GAME OVER – Bonus Stage I [Tacenda Corner] — IRISH

G    A   M   E       O   V   E   R

‘ Baekhyun x Jiho (known as HongJoo) ’

Game Level(s):

ForewordPrologue A SidePrologue B Side — Level 1Level 10 — [PLAYING] Bonus Stage I: Tacenda Corner

2017 © GAME OVER created by IRISH

♫ ♪ ♫ ♪

Bonus Stage [1] — Tacenda Corner

“Kenapa aku dibawa ke sini? Aku seharusnya menyelesaikan battleku dengan—oh, hai. Kalian pasti salah seorang visitors di WorldWare, apa aku benar?”

“Baekhyun, mereka bukan visitors, mereka membaca cerita tentang kita.”

“Kau harusnya menungguku, Jiho. Kenapa ikut muncul di sini?”

Mendengar ucapan Baekhyun yang terkesan mengusir, Jiho memutar bola matanya jengah. Untuk apa dia berdebat dengan Baekhyun saat ini?

“Jelaskan, mengapa kita di Tacenda Corner?” tanya Baekhyun kemudian.

“Untuk menjelaskan apa yang sudah membuat orang-orang kebingungan sejak level pertama? Mungkin, aku juga tidak tahu. Tapi hey, WhiteTown juga ada di sini, begitu juga Country lain yang pernah kau hancurkan.” Jiho kemudian tersadar, kalau mereka ada di tengah-tengah Tacenda Corner, dengan begitu banyak orang di dalamnya.

“Aku tidak pernah tahu kalau kita menggunakan Tacenda sebagai tempat untuk begitu banyak orang. Astaga, aku begitu senang sekarang.” Jiho tersentak saat mendengar vokal Wendy bersuara.

Well, Wendy terlihat begitu senang, memang. Bagaimanapun dia adalah seorang villain, bukan? Melihat ada begitu banyak player yang masuk ke dalam areanya tentu saja menjadi sebuah hiburan bagi Wendy.

Tapi tidak, Wendy tidak menyediakan tempatnya untuk jadi arena battle sekarang. Bahkan, kehadiran semua Country yang pernah Baekhyun tantang dalam turbulence juga tidak bertujuan untuk menciptakan battle.

“Ada apa ini, Wendy? Monthly quest?” tanya Jiho tak mengerti, bagaimana pun Jiho berusaha memahami situasinya, tetap saja dia tak bisa merasa nyaman jika berhadapan dengan semua player yang sekarang berbalik menjadi musuhnya.

“Tidak ada battle di sini, HongJoo. Tacenda Corner hanya dipinjam sebentar sebagai tempat untuk saling memperkenalkan diri saja.” Wendy berucap, dia kemudian menatap ke arah player Enterprise yang sejak tadi menjadi pendengar.

Well, well. Kau tidak berencana memperkenalkan diri?” tanya Wendy pada Royal Thrope.

“Aku hanya merasa tak percaya kalau aku akhirnya bisa masuk ke dalam Tacenda Corner. Hey, HongJoo! Bagaimana kau bisa mengaksesnya? Aku menghabiskan lebih dari enam bulan berusaha mengakses tempat ini tapi selalu gagal.” Thrope berkata.

Jiho hanya mengedikkan bahu ringan. “Keberuntungan, mungkin. Dia hampir membunuhku saat aku masuk ke sini.” Jiho menatap ke arah Wendy—yang sekarang tengah menyentuh tiap inci tubuh Thrope dengan jemarinya.

“Astaga! Equipmentnya sangat luar biasa, dia juga sangat tampan. Aku ingin battle dengannya!” Wendy hampir-hampir memekik.

Hey, ingat apa tujuan kita di sini.” Taehyung akhirnya angkat suara.

“Oh—benar. Baiklah, kita lebih baik mulai bercerita saja.” Wendy beranjak meninggalkan Thrope, dia kemudian duduk di satu-satunya ruang kosong yang ada di sana.

“Aku boleh memperkenalkan diri dulu?” Thrope berkata.

“Tentu saja,” Jiho mempersilahkan.

Thrope kemudian berdeham pelan. “Umm, aku Royal Thrope, leader dari Enterprise. Namaku sebenarnya adalah Seo Johnny, aku menghabiskan setidaknya dua tahun bermain di WorldWare.

“Enterprise kudirikan atas ideku bersama dengan HongJoo—oh, HongJoo juga merupakan player master pertama yang kukenal di WorldWare. Sampai sekarang, Enterprise punya delapan belas anggota—tujuh belas sekarang, karena HongJoo dikeluarkan.

“Anggota Enterprise lainnya adalah Augusteen; nama aslinya Jinsol, lalu sebelumnya ada HongJoo; nama aslinya Song Jiho, lalu ada SongSong; nama aslinya Shin Eunbi, lalu QianYuan; nama aslinya Xuan Yi, kemudian ada Throne; nama aslinya Kim Donghyun, Amethyst; nama aslinya Lee Jeongmin, ada Yullwon; nama aslinya Im Yuri, lalu NameIsYoo; nama aslinya Kim Yura, lalu ada ANataNo; nama aslinya Nakamura Yuta

“Lalu satu player dari China bernama Aoiryu; nama aslinya Xian Ryuu, lalu BlueLights; nama aslinya Aoi Shin, ada ErasMus34—dia player dengan usia tertua di Town kami—nama aslinya Eric Nam, StoryOfJia; nama aslinya Song Jia, SelynMa—player ini yang pernah membuat HongJoo cemburu, ingat?—nama aslinya adalah Sally, lalu Dollyana dan Hanana, dua orang Anna di dalam Enterprise, nama aslinya Lee Hana dan Anna Kim.”

Umm, Johnny-ssi, tidakkah kau pikir perkenalan anggotamu begitu panjang?” Wendy menatap Johnny dengan pandang bertanya.

“Oh, benarkah? Kupikir aku harus memperkenalkan semua anggotaku.” Johnny menyahut ringan.

“Kurasa tidak perlu. Perkenalkan saja playerplayer menonjol dari Townmu. Toh tidak semua player dari Townmu akan muncul dalam WorldWare nanti.” Baekhyun ikut berkomentar.

“Wah, lihat siapa yang sekarang bicara. Tentu saja kau bangga karena kau dijadikan player paling penting dalam WorldWare.” Johnny berucap tidak terima. Rasanya dia begitu tersinggung karena telah diingatkan oleh dua orang player sekaligus.

“Tidak, bukan aku player yang paling penting. Tapi HongJoo.” Baekhyun berucap ringan.

“Benarkah? Aku?” Jiho menatap terkejut.

“Ya, tanpa adanya kau, mana bisa aku masuk dalam cerita ini?” Baekhyun mengingatkan Jiho.

“Ah… kau benar juga. Wah, aku bangga sekali menjadi player terpenting dalam WorldWare padahal rankku sangat buruk.” Jiho berucap bangga kemudian.

Rankmu tidak buruk, bukankah kau punya aku sekarang? Sebagai pair—”

“—hentikan, Baekhyun—spoiler alert, warning!—kau mau semua orang mendengarnya?” Jiho segera menghentikan ucapan Baekhyun.

“Oh, benar. Aku tak bisa mengatakannya di sini.” Baekhyun mengangguk-angguk paham.

“Baiklah, bisa aku lanjutkan perkenalan yang lainnya?” Wendy kemudian menginterupsi.

“Tentu, tentu. Silahkan saja.” Jiho berkata.

“Aku akan melanjutkan.” White Lion akhirnya angkat bicara. “Karena semua anggota Townku punya ID dengan kata ‘White’ di depannya jadi tak sulit untuk memperkenalkan mereka semua. Aku tak mau hanya mengunggulkan playerplayer tertentu saja. Semua player dalam Townku adalah player unggulan.

“Ada aku, Lion, namaku Park Chanyeol. Lalu Tiger adalah Oh Sehun, Horse adalah Park Jimin, Flaw bernama Jung Krystal, Bird bernama Kim Seokjin, Angel adalah Luna, Demon adalah Rocky, Eagle adalah Samuel Kim, Caffein adalah Cha Eunwoo, Sound adalah Amber, Claw dan Storm adalah si kembar Kwangmin dan Youngmin, lalu Trude adalah Victoria. Singkat bukan?” White Lion—tidak, Chanyeol, mengakhiri perkenalan Townnya dengan sangat cepat.

“Aku bahkan belum sempat menghafal nama mereka.” Wendy berkata.

“Kau tak perlu menghafalkannya. Player dari Townku sudah terlihat ‘menarik’ hanya dari penampilan mereka saja. Semua player White Town berasal dari keluarga berada, dan dalam game ini pun mereka berpenampilan glamor.” Chanyeol membanggakan Townnya.

Well, siapa yang tidak ingat kalau White Town bisa punya banyak pouch dan dollar untuk menyerang Baekhyun?

“Aku akan memperkenalkan beberapa player saja,” A-Clown—leader dari Clown Town berkata, “Karena tidak semua player dari Townku aktif dalam WorldWare.” sambungnya sambil berdeham pelan, menyunggingkan sebuah senyum kecil pada Wendy sebelum dia kembali buka suara.

“Aku A-Clown, namaku Kim Namjoon, lalu C; namanya Jeon Jungkook, ada E; dia Jung Eunwoo, lalu ada O; dia katakan namanya adalah Hope, aku sendiri tidak tahu siapa nama aslinya, yang terakhir ada S; nama aslinya Seo Herin, dia adalah player termuda dalam Townku.” Namjoon mengakhiri perkenalan Townnya.

“Bagaimana dengan House of Zeus? Tidak mau memulai perkenalan?” ucap Wendy kemudian.

“Aku baru saja akan mulai.” Zeus berkata, “Namaku Kim Junmyeon, aku adalah Zeus dalam WorldWare. Lalu Aphrodite adalah Ashley—kalian pasti sudah mengenalnya, bukan?—kemudian Artemis adalah Jeon Somi, Hermes bernama Lee Jeno, Medusa bernama Lee Tarin, Titania adalah Kim Yoojung, Apollo adalah Moon Taeil, Athena adalah Kim Doyeon, dan terakhir, Olympus, nama aslinya Park Jisung.”

Wendy mengangguk-angguk mendengar perkenalan yang diberikan Junmyeon. Ia kemudian beralih pada Jiho dan Baekhyun.

“Kalian berdua juga harus memperkenalkan diri.” ucap Wendy.

“Kim bersaudara belum mengatakan apa-apa.” Jiho menolak.

“Selalu saja, dia tidak terbiasa bicara di depan umum.” Taehyung berucap, ia perbaiki posisi duduknya—mencari-cari posisi yang nyaman rupanya—sebelum dia kemudian mulai bicara.

“Aku adalah Epic-T, aku tidak ikut di Town manapun karena menurutku terlibat dalam sebuah perkumpulan itu buang-buang waktu. Masa bodoh dengan Town quest atau semacamnya yang ada dalam WorldWare, aku terlalu sibuk dengan kehidupan nyataku daripada membuang waktu dengan ikut dalam Town.

“Ashley Kim adalah saudara tiriku, yah kalian pasti banyak mendengar tentangku dan Ashley. Tapi kutekankan, semua itu adalah fitnah, kebohongan. Ashley sekarang terlibat cinta virtual dengan Moon Taeil, salahku juga, karena meretas akun Taeil untuk tahu tentang kehidupan aslinya.”

“Aku akan bicara,” Ashley berkata, “Namaku Ashley, dan aku adalah kekasih Moon Taeil, kekasih di WorldWare juga di kehidupan nyata. Kami mulai berpacaran sejak beberapa bulan lalu. Dan Taehyung katakan kalau aku membuang waktu karena berpacaran dengan seorang mahasiswa.” Ashley membela diri, tentu dia tidak mau orang-orang berpikiran aneh tentangnya dan Taeil.

“Kalian yang berikutnya.” Wendy berucap.

“Kau belum memperkenalkan diri.” Jiho lagi-lagi mengelak.

“Astaga, bagaimana bisa dia bersikap seperti ini?” Wendy menggerutu, “Aku adalah Red Hair Witch, salah satu villain di dalam WorldWare, bagaimana aku bisa jadi seorang NPC yang berpikir bebas? Nanti akan sedikit kuceritakan.” Wendy melanjutkan.

“Ada beberapa NPC lain yang mungkin juga akan menjadi pemeran penting dalam WorldWare. Tapi mereka belum akan muncul sekarang. Mereka disimpan oleh penulis kami untuk muncul dalam demo version yang beberapa level lagi akan muncul.

“Jangan remehkan Medusaria, karena nanti kalian akan sering bertemu dengannya, lalu Lion, Zeus, Thrope dan Tiger juga. Kemudian, kalian mengenal Invisible Black dalam WorldWare ini, bukan? Nanti kalian akan bertemu dengan Black Radiant, seorang player kejam dalam invisible mode yang berusaha menghancurkan HongJoo dan Invisible Black.

“Kemudian, selain aku yang baik hati ini, kalian juga akan mengenal Seana—villain bernama Deep Sea yang akan ada di Atlantic Sea dan membantu mereka. Kapan playerplayer unggulan itu akan jadi unggulan dalam WorldWare? Tunggu saja peluncuran demo version terbaru dimana HongJoo akan berusaha mati-matian untuk mendapatkan tempat di dalam demo tersebut.”

Wendy mengakhiri kelakarnya, hal yang kemudian membuat Baekhyun dan Jiho menatapnya tak mengerti.

“Kita seharusnya hanya melakukan perkenalan diri di sini, mengapa kau menceritakan semua spoiler itu di depan playerplayer lain?” ucap Jiho terkejut.

“Apa?” Wendy menatap tak mengerti.

“Oh astaga! Kau lupa tentang bonus stage kedua yang akan datang?” Taehyung mengomel, “Jangan bercanda, dia sudah membocorkan satu cerita penting!” sambungnya dengan nada kesal.

“Ah, maaf. Aku tidak tahan untuk tidak mengatakannya.” Wendy berucap penuh rasa bersalah kemudian, meskipun ekspresinya tetap sama datarnya.

“Sudahlah, aku bisa melakukan erase pada playerplayer yang tidak seharusnya mengingat hal ini. Kalian berdua, cepatlah memperkenalkan diri sehingga bonus stage pertama ini bisa diselesaikan.” titah Taehyung tegas.

“Oh, oke. Maaf, maaf. Umm, jadi, namaku Song Jiho, di antara playerplayer utama yang akan terlibat sampai akhir WorldWare ini, aku mungkin player tertua. Dan umm, kalian semua pasti sudah tahu ID-ku bukan? ID-ku adalah HongJoo. Oke, aku selesai.” Jiho mengakhiri perkenalannya.

“Terakhir, aku adalah Invisible Black, seorang shadow hero yang dikenal sebagai player tanpa nama juga tanpa wujud dalam WorldWare. Sejak awal WorldWare, aku adalah player dengan rank nomor 1, dan tidak seorang pun bisa berhasil melampauiku, bahkan Jiho sekalipun.

“Namaku sebenarnya adalah Byun Baekhyun. Aku mengungkap identitasku pada Jiho karena dia jadi player pertama yang begitu menarik perhatianku. Alasan yang membuatku tertarik padanya akan kuceritakan nanti seiring berjalannya WorldWare.”

“Baiklah, semuanya sudah memperkenalkan diri, bukan?” Wendy menepuk tangannya dengan penuh semangat.

“Sekarang kita bisa mengakhiri bonus stage pertama ini!”

Cerita di atas tidak ada hubungannya dan tidak akan berpengaruh pada cerita utama Game Over yang ada. Bonus stage di buat di luar alur utama cerita. — IRISH

hold me on: Instagram | Wattpad | WordPress

Iklan

13 pemikiran pada “GAME OVER – Bonus Stage I [Tacenda Corner] — IRISH

  1. Ping balik: GAME OVER – Lv. 15 [Dawn Attack] — IRISH | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping balik: GAME OVER – Lv. 14 [Perfect Match] — IRISH | EXO FanFiction Indonesia

  3. Ping balik: GAME OVER – Lv. 13 [Aftermath] — IRISH | EXO FanFiction Indonesia

  4. Ok, mulai menghapal sambil bayangin visual2nya, chanyeol pake kostum singa putih, sehun macan putih, suho kaya tingkat dewa zeus, joni abis menang bawa thropee dll
    Makasi udah diingetin gausa dihapal wkwk walopun kalian glamor tetep aja gak keliatan dimata gua woy v._.
    mulut baekhyun tetep embernya emak2 yg bocor, wkwk tapi ena banyak spoilerr, lanjutkan baek. wendy juga eh

  5. Ping balik: GAME OVER – Lv. 12 [His Loneliness, I Understand] — IRISH | EXO FanFiction Indonesia

  6. Wow keren aku kira awalnya ini ada sangkut paut sama cerita yang aslinya ternyata tidak sama sekali hahaha… Lanjut baca bonus stage bagian 2 semangat author lanjutnya ^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s