[EXOFFI FREELANCE] MY LADY (CHAPTER 21)

my-lady-chapter-21

 

MY LADY

[ Chapter 21]

 

 

Title : MY LADY

Author : Azalea

Main Cast :

Byun Baekhyun (EXO), Lee Sena/Kim Jisoo (BLACK PINK), Oh Sehun (EXO)

Support Cast :

Shannon Williams, Lee Miju (Lovelyz), Kim Kai (EXO), Park Chanyeol (EXO), Do Kyungsoo (EXO), etc.

Genre : Romance, Sadnes, Adult

Rating : NC-17

Length : Chapter

Disclaimer : Cerita ini murni dari otakku sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan apabila ada ff yang memiliki cerita serupa. Kalaupun ada yang serupa, aku akan berusaha membawakan cerita milikku sendiri ini dengan gaya penulisanku sendiri. Kalian juga bisa membacanya di wattpad. Nama id ku @mongmongngi_b, dengan judul cerita MY LADY.

 

Credit poster by RAVENCLAW

 

 

Cerita sebelumnya :  Cast Introduce -> CHAPTER 1 -> CHAPTER 2 -> CHAPTER 3 -> CHAPTER 4 -> CHAPTER 5 -> CHAPTER 6 -> CHAPTER 7 -> CHAPTER 8 -> CHAPTER 9 -> CHAPTER 10 -> CHAPTER 11 -> CHAPTER 12 -> CHAPTER 13   -> CHAPTER 14 -> CHAPTER 15 -> CHAPTER 16 -> CHAPTER 17 -> CHAPTER 18 -> CHAPTER 19 -> CHAPTER 20

“Kau yakin dengan lokasinya?” tanya Sehun pada Jongdae yang langsung menatapnya dengan pandangan kesalnya karena Sehun selalu meremehkan hasil kerja kerasnya dan anak buahnya, padahal Sehun merupakan hoobae nya di divisi narkotika ini.

“Kau meragukanku?”

“Tidak. Bukan seperti itu. aku hanya takut misi kita gagal hanya karena informasi salahmu. Transaksi kali ini melibatkan jutaan dolar, karena itu informasi ini tidak boleh salah.”

Ya!! Kau pikir apa kerjaanku selama 3 terakhir ini?” Sehun hanya diam saja saat Jongdae terlihat sangat marah padanya.

“Tapi memang kenyataannya informasi yang kau berikan selalu salah.”

YA!!”

Berhentilah bertengkar seperti anak kecil, seharusnya kalian malu pada umur kalian.” Ucap Kyungsoo mencoba menengahi pertengkaran antara Sehun dan Jongdae yang tidak pernah akur barang sedetik pun.

“Sebagai hoobae, Sehun tidak pernah menghargaiku sebagai sunbae-nya!” keluh Jongdae yang langsung dijawab Sehun.

“Itu karena hyung tidak pantas untuk dianggap sebagai sunbae.” Jawab Sehun sambil menjauhi Jongdae dengan berjalan kembali ke arah meja kerjanya.

NEO!!”

Jongdae-ya, kapan transaksi itu akan dilaksanakan?” potong Kyungsoo lagi mencoba untuk mengalihkan perhatian Jongdae.

Jongdae yang sempat akan mengejar Sehun pun teralihkan fokusnya pada Kyungsoo. Ia mengerutkan keningnya sejenak seperti sedang mengingat-ngingat apa yang hendak ia sampaikan. “Menurut informasi, itu akan dilaksanakan tiga hari dan tempatnya di Jeju-do.”

Kyungsoo mengangguk-anggukkan kepalanya mendengar penuturan Jongdae, sedangkan Sehun berpura-pura fokus pada bacaan di depannya padahal diam-diam ia juga ikut mencuri dengar apa yang sedang dibicarakan oleh Kyungsoo dan Jongdae. Sesungguhnya ia tidak meragukan informasi Jongdae, hanya saja informan yang memberikannya kurang dapat dipercaya.

“Kalau begitu besok kita berangkat ke sana. Kita harus menyisir berbagai kemungkinan tempat untuk memastikan di mana mereka akan bertransaksi.” Jawab Kyungsoo yang ditanggapi dengan anggukkan kepala oleh Jongdae.

“Aku setuju denganmu. Kita akan membagi menjadi 2 tim. Aku dan Joonmyun, sedangkan kau dengan hoobae kurang ajar itu.” tambah Jongdae.

 

***

 

Baekhyun dan Sena telah sampai di sebuah villa yang berada di salah satu tebing di pulau Jeju yang langsung menghadap ke lautan lepas. Villa ini merupakan villa keluarga Baekhyun yang akan dijadikan sebagai tempat pesta pernikahan Baekhyun dan Sena besok. Tepat setelah 2 bulan Baekhyun melamar Sena, mereka pun memutuskan akan menikah di pulau Jeju.

Dengan bertambahnya hari kehamilan Sena, maka siapapun akan dapat melihatnya dengan jelas karena perubahan tubuh Sena begitu kentara. Apalagi di bagian perutnya yang sudah sedikit membuncit. Tidak ada lagi orang yang tidak tahu tentang hal itu.

Saat Baekhyun dan Sena memasuki kawasan villa, deretan pengawal memakai seragam hitam sudah berjejer rapi membentuk benteng kokoh agar Baekhyun dan Sena aman. Mereka serempak menundukkan kepalanya saat tuan mereka berjalan melewati mereka. Tidak ada yang berani mengangkat kepala, apalagi memandang wajah tuan mereka jika mereka tidak memiliki kedudukan di kelompok mafia itu.

Sena yang sudah terbiasa melihat orang-orang berseragam hitam hanya bisa menghela napas dalam saat menyadari betapa ketatnya penjagaan yang diperintahkan Baekhyun untuk menjaga pesta pernikahannya besok. Tidak jauh beda dengan Sena, Baekhyun menatap tak acuh pada anak buahnya itu.

Untuk mempertegas status wanita yang ada di sampingnya ini, Baekhyun terus merangkul pinggang Sena agar tidak berjauhan dengannya sampai ia dan Sena tiba di kamar utama di villa tersebut. “Sepertinya kau terlalu berlebihan dengan penjagaan super ketat itu?” sindir Sena sesaat setelah mereka hanya berdua saja di kamar itu.

“Tidak ada yang berlebihan jika itu menyangkut keselamatan kau dan bayi kita.” Jawab Baekhyun lalu mengecup pelipis Sena. “Sebaiknya kau istirahat dulu sebelum pesta nanti sore.” Ucap Baekhyun sambil menggiring Sena ke arah tempat tidur.

“Kau tidak ikut berbaring?” tanya Sena heran karena Baekhyun sedang menyelimutinya sampai sebatas dada. Baekhyun menggelengkan kepalanya sambil tersenyum meminta maaf ke arah Sena membuat Sena mengerucutkan bibirnya kesal. “Apakah ini masalah pekerjaan lagi?” tanyanya lagi tanpa menyembunyikan rasa kesalnya. Kembali, Baekhyun hanya tersenyum sebagai jawabannya membuat Sena membalikkan badannya untuk memunggungi Baekhyun sebagai tanda protesnya. “Kalau begitu kau menikah saja dengan pekerjaanmu itu. Jangan denganku.”

“Aku tidak bisa menikah dengan pekerjaan karena ia tidak bisa memberikan aku keturunan sepertimu.” Jawab Baekhyun yang tidak ditanggapi apapun oleh Sena. lalu Baekhyun mengecup daun telinga Sena sebelum ia meninggalkan Sena untuk istirahat. “Aku tidak akan lama. Istirahatlah.”

Baekhyun lalu beranjak dari sana untuk ke ruangan lainnya. Sebenarnya ia tidak rela jika harus meninggalkan Sena sendirian, tapi pekerjaannya saat ini tidak bisa ditinggalkan begitu saja. Begitu ia menutup pintu kamar, Kai dan Yuta sudah menunggunya. “Kau jaga Sena selama ia berada di dalam kamar. Jangan sampai ada satu orang pun yang memasuki kamar ini kecuali atas izinku.”

Algeuseumnida.” Jawab Yuta sambil menganggukkan kepalanya.

Setelah itu Baekhyun dan Kai berjalan meninggalkan Yuta sendirian di depan pintu kamar untuk berjaga. Alasan Baekhyun menyuruh Yuta untuk menjaga Sena hanya karena ia takut ada seseorang yang ingin mencelakai Sena karena statusnya yang akan menjadi istri dari seorang Byun Baekhyun. Banyaknya musuh yang dimiliki Baekhyun membuat ia begitu paranoid akan keselamatan Sena.

Baekhyun dan Kai memasuki sebuah ruangan yang lebih mirip seperti gudang penyimpanan wine yang dimilikinya. Baekhyun membuka salah satu wine dan menuangkannya ke salah satu gelas yang ada di rak gelas. Tidak lupa ia memberikan salah satu gelasnya pada Kai yang masih belum mengeluarkan suaranya.

“Bagaimana dengan rencana besok?” tanya Baekhyun berinisiatif untuk membuka pembicaraan terlebih dulu.

“Semuanya sudah berjalan dengan baik. Pihak Rusia telah setuju dengan harga yang kita tawarkan.” Jawab Kai setelah ia meneguk sedikit wine yang ada di tangannya.

“Lalu bagaimana dengan China?”

“Mereka juga sudah setuju. Akan tetapi mereka meminta kita untuk memajukan waktu transaksi. Dua jam sebelum transaksi dengan Rusia.” Baekhyun menganggukkan kepalanya tanda mengerti dengan laporan yang diberikan oleh Kai.

“Aku harap transaksi ini tidak gagal, karena ini merupakan persediaan terakhir kita sebelum Pemerintah Afghanistan mengizinkan kita untuk memproduksi poppy lagi.”

Nde.”

Jangan sampai pihak kepolisian tahu tentang transaksi ini, karena kalau mereka tahu, kita akan kehilangan jutaan dolar.” Peringatan Baekhyun pada Kai.

“Aku memiliki firasat jika mereka akan tahu tempat di mana kita akan melakukan transaksi.” Jawab Kai yang membuat Baekhyun menyipitkan matanya.

“Bagaimana kau bisa tahu?”

“Aku tengah mencurigai seseorang yang berkhianat pada kita, dan kemungkinan besar ia telah memberitahu pihak kepolisian tentang transaksi ini. Ada beberapa orang dari pihak kepolisian sedang bergerak menelusuri tempat-tempat yang mereka anggap akan dilaksanakannya transaksi ini. Aku mendapatkan informasi ini dari salah satu orang kita yang menyusup di kepolisian.” Baekhyun semakin mengerutkan keningnya menyadari bahwa situasi saat ini akan membuatnya kehilangan jutaan dolar.

“Kalau begitu pindahkan lokasinya, tapi jangan beritahu orang yang kau curigai itu. Undur juga waktu transaksi sampai kita menemukan siapa yang berkhianat itu. Aku ingin melihat ia ditangkap oleh polisi untuk menghukumnya, dan setelah itu aku  akan menghukumnya sendiri.”

Nde.”

“Jangan lupa kau beritahu pemimpin mereka tentang pemindahan lokasi ini. Hanya mereka yang boleh bertransaksi dengan kita. Tidak dengan orang lain.”

“Aku mengerti.”

“Dan juga jangan sampai karena transaksi ini pernikahanku berantakan.”

Nde.”

 

***

 

Sena membuka matanya saat ia mendengar suara keributan dari luar. Ia langsung melirik jam yang berada di atas nakas sebelum ia beranjak dari tempat tidur. Sena mengerutkan keningnya saat menyadari Baekhyun tidak berada di dalam kamar yang sama dengannya padahal ini sudah lebih dari satu jam yang lalu.

Sena berjalan menuju ke arah balkon kamarnya untuk melihat apa yang terjadi di luar. Udara segar khas pantai langsung menerpanya saat ia membuka pintu balkon. Tiupan angin yang cukup kencang menerbangkan beberapa untaian rambut merahnya yang tidak diikat sama sekali. Sena mengedarkan pandangannya ke arah kolam renang berada. Beberapa orang terlihat sudah berkumpul di sana yang menandakan pesta kolam renang yang diadakan Chanyeol sudah di mulai. Bahkan Sena dapat melihat sang pemilik pesta sedang berpesta di dalam kolam renang dengan beberapa wanita cantik yang hanya memakai bikini saja untuk menutupi tubuh inti mereka. Bahkan dengan adanya kain tipis itu tidak dapat menyembunyikan apa yang mencoba mereka sembunyikan.

Dari atas balkon tersebut, Sena mencoba untuk mencari sosok yang begitu dirindukannya saat ini. Walaupun rasa kesal tetap ada di hatinya, tapi perasaan rindu juga begitu menyesakkannya padahal ia hanya ditinggal satu jam saja oleh Baekhyun. Sena kembali masuk ke dalam kamar untuk mengganti pakaiannya dan berniat untuk bergabung dengan pesta yang diadakan Chanyeol tersebut.

Setelah Sena selesai mengganti pakaiannya, ia terkejut dengan suara geraman seseorang dari belakangnya. Sena membalikkan badannya untuk menatap langsung orang tersebut. Dapat dilihatnya di ambang pintu Baekhyun sedang berdiri sambil berkacak pinggang mengamati tubuh Sena yang hanya terbalut sebuah bikini warna putih. Sena tersenyum cerah begitu melihat Baekhyun, tapi lain halnya dengan Baekhyun yang menatapnya tidak suka.

“Kain apa yang kau pakai itu, my lady?” geram Baekhyun sambil menutup pintu dan berjalan mendekat ke arah Sena yang sedang berdiri di depan sebuah cermin besar.

“Ini hanya sebuah bikini.” Jawab Sena sambil kembali memperhatikan tubuhnya dari sebuah cermin. Ia mengakui jika saat ini ia terlihat lebih seksi dari biasanya. Baekhyun melingkar tangannya di perut telanjang Sena dan mengecup daun telinganya.

“Aku tahu itu sebuah bikin, sayang.” Ucap Baekhyun dengan suara seraknya yang membuat Sena menggeliat pelan di bawah pelukan Baekhyun.

“Lalu?”

“Aku tidak suka kau memakainya.”

Waeyo? Bukankah kita akan menghadiri pesta kolam renang yang diadakan Chanyeol di bawah?

Kita memang akan menghadirinya, tapi tidak dengan bikini yang kau pakai, my lady.”

Tapi di bawah sana semua wanitanya memakai bikini dan tidak ada yang melarang mereka.”

“Itu karena pria mereka lebih suka wanitanya memperlihatkan tubuh indah mereka di hadapan pria lain. Sedangkan aku tidak. Tubuh wanitaku hanya boleh di pandang olehku, tidak dengan pria lain.” Jelas Baekhyun membuat Sena merasa begitu dilindungi. “Ganti pakaianmu sekarang juga, atau kita akan menghabiskan sisa sore ini di kamar saja tanpa pakaian terkutuk itu.”

“Dasar mesum!” ucap Sena sambil melepaskan pelukan Baekhyun, karena ia yakin jika ia lama-lama dalam pelukan Baekhyun, maka bisa dipastikan ia tidak akan mengikuti pesta di bawah sana.

“Terus terang aku lebih suka opsi yang kedua.” Goda Baekhyun mengedipkan sebelah matanya menatap Sena yang berjalan ke arah kamar mandi untuk mengganti lagi pakaiannya. Baekhyun terkekeh geli mendengar Sena menggerutu tidak jelas atas sikapnya kali ini. Jujur saja, melihat Sena hanya memakai bikini membuat hasrat Baekhyun naik seketika. Terlihat sangat seksi dan siapapun yang melihatnya pasti akan merasakan hal yang sama dengan apa yang ia rasakan saat ini.

Sambil menunggu Sena keluar dari kamar mandi, Baekhyun pun mengganti pakaiannya dengan sebuah celana pendek dan sebuah kaos tanpa lengan. Baekhyun mengalihkan perhatiannya saat Sena keluar dengan sebuah dres warna putih yang transparan yang memperlihatkan apa yang ia pakai dan bentuk tubuhnya. Tapi itu lebih baik dari pada Sena hanya memakai bikini saja.

“Kau sudah siap?” tanya Baekhyun yang dijawab anggukkan oleh Sena. “Ini terlihat lebih baik dari pada yang tadi.” Tambah Baekhyun membuat Sena kembali tersenyum. “Kau terlihat sangat cantik.” Puji Baekhyun meraih Sena ke dalam pelukannya sebelum ia mencium Sena dengan ciuman dalamnya. Mereka berciuman selama beberapa menit sebelum Baekhyun terpaksa melepaskannya dan menggenggam tangan Sena untuk turun ke bawah.

Genggaman tangan Baekhyun tidak pernah lepas dari tangan Sena, apalagi setelah mereka memasuki halaman belakang tempat di mana kolam renang berada. Kedatangan Baekhyun dan Sena menjadi pusat perhatian orang-orang di sana. Sebagian ada yang memberikan selamat, dan sebagian lagi ada yang menatapnya iri, terutama para wanita. Mereka menatap iri ke arah Sena yang pinggangnya sedang dirangkul mesra oleh Baekhyun.

Sena dan Baekhyun memilih untuk duduk di salah satu kursi jemur yang di sebelah mereka sudah diisi oleh Kai. Kai menatap tak acuh ke arah satu pasangan yang duduk di sebelah mereka, dan lebih memilih untuk memejamkan matanya menikmati hangatnya sinar matahari pagi dari pada memperhatikan pasangan yang sedang dimabuk cinta itu.

“Byunnie…Na-ya…” panggil Chanyeol dari dalam kolam renang. Baekhyun dan Sena yang merasa dipanggil namanya langsung menoleh ke arah sumber suara dan dapat mereka lihat Chanyeol sedang melambaikan tangannya, mengundang Baekhyun dan Sena untuk bergabung dengannya.

“Channie…”

“Ayo, gabung kemari!” teriak Chanyeol membuat beberapa wanita yang bersamanya memekik senang saat Chanyeol mengundang Baekhyun untuk bergabung. Siapa yang tidak akan senang jika pria yang paling diincar saat ini sedang ada dihadapan mereka dan ajak untuk bergabung dalam pesta erotis mereka. Mereka tidak peduli dengan status yang disandang oleh pria itu. Selama masih ada kesempatan, walaupun sudah beristri maka mereka pun tidak peduli dengan itu semua.

Sena menatap tidak suka pada wanita-wanita genit yang mengelilingi Chanyeol, karena ia sadar jika mereka juga mengincar pria yang ada di sampingnya. Sena menatap kesal ke arah Chanyeol yang sedang tersenyum lebar tanpa tahu apa yang sedang dirasakannya. Tapi berbeda dengan Chanyeol, Baekhyun dapat merasakan perasaan kesal Sena, hingga membuatnya mengeratkan rangkulannya pada pinggul Sena. menarik Sena agar lebih merapat padanya.

“Maaf, aku tidak tertarik. Aku lebih tertarik berada di dekat wanita cantik di sebelahku ini.” Jawab Baekhyun yang langsung mematahkan hati pada wanita yang sudah menunggunya di kolam renang.

“Kalian kurang beruntung, ladies.” Ucap Chanyeol pada para wanita yang mengelilinginya.

“PARK CHANYEOL!!!” teriakan itu sukses membuat perhatian semua orang terfokus pada sesosok wanita cantik berambut pirang yang hanya memakai sebuah jubah mandi yang Sena yakini di dalamnya terpasang sebuah bikini yang tidak kalah seksi dari bikini-bikini yang dipakai oleh wanita-wanita yang ada di kolam renang itu.

Chanyeol yang merasa dipanggil pun segera menoleh dan tersenyum lebar begitu menyadari siapa yang memanggilnya. Chanyeol segera keluar dari dalam kolam renang untuk menghampiri seorang wanita yang memanggilnya. Tanpa mempedulikan tubuh basahnya, Chanyeol langsung membawa tubuh wanita itu ke dalam pelukannya.

“Kau enak-enaknya bersenang dengan para wanita itu, sedangkan aku harus berusaha keras untuk menidurkan anakmu itu, hah?” teriaknya kesal sambil memukuli tubuh Chanyeol dengan tangan kecilnya.

“Mereka hanya selingan, Byeollie…” jawab Chanyeol bukannya meredakan amarah wanitanya tapi malah membuatnya semakin memekik kesal. Tanpa ba-bi-bu lagi, Chanyeol mencium keras wanitanya untuk meredam pekikannya. “Tapi kau masih yang terbaik dari semuanya.” Tambah Chanyeol setelah ia melepaskan ciumannya itu.

Semua orang menatap iri ke arahnya. Walaupun Chanyeol seorang playboy, di hatinya hanya terukir nama wanita ini yang telah memberikannya satu orang putera. “Ada satu orang yang ingin aku kenalkan padamu.” tambah Chanyeol sambil merangkul pinggang wanita yang dipanggilnya Byeolli itu ke arah kursi di mana Sena dan Baekhyun berada.

Sena yang merasa tidak tahu siapa orang yang berjalan ke arahnya itu langsung menatap Baekhyun untuk meminta penjelasan atas semua kejadian yang baru saja berlangsung di depan matanya itu. Baekhyun yang mengerti pun langsung membisikkan jawaban atas pertanyaan yang tidak terucap itu. “Dia Gwak Sebyeol. Istri Chanyeol.”

Sena menganggukkan kepalanya tanda ia mengerti, mengalihkan lagi perhatiannya saat orang yang Baekhyun sebutkan tadi sudah berdiri di hadapannya. Sena memberikan senyuman termanisnya saat Sebyeol juga tersenyum ke arahnya.

“Gwak Sebyeol.” Ucapnya sambil menjulurkan tangannya untuk menjabat tangan Sena.

“Park Sebyeol.” Koreksi Chanyeol dengan nada kesalnya. Sebyeol memutarkan matanya jengah mendengar nada kesal Chanyeol karena ia tidak menggunakan marga keluarga dari Chanyeol. Sedangkan Sena hanya bisa tersenyum geli menatap pasangan yang ada di hadapannya ini.

“Park Sebyeol.” Ucap Sebyeol lagi mengoreksi perkenalannya yang pertama.

“Lee Sena.” jawab Sena membalas uluran tangan Sebyeol. Mereka berdua tersenyum satu sama lain.

“Tidak heran jika Baekhyun rela menunggumu selama 7 tahun, jika wanita yang ia tunggu secantik dirimu.” Puji Sebyeol membuat Sena merona malu, karena bukan hanya ia saja yang tahu tentang fakta yang satu ini, tapi juga beberapa orang terdekat Baekhyun mengetahui fakta tersebut.

“Kau terlalu berlebihan.”

“Tapi itu memang faktanya. Bahkan kami sempat mengira jika Baekhyun sudah tidak menyukai seorang wanita lagi.” Baekhyun langsung membulatkan matanya mendengar pernyataan itu keluar dari mulut Sebyeol. “Sekarang aku tahu, itu semua ia lakukan karena ia terlalu mencintaimu.” Tambahnya lagi yang membuat Baekhyun semakin membulatkan matanya. Sena terkekeh senang akan fakta tersebut.

“Sebaiknya kau ajari istrimu ini untuk menjaga rahasia, Channie.” Potong Baekhyun karena ia tidak mau semua rahasianya dibongkar begitu saja oleh istri sahabatnya.

Waeyo? Bukankah lebih baik jika Sena mengetahuinya?” jawab Chanyeol merasa tidak suka dengan sindiran yang dilontarkan Baekhyun.

Baekhyun memutarkan matanya merasa tidak ada gunanya menghadari pasangan yang ada di depannya itu. Chanyeol dan Sebyeol memiliki perangai yang sama, jadi percuma saja mendebat mereka. Pikir Baekhyun.

“Berhentilah berdebat seperti anak kecil, Channie, Byunnie…Kalian membuatku sakit kepala saja.”

“Aku hanya membelamu, sayang.”

Aku tidak perlu pembelaanmu itu, Channie.” Chanyeol mengerucutkan bibirnya kesal dengan jawaban istrinya itu. Baekhyun menyeringai ke arah Chanyeol yang selalu kalah jika berhadapan dengan Sebyeol.

“Bagaimana kabar kandunganmu?” tanya Baekhyun mengalihkan pembicaraan. Wajah kesal Sebyeol dan Chanyeol langsung berubah menjadi cerah dalam seketika. Chanyeol menyentuh perut telanjang Sebyeol dan mengecupnya sayang.

“Dia baik-baik saja.” Jawab Sebyeol tersenyum lebar.

“Kau sedang mengandung?” sambung Sena dengan mata berbinarnya.

Sebyeol mengalihkan perhatiannya untuk menatap Sena secara langsung. “Hm, baru tiga bulan.”

“Berarti nanti kita bisa membeli peralatan bayi bersama-sama.” Ucap Sena tidak bisa menyembunyikan perasaannya, karena ada satu lagi ibu hamil yang bisa diajaknya berkeluh kesah tentang kehamilannya ini.

Sebyeol membulatkan matanya menyadari apa yang dimaksud oleh Sena. “Kau juga sedang hamil?” tanyanya. Sena menganggukkan kepalanya membuat Sebyeol langsung berhambur untuk memeluk Sena. “Ah…syukurlah. Akhirnya aku menemukan seseorang yang bernasib sama denganku.” Sena membalas pelukan Sebyeol dan menyetujui setiap ucapan yang dikeluarkan oleh wanita tersebut. sedangkan Chanyeol menatap menyelidik ke arah Baekhyun saat mendengar kabar gembira tersebut. Baekhyun membalasnya dengan seringaian yang membuat Chanyeol kesal sendiri.

“Cerita pada para pria tidak ada gunanya. Mereka selalu beranggapan bahwa semua yang kita ceritakan itu terlalu berlebihan. Dasar makhluk paling menyebalkan.” Keluh Sebyeol membuat Sena tersenyum geli.

“Kau benar. Mereka memang menyebalkan.”

“Berapa usianya?”

“Empat bulan.”

“Dan kalian baru akan menikah?”

Sena meringis mendengar pertanyaan Sebyeol yang seakan memarahinya, tapi memang ia dan Baekhyun pantas untuk dimarahi karena mereka melakukan hubungan itu diluar ikatan pernikahan. Setelah mengatakan hal itu Sebyeol menatap tajam ke arah Baekhyun yang hanya mengangkat bahunya tak acuh sambil memalingkan wajahnya agar tidak bersitatap dengan istri sahabatnya itu.

“Sepertinya kalian harus membereskan kekacauan yang akan terjadi sebentar lagi.” Ucap Baekhyun saat ia melihat seorang anak kecil sedang berjalan ke arah mereka sambil mengucek-ngucek matanya karena menangis. Sena, Sebyeol, dan Chanyeol pun segera mengikuti arah pandang Baekhyun. Dan benar apa yang dikatakan Baekhyun, karena tidak lama kemudian anak kecil tersebut menangis dengan kencangnya membuat Sebyeol dan Chanyeol pun segera berdiri untuk menghampirinya.

EOOMMAAA…..” teriaknya membuat semua orang yang ada di pesta tersebut terdiam seketika. Bahkan musik yang sedang dimainkan dj pun terpaksa dihentikan untuk beberapa saat.

“Jackson…” panggil Chanyeol dan Sebyeol bersamaan. Anak kecil yang merasa dipanggil namanya pun segera menghentikan tangisannya untuk melihat siapa yang memanggilnya. Sebyeol melambaikan tangannya agar putranya itu segera menghampirinya. Jackson langsung berlari ke arah Sebyeol yang sudah merentangkan tangannya, bersiap untuk menerima pelukan dari putra kecilnya.

Eomma…”

“Kenapa kau terbangun, hm?” tanya Sebyeol saat Jackson sudah berada di pelukannya.

“Karena eomma tidak ada di sampingku.

Kalau begitu maafkan, eomma. Sekarang kita kembali ke kamar, oke?” Jackson menganggukkan kepalanya, lalu Sebyeol menggendongnya. Sebelum ia berjalan lebih jauh, ia berbalik lagi untuk menatap Baekhyun dan Sena yang masih duduk diam memperhatikannya. “Sepertinya aku tidak bisa menemani kalian lebih lama di pesta ini. Terlalu buruk untuk Jackson yang masih kecil. Tapi nanti malam, kita akan mengobrol lagi.”

Baru saja Sebyeol melangkah 3 langkah, ia langsung menghentikan langkah kakinya karena merasa ada yang tertinggal. Dan saat ia menolehkan wajahnya ke belakang, ia dapat melihat Chanyeol masih berdiri di tempatnya semula tanpa mengikutinya sedikit pun. Sebyeol menatap tajam ke arah Chanyeol, membuat pria tinggi itu merasakan sesuatu yang mengerikan akan terjadi beberapa saat lagi. Dan firasatnya tidaklah salah, karena Sebyeol menggeram marah ke arahnya. “Apa yang kau lakukan dengan berdiri di sana, sayangku?”

Chanyeol yang mendengar nada suara yang lembut tapi wajah Sebyeol yang menatapnya tajam langsung tersadar seketika. “Tidak ada, sayang.” Jawabnya sambil bergegas untuk menghampiri Sebyeol dan Jackson. Sebyeol tersenyum senang karena Chanyeol mengikutinya, menatap sekilas ke arah Sena yang masih terdiam lalu tersenyum.

Di sisi lain, Sena yang terus mengamati keluarga kecil itu merasa seperti hatinya tertusuk sebuah panah yang sangat tajam dan beracun. Hatinya sangat sakit karena ia kembali mengingat saat-saat di mana ia menjadi seorang ibu dari seorang anak yang baru berusia tiga tahun. Ia ingat bagaimana Jaehyun memeluknya, mengecup pipinya, merengek padanya, marah padanya, manja padanya. Ia ingat semua itu dan itu membuat Sena sangat sedih. Sedih karena ia juga ingat di saat-saat tersulit yang pernah ia jalani bersama Jaehyun. Sedih saat ia kehilangan Jaehyun di dalam pelukannya.

Tanpa sadar Sena menitikan air matanya saat ingatan itu kembali menyeruak ke dalam kepalanya. Seperti sebuah kereta cepat yang menghantamnya tanpa bisa menahannya sedikit pun. Baekhyun yang duduk di samping, merasakan perubahan sikap Sena selama beberapa menit terakhir ini. Betapa terkejutnya Baekhyun saat melihat Sena sedang menitik air matanya dengan pandangan mata menatap ke depan. Pandangan mata kosong yang tidak pernah dilihat Baekhyun sebelumnya.

Baekhyun menghapus air mata Sena dengan ibu jarinya. Ia tidak tahan melihat wanitanya begitu bersedih, dan ia tahu apa yang menyebabkannya. Sena sedikit terlonjak saat tangan hangat Baekhyun menghapus air matanya. Ia kembali tersadar dari lamunannya, lalu menoleh ke arah Baekhyun. Hatinya kembali teriris karena wajah Baekhyun sama dengan wajah putranya.

Baekhyun tersenyum hangat ke arah Sena. “Gwaenchana.” Ucap Baekhyun lembut menenangkan Sena. ia membawa Sena ke dalam pelukannya. Menyembunyikan wajah Sena yang sedang menangis di tengah-tengah pesta. Sena terisak di dada Baekhyun, dan membalas pelukan pria itu.

Sebuah keributan kecil dari dalam rumah membuat Baekhyun mengalihkan pandangannya. Setelah menunggu beberapa saat, sumber dari keributan itu akhirnya muncul juga. Baekhyun mengerutkan keningnya melihat hal itu. Ia merasa tidak pernah mengundang wanita itu untuk hadir di pernikahannya. Wanita yang begitu dibencinya. Shannon William.

Shannon tersenyum penuh kemenangan saat ia menyadari Baekhyun sedang memperhatikannya. Keributan yang sedikit ditimbulkannya berhasil mengalihkan perhatian Baekhyun. Dengan angkuhnya Shannon berjalan semakin memasuki halaman belakang villa tersebut. ia tidak hanya sendirian. Di samping kanan kirinya berjalan dua wanita yang tidak kalah cantik dari dirinya. Jeon Somi dan Kim Yeri.

Dua orang sahabat Shannon itu adalah seorang model ternama, jadi tidak heran jika kedatangan mereka membuat beberapa pria yang ada di sana bersorak gembira. Shannon dan kedua sahabatnya berjalan ke arah tempat duduk yang jaraknya tidak jauh dari tempat duduk Baekhyun. Awalnya Shannon tersenyum menggoda ke arah Baekhyun, tapi setelah menyadari ada seseorang di dalam pelukan Baekhyun, senyuman Shannon pun hilang sudah. Ia menatap kesal ke arah Sena yang tidak sadar sedang ditatap seperti itu oleh orang lain.

Shannon buru-buru menguasai dirinya kembali. ia kembali menatap menutup sensual ke arah Baekhyun. Dengan gerakan menggoda, ia membuka jubah mandi yang digunakannya. Seketika suasana semakin ramai saat melihat hal tersebut. Para pria yang melihat tubuh indah Shannon dan kedua sahabatnya berebut menginginkan untuk menjadi salah satu pasangan dari ketiga wanita cantik tersebut.

Sena yang menyadari ada sedikit keributan di sekitarnya itu segera melepaskan pelukan Baekhyun, tapi Baekhyun tetap menahannya agar posisi mereka tetap seperti itu. namun bukan Sena jika ia tidak keras kepala, sehingga dengan kekuatan yang dimilikinya, ia mendorong tubuh Baekhyun agar sedikit menjauh darinya. Ia menatap ke arah Baekhyun saat pelukan mereka sudah terlepas. Lalu ia menolehkan wajahnya ke depan.

Sena membulatkan matanya melihat seseorang yang sedang di kelilingi pria-pria berdiri tidak jauh darinya. Sena menatap kesal ke arahnya, karena ia tahu, tujuan dari datangnya wanita itu ke acara ini tidak lain hanya untuk menggoda Baekhyun. Hal itu terlihat jelas karena tatapan matanya tidak pernah lepas dari pria yang sedang duduk di sampingnya ini. Kekesalan Sena bertambah saat ia menyadari pakaian apa yang dipakai wanita tersebut.

Sebuah bikini warna merah menggoda yang hanya menutupi tubuh intinya saja. Rambut panjangnya ia biarkan tergerai begitu saja, dan Sena sadar, siapa pun yang melihatnya akan terpesona oleh wanita itu. Sialan. Umpat Sena dalam hati. Ia lalu menatap pakaiannya yang sedang dikenakannya. Bibir Sena otomatis mengerucut melihat pakaian yang sedang digunakannya saat ini. Tidak ada kesan seksi sama sekali.

Baekhyun yang tidak terpengaruh sama sekali dengan penampilan Shannon, karena ia lebih suka mengamati perubahan wajah Sena segera mendekatkan wajahnya ke telinga Sena. “Kau terlihat jauh lebih seksi dan mempesona daripada wanita yang ada di depan sana.” Bisik Baekhyun yang diakhiri dengan mengecup bibir Sena sekilas. Sena yang belum sadar dari rasa keterkejutannya itu segera ditarik Baekhyun untuk berdiri. “Di sini sangat membosankan. Sebaiknya kita pergi saja. Kajja.” Ucap Baekhyun sambil menggenggam tangan Sena untuk pergi dari tempat terkutuk itu.

Shannon yang melihat kepergian Baekhyun hanya bisa menggeram marah. Rencananya kembali gagal. Dan ia tidak suka itu. Baekhyun kembali mengabaikannya. Shannon bertekad, ia akan membuat Baekhyun berpaling padanya. Bagaimana pun caranya.

Di tempat lain, Baekhyun dan Sena sedang berjalan menuruni bukit untuk mencapai ke sebuah pantai yang terdapat di bawah villa Baekhyun. Deburan ombak dan hamparan pasir putih membuat Sena tersenyum seketika. Melupakan sejenak perasaan sedih dan terlukanya. Sena langsung berlari begitu ia menginjak pasir pantai itu.

Baekhyun yang melihat Sena kembali tersenyum,  mau tidak mau ia pun ikut tersenyum. Ia membiarkan Sena berlari ke sana ke mari. Melihat tawa Sena saat sedang berlari dikejar ombak merupakan kebahagian tersendiri bagi Baekhyun. Sungguh damai. Batin Baekhyun. Saat Sena sedang asyik bermain sendiri, Baekhyun mengendap-ngendap berjalan ke belakang tubuh Sena.

Sebelum Sena menyadari keberadaannya, Baekhyun langsung menggendong Sena, membuat wanitanya itu menjerit senang karena perlakuan Baekhyun tersebut. Ia membawa Sena membelah ombak dan berjalan sedikit ke arah tengah. Menyadari apa yang akan dilakukan Baekhyun selanjutnya, Sena mengeratkan pegangannya pada leher Baekhyun. Tapi Baekhyun tidak menyerah begitu saja, karena ia tetap melemparkan Sena ke dalam lautan.

Karena tidak mau terjatuh sendiri, Sena pun berhasil membawa Baekhyun jatuh bersamanya. Alhasil, Baekhyun ikut terjatuh karena perbuatannya sendiri. Sena dan Baekhyun langsung muncul kepermukaan beberapa saat kemudian. Keduanya terbatu-batuk karena ada air laut yang masuk ke dalam rongga pernapasan mereka.

Setelah agak mereda, Sena menatap kesal ke arah Baekhyun yang sedang berdiri tidak jauh di depannya dengan wajah menggodanya. Sena memercikkan air laut ke arah Baekhyun, tapi hal itu justru membuat tawa Baekhyun pecah.

“Kau membuatku basah kuyup.” Protes Sena di tengah tawa Baekhyun yang tidak kunjung reda.

Baekhyun menghentikan tawanya untuk menatap Sena, lalu mengamati dengan intens wanitanya itu. Sebuah seringaian yang Baekhyun tunjukkan membuat jantung Sena bergedup dengan kencangnya, karena ia tahu arti dari senyuman tersebut. Hanya beberapa detik saja, Baekhyun sudah berdiri tepat di depan Sena. Baekhyun mengangkat pinggang Sena, dan membuatnya harus mengaitkan kaki jenjangnya ke tubuh Baekhyun agar tidak terjatuh. Posisi Sena yang lebih tinggi dari Baekhyun membuatnya dapat menatap pria tersebut dengan lebih leluasa.

“Kau jauh lebih seksi saat sedang basah kuyup seperti ini.” Ucap Baekhyun dengan nada seraknya. “Aku tidak sabar untuk datangnya esok hari, Nyonya Byun.” Tambahnya sebelum ia dan Sena berciuman mesra di tengah air laut yang mengelilingnya. Mengecap setiap sudut mulut Sena yang tidak pernah membuatnya bosan. Bahkan semakin lama semakin membuat ia begitu tergila-gila akan wanitanya itu.

Tidak jauh beda dengan Baekhyun, Sena merasa sangat bahagia karena Baekhyun memanggilnya dengan sebutan itu, dan ia pun tidak sabar menunggu dapatnya esok hari. Hari di mana ia akan secara resmi menyandang status itu. Status yang akan merubah segalanya. Byun Sena.

 

 

***

 

 

“Bisakah kau hentikan dulu mobilnya, hyung?” tanya Sehun pada Kyungsoo yang sedang mengemudikan mobil yang mereka tumpangi.

Waeyo?”

“Sudah lebih dari tiga jam kita berkeliling tanpa mendapatkan apa-apa. Bukankah lebih baik kita istirahat sebentar?”

Kyungsoo menyetujui perkataan Sehun. Lalu ia menghentikan mobil tersebut di pinggiran jalan raya. Tanpa menunggu Kyungsoo keluar lebih dulu, Sehun langsung membuka pintu mobil yang ada di sebelahnya. Hal pertama yang menyambutnya adalah betapa segarnya udara pantai yang menerpa wajahnya. Ia meregangkan otot di tubuhnya yang terasa pegal karena mereka tidak pernah berhenti untuk istirahat sejenak saja.

“Kau mau turun sebentar ke pantai itu? Cuaca hari ini cukup cerah, dan sebentar lagi matahari akan tenggelam.” Ucap Kyungsoo setelah ia berdiri di samping Sehun.

“Kau benar. Tidak ada salahnya menimati matahari tenggelam sebentar saja.” Jawab Sehun sambil berjalan ke arah anak tangga yang tidak jauh darinya.

Sehun dan Kyungsoo pun menuruni setiap anak tangga tersebut. Rasa penat yang mereka rasakan sebelumnya hilang sudah saat melihat pemandangan di depannya. Sehun dan Kyungsoo hanya berjalan-jalan santai tanpa mengatakan apapun. Sehun suka bekerja dengan Kyungsoo, karena sunbaenya yang satu ini tidak banyak berbicara tapi ia mampu mengerti apa yang dimaksud oleh Sehun, tidak seperti Jongdae, sunbaenya yang sangat berisik karena itulah Sehun tidak menyukainya.

Setelah berjalan tanpa tentu arah, Sehun dan Kyungsoo pun duduk di hamparan pasir itu. Menunggu detik demi detik menjelang matahari terbenam. Sehun mengedarkan pandangannya ke sekeliling pantai itu. Pantainya sangat indah, namun sayangnya sangat sepi. Tidak banyak pengunjung yang berada di sana. Sehun beranggapan jika pantai tersebut milik pribadi, melihat minimnya pengunjung.

Sehun mengerutkan keningnya saat ia tanpa sengaja melihat sepasang kekasih sedang bercumbu mesra di tengah lautan. Walaupun Sehun tidak bisa melihat wajah mereka karena jarak yang cukup jauh, entah kenapa Sehun merasa tidak suka melihat pemandangan tersebut. Perasaan kesal menyelungi hatinya, dan ia tidak tahu kenapa.

Walaupun kesal, pandangan mata Sehun selalu kembali lagi ke arah pasangan tersebut. Sekuat apapun ia mengalihkan pandangannya, pada akhirnya ia kembali menatap ke arah itu. Karena sudah tidak tahan, Sehun pun segera berdiri dari tempat duduknya, lalu beranjak dari sana. Kyungsoo menatap heran ke arah Sehun yang melangkah mendekati tempat di mana ia memarkirkan mobilnya.

YA!! Kau mau kemana?” teriak Kyungsoo kesal sambil mengikuti langkah kaki Sehun dari belakang.

“Kembali ke mobil.” Jawab Sehun tak acuh.

“Tapi sunsetnya belum dimulai.”

“Aku tidak peduli lagi dengan sunset bodoh itu.”

YAA!!”

“Kalau hyung mau melihatnya, lihat saja sendiri. Aku tidak berminat.”

Aiisshh, bocah itu!!” umpat Kyungsoo dengan perubahan sikap Sehun yang menurutnya aneh, tapi tetap mengikuti Sehun untuk kembali ke mobil mereka.

 

***

 

“Bagaimana rencana untuk besok?”

“Semuanya sudah tersusun rapi.”

“Bagus. Pastikan rencana besok tidak gagal, karena aku tidak mau acara tersebut berjalan dengan lancar.”

Iye. Algeuseumnida.”

“Satu hal lagi, jangan sampai Baekhyun menangkap kalian karena ia akan membunuh kalian saat itu juga.”

Iye. Kami akan berhati-hati.”

 

~ tbc ~

 

Maafkan aku yang tidak tepat waktu post chapter ini. Terlalu terbuai dengan waktu luang. /hahaha/

Aku tidak tahu mau ngomong apa, jadi untuk sekian dan terima kasih.

Jangan lupa komen ya, biar aku cepet updatenya…

See you next time

Bye-bye :-*

Regards, Azalea

 

52 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] MY LADY (CHAPTER 21)”

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s