[EXOFFI FREELANCE] MY LADY (Chapter 29)

MY LADY - CHAPTER 29.jpg

MY LADY

[ Chapter 29]

 

 

Title : MY LADY

Author : Azalea

Main Cast :

Byun Baekhyun (EXO), Lee Sena/Kim Jisoo (BLACK PINK), Oh Sehun (EXO)

Support Cast :

Shannon Williams, Lee Miju (Lovelyz), Kim Kai (EXO), Park Chanyeol (EXO), Do Kyungsoo (EXO), etc.

Genre : Romance, Sadnes, Adult

Rating : NC-17

Length : Chapter

Disclaimer : Cerita ini murni dari otakku sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan apabila ada ff yang memiliki cerita serupa. Kalaupun ada yang serupa, aku akan berusaha membawakan cerita milikku sendiri ini dengan gaya penulisanku sendiri. Kalian juga bisa membacanya di wattpad. Nama id ku @mongmongngi_b, dengan judul cerita MY LADY.

 

Credit poster by RAVENCLAW

 

 

Cerita sebelumnya :  Cast Introduce -> CHAPTER 1 -> CHAPTER 2 -> CHAPTER 3 -> CHAPTER 4 -> CHAPTER 5 -> CHAPTER 6 -> CHAPTER 7 -> CHAPTER 8 -> CHAPTER 9 -> CHAPTER 10 -> CHAPTER 11 -> CHAPTER 12 -> CHAPTER 13   -> CHAPTER 14 -> CHAPTER 15 -> CHAPTER 16 -> CHAPTER 17 -> CHAPTER 18 -> CHAPTER 19 -> CHAPTER 20 -> CHAPTER 21 -> CHAPTER 22 -> CHAPTER 23 -> CHAPTER 24 -> CHAPTER 25CHAPTER 26 -> CHAPTER 27 –> CHAPTER 28

Begitu Baekhyun menyadari siapa yang ada di depannya, ia kembali memangkas jarak di antara mereka berdua. Baekhyun mencium Jisoo tidak kalah gairah dari ciuman mereka yg pertama.  Tangan kanannya ia gunakan untuk merangkul pinggang Jisoo, sedangkan tangan kirinya ia gunakan untuk menahan kepala Jisoo.

Jisoo yang masih terkejut dengan ciuman panas yang tiba-tiba dilakukan oleh pria di depannya itu langsung berusaha meronta untuk melepaskan diri.

Bukannya ia tidak terbuai dengan ciuman itu, tapi bayangan wajah Sehun terus berkelebatan di pikirannya.  Ia tidak mau menjadi seorang pengkhianat di dalam hubungan mereka.

Semakin Jisoo berontak, maka semakin kuat juga Baekhyun merangkulnya. Selama beberapa saat Baekhyun dan Jisoo masih bertahan dengan ciuman itu sampai Baekhyun berada dibatas cadangan udara yang semakin tipis di paru-parunya. Napas mereka terengah setelah ciuman itu terputus.

Plaakk

Namun, beberapa detuk kemudian Jisoo segera melayangkan tamparannya pada pipi Baekhyun yang langsung meninggalkan bekas merah di pipi kanannya.

Baekhyun yang terkejut tanpa sadar melonggarkan pelukannya, membuat Jisoo tidak mensia-siakan kesempatan itu untuk lepas dari jeratan Baekhyun.

Pria gila.  Pikirnya sambil mencoba meraih tepian kolam renang yang akan membantunya agar tidak tenggelam di kolam renang yang lumayan dalam itu.  Usahanya berhasil, ia bisa menggapai tepian dan segera keluar dari kolam renang.

Tubuhnya basah kuyup dan itu membuat pakaian yang digunakannya melekat sempurna ditubuhnya yang indah. Warna putih dari kemejanya membuat semua orang bisa melihat apa yang digunakannya dibalik kemeja basah itu. Rok hitam selututnya terangkat sedikit sehingga menampakkan kaki jenjang putihnya.

Dengan tertatih-tatih ia berjalan menuju dapur tempat di mana ia biasa berada. Namun hal itu harus diurungkannya karena sebuah tangan besar mencengkeramnya dan langsung membalikkan badannya.

Baekhyun yang seakan tidak ingin melepaskan Jisoo untuk pergi dari sisinya, meletakkan kedua tangannya pada kedua sisi kepala Jisoo dan mencium Jisoo lebih rakus daripada sebelumnya. Ia menahan kepala Jisoo agar tidak bergeser sekalipun.

Kedua matanya terbuka untuk menatap wajah yang ia rangkum oleh tangannya. Sedangkan Jisoo sendiri lebih memilih menutup matanya rapat-rapat.  Tidak berani membukanya sama sekali.

Ia tidak bisa menikmati ciumannya kali ini. Semuanya terasa salah.  Terlebih ia mendengar sebuah teriakan dari seorang wanita. Ia kembali berusaha memberontak untuk melepaskan diri.

Semua rontaannya tidak berguna sama sekali sampai ada sepasang tangan menjambak rambut hitamnya dan berusaha melepaskan pagutan bibirnya dengan bibir pria yang memeluknya.

Jisoo mengerang menahan sakit di kepala. Tanpa sadar ia menancapkan kuku jemarinya pada lengan Baekhyun untuk menyalurkan rasa sakitnya. Baekhyun yang menyadari Jisoo sedang kesakitan segera melepaskan diri Jisoo dan detik itu juga ia dengan mata kepalanya sendiri tubuh Jisoo terpelanting ke belakang yang diiringi oleh suara tamparan yang cukup keras.

Wajah Baekhyun mengeras seketika. Ia menatap tajam wanita yang berstatus sebagai istrinya itu karena telah berani-beraninya menyakiti wanita yang Baekhyun anggap Sena.

Di sisi lain, tubuh Shannon bergeming saat melihat siapa yang telah ia tampar beberapa saat lalu. Ia tidak menyangka wanita yang begitu dibencinya itu tiba-tiba menampakkan batang hidungnya di hadapannya.

“K-kau…. ”

“Apa yang kau lakukan?” ucap Baekhyun dengan nada dinginnya memotong perkataan Shannon yang belum sempat ia ucapkan.

Shannon langsung membalikkan badannya untuk menatap pria yang ia cintai. Tapi tatapan marah dan bencilah yang ia dapatkan saat menatap mata pria yang begitu berarti itu.

“A-aku…. ”

“Kau pikir, kau bisa mengatur hidupku sesukamu hanya karena status yang kau sandang?” Shannon berusaha terus menatap Baekhyun dengan menguatkan hatinya menunggu perkataan menggantung Baekhyun.

“Jangan konyol. Itu hanya status yang kau curi dari orang lain, dan kau tidak berhak mengatur hidupku.” lanjut Baekhyun dengan nada tajamnya dan membuat Shannon harus menahan tangisnya karena luka dari kata-kata yang Baekhyun ucapkan.

Sementara itu, Jisoo yang menyaksikan pertengakaran antara sepasang suami istri di depannya itu mulai merasa jengah. Pipinya masih berdenyut sakit, tapi disini seakan ia yang salah karena menggoda suami orang lain.

Jisoo bangkit dan beranjak dari tempat itu. Walaupun pipi sakit, tapi entah kenapa saat melihat pasangan itu hatinya jauh lebih sakit. Tanpa sadar air mata mengalir di kedua mata indahnya. Ia segera bergegas masuk ke dalam kamarnya dan dilihatnya Bomi baru saja akan keluar dari kamar tersebut.

Bomi begitu terkejut saat melihat penampilan acak-acakan dari Jisoo.  Pakaian yang basah kuyup, bibir yang sedikit bengkak, pipi yang merah, dan ditambah air mata yang membasahi kedua pipinya.

“J-jisoo-ya… ” panggil menggantung karena Bomi tidak tahu harus bertanya apa lagi pada Jisoo yang terlihat kacau.

Jisoo menggelengkan kepalanya tanda ia sedang tidak berbicara apa sekarang ini. Bomi yang mengerti pun tidak memaksakan kehendaknya untuk terus bertanya.

Di saat yang sama di sisi lain dari vila itu, Baekhyun hanya bisa menggeram kesal saat ia melihat kepergian wanita yang dikiranya Sena. Ia ingin sekali mengejar wanita itu, tapi tangannya kembali dicekal oleh wanita yang dibencinya.

“Kau mau kemana?”

“Bukan urusanmu.”

“Jangan pergi!”

“Kau tidak berhak untuk melarangku.”

“Aku istrimu.”

“Aku tidak peduli. Lepaskan tanganmu!”

Baekhyun langsung menyentakkan tangannya agar terlepas dari cengkaraman Shannon.  Baekhyun berjalan melewati Shannon yang masih meraung memintanya untuk tetap tinggal tapi tidak diindahkan oleh Baekhyun.

Baekhyun berjalan cepat demi mengejar Jisoo.  Baekhyun melihat Jisoo memasuki sebuah kamar yang ada di bagian belakang dari villanya. Ia pun mengikutinya.

Baekhyun melihat seorang wanita lagi yang menjadi teman sekamar dari Jisoo yang terkesiap saat melihat Baekhyun berdiri di ambang pintu. Dengan isyarat ia menyuruh wanita itu untuk pergi dari dalam kamar tersebut.

Bomi yang mengertipun merasa serba salah karena disisi lain ia tidak ingin meninggalkan Jisoo tapi ia juga tidak bisa menolak perintah dari pria asing yang terlihat ramah tapi tatapannya begitu menyeramkan.

Dengan berat hati, Bomi pun meninggalkan Jisoo berdua saja dengan pria asing. Tanpa mengucapkan sepatah dua patah kata, Bomi meninggalkan kamar tersebut.

Selepas kepergian Bomi, Baekhyun menutup pintu kamar tanpa bersuara sedikitpun dan langsung menguncinya. Ia ingin memastikan sesuatu tentang wanita yang sedang berdiri membelakanginya itu.

Jisoo yang belum sadar akan keberadaan Baekhyun, berniat melepas seragam basahnya. Satu per satu kancing seragamnya ia lepas dan pada kancing keempat, tiba-tiba sebuah tangan melingkar sempurna di perutnya.

Jisoo sedikit tersentak saat ia merasakan sebuah ciuman lembut terasa di tengkuknya yang terbuka. Ia menghentikan gerakan tangannya dan beralih dengan mencengkeram ujung seragam kemejanya.

Jisoo memejamkan matanya dengan sangat erat saat ciuman itu terus turun menuruni tengkuknya dan bergeser ke leher sampingnya.  Ciuman yang begitu memabukkan hingga bisa menghilangkan akal sehat Jisoo dalam sekejap mata.

Baekhyun yang merasa jika Jisoo sudah menyerah padanya, dengan perlahan membalikkan tubuh Jisoo hingga bisa berhadapan langsung dengannya. Baekhyun mencium bibir Jisoo selembut ciuman kupu-kupu membuat Jisoo semakin terbuai.

Baekhyun berusaha menahan hasratnya dengan tidak bermain terburu-buru saat menyentuh tubuh Jisoo yang terasa pas di tubuhnya. Baekhyun terus mencecap rasa manis dari bibir Jisoo seakan ia tidak pernah merasakan bibir itu.

Dengan perlahan, Baekhyun menuntun Jisoo ke arah ranjang terdekat yang bisa mereka jangkau.
Tubuh Jisoo dibaringkan selembut mungkin dan Baekhyun memposisikan tubuhnya senyaman mungkin agar tidak menindih Jisoo dengan berat badannya.
Baekhyun menumpukan berat badannya pada siku kanannya yang berada di samping kepala Jisoo.

Sedangkan tangan kirinya ia gunakan untuk menyentuh jemari Jisoo dan tanpa Jisoo sadari, cengkeraman jemari pada seragamnya sudah terlepas begitu saja.

Baekhyun menuntun tangan Jisoo untuk berganti mencengkeram rambut basahnya dan Jisoo menurutinya. Sementara Jisoo mencengkeram rambutnya, Baekhyun menggunakan kesempatan itu untuk menurunkan kemeja seragam yang dikenakan Jisoo.

Baekhyun menurunkan ciumannya dari bibir Jisoo ke arah rahangnya, lalu ke leher Jisoo dan ia sedikit berlama-lama di area tersebut. Sesekali Jisoo akan mendesah nikmat dengan ciuman yang diberikan Baekhyun padanya dan saat Baekhyun mendengar hal itu membuatnya menjadi lebih bersemangat lagi.

Setelah puas dengan leher Jisoo, Baekhyun menurunkan kecupannya ke tulang selangka Jisoo. Baekhyun semakin menurunkan ciumannya sampai ke bagian atas Jisoo yang masih tertutupi branya.

Baekhyun memberikan beberapa kecupan lagi sebelum ia sedikit menjauhkan kepalanya dari dada Jisoo. Ia lalu memandang ke arah payudara kiri bagian atas Jisoo.
Bibir Baekhyun otomatis tersenyum lebar saat ia melihat sesuatu yang ia harapkan ada di bagian tubuh Jisoo itu.

Perasaan luar biasa bahagianya tidak dapat ia tutupi. Lalu ia menurunkan wajahnya kembali dan mengecup sebuah tato berbentuk kupu-kupu yang dulu sempat ia buat untuk menandai Sena jika tubuh Sena adalah miliknya seorang.

Dan ia memilih di sebelah kiri karena ia beranggapan jika hati dan jiwa Sena hanya miliknya. Perasaannya begitu campur aduk saat ini, tapi yang lebih dominan adalah perasaan bahagianya. Rintihan Jisoo semakin terdengar saat ia mengecup di sekitar tato tersebut.

Baekhyun kembali menjauhkan kepalanya dari tubuh Jisoo. Ia memandang wajah Jisoo yang semerah tomat dengan kedua kelopak mata yang tertutup.

Jisoo yang merasakan ada seseorang yang sedang menatapnya dengan intens, segera membuka matanya.
Sepasang manik mata hitam sedang menatapnya dan ia terhanyut akan tatapan itu. Jisoo kembali tidak bisa mengalihkan tatapannya sehingga selama beberapa saat mereka hanya saling tatap.

My lady... ”

Hingga sebuah suara memanggilnya dengan panggilan yang asing tapi anehnya ia merasa tidak asing dengan panggilan tersebut. Sebuah panggilan yang membuat hatinya menghangat, dan dapat menyebabkan debaran yang tidak biasa ia rasakan pada jantungnya tapi ia sungguh menyukai panggilan tersebut.

Seakan ia memang milik dari pria asing yang telah berani merebut ciumannya dan melecehkannya tapi di sisi lain ia juga menyukainya dan tidak bisa menolaknya. Bukankah itu hal yang aneh? Pikirnya.

~ tbc ~

 

 

Iklan

58 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] MY LADY (Chapter 29)

  1. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 44) | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 43) | EXO FanFiction Indonesia

  3. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] MY LADY (CHAPTER 42) | EXO FanFiction Indonesia

  4. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady – (Chapter 41) | EXO FanFiction Indonesia

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s