DREAM — #5: Academy ►► IRISH

⁛  DREAM  ⁛

►  Byun Baekhyun x Lee Hyerin  ◄

►  Fantasy x Slight! Mythology x Romance x School-life ◄

►  Chapterred x Teenager(s)  ◄

Vivid Dream(s):

ForewordPrologue ► Baekhyun’s SidePrologue ► Hyerin’s Side#1: Her Problem#2: A Friend#3: Rival#4: Chronopshyra — [tonight]

♫ ♪ ♫ ♪

#5 — Academy

In Author’s Eyes…

Hyerin membuka matanya perlahan, dan tertegun saat menyadari dirinya ada di UKS sekolah. Gadis itu segera berusaha bangun.

“Kau bangun?”

Hyerin tersentak saat mengenali suara Baekhyun di ruangan kecil itu. “Kenapa kau di sini?” tanya Hyerin kaget, tersadar penuh dari kelinglungannya tadi.

“Kau tadi pingsan. Jadi aku membawamu kesini.”

Hyerin menyernyit, tapi kemudian gadis itu memandang Baekhyun.

“Apa kau sudah makan? Berapa kali kau makan dalam sehari? Kenapa badanmu ringan sekali?” tanya Baekhyun.

“Kau banyak tanya.” jawab Hyerin sambil berusaha untuk turun dari tempat tidur. “Kau sudah merasa baikan?”

Continue reading “DREAM — #5: Academy ►► IRISH”

Iklan

Le Dernier Arret [Chapter 6]

LDA

Le Dernier Arret

Minseok / Sehun / Reen / Runa

AU / lil!Comedy / Fantasy / Friendship / Romance / Sad / Teen

anneandreas & l18hee

We own the plot and OC

.

.

Hanya manusia kolot yang tidak sadar jika vampir benar-benar ada di sekitar mereka

.

⇓ PREVIOUS ⇓

Teaser – Chapter 1 – Chapter 2 Chapter 3 Side Story 1 “Ahn Chi” [1/2] – Side Story 1 “Ahn Chi” [2/2]Chapter 4 Chapter 5

.

= Chapter 6 =
Continue reading “Le Dernier Arret [Chapter 6]”

[EXOFFI FREELANCE] My Poor Twins (Chapter 3)

MY POOR TWINS

Chapter: 3

Written by: Audrey_co

Genre: Drama

Length: Chapter

Rate: Pg-15

Starring by: Xi Luhan, Byun Baekhyun, Oh Sehun

Disclaimer: Seluruh cast milik Tuhan Yang Maha Esa, saya hanya meminjam nama mereka. Isi cerita murni hasil pemikiran saya. Seluruh adegan dalam cerita hanya fiksi belaka demi hiburan semata. NO PLAGIAT dan silahkan komentar jika menurut kalian cerita ini perlu dikomentari.

Summary: Ketika sebuah pertemuan membuka luka lama yang berhasil ditutupi. Ketika sebuah kebenaran menghancurkan segalanya. Ketika sebuah kenyataan terlalu pahit untuk ditelan. Maka pada saat waktunya tiba, kebahagiaan akan datang pada tempat yang teduh, kebahagiaan akan datang pada orang-orang yang bersabar, dan seharusnya ketiga bersaudara ini melakukannya. Namun, semua itu rupanya tak semudah yang dibayangkan.

※MY POOR TWINS※

 

Luhan POV

 

Aku menekuk wajahku kesal, Mama benar-benar menyebalkan. Bagaimana tidak? Kukira Mama hanya akan mengantarku ke sekolah baruku saja, tapi ternyata dia malah melamar kerja menjadi guru BK disekolah baruku. Hah, Mama selalu susah ditebak.

 

“Hey, kenapa? Apa Mama berbuat salah?” Tanya Mama saat kami berdua jalan di koridor sekolah. Aku menatap Mama tajam.

 

“Kenapa Mama tidak bilang padaku kalau ingin melamar kerja disini? Dan apa ini? Mama melamar kerja menjadi guru BK? Haish, yang benar saja,” gerutuku kesal, aku melirik Mama sekilas.

 

“Kenapa? Kau takut kalau Mama menghalangi kebiasaan burukmu itu? Contohnya saja, membolos dari pelajaran?” Aku membulatkan mataku, jadi Mama tahu soal kebiasaan burukku di Guangzhou? Astaga, aku harus berhati-hati setelah ini.

 

Langkahku terhenti saat melihat sebuah ruangan yang terlihat padat dengan manusia. Saat kulihat papan nama ruangan itu bertuliskan ruangan BK. Kulihat Mama berjalan masuk, menerobos gerombolan siswa yang sedang melihat kedalam entah apa itu.

Continue reading “[EXOFFI FREELANCE] My Poor Twins (Chapter 3)”

DREAM — #4: Chronopshyra ►► IRISH

⁛  DREAM  ⁛

►  Byun Baekhyun x Lee Hyerin  ◄

►  Fantasy x Slight! Mythology x Romance x School-life ◄

►  Chapterred x Teenager(s)  ◄

Vivid Dream(s):

ForewordPrologue ► Baekhyun’s SidePrologue ► Hyerin’s Side#1: Her Problem#2: A Friend#3: Rival — [tonight] #4: Chronopshyra

♫ ♪ ♫ ♪

#4 — Chronopshyra

In Jungha’s Eyes…

Keadaan Hyerin semakin hari semakin buruk. Sekarang gadis itu sama sekali tidak pernah tidur di sekolah. Dan tidak makan atau minum apapun. Dia terlihat sangat pucat. Terutama karena penampilannya terlihat semakin acak-acakkan.

Ujian juga semakin dekat, dan persaingan nilai di kelas kami jadi semakin menakutkan. Terutama bagi murid lain yang tidak pernah melihat Hyerin mengerjakan soal di papan tulis dengan cara yang kejam—karena dia terus mematahankan kapur saat berhenti menulis, membuatku dan mungkin beberapa yang lainnya, yakin jika gadis itu sangat emosi saat mengerjakan soal.

Continue reading “DREAM — #4: Chronopshyra ►► IRISH”

DREAM — #3: Rival ►► IRISH

⁛  DREAM  ⁛

►  Byun Baekhyun x Lee Hyerin  ◄

►  Fantasy x Slight! Mythology x Romance x School-life ◄

►  Chapterred x Teenager(s)  ◄

Vivid Dream(s):

ForewordPrologue ► Baekhyun’s SidePrologue ► Hyerin’s Side#1: Her Problem#2: A Friend — [tonight] #3: Rival

♫ ♪ ♫ ♪

#3 — Rival

In Hyerin’s Eyes…

Pemuda ini mengikutiku lagi. Untuk kesekian kalinya dalam minggu ini. Kenapa dia selalu mengikutiku dan selalu menuntut jawaban dari pertanyaan yang sama? Kenapa dia sangat ingin tahu?

Aku menghentikan langkahku. Kudengar suara langkah cepat mendekatiku. Ia pasti akan menunjukkan senyumnya padaku, berpikir bahwa senyum itu bisa membuatku luluh dan bicara padanya.

Padahal nyatanya dia hanya akan mendapatkan pertanyaan yang sama dariku, dan menjawab dengan kalimat yang sama yang sudah bisa aku hafal. Lalu aku akan marah dan meninggalkannya, jadi dia tidak akan mengikutiku lagi, hari ini.

Oh, ayolah. Sampai kapan keadaan monoton ini akan terjadi? Sangat membosankan.

“Kenapa kau mengikutiku? Kau sudah mengikutiku sejak dari sekolah.” ucapku padanya saat dia sudah sampai di depanku.

“Jadi kau tahu?”

Continue reading “DREAM — #3: Rival ►► IRISH”

DREAM — #2: A Friend ►► IRISH

⁛  DREAM  ⁛

►  Byun Baekhyun x Lee Hyerin  ◄

►  Fantasy x Slight! Mythology x Romance x School-life ◄

►  Chapterred x Teenager(s)  ◄

Vivid Dream(s):

ForewordPrologue ► Baekhyun’s SidePrologue ► Hyerin’s Side#1: Her Problem — [tonight] #2: A Friend

♫ ♪ ♫ ♪

#2 — A Friend

In Author’s Eyes…

Pagi menjelang, setelah mengabaikan pemandangan tidak nyaman yang dilihatnya malam tadi, Baekhyun mau tak mau harus berhadapan lagi dengan sosok gadis berambut merah menyala dengan kulit kelewat pucat itu ketika dia menginjakkan kaki di pelataran sekolah.

Bisa Baekhyun lihat, bagaimana si gadis bermarga Lee itu datang dengan menaiki sepeda gunung. Di mana kedua manik Baekhyun sempat dibuat kebingungan lantaran gadis itu datang dengan menutupi rambut menyalanya menggunakan topi. Belum lagi sweater tebal yang dikenakannya sekarang membuat Baekhyun hampir saja tidak mengenalinya.

“Eh? Gadis itu naik sepeda ke sekolah? Ia tidak terlihat seperti gadis tidak benar jika rambutnya tidak diwarnai seperti itu…” ucap Baekhyun, tanpa sadar tersenyum saat maniknya tidak melihat rambut berwarna merah mencolok milik Hyerin. Tapi tak lama, gadis itu melepaskan topinya, membuat senyum di wajah Baekhyun dalam sekejap hilang.

“Dia tidak lagi terlihat seperti gadis baik.” ucap Baekhyun, menggeleng pelan, dan kemudian melangkah menjauhi gadis itu.

“Bodoh…”

Langkah Baekhyun terhenti. Ia berbalik, dan memandang Hyerin yang berdiri di depan sebuah mobil. Pemuda itu menyernyit, tampak bingung karena tindakan yang dilakukan Hyerin.

“Hyerin bodoh.”

“Gadis itu aneh sekali…” gumam Baekhyun. “Menyiksa diri sendiri karena rasa bersalah. Dasar bodoh!”

“Apa ia semalam bertengkar dengan kekasihnya di jalan sepi itu?”

Continue reading “DREAM — #2: A Friend ►► IRISH”

GAME OVER – Lv. 44 [Plan B] — IRISH

G    A   M   E       O   V   E   R

‘ Baekhyun x Jiho (known as HongJoo) ’

‘ AU x Adventure x Fantasy x Romance x Science Fiction ’

‘ Chapterred x Teenagers ’

‘ prompt from EXO`s — Can`t Bring Me Down & EXO CBX`s — Crush U

Game Level(s):

ForewordPrologue A SidePrologue B Side — [ Level 1Level 10 ] — Tacenda CornerEden’s Nirvana — [ Level 11Level 20 ] — Royal Thrope — [ Level 21Level ??Level 30 ] — Spotlight Effect —  [ Level 31Level 40 ] — My Dimension, My Rules — Level 41Level 42Level 43 — [PLAYING] Level 44

Your tricks are so heartless

Catatan penulis: level 40 dan seterusnya, merupakan cerita lanjutan dari kesinambungan antara cerita yang ada di level 1 s/d 29 dan flashback yang ada di level 30 s/d 39. Jika Anda mengalami gagal paham selama membaca cerita, sangat disarankan untuk menekan close tab yang ada di perangkat elektronik Anda. Salam sehangat kulit ayam, Irish.

2017 © GAME OVER created by IRISH

♫ ♪ ♫ ♪

Level 44 — Plan B

In Author’s Eyes…

“Maaf, aku tidak bisa membantumu, Invisible Black.”

Akhirnya Baekhyun berkata, dia sudah menyerah, begitu pula dengan Invisible Black. Tampaknya rasionalitas telah menguasainya kali ini. Sehingga tanpa memberi perlawanan berarti dia sudah tahu di mana benteng pertahanannya harus dia serahkan.

“Aku tahu. Tapi, bisakah kau membantuku untuk terakhir kali? Aku hanya ingin menemuinya satu kali saja, sebelum kau membunuhku, Baekhyun.”

Baekhyun terdiam. Bukan karena Invisible Black pada akhirnya mengalah dan memanggilnya dengan nama—berhubung karakter satu ini sepertinya enggan menyebut Baekhyun dengan nama itu—tetapi karena dia tahu benar, bagaimana keinginan karakter tersebut untuk menemui seseorang yang telah memenuhi memorinya selama empat tahun ini.

Baekhyun sendiri bukannya tidak tahu kalau apa yang dikehendaki oleh Invisible Black adalah sesuatu yang salah. Dia tahu benar, memberikan kesempatan bagi karakter itu untuk benar-benar membuktikan eksistensinya, membiarkan si wanita tahu kalau dia benar-benar ada.

Dan Baekhyun tak ingin memberi lebih banyak orang harapan, dia enggan membiarkan banyak orang tahu tentang keberadaan Invisible Black yang benar-benar bisa eksis di kehidupan nyata.

Continue reading “GAME OVER – Lv. 44 [Plan B] — IRISH”

[EXOFFI FREELANCE] Young Alan (Chapter 1)

Young Alan Sehun (EXO), Kim Laura (OC), Kris, Kai (EXO), Krystal (Fx) Romance, Sad, Drama, Knowledge PG Chapter By : Devboomer

Disclaimer : Tolong tinggalkan jejak 

“Every creature needs love. You doesn’t have to find a great love. But find a great one.”

 

 

Dia yang berkutat sendirian di meja kerjanya kini telah menumpuk lembar-lembar kertas yang berisikan desain yang ia kerjakan lebih dari 2 pekan.  Kemudian ia menggulung kertas-kertas itu dan bangkit dari kursi. Ia berjalan ke arah pintu, mematikan saklar lampu yang ada dinding dan keluar dari kamarnya. Dari sana ia menuruni anak tangga dan menyapa beberapa mahasiswa penyewa Akomodasi yang juga ia tempati.

Akomodasi privat merupakan tempat mahasiswa-mahasiswa yang memilih untuk tidak tinggal bersama keluarga, atau mereka yang datang dari luar kota maupun mahasiswa mancanegara. Ada juga yang menyebutnya sebagai Lodge ataupun House. Akomodasi yang laki-laki itu tempati bukan Akomodasi yang disediakan oleh Universitas karena ia bukan lagi mahasiswa tahun pertama. Jadi mereka yang ada di atas tahun pertama harus menyewa Akomodasi di luar Universitas.

Jam yang melingkar di tangan laki-laki itu menunjukan pukul 11:05 siang. Hanya butuh 5 menit untuk sampai ke kampusnya jika menggunakan sepeda motor. Gulungan kertas tadi ia masukkan ke dalam tas nya meskipun bagian ujung gulungan tersebut tidak dapat masuk. Kemudian ia menyalakan sepeda motornya dan mulai berkendara menuju kampus.

 

Christ Church College

Mesin sepeda motor itu mati dengan sempurna ketika ia sudah sampai di halaman parkir. Memang dari Lodge kemari hanya butuh 5 menit, tapi untuk sampai ke kelasnya dari halaman parkir masih butuh 5 menit lagi. Karena ia merasa ditunggu oleh seseorang, ia pun berlari menyusuri koridor, mendaki beberapa anak tangga bersama mantelnya coklat nya yang berayun.

“Hey! You missed the class again, Sehun!” Kata seorang mahasiswa yang menjadi orang terakhir keluar dari ruang kelas itu. Sengaja atau tidak sengaja, laki-laki dengan gulungan yang bernama Sehun itu memang sudah beberapakali melewatkan mata kuliah.

“You looking for Profesor Donovan? He is on the way to his room.”

“Thank you, Albert.”

Sekarang ia  memutar arah dari kelasnya. Ia masih berlari di koridor lantai 2 menuju ke ruang dosen yang ada di lantai bawah. Saat ia mendekati ruang dosen, ia mengambil gulungan dari tasnya dan kemudian menarik gagang pintu. Sehun berjalan masuk sembari melihat-lihat keberadaan Prof. Donovan. Dilihatnya sosok itu sedang berada di depan jendela, melihat ke arah luar dan mengaduk cangkir kopi porselen biru yang antik.

“Profesor Donovan”

“Kau absen mata kuliah lagi? Sangat lucu melihat kau ambisius dengan proyek itu, tapi justru kau mengabaikan kelasku.” Pria dengan cangkir kopinya itu membalikkan badan dan menarik kursinya. Ditaruhnya cangkir itu dan memasang kacamata di ujung hidungnya. “Kalau sampai begini, sebaiknya hasil kerjamu bagus, Sehun.”

Gulungan tersebut Sehun berikan sebagai hasil selama 2 minggu terakhirnya. Pekan yang ia habiskan dengan melawatkan beberapa mata kuliah demi proyek satu ini. “Aku masih belum bisa me-memberi desain final, tapi seti-setidaknya sudah cukup untuk seleksi Selasa besok.”

Profesor Donovan menunjuk dan menggerakkan telunjuknya mengikuti pola mesin yang ada. Beberapa kali Sehun merasa cemas ketika garis-garis kerutan tercipta di dahi laki-laki yang sudah beruban itu. Ia merasa seperti seorang perampok bank yang tengah diselidiki riwayat hidupnya oleh seorang Deputi beruban.

Pria beruban itu sudah selesai menunjuk-nunjukan jarinya yang mengambang di atas kertas. Sedangkan kerutan di dahinya yang keriput itu masih bertengger di sana. “Sehun Egerton. Kau masih kuat dengan pendapatamu itu? Bukannya maksudku tidak bagus, tapi mungkin kau bisa beralih ke proyek yang lain kalau kau tidak bisa menuntaskan rumus ini.”

“Ya, memang ada sedikit masalah untuk ma-material hardware dan Desain trainingnya. Tapi Profesor, aku janji kalau kau b-beri aku waktu sampai Selasa nanti, semuanya akan baik-baik saja.”

“Urus saja dulu gagapmu itu. Apa suatu saat kau akan presentasi seperti itu? Sehun, sekarang hanya tersisa 10 minggu 3 hari menuju olimpiade. Kalau sampai hari Selasa proyek  itu belum sampai desain final, maka jangan harap aku akan berbaik hati untuk menambahkan nilai tambahan agar kau bisa lulus seleksi.”

Profesor Donovan sudah selesai dengan gulungan biru berisi desain mesin yang belum rampung itu dan kembali menyesap kopinya. Si pemilik gulungan pun mengambil kembali gulungan itu dan menjauh dari si pria penikmat kopi. Sehun keluar dari ruangan, bersama kenyataan bahwa hasil kerjanya belum juga mampu membuat pria klasik beruban itu bangga pada hasil keringatnya.

Kemudian ia berjalan melewati koridor, masih sebuah koridor yang sama seperti koridor tempat ia berlari dari pelataran sampai ke dalam gedung ini. Dari koridor itu ia sampai di college lobby, dan kemudian ia menapaki 4 anak tangga menuju pelataran. Di anak tangga terakhir ia berhenti dan melihat ada beberapa bangku taman yang kosong. Istirahat. Itulah kalimat yang benar-benar Sehun butuhkan kali ini. Sebuah pemikiran terlintas ketika ia duduk di bangku taman yang ada di dekat anak tangga tadi. “Tersisa 3 bulan lagi dan aku harus bersaing dengan perwakilan College lain di Oxford. Sedangkan untuk mengerjakan Desain training saja tidak bisa? Memang payah.”

Pikirannya itu tak bisa tenang apabila ia kembali mengingat ekspresi tak menyenangkan―yang terpampang jelas di wajah laki-laki klasik itu. Beberapakali ia menyumpahi dirinya sendiri dan mengecam kalau dirinya tak akan pernah bisa menjadi sepeti Alan Turing. Lamunannya tiba-tiba terpecah ketika ada seseorang yang menduduki bangku yang sama dengannya. Kemudian ia memerhatikan sekitar, melihat ada 2 bangku taman kosong yang tidak jauh dari sini. Sehun masih tidak mengerti kenapa pilihan orang itu adalah duduk di sini sedangkan ada bangku taman kosong yang berada di bawah pohon. Continue reading “[EXOFFI FREELANCE] Young Alan (Chapter 1)”

[FICLET] BROTHER MATERIALS ►► IRISH

⁛  Brother Materials  ⁛

►  Oh Sehun x Karenina Oh  ◄

►  Siblings x Hurt/Comfort x Ficlet x Teenagers  ◄

♫ ♪ ♫ ♪

In Author’s Eyes…

“Dia belum datang juga?”

Nina mendongak, menatap ke arah pemuda berbalut jaket hitam yang sekarang menatap dengan pandang tidak sabar. “Belum, Sehun. Tunggulah sebentar lagi.” kata si gadis.

“Aku sudah mulai lapar, tahu. Coba hubungi dia, aku akan ke kamar mandi yang ada di minimarket itu dulu, okay?” kata Sehun kemudian, mengedikkan dagunya ke arah minimarket yang ada di belakang tempat mereka sekarang berlindung dari butiran putih yang jatuh dari langit.

“Iya, aku akan menunggumu di sini.” kata Nina.

Well, begini awalnya. Karenina Oh, seorang gadis yang tidak terlalu populer dari kelas dua itu tiba-tiba saja ditarik ke titik tertinggi dalam strata sosial saat seorang Byun Baekhyun mengajaknya berkencan.

Continue reading “[FICLET] BROTHER MATERIALS ►► IRISH”

[EXOFFI FREELANCE] The Ring Box Never Left His Pocket (Ficlet)

IMG-20180121-WA0089

The Ring Box Never Left His Pocket

rzkaweasley

Ficlet

Romance; Hurt

Teen

Oh Sehun (EXO); Park Chanyeol (EXO); Park Hee (OC)

Ia tidak melupakan. Itu terlupakan begitu saja.

Cerita punya saya. Pemain punya Tuhan YME dan agensi mereka. OC punya saya.

ENJOY FANFIC PERTAMA AKU YA! Continue reading “[EXOFFI FREELANCE] The Ring Box Never Left His Pocket (Ficlet)”

[EXOFFI FREELANCE] Found You (Chapter 1)

PicsArt_12-18-12.30.40

FOUND YOU

Written by fitnurL

Lenght : Chaptered – fiction

Genre : Fantasy – School Life – Friendship – Romance

Rating : PG-16

Main cast : EXO Oh sehun x Yoo ahrin  (OC)

Additional cast : EXO’S Luhan (xi luhan) x Byun baekhyun x Kai|Mijoo Lovelyz|Yeom bona cosmic girls|other cast.

Summary : “Dia memberitahuku bahwa ada sebuah tempat yang tidak akan bisa kusentuh, sebuah tempat yang tidak bisa aku tempati bahkan sebuah refleksi yang ternyata bukanlah dia”

Disclaimer : cerita ini hanyalah sebuah fiksi seluruh ide dan alur murni hasil pemikiranku sendiri. Semua cast yang berperan milik tuhan,orang tua dan agensi masing-masing kecuali OC.Cerita ini terinspirasi dari beberapa penggalan lirik lagu dan tidak bermaksud memplagiat so, don’t be plariagisme


Continue reading “[EXOFFI FREELANCE] Found You (Chapter 1)”

GAME OVER – Lv. 43 [Paranoia] — IRISH

G    A   M   E       O   V   E   R

‘ Baekhyun x Jiho (known as HongJoo) ’

‘ AU x Adventure x Fantasy x Romance x Science Fiction ’

‘ Chapterred x Teenagers ’

‘ prompt from EXO`s — Can`t Bring Me Down & EXO CBX`s — Crush U

Game Level(s):

ForewordPrologue A SidePrologue B Side — [ Level 1Level 10 ] — Tacenda CornerEden’s Nirvana — [ Level 11Level 20 ] — Royal Thrope — [ Level 21Level ??Level 30 ] — Spotlight Effect —  [ Level 31Level 40 ] — My Dimension, My Rules — Level 41Level 42 — [PLAYING] Level 43

Where are you right now?

Catatan penulis: level 40 dan seterusnya, merupakan cerita lanjutan dari kesinambungan antara cerita yang ada di level 1 s/d 29 dan flashback yang ada di level 30 s/d 39. Jika Anda mengalami gagal paham selama membaca cerita, sangat disarankan untuk menekan close tab yang ada di perangkat elektronik Anda. Salam sehangat kulit ayam, Irish.

2017 © GAME OVER created by IRISH

♫ ♪ ♫ ♪

Level 43 — Paranoia

In Author’s Eyes…

“Aku tahu, sudah kukatakan kalau aku tahu cintaku ini bertepuk sebelah tangan, bukan? Aku melihat bagaimana cincin pertunangan melingkar di jemari gadis itu. Tapi tenang saja, aku tidak egois, jadi aku tidak mungkin melakukan hal-hal buruk untuk mendapatkannya.”

Mungkin, sekarang Liv harus benar-benar mempertimbangkan soal keberadaan manusia dengan ego mimimal. Seo Johnny ini, contohnya. Sayang, konversasinya dengan Johnny harus berakhir ketika leader dari Enterprise itu memutuskan untuk melangkah meninggalkannya begitu saja, mengakhiri konversasi mereka secara sepihak.

“Apa yang kau bicarakan dengan Royal Thrope?” Liv kenali vokal Jiho begitu didengarnya gadis itu melangkah cepat menyusulnya, rupanya Jiho sudah mengawasi dua orang itu sejak tadi.

Banyak hal yang tidak Liv sadari di sini. Dan mungkin, tidak bsia diaksesnya secara penuh meski dia telah masuk ke dalam sistem salah seorang karakter yang ada di dalamnya.

“Tidak ada, kami hanya bicara soal eksistensi NPC saja.” Liv berusaha berbohong sebaik mungkin. Tapi sayang, kebohongannya justru berujung pada sebuah helaan nafas tak nyaman dari gadis yang sekarang menjadi lawan bicaranya.

“Kau membicarakannya dengan Royal Thrope, tidak?” tiba-tiba saja Jiho bertanya.

Continue reading “GAME OVER – Lv. 43 [Paranoia] — IRISH”

DREAM — #1: Her Problem ►► IRISH

⁛  DREAM  ⁛

►  Byun Baekhyun x Lee Hyerin  ◄

►  Fantasy x Slight! Mythology x Romance x School-life ◄

►  Chapterred x Teenager(s)  ◄

Vivid Dream(s):

ForewordPrologue ► Baekhyun’s SidePrologue ► Hyerin’s Side — [tonight] #1: Her Problem

♫ ♪ ♫ ♪

#1 — Her Problem

In Jungha’s Eyes…

“Namaku Park Jungha, pertukaran pelajar dari Seoul International School. Senang bertemu dengan kalian.”

Tempat ini tidak ramah, jadi aku juga tidak perlu memperkenalkan diriku dengan ramah seolah aku benar-benar jadi murid pindahan saja. Aku hanya akan ada di tempat ini selama beberapa hari—sungguh, kalau aku bisa menyelesaikan tugasku lebih cepat, pasti dalam hitungan hari aku dan Baekhyun, rekanku, sudah bisa kembali ke Akademi.

Gayanya sombong sekali… Begitu mengesalkan…

Aku ingin tahu apa yang mungkin anak-anak lakukan untuk mengerjainya…

Pikiran manusia, ya, aku mendengarnya. Sebagian besar orang yang ada di Akademi juga bisa mendengar pikiran manusia. Well, bukan berarti aku bukan manusia selayaknya mereka, tetapi kami sedikit berbeda.

Biarkan saja mereka berpikir sesuka hati tentangku.

Continue reading “DREAM — #1: Her Problem ►► IRISH”