[EXOFFI FREELANCE] MY LADY (CHAPTER 20)

my-lady-chapter-18

MY LADY

[ Chapter 20]

Title : MY LADY

Author : Azalea

Main Cast :

Byun Baekhyun (EXO), Lee Sena/Kim Jisoo (BLACK PINK), Oh Sehun (EXO)

Support Cast :

Shannon Williams, Lee Miju (Lovelyz), Kim Kai (EXO), Park Chanyeol (EXO), Do Kyungsoo (EXO), etc.

Genre : Romance, Sadnes, Adult

Rating : NC-17

Length : Chapter

Disclaimer : Cerita ini murni dari otakku sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan apabila ada ff yang memiliki cerita serupa. Kalaupun ada yang serupa, aku akan berusaha membawakan cerita milikku sendiri ini dengan gaya penulisanku sendiri. Kalian juga bisa membacanya di wattpad. Nama id ku @mongmongngi_b, dengan judul cerita MY LADY.

Credit poster by RAVENCLAW

Cerita sebelumnya :  Cast Introduce -> CHAPTER 1 -> CHAPTER 2 -> CHAPTER 3 -> CHAPTER 4 -> CHAPTER 5 -> CHAPTER 6 -> CHAPTER 7 -> CHAPTER 8 -> CHAPTER 9 -> CHAPTER 10 -> CHAPTER 11 -> CHAPTER 12 -> CHAPTER 13   -> CHAPTER 14 -> CHAPTER 15 -> CHAPTER 16 -> CHAPTER 17 -> CHAPTER 18 -> CHAPTER 19

Hampir satu jam berlalu dan Sena masih setia menunggu Baekhyun di sebuah lobby kecil yang terdapat di lantai di mana ruangan Baekhyun berada. Lobby dimaksudkan sebagai tempat menunggu bagi siapa saja yang ingin bertemu dengan Baekhyun. Sena menatap kesal ke sekelilingnya dan tanpa sengaja matanya bersitatap dengan salah satu sekretaris Baekhyun yang tadi sempat mengganggunya saat ia sedang bersama Baekhyun.

Bang Minah. Ucap Sena dalam hati sambil memperhatikan wanita yang juga sedang memperhatikannya. Ia menilai secara keseluruhan penampilan Minah, dan satu kata yang terlintas di pikiran Sena saat memperhatikannya, yaitu menarik. Tidak cantik, tapi juga tidak jelek. Enak untuk dipandang lebih lama. Dan Sena benci harus mengakui itu semua.

Di saat Sena sedang saling melemparkan tatapan menilai dengan Minah, pintu ruangan Baekhyun akhirnya terbuka juga. Sena menyudahi aksi perang dinginnya dengan mengalihkan tatapannya pada daun pintu yang terbuka. Di sana berdiri Baekhyun dengan Kai berjalan mengikutinya dari belakang. untuk sesaat Sena begitu terpesona dengan penampilan Baekhyun saat ini yang menurutnya sangat seksi, dan entah kenapa gairah itu tiba-tiba saja muncul tanpa bisa Sena cegah hanya karena memandang Baekhyun. Hormon kemahilannya membuat Sena begitu kewalahan untuk mengendalikan dirinya.

“Maafkan aku membuatmu menunggu lama.” Ucap Baekhyun begitu ia berdiri di depan Sena. Sena masih saja asyik memandangi Baekhyun hingga ia tidak dapat mendengar apa yang dikatakan Baekhyun padanya.

Baekhyun mengerutkan keningnya bingung karena Sena begitu lekat memandangnya, seperti tidak pernah bertemu dengan Baekhyun saja. “Na-ya?” panggil Baekhyun yang masih tidak dijawab oleh Sena.

Sayang?” masih tidak ada sahutan dari Sena.

Baby?” panggil Baekhyun lagi sambil menyentuh pipi Sena dengan telapak tangannya yang sangat besar di pipi Sena. Seketika Sena tersadar dari keterpesonaannya pada Baekhyun. Ia mengerjapkan matanya sebagai tanda jika ia sudah kembali ke dunia nyata. “Kau baik-baik, my lady?” tanya Baekhyun penuh dengan kekhawatiran saat Sena masih saja tetap bergeming di tempatnya.

Dalam hati Sena hanya bisa merutuki kebodohannya karena bisa-bisanya ia bersikap seperti itu pada Baekhyun. Tanpa Baekhyun duga, Sena langsung berdiri dari tempat duduknya membuat sentuhan telapak tangannya terlepas. Sena berdehem untuk meredam rasa malunya yang dibalas tatapan bingung oleh Baekhyun.

“Aku kira kau tidak akan pernah keluar dari tempat bertapamu itu.” ucap Sena mengabaikan pertanyaan yang Baekhyun ajukan padanya. Sebelum Baekhyun mengeluarkan suaranya, Sena segera beranjak dari tempat duduknya untuk menuju lift. Tidak lama kemudian ia merasakan Baekhyun berjalan di sampingnya.

“Kau marah?”

“Kau pikir waktu satu jam itu hanya 60 detik?”

“Maafkan aku.”

“Lebih baik kau kencan saja dengan Kai, moodku untuk pergi kencan denganmu sudah hilang.”

“Aku tidak suka kencan dengan Kai, dia sangat membosankan. Aku lebih suka berkencan denganmu, karena kau bisa kupeluk dan kucium seperti ini.” Jawab Baekhyun sambil memperagakan apa yang dia ucapkan. Sena menatap horor ke arah Baekhyun yang sedang merayunya. “Apa yang harus aku lakukan agar kau tidak marah lagi padaku?”

“Tidak ada.” Ucap Sena sambil berusaha melepaskan pelukan Baekhyun di tubuhnya karena ia takut ada yang melihat.

“Hm…” Baekhyun terlihat berpikir sejenak sambil berusaha menguatkan pelukannya.

“Lepaskan!! Aku tidak mau ada yang melihat kita seperti ini!!” Baekhyun masih tidak mengindahkan protesan Sena. “Aku sedang marah padamu! Jadi, lepaskan sekarang!”

Shireo!!”

Byun Baekhyun!!”

Waeyo?”

Sena menatap Baekhyun dari samping dengan tatapan kesalnya, bibirnya ia kerucutkan karena Baekhyun bertindak sesuka hatinya. Tepat saat pintu lift terbuka, Baekhyun pun mengecup bibir Sena membuat ia membulatkan matanya ke arah Baekhyun. Ia bisa merasakan beberapa karyawan menatap ke arahnya penasaran.

“Baiklah.”

“Apa?”

“Aku memaafkanmu.” Baekhyun tersenyum penuh kemenangan yang membuat Sena semakin kesal saja padanya. “Tapi lepaskan aku sekarang juga.”

“Baiklah.” Dengan terpaksa Baekhyun melepaskan pelukannya. Lalu ia menarik tangan Sena agar bergandengan tangan menuju pintu keluar dari lobby perusahaannya. Untuk perlakuan yang satu ini Sena tidak menolaknya, karena jujur saja ia menyukainya. Sebenarnya ia juga sangat senang saat Baekhyun memeluknya erat seperti tadi, tapi disaat bersamaan ia juga tidak suka menjadi pusat perhatian karena pelukan itu.

Genggaman tangan Baekhyun yang besar dan hangat membuat perasaan Sena menghangat juga. Diam-diam ia tersenyum bahagia, tapi sebisa mungkin ia menyembunyikan perasaan bahagianya di depan Baekhyun karena Sena ingin memberikan pelajaran pada Baekhyun yang telah berani-beraninya membuat ia menunggu begitu lama.

Setelah Baekhyun dan Sena keluar dari lobby perusahaan Baekhyun, Sena dapat melihat sebuah mobil lamborghini huracan warna kuning telah terparkir rapi di depan pintu keluar lobby. Sena mengerutkan keningnya saat ia tidak mengenali mobil tersebut. Seakan tahu apa yang ada dipikiran Sena, Baekhyun pun mengeluarkan suaranya untuk menjawab rasa penasaran Sena terhadap mobil yang ada di depannya itu.

“Ini mobil Kai. Aku meminjamnya untuk beberapa jam ke depan karena aku tidak mungkin membawamu menaiki motorku. Motor terlalu beresiko untuk dikendarai ibu hamil karena aku tidak mau terjadi sesuatu padamu dan buah hati kita.” Sena tersipu malu saat Baekhyun mengatakannya. Perhatian Baekhyun yang begitu melimpah membuat hatinya kembali luluh untuk kesekian kalinya.

“Aku yakin apapun yang akan aku naiki, asalkan ada kau di sisiku, maka tidak akan ada yang dapat mencelakaiku.” Jawab Sena saat akan memasuki mobil itu.

“Aku tidak akan mengambil risiko apapun yang dapat membahayakanmu, my lady.” Ucap Baekhyun sebelum ia menutup pintu mobil bagian penumpang. Lalu ia masuk dan duduk di kursi pengemudi. Baekhyun menghidupkan mesin mobil, dan langsung melesat meninggalkan pelataran kantornya. Meninggalkan segunung pekerjaan yang menanti persetujuannya.

“Kita akan pergi ke mana?” tanya Sena setelah mobil yang dikendarai Baekhyun melaju selama kurang lebih lima belas menit.

“Ke tempat yang tidak akan membuatmu bosan sama sekali.”

Setelah itu tidak ada lagi percakapan di antara mereka, karena Sena tahu sekuat apapun ia berusaha untuk bertanya, jawabannya pasti rahasia. Jadi, ia lebih memilih mengikuti kemanapun Baekhyun akan membawanya. Tiga puluh menit kemudian, mata Sena berbinar-binar saat melihat pemandangan di hadapannya.  Sebuah gerbang bertuliskan Lotte World membuat Sena tersenyum lebar saat mobil yang dikendarai Baekhyun melewatinya.

Sesekali Baekhyun akan memandang Sena dan ikut tersenyum lebar saat ia melihat Sena juga tersenyum padanya. “Kau suka?” tanya Baekhyun setelah ia memarkirkan mobilnya di tempat parkir yang tersedia.

“Hm.” Jawab Sena sambil menganggukkan kepalanya dengan antusias. Sudah lama sekali ia ingin pergi ke tempat ini bersama Baekhyun, tapi tidak pernah terlaksana karena jadwal Baekhyun yang begitu padat. Dan sekarang keinginannya akhirnya terwujud juga. Ia buru-buru membuka pintu mobil dan langsung menghirup aroma taman bermain yang begitu dirindukannya. “Bagaimana bisa kau tahu aku ingin pergi ke tempat ini?” tanya Sena sambil membalikkan badannya untuk menatap Baekhyun langsung.

“Ini hanya instingku saja. Aku melihat kau begitu tertekan beberapa hari ini karena terkurung di rumah. Maka dari itu, saat kau tiba-tiba berkunjung ke kantorku, aku berinisiatif untuk mengajakmu sekalian berkencan karena selama ini kita tidak pernah melakukannya.” Jelas Baekhyun sambil berjalan menghampiri Sena. Sebelum Baekhyun sampai di tempatnya berdiri, Sena langsung berlari ke arah Baekhyun dan memeluknya sangat erat. Melupakan perasaan kesalnya beberapa jam yang lalu.

“Terima kasih.” Kecup Sena pada bibir Baekhyun setelah mengatakannya. Sebelum Baekhyun memperdalam ciumannya, Sena segera menjauhkan tubuhnya dan sedikit berlari menuju pintu masuk dari taman bermain itu. Hari ini bukan hari libur, sehingga pengunjung yang datang ke taman hiburan itu tidaklah sebanyak saat hari libur. Hal itu membuat siapa saja bisa sepuasnya menaiki wahana apa saja yang ia mau tanpa mengantri lama.

Tapi semua kebahagiaan Sena pupus sudah saat ia membaca sebuah papan peringatan yang ada di depannya. Wahana yang dipilihnya adalah salah satu wahana ekstrim yang bernama Gyro Swing. Gyro Swing merupakan permainan wahana ekstrim berupa ayunan kincir dimana pengunjung duduk dipinggiran lingkaran, jangkauan ayunannya lebih tinggi dan ekstrim hampir sama seperti Gyro Swing yang terdapat di Everland , hanya saja Gyro Swing di everland pengunjung duduk didalam lingkaran, sedangkan Gyro Swing di Lotte world pengunjung duduk di luar lingkaran.

Sena mengerucutkan bibirnya kesal saat membaca peringatan yang menyebutkan jika ibu hamil dilarang menaiki wahana tersebut. Padahal ia sangat ingin menaikinya. Baekhyun yang sejak awal hanya mengikuti kemanapun kaki Sena melangkah, merasa terheran dengan perubahan sikap Sena. Padahal tadi pas ia memasuki taman bermain ini, ia terlihat sangat senang, tapi setelah membaca sebuah papan di depannya, Sena pun kembali murung.

Baekhyun yang penasaran pun berdiri di samping Sena dan membaca apa yang membuat wanitanya itu terlihat murung. Baekhyun membulatkan matanya saat ia paham apa yang sedang terjadi saat ini. “Tidak. Kau tidak boleh menaikinya walaupun kau bersujud sekalipun.” Ucap Baekhyun sambil bermenggenggam tangan Sena untuk menjauh dari wahana itu.

“Tapi aku ingin menaikinya.” Rengek Sena yang entah kenapa ia ingin menangis saat Baekhyun melarangnya seperti ini.

“Tidak! Aku tetap tidak akan mengizinkannya.”

“Baek…”

Baekhyun langsung menghentikan langkahnya dan berbalik untuk menatap Sena yang sedang menatapnya dengan mata berkaca-kaca. Damn! Baekhyun sangat tidak tahan jika ia melihat Sena seperti ini, tapi satu sisi ia juga tidak bisa membiarkan Sena menaikinya. Pada akhirnya ia mengutuk dirinya sendiri karena mengajak Sena ke tempat terkutuk ini. Seharusnya ia membawa Sena ke arena indoor yang permainannya lebih aman untuknya dari pada arena outdoor seperti ini.

“Dengar sayang, bukannya aku menghalang-halangimu untuk bersenang-senang di tempat ini. Tapi wahana yang kau pilih itu bukan sesuatu yang baik untuk seseorang ibu hamil seperti mu.”

“Kalau begitu gantikan aku untuk menaikinya.” Pinta Sena membuat Baekhyun bergidik ngeri. Satu hal yang belum Sena ketahui tentang Baekhyun adalah ia memiliki fobia akan ketinggian.

M-mwo?” ucap Baekhyun sedikit bergetar saat mendengar permintaan Sena.

“Aku ingin menaikinya, tapi kau melarangnya. Jadi kau harus menggantikanku untuk menaikinya. Bukankah kau tidak memiliki riwayat penyakit yang berbahaya?”

“Na-ya…”

Aku mohon…ini keinginan bayi kita.” Luluh sudah hati Baekhyun saat mendengar Sena mengatakan bahwa itu adalah keinginan calon bayi mereka. Baekhyun terdiam menatap Sena yang sedang menatapnya penuh harap membuat Baekhyun tidak tega untuk menolaknya. Di dalam pikirannya, ia terus berdebat antara menjadi seorang calon ayah yang baik atau memilih menjadi seorang pecundang saja.

“Baekhyun ~” panggil Sena dengan nada manjanya membuat Baekhyun kembali dari lamunannya.

Baekhyun menghembuskan napasnya dalam sebelum menjawab permintaan Sena yang begitu berat untuknya. “Baiklah. Akan aku turuti semua keinginanmu asalkan kau tidak menaikinya.” Jawab Baekhyun dengan berat hati. Sebagai hadiahnya, ia mendapatkan sebuah ciuman dalam dari Sena sebelum Sena menariknya untuk kembali mendekati wahana gyro swing.

Semakin mendekati pintu masuk wahana itu, semakin lemas pula tubuh Baekhyun tapi tidak ia tunjukkan di hadapan Sena. Ia tidak mau merusak senyuman bahagia Sena saat ini. Dengan perlahan ia memasuki jalanan kecil untuk antrian walaupun tidak banyak orang yang mengantri. Tubuh Baekhyun semakin lemas saat ia mendengar teriakan-teriakan dari pengunjung yang sedang menaiki wahana gyro swing. Teriakan-teriakan yang terdengar antara teriakan takut dan ada juga teriakan bahagia. Semuanya begitu tercampur.

Keringat dingin mulai bercucuran dari tubuhnya saat wahana tersebut sudah berhenti, menandakan untuk pengunjung berikutnya agar bersiap-siap. Baekhyun melangkahkan kakinya ke salah satu kursi yang tersedia. Tidak banyak pengunjung yang ikut dengan wahana itu. Setelah petugas mengencangkan pengaman pada kursi yang ditempati Baekhyun, ia pun segera mencari keberadaan Sena yang menunggunya.

Baekhyun tersenyum samar saat ia melihat lambaian tangan dari sosok yang dicarinya. Senyuman bahagianya sedikit menguatkan Baekhyun walaupun pada akhirnya hilang juga. Saat permainan akan dimulai, Baekhyun pun tidak bisa menyembunyikan lagi wajah tegangnya. Ia berpegangan erat pada pengaman kursinya dan berdo’a di dalam hati semoga ia dikuatkan. Perlahan tapi pasti permainan pun bergerak naik semakin tinggi dan hal itu membuat Baekhyun memejamkan matanya. Tidak berani untuk melihat ke bawah.

Dalam hitungan detik setelah wahana itu mencapai ketinggian tertentu, wahana pun mulai berputar 360 derajat. Baekhyun yang pada awalnya menahan untuk berteriak pun pada akhirnya tiba menahan teriakannya. Tubuhnya seakan di lempar ke kanan ke kiri tapi langsung ditarik lagi dan dilempar lagi. Ini pertama kalinya ia menaiki wahana ekstrim seperti ini, dan Baekhyun bersumpah untuk tidak menaikinya lagi walaupun Sena memohonnya sambil menangis sekalipun.

Tidak lebih dari lima menit diputar dan dilempar di wahana gyro swing seakan bertahun-tahun bagi Baekhyun. Saat wahana mulai melambat perasaan lega pun menyergap relung hati Baekhyun. Penderitaan selama beberapa menit terakhir ini akan segera berakhir. Tepat setelah mesin wahana berhenti, seorang petugas membuka pengaman agar pengunjung bisa keluar dari wahana tersebut.

Tidak seperti perkiraan Baekhyun, setelah ia mencoba berdiri tegak di atas permukaan tanah, tiba-tiba saja kepalanya pusing seakan-akan ia masih diputar-putar oleh wahana gyro swing tersebut. Buru-buru ia keluar dari arena tersebut untuk mencari tempat beristirahatnya sejenak. Rasa mual begitu menyiksanya, tapi sebisa mungkin ia menahannya karena ia menyadari Sena sedang berjalan ke arahnya.

“Kau baik-baik saja?” tanya Sena penuh dengan kekhawatiran, dan dijawab gelengan kepala oleh Baekhyun. “Tapi wajahmu sangat pucat.” Sangkal Sena lagi membuatnya merasa sangat bersalah karena telah menyebabkan Baekhyun seperti ini.

“Tidak apa-apa. Aku hanya sedikit pusing karena tidak biasa naik wahana seperti itu.” jawab Baekhyun menenangkan sambil tersenyum menenangkan yang tidak sampai ke matanya.

“Kau yakin?”

“Tentu saja.” Baekhyun langsung berdiri mengabaikan rasa pusingnya karena ia tahu Sena sedang mengkhawatirkannya. “Kau lihat? Aku sudah sehat dan tidak ada yang perlu kau khawatirkan tentangku.” Tambah Baekhyun sambil tersenyum membuat Sena kembali menyunggingkan senyuman manisnya. “Kajja!!”

Setelah itu Baekhyun dan Sena hanya berjalan mengelilingi Lotte World itu. selama perjalanan itu, Sena berusaha keras menahan keinginannya untuk kembali menyuruh Baekhyun menaiki wahana ekstrim lainnya, karena ia tahu jika Baekhyun sedang tidak baik-baik saja. Tapi apalah dikata jika keinginan itu begitu mendominasi dirinya, hingga pada akhirnya ia pun kembali mengungkapkan keinginannya disaat Baekhyun sudah cukup baik-baik saja.

Baekhyun yang awalnya sempat berpikir jika penderitaannya sudah berakhir, ternyata itu hanya mimpinya semata. Karena beberapa menit kemudian, Sena kembali memintanya untuk menaiki wahana ekstrim lainnya. Baekhyun yang tidak bisa menolak permintaan Sena pun pada akhirnya menyerah.

Ia kembali menaiki salah satu wahana ekstrim yang bernama  Bungee Drop yang mirip dengan bungee jumping, dimana pengunjung duduk mengelilingi tiang dan kemudian dihempaskan di ketinggian 38 meter dengan kecepatan tak kurang dari 90 km/jam.

Rasa kesalnya pada Sena hilang sudah saat ia melihat senyuman merekah yang jarang Sena tunjukkan semenjak kehamilannya itu. Baekhyun melambaikan tangannya ke arah Sena saat dengan perlahan wahana tersebut naik ke atas ketinggian. Sebenarnya Baekhyun sudah tidak mempunyai tenaga lagi untuk menaiki wahana seperti ini, ia lebih memilih bertarung melawan 20 orang sendirian dari pada harus menaiki wahana bungee drop ini.

Setelah menaiki bungee drop, ternyata Sena kembali mengajak Baekhyun untuk menaiki tiga wahana permainan ekstrim lainnya seperti atlantis atau roller coaster, gyro spin, dan gyro drop. Baekhyun merasa dirinya benar-benar akan mati saat ini juga. Maka setelah ia menaiki wahana yang kelima yaitu gyro drop, ia pun berpamitan pada Sena untuk ke toilet sejenak. Sekedar untuk mengeluarkan apa yang ada di dalam perutnya yang sudah tidak bisa ia tahan lebih lama lagi.

Dengan sabar Sena menunggu Baekhyun yang sedang ke toilet di salah satu kursi yang ada di taman hiburan itu. Ia mengedarkan pandangannya berharap sosok yang ia tunggu terlihat oleh matanya. Usahanya tidak sia-sia saat ia melihat sosok yang dicarinya itu sedang membagikan beberapa balon kepada beberapa anak kecil yang mengerubunginya.

Pemandangan Baekhyun yang begitu ramah di depan anak kecil membuat hati Sena menghangat, sehingga ia melangkahkan kakinya untuk menuju ke tempat di mana Baekhyun berada. Dalam diam ia memperhatikan semua yang dilakukan Baekhyun, sebuah senyuman tidak pernah hilang dari bibirnya saat melihat itu semua.

Tepat saat Sena berdiri di depan Baekhyun, balon yang ada di genggaman Baekhyun pun hanya tersisa satu. Baekhyun menolehkan wajahnya saat ia dapat menghirup wangi tubuh Sena ada di dekatnya. Ia pun ikut tersenyum saat melihat wanitanya juga tengah tersenyum ke arahnya.

“Jadi ini yang kau lakukan hingga membuatku harus menunggu selama ini?”sindir Sena membuat senyuman Baekhyun bertambah lebar saja.

“Tadinya aku ingin memberikan semua balon itu untukmu, tapi diperjalanan anak-anak kecil itu meminta balon yang aku bawa. Aku tidak kuasa ketika harus menolaknya.” Ucap Baekhyun sambil menyerahkan balon terakhirnya untuk Sena.

“Kau pikir aku anak kecil yang bisa kau rayu hanya dengan sebuah balon saja?”

“Aku yakin kau akan menyukai balon ini. Maka dari itu aku membelinya. Terimalah.” Ucap Baekhyun sambil menyodorkan tali balon yang sedang dipegangnya.

“Kau terlalu percaya diri sekali, tuan.” Jawab Sena pura-pura menolak. “Tapi karena kau sudah membelikannya untukku, maka tidak ada salahnya jika aku menerimanya.”

“Kau memang harus menerimanya.” Jawab Baekhyun sambil menyerah pegangan tali itu pada Sena. Awalnya Sena terkekeh senang saat ia akan menerima balon tersebut. Namun, setelah ia menggenggam pegangan tali tersebut, kekehannya langsung terhenti seketika. Ia menatap Baekhyun dengan mata membulatnya saat merasakan benda lain yang ia genggam di telapak tangannya.

Detak jantung Sena bertambah cepat kala Baekhyun tersenyum hangat ke arahnya, seakan menyadari keterkejutannya saat ini. Tubuhnya menegang tidak berani membuka genggamannya. Dan semuanya semakin jelas saat Baekhyun berlutut di depannya, membuat mereka menjadi pusat perhatian sejenak. Beberapa orang sudah mengelilingi tempat di mana ia berdiri, sedangkan Baekhyun masih enggan untuk berdiri dari posisi berlututnya.

“B-baek…” ucap Sena gugup saat Baekhyun menggenggam tangannya.

“Aku tahu jika aku bukanlah seorang pria yang baik untukmu, tapi asal kau tahu saja, selama bersamamu, aku akan selalu berusaha menjadi pria terbaik untukmu. Aku bukanlah pria yang sempurna, tapi di depanmu aku akan berusaha menjadi yang paling sempurna. Tak terhitung sudah ke berapa kalinya aku membuat kesalahan padamu, tapi sejauh apapun aku berusaha menjauh darimu, hatiku selalu terikat padamu. Dan aku berharap jika hatimu juga terikat padaku. Hidup tanpamu selama tujuh tahun terakhir ini terasa hampa. Semuanya kosong, dan hambar. Tapi saat Tuhan mempertemukan kita kembali, aku merasa napas kehidupanku telah kembali, dan aku bertekad untuk tidak melepasmu untuk yang kedua kalinya lagi.” Baekhyun menjeda kalimatnya dengan mengambil napas dalam sebelum kembali melanjutkan perkataannya.

Mata Sena berkaca-kaca saat mendengar penuturan tulus yang Baekhyun ungkapkan padanya. Suasana tegang begitu terasa di sekeliling mereka dan beberapa orang yang berkumpul mengeliling mereka berdua saat menunggu kelanjutan kalimat Baekhyun. Tanpa terasa mereka menahan napas. Tidak ada yang bergerak sama sekali. Tidak ada yang berani bersuara, dan itu membuat sedikit saja suara yang mereka keluarkan akan terdengar dengan jelas.

“Untuk itu,  maukah kau menikah denganku?”

~ tbc ~

Dua chapter ini khusus untuk Baekhyun dan Sena, karena kemarin-kemarin ada yg protes kok moment Baek-Senanya sedikit sich. Hal itu karena di chapter sebelumnya aku bagi dua antara ceritanya Baek-Sena dan Sehun-Miju. Biar ngga jomplang. Maksudnya sich aku lagi belajar nulis dua karakter berbeda, beda ceita juga tapi di satu chapter yg sama.

Ada lagi yang mau bertanya??

Kalo ada, kalian bisa komen di kolom komentar.

Bye-bye :-*

Regards, Azalea

Iklan

33 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] MY LADY (CHAPTER 20)

  1. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 32) | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] MY LADY (Chapter 31) | EXO FanFiction Indonesia

  3. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 30) | EXO FanFiction Indonesia

  4. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] MY LADY (Chapter 29) | EXO FanFiction Indonesia

  5. Mauuuu 😄 aq mau baekk :v #digamparsena
    wkwk baekhyun sweet bgt dah pkoknya, mau pnya suami kya gtu :’)
    oya, aq kog g asing sma id nya author ya? Mgkin prnah bca ff yg lain, ntr cba cek list dlu siapa tau emg prnah bca ff yg lain 🙂 fighting azalea!!! :*

  6. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My – (Chapter 27) | EXO FanFiction Indonesia

  7. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 26) | EXO FanFiction Indonesia

  8. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] MY LADY (Chapter 25) | EXO FanFiction Indonesia

  9. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] MY LADY (Chapter 24) | EXO FanFiction Indonesia

  10. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 23) | EXO FanFiction Indonesia

  11. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] MY LADY (Chapter 22) | EXO FanFiction Indonesia

  12. Gakebayang yah jadi sena tbtb di lamar di lotte word huhu seandainya itu gua yg di lmar baekhyun di dufan wkwkwk *okaylupakan. harapan buat ff ini sih cuma satu, yaitu happy ending sena ama baekhyun hahahah

  13. salpok muka nya baek pas naek wahana extremeny btw astaga sumpah y kocak bat mukanya mau nangis pula 😄
    duhduh yg dilamar di lotte word aww goals banget deh♥♥ makin cinta deh sama authorny eh ayang embek mksudny ehehee semangat y buat nulisny..aku padamu authornim♥♥

  14. Aduh nggak bisa ngebayengin deh muka baek klo lagi naik wahana nya pake teriak-teriak segala lagi
    Pengen punya suami kek gitu diakhir nya baekhyun ngelamar sena juga
    Yang semangat yah thour nulisnya

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s