[EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 15)

my-lady-chapter-15

MY LADY

 [ Chapter 15]

Title : MY LADY

Author : Azalea

Main Cast :

Byun Baekhyun (EXO), Lee Sena/Kim Jisoo (BLACK PINK), Oh Sehun (EXO)

Support Cast :

Shannon Williams, Lee Miju (Lovelyz), Kim Kai (EXO), Park Chanyeol (EXO), Do Kyungsoo (EXO), etc.

Genre : Romance, Sadnes, Adult

Rating : NC-17

Length : Chapter

Disclaimer : Cerita ini murni dari otakku sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan apabila ada ff yang memiliki cerita serupa. Kalaupun ada yang serupa, aku akan berusaha membawakan cerita milikku sendiri ini dengan gaya penulisanku sendiri. Kalian juga bisa membacanya di wattpad. Nama id ku @mongmongngi_b, dengan judul cerita MY LADY.

Credit poster by RAVENCLAW

Cerita sebelumnya :  Cast Introduce -> CHAPTER 1 -> CHAPTER 2 -> CHAPTER 3 -> CHAPTER 4 -> CHAPTER 5 -> CHAPTER 6 -> CHAPTER 7 -> CHAPTER 8 -> CHAPTER 9 -> CHAPTER 10 -> CHAPTER 11 -> CHAPTER 12 -> CHAPTER 13   -> CHAPTER 14

“Apa yang akan kau lakukan hari ini?” tanya Baekhyun pada Sena yang sedang mengikatkan dasi yang akan digunakannya.

“Aku akan mengunjungi ibuku. Lalu…” Lalu Sena terlihat berpikir sejenak sebelum melanjutkan perkataannya. “Berangkat kerja.”

Baekhyun mengerutkan keningnya tidak suka saat mendengar Sena akan pergi untuk bekerja. “Bekerja?”

“Ya, bekerja. Tapi tenang saja, ini bekerja dalam artian yang sebenarnya.” Jelas Sena saat mendengar nada tidak suka Baekhyun tentang dirinya yang akan berangkat kerja. Sena mendongakkan kepalanya untuk menatap Baekhyun yang tidak memberikan respon atas ucapannya barusan. Tatapan bingung Sena begitu kentara saat melihat tatapan tidak suka Baekhyun padanya.

Baekhyun menghela napasnya dalam menyerah dengan keadaannya saat ini. “Aku tidak suka kau berangkat bekerja. Aku akan menjamin semua kebutuhan hidupmu selamanya asalkan kau tidak berangkat kerja lagi.” Ucap Baekhyun penuh dengan nada frustasi saat mengungkapkan ketidaksukaannya atas apa yang sedang diperbuat Sena.

“Ayolah, Baek. Jangan kekanakan seperti itu. Sampai kapan kau akan melakukan menopang hidupku, hm? Bagaimana jika kau mati duluan disaat aku sudah begitu tergantung padamu? Kau akan meninggalkan seluruh hartamu untukku? Begitu?” pertanyaan Sena hanya dijawab anggukkan kepala oleh Baekhyun dan entah kenapa itu membuatnya marah. “Kau pasti bercanda.” Lanjut Sena sambil tersenyum kecut saat tahu Baekhyun akan melakukan semua itu.

“Aku akan melakukan itu semua jika memang diperlukan.” Jawab Baekhyun tegas karena ucapannya yang sempat diragukan oleh Sena.

Sena menghentikan gerakan tangannya saat menyadari perubahan suasana di antara mereka. “Jangan konyol!!”

“Kau tidak percaya padaku?”

“Aku percaya padamu.”

“Lantas apa yang kau ragukan lagi? Aku hanya ingin kau hidup nyaman dan tenang tanpa membuatmu harus bekerja keras untuk mendapatkan sesuap nasi.”

“Aku hanya ingin menjadi wanita mandiri. Sudah cukup kau membayar semua utang-utangku, jadi untuk sekarang biarkan aku membiayai kebutuhan hidupku sendiri, oke?”

“Aku tetap tidak akan mengijinkanmu untuk pergi bekerja.”

Sena yang sedang berusaha menahan amarahnya karena kekeraskepalaan Baekhyun, pada akhirnya hanya bisa menggeram marah dan menatap kesal Baekhyun.

“Aku tidak ingin berdebat denganmu lagi setelah apa yang kita lalui beberapa saat yang lalu.” Ucap Baekhyun melembutkan suara saat mengingat kembali kegiatan panas mereka di kamar mandi membuat Sena merona merah antara malu dan juga marah disaat bersamaan.

“Aku tetap kesal padamu.” ucap Sena kesal saat ia tahu perdebatannya dengan Baekhyun tidak akan berakhir saat itu juga. Sena memutuskan akan mengalah untuk kali, dan bertekad akan kembali lagi setelah ia berhasil menyusun strategi untuk mengalahkan pendapat Baekhyun. Baekhyun mengulurkan tangannya untuk membawa Sena ke dalam pelukannya saat ia merasa Sena telah mengalah.

“Aku tahu, tapi aku mohon mengertilah.” Bisiknya lembut di telinga Sena. “Ayo, aku harus berangkat kerja sekarang, tapi sebelum itu ada satu hal yang harus aku lakukan.” Baekhyun melepaskan pelukannya. Sena tetap bergeming di tempatnya sambil memperhatikan Baekhyun yang berjalan ke arah jasnya yang tersampir di pinggir tempat tidurnya.

“Aku tidak membawa pakaian ganti.” Keluh Sena.

“Kau bisa menggunakan hoodieku sebagai pakaian atasanmu, dan untuk celana, sepertinya kemarin aku melihat kau memasukkan sebuah jeans ke dalam tas kertas yang kau bawa dari klub.” Jelas Baekhyun sambil memakai jasnya.

“Ah, aku lupa. Tunggu sebentar, aku akan mengganti pakaianku.”

Sena langsung berjalan ke arah tas kertas yang dimaksud Baekhyun yang sempat letakkan di atas meja di kamar itu. Setelah itu, Sena berjalan ke arah walk in closet Baekhyun untuk mengambil salah satu hoodie milik pria itu.

“Kau bisa memakainya di sini. Lagipula aku sudah melihatnya, jadi tidak ada yang perlu kau tutupi lagi.” Goda Baekhyun saat melihat Sena berjalan ke arah kamar mandi.

“Kau gila!” teriak Sena sambil membanting pintu kamar mandi itu karena Baekhyun berhasil menggodanya. Lagi.

Setelah Sena selesai mengganti pakaiannya, Baekhyun menggenggam tangan Sena saat berjalan keluar dari rumah tersebut. Begitu sampai di halaman rumah, Baekhyun dan Sena disambut oleh beberapa pria berpakaian hitam dan dua di antaranya adalah Kai dan Chanyeol.

“Perkenalkan, mereka berdua adalah pengawalmu.” Sena mengerutkan keningnya saat mendengar Baekhyun menjelaskan keberadaan dua pria lainnya yang tidak Sena kenal. “Yang ini, namanya Nakamoto Yuta, kau bisa memanggilnya Yuta.” Tunjuk Baekhyun pada seorang pria paling kanan yang masih setia membungkukkan badannya. “Lalu, yang ini namanya Johnny Seo, kau bisa memanggilnya Jhonny.” Tunjuk Baekhyun lagi pada pria lainnya yang juga masih setia membungkukkan badannya. “Mulai saat ini mereka adalah pengawalmu, dan akan mengikutimu ke mana pun kau pergi selama itu berada di luar rumahku.”

Sena memandang kedua pria itu bergantian dengan Baekhyun. “Aku tidak membutuhkan pengawal.”

Baekhyun menatap Sena tidak suka dengan penolakan yang dilontarkan Sena padanya. “Kau membutuhkan tim keamanan dari orang-orangku, karena aku tidak bisa setiap saat menjagamu.”

“Tapi aku bukan anak kecil lagi, Baek. Aku sudah bisa menjaga diriku sendiri.”

“Aku tahu kau sudah dewasa, Na-ya. Saat kau berhubungan denganku, kau membutuhkan pengawalan karena kau bisa saja menjadi target musuh-musuhku. Aku tidak ingin mengambil risiko itu, karena aku tidak ingin kehilangan kau lagi. Jadi, mulai saat ini kau akan dijaga ketat oleh mereka Johnny dan Yuta.”

“Tapi Baek…”

“Kusarankan kau menerima usulan Baekhyun.” Potong Chanyeol yang sedikit jengah karena memperhatikan perdebatan Sena dan Baekhyun yang sama-sama keras kepala. Sena menatap Chanyeol kesal karena mendukung sahabatnya, dan Chanyeol hanya mengangkat bahunya acuh sebagai tanggapannya.

“Kalau kau tidak mau menerima kedua pengawalmu, aku tidak akan mengijinkanmu untuk keluar dari rumahku.” Ancam Baekhyun yang langsung menarik perhatian Sena lagi. Sekarang giliran Baekhyun yang mendapatkan tatapan kesal dari Sena, setelah Chanyeol.

“Kau menyebalkan!!” ucap Sena kesal sambil menghampiri motor sport Baekhyun dan langsung memakai helm yang disodorkan oleh seorang pengawal lainnya yang tidak dikenalnya.

Baekhyun yang tahu Sena tidak menolaknnya, hanya bisa tersenyum senang sambil berjalan ke arah motornya. Sena masih tidak ingin melihat Baekhyun yang sudah berdiri di sampingnya. Ketika Baekhyun naik ke atas motornya, Sena pun segera mendudukkan dirinya di belakang Baekhyun, dan memeluk tubuh Baekhyun sebagai pegangannya. Senyum Baekhyun semakin merekah saat merasakan tangan mungil Sena memeluk tubuhnya begitu erat. Kai dan Chanyeol segera masuk ke mobil mereka, diikuti juga oleh Yuta dan Johnny masuk ke mobil yang berbeda. Iring-iringan ketiga kendaran pun dipimpin oleh Baekhyun, disusul mobil Yuta dan Johnny, dan yang paling belakang adalah mobil Kai dan Chanyeol.

“Bukankah mereka sangat menggemaskan?” tanya Chanyeol pada Kai yang sedang fokus menyetir. Kai hanya tersenyum simpul sebagai jawaban atas pertanyaan Chanyeol. “Ah, aku iri pada mereka. Seandainya saja aku dan Byeollie, seperti mereka, pasti aku akan hidup bahagia.” Keluh Chanyeol yang ditanggapi kekehan oleh Kai.

Saat rombongan itu tiba di perempatan pertama, rombongan pun dibagi dua. Baekhyun, Yuta dan Johnny, berbelok ke kiri ke arah rumah sakit tempat di mana ibu Sena dirawat. Sedangkan Kai dan Chanyeol bergerak lurus menuju perusahaan Baekhyun yang mereka bangun bersama-sama. Tidak butuh waktu lama bagi rombongan Baekhyun untuk sampai di depan lobby rumah sakit yang mereka tuju. Sena langsung turun dari motor Baekhyun tanpa menoleh ke arah Baekhyun sedikit pun. Dirinya terlalu kesal dengan Baekhyun karena kembali tidak bisa menolak permintaan Baekhyun.

“Jaga Sena selama ia berada di luar. Jika sesuatu terjadi padanya, kalian akan tahu sendiri apa akibatnya.” Ancam Baekhyun begitu dingin pada Yuta dan Johnny yang sudah berdiri di samping motornya, menunggu perintah dari atasan mereka.

Algeuseumnida.” Jawab keduanya bersamaan sambil membungkuk hormat pada Baekhyun. Lalu Baekhyun melajukan lagi motornya untuk berangkat ke tempat bekerja setelah sebelumnya ia mengamati punggung Sena yang bergerak menjauh dari pandangannya.

Tiga hari kemudian….

Sena melangkahkan kakinya dengan cepat saat memasuki lobby perusahaan Baekhyun. Orang-orang menatap Sena dengan pandangan aneh, karena tampilan Sena yang tidak mencerminkan tempat di mana ia berpijak sekarang. Ia hanya mengenakan sebuah kemeja hijau lumut yang depannya ia masukkan ke dalam sebuah celana jeans pendek. Bahkan panjang kemeja itu hanya sebatas celana jeansnya, sehingga semua orang dapat leluasa memandang kaki indah yang dimiliki Sena. Rambut hitam kecoklat-coklatannya ia gerai begitu saja. Sebuah tas kecil warna hitam tersampir di bahunya. Tidak lupa, sebuah sepatu sneakers melekat di kaki Sena.

Sena menatap datar semua orang yang dilewatinya, tidak ada senyuman sedikit pun di bibirnya. Mengabaikan semua bisik-bisik yang dilontar beberapa karyawan yang sedang memperhatikannya. Terlalu terbiasa menjadi pusat perhatian, membuat sikap Sena berubah menjadi dingin. Di belakangnya, Johnny berjalan dengan langkah lebar supaya tidak ketinggalan langkah kecil Sena.

“Lantai berapa ruang kerja Baekhyun?” tanya Sena saat dia dan Johnny memasuki lift.

“20.” Jawab Johnny singkat sambil menekan tombol 20 di dinding lift.

Beberapa orang yang ikut ke dalam lift itu menatap penasaran siapa sebenarnya Sena karena berani menyebut atasan mereka tanpa embel-embel apapun dibelakang namanya. Satu per satu dari karyawan itu pun keluar dari lift saat mereka sampai di lantai tujuan mereka. Pada saat lift berhenti di lantai 20, Sena langsung dihadapkan pada sebuah lobby lebih kecil dari pada lobby utama di lantai satu. Di lantai 20 ini, terdapat tiga buah ruangan berbeda yang masing-masing ditempati oleh Baekhyun, Chanyeol, dan Kai.

“Yang mana ruangan Baekhyun?” tanya Sena lagi pada Johnny. Johnny langsung memimpin jalan Sena menuju ruangan Baekhyun tanpa banyak kata. Sena lebih memilih bertanya langsung pada pengawalnya itu daripada pada beberapa wanita yang sedang duduk di balik meja resepsionis di lantai itu.

Tanpa mengetuk daun pintu terlebih dahulu, Sena langsung membuka pintu ruang kerja Baekhyun. Johnny dan beberapa wanita di meja resepsionis hanya bisa membulatkan mata dengan apa yang dilakukan Sena. Beruntunglah Sena karena pada saat itu Baekhyun sedang tidak melakukan pertemuan bisnis di dalam ruangannya. Baekhyun yang sedang fokus pada berkas-berkas yang ada di meja kerjanya, sejenak mengalihkan tatapannya pada pintu ruangannya yang tiba-tiba terbuka dan tertutup kembali. Setelah melihat siapa yang ada di depannya, fokus Baekhyun pun kembali pada berkas-berkasnya.

“Biarkan aku kembali bekerja.” Ucap Sena setelah beberapa menit berlalu ia hanya bergeming di tempatnya karena terlalu terpesona pada Baekhyun yang sedang fokus bekerja.

“Kalau kau jauh-jauh datang kemari hanya untuk mengungkapkan hal itu padaku, maka jawabannya tetap TIDAK.” Putus Baekhyun masih tidak mengalihkan matanya dari berkas yang ada di tangannya.

Sena mendengus kesal dengan jawaban Baekhyun yang masih tetap sama, tapi ia bertekad untuk tidak menyerah kali ini. “Kalau begitu ijinkan aku untuk kembali kuliah.”

Sejenak Baekhyun menghentikan kegiatannya untuk menatap Sena secara langsung. “Bukan hal yang sulit. Kau tinggal memilih universitas mana yang kau mau, aku akan membiayainya asalkan kau tidak kembali bekerja.”

Sena tersenyum penuh kemenangan saat Baekhyun mengijinkannya untuk kembali kuliah. “Zurich. Aku ingin kembali kuliah di Zurich.”

Sekali lagi Baekhyun menghentikan kegiatan membacanya saat mendengar permintaan Sena. Rahangnya tiba-tiba mengeras karena kota tujuan Sena adalah tempat yang tidak bisa dijangkaunya. “Kau tahu apa jawabanku tentang kota itu. Kau boleh kembali kuliah di mana pun kau mau asalkan tidak dengan Zurich.” Sena menatap Baekhyun sambil mengerucutkan bibirnya kesal, karena keinginannya untuk kembali kuliah di Zurich gagal sudah.

“Kau menyuruhku untuk mengulang pendidikan dokterku dari awal?” tanya Sena tidak percaya.

“Aku yakin dengan kemampuanmu, kau bisa lulus lebih cepat dari mahasiswa lainnya.”

“Kau gila!! Pendidikanku di Zurich cuma tinggal satu atau dua tahun lagi, dan kau malah menyuruhku untuk mengulangnya dari awal?”

Baekhyun menghembuskan napasnya lelah karena perdebatannya dengan Sena yang seakan tidak akan pernah berakhir. “Aku memang gila karenamu, Na-ya. Jadi, sekarang kau harus memilih, kuliah di Korea, Jepang, atau China, atau kau tidak kuliah sama sekali. Karena bagiku kau sama saja, tetap menjadi Sena yang aku cintai walaupun ijazahmu hanya sebatas SMA.”

Sena menggertakkan giginya kesal karena Baekhyun masih tetap keras kepala. “Kau akan menyesal karena tidak membiarkan aku untuk bekerja atau pun kuliah semauku!”

Sena langsung membuka pintu ruang kerja Baekhyun, dan membantingnya saat ia akan menutup pintu tersebut. Baekhyun menghela napasnya dalam untuk yang kesekian kalinya. Menghadapi Sena butuh perjuangan yang ekstra, walaupun malam-malam panas selalu mereka lewati hampir setiap malamnya dalam tiga hari terakhir ini, perdebatan tentang topik itu selalu tidak bisa dihindarkan oleh keduanya.

“Johnny, Yuta, siapkan mobilnya.” Perintah Sena dengan nada marahnya saat ia baru saja keluar dari ruangan Baekhyun. Johnny dan Yuta langsung berjalan mengikuti Sena kembali dengan setia.

Akan kubuat dia menyesal karena telah membebaskan aku memakai uangnya. Janji Sena dalam hati.

Tempat pertama yang dituju Sena adalah sebuah dealer mobil impor mewah terkenal. Begitu Johnny membukakan pintu penumpang untuk Sena, Sena segera berjalan ke arah pintu masuk dealer. Seorang sales dengan cekatan menyambut kedatangan Sena, karena baginya Sena adalah seorang konsumen potensial yang akan membeli barang dagangannya walaupun penampilan Sena tidak mendukung sama sekali.

“Tunjukkan padaku mobil keluaran paling baru dan paling mahal.” Ucap Sena setelah sebelumnya sales tadi selesai memperkenalkan dirinya.

“Baik, Nyonya.” Jawabnya tidak bisa menyembunyikan perasaan bahagianya.

Sena mendengarkan dengan seksama penjelasan mengenai mobil yang akan dibelinya oleh sales tadi. Setelah berkeliling selama satu jam, dan selama itu pula sales tersebut tidak berhenti berbicara tentang setiap mobil yang dilihat oleh Sena. Mulai dari kelebihan sampai kekurangannya pun ia sebutkan.

“Baiklah. Aku beli yang ini.” Tunjuk Sena pada sebuah mobil maserati grancabrio mc stradale warna putih yang dipajang di etalase dealer tersebut.

“Pilihan yang tepat, Nyonya.” Puji sales tersebut. Sena mengeluarkan blackcard yang sempat diberikan Baekhyun pada Sena beberapa hari yang lalu untuk membayar mobil yang baru diberinya. Ia benar-benar tidak peduli dengan berapa jumlah uang yang akan ia keluarkan hari ini karena memang itulah tujuannya.

“Mobil anda akan diantar dalam dua hari. Terimakasih telah berkunjung ke tempat kami. Semoga hari anda menyenangkan, Nyonya Byun.” Ucap sales itu saat ia mengira Sena adalah istri dari orang yang namanya tercetak jelas di kartu yang diberikan Sena. Tak lupa ia juga mengantar Sena keluar dari dealer tersebut sampai Sena masuk ke dalam mobil yang pintunya sudah dibukakan oleh Johnny.

“Selanjutnya kita akan ke mana, Nona?” tanya Yuta begitu Johnny ikut bergabung dengannya di dalam mobil.

“Ke pusat perbelanjaan paling mewah di Seoul.”

Yuta segera melajukan mobilnya ke tempat yang dituju Sena selanjutnya. Mereka menghabiskan waktu dua puluh menit perjalanan untuk sampai di pusat perbelanjaan yang dimaksud Sena. Kembali, Sena berjalan mengelilingi pusat perbelanjaan tersebut dengan Johnny dan Yuta yang masih setia mengikutinya. Tidak hanya satu atau dua toko yang didatanginya, tapi hampir semua toko yang menarik perhatian Sena, ia kunjungi. Mulai dari pakaian dalam, sampai perhiasan dan kosmetik pun Sena beli, walau sebenarnya ia tidak terlalu membutuhkannya.

Kedua tangan Johnny dan Yuta sudah penuh dengan tas belanjaan Sena, tapi Sena masih enggan untuk mengakhiri acara belanjanya. Terbukti saat ini Sena sedang berada di toko pakaian yang khusus menjual semua kebutuhan pria, dan tanpa tahu malu, Sena membeli beberapa pakaian dalam pria untuk Baekhyun.

“Aku beli yang ini, yang ini, yang ini, dan yang ini.” Tunjuk Sena pada beberapa kemeja, stelan jas, dan kaos yang tergantung untuk dijual. Pelayan toko yang mengikuti Sena dengan cekatan mengambil semua barang yang akan dibeli Sena. Johnny dan Yuta hanya bisa menggelengkan kepalanya saat mengamati Sena belanja seperti orang yang kesetanan. Tidak pernah sekalipun mereka melihat Sena belanja seperti ini selama tiga hari terakhir ini mengikuti kemana pun Sena pergi.

“Ah, aku lupa. Tolong bawakan beberapa stelan jas dan kemeja untuk kedua orang yang mengawalku ini.” Perintah Sena pada pelayan toko sambil menunjuk Johnny dan Yuta. Setelah selesai membayar semuanya, Sena dan kedua pengawalnya keluar dari toko tersebut. Beberapa orang yang melewati mereka bertiga, memandang iba ke arah Johnny dan Yuta yang sedikit kerepotan membawa barang belanjaan Sena.

“Setelah ini anda akan ke mana, Nona?” tanya Johnny saat melihat Sena berjalan ke arah pintu keluar.

Sena berpikir sebentar sebelum menjawab perkataan Johnny tentang tempat tujuannya. “Aku lapar, sebaiknya kita cari restoran enak di sekitar sini.”

“Baik, Nona.”

“Ternyata pergi belanja bisa menguras banyak tenaga juga.” Keluh Sena saat ia merasa sedikit lelah dengan semua kegiatan yang telah dilakukannya.

Yuta memberikan sebuah kartu pada seorang valet untuk mengambil mobil mereka. Sementara menunggu valet membawa mobil, ponsel Sena bergetar, menandakan ada sebuah panggilan masuk untuknya. Melihat caller id yang tertera di layar handphonenya membuat Sena memutarkan bola matanya jengah. Tanpa menunggu lebih lama lagi, Sena pun menggeser tombol hijau untuk mengangkat panggilan tersebut.

Sudah puaskah kau menghabiskan sebagian kecil uangku, hm?” ucap Baekhyun tanpa ada sapaan halo terlebih dahulu.

“Kau tidak suka aku menghabiskannya?” balas Sena pura-pura tersinggung dengan ucapan Baekhyun. Tawa renyah Baekhyun terdengar dari seberang sana.

Aku tidak bisa marah atas apa yang kau lakukan hari ini, walaupun itu menghabiskan setengah milayar won dalam sehari.”

Itu salahmu sendiri yang tidak memperbolehkan aku untuk bekerja.”

Aku lebih suka kau menghabiskan uangku daripada aku melihatmu bercucuran keringat karena bekerja.”

“Kalau begitu besok aku akan menghabiskan lebih banyak uangmu daripada hari ini. Semoga kau tidak menyesali ucapanmu.” Gertak Sena pada Baekhyun. “Aku akan membeli beberapa mobil mewah lagi agar kau menyesal.”

Aku tidak peduli dengan berapa banyak mobil yang kau beli, asalkan kau bisa mengendarainya sendiri, maka kau bebas membelinya.”

Kau tidak percaya aku sudah memiliki SIM?”

Aku tidak pernah melihatmu mengendarai mobil sendiri, jadi wajar saja jika aku tidak percaya kau sudah memiliki SIM.”

Akan aku tunjukkan SIM-ku padamu saat di rumah agar kau percaya padaku.”

Aku sudah tidak sabar untuk melihatnya.”

Saat Sena sedang sibuk berdebat dengan Baekhyun ditelepon, mobil yang dibawa valet pun berhenti tepat di depan Sena. Dengan cekatan Johnny dan Yuta menaruh semua barang belanjaan Sena ke dalam bagasi mobil tanpa memperhatikan ada seorang pria yang sedang mengawasi Sena.

“Oh, ayolah, Baek. Biarkan aku bekerja.” Ucap Sena begitu frustasi.

Kau boleh bekerja, tapi sebagai asisten pribadiku.”

Bukankah sudah aku katakan? Aku tidak tertarik dengan bisnis.” Rengek Sena lagi.

Kau tidak perlu ikut terlibat dalam bisnisku, cukup menemaniku sepanjang hari di kantor, maka aku akan menggajimu sebagai asisten pribadiku.”

Sudahlah, aku tidak terta…” ucapan Sena terpotong saat tas yang tersampir di pundaknya tiba-tiba dirampas oleh seorang pria asing yang lewat di depannya. Sena yang begitu terkejut dengan keadaannya tiba-tiba kehilangan suaranya untuk meneriakkan apa yang terjadi di depannya. “PENCURRIII!!” teriakSena begitu kesadarannya kembali.

Johnny dan Yuta yang sedang sibuk memindahkan barang-barang pun, langsung waspada, dan menoleh ke arah Sena yang sedang berlari mengejar pencuri yang merampas tasnya. Dengan panik, Johnny dan Yuta pun segera berlari mengejar Sena untuk melumpuhkan pencuri tersebut.

Di tempat lain, Baekhyun yang juga mendengar teriakan Sena langsung berdiri tegap dari duduknya. “Na-ya? Na-ya? Lee Sena? Sena?” panggil Baekhyun begitu panik karena Sena tidak juga menjawab panggilannya. “Sh*t” umpat Baekhyun sambil menyambar jasnya dan segera bergegas keluar dari ruangannya. Kai yang hendak masuk ke ruangan Baekhyun pun mengurungkan niatannya saat melihat orang yang dimaksud keluar terburu-buru dengan wajah paniknya. Tanpa menunggu persetujuan dari Baekhyun, Kai mengikutinya tanpa banyak bicara.

“Sepertinya Sena mendapat masalah, dan aku harus segera ke sana.” Ucap Baekhyun pada Kai yang sudah berjalan di sampingnya.

Sedangkan di tempat lainnya, Sehun yang melihat seorang wanita sedang berlari sambil berteriak pencuri menarik perhatiannya. Pada awalnya dia ke pusat perbelanjaan itu hanya ingin mengintai sebuah kasus peredaran narkoba dalam skala besar yang akan dilaksanakan di tempat itu. Namun, setelah beberapa jam ia berkeliling, transaksi yang dimaksudkan tidak pernah terjadi.

Sebagai seorang polisi, Sehun pun mau tidak mau mengejar orang yang diteriaki sebagai pencuri oleh seorang wanita itu. Sehun mengambil jalan pintas yang menurut perkiraannya akan dijadikan jalan pelarian oleh pencuri tersebut. Dan benar saja, perkiraan Sehun tidak meleset sedikit pun hingga ia tidak perlu susah payah untuk melumpuhkan pencuri tersebut.

Setelah mencegat jalan pelarian pencuri itu, Sehun langsung melayangkan beberapa pukulannya pada pencuri yang berusaha untuk melawan saat akan Sehun tangkap. Tiga buah pukulan Sehun layangkan tepat pada beberapa titik vital di tubuh pencuri itu, hingga membuatnya ambruk menahan sakit akibat pukulan Sehun. Perkelahian antara Sehun dan pencuri itu, tiba-tiba menjadi pusat perhatian semua orang yang ada di sekitaran itu.

“Hari ini bukan hari keberuntunganmu, bung.” Ucap Sehun sambil mengeluarkan sebuah borgol dari dalam saku jaketnya.

“Ah, akhirnya tertangkap juga.” Ucap seorang wanita yang tak lain dan tak bukan adalah Sena. “Terimakasih.” Gumam Sena sambil berusaha menormalkan napasnya yang memburu karena berlari mengejar pencuri itu.

Sehun yang tersadar akan kehadiran Sena segera mengalihkan tatapannya pada wanita yang tidak dikenalnya itu. Sehun hanya bisa terpaku melihat penampilan Sena saat ini. Ia merasa sesak di dadanya saat menatap mata indah Sena. Detak jantungnya berpacu dengan cepat saat ia semakin dalam memperhatikan Sena. Perasaan asing memenuhi rongga dadanya yang tidak pernah ia rasakan pada lawan jenisnya, walau ia sedang bersama dengan Miju, kekasih sekaligus sahabatnya sendiri.

Kesadaran Sehun kembali lagi saat dia melihat dua orang pria berstelan jas hitam putih berdiri di kedua sisi wanita yang telah berhasil mengalihkan dunianya itu.

“Anda tidak apa-apa?” tanya Johnny lebih tinggi pada Sena yang dibalas anggukkan kepala oleh Sena. Sedangkan Yuta, mengambil tas Sena yang sempat dirampas oleh seorang pencuri itu.

“Maafkan kami karena lengah saat menjaga anda, Nona.” Ucap Yuta sambil menyerahkan tasnya pada Sena.

“Tidak apa-apa, asalkan kalian tidak melaporkan kejadian ini pada atasan kalian, semuanya akan baik-baik saja. Karena aku yakin dia tidak akan senang jika mendengarnya.” Jelas Sena yang dijawab dengan anggukkan kepala oleh keduanya.

Sehun yang mendengar percakapan ketiga orang asing di depannya itu hanya bisa mengerutkan keningnya bingung. Sepenting apakah wanita yang ada di depannya ini, sampai-sampai ia harus dikawal oleh dua orang pengawal sekaligus?

“Ada apa?” tanya Kyungsoo begitu ia berdiri di samping Sehun, menyadarkan Sehun dari lamunannya.

“Hanya menagkap seorang pencuri biasa.” Jawab Sehun santai seakan hal itu merupakan masalah kecil baginya.

“Tsk, aku kira kita akan mendapatkan ikan kakap kali ini, tapi ternyata kita hanya mendapatkan seekor ikan teri. Sialan.” Omel Kyungsoo saat memperhatikan wajah kesakitan dari pencuri yang sedang dipegang erat oleh Sehun. “Aku akan mengambil mobil.” Putus Kyungsoo sambil melenggang pergi dari tempat itu.

Selepas kepergian Kyungsoo, Sehun kembali memperhatikan ketiga orang asing di depannya itu, terutama si wanita. Karena entah kenapa matanya tidak bisa teralihkan dari wajah rupawan itu. Walaupun Sehun tidak mengenal siapa sebenarnya wanita itu, tapi ia merasa sudah jatuh cinta pada pandangan pertama saat melihatnya. Sehun hanya berharap, ia masih memiliki kesempatan untuk memiliki wanita cantik yang telah berhasil mencuri hatinya itu. Ya, semoga saja. 

 

~ tbc ~

Maafkan aku yang tidak update apapun minggu kemarin. Entah kenapa minggu kemarin itu aku males banget nulis, satu chapter aja jadinya hampir seminggu lebih.

Do’akan aku semuanya, karena untuk beberapa bulan ke depan aku udah mulai magang. Semoga magangku diberi kemudahan dan kelancaran, aamiin…

Dan setelah magang, aku dihadapkan dengan tugas akhir yang tidak cuma satu. Tapi aku usahakan, akan tetap update jika aku sempet nulis disela-sela magang dan tugas akhirku itu. walaupun update, mungkin diakhir minggu yang sedikit senggang, tapi tergantung ketat atau tidaknya juga tempat magangku itu…

Sampai jumpa lain waktu yang entah kapan…

Sekali lagi maafkan aku…

Bye-bye :-*

Regards,

Azalea

 

 

 

22 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 15)

  1. Ping-balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady – (Chapter 18) | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping-balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 17) | EXO FanFiction Indonesia

  3. Mantapnya Sena mnghambur2kan uang Baekhyun,,, oh jd Sena blm lulus kuliah,,,pntsan dia blm jd Dokter…
    Pihak ketiga udah dtg,,,,prtarungan dimulai….

  4. Duh Duh kayanya bakalan ada perang A agata sehun dengan baekhyun deh.. rebutan sena, terus tokoh wanita jahat lain muncul.. ukh! Tak bisakah sena dengan baekhyun senang senang gt 😂😭tapi ini juga menarik, penasaran lanjutannya

  5. uri sehun🙂
    awal nya aku kira Sena gak bakal punya sifat yg ini, boros. tapi gapapa buat bos Baekhyun mah yg penting Sena ada di samping nya hehheh..

  6. Ping-balik: [EXOFFI FREELANCE] MY LADY  [Chapter 16] | EXO FanFiction Indonesia

  7. Akhirnyaaaa ff ini keluar juga, aaah jisoo kenapa lo ga sekalian abisin tuh harta baekhyun?
    Well, Ada dedek Sehun cieee jatuh cinta ceritanya sama Jisoo. Lo mau selungkuh dari Miju? Kasian amat dah..

    Oke Thor fighting magangnyaaaa moga nulis ff nya tetep lancar, soalnya gua nungguin terus nih ceritanyaaaa 😉

  8. Huhu gile sena smpe beli mobil ga sekalian beli rumah 😁 hehe.. bau bau konflik orng ketiga udh bakal muncul nih.. hmmm.. seru ka .. next ! Fighting!

  9. Yessss ada cinta segitiga nihhh… Sebegitu cantik nya kah sena itu…mau dong jadi sena dicintai orang kaya hehehe.. Semoga ff nya dilanjutkan cepet ya???

  10. Selamat ya authornim Azalea,,moga semua urusanya bisa berjalan lancar dan kehidupan real nya sukses! Amin. Jd My lady bisa sampai tamat kapanpun itu,bakal d tunggu..!

  11. aku kira ni epep gabakal dlanjut-.-tapi akhirny update juga yeeey
    aahh ada abang polisi…borgol adek juga dong bang biar ga pergi kemana” #plaak
    ish byun baek jan jan warisan dr holkay yah..wkwk apa ceritany mau nyaingin holkay nih..jir salpok black cardny…
    duh sena beli mobil aja kek beli permen..gampang bet dah.-apalah dayaku beli pulsa aja mash utang wkwkkk cielah si dedek love first sign nih ceritany hmm…bakal seru nih konflik selanjutnya huhu suuka deh yg ribet”
    eh btw congrats buat ka lea buat magangny..selamat jd anak magang yaah haha sukses selalu buat real lifeny.
    jan lupa yah update my lady&dreamny ka..fighting

  12. Dri kmren bolak balik cek blog ini brhrap my lady sdh di pots,,dn bru hri ini di potsnya senng and deg deg degan jga soalnya sehunnya sdh muncull,,sprtinya awal prmulaan konflik yg bsarr,,smngat trus yaa ka author buat kelnjutannya my lady

  13. Ihh kirain udah mau kelar kq malah muncul cast baru. Jangan2 tar sehun jadi orang ketiga lagi….😦😦😦
    Good luck yg mau jadi anak magang. Jadi hoobae yg baik yaaa 😄😄

  14. Sekaya apasih baek, bisalah bagi bagi duitnya wkwk
    Mereka emang pasanagan yang keras kepala, dan baek terlalu over protective
    Cielahh ketemu sehun, sehunya juga langsung jatuh cinta padahal dia udah punya pacar wkwk baek hati hati saingan mu lebih ganteng dan keren haha
    Thor kapan sena bakal ngasih tau baek tentang anaknya

  15. Gila…baek kaya banget,Sena udah habisin uang sebanyak itu di bilang sebagian kecil,ckckck…!! Jadi bayangin Sehun pakek seragam polisi,pasti keren banget!!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s