[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] Stalker — chen21ina

[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT ] STALKER – chen21ina
Cast : Minseok with You
Rate : PG13
.
.

“Hahahhahahaha”

Cekrek
Cekrek
Cekrek

Yes!! I got it!!! Ahh senyumnya memang yang terbaik.

“Yakk! Kau ini bagaimana ?! Hanya mengerjakan dokumen sederhana saja salah?? Kau punya otak atau tidak?!! Kerjakan sekali lagi dan aku tak akan memaafkanmu jika kau melakukan kesalahan!! ”

“Ne, sajangnim”

Cekrek
Ahh tidak!! Kumohon jangan menunduk, jangan menunjukan raut sedih. Kau pasti bisa, ayo semangat!!

“Dasar penguntit”

Aku memutar bola mata malas ketika tahu bahwa yang berbicara di belakangku ini adalah Jongdae teman sehidup sematiku.

“Sampai kapan kau akan menguntitnya seperti itu? Bahkan isi gallery mu menampilkan satu wajah yang sama dengan berbagai ekspresi”

“Ck, kau berisik” ujarku. Baca lebih lanjut

[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] I’m Here — May

[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT]

I’m here – may

CAST : Xiumin, Park Yu Na, Jimin || Romance, Comedy || T

 

 

06:00 AM

Yuna POV

Pagi yang membosankan. Senin yang cocok untuk terlelap lagi dikelas. Monday. Monsterday.
Hidup ini colourful katanya kalau punya sahabat.
Apa itu sahabat? Kamu bertanya padaku?
Baiklah, sahabat itu…

“WOY BANGUN BANGKE!”

“Astaga dragon! Minta digilas kretek lo min! Sialan, Hoaam~”

“Itu mulut apa layar tancep kok lebar amat”

“Lo bekantan”

“Gue namanya, lo wujudnya”

“Xiumin bangke! JANGAN LARI WEY MINTA DIKEJAR AE NIH BOCAH!”

Sahabat? Dia? Iya.
Dia sahabat. Ingat, hanya sahabat. Dia bukan pacarku. Mana mau aku menyukai cowok yang sudah tau aibku dari kecil.

Antara menahan emosi atau tawa, aku tetap mengejar xiumin sepanjang lorong. Tanganku menggepal, siap mendarat dibahunya yang kekar. Aku siap memukulnya kesal sambil tertawa. Dan itu menyenangkan.

Kadang aku bertanya, kenapa dia tetap menganggapku ini seperti cewek bocah yang gampang dijahili, aku ini ‘kan remaja SMA yang dewasa. Kenapa juga kami harus satu sekolah, mengekor dari SD sampai SMA. Ah dasar, biarlah, dia hanyalah “oppa” ku yang gila dan cuek. Itu saja. Baca lebih lanjut

[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] Alphabet Love — MiracleZa

[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] Alphabet Love – MiracleZa
Xiumin & Oc |Romance| G

.
.

ALPHABET LOVE

Aroma harum menyeruak bersama kepulan uap tipis dari secangkir Americano di tangannya.
Dikecupnya pelan bibir cangkir dan membiarkan sensasi pahit mengalir perlahan di mulutnya.

Tring

Suara ringtone dari benda pipih berwarna putih mengalihkan perhatiannya.
Sejumput senyum menghias raut wajahnya membaca barisan kata di layar ponsel.

‘Selamat ulang tahun kesayangan eomma. Masakan spesial menantimu di rumah’

“Sepertinya akan hujan. Apa kau bawa payung?” tanya sang barista saat pemuda itu beranjak dari duduknya.

“Aku bawa” jawabnya menunjuk tas di punggung. “Kopinya enak sekali, hyung. Aku pergi dulu ya”

Senyum peracik kopi itu merekah, memberi isyarat ‘OK’ dengan ibu jarinya.

Saat pintu kafe terbuka, aroma tanah basah segera menyapa inderanya. Benar saja rintik hujan perlahan membasahi bumi.
Diambilnya payung lipat berwarna hitam dari dalam tas dan membukanya cepat sebelum tetesan air hujan menyentuh tubuhnya.
Dia mendesah pelan.

“Aku benci hujan” batinnya, menatap nanar jalan.

Namun tiba-tiba saja suasana hatinya berubah. Baca lebih lanjut

[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] To My Dearest Husband, Kim Minseok — Marshmallowkim

[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] To My Dearest Husband, Kim Minseok – Marshmallowkim
Cast : Kim Minseok (Xiumin) & Kim Taerim (OC) || Romance || Fluff || PG-15

Hari ini, 26 Maret adalah ulang tahun suamiku. Ya, siapa lagi kalau bukan Kim Minseok. Kutatap malaikat tampan berwajah baby face itu tidur sambil memelukku seperti koala. Aigoo… gwiyeowo! Batinku, mengapa wajahnya begitu menggemaskan?
Aku tersenyum dan kuusap pipinya, “Aigoo… kenapa kau masih saja tidur?”
Ia tidak menjawab, mungkin masih tidur lelap. Perlahan, aku beranjak dari tempat tidur dan melepaskan tangan Minseok dari pinggangku. Tiba – tiba, Minseok menarik pergelangan tanganku sehingga aku terjatuh tepat di atasnya, “Jangan… pergi…” bisiknya.
“Tapi oppa, aku harus membuat sarapan.” Jawabku gugup, mendengar suara seraknya di pagi hari membuat jantungku berdegup kencang. Aish… kenapa dia seksi sekali? Kurasakan pipiku memanas.
“Bisakah kau membuatnya nanti?” Ia menatapku dengan mata setengah terbuka.
“T-tapi oppa, aku harus…“
Minseok mengecup bibirku, “Sebentaaaar saja…” pintanya sambil melakukan aegyo. Ia tahu benar aku sangat lemah kalau melihat aegyo-nya.
Mataku berkedip berkali – kali, “Terus, sarapannya bagaimana?“
“Kau tidak perlu masak hari ini, yeobo…“ Ia menguap.
“Terus kita makan apa, oppa? Aku tidak mau kalau harus makan di luar rumah!” Aku menolak. Kalau soal makan di luar rumah biasanya aku yang paling cerewet dan selektif, itupun selalu saja berujung pada pertengkaran kecil. Yah… aku dan Minseok memiliki selera yang berbeda.
Tiba – tiba Minseok tertawa, “Astaga Nyonya Kim, aku tidak menyuruhmu untuk makan di luar.“ Ia mengacak – acak rambutku menjadi tambah berantakan. Ia menatapku serius, “Hari ini kita berdua yang masak.“
“Wah, tidak biasanya suamiku yang hobinya mengomel kalau disuruh memasak sekarang malah ingin memasak.“ Ejekku, sebenarnya tidak sih.
Minseok tersenyum cegengesan, “Iya, kali ini aku beneran masak, kok.“ Perlahan, ia mendorong tubuh mungilku ke depan pintu kamar, seakan ingin mengusirku secara halus, “Sekarang kau urus dapur dulu ya, sayang! Aku mau beres – beres dulu.“
“Tunggu dulu, kau mau beres – beres apa? Kamarnya kan, sudah rapi?“ Baca lebih lanjut

[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] Selfish — dokidiko

[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] Selfish – dokidiko

Cast: Kim Minseok, Minah (OC)

Romance, hurt

rate: G

Minah tersenyum manis ketika menatap mata Minseok. Mata itu masih sama. Kehangatannya masih bisa membuat Minah tenggelam di sana.

“Jatuh cinta dengan mataku, Minah?” Minseok sadar Minah menatap matanya sedari tadi. Namun ia diam. Dia suka Minah menatapnya seperti itu.

Minah mengngangguk. Itu memang benar. Ia jatuh berkali-kali hanya karena menatap mata Minseok. Padahal tak ada yang menarik dari matanya. Mata itu kecil, bahkan akan bertambah kecil ketika Minseok tersenyum. Tapi entah kenapa Minah suka.

Minseok tersenyum kecil. Minah benar, bahkan hanya sebuah senyum kecil bisa membuat mata Minseok menghilang. Namun tak apa, Minah tetap jatuh cinta dengan Minseok.
Baca lebih lanjut

[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] First Love is True — Nabilla Zulkamal

[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] First Love Is True- Nabilla Zulkamal
Cast :
1. Xiumin
2. Kang So Yeon (Soyu)
3. Junmyeon
4. Lay
5. Baekhyun
6. Chanyeol
7. Lee Taemin
Genre : Romance

 
Soyu pov
Pagi ini aku telah menjadi seorang entertaiment editor walau aku sebenarnya belum lulus. Hari ini aku akan memperkenalkan diriku dengan teman-teman rekan kerjaku. Aku dengar aku akan bekerja dengan artis yang dinamakan EXO.
“Kau bisa mengenalkan dirimu.” Ucap Lee sunbae

Wanita itu memperkenalkan dirinya didepan sembilan orang yangbersamaku.Kim MinSeok,dia orangnya,iya itu aku. Ternyata benar orang yang akrab dipanggil Xiumin ini percaya pada cinta pandang pertama,apakah benar Soyu orangnya?.

Xiumin pov
“Mohon kerjasamanya.” Ucapan terakhir Soyu dengan senyum manisnya.
“Terimakasih Soyu,kami akan senang bekerjasama denganmu.” Junmyeon membungkuk sebagai tanda terimakasih.
“Soyu kau dapat membereskan ruanganmu,mari aku antar.” Lay hyung menginstruksi Soyu untuk mengikutinya.
Xiumin mengajak Soyu untuk makan setelah melihat ruanganya.
Soyu pov
“Kau terlihat lebih tampan dari yang biasa ku lihat di telivisi Xiumin.”
“Apa aku terlihat sangat tampan,hahaha.Kau memang benar-benar beruntung,dulu aku harus mengikuiti masa traine untuk menjadi seperti sekarang,menjadi tampan.”
“Kau pandai bergurau rupanya.”
“Kau yang membuatku selalu ingin bergurau nona.”
Tunggu apa maskudnya itu,apakah dia baru saja menggodaku.
“Ternyata kau juga pandai menggoda ya.”
“Hahahaha,apakah kau merasa tergoda.”
Xiumin pov Baca lebih lanjut

[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] Miracle — Ms.KimJoon

[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] MIRACLE – Ms. Kimjoon

Kim Min seok – Jimin /Hurt-comfort , ‘lil bit comedy/ PG

Pernah kah kau merasa resah tatkala tiada seorangpun bisa mengerti tentang gunda mu? Atau pernah kah kau merasa berjalan dilorong sempit, gelap, seperti setiap deru nafas malaju sesak hingga hati mu terasa sangat penuh?
Sangat membelenggu.

Itu yang aku rasa saat ini. Aku Jimin. Shin Ji min. Semua hal tidak berjalan baik. Aku mengacaukan sekolahku hingga aku benar-benar malu untuk pulang.

Jimin terus menapakan kakinya, langkah demi langkah tanpa ada arah tujuan pasti.

Sepanjang perjalanan Jimin hanya memikirkan satu hal, disepanjang jalan itu Jimin hanya berpikir bagaimana ia akan mengakhiri hidupnya.

“Aku sudah memikirkannya” ujar Jimin lugas

“Malam ini aku sudah merencanakan sebuah skenario bunuh diri. Benar, aku akan mengakhiri hidupku ditempat ini”.
Jimin tepat berdiri dipinggir jembatan Hangang, ya itu sungai han.

“Ini rencana sempurna, ayo melompat Jimin. Kau tidak bisa berenang dan ini rencana sempurna” .
Bergegas Jimin Memanjat pagar Jembatan yang dibuat sangat tinggi. Jimin yang memiliki tubuh mungil sedikit kesulitan memanjat pagar tersebut. Tapi karna tekatnya sudah bulat. Ia sanggup memanjat pagar yang benar-benar tinggi itu.

15 menit kemudian. Baca lebih lanjut

[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] Gone — inkusa_1396

[XIUMIN BIRTHDAY] Gone-inkusa_1396

Terinspirasi dari lagu
Gone- Jin Loveyz
Miracles in December- EXO
Hal yang paling menyakitkan adalah ketika kita memimpikan seseorang yang bahkan di dunia nyata tak dapat dilihat hanya dapat dirindukan.

***

Kakiku melangkah menyusuri setapak jalan batu, kemudian berhenti di sebuah taman yang dipenuhi bunga. Angin sepoi sore hari membelai lembut pipiku. Tubuhku kaku seketika ketika menangkap sosok yang selama ini aku rindukan, sosok mungil berpakaian gaun one piece putih tersenyum ramah padaku, di tangannya tampak ada sebuket bunga mawar putih.
“ Minseok-Oppa.” Panggilnya lembut sambil mengambil langkah ringan.
“Bukankah kamu sudah meninggal?” Aku bertanya ketika ia sudah ada dihadapanku. Ia tertawa kecil lalu menggeleng.
“Tidakkah kau lihat aku sehat-sehat saja. Aku ada di sini Oppa. Bersamamu.”
Tanpa kata-kata lagi kurengkuh badan mungilnya lalu berbisik aku merindukanmu, sangat sangat merindukanmu.
“Ahh..”
Aku melepaskan pelukan ketika mendengar rintihannya. Aku terkejut mendapati tangannya sudah dipenuhi noda merah, bunga mawar yang ia pegang tadi berubah layu.
“ Yeri kamu baik-baik saja?”
“ Maaf aku tak bisa bertahan lagi Oppa. Kau tahu aku sangat mencintaimu kan? Jangan terlalu menyalahkan dirimu. Aku pergi dulu Oppa, jaga dirimu baik-baik ya”
Semuanya mengabur seolah ditelan kabut, sosok Yeri pun perlahan menghilang dari pandangan. Aku ingin berteriak namun suaraku tiba-tiba hilang, badanku pun kaku tak bisa digerakkan.
“Haah. . Haah. .”
Ketika mataku terbuka, aku merasa tak ada oksigen disekitarku, sesak. Dan lagi aku menangis karena memikirkan ia yang tak ada lagi untukku. Baca lebih lanjut

[XIUMIN BIRTDAY PROJECT] (Not) The Ending — Classicopeia


[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] (Not) The Ending – Classicopeia
||xiumin with Han Seonnie (OC)|| Friendship, Romance || T

..

Masa-masa sekolah selalu diliputi banyak cerita. Cerita pertemanan, percintaan, kesedihan, kehilangan maupun cerita lainnya. Semua sempurna tersimpan bagai cetak film yang bisa terputar sebagai kenangan manis dikehidupan esok. Bergulir waktu, cerita baru terekam di memori dengan segala kemanisan dan kepahitan yang membuat kita makin mempelajari arti ‘menghargai’. Kenangan yang tak mungkin terulang yang membuat itu memiliki harga tak terbanding apapun selain sesal kala mengingat semua itu hanya sebuah memori lama. Just an old memories.

Kata menghargailah yang Seonnie garis bawahi menggunakan spidol merah. Karena baru hari ini ia mempelajari bahwa banyak waktu yang ia buang kemarin karena ambisinya untuk menerawang hari esok. Semua waktunya terbuang percuma sampai ia hidup dalam garis lingkaran monoton. Berputar dan berulang seperti yang hari ini ia lihat sama dengan apa yang akan ia lihat di hari esok. Monotonously.

Seonnie merasa ada kesalahan yang harus ia perbaiki. Yaitu hidupnya. Bagaimana bisa ia menikmati dunia penuh monotonnya itu? Hidup dalam kehitam putihan yang bergerak sementara orang lain mewarnai hidup mereka dengan segala spidol yang mereka miliki. Sebut Seonnie bodoh dan buat dia menyesalinya. Baca lebih lanjut

[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] Kim Min(us) Positif — KangJiAe

[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] (Kim Min(us) Positif)-(KangJiAe)

Xiumin&OC{feat. Siwon, Jongin, Seulgi, Yerim, Sehun, Kyungsoo} || Thriller, Romance || PG

Jika kalian tinggal di Korea Selatan itulah kesalah fatal jika tidak mengenali, Kim Min Seok. Ia adalah Presiden Direktur dari Crown Group. Ia juga sangat terkenal karena ia juga merupakan selebriti anak muda. Dirinya adalah presiden direktur paling muda di Korea Selatan. Percaya atau tidak, umurnya baru genap dua puluh enam tahun.

Crown Group sukses karena telah menduduki enam belas sekolah di seluruh Korea Selatan. Minseok di gemari oleh semua staffnya, setiap tahunnya ada banyak sekali yang interview kerja di sana.

“Presiden, kopinya sudah datang,” ucap sekretarisnya yang lebih tua darinya, Choi Si Won. Bahkan ia memanggil sekretarisnya, hyung. Minseok yang baru saja tenggelam oleh lamunannya langsung mengangguk dengan senyum manisnya.

Siwon menyodorkan kopinya dan Minseok segera mengambilnya dan menelan beberapa tegukan. “Ada apa, Presiden?” Tanya Siwon, mengangkat sebelah alisnya. Baca lebih lanjut

[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] Waiting — AL

(Waiting) – AL

Cast :

Kim Minseok (Xiumin)

Kim Hani

Genre : Romance

Rating : T

***

Takut…

Hani benar-benar takut untuk memasuki rumahnya sendiri. Aneh, ini memang aneh. Hani juga merasa hal itu juga aneh. Tapi, ia tahu pasti alasan penyebab kenapa ia takut untuk memasuki rumahnya sendiri. Hampir tiga puluh menit ia berdiri didepan rumahnya sendiri tanpa berniat sedikitpun untuk membuka pintu ataupun hanya sekedar menekan bel rumah itu. Padahal, cuaca saat ini benar-benar sangat dingin. Beberapa kali Hani bahkan harus merapatkan jaketnya dan menggesekkan tangannya sambil membuang nafas mencari kehangatan.
“Noona, kenapa kau tidak masuk?”

Suara itu mengejutkan Hani. Ia bahkan mundur beberapa langkah begitu pemilik suara itu mendekat. Tapi nampaknya pemilik suara itu tidak menyadarinya, ia tetap berjalan mendekati Hani yang setelah itu buru-buru melepaskan jaket miliknya dan mengaitkannya ke punggung Hani rapat-rapat.
Saat ini ia bahkan menggenggam tangan Hani erat dan menggosoknnya dengan tangan miliknya sambil meniupnya sekali-kali. “Berapa lama kau ada disini? Kacamatamu bahkan sudah berembun. Lalu tanganmu juga sampai membeku seperti ini,” ucapnya yang terlihat sangat khawatir. Ia tidak henti-hentinya menggenggam tangan Hani. “Kau tau sudah berapa lama aku menunggumu? Bahkan ponselmu saja tidak aktif. Kenapa kau hebat sekali untuk membuat orang lain khawatir.”
Hani menatap pria yang ada dihadapannya saat ini dalam-dalam. Entah sejak kapan ia menganggap orang yang ada dihadapannya ini sebagai sosok pria. Ia kemudian berdeham halus dan mulai mencoba menarik tangannya dari genggaman pria itu. “Minseok, berhentilah bersikap seperti ini,” ucap Hani yang kemudian menundukkan kepalanya. “Aku bisa menjaga diriku sendiri. Berhentilah menghawatirkan diriku seperti aku ini anak-anak. Aku sudah dewasa, lagipula aku ini kakakmu. Aku lebih pandai dalam menjaga diri.” Baca lebih lanjut

[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] Waiting For You — Kim Hyorin

Waiting For You – Kim Hyori
Ko Haeri (OC), Kim Minseok (Xiumin), Ko Seungjae (The Return Of Superman) || Hurt, Romance || Oneshoot || PG 15

 

Hari ke-2178.
Sudah lebih dari 6 tahun aku tak bertemu denganmu.

Kau dimana?
Apa yang sedang kau lakukan?
Pertanyaan itu sangat sulit aku lontarkan kepadamu.

Sudah lebih dari ribuan kali aku mencoba menghubungimu,
namun yang menjawab hanyalah operator.

Rindu.
Rasa itu yang selalu memenuhi pikiranku.

Aku selalu mencoba melupakanmu, namun aku tidak bisa.
Kau adalah orang yang pertama menjadi pengisi kekosongan jiwaku selama lebih dari 2 tahun.

Namun hari itu, kenapa kau menghilang?
Hari dimana aku ingin memberimu hadiah yang kubeli dari gaji pertamaku bekerja.
Hasil dari kerja kerasku, aku ingin kau yang merasakan itu duluan.
Karena kau sangat berharga bagiku, Ko Haeri. Baca lebih lanjut

[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] Ice Cream — talithaoza

Ice Cream -talithaoza

Xiumin & OC |romance

Seorang pria dengan pakaian santai tengah duduk termenung sambil sesekali mengaduk minuman yang tersaji dihadapannya.

Matanya menatap bosan kearah jalan diluar cafe, sambil memperhatikan orang berlalu lalang pria itu sesekali menoleh kearah pintu cafe berharap orang yang ia tunggu-tunggu segera datang.

“Lagi-lagi terlambat, apa hari ini akan batal lagi?” pria itu mendesah pelan.

“Oppa? Maafkan aku, tadi Manager menahanku untuk pulang lebih awal.” suara lembut memasuki indra pendengarannya. pria yang tadinya ingin bangkit dan bersiap meninggalkan cafe, mengurungkan niatnya setelah mendengar suara yang sangat familiar.

“Tak apa, yang penting untuk kali ini kau datang.” ucapnya.

“Jadi.. Apa yang ingin oppa bicarakan?” tanya gadis dihadapannya.

“Tak ada, aku hanya ingin menemuimu.” pria itu tersenyum kecil sambil meraih tangan mungil gadis dihadapannya.

“Kau berbohong, jadi sebenarnya apa tujuanmu memanggilku?” gadis itu menautkan alisnya, meminta jawaban dari pria dihadapannya.

“Maafkan aku, tapi sepertinya kita harus mengakhiri hubungan ini, bukan karena aku sudah bosan tetapi kurasa sebagai seorang model kau perlu kebebasan.” pria itu menunduk dan melepas genggamannya secara perlahan.

“Kenapa? Apa salahku? Bukankah aku sudah menuruti permintaan oppa? Bukankah aku sudah menghindari para sunbae?” mata gadis itu berkaca-kaca, ia menutup bibirnya sambil menahan isakan kecil yang terus meronta ingin keluar.

“Maafkan aku, kuharap secepatnya kau akan mendapatkan pengganti yang lebih baik dariku, Saranghae Hye Rin.”
*** Baca lebih lanjut

[XIUMIN BIRTHDAY PROJECT] Invisible — HeartBeatLil’Girl

Invisible – HeartBeatLil’Girl

Starring : Xiumin/Kim Minseok || Kel Park [OC]
Genre : Angst, Romance, etc.
Rating : General
Lenght : Oneshoot

~”~

‘Mereka hanyalah bagian dari ketidakterlihatan dan mereka bilang, ia tidak pantas untuk terlihat.’

~”~

Ketika itu, hujan turun pada tanggal ke dua puluh enam bulan Maret. Minseok menyelipkan kedua tangannya ke dalam jaketnya, telinganya ia tempel dengan sepasang ‘earphone’.

Ia bersenandung pelan, menghentakkan kaki kirinya di kubangan air kecil. Ia terlalu larut berpikir ‘bagaimana cara mendapat hati gadis itu’.

“Hei,”

Merasakan ada senggolan kecil, Minseok melepas ‘earphone’-nya, melirik ke arah yang memanggilnya. Berseragam sama dengannya, rambutnya diikat satu, kemudian bibirnya ia angkat ke arah Minseok.

Sejenak, Minseok terpaku dengan gadis itu.

“Hai? Namaku Kel. Kau murid disini? Aku baru pindah seminggu yang lalu. Senang bertemu denganmu.” Dia berucap, mengulurkan tangan kanannya, tangan kirinya memegang payung berwarna hijau.

Haruskah Minseok berteriak kencang di tengah hal semua ini? Gadis di depannya, adalah cinta pertamanya. Gadis itu, gadis itu datang padanya seakan – akan gadis itu tahu apa yang Minseok butuhkan.

~”~

“Kau tidak perlu mengalikan bilangan ini dengan bilangan ini. Cukup kau tambahkan bilangan pertamanya dan bilangan keduanya. Kau akan mendapatkan hasilnya.” Gadis itu – Kel – berusaha mencairkan suasana canggung mereka ketika ia melihat Minseok kesusahan mengerjakan soal matematikanya.

Harus Minseok akui, ia merasa sedikit canggung dengan tatapan aneh dari teman sekelasnya. Ketika gadis ini masuk, tidak ada perkenalan – bahkan tidak ada yang melihat – dan gadis ini langsung menuju tempat duduk Minseok.

Minseok menghela napasnya. Baca lebih lanjut