[EXOFFI FREELANCE] my lady – chapter 40

MY LADY - CHAPTER 40.jpg

 

MY LADY

[ Chapter 40]

 

Title : MY LADY

Author : Azalea

Main Cast :

Byun Baekhyun (EXO), Lee Sena/Kim Jisoo (BLACKPINK), Oh Sehun (EXO)

Support Cast :

Shannon Williams, Lee Miju (Lovelyz), Kim Kai (EXO), Park Chanyeol (EXO), Do Kyungsoo (EXO), etc.

Genre : Romance, Sadnes, Adult

Rating : PG + 17

Length : Chapter

Disclaimer : Cerita ini murni dari otakku sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan apabila ada ff yang memiliki cerita serupa. Kalaupun ada yang serupa, aku akan berusaha membawakan cerita milikku sendiri ini dengan gaya penulisanku sendiri. Kalian juga bisa membacanya di wattpad. Nama id ku @mongmongngi_b, dengan judul cerita MY LADY.

 

Credit poster by RAVENCLAW

 

 

Cerita sebelumnya :  Cast Introduce -> CHAPTER 1 -> CHAPTER 2 -> CHAPTER 3 -> CHAPTER 4 -> CHAPTER 5 -> CHAPTER 6 -> CHAPTER 7 -> CHAPTER 8 -> CHAPTER 9 -> CHAPTER 10 -> CHAPTER 11 -> CHAPTER 12 -> CHAPTER 13   -> CHAPTER 14 -> CHAPTER 15 -> CHAPTER 16 -> CHAPTER 17 -> CHAPTER 18 -> CHAPTER 19 -> CHAPTER 20 -> CHAPTER 21 -> CHAPTER 22 -> CHAPTER 23 -> CHAPTER 24 -> CHAPTER 25CHAPTER 26 -> CHAPTER 27 –> CHAPTER 28 -> CHAPTER 29 – > CHAPTER 30 -> CHAPTER 31 -> CHAPTER 32 -> CHAPTER 33 -> CHAPTER 34 -> CHAPTER 35 -> CHAPTER 36 -> CHAPTER 37 -> CHAPTER 38 -> CHAPTER 39

“Tidakkah kau tadi terlalu kejam padanya?” tanya Sena ketika mereka sudah memasuki kamar mereka lagi.

“Dia pantas mendapatkannya,” jawab Baekhyun bersikap tak acuh seakan kata-kata yang dilontarkannya tadi merupakan lelucon semata.

“Tapi tadi itu terlalu kejam. Apalagi kau mengucapkannya pada seorang wanita. Aku saja yang mendengarnya langsung lemas.”

Baekhyun yang gemas akan ucapan Sena tentang ancamannya pada Shannon pun langsung membalikkan badannya membuat Sena yang tengah mengekorinya pun menabrak dada bidangnya. Baekhyun langsung merangkum wajah Sena dengan telapak tangannya. Mendongakkan wajah cantik tersebut agar bersitatap langsung dengan matanya.

“Dengar, apa pun yang kulakukan bila itu menyangkut keselamatanmu, maka tidak ada yang berlebihan disana. Aku hanya terlalu takut jika harus kehilanganmu lagi, karena itu secara tidak langsung juga telah membunuhku. Kau mengerti?”

Sena yang tahu sikap protektif Baekhyun padanya menjadi semakin over protektif setelah dirinya kembali lagi pada pria tersebut. Mau tidak mau Sena pun menganggukkan kepalanya tanda mengerti, walaupun ia agak sedikit tidak rela melakukannya, “Baiklah.”

“Bagus. Sekarang kita harus bersiap, karena aku akan membawamu ke suatu tempat.”

Baekhyun menggenggam tangan Sena sambil menuntunnya menuju kamar mandi. Sena mengerutkan keningnya bingung dengan rencana Baekhyun tapi ia tidak bisa membohongi dirinya sendiri jika ia sangat penasaran akan hal itu, “Kita akan ke mana?”

“Kamar mandi.”

Refleks Sena memukul pundak Baekhyun yang langsung dibalas dengan senyuman lebar oleh Baekhyun, “Aku serius.”

“Kau akan tahu nanti,” ucap Baekhyun penuh rahasia membuat Sena mencebik kesal ke arahnya tapi tidak sampai melepaskan genggaman tangan mereka.

Sena mengernyitkan keningnya saat ia menatap sekelilingnya. Setelah lebih kurang tiga puluh menit berkendara, saat ini mereka tengah berada di pelataran parkir sebuah rumah sakit di Seoul. Sena menerima uluran tangan Baekhyun, menariknya untuk keluar dari mobil.

Senyuman masih mengembang di wajah Baekhyun selama mereka berjalan di sepanjang lorong rumah sakit. Para dokter, perawat, bahkan pengunjung yang berjenis kelamin perempuan selalu tersipu malu saat melihat betapa tampannya Baekhyun ketika ia sedang tersenyum seperti saat ini.

Sena yang melihatnya pun sedikit kesal dan langsung melayangkan tatapan tajamnya kepada siapa saja yang ia temui, hingga ia tidak sadar jika saat ini Baekhyun sudah menghentikan langkahnya di depan sebuah pintu kamar rawat inap yang Sena tahu termasuk lingkungan VIP.

“Kau siap?” tanya Baekhyun sambil menolehkan wajahnya ke samping untuk menatap Sena. Sebelum wanitanya itu menjawab pertanyaannya, Baekhyun pun sudah membuka pintu kamar rawat inap tersebut setelah sebelumnya ia mengetuk pintu terlebih dahulu.

Mata Sena membelalak melihat keadaan kamar rawat inap di depannya ini. Jika saja ia tidak melihat sebuah ranjang khas orang sakit ada di tengah ruangan, maka ia akan berpikir jika tempat ia berpijak saat ini merupakan sebuah hotel.

Ruangan yang didominasi warna putih dan coklat ini terasa begitu nyaman. Sebuah sofa lumayan panjang terletak di dekat jendela besar lengkap dengan meja kacanya. Sebuah meja makan lengkap untuk empat orang terletak di dekat sebuah konter mirip dapur kecil dengan lemari pendingin dan lemari kayu yang menempel pada dinding.

Tidak hanya itu, sebuah ranjang biasa diperuntukan bagi keluarga pasien terletak di sudut ruangan. Jika bosan, sebuah tv plasma cukup besar siap sedia mengisi keheningan. Sena masih mematung di dekat pintu kala ia mendengar suara pintu lainnya dibuka dan menampakkan sesosok wanita paruh baya yang tercenung melihat kehadirannya ini.

Mereka masih betah bergeming di tempatnya dengan saling memandang, seakan di benak mereka memori masa lalu berputar seperti sebuah film otomatis. Baekhyun yang berdiri di samping Sena benar-benar merasa seperti orang asing yang berada di dalam sebuah reuni keluarga.

“Na-ya....”

Runtuh sudah pertahanan Sena kala mendengar suara lembut yang begitu dirindukannya. Tanpa menunggu lebih lama lagi, Sena berlari ke arah wanita paruh baya yang merupakan ibunya itu, lalu memeluknya begitu erat. Ia semakin terisak merasakan pelukan hangat itu.

“Oh Tuhan…terima kasih telah mengembalikkan putriku. Terima kasih sudah mendengar setiap do’aku. Terima kasih Tuhan,” pujinya tiada henti sambil mengecup badan Sena yang bisa ia gapai. Lalu mereka saling meregangkan pelukan untuk bisa melihat satu sama lain lebih dekat lagi. Air mata bahagia masih setia mengalir di wajah mereka.

“Saat Semi bercerita telah bertemu denganmu, eomma jadi tidak sabar untuk bertemu denganmu juga.”

“Maafkan aku.”

“Stt…bukan salahmu karena menghilang selama ini. Tuhan hanya sedang menguji kita.”

“Ehem.”

Suara deheman seseorang membuat Sena dan ibunya menoleh ke arah pintu masuk. Lalu keduanya tersenyum meminta maaf karena mengabaikan Baekhyun yang sejak tadi berdiri di sana seperti bayangan. Bahkan kadang bayangan pun masih terlihat.

“Maaf menghancurkan moment indah kalian. Namun ada baiknya kalian melanjutkannya sambil duduk. Kau tidak lihat ibumu sudah sepucat kapas, Na-ya?”

Sena mengalihkan tatapannya untuk melihat wajah ibunya. Walaupun ibunya sedang tersenyum, tapi Sena menyadari sesuatu, wajahnya begitu pucat yang terlihat lebih kurus dari terakhir kali mereka bersama.

Gwaencanha,” ucap ibu Sena seakan mengerti kekhawatiran yang tengah dirasakan oleh Sena.

“Biar ku bantu,” seru Baekhyun memapah ibu Sena ke arah ranjangnya lagi yang berhasil menyadarkan Sena dari lamunannya. Baekhyun membantu merebahkan tubuh ibu Sena, lalu menyelimutinya sampai sebatas perut, “Bagaimana kabarmu, eommonim?”

“Tidak ada yang lebih baik dari hari ini. Terima kasih.”

“Maafkan aku tidak bisa berkunjung lebih sering lagi.”

“Tidak apa-apa. Eommonim mengerti.”

Baekhyun mendekatkan wajahnya ke telinga ibu Sena sambil berbisik, “Aku akan membiarkan kalian berdua melepas rindu tanpa diganggu dengan keberadaanku,” ucapnya lalu mengecup pipi ibu dari wanitanya yang sudah ia anggap seperti ibunya sendiri. Baekhyun mengedipkan sebelah matanya sebelum berbalik ke arah Sena yang masih mematung memperhatikan mereka berdua.

“Aku akan menjemputmu nanti sore.”

Setelah mengatakan itu Baekhyun mengecup bibir Sena singkat, lalu beranjak keluar dari ruangan itu. Sepeninggal Baekhyun, wajah Sena bersemu merah karena sang ibu sedang memperhatikannya dengan tatapan yang begitu intens dan senyuman melekat di bibirnya.

“Berhentilah menatapku seperti itu, eomma,” protes Sena membuat tawa wanita paruh baya itu meledak saat itu juga. Sena berusaha menutup pipinya dengan kedua telapak tangannya. Tapi itu percuma karena ibunya telah melihat semuanya.

“Ia pria yang baik.”

“Aku tahu.”

“Ia juga sangat mencintaimu.”

Eomma tidak perlu memperjelasnya.”

“Ia juga calon suami yang tepat untukmu.”

“Aku juga berpikir seperti itu.”

“Kau juga sangat mencintainya.”

“Oh ayolah…. bisakah eomma menghentikan membicarakannya,” protes Sena dengan nada yang sedikit dibuat kesal. Bukannya marah, ibunya itu malah semakin tersenyum lebar kepadanya.

Waeyo? Bukankah wajar jika seorang ibu dan anak perempuannya membicarakan calon pendamping anaknya kelak?”

Sena menghembuskan napasnya dalam mengerti jika ibunya tidak akan berhenti sampai di sini saja, “Terserah,” ucapnya menyerah, lalu ia teringat sesuatu untuk ditanyakan pada ibunya itu, “Sejak kapan eomma begitu akrab dengan Baekhyun?”

“Bukankah ibu sudah pernah bertemu dengannya saat kalian masih sekolah di sekolah yang sama?” dalam benaknya, Sena mencoba mengingat kembali kejadian apa yang menyebabkan ibunya begitu akrab dengan Baekhyun. Lalu ingatannya kembali ke kejadian beberapa tahun lalu saat Baekhyun mencoba menyusup ke dalam rumahnya yang berakhir dengan dikejar-kejar oleh Molly. “Sejak saat itu, eomma jadi dekat dengannya,” lanjutnya membuyarkan lamunan Sena.

“Semenjak kau pergi ke Zurich, hampir setiap satu bulan sekali Baekhyun selalu berkunjung ke rumah dan menanyakan kabarmu. Ia juga selalu meminta fotomu yang biasa kau kirimkan tiap bulannya. Bibirnya selalu tersenyum tulus saat memandang fotomu. Eomma pernah bertanya kenapa ia tidak menyusulmu saja ke sana padahal ia lebih daripada mampu untuk bisa mengunjungimu setiap bulannya, tapi ia selalu tersenyum sebagai jawabannya. Setelah itu eomma tidak bertanya lagi.”

Sena menundukkan wajahnya mendengar penuturan ibunya tentang Baekhyun. Hatinya menghangat mendengar betapa Baekhyun selalu ingin berada dekat dengannya. Rasa cintanya untuk Baekhyun semakin mengembang setiap saatnya. Dan keputusannya sudah bulat. Ia akan berhenti demi pria itu.

“Selama dua tahun belakangan ini, ia juga yang menjaga eomma dan Semi. Ia memberikan pengobatan yang berkelas untuk kesehatan eomma walaupun semuanya tetap sia-sia karena tidak ada perubahan yang berarti dengan kesehatan eomma. Ia juga selalu memastikan Semi mendapatkan pendidikan yang layak. Bahkan ia juga yang membiayai hidup kami selama ini. Kalau tidak ada Baekhyun, eomma dan Semi tidak akan seperti saat ini.”

Sena menggenggam tangan ibunya saat ia merasakan suara ibunya sedikit tercekat. Hembusan napas dalam terdengar dihembuskan oleh ibu Sena sebelum ia melanjutkan perkataannya, “Jika saja… jika saja semuanya masih seperti dulu, kita tidak akan berutang begitu banyak pada Baekhyun. Sebenarnya eomma sudah tidak punya muka untuk bertemu dengannya, tapi ia selalu marah saat eomma bilang akan menganggapnya sebagai sebuah pinjaman.”

“Aku akan berbicara dengannya.”

“Jangan sakiti dia. Terlepas dari eomma tidak tahu pekerjaan seperti apa yang digelutinya, ia tetap pria yang baik yang tidak akan kau temui lagi di  zaman sekarang ini.”

Sena menganggukkan kepalanya menyetujui perkataan ibunya itu. Kemudian mereka terdiam hingga keheningan menyelimuti suasana di antara mereka. Bukan keheningan yang mencekam, tapi keheningan yang begitu hangat yang tercipta. Terlalu banyak hal yang ingin diungkapkan membuat mereka bingung harus memulainya dari mana.

“Ada satu hal yang harus eomma beritahu padamu,” ucap ibunya membuat Sena memfokuskan perhatiannya lagi, “Mengenai ayahmu.”

Sena menegang sambil menunggu kelanjutan ucapan ibunya. Selama ini mereka tidak pernah membahas hal ini bahkan setelah ayahnya mendepak ia, Semi dan ibunya dari rumah mereka. Tidak hanya Sena yang tegang, tapi ibunya juga terlihat begitu tegang seperti menimang apakah ia akan melanjutkan ucapannya atau tidak. Namun pada akhirnya ia tetap melanjutkannya.

“Dulu, saat eomma masih kuliah, eomma bertemu dengan seorang pria yang begitu hangat. Eomma langsung jatuh cinta padanya dan ia juga merasakan hal yang sama. Saat itu kami bertemu di sebuah organisasi kemahasiswaan di lingkungan universitas. Ia dan eomma berada di jurusan yang berbeda. Eomma di jurusan hukum, sedangkan ia di jurusan pendidikan dokter. Itulah mengapa ketika kau memilih jurusan itu, eomma tidak melarangmu sedikit pun karena kalian berdua begitu mirip.”

Entah kenapa hati Sena begitu bahagia saat ibunya menceritakan jika seseorang yang selama ini ia panggil ayah itu bukanlah ayahnya. Satu lagi fakta mengejutkan yang ia dapatkan setelah ia ingat kembali siapa dirinya sebenarnya. Sena masih diam, membiarkan ibunya menyelesaikan ceritanya.

“Semua mahasiswi di universitas berlomba-lomba untuk menarik perhatiannya, tapi sayangnya mereka harus mengubur angan-angan mereka karena ia lebih memilih eomma untuk dijadikan kekasihnya. Singkat cerita, kami menjalin hubungan seperti pada umumnya. Sampai suatu hari, eomma dikejutkan dengan kabar mengenai kematiannya yang begitu tiba-tiba. Eomma tidak tahu apa yang menyebabkannya meninggal dengan tiba-tiba. Ada yang bilang ia kecelakaan, dan ada yang bilang ia mehilang kemudian meninggal begitu saja. Eomma begitu terpukul, dan hampir mengakhiri hidup eomma saat itu juga. Saat eomma sedang terpuruk, saat itulah eomma mengetahui keberadaanmu di dalam tubuh eomma. Semangat untuk menjagamu akhirnya membuat eomma ingin kembali hidup seperti sedia kala,”

“Kakekmu yang tahu jika saat itu eomma sedang mengandungmu, akhirnya memaksa eomma untuk menikah dengan salah satu general manajer yang masih muda dan berprestasi di perusahaan untuk menutupi aib keluarga. Awalnya eomma menolak, tapi pada akhirnya eomma menerimanya karena sadar, kau membutuhkan sosok seorang ayah dalam masa pertumbuhanmu dan eomma tidak bisa bersikap egois akan hal itu. Setelah hidup bersama selama beberapa tahun, akhirnya benih cinta pun tumbuh di hati kami hingga membuahkan Semi sebagai pengikat di antara kami. Kita semua hidup dengan bahagia sampai badai itu datang.”

“Seorang wanita datang ke rumah dengan membawa sebuah amplop yang berisi surat-surat berharga yang sudah dibalik namakan. Ia mengaku menjadi istri dari ayahmu saat itu dan memaki-maki eomma karena telah merebut suaminya selama bertahun-tahun. Saat eomma membuka amplop itu, eomma lebih terkejut lagi. Semua harta yang diwariskan dari kakekmu telah berpindah tangan, dan di sana terdapat stempel dan tanda tangan eomma. Eomma merasa telah dipecundangi karena eomma tidak tahu kapan memberikan stempel dan tanda tangan di surat-surat tersebut. Setelah itu kau tahu sendiri apa yang terjadi pada kita.”

Eomma tidak bisa menyalahkanmu jika sampai saat ini kau masih membencinya, tapi eomma hanya ingin mengingatkanmu, sebenci apapun dirimu padanya, ia tetap ayahmu walau bukan ayah kandungmu. Belajarlah untuk memaafkannya, karena rasa bencimu padanya tidak akan mengubah kejadian yang telah lalu. Itu hanya akan membebani hidupmu. Eomma ingin kau melepaskannya dan belajarlah untuk lebih menikmati hidupmu yang sekarang. Bisakah kau melakukan itu?”

Sena terdiam mendengar permintaan ibunya yang ia rasa sungguh berat. Ia tidak masalah dengan ia tidak hidup sebagai orang kaya lagi, tapi setidaknya orang yang dipanggil ayahnya itu tidak mencabut semua biaya pengobatan ibunya dan biaya pendidikan adiknya, Semi. Walaupun ia tidak bisa melanjutkan kuliahnya, asalkan hidup ibu dan adiknya terjamin, setidaknya ia bisa bernapas lega.

“Na-ya?” panggil ibunya sedikit mendesak Sena agar memenuhi permintaannya. Sena terlihat menghembuskan napasnya dalam sebelum menjawab pertanyaan ibunya.

“Aku akan mencobanya,” jawabnya tidak yakin. Ia menjawab hanya untuk menyenangkan hati ibunya, tidak lebih. Karena terbukti setelah ia mengatakan apa yang ingin didengar oleh ibunya, senyuman bahagia langsung tercetak jelas di wajah pucatnya itu.

“Terima kasih,” ucap ibu Sena penuh rasa syukur dan itu sedikit menohok hati Sena. Sedalam itukah kau mencintainya, eomma? Tanya Sena hatinya sambil memeluk ibunya.

“Bolehkah aku tahu siapa nama ayah kandungku?”

“Song Seunghoon.”

“Jadi sebenarnya margaku bernama Song?” goda Sena sambil mengalihkan topik pembicaraan mereka yang sangat menguras tenaganya. Melihat sedikit rona merah di pipi ibunya kala ia menggodanya seperti ini membuat Sena tersenyum lebar, “Song Sena,” ucap Sena melafalkan namanya dengan nama marga ayah kandungnya, “Tidak buruk.”

Setelahnya mereka tertawa bersama seakan tidak ada pembicaraan berat telah terjadi di antara mereka berdua. Hingga tanpa sadar waktu telah menunjukkan sore hari dan Baekhyun belum juga menjemputnya, tapi ia bersyukur akan hal itu. Karena Sena bisa lebih banyak menghabiskan waktunya dengan ibunya.

“Aku pulang.” Teriak seorang remaja perempuan yang mirip dengannya dari arah pintu membuat obrolan Sena dan ibunya terhenti seketika. “Oh my God, eonni,” teriaknya lagi sambil berhambur ke dalam pelukan Sena dan membuatnya sedikit terjengkang karena tubrukan dari tubuh yang tiba-tiba memeluknya itu.

“Aku sudah menduganya kau memang eonniku,” ucapnya penuh haru sambil menatap wajah Sena yang sedang menatapnya. Sena hanya bisa tersenyum karena ia tidak tahu harus membalas apa. Ia sungguh merindukan adik kesayangannya itu, “Kita harus menghabiskan malam ini dengan berkumpul bersama. Aku akan menelepon Baekhyun oppa agar tidak menjemputmu pulang,” putusnya begitu semangat sambil merogoh tasnya untuk mengambil ponselnya. Sebelum Sena bisa mencegahnya, panggilan pun telah tersambung dan Baekhyun langsung mengangkatnya karena Sena mendengar Semi telah memanggil nama Baekhyun.

Sena hanya bisa menggelengkan kepalanya menatap punggung adiknya yang sedikit menjauh saat melihatnya sedang bercengkerama dengan Baekhyun melalui telepon. Rona bahagia tercetak jelas di wajah Semi saat ini membuat hati Sena juga bahagia. Ini merupakan hari paling membahagiakannya dan semua itu karena Baekhyun. Pria yang selalu ingin membuatnya bahagia, dan tanpa sadar pria itu adalah sumber utama kebahagiaannya selama ini.

~ tbc ~

Adakah yang menungguku? Maafkan aku yg tidak bisa update secepatnya. Jadi tolong mengertilah. Ini merupakan chapter terakhir sebelum aku hiatus selama bulan Ramadhan nanti. Jangan tanya kapan aku update, karena aku bakal update setelah lebaran nanti. Karena selama bulan Ramadhan sampe lebaran aku ngga bakal update apapun, aku mau minta maaf sekarang aja. Maafin aku jika selama ini aku ada salah sama kalian semua. Maaf juga karena aku ngga bisa balas komen kalian, soalnya ini bukan situs pribadiku, jadi aku tidak bisa seenaknya berprilaku. Tapi tenang aja, semua komenan kalian aku baca kok.

Terima kasih juga karena selalu baca dan mau komen di setiap ceritaku. Terima kasih juga berkat kalian, ff My Lady dapet ff of the month terus selama beberapa kali. Sungguh aku seneng banget. My Lady tidak akan menjadi yang terbaik tanpa kalian. Sekali lagi aku ucapkan makasih banyak. Aku sayang kalian semua readerku, baik yang selalu komen maupun yang cuma mampir baca doang. Makasih banyak juga buat admin EXO FF Indo yang udah mau post ff ku di web kalian.

Semoga kalian tidak bosan menunggu.

Sampai jumpa setelah lebaran.

Bye-bye 😘
Regards, Azalea

 

Iklan

32 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] my lady – chapter 40

  1. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 48) | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady – Chapter 47 | EXO FanFiction Indonesia

  3. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 46) | EXO FanFiction Indonesia

  4. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 45) | EXO FanFiction Indonesia

  5. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 44) | EXO FanFiction Indonesia

  6. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 43) | EXO FanFiction Indonesia

  7. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] MY LADY (CHAPTER 42) | EXO FanFiction Indonesia

  8. Huwaaa kuh terharuuu
    Makasi authornim yang ud bikin ff sebagus ini
    Jadi gak rela kalau suatu saat nanti ff ini tamat😢😢😢

  9. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady – (Chapter 41) | EXO FanFiction Indonesia

  10. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Side Story-Kai) | EXO FanFiction Indonesia

  11. Bahagia selamanya ya. Jangan Kasih Sena ke Sehun lagi cukup sama Baekhyun aja…
    Aku tungguin kok sampe lebaran nanti..tenang aja aku bakalan jadi pembaca setia ff My Lady (walau kadang telat baca). Aku ikut seneng deh kalo gitu..selamat berjumpa kembali sehabis lebaran bybyby!!😘😚😊✋✋

  12. Haaaaaa bahagia sekaligus sedih….
    Bahagia karena akhirnya sena sama baekhyun bisa menemukan kebahagiaan mereka dan sedih karena kak author mau hiatus huhu,, tp gapapa anggep aja kak azalea mau fokus ibadah dan kita harus menghargai keputusan kak azalea,,, yg pasti tetep ditunggu kelanjutannya kak ^^

  13. Aduh lea aku juga seneng bgt baca ff ini .. buka exoffi cuma buat baca my lady , dream sama 1 ff lg ..
    Biarpun my lady hiatus selama ramadhan tetep ajj ditunggu selalu updatean nya .
    Dream sad ending semoga my lady happy ending !!!
    Sama sama le , map map klo ada salah komenan yang bikin sakit hati selama ini :* :*

  14. Ohhh my ya ampun ya ampunnn … 😀 akhirnyaaa akhirnyaaaa baeksena bersatu kembali 🙂 aduhhh hampir lupa si sehun gimanaaa??

  15. bahagiaaaaaaaa !!!! akhir ny di lanjutin juga sama author … baekki jaga sena eonni baik2 ya krn ak yakin diluar sana masih banyak yg ngincer sena eonni. thor bikinin pelajaran dong tu nyokap ama bokap ny miju biar taurasa.kkkk ky ny ini part yg paling ak nanti2in. mangat terus author ngelanjutin ny. NEXT !!!

  16. Ahirnyaaaaaaaaaaaaa
    Tau gk aq cekk blog ini to hampir tiap hari,,,trus tadi pas aq buka email,,,FF nie langsung nampang paling atas d branda aq,,gk tau mau lampiasin ksenengan aq kayak gmn,akhirnya aq jingkrak” sndiri,,,wkwk
    Mm kalo d lihat” dr jln critanya kayakx udah mau tamat ne,,,eee jangan tamat donk,,atau nanti kalo tamat kasih sequel yaaaa hihi
    Next chap jangan lama” yaaaa

  17. Gk tau mw bilang apa 😖. intinya ditunggu ff selanjutnya n sampai bertemu habis lebaran my favorit author 🤗. maafkan kami juga kalo ad salah kata n maafkan aq yg gk sering komen ff author ini 🙏 (tapi ad kok yg dikomen). author jjang 👍👏🙆🙋

  18. Yah jadi hiatus nih ceritanya.. Nunggu lama lagi dong 😂😂.. Nggak apa”.. Udah nggak terlalu gelisah nungguin ceritanya soalnya kondisinya udah membaik.. Tapi tetap bikin penasaran gimana kelanjutan kisah cinta baek sma sena. Kemarin” penasaran terus nungguin ceritanya sampai setiap saat ngecek postingan chapter selanjutnya.. Akhirnya masalah keluarga sena juga udah di bahas di chapter ini.. Makin seru ceritanya.. Semangat untuk nulis chapter selanjutnya.. Ditunggu habis lebaran yah hehe😁😁

  19. ijiin nangis bole ngga?:'( 😥 😥 😥
    astaga ga kerasa yeth udah hiatus ae,eh bener sih hiatus dulu juga baca ff wahai kalian para readers mending lakuin yg berfaedah yekan wkkkkk
    tahan dulu sampe lebaran hahaha..see you next time…

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s