[EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 2)

image

MY LADY [ CHAPTER 2 ]

Title : MY LADY
Author : Azalea
Main Cast :
Byun Baekhyun (EXO), Lee Sena/Kim Jisoo, Oh Sehun (EXO)
Support Cast :
Shannon Williams, Lee Miju (Lovelyz), Kim Kai (EXO), Kim Yura (GD), Park Chanyeol (EXO), Do Kyungsoo (EXO), etc.
Genre : Romance, Sadnes, Adult
Rating : NC-17
Length : Chapter

Disclaimer : Cerita ini murni dari otakku sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan apabila ada ff yang memiliki cerita serupa. Kalaupun ada yang serupa, aku akan berusaha membawakan cerita milikku sendiri ini dengan gaya penulisanku sendiri. Kalian juga bisa membacanya di wattpad. Nama id ku mongmongngi_b, dengan judul cerita MY LADY.

Cerita sebelumnya : Cast Introduce –> CHAPTER 1

“Kau sungguh menyebalkan!!” gerutu Sena kesal sambil terus menggerakkan lap pelnya secara beraturan.
Baekhyun yang berada di sampingnya hanya bisa tersenyum, tidak menanggapinya, tapi terus menggerakan lap pelnya sama seperti yang dilakukan oleh Sena. Yupz, mereka sedang dihukum oleh Kim Saem karena ketahuan sedang melakukan hal yang tidak senonoh di dalam kelas.
Saat itu Baekhyun sedang mencium Sena dan bersamaan dengan itu, Kim Saem sebagai guru matematika pada saat jam mata pelajaran itu masuk ke dalam kelas dan memergoki kejadian memalukan itu.
Hal itu membuat Baekhyun dan Sena dihukum untuk membersihkan gor olahraga selama seminggu penuh. Dan selama seminggu itu pula mereka akan terus bersama.
Baekhyun tidak akan keberatan untuk melakukan hukuman tersebut walaupun sebenarnya dia sangat anti dalam pekerjaan kasar seperti bersih-bersih ruangan atau untuk sekedar membersihkan sepatunya dari lumpur saja dia tidak mau.
Tapi untuk kali ini berbeda, karena Sena akan terus berada di dekatnya dan Baekhyun tidak mau melewatkan kesempatan ini begitu saja. Jadi, selagi ada kesempatan untuk mendekati Sena agar mau menjadi gadisnya, maka Baekhyun akan melakukan apapun, termasuk mengepel lantai sekalipun.
Tidak terasa dua jam sudah mereka membersihkan gor tersebut. Keringat bercucuran di tubuh keduanya sehingga membasahi kemeja putih seragam mereka. Setelah selesai merapihkan semua peralatan olahraga, Sena langsung berjalan keluar dari gor tersebut dan diikuti Baekhyun di belakangnya.
Sena berjalan menuju toilet untuk membersihkan badan dan Baekhyun masih saja mengikutinya. Menyadari Baekhyun yang terus mengikutinya, membuat Sena semakin jengkel pada Baekhyun. Tanpa Baekhyun duga, Sena yang berjalan di depannya tiba-tiba berhenti dan langsung membalikkan badannya untuk menghadap Baekhyun.
Hal itu membuat Baekhyun tidak sengaja langsung memeluk Sena saat tubuh mereka saling bertubrukan. Sena begitu terkejut dengan kejadian ini, bahkan Baekhyun pun ikut terkejut juga dengan pelukan yang tidak sengaja ia berikan pada gadis pujaannya itu.
Selama beberapa saat mereka hanya berdiri sambil berpelukan, sampai Sena tersadar dan langsung menginjak kaki Baekhyun keras, membuatnya segera melepaskan pelukannya dan langsung menjaga jarak dari Sena.
“Aww…” ringis Baekhyun sambil memegangi telapak kakinya yang diinjak Sena. Kemudian Baekhyun mengangkat wajahnya untuk melihat wajah orang yang sudah menginjaknya itu.
Pemandangan berbeda justru ditunjukan Sena pada Baekhyun. Wajahnya merah padam menahan amarah karena Baekhyun kembali memperlakukannya seenaknya.
Sedangkan Baekhyun hanya bisa menautkan alisnya sambil memberenggut menahan sakit yang belum hilang dari telapak kakinya yang diinjak Sena. Baekhyun merasa heran dengan perlakuan Sena yang sering melukainya.
“Apa yang kau lakukan?” tanya Baekhyun tidak mengerti.
“Seharusnya aku yang bertanya, apa yang kau lakukan?” bentak Sena pada Baekhyun.
“Kau tidak lihat aku sedang memegangi kakiku yang kau injak?” jawab Baekhyun sambil bertanya balik pada Sena.
“Bukan itu maksudku!!” balas Sena lagi kesal.
“Lantas?” tanya Baekhyun semakin tidak mengerti percakapan mereka mau dibawa ke arah mana.
“Kenapa kau memelukku?” bentak Sena jengkel sambil sedikit memelankan suaranya di akhir kalimatnya karena merasa malu harus bertanya seperti itu pada Baekhyun.
“Hmm…” Baekhyun terlihat berpikir sebentar sebelum melanjutkan ucapannya. “Karena aku ingin.” lanjut Baekhyun mencoba untuk menggoda Sena.
Sebenarnya dia tidak bermaksud untuk menggoda Sena lebih jauh lagi, tapi jika dia menjawab hal yang sebenarnya terjadi karena Sena tiba-tiba berhenti dan membuatnya terkejut, hal itu tidak akan menarik lagi. Dan sudah dipastikan percakapan mereka akan berhenti sampai disitu saja. Tidak menarik sama sekali.
Sena yang mendengar jawaban Baekhyun atas pertanyaannya itu hanya bisa melongo tidak percaya. Mulutnya terbuka seperti ingin mengatakan sesuatu tapi pada akhirnya dia tutup kembali karena tidak tahu harus mengucapkan apa pada Baekhyun.
Dan Baekhyun terus saja memperhatikan wajah Sena yang semakin merah padam. Di mata Baekhyun, penampilan Sena saat ini sangat seksi. Butiran keringat terus meluncur dari dahinya, ditambah dengan wajah cantiknya yang merah padam walaupun bukan karena malu tapi karena marah, bagi Baekhyun hal itu menambah kesan seksi pada diri Sena.
Saat Baekhyun melirik pakaian yang dikenakan Sena, matanya langsung membulat sempurna karena terkejut. Kemeja putih Sena basah oleh keringat yang menyebabkan tubuh bagian atas Sena menjadi transparan.
Walaupun hal itu tertutupi oleh tengtop yang digunakan Sena, tapi bagi Baekhyun justru terlihat semakin seksi dan hal itu membuat gairahnya tiba-tiba muncul. Sial. Umpatnya dalam hati.
Sena yang melihat arah pandang Baekhyun yang berubah, yaitu pada tubuh bagian atasnya, refleks membuatnya menyilangkan tangan di sekitar tubuhnya itu. Hal itu membuat Baekhyun kembali mengerjapkan matanya, seakan tersadar dari lamunan erotisnya.
Sebenarnya penampilan Baekhyun tidak jauh berbeda dengan Sena. Kemejanya basah dan melekat sempurna pada tubuh atletisnya yang menampilkan bentuk otot-ototnya.
Dan sebenarnya Sena berusaha untuk tidak melihat pada tubuh Baekhyun, karena ia merasa sangat memalukan jika ia harus memperhatikan tubuh seorang laki-laki, walaupun laki-laki itu sangat dibencinya.
“Apa yang kau lihat?” bentak Sena walaupun dengan nada yang sedikit bergetar.
“Dirimu.” Jawab Baekhyun mantap sambil tersenyum miring ke arah Sena, dan itu membuat Sena semakin marah saja.
Bagi Baekhyun marahnya Sena itu sama dengan Sena sedang tersenyum bahagia padanya. Bukankah itu sangat gila?
Mendengar jawaban Baekhyun yang blak-blakan itu membuat Sena semakin geram. Kemudian membalikan badannya, lalu langsung berjalan cepat meninggalkan Baekhyun sambil menghentak-hentakan kakinya tanda dia sedang kesal saat ini.
Bukankah dia sangat manis? Pikir Baekhyun sambil berjalan mengikuti Sena di belakangnya. Wajah Baekhyun tidak pernah berhenti untuk tersenyum. Orang lain mungkin akan berpikir, jika saat ini Baekhyun membutuhkan seorang psikiater, karena perilakunya sudah sangat membutuhkan pertolongan seorang ahli jiwa.
“Kenapa kau mengikutiku?” bentak Sena lagi sambil berbalik menatap Baekhyun yang ada di belakangnya.
Mendengar bentakan Sena, Baekhyun hanya bisa mengerjapkan matanya beberapa kali sebelum menjawabnya.
“Bukankah kau akan pergi ke toilet? Karena aku juga menuju ke sana.” Jawab Baekhyun sambil tersenyum semanis mungkin.
“Apa yang akan kau lakukan di toilet?” tanya Sena lagi dengan sedikit gugup yang mana malah membuat Baekhyun semakin melebarkan senyumannya menjadi sebuah seringaian miring.
Sebenarnya Sena tidak berniat untuk bertanya seperti itu pada Baekhyun. Sena takut Baekhyun berbuat sesuatu seenaknya lagi padanya saat di toilet nanti. Makanya Sena bertanya seperti itu karena dia hanya ingin memastikan saja apa tujuan Baekhyun mengikutinya itu.
Perasaan Sena semakin tidak enak saat menunggu jawaban yang akan dilontarkan Baekhyun padanya. Ditambahkan lagi saat melihat seringaian miring muncul di wajah Baekhyun, membuatnya semakin gugup dan berpikiran yang macam-macam tentang Baekhyun.
Kemudian Baekhyun berjalan ke arah Sena, dan Sena berjalan mundur. Saat Sena merasakan punggungnya menyentuh dinding, barulah dia berhenti melangkah mundur, dan Baekhyun juga berhenti melangkah tepat di depan Sena.
Kedua tangan Baekhyun diletakkan di dinding untuk memenjarakan Sena yang ada di hadapannya. Hal itu membuat Sena semakin tidak dapat berkutik sama sekali. Kemudian Baekhyun merendahkan kepalanya untuk menatap wajah gadis yang lebih pendek darinya itu.
Tatapan mereka saling bertemu pandang, dan tanpa di duga, Baekhyun mendekatkan wajahnya pada Sena, membuat Sena menutup matanya tidak ingin melihat apa yang akan terjadi selanjutnya. Entah kenapa jantung Sena berdetak dengan sangat cepatnya saat ini.
Melihat Sena yang sudah menutup matanya, membuat Baekhyun semakin tersenyum menyeringai. Baekhyun mendekatkan bibirnya pada telinga Sena, kemudian berbisik.
“Mungkin sesuatu yang sedang kau pikirkan, sayang?” bisik Baekhyun sambil sedikit meniup daun telinga Sena, dan hal itu berhasil membuat bulu kuduk Sena berdiri.
“Kau tahu, aku tidak menyangka ternyata kau memiliki pikiran mesum juga.” Tambah Baekhyun semakin menggoda Sena.
Mendengar perkataan terakhir Baekhyun membuat Sena seketika membuka matanya dan pandangan mata mereka bertemu lagi. Baekhyun yang melihat mata Sena membulat sempura karena kata-katanya, semakin bersemangat untuk menggoda gadis yang telah membuatnya gila ini.
Baekhyun mengedipkan sebelah matanya pada Sena sambil tersenyum cabul untuk kembali menggoda Sena. Mendapat perlakuan yang seperti itu dari Baekhyun, membuat Sena semakin menatap kesal Baekhyun karena tidak terima diejek sebagai orang yang mesum.
Bbrrruukkk!!!
Sena membenturkan dahinya ke wajah Baekhyun dengan sangat kerasnya membuat Baekhyun seketika menggeram kesakitan sambil merunduk memeganggi hidungnya yang terasa sangat sakit.
“Aww…” geram Baekhyun menahan sakit akibat perlakuan Sena padanya.
Baekhyun melangkah mundur masih sambil memegangi hidungnya, membuat Sena terlepas dari penjaranya. Sena menatap Baekhyun dengan amarah yang memuncak. Rasa sakit tidak ia rasakan di dahinya, padahal orang yang dihantamnya saja masih merintih kesakitan.
Nafas Sena memburu karena saking marahnya pada Baekhyun. Untuk kesekian kalinya, Baekhyun telah mempermainkannya.
“Ssipal!! (F*uck You)” geram Sena balik.
Kemudian Sena berjalan cepat meninggalkan Baekhyun yang masih kesakitan. Sungguh saat ini dia sangat marah pada Baekhyun.
“YA!! LEE SENA!! YA!!!” teriak Baekhyun saat Sena sudah berjalan jauh di depannya. Tapi yang punya nama tidak mempedulikan teriakan yang memanggil namanya itu.
“Aiisshh…jinjja!!” geram Baekhyun kesal saat panggilannya dihiraukan begitu saja oleh Sena.
Tidak berapa lama kemudian Baekhyun merasakan sebuah cairan mengalir dari hidungnya. Begitu dia menyentuh cairan itu mata membulat sempurna karena cairan itu adalah darah segar. Baekhyun langsung menengadahkan wajahnya sambil menutup hidungnya agar darah itu tidak keluar terus dari hidungnya.
“Aaiisshh…dasar.” gerutunya lagi.
Tapi sebuah senyuman dia tunjukkan dari bibirnya saat mengingat kejadian tadi, terlepas dari kejadian di mana Sena menghantamkan dahinya ke hidung Baekhyun. Sungguh, entah kenapa Baekhyun tidak bisa marah sedikit pun pada Sena yang sudah beberapa kali memukulnya dengan sangat keras.
Untuk pertama kalinya wajah Baekhyun terluka, karena biasanya walaupun dalam keadaan sedang terdesak saat perkelahian antar geng sekalipun, wajah Baekhyun tidak pernah terluka sedikitpun. Pasti selalu ada jalan untuk dia melawan atau melakukan tindakan yang paling pengecut yang pernah dia lakukan sekalipun, yaitu melarikan diri di tengah pertarungan.

~ tbc ~

Iklan

117 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 2)

  1. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 48) | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady – Chapter 47 | EXO FanFiction Indonesia

  3. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 46) | EXO FanFiction Indonesia

  4. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 45) | EXO FanFiction Indonesia

  5. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 44) | EXO FanFiction Indonesia

  6. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 43) | EXO FanFiction Indonesia

  7. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] MY LADY (CHAPTER 42) | EXO FanFiction Indonesia

  8. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Side Story-Kai) | EXO FanFiction Indonesia

  9. Duhhh baekhyuuun gemesss, lucu ngebayanginnya juga sebegitu gilanya kah kau baekhyun suka sma sena πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„

  10. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] my lady – chapter 40 | EXO FanFiction Indonesia

  11. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 39) | EXO FanFiction Indonesia

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s