[EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 13)

MY LADY - CHAPTER 12

MY LADY

[ Chapter 13]

Title : MY LADY

Author : Azalea

Main Cast :

Byun Baekhyun (EXO), Lee Sena/Kim Jisoo (BLACK PINK), Oh Sehun (EXO)

Support Cast :

Shannon Williams, Lee Miju (Lovelyz), Kim Kai (EXO), Park Chanyeol (EXO), Do Kyungsoo (EXO), etc.

Genre : Romance, Sadnes, Adult

Rating : NC-17

Length : Chapter

Disclaimer : Cerita ini murni dari otakku sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan apabila ada ff yang memiliki cerita serupa. Kalaupun ada yang serupa, aku akan berusaha membawakan cerita milikku sendiri ini dengan gaya penulisanku sendiri. Kalian juga bisa membacanya di wattpad. Nama id ku @mongmongngi_b, dengan judul cerita MY LADY.

Credit poster by CANTIKAPARK61

Cerita sebelumnya :  Cast Introduce -> CHAPTER 1 -> CHAPTER 2 -> CHAPTER 3 -> CHAPTER 4 -> CHAPTER 5 -> CHAPTER 6 -> CHAPTER 7 -> CHAPTER 8 -> CHAPTER 9 -> CHAPTER 10 -> CHAPTER 11 -> CHAPTER 12

“Apakah ini sudah semuanya?” tanya Baekhyun saat memperhatikan Sena sedang membereskan beberapa barangnya yang ada di loker karyawan di club.

“Aku tidak membawa banyak barang ke sini.” Jawab Sena sambil menata barang-barangnya. Ini adalah hari terakhir dia bekerja di sini sebagai wanita penghibur, karena Baekhyun sudah membebaskannya dari Kris. Baekhyun membayar seluruh utang Sena pada Kris saat Baekhyun tahu Sena masih bekerja pada Kris sebagai salah satu wanita penghibur di club miliknya.

“Sudah selesai?” tanya Baekhyun yang sedang menyandarkan tubuhnya di loker sebelah Sena.

“Hm.”

Kajja. Aku tidak ingin terlalu lama di tempat ini.” Baekhyun langsung menggenggam tangan Sena dan menariknya keluar.

“Tapi aku harus mengganti pakaianku dulu.” Baekhyun mengernyit bingung ke arah Sena yang menghentikan langkahnya. “Aku harus mengembalikan gaun ini pada Tifanny.” jelas Sena sambil memegang gaun yang sedang dipakainya saat ini.

“Aku akan membayarnya nanti.”

Mwo?”

“Aku akan menyuruh Kai untuk mengganti gaun itu, jadi kau tidak usah khawatir.” Baekhyun kembali menarik Sena untuk mengikutinya lagi. Sena mengurungkan niatannya yang ingin protes dengan sikap Baekhyun yang seenaknya saja. Saat ini mereka sudah berada di tempat parkir. Baekhyun membukakan pintu mobil ferrarinya agar Sena dapat memasukinya. Tidak berapa lama kemudian, Baekhyun sudah ikut bergabung dengan Sena.

“Kita akan ke mana?” tanya Sena penasaran karena Baekhyun tidak memberitahunya ke mana tempat yang menjadi tujuan mereka.

“Aku yakin kau belum makan malam. Jadi sebelum pulang, aku ingin mengajakmu makan malam terlebih duhulu.” Jawab Baekhyun dengan pandangan mata tetap tertuju pada jalanan. Sena menganggukkan kepalanya setuju karena sejujurnya dia sangat lapar saat ini. Keheningan menyelimuti mereka selama perjalanan menuju restoran yang dituju Baekhyun.

Dua puluh menit perjalanan berlalu, Sena dan Baekhyun pun sampai di sebuah restoran mewah. Baekhyun menggandeng tangan Sena saat memasuki restoran tersebut. Banyak tatapan iri dari para pengunjung perempuan yang ditunjukkan pada Sena saat dia berjalan di sebelah Baekhyun. Sena yang mendapatkan tatapan seperti itu hanya bisa meringis risih karena tiba-tiba menjadi pusat perhatian di tengah keramaian. Sedangkan sikap berbeda ditunjukkan Baekhyun, dia bersikap seolah tidak terjadi apapun di sekitarnya. Terlalu biasa dengan tatapan memuja dari para perempuan yang bertemu dengannya membuatnya selalu bersikap biasa saja.

Baekhyun dan Sena tiba di kursi yang mereka tuju. Seorang pelayan datang dan langsung memberikan sebuah buku menu agar Sena dan Baekhyun dapat memilih makanan apa yang akan mereka makan untuk makan malam itu. setelah selesai memilih, pelayan tersebut pergi meninggalkan meja Sena dan Baekhyun. Lama-lama menjadi pusat perhatian membuat Sena merasa tidak nyaman sama sekali.

“Bisakah kita pulang saja?” tanya Sena saat pandangan mata mereka bertemu. Baekhyun menaikkan sebelah alisnya tidak mengerti dengan tatapan memohon Sena padanya. Memohon untuk apa?

Tidak.” Baekhyun menjawab singkat sambil menggelengkan kepalanya. Sena hanya bisa mengerucutkan bibirkan kesal mendengar penolakan yang dilontarkan Baekhyun padanya. Dasar tidak peka. Rutuk Sena dengan sikap Baekhyun yang bersikap biasa saja.

Tidak lama kemudian makanan yang mereka pesan datang. Dengan perasaan kesal, Sena memakan makanan yang dihidangkan untuknya. Tatapan memuja yang secara terang-terangan ditunjukkan untuk Baekhyun dari pengunjung perempuan di sana membuat Sena tidak suka. Tapi bukan berarti dia cemburu. Hanya tidak suka saja, dan Sena benci harus mengakuinya perasaan aneh itu.

Makan malam dengan suasana dingin pun mereka jalani. Tidak banyak pembicaraan di antara mereka. Hanya suara dentingan sendok dan garpu yang terdengar selama itu. Baekhyun langsung mengajak Sena pulang setelah mereka selesai makan malam. Suasana hening pun mereka bawa lagi selama dalam perjalanan pulang. Tidak ada yang ingin mengeluarkan suaranya.

Mobil yang dikemudikan Baekhyun sampai di depan sebuah rumah bergaya korea klasik yang dijaga ketat oleh beberapa penjaga di depan pintu masuknya. Sena mengernyitkan keningnya bingung karena tidak tahu sekarang ia berada di depan rumah siapa. Sena menatap Baekhyun meminta penjelasan ke mana dia dibawanya pergi. Baekhyun yang mengerti pun hanya bisa tersenyum sambil mengelus lembut pipi Sena dengan ibu jarinya.

“Ini rumahku, dan akan jadi rumahmu untuk seterusnya.” Kerutan di kening Sena semakin dalam saat mendengar ucapan Baekhyun tentang bangunan di depannya itu. “Kajja.” Tanpa menunggu jawaban dari Sena, Baekhyun segera membuka pintu pengemudi. Sena yang melihat Baekhyun sudah keluar pun, segera membuka pintu penumpang  untuk menyusul Baekhyun yang sudah berdiri di depan mobil, menunggunya.

Baekhyun mengulurkan tangannya dan langsung disambut oleh Sena. Beberapa penjaga yang bertugas di depan pintu masuk pun membungkukkan badannya saat Baekhyun dan Sena berjalan ke arah mereka. Ini pertama kalinya Baekhyun membawa seorang wanita ke kediamannya, dan itu menimbulkan tanda tanya besar di benak para penjaga yang tadi dilewatinya. Mereka sebenarnya begitu penasaran dengan sosok wanita spesial itu, tapi karena alasan kesopanan, mereka memilih untuk diam. Menyimpan pertanyaan itu untuk lain waktu.

“Kenapa begitu banyak penjaga di rumahmu?” tanya Sena heran, karena tidak hanya satu atau orang penjaga saja yang dilewatinya selama memasuki rumah Baekhyun.

“Untuk keamanan.” Jawab Baekhyun sambil tersenyum. Sena yang mengerti maksudnya pun tidak bertanya lebih lanjut lagi pada Baekhyun.

Sena begitu takjub dengan desain dari rumah Baekhyun. Walaupun rumah ini bergaya korea klasik, tapi di dalam rumah ini begitu modern. Baekhyun terus membawa Sena semakin dalam memasuki rumahnya. Sebuah taman lengkap dengan air mancurnya terdapat di bagian tengah-tengah rumah membuat Sena tidak bisa berhenti untuk tidak mengagumi keindahan rumah Baekhyun.

Setelah berjalan melewati beberapa lorong maupun ruangan, Baekhyun membawa Sena masuk ke dalam kamar tidurnya. Detak jantung Sena berdenyut sangat cepat saat menyadari kamar siapa di depannya itu. Sena tercengang saat mengamati kamar tidur yang sangat luas itu. Bahkan lebih luas dari kamar tidurnya yang dulu. Ini pertama kalinya Sena memasuki kamar tidur seorang pria, dan itu membuatnya gugup setengah mati.

Baekhyun terus memperhatikan Sena yang hanya tetap bergeming di depan pintu masuk kamarnya. Tidak mengerluarkan sepatah kata pun, dan itu membuat Baekhyun sedikit khawatir. Dengan sedikit tarikan, Baekhyun membawa Sena masuk ke dalam kamarnya. Sena sedikit tersentak saat Baekhyun menariknya dari rasa keterkejutannya akan kamar di depannya. Baekhyun langsung menutup pintu kamarnya begitu Sena masuk ke dalamnya.

Baekhyun tersenyum saat menyadari kegugupan Sena yang sangat langka ini. Ditatap intens oleh seorang pria di dalam ruangan yang sama membuat Sena tidak sanggup untuk menatap Baekhyun balik. Entah kenapa dia merasa malu dengan semua ini. Suasana ruangan yang remang-remang karena hanya diterangi oleh lampu tidur membuat Sena semakin gugup saat Baekhyun dengan perlahan mendekatkan wajahnya.

Sena menutup rapat kedua matanya saat merasakan deru napas hangat Baekhyun menerpa wajahnya. Sebuah kecupan lembut mendarat di bibirnya. Tubuh Sena semakin menegang saat merasakan kecupan-kecupan itu semakin lama semakin intens. Ciuman lembut pun Baekhyun berikan pada Sena, dan berharap hal itu bisa meluluhkan hati Sena yang sedingin es. Setelah beberapa saat mereka berciuman, Baekhyun pun melepaskannya karena takut akan bertindak lebih jauh lagi.

Sena membuka matanya saat Baekhyun menyudahi ciumannya. Ia bisa merasakan wajahnya berubah menjadi merah karena suasana intim di kamar tidur itu. Sena membalikkan tubuhnya karena tidak ingin Baekhyun melihat wajahnya yang merona. Baekhyun tersenyum melihat sikap malu Sena padanya. Biasanya Sena akan marah-marah jika Baekhyun menciumnya semaunya, tapi sekarang berbeda, dan Baekhyun menyukainya.

Baekhyun mengulurkan tangannya untuk memeluk tubuh Sena dari belakang membuat Sena sedikit tersentak karena perlakuan Baekhyun yang tiba-tiba itu. Baekhyun menyandarkan dagunya pada bahu Sena yang terbuka. Menghirup aroma Sena yang begitu digilainya. Sesekali dia akan mengecup bahu telanjang itu, membuat Sena kadang menahan napasnya. Sena memejamkan matanya meresapi perlakuan lembut Baekhyun pada tubuhnya. Tanpa sadar Sena meletakkan telapak tangannya pada tangan Baekhyun yang ada di perutnya dan meremasnya pelan. Menyalurkan perasaan nikmat yang dirasakannya akibat ciuman lembut Baekhyun.

Baekhyun tersenyum disela-sela ciumannya di leher Sena saat melihat respon yang ditunjukkan Sena padanya. Napas keduanya sedikit memburu, seakan-akan mereka habis melakukan lari marathon dan itu membuat Sena harus menyandarkan kepalanya pada dada Baekhyun yang ada di belakangnya. Tubuhnya tiba-tiba lemas, tapi dengan sigap Baekhyun menyangga tubuh Sena agar tidak terkulai di lantai.

“Aku tidak akan menyentuhmu jika kau tidak menginginkannya, karena kau adalah kekasihku. Jika kau ingin berhenti, maka aku akan berhenti saat ini juga. Semua kendali ada di tanganmu.” jelas Baekhyun sambil berbisik di telinga Sena membuat Sena membuka matanya seketika. Sena tidak yakin jawaban apa yang harus dia berikan pada Baekhyun, sehingga dia memilih untuk tetap bergeming di tempatnya. “Na-ya?” tuntut Baekhyun agar Sena segera memberinya sebuah jawaban.

Dengan susah payah Sena menelan ludahnya sebelum dia mengeluarkan suaranya. “A-ku..b-belum siap.” Jawab Sena terbata-bata setelah sekian lama hanya berdiam diri.

“Aku mengerti.” Baekhyun langsung melepaskan pelukannya pada Sena. Lalu dia berjalan masuk ke dalam walk in closet nya dan keluar lagi dengan membawa sebuah kaos dan celana  training di tangannya. “Kau bisa mengganti bajumu dengan ini.” Ucap Baekhyun sambil menyerahkan koas dan celana trainingnya pada Sena. Sena tetap menerimanya walaupun dengan tatapan bingung. “Kau bisa menggunakan kamar mandi di sebelah sana.” Tunjuk Baekhyun pada sebuah pintu yang tertutup dan diikuti oleh pandangan mata Sena. “Anggap saja rumah sendiri.” Ucap Baekhyun setelah dia selesai menjelaskan apa yang bisa dilakukan Sena di kamarnya. Baekhyun langsung mengecup kening Sena setelah mengatakan hal itu.

“Kau mau ke mana?” tanya Sena saat Baekhyun berjalan melewatinya. Baekhyun kembali membalikkan badannya sambil tersenyum menenangkan ke arah Sena yang sedang menatapnya bingung.

“Aku hanya keluar sebentar untuk mengambil sesuatu yang dapat mendinginkanku.”

Tanpa menunggu tanggapan Sena, Baekhyun keluar dari kamarnya meninggalkan Sena sendirian di sana. Baekhyun harus segera mencari pelampiasan lain, sebelum dia benar-benar tidak bisa menahannya. Berdekatan dengan Sena selalu membuat Baekhyun tidak bisa mengontrol hasratnya, dan pada akhirnya di sinilah Baekhyun berada, di sebuah mini bar yang sengaja dibuatnya.

Baekhyun mengambil sebotol vodka secara acak dan menuangkannya pada gelas. Dalam sekali tegukan, vodka dalam gelas tersebut habis. Baekhyun mengernyitkan keningnya begitu cairan itu melewati kerongkongannya. Seakan terbakar, tapi memabukkan. Tidak terasa, gelas kelima pun telah ia habiskan. Namun seperti biasa, hal itu tidak dapat membuatnya mabuk dengan mudahnya.

Baekhyun menuangkan cairan vodka pada gelas keenamnya. Lalu dia berjalan ke arah kamarnya dengan gelas tersebut berada digenggamannya. Saat Baekhyun membuka pintu kamarnya, dapat dilihatnya Sena yang juga baru keluar dari dalam kamar mandi terlihat terkejut saat melihat Baekhyun berdiri di ambang pintu. Manik mata mereka saling bersitatap selama beberapa menit sebelum Sena mengeluarkan suara untuk memecahkan keheningan tersebut.

“K-kau bisa menggunakan kamar mandinya.” Ucap Sena gugup saat melihat Baekhyun yang sedang menatapnya intens. Walaupun Baekhyun sudah sering menatapnya seperti itu, reaksi yang sama selalu Sena tunjukkan pada Baekhyun. Tanpa Sena sadari, dia mengamati penampilan Baekhyun. Penampilan yang jauh dari kata rapi dengan tiga kancing teratas kemejanya terbuka, dan lengan kemeja yang sudah digulung sebatas siku, membuat Sena bertambah gugup saja. Tidak jauh berbeda dengan Sena, Baekhyun juga merasakan hal yang sama. Rambut basah Sena, dan bau tubuh Sena yang baru selesai mandi membuat Baekhyun terangsang hebat. Wajah merona Sena karena gugup, semakin membuat Baekhyun ingin menyentuhnya kembali. Namun, sebisa mungkin dia harus menahannya. Sabarlah, Baek. Suatu hari nanti kau akan mendapatkannya. Janjinya lebih kepada diri sendiri.

Tanpa menjawab perkataan Sena, Baekhyun langsung menaruh gelas berisi vodka dibawanya ke atas sebuah meja, lalu melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Sena menatap Baekhyun bingung karena sikap Baekhyun yang seakan mengabaikan keberadaannya, dan entah kenapa Sena tidak menyukai hal itu. Sambil menunggu Baekhyun selesai mandi, Sena berjalan mengamati ruangan tempat dirinya berada sekarang ini. Apakah ini akan menjadi kamarku seterusnya? Tanya Sena dalam hati saat mengagumi desain kamar Baekhyun. Mencoba mengalihkan perasaan tidak sukanya pada sikap Baekhyun kali ini.

Sena menghentikan acara pengamatannya saat mendengar pintu kamar mandi terbuka. Saat Sena membalikkan badannya untuk melihat Baekhyun, matanya langsung terpejam seketika. Di sana, Baekhyun sedang berdiri hanya dengan menggunakan jubah mandinya yang sedikit menampilkan dada bidangnya, dan salah satu tangannya sibuk mengeringkan rambut basahnya.

“Kau belum tidur?” tanya Baekhyun berusaha terlihat acuh saat melihat Sena sedang memejamkan matanya malu.

“Kenapa kau tidak memakai bajumu?” jawab Sena dengan pertanyaan lain yang membuat Baekhyun tersenyum jahil. Sena langsung membalikkan badannya.

“Ini kamarku. Jadi aku bebas mau memakai atau tidak bajuku.” Ucap Baekhyun berusaha sesantai mungkin dengan menahan tawanya.

“Tapi sekarang bukan hanya kau saja yang menempati kamar ini. Apakah kau melupakan keberadaanku?” jawab Sena kesal sambil membelakangi Baekhyun.

“Lagipula kau sudah pernah melihat semuanya. Jadi untuk apa aku menyembunyikannya lagi.” Goda Baekhyun yang membuat wajah Sena semakin merona merah sampai ke daun telinganya.

“Kau memang tidak pernah berubah. Dasar Bacon!” ucap Sena kesal sambil menghentakkan kakinya dan berjalan menuju tempat tidur. Tawa Baekhyun pada akhirnya pecah juga walaupun dia sudah berusaha menahannya. Baekhyun benar-benar tertawa lepas saat melihat Sena kembali bisa di godanya. Begitu menggemaskan di mata Baekhyun, apalagi saat melihat Sena yang membuka selimut tempat tidurnya dan langsung mengerubungi tubuhnya dengan selimut tersebut.

Aku memang selalu kembali jatuh cinta padamu, Na-ya. Ucap Baekhyun sambil berusaha meredakan tawanya. Lalu Baekhyun berjalan ke arah tempat tidur yang masih kosong. Baekhyun membaringkan tubuhnya di sebelah Sena yang masih diselimuti oleh selimutnya. Baekhyun tahu jika saat ini Sena masih belum tertidur, sehingga dia dengan sengaja merangkul tubuh Sena untuk lebih mendekat padanya. Sena sedikit tersentak dengan rangkulan tersebut, namun masih enggan untuk menunjukkan wajahnya di depan Baekhyun.

Dengan perlahan Baekhyun menarik selimut yang menutupi wajah Sena. Sena tidak berusaha mencegah tangan Baekhyun tersebut, karena dia penasaran dengan apa yang akan dilakukan Baekhyun padanya. Sebuah senyuman hangat adalah hal pertama yang Sena lihat setelah selimut itu terbuka. Karena terlalu terpesona, Sena pun tidak sadar dengan Baekhyun yang semakin mendekatkan wajahnya untuk mencium kembali bibirnya. Seperti yang dia duga, bibir mereka pun kembali saling mengecup. Meresapi rasa dari bibir lain yang sedang membuainya. Dan itu rasanya sangat memabukkan. Bahkan lebih memabukkan dari cairan beralkohol paling kuat sekalipun.

Dengan enggan Baekhyun melepaskan tautan bibir mereka. Lalu mengusap sudut bibir Sena yang sedikit basah karenanya, dan Baekhyun senang dengan satu fakta itu. Baekhyun kembali tersenyum hingga membuat Sena salah tingkah saat menyadari apa yang telah dia dan Baekhyun lakukan.

“Aku hanya ingin mengucapkan selamat malam. Sekarang tidurlah, aku tidak akan menyentuhmu lebih jauh lagi.” Baekhyun semakin mengeratkan pelukannya. Seakan Sena akan lari lagi jika dia melepaskan pelukannya.

“Kau benar-benar tidak akan menyentuhku?” tanya Sena saat hidungnya menyentuh langsung kulit dada Baekhyun yang tidak terhalang oleh apapun.

“Kalau kau tidak menginginkannya, maka jawabannya adalah tidak. Aku akan puas jika kau setiap malam hanya menemaniku tidur seperti ini.” Jawab Baekhyun sambil memejamkan matanya, berusaha untuk tidur. Lain halnya dengan Sena yang sama sekali tidak bisa tidur karena merasa ada sesuatu yang mengganjal di hatinya. Setelah beberapa menit berpikir untuk mengutarakannya atau tidak, Sena pun akhirnya memilih untuk mengutarakannya pada Baekhyun. Dirinya terlalu penasaran saat ini, dan itu membuatnya tidak bisa tidur dengan tenang.

“Baek?” panggil Sena hati-hati karena takut mengganggu Baekhyun yang sudah tertidur.

“Hm.” Baekhyun berguman pelan sebagai jawaban bahwa dia juga belum tidur.

“Dapatkah aku bertanya sesuatu?”

“Katakan saja.” Jawab Baekhyun semakin mengeratkan pelukannya pada Sena.

“Apakah kau akan tersinggung jika aku mengatakannya?” tanya Sena lirih, penuh dengan kecemasan. Baekhyun yang mendengar nada cemas itu pun langsung membuka matanya untuk menatap Sena yang tidak berani menatapnya.

“Kau belum berkata apa yang ingin kau utarakan. Jadi, bagaimana bisa kau menyimpulkannya jika aku akan tersinggung atau tidak sebelum aku mendengarnya sendiri?”

“Hanya saja, pertanyaan yang ingin aku tanyakan ini sedikit lebih pribadi.” Sena semakin merunduk saat merasakan tatapan mata Baekhyun yang menatapnya dalam.

“Aku sangat senang jika kau mau bertanya hal-hal pribadi tentangku. Jadi, jika aku boleh simpulkan, berarti aku tidak akan tersinggung sama sekali.”

“Benarkah?” Sena tidak dapat menutupi perasaan senangnya saat Baekhyun mengatakannya.

“Aku senang kau mau mengenalku lebih dalam.” jujur Baekhyun sambil mengecup kening Sena yang tepat berada di depannya.

Sena kembali terlihat menimang-nimang apakah dia akan jadi bertanya atau tidak. Namun, rasa penasarannya mengalahkan segalanya, sehingga dia memberanikan dirinya untuk bertanya lebih jauh pada Baekhyun. “Apakah kau sering meniduri banyak wanita?” tanya Sena penuh hati-hati sambil menatap mata Baekhyun langsung. Baekhyun sedikit terkejut dengan pertanyaan Sena yang tidak diprediksinya itu, namun perasaan terkejut segera hilang saat melihat Sena menatapnya penuh kehati-hatian, menunggu jawaban Baekhyun.

Baekhyun tersenyum simpul membuat Sena menatapnya bingung. “Jika kau mengkhawatirkan aku yang sering tidur dengan banyak wanita, maka jawabannya adalah tidak. Hanya kau wanita yang pernah menjadi teman tidurku.”

Mendengar hal itu, Sena pun membulatkan matanya tidak percaya. “Bahkan setelah kejadian itu?”

Baekhyun menggelengkan kepalanya sebagai jawaban. “Bukankah sudah kukatakan sebelumnya? Tidak ada wanita yang aku inginkan selain dirimu. Dan itu akan berlaku selamanya.”

“Sebegitu besarkah kau menyukaiku?” tanya Sena yang entah kenapa dipenuhi rasa bersalah pada Baekhyun.

“Bukan hanya menyukaimu, tapi aku sangat mencintaimu. Dan itu tidak bisa dideskripsikan dengan kata-kata, karena saking besarnya rasa cintaku padamu.” jawab Baekhyun tulus membuat hati Sena tersentuh dengan kata-katanya. Selama hidupnya tidak pernah ada seorang pun yang begitu mencintainya sebegitu besar dan tulusnya selain orang tuanya. Terutama ibunya.

“Apakah aku bisa bergantung padamu?” tanya Sena dengan suara yang bergetar karena menahan isakannya. Sebisa mungkin Sena menyembunyikan air matanya dari mata Baekhyun.

“Aku tidak bisa menjanjikan sesuatu yang belum pasti kepadamu. Namun, satu hal yang perlu kau tahu, kau bisa mengandalkan dan menggantungkan hidupmu padaku. Aku akan menjaga dirimu segenap kekuatanku, dan tidak akan pernah melepaskan tanganmu lagi seperti dulu.”

“Kalau begitu jangan pernah melepaskan tangaku lagi, apapun yang terjadi.” Baekhyun tersenyum mendengar keinginan Sena akan dirinya. Ini pertama kalinya Sena mengungkapkan perasaannya pada Baekhyun, dan Baekhyun senang akan hal itu. “Tidak akan ada lagi wanita di sampingmu selain aku.” tuntut Sena penuh dengan sifat keposesifannya, dan Baekhyun semakin dibuat bahagia karenanya.

“Aku janji. Tidak akan ada wanita selain dirimu.” Ucap Baekhyun dengan senang hati menyanggupi tuntutan Sena.

Setelah itu Sena mendongakkan wajahnya untuk menatap Baekhyun langsung. Baekhyun mengernyit heran saat melihat ada bekas air mata di sudut-sudut mata Sena. Sebelum Baekhyun sempat menghapus jejak-jejak air mata tersebut, dia dikejutkan dengan Sena yang mencium bibirnya terlebih dulu. Baekhyun yang belum tersadar dari keterkejutannya akan ciuman Sena yang tiba-tiba, membuatnya tidak membalas ciuman Sena.

Sena yang kesal karena ciumannya tidak mendapatkan balasan dari Baekhyun pun, akhirnya menyerah dan menjauhkan wajahnya dari wajah Baekhyun. Ciuman yang terasa asin karena bercampur dengan air mata Sena itu akhirnya menyadarkan Baekhyun. Baekhyun segera menarik tengkuk Sena untuk memperdalam ciuman mereka yang hampir terlepas. Sena dan Baekhyun pun tersenyum di sela-sela ciuman panas mereka. Napas keduanya terengah-engah saat Baekhyun sedikit menjauhkan wajahnya untuk mengakhiri sementara ciuman mereka.

“Kau yakin dengan ini?” tanya Baekhyun dengan suara seraknya yang sarat akan hasrat yang tidak bisa lagi dipendamnya. Sena menganggukkan wajahnya sebagai jawaban atas pertanyaan Baekhyun itu. Walaupun Baekhyun tidak menanyakannya secara langsung, Sena tahu makna sebenarnya dari ucapan Baekhyun itu. “Kau tidak bisa mundur lagi jika kau menyetujuinya sekarang.” Ucap Baekhyun lagi mencoba untuk memberikan Sena kesempatan jika dia berubah pikiran.

“Lakukanlah. Sebelum aku berubah pikiran.” Putus Sena sambil menatap Baekhyun yang sedang menunggu jawabannya. Baekhyun tersenyum senang saat mendengar persetujuan Sena akan apa yang mereka lakukan.

“Senang bisa mendengarnya. Terima kasih.” Ucap Baekhyun tulus sebelum mengecup kening Sena sayang. Baekhyun menurunkan ciumannya, mulai dari kedua kelopak mata Sena yang sedang menutup, sudut-sudut mata Sena yang mengeluarkan air mata, kedua pipi Sena yang sedang merona merah, ujung hidung Sena yang merah karena tangisannya, dan yang terakhir adalah bibir Sena yang sedikit membengkak.

Ciuman-ciuman lembut itu membuat Sena merasa begitu dicintai oleh Baekhyun, walau pada kenyataannya dia memang sangat dicintai oleh pria yang sedang mencumbunya itu. Lenguhan nikmat terkadang dikeluarkan saat mereka saling mencumbu satu sama lain. Untuk kedua kalinya setelah tujuh lalu, mereka kembali memadu kasih tapi dengan suasana yang berbeda. Tidak ada lagi paksaan untuk melakukannya, karena mereka melakukannya atas keinginan masing-masing. Dan untuk pertama kalinya, Sena mencoba untuk membuka hatinya pada pria yang dulu begitu dibencinya tapi begitu mencintainya.

~ tbc ~

Akhirnya jalanannya ngga macet, jadi sehari juga selesai. Ceritanya makin aneh ya?? Maafkan aku karena kalian begitu lama menunggunya dan ceritanya juga aneh. Awalnya mau fokus dulu ke Dream, ekh ditengah jalan aku dapat ide cerita, jadi malah garap ini. Aku tuh orangnya plin-plan ya…jadi maafkan aku.

Sampai jumpa di chapter selanjutnya.

Bye-bye :-*

Regards, Azalea

32 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 13)

  1. Ping-balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 19) | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping-balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady – (Chapter 18) | EXO FanFiction Indonesia

  3. Hahahah…..mkin so sweet…
    Tdi pas sena nanya baek tntng pribadi…
    Dikirain sena bkal ksh tau tntng anakny ..
    Kpan sena bkln ksh tau tntng anakny??

  4. Ping-balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 17) | EXO FanFiction Indonesia

  5. Sena klepek2 jg akhirnya sama pesona Baekhyun.. Tp Baek terlalu cute buat jadi bos besar nih, hahaha..

    Oke saat ini moment nya lg sweet2 an, gmn dgn episode selanjuynyaaa????

  6. Ping-balik: [EXOFFI FREELANCE] MY LADY  [Chapter 16] | EXO FanFiction Indonesia

  7. Ping-balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 15) | EXO FanFiction Indonesia

  8. Aduh kak, akhirnya Sena menyatu juga sm Baekhyun.. Tapi tentang anak mereka kapan di ceritainnya ya? Penasaran sih, tp harus sabar nunggu.. Sorry baru komen di chap ini, di tunggu next chapternya ya kak🙂

  9. kya… akhirnya sena berusaha berdamai sama masa lalunya, kenapa gak pas tau dia hamil aja…
    orang k3 belum muncul nihh ahhh pliss biarkan mereka bersatu😉

  10. Tapi agak pendek ya thor
    Woahhh akhirnya mereka bisa bersatu juga, yahh tapi mungkin masih ada rintangan didepan.
    Aku kira sena tadi mau ngomongin soal anaknya, eh nyatanya malah jadi adegan panas wkwk
    Kapan nih baekhyun bakalan tau soal anaknya?

  11. uwaaa…yeeey update juga ni epep…aku selalu nungguin epep ini loh kao_O gak sia” kebangun tengah malem..eh taunya udah update aja wkwk
    penyakit tbc -__-aah finally sena nerima baek??aahh seneng banget♥ku kira kmren bkal nolak…haaah nextny ada nc nya dong ka#plaak biar tamvah greget gt setlh 7th penantian:O
    nextny jan lama” ya ka+klo bisa ada ncny ya#kekeuh haha tp terserah authorny aja deh…readers mh nurut aja
    nanti aku kasih reward sate 100 tusuk loh ka..yakin ga kegoda ??hahaha
    btw kapan sena ngomong soal anaknya….huhu

  12. Kirain gk bkalan d lnjtin,kmren smpet kcewa,cuz gk ngpost next.a,tp krna udh ngpost,jd sneng,ttp fighting y.. Uat krya2.a,cuz qwu ska bngt sma ff karya author azalea,d tunggu next chepter.a,oia jngan lpain dream y,cuz qwu pnsran ma next chap.a

  13. Demi apapun aku nungguin bgt ff ini🙂 dan akhirnya muncul dengan cerita yang memuaskan. Semoga next chap nya lebih a6 yaa ^^ fighting thor!!

  14. Hai kak, aku readers baru dan baru baca chap. ini, udah ketinggalan banyak yaa :D:D…..
    Aku terharu baca bagian akhirnya kak, Baekhyun sebegitu cintanya kah sama Sena ?..
    Fighting kak, di tunggu chapterberikutnya, dan izin baca untuk chapterchapter sebelumnya :):).
    Keep writing kak…..

  15. Baek setia banget ya ama sena,ya ampuuun jadi mau punya cowo kaya baekhyun.baekhyun nya juga gpp deh eh, wkwkwk
    Pokoknya ditunggu buat next chapter nya ya author 😉

  16. nunggu Dari kemaren kemaren takut ketinggalan cerita….. ahhhh kapan sena bilang ke baek kalau dia punya anak? gk sabar pen baca

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s