datang melihatmu, demi ketenangan hatiku. Bagaimana? Kau tidak merasa aku merepotkanmu, kan?” tutur Chan Yeol

………………..

Eun Soo memandang Chan Yeol namun tidak membalas perkataan laki-laki itu. Terlalu banyak jawaban yang berputar di dalam benaknya, membuat Eun Soo bingung memilih satu untuk diucapkan sebagai respon atas pernyataan sekaligus pertanyaan Chan Yeol. Sementara Chan Yeol membalas tatapannya dengan hangat, tatapan penuh arti yang tidak mampu diartikan oleh Eun Soo. Untuk beberapa saat mereka masih saling memandang hingga pintu kamar rawat Eun Soo kembali berdecit dan seseorang masuk ke dalam ruangan.

………………..

“Ah, kau sudah datang rupanya Chan Yeol-ssi. Eun Soo, hari ini kau sudah boleh pulang! Chukkae!” kata Lu Han yang baru saja masuk ke dalam kamar rawat

Oppa, aku ingin pergi ke satu tempat sebelum kita pulang ke rumah, apakah boleh?” tanya Eun Soo

“Apakah aku boleh ikut?” tanya Chan Yeol

“Mengapa kau ingin ikut, Chan Yeol-ssi?” tanya Eun Soo

“Seperti yang tadi kukatakan padamu, aku hanya —-”

“Baiklah, kau boleh ikut.” kata Eun Soo memotong jawaban Chan Yeol

………………..

^^^

………………..

Xi Eun Soo berjalan tertatih dan beringsut di hadapan sebuah batu nisan yang masih tampak baru. Ia mengangkat tangannya dan mengusap puncak nisan itu dengan lembut, selembut cairan hangat yang kini sudah mengalir membasahi kedua pipinya. Ia mengangkat tangannya yang lain dan menutup mulutnya sendiri agar tangisannya yang sudah pecah itu tidak terlalu terdengar, namun ia justru merasakan rasa sakit yang amat sangat menghantam dadanya, tepat dimana hatinya berada.

“Jagi, mengapa kau begitu jahat padaku? Mengapa kau pergi sendiri? Mengapa kau tidak mengajakku pergi bersamamu?” kata Eun Soo sambil memukul-mukul nisan tunangannya

………………..

Rasa puas yang ia pikir akan ia rasakan ketika ia memukul-mukul nisan tunangannya justru malah digantikan dengan rasa bersalah yang menghujam dadanya dengan keras. Eun Soo menyandarkan kepalanya pada nisan itu sementara bahunya berguncang hebat karena tangisannya semakin pecah.

………………..

Mianhae jagiya. Aku begitu jahat, eoh? Aku tidak pernah menjengukmu selama ini, aku melupakan apa yang terjadi padamu, aku merasa marah padamu karena tidak membalas pesanku ketika kau tidak datang ke kafe. Maafkan aku.. Aku.. Aku.. Aku benar-benar jahat..” kata Eun Soo

………………..

Xi Eun Soo menunduk dan memegang tanah dingin di bawahnya, tanah makam yang kini membatasi dirinya dan orang yang dicintainya. Ia kembali menggigit bibirnya saat cairan hangat itu kembali mengalir keluar tanpa terkontrol dari kedua kelopak matanya.

………………..

Chan yeol hanya berdiri diam saat Lu Han mendekati adiknya dan membantu Eun Soo yang masih menggigit bibirnya berdiri dan memeluknya sementara tangisan Eun Soo semakin pecah di dalam pelukan kakaknya.

………………..

Ia tahu keadaannya akan sama sulitnya apabila Eun Soo masih menderita amnesia anderograde dan melupakannya setiap pagi, ataupun sekarang ketika Eun Soo bisa mengingatnya namun sama sekali belum bisa melupakan tunangannya yang sudah meninggal dunia.

………………..

Namun hanya satu yang Chan Yeol tahu, ia akan terus ada di samping Eun Soo tanpa menuntut apapun dari gadis itu, karena ia mencintai Eun Soo sama seperti gadis itu mencintai milky chocolate, yang lebih manis dari cokelat namun lebih pahit dari susu.

………………..

~~.. The End ..~~

………………..

Epilog:

Park Chan Yeol punya adik kembar?

Apa yang dilakukan salah satu adik Park Chan Yeol setiap hari di perpustakaan?

Penasaran?

Baca kisahnya di sini -> A Note

…………..

Author’s Note:

Hai hallo annyeong!

Aku comeback lagi dengan sequel tokoh gaje ku yang baru..

*prokprokprok* #kayakadayangnungguinaja

Ini fanfic terakhir dari sequel character yang aku buat..

Yang belum baca fanfic lainnya,, bisa di klik di bagian epilog yaaa.. *promosi*

Seperti biasa aku selalu mengharapkan kritik saran komen dari readernim sekalian yaaa..

Satu komenmu sangat berarti untukku.. uhuk.. >.<

kamsahamnida.. *bow*


4 Komentar

[Oneshot] Between The Stars

whitewind-between-the-stars1

BETWEEN THE STARS


whitewind present


EXO’s Suho, Red Velvet’s Irene

fantasy, fluff, romance / general / oneshot


Inspired from Japanese legend story “Tanabata

 


Amazing poster by blackangel@ArtZone


Enjoy and happy reading :D



“I live far away from you, but you always near in my heart”


==000==

Baca lebih lanjut


Meninggalkan komentar

Never Ending [Drabble]

Never Ending

Title : Never Ending/ Author : Arra / Cast : Kim Min Seok as himself. Kim Eun Sa a.k.a Kim Ren / Genre : Sad, romance / Lenght : Drabble / Rating : General /maybe// Desclaimer : Cerita ini hanya fiktif belaka. Nama cast kecuali OC, saya hanya meminjam namanya saja tanpa mengubah karakter aslinya. Ini hanya keisenganku.  Jika kalian pernah menemukan ff  di manapun dengan judul sama, jalan cerita sama, cast sama dan nama pena sama serperti ff ini, tentu itulah saya.

HAPPY READING

Baca lebih lanjut


6 Komentar

Flat Wedding [Chapter 3]

Flat Wedding

Title : Flat Wedding/ Author : Arra / Cast utama : Nam Na Rin (oc) dan Huang Zi Tao. Other cast: you can find that. / Genre : Marriage life, romance, frienship, sad / Length : Chapter/ Rating : PG-13/Desclaimer : FF ini terMOTIVASI dari FF Freak Intro. Karena jujur Arra tidak pernah membuat ff dengan genre pernikahan. Setelah baca itu FF, ada dorongan dari diri Arra untuk membuat cerita bergenre pernikahan. Sisanya adalah kerja keras. Jadi, tolong jangan jadi silent reades dan jangan plagiat ya? Jika kalian pernah menemukan ff  di manapun dengan judul sama, jalan cerita sama, cast sama dan nama pena sama serperti ff ini, tentu itulah saya. Enjoyable with this ff.

.

.

PROLOG | Chapter 1 | Chapter 2

.

.

                Tao menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur, kemudian kedua tangannya mengusap wajahnya secara kasar. Sekarang semua benar-benar kacau. Ia merutuki dirinya sendiri, bagaimana bisa ia menerima perjodohan itu dengan lapang dada? Mungkin akal sehatnya sedang tidak waras saat itu. Baca lebih lanjut

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 24.274 pengikut lainnya.