[EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 7)

MY LADY - CHAPTER 7

MY LADY  [ Chapter 7 ]

Title : MY LADY

Author : Azalea

Main Cast :

Byun Baekhyun (EXO), Lee Sena/Kim Jisoo (OC), Oh Sehun (EXO)

Support Cast :

Shannon Williams, Lee Miju (Lovelyz), Kim Kai (EXO), Kim Yura (GD), Park Chanyeol (EXO), Do Kyungsoo (EXO), etc.

Genre : Romance, Sadnes, Adult

Rating : NC-17

Length : Chapter

Disclaimer : Cerita ini murni dari otakku sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan apabila ada ff yang memiliki cerita serupa. Kalaupun ada yang serupa, aku akan berusaha membawakan cerita milikku sendiri ini dengan gaya penulisanku sendiri. Kalian juga bisa membacanya di wattpad. Nama id ku mongmongngi_b, dengan judul cerita MY LADY.

 

 

Cerita sebelumnya :  Cast Introduce -> CHAPTER 1 -> CHAPTER 2 -> CHAPTER 3 -> CHAPTER 4 -> CHAPTER 5 -> CHAPTER 6

 

 

Sudah sebulan semenjak insiden Shannon menampar pipi Sena, dan semenjak itu pula Baekhyun terus mengikuti langkah kaki Sena ke mana pun dia melangkah. Baekhyun tidak mau ambil resiko jika Shannon benar-benar melakukan seperti apa yang diancamkannya pada Sena. Hingga pada akhirnya di sinilah dia berada, mengikuti Sena secara terang-terangan.

Walaupun sudah berulang kali Sena mengajukan protesnya akan sikap Baekhyun itu, tapi Baekhyun tetap tidak memperdulikannya sama sekali. Baekhyun akan segera menyumpal telinganya dengan earphonenya, memutar musik dengan volume yang tinggi, supaya dia tidak mendengar perkataan protes Sena padanya. Hingga pada akhirnya akan membuat Sena berhenti berbicara, dan menggantinya dengan menatap Baekhyun tajam. Wajahnya akan berubah menjadi merah karena menahan amarah. Tapi bagi Baekhyun itu adalah pemandangan yang sungguh menggemaskan. Seperti sekarang ini.

Sena sedang memincingkan matanya menatap Baekhyun geram, tapi yang ditatap malah tersenyum senang ke arahnya. Baekhyun berpura-pura tidak mengerti arti tatapan itu padanya. Kemarahan Sena yang sudah mencapai puncaknya itu tidak diindahkan oleh Baekhyun. Tanpa Baekhyun duga, Sena melepas paksa earphone yang menempel pada telinganya. Senyuman yang semula bertengger manis di bibir Baekhyun hilang, dan dia hanya bisa memandang Sena dengan tatapan bingungnya.

“Apa yang kau lakukan?” tanya Sena dengan suara dinginnya adalah suara pertama kali yang didengar oleh Baekhyun saat earphonenya sudah terlepas.

Ne?” ucap Baekhyun bingung dan malah berbalik bertanya pada Sena, membuat Sena kembali menggeram marah.

“Kenapa kau terus mengikutiku?” tanya Sena lagi masih dengan suara dingin dan tatapan tajamnya.

“Aku tidak mengikutimu.” Jawab Baekhyun polos.

“Kalau bukan mengikutiku, lantas apa yang kau lakukan saat ini?” ucap Sena sedikit mendesis tidak suka dengan kelakuan Baekhyun saat ini.

Melihat Sena sedang marah padanya, entah kenapa membuat Baekhyun semakin gemas terhadapnya. Bibirnya yang mengkerucut kesal, membuat Baekhyun menelan salivanya dengan susah payah saat membayangkan bibir itu dikecupnya. Pipi Sena yang merah padam, membuatnya ingin membelai pipi itu dengan jemari tangannya, kemudian mengecup setiap jengkal pipi itu. Tatapan mata tajam Sena yang berwarna hitam kecoklatan, tidak membuat Baekhyun gentar sedikitpun. Malah dia ingin mengecup satu persatu bola mata indah itu dengan bibirnya. Tanpa sadar Baekhyun pun menampilkan seringaiannya atas lamunannya sendiri terhadap gadis yang ada di depannya.

“Aku hanya mengikuti kata hatiku yang selalu menyuruhku untuk berjalan di belakangmu.” Ujar Baekhyun begitu tenang, santai, dan tulus. Tidak ada lagi seringaian mesum yang tercetak di wajahnya. Semua itu digantikan dengan senyuman tulus yang berusaha dia tunjukkan pada gadisnya bahwa selama ini perasaannya tulus.

Sena yang mendengarnya pengakuan Baekhyun hanya bisa membulatkan matanya dengan mulut menganga tapi tidak mengeluarkan sedikitpun suara dari mulutnya itu. Seakan menyadari sikap bodohnya, Sena pun segera menutup mulutnya, lalu berusaha merubah ekspresi wajahnya menjadi datar kembali. Setelah beberapa saat mereka hanya saling pandang, dan Sena yang berkali-kali membuka dan menutup mulutnya kembali karena tidak tahu harus menanggapinya seperti apa, akhirnya mendengus jengkel pada Baekhyun dan terhadap dirinya sendiri yang tidak bisa berkutik sama sekali.

“Kau gila!!” ucapnya setelah sekian lama hanya diam terpaku.

Kemudian Sena pun membalikkan badannya untuk berjalan meninggalkan Baekhyun. Berusaha melupakan kejadian yang baru saja dialaminya.

Sedangkan Baekhyun, senyuman tulusnya digantikan oleh sebuah kekehan geli saat melihat respon Sena terhadap ucapannya tadi. Tanpa menunggu lebih lama lagi, Baekhyun pun mnegikuti langkah kaki Sena yang sudah sedikit menjauh dari tempatnya berdiri. Perasaannya benar-benar berbunga-bunga, dan dia senang akan hal itu. Sedikit lagi, maka kau akan menjadi milikku. Ucapnya dalam hati penuh dengan keyakinan.

Baekhyun sudah tahu tempat tujuan Sena saat jam istirahat berlangsung, makanya dia tidak terlalu kerepotan untuk mencari Sena saat Sena meninggalkannya tadi. Sedikit demi sedikit Baekhyun pun tahu kebiasaan Sena. Seperti sekarang ini, Baekhyun berjalan melewati beberapa rak buku yang tinggi untuk menuju ke ruang baca yang ada di bagian samping perpustakaan sekolah. Tepat berada di samping jendela perpustakaan.

Sambil sedikit bersiul, Baekhyun pun melangkahkan kakinya menuju kursi di mana Sena berada. Saat melewati sebuah rak buku, tangan Baekhyun mengambil secara random satu buku dari rak tersebut tanpa melihat judul buku itu apa. Setelah itu dia berjalan lagi menuju tempat duduk Sena, masih dengan siulannya. Baekhyun mengabaikan tatapan tidak suka yang ditunjukkan beberapa siswa saat mendengar suara siulannya yang mengganggu ketenangan perpustakaan. Walaupun sebagian siswa menatapnya tidak suka, tapi tidak ada seorang pun yang berani menegur Baekhyun, karena mereka tahu bahwa hal itu sama saja dengan menyerahkan tubuhmu dengan suka rela kepada malaikat kematian, dan Baekhyun akan menerimanya dengan senang hati.

Bukannya Baekhyun terlalu bodoh dengan tidak mengerti aturan perpustakaan yang mengharuskan pengunjungnya agar tidak berisik, tapi dirinya terlalu senang hingga ia ingin membagikan perasaan senangnya itu pada semua orang, walaupun di tempat yang salah. Tapi Baekhyun tidak peduli, asalkan dia senang maka malaikat kematian pun akan berubah menjadi malaikat kehidupan. Baekhyun terus berjalan ke arah Sena yang sudah tenggelam dengan buku bacaan di atas mejanya, hingga tidak menyadari kedatangan Baekhyun yang sedang menghampirinya.

Setelah berada di depan meja Sena, Baekhyun pun menarik kursi yang berada persis di depan Sena. Tangannya menaruh buku yang dibawanya ke atas meja tanpa membukanya sama sekali. Tatapan matanya menatap Sena yang sedang membaca buku dengan penuh minat. Baginya perpustakaan adalah tempat terakhir untuk dijadikan sebagai tempat istirahat, tapi karena ada Sena di dalamnya, sekarang perspektif tentang perpustakaan pun berubah menjadi sebuah surga bagi Baekhyun.

Matanya tidak pernah lepas dari sosok cantik di depannya. Walaupun wajahnya tertutupi dengan kaca mata kotaknya, tapi Baekhyun bisa melihat jika Sena-nya itu sangat cantik. Tidak ada lagi suara siulan dari bibirnya, tapi digantikan oleh sudut bibir Baekhyun terangkat ke atas saat menatap Sena dengan begitu lekatnya.

Merasa seperti sedang diperhatikan, Sena pun mengalihkan pandangannya dari buku bacaan untuk melihat seseorang yang ada di depannya. Sebenarnya tanpa melihat siapa yang sedang menatapnya pun Sena tahu siapa orang itu. Hal itu dikarenakan aftershave yang digunakan Baekhyun langsung menyeruak masuk ke dalam lubang hidungnya tanpa bisa dicegahnya. Wangi yang maskulin tapi terkesan nakal, persis seperti sikap Baekhyun dan hanya dia yang mengenakan aftershave seperti itu.

Dan benar saja, hanya butuh sekian detik untuk memastikannya dan jawabannya memang benar. Mata mereka kembali saling bersitatap dalam kesunyian, hingga Sena memutuskan kontak mata itu sambil menghembuskan napas dalamnya. Berusaha mengalihkan kembali tatapannya pada buku yang sedang dibacanya tadi. Percuma memindahkan batu yang sudah tergeletak permanen di tempatnya. Pekerjaan yang sia-sia. Rutuknya dalam hati saat tahu percuma saja mengusir Baekhyun.

Melihat tidak ada penolakan yang biasa dilancarkan Sena, membuat Baekhyun semakin melebarkan senyumannya. Kemudian mereka kembali terdiam. Hanyut akan pikiran masing-masing, hingga Sena mengeluarkan suaranya untuk memecahkan keheningan tersebut.

“Kau tidak membaca bukumu?” tanya Sena tanpa mengalihkan tatapannya dari buku yang sedang ia baca.

“Aku sedang membaca.” Jawab Baekhyun santai.

“Tapi kau tidak membuka bukumu.” Jawab Sena sedikit jengkel sambil menatap Baekhyun yang ada di depannya.

“Siapa bilang aku sedang membaca buku, hm?” ucap Baekhyun sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya.

“Kalau tidak sedang membaca buku, lalu apa yang sedang kau baca? Udara?” balas Sena sambil menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi meniru apa yang sedang dilakukan Baekhyun, kemudian balas mengamati Baekhyun.

“Kau ingin tahu apa yang sedang aku baca?” ucap Baekhyun mengabaikan pertanyaan yang diajukan Sena padanya. Sena mendengus kesal sebagai jawabannya.

“Tidak perlu. Lagi pula aku tidak tertarik dengan apa yang sedang kau baca.” Ucap Sena acuh sambil mengalihkan kembali tatapan matanya pada lembaran buku yang terbuka di atas mejanya.

Baekhyun memandangnya lagi. Dia tahu Sena sedang berbohong padanya karena Sena bukan orang yang pandai berbohong. Baekhyun pun menghela napas dalam sambil memejamkan matanya sesaat. Berusaha menormalkan kembali detak jantungnya yang selalu berdetak kencang saat bersitatap dengan mata hitam kecoklatan milik Sena.

“Kau.” Ucap Baekhyun dengan suara pelan tapi masih bisa didengar Sena hingga dia menolehkan wajahnya dari buku yang ada di hadapannya. Satu alisnya terangkat pertanda dia tidak mengerti akan ucapan Baekhyun padanya. Wajah serius Baekhyun melembut seketika, walaupun matanya tetap menatap tegas Sena. Seakan memberikan kelembutan tapi juga ketegasan dalam setiap ucapannya pada waktu yang bersamaan.

“Aku sedang mencoba membaca apa yang sedang otak cantikmu pikirkan.” Ucap Baekhyun memperjelas perkataannya beberapa saat lalu. Hal itu membuat Sena melongo tidak percaya akan ucapan padanya. Lagi.

Jja, sebaiknya aku pergi sekarang. Perutku sudah tidak bisa diajak kompromi lebih lama lagi. Aku harap kau tidak melewatkan makan siangmu hanya karena buku sialan itu.” Ucap Baekhyun sedikit kesal sambil berdiri dari kursinya, tapi Sena masih memandangnya bingung.

Baekhyun pun melangkahkan kakinya menuju ke sisi di mana Sena berada, dan Sena mengikuti semua pergerakan Baekhyun tanpa mengatakan sepatah katapun padanya. Lidahnya terlalu kelu walaupun hanya untuk mengajukan kalimat protesnya seperti selama ini.

Tanpa Sena duga, Baekhyun membungkukkan badannya saat sudah berada di sampingnya. Kemudian Baekhyun berbisik di telinga Sena hingga membuat bulu kuduknnya meremang seketika saat hembusan napas hangat Baekhyun menerpa permukaan kulitnya.

“Aku tidak ingin kau sakit lagi. Jadi pastikan kau memakan bekalmu atau aku akan melaporkanmu pada eommonim karena kau bertindak nakal lagi, arrachi?”

Setelah mendengar hal itu, tubuh Sena masih tetap bergeming hingga sesuatu yang lembut menyentuh pipinya dan saat itulah dia kembali sadar akan kenyataan saat ini. Secara refleks Sena menjauhkan wajahnya hingga membuat kecupan yang diberikan Baekhyun terlepas begitu saja. Baekhyun sedikit cemberut saat Sena melepasnya, dan hal itu berbanding terbalik dengan raut wajah Sena yang sedang menatapnya horor.

“Sampai jumpa lagi, Baby ~” ucap Baekhyun sambil melangkahkan kakinya menjauh dari tempat duduk Sena dengan senyuman selalu mengiasi wajahnya.

Setelah adanya sedikit jarak di antara mereka berdua, barulah Sena sadar atas apa yang telah Baekhyun lakukan padanya. Br*ngsek!! Umpatnya dalam hati karena dia merasa sudah dipermainkan oleh Baekhyun untuk yang kesekian kalinya.

“Aku membencimu!!” ucap Sena sedikit lantang hingga beberapa pasang mata menatapnya bergantian dengan Baekhyun yang juga menghentikan langkah kakinya. Kemudian Baekhyun berbalik untuk menghadap Sena masih dengan senyumannya.

“Aku juga mencintaimu, Sena.” Balas Baekhyun yang langsung membalikkan badannya kembali melanjutkan langkah kakinya yang sempat terhenti untuk berjalan keluar dari perpustakaan dengan perasaan bahagia, mengabaikan tatapan terkejut dari orang-orang yang ada di dalam perpustakaan saat melihat drama romansa yang ditunjukkannya pada Sena. Bagi Baekhyun, pernyataan benci Sena sama dengan pernyataan cinta Sena. Bukankah itu gila? Dan Baekhyun memang sudah gila akan hal itu.

 

~ tbc ~

 

Hai-hai…kalian kangen aku? selama kurang lebih sebulan kemarin aku pergi menghilang dan sekarang aku kembali.

Sebenarnya jika kalian baca di wattpadku chap ini sudah aku publish lama banget. Maafkan aku pada reader yg baca di exo ffi karena baru update sekarang. Ini juga aku lagi ngabisin kuotaku.

Koneksi internet di rumah ngga sebagus di tempat merantauku, jadi aku mungkin ngga setiap minggu bakal update my lady, lagi pula nulis my lady tuh butuh perjuangan yg amat sangat besar. Kadang dipikiranku tuh, tulis hapus tulis hapus terus.

Seperti yg aku katakan dulu, aku merasa gagal dalam mengeksekusi nich ff. Jadi sekali lagi maafkan aku.

Karena masih suasana lebaran, bagi readerku yg muslim, aku ucapin

“Selamat Hari Raya Idul Fitri”

Mohon Maaf Lahir dan Batin…^^

Sekian cuap-cuap aku.

Sampai ketemu dilain kesempatan

Bye-bye :-*

Regards,

Azalea

 

 

Iklan

64 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 7)

  1. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] my lady – chapter 40 | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 39) | EXO FanFiction Indonesia

  3. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] MY LADY (Chapter 37) | EXO FanFiction Indonesia

  4. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] MY LADY (Chapter 36) | EXO FanFiction Indonesia

  5. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] MY LADY  [Chapter 35] | EXO FanFiction Indonesia

  6. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady – (Chapter 33) | EXO FanFiction Indonesia

  7. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 32) | EXO FanFiction Indonesia

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s