[EXOFFI FREELANCE] Memory (Chapter 2)

Memory

 

Title : Memory Chapter 2

Author : @kimjaehw

Leght : Chaptered

Genre : Marriage life, Sad?, Romance?

Rating : PG-15

Main Cast : Oh Sehun (EXO), Kim Hyejin (OC)

Adittional Cast : [find by yourself]

Summary : Aku layaknya mawar itu yg semakin kau genggam semakin melukai dirimu

Authors note : Don’t Bash klo ga suka ga usah baca !!

dan buat readers jadilah readers yg baik yg selalu meninggalkan jejak dikomentar [hargai author yeth😘]

satu lagi DON’T BE A PLAGIATOR !!

Β 

Β°

Β°

Β°

Β°

Sudah terhitung 3 minggu pernikahan kami berjalan dan nyatanya hubungan kami masih saja terasa beku. sehun bekali-kali mencoba dekat dengan ku tapi aku masih belum bisa menanggapinya dan setelah kejadian buruk alat pel itu sehun tidak pernah menyinggung perihal itu lagi dan sepertinya dia benar-benar membuang alat pel itu karena aku sudah tidak mendapatinya di dalam rumah

“tidak baik melamun di pagi hari” suara sehun yg ada dibelakang tubuh ku membuat ku menoleh. “kau tidak bekerja?” tanya ku karena sekarang sehun tengah memakai celana trining dan kaos santai padahal sudah jam 7

“aku berangkat jam 8 jadi aku masih punya waktu untuk lari pagi, kau mau ikut?” tawarnya. aku menggeleng “tidak usah lebih baik aku dirumah”

sehun mendekat padaku dan menarik tangan ku “ikutlah, udara pagi sangat baik untuk kesehatan bukankah di dalam rumah sangat membosankan?”. “ak-u- biarkan saja aku dirumah” ucap ku sembari memaksa lengan ku lepas dari cekalan sehun. “kenapa?”

“a-ku takut, jadi maaf aku tidak bisa menemani mu lari pagi” jawabku dan segera berlalu ke kamar. “apa yg kau takutkan? ada aku yg menjaga mu” kata sehun. aku masih saja berjalan ke kamar tak menjawab sehun “aku akan menyiapkan pakaian mu” ucap ku mengganti pembicaraan.

kudengar suara pintu rumah yg dibuka dan ditutup menandakan sehun sudah keluar rumah. aku menghela nafas berat lagi-lagi aku mengelak ajakan sehun “maaf sehun” lirih ku. faktanya aku memang takut keluar rumah itulah kenapa aku membeli bahan makanan atau apapun memakai jasa pesan antar

ku geletak kan di kasur satu kemeja yg ku pilih dengan jas nya. sudah menjadi kegiatan baru ku tiap pagi menyiapkan pakaian sehun ke kantor dan aku juga mulai terbiasa dengan kecupan ringan sehun di dahiku sebelum dia pergi ke kantor

sehun juga selalu memakai baju pilihan ku dia tidak pernah protes ataupun menolak dan itu tentu saja membuat ku sedikit lebih berguna menjadi istrinya karena selama ini aku sering membuatnya kecewa dengan menghindarinya

aku beringsut ke dapur menyiapkan sarapan untuknya yg sudah ku masak sedari jam 6 tadi

“aku pulang” suara sehun mengisi telinga ku. “sudah selsai? cepat sekali” ujar ku. sehun menarik kursi dan mendudukkan tubuhnya “iya aku hanya berlari sebentar, aku lelah” ucapnya dengan nafas yg memburu

aku menuangkan segelas air dan menyodorkannya pada sehun “minumlah”. dia tersenyum “terima kasih”

~

“eonni aku harus bagaimana? aku tidak bisa terus menerus menyakiti sehun” aku menatap penuh wanita cantik didepan ku. “ini bisa menjadi alat bantu mu hyejin kau hanya perlu membiasakan diri dengannya” jawabnya

“aku sudah mencoba memaksanya tapi aku tidak bisa eonni dan jangan katakan sehun alat bantu dia manusia eonni dia memiliki perasaan yg setiap harinya tersakiti olehku” cerocos ku. “lalu apa sekarang yg ingin kau lakukan?” tanyanya.

“aku juga tidak tau, mungkin memberitahu semuanya” jawabku sendu. seohyun eonni menggenggam tangan ku “kau yakin akan melakukannya?”

aku meragu “entahlah”.

“hyejin, pikirkan orang tua mu dan mertua mu bagaimana perasaan mereka jika sampai pernikahan kalian yg masih hangat tiba-tiba berakhir begitu saja” tuturnya yg membuat ku tergugu. “lalu aku harus bagaimana? aku tidak bisa menyakiti sehun lagi” ujar ku

seohyun eonni tersenyum “kau harus mencoba menikmati peran mu sebagai istri, tidak usah dipaksakan cukup jalani saja dan jika sehun mendekat cobalah relax, kau harus bisa berusaha melawan rasa takut mu”

“aku akan mencobanya”

“aku pulang” suara sehun tiba-tiba terdengar aku melirik jam yg masih pukul 3 sore “eoh ada tamu?” sehun sedikit terkejut mendapati seohyun eonni yg duduk di ruang tamu bersama ku. “dia seohyun eonni, teman ku” ucap ku mengenal kannya pada sehun

“annyeong sehun-shi kau suami hyejin kan?”

“ne”

aku melirik tas kecil yg dibawa sehun “apa yg kau bawa?” tanya ku penasaran. sehun melihat ku dan tertawa kecil “hadiah untuk mu” ujarnya menyerahkan tas itu pada ku. aku membukanya dan senang seketika meski senyum tak ku tampakkan tapi mata ku tak dapat berbohong jika berbinar “anak anjing, dia lucu”

“kau suka?” tanya sehun. aku mengangguk

“eoh sepertinya setelah ini aku ada jam praktek dirumah sakit, aku pergi dulu ne” pamit seohyun eonni. “kau seorang dokter?” tanya sehun.

“iya, aku dokter yg menangani kejiwaan, sudah ya aku permisi” seohyun eonni berlalu pergi. “hati-hati dijalan eonni” ucap ku padanya. “iya” sahutnya

“kau tidak bilang jika memiliki teman?” tanya sehun setelah kepulangan seohyun eonni aku meletakkan anak anjing yg dibawa sehun di sofa “teman ku hanya dia”

“benarkah? sepertinya dia sudah tua?” tanya sehun lagi. “memang, dia sudah berumur 30-an sepertinya” balas ku

“eoh terima kasih untuk hadiah ini sehun-shi” sambungku menunjuk anak anjing itu. “aku akan menerima terima kasih mu jika kau mau melakukan sesuatu untuk ku” sehun tersenyum melihat ku yg mengernyit bingung “apa?”

“panggil aku oppa” katanya dengan satu mata yg berkedip. “ne?” aku sedikit terkejut. “bukan ne tapi oppa” sahutnya.

“baiklah oppa” ucap ku akhirnya membuat nyengirnya semakin lebar. “sekarang kau harus selalu memanggilku oppa” ucapnya sebelum berlalu ke kamar. aku geleng-geleng melihat kelakuannya

kau selalu penuh kejutan sehun

“eoh hyejin-ah berpose lah dengan anak anjing itu aku akan memotret mu” suara sehun kembali mengudara dia sudah berganti pakaian santai dan membawa sebuah kamera. “aku tidak mau” jawab ku membuatnya memajukan bibirnya “ayolah 1 foto saja agar aku bisa memandanginya saat dikantor” gumamnya

baru saja aku akan menolak lagi tapi urung karena disela perkataan sehun “anggaplah ini tanda terima kasih mu pada ku” satu alis sehun terangkat

aku ingat jika sesekali aku harus mencoba menanggapi ataupun membalas kebaikan sehun “baiklah”. sehun tersenyum puas “aku akan mencoba kamera dulu pada anjing lucu ini” sehun mengarahkan kameranya pada anak anjing itu

“cekrek” jepretan kamera sehun membuat ku tersentak. kepala ku tiba-tiba saja pusing tubuhku merinding keringat dingin mulai menghiasi dahi ku tangan ku gemetar takut

“ayo kita mulai fotonya” kata sehun yg mengarahkan kamera nya pada ku. “tu-nggu oppa bisakah kau tidak memakai lampu flash kamera?” tanya ku. sehun mengernyit “memangnya kenapa?”

“aku tidak menyukainya”. sehun mengangguk dan mematikan lampu flash kameranya “hyejin kau tidak apa-apa? wajah mu pucat” ujar sehun yg menatap ku. “aku tidak apa-apa hanya sedikit pusing” aku memijit pelan kepala ku. “jika begitu kita tidak perlu mengambil foto sekarang, nanti saja jika keadaan mu sudah baik” sehun memasukkan kamera nya kembali ke dalam tempatnya.

“sekarang istirahatlah” sehun menawarkan tangannya untuk membantu ku berjalan tapi aku tidak menerima itu dan memilih berjalan sendiri

~

aku memperhatikan sehun yg berkutat dengan laptopnya di sofa sudut kamar sudah pukul 10 tapi sehun belum juga beristirahat “apa kau tidak bosan menatap benda itu?” tanya ku. sehun menoleh pada ku “tentu saja bosan tapi ini tanggung jawab pekerjaan”

aku manggut-manggut dan merebahkan tubuh ku dikasur. “tapi sekarang aku memiliki hiburan lain jika bosan menatap laptop” lanjut sehun membuat ku kembali menatapnya. “kau adalah hiburan ku, setiap aku memandang mu aku kembali bersemangat” akuinya dengan senyum khasnya membuat ku tak percaya

tak kubalas pernyataan sehun aku malah berbalik memunggunginya mencoba memejamkan mata “kau selalu terburu-buru sehun dan itu membuat ku semakin sulit” batin ku

ku rasakan udara panas menyesakkan dada ku aku tidak bisa melihat apapun semuanya gelap “tolong aku” teriak ku sekencangnya “tolong, aku takut”. tiba-tiba mulut ku dibekap seseorang dari belakang tangan ku dililit tali dan tubuh ku diseret paksa aku berusaha meronta agar terlepas “ehmm”

“diam!” bentak orang itu membuat ku semakin takut “ehm” terus saja aku berusaha bersuara berharap seseorang menolong ku. air mata ku melucur bebas, tubuh ku terasa kebas “tuhan tolong aku” harap ku dalam hati. tubuh ku didorong hingga jatuh tersungkur dan membuat kain yg menyumpal mulut ku terlepas “k-au?” rasa gugup kian menjadi setelah melihat orang yg membekap ku

“jangan” mohon ku parau. dia semakin mendekati ku “jangan aku mohon”. aku mencoba berdiri dengan sisa tenaga ku dan mencoba lari darinya “akh” jerit ku kecil saat tubuh ku limbung terjatuh

dia semakin dekat dengan tubuh ku dan aku sudah tidak mampu berlari lagi “jangan” cicit ku lemah dan selanjutnya kurasakan tubuh ku bagian belakang dihantam sesuatu yg menyakitkan “akkkhhh” pekik ku merasakan nyeri yg luar biasa. “tolong aku” suara ku kian parau

“hyejin-ah, hyejin-ah” sayup-sayup aku dengar suara sehun. kurasakan tubuh ku bebas terlepas dan mendadak mataku terasa ringan terbuka “opp-a” panggil ku lemah pada sehun yg duduk disamping ku dengan raut khawatir. “kau baik-baik saja? kau mimpi buruk? akan ku ambilkan minum” ku cekal lengan sehun memberhentikan langkahnya yg akan keluar kamar

dia menatap ku “tidak perlu kau disini saja, aku takut sendiri” ungkap ku membuatnya kembali duduk disisi ku. ku atur nafas ku yg masih belum stabil jantung ku pun belum bisa berirama tenang. mimpi buruk itu datang lagi mimpi yg selalu membuat ku ingin membunuh diri ku sendiri

“sehun oppa” panggil ku pada sehun yg berbaring disamping ku dengan mata tertutup “hm?” gumamnya menyahut. aku meliriknya “tidurlah menghadapku dan jangan tidur sebelum aku tidur” ucapanku membuatnya membuka mata dan berganti posisi menatap ku “sekarang tidurlah” pinta nya tersenyum hangat

aku masih belum bisa menidurkan mata ku kembali bayang-bayang mimpi gelap itu membuat ku takut ku lihat sehun yg terlelap “oppa” panggil ku membuatnya terusik. “hm?”

“jangan tidur sebelum aku”.

“aku tidak tidur” katanya sambil menarik selimut. “kau menutup mata mu” ujar ku. dia membuka matanya “tidak, sekarang pejamkan mata mu dan kembalilah tidur ini sudah pukul 1 pagi” cerocosnya sedikit kesal.

“aku tidak bisa tidur, ya sudah oppa tidur saja jangan pedulikan aku” ucap ku yg tak kalah kesal. “kau marah?” tanyanya menatap ku “marah lah aku suka melihatnya baru kali ini kau menunjukkan emosional mu pada ku bukan hanya datar dan dingin saja” tuturnya tertawa kecil

“aku tidak marah” elak ku. sehun cemberut “sikap dingin mu kembali lagi jika begitu ku tinggal tidur saja” sehun berbalik memunggungi ku. “oppa” aku sedikit berteriak karena tak ada pergerakan pada sehun “jangan meninggalkanku tidur” gumam ku

kuberanikan diri mendekat padanya dan mengguncang tubuhnya “opp-“

~chu

aku mengerjapkan mata ku tubuh ku tiba-tiba saja kaku setelah sehun mengecup singkat bibir ku. sehun memandang ku dengan tersenyum sedangkan aku kembali ke tempat ku dan mencoba me-relaxsasikan tubuh dan jantung ku

“sekarang aku bisa kuat menunggu mu tidur karena rasa kantuk ku sudah benar-benar hilang” ujarnya dengan santai. “kau janji oppa jangan memunggungiku dan tidur sebelum aku” kata ku yg dijawab anggukan sehun “oppa nyanyikan aku agar aku cepat tidur” pinta ku. sehun tersenyum “katakan dengan tulus jangan dengan ekspresi datar seperti itu” balasnya.

aku menghela nafas pelan “oppa nyanyikan aku” aku sedikit menampakkan expresi lembut padanya. “siap nona oh” timpal sehun sebelum melantunkan nyanyiannya

“Stay With me

nae maeumsok gipeun gose

nega saneunji

Stay With me

nae ane sumgyeowassdeon jinsil”

suara sehun mengalun memenuhi telinga ku meski suaranya sedikit fals tapi cukup membuat mata ku memberat. aku menguap dan memejamkan mata ku perlahan

“tidak ada alasan bagi ku untuk tidak mencintaimu, kau pria yg baik sehun” kata batin ku

TBC~~

Iklan

10 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] Memory (Chapter 2)

  1. Bner” penasaran sma traumanya Hyejin,,
    Sehun bneran sayang yaa ama Hyejin, dy jdi murah senyum XD
    siap bca next chap, bneran pnasaran ama rahasianya Hyejin, neexxtttt XD fighting authornim!!!

  2. Hyejin punya trauma???kenapa gk coba terbuka aj sama sehun,mungkin nnti dy bisa ngebantu…kale.sehun so sweet bgt sihhh bikin baper muluuuuu.btw td lagu itu pake lagu sp thorrr lirycs nya bagus meskipun cuma sepotong wkwk.ditnggunextnya mangat thorrrr

  3. AahhhhhhπŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜† romantis deh aduh Sehun tuh suami idaman bngt dah 😍😍
    Penasaran bngt sebenernya hyejin trauma apa sih???
    Ditunggu author next chapter selanjutnya πŸ™‹πŸ™‹πŸ™‹
    Hwaiting… πŸ‘πŸ‘πŸ‘

  4. Hye Jin ini kenapa dia punya trauma massa kecil kah? Pernah di culik sewaktu kecil atau apa? sampe dapat perwatan mental gitu.
    Semangat chapter selanjutnya di tunggu πŸ˜‰ πŸ™‚

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s