[EXOFFI FREELANCE] My Lady – Chapter 47

MY LADY - CHAPTER 47.jpg

MY LADY

 [ Chapter 47]

Title : MY LADY

Author : Azalea

Main Cast :

Byun Baekhyun (EXO), Lee Sena/Kim Jisoo (BLACKPINK), Oh Sehun (EXO)

Support Cast :

Shannon Williams, Lee Miju (Lovelyz), Kim Kai (EXO), Park Chanyeol (EXO), Do Kyungsoo (EXO), etc.

Genre : Romance, Sadnes, Adult

Rating : PG + 17

Length : Chapter

Disclaimer : Cerita ini murni dari otakku sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan apabila ada ff yang memiliki cerita serupa. Kalaupun ada yang serupa, aku akan berusaha membawakan cerita milikku sendiri ini dengan gaya penulisanku sendiri. Kalian juga bisa membacanya di wattpad. Nama id ku @mongmongngi_b, dengan judul cerita MY LADY.

Credit poster by RAVENCLAW

Cerita sebelumnya :  Cast Introduce -> CHAPTER 1 -> CHAPTER 2 -> CHAPTER 3 -> CHAPTER 4 -> CHAPTER 5 -> CHAPTER 6 -> CHAPTER 7 -> CHAPTER 8 -> CHAPTER 9 -> CHAPTER 10 -> CHAPTER 11 -> CHAPTER 12 -> CHAPTER 13   -> CHAPTER 14 -> CHAPTER 15 -> CHAPTER 16 -> CHAPTER 17 -> CHAPTER 18 -> CHAPTER 19 -> CHAPTER 20 -> CHAPTER 21 -> CHAPTER 22 -> CHAPTER 23 -> CHAPTER 24 -> CHAPTER 25CHAPTER 26 -> CHAPTER 27 –> CHAPTER 28 -> CHAPTER 29 – > CHAPTER 30 -> CHAPTER 31 -> CHAPTER 32 -> CHAPTER 33 -> CHAPTER 34 -> CHAPTER 35 -> CHAPTER 36 -> CHAPTER 37 -> CHAPTER 38 -> CHAPTER 39CHAPTER 40 –> CHAPTER 41 -> CHAPTER 42 -> CHAPTER 43 -> CHAPTER 44 –>CHAPTER 45 -> CHAPTER 46

 

Umpan ditangkap.

Setelah membaca pesan Kai, Baekhyun tidak bisa lagi mendeskripsikan bagaimana perasaannya saat ini. Marah, kecewa, sedih, merasa dikhianati dan khawatir bercampur menjadi satu. Ia tidak bisa membayangkan jika ayahnya kembali bertindak, tapi ia tidak punya pilihan lain selain melakukan hal ini. Hanya ini satu-satunya cara untuk menyelamatkannya. Maka dari itu, sekuat tenaga, Baekhyun menahan perasaan sakitnya. Jika saja ia bisa, maka ia akan memilih untuk menodongkan pistolnya itu ke kepalanya sendiri bukan pada orang yang begitu dicintainya.

“Siapa kau sebenarnya?” pertanyaan bernada dingin itu keluar begitu saja dari mulut Baekhyun saat ia melihat orang di depannya membuka matanya. Terlihat raut ketakutan terpancar jelas dari mata indahnya. Siapapun akan takut jika ia terbangun dengan sebuah pistol mengarah tepat ke kepalanya dan siap merengut nyawa kita kapan saja.

“Baek – “ suara terdengar lirih, sarat akan ketakutan. Sena benar-benar ketakutan karena ini pertama kalinya ia berhadapan dengan Baekhyun yang seperti ini. Tapi sekali lagi Baekhyun mengeraskan hatinya. Ia menanamkan dalam hatinya bahwa ia sungguh kecewa dan marah saat ini.

“Siapa kau sebenarnya?” ulang Baekhyun. Karena orang yang ditanya tidak menjawab sama sekali, membuat Baekhyun mengetatkan rahangnya. Tangan Baekhyun terulur dan mencengkeram lengan putih yang biasanya ia sentuh dengan lembut itu. Dalam satu kali sentakan, Sena terbangun dari keadaan berbaringnya.

“Baek – “ ucap Sena berharap Baekhyun sadar karena telah menyakitinya.

“Simpan penjelasanmu,” potong Baekhyun sambil menyeret Sena untuk keluar dari kamarnya tanpa mempedulikan keadaan Sena yang saat ini hanya menggunakan gaun tidurnya yang sedikit tipis. Baekhyun menulikan telinganya saat mendengar ringisan Sena. Ia terus berjalan ke arah luar rumahnya. Baekhyun menyeret Sena dengan kasar. Lalu ia memaksa Sena untuk masuk ke dalam mobilnya. Keadaan mobil yang masih menyala memudahkan Baekhyun untuk melajukan mobilnya.

“Jangan ada yang mengawalku!” perintah Baekhyun pada pengawal-pengawalnya yang sudah bersiap akan mengikutinya. Pengawalnya pun mengurungkan niatnya untuk mengikuti Baekhyun. Mereka semua menunduk hormat saat Baekhyun membuka pintu mobilnya. Tidak ada yang berani untuk bertanya apa yang tengah terjadi di antara majikannya itu. Karena tidak biasanya Baekhyun bersikap kasar pada Sena seperti saat ini.

Baekhyun kembali melajukan mobilnya seperti orang gila. Sena hanya bisa memegang erat sabuk pengamannya sambil merapalkan do’a berharap ia dan Baekhyun beri keselamatan oleh Tuhan. Selama perjalanan, Baekhyun tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Dan Sena tidak berani untuk sekedar memanggil nama Baekhyun di saat pria di sampingnya itu sedang dikuasi oleh amarahnya.

Baekhyun menepikan mobilnya di pinggiran sungai Han yang sudah sangat sepi karena waktu sudah menunjukkan lewat tengah malam. Hanya orang kurang kerjaan yang mendatangi sungai Han di pagi buta seperti sekarang ini.

Baekhyun membuka pintu mobilnya dan menutupnya dengan kasar seolah ia mobil sport itu tidak ada harganya sama sekali. Dengan langkah lebarnya ia mendekati pintu mobil Sena. Membukanya lalu menarik paksa Sena keluar. Tidak ada lagi perlakuan lembut yang biasa ia perlakukan pada Sena.

Baekhyun menyeret Sena ke tepian sungai Han. Penglihatan mereka hanya diterangi dari lampu mobil Baekhyun yang ia biarkan menyala. Baekhyun menyentak Sena membuat wanita itu jatuh tersungkur di atas tanah. Gaun putihnya sudah berubah menjadi coklat karena hal itu. Air mata tidak pernah surut keluar dari matanya.

Sena menatap Baekhyun ketakutan saat melihat prianya itu mengacak-acak rambutnya kesal setengah mati. Baekhyun menatap Sena dingin. Tidak ada lagi tatapan cinta yang biasa ia berikan pada Sena.

“Jelaskan padaku!”

“Baek – “

“JELASKAN PADAKU SEKARANG JUGA SEBELUM AKU MELUBANGI KEPALAMU, SIALAN!”

Sena tersentak mendengar umpatan kasar Baekhyun padanya. Tubuhnya menegang dan ia menangis dalam diam. Hatinya sakit, tapi Sena sadar ini semua karena kesalahannya sendiri.

“Aku menyuruhmu untuk menjelaskannya bukan untuk menatapku seperti itu!”

“Baek – “ panggil Sena lagi mencoba untuk menormalkan suaranya yang sempat bergetar karena manahan tangis dan takut di saat bersamaan.

“Kenapa mengkhianatiku?”

“Aku tidak bermaksud… ”

“Kau masih berusaha menyangkalnya di saat semuanya sudah terjadi?”

“Aku minta maaf.”

“Yang aku butuhkan adalah penjelasanmu, bukan kata maafmu!”

Sena menghembuskan napasnya dalam. Ia tidak punya pilihan lain selain mengungkapkan kejujuran pada Baekhyun saat ini atau ia akan kehilangan semuanya. Walau dalam hati Sena sangsi jika sebenarnya telah kehilangannya semuanya sejak Baekhyun mengetahui siapa sebenarnya dirinya. “Mereka menyuruhku untuk mengawasimu.”

“Teruskan!”

“Mereka hanya menyuruhku untuk mengawasimu.”

“Omong kosong! Mereka tidak mungkin hanya menyuruh itu padamu!”

“Tapi pada kenyataannya memang seperti itu!”

“Lalu apa alasanmu menerimanya?”

Sena terdiam sebentar sambil memikirkan alasan apa yang membuatnya mengambil sebuah risiko besar dalam kehidupannya. Tanpa berani menatap Baekhyun, Sena menjawab, “Aku hanya tidak ingin pria yang ku cintai terlibat dalam tindak kejahatan.”

“Demi Tuhan. Tindakan konyolmu ini akan membuatmu meregang nyawa,” erang Baekhyun memukul udara kosong dengan kepalan tangannya.

“Tapi kau tidak akan membiarkannya.”

“Kau pikir aku bisa melindungimu setiap saat? Ingatkah kau dengan kejadian dua tahun lalu yang hampir merenggut nyawamu?” melihat Sena yang terdiam membuat Baekhyun melanjutkan ucapannya, “Itu karena dirmu sendiri!”

Tubuh Sena bergetar hebat mengingat kejadian mengerikan yang hampir membuatnya tewas dan menghilangkan nyawa calon bayi mereka. Baekhyun yang melihatnya sangat ingin merengkuhnya, tapi sekali lagi Baekhyun mengeraskan hatinya untuk tidak melakukan hal itu.

“Kau pikir hidup seperti seekor kucing yang memiliki sembilan nyawa?” tanya Baekhyun dengan nada mencemoohnya. “Aku tidak bisa melindungi seseorang yang tidak sayang pada nyawanya sendiri.”

Sena mendongakkan wajahnya untuk menatap Baekhyun yang tengah menatapnya tajam. Air mata tidak berhenti mengalir dari matanya. “Lalu apa yang harus aku lakukan?”

“Pergi dari kehidupanku.”

Bagaikan sebuah vonis kematian yang tidak ingin didengarnya, Sena menggelengkan kepalanya kuat menolak ucapan Baekhyun. “Setelah semua ini? Tidak! Aku tidak bisa pergi,” jawab Sena tegas karena ia tahu apa risikonya jika ia memiliki hubungan dengan Baekhyun dengan statusnya ini.

“Kau pikir klan akan membiarkannya tetap seperti ini setelah mereka mengetahui apa yang sebenarnya terjadi?” Baekhyun membuang napasnya frustasi karena keadaannya saat ini. “Mereka lebih kejam dari apa yang kau lihat selama ini. Mungkin aku bisa memaafkanmu dan melupakannya, tapi tidak dengan klan. Kau harus lari di saat aku masih memberikanmu kesempatan untuk berlari sejauh mungkin.”

“TIDAK!”

“BERHENTI MENJADI WANITA KERAS KEPALA!!” teriak Baekhyun karena ia sudah tidak tahan untuk memuntahkan amarahnya.

“Dan berhentilah menyuruhku untuk pergi dari hidupmu!”

“Kau ingin aku yang melakukannya padamu?”

“Kalau memang itu bisa membuatmu berhenti menyuruhku untuk pergi, maka lakukan!”

Tiba-tiba Baekhyun mengeluarkan pistol yang telah ia sembunyikan dari tadi di balik saku jasnya. Ia mengarahkan pistol itu tepat ke kepala Sena. Sena yang melihatnya langsung bergetar ketakutan. Ia tidak menyangka Baekhyun akan benar-benar mengeluarkan senjata api itu dan mengarahkannya padanya, lagi. Tatapan mata mereka bertemu. Memancarkan keteguhan masing-masing. Sena menekan rasa takutnya melihat Baekhyun yang terlihat serius dengan ucapannya.

Sena memejamkan matanya kala ia melihat gerakan samar saat Baekhyun menarik pelatuknya. Berbagai ingatan tentang kenangan mereka di masa lalu menyeruak di benaknya. Mulai dari ingatan yang mengundang tawa hingga yang paling menyakitkan pun berputar tanpa bisa Sena cegah. Jika memang ini adalah akhir dari cerita cinta mereka, maka Sena akan menerima. Ia memang telah salah dengan mengkhianati Baekhyun selama ini. Tapi ia sungguh mencintai pria yang tengah mengancam nyawanya ini.

Detik demi detik terasa berjalan sangat lambat bagi Sena. Tanpa sadar ia menahan napasnya menunggu waktu Baekhyun melepaskan pelatuk senjata apinya. Tubunya menegang seperti terpaku di tempatnya duduk saat ini. Dan ….

DORR

Tubuh Sena terlonjak kaget saat pistol itu mengeluarkan suara tembakannya. Mata Sena terbuka beberapa detik setelahnya. Dan tubuhnya refleks meluruh kala ia menyadari tidak ada satu pun yang kurang dari tubuhnya. Air mata kembali mengalir membasahi wajah cantiknya seakan persediaan air matanya tidak pernah kering selama apapun ia telah menangis. Entah ia harus senang atau sedih kali ini karena Baekhyun tidak jadi benar-benar menembaknya. Tapi hatinya tetap sakit saat Baekhyun tetap melepaskan tembakannya walau ke arah yang lain.

Di tengah keburamannya, Sena melihat sosok Baekhyun berjalan menjauh darinya. Sena panik. Gestur tubuhnya menunjukkan jika ia sama terlukanya dengan Sena. Secepat mungkin Sena bangkit dari duduknya. Dengan terpogoh-pogoh Sena berusaha mengejar Baekhyun yang sudah memasuki mobilnya. Bahkan beberapa kali ia harus terjatuh karena menginjak ujung gaunnya sendiri.

“T-tidak.” Sena menggelengkan kepalanya melihat Baekhyun menggerakan stir mobilnya untuk berbelok. “Jangan pergi!!” ucap Sena dengan suara tercekatnya. Dadanya terlalu sesak untuk sekedar berteriak ‘jangan pergi’. Sekilas Sena bisa melihat Baekhyun juga menitikan air matanya sebelum mobil yang dikendalikannya benar-benar berputar arah.

“B-Baek…hyun…” panggil Sena dengan suara paraunya sambil menggedor bagian belakang mobil yang masih bisa dijangkaunya. Seperti orang gila, Sena berlari mengejar mobil Baekhyun tanpa mempedulikan kakinya yang berlari tanpa alas kaki. Kerikil-kerikil kecil dan dinginnya aspal di malam hari tidak menyurutkan langkahnya untuk terus mengejar mobil Baekhyun.

“BAEKHYUN!!”

“BYUN BAEKHYUN!!”

Teriakan-teriakan putus asa Sena yang tetap tidak menghasilkan apapun. Mobil Baekhyun tetap melaju kencang meninggalkanya sendiri di tengah malam dingin itu. Hingga disuatu titik Sena tidak sengaja menginjak gaun tidurnya. Ia jatuh terduduk dengan pandangan menatap nanar ke arah perginya mobil Baekhyun. Mungkin ini saatnya ia berhenti untuk mengejar kekasihnya itu.

Kakinya sakit karena terkilir. Dadanya sesak karena tangisanya sendiri. Ia sungguh merasa tercekik karena tidak bisa bernapas dengan benar. Tapi yang lebih sakit lagi adalah hatinya. Kekasihnya meninggalkannya untuk pertama kalinya selama mereka bersama. Dan itu lebih sakit dari pada saat ia kehilangan kedua putra mereka dulu.

Jika saja ia bisa memutar waktu, maka Sena tidak akan menerima tawaran untuk  memata-matai Baekhyun jika kejadiannya akan seperti ini. Ia telah menukar kebahagiaannya dengan sesuatu yang ia anggap benar. Karena seharusnya Sena tahu dari awal, sejak ia masuk ke dalam kehidupan Baekhyun, maka sisi jahat Baekhyun harus ia terima jika ia ingin kehidupan mereka berdua berjalan baik. Menerima kekurangan dari pasangan kita adalah kunci bahagia di kehidupan masa depan kita.

Hajima!!” lirih Sena pada kegelapan yang telah menjadi saksi perpisahan mereka yang begitu menyesakkannya.

My Lord…”

 

~ tbc ~

 

Aku harap part ini cukup menyesakan. Kalau tidak, semoga part selanjutnya lebih menyesakkan lagi.

Sampai jumpa di chapter selanjutnya…

Bye-bye :-*

Regards, Azalea

 

18 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] My Lady – Chapter 47”

  1. Penghianatnya sena ?? Astagaa aq bner² gak nyangka,,aq kira kai
    Kok bsa sih sena gitu,,baekhyun bner² marah dan sulit kayakx untul maafin sena kali ini,,,akkkk kok gini sihh

  2. SENA??? Kok bisa??? Gimana caranya?? Siapa yg nyuruh?? Kapan nyuruhnya??? Akhhhh demi apapun?!! Tidak adakah yg membiarkan mereka bahagia?? Nyesek ><

  3. Pasti Baekhyun sedih sesedih-sedihnya kalau tau ternyata orang yang menghianatinya adalah oang yang paling dicintai, tapi kasian jusa sama Sena ditinggal sama Baekhyun.

  4. knpa dugaan sialanku benar/dgmpar/!!!!
    oh fanfic ini bener2 menguras tenaga untuk menangis*alaytingkat3*
    kenpa ada fanfic yg buat main.y pisah 3 kali yalord!!!!!/dbunuhauthor/
    dan mengharuskn kami menunggu kalanjutannya!!!!!!
    pokonya harus!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  5. Yaa!! Author nya udah update. Aku gatau T.T Ketinggalan 2 chapter T.T

    tebakanku salah T.T Sena.. ku tak menyangka kau setega itu sama Baek T.T

    next thor,, semangat lanjutin ceritanya (y)

  6. laahhh thor udah lama gak baca my lady cerita nya makin tragis ajj,, nyayat hati 😭😭😭😭😭😭😭😭
    kenapa harus senaa, gak sabar nunggu next chapter nya.. ditunggu yaa thor 😗😗😗😗

  7. Hahhh? Sena? Sumpah aku gak nyangka 😂 bener thor, emang nyesek bgt 😂😣 semua prediksi aku salah hahahahaha. Keren2. Ditunggu next chapternya!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s