[EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 14)

MY LADY - CHAPTER 13.jpg

MY LADY

 [ Chapter 14]

Title : MY LADY

Author : Azalea

Main Cast :

Byun Baekhyun (EXO), Lee Sena/Kim Jisoo (BLACK PINK), Oh Sehun (EXO)

Support Cast :

Shannon Williams, Lee Miju (Lovelyz), Kim Kai (EXO), Park Chanyeol (EXO), Do Kyungsoo (EXO), etc.

Genre : Romance, Sadnes, Adult

Rating : NC-17

Length : Chapter

Disclaimer : Cerita ini murni dari otakku sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan apabila ada ff yang memiliki cerita serupa. Kalaupun ada yang serupa, aku akan berusaha membawakan cerita milikku sendiri ini dengan gaya penulisanku sendiri. Kalian juga bisa membacanya di wattpad. Nama id ku @mongmongngi_b, dengan judul cerita MY LADY.

Credit poster by CANTIKAPARK61

Cerita sebelumnya :  Cast Introduce -> CHAPTER 1 -> CHAPTER 2 -> CHAPTER 3 -> CHAPTER 4 -> CHAPTER 5 -> CHAPTER 6 -> CHAPTER 7 -> CHAPTER 8 -> CHAPTER 9 -> CHAPTER 10 -> CHAPTER 11 -> CHAPTER 12 -> CHAPTER 13

“Sayang ~ bangunlah.” Baekhyun mencoba membangunkan Sena yang tertidur di pelukannya. “Aku harus pergi ke kantor.” Tambah Baekhyun sambil mengecupi seluruh wajah Sena.

“Ngg…” Sena pun menggeliat pelan dalam tidurnya.

“Bangunlah putri tidur, aku harus melakukan sesuatu dulu sebelum berangkat ke kantor dan aku membutuhkanmu untuk itu.” bujuk Baekhyun lagi sambil menggigit pelan bibir Sena yang sedikit terbuka.

“Aku bukan seorang putri tidur, Baek. Bahkan aku baru tidur empat jam.” Protes Sena saat Baekhyun tidak menyerah untuk membangunkannya. Sena pun semakin mengeratkan pelukannya pada perut Baekhyun, berniat untuk melanjutkan tidurnya yang sempat terganggu.

“Oh, ayolah sayang. Kau harus melepaskan pelukanmu sekarang juga jika kau tidak ingin melakukan olahraga pagi denganku walaupun aku tidak keberatan sama sekali.” Ucap Baekhyun yang langsung membuat Sena membuka matanya dengan enggan. Sena menatap kesal karena Baekhyun tetap bersikukuh untuk membangunkannya, sedangkan Baekhyun tersenyum penuh kemenangan ke arah Sena yang sudah sepenuhnya terbangun.

“Kau sangat menyebalkan!” ucap Sena kesal sambil melepaskan pelukan Baekhyun padanya. Sena langsung mendudukkan dirinya di atas tempat tidur tersebut setelah pelukan Baekhyun terlepas dari tubuhnya. Pemandangan punggung indah Sena adalah hal pertama yang Baekhyun lihat saat Sena berusaha untuk bangkit dari tidurnya. Melihat punggung polos dan indah itu membuat Baekhyun kembali mengingat apa yang telah mereka lakukan sebelumnya. Namun semua lamunannya buyar saat dia mendengar Sena mengiris sakit.

“Kau baik-baik saja?” tanya Baekhyun langsung bangkit dari tidurnya karena begitu khawatir dengan keadaan Sena saat ini. Selimut yang menutupi tubuh Baekhyun pun merosot menampilkan dada bidang dan perut seksinya membuat Sena yang melihatnya harus menahan antara perasaan kesal dan malu disaat yang bersamaan.

“Ini semua salahmu.” Desis Sena berusaha menahan wajah kesalnya. Baekhyun yang melihat wajah Sena berubah menjadi merona merah pun langsung mengubah ekspresinya. Terlintas sebuah ide jahil untuk menggoda Sena dengan keadaan mereka saat ini.

“Tapi kau juga sangat menikmatinya, sayang. Bahkan kau memintaku untuk melakukannya berkali-kali.” Wajah Sena langsung berubah menjadi lebih merah lagi saat mendengar perkataan Baekhyun yang sedang menggodanya.

“Kau memang manusia paling menyebalkan!” rutuk Sena sambil memukul Baekhyun dengan sebuah bantal yang tidak jauh darinya. Bukannya meringis sakit menerima pukulan Sena, Baekhyun malah tertawa semakin nyaring saja. Kekesalan Sena semakin bertambah saat dia mendengar tawa Baekhyun dan itu tidak membuatnya menghentikan pukulan yang diberikannya pada Baekhyun. “Berhentilah tertawa!”

“Oh, baiklah-baiklah. Aku menyerah. Aku tidak akan tertawa lagi.” Ucap Baekhyun sambil berusaha menahan tawanya dengan merapatkan kedua bibirnya dan sedikit menggigit bibir bawahnya. Sena menyipitkan matanya saat melihat wajah aneh Baekhyun yang sedang menahan tawanya.

“Aku tidak ingin tidur denganmu lagi.” Putus Sena sambil beranjak dari tempat tidur. Mengabaikan tubuh telanjangnya, Sena keluar dari selimut dan mengambil kaos Baekhyun yang dikenakannya semalam. Baekhyun yang melihat Sena sedang memakai kaosnya pun segera bangun dari tidurnya dan bergerak ke sisi tempat tidur di mana Sena berada. Tepat saat kaos selesai dipakai Sena, Baekhyun berdiri dan langsung memeluk Sena dari belakang.

“Jangan marah.” Bisik Baekhyun di telinga Sena membuat semua gerakan Sena terhenti sekitika. “Aku tidak akan bisa tidur jika kau tidak ada di sampingku.” Tambah Baekhyun mesra membuat detak jantung Sena berpacu semakin cepat, tapi sebisa mungkin Sena menutupi itu semua dengan ekspresi datarnya. Ada desiran bahagia di hati Sena saat Baekhyun seakan begitu membutuhkannya.

“Itu bukan urusanku.” Jawab Sena pura-pura acuh dengan perkataan Baekhyun.

“Kumohon jangan marah, sayang. Aku tidak akan bisa hidup tenang jika kau marah padaku.” Bujuk Baekhyun dengan suara memelasnya.

“Kau membuatku tidak bisa bernapas.” Sena berusaha melepaskan pelukan Baekhyun saat dia merasakan pelukan yang diberikan Baekhyun sangat erat. Namun, bukannya melonggarkan pelukannya, Baekhyun malah semakin mengeratkan pelukannya itu.

“Tidak akan aku lepaskan sebelum kau berhenti marah padaku.” Kukuh Baekhyun membuat Sena memutarkan matanya saat mendengar ucapan itu.

“Berhentilah merajuk seperti anak kecil.”

“Aku tidak akan berhenti. Lagipula aku merajuk pada kekasihku sendiri.”

Sena menghembuskan napasnya dalam sebelum mengeluarkan suaranya. “Baiklah, aku tidak akan marah lagi. Jadi, sekarang kau lepaskan pelukanmu.” Baekhyun tersenyum senang tapi Baekhyun mencoba untuk menyembunyikannya.

“Kau berjanji tidak akan marah lagi?”

“Aku tidak bisa berjanji jika kau kembali menggodaku seperti tadi.”

“Kalau begitu aku tidak akan melepaskan pelukanku.”

“Baek?”

“Hm?”

“Lepaskan pelukanmu!”

“Tidak akan!”

“Aku menyerah. Jadi, sekarang lepaskan pelukanmu!”

“Cium aku. Baru aku percaya kau sudah tidak marah lagi.”

Sena kembali menghembuskan napas dalam sebelum berbalik untuk menghadap Baekhyun. Senyum kemenangan yang tercetak di bibir Baekhyun adalah hal pertama yang ia lihat setelah membalikkan badannya. Sena menangkup kedua pipi Baekhyun dengan kedua tangannya, lalu ia mendekatkan wajahnya pada wajah Baekhyun.

Baekhyun menutup matanya saat wajah Sena semakin dekat dengannya. Namun mata Baekhyun kembali terbuka saat dia merasakan Sena hanya mengecup sekilas bibirnya. Dikerucutkannya bibirnya kesal ke arah Sena, sedangkan Sena sendiri hanya menatapnya datar.

“Kau sebut itu sebuah ciuman?”

Waeyo? Bukankah kau ingin aku menciummu? Sekarang aku sudah menciummu, jadi tolong kau lepaskan pelukanmu.”

Baekhyun menggelengkan kepalanya sebagai tanda dia tidak setuju dengan ucapan Sena. “Aku ingin ciuman yang sesungguhnya.”

Sena memutarkan matanya jengah tapi tetap melakukan apa yang diminta Baekhyun. Dia kembali mencium Baekhyun. Bukan sekedar menempelkan bibirnya, tapi juga melumat bibir Baekhyun. Sekuat tenaga Baekhyun menahan diri untuk tidak membalas ciuman Sena. Baekhyun membiarkan Sena mengendalikan permainan itu, hingga Sena tidak sadar jika Baekhyun sudah mendorongnya untuk kembali terlentang di atas tempat tidur mereka.

Pertahanan Baekhyun pun runtuh saat dirinya kembali berada di atas tubuh Sena. Ciuman-ciuman mereka semakin lama semakin panas saja. Baekhyun melupakan tujuan awalnya untuk membangunkan Sena dan Sena juga melupakan tujuan awalnya dia mencium Baekhyun. Namun, ciuman mereka harus terhenti saat keduanya mendengar suara ketukan di pintu kamar tidur Baekhyun. Sena yang tersadar dari apa yang sedang dilakukannya segera mendorong Baekhyun untuk menjauh darinya.

Begitu Baekhyun menjauh darinya, Sena langsung menutup matanya lagi dan melemparkan bantal yang ada di sampingnya ke arah Baekhyun. “Kau tidak memakai bajumu?” ujar Sena kesal saat tidak sengaja dia melihat Baekhyun berdiri menjulang di depannya tanpa memakai sehelai benang pun di tubuhnya.

Baekhyun terkekeh saat melihat Sena berusaha menutupi kedua matanya dengan telapak tangannya. Bukannya menjauh, Baekhyun malah kembali menindih Sena yang masih terlentang di tempat tidurnya. Baekhyun mengecup jemari Sena yang menutupi kedua matanya.

“Kenapa kau harus malu? Bukankah semalam kau sudah melihat semuanya, jadi tidak ada yang perlu aku sembunyikan lagi di depanmu.” Ucap Baekhyun kembali menggoda Sena, padahal beberapa menit yang lalu dia sudah berjanji untuk tidak menggoda Sena kembali. Suara decakan kesal Sena membuat Baekhyun melebarkan senyumannya. Suara ketukan di pintu kamarnya yang tiada henti membuat senyuman Baekhyun hilang seketika. Dengan perasaan kesal, Baekhyun segera menyambar celana training yang semalam sempat digunakan Sena, lalu dia menggunakannya dengan asal.

Baekhyun berjalan ke arah pintu dan membukannya dengan kasar membuat pelayan yang mengetuknya segera menundukkan kepalanya saat dia merasakan aura kemarahan terpancar jelas dari tubuh Baekhyun.

“Ada apa?” tanya Baekhyun dingin saat melihat pelayan tersebut tidak segera mengutarakan tujuannya. Sena yang mendengar suara dingin dari Baekhyun pun segera menurunkan tangannya untuk melihat apa yang terjadi ambang pintu kamar Baekhyun. Perubahan sikap Baekhyun yang tiba-tiba itu membuat Sena mengernyitkan keningnya heran. Lalu sena menegakkan tubuhnya untuk melihat pemandangan itu lebih jelas. Dapat dilihatnya seorang pelayan wanita sedang menunduk takut di hadapan Baekhyun. Kasian sekali pelayan itu.

“A-anu tuan. Tu-tuan Chanyeol me-menyuruh sa-saya u-untuk m-membangunkan a-anda d-dan m-memintanya u-untuk sa-sarapan b-bersama.” jelasnya dengan suara terbata-bata.

“Aku akan segera ke sana. Kau bisa pergi.”

Tanpa mengeluarkan kata-katanya lagi, pelayan tersebut segera membungkukkan badannya bermaksud untuk pamit undur diri. Baekhyun langsung menutup kembali pintu kamarnya dan berbalik untuk menghadap Sena yang sedang menatapnya bingung.

“Kenapa kau memarahi pelayan itu?”

“Karena dia mengganggu kesenanganku.” Jawab Baekhyun sedikit melembutkan suaranya saat berbicara dengan Sena. Lalu dia berjalan ke arah walk in closetnya untuk mengambil salah satu kaosnya dan tanpa sadar Sena juga mengikutinya.

“Bukankah yang harus disalahkan adalah Chanyeol?” tanya Sena saat dia sudah berdiri tepat di belakang Baekhyun. Sena mengamati Baekhyun yang sedang menggunakannya bajunya tanpa ada perasaan risih sedikit pun. Seakan hal itu sudah biasa mereka lakukan.

“Itu juga yang akan aku lakukan.” Jawab Baekhyun sambil membalikkan badannya.

“Kalau kau terus marah-marah seperti ini, kau bisa cepat bertambah tua.”

“Kau mengkhawatirkanku?”

“Tidak. Aku hanya tidak ingin berpacaran dengan seseorang yang sudah tua.” Ujar Sena berpura-pura tidak peduli dengan keadaan Baekhyun. Entah sudah keberapa kalinya dalam pagi itu Baekhyun tersenyum karena tingkah laku Sena. Dan dia menyukainya.

“Akan aku pastikan kau kembali jatuh cinta padaku walau usiaku tidak lagi muda.” Janji Baekhyun sambil mengecup singkat bibir Sena yang sudah sedikit bengkak. “Kajja. Kita sarapan sekarang, sebelum si Park Yoda itu kembali mengganggu kita.” Baekhyun langsung menggandeng tangan Sena untuk keluar dari kamarnya. Sena yang belum hafal tata letak di rumah Baekhyun pun hanya bisa pasrah saat Baekhyun membawanya entah ke mana.

“Woa…lihat, siapa yang baru datang.” Ujar Chanyeol begitu semangat saat melihat Baekhyun dan Sena berjalan berdampingan menuju ke arahnya. Kai yang sedang sibuk memperhatikan handphonenya pun langsung mengalihkan perhatiannya saat mendengar ucapan Chanyeol. Tidak hanya Kai yang teralihkan perhatiannya, para pelayan yang sedang sibuk menyajikan makanan pun perhatiannya teralihkan sejenak. Mereka semua berusaha untuk menahan senyum saat melihat keadaan Sena dan Baekhyun yang jauh dari kata rapi. Sena yang sadar telah menjadi pusat perhatian pun hanya bisa mengutuk dalam hati karena semua orang sepertinya tahu apa yang telah dia dan Baekhyun lakukan.

Baekhyun menarik kursi di salah satu meja makan itu untuk didudukki oleh Sena. Dapat dilihatnya semua orang tengah tersenyum bahagia ke arahnya, terlebih lagi Chanyeol. Tersenyum ke arah Sena seperti orang bodoh dengan menampilkan seluruh gigi rapinya. Sedangkan Baekhyun mencoba untuk tidak peduli dengan apa yang dilakukan oleh sahabatnya itu.

“Berhenyilah tersenyum seperti orang bodoh.” Ucap Baekhyun yang langsung mengalihkan perhatian Chanyeol agar menatapnya. Para pelayan langsung pamit undur diri saat merasakan aura tidak mengenakan dikeluarkan oleh tuan mereka. Selain Sena, hanya Chanyeol dan Kai yang masih setia menemani Baekhyun di meja makan itu.

“Tidak bisakah kau melihatku juga ikut bahagia?” tanya Chanyeol merasa tersinggung karena Baekhyun bersikap dingin padanya. Baekhyun tidak menjawab pernyataan Chanyeol karena sesungguhnya dia juga ingin kedua sahabatnya ikut bahagia di saat ia juga tengah berbahagia. Sebagai gantinya, Baekhyun mengeluarkan napasnya dalam dan bagi Chanyeol itu adalah sebuah jawaban tanda setuju. Lalu Chanyeol kembali memusatkan perhatiannya pada satu-satunya wanita yang ikut bergabung di meja makan itu dan duduk berhadapan dengannya karena Kai duduk di samping kirinya.

“Lama tidak berjumpa, Lee Sena.” Ucap Chanyeol sambil tersenyum lebar membuat Sena kembali menatapnya. “Bagaimana kabarmu?”

Sena mengendikkan kedua bahunya sebelum menjawab pertanyaan Chanyeol. “Seperti yang kau lihat. Aku baik-baik saja. Bagaimana denganmu?”

“Sangat baik. Tapi…akhir-akhir ini aku sedikit miskin beberaja juta dolar karena taruhan bodoh yang aku lakukan.” Ujar Chanyeol pura-pura sedih dengan apa yang telah dia lakukan.

Baekhyun dan Kai langsung tersedak makanannya saat mendengar penuturan yang lakukan oleh Chanyeol. Sena yang merasa ada yang janggal pun segera menatap Baekhyun yang sedang berusaha menormalkan dirinya lagi. Kening Sena mengerut saat melihat tatapan tajam Baekhyun dilayangkan pada Chanyeol yang bersikap acuh akan tatapan itu.

“Apakah ada sesuatu yang aku lewatkan?”

“Tidak.” Jawab Baekhyun cepat membuat senyuman penuh kemenangan tercetak jelas di bibir Chanyeol.

“Kau tidak usah khawatir. Itu hanya sebuah taruhan konyol yang membuat semua orang bahagia.” Tambah Chanyeol.

Tatapan menuntut penjelasan lebih yang Sena layangkan pada ketiga sahabat itu membuat Kai akhirnya menyerah juga. Awalnya dia mencoba untuk mengabaikan keadaan di sekitarnya itu, tapi karena Sena menuntut untuk penjelasan lebih, jadi tidak ada pilihan lain baginya untuk ikut menjelaskan. Kai terlalu hafal dengan sifat kedua sahabatnya yang tidak akan menjelaskannya pada Sena.

“Itu hanya taruhan konyol yang biasa kami lakukan. Jadi, kau tidak usah memikirkannya.” Perhatian Sena teralih saat Kai juga ikut menjelaskannya.

“Benarkah? Bisakah aku percaya pada kalian?”

“Tentu saja kau harus percaya pada kami.” jawab Chanyeol cepat.

“Tapi sayangnya aku tidak mempercayai kalian. Gerak-gerik kalian terlalu mencurigakan untuk dipercayai.”

“Oh, ayolah Sena. Itu hanya sebuah taruhan konyol tentang kencan seseorang.” Baekhyun dan Kai langsung menatap tajam Chanyeol yang hampir saja membongkar apa yang telah mereka lakukan. Sena yang melihat gelagat Baekhyun dan Kai pun semakin penasaran dengan apa yang mereka sembunyikan darinya.

“Kencan? Kencan siapa?”

“Tentu saja kencan dari seseorang yang tidak pernah kencan di antara kita.”

Jawaban Chanyeol membuat Sena menatap Baekhyun. Baekhyun yang merasakan sedang ditatap kesal oleh Sena pun hanya bisa menghembuskan napasnya dalam tanda menyerah.

“Kau tidak ingin menjelaskannya?” perubahan nada suara Sena membuat Chanyeol dan Kai langsung menghentikan sarapannya.

“Mereka berdua yang memulainya duluan.”

Mwoya? Kau menyalahkan kami?” sembur Chanyeol saat ia disalahkan oleh Baekhyun.

“Ya, aku menyalahkan kalian karena membuat aku ikut dalam taruhan konyol kalian itu.”

Ya! Ya! Ya! Kenapa kau jadi menyalahkan kami? Bukankah pada awalnya memang taruhan itu tidak melibatkamu? Kau saja yang ikut-ikutan pada kami.” jelas Chanyeol yang tidak terima disalahkan begitu saja oleh Baekhyun.

“Itu karena kalian menjadikan aku objek taruhan kalian, dan aku…”

“CUKUP!!” ucap Sena memotong perdebatan antara Baekhyun dan Chanyeol. Lalu Sena menatap satu per satu dari ketiga pria di depannya itu dengan tatapan marahnya. “Kalian sama saja seperti tujuh lalu. Tidak berubah. Menyebalkan.”

Sena langsung menggeser kursi yang didudukinya dengan kasar setelah mengatakan hal itu. Tanpa menunggu penjelasan lebih lanjut, Sena meninggalkan meja makan itu dan berjalan menuju kamar Baekhyun dengan penuh kekesalan di hatinya. Dia merasa telah dipermainkan kembali oleh tiga orang itu. Padahal dia sudah memutuskan untuk membuka hatinya, tapi apa yang ia dapatkan setelah melakukan hal itu sangat jauh dari ekspektasinya.

Baekhyun yang melihat Sena meninggalkannya dengan perasaan penuh amarah pun hanya bisa menatap tajam kedua sahabatnya itu. Chanyeol dan Kai yang ditatap pun berpura-pura tidak menyadari tatapan tajam yang diberikan Baekhyun pada mereka.

“Jika sesuatu yang buruk terjadi antara aku dan Sena setelah ini, kalian harus bertanggungjawab.” Ucap Baekhyun memperingatkan Chanyeol dan Kai sebelum dia pergi untuk menyusul Sena yang sedang marah padanya.

Selepas kepergian Baekhyun, Chanyeol menoleh ke arah Kai yang masih bergeming di tempatnya. “Apakah aku melakukan hal yang salah?” tanya Chanyeol seakan tidak merasa bersalah sama sekali.

Eoh. Sebaiknya mulai sekarang kau harus belajar untuk berpikir terlebih dahulu sebelum bertindak. Kalau tidak, Baekhyun akan benar-benar membunuh kita.” Jawab Kai santai sambil menyesap kopi di cangkirnya.

“Aku berbicara seperti itu demi mereka juga. Sebuah awal yang baik, tidak akan berjalan dengan baik jika diawali dengan sebuah keburukkan.” Untuk kali ini Kai menyetujui perkataan Chanyeol, tapi tidak mengungkapkannya.

Disisi lain, Baekhyun terus berusaha mengejar Sena yang sedang marah padanya. Baekhyun membalikkan tubuh Sena ketika mereka sudah berada di dalam ruangan yang sama, kamar Baekhyun. Sena menatap tajam Baekhyun yang sedang terengah-engah karena mengejarnya.

“Biarkan aku menjelaskan semuanya.”

“Tidak ada yang perlu dijelaskan lagi. Kau memang selalu mempermainkanku.” Ucap Sena sambil menghentakkan tangan Baekhyun yang sedang mencengkram pundaknya.

“Aku tidak pernah mempermainkanmu. Aku benar-benar serius padamu.” ucap Baekhyun begitu frustasi karena Sena kembali membangun tembok tak kasat mata di antara mereka.

“Lalu kenapa kau menjadikanku bahan taruhan kalian?” Baekhyun dapat mendengar nada terluka Sena saat mengucapkannya, dan Baekhyun tidak suka itu. Sena menepis tangan Baekhyun yang ingin memeluknya, walau sebenarnya dia sangat membutuhkan pelukan itu. Berharap semua yang didengarnya di meja makan tadi adalah sebuah kebohongan.

“Beri aku kesempatan untuk menjelaskannya.” Ucap Baekhyun kembali berusaha membujuk Sena. Keterdiaman Sena membuat Baekhyun meneruskan kata-katanya. “Bukankah sebuah hubungan harus saling terbuka? Bukankah kau ingin mencoba untuk terbuka padaku? Maka biarkan aku juga terbuka padamu. Aku ingin kau lebih mengenalku beserta duniaku, tanpa terlewatkan sedikitpun.”

Sena menundukkan kepalanya karena merasa telah bertindak tanpa berpikir panjang, dan Sena menyesalinya. Tidak ada salahnya dia mendengarkan apa yang sebenarnya ingin diungkapkan oleh Baekhyun.

“Maukah kau mendengar ceritaku yang sebenarnya? Aku selalu ingin mempunyai teman untuk bercerita, dan sekarang aku memilikinya. Aku ingin kau tidak hanya menjadi kekasih yang selalu menemaniku tidur, tapi aku ingin kau menjadi sahabatku juga. Maukah kau melakukannya?”

Sena yang mendengar perkataan tulus Baekhyun pun hanya bisa menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Karena jauh di lubuk hati Sena paling dalam, dia ingin diperlakukan lebih dari seorang kekasih saja, dan ini saat yang tepat baginya untuk memerankan peran lainnya dalam kehidupan Baekhyun.

Baekhyun yang melihat Sena menganggukkan kepalanya pun hanya bisa tersenyum senang sebelum kembali melanjutkan perkataannya yang sempat tertunda. “Pada awalnya Chanyeol dan Kai memaksaku untuk datang ke acara lelang itu, tapi aku menolak mentah-mentah ajakan mereka. Chanyeol begitu keras kepala memaksa aku untuk datang, padahal dia tahu sendiri, aku sedang menunggumu pulang dari Swiss. Hingga pada akhirnya aku pun menyetujui ajakan mereka, walau dengan berat hati. Namun tidak berhenti sampai disitu, tanpa aku duga, Kai memberikan sebuah taruhan konyol pada Chanyeol tentang kencanku dengan seorang wanita di pelelangan itu selain dirimu. Meskipun Kai tahu aku tidak akan berkencan dengan satu orang pun dari pelelangan tersebut, Kai tetap mengajukan taruhannya. Karena aku terlalu kesal dengan sikap mereka, aku pun ikut taruhan tersebut dengan syarat itu adalah terakhir kalinya kami bertaruh tentang sesuatu. Ada satu hal yang aku syukuri karena taruhan itu, yaitu bisa bertemu kembali denganmu walaupun keadaannya sedikit salah karena taruhan bodoh yang diajukan Kai.”

Sena mendongakkan kepalanya setelah Baekhyun selesai menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. “Mereka hanya khawatir padaku yang saat itu bersikap seperti mayat hidup karena ditinggalkan olehmu selama bertahun-tahun tanpa kabar yang pasti.” Ucap Baekhyun sambil mengelus pipi Sena dengan ibu jarinya. “Aku tidak pernah berhenti berharap bahwa kau akan kembali lagi padaku, dan Tuhan pun mendengar keinginanku walau itu butuh waktu tujuh tahun untuk mengabulkan do’aku itu. Jika aku tahu Tuhan selalu mendengar do’aku untuk kembali bertemu denganmu, maka, walau aku harus menunggu sepuluh atau dua puluh tahun bahkan lebih dari itu pun aku rela. Karena aku tidak akan pernah melepaskan kau untuk pergi kedua kalinya dari hidupku. Jadi jangan pernah berharap untuk bisa pergi lagi dariku, karena aku akan mengejarnya sampai ke manapun.”

Sena langsung menarik wajah Baekhyun yang ada di depannya. Diciumnya bibir Baekhyun setelah dia menjelaskan semuanya pada Sena. Sena melumat kecil bibir Baekhyun dan langsung melepaskannya sebelum Baekhyun sempat membalas ciumannya. Setelah melakukan itu, Sena tidak berani untuk menatap mata Baekhyun, karena dia tahu saat ini wajahnya sedang merona merah. Baekhyun yang baru sadar dari rasa keterkejutannya, langsung tersenyum bahagia saat melihat rona merah yang berusaha ditutupi Sena.

“Apakah itu artinya kau menerima semua penjelasanku?”

Sena menganggukkan kepalanya.

“Apakah kau tidak marah lagi padaku?” tanya Baekhyun yang berusaha untuk menyembunyikan senyumannya. Sena kembali menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Baekhyun merangkulkan tangannya pada pinggang Sena dan langsung menariknya untuk semakin merapat padanya. Sena mendongakkan wajahnya karena perlakuan Baekhyun yang begitu tiba-tiba itu. Dapat dilihatnya Baekhyun sedang tersenyum bahagia ke arahnya.

“Hm…” Baekhyun berpura-pura berpikir sebentar sebelum melanjutnya ucapannya. “Karena kita sudah baikan lagi, maukah kau mandi bersamaku?” tanya Baekhyun dengan wajah polosnya membuat mata Sena membulat seketika. Namun tidak lama kemudian, Sena langsung mengubah kembali ekspresinya menjadi pura-pura kesal akan pertanyaan Baekhyun.

Byuntae!!” jawab Sena sambil sedikit memukul lengan Baekhyun. Senyum tulus Sena terlukis di wajahnya saat dia melihat Baekhyun pura-pura kesakitan akibat pukulannya. Melihat senyum Sena yang langka itu membuat Baekhyun terdiam sejenak, sebelum dia ikut tersenyum ke arah Sena. Jawaban yang diberikan Sena pada Baekhyun, tidak menolak ataupun mengiyakan permintaannya, tapi Baekhyun tahu jawaban seperti apa yang sebenarnya.

 

~ tbc ~

Aku menulis chapter ini tuh dengan tingkat kemalasan yang tinggi. Jadi, maafkan aku jika hasilnya agak mengecewakan kalian yang berharap lebih. Macet banget pas nulisnya.

Sekali lagi maafkan aku…

Bye-bye :-*

Regards,

Azalea

25 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 14)

  1. Ping-balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 19) | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping-balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady – (Chapter 18) | EXO FanFiction Indonesia

  3. Ping-balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 17) | EXO FanFiction Indonesia

  4. Kejujuran emng sgt pnting dlm hbngan,,tp klo Sena jujur pernh pnya Anak dan gk mmbritau Baek,,apkh dia akn marah ap tdk pd Sena???

  5. Ping-balik: [EXOFFI FREELANCE] MY LADY  [Chapter 16] | EXO FanFiction Indonesia

  6. Ping-balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 15) | EXO FanFiction Indonesia

  7. Well, aku udah baca dari chap1-14.
    Dan maaf banget buat author karena baru bisa komentar sekarang..

    Thor, suka banget sama ff nya.. aku sampe kebut semaleman baca. Penasaran sama endingnya, semangat terus nulisnya buat author.. sering” bikin ff cast nya Jisoo, I’m the biggest fans of her ^^
    Ga apa-apa deh biarpun disini pakenya Lee sena, tapi karena author nya pake visual Jisoo dan mengarahkan ke dia/? jadi aku tetep baca sena jadi Jisoo 😂 *apa banget deh

    Fighting!!! 😄😘

  8. ooooo unni kw hatiku jadi ding ding ding,,, hahaha chanyeol lucu banggat trlalu jujur enggak pndi bohong,aku senang sena sm baekhyun balikkan yeahhhhhhhhhhh harap smpi ending engak ada konflik yahh

  9. Huhu chanyeol terlalu jujur..
    Tapi gpp jga sih demi kebaikan sena-baek.. tpi sena ga bakal pernah cerita tentang anaknya dengan baek ya? Huhu..

    Dinext ka!

  10. Hmm mereka so sweet banget si 😄 jadi khawatir suatu saat nanti mereka dipisahkan lagi 😕 ya semoga aja hubungan baek-sena sweet sweet aja hihii 😅
    Ditunggu next chapter nya okay 😉

  11. wanjiirr cieciee yg abis maljuman.wkwkwk
    pas bgt da momentny pas maljum#plaak
    aaah diabetes aing baca chap ini makinn ciiintaaah sama epep ini apalagi kopel baeksena<3❤ <3…walaupun ka azalea nulisny dg tingkat kemlasan tp hasilny ttep bagus ko walaupun ada typonya tp msh bisa dpahami ko…aku mah selalu suka epep yg dibikin ka azalea eaaa jjang deh pokokny ka..keep writing ya ka. btw nunggu banget moment sena ceritain anak mereka ke baekhyun…

  12. komentar kedua lagi 😁😁😁😁

    aku nunggu ff ini di publish lanjutan nya lagi..

    cieeeeeee sena baekhyun udah enaena,,,wkwkwkwk

    selalu nunggu nih kapan sena mau bilang ke baek tentang anak mereka…. keep waiting

    semangat Azalea :*

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s