[EXOFFI FREELANCE] MY LADY (Chapter 3)

MY LADY - CHAPTER 3.jpg

MY LADY

 [ Chapter 3 ]

Title : MY LADY

Author : Azalea

Main Cast :

Byun Baekhyun (EXO), Lee Sena/Kim Jisoo, Oh Sehun (EXO)

Support Cast :

Shannon Williams, Lee Miju (Lovelyz), Kim Kai (EXO), Kim Yura (GD), Park Chanyeol (EXO), Do Kyungsoo (EXO), etc.

Genre : Romance, Sadnes, Adult

Rating : NC-17

Length : Chapter

Disclaimer : Cerita ini murni dari otakku sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan apabila ada ff yang memiliki cerita serupa. Kalaupun ada yang serupa, aku akan berusaha membawakan cerita milikku sendiri ini dengan gaya penulisanku sendiri. Kalian juga bisa membacanya di wattpad. Nama id ku mongmongngi_b, dengan judul cerita MY LADY.

Cerita sebelumnya :  Cast Introduce -> CHAPTER 1 -> CHAPTER 2


 

Sore itu hujan turun tidak terlalu deras tapi masih bisa membasahi tubuh siapapun yang nekad menerobosnya. Apabila hujan sudah turun, hal itu menandakan akan berakhirnya musim dingin dan digantikan oleh indahnya musim semi.

Jika musim sudah berganti menjadi musim semi, maka itu tandanya semua murid kelas tiga sekolah menengah atas akan segera lulus. Hampir semua murid sudah mengambil ancang-ancang untuk mempersiapkan diri mengikuti ujian masuk ke perguruan tinggi.

Tidak jauh beda dengan apa yang dilakukan oleh murid lain, Sena yang nyatanya murid paling pintar sekalipun harus berjuang keras untuk menghadapi ujian tersebut. Walaupun sedikit berbeda, karena perguruan tinggi yang dia kejar adalah yang ada di luar negeri, tapi tetap saja, perguruan tinggi manapun menerapkan sistem ujian tulis untuk bisa melanjutkan pendidikan di sana.

Tepat pukul lima sore Sena keluar dari tempat bimbingan belajarnya. Dia mengeluarkan payung berwarna biru tua polos dari dalam tasnya. Sena berjalan membelah hujan dengan sebuah payung. Perlahan Sena mengeratkan coat merah maroon yang digunakannya saat angin dingin menerpa tubuhnya.

Bibirnya sedikit bergemeletuk saat merasakan udara dingin di sore itu. Walaupun sudah masuk akhir musim dingin tapi udara belum sepenuhnya berubah. Sena berjalan perlahan sambil memperhatikan tetesan-tetesan air yang jatuh dari payungnya.

Bau tanah basah tercium bergitu kentara di sepanjang jalan yang sedang dilewatinya saat ini. Jalanan yang dilewati Sena sangat sepi dikarenakan orang-orang pada malas untuk sekedar berjalan kaki di tengah hujan. Mereka lebih memilih duduk di dalam rumah sambil menonton acara variety show atau sebuah drama korea dengan segelas coklat panas di tangan mereka.

Sepertinya segelas coklat panas sangat menggiurkan. Pikir Sena saat mengamati keadaan sekitarnya yang sangat sepi. Jarak halte bis dari tempat bimbingan belajarnya lumayan jauh, sehingga mau tidak mau Sena berjalan cukup jauh dari tempat tersebut.

Sebenarnya dia membawa sepeda, tapi dikarenakan cuaca yang sedang hujan, jadi mau tidak mau Sena pulang dengan menggunakan bis yang jarak haltenya cukup jauh. Sena menundukkan wajahnya untuk mengamati jalanan yang penuh dengan genangan air.

Sena mendongakkan wajahnya saat mendengar suara keributan di depannya. Pandangannya langsung membulat sempurna saat melihat orang-orang yang sedang berkelahi di depannya itu memakai seragam yang sama dengan dirinya.

Langkahnya langsung terhenti saat mengenali beberapa sosok yang sedang berkelahi itu. Tubuh mereka sudah basah kuyup oleh air hujan dengan seragam sekolah yang sudah sangat kotor baik itu karena lumpur ataupun bercak darah sekalipun. Beberapa luka tercetak jelas di wajah mereka.

Tapi di antara mereka yang penuh luka, hanya ada satu orang yang wajahnya masih mulus dari luka.

“Baekhyun.” Ucap Sena tanpa sadar saat mengenali sosok Baekhyun yang sedang memukul beberapa orang yang memakai seragam sekolah yang berbeda darinya.

Entah kenapa Sena begitu kesal saat melihat Baekhyun sedang memukul lawannya itu seperti orang yang sedang kerasukan setan. Di wajahnya tercetak jelas amarah yang sangat besar. Sena mengeratkan peganggan tangannya pada pegangan payungnya.

Sena kemudian mengedarkan pandangannya ke arah kerumunan itu, dan benar saja, di perkelahian itu juga terdapat Chanyeol dan Kai sahabat Baekhyun. Melihat mereka bertiga sedang berkelahi membuat Sena semakin tidak menyukai ketiganya, terlebih Baekhyun.

Merasa seperti ada yang memperhatikan, Baekhyun pun mengalihkan pandangannya sejenak dari lawan yang sedang dia cengkram kemeja atasnya dan sudah tidak bisa melawan Baekhyun lagi karena luka yang diberikan Baekhyun padanya.

Mata Baekhyun langsung membulat sempurna saat melihat seseorang sedang diam berdiri tidak jauh dari tempat perkelahiannya. Walaupun Baekhyun tidak bisa melihat dengan jelas wajah dari orang tersebut karena wajahnya tertutupi oleh payung yang dikenakannya, tapi Baekhyun tahu siapa orang itu.

“Sena…” lirihnya dan tanpa sadar dia melepaskan cengkraman tangannya pada lawannya itu. Seketika lawannnya itu jatuh tersungkur di jalan dan langsung memegangi perutnya yang memang beberapa kali Baekhyun tendang.

Baekhyun dan Sena saling berpandangan, saling memperhatikan keadaan masing-masing. Baekhyun terlalu terlarut saat Sena sedang menatapnya intens walaupun dari jarak yang cukup jauh, hingga dia tidak menyadari ada seorang lawannya yang sedang bergerak menuju ke arahnya.

Buuggghhh…

“BAAEEKKHHYYUUNN!!!!” teriak Chanyeol saat melihat Baekhyun berhasil dipukul oleh lawannya itu.

Baekhyun langsung tersungkur di jalan sambil memegangi sudut bibirnya yang terluka. Sena yang melihat Baekhyun dipukul langsung menutup mulutnya dengan tangan karena terkejut. Ini pertama kalinya Sena melihat tawuran secara langsung dan dia tidak tahu apa penyebabnya.

Kai yang melihatnya langsung mendekati Baekhyun dan membalas memukul lawannya itu hingga jatuh ke jalan. Kai langsung mendudukkan badannya di atas tubuh orang yang sudah memukul Baekhyun tadi dan memukul brutal lawannya itu.

Sh*tt!!!” ucap Baekhyun saat merasakan pedih di sudut bibirnya.

Baekhyun langsung menatap garang semua lawannya itu yang sedang berkelahi dengan gengnya. Ini pertama kalinya wajah Baekhyun terluka dikarenakan sebuah tawuran. Baekhyun langsung berdiri dan menghajar siapapun yang ada di depannya.

Dirinya terlalu kalut karena tersulut emosi, matanya terlalu gelap karena ledakan amarah hingga dia melupakan keberadaan Sena di sana yang sedang memperhatikannya.

“BERANI-BERANINYA KALIAN MENYENTUH WAJAHKU….” teriaknya sambil memukul lawannya dengan membabi buta.

Semua lawannya sudah tumbang, tidak ada lagi yang masih saling pukul kecuali Baekhyun yang masih betah memukul lawannya itu walaupun sudah tidak sadarkan diri.

Kai dan Chanyeol langsung menghampiri Baekhyun karena khawatir Baekhyun akan membunuh orang tersebut. Sekuat tenaga mereka berdua menahan tangan Baekhyun agar tidak terus memukul. Tapi apalah dikata, kekuatan Baekhyun terlalu kuat, hingga ia bisa menghempaskan Kai dan Chanyeol sekaligus.

Sena yang melihat itu langsung berlari ke arah Baekhyun mencoba untuk menahannya agar tidak terus memukul. Kai dan Chanyeol yang sudah basah kuyup dan terluka segera menyingkir saat Sena sudah berada di dekat mereka.

Sena mencoba memegang tangan Baekhyun untuk menahannya agar tidak terus memukul. Tapi sekali lagi Baekhyun menghempaskan tangan yang dipegang Sena itu hingga tidak sengaja dia memukul wajah Sena karena hempasan tangannya itu.

Sena langsung terjengkang karena hempasan itu. Payung yang dipakainya terlepas dari genggamannya dan membuatnya jatuh di bawah guyuran hujan. Sena langsung memegang wajahnya yang berdenyut-denyut karena pukulan Baekhyun.

Baekhyun masih belum menyadari siapa orang yang sudah dipukulnya itu. Sama seperti Baekhyun, selama ini Sena tidak pernah dipukul sekalipun, dan sekarang dia dipukul oleh orang yang paling dibencinya membuat emosinya langsung naik saat itu juga.

Sena bangun dari jatuhnya, langsung berjongkok di depan Baekhyun, dan seketika tangannya sudah gatal ingin memukul balik orang yang sudah memukulnya itu.

Pllaakk….

Sebuah tamparan keras Sena berikan pada Baekhyun dan seketika membuat Baekhyun menghentikan kegiatan memukulnya pada lawannya yang sudah tidak berdaya itu. Chanyeol dan Kai hanya bisa membulatkan mata tanpa tahu harus berbuat apa saat melihat Sena menampar Baekhyun.

Baekhyun langsung menolehkan wajah dinginnya untuk menatap orang yang sudah menamparnya. Seakan tersadar dari sesuatu Baekhyun langsung melepaskan cengkraman tangannya pada lawannya, dan matanya membulat sempurna saat melihat wajah Sena penuh kemarahan sedang menatapnya langsung.

Suara rintikan air hujan yang menumbuk tanah menjadi backsound di tempat itu, karena tidak ada satu orang pun yang berani bersuara. Pakaian yang digunakan Sena langsung basah kuyup, tidak jauh berbeda dengan Baekhyun dan gengnya.

Mata Baekhyun langsung menelisik wajah Sena yang menurutnya sedikit berbeda. Perlahan matanya jatuh pada sudut bibir Sena yang berdarah dan pipi kanan Sena yang merah karena luka pukulan. Tangannya langsung bergetar saat mengetahui luka itu ada pada diri orang yang paling ingin dia lindungi.

Otaknya terus berpikir siapa yang telah berani melukai gadisnya ini. Sebuah ingatan tiba-tiba muncul di otaknya yang membuat Baekhyun semakin merutuki dirinya sendiri. Dia sadar, ternyata dialah orang yang telah memukul wajah Sena hingga seperti ini.

Beribu-ribu kata penyesalan dia ucapkan di otaknya, tapi semua itu percuma saja, karena nasi sudah menjadi bubur. Perlahan tangannya terangkat untuk menyentuh sudut bibir Sena yang terluka karenanya.

Tapi Sena langsung menepis tangan Baekhyun dengan kasar saat menyadari apa tujuan Baekhyun. Dirinya masih menatap marah Baekhyun, dan Baekhyun hanya membalasnya dengan tatapan bingung sekaligus meminta maaf.

“Bagus jika sekarang kau sudah sadar.” Ucap Sena dingin. Baekhyun masih memandang Sena bingung. Ya, sungguh dia sangat bingung dengan keadaan saat ini.

Emosi yang memuncak membuatnya buta dan tanpa sengaja memukul orang yang paling tidak ingin dia pukul. Bodoh. Bodoh. Bodoh. Rutuk Baekhyun lagi pada dirinya sendiri.

Kemudian Sena berdiri dan berjalan ke arah payungnya yang tergeletak di jalan. Sena langsung menggunakan payung itu dan berjalan cepat meninggalkan tempat itu. Baekhyun hanya bisa memandang kepergian Sena begitu saja, tanpa bisa mencegahnya hanya untuk sekedar mengucapkan permintaan maaf sekalipun. Dirinya terlalu kalut pada kebodohannya sendiri.

Kerumunan geng Baekhyun langsung menyingkir saat Sena berjalan melewati mereka, seakan membukan jalan agar Sena dapat berjalan sesuka hatinya. Mereka sadar jika Sena merupakan orang penting bagi bos mereka. Jadi, mereka tidak berani berbuat apa-apa pada Sena karena itu akan menyulut emosi Baekhyun. Semua orang memandang kepergian Sena dengan tatapan yang sulit diartikan.

Walaupun Sena sudah menggunakan payungnya, tapi itu percuma saja, karena tubuhnya sudah basah kuyup karena guyuran air hujan. Setelah berjalan cukup jauh dari tempat tawuran itu, setetes air mata jatuh di pipinya.

Entah kenapa rasanya dia ingin sekali menangis saat ini. Mungkin karena rasa pedih yang dia rasakan di wajahnya. Pikirnya. Tangisan Sena terus berlanjut hingga ia tiba di halte yang ditujunya. Sena baru berhenti menangis saat sebuah bis berhenti tepat di depannya. Buru-buru ia menyeka air matanya dan melipat payungnya untuk menaiki bis tersebut.

“SENNAAA…” Sebuah panggilan menyebut namanya, dia abaikan begitu saja. Dirinya belum siap bertengkar dengan Baekhyun saat ini karena perlakuan kasar Baekhyun padanya.

Padahal selama ini Sena lah yang sering berlaku kasar pada Baekhyun, dan Baekhyun menerimanya dengan biasa saja. Tapi saat Baekhyun memperlakukannya dengan kasar walaupun itu tidak sengaja, entah kenapa Sena tidak dapat menerimanya sama sekali.

Hatinya terlalu kesal saat ini, hingga tanpa sadar air matanya jatuh lagi. Ya, dia kesal dengan Baekhyun. Perlahan tangan Sena mengusap pelan pipinya yang masih terasa panas. Hembusan udara dingin membuat Sena kembali mengeratkan coat yang dipakainya berharap hal itu akan sedikit menghangatkannya walaupun tidak berhasil sama sekali.

Sisa sore itu Sena isi dengan tangisannya. Dan ini pertama kalinya Sena menangis hanya karena seorang laki-laki, dan laki-laki itu adalah Byun Baekhyun.

 

~ TBC ~

Iklan

104 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] MY LADY (Chapter 3)

  1. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 44) | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 43) | EXO FanFiction Indonesia

  3. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] MY LADY (CHAPTER 42) | EXO FanFiction Indonesia

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s