[EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 39)

MY LADY

[ Chapter 39]

Title : MY LADY

Author : Azalea

Main Cast :

Byun Baekhyun (EXO), Lee Sena/Kim Jisoo (BLACKPINK), Oh Sehun (EXO)

Support Cast :

Shannon Williams, Lee Miju (Lovelyz), Kim Kai (EXO), Park Chanyeol (EXO), Do Kyungsoo (EXO), etc.

Genre : Romance, Sadnes, Adult

Rating : PG + 17

Length : Chapter

Disclaimer : Cerita ini murni dari otakku sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan apabila ada ff yang memiliki cerita serupa. Kalaupun ada yang serupa, aku akan berusaha membawakan cerita milikku sendiri ini dengan gaya penulisanku sendiri. Kalian juga bisa membacanya di wattpad. Nama id ku @mongmongngi_b, dengan judul cerita MY LADY.

Credit poster by RAVENCLAW

Cerita sebelumnya :  Cast Introduce -> CHAPTER 1 -> CHAPTER 2 -> CHAPTER 3 -> CHAPTER 4 -> CHAPTER 5 -> CHAPTER 6 -> CHAPTER 7 -> CHAPTER 8 -> CHAPTER 9 -> CHAPTER 10 -> CHAPTER 11 -> CHAPTER 12 -> CHAPTER 13   -> CHAPTER 14 -> CHAPTER 15 -> CHAPTER 16 -> CHAPTER 17 -> CHAPTER 18 -> CHAPTER 19 -> CHAPTER 20 -> CHAPTER 21 -> CHAPTER 22 -> CHAPTER 23 -> CHAPTER 24 -> CHAPTER 25CHAPTER 26 -> CHAPTER 27 –> CHAPTER 28 -> CHAPTER 29 – > CHAPTER 30 -> CHAPTER 31 -> CHAPTER 32 -> CHAPTER 33 -> CHAPTER 34 -> CHAPTER 35 -> CHAPTER 36 -> CHAPTER 37 -> CHAPTER 38

Sehun hanya bisa menggeram marah dengan pemandangan di depannya. Ia ingin melangkah maju, tapi sesuatu seperti menahannya. Sehun menolehkan wajahnya ke belakang, ternyata Miju sedang menahan tangannya agar ia tidak beranjak sedikit pun dari sana. Saat Sehun ingin melepaskan genggaman itu, Miju menggelengkan kepalanya tanda tidak setuju. Sekali lagi, Sehun hanya bisa menggeram marah.

Sehun mengalihkan lagi pandangan matanya ke depan, betapa terkejutnya ia saat melihat Jisoo sudah tidak ada lagi di sana. Dari kejauhan Sehun dapat melihat punggung Jisoo dipeluk mesra oleh pria berengsek itu. Sehun menganggapnya berengsek karena ia telah berani memasuki kehidupannya dan Jisoo, tapi kalau dipikirkan lagi, Sehun lebih berengsek lagi karena telah menipu Jisoo selama ini.

“Kita harus bicara.” Suara Miju membuyarkan lamunan Sehun. Miju melepaskan genggamannya dan berjalan meninggalkan Sehun. Sehun yang tidak bisa mengelak lagi terpaksa memilih mengikuti ke mana Miju membawanya.

Saat ini mereka sedang duduk berhadapan, dan saling pandang di salah satu sudut restoran yang mereka datangi. Belum ada yang berani membuka percakapan karena mereka terlalu bingung dengan keadaan saat ini. Seorang pelayan datang membawakan dua gelas kopi yang telah mereka pesan sebelumnya.

Miju terlihat sedang memainkan bibir gelas, sedangkan Sehun gelas tersebut dengan pandangan malasnya. Pikirannya melayang ke kejadian beberapa menit yang lalu, dan membayangkan apa saja yang sedang dilakukan Jisoo saat ini bersama pria asing itu. Sehun kembali mengutuki dirinya sendiri saat pikiran itu terlintas di benaknya. Sial!

Karena Sehun terlihat tidak akan memulai pembicaraan mereka, pada akhirnya Miju lah yang memulainya. Ia berdeham sedikit, melancarkan tenggorokkannya agar saat berbicara suaranya tidak bergetar sama sekali. Suara dehaman Miju berhasil menarik perhatian Sehun.

“Kau tidak ingin menjelaskannya?” tanya Miju langsung tanpa adanya basa-basi terlebih dahulu. Sehun menghembuskan napasnya dalam setelah mendengar pertanyaan dari Miju.

“Bukankah semuanya sudah jelas?” tanya Sehun balik mengabaikan pertanyaan Miju.

“Kau tahu apa yang aku maksudkan.”

“Middyu.”

“Kalau kau beranggapan semuanya sudah jelas, maka aku juga akan beranggapan semuanya baik-baik saja.” Saat Sehun terlihat akan membuka mulutnya, Miju melanjutkan ucapannya membuat Sehun tidak jadi mengeluarkan kata-katanya. “Baiklah. Kita lupakan kejadian hari ini dan berjalan seperti biasanya.”

“Aku sudah berubah.”

“Maka dari itu jelaskan semuanya padaku.”

“Itu hanya akan semakin menyakitimu.”

Miju mengepalkan telapak tangannya. “Tanpa kau sadari pun, saat ini kau telah menyakitiku.” Setelahnya mereka saling pandang dengan perasaan berbeda yang berkecamuk di dalam diri mereka. “Kita akan tetap melanjutkan pertunangan ini. Dan lupakan saudara tiriku.” Putus Miju.

“Kau tahu aku tidak bisa melakukannya.”

“Dan aku juga tidak bisa melepaskanmu begitu saja.”

“Aku mencintainya.” Ujar Sehun membuat hati Miju bagaikan tertusuk ribuan jarum sekaligus. Hatinya benar-benar sakit. Kebersamaan mereka selama ini tidak ada artinya lagi saat Sehun mengucapkan kata-kata sakral itu. Tapi ia juga tidak ingin menyerah begitu saja. Ia akan bersikap egois untuk kebehagiannya sendiri.

Miju tersenyum kecut ke arah Sehun yang sedang menunggu respon yang akan diberikannya. “Simpan saja kata-kata itu untuk dirimu sendiri, Senshine. Karena kau lihat sendiri, pria yang membawa saudara tiriku itu tidak akan dengan mudah melepaskannya untukmu.” Miju lalu berdiri dari duduknya, memutuskan untuk pergi dari pada ia lebih sakit hati lagi. “Pikirkanlah baik-baik. Aku memberikanmu kemudahan untuk kembali padaku, dan melupakan cinta sesaatmu itu. Selamat malam.”

Miju meninggalkan Sehun sebelum ia bisa membalas kata-kata terakhir Miju. Cinta sesaat yang dimaksud Miju adalah cinta sesaatnya untuk Jisoo, tapi Sehun merasa ia benar-benar mencintai wanita yang sudah mengisi hari-harinya selama dua tahun ini, bukan hanya cinta sesaat yang akan hilang dalam beberapa saat saja.

Sehun kembali memikirkan perkataan Miju. Sehun tidak bisa membohongi dirinya sendiri jika saat ini ia benar-benar cemas. Baekhyun, pria yang membawa Jisoo pergi, Sehun mengetahui siapa ia sebenarnya. Ia bukan orang biasa yang akan dengan mudah Sehun lawan.

Jika memang benar apa yang diprediksikan Kyungsoo beberapa waktu yang lalu mengenai hubungan Baekhyun dan Jisoo, maka ia harus menyiapkan berbagai macam strategi untuk merebutnya kembali. Janji untuk mengembalikan Jisoo jika ia telah mengingat semuanya kembali akan ia lupakan. Karena setelah dua tahun bersama, Sehun merasa berat untuk melepaskannya begitu saja. Sedangkan mengenai pertunangannya dengan Miju, ia akan berbicara baik-baik dengan kedua orang tuanya agar membatalkan hal itu.

Dan satu hal yang Sehun lupakan, bagaimana bisa Miju dan Jisoo menjadi saudara tiri padahal selama ini Sehun belum pernah mempertemukan mereka berdua secara langsung? Ditambah lagi ibu Miju terlihat sangat membenci Jisoo dan pertemuan pertama ini terlihat seperti bukan pertama kalinya mereka bertemu.

Bagaikan disiram air dingin, potongan puzzle yang sedang Sehun rangkai membuatnya menuju pada satu kesimpulan. Jisoo sudah mengingat kembali siapa dirinya sebenarnya.

***

Baekhyun menatap sayang dan rindu ke arah wanita yang sedang meringkuk di atas pangkuannya itu. Setelah Baekhyun tanpa sengaja menubruk tubuh Sena, dan melihat polisi bodoh itu berusaha mengejar Sena tapi Sena menghindarinya dengan memeluk tubuhnya, Baekhyun tidak pernah melepaskan pelukan itu.

Sebenarnya bukan tidak sengaja Baekhyun berada di restoran yang sama saat itu. Semenjak Sena meninggalkannya pagi itu, ia menyuruh Taeyoung untuk terus mengikuti kemana pun Sena pergi selama dua puluh empat jam penuh. Alhasil, disinilah ia berada. Memeluk Sena dengan eratnya dan bersumpah tidak akan pernah melepaskannya lagi, kecuali maut menghampirinya.

Baekhyun mengecup lembut puncak kepala Sena saat ia sudah tidak mendengar suara isakan dari bibirnya. Baekhyun tidak tahu apa yang menyebabkan wanitanya itu menangis tersedu seperti tadi, tapi ia berjanji akan membuat menderita siapa saja yang berani membuat mata indah itu mengeluarkan air matanya.

Baekhyun sedikit menundukkan kepalanya untuk mengecek keadaan Sena. Ia tersenyum lembut melihat Sena memejamkan matanya dengan hembusan napas teratur. Kembali Baekhyun mengecup puncak kepala Sena dengan sayang. Bahkan selama perjalanan pulangnya, bibirnya tidak pernah berhenti untuk terus mengecup kepala Sena. Sungguh ia merindukan saat-saat seperti ini.

Waktu berjalan dengan cepatnya hingga Baekhyun tidak menyadari jika saat ini mobil telah berhenti tepat di depan pintu masuk rumahnya. Seorang penjaga membukakan pintu untuknya. Walau sedikit kesusahan, Baekhyun membopong tubuh Sena untuk keluar dari mobil dan melangkah memasuki rumahnya. Beberapa pelayan yang berpapasannya dengannya membungkuk hormat dengan pikiran bertanya-tanya siapakah gerangan yang dibawa oleh majikannya itu. Tapi karena terlalu takut, mereka lebih memilih untuk diam.

Baekhyun merebahkan tubuh Sena dengan hati-hati di ranjang mereka. Ranjang yang selama dua tahun ini dingin dan kosong, kini kembali hangat dengan hadirnya Sena di sana. Baekhyun menyingkirkan anak rambut Sena yang menutupi wajah cantiknya.

Lalu matanya melirik ke arah dress yang digunakan oleh Sena. Warna putihnya ternoda warna merah wine membuatnya membayangkan kejadian dua tahun lalu saat Sena memakai gaun pengantinnya yang berwarna putih berubah menjadi warna merah karena darah. Baekhyun bergidik ngeri saat membayangkannya. Walaupun ia tidak pernah melihatnya secara langsung, tapi saat ini Baekhyun membayangkannya.

Karena tidak mau terlarut dalam bayangan mengerikan itu, Baekhyun pun membuka satu per satu kancing dress Sena. Menariknya pelan-pelan melewati kepala Sena takut ia terbangun dari tidurnya. Tanpa sadar ia menahan napasnya dan menghembuskannya pelan saat dress itu berhasil dilepasnya dari tubuh indah Sena.

Baekhyun menelan ludahnya susah payah kala melihat pemandangan indah di depannya. Tubuhnya selalu bereaksi berlebihan saat melihat tubuh Sena, apalagi saat ini Sena hanya menggunakan pakaian dalamnya saja. Tubuh yang tidak pernah bosan dipandangnya. Jika saja Sena tidak tertidur, mungkin ia akan mengajak Sena melewati malam seperti malam beberapa hari yang lalu.

Sebelum ia berubah pikiran, Baekhyun segera beranjak dari sana menuju walk in closetnya. Mengambil salah satu gaun tidur Sena yang dulu pernah dibelinya. Baekhyun masih menyimpan seluruh barang-barang Sena di walk in closetnya selama ini karena ia tidak pernah membiarkan siapapun masuk ke dalam sana kecuali atas perintahnya.

Setelah memakai gaun tersebut, Baekhyun menyelimuti Sena sampai sebatas dadanya. Tidak lupa Baekhyun mengecup pipi kanan Sena sebelum melangkah ke kamar mandi. Ia butuh mandi air dingin untuk menyegarkan tubuh dan pikirannya. Lima belas menit kemudian, Baekhyun ikut bergabung ke atas ranjang di sebelah Sena yang masih kosong.

Posisi tidur Sena yang miring mempermudahnya merengkuh tubuh itu ke dalam pelukannya. Baekhyun tersenyum kecil merasakan Sena yang tanpa sadar semakin merapat ke arah dada telanjangnya, sama seperti dulu. Baekhyun mengecup pipi Sena lagi, lalu ia berbisik di telinga Sena setelah ia mengecupnya mesra. “Selamat tidur, my lady.”

Mereka akhirnya terlelap dengan nyenyaknya sampai tidak sadar jika di luar matahari sudah menampakkan wajahnya pada dunia. Kilauan sinar matahari pagi mengganggu mereka sama sekali. Bahkan kicauan burung pun seakan menjadi lullaby di pagi hari.

Baekhyun yang pertama kali terbangun langsung tersenyum lebar menyadari kejadian semalam bukanlah mimpi semata. Dengan mata sayu khas bangun tidurnya ia memandangi wajah polos Sena yang tertidur tepat di depannya. Sambil tersenyum bodoh ia menggesekkan ujung hidungnya dengan milik Sena. Mengecup seluruh bagian wajah Sena menjadi kegiatan favoritnya saat ini. Mulai dari kening, mata, kedua pipinya, ujung hidungnya, sampai bibir Sena.

Baekhyun yang gemas karena Sena tidak kunjung bangun akhirnya menggigit ujung mancungnya itu membuat si pemilik hidung menggeliatkan badannya. Sedikit demi sedikit kesadaran mulai  dirasakannya. Bukannya bangun, Sena malah semakin mengeratkan pelukannya pada tubuh Baekhyun dan menenggelamkan wajahnya pada dada bidang Baekhyun. Sesekali ia menggerutu tidak jelas yang dibalas kekehan geli oleh Baekhyun.

Seakan belum puas menjahili Sena, Baekhyun kembali mendaratkan ciumannya di tempat-tempat yang bisa dijangkaunya membuat Sena kembali mengerang pelan. “Beri aku waktu lima menit lagi, bacon.” Protesnya yang diabaikan begitu saja oleh Baekhyun. “YA!” jerit Sena langsung terbangun saat Baekhyun dengan sengaja menggigit kulit lehernya, dan ia berani jamin perbuatan itu akan meninggalkan jejak merah yang tidak akan langsung hilang.

Sena mendelik kesal ke arah Baekhyun yang dibalas dengan senyuman tanpa dosanya. Bukannya menjauh, Baekhyun malah mendekatkan wajahnya dan mengecup bibir Sena yang sedang mengerucut kesal. “Akhirnya kau terbangun juga.” Gumamnya begitu senang tapi masih dihadiahi tatapan tajam Sena.

“Kau mengganggu tidurku.” Geram Sena.

“Karena aku sudah tidak sabar menatap mata indahmu dengan penuh cinta.” Hilang sudah tatapan tajam dan kesal Sena setelah mendengar perkataan Baekhyun yang selalu berhasil merayunya. Pipinya merona tanpa bisa dicegahnya, dan pecahlah tawa Baekhyun di pagi itu. “Oh Tuhan, aku sungguh merindukan wajah meronamu ini.” Ucapnya sambil merangkum wajah Sena. Mencium gemas bibir Sena yang berwarna merah alami.

Baekhyun menjauhkan wajah mereka dengan sedikit tidak rela. Hembusan napas mereka yang saling bersahutan menerpa wajahnya. Baekhyun mengunci mata kecoklatan itu dengan mata hitamnya. “I’m miss you so bad, my lady.”

Sena mengulurkan tangannya untuk membelai wajah Baekhyun dengan sayang. Ia memberikan senyuman tulusnya pada Baekhyun. Tatapan rindunya tidak mampu ia sembunyikan. “Me too, my lord.”

Pagi itu, mereka memadu kasih dengan mencurahkan betapa rindunya mereka selama ini. Melampiarkan semuanya seakan tidak ada hari esok di antara mereka. Terkurung dalam dunia yang mereka ciptakan sendiri seakan waktu tidak ada di dalamnya.

Saat ini Sena sedang berada di dapur rumah Baekhyun. Ia memutuskan untuk membuat sarapan untuk mereka berdua walaupun waktu sarapan sudah lewat beberapa jam yang lalu. Saat ini lebih pantas disebut makan siang dari pada sarapan sama sekali.

Para pelayan yang bertugas di dapur hanya bisa berdiri di sudut ruangan sambil memperhatikan Sena yang sedang sibuk mengolah makanan. Semua pelayan memandang kehadiran Sena dengan bingung, baik yang baru maupun pelayan lama, karena hilang Sena selama dua tahun ini masih menjadi misteri dan secara tiba-tiba saat ini Sena sedang berada di area mereka seakan ia tidak pernah hilang sekali pun.

Sena yang menyadari tatapan dari para pelayan akan dirinya lebih memilih fokus pada masakannya dengan berusaha mengabaikan mereka. Ia tidak ingin hari bahagianya dirusak oleh rasa penasaran para pelayan di rumah itu.

Suasana yang tiba-tiba hening dari bisikkan para pelayan membuat Sena mengernyitkan alisnya bingung. Tapi sebelum Sena membalikkan badannya untuk mengecek apa penyebabnya, sebuah tangan besar memeluknya dari belakang. Tidak lupa sebuah kecupan mendarat di puncak kepalanya. Entah kenapa Baekhyun akhir-akhir ini sering sekali mengecup kepalanya, seakan ia sangat bersyukur dengan kembalinya ingatan Sena.

“Aku sangat merindukan masakanmu.” Bisik Baekhyun di telinga Sena.

“Duduklah. Sebentar lagi masakannya matang.”

“Okay.”

Baekhyun melepas pelukannya dan berjalan ke arah meja makan. Menarik salah satu kursi, lalu duduk di sana. Sambil menompang dagu, ia terus memperhatikan setiap gerakan Sena yang begitu luwes saat di dapur. Lima menit kemudian Sena membawa dua buah piring masakan ikan salmon lengkap dengan tumis sayuran dan kentang tumbuknya sebagai karbohidrat. Tidak lupa Sena juga menyiapkan segelas jus melon sebelum mulai memakan makanan utama.

Para pelayan yang awalnya berada di sudut ruangan, secara perlahan mengundurkan diri setelah kedatangan Baekhyun di sana hingga meninggalkan mereka berdua saja. Sena mengambil tempat duduk tepat di depan Baekhyun. Sebelum makan mereka berdo’a terlebih dahulu. Ritual sederhana tapi tidak pernah terlewatkan oleh mereka. Sesekali keduanya melemparkan ucapan ataupun candaan selama makan tersebut. Suasana hangat pun tercipta di antara keduanya. Tapi semua hilang dalam sekejap saat Baekhyun dan Sena mendengar suara teriakan yang memekakan telinga bagi siapa pun yang mendengarnya.

“Apa-apaan ini semua?” teriak Shannon yang dibalas dengusan malas oleh Baekhyun. Sedangkan Sena mengalihkan pandangannya dari makanan yang ada di depannya ke arah Shannon yang sedang berkacak pinggang di ambang pintu dapur.

“Kau!” tunjuk Shannon pada Sena sambil melangkah dengan tergesa-gesa, lalu berdiri tepat di depan kursi Sena dengan tidak menurunkan jari telunjuknya. Sena bisa melihat mata merah Shannon yang menahan amarah, tapi Sena tidak peduli. “Berani-beraninya kau menginjakkan kakimu di rumahku!” geramnya penuh dengan amarah.

“Rumahmu?” tanya Sena dengan nada penuh ejekkan sambil menaikkan sebelah alisnya. “Apa aku tidak salah dengar? Setahuku ini rumah Baekhyun. Sejak kapan ini jadi rumahmu?”

“Sejak aku menjadi Nyonya Byun, nona Lee.” Jawab Shannon tidak kalah sinisnya. Sena memincingkan matanya menatap Shannon. Sebenarnya ia tidak terlalu terkejut jika pada akhirnya Shannon menyandang gelar itu karena saat ia masih hilang ingatan samar-samar ia mengingat Shannon pernah menamparnya gara-gara Baekhyun menciumnya. Dan kejadian saat di rumah sakit kemarin menjelaskan semuanya.

Tapi tanggapan mengejutkan Sena tunjukkan setelah mendengar pengakuan Shannon. “Kau pernah menidurinya, sayang?” tanya Sena pada Baekhyun yang sibuk dengan makanannya tanpa berniat melerai pertengakaran antara Sena dan Shannon. Selama Shannon tidak melakukan kekerasan pada Sena, maka ia akan membiarkan Sena menyelesaikannya dengan cara wanita, karena ia percaya Sena lebih dari pada mampu untuk mengatasi Shannon.

Baekhyun menghentikan suapannya lalu membalas tatapan Sena dengan pandangan nakalnya. “Kau ingat janjiku, cinta? Hanya kau satu-satunya wanita yang akan aku tiduri selama aku masih bisa bernapas.”

Jawaban Baekhyun membuat bibir Sena semakin tertarik ke atas karena puas. Lalu ia mengalihkan kembali tatapannya untuk menatap wajah Shannon yang seperti sudah siap untuk memakannya kapan pun itu. “Kau dengar itu, Nyonya Byun? Gelar yang kau bangga-banggakan itu tidak lebih dari sebuah nama. Aku sungguh kasihan padamu.”

Shannon mengepalkan telapan tangannya sampai jari-jarinya memutih mendengar ucapan penuh ejekkan yang dilontarkan Sena padanya. “Dasar wanita murahan!” desisnya tajam melunturkan senyuman Sena dan membuat suasana semakin bertambah dingin saja.

“Jaga ucapanmu, Shannon William!” desis Baekhyun.

“Kau lebih membelanya?”

“Kau pikir aku akan membelamu?” Baekhyun berhenti sejenak menunggu jawaban Shannon, namun tidak ada jawaban sama sekali yang keluar dari bibir Shannon membuat Baekhyun tersenyum sinis ke arahnya. “Dalam mimpimu pun aku tidak akan pernah membelamu.”

Sekuat tenaga Shannon menahan tangisannya saat dipermalukan Baekhyun di depan saingannya sendiri. Bahkan sebelum bertarung pun ia sudah kalah dari Sena. Tapi ia tidak mau menangis di depan Baekhyun maupun Sena. Ia tidak ingin dianggap sebagai lawan yang lemah. “Aku sungguh tidak terkejut dengan jawabanmu itu.”

“Baguslah kalau begitu. Karena sekarang Sena sudah kembali, aku harap kau segera menandatangani surat perceraian kita.”

“Dalam mimpimu pun aku tidak akan pernah menandatanganinya.” Balas Shannon menirukan ucapan Baekhyun beberapa menit yang lalu.

“Aku hanya sedang memberimu suatu kemudahan agar kau tidak tersakiti, karena mulai saat ini Sena akan tinggal di sini. Dengan ataupun tanpa persetujuanmu, aku akan menikahinya dalam waktu dekat ini dan akan aku pastikan kau tidak menggagalkannya lagi.”

Shannon dan Sena begitu terkejut mendengar penjelasan Baekhyun. Shannon tahu cepat atau lambat Baekhyun akan menikahi Sena saat ia sudah ditemukan, tapi ia tidak menyangka akan secepat ini. Tidak jauh berbeda dengan Shannon, Sena juga cukup terkejut dengan ucapan Baekhyun yang akan segera menikahinya.

“Seperti kataku tadi, akan kupastikan pernikahanku dengan Sena kali ini terlaksana. Dan jika aku menemukan keterlibatanmu dalam kecelakaan Sena dua tahun lalu, maka akan aku pastikan kau meregang nyawa dengan tanganku sendiri. Ingat itu!”

~ tbc ~

Pasti ada yang bertanya-tanya mengapa CHAPTER 38 di pw? Mungkin itu gara-gara aku lupa ngubah ratingnya padahal ngga ada adegan NC sama sekali. Buat yang ingin baca dan lupa pw nya apa, aku kasih tau sekali lagi. Jika ff MY LADY sewaktu-waktu di pw tanpa pemberitahuan dari aku berarti clue pw nya masih sama kayak dulu Cuma kalian tinggal ganti angka chapternya. Gampang kan? Kalo masih belum ke buka, coba kalian ganti huruf depannya pake hurup kapital. Kalo masih bingung lagi, baca note aku di chapter 29. Dan kalo masih bingung, tanya admin aja langsung.

Semoga kalian suka dengan chapter ini walaupun banyak typo yang bertebaran di mana-mana. Maklum saja karena aku ngga ngedit ulang chapter ini. Bahkan kalo diedit pun pasti ada typo yang ketinggalan. Sebenarnya aku bingung mau di end di bagian mana di chapter ini tuh, pada akhirnya ya seperti di atas. Mungkin aku terlalu memaksakan atau gimana. Pokoknya kalian terima aja ya… /authornya maksa/

Moment Baek-Sena aku banyakin noh… udah pada puas kan? Yang penting kalian jangan bosen buat terus ngikutin ff ini. Entah nanti bakal ngambang atau ngga, berdo’a saja semoga aku bisa membawanya lebih baik.

Sekian cuap-cuapnya, untuk chapter selanjutnya aku ngga tau kapan. kalo luang aku lanjut, kalo ngga ya mau bagaimana lagi.

Bye-bye :-*

Regards, Azalea

Iklan

30 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 39)

  1. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 44) | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 43) | EXO FanFiction Indonesia

  3. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] MY LADY (CHAPTER 42) | EXO FanFiction Indonesia

  4. Masa ff sebagus ini ngebosenin.. kagak mungkin
    Authornim emang jjang…fightinggg!!!
    Nyaman lu shanon di jawab ama sena
    Mati kutu kan luu

  5. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady – (Chapter 41) | EXO FanFiction Indonesia

  6. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] my lady – chapter 40 | EXO FanFiction Indonesia

  7. Makasih thor.. Akhirnya keluar juga lanjutannya.. FF ini yang bikin penasaran setiap saat.. Klo buka web ini kerjaannya cuma ngecek ff ini udah update atau belum.. Keren thor.. Makin seru banget ceritanya😄😄 akhirnya mereka bersaty kembali.. Suka banget lihat momennya jisoo sma baek.. Jadi senyum” sendiri bacanya..

  8. Gak akan bosen dan selalu menanti updatean nya tiap minggu …
    Klo bisa di bikin happy ending yaaa thor kasian baek-sena udah berjuang dr jaman sekolah sampe sekarang masih ada ajj cobaan dan halangan nya …..
    semoga mereka jadi nikah dan dapet anak yang lucu lucu . Hehehehe
    Tetap semangat buat lanjutin nya yaa thor .

  9. bacanya sambil senyum² 😃yaallah baper😂nah gini trus ya thor,banyakin momen baeksenanya😊Pokoknya the best dah,ditunggu next chapternya

  10. Ff yg di tunggu tunggu
    Aduuh shanoon kenapa keluar sih iiiih
    Udah min nikahin aja tu si shanoon sama sehun biar sama2 ada pasangan gitu biar gak ganggu si baek ama sena

  11. Tiap minggu buka email buat baca ini dan selalu berdoa semoga udah di post
    Berlebihan ya q?😅😅😅😅😅😅😅😅😅😅
    Ayo buat mereka kumpul lagi kayak waktu di pesta kolam renangnnya chanyeol

  12. Ff kesayangan udah di update rasanya melambung ke atas awan.. mana momen baek-sena banyak lagiiii
    Ugh,,, kesian deh shannon.. haha minggat deh lu ke laut!!!

  13. Uaaaaahhh baekkk uuuu 😍😍😍😍 sebel banget deh sama shannon 😤 kenapa gak cepet cepet cerai aja sih duhhhh dasar penggangu 😤😤😂😂😂

  14. Aku sebenernya penasaran ana ceritanya tp aku tkut baca yang tema gini, bukan apa2sih. Kan biasanya bacanya pemeran utamanya sehun tp disini dia pihak3 jd berasa gimana gitu. Dan juga walaupun baekhyun ultimate biasku tp ttp gak rela. Huuaaa. Jd intinya takut nangis + sakit hati nanti klo baca dan kebawa suasana. Tp nanti pikir2 lagi deh klo mao baca😊😊😊😊😊😊

  15. Aww akhirnya baekhyun ama sena bersatu kembali, hahaha rasain tuh shannon lu pikir dengan lo nyandang gelar ny. Byun lo bkal dibela gitu ama baek,, hahaha “Dalam mimpimu pun aku tidak akan pernah membelamu.” daebak baekk
    keren eonn*nggakpapakaliyahpanggileonnie,, next okay next

  16. author mah emng selalu bisa bikin hana teriak-teriak sama senyum-senyum.kkk kasian sehun tapi ak suka bgt sama jln cerita ny mudah-mudahn si shannon nyerah trus kabur, amiin… selamat baekki yg udh dpt kembali cinta ny sena eonni^~° fighting terus thor dn jgn lama-lama ya ngelanjutin ny…

  17. Aaaaaaaaaa tambah krreeennnnnn,,,
    Nah ink baru enak bacanya,,,tp sena agak berubah sifatnya setelah ingatanx kmbali,,agak dingin dan jg tegas,,kalo dlu dia agak takut hadepin shanon tp sekarang wow strong woman,,wkwkwkw
    Kasian juga sama sehun,,,coba miju aja,,yaa walaupun miju kayak agak jahat spti ibunya,,tp kalo sama sehun dia berubah kok,,,hehehe
    Aaa pokokx author jjangggg,,
    Utk chap selanjutnya jgm lama” ya hihi

  18. Akhirnya sena kembali sama baek jadi so sweet lagi kan baek sama sena nya ahh ada shannon kok gue kesel sendiri yah sama shannon nggak ada nyerah-nyerah nya udah disakitin beberapa kali tetep aja ngotot
    Udah semangat yah thour nulisnya
    Hwaiting !!!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s