GAME OVER – Lv. 20 [Black Radiant] — IRISH

G    A   M   E       O   V   E   R

‘ Baekhyun x Jiho (known as HongJoo) ’

‘ AU x Adventure x Fantasy x Romance x Science Fiction ’

‘ Chapterred x Teenagers ’

‘ prompt from EXO`s — Can`t Bring Me Down & EXO CBX`s — Crush U

Game Level(s):

ForewordPrologue A SidePrologue B Side — Level 1Level 10 — Tacenda CornerEden’s Nirvana — Level 11Level 15 — Level 16Level 17 — Level 18Level 19 — [PLAYING] Level 20

Listen carefully now, I’ll reveal it all

The evil that’s hiding under a mask of good

2017 © GAME OVER created by IRISH

♫ ♪ ♫ ♪

Level 20 — Black Radiant

In Jiho’s Eyes…

“Aku sudah mematahkan sayapku, dengan membiarkan mereka mengalahkanku dan mengetahui identitasmu. Jadi, aku mungkin tidak lagi jadi ancaman bagi mereka. Dan yang ada, mereka justru akan menggunakanmu sebagai ancaman terhadapku.

“Tapi, karena kau masih berdiri di sisiku seperti ini, tanpa sayap membanggakan itu pun aku tidak lagi akan merasa ragu-ragu, Jiho. Jadi, siapa yang kali ini harus kuhabisi?”

Baekhyun kembali, kurasa. Kudengar kepercayaan diri membuncah khas miliknya. Sementara sekarang dia menatapku dengan kilatan dalam sepasang manik kelamnya.

“Kau sudah kembali, Baekhyun.” tuturku tanpa sadar.

“Apa maksudmu dengan ‘aku kembali’?” tanyanya kujawab dengan gelengan pelan. “Kupikir kau sempat kehilangan kepercayaan dirimu, tapi mendengar kau bisa bicara dengan begitu percaya diri seperti saat ini, kurasa dugaanku sepenuhnya salah.”

Senyuman kecil muncul di wajah Baekhyun tanpa sadar. Dia lantas mengalihkan pandang sejenak, membuatku tanpa sadar lagi-lagi memperhatikan paras kelewat sempurna miliknya yang pasti telah dipahat Tuhan dengan amat hati-hati.

Bagaimana bisa seorang manusia diciptakan begitu rupawan sepertinya? Baca lebih lanjut

Iklan

[LAY BIRTHDAY PROJECT] HOL(M)ES in GANGNAMGU (2) — IRISH’s Tale

HOL(M)ES

PARTNER in Gangnam-gu  ]

— in a ruined city, can you survive? —

Starring by:

OC`s Wang Jia-yi with Lay & Suho

Supported by EXO`s Baekhyun, Chanyeol, Chen; OC`s Arin, Minrin

An adventure, dystopia, family, melodrama and politic story rated by PG-17 served in three-shot length with series type

This story is not suitable for readers under 15 years old

2017  ©  storyline by IRISH

in association with

EXO Fanfiction Indonesia

Disclaimer:

Cerita ini murni berdasarkan fiksi dan tidak bermaksud untuk menyinggung/menjelek-jelekkan salah satu pihak. Seluruh bagian cerita yang berhubungan dengan suatu negara dan/atau organisasi, dipergunakan semata-mata hanya untuk hiburan dan bukannya merugikan salah satu pihak. Tidak ada bagian dari cerita ini yang menggambarkan kehidupan politik secara nyata. Hol(m)es sendiri berasal dari kata Holmesinspired from Sherlock Holmes—yang memiliki makna tersirat sebagai perpaduan dari kata Holes, dan Holmes yang maknanya akan didapatkan pembaca setelah menyelesaikan pembacaan cerita dengan seksama. Sekali lagi, tidak ada tujuan menjatuhkan nama baik/citra dari salah satu negara/organisasi/perorangan/kedudukan yang nantinya akan ada di cerita ini. Penyebaluasan karya, duplikasi isi cerita, dan mengadaptasi cerita ini tanpa seizin/sepengetahuan penulis,  adalah sebuah tindakan tidak menyenangkan yang tidak seharusnya dilakukan.

This story was created and dedicated for:

Lay and Suho of EXO

Previous story:

Hol(m)es in Gangnam-gu [Chen]

*be awarned, ada sedikit adegan tidak nyaman dalam bacaan di bawah ini, lyke i said, membacanya saat makan akan ngebuat mood makan menghilang, adegan ini juga tidak baik untuk pembaca yang sedang hamil/ngidam, pasti bikin mual. Danke ~

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Baca lebih lanjut

[CHEN BIRTHDAY PROJECT] Blind – by Kaipucinoo

7de4454d96e8ce9f98f2c0de140e0ff0.jpg

[CHEN BIRTHDAY PROJECT] Blind – by Kaipucinoo

Main Cast :
Kim Jongdae a.k.a Chen
Park Hyura
Genre = Romance
Rating = G

Cinta itu soal perasaan. Cinta itu pilihan hati, bukan memandang fisik ataupun harta kekayaan. Cinta itu murni muncul dari hati, bukan dari ucapan orang lain. Kau yang merasakan bagaimana indahnya jatuh cinta dan kau sendiri yang merasakan bagaimana sakitnya.
Baca lebih lanjut

[CHEN BIRTHDAY PROJECT] UNTITLED STORY

bd9323749390be9a228cd8ce251ab115.jpg

Judul : UNTITLED STORY

Brengsek!”

Lelaki berjaket hitam berteriak sekencang-kencangnya seolah sedang memaki lawannya. Emosi di dalam ruangan sekitar empat kali lima meter itu sangat memuncak, ditambah beberapa tonjokan yang menghantam wajah pria berkepala empat.  Pria itu sudah tidak berdaya lagi, wajahnya sudah babak belur.

“Jawab aku apa kau pantas menjadi ayah?”

Baca lebih lanjut

[CHEN BIRTHDAY PROJECT] Mugunghwa Love-Minasol

688EEFCEE4C710A031CF8A990130D025221a9374t070a6470.jpg

[CHEN BIRTHDAY PROJECT] Mugunghwa Love-Minasol

Kim Jong Dae, Lee Ye Seul (OC) ║Romance, Drama ║ PG

Hanyang, 1470

Tak ada seorang pun yang berani mendekati hutan pada malam hari. Bahkan berjalan di tepi hutan adalah hal yang dihindari. Namun, seorang perempuan tengah berjalan sendiri di sepanjang tepi hutan. Langkahnya semakin lama semakin cepat. Napasnya pun terengah-engah. Sesekali ia menoleh ke belakang, memastikan bahwa tak ada seorangpun yang mengikutinya. Tiba-tiba seseorang menangkap dan membawanya ke dalam hutan. Perempuan tersebut meronta dan berteriak minta tolong.

“Ye Seul, ini aku,”

Mengenali suara orang yang menangkapnya, perempuan yang dipanggil Ye Seul berhenti meronta.

“Jong Dae?”bisiknya.

Baca lebih lanjut

[CHEN BIRTHDAY PROJECT]  Heartbeat – Amireese

2593A642889CB7803F2ADC48962C0A692293974t070a6445.jpg

[CHEN BIRTHDAY PROJECT]
Heartbeat – Amireese
Cast: 💙Kim Jongdae 💙Jung Seira (OC)
Genre: Romace
Rating: G

Gadis itu —Jung Seira— mengaduk-aduk Caramel Mochiatto-nya dengan malas. Sudah hampir dua jam dia berdiam diri di cafe ini dan tak sekalipun beranjak.
Berdiam diri di sudut cafe ini memang menyenangkan. Musik klasik mengalun sangat indah dan membuatnya merasa tenang. Segelas Caramel Mochiatto dan Scone buah kesukaannya selalu membuat moodnya baik. Seharusnya begitu, tapi semuanya hancur ketika berita menyebalkan itu terdengar olehnya dan menghancurkan harinya.
Ponselnya yang berada diatas meja bergetar samar. Ada pesan singkat masuk dari kontak bernama KJD. Seira mengabaikannya dan ponselnya bergetar sekali lagi dan lagi. Dengan malas gadis itu mengecek siapa orang yang begitu giat mengiriminya pesan.

Baca lebih lanjut

[CHEN BIRTHDAY PROJECT] You Don’t Know Love -Hanyeolie27

86E2DF88E2ACB7FF11E8089F073D09BD22d99871t070a6412.jpg

[CHEN BIRTHDAY PROJECT] You Don’t Know Love -Hanyeolie27
Chen & OC || Romance || PG-13

Bruk!
Bruk!
Bruk!

Terdengar suara hentakan kaki yang sedang berlari. Seorang pria dengan senyum cerah sambil memegang secarik kertas itu berlari di sepanjang koridor sekolah.

“Hahhhhh Hanmi!! Akhirnya aku menerima balasan surat dari Seoyeon!!” ucap pria tadi yang bername tag ‘Chen’ pada seragamnya.
Baca lebih lanjut

[CHEN BIRTHDAY PROJECT] In the rain —N.A

65252C4C8A3EA326C6BC8721E45848E8225d8160t070a63d9.jpg

[CHEN BIRTHDAY PROJECT]

In the rain —N.A

main cast : Kim Jongdae | Jung Chaey (OC)
romance, friendship

Ku julurkan tanganku kedepan sensasi basah dan dingin yang menusuk langsung menyapa telapak tanganku. Hujan turun deras sekali sore ini. Aku menghela nafas pelan, lihatlah akibat kecerobohan ku meninggalkan payung biru kesayanganku. Aku harus rela menunggu hujan berhenti.

Baca lebih lanjut

[CHEN BIRTHDAY PROJECT] SWEET PEA

[CHEN BIRTHDAY PROJECT] SWEET PEA – GYOUNEE

CHEN & OC || Romance, Drama || T

Summary:

Sweet Pea, bunga lambang ‘kepuasan’. Bisa berarti ‘selamat datang’ dan juga ‘selamat tinggal’. Seperti pesan yang terukir dalam kartu Jongdae malam itu, “Terima kasih untuk saat-saat yang menyenangkan. Happy Birthday, Kim Jongdae.”

***

 

Sebuah reservasi sudah disusun rapi di salah satu restoran perancis. Tahu bahwa pelanggan setianya akan mengadakan sesuatu, ia mengatur restorannya sedemikian rupa dan mengusir para pelanggan lain yang datang. Lalu tepat ketika Jongdae datang, seisi restoran hanya ada ia dan para pegawai yang bertugas.

 

Dengan lega, ia duduk di kursinya. Bersyukur karena kekasihnya belum juga datang mendahuluinya. Ia hanya perlu sedikit bersabar sambil memeriksa jarum jam yang masih berotasi pada angka satu hingga dua belas.

 

Tak lama, salah seorang waiter mendekatinya, menanyakan tentang persiapan dan juga menanyakan sesuatu yang mungkin bisa membantunya. Sayangnya, Jongdae bukanlah pria romantis yang bisa melakukan pesta kejutan dengan baik. Bukan pria bermulut manis yang bisa membuat sang kekasih merona atau pria yang dengan mudahnya menyatakan cinta.

 

Ia hanya Kim Jongdae, pria sederhana yang mungkin masih pemain baru dalam cinta. Lantas dengan satu anggukan dan senyumnya yang lebar, Jongdae percaya dengan apapun yang restoran itu berikan untuknya dan juga kekasihnya.

 

Sambil menikmati musik perancis yang dibawakan oleh musisi di depan sana, Jongdae sibuk mengulang perkataannya. Merangkai kata-kata yang akan ia ucapkan nanti walaupun sudah jauh-jauh hari ia melakukannya. Ia sesekali tersenyum membayangkan bagaimana kekasihnya akan terkejut atau mungkin haru bahagia nanti. Bukan bayangan kacau, meski ia sendiri telah mencoba untuk membuang jauh pikirannya tentang,

 

─kekasihnya yang mungkin akan datang sangat terlambat.

 

***

Baca lebih lanjut

[CHEN BIRTHDAY PROJECT] Because I Need You

[Chen Birthday Project] Because I Need You – sls13

Kim Jong Dae & Lee Ji Eun (IU) || Romance, Angst || PG-13
.
.
.
.

Jong Dae-ah, aku masih mengingat dua tahun yang lalu itu. Aku berkata bahwa aku mencintaimu, dan kau memelukku memberi jawaban yang sama.

Namun, sekarang mengapa kau berubah? Ketika itu, kita duduk bersama memandang hamparan karpet biru bertabur kerlap – kerlip cahaya di langit.

Malam yang sangat indah bukan?
Aku bersandar di bahu mu sambil menikmati desiran angin pantai. Aku tidak tahu kalau itu adalah malam terakhir kita.

Aku bertanya padamu, “Jong Dae-ah, bagaimana kalau kita mengadakan pernikahan disini saja?”

Bibirnya gemetar tersimpul senyum, dengan suara lembut ia membalas, “kita berpacaran bukan berarti harus menikah bukan?”

Aku tersenyum kaku. Ku lepas kepala ku dari bahu nya.
Jon Dae menoleh ke arah ku dan dengan tenang ia menambah, “kita cukup disini saja”.

Hah. Untuk apa kita menjalin status kalau hati kita tidak berjalan lurus. “Jong Dae-ah,,,” Aku merengek meneteskan air mata. “Dulu, kita berpengangan tangan dan mengucap janji. Janji bahwa kau tak kan pernah meninggalkanku atau pun menyakitiku. Aku hanya ingin mencintaimu dengan sederhana. Dengan kata yang tak bisa kuungkapkan. Apa salah ku Jobg Dae-ah?”

Mengapa aku mencurahkan air mataku pada seseorang yang tak kan pernah mengerti perasaanku? Bodoh.
Aku menahan air mata ku agar tidak ketahuan menangus di depannya.

Aku berdiri meninggalkannya sendirian. Aku berlari sekencang kencang nya dan berharap hujan turun agar tidak ada yang tahu aku menangis dan menahan jeritan.
. Baca lebih lanjut

[CHEN BIRTHDAY PROJECT] “KITA”

[CHEN BIRTHDAY PROJECT] “KITA” -Pacarkuceye(Alifia)
Cast: -Jeara Valerie
-Kim jongdae

 

Waktu itu tepat pukul 09:15 PM,hari Selasa,diruang tamu
“kenapa sih papa harus ngasih aku tempat terpencil kayak diJungsun?nggak di Seoul?Busan?atau di Jakarta aja yang lebih deket?”teriak gue yang mengisi ruang tamu.
“papa punya rumah sakit cabang disana Jeara” ucap papa
“oh rumah sakit yang bobrok itu?atau rumahsakit yang dibangun papa buat ngasingin aku supaya papa bisa santai pacaran sama tante Yuan?” jawab gue sarkas
“Jeara jaga omongan kamu” teriak papa yang tak kalah kerasnya dengan gue
“udah yang,gapapa kok. Biar aku yang ngurus Jeara aja” ucap tante genit disamping papa,sumpah gue pengen garuk mukanya yang kegatelan itu,sambil bilang ‘nggak usah ngebacot lu munafik’ tapi sayangnya gue masih baik hati sih,jadi nggak jadi gue ngomong kek gitu.
Papa gue yang diperbudak tante Yuan pun langsung nurut dan naik ke lantai atas buat nenangin diri. Emang papa sama gue selalu begitu,kita emang nggak pernah ngobrol,tapi kalau sekali ngobrol,bisa-bisa papa atau gue bisa sakit karena saking sengitnya omongan kita. Dan itu berlangsung semenjak mama gue meninggal karena kanker rahim dan papa yang selingkuh sama tante Yuan.
Gue yang muak pun ikutan ke atas dengan tujuan ngambil tas kecil gue dan kunci motor lalu pergi buat nenangin diri,this is always.
Tapi,,,setelah gue turun,tante Yuan dengan sok dramatisnya ngasih gue roti selai kacang dan susu.
“kamu belum makan dari tadi pagi kan?”ucapnya
“dan lo mau ngasih makan gue racun?dan seharusnya kalo lo mau jadi mama gue tau diri dulu,lo dulu itu siapa” ucap gue sarkas (lagi).
Lalu gue ninggalin dia,sendiri,memantung di ruang tamu dengan susu dan selai kacang, yang kacangnya buat gue hampir mati jika gue makan itu. Phobia Kacang Baca lebih lanjut

[CHEN BIRTHDAY PROJECT] Hello

[CHEN BIRTHDAY PROJECT] Hello – Annonly

Kim Jong Dae & Sarah (OC)| Romance| G

***

“Kukira kau sudah mati.”

Sarah tersenyum timpang, tahu juga bahwa seseorang di sana tidak akan melihatnya. Kalau saja bertemu sudah pasti mulutnya akan menghujam penuh dengan sarkas. Persetan dengan segala pengikutnya!

Hah, ditelepon saja Sarah sudah menyarkas apalagi bersua.

“Huh? Apa maksudmu? Kau berharap aku mati, ya?” sahut disebrang sana tertawa.

Sarah membuang sisa karbondioksida pelan-pelan. Yakin, bila ada benda apapun di sisinya pasti akan langsung remuk kalau digenggam, contoh: pensil yang tadi dikhususkan untuk menulis catatan sekarang telah terbagi dua, sebagai pelampiasan ternyata.

“Ada yang ingin dibicarakan, tuan?”

“Sar_”

“Tapi maaf saya sedang sibuk. Permisi.”

Memutuskan telepon sepihak tidak ada salahnya bukan, lantaran dua hari ini sang kekasih_Kim Jong Dae yang punya senyuman malaikat itu_tidak bisa dihubungi. Biarkan saja, perempuan itu sudah terlanjur berang, dan ia memang sedang merajuk.

Temperamennya memang tidak biasa begini. Tapi ketahuilah, bahwasanya ini adalah bentuk dari rasa khawatir. Satu hari yang lalu pernah terbesit, apakah dia lupa mencharge baterai? Sebab pelakunya adalah mahluk yang mempriotaskan pekerjaan_sampai lupa makan pula.

Lalu lima jam yang lalu Sarah menghubunginya lagi berpikir bahwa dia sudah lenggang, namun pada akhirnya suara robot wanita itu masih setia menyapa. Sial, mana dua hari ini Sarah sibuk menyiapkan skripsi lagi lantaran lusa nanti ia akan di sidang.

Jongdae itu, bukannya menyemangati malah hilang diri, dasar tidak tau diri!

Dan sekarang lelaki itu tambah tidak tahu diri! Si bebek ungu itu malah merespon dengan lugas tatkala dirinya sudah bisa dihubungi, buat si perempuan tambah meradang saja. Baca lebih lanjut

[CHEN BIRTHDAY PROJECT] Kataware-Doki

[CHEN BIRTHDAY PROJECT] || (Kataware – doki) – Rianta || Kim Jongdae and Bae Jisoo (OC) || Romance, Angst || G

 

 

Jarum penunjuk jam sebentar lagi akan mencapai pukul enam tepat, itu artinya penantianku sejak satu jam yang lalu akan berakhir. Bokongku sudah terasa panas karena duduk terus di kursi taman dan ku harap ia cepat datang. Hari ini tidak seperti hari biasa, taman yang biasanya lengang sekarang penuh dengan orang-orang dari berbagai kalangan dan usia. Anak-anak kecil tampak berlari-lari mengitari taman dengan es krim atau permen lolipop di tangan, para remaja sibuk bersama pasangan mereka, sementara para orang dewasa lebih tertarik mengamati hasil karya seni yang dipajang dan makanan serta barang-barang yang dijajakan.

 

Lampu-lampu gantung mulai menyala terang seiring kembalinya sang Mentari ke peraduan pelan-pelan. Tak hanya di area taman, rumah-rumah maupun jalanan pun dihias cantik dengan lampu dan pernak-pernik khas beragam warna. Semua sudah dipersiapkan dengan apik sejak beberapa hari yang lalu karena pada hari ini—31 Desember, kami akan merayakan berakhirnya tahun dan menyambut awal tahun yang baru.

Perayaan tahun baru di kota kecil kami sudah menjadi tradisi, hampir setiap akhir tahun kami selalu mengadakan festival untuk merayakan berakhirnya lika-liku penuh perjuangan selama satu tahun terakhir, tradisi yang pada akhirnya menarik kunjungan wisatawan ke kota kami.

 

Termasuk dia … Kim Jongdae.

 

Satu-satunya alasan mengapa aku masih terdiam di sini, duduk tenang di antara orang-orang yang mulai menyesaki taman.

 

Aku kembali melihat jam besar, bersorak kecil ketika waktu sudah menunjukan pukul 6 petang. Aku langsung mengedarkan pandangan untuk mencari keberadaannya. Tapi di antara sekian banyak orang yang berlalu-lalang di tempat ini, bahkan siluetnya pun tak bisa aku temukan. Aku menghembuskan napas kesal sebelum menegakkan tubuhku untuk memperluas jangkauan penglihatanku. Tetap saja, dia tidak ada. Sama seperti hari-hari sebelumnya mungkin dia hanya membual, aku rasa dia tidak akan pernah datang lagi.

Baca lebih lanjut