[Chanyeol Birthday Project] Don’t Forget Me – Heartbeatlil’girl

1480587593412

Don’t Forget Me – Heartbeatlil’girl.

Cast : Park Chanyeol || Eun Da Um.

Genre  :  Romance, Angst, etc.

Rating   : T

Lenght  : Oneshoot

Disclaimer : Park Chanyeol tentunya milik Tuhan, orang tua, dan agensi yang saya ‘pinjam’ untuk dipakai dalam cerita ini. Untuk alur terinspirasi dari film ‘Remember You’ yang kemudian saya kembangkan sendiri. OC adalah ciptaan saya sendiri.

~”~

Seoul, 2 Januari 2016

“Yeah. Aku benci melakukan ini. Bukan begitu, Yeol?” Ucap lelaki berjas itu, langsung memasuki apartemenku. Aku hanya menatapnya bingung. Jas, tas, kemudian berkas – berkas hukum langsung ia lemparkan kepadaku. Dengan reflek, aku menangkapnya.

“Kau, mengenaliku?” Ucapku pelan, memegang barang – barang itu, kemudian mengusap tengkukku dengan malu.

Lelaki berjas itu sejenak menoleh ke arahku, kemudian, melenggang masuk ke dapurku, mengambil botol di dalam kulkas. Aku menatapnya dengan sedikit tidak suka.

“Ahhh. Um, perkenalkan. Aku Kim Jongdae. Pekerjaanku pengacara sama sepertimu. Kita adalah ‘patner’. Yeah. Matahari sedang bagus di luar sana.” Lelaki itu – Jongdae – segera membuka tirai apartemenku. Reflek, mataku mengecil.

Aku masih terdiam, berusaha mencerna ini. Seingatku, baru saja seminggu kemarin aku keluar dari rumah sakit yang mendiagnosaku kehilangan ingatan akibat kecelakaan. Kepalaku terantuk kaca mobil kemudian kepalaku terbanting lagi di aspal jalanan.

“Kau bisa menggunakan ini.” Lanjutnya, mengeluarkan ‘handphone’ dari sakunya, kemudian memberikannya kepadaku. “Apa ini?”

“Handphone.” Aku melongo melihat barang kecil itu.

“Cara pakainya mudah. Kau cukup membuka kuncinya, ah aku menyetelnya dengan menggunakan pattern tapi, tidak masalah. Kau cukup pintar untuk mempelajarinya.” Ucapnya tersenyum, menampakkan sisi kerut di bawah matanya.

Aku membesarkan mataku sedikit kemudian tersenyum kecil. ‘aku mengingatnya’. “Kau Kim Jongdae. Teman baikku.”

Lelaki itu spontan membalikkan tubuhnya.

~”~

Seoul, 3 Januari 2016

Aku menengadahkan kepalaku ke atas, kagum dengan kipas yang berputar dengan indah di mataku padahal di luarnya hanya berputar cepat. Aku mendesah pelan kemudian melirik jam yang melingkar di pergelangan tanganku. 10.05. Hell. Aku sudah menunggu setengah jam tapi tidak ada panggilan untukku.

Aku menarik kepalaku dari sandaran kursi tersebut kemudian duduk. Mataku langsung berpapasan dengan gadis yang sedang duduk menatapku dengan iba. Tanpa kusadari, bulir bening sudah siap terjun ke bawah.

“Hai. Kau mengenalku?”

3 kata yang selalu kuucapkan ketika aku bertemu dengan orang yang menatapku seakan mereka mengenaliku.

Seakan kata  yang kulontarkan salah, air matanya tak dapat ia bendung lagi. Dengan segera ia merogoh kacamata hitam yang bertengger di atas bajunya kemudian memakainya dengan cepat sembari mengusap air mata yang semakin deras.

“Da Um, Eum.”

Gadis itu segera menoleh ke arah suara panggilan.

“Hei, ak—“

“Aku tidak mengenalmu. Jadi, permisi, tuan.”

~”~

Seoul, 4 Januari 2016

Harus kuakui, ini pertemuan keduaku dengan wanita ini. Matanya masih memandangku dengan iba, tapi kali ini dengan tatapan kosong. Ini membuatku sedikit tidak nyaman.

“Nyonya Eun,”

Ia langsung sadar kemudian melangkahkan kakinya. Reflek, aku mencegahnya. “Park Chanyeol. Benar bukan? Kita sudah saling mengenal sekarang, jadi, ijinkan aku pergi.”

‘Ijinkan aku bertanya satu hal padamu. Apa, kita pernah saling berkenal?” aku masih mencegah.

“Kita sudah mengenalmu jad—“

“Maksudku benar – benar saling mengenal seperti mungkin berpacaran ataupun teman baik.”

Gadis itu terdiam.

“Tidak.” Gadis itu berucap lirih. “Tidak pernah.” Gadis itu seakan ragu dengan kata yang berikutnya. “Kita baru saja bertemu.” Gadis itu berucap menahan isakkan kecilnya kemudian pergi dan tanpa ia ketahui, ia menjatuhkan cincin.

~”~

Seoul, 5 Januari 2016

Aku mengeluarkan sepedaku kemudian berkendara menuju ke tempat kerjaku. Aku memegang segelas latte untuk kunikmati selama perjalanan.

“Harus kuakui, aku mulai sedikit tertarik padamu. Kita terlalu sering bertemu. Entah berapa kali.” Gadis itu berucap kencang di balik kaca mobilnya. Aku segera menoleh ke arahnya. “Tiga kali. Ini pertemuan kita yang ketiga.” Aku tersenyum kecil, memperlambat laju sepedaku. Dia mengangguk kecil. “Ah ya, aku lupa. Kalau tidak salah, barangku tertinggal padamu.”

Aku meliriknya kemudian menghentikan sepedaku. “Yeah. Cincinmu berada di apartemenku. Ayo, kuantar.”

“Masuklah ke dalam.” Aku menggeleng kecil. “Kenapa?”

“Aku tidak bisa.”

“Baiklah. Kita berjalan seperti ini saja.” Aku segera mengayuh sepedaku. Kami berbincang kecil. Dia menceritakan bagaimana ia kehilangan suaminya dan anaknya. Sungguh miris.

“Aku turut berduka, Nyonya Da Um.” Aku berucap kecil, berandai – andai jika akulah yang terjadi seperti itu. Di tengah itu, ia menatapku sejenak. Tatapan yang ia lontarkan kepadaku seakan tidak percaya. Dengan cepat, ia mengambil sekotak rokok kemudian mengambil satu dan menaruhnya di mulutnya kemudian menyalakannya.

Aku menoleh ke arahnya. “Hei, itu tidak sehat.”

“Yeah, dan aku sedang terguncang.” Aku terdiam.

Mobilnya berhenti membuat kayuhanku mengikutinya. “Ada apa?”

Dengan cepat ia turun dari mobilnya. “Kurasa, aku menabrak sesuatu. Katakan, itu bukan kucing atau anjing ataupun tikus ataupun apalah. Ooh, ini membuatku bersalah, aku seharusnya fokus ketika mengemudi….”

Aku menghela napas kemudian merangkak ke bawah mobilnya ketika ia masih meracau tak jelas.

“Hei, ini hanya boneka.”

Ceracauannya terhenti ketika aku menunjuk boneka itu padanya. Tatapannya berubah menjadi sendu. Dia memeluk boneka itu. Dia memeluk boneka itu di antara kami. Tatapanku yang semula merasa menang berubah menjadi tatapan kosong.

‘Aku pernah merasakannya. Aku pernah mengenal gadis ini.’

~”~

Seoul, 10 Januari 2016

“Aku semakin dekat padanya, Jongdae. Dia menarik perhatianku.”

Jongdae menghentikan acara meminum kopinya kemudian menatapku. “’Dia’? Siapa?”. “Gadis yang cantik. Aku yakin kau akan menyukainya.” Aku tersenyum kecil kemudian menyandarkan tubuhku dan menyeruput kopi yang sudah dingin itu.

“Dia akan datang sebentar lagi. Tenanglah. Rasa ingin tahumu akan terbayarkan. Nah itu dia.” Ucapku dengan sedikit girang kemudian mengangkat tanganku menandakan bahwa aku di sini. Jongdae mengikuti tatapan mataku. Sejenak, ia membelalakkan matanya.

“Da Um – ssi?”

“Eung? Apa ini? Kau mengenalnya?” Tanyaku pelan, mengecup tangan kirinya. Jongdae hanya terdiam menatap tangan kami sedangkan Da Um hanya tersenyum kecil sambil menggeleng pelan. “Mungkin dia pernah melihatku di suatu tempat.”

“Suatu tempat?” Tanyaku pelan, mencoba mengartikan senyuman kecil itu. “Yeah. Tempat yang sangat jauh.”

~”~

Seoul, 14 Februari 2016

Aku mendesah pelan. Ta kupercaya, kami sudah menikah. Dia tinggal di apartemenku. Sejak itu juga dia melarangku untuk masuk ke kamar kecil berwarna hijau itu dengan alasan itu hanyalah barang – barang yang tidak pantas kuingat.

Namun, kutepis semua alasan itu dengan niat agar bisa mengingat semua ini. Aku mendapatkan kaset kecil yang kemudian kumasukkan ke dalam proyektor sedang.

Di gambar itu, terdapat pesta pernikahanku dengan Da Um. Kami berdua tersenyum kemudian saling berciuman. Hatiku sedikit geli mengingat kejadian yang baru terjadi itu. Kemudian, layar itu tergantikan dengan Da Eun yang sedang memegang perutnya kemudian tertawa lebar sambil menunjukkan gambar janin ke arah kamera. Hanya saja, perutnya tampak besar disitu. Seingatnya, ia bahkan belum menyetuh Da Um mengingat jadwal mereka yang sibuk.

Layarnya terganti lagi dengan gambar seorang bayi yang baru saja lahir. Aku membukakan pintu apartemen kami dan Da Um menggendongnya. “Roy, inilah rumahmu.” Da Um berseru. Kemudian, layar itu menunjukkan diriku yang sedang bermain dengan anak kecil itu – Roy. Dia naik di atas kakiku kemudian cekikik pelan, menyukai sentuhan Da Um yang sengaja.

Tatapanku berubah menjadi tatapan tidak percaya. Sejenak, kepalaku menjadi sakit, mulai mengingat satu persatu kenangan terindah. Kemudian, muncullah kenangan yang paling ingin aku hapus.

-Flashback-

“Yeah. Aku benci dengan sifatmu yang hanya memikirkan kerja terus, Da Um. Tidak pernahkah kau berpikir untuk menemani Roy walau hanya sebentar?” Ucapku sedikit marah. Da Um menoleh ke arah Roy yang asik memainkan mainannya.

“Huh mengeluh saja. Hei, Roy. Jangan mengeluarkan kepalamu! Masuk!” Jawabnya acuh.

“Jangan memarahinya!”

“Ma, kurasa, mainanku terbang.”

Aku segera menghentikan mobilku, menghadap Da Um. Tanpa kusadari, Roy sudah turun dari mobil mengambil mainannya. Dengan cepat aku turun setelah sadar Roy sudah turun.

“Jangan seperti itu lagi Roy! Lain kali, ajak ayah atau ibumu. Kau mengerti?” Ucapku marah. Roy mengangguk pelan. Sejenak, tatapan matanya ke arah belakangku. Aeh, aku mengikuti arah tatapan matanya.

Tak sempat mengedip, aku merasakan tubuhku melayang sedang terhempas oleh mobil yang menabrak kami. Aku terjatuh dengan kepala menabrak kaca mobil si penabrak dan jatuh lagi menabrak aspal. Kulihat, Roy terlempar jauh. Yang kutahu sebelum aku menutup mataku, Roy sudah meninggal.

-Off-

“Chanyeol? Kau tak apa?”

“Tak apa? Ada apa ini, kau, aku, sialan! Kenapa kau menyembunyikan semua ini? Kenapa kau menyembunyikan tentang Roy. Aku ingin lihat Roy. Bawa aku ke tempatnya.”

“Chan, Roy sudah meninggal, Chan.”

Aku menggeleng kecil. Tidak. Itu tidak mungkin. Aku menangis kecil. Da Um mengelus kepalaku. Kemudian selanjutnya, semuanya gelap.

~”~

Seoul, 15 Januari 2016

Aku bangun dari tidurku. Mengusap tengkukku kemudian beranjak ke arah dapur. Mataku mengernyit pelan, menggeleng kecil karena kepalaku pening saat ini. Kemudian, aku memecahkan gelas kaca sedang.

“Yeol? Sedang apa kau disini?”

Aku menatap netra cokelatnya. Kemudian kembali mengusap tengkukku.

“Kau siapa?”

Gadis itu hanya membelalakkan matanya kemudian menundukkan kepalanya dan berlari keluar dari apartemen ini.

~”~

FIN

[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] The Only One – butiranupill

myhome

 

[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] The Only One – butiranupill
Chanyeol & OC || Romance, TeenFiction
Disclaimer: cerita ini murni dari pemikiran author, dan sedikit-sedikit terinspirasi dari sahabat author yang sedang mengalami jatuh cinta tapi memilih menjadi secret admirer. Semoga setelah membaca cerita tidak jelas ini, readers lebih bersemangat untuk mengejar apa yang patut diperjuangkan, misalnya UAS. Semangat menjalankan UAS bagi yang menjalankan.
-bu

Disaat seorang yeoja manis sedang melamun, seorang mendekat padanya, menghalangi pandangan dan ketika yeoja itu menengadah… Munculah wajah itu, wajah yang selama ini membuatnya tak ingin segera meninggalkan bangku SMA.

“Ya! Jung Ha Ki. Aku ingin berbicara kepadamu.” Baca lebih lanjut

[Chanyeol Birthday Project] My promise – Saimmi

myhome

 

[Chanyeol Birthday Project] My promise – Saimmi
Park Chanyeol & Lee Jieun (OC) | Romance, sad.

Disclaimer : Cerita ini murni dari pemikiran author. Cerita ini terbentuk karena kefrustasian author disela-sela mengerjakan tugas. Jadi ya memang sedikit absurd, tapi semoga kalian suka. Happy reading.
.
.
.

“Chagi aku pulang.” Ucap Chanyeol sambil menutup pintu aprtemennya.

Tidak ada jawaban. Keadaan apartemen Chanyeol pun saat ini gelap gulita. Entah mengapa Lee Jieun tak menyalakan lampunya.

Park Chanyeol berjalan menuju saklar lampu, berniat untuk menyalakannya.

“Jangan dinyalakan.” Ucap seorang.

“Lee Jieun kau kah itu?” Tanya Chanyeol Baca lebih lanjut

[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] Butterfly Effect – Aldjazaira97

myhome

 

[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] Butterfly Effect – Aldjazaira97 (wattpad)
EXO’s Chanyeol & Myoui Mina OC || Family, Hurt, Romance || G
Summary:
“I just wish you were still here”
Amerika Serikat, Maret,24th 1997
Malam yang indah, disertai dengan taburan bintang-bintang yang menghiasi langit malam di bumi Amerika Serikat. Lahirlah seorang bayi perempuan yang sangat cantik yang diberi nama Myoui Mina, bayi itu diberkahi oleh Tuhan dengan kulit yang putih, wajah yang cerah dan sebuah senyuman yang bisa membawa kebahagiaan beserta kehangatan pada orang lain. Baca lebih lanjut

[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] She’s Dreaming – riy994

myhome

 

[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] She’s Dreaming – riy994
Chanyeol x Oc || romancae || G

Pukul 22.30. Badanku sudah lelah mengerjakan tugas yang tidak ada habisnya. Mataku sudah tidak kuat lagi lama-lama di depan laptop. Dan kuputuskan untuk menarik selimut hingga batas daguku dan tidur. Pilihan yang tepat.

“Kret.. kret..” ku dengar suara jendela kamarku terbuka. Padahal aku sudah yakin menguncinya tadi. Apa ada maling?? Badanku langsung terjaga. Kuraih benda terkeras yang ku bisa. Dan sialnya, aku hanya bisa meraih penggaris 30cm diatas meja belajarku. Baca lebih lanjut

[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] Regret-faradibapnnw

myhome

 

[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] Regret-faradibapnnw
Chanyeol & OC || Romance, Sad || G

Main Cast :
-Kim Hyuri
-Park Chanyeol

Hembusan angin dari jendela kamar membuatku terbangun dari tidur nyenyak ku semalam. Kurenggangkan tubuhku sejenak, lalu meraih handphone yang ada di meja lampu tidur.

*trngggtringggtringgg*

“Panjang Umur!” Seruku sambil menekan tombol hijau dihp ku.

Baca lebih lanjut

[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] CHOOSE TO LOVE ME – ndell

1480587561015

“Choose to Hurt Me”

Author : ndell

Park Chanyeol & Bae Irene

Romance | Friendship | Hurt

Disclaimer : cerita ini muncul karena adanya berita ketika Chanyeol mengatakan bahwa Irene cantik. Dan entah kenapa ide itu muncul secara tiba-tiba. Dan saya sebagai author sangat bersyukur jika para readers menyukainya. Maaf jika ada kekhilafan dalam menulis cerita ini. Happy reading

“Choose to Hurt Me”

Baca lebih lanjut

[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] Rainy – Bluesky

myhome

 

[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] Rainy – Bluesky
Author : Bluesky
Rating : PG-15
Length : Oneshoot
Cast : Park Chanyeol & Han Jisoo
Genre : Soft-romance

Kebahagiaanku saat bertemu denganmu.. di musim Hujan
Dan di sinilah aku tetap bertemu denganmu.. di musim Hujan
***

Saat seharusnya mentari pagi menyambut kota seoul, rintikan tetasan air hujan membasahi kota tersebut. Namun, orang-orang harus beraktivitas seperti biasanya dan hujan sama sekali tidak menurunkan semangat mereka.

Baca lebih lanjut

[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] The Playdate – Park Lizzy

myhome

 

[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] The Playdate – Park Lizzy
Chanyeol & OC || Drama, Hurt/Comfort, Friendship || PG 13
Disclaimer : I just own the plot.
Summary : “Baiklah!” Chanyeol menyambut tangan Hyerin dengan mantap.

Rasa kantuk membuat Chanyeol hampir tidak bisa membuka matanya lagi untuk menulis buku hariannya siang itu. Mungkin karena pengaruh medikasi dokter yang ia tengah konsumsi untuk mengobati penyakitnya. Kondisi kesehatan Chanyeol yang kurang baik membuatnya terpaksa rehat dari dunia hiburan. Chanyeol pun memilih untuk memulihkan diri di rumah masa kecilnya di tepi pantai Pulau Jeju.

Baca lebih lanjut

[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] My Boy, Channie-bybyun

myhome

 

[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] My Boy, Channie-bybyun

Chanyeol EXO x Jennie Blackpink || Romance || PG 15+

“Sayang” ucap Chanyeol sambil menghampiri Jennie yang sedang duduk di salah satu bangku di Cafe tsb.

Jennie melirik jam ditangannya, “20 menit, 43 detik.”

“Maafkan aku, Suho memanggilku tadi”ucap Chanyeol lalu menyeruput minumannya, “wah hot tea ku sudah mendingin”

Jennie mengangguk. Baca lebih lanjut

[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] Hello Angel – deviljong

myhome

 

[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] Hello Angel – deviljong
Chanyeol & Irene|| Romance, Angst || G
Chanyeol tersenyum ketika menatap gadis itu. Hanya menatapnya, menatap dari jauh dan secara diam-diam lebih tepatnya. Entah sudah berapa lama Chanyeol melakukan hal ini, hanya berani menatap gadis itu dari kejauhan tanpa berani menghampiri dan menyapanya.
Namanya Irene. Dengan rambut hitam sebahunya dan wajah yang bisa dibilang sangat cantik, Irene telah berhasil membuat seorang Chanyeol jatuh ke dalam pesonanya. Baca lebih lanjut

[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] Birthday Tactic – BaekMinJi93

myhome

 

[CHANYEOL BIRTHDAY PROJECT] Birthday Tactic – BaekMinJi93
Special dedicate fanfiction to Chanyeol Birthday Event

— BIRTHDAY TACTIC —
©2016, BaekMinJi93

Starring with
EXO’ Park Chanyeol — OC’s
slight! mention EXO’s Oh Sehun

| AU! – Fluff – Marriage Life – Romance – Slice Of Life | Ficlet | General |

Disclaimer
This story purely mine. DON’T BASHING AND DON’T PLAGIARISM!
Happy reading…

Baca lebih lanjut