[EXOFFI FREELANCE] MY LADY (Chapter 6)

MY LADY - CHAPTER 6

MY LADY

 [ Chapter 6 ]

Title : MY LADY

Author : Azalea

Main Cast :

Byun Baekhyun (EXO), Lee Sena/Kim Jisoo (OC), Oh Sehun (EXO)

Support Cast :

Shannon Williams, Lee Miju (Lovelyz), Kim Kai (EXO), Kim Yura (GD), Park Chanyeol (EXO), Do Kyungsoo (EXO), etc.

Genre : Romance, Sadnes, Adult

Rating : NC-17

Length : Chapter

Disclaimer : Cerita ini murni dari otakku sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan apabila ada ff yang memiliki cerita serupa. Kalaupun ada yang serupa, aku akan berusaha membawakan cerita milikku sendiri ini dengan gaya penulisanku sendiri. Kalian juga bisa membacanya di wattpad. Nama id ku mongmongngi_b, dengan judul cerita MY LADY.

Cerita sebelumnya :  Cast Introduce -> CHAPTER 1 -> CHAPTER 2 -> CHAPTER 3 -> CHAPTER 4 -> CHAPTER 5

 

Bibirnya tidak pernah berhenti untuk terus tersenyum tatkala matanya melihat sosok yang begitu dirindukannya ada pada jarak pandanganya saat ini. Dua hari memang waktu yang singkat, tapi baginya, dua hari terasa seperti dua tahun. Iris mata hitam pekatnya tidak pernah merasa bosan untuk terus menatap sosok jelita yang ada beberapa meter di depannya.

Kejadian konyol dan memalukan yang terjadi dua hari lalu di rumah sang sosok jelita itu tidak membuatnya menyerah begitu saja untuk mendapatkan hatinya. Apalagi saat dia mendapatkan bonus yang begitu membahagiakan hatinya saat di sana. Restu dari ibu gadisnya. Memikirkan hal itu tanpa sadar semakin membuat senyuman di bibirnya merekah sempurna. Membuatnya semakin tampan.

Kai dan Chanyeol yang merupakan sahabat dari orang yang terus tersenyum itu—Baekhyun—hanya bisa memandangnya dengan tatapan bingung. Satu pikiran yang terlintas di benak keduanya, Baekhyun gila! Ucapnya tanpa bersuara.

“Kau perlu ku antar ke rumah sakit?” tanya Chanyeol yang sudah tidak tahan melihat Baekhyun terus tersenyum dari pelajaran awal hingga jam menunjukkan istirahat ini sambil memandang Sena.

E-eoh?” ucap Baekhyun sedikit terkejut karena Chanyeol bertanya sambil menepuk pundaknya. Menyeretnya paksa untuk kembali pada kenyataan yang ada. Sedangkan Kai hanya memperhatikan mereka berdua tanpa bersuara sedikit pun.

“Kau tidak mendengarkanku?” balas Chanyeol yang malah berbalik tanya. Dan Baekhyun menjawabnya dengan sebuah gelengan kepala. Melihat itu, Chanyeol pun menghela nafas dalam sambil memejamkan matanya sebelum kembali bersuara.

“Sudah ku duga.” Ucapnya ambigu yang semakin membuat Baekhyun bingung.

“Apa maksudmu?” balas Baekhyun sambil menaikkan sebelah alisnya tidak mengerti.

“Aku bertanya padamu, apakah kau perlu aku antar ke rumah sakit?” ucap Chanyeol sedikit kesal dengan memperlambat dan sedikit menekan pengucapannya.

“Untuk apa aku ke rumah sakit? Aku badanku sangat sehat.” Jawab Baekhyun semakin tidak mengerti akan pertanyaan Chanyeol padanya.

“Ya, badanmu memang sehat. Tapi aku rasa otakmu yang tidak sehat dan aku yakin salah satu rumah sakit jiwa yang ada di Seoul ini masih menyediakan satu kamar kosong yang bisa kau tempati di sana.” Ucap Chanyeol santai yang langsung membuat Baekhyun membulatkan matanya, sedangkan Kai tersenyum renyah ke arah keduanya.

“Sialan Kau!!” rutuk Baekhyun sambil melemparkan salah satu buku catatannya ke arah Chanyeol.

YA!! Kenapa kau melempaku dengan buku? Perkataanku tidak salah kan, Kai?” ucap Chanyeol sedikit kesal karena Baekhyun melemparkan sebuah buku yang tepat mengenai kepalanya.

“Jangan mencari pembenaran!!” balas Baekhyun tidak kalah kesal pada Chanyeol.

“Aku tidak sedang mencari pembenaran, karena apa yang aku ucapkan itu sesuai dengan kenyataannya. Kau terlihat seorang pasien yang kabur dari rumah sakit jiwa.” Balas Chanyeol tidak kalah sengit pada Baekhyun.

Selama beberapa menit mereka berdua saling melempar tatapan kebencian, walaupun sebenarnya tidak pernah benar-benar saling membenci. Kai yang merasa diabaikan keberadaannya oleh kedua sahabatnya itu, hanya bisa menghela nafas dalam. Kekanakan. Rutuknya dalam hati.

“Yang dikatakan Chanyeol memang benar.” Ucap Kai memecahkan keheningan di antara mereka bertiga, mencoba untuk menjadi penengah di antara keduanya. Seperti yang biasa dilakukannnya selama ini.

Mwo?” ucap Baekhyun sengit yang langsung memandang Kai kesal. Mendapatkan tatapan seperti itu dari Baekhyun sedikit membuat nyali Kai menciut, tapi ia tidak boleh menyerah.

“Tersenyum bodoh sambil menatap kosong ke depan selama tiga jam lebih, bukankah itu tingkah laku orang gila, Baekhyun-na?” jelas Kai hati-hati karena kalau tidak, bisa dipastikan ia akan menginap di salah satu kamar rumah sakit untuk malam ini.

“Itulah maksudku.” Tambah Chanyeol memperkuat  ucapan Kai hingga membuat Baekhyun kembali menatapnya kesal, setelah beberapa menit hanya menatap Kai.

Benarkah aku sudah seperti orang gila? Tanya Baekhyun dalam hati saat menimang-nimang perkataan kedua sahabatnya tanpa menghilangkan tatapan tajamnya pada keduanya.

“Kau boleh saja jatuh cinta pada seorang gadis. Tapi jika kau terlalu mencintainya, kau bisa menjadi benar-benar orang gila karenanya. Cintamu yang begitu besar bisa membuatnya pergi darimu, Baekhyun-na.” Ucap Chanyeol mencoba untuk menasehati sahabatnya. Perlahan raut kesal Baekhyun pun menghilang dari wajahnya dengan digantikan oleh raut geli menahan tawa.

“Sejak kapan kau menjadi orang yang bijak?” tanya Baekhyun sambil menahan tawanya, mengingat sifat Chanyeol selama ini yang jauh dari kata bijak. Melihat itu pun membuat Chanyeol menggeram kesal. Sekarang berganti jadi Chanyeol yang kesal pada Baekhyun karena berhasil mengolok-oloknya.

“Ckk,, kau terlalu meremehkanku Byun.” Jawab Chanyeol mencoba untuk berbangga diri.

“Baiklah, aku percaya. Pengalaman memang tidak pernah berbohong.” Balas Baekhyun santai yang membuat Chanyeol menyeringai padanya.

Nah…kau ta—”

Bbraakkk

Ucapan Chanyeol terpotong saat dirinya mendengar seseorang membuka pintu kelas dengan tidak sabarannya. Kejadian itu hingga membuat semua orang yang ada di dalam kelas langsung menghentikan segala aktivitasnya untuk melihat orang yang sudah membuat kegaduhan di dalam kelas itu.

“Shannon?” ucap Chanyeol saat melihat seorang gadis blasteran Korea-Inggris itu masuk ke dalam kelas mereka dengan aura dingin yang menyelimuti dirinya.

Rambut panjang coklat alami bergelombangnya dia biarkan tergerai begitu saja. Poni rambutnya dibiarkan menutupi sebagian keningnya. Sebuah bando pita berwarna jingga bertengger manis di atas kepalanya. Seragam biru dongkernya melekat sempurna di tubuh mungilnya yang ideal. Rok seragamnya dipotong beberapa centi di atas lutut hingga memperlihatkan betapa indahnya kaki yang dimilikinya.

Semua orang mengakui jika Shannon adalah gadis paling cantik di sekolah ini. Tapi tidak untuk Baekhyun. Baginya Shannon terlihat sama saja seperti gadis-gadis lainnya yang bersekolah di sekolah ini. Tidak ada yang istimewa sama sekali.

Seisi kelas memandangnya bingung, terkecuali Baekhyun yang hanya menatapnya datar, tanpa minat sama sekali, dan Sena yang sedang fokus pada buku yang ada di depannya hingga tidak menyadari kejadian itu. Suara hentakan langkah kaki Shannon memenuhi seluruh penjuru kelas, karena keadaan saat itu sedang hening.

“Apakah kau Lee Sena?” ucapnya begitu dingin saat langkahnya terhenti tepat di samping meja belajar Sena. Sena yang merasa dipanggil pun mendongkakkan kepalanya untuk menatap orang yang sudah memanggilnya itu. Setelah melihat siapa yang sedang mengajaknya bicara, Sena pun kembali menundukkan kepalanya untuk kembali membaca bukunya. Baginya cerita dalam buku itu lebih menarik dari pada orang yang ada di hadapannya itu. Pengganggu. Rutuknya dalam hati.

Melihat Sena yang mengabaikan keberadaannya membuat Shannon menggeram kesal. Belum pernah ada orang lain yang mengabaikannya, kecuali Baekhyun. Dengan tidak sabaran, Shannon merebut buku yang sedang dibaca Sena, kemudian melemparkannya ke lantai hingga menimbulkan suara yang begitu gaduh.

YA!!” teriak Sena tidak terima saat Shannon membuang bukunya begitu saja bagaikan sebuah sampah. Sena pun berdiri dari duduknya sambil menatap nyalang Shannon yang ada di depannya. Di sisi lain, Baekhyun hanya bisa memperhatikan semua kejadian itu begitu saja. Padahal dalam hatinya, Baekhyun menekan rasa khawatirnya dalam-dalam, berharap Shannon tidak akan melakukan hal-hal yang kejam pada Sena. Karena Baekhyun tahu, Shannon merupakan tipe orang yang akan melakukan segala macam cara untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Termasuk Baekhyun.

“Apa yang kau inginkan?” ucap Sena begitu rendah. Shannon menyeringai saat dia mendapatkan apa yang diinginkannya. Perhatian Sena.

“Aku bertanya, apakah kau Lee Sena?” balasnya pada Sena. Iris mata hazelnya menatap Sena penuh kebencian, berbanding terbalik dengan wajah cantiknya.

“Iya, aku Lee Sena.” Jawab Sena tegas.

PLAKK

Sebuah tamparan keras melayang ke pipi Sena tanpa bisa dicegahnya hingga menimbulkan warna kemerahan di pipi putihnya. Baekhyun yang melihat hal itu, langsung berdiri dari posisi duduknya. Tangannya mengepal erat menahan amarah saat melihat orang yang begitu ingin dilindunginya kembali terluka.

Sena mengusap sudut bibirnya pelan saat dirasakan sebuah darah mengalir. Sena mengalihkan tatapan dinginnya untuk menatap Shannon. Saat mata mereka bertemu, Shannon sedang tersenyum meremehkan padanya.

“Itu peringatan dariku.” Ucapnya memecahkan keheningan di antara mereka. “Jika sekali lagi kau mendekati Baekhyun oppa, kau akan mendapatkan lebih dari ini.” Lanjutnya mencoba untuk mengancam Sena.

“Brengs*k!!” geram Baekhyun begitu kesal saat mendengar ancaman Shannon pada gadisnya.

“Kau sudah selesai?” tanya Sena begitu santainya membuat semua orang yang ada di dalam kelas itu terperangah menatap ke arahnya, termasuk Baekhyun. Baekhyun yang tidak ingin terjadi sesuatu lebih dari sebuah tamparan pun berusaha berjalan ke arah mereka berdua. Namun langkahnya kembali terhenti saat melihat pemandangan di depannya.

PLAKK

Tampar Sena pada Shannon tidak kalah kuatnya dengan apa yang ia dapatkan dari Shannon tadi. Pipi putih Shannon langsung memerah setelah mendapatkan tamparan yang begitu keras dari telapak tangan Sena. Semua orang membulatkan matanya, termasuk Baekhyun.

“Gigi dibalas gigi. Mata dibalas mata. Tangan dibalas tangan. Nyawa dibalas nyawa. Itulah yang akan aku lakukan padamu juga.” Ucap Sena begitu dingin pada Shannon.

 

~ TBC ~

 

—————————————————————————————————————-

 

Hai-hai….ini mungkin jadi chapter terakhir sebelum aku hiatus…

aku menulisnya dalam waktu kurang lebih 3 jam lebih…padahal jadinya cuma 6 halaman saja…alay banget kan??

alasan kenapa aku ngga cepat2 update ff ini tuh, aku merasa gagal dalam mengeksekusinya, seperti yang sudah aku bilang selama ini…

maafkan aku jika kalian tidak puas….

sekian cuap2 aku yang ngga penting ini…

sampai ketemu di chapter selanjutnya, kalo aku inget buat ngelanjutin nich ff…hehhe

Regards, Azalea

 

 

 

 

 

Iklan

87 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] MY LADY (Chapter 6)

  1. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] my lady – chapter 40 | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 39) | EXO FanFiction Indonesia

  3. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] MY LADY (Chapter 37) | EXO FanFiction Indonesia

  4. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] MY LADY (Chapter 36) | EXO FanFiction Indonesia

  5. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] MY LADY  [Chapter 35] | EXO FanFiction Indonesia

  6. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady – (Chapter 33) | EXO FanFiction Indonesia

  7. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 32) | EXO FanFiction Indonesia

  8. Wow kata-kata ani kalimat yang dilontarkan oleh sena di part akhir penutup chapt 6 membuatku semakin penarasan nextnya kek gmana dan lg sangat pemberani sena-ah~ yuhuii next next~

  9. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] MY LADY (Chapter 31) | EXO FanFiction Indonesia

  10. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 30) | EXO FanFiction Indonesia

  11. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] MY LADY (Chapter 29) | EXO FanFiction Indonesia

  12. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My – (Chapter 27) | EXO FanFiction Indonesia

  13. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 26) | EXO FanFiction Indonesia

  14. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] MY LADY (Chapter 25) | EXO FanFiction Indonesia

  15. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] MY LADY (Chapter 24) | EXO FanFiction Indonesia

  16. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 23) | EXO FanFiction Indonesia

  17. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] MY LADY (Chapter 22) | EXO FanFiction Indonesia

  18. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] MY LADY (CHAPTER 21) | EXO FanFiction Indonesia

  19. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] MY LADY (CHAPTER 20) | EXO FanFiction Indonesia

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s