[EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 19)

my-lady-chapter-18

MY LADY

[ Chapter 19]

Title : MY LADY

Author : Azalea

Main Cast :

Byun Baekhyun (EXO), Lee Sena/Kim Jisoo (BLACK PINK), Oh Sehun (EXO)

Support Cast :

Shannon Williams, Lee Miju (Lovelyz), Kim Kai (EXO), Park Chanyeol (EXO), Do Kyungsoo (EXO), etc.

Genre : Romance, Sadnes, Adult

Rating : NC-17

Length : Chapter

Disclaimer : Cerita ini murni dari otakku sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan apabila ada ff yang memiliki cerita serupa. Kalaupun ada yang serupa, aku akan berusaha membawakan cerita milikku sendiri ini dengan gaya penulisanku sendiri. Kalian juga bisa membacanya di wattpad. Nama id ku @mongmongngi_b, dengan judul cerita MY LADY.

Credit poster by RAVENCLAW

Cerita sebelumnya :  Cast Introduce -> CHAPTER 1 -> CHAPTER 2 -> CHAPTER 3 -> CHAPTER 4 -> CHAPTER 5 -> CHAPTER 6 -> CHAPTER 7 -> CHAPTER 8 -> CHAPTER 9 -> CHAPTER 10 -> CHAPTER 11 -> CHAPTER 12 -> CHAPTER 13   -> CHAPTER 14 -> CHAPTER 15 -> CHAPTER 16 -> CHAPTER 17 -> CHAPTER 18

“Aku mendengar detak jantungnya. Dug dug dug dug dug…ketukannya seirama dan aku suka mendengarkannya.” Ucap Baekhyun begitu antusias saat ia mendengarkan detak jantung janin yang berada di rahim Sena. “Aku tak sabar untuk melihatnya di dunia ini.” Kecup Baekhyun untuk kesekian kalinya pada perut Sena.

Sena yang melihatnya hanya bisa tersenyum bahagia sambil mengusap lembut kepala Baekhyun yang memang ia sandarkan pada perut Sena. Setelah percintaan panas mereka, Baekhyun memilih merebahkan kepalanya pada perut Sena. Tidak henti-hentinya ia melontarkan kata-kata bahagia akan kehamilan Sena. Memang pada awalnya ia merasa bingung akan maksud pesan yang dikirimkan padanya beberapa waktu lalu, tapi setelah berjalannya waktu ia gunakan untuk berpikir akhirnya ia mengerti maksud sebenarnya dari pesan itu.

Kebahagiannya bertambah lengkap dengan hadirnya calon anak mereka. Dan semenjak ia mengetahui kehamilan Sena, perlakuan Baekhyun terhadap Sena dan calon anaknya sangat berubah. Ia menjadi lebih protektif dan terkadang terlalu mengekang Sena untuk tidak melakukan aktivitas yang berat-berat. Bahkan pekerjaan rumah yang biasa Sena kerjakan di kamar mereka sangat dilarang oleh Baekhyun semenjak kehamilannya, mau tidak mau Sena pun mengijinkan beberapa pelayan untuk memasuki kamar mereka.

“Bolehkah aku kembali bekerja?” Baekhyun langsung menghentikan kegiatannya mengelus perut Sena, ia berbalik menatap Sena tajam sebagai peringatan dan hal itu sukses membuat Sena mengerucutkan bibirnya kesal. Pekerjaan yang sudah susah payah ia dapatkan harus ia relakan kembali karena Baekhyun melarangnya untuk kembali bekerja.

“Kau sudah tahu apa jawabanku mengenai hal itu, Nyonya Byun.” Geram Baekhyun.

“Itu bukanlah pekerjaan yang berat dan hal itu tidak akan mengancam kehamilanku. Lagipula kau juga sudah dengar sendiri dari dokter kalau kehamilanku sehat-sehat saja dan aku boleh melanjutkan aktivitasku sebelumnya.”

“Berdiri di belakang meja kasir selama berjam-jam tidak baik untuk kesehatanmu.”

“Aku tidak akan keguguran hanya karena hal itu.”

“Tetap saja aku tidak akan pernah mengijinkannya.” Sena dan Baekhyun beradu pandangan saat Baekhyun menggantungkan ucapannya. Perlahan ia mengelus wajah Sena yang sedang menatapnya memohon. “Entah kenapa aku merasa sangat takut jika kau jauh dari pandanganku. Aku merasa akan kehilanganmu saat kau tidak ada di sisiku. Ditambah sekarang bukan hanya dirimu yang ingin aku lindungi, tapi juga calon bayi kita. Aku hanya ingin kalian berdua tetap aman di rumah ini. Jadi kumohon, jangan membantah lagi.”

Entah kenapa Sena juga merasakan hal yang sama dengan apa yang dirasakan Baekhyun. Perasaan takut kehilangan selalu menyesakkan dadanya saat ia mengingat kata kehilangan. Sena bergeming menatap Baekhyun yang juga sedang menatapnya dengan pandangan sendu. “Baek…” panggil Sena lembut saat ia merasakan perubahan suasana di dalam kamar mereka yang tiba-tiba menjadi murung seperti ini.

“Kau tahu, empat tahun lalu, entah kenapa aku merasa sangat kehilangan saat seorang anak kecil yang mirip denganku dibawa pergi oleh ibunya.” Tanpa Baekhyun sadari tubuh Sena menegang saat Baekhyun mulai mengeluarkan suaranya untuk bercerita tentang apa yang ia rasakan. “Anak itu sangat mirip denganku saat aku masih kecil. Hidungnya, bibirnya, alisnya, telinganya bahkan rambutnya pun mirip denganku.” Kekeh Baekhyun saat membayangkan wajah seorang anak yang begitu merisaukan pikirannya selama ini. Dilain pihak, Sena yang mendengarnya berusaha menahan air mata mendengar penuturan Baekhyun tentang anaknya sendiri yang tidak ia ketahui keberadaannya.

“Tapi satu hal berbeda dari wajahnya. Entah kenapa saat aku menatap matanya, matanya itu sangat mirip denganmu. Mendengarnya memanggilku appa terasa sangat pas di telingaku, dan aku menyukainya. Sempat terpikirkan olehku jika dia memang anakku, tapi saat seorang wanita datang menghampiri kami yang sedang asyik main bola, harapanku pupus sudah karena wanita itu bukan dirimu.” Jelas Baekhyun yang semakin membuat Sena ingin menangis seketika.

“Janji untuk main bersama lagi tidak pernah aku tepati karena setelah kepergiannya hari itu, kami tidak pernah bertemu lagi dan itu entah kenapa aku merasakan sebuah lubang besar di hatiku. Aku terus menunggu kedatangannya di tempat yang sama, tapi ia tidak pernah muncul. Padahal aku belum tahu namanya.” Sesal Baekhyun.

“Namanya Jaehyun.” Ucap Sena dengan suara tercekat saat ia harus menahan tangisannya di saat bersamaan. Baekhyun kembali menatap Sena saat ia mendengar Sena mengucapkan sebuah nama dengan nada yang begitu terluka. Baekhyun mengerutkan keningnya dalam melihat Sena menatapnya dengan mata yang berkaca-kaca seperti menahan sebuah tangisan.

Baekhyun langsung bangkit dari tidurnya dan mengusap sudut-sudut mata Sena yang siap mengeluarkan air matanya. “Na-ya…”

“Dia memang anakmu, Lee Jaehyun.” Tambah Sena sambil menundukkan kepalanya tidak berani untuk menatap Baekhyun langsung. Ia menggigit bibir bawahnya untuk menahan isakkannya, sedangkan Baekhyun membeku di depannya. Terlalu kelu untuk mengeluarkan kata-katanya dengan apa yang diucapkan Sena mengenai anak kecil yang dulu pernah ditemuinya.

“Aku sudah berusaha semaksimal mungkin agar ia tetap sehat, tapi disaat-saat terakhirnya, ia selalu minta untuk bertemu denganmu dan aku tidak kuasa untuk menolak keinginannya. Saat melihat wajah bahagianya bisa bermain bersamamu, dadaku sangat sesak. Aku begitu bahagia tapi juga sangat sedih disaat bersamaan, karena aku tahu waktuku bersamanya tidak akan lama lagi. Tuhan terlalu sayang padanya, hingga pada akhirnya hari itu juga Dia mengambil semua kesakitan yang dialami Jaehyun selama ini.” Jelas Sena sambil berurai air mata.

“Aku bukan ibu yang baik untuknya. Aku terlalu buruk untuk menjadi seorang ibu, dan sekarang aku takut akan melakukan kesalahan yang sama pada calon anak kita nanti. Aku tidak tahu harus melakukan apa jika aku kehilangannya lagi. Aku takut, Baek. Sangat takut.” Baekhyun langsung meraih Sena ke dalam pelukannya melupakan rasa marah saat Sena mencerikan tentang Jaehyun, anaknya. Siapapun pasti akan marah jika mendengar kenyataan yang baru Sena ungkapkan, tapi Baekhyun tidak bisa melimpahkan semua kesalahan pada Sena. Jika saja ia tetap berada di samping Sena melewati hari-hari terberatnya dulu, mungkin semua ini tidak akan pernah terjadi. Dan Baekhyun menyesal karena ia tidak memiliki kekuatan untuk memutar waktu kembali.

“Maafkan aku…” lirih Sena yang masih bisa didengar oleh Baekhyun.

Gwaenchana.”

Maafkan aku…”

“Maafkan aku…”

Baekhyun mengelus punggung telanjang Sena untuk menenangkannya bahwa semuanya baik-baik saja. Getaran tubuh Sena pun semakin lama semakin melemah. Terlalu lama menangis membuatnya lelah sendiri hingga tertidur dalam pelukan Baekhyun yang masih erat memeluknya. Semua beban yang ia tanggung selama ini seakan terangkat semuanya setelah ia menceritakan hal yang sebenarnya pada Baekhyun.

Baekhyun merebahkan tubuh Sena dengan hati-hati, takut ia akan terbangun dari tidurnya. Rasa amarah pun menguap begitu saja saat melihat wajah sembab Sena yang menunjukkan seberapa menderitanya ia selama ini, dan Baekhyun marah pada dirinya sendiri karena ialah penyebab semua penderitaan Sena. Jika saja ia tidak melakukan hubungan itu dengan Sena, mungkin saat ini mereka tidak akan saling menyakiti dan tidak akan merasakan kehilangan yang sangat mendalam. Tapi apalah dikata jika nasi sudah menjadi bubur, maka bubur itu tidak akan kembali membentuk nasi. Semuanya sudah terlanjur terjadi, dan tidak akan bisa diubah lagi.

Baekhyun mengecup singkat mata Sena yang tertutup, lalu ia mengecup bibir Sena yang sedikit terbuka, dan terakhir ia mengecup lembut perut rata Sena. Appa berjanji akan menjaga kalian sekuat tenaga appa, karena kalian adalah napas kehidupan bagi appa. Ucap Baekhyun dalam hati sebelum ia ikut merebahkan tubuhnya. Baekhyun membawa Sena ke dalam pelukannya dan mulai memejamkan matanya.

Setelah hari pengungkapan itu, tidak ada yang berubah di antara Baekhyun dan Sena. Bahkan sehari setelahnya, Sena mengajak Baekhyun ke makan tempat di mana Jaehyun dikuburkan. Untuk kedua kalinya Baekhyun bertemu dengan Jaehyun tapi dalam situasi yang berbeda. Baekhyun begitu terpukul karena ia merasa telah menjadi ayah yang gagal bagi Jaehyun. Di sini bukan Sena yang salah, tapi ia yang salah karena telah berbuat tapi tidak bertanggungjawab. Untuk itu, saat Baekhyun mengetahui kehamilan Sena yang kedua ini, ia bertekad untuk memperbaiki semuanya. Semua kesalahan yang pernah ia perbuat di masa lalu. Membayarnya dengan apapun itu, bahkan dengan nyawa sekalipun ia rela.

Waktu terus berjalan setiap detiknya, dan semakin bertambahnya jumlah hari kehamilan Sena, maka semakin terlihat jelas jika ia memang sedang mengandung. Sena memang tidak mengalami morningsickness setiap paginya, tapi perubahan mood Sena yang drastis telah berhasil membuat Baekhyun pusing setengah mati. Terkadang Baekhyun menyesali perbuatannya yang telah membuat Sena hamil lagi, tapi disaat bersamaan ia juga merasa sangat bahagia akan hadirnya calon buat hati mereka.

Seperti pagi hari biasanya, Sena dan Baekhyun bertengkar hebat hanya karena masalah kecil seperti bau parfum Baekhyun yang menurut Sena sangat kampungan tapi di pagi selanjutnya ia mengomeli Baekhyun karena tidak memakai parfum yang sehari sebelumnya sudah ia buang. Terkadang Sena juga marah karena Baekhyun memakai kaos kaki warna biru tua dan menyuruhnya untuk menggantinya dengan warna lain seperti warna jingga, tapi setelah Baekhyun menggantinya dengan warna yang menurut Sena cocok, Sena kembali marah karena warna itu tidak cocok dengan pakaian yang digunakan Baekhyun sehingga menyuruh Baekhyun untuk kembali memakai kaos kaki warna biru tuanya. Dalam hari Baekhyun hanya bisa mengumpat kesal atas semua itu karena ia tidak bisa mengungkapkan semua itu pada Sena secara langsung. Ia harus menahannya, setidaknya sampai Sena melahirkan.

Pertengkarannya dengan Sena membuat mood Baekhyun begitu buruk saat di kantor. Ia langsung memarahi siapa saja yang membuatnya marah walaupun itu hanya kesalahan kecil saja. Tidak ada yang berani mendekati Baekhyun saat sedang marah, kecuali Kai yang merupakan asisten pribadi Baekhyun dan juga Chanyeol yang merupakan sahabat Baekhyun sekaligus penasehat hukum dari perusahaan Baekhyun.

Seperti saat ini, Baekhyun terus menggerutu tidak jelas saat membaca berbagai berkas yang diberikan oleh sekretarisnya beberapa saat yang lalu. Semua gerutuan Baekhyun terhenti saat ia mendengar suara pintu ruangan kerjanya terbuka tanpa ada yang mengetuk pintu terlebih dahulu, dan Baekhyun bersumpah akan memaki siapa saja yang telah berani-beraninya bertindak tidak sopan seperti itu padanya.

Ia pun mengdongakkan kepalanya untuk melihat siapa yang telah bertindak tidak sopan itu sesaat sebelum Baekhyun mengeluarkan kata-kata umpatannya. Pandangan mata Baekhyun terpaku pada sosok yang berdiri di ambang pintu dan semua kata umpatan itu ia telan kembali setelah melihat siapa sosok itu. Sosok yang telah berhasil menjungkir balikkan kehidupannya hanya dalam beberapa hari saja, tapi juga sosok yang begitu dicintainya. Lee Sena.

“Kalian bisa keluar sekarang!” perintah Baekhyun pada dua orang sekretarisnya yang sedang berusaha menarik Sena keluar dari ruangannya. Kedua orang sekretaris seksinya itu hanya bisa melongo tidak percaya dengan apa yang dikatakan Baekhyun, karena satu jam sebelumnya mereka mendapat perintah untuk tidak membiarkan siapapun masuk ke ruangannya jika itu bukan perkara penting. Tapi semua perintah itu tidak berlaku untuk seorang wanita cantik berambut coklat dengan celana jeans pendeknya yang dipadukan dengan sebuah kaos putih dan sebuah kardigan warna abu tua, dan hal itu sukses membuat keduanya bingung.

“Tapi sajang-….”

Apa kalian tidak mendengarnya?” potong Sena cepat sebelum salah satu sekretaris itu mengeluarkan bantahannya. Sena menatap keduanya sengit karena masih tidak membiarkan dia masuk ke ruangan Baekhyun. “Sebaiknya kalian pergi sebelum aku menjambak rambut murahan kalian!”

Keduanya langsung berpandangan dan menatap Baekhyun untuk meminta persetujuan. Baekhyun menganggukkan kepalanya sebagai tanda untuk menuruti semua keinginan Sena. Setelah melihat kode yang diberikan Baekhyun, kedua sekretaris itu langsung menundukkan kepalanya pada Baekhyun dan Sena sebelum mereka menutup pintu yang sempat Sena buka paksa.

“Kau tidak seharusnya memarahi mereka, baby.” Ucap Baekhyun memecahkan keheningan setelah hanya mereka berdua yang ada di ruangan tersebut.

Sena langsung membalikkan badannya untuk menghadap Baekhyun. “Mereka tidak berlaku sopan padaku.” Protes Sena sambil berjalan mendekati meja kerja Baekhyun.

Baekhyun hanya bisa terkekeh geli saat Sena mengeluarkan protesannya dengan nada kesal sekaligus manja. “Itu karena mereka tidak tahu siapa sebenarnya dirimu, baby.” Baekhyun meraih Sena untuk duduk dipangkuannya saat mengatakan hal itu. “Penampilanmu tidak mencerminkan seseorang yang sedang berpacaran dengan salah satu konglomerat di Korea Selatan ini.” Bisik Baekhyun di telinga Sena.

“Kau tidak suka dengan penampilanku?” renggut Sena sambil menjauhkan tubuhnya sedikit walaupun itu tidak berhasil sama sekali karena Baekhyun menahannya agar tidak bergerak semakin menjauh dari dirinya.

“Tidak. Bukan seperti itu. Aku menyukai apapun yang kau gunakan, tapi sekarang ini kau berbeda. Badan rampingmu semakin berisi karena kehamilanmu dan itu membuatmu terlihat sangat seksi saat memakai pakaian seperti ini.” Jelas Baekhyun membuat pipi Sena merona karena pujiannya.

“Benarkah aku terlihat seksi?” tanyanya malu-malu.

“Tentu saja, dan itu membuatku ingin melepaskan semua pakaianmu ini, my beautiful lady.” Baekhyun mengecup bibir Sena sekilas dan itu membuat Sena tersenyum senang ke arahnya. Melupakan rasa kesalnya beberapa waktu yang lalu.

“Aku begitu merindukanmu.”

“Aku selalu merindukanmu.”

Baekhyun mengecup lagi bibir Sena. Kecupan-kecupan lembut pun ia berikan sebanyak yang ia mau. Namun, lama kelamaan kecupan-kecupan itu berubah menjadi lumatan-lumatan yang sarat akan gairah dan kerinduan yang mendalam. Padahal mereka baru berpisah kurang dari 6 jam, tapi dari ciuman itu seakan mencerminkan jika mereka sudah lama tidak melakukannya. Baekhyun dan Sena tersenyum disela-sela ciuman mereka. Bahkan terkadang Baekhyun menggeram di tenggorokannya saat Sena menjambak halus rambutnya. Sebaliknya, Sena mendesah nikmat saat Baekhyun sedikit meremas pinggulnya. Tubuh mereka begitu rapat hingga tidak ada ruang lagi di antara mereka, bahkan untuk udara sekalipun.

Beberapa kancing kemeja Baekhyun sudah terlepas dari kaitannya, dan kardigan Sena sudah turun sebelah dari pundak kirinya saat Baekhyun mengecup leher Sena. Penampilan mereka begitu acak-acakan. Noda lipstik Sena yang berwarna merah tercetak jelas di sudut-sudut bibir Baekhyun, dan Baekhyun tidak terlalu mempermasalahkan hal itu. Suara decapan dan desahan terdengar jelas di ruangan tersebut, sampai di menit entah ke berapa, kegiatan panas mereka harus terhenti saat sebuah ketukan terdengar dari daun pintu ruangan Baekhyun.

Dengan terpaksa Baekhyun harus menjauhkan wajahnya dari jangkauan Sena dan itu membuat Sena merenggut kesal. “Nanti.” Ucap Baekhyun penuh janji pada Sena. Baekhyun kembali mengecup sekilas bibis Sena sebelum ia mempersilah orang yang mengetuk pintunya untuk masuk. “Masuk!”

Sena menyembunyikan wajahnya diceruk leher Baekhyun saat ia mendengar suara langkah kaki dari sepatu heels mendekat ke meja Baekhyun. Suara deheman tanda kurang nyaman memecahkan keheningan yang terjadi di antara mereka bertiga.

“Ada apa?” tanya Baekhyun kesal saat melihat sikap gugup sekretarisnya yang melihat penampilannya saat ini.

“A-da b-beberapa berkas masuk yang membutuhkan tandatangan ada secepatnya.” Ucapnya terbata-bata sambil menundukkan wajahnya karena tidak berani menatap Baekhyun yang menurutnya berkali-kali lipat lebih tampan dari biasanya saat penampilannya acak-acakan seperti saat ini.

“Kau bisa menaruhnya di atas meja.” Jawab Baekhyun lagi sambil menunjuk meja di depannya dengan dagunya, karena tangannya masih ia gunakan untuk memegang pinggul Sena agar tidak beranjak dari tempatnya.

Iye.” Lalu ia menaruh berkas tersebut di atas meja Baekhyun. Sebelum ia berbalik, ia kembali menyuarakan suaranya untuk mengatakan sesuatu dan Baekhyun. “Satu jam lagi anda memiliki pertemuan penting dengan salah satu kolega dari Jepang.”

“Batalkan.” Ucap Sena kali ini yang berhasil membuat sekretaris Baekhyun kembali bingung. Sedangkan Baekhyun sendiri hanya menggelengkan kepalanya.

“Nde?”

Sepertinya aku harus merekomendasikan dirimu ke salah satu dokter THT paling terkenal di Seoul karena kau mengalami gangguan telinga.” Jawab Sena sinis tanpa menatap seseorang yang sedang diajaknya bicaranya itu.

Baekhyun menghembuskan napasnya dalam melihat kelakuan Sena yang kembali kesal padahal sebelumya ia sudah kembali menjadi sosok Sena yang manja. “Aku ingin kau membatalkannya, karena aku memiliki sebuah kencan dengan wanita yang ada di pangkuanku ini.” Ucap Baekhyun mencoba menengahi adu mulut antara Sena dan sekretarisnya.

Iye, sajangnim.” Lalu ia meninggalkan Sena dan Baekhyun kembali di ruangan itu.

“Aku tidak suka dengannya. Pecat saja dia.” Ucap Sena menyeruakan ketidaksukaannya atas sekretaris Baekhyun.

“Dia tidak melakukan kesalahan apapun, jadi aku tidak bisa memecatnya begitu saja.”

“Tapi aku tidak suka dengan sikapnya.”

“Aku tahu. Tapi yang aku butuhkan disini adalah keprofesionalannya dalam bekerja, bukan karena sikapnya.”

“Kenapa kau begitu membelanya? Kau menyukainya?”

“Aku tidak membelanya dan aku tidak menyukainya. Yang aku sukai hanya wanita yang ada di pangkuanku saat ini, dan itu tidaka kan pernah berubah sampai kapanpun.”

“Kau bohong.”

“Untuk apa aku bohong? Aku selalu mengatakan yang sejujurnya padamu.”

“Lalu kenapa kau membelanya?”

“Bukankah sudah kukatakan kalau aku tidak membelanya? Sepertinya yang butuh ke dokter THT itu bukan cuma sekretarisku saja, tapi calon istriku juga memerlukannya.”

“Kau menyebalkan!” pukul Sena pada dada Baekhyun tidak terlalu keras.

“Jangan marah terus seperti ini, itu tidak baik untuk perkembangan janin yang ada di dalam rahimmu. Aku tidak mau melihat anakku suka marah-marah seperti ibunya, nanti dia tidak akan mempunyai teman karena seringnya marah-marah.”

Sena tercengung mendengar perkataan Baekhyun. Ia seperti tersadar akan sesuatu yang membuatnya menyesali perbuatannya selama ini yang suka marah-marah tidak jelas. Sena menundukkan kepalanya sambil sedikit terisak. “Maafkan aku…” ucapnya dengan suara yang sedikit serak karena menahan tangisannya. Entah kenapa ia ingin menangis walaupun Baekhyun tidak membentaknya sama sekali.

Baekhyun langsung gelagapan saat mengetahui Sena sedang terisak karena ucapannya tadi. Ia tidak menyangka perubahan mood Sena akan sedrastis ini. Dari yang marah menjadi tiba-tiba sedih karena perbuatannya. Baekhyun mengangkat wajah Sena yang tertunduk agar menatapnya secara langsung. Hatinya sakit melihat mata indah Sena berubah menjadi merah dan ada tetesan bekas air mata di pipi Sena. Dengan perlahan Baekhyun mengusap bekas tetesan air mata itu, takut akan melukai Sena lagi jika ia terlalu kasar mengusapnya.

“Aku takut setelah ini kau tidak ingin berdekatan denganku lagi”

“Apa maksudmu, sayang?”

Kau tahu, perubahan moodku selama ini pasti membuatmu kesal setengah mati, tapi aku berusaha mati-matian untuk tetap bersamaku hanya karena tanggung jawabmu saja.”

“Kenapa kau bisa mengatakan hal mengerikan seperti itu, hm? Aku tulus mencintaimu dan aku tidak mempedulikan perubahan mood mu, karena bagiku asalkan kau dan calon bayi kita sehat, maka aku akan tetap bertahan berada di sampingmu selama kehamilan ini.”

Sena langsung menghentikan tangisannya begitu mendengarkan penjelasan Baekhyun. Hatinya begitu senang bukan main. “Kau janji tidak akan meninggalkan aku lagi?” tanyanya dengan bibir yang tidak bisa berhenti untuk tersenyum.

Baekhyun ikut tersenyum cerah saat menyadari mood Sena sudah kembali baik lagi. Dalam ia sungguh bersyukur dengan perubahan itu. “Tentu saja. Aku berjanji untuk tidak meninggalkanmu lagi. Bahkan selamanya, aku tidak akan meninggalkanmu kecuali saat Tuhan mencabut nyawaku.”

Senyuman di wajah Sena semakin lebar. “Senang bisa mendengarnya.” Ucapnya malu-malu. Baekhyun terkekeh geli melihatnya. Jarang sekali ia melihat Sena yang bersikap malu-malu seperti saat ini.

“Aku mencintaimu.”

“Aku juga mencintaimu.”

Setelah mengatakan hal itu, Baekhyun dan Sena kembali berciuman mesra. Seakan-akan tidak pernah ada perdebatan sebelumnya. Namun, ciuman mereka kembali terinterupsi saat Kai tiba-tiba masuk ruangan Baekhyun tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.

“Baek-omoo…” suara Kai menggantung saat melihat pemandangan di depannya itu. baekhyun langsung melepaskan tautan bibirnya dengan Sena saat mendengar suara Kai masuk ke telinganya.

“Ada apa?” tanya Baekhyun tidak bisa menyembunyikan rasa kesalnya yang sangat kentara. Ia menatap tajam Kai karena berani-beraninya mengganggu kegiatannya dengan Sena dan diikuti oleh Sena juga yang menatap tajam Kai.

Dengan susah payah Kai menelan ludahnya saat mendapatkan tatapan tajam dari dua orang yang sedang dimabuk cinta itu. “Ada hal penting yang harus aku bicarakan denganmu.”

“Kita bisa membicarakannya nanti.”

“Tapi ini sangat mendesak.”

Baekhyun menghela napasnya saat mendengar penuturan Kai. Jika memang ini sangat mendesak, maka Baekhyun tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain menuruti keinginan Kai. “Baiklah. Hal penting apa yang membuatmu menerobos pintu ruang kerjaku seperti itu?” sindir Baekhyun yang membuat Kai meringis merasa bersalah. Tapi disini bukan dirinya saja yang salah, tapi salahkan juga Baekhyun yang tidak mengunci pintu ruangannya disaat ia bersama Sena. Padahal Baekhyun sudah hafal jika ia ataupun Chanyeol masuk ke ruang kerjanya, maka tidak ada embel-embel mengetuk pintu terlebih dahulu.

“Maafkan aku tentang hal itu, tapi aku ingin membicarakan ini hanya berdua saja denganmu.” Tuntut Kai sambil mengarahkan pandangannya pada Sena yang sedang menempel pada tubuh Baekhyun seperti koala.

“Aku bukan orang asing di sini. Jadi, kalian bisa membicarakan sesuatu yang kau anggap penting itu dengan leluasa.” Jawab Sena mengungkapkan secara halus ketidaksetujuannya untuk beranjak dari sana.

“Aku tetap harus membicarakannya dengan Baekhyun secara empat mata.” kukuh Kai yang membuat Sena menyipitkan matanya sambil mengerucutkan bibirnya.

“Sudah kubilang kan? Kalian bisa membicarakannya dengan leluasa. Anggap saja aku tidak berada di ruangan ini!”

“Tapi tetap saja…”

STOP!! Hentikan perdebatan kalian yang tidak penting itu.” sentak Baekhyun memotong perkataan Kai.

“Tapi Baek…”

“Dengar Kai, kau bisa membicarakannya sekarang. Seperti kata Sena, kau bisa menganggapnya tidak ada jika kau merasa keberatan dengan keberadaannya saat ini.” Sena menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan ucapan Baekhyun.

Sekarang giliran Kai yang menghela napas dalam saat harus menghadapi dua orang yang keras kepalanya sama saja. “Aku tetap pada pendirianku!”

“Kai!!” sentak Baekhyun dingin. Kai dan Sena yang sedikit terkejut dengan sentakan Baekhyun hanya bisa terdiam merasakan aura yang tidak enak menyelimuti mereka bertiga.

“Baiklah. Jika kau ingin dia mengetahui segelanya, maka akan aku ungkapkan sekarang juga.” Putus Kai mengalah karena tidak mungkin dirinya menang melawan Baekhyun ataupun Sena.

Sesaat sebelum Kai mengeluarkan suaranya, Baekhyun kembali menyelanya setelah menyadari apa yang dimaksud penting itu oleh Kai. “Tunggu dulu, apa ini ada hubungannya dengan poopy?” Kai menganggukkan kepalanya. Tubuh Baekhyun tegang seketika, tapi tidak disadari oleh Sena. Selang beberapa menit, Baekhyun tidak juga mengeluarkan suaranya. Ia tampak sedang berpikir keras. Memikirkan berita apa yang dibawa Kai padanya, dan entah kenapa firasatnya mengatakan jika ini bukanlah berita baik yang ingin didengarnya.

“Baiklah, kita akan membicarakannya secara empat mata saja.” Putus Baekhyun yang dihadiahi tatapan kesal dari Sena karena ia merasa telah kalah dari Kai.

“Baek…”

“Ini bukanlah sesuatu yang menarik untuk kau dengan, sayang.” Baekhyun mengelus pipi Sena lembiut berharap ia dapat mengerti bahwa itu bukan urusannya.

“Tapi…”

“Aku janji. Ini tidak akan lama, dan setelah itu kita makan siang bersama.”

Sena menatap Baekhyun lalu mengalihkan tatapan kesalnya ke arah Kai sebelum ia beranjak dari pangkuan Baekhyun. Tanpa membenarkan penampilannya terlebih dahulu, ia berjalan dengan langkah kaki yang dihentakkan ke arah tempat Kai berdiri. Lalu dengan sengaja ia menabrakkan bahunya pada tubuhnya Kai yang berjarak tidak terlalu jauh darinya.

“Kau sangat menyebalkan!” rutuk Sena sebelum ia meninggalkan ruangan Baekhyun. Ia membuka daun pintu dengan kasar dan membantingnya dengan lebih kasar lagi saat menutupnya. Baekhyun hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan wanitanya yang sedang hamil muda dengan kondisi hormon yang begitu berantakan.

“Maafkan dia. Hormon ibu hamil begitu mempengaruhinya akhir-akhir ini.” Ucap Baekhyun mengawali pembicaraannya dengan Kai yang langsung membuat Kai membulatkan matanya tidak percaya dengan apa yang baru didengarnya itu.

“H-hamil?”

“Hm, sebentar lagi kami akan memiliki keluarga baru.” Ucap Baekhyun tidak bisa menyembunyikan nada bahagianya.

Well, aku ucapkan selamat atas kehamilan Sena. Aku turut berbahagia dengan kalian.” Jawab Kai setelah berhasil menguasi dirinya lagi. Lalu ia berjalan mendekati meja Baekhyun untuk mengatakan apa tujuannya ke sana. “Tapi sepertinya aku akan sedikit merusak kebahagiaanmu saat ini.”

Baekhyun menaikkan sebelah alisnya saat mendengar nada bicara Kai berubah serius. “Pemerintah Afghanistan mulai memperketat produksi poopy. Perkebunan kita di sana mulai dicurigai dan itu akan mempersulit kita untuk melakukan memproduksi selama selang waktu yang tidak bisa kita tentukan.”

Baekhyun mengerutkan keningnya semakin dalam saat mendengarkan penuturan Kai mengenai perkebunan bunga poopy nya di Afghanistan. Bunga poopy merupakan salah satu bahan pembuatan narkoba jenis morfin, kokain, dan turunannya karena bunga ini mengandung opium.

Poopy adalah tanaman herbal yang hanya bisa tumbuh di pegunungan daerah Subtropis dan tinggi tanamn ini hanya sekitar 1 meter tidak lebih. Semua bagian tanaman ini berwarna abu-abu hingga kehijauan dan dari semua bagian tanaman dari daun batang hingga bunga ditutupi oleh rambut kasar. Yang menjadi bagian dari bahan pembuatan narkoba adalah bagian getah dari bunga yang masih muda, sedangkan bijinya dipakai untuk bahan baku pembuatan minyak.

Daerah Asia seperti India dan Afghanistan merupakan produsen terbesar bunga poopy untuk tujuan pengobatan. Namun daerah Turki dan Australia (bagian Tasmania) juga banyak menghasilkan poopy dengan tujuan yang sama.

Klan mafia Baekhyun memanfaatkan negara Afghanistan sebagai pusat budidaya bunga poopy ini untuk kepentingan pribadinya. Ia memiliki berpuluh-puluh hektar perkebunan bunga poopy di Afghanistan, dan ada sebagian juga di India, namun jumlahnya tidak sebanyak di Afghanistan.

“Apakah ini hubungannya dengan sekutu Internasional?” tanya Baekhyun setelah berpikir cukup lama.

“Kemungkinannya iya. Orang-orang barat itu menginginkan perkebunan kita, ditambah lagi dengan mafia dari Rusia yang terus merongrong kita melalui pemerintah Afghanistan. Sehingga mau tidak mau mereka yang berpihak pada kita harus mengikuti kemauan orang-orang sana.”

“Apakah kau sudah menghubungi orang-orang kita di sana?”

“Aku sudah menghubungi mereka semua, dan jawabannya sama. Mereka meminta kita untuk menunggu proses produksi sampai pengawasan dari sekutu internasional melonggar, karena jika kita memaksakan kehendak untuk memproduksi sekarang, kemungkinan besar kita akan kehilangan tambang emas kita dan musuh akan mengambil alih semuanya.”

“Baiklah. Untuk sementara kita ikuti apa kemauan mereka, tapi jika mereka melanggarnya sedikit saja kontrak dengan kita, maka pastikan mereka semua hancur.”

“Aku mengerti.” Jawab Kai setelah ia mengatakan semua yang ingin ia katakan. “Ah, ada satu hal lagi yang ingin aku sampaikan padamu.” Baekhyun langsung kembali bertindak waspada menunggu perkataan apa yang akan Kai ungkapkan padanya. “Sepertinya kepolisian sudah mulai mencium cara kita bertransaksi.”

“Apa maksudmu?”

“Sepertinya kita memiliki seorang penghianat, tapi sayangnya aku belum menemukan siapa dia.”

“Sialan!!” gebrak Baekhyun pada meja kacanya dengan sangat keras. “Tangkap dia secepatnya! Aku sendiri yang akan menghukumnya!!” perintah Baekhyun dengan nada dinginnya. Saat ini ia begitu marah. Kenapa semua masalah pelik datang disaat ia sedang bahagia seakan-akan Tuhan menginginkannya bahagia barang sedetik saja.

“Akan aku buat dia menyesal karena telah berurusan denganku!!” janji Baekhyun penuh amarah. Kai yang mendengarnya seketika merinding karena Baekhyun jarang mengeluarkan amarahnya setelah Sena kembali padanya, tapi sekarang berbeda. Dan aura yang dipancarkan Baekhyun lebih mengerikan dari pada biasanya. Bahkan setan pun akan marah saat melihatnya, karena ia lebih mengerikan daripada seorang monster sekalipun.

~ tbc ~

Akhirnya selesai juga chapter 19. Kalian tambah pusing? Aku juga yang bikinnya tambah pusing. Kok ceritanya jadi seperti ini ya?? Kayaknya melenceng jauh dari perkiraanku. Maafkan aku baru bisa update hari ini. Tengah malam lagi. Sebenarnya part ini tuh ngga ada di list kerangkaku, tapi karena kalian minta kapan Baekhyun mengetahui keberadaan Jaehyun, maka akhirnya part inilah muncul. Tadinya aku mau bikin Baekhyun selamanya ngga tahu keberadaan Jaehyun, tapi ngga apa-apa lah.

Semoga kalian suka dengan part ini.

Kalau kurang memuaskan, lain kali akan aku perbaiki karena sejujurnya part awal di chapter ini tuh aku nulisnya lagi dalam keadaan otak yang sangat pusing. Jadi maafkan aku jika ceritanya sedikit hambar.

Mungkin setelah ini, aku bisa update seminggu sekali lagi, karena proses magangku sudah berakhir /yey/

Sampai jumpa lain waktu…

Bye-bye :-*

Regards, Azalea

Iklan

50 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 19)

  1. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 46) | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 45) | EXO FanFiction Indonesia

  3. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 44) | EXO FanFiction Indonesia

  4. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 43) | EXO FanFiction Indonesia

  5. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] MY LADY (CHAPTER 42) | EXO FanFiction Indonesia

  6. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady – (Chapter 41) | EXO FanFiction Indonesia

  7. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Side Story-Kai) | EXO FanFiction Indonesia

  8. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] my lady – chapter 40 | EXO FanFiction Indonesia

  9. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 39) | EXO FanFiction Indonesia

  10. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] MY LADY (Chapter 37) | EXO FanFiction Indonesia

  11. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] MY LADY (Chapter 36) | EXO FanFiction Indonesia

  12. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] MY LADY  [Chapter 35] | EXO FanFiction Indonesia

  13. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady – (Chapter 33) | EXO FanFiction Indonesia

  14. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 32) | EXO FanFiction Indonesia

  15. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] MY LADY (Chapter 31) | EXO FanFiction Indonesia

  16. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 30) | EXO FanFiction Indonesia

  17. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] MY LADY (Chapter 29) | EXO FanFiction Indonesia

  18. Kai mah ganggu aja :’
    akhirnya baek tau kbradaan jaehyun,,
    jdi baek itu mafia narkoba???? Walah :’
    pnsaran siapa yg bnuh kk knya sehun, knpa ada tatto yg mirip pnya baek? Tp g ad scorpion nya,,
    huaa mkin pnasaran 😥 neexxttttttttttt ajalah…

  19. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My – (Chapter 27) | EXO FanFiction Indonesia

  20. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 26) | EXO FanFiction Indonesia

  21. Oh mai gatt my lord😍😍
    Gak papalah sedikit ribet tapii aku suka😁😁

    Semoga sena sm baek bisa bahagia setelah semua yg mereka lalui😇😇

  22. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] MY LADY (Chapter 25) | EXO FanFiction Indonesia

  23. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] MY LADY (Chapter 24) | EXO FanFiction Indonesia

  24. Seneng deh,,,Baekhyun mngetahui klo dia pernah pnya anak ama Sena.. Dan skrg Sena hamil lg brtmbah sneng deh…
    Jd Baek jg mmproduksi obat trlarang???

  25. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 23) | EXO FanFiction Indonesia

  26. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] MY LADY (Chapter 22) | EXO FanFiction Indonesia

  27. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] MY LADY (CHAPTER 21) | EXO FanFiction Indonesia

  28. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] MY LADY (CHAPTER 20) | EXO FanFiction Indonesia

  29. Alhirnya baek tau juga tentang jaehyun yeay
    Ahh apaan ini, pas lagi bahagia karna sena hamil ada aja masalah yang datang wkwk apa yang jadi mata mata sena? Gak mungkin kan, atau sekretarisnya? Gara gara cemburu sama sena kali

  30. Monster Vs Polisi ?? eeaa gue dukung Chanyeol aja yang jadi penasehat hukum hhoo.
    Eh siapa pengkhianatnya ?? Kai atau Chanyeol ? otak gue kenapa mikirnya ke dua idiot :v

  31. baek sabar banget ngadepi hormon ibu hamil “sena” .
    baek marahnya ngelebihi iblisss. ngelebihi kyuhyun dong wkwkwk #pissss.
    jadi menghayal yang ngga” klo baekhyun marahnya ngelebihin ibliss. bukannya dia kalo marah malah tambah cute yaa wkwkwk #abaikan

    kaii yang sabar yaa ngadepin pasangan ITU wkwk

  32. ngakak ngeliat baekhyun. btw selamat buat baekhyun dan sena. semoga keluarga kecil mereka bisa terwujud deh
    ditunggu chapter selanjutnya kaa. makasih banyaakk 💪💪💪💪💪

  33. yeeeyy akhirny update lagi huhu and congrats buat lea ciee magangny udh kelar kkk…astaga itu kelakuan baeksena tolong yaXD dikantor loh itu haha astaga ckck
    atulah klo misal baek selmnya gatau ttg jaehyun atuh kasian..pdhl pling nunggu part sena ngomong itu si hihi tp thanks udh buat baek tau loh
    huhu oh jd baek bikin narkoba jg ya hemm…okelah dtunggu next nya aja

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s