[EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 1)

MY LADY

 [ Chapter 1 ]

MY LADY - CHAPTER 1.jpg

 Title : MY LADY

Author : Azalea

Main Cast :

Byun Baekhyun (EXO), Lee Sena/Kim Jisoo, Oh Sehun (EXO)

Support Cast :

Shannon Williams, Lee Miju (Lovelyz), Kim Kai (EXO), Kim Yura (GD), Park Chanyeol (EXO), Do Kyungsoo (EXO), etc.

Genre : Romance, Sadnes, Adult

Rating : NC-17

Length : Chapter

Disclaimer : Cerita ini murni dari otakku sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan apabila ada ff yang memiliki cerita serupa. Kalaupun ada yang serupa, aku akan berusaha membawakan cerita milikku sendiri ini dengan gaya penulisanku sendiri.

Cerita sebelumnya :  Cast Introduce

< ~ >

EXO – MY LADY

Dialah kekasihku, Aku meleleh seperti coklat, di tangan putihnya saat kau menyentuhku

Kau berjalan ke arahku, seperti seorang budak aku terpesona oleh bibirmu, Untuk kesekian kalinya aku terjatuh olehmu

Aku akan berlari menuju hatimu…

Bukan seorang teman, aku ingin menjadi kekasihmu . Aku tidak sama dengan yang lain, aku hanya seseorang yg ingin melindungimu

Sejak pertama aku melihatmu, hanya satu yang bisa kukatakan “Sayang…hanya dirimu.”

Semua tergambar jelas diatas meja, terungkap tidak karuan Aku begitu berdebar dan canggung mengakui cinta ini,

Apa kau siap untuk cinta ini? Lebih indah dan berharga dari berlian, begitulah matamu

Disanalah, aku bermimpi untuk bersamamu. Jangan pura – pura tidak tahu, Angkat kepalamu dan tataplah aku

Jangan hindari mataku! Aku tidak akan pernah menyerah untukmu! Hampirilah aku lebih dekat lagi, jangan berhenti!

Saat kupeluk dirimu semuanya akan baik – baik saja Melodi mengalir indah menggelitik telingaku,

 Jangan terlambat.

Bukan seorang teman, Sayangku, Tidak akan pernah cukup untuk mengatakan ini,

 Sayangku, sepenuhnya cintaku untukmu

Dialah kekasihku, Dalam sentuhan tangan putihnya

< ~ >

 

 

“Kau kalah Baek.” seru Chanyeol dengan suara bassnya begitu antusias saat mengetahui jika orang yang dia lawan dimain game balapan mobil online kalah. “Sesuai dengan perjanjian, kau harus melakukannya.” tambah Chanyeol pada Baekhyun.

Sh*tt!! Yang benar saja?” protes Baekhyun tidak terima.

“Seorang laki-laki sejati harus menepati ucapannya, Baek.” ucap Chanyeol seperti tidak peduli akan protesan Baekhyun.

“Apa tidak ada hukuman yang lain??” ucap Baekhyun pada akhirnya.

Eobseo!! Ini demi kebaikanmu juga Baek.” jawab Chanyeol sambil sedikit terkikik geli.

Neo micheosseo??”

“Ani, aku masih waras Baek. Sikapmu selama ini sangat mengkhawatirkan soal wanita Baek, dan aku hanya ingin menolongmu saja.” jawab Chanyeol begitu meyakinkan.

“Aku pria normal Yeol. Kau tanyakan saja pada Kai. Benarkan Kai?” sanggah Baekhyun kembali, tapi hanya dibalas senyuman oleh Kai tanpa berkata apa-apa. Melihat Kai yang hanya diam saja sambil tersenyum membuat Baekhyun geram.

Neo!!!” tunjuk Baekhyun pada Kai hingga membuat Kai dan Chanyeol penuh emosi hingga membuat mereka berdua diam seketika tapi tidak berlangsung lama, “Woaahh,, jjinja!!!” kata Baekhyun sambil membuang nafas dalam yang malah membuat Chanyeol dan Kai tertawa lebar.

“Hahaha….kau harus mengakui kekalahanmu Baek!!” ucap Chanyeol pada akhirnya.

Ara, ara!!! Aku akan melakukannya.” ucap Baekhyun.

Good boy!! Jadi target kita adalah klub memanah.” balas Chanyeol.

Mwo?? Ya!! Apa tidak ada tempat bagus yang lainnya?? Misal klub renang??” protes Baekhyun lagi.

No! No! No! Klub renang tidak menarik, iyakan Kai??” jawab Chanyeol dan dibalas anggukkan oleh Kai.

“Bilang saja di sana ada Yuna, pacarmu yang kesekian.”

“Nah..itu kau tahu sendiri.”

“Tapi anggota klub memanah itu tidak ada yang menarik, Yeol!!” keluh Baekhyun lagi.

“Maka dari itu Baek, kau harus melihatnya, siapa tahu kau menemukan berlian di sana.” bujuk Chanyeol lagi.

“Apa maksudmu??” ucap Baekhyun tidak mengerti.

“Kau ini polos sekali Baek!! Sesuatu yang tertutup itu pasti menyembunyikan sesuatu yang berharga di dalamnya Baek, percaya saja padaku.” jelas Chanyeol.

“Baiklah akan ku coba, kapan aku harus melakukannya??”

“Lebih cepat lebih baik.” jawab Chanyeol.

“Bukankah hari ini mereka ada kegiatan klub??” ucap Kai pertama kalinya.

“Ah..kalau begitu nanti sore pulang sekolah saja kau beraksinya Baek!” saran Chanyeol.

“Baiklah!” jawab Baekhyun dengan nada yang sedikit lesu pada akhirnya.

“Call, kalau begitu sampai ketemu di belakang ruang latihan mereka nanti sore.” ucap Chanyeol.

Waktu pulang sekolahpun akhirnya tiba, dan bagi Baekhyun waktu berjalan dengan cepatnya saat ini. Hatinya tidak tenang sama sekali. Ingin rasanya ia membatalkan perjanjiannya dengan Chanyeol tadi pagi. Tapi itu akan konyol sekali jika ia harus merelakan Lamborghini Reventon terbarunya untuk Chanyeol hanya karena gara-gara ia kalah main game.

Dan pada akhirnya Baekhyun, Chanyeol, dan Kai sekarang sedang bersembunyi di dekat ruang ganti klub memanah.

Fighting!!” ucap Chanyeol penuh dengan semangat dan hanya dibalas cibiran dari Baekhyun.

“Semoga berhasil!!” ucap Kai yang malah membuat Baekhyun semakin kesal saja.

Dengan berat hati, Baekhyun mengendap-ngendap menuju jendela kecil yang ada di belakang ruang ganti klub memanah. Kursi yang sebelumnya sudah dia siapkan, didekatkan ke dinding agar dia bisa melihat melalui jendela itu. Dengan hati-hati Baekhyun menaiki kursi itu. Detak jantung Baekhyun berdetak sangat kencang, takut ketahuan sedang melakukan kegiatan yang memalukan yang akan mencoreng imej cool dan garangnya selama ini.

Perlahan-lahan Barkhyun menegakkan tubuhnya agar bisa melihat keadaan ruangan yang akan ia intip. Setelah tubuhnya berdiri tegak, perlahan Baekhyun membuka matanya satu persatu dan begitu matanya sepenuhnya terbuka, dia langsung membulatkan matanya.

Ya, ampun benarkah pemandangan yang ada di hadapannya ini nyata?? Pikirnya. Mata Baekhyun tidak bisa menutup sama sekali, saking terkejutnya sampai-sampai dia tidak sadar kalau sekarang bibirnya sedang terbuka, memperlihatkan wajah bodohnya. Baekhyun terus saja memperhatikan gerak-gerik dari orang yang sedang dia intip itu.

Badannya memang tidak terlalu tinggi seperti anggota klub renang tapi dengan proporsi berat badan yang ideal, membuatnya menjadi sempurna. Walaupun orang yang diintipnya tidak sepenuhnya telanjang, hanya memakai tengtop dan celana pendek biasa setengah lutut, di mata Baekhyun itu lebih terlihat sexi daripada menonton film yadong sekalipun.

Baekhyun benar-benar terhipnotis akan pemandangan di hadapannya ini, sampai dia tidak sadar jika orang yang sedang dia intip sedang memandanganya lewat cermin besar di ruangan itu. Saat orang yang diintip Baekhyun itu berbalik untuk menghadap Baekhyun, disaat itulah dia sadar jika aksi memalukannya ini sudah ketahuan.

Buru-buru Baekhyun merendahkan tubuhnya, merutuki aksi bodohnya itu dalam hati sambil memukul-mukul kepalanya. Bodoh!! Bodoh!! Bodoh!! Rutuk Baekhyun pada dirinya sendiri. Tidak lama kemudian Baekhyun mendengar sebuah kode panggilan dari Chanyeol yang membuatnya menghentikan aksinya kemudian segera berjalan cepat ke arah Chanyeol dan Kai untuk menyudahi aksi bodohnya ini.

Begitu sampai di tempat persembunyian Chanyeol dan Kai, Baekhyun langsung dibrondong dengan pertanyaan oleh Chanyeol.

Otteoke??” tanya Chanyeol tidak sabaran. “Ayo cepat cerita!! Apa yang kau lihat di sana?? Apakah lebih menarik? Atau lebih membosankan?? Ayolah ceritakan padaku!!!” tanya Chanyeol.

Tapi Baekhyun tidak menjawab satupun pertanyaan Chanyeol padanya. Dengan langkah terburu-buru Baekhyun meninggalkan Chanyeol dan Kai dengan rasa penasaran di tempat persembunyiannya.

Ya!! Eodiga??” seru Chanyeol pada Baekhyun yang masih tidak menanggapinya sama sekali.

Aiisshh, jjinja!!” rutuk Chanyeol sambil mengikuti langkah Baekhyun yang sudah jauh di depannya.

Baekhyun buru-buru menuju tempat parkir mobilnya, kemudian melajukan mobil tersebut meninggalkan Chanyeol maupun Kai yang hanya bisa memandang kepergian Baekhyun dengan alis berkerut karena bingung melihat kelakuan aneh dari sahabatnya itu. Gambaran seorang gadis yang hanya mengenakan pakaian dalamnya saja terus menghantui pikiran Baekhyun.

Bagaimana rambut panjang hitamnya dia ikat ke atas hingga menampakan mulusnya kulit leher yang ia miliki. Kaki jenjangnya yang indah. Bentuk tubuh yang proporsional, tidak gemuk tidak pula terlalu kurus. Membayangkannya saja sudah membuat Baekhyun merasa panas, dan gairahnya muncul secara tiba-tiba. Gila. Ya ini sangat gila.

Selama ini belum pernah ada gadis seperti dia, sekalipun Shannon hanya memakai bikini dan lewat depan Baekhyun, hal itu tidak bisa membuat Baekhyun sampai terangsang seperti ini. Aku harus cari pelampiasan atau kalau tidak aku akan berakhir dengan menderita, pikir Baekhyun sambil mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi.

Buru-buru Baekhyun mengarahkan mobilnya ke sebuah pub mewah yang ada di Seoul, padahal pub tersebut belum saatnya buka. Tapi karena keluarga Baekhyun pemilik dari pub itu, membuatnya bebas datang kapanpun dia mau.

Begitu sampai, dia langsung menuju ke gudang penyimpanan wine. Meneguk salah satu wine yang ada sampai tersisa separuhnya. Baekhyun berharap, pengaruh alkohol yang ada di dalam wine bisa menetralkan kembali pikiran dan gairahnya yang memuncak.

Baekhyun bukan tipe laki-laki yang suka tidur dengan siapapun sembarangan, dia begitu pemilih. Buktinya sampai sekarang, Baekhyun belum pernah berpacaran dengan seorangpun. Hal ini, membuat Chanyeol dan Kai menjadi khawatir jika Baekhyun memiliki kesenangan yang menyimpang, sehingga terciptalah taruhan bodohnya dengan Chanyeol maupun Kai.

Satu botol wine sudah Baekhyun minum, tapi hal itu belum juga membuatnya mabuk dan menghilangkan bayangan gadis di ruang ganti tadi. Hingga botol ke empat, yang akhirnya membuat Baekhyun jatuh tidak sadarkan diri di gudang penyimpanan itu.

Saat pagi tiba, barulah Baekhyun sadar dengan kepala pusing karena terlalu banyak minum alkohol. Baekhyun mengedarkan pandangannya ke sekeliling, ternyata dia ada di kamarnya bukan di gudang penyimpanan wine. Baekhyun berusaha bangun dari tidurnya. Dilihatnya jam yang ada di samping tempat tidurnya. Waktu sudah menunjukkan pukul 7 pagi. Sejam lagi gerbang sekolah akan ditutup. Pikir Baekhyun.

Dengan susah payah Baekhyun berjalan menuju kamar mandi. Mandi secepat mungkin, kemudian berpakaian rapih layaknya anak sekolah biasa. Sarapan sebelum berangkat yang hanya ditemani oleh Kai. Saat sedang sarapan, Baekhyun kembali teringat kejadian kemarin, dan tanpa sadar dia kembali membayangkan tubuh gadis yang dia intip kemarin hingga membuatnya tersenyum sendiri.

Kai yang melihat itu hanya bisa terdiam membisu dengan raut muka bingung melihat majikan sekaligus sahabatnya masih pagi sudah bertindak seperti orang gila. Merasa diperhatikan, Baekhyun mengalihkan pandangannya pada Kai dengan ekspresi mengkerutkan kening.

Wae?” tanya Baekhyun to the point.

Eobseo!!” jawab Kai tidak kalah singkat, dan Baekhyun hanya bisa mengerucutkan bibirnya sebal.

“Ayo berangkat!!” ajaknya pada Kai, dan langsung dituruti begitu saja olehnya tanpa ada bantahan sedikitpun.

Mereka berdua pun akhirnya berangkat sekolah. Sesampainya di sekolah, terlihat Chanyeol sudah menunggu kedatangan Baekhyun dan Kai. Kai menepikan mobil Baekhyun di salah satu bangunan yang letaknya di depan sekolah mereka.

Peraturan sekolah yang melarang siswanya membawa kendaraan sendiri tidak dihiraukan Baekhyun dan gengnya. Dengan kekayaan yang dia miliki, Baekhyun menyewa bangunan tersebut selama tiga tahun penuh hanya untuk tempat parkir mobilnya.

Baekhyun berjalan menghampiri Chanyeol yang berdiri tepat di samping gerbang sekolah.

Ya!! Apa yang terjadi padamu??” tanya Chanyeol begitu Baekhyun dan Kai tepat di depannya.

Eobseo!!” jawab Baekhyun singkat kemudian berjalan melewati Chanyeol begitu saja.

Ya!!” hal itu membuat Chanyeol geram.

Ingin rasanya dia memukul kepala sahabatnya itu. Baekhyun masih mengabaikan Chanyeol. Dia belum siap bercerita tentang apa yang dia lihat di ruang ganti klub memanah kemarin atau dia akan ditertawakan oleh Chanyeol dan Kai. Singkatnya Baekhyun belum siap ditertawakan oleh mereka berdua.

Begitu sampai di kelas, Baekhyun langsung mendudukan dirinya di kursi kebesarannya yang terletak di deretan paling pojok dekat jendela dari ruang kelas ini. Dan Chanyeol langsung duduk di depan Baekhyun masih belum menyerah untuk mendapatkan informasi apa yang Baekhyun lihat di dalam klub memanah itu. Kai duduk di sebelah Baekhyun.

Tanpa mereka sadari, seorang gadis berjalan ke arah mereka. Gadis itu juga sekelas dengan Baekhyun, Chanyeol, maupun Kai, hanya saja gadis itu tidak terlalu terkenal di kelas maupun di sekolah.

Chanyeol langsung menghentikan memberikan pertanyaan pada Baekhyun begitu dia sadar ada seseorang sedang berdiri di dekatnya. Baekhyun yang menyadari ada orang asing yang juga sedang berdiri di dekatnya langsung menolehkan pandangannya guna melihat siapa orang asing itu.

Sesaat pandangan Baekhyun dan gadis itu saling bertemu pandang cukup lama, dan itu berhasil membuat detak jantung Baekhyun berdebar sangat kencang mengingat kejadian kemarin sore di ruang ganti klub memanah.

PLAAKK!!!

Dengan gerakan cepat gadis itu menampar pipi Baekhyun tanpa bisa dia tangkis. Padahal Baekhyun menguasai hampir semua ilmu beladiri, tapi di hadapan gadis ini, Baekhyun seperti tidak bisa berkutik sama sekali. Dia takluk pada gadis yang dia intip kemarin.

Gadis yang menurut orang tidak menarik sama sekali tapi bagi Baekhyun gadis ini jauh lebih menarik dari berlian sekalipun. Lee Sena, telah membuat seorang singa seperti Baekhyun bertekuk lutut hanya dalam satu waktu.

Kejadian tadi berhasil membuat seisi kelas yang tadinya ramai dengan urusan masing-masing tiba-tiba menjadi tempat paling sunyi di dunia. Semuanya menahan nafas, menunggu kejadian yang akan selanjutnya terjadi.

Di sekolah ini tidak ada yang berani memukul atau mencaci maki Baekhyun. Karena jika ada yang berani mencari gara-gara dengan Baekhyun dan gengnya, itu sama saja dengan menghampiri malaikat kematian.

Baekhyun dan Sena hanya saling pandang selama beberapa saat. Pandangan yang ditunjukkan Sena pada Baekhyun adalah tatapan penuh kebencian, sedangkan pandangan yang diberikan oleh Baekhyun pada Sena adalah tatapan bingung tapi terselip pandangan memuja di dalamnya.

Napeun neom!!” ucap Sena pada akhirnya, memecahkan keheningan tersebut.

Semua orang begitu terkejut dengan ucapan Sena, tapi tidak dengan Baekhyun, dia hanya bisa tersenyum mendengar Sena mengucapkan itu. Bagi Baekhyun, suara dan kata-kata yang diucapkan Sena terdengar seperti ungkapan cinta padanya. Bukankah ini sudah gila??

Tanpa menunggu jawaban Baekhyun, Sena segera meninggalkan tempat itu karena tidak tahan sudah menjadi pusat perhatian seisi kelas. Namun, belum juga berjalan tiga langkah dari tempatnya berdiri tadi, sebuah tangan menahannya dan membalikkan paksa tubuhnya hingga kembali berbalik mengarah ke belakang kelas.

Tanpa bisa ditangkis, tangan tersebut mengunci tangannya di belakang punggung Sena dan sebuah tangan lain lagi menahan wajah Sena hingga wajah Sena dan wajah yang ia tampar tadi tidak berjarak sedikitpun. Sesuatu yang kenyal sedang menempel di bibirnya.

Sena begitu terkejut mendapat perlakuan seperti ini. Bola mata Sena membulat sempurna saking terkejutnya, dan pandangan matanya bertemu pandang dengan sepasang mata berwarna hitam yang sekarang berada persis di hadapan wajahnya sedang menatap Sena begitu dalamnya.

Sena tidak bisa bergerak, karena semua bagian alat geraknya sudah dikunci rapat oleh orang sedang menciumnya paksa ini. Tanpa mereka sadari, semua mata yang ada di kelas ini membulat sempurna melihat kejadian ini.

Kejadian yang langka di mana seorang Byun Baekhyun yang merupakan pangeran sekolah tapi memiliki perangai yang menakutkan hingga semua siswi yang ingin mendekatinya menjadi takut padanya saat ini sedang mencium seorang gadis yang merupakan salah satu siswi terbaik dan juga atlet memanah terbaik tapi tidak terlalu terkenal dan memiliki perangai yang hampir sama dengan Baekhyun sekarang sedang berciuman mesra di depan semua orang di kelas itu.

Ya, seekor binatang terbuas sekalipun jika sudah jatuh cinta, akan melunak pada pasangannya seperti dia diciptakan tanpa ada sifat buas di dalam dirinya. Ya begitulah Baekhyun saat ini, semua akal sehatnya hilang hanya karena seorang gadis yang sudah mencuri hatinya. Lee Sena.

 

~ tbc ~


Bagaimana??  Maafkan aku agak terlambar dalam mempost ff ini. Kalian mungkin sudah pada lupa dengan ff ini, iya kan? Ngga masalah.

Aku senang kalian menerima ff ini pas di perkenalan tokohnya. Kayaknya aku tuh terlalu banyak memperkenalkan tokohnya, padahal yang intinya hanya beberapa saja.

Sekali lagi, aku tekankan pada kalian reader setiaku, ‘jangan terlalu berharap sama ff ini untuk segera di post, okey?’ aku harap kalian mengerti. Menulis itu tidak segampang saat kita membacanya.

Sekian dulu, cuap-cuap ngga penting aku. sampai ketemu di chapter depan yang entah kapan aku lanjut….haaha…

See You :*

Regards,

Azalea

 

 

Iklan

124 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 1)

  1. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] MY LADY (Chapter 37) | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] MY LADY (Chapter 36) | EXO FanFiction Indonesia

  3. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] MY LADY  [Chapter 35] | EXO FanFiction Indonesia

  4. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady – (Chapter 33) | EXO FanFiction Indonesia

  5. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 32) | EXO FanFiction Indonesia

  6. Ahh sadar tidak sadar,ff ini sudah ada sejak tahun 2016 april dan aku bru dapat tahun 2017 maret. Dan aku berterimakasih sama Tuhan karna telah mempertemukan aku dgn ff yg cocok dgnku~ thor thanks ya untuk semuanya^^ yayaya agak lebay sih tapi mau apa lagi,aku terlalu bahagia~ dan next to read..

  7. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] MY LADY (Chapter 31) | EXO FanFiction Indonesia

  8. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 30) | EXO FanFiction Indonesia

  9. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] MY LADY (Chapter 29) | EXO FanFiction Indonesia

  10. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My – (Chapter 27) | EXO FanFiction Indonesia

  11. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 26) | EXO FanFiction Indonesia

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s