[EXOFFI FREELANCE] My Lady – (Chapter 18)

MY LADY - CHAPTER 18.jpg

MY LADY

 [ Chapter 18]

 

 

Title : MY LADY

Author : Azalea

Main Cast :

Byun Baekhyun (EXO), Lee Sena/Kim Jisoo (BLACK PINK), Oh Sehun (EXO)

Support Cast :

Shannon Williams, Lee Miju (Lovelyz), Kim Kai (EXO), Park Chanyeol (EXO), Do Kyungsoo (EXO), etc.

Genre : Romance, Sadnes, Adult

Rating : NC-17

Length : Chapter

Disclaimer : Cerita ini murni dari otakku sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan apabila ada ff yang memiliki cerita serupa. Kalaupun ada yang serupa, aku akan berusaha membawakan cerita milikku sendiri ini dengan gaya penulisanku sendiri. Kalian juga bisa membacanya di wattpad. Nama id ku @mongmongngi_b, dengan judul cerita MY LADY.

Credit poster by RAVENCLAW

 

 

Cerita sebelumnya :  Cast Introduce -> CHAPTER 1 -> CHAPTER 2 -> CHAPTER 3 -> CHAPTER 4 -> CHAPTER 5 -> CHAPTER 6 -> CHAPTER 7 -> CHAPTER 8 -> CHAPTER 9 -> CHAPTER 10 -> CHAPTER 11 -> CHAPTER 12 -> CHAPTER 13   -> CHAPTER 14 -> CHAPTER 15 -> CHAPTER 16 -> CHAPTER 17

 

Hyung…” panggil Sehun lemah pada seseorang yang sedang tergeletak di sebelahnya. “Hyung…” panggilnya lagi dengan nada putus asa karena orang yang dipanggil tak kunjung membuka matanya. Tapi usahanya tidak sia-sia, karena orang yang dipanggilnya itu membuka matanya. Sehun tersenyum ke arahnya yang dibalas senyuman lemah, berusaha menenangkan Sehun jika ia baik-baik saja.

“Hyung…”

Sehun hanya bisa menangis dalam diam karena jika ia berteriak sedikit saja, rasa sakit langsung menusuk dadanya hingga membuatnya kesulitan untuk bernapas. Rencana pergi mendaki gunung pupus sudah saat mobil yang dikendarai kakaknya hilang kendali. Tikungan  tajam menuju lereng gunung membuat mobil mereka jatuh ke jurang. Pedal rem yang harusnya berfungsi, saat itu tidak bisa berfungsi sama sekali sehingga mobil pun hilang kendali.

Di tengah matahari sore itu, Sehun kecil terus menatap tubuh kakaknya, sekedar memastikan bahwa kehidupan masih dimiliki oleh tubuh lemah sang kakak. Setiap detiknya ia terus berdo’a semoga ada bantuan yang dapat membantu mereka keluar dari bangkai mobil yang terbalik karena menabrak pohon. Di tengah kesunyian yang itu, tiba-tiba Sehun mendengar suara derap langkah mendekat ke arah mereka. Betapa senangnya Sehun saat mendengarnya karena do’anya terkabul.

Walaupun dengan pandanga mata sedikit kabur, Sehun dapat melihat sesosok tubuh yang mendekat ke arah di mana tubuh kakaknya terjepit badan mobil. “T-tolong….” Ingin rasanya Sehun berkata-kata, tapi tenggorokannya terasa tercekat membuat Sehun hanya memandang apa yang akan dilakukan sosok yang tidak dikenal itu. Senyuman di bibir Sehun hilang seketika saat bantuan yang diharapkannya berubah menjadi bencana.

Sosok yang dianggapnya akan memberikan bantuan, malah melakukan hal yang sebaliknya. Ia menusukkan sebuah pecahan kaca tepat pada nadi Jinhun, kakak Sehun. Seakan tusukan itu sesuatu yang tidak disengaja. Sehun membulatkan matanya saat melihat denyut nadi yang sudah lemah itu, berdetak semakin lemah saja. Tubuh Sehun bergetar hebat saat melihat sang kakak tewas di depan mata kepalanya. Keringat dingin mulai membanjiri seluruh tubuhnya, dan rasa sakit semakin menjalari tubuhnya saat ia melihat sosok tubuh yang telah menusuk leher kakaknya itu perlahan pergi setelah memastikan jika targetnya telah tewas.

Darah semakin mengalir deras dari tubuh di sampingnya. Setetes air mata jatuh bercampur dengan darah yang keluar dari kepalanya saat ia melihat tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan dari tubuh kakaknya. Derap langkah kaki yang menjauh membuat tubuh Sehun semakin lemas. Entah harus merasa beruntung karena tidak ikut dibunuh juga atau merasa marah karena tidak bisa menolong kakaknya sendiri. Perasaan Sehun terlalu kalut saat ini.

Perlahan kesadarannya mulai hilang, tapi satu hal yang Sehun ingat dari sosok pembunuh kakaknya itu, sebuah tato berbentuk mahkota kecil di dekat telinganya yang tidak tertutupi masker wajahnya. Sehun bertekad akan mencari sosok tersebut sekalipun ia harus berkeliling dunia untuk menemukannya dan membalaskan apa yang telah diperbuatnya terhadap kakaknya.

 

***

 

“Hyung…”  teriak Sehun saat terbangun paksa dari tidurnya. Tubuhnya dibanjiri keringat, dan napasnya memburu. Sehun mengusap gusar wajahnya saat menyadari ingatan tentang 14 tahun lalu kembali menghampirinya melalui mimpi. Kejadian mengerikan yang selalu berhasil membuat darahnya mendidih karena amarah.

Pencariannya tentang siapa yang telah membunuh kakaknya selama ini belum membuahkan hasil, tapi Sehun tidak akan menyerah begitu saja. Ia telah berjanji akan mengungkapkan kebenarannya, dan akan menghukum orang tersebut seberat-beratnya. Rasa kantuk pun hilang sudah saat Sehun mengingat dendamnya itu.

Perlahan ia menyibak selimut yang menutupi tubuhnya dan beranjak dari tempat tidurnya. Di tengah kegelapan malam yang hanya disinari cahaya bulan itu, Sehun tidak mengalami kesulitan untuk bergerak sama sekali. Ia bergerak ke arah jendela yang memang sengaja tidak ia tutup dengan gorden. Sehun menatap sendu bulan purnama yang ada di langit hitam.

Sehun merenungkan apa-apa yang telah dilakukannya selama ini. Mulai dari acara pertunangannya beberapa hari lalu, pertemuannya dengan seorang wanita yang langsung membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama, sampai pada ingatan kejadian 14 tahun lalu. Semuanya silih berganti memenuhi pikiran Sehun. Sehun merasa jika pembunuh kakaknya itu sudah sangat dekat dengannya, tapi Sehun masih belum bisa menebak siapa orangnya.

Akan aku pastikan dia mendapatkan balasan yang setimpal dengan apa yang telah dia perbuat padamu, Hyung. Ucap Sehun dalam hati penuh dengan tekad bulat.

 

***

 

“Apakah ini pekerjaan yang begitu kau inginkan itu, My Lady?”  tanya Baekhyun penuh dengan sindiran pada orang yang ada di depannya. Senyum Baekhyun semakin merekah saat ia melihat Sena menyipitkan matanya tidak suka dengan pertanyaan penuh sindiran yang Baekhyun ajukan padanya.

Menyebalkan! Rutuk Sena dalam hati. Ia menghembuskan napasnya untuk mengurangi rasa jengkelnya dengan sikap Baekhyun saat ini. Sena berusaha mengabaikan pertanyaan Baekhyun dengan memberikannya sebuah senyuman manis yang mampu membuat Baekhyun mengernyit heran seketika. “Sebuah kehormatan bisa mendapatkan kunjunganmu di tengah-tengah jadwalmu yang begitu sibuk, My Lord.”

“Aku hanya penasaran dengan pekerjaan seperti apa yang kau inginkan hingga kau begitu keras kepalanya, My Lady.” Jawab Baekhyun mencoba mengikuti permainan yang sedang berlangsung di antara dirinya dan Sena saat ini.

“Bukan pekerjaan yang istimewa sebenarnya, tapi aku cukup senang dengan adanya pekerjaan ini dari pada aku harus menghabiskan uangmu setiap harinya, My Lord.”

“Lalu pekerjaan seperti apa yang kau inginkan?”

“Aku yakin kau sudah tahu pekerjaan seperti apa yang aku inginkan, My Lord.” Ucap Sena sinis, dan tanpa dijelaskan pun Baekhyun tahu apa yang sebenarnya diinginkan Sena, tapi sayangnya Baekhyun tidak bisa mengabulkannya.

Baekhyun menghembuskan napasnya dalam sebelum menjawab perkataan Sena. Aku sudah memberikan pilihan padamu, sayang, tapi tidak dengan Zurich.” Sena tidak bisa lagi menutupi rasa kesalnya saat mendengar ucapan Baekhyun yang tetap kukuh akan pendiriannya itu.

“Kau sungguh menyebalkan!” rutuk Sena sambil menghentakkan kakinya dan berjalan menjauh dari Baekhyun yang sedang berdiri di depan meja kasir tempat Sena berdiri tadi. Sena lebih memilih mencari kesibukan lain dari pada ia harus berhadapan dengan manusia paling menyebalkan sedunia, Byun Baekhyun.

“Ayolah, sayang. Kau sudah tahu apa jawabanku akan keinginanmu yang satu itu, dan aku sudah memberi kelonggaran tapi kau menolaknya.” Jelas Baekhyun sambil mengikuti Sena dari belakang.

“Kalau begitu lupakan saja, karena jawabanku masih sama.”

Baekhyun menghembuskan napasnya dalam saat mendengar jawaban Sena yang terkesan tak acuh padanya. Tanpa mengindahkan tatapan heran dari pengunjung lainnya, Baekhyun memeluk Sena dari belakang dan hal itu langsung membuat tubuh Sena berdiri tegang. Takut ketahuan oleh atasannya karena telah melakukan sesuatu yang tidak pantas di tempat kerja.

“Lepaskan!”

“Tidak! Sebelum kau berhenti mengabaikanku.”

“Kau akan membuatku dipecat.”

“Kau tenang saja. Tidak akan ada yang berani memecatmu di sini.”

Baekhyun mencegah Sena membalikkan tubuhnya dengan menaruh kepalanya pada pundak Sena. Meskipun risih karena menjadi pusat perhatian orang-orang, Sena tetap tidak bisa menolak Baekhyun. Suara riuh rendah dari bisik-bisik beberapa pengunjung memenuhi ruangan itu hingga Sena tidak bisa lagi tidak mengabaikannya.

“Lepaskan. Semua orang memperhatikan kita.” Bisik Sena.

“Jangan pedulikan mereka. Mereka hanya iri padamu.”

Sena menghembuskan napasnya lelah karena percuma saja ia berdebat dengannya. “Terserah.” Ucapnya yang membuat senyuman merekah terbit di bibir Baekhyun.

“Aku akan mengabulkan keinginanmu untuk kembali ke tempat terkutuk itu, tapi dengan satu syarat.” Ucap Baekhyun menggantung setelah ia beberapa saat hanya terdiam sambil memeluk Sena. Perhatian Sena yang awalnya tak acuh pun kembali terfokus pada Baekhyun yang menggantungkan ucapannya.

“Apa itu?” tanya Sena tidak menutupi rasa antusiasnya.

“Menikahlah denganku, setelah itu aku akan mengijinkanmu untuk kembali ke sana.”

Detak jantung Sena berdebar sangat kencang saat mendengar syarat yang diajukan Baekhyun padanya. Entah harus senang atau kesal, Sena tidak bisa mendefiniskan perasaannya, dan ia tidak tahu menanggapinya seperti apa. Ini terlalu mendadak untuknya. Di luar perkiraannya.

“Tsk,” Sena berpura-pura berdecak kesal untuk menutupi rasa gugupnya. “Apakah ini sebuah lamaran?” Baekhyun menganggukkan kepalanya sebagai jawaban dan hal itu sukses membuat Sena semakin bertambah gugup saja. “Kau sungguh pria yang tidak romantis? Bagaimana bisa kau melamar seorang wanita di tempat kerjanya tanpa persiapan apapun Kau pikir, kau akan menikah seperti binatang yang jika ada seekor penjantan datang dan mengajak si betina untuk menikah, mereka langsung menikah begitu saja? Kau sungguh menyebalkan!” jelas Sena sambil melepaskan pelukan Baekhyun yang tidak dicegah olehnya.

Sena menghentakkan kakinya meninggalkan Baekhyun yang berdiri mematung menatap punggungnya. Ia memilih masuk ke dalam ruangan khusus karyawan untuk menenangkan diri sementara waktu. Walaupun Sena sedikit kesal dengan cara lamaran Baekhyun yang tidak romantis itu, tapi sebagian besar hatinya merasa begitu bahagia akan hal itu. Ia tidak menampik rasa bahagia itu, tapi ia tida bisa mengekspresikannya secara langsung di hadapan Baekhyun. Kejadian beberapa hari lalu di mana Shannon tiba-tiba datang dan langsung mengecup bibir Baekhyun saja, membuat Sena merasa dikhianati secara tidak langsung walau ia tahu jika Baekhyun tidak menginginkan ciuman itu.

Sena ingin memberikan Baekhyun pelajaran dengan bersikap tak acuh padanya, tapi semua itu hilang seketika saat ia mendengar lamaran spontan yang diutarakan Baekhyun beberapa saat lalu. Bibir Sena tidak henti-hentinya terus tersenyum saat mengingatnya.

Jaehyun-na, andai kau masih ada di sini, eomma yakin kau adalah orang yang paling bahagia dengan pernikahan antara eomma dan appa. Eomma merindukanmu.

Beberapa hari setelah lamaran dadakan Baekhyun, sikap Sena tetap tidak berubah. Bahkan semakin menjadi-jadi. Ada saatnya Sena akan bersikap manja pada Baekhyun, tapi satu jam kemudian sikap Sena akan berubah seratus delapan puluh derajat dari sebelumnya. Dan itu membuat Baekhyun bingung harus menanggapinya seperti apa. Hal sepele saja bisa membuat mereka bertengkar hebat, seperti saat ini.

Sena mempermasalahkan dasi yang digunakan oleh Baekhyun. Sena tidak suka dengan warna dan motif dasi yang digunakan Baekhyun, karena menurutnya kedua hal tersebut terlihat tidak cocok dengan stelan jas yang digunakan Baekhyun. Baekhyun yang merasa tidak ada yang salah dengan menampilannya, karena selama ini tidak pernah ada yang mempermasalahkan penampilannya, termasuk Sena.

Karena tidak mau memperbesar masalah, Baekhyun pun mengikuti keinginan Sena. Dan setelah ia melakukannya, Sena pun kembali tersenyum cerah ke arahnya. Tidak ada lagi wajah masam yang ia tunjukkan beberapa menit yang lalu padanya. Baekhyun hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya melihat sikap Sena yang menurutnya sangat aneh itu. Tidak biasanya.

Setelah Baekhyun mengantarnya ke tempat kerja, Sena pun mulai merasa ada yang berbeda dengan dirinya. Tidak biasanya ia berubah-ubah seperti ini, kecuali saat dirinya memasuki hari-hari sensitif menjelang datang bulannya. Mengingat datang bulan, tubuh Sena pun menegang tepat sebelum ia memasuki kafe tempat ia bekerja. Sena baru menyadari jika satu bulan terakhir ini ia belum datang bulan, dan kemungkinan yang tiba-tiba terlintas di kepalanya membuat detak jantungnya berdebar kencang.

Sena memutar tubuhnya dan berjalan ke arah sebuah apotek yang terletak di seberang jalan tempat ia bekerja. Kemungkinan itu membuat tubuh Sena bercucuran keringat dingin. Perasaannya terlalu kalut. Terlalu bahagia, tapi ia juga terlalu takut kejadian empat tahun lalu akan terulang kembali.

Setelah selesai membeli apa yang butuhkannya, Sena pun bergegas kembali tempat ia bekerja. Sena tidak langsung mengganti pakaiannya, tapi ia lebih memilih untuk pergi ke arah di mana toilet berada. Beberapa karyawan melihatnya sedikit khawatir saat melihat wajah Sena yang sangat pucat. Bahkan ada beberapa karyawan berusaha bertanya keadaan Sena, tapi jawaban Sena tetap sama. Ia baik-baik saja.

Sena langsung mengunci bilik toilet yang ia masuki. Tanpa menunggu lebih lama lagi, ia segera mengetes alat yang belinya tadi. Tidak hanya satu, Sena membeli lima sekaligus alat yang sama tapi berbeda perusahaan. Hanya untuk memastikan saja jika kemungkinan itu memang terjadi. Setelah menunggu beberapa saat, Sena pun mendapatkan hasilnya. Napas Sena tercekat saat melihat ia positif hamil kembali. Semua alat yang dibelinya menunjukkan hasil yang sama yang mengatakan bahwa ia hamil.

Jika ia ditanya, apakah ia bahagia dengan hasil tes itu? maka jawabannya adalah ia sangat bahagia. Hal itu menandakan jika Tuhan masih mempercayainya untuk menjadi seorang ibu kembali setelah ia kehilangan anak pertamanya. Tanpa terasa air mata bahagia menetes dari matanya. Jika tujuh tahun yang lalu ia menangis sedih saat mengetahui kehamilannya, saat ini arti tangisan Sena berbanding terbalik dengan saat itu. Dan Sena merasa menjadi orang bodoh karena hampir saja ia tidak menyadari kehadirannya.

Eomma, akan menjagamu. Ucapnya dalam hati penuh tekad sambil mengelus perutnya yang masih rata.

Setelah cukup tenang, Sena pun kembali teringat akan Baekhyun. Ia bingung harus memberitahu Baekhyun dengan cara seperti apa. Walaupun ia tahu Baekhyun sangat mencintainya, perasaan takut akan penolakkan Baekhyun akan kehamilannya membuat perasaan Sena kembali kalut. Kehadiran Jaehyun saja masih ia sembunyikan dengan alasan ia takut Baekhyun akan membencinya karena tidak bisa menjadi ibu yang baik untuk Jaehyun. Dan sekarang, dengan kehadirannya anak kedua mereka saat ini, membuat Sena bertambah bingung. Ia tidak bisa menyembunyikan kehamilannya selamanya. Cepat atau lambat Baekhyun akan mengetahuinya.

Setelah sekian lama Sena hanya duduk diam di dalam toilet guna mencari cara, pada akhirnya ia pun menyerah. Sena lebih memilih keluar dari bilik toilet dan berjalan ke arah ruang ganti karyawan. Ia memutuskan untuk kembali bekerja, sambil memikirkan caranya bagaimana daripada ia hanya duduk diam tanpa melakukan apapun.

Tapi hingga tiba saatnya jam pulang kerja pun Sena tidak menemukan caranya. Sebelum kembali pulang ke rumah, Sena memilih untuk berjalan-jalan terlebih dahulu untuk sekedar menyegarkan pikirannya yang terasa sangat berat. Tidak lupa, Johnny dan Yuta menemaninya dengan berjalan di belakang Sena. Kemana pun kaki Sena melangkah, akan selalu ada langkah kaki mereka berdua di belakang Sena, termasuk saat Sena sedang bekerja. Johnny dan Yuta ada di dalam kafe tersebut bertindak sebagai pelanggan sekaligus pengawal untuk Sena.

Saat Sena sedang berjalan di pusat perbelanjaan, tanpa sengaja matanya melihat sebuah boneka kangguru di mana di bagian depan boneka tersebut terdapat sebuah boneka kangguru lagi yang ukurannya lebih kecil yang muncul dari kantung  yang dimiliki oleh boneka kangguru yang lebih besar. Bibir Sena lantas tersenyum saat melihat betapa lucunya boneka tersebut. Sena berjalan mendekat ke arah toko boneka tersebut. Mengamati boneka tersebut dengan seksama, sedangkan Johnny dan Yuta menatapnya tidak mengerti.

Sebuah ide terlintas dalam pikiran Sena setelah sekian lama ia menatap boneka tersebut. Sena lantas mengeluarkan handphonenya untuk mengambil foto dari boneka yang menarik perhatiannya itu. Setelah selesai memfotonya, Sena langsung mengirimkan foto tersebut pada seseorang yang ada dipikirannya sepanjang hari ini. Tidak lupa ia menuliskan pesan singkat di bawah foto tersebut. Sena benar-benar pasrah dengan respon yang akan didapatkannya nanti. Jika memang ia tidak mau menerimanya, maka Sena dengan senang hati akan merawatnya seperti ia merawat Jaehyun dulu.

To : My_Bacon

Apakah kau bahagia?

Sena menghembuskan napasnya dalam sebelum ia benar-benar mengirim foto tersebut. Setelah menekan tombol kirim, dan memastikan jika pesan yang ia kirim telah diterima walau belum dibaca, tapi entah kenapa ia merasa begitu tenang. Ia tidak lagi merasa gelisah seperti beberapa jam yang lalu. Sena lebih menerima kenyataan bahwa ia akan menjadi seorang ibu lagi, walaupun caranya salah. Sena merasakan handphone digenggamannya bergetar, menandakan ada sebuah pesan singkat masuk.

Jantung Sena berdetak sangat cepat saat melihat siapa yang mengiriminya pesan singkat tersebut. ia begitu gugup saat akan membukanya pesannya. Perasaan cemas kembali menghantuinya setelah beberapa saat lalu ia merasa lebih tenang. Tapi perasaan itu mengalahkan rasa penasarannya akan jawaban apa yang ia akan terima. Dengan tangan bergetar, Sena membuka pesan itu. Ia membaca kata demi kata dengan perlahan untuk memastikan isi pesan tersebut.

Detak jantung Sena kembali bertambah cepat setelah ia selesai membacanya. Ketakutan tak berdasarnya hilang sudah setelah membaca pesan tersebut. Senyuman bahagia terccetak jelas di wajahnya, bahkan mungkin sebagian orang akan menganggapkan seorang wanita gila karena tersenyum sambil menguraikan air mata.

Jika orang ada bertanya keadaannya saat ini? Maka jawabannya adalah ia sangat bahagia. Seperti jawaban yang ia dapatkan dari pesan singkat itu.

From : My_Bacon

Jika kau bertanya aku bahagia? Maka jawabannya adalah aku sangat bahagia, karena aku tahu juga bahagia. Kebahagiaanmu adalah kebahagiaanku juga. Terima kasih. Aku mencintaimu.

 

~ tbc ~

 

Terus terang aku sangat stres. Terlalu banyak tugas hingga aku terlalu bingung harus mengerjakan yang mana dulu, dan pada akhirnya tidak ada yang aku kerjakan sama sekali. Aku ingin program magangku cepat selesai, dan untungnya tinggal beberapa minggu lagi. Setelah itu aku bisa bebas update kapanpun yang aku mau.

Maafkan aku jika kalian membaca part ini terlalu pendek atau terlalu hambar. Itu semua karena aku menulisnya dalam keadaan stres, tapi ide untuk melanjutkan ceritaku itu tidak bisa aku bendung lagi. Dan alhasil, tulisanku jadinya seperti ini.

Jika kalian bisa mengurangi stres dengan baca ffku, maka aku juga bisa mengurangi stres dengan baca komenan kalian. Maka dari itu, tolong komen ya. Bantu aku menghilangkan stres ini, karena kalo tidak, aku ngga tahu bakal kapan lagi aku melanjutkan cerita ini.

Aku rasa cukup basa basinya…

Sampai jumpa di chapter selanjutnya…

Bye-Bye :-*

Regards, Azalea

 

 

 

17 thoughts on “[EXOFFI FREELANCE] My Lady – (Chapter 18)

  1. huwaaaaa…… ㅠ,ㅠ
    Sena pregnant? Langsung happy bacanya…
    Tapi jadi baper keinget soal Jaehyun ㅜ,ㅜ
    Kalo Sehun lagi nyari pembunuh kakaknya, what will happen to Baek???

  2. nunggu nya hampirr lumutan tapi terbalah sma kmunculan ff mu yg ini thorr wkwkwk aku rela nunggu asal ngga ngegantung end nya kmna tau hehehe.

    jangn bilang nnti pembunuh kakanya sehun mengarahh ke baekhyun lagi, trus sena sma baek jadi musuhann lagii ANDWEEEEE!!!!!

    tbc nya ngeselin muncul disaat yang tepat, bikin penasaran ajaaa. itu sena maksudnya kode tuh ngirimin fto kangguru sma anaknya wkwk kodenya kurang keras heheh.

    next ku harap jngan lama” yaa hehe

  3. Apakah yang ngebunuh kakaknya sehun itu baekhyun? Tapi bukan kayaknya, baek sama sehun ceritanya umur beda tipiskan, berarti pas kakaknya sehun dibunuh baek juga masih kecil, jadi gak mungkin. Kemungkinan anak buah dari keluarga baek?
    Woahh sena hamil kembali, ciee anak kedua..
    Tapi masih keinget jaehyun pas main sama baek, ugh itu pas meninggal dipangkuan sena sedih banget

  4. uwaah update jg nih huhu…ya Tuhan menurutku yg bunuh kakany dede si byunbaek deh-. iya gasih:O
    aahh yeeehet sena hamil lg congrats ye buat kopel sebaek.eits bukan sehun baekhyun loh ya kkk
    aduh lea jgn stress” gt dong..nmany jg siswa pasti bnyk tugasny ko..aku aj yg udh kuliah sama aja bnyk tugas..nmany jg mencari ilmu hmz
    tp salut deh walopun km sibuk tp sempetin nulis good job!! fighting

  5. akhirnya di post juga. sena hamil lagi yehettt. semoga gak ada pengganggu di antara mereka. baek dan sena selamat yeth dede nya cewe apa cowo nih??? kembar gak ya

  6. Yaaaa ampunnn setelan menanti lama akhir nya my lady keluar juga …. Jangan kelamaan update nya thor , gue suka bgt cerita nya , makasih buat updatean nya gue puas . Ditunggu chapter selanjut nya , semangat yaa thor

  7. Makasih udah update…
    Bukannya baekhyun juga punya tato d telinganya??
    Tp kayanya bukan baekhyun deh yg ngebunuh kakak sehun. Atau mungkin orang2 dr kelompok semacam baekhyun gitu??

  8. Omo sena hamil lagi. Apa tandanya baek akan jadi appa. Apa baek akan setuju jika sena kuiah kagi setaleh tau sena hamil.
    Eh… yang punya tanda tato itu kan hanya pemimpin..jadi yg bunuh nhyungnya sehun peminmpin kelimpok baek dulu?
    Next

  9. Apa benar baekhyun ngerti maksud sena di sms itu?? Walau rasa rindu untuk ff my Lady ini belum terlalu terobati tp gpplah yg penting update aja, semangat kak… Apa iya kematian kakak sehun ada kaitannya dengan baekhyun ya????

  10. Kira2 yg bunuh hyungnya sehun siapa ya?? Trus knapa baek benci bgt sma negara zurich, dan apa reaksi baek kalau tau ternyata ini kehamilan ke dua sena?? Wahh trlalu banyak teka-tekinya,, hhmmm tpi kog tiga huruf terakhir sangat mengganggu penglihatan ya😉,disaatlagi dpat klimaksnya ehhhh mlah tbc…😰 apa yg akan terjadi di capt selanjutnya.. azalea himne..keep writing deh… tpi baek hebat jga ya,, baru ngelamar,langsung JADI..

  11. Tiba2 tbc… padahal lagi seru. Ikutan penasaran reaksi baekhyun pas tau dia mau jadi appa lagi, apalagi dulu pernah ada jaehyun yg mirisnya ketemu tp ga kenal satu sama lain. Keep writing authornim! Himne!

  12. Turut bhgia nih atas kehamilan ke 2 Sena,,bgmn ya klo Baekhyun tau trnyata mw pnya anak 2 ????
    Hmmm pstinya shock brat kyknya c hehehe

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s