[EXOFFI FREELANCE] MY LADY (Chapter 5)

MY LADY - CHAPTER 5

MY LADY

 [ Chapter 5 ]

Title : MY LADY

Author : Azalea

Main Cast :

Byun Baekhyun (EXO), Lee Sena/Kim Jisoo, Oh Sehun (EXO)

Support Cast :

Shannon Williams, Lee Miju (Lovelyz), Kim Kai (EXO), Kim Yura (GD), Park Chanyeol (EXO), Do Kyungsoo (EXO), etc.

Genre : Romance, Sadnes, Adult

Rating : NC-17

Length : Chapter

Disclaimer : Cerita ini murni dari otakku sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan apabila ada ff yang memiliki cerita serupa. Kalaupun ada yang serupa, aku akan berusaha membawakan cerita milikku sendiri ini dengan gaya penulisanku sendiri. Kalian juga bisa membacanya di wattpad. Nama id ku mongmongngi_b, dengan judul cerita MY LADY.

Cerita sebelumnya :  Cast Introduce -> CHAPTER 1 -> CHAPTER 2 -> CHAPTER 3 -> CHAPTER 4

 

 

 

Baekhyun mengambil ancang-ancang sejauh mungkin agar bisa berlari kencang kemudian melompat setinggi-tingginya dengan menggunakan atap mobil sportnya sebagai pijakannya untuk melompat. Baekhyun mengambil nafas dalam untuk kesekian kalinya, mencoba untuk menenangkan dirinya yang tiba-tiba di landa rasa gugup yang tidak beralasan.

Kabur dari sekolah pun tidak membuatnya gugup seperti ini, tapi entah kenapa kali ini rasa sangat berbeda. Apa mungkin dikarenakan tembok yang akan dia lewati adalah tembok dari rumah Sena? Ya, mungkin saja. Untuk terakhir kalinya Baekhyun menghirup nafas dalam sebelum mulai berlari.

Tidak lama kemudian Baekhyun melompat-lompat kecil, lalu di lompatan ke kelima, dia menumpukkan pijakan pada kakinya yang lebih kuat untuk memulai berlari. Baekhyun pun berlari sekencang mungkin dan…

Happ!!

Baekhyun berhasil menjadikan atap mobil kesayangannya itu sebagai pijakan hingga dia tidak merasa kesulitan untuk menaiki tembok pembatas rumah itu dan di sini lah dia sekarang. Berada di dalam area rumah Sena hanya dalam beberapa detik saja.

Baekhyun masih berada di posisi berjongkoknya sambil mengamati keadaan pekarangan rumah yang terlihat sepi. Namun saat matanya menoleh ke arah kiri, matanya langsung membulat sempurna melihat objek yang juga sedang memperhatikannya.

Tubuh Baekhyun menjadi kaku seketika, dan dalam hati dia merutuki kebodohannya untuk kesekian kalinya. Keringat dingin langsung bercucuran dari tubuhnya. Matanya dan objek itu masih saling bersitatap. Perlahan tapi pasti, objek yang sedang ditatap Baekhyun itu menampilkan deretan gigi bertaringnya, membuat Baekhyun lemas seketika.

“Ngg…” geramnya tertahan sambil menatap Baekhyun.

Perlahan Baekhyun melangkahkan kakinya untuk menjauh dari tempat itu. Dan ….

“GGUUKKK!!!” longlongnya begitu kencang hingga membuat Baekhyun berjengkit kaget, Baekhyun langsung berdiri dan lari pontang-panting tak tentu arah.

“AAHH….” teriaknya saat objek yang bersitatapap dengan Baekhyun itu berlari menghampiri Baekhyun dan Baekhyun pun ikut berlari karena merasa takut pada objek itu yang tidak lain adalah seekor anjing jenis alaskan malamute besar berwarna putih.

“GGUUKK!!! GGUUKKK!!!” longlongnya lagi pada Baekhyun.

“AAHH…TTOOLLOONGG!!!” teriak Baekhyun sambil berlari.

Baekhyun berlari sekencang yang dia bisa agar tidak digigit oleh anjing itu. Saat Baekhyun melihat sebuah pohon sakura yang tidak terlalu tinggi, Baekhyun pun langsung memanjatnya. Padahal sebelumnya dia tidak pernah belajar memanjat sekalipun.

“GGUUKKK!!! GGUUKK!! GGUUKKK!!!”

“PERGIIII!!! MENJAUH DARIKUU!!!” teriak Baekhyun begitu frustasi saat anjing itu masih saja berkeliaran di bawah pohon yang Baekhyun panjat.

“GGUUKKK!!! GGUUKK!! GGUUKKK!!!” longlong anjing itu seakan tidak mau menyerah begitu saja pada Baekhyun.

“PERGII SANNAA!!! OKAA-SAANN!!!” teriak Baekhyun lagi membuat gaduh di halaman rumah orang dengan meminta pertolongan pada orang yang tidak ada di tempat itu.

Sena yang mendengar suara ribut-ribut dan teriakan dari halaman rumahnya langsung bangun dari tidurnya. Walaupun kepalanya masih sakit, tapi dia tetap berjalan ke arah balkon kamarnya. Begitu pintu balkon di buka dan menampakkan keadaan halaman rumahnya, matanya langsung membulat sempurna.

“MOLLYY!!” teriaknya pada anjing alaskan malamute putih besarnya yang terus berusaha untuk menggigit Baekhyun yang sedang berada di atas pohon sakuranya. Baekhyun yang mendengar teriakan Sena pada anjingnya, terbesit rasa lega dihatinya karena setidaknya dia sebentar lagi akan bebas dari kejaran anjing besar itu.

OMMOO…” teriak seseorang lagi dari depan pintu utama yang tidak lain adalah ibu Sena saat melihat Baekhyun yang hampir menangis dengan Molly yang terus melonglong padanya.

OMMOO…Molly apa yang kau lakukan?” ucap ibu Sena menghampiri tempat Baekhyun dan Molly berada. Ibu Sena langsung mengambil tali pengekang Molly dan berusaha untuk menenangkannya dengan menjauhkannya dari Baekhyun.

Melihat Molly yang sudah agak tenang, membuat Baekhyun pun turun dari pohon sakura itu. Baekhyun langsung menundukkan badannya pada ibu Sena.

Jeosonghamnida.” Ucap Baekhyun dengan nada yang bergetar tidak berani menatap langsung pada ibu Sena karena dirinya terlalu malu dan takut secara bersamaan. Jika saja Tuhan bisa langsung mengabulkan permintaannya saat ini juga, maka dia akan memilih untuk segera di tenggelamkan ke dalam laut yang sangat dalam saat ini juga. Dirinya terlalu malu akan kejadian yang memalukan ini.

Ibu Sena memperhatikan keadaan Baekhyun yang masih bergetar hebat dan seperti akan menangis. Hingga dia mengurungkan niatan awalnya yang ingin memarahi Baekhyun karena sudah masuk ke rumahnya dengan begitu tidak sopannya.

“Masuklah. Ahjumma pikir kau membutuhkan segelas air untuk menenangkan diri.” Ucapnya begitu ramah dan membuat Baekhyun langsung mendongakkan wajahnya untuk menatap langsung pada ibu Sena.

N-nde. Gomapseumnida.” Ucap Baekhyun masih dengan nada bergetar.

Kajja!!” ajaknya sambil menuntun Molly untuk ikut masuk juga. Baekhyun hanya bisa mengekor di belakang ibu Sena dengan pandangan menunduk. Di sisi lain, Sena yang melihat Baekhyun sudah memasuki rumahnya hanya bisa cemberut.

Mau apa Baekhyun datang ke rumahnya disaat jam sekolah? apakah dia bolos sekolah? lantas kenapa juga Molly mengejarnya seperti maling? Apakah dia masuk dengan cara memanjat tembok rumahnya? Kalau memang benar, berarti sungguh perbuatan konyol yang pernah Baekhyun lakukan. Pikir Sena, saat memikirkan bagaimana bisa Baekhyun ada di rumahnya.

Memikirkan hal-hal itu membuat Sena tidak tenang sama sekali, hingga pada akhirnya dia segera memasuki kamarnya lagi dan berjalan keluar untuk menemui Baekhyun yang sedang bersama ibunya. Sena takut Baekhyun mengatakan hal yang tidak-tidak tentang mereka berdua. Dan sekarang di sinilah Sena berada, di tengah-tengah anak tangga sambil memperhatikan Baekhyun yang berusaha menjauh dari Molly.

“HAATTCCIIHH….” suara bersin Baekhyun terus terdengar berkali-kali saat Molly ada di dekatnya. Baekhyun masih belum menyadari keadaan Sena yang sedang berdiri memperhatikannya, pikiran Baekhyun terlalu kalut dengan adanya seekor anjing di dekatnya.

Gwaenchana?” tanya ibu Sena saat melihat Baekhyun yang tidak berhenti-hentinya bersin.

Gwaen – Haattcciihh – gwaenchana ahjumma.” Ucapnya bohong padahal sebenarnya dia tidak sedang baik-baik saja.

“Tapi sedari tadi kau tidak berhenti bersin. Kau mempunyai alergi?” tanya ibu Sena begitu khawatir.

“Sebenarnya iya. Saya alergi pada anjing – Haattcciihh..” jawab Baekhyun yang diakhiri dengan bersin lagi.

Aigoo, seharusnya kau bilang. Kalau tahu begitu, ahjumma tidak akan membiarkan Molly masuk.” Tegurnya pada Baekhyun karena tidak berucap jujur padanya.

Jeosonghamnida.” Ucap Baekhyun lagi merasa bersalah.

Kemudian ibu Sena menuntun Molly untuk keluar dari rumahnya, takut alergi yang diderita Baekhyun semakin parah.

“Sudah baikan?” tanyanya lagi saat kembali bergabung dengan Baekhyun di sofa yang berada di ruang keluarga.

N-nde.” Jawab Baekhyun sambil menundukkan kepalanya.

Ibu Sena tersenyum senang saat mendengar Baekhyun sudah mendingan. Lalu mereka diam, tidak mengucapkan apapun. Baekhyun yang terus berperang dalam pikirannya, dan ibu Sena yang terus memperhatikan penampilan Baekhyun. Sedangkan Sena, diam-diam dia memperhatikan apa yang akan dilakukan ibunya pada Baekhyun.

“Kau temannya Sena? Siapa namamu?” tanya ibu Sena sedikit menyelidiki siapa Baekhyun. Karena Baekhyun menggunakan seragam yang sama dengan Sena, maka dari itu ibu Sena memperkirakan jika Baekhyun adalah teman Sena.

Nde. Nama saya Byun Baekhyun, teman sekelas Sena.” Jawab Baekhyun gugup. Tidak biasanya Baekhyun gugup seperti ini. Bertemu dengan para penjahat kelas kakap saja tidak membuat dia gugup seperti saat bertemu dengan ibu Sena. Sena yang ada di tangga pun menajamkan pendengarannya saat dirasa ibunya mulai mengorek informasi dari Baekhyun tentang dirinya.

“Bagaimana sikap Sena saat bersama teman-temannya?” tanyanya lagi membuat Baekhyun menegakkan wajahnya untuk menatap ibu Sena langsung. Pikiran Baekhyun langsung menerawang ke saat-saat di mana Sena sedang berada di dalam kelas.

“Dia baik. Hanya saja, Sena jarang bergaul dengan teman-teman yang lain. Orang yang dekat dengan Sena bisa dihitung dengan jari.” Jawab Baekhyun jujur. Sena memang tipe gadis yang kurang bersosialisasi, setahu Baekhyun, Sena lebih sering menghabiskan waktunya di perpustakaan ataupun di ruang latihan klub memanah.

“Begitu rupanya. Anak itu memang sulit bersosialisasi sejak kecil.” Balas ibu Sena sedikit sedih saat tahu anak pertamanya masih sulit bersosialisasi. Sena yang mendengar penuturan Baekhyun tentang dirinya hanya bisa mengerutkan kening tanda tidak mengerti, ‘kenapa Baekhyun bisa tahu tentang dirinya?’ tanyanya dalam hati.

Ahjumma harap, kau mau menjadi teman Sena, agar dia tidak terlalu kesepian saat di sekolah.” ucapnya yang langsung membuat wajah Baekhyun tersenyum bahagia. Lampu hijau sudah menyala. Ucapnya dalam hati.

Nde. Senang bisa berteman dengan Sena.” Ucap Baekhyun begitu bahagia, melupakan rasa malunya.

“Tapi ada satu hal yang membuat ahjumma penasaran. Apakah kau pacarnya Sena?” tanya ibu Sena pada Baekhyun.

N-nde?” ucap Baekhyun hampir tersedak oleh minumannya sendiri. Sena yang mendengar itu pun langsung membulatkan matanya, tidak percaya akan pertanyaan yang diutarakan oleh ibunya pada Baekhyun.

“Kalau kau bukan pacarnya, kenapa kau jauh-jauh datang ke sini untuk menjenguk Sena di saat jam sekolah masih berlangsung?” tanya ibu Sena begitu memojokkan Baekhyun.

“E – itu…” ucap Baekhyun menggantung, dia tidak tahu harus menjawab apa. Dikatakan pacar, memang dia bukan pacar Sena. Lalu dia harus menjawab apa? Tanyanya dalam hati. Kemudian Baekhyun terdiam beberapa menit, memikirkan jawaban apa yang pantas untuk menjawab pertanyaan ibu Sena itu.

“Saya khawatir dengan keadaan Sena.” Ucap Baekhyun pada akhirnya.

“Kau bisa menjenguknya sepulang sekolah, Sena tidak akan ke mana-mana.” Ucap ibu Sena mencoba untuk menasehati Baekhyun yang bolos sekolah.

N-nde.” Jawab Baekhyun lesu.

“Kau benar-benar bukan pacarnya Sena?” tanya ibu Sena lagi mencoba memastikan apa yang menjadi perkiraannya. Sena yang mendengar ibunya kembali bertanya seperti itu pada Baekhyun membuat jantungnya kembali berdetak kencang. Tanpa sadar dia menggigit bibir bawahnya, menunggu jawaban apa yang akan diutarakan Baekhyun pada ibunya.

“I-itu…” ucap Baekhyun kembali menggantung, kembali memikirkan jawaban yang tepat.

“Ya, saya pacarnya.” Ucapnya mantap.

“Bukan!” sergah Sena berbarengan dengan ucapan terakhir Baekhyun. “Dia bukan pacarku, eomma. Hanya teman sekelas.” Jelas Sena mencoba untuk meluruskan perkataan Baekhyun pada ibunya.

Baekhyun dan ibu Sena yang berada di ruang keluarga segera mengalihkan pandangannya pada Sena yang berada di atas tangga. Baekhyun yang melihat Sena ada di sana, langsung tersenyum senang karena tujuannya untuk bertemu Sena secara langsung akhirnya terwujud. Sedangkan Sena sendiri hanya bisa memandang Baekhyun dengan tatapan kesalnya, karena berani-beraninya dia berbohong pada ibu Sena mengenai status hubungan mereka.

“Kenapa kau tidak istirahat, sayang?” tanya ibu Sena pada Sena saat Sena ikut bergabung dengannya dan Baekhyun di ruang keluarga.

“Aku tadi terbangun karena suara ribut-ribut di halaman rumah, dan setelah itu aku tidak bisa tidur lagi. Aku takut Baekhyun mengatakan sesuatu yang tidak-tidak pada eomma, makanya aku menyusulnya ke sini.” Jelasnya sambil menatap Baekhyun kesal, tapi yang ditatap hanya bisa tersenyum senang, mengabaikan ucapan Sena yang menyindirnya.

“Kami tidak membicarakan sesuatu yang aneh-aneh, kami hanya mengobrol biasa, benarkan Baekhyun-na?” ucap ibu Sena.

“Yang dikatakan eommonim benar, Sena. Kami tidak membicarakan sesuatu yang aneh.” ucap Baekhyun yang langsung membuat Sena membulatkan matanya.

Eommonim?” tanya Sena begitu terkejut. “Kau memanggil ibuku dengan sebutan eommonim? Sejak kapan?” lanjut Sena, membuat ibunya menatap dia heran.

“Sejak saat ini, Na-ya. Bukankah dia pacarmu? Maka sejak saat itu pula dia memanggil ibu dengan sebutan eommonim.” Jawab ibu Sena menguatkan ucapan Baekhyun. Baekhyun yang mendengarnya langsung tersenyum penuh kemenangan.

“Tapi eomma…”

“Sebaiknya kau istirahat, bukankah besok harus sekolah?” ucap ibu Sena memotong perkataan Sena.

“Tapi…”

“Kembali ke kamarmu, atau kau ingin Baekhyun yang menggendongmu untuk membawamu kembali ke kamar, hm?” ancam ibu Sena yang membuat Sena hanya bisa mengerucutkan bibirnya kesal.

“Dengan senang hati, akan aku lakukan.” Timpal Baekhyun mencoba menggoda Sena dan hal itu malah membuat Sena semakin menatapnya kesal.

“Tidak perlu, aku masih punya kaki untuk jalan sendiri.” Jawab Sena begitu ketus sambil membalikkan badannya dan berjalan kembali ke kamarnya sambil menghentak-hentakkan kakinya kesal.

Eommonim titip Sena padamu.” ucap ibu Sena begitu sosok Sena sudah tidak terlihat lagi olehnya.

Nde, eommonim. Saya akan menjaganya.” Ucap Baekhyun sambil tersenyum bahagia. Lampu hijau benar-benar telah diberikan oleh ibu Sena padanya, dan dia sungguh sangat bahagia karenanya. Dan Baekhyun bertekad akan menjaga Sena apapun yang terjadi karena dia sudah berjanji pada ibu Sena.

“Bolehkah saya main ke sini lagi?” tanyanya dengan perasaan harap-harap cemas.

“Tentu saja, asalkan kau tidak memanjat tembok lagi, kau boleh main kapan pun kau mau. Rumah ini selalu terbuka untukmu.” Jawab Ibu Sena yang mana membuat Baekhyun semakin bahagia saja.

 

~ tbc ~

 

————————————————————————————————————————–

 

Aku tidak tahu apa yang aku tulis di chapter 5 ini.

Aku benar-benar ngga maksimal saat menulisnya, ide itu ada, tapi aku sulit untuk menjelaskannya lewat kata-kata. Jadi pada akhirnya seperti ini.

Kalo kalian bilang chapter 5 ini jelek, ya, aku akuin di chapter ini sangat jelek.

Untuk itu maafkan aku atas kejelekan di chapter 5 ini. Semoga di chapter selanjutnya bisa aku perbaiki semua kekuranganku itu.

Sampai jumpa di chapter 6 yang bakal aku perbaiki semaksimal mungkin, sesuai dengan kemampuanku.

See You All :*

Regards,

Azalea

 

 

Iklan

97 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] MY LADY (Chapter 5)

  1. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 48) | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady – Chapter 47 | EXO FanFiction Indonesia

  3. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 46) | EXO FanFiction Indonesia

  4. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 45) | EXO FanFiction Indonesia

  5. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 44) | EXO FanFiction Indonesia

  6. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 43) | EXO FanFiction Indonesia

  7. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] MY LADY (CHAPTER 42) | EXO FanFiction Indonesia

  8. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady – (Chapter 41) | EXO FanFiction Indonesia

  9. asli ngakak pas ini “ibu Sena saat melihat Baekhyun yang hampir menangis dengan Molly yang terus melonglong padanya”. kukira ibunya sena ilfil sama baekhyun tapi malah dikasih lampu ijo

  10. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Side Story-Kai) | EXO FanFiction Indonesia

  11. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] my lady – chapter 40 | EXO FanFiction Indonesia

  12. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 39) | EXO FanFiction Indonesia

  13. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] MY LADY (Chapter 37) | EXO FanFiction Indonesia

  14. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] MY LADY (Chapter 36) | EXO FanFiction Indonesia

  15. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] MY LADY  [Chapter 35] | EXO FanFiction Indonesia

  16. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady – (Chapter 33) | EXO FanFiction Indonesia

  17. Ou ou ou kau salah besar thor chapt ini keren dan aku menyukainya,sangat. Keberanian baek membuatku senyamsenyum gaje lg.. Hahaha lucu! Next~

  18. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] MY LADY (Chapter 31) | EXO FanFiction Indonesia

  19. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 30) | EXO FanFiction Indonesia

  20. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] MY LADY (Chapter 29) | EXO FanFiction Indonesia

  21. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My – (Chapter 27) | EXO FanFiction Indonesia

  22. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 26) | EXO FanFiction Indonesia

  23. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] MY LADY (Chapter 25) | EXO FanFiction Indonesia

  24. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] MY LADY (Chapter 24) | EXO FanFiction Indonesia

  25. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 23) | EXO FanFiction Indonesia

  26. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] MY LADY (Chapter 22) | EXO FanFiction Indonesia

  27. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] MY LADY (CHAPTER 21) | EXO FanFiction Indonesia

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s