[EXOFFI FREELANCE] MY LADY [Chapter 16]

my-lady-chapter-16

Title : MY LADY

Author : Azalea

Main Cast :

Byun Baekhyun (EXO), Lee Sena/Kim Jisoo (BLACK PINK), Oh Sehun (EXO)

Support Cast :

Shannon Williams, Lee Miju (Lovelyz), Kim Kai (EXO), Park Chanyeol (EXO), Do Kyungsoo (EXO), etc.

Genre : Romance, Sadnes, Adult

Rating : NC-17

Length : Chapter

Disclaimer : Cerita ini murni dari otakku sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan apabila ada ff yang memiliki cerita serupa. Kalaupun ada yang serupa, aku akan berusaha membawakan cerita milikku sendiri ini dengan gaya penulisanku sendiri. Kalian juga bisa membacanya di wattpad. Nama id ku @mongmongngi_b, dengan judul cerita MY LADY.

Credit poster by RAVENCLAW

Cerita sebelumnya :  Cast Introduce -> CHAPTER 1 -> CHAPTER 2 -> CHAPTER 3 -> CHAPTER 4 -> CHAPTER 5 -> CHAPTER 6 -> CHAPTER 7 -> CHAPTER 8 -> CHAPTER 9 -> CHAPTER 10 -> CHAPTER 11 -> CHAPTER 12 -> CHAPTER 13   -> CHAPTER 14 -> CHAPTER 15

 

Kantor Kepolisian Seoul

YA! Kenapa wajahmu ditekuk seperti itu, Kyungsoo-ya?” tanya Jongdae begitu ia memasuki ruangan divisi mereka. Kyungsoo hanya mendenguskan napasnya sebagai jawaban atas pertanyaan Jongdae yang menurutnya tidak penting sama sekali. Jongdae mengernyit tidak suka dengan jawaban Kyungsoo yang membuatnya kembali bertanya. “Bagaimana dengan misi kalian?” tanyanya yang kali ini lebih kepada Sehun yang sedang berdiri menghadap jendela di kantor mereka. Entah apa yang menjadi objek pengatamannya hingga mengabaikan pertanyaan sunbae­nya itu, membuat Jongdae kali ini yang mendengus kesal. “Ya! Kalian mencoba mengacuhkanku?” tanya Jongdae lagi penuh dengan rasa kesal.

“Kau terlalu berisik, Jongdae-ya.” Jawab Kyungsoo malas karena ia tahu Jongdae tidak akan berhenti bertanya sebelum ia mendapatkan jawaban yang ia inginkan.

Mwo? Woaa…jinjja. Kenapa jadi kau yang marah padaku?”

“Memang seharusnya aku yang kesal padamu. Kau membuatku dan Sehun harus mengelilingi pusat perbelanjaan itu selama berjam-jam tanpa mendapatkan hasil apa-apa. Seharusnya kau memastikan dulu keakuratan informasi yang kau dapatkan dari anak buahmu itu. Buang-buang waktu saja.”

YA! Bagaimana bisa kau menyalahkan informanku, eoh? Misi kali ini gagal mungkin karena penampilan kalian yang terlalu mencolok, bukan dari anak buahku. Tsk, bisa-bisanya kau menyalahkanku dalam hal ini.” Ucap Jongdae tidak mau tidak salahkan atas gagalnya misi Sehun dan Kyungsoo kali ini.

Disaat Jongdae dan Kyungsoo sedang beradu argumen tentang siapa yang salah dan siapa yang benar, pikiran Sehun sedang melayang ke tempat lain. Sejak pertemuannya dengan wanita yang ditolongnya beberapa jam lalu, pikirannya tidak bisa dialihkan dari wanita itu. Tatapan matanya saat tepat menatap manik mata Sehun membuatnya buta, karena hanya ada wanita itu di mata Sehun. Ia seperti tersihir oleh wanita itu, dan Sehun seakan benar-benar terjerat olehnya hingga ia tidak sanggup untuk melepaskan diri dari jeratan sihir itu.

Ingin sekali ia menemui wanita yang ia ketahui bernama Lee Sena itu, tapi ia tidak bisa. Walau di dalam gedung yang sama namun di ruangan yang berbeda, Sehun tetap tidak bisa menemuinya. Ia tidak punya alasan untuk menemuinya meskipun ia sangat ingin menemuinya. Hingga setelah satu jam ia menunggu dengan berdiri di dekat jendela, guna mengamati siapa saja yang keluar masuk kantor kepolisian, penantiannya terbayar sudah.

Matanya menangkap sesosok yang begitu ingin ia temui tadi. Walaupun jaraknya cukup jauh, tapi Sehun bisa mengenalinya dalam sekali pandang saja. Bibirnya melengkung sempurna begitu memperhatikan Sena sedang berdiri di dekat tempat parkir dengan kedua orang pria yang Sehun ketahui adalah pengawal pribadinya.

Namun, kening Sehun mengernyit heran saat melihat sebuah mobil bmw SUV hitam bergerak mendekati tempat berdirinya Sena. Sehun tidak mengetahui mobil siapa itu, karena sepengetahuannya mobil yang dikendarai Sena saat akan ke kantor polisi tadi adalah audi hitam, bukan bmw SUV hitam yang sekarang menjemputnya. Berbagai perkiraan menyeruak masuk ke dalam otak Sehun siapa sebenarnya pemilik mobil mewah itu.

Sehun harus menahan rasa ingin tahunya karena Sena langsung masuk begitu saja saat mobil itu berhenti tepat di sampingnya, seolah mobil itu sudah tidak asing lagi baginya. Kedua pengawal Sena, sedikit berlari ke arah tempat parkir mobil mereka sebelumnya, kemudian bergerak mengikuti mobil bmw SUV hitam yang membawa Sena pergi. Tanpa sadar Sehun mengepalkan telapak tangannya kesal saat ia tidak tahu apa-apa tentang sesuatu yang membuatnya penasaran saat ini.

“Sial.” Desis Sehun sambil memandangi mobil yang membawa Sena bergerak semakin menjauh dari jarak pandangannya.

“Kau kenapa?” tanya Jongdae yang kehadirannya tidak disadari oleh Sehun.

Sehun langsung mengalihkan pandangannya pada Jongdae yang sudah berdiri di sampingnya sambil mengikuti arah pandang Sehun ke luar jendela. Jongdae masih mencari-cari objek yang membuat bisa Sehun kesal, walaupun ia tidak yakin objek apa yang dimaksud.

“Sejak kapan hyung ada di sini?” tanya Sehun sedikit bingung.

Jongdae mengalihkan pandangannya untuk menatap Sehun setelah ia menyerah mencari sesuatu yang tidak ia ketahui. “Baru saja.” Tanpa sadar Sehun menghela napas lega atas jawaban Jongdae. “Apa yang sedang kau perhatikan hingga membuat kau kesal seperti itu?”

“Tidak ada. Itu hanya perasaanmu saja, hyung.” Kilah Sehun membuat Jongdae menyipitkan matanya tidak setuju.

“Kau sedang mencoba untuk membohongiku, Tuan Muda Oh?”

“Aku sedang tidak berbohong.”

“Tsk, kau pikir aku bodoh hingga bisa kau bohongi seperti ini?”

Sehun tidak menjawab pertanyaan Jongdae kali ini, karena ia berpikir percuma saja ia berbohong dihadapan orang yang bisa mendeteksi kebohongan meskipun ia sudah berusaha menutupinya. Tindakan yang sia-sia.

“Apakah di bawah sana ada orang yang membuatmu kesal?” tanya Jongdae saat melihat Sehun menyerah untuk menutupi kebohongannya.

Eoh.” Jawab Sehun sambil mengalihkan tatapannya kembali keluar jendela.

“Di mana dia sekarang?” tanya Jongdae lagi mengikuti arah pandang Sehun.

“Sudah pergi.” Jawab Sehun acuh sambil membalikkan badannya dan segera berjalan ke arah pintu keluar dari ruangan divisinya sebelum disadari oleh Jongdae. Sehun memilih pergi keluar dari ruangan itu daripada ia harus diserbu oleh berbagai pertanyaan aneh yang akan dilontarkan Jongdae padanya.

“Sudah pergi? Ya! Kau mau ke mana? Kau belum bercerita padaku. Ya! Oh Sehun! Ya!” Sehun terus melangkahkan kakinya mengabaikan panggilan Jongdae. “Aaiissh…bocah itu. Awas saja dia. Lain kali aku tidak akan pernah melepaskannya lagi.” Gerutu Jongdae saat Sehun sudah tidak ada lagi di ruangan yang sama dengannya.

***

“Kau tidak apa-apa?” tanya Baekhyun begitu Sena masuk ke dalam mobilnya dan duduk di sampingnya.

“Kau terlalu berlebihan dengan menjemputku ke kantor polisi seperti ini.” Jawab Sena lelah karena semua yang telah terjadi padanya hari ini.

“Tidak ada yang berlebihan selama itu berhubungan denganmu. Aku hanya mengkhawatirkanmu.” Ucap Baekhyun sambil tersenyum menenangkan.

“Terserah.” Balas Sena acuh karena ia terlalu malas untuk berdebat dengan Baekhyun mengenai hal yang menurutnya tidak penting sama sekali. Lalu ia menyandarkan kepalanya pada pundak Baekhyun. Baekhyun meresponnya dengan merangkulkan tangannya pada pundak Sena. Sesekali ia mengecup puncak kepala Sena.

“Tidurlah.” Bisik Baekhyun lembut saat ia merasa Sena sedang mencari posisi yang nyaman untuk tidur. Tidak lama setelah ia memejamkan matanya, Sena pun jatuh terlelap dalam tidurnya. Baekhyun memang membuat selalu Sena nyaman saat berada di dekatnya, terlepas dari semua perdebatan yang sering mereka lakukan.

Saat mobil yang ditumpangi Baekhyun dan Sena sampai di depan rumah Baekhyun, seorang penjaga lainnya datang menghampiri pintu penumpang dan langsung membukakan pintu agar Baekhyun bisa keluar. Pria penjaga itu langsung membungkukkan badannya saat ia melihat wajah Baekhyun dan sebagai jawaban, Baekhyun menganggukkan kepalanya. Baekhyun pun keluar dari dalam mobil tersebut dengan Sena berada dalam gendongannya. Ia tidak mau membangunkan Sena hanya karena mereka sudah sampai di rumah. Biarlah Sena tidur sedikit lebih lama. Pikir Baekhyun.

Baekhyun langsung membawa Sena menuju kamar tidur mereka. Dengan perlahan ia merebahkan Sena di tempat tidur itu, dan langsung menyelimutinya dengan selimut hingga sebatas dadanya. Tidak lupa Baekhyun mengecup lembut ujung hidung Sena sebelum beranjak dari tempat tidur itu. Baekhyun tersenyum begitu lembutnya saat ia memperhatikan wajah terlelap Sena yang selalu menjadi pemandangan pertama saat ia membuka mata di pagi hari.

Setelah ia puas menikmati memandang wajah Sena, Baekhyun pun berjalan ke arah pintu kaca yang menghubungkannya dengan sebuah taman di salah satu sudut rumahnya. Baekhyun merogoh saku jas dalamnya untuk mengambil handphonenya. Baekhyun langsung membuka tombol kunci sebelum ia menggunakan handphonenya.

Ditekannya panggilan cepat nomor 2 untuk menghubungi seseorang yang sudah sangat dikenalnya, Kai. Tidak berapa lama kemudian, Kai pun menjawab panggilan Baekhyun padanya.

“Aku punya tugas yang harus kau kerjakan saat ini juga.” Ucap Baekhyun dingin tanpa berbasa-basi terlebih dahulu.

Apa itu?”

“Bebaskan pencuri yang berusaha mencuri tas Sena. Aku ingin memberi dia pelajaran karena berani-beraninya menyentuh kekasihku.”

Bukankah lebih baik jika ia di penjara? Kurasa itu sudah cukup membuatnya jera.”

Hukuman penjara terlalu baik untuknya, aku ingin membuatnya benar-benar jera. Siapkan uangnya berapa pun itu untuk menebusnya dari penjara. Lalu bawa ia ke hadapanku. Hubungi aku jika kau sudah selesai melakukannya.”

Baiklah.”

Ku tunggu kabar selanjutnya darimu.”

Tanpa menunggu jawaban dari Kai, Baekhyun langsung memutuskan panggilan itu secara sepihak. Disimpannya kembali handphone­nya ke tempat semula. Baekhyun menghembuskan napasnya dalam saat ia berusaha menekan amarahnya. Sebenarnya sejak tadi ia sedang berusaha menahan amarahnya, dan ia butuh pelampiasan untuk itu, karena tidak mungkin ia harus melampiaskannya pada Sena. Baekhyun marah pada kedua pengawal Sena karena bisa-bisanya mereka membiarkan Sena mendapatkan tindak kejahatan. Ia juga marah pada Sena karena membiarkan dirinya sendiri lengah hingga keadaan itu dapat dimanfaatkan oleh orang lain. Dan Baekhyun lebih marah kepada dirinya sendiri, karena tidak bisa menjaga Sena sesuai dengan janjinya. Menyebalkan.

Baekhyun mengacak tatanan rambutnya dengan asal hingga menyebabkan rambutnya terlihat berantakan.  Karena terlalu larut dengan rasa kesalnya sendiri, Baekhyun sampai tidak menyadari jika Sena sudah berdiri tepat di belakangnya. Baekhyun sedikit tersentak kaget saat ia merasakan tangan mungil Sena memeluk tubuhnya dari belakang. Dan entah kenapa, perlakuan sederhana Sena itu dapat membuatnya rileks kembali.

“Apa yang sedang kau pikirkan hingga seluruh otot dalam tubuhmu ini ikut menegang, hm?” tanya Sena membuka pembicaraan di antara mereka.

“Kau sudah bangun?” ucap Baekhyun mencoba mengalihkan perhatian Sena, tapi sayangnya itu tidak berhasil karena Sena kembali bertanya tentang apa yang membuatnya begitu tegang.

“Itu karena kau tidak ada di sampingku. Jadi, apa yang membuatmu tegang?”

Baekhyun kembali menghembuskan napasnya sebelum menjawab pertanyaan Sena yang tidak akan berhenti sebelum ia menjawabnya. “Aku hanya mengkhawatirkanmu.” Ucap Baekhyun sambil menggenggam tangan Sena yang ada di perutnya.

Sena mengerutkan keningnya bingung dengan ucapan Baekhyun. Lalu ia melepaskan pelukannya dan membalikkan tubuh Baekhyun agar menghadapnya. Ditatapnya Baekhyun tepat di matanya. “Mengapa kau selalu mengkhawatirkanku? Bukankah kau sudah menyuruh dua pengawalmu untuk menjagaku? Jadi, apa yang membuatmu mengkhawatirkan aku lagi?”

“Oh, Na-ya.” Baekhyun membawa Sena ke dalam pelukannya sebelum ia melanjutkan ucapannya. “Entah kenapa aku selalu mengkhawatirkanmu di saat kau tidak ada di sampingku, walaupun itu sudah ada orang lain yang menggantikanku untuk menjagamu.” Jelas Baekhyun begitu putus asa dengan keadaannya sendiri.

“Kau terlalu berlebihan, Baek. Yuta dan Johnny sudah berusaha sebaik mungkin untuk menjagaku selama kau tidak ada di sisiku.”

“Tapi hari ini mereka gagal menjagamu dari ancaman pencuri itu. Dan itu membuatku marah pada semua orang, termasuk kau dan diriku sendiri.”

“Apa kau akan memarahi mereka berdua?” tanya Sena sedikit hati-hati karena ia tahu kondisi emosi Baekhyun sedang tidak stabil.

“Mereka akan mendapat pelajaran karena lalai saat menjagamu.” Jawab Baekhyun berubah menjadi tegas sambil sedikit mengeraskan rahangnya saat mengingat kembali apa yang telah terjadi pada Sena hari ini.

Sena langsung melepaskan pelukannya untuk bisa menatap Baekhyun secara langsung. Lagi. Mencari kebohongan dalam setiap ucapan Baekhyun. Namun sayang, yang Sena lihat adalah kesungguhan untuk melakukan sesuatu yang begitu terpancar jelas dari mata Baekhyun. Sena menangkup wajah Baekhyun dengan kedua telapak tangannya, lalu berkata, “Mereka tidak salah apa-apa. Aku yang menyebabkan mereka lengah saat menjagaku, karena aku menyuruh mereka terlalu banyak membawa barang belanjaanku. Jadi, orang yang harusnya kau salahkan adalah aku, bukan mereka. Kumohon jangan marahi mereka, hm?”

Baekhyun menutup matanya saat ia melihat Sena menunjukkan mata memohonnya yang bisa meluluhkan hati Baekhyun. Dan saat itu juga Baekhyun merasa dirinya sudah kalah. “Aku tidak bisa berjanji untuk tidak memarahi mereka. Aku hanya tidak ingin mereka mengulanginya dikemudian hari. Jadi, jangan halangi aku untuk memarahi mereka.” Putus Baekhyun yang menurutnya adalah jalan keluar terbaik dari permasalahannya saat itu.

Sena terlihat kesal karena Baekhyun tetap tidak terpengaruh sedikit pun walau ia sudah menunjukkan aegyonya di hadapan pria itu. Sena berpikir sejenak sebelum kembali menjawab perkataan Baekhyun. “Baiklah. Kau boleh memarahi mereka, tapi hanya sebatas memarahi. Tidak ada aksi fisik dan sebagainya. Kau janji?”

“Aku janji. Tidak ada aksi fisik saat memarahi mereka.” Ucap Baekhyun dengan berat hati menyetujui permintaan Sena untuk tidak melakukan aksi fisik terhadap bawahannya yang melakukan kesalahan. Sangat bukan tipenya.

Sena pun kembali tersenyum saat Baekhyun mengucapkan janji tersebut. Sejak dulu ia amat sangat tidak suka dengan aksi kekerasan yang selalu dipertontonkan Baekhyun, dan sekarang ia bertekad untuk mengurangi aksi itu.

Sena dan Baekhyun pun kembali berpelukan sambil menatap pemandangan tenggelamnya matahari sore di taman itu. Mereka berdua menikmatinya dalam diam. Terlalu indah jika mereka kacaukan dengan saling berdebat tentang sesuatu yang tidak penting, seperti apa yang sering mereka lakukan hampir setiap harinya.

“Ayo kita mandi.” Bisik Baekhyun setelah ia merasa puas menikmati pemandangan di sore hari itu.

“Hm?”

“Aku bilang, ayo kita mandi bersama. Tubuhku terasa begitu lengket, penuh dengan keringat.” jelas Baekhyun dengan nada yang sensualnya di telinga Sena.

Wajah Sena berubah menjadi merona merah saat mendengar bisikan itu tepat di telinganya. Tapi sebisa mungkin ia menyembunyikannya dari penglihatan Baekhyun, karena jika Baekhyun menyadarinya, ia pasti akan menggoda Sena habis-habisan. Sena berusaha menormalkan kembali detak jantungnya yang tiba-tiba berdebar sangat kencang, membuatnya tiba-tiba menjadi gugup seketika.

“Aku tahu arti mandi sebenarnya yang kau maksud itu, Tuan Bacon. Dasar otak mesum.” Jawab Sena sambil berusaha menekan rasa gugupnya, walaupun itu tidak berhasil sama sekali karena ucapannya bergetar saat mengatakan hal itu.

Baekhyun pun menyeringai di balik punggung Sena. Ia tahu Sena sedang gugup, dan ia menyukainya. “Kalau begitu ayo kita lakukan sekarang. Kau telah membuatku seharian ini begitu mengkhawatirkanmu, dan aku punya hukuman yang menyenangkan untuk kita berdua.”

Mwo? Y…” ucapan Sena terputus karena tiba-tiba Baekhyun mengangkatnya dan menaruhnya di pundak Baekhyun, membuat Sena menjerit kaget atas perlakuan itu. “Ya! Bacon, turunkan aku!” protes Sena saat Baekhyun terus saja berjalan menuju kamar mandi yang ada di kamar mereka.

“Nanti, sayang. Akan ada waktunya aku menurunkanmu.”

Y-ya!!”

Sekuat apapun Sena protes, Baekhyun tetap tidak akan mendengarkannya. Sesuai janjinya, Baekhyun menurunkan Sena setelah mereka berada di dalam kamar mandi. Baekhyun langsung membungkam bibir Sena yang hendak mengeluarkan protes lainnya. Tidak membiarkan Sena mengeluarkan sepatah kata pun. Bahkan Baekhyun tidak membiarkan Sena untuk berpikir, karena jika Sena dapat berpikir, maka bisa dipastikan kegiatan mandi bersama menurut versi Baekhyun tidak akan pernah terlaksanakan sama sekali.

Tiga jam kemudian…..

Baekhyun dan Sena sedang terbaring tanpa sehelai benang pun yang dikenakan di tubuh mereka. Hanya sebuah selimut tebal yang menutupi tubuh mereka guna menghindari hembusan udara dingin dari pendingin ruangan yang terdapat di kamar itu. Walaupun sebenarnya mereka tidak terlalu membutuhkan selimut tersebut, karena pertukaran panas dari tubuh mereka cukup untuk menghangatkan tubuh mereka dari serangan udara dingin.

Baekhyun mengelus lembut rambut panjang Sena. Bahkan sesekali ia akan mengecup ujung kepala Sena yang berada tepat di depan dagunya. Saat ini Sena sedang tertidur dipelukannya karena kelelahan setelah melakukan kegiatan panas yang cukup menguras energi mereka. Sebenarnya Baekhyun juga sangat mengantuk, tapi sayangnya ia tidak bisa memejamkan matanya. Baekhyun masih menunggu kabar dari Kai, dan setelah itu ia harus melakukan sesuatu terlebih dahulu sebelum ia benar-benar bisa tidur dengan nyenyak malam ini.  Dan entah untuk keberapa kalinya, Baekhyun kembali mengecup kepala Sena sambil menunggu kabar dari Kai.

Sebuah suara dering handphone yang menandakan ada pesan masuk membuyarkan lamunan Baekhyun. Dengan hati-hati Baekhyun mengambil handphone tersebut agar tidak membangunkan Sena yang sedang tertidur di pelukannya. Bibir Baekhyun terangkat ke atas membentuk sebuah senyuman yang sangat jarang ia tunjukkan. Sebuah senyuman yang dipenuhi dengan rencana jahat yang akan membuat siapapun yang melihatnya bergidik ngeri.

From : Kim K

Aku sudah melakukan apa yang kau minta. Harus aku bawa ke mana dia?

Dengan cekatan Baekhyun pun membalas dari pesan Kai yang ditunjukkan untuknya itu.

To : Kim K

Bagus. Bawa dia ke penjara bawa tanah. Aku tidak mau Sena terbangun karena mendengar suara keributan. Aku akan tiba di sana 10 menit lagi.

Balas Baekhyun yang langsung mengirimkan pesan tersebut setelah ia selesai mengetiknya. Baekhyun kembali mengecup kepala Sena sebelum ia melepaskan pelukannya dan beranjak dari tempat tidur. Dengan hati-hati Baekhyun bergerak dari tempat tidur menuju walk in closetnya. Baekhyun memilih dengan asal pakaian yang akan digunakannya karena ia tidak ingin Sena segera menyadari keberadaannya yang tidak ada di tempat tidur.

Baekhyun pun keluar dari walk in closetnya hanya dengan menggunakan sebuah celana jeans yang sobek di bagian lututnya dan sebuah kaos tanpa lengan warna hitam yang memperlihatkan sebuah tato permanen di belakang bagian bawah telinganya. Tato tersebut berbentuk kalajengking yang di bagian ekornya terdapat sebuah mahkota kecil. Tato itu juga mempertegas siapa sebenarnya dirinya, dan orang-orang bawah tanah – sebutan untuk orang-orang bergerak di dunia hitam – seperti dirinya akan langsung tahu dari mana dan jabatan seperti apa yang diduduki Baekhyun saat melihat tato tersebut. Semua orang yang menjadi anggota klan mafia Baekhyun memiliki tato yang sama di tubuh mereka, hanya yang membedakannya terletak pada ujung ekor dari kalajengking itu.

Untuk terakhir kalinya, ia kembali mengecup kepala Sena sebelum ia benar-benar melangkah keluar dari kamar mereka. Dengan sedikit tergesa-gesa, Baekhyun berjalan menuju penjara bawah tanah yang terletak di bagian paling belakang dari rumahnya. Kedua penjaga penjara tersebut langsung membungkukkan badannya saat melihat sosok Baekhyun berjalan ke arah mereka. Penjara ini dibuat dengan tujuan untuk mendisiplinkan anggota mafia Black Scorpion apabila melanggar peraturan.

Setelah Baekhyun memasuki ruangan penjara itu, ia dapat melihat seorang pria yang sedang bersimpuh dengan tangan terikat di belakang punggungnya. Ia terlihat sangat ketakutan dengan aura penjara yang sedang di tempatinya itu. Ia bahkan berpikir, terkurung seumur hidup di penjara kepolisian lebih baik dari pada harus terkurung seharian penuh di penjara ini.

Kai, Yuta, dan Johnny yang juga berada di dalam sana, segera menganggukkan kepalanya saat menyadari kehadiran Baekhyun di ruangan itu. Tiba-tiba suasana mencekam begitu terasa di ruangan lembab itu. Hanya sebuah lampu gantung yang menjadi sumber satu-satunya cahaya yang ada di ruangan itu.

Dengan kemarahan yang sudah tidak bisa ditahan lagi, Baekhyun pun berjalan mendekati pria yang sedang bersimpuh itu. Aura mematikan begitu terasa keluar dari tubuh Baekhyun di setiap langkahnya. Seakan ia adalah jelmaan dari malaikat kematian yang siap mencabut nyawa siapa saja yang ditemuinya.

Baekhyun menghentikan langkahnya tepat di depan pria yang berusaha mencuri tas milik Sena itu, membuat ia harus mendongak saat merasakan ada orang lain yang berdiri tepat di depannya. Namun ia harus menyesali perbuatannya itu, karena tidak sampai tiga detik ia menatap Baekhyun yang berdiri menjulang tinggi di depannya, sebuah pukulan keras menghantam wajahnya yang sudah cukup babak belur sebelumnya. Darah segar kembali keluar dari lubang hidungnya menandakan bahwa tulang hidungnya retak akibat pukulan tersebut. Tidak hanya sampai disitu, ia juga sedikit memuntahkan darah dari mulutnya akibat dari beberapa giginya yang patah.

“Kau berani menatapku seperti itu setelah apa yang kau lakukan pada kekasihku?” tanya Baekhyun begitu dingin hingga membuat orang yang baru saja dipukulnya itu bergetar ketakutan.

J-jeosonghamnida…” ucapnya terbata-bata karena harus menahan rasa sakit dan takut secara bersamaan.

“Sayang sekali, permintaan maafmu sudah terlambat.” Baekhyun langsung mencengkram kerah baju yang digunakan pria tersebut agar bisa menatapnya tepat di mata pria itu. “Kau memilih korban yang salah, bung. Untung saja yang kau ambil adalah tas dari kekasihku. Jika saja kau menyakiti tubuhnya, meskipun itu seujung helai rambutnya sekalipun, akan kupastikan kau membayarnya dengan nyawamu.” Ucap Baekhyun yang diakhiri dengan sedikit menyentakkan tubuh pria itu hingga membuat ia kembali tersungkur di lantai. Baekhyun menendang tulang rusuk pria itu, membuatnya menjerit kesakitan karena ada beberapa tulang rusuknya yang retak, bahkan mungkin patah.

Seakan belum puas menyiksa pria itu, Baekhyun menginjak dengan kuat pergelangan tangan pria itu hingga menimbulkan suara derak seperti tulang bergeser dari tempatnya. Kembali, pria itu menjerit kesakitan karena tulang dari pergelangan tangannya patah, dan dengan kondisi tubuh yang terikat itu membuatnya semakin memperparah kesakitannya saja. Walau ia sudah berusaha memohon pengampunan dan belas kasihan Baekhyun di tengah rasa sakit yang dideranya, Baekhyun tetap tidak mendengarkannya. Telinganya seakan tuli dari permohonan ampun dan jerit kesakitan itu. Iblis benar-benar mengambil alih tubuh Baekhyun untuk tetap memberikan rasa sakit lain di tubuh yang sudah tidak berdaya itu. Bercak darah sudah berceceran di sekitar tubuh tidak berdaya itu. Bahkan ada yang tercecer sampai ke tubuh Baekhyun, tapi Baekhyun tidak mempermasalahkannya karena ia terlalu sibuk dengan kegiatannya.

“Aku harap kau menyesali perbuatanmu hari ini. Dan jangan sampai aku kembali bertemu denganmu lagi. Karena jika saat itu tiba, akan aku pastikan kau tidak akan selamat seperti hari ini. Kau mengerti?” ucap Baekhyun memperingatkan pria itu setelah ia merasa puas memberi pelajaran sesuai pemahamannya. Pria yang disiksa Baekhyun tidak menjawab apa-apa pertanyaan yang lontarkan Baekhyun, karena ia sudah tidak mempunyai tenaga lagi walau itu hanya sekedar untuk mengucapkan kata ya saja.

Baekhyun mengalihkan perhatiannya pada Yuta dan Johnny yang sedang berdiri tegang sambil menyaksikan apa yang telah Baekhyun lakukan pada pria malang itu. Merasa ditatap tajam oleh Baekhyun, Yuta dan Johnny langsung menundukkan kepalanya dalam-dalam. Keringat dingin mulai keluar, membasahi tubuh mereka. Mereka tidak bisa membayangkan jika Baekhyun juga melakukan hal yang sama kepada mereka karena telah lalai dalam menjaga Sena. Bahkan dalam pikiran mereka, Baekhyun akan melakukan hal yang lebih kejam lagi dari apa yang ia lakukan pada pria pencuri itu.

Detak jantung mereka semakin berdebar kencang saat Baekhyun berjalan menghampiri mereka dengan aura kemarahan yang masih menguar kuat dari tubuh Baekhyun. Tanpa sadar, tubuh Yuta dan Johnny berubah tegang saat Baekhyun berdiri tepat di hadapan mereka dengan tatapan tajamnya, yang bisa langsung melumpuhkan lawannya seketika saat melihatnya.

“Untuk kali ini kalian lolos dari hukumanku. Berterimakasihlah pada Sena yang memaksa aku untuk memaafkan kalian atas kejadian ini. Tapi jika ini terulang kembali, kalian akan membayarnya lebih dari apa yang kalian lihat hari ini. Kalian mengerti?”

Iye, algeuseumnida.” Jawab keduanya bersamaan, dan tanpa sadar mereka menahan napas saat mengatakan hal itu semua.

Begitu Baekhyun beranjak dari tempat itu, secara otomatis Yuta dan Johnny pun menghela napas lega. Kai yang menyadari apa yang dilakukan oleh kedua bawahannya itu pun hanya bisa menggelengkan kepalanya, karena ia tahu, aura Baekhyun memang mematikan. Apalagi saat ia sedang marah, maka tidak ada yang bisa menghentikannya, kecuali dirinya sendiri. Benar-benar seperti seorang monster. Dan inilah sisi gelap Baekhyun yang tidak banyak diketahui orang. Di balik wajah ramahnya, terdapat seorang monster yang bisa menghancurkan apa saja yang ada di hadapannya. Maka dari itu, apabila seseorang sudah melihat sisi gelap Baekhyun yang satu ini, maka ia akan memanggilnya dengan sebutan monster, dan Baekhyun tidak keberatan akan panggilan tersebut, karena ia memang monster.

 

~ tbc ~

 

 

 

 

26 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] MY LADY [Chapter 16]

  1. Ping-balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 19) | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping-balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady – (Chapter 18) | EXO FanFiction Indonesia

  3. Ping-balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 17) | EXO FanFiction Indonesia

  4. Cinta Baekhyun emng buta trhdp Sena,,,qu pnsaran reaksinya klo Baek udah pnya anak ama Sena..
    Qu sgt penasaran nnti Sena brubah mnjd Kim Jisoo itu krn apa ya??? Qu gk bsa byngin sedih nya Baekhyun klo itu smpe trjd…

  5. Ah akhirnya ketemu sama ff ini lagi..
    Moment baeksoo nya kurang ini.. haha 😏
    Baekhyun jadi monster gagal fokus gegara kebayang liat dia di drama scarlet heart njeeer.
    Next nya banyakin momet Baeksoo nya ya author nim..
    Fighting ^^

  6. Gini nih baekhyun yang dijuluki monster nggak bisa membantah sena huhuhu.. sena memang yang terhebat 😂👏👏 semoga saat sena tahu ini sena tetap di samping baekhyun sampai akhir.. Duh penasaran chapter berikutnya..

  7. ntah kenapa gabisa bayangin byun marah” kek orang kesurupan:( efek moon lovers dia pantesny unyu+cerewet aja pliis:O tp aku suka bgt sama dia gimana dong,? waah cinta segitiga nih kayaknya ulaala
    asfhkudsnkjd ada jhonny yuta aaaahh biasku kumpul semua nih uu♥♥♥syuuuka.oke dtunggu chap selanjutny aja y fighting!

  8. Posternya baru(?)
    Apa dr chapter sebelumnya udah baru(?) aku g nyadar. Tp bikin nyesek karna nambah cast lagi. Ada orang ketiga. Berarti bakal ada konflik lagi 😢😢😢

  9. Woooooww bngett mkin krennn ajjj ini,,baek oppa knpa aq gk bsa membyangkan drimu klo lgi mrahh yg mncul di kpla q hnya ke konyolanmuu,,ka authorr please jngan buat baek opp a pisah sma sena,,gk rela

    Ttp smngat ka author tuk chpter slnjutnyaa

    Bingung mw komen ap lgi

  10. Moga aja sehun dpt ketemu ma sena lagi, gk sabar pengen baca cerita cinta segitiga sehun, sena n baekhyun… Next chap jgn lama lama ya kak, semangat!!!!!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s