[EXOFFI FREELANCE] My Lady (Side Story-Kai)

MY LADY - CHAPTER 40

MY LADY

[ Side Story ~ Kai Story ]

Title : MY LADY

Author : Azalea

Main Cast :

Kin Jongin as Kim Kai, Jung Soojung as Jung Soojung (Krystal Fx), Shannon William as Shannon William

Genre : Romance

Rating : PG + 15

Length : Chapter

Disclaimer : Cerita ini murni dari otakku sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan apabila ada ff yang memiliki cerita serupa. Kalaupun ada yang serupa, aku akan berusaha membawakan cerita milikku sendiri ini dengan gaya penulisanku sendiri. Kalian juga bisa membacanya di wattpad. Nama id ku @mongmongngi_b, dengan judul cerita MY LADY.

Credit poster by RAVENCLAW

Cerita sebelumnya :  Cast Introduce -> CHAPTER 1 -> CHAPTER 2 -> CHAPTER 3 -> CHAPTER 4 -> CHAPTER 5 -> CHAPTER 6 -> CHAPTER 7 -> CHAPTER 8 -> CHAPTER 9 -> CHAPTER 10 -> CHAPTER 11 -> CHAPTER 12 -> CHAPTER 13   -> CHAPTER 14 -> CHAPTER 15 -> CHAPTER 16 -> CHAPTER 17 -> CHAPTER 18 -> CHAPTER 19 -> CHAPTER 20 -> CHAPTER 21 -> CHAPTER 22 -> CHAPTER 23 -> CHAPTER 24 -> CHAPTER 25CHAPTER 26 -> CHAPTER 27 –> CHAPTER 28 -> CHAPTER 29 – > CHAPTER 30 -> CHAPTER 31 -> CHAPTER 32 -> CHAPTER 33 -> CHAPTER 34 -> CHAPTER 35 -> CHAPTER 36 -> CHAPTER 37 -> CHAPTER 38 -> CHAPTER 39CHAPTER 40

Kai Side

Shannon memandang tajam ke arah pasangan yang baru masuk ke dalam ballroom mewah tempat diadakannya sebuah pesta untuk merayakan ulang tahun salah satu perusahaan besar yang ada di Korea. Hampir semua orang berpengaruh di Korea datang ke acara ini. Termasuk Baekhyun. Namun sayangnya, Baekhyun datang ke acara ini tidak dengan dirinya sebagai pasangannya. Tapi dengan wanita sialannya itu. Itulah kenapa Shannon menatap tajam ke arah Baekhyun dan Sena yang belum menyadari keberadaannya.

Berani-beraninya mereka!

Kata-kata rutukan lainnya terus Shannon ucapkan dalam hati. Ia tidak ingin mempermalukan dirinya sendiri di acara penting ini dengan berbicara kotor atau bertingkah tidak sopan lainnya. Ia harus mempertahankan reputasinya dengan berperilaku layaknya orang terhormat pada umumnya. Untuk mengalihkan perasaan kesalnya, Shannon mencengkeram erat kaki gelas yang ia pegang.

Kai yang berdiri di sebelah Shannon memperhatikan semua yang dilakukan Shannon termasuk bagian saat ia tengah mencengkeram kaki gelas yang tidak berdosa itu. Kai terdengar menghembuskan napasnya dalam sebelum ia berkata, “Kenapa kau tidak melepaskannya saja?”

Pertanyaan yang dilontarkan Kai sukses membuat perhatian Shannon teralih sejenak. Ia menatap Kai dengan sebelah alis yang terangkat. Tidak ada kesan ramah sama sekali dalam tatapannya, dan itu membuat Kai sedikit merasa bersalah. Tapi hal itu ia tutupi dengan menyesap wine yang ada di tangannya.

“Kau bilang apa, Tuan Kim?”

Kai berdeham sebelum menatap Shannon yang tengah memincingkan matanya. “Kau hanya akan terus tersakiti jika tetap mempertahankannya.”

“Aku yakin bukan itu yang ingin tanyakan.”

“Intinya sama saja.”

Shannon terdengar mendengus kesal sambil mengalihkan tatapannya lagi pada pasangan yang membuatnya kesal setengah mati itu. Kemesraan yang mereka tunjukkan seakan menegaskan padanya jika ia bukanlah siapa-siapa. Sialan!

“Langkahi dulu mayatku.”

“Kenapa kau tidak mencari seseorang yang akan mencintaimu saja daripada kau bertahan di samping seseorang yang terus menyakitimu? Kau juga berhak bahagia.”

“Dan kebahagiaanku adalah berada di sampingnya.”

“Kau hanya sedang menggali kuburanmu sendiri.”

“Dan akan aku bawa dia bersamaku.”

Setelah mengatakan hal itu Shannon berjalan meninggalkan Kai dengan mulut tajamnya yang sukses membuat Shannon bertambah kesal. Jika saja ini bukan acara formal, maka sudah dipastikan ia akan mengutuk Kai seperti biasanya.

Shannon terus berjalan ke arah Baekhyun dan Sena. Jika Sena bisa memonopoli Baekhyun sepuasnya ketika mereka di rumah, maka Shannon akan melakukan hal yang sama saat ini. Ia akan merebut Baekhyun kembali. Dengan terus memupuk rasa percaya dirinya, Shannon berjalan ke tempat pasangan sedang berdiri itu.

Kai yang melihat itu semua hanya bisa menggelengkan kepalanya. Percuma saja melawan seseorang yang keras kepala karena itu hanya buang-buang tenaga saja. Tapi bagaimana pun juga Kai tidak bisa membohongi hatinya sama sekali. Semenyebalkan apapun, sekeras kepala pun, bahkan semanja bagaimanapun Shannon, hatinya selalu berlabuh pada waita arogan dan sombong itu.

Namun sayang, perasaan sukanya tidak pernah terbalas oleh Shannon. Wanita itu terlalu dibutakan oleh cintanya pada Baekhyun yang tidak pernah meliriknya barang sedikitpun. Sebenarnya Kai ikut terluka saat melihat betapa kejamnya Baekhyun memperlakukan Shannon, tapi ia tidak bisa berbuat apa-apa, karena ia tidak memiliki hubungan apapun dengan Shannon. Tidak lebih dari seorang pengawal yang menjaga nyonya-nya.

Setelah berdiam diri cukup lama sambil memperhatikan punggung Shannon yang kian menjauh, Kai pun memutuskan untuk mengikutinya. Pandangan matanya hanya fokus pada punggung indah Shannon yang terbuka karena gaun pesta yang ia kenakan bermodel punggung terbuka hingga tidak sadar jika kelakukan cerobohnya membuatnya menabrak seseorang.

Jeosongha….” ucapan Kai terhenti saat orang yang ditabraknya membalikkan badan untuk menghadapnya. Wajah kesalnya tidak dapat menutupi wajah cantiknya yang terkesan cuek dan sombong. Seakan tersadar dengan keterpesonaannya beberapa saat yang lalu, Kai pun berdeham beberapa kali untuk menormalkan tenggorokkannya yang terasa tercekat.

Jeosonghamnida,” ucapnya kali ini berusaha sedatar mungkin seakan tidak ada sesuatu yang terjadi di antara mereka. Tanggapan berbeda justru ditunjukkan oleh orang yang ditabraknya itu. Ia masih menatap tajam ke arah Kai yang sedang berusaha untuk tidak bersitatap dengannya.

“Kau pikir dengan hanya dengan meminta maaf semuanya sudah selesai?” tanyanya begitu ketus membuat Kai kembali menatapnya.

“Maaf?”

“Hah,” helaan napas yang berlebihan terdengar dikeluarkan oleh wanita di depannya itu. “Anda pikir dengan meminta maaf semua masalahnya bisa selesai, Tuan?”

“Saya tidak mengerti dengan maksud anda, nona,” jawab Kai jujur karena wanita di depannya ini masih menatapnya tajam.

“Perilaku anda yang ceroboh itu telah mengotori gaunku.”

Kai mengikuti arah pandangan wanita di depannya itu yang tengah menunjuk sebuah noda merah wine di gaun cantik warna biru tuanya. Walaupun noda tersebut tidak terlalu kentara, tapi Kai bisa memastikan berapa harga gaun tersebut dengan melihat betapa marahnya wanita di depannya ini.

“Lalu saya harus melakukan apa?”

“Sebagai seorang pria terhormat seharusnya anda mengganti rugi akan kerusakan gaunku.”

Jika saja yang ada di depannya ini adalah seorang pria, maka sudah bisa dipastikan keesokan harinya ia tidak akan bisa bangun dari tidurnya sama sekali. Namun apalah dikata, jika yang harus dihadapinya itu adalah seorang perempuan keras kepala lainnya. Kenapa aku harus dikelilingi oleh perempuan-perempuan berkepala batu? Rutuk Kai dalam hati.

“Berikan nomor rekening anda, nanti saya akan mentransferkan uangnya sebagai ganti rugi.”

“Untung saja kau tampan, kalau tidak aku sudah menyiramkan sisa wineku pada wajahmu yang sombong itu,” gerutu Soojung sambil merogoh isi clutch bag warna silvernya yang Kai perkirakan di dalamnya hanya terdapat ponsel dan juga beberapa kartu saja. Mungkin juga berisi alat kosmetik pada umumnya. Soojung terlihat mengeluarkan sebuah benda persegi panjang warna putih. Ia membuka beberapa aplikasi untuk melihat berapa nomor rekeningnya.

“Anda bicara apa?”

“Tidak ada.”

Jelas-jelas tadi Kai mendengar gerutuan wanita di depannya ini, tapi ia tidak mau mengakuinya sama sekali. What the h*ll! Dengan kesabaran yang tinggal seujung kuku, Kai mencatat nomor rekening yang tengah disebutkan nomor serinya oleh wanita yang bagi Kai itu lebih menyebalkan dari Shannon di ponselnya.

“Atas nama?”

“Soojung. Jung Soojung.”

Kai mengeja nama Soojung sambil mengetikkan nama tersebut dalam ponselnya. Nama yang indah. Pujinya tanpa sadar setelah selesai mengetik.

“Boleh saya minta nomor ponsel anda, nona?”

“Anda mencoba merayuku?”

Kening Kai langsung mengerut dalam mendengar pertanyaan ketus dan tidak masuk akal yang dilontarkan oleh Soojung. Apa wanita ini sudah gila? Ingin sekali rasanya Kai mencekik leher jenjangnya itu, namun sekali lagi, ia tidak bisa melakukannya.

“Sepertinya anda terlalu percaya diri nona. Saya memintanya hanya untuk mengecek apakah uangnya sudah ada atau belum.”

Soojung berdeham beberapa kali karena ia merasa malu dengan sikap percaya dirinya yang selalu kelewatan itu. Ia bergerak salah tingkah karena Kai masih memperhatikannya. Ingin sekali ia melupakan kejadian ini jika saja ia tahu akan berakhir memalukan seperti ini.

“Nona?” panggil Kai karena Soojung masih saja diam tidak menanggapinya.

Soojung kembali berdeham lalu menyebutkan rangkaian nomor ponselnya. Dengan cekatan Kai menulis nomor yang disebutkan Soojung di ponselnya. Tidak berapa lama kemudian ponsel Soojung terasa bergetar dengan menampilkan sederet nomor asing di layar ponselnya. Tanpa ditanya pun Soojung tahu siapa pemilik nomor itu.

“Nama?” tanya Soojung mengabaikan sikap formalnya.

“Kai. Kim Kai.”

“Aku akan menghubungimu nanti,” ucap Soojung sambil melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan gaunnya yang kotor. Baru beberapa meter ia melangkah, tangannya sudah ada yang mencekal. Soojung membalikkan badannya dan melihat Kai sedang adalah pelakunya. “Ada apa lagi?”

Mengabaikan pertanyaan Soojung, Kai menatap lekat Soojung yang wajahnya terasa tidak asing di matanya karena sejak tadi ia merasa ada sesuatu dengan wanita di depannya ini.

“Tuan?”

Kai tersadar dari lamunannya yang tengah mengingat-ngingat kembali di mana ia pernah bertemu dengan wanita ini. “Apakah sebelumnya kita pernah bertemu?” tanya Kai yang tidak bisa menahan rasa penasarannya lebih lama lagi.

Soojung mengernyitkan keningnya tampak berpikir. Ia balas menatap lekat Kai mencari-cari potongan wajah serupa di ingatannya. Dan semakin lama ia menatapnya, Soojung juga merasakan sesuatu yang tidak asing. Seakan kejadian ini pernah terjadi sebelumnya, namun ia tidak mengingatnya sama sekali.

“Kau mencoba merayuku dengan taktik lainnya?”

Hilang sudah rasa penasaran Kai saat mendengar pertanyaan Soojung. Sekarang ia menyesal telah mencekal tangan mungil itu. Seharusnya ia biarkan saja wanita gila itu pergi. “Lupakan saja,” ucap Kai datar seraya melepaskan cekalannya dan memilih untuk membalik badannya sebelum ia tidak bisa menahan emosinya lagi yang akan berakibat membuatnya melubangai kepala cantik itu dengan revolvernya.

Sedangkan Soojung menatap punggung Kai dengan pandangan bingungnya. Pria aneh!

Author note :

Anggap aja ini hiburan atau sebagai ucapan maafku yang lupa update padahal aku udah menjanjikan sehabis lebaran aku bakal update. Sekarang masih bisa dianggap sehabis lebaran kan?/senyum tiga jari/

Kalian juga pasti ngertikan gimana sibuknya di rumah sebelum dan sehabis lebaran? /ngeles/

Aku harap kalian mau memaafkan aku

 

Iklan

9 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] My Lady (Side Story-Kai)

  1. Perlu side story lainnya deh sepertinya hashhahaha kayaknya mereka ketemu pas dulu soojung nemenin sena ketemu baekhyun dikampus kali.. pas jay masih idup *syedih* anak baekhyun-sena sellau berakhir tragis. Semoga aja anak ketiga selamat yeay

  2. What the hell jong masa lu suka shannon sama soojung aja ya sayang. Authornim tercinta nanti buat mereka ketemu lagi ya 😂😂

  3. Aduhh aq kira chapter 41 yg keluar,,tp ternyaya side story nya kai
    Mm gk pha” kok ttep menghibur hihi
    Next chapnya jgn lama” yaaa jeballl

  4. Wah Kai suka sma Shannon.. Jangan sampai Kai ketularan gilanya Shannon.. Tapi lebih suka kalo Kai sma Soojung sihh.. Mereka dlu ketemu waktu Soojung jadi mata”nya Baek.. Semoga mereka bisa dekat dan jadi pasangan😊😊 Semangat thor untuk lanjutan ceritanya..

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s