GAME OVER – Lv. 44 [Plan B] — IRISH

G    A   M   E       O   V   E   R

‘ Baekhyun x Jiho (known as HongJoo) ’

‘ AU x Adventure x Fantasy x Romance x Science Fiction ’

‘ Chapterred x Teenagers ’

‘ prompt from EXO`s — Can`t Bring Me Down & EXO CBX`s — Crush U

Game Level(s):

ForewordPrologue A SidePrologue B Side — [ Level 1Level 10 ] — Tacenda CornerEden’s Nirvana — [ Level 11Level 20 ] — Royal Thrope — [ Level 21Level ??Level 30 ] — Spotlight Effect —  [ Level 31Level 40 ] — My Dimension, My Rules — Level 41Level 42Level 43 — [PLAYING] Level 44

Your tricks are so heartless

Catatan penulis: level 40 dan seterusnya, merupakan cerita lanjutan dari kesinambungan antara cerita yang ada di level 1 s/d 29 dan flashback yang ada di level 30 s/d 39. Jika Anda mengalami gagal paham selama membaca cerita, sangat disarankan untuk menekan close tab yang ada di perangkat elektronik Anda. Salam sehangat kulit ayam, Irish.

2017 © GAME OVER created by IRISH

♫ ♪ ♫ ♪

Level 44 — Plan B

In Author’s Eyes…

“Maaf, aku tidak bisa membantumu, Invisible Black.”

Akhirnya Baekhyun berkata, dia sudah menyerah, begitu pula dengan Invisible Black. Tampaknya rasionalitas telah menguasainya kali ini. Sehingga tanpa memberi perlawanan berarti dia sudah tahu di mana benteng pertahanannya harus dia serahkan.

“Aku tahu. Tapi, bisakah kau membantuku untuk terakhir kali? Aku hanya ingin menemuinya satu kali saja, sebelum kau membunuhku, Baekhyun.”

Baekhyun terdiam. Bukan karena Invisible Black pada akhirnya mengalah dan memanggilnya dengan nama—berhubung karakter satu ini sepertinya enggan menyebut Baekhyun dengan nama itu—tetapi karena dia tahu benar, bagaimana keinginan karakter tersebut untuk menemui seseorang yang telah memenuhi memorinya selama empat tahun ini.

Baekhyun sendiri bukannya tidak tahu kalau apa yang dikehendaki oleh Invisible Black adalah sesuatu yang salah. Dia tahu benar, memberikan kesempatan bagi karakter itu untuk benar-benar membuktikan eksistensinya, membiarkan si wanita tahu kalau dia benar-benar ada.

Dan Baekhyun tak ingin memberi lebih banyak orang harapan, dia enggan membiarkan banyak orang tahu tentang keberadaan Invisible Black yang benar-benar bisa eksis di kehidupan nyata.

“Apa dia berpikir kalau kau adalah seorang player sepertinya juga?” pertanyaan Baekhyun berikutnya membuat Invisible Black terdiam. Bukannya tak mungkin, jika sang gadis bertemu dengan Baekhyun di kehidupan nyata dan lantas berpikir bahwa Baekhyun adalah orang yang sama dengan Invisible Black.

Well, meski mereka memang kenyataannya adalah dua orang yang sama, berasal dari satu benak dan satu bentuk fisik yang sama. Tetapi, Invisible Black sendiri yang sudah berkeras mengatakan kalau dia tidaklah sama dengan Baekhyun. Dia hidup dengan kenangannya sendiri, memorinya secara pribadi. Meminjam memori Baekhyun, lebih tepatnya.

“Tidak,” jawaban Invisible Black sekarang berhasil membuat Baekhyun terdiam. “Apa maksudmu?” ulangnya tak mengerti—Baekhyun bisa katakan bahwa dia memang tidak memahami maksud dari ucapan Invisible Black sekarang, bukan?

“Dia tahu, aku seorang NPC.”

Hampir saja Baekhyun berteriak muntab, sebab dia sekarang benar-benar marah, sekaligus tak percaya. Dia sudah cukup terkejut karena Invisible Black—yang seharusnya tak bisa menyadari eksistensinya sebagai satu dari sekian banyak karakter ciptaan manusia—tahu tentang siapa dia sebenarnya, dan sekarang… rupanya bukan hanya karakter itu saja yang menyadari kesalahan pada dirinya.

“Kau sudah gila.” kalimat itu Baekhyun ucapkan lamat-lamat, penuh pertimbangan. Masa bodoh dengan keadaannya sendiri yang bisa disebut sebagai ‘gila’ karena telah menghabiskan waktu untuk bicara pada karakter yang diciptakannya.

“Aku tahu, itulah mengapa aku memintamu untuk memberiku satu kesempatan bertemu dengannya.” Invisible Black menyahut enteng, “…, Aku tak akan punya kesempatan untuk menemuinya lagi setelah ini. Dia tahu aku seorang karakter, meski dia bertemu denganmu… aku pikir aku bisa memercayai bahwa dia tak akan menganggap kita sama.”

“Kata siapa dia tidak akan menganggap kita sama? Kau berani bertaruh denganku?” sebuah senyum menantang Baekhyun pamerkan sekarang. Agaknya, dia sudah paham benar apa tujuan Invisible Black berkeinginan untuk bertemu dengan wanita yang dikatakannya telah memenuhi memori itu.

Bukan hanya karena dia ingin bertemu dengan wanita itu, tapi karena dia ingin membuktikan pada si wanita kalau dia dan Baekhyun adalah dua orang yang berbeda.

“Dia tidak akan beranggapan seperti itu, kalau dia menemui kita berdua di waktu yang sama.” tepat sudah tebakan Baekhyun sekarang. Dan merasa bahwa dia telah menang atas karakter yang beberapa hari ini telah memberinya banyak tantangan, Baekhyun akhirnya tersenyum puas.

“Biar aku pikirkan dulu, apa aku memberimu kesempatan itu, atau tidak.” perkataan Baekhyun sekarang berhasil memunculkan sebuah kilatan marah dalam pandang Invisible Black. Tak salah lagi, dia memang geram, pada sikap tidak dewasa yang sekarang dianggapnya tengah Baekhyun pamerkan.

Tidak sulit untuk mempertemukan Invisible Black dengan wanita yang diinginkannya, tetapi Baekhyun justru memilih untuk terus mempermainkan karakter itu. Padahal, Baekhyun sendiri yang pada akhirnya akan mendapatkan kesulitan.

“Jangna bermain-main denganku, Byun. Kau tahu benar, tanpa adanya memoriku, kau tak akan tahu apa yang terjadi di dalam permainan ciptaanmu ini—oh, masihkah bisa kukatakan permainan ini ciptaanmu padahal hak ciptanya telah direbut oleh orang lain?” sebuah senyum tak kalah menantang muncul di wajah Invisible Black kemudian.

Well, kali ini Baekhyun mau tak mau memang harus mengaku kalah. Sebab, karakter yang mencerminkan dirinya itu tentu tak akan berdiam saat Baekhyun hendak mempermainkan keinginannya. Meski Baekhyun tak ingin mempertemukan Invisible Black dengan wanita yang diinginkannya, mau tak mau kali ini dia harus mengalah sekali lagi.

“Sejak kemarin kau juga sudah bermain-main denganku, Black. Trikmu sekarang sungguh tidak berperasaan.” sahut Baekhyun kemudian. Tatapannya berputar sebentar, tampak tidak nyaman. “…, Aku akan mencobanya, mempertemukanmu dengan wanita itu. Mari kita sama-sama berharap dia tak akan bertemu denganku lebih dulu sebelum dia memahami situasinya.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Setengah hari berlalu sejak Baekhyun mengakhiri perdebatannya dengan Invisible Black, tapi keduanya tidak juga mencapai sebuah kesepakatan. Baekhyun, masih disibukkan dengan pemikiran bahwa Invisible Black bisa saja mempengaruhi pemikirannya, benaknya, memorinya.

Invisible Black sendiri tampak tidak ambil pusing. Karakter itu sibuk dengan pemikirannya sendiri, tidak memedulikan kebingungan yang sekarang Baekhyun hadapi. Bagaimana tidak, Baekhyun sudah setengah mati ketakutan saat membayangkan bahwa dia mungkin akan memiliki perasaan pada wanita lain karena ulah Invisible Black selama ada di dalam permainan.

“Seungwan datang,” Baekhyun tersentak saat tiba-tiba saja Invisible Black angkat bicara. “Apa katamu?” ulangnya. Invisible Black hanya menatap seolah Baekhyun telah berubah menjadi orang paling bodoh di dunia.

“Dia datang ke ruangan ini, aku melihatnya dari CCTV. Kau mau memamerkan keberadaanku di sini?” pertanyaan itu akhirnya menyadarkan Baekhyun, bahwa selama beberapa hari ini dia telah membohongi wanitanya.

Bersikap seolah semuanya baik-baik saja padahal ada satu hal yang tak bisa begitu saja diceritakannya pada sang wanita. Seungwan tak akan mengerti tentang bagaimana Invisible Black bisa mendapatkan kehidupan.

Dia justru akan semakin terluka jika tahu bahwa karakter yang mewakili benak Baekhyun itu bisa memiliki perasaan pada wanita lain. Mana sanggup Baekhyun menunjukkan keberadaan Invisible Black?

“Aku akan menyembunyikanmu.” Baekhyun berkata, ditariknya penutup kain hitam yang selama beberapa hari ini selalu dia gunakan untuk menutupi keberadaan Invisible Black dalam hologram tube tersebut.

Didengarnya tawa pelan lolos dari bibir Invisible Black sebelum Baekhyun kemudian disambut senyap. Tentu, karakter itu tahu bagaimana harus bersikap. Dia tidak suka bercanda di tempat yang tidak tepat, Baekhyun paham itu sebab seperti itulah pemikirannya. Bagaimanapun, keduanya berasal dari satu pemikiran yang sama, bukan?

KRIET!

Suara kecil akhirnya membuyarkan lamunan Baekhyun. Saat ia melempar pandang, kedua maniknya sudah disambut oleh kehadiran si gadis dalam penerangan minim.

“Kau baik-baik saja, Baekhyun? Mengapa menatapku seperti itu?” pertanyaan Seungwan tak ayal membuat Baekhyun merasa bersalah juga. Apa dia tadinya menatap Seungwan seolah tengah menatap kesalahan yang sudah diperbuatnya?

“Ah, tidak, aku senang melihatmu.” kata Baekhyun, berusaha menetralisir keadaan.

“Benarkah?” tawa kecil Seungwan loloskan dari bibirnya, “…, Tapi kau tidak terlihat seolah kau menyukai kedatanganku.” sambungnya.

“Jangan bercanda, Seungwan.” sahutan ringan Baekhyun. Well, sepertinya dia sudah tahu seperti apa caranya sekarang memandang gadisnya, Baekhyun tentu tidak lupa pada cerita yang Invisible Black pamerkan, soal pemikirannya yang jatuh cinta pada gadis lain.

Dan gadis itu bukan Seungwan. Itulah yang membuat Baekhyun sekarang menatap gadisnya dengan pandang penuh rasa bersalah.

“Bagaimana perkembangannya?” tanya Seungwan sesaat setelah dia memilih untuk melupakan kejanggalan pada Baekhyun.

“Tidak banyak kemajuan,” Baekhyun berkata, dia kemudian duduk bersila di hadapan komputer yang telah dioperasikannya secara ilegal di ruang sempit tersebut, “…, Bagaimana dengan pengawasanmu di luar sana?”

“Kudengar malam ini adalah final battle. Kau tahu maksudku, mereka akan mengakhirinya malam ini. Kalau kau ingin tahu apa yang salah di dalam WorldWare, sebaiknya kau cari tahu sebelum malam ini.

“Kau tahu sendiri, bagaimana sulitnya membobol sistem perlindungan game ini kalau sudah dirilis secara resmi. Karena kita masih ada di sini… kupikir tak ada salahnya mencoba. Lagipula, malam nanti kita harus pergi.”

Baekhyun paham benar apa yang sekarang sedang Seungwan coba bicarakan dengannya. Mereka memang harus pergi dari tempat ini, mau tak mau. Sebab Baekhyun tak mungkin berdiam dalam ruangan sempit itu padahal malam nanti semua player akan terbangun dalam keadaan mereka masing-masing.

“Baiklah, akan kuselesaikan urusanku sebelum jam makan malam.” Baekhyun akhirnya memutuskan. Seungwan sendiri mengangguk menyetujui. “Okay, aku akan menemuimu di jam makan malam. Kita bereskan tempat ini dan pergi.” ujar Seungwan, menyunggingkan sebuah senyum kecil di wajah.

“Kau bisa lanjutkan pekerjaanmu, Seungwan.” kata Baekhyun akhirnya, mengusir secara halus, karena Baekhyun tentu punya urusan dengan karakter yang sekarang tengah—

“—Kau sudah dapatkan ingatanmu kembali?” tanya Seungwan sembari menunjuk ke arah hologram tube di sebelah Baekhyun.

Well, tentu Baekhyun ingat kalau dia sendiri yang berkata pada Seungwan tentang bagaimana dia akan mengakses memori dari karakter ciptaannya di dalam hologram tube ini.

“Ya, tentu saja. Kau pikir aku tak akan bisa mendapatkannya?” Baekhyun balik bertanya, bukan hanya bicara pada Seungwan sebenarnya, tapi pada Invisible Black juga.

“Begitu, ya? Berarti karakter itu sudah kau nonaktifkan? Kulihat kau tidak lagi memerlukan hologram tube itu.” gumam Seungwan, ada rasa penasaran yang dia sembunyikan dalam vokalnya.

Suka tak suka, nyatanya dia memang merasa penasaran pada karakter yang diciptakan oleh Baekhyun. Meski pria itu telah bicara tentang bagaimana dia hanya akan menggunakan hologram tube itu untuk mendapatkan ingatannya, Seungwan juga merasa penasaran. Tapi mau bagaimana lagi, dia tak bisa memaksa Baekhyun.

Pria itu membenci paksaan.

“Apa yang sekarang akan kau lakukan?” berusaha menghapus rasa penasaran yang masih menggelitik, Seungwan akhirnya mengubah arah pembicaraan mereka. Baekhyun sendiri mengikuti alur kata sang gadis. Pria itu lantas menyalakan monitornya.

“Aku sudah meretas beberapa sistem dasar, mencari tahu kalau ada yang salah dengan karakter-karakter dalam game ini. Kau tahu sendiri aku harus mencari semua yang mencurigakan dalam sistem,” Baekhyun mulai berkelakar, selagi jemarinya sibuk bermain di atas keyboard, dia tunjukkan satu persatu profile karakter yang berhasil didapatkannya.

“Beberapa NPC memang punya sistem yang asing dan serupa dengan sistem yang kutanamkan pada Invisible Black, karakter ciptaanku itu. Entah, apa sistem Rule The World memang secara sistem menyamakan prorotype masing-masing karakter, atau mereka mengambil sistem yang aku buat.

“Tapi kalau melihat dari—”

Ucapan Baekhyun tiba-tiba saja terhenti saat maniknya menangkap gambar yang sangat familiar di monitornya. Bukan, Baekhyun bukannya tengah melihat eksistensi karakter Invisible Black dalam sistemnya lagi, tapi dia justru dikejutkan oleh hal lain yang tidak diduganya.

“Ada apa?” pertanyaan Seungwan kemudian diikuti oleh tindakan lain sang gadis. Merasa aneh lantaran Baekhyun tiba-tiba menghentikan penjelasannya padahal Seungwan sejak tadi menjadi pendengar yang baik—duduk di sebelah si pria sambil memandang parasnya untuk sekedar melepas rindu—mau tak mau mengalihkan pandang ke arah yang Baekhyun tatap juga.

Dan sama seperti reaksi Baekhyun, gadis itu juga sama terkejutnya. Bagaimana tidak, sekarang dia jelas-jelas melihat seorang karakter yang serupa dengannya. Berparas cantik, bersurai merah menyala. Keadaan yang mengingatkan Seungwan pada penyamarannya selama beberapa bulan ini.

“Baek—”

“—Ada apa ini? Aku tidak sedang salah melihat, bukan? Bagaimana bisa kau ada di dalam permainan ini, Seungwan?”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Aku tidak tahu kenapa kita ada di sini sekarang dan bukannya di dalam NG Soft. Bukankah kita seharusnya mencari tahu apa yang mereka lakukan di sana?”

Satu tanya menguar dari bibir Taehyung begitu pemuda itu merasa tidak sabar. Lantaran dia dan Ashley sekarang justru terjebak di sebuah jalan kosong berbau menyengat—tidak sedap, tentu saja—mengikuti langkah pria asing yang baru saja dikenalnya.

“Oh, jangan kau kira aku tidak pernah mencoba mencari tahu apa yang terjadi dari dalam.” sahutan ringan sang pria asing membuat Taehyung memutar bola mata. “Lalu kemana kita sekarang akan pergi, Tuan White Tiger? Tempat tinggalmu?” sahut Taehyung, ringan.

Menjalani beberapa bulan dengan eksistensi White Tiger yang terlampau mengganggu—sebab Taehyung ingat benar apa yang sudah player itu lakukan pada Jiho—mau tak mau membuat Taehyung merasa kesal juga pada White Tiger.

Yap, tempat tinggalku.” Sehun—pemilik ID White Tiger itu—menyahut tak kalah santai. Ashley adalah orang pertama yang menunjukkan reaksi terkejut. Tentu saja dia tidak menyangka kalau White Tiger yang termasuk dalam jajaran player dengan rank tinggi dan cukup terkenal di Townnya itu justru tinggal di tempat yang keadaannya jauh dari kata layak seperti ini.

Umm, maaf menyela perdebatan kalian. Tapi siapa kau sebenarnya, Sehun-ssi? Mendengar penjelasanmu selama kita berada di rumah sakit, aku yakin kau bukan sekedar player yang bermain untuk menghabiskan waktu saja.” ucapan Ashley akhirnya membuat Sehun tersenyum tipis.

“Ada seseorang yang kucari dalam WorldWare.” sahutnya.

“Seorang sepertimu juga?” tanya Ashley lagi, paham benar pada keadaan yang secara tak langsung sedang Ashley bicarakan, Sehun mengangguk. “Iya, seorang sepertiku. Tapi sayang setelah bertemu dengannya aku justru merasa kecewa. Karena dia tidak seperti yang aku duga, dan aku cukup kesulitan untuk keluar dari survival tube selama aku bermain WorldWare.

“Beruntung sekali aku game over karena ulah Black Radiant. Well, meski sekarang tulang-tulangku serasa akan rontok.” Sehun tertawa pelan, dia tentu tahu rasa sakit apa yang dua orang di belakangnya juga rasakan.

Mereka sama-sama kembali dalam keadaan babak belur, tubuh yang kesakitan meski tidak terluka begitu parah. Belum sempat ketiganya melanjutkan konversasi, Sehun sudah menghentikan langkahnya di depan sebuah pintu besi tua berkarat.

Home sweet home. Selamat datang di tempat tinggalku. Jangan menilainya dari pintu ini, omong-omong.” Sehun berkata, dia rupanya tahu benar ekspresi terkejut yang dipamerkan dua orang lawan bicaranya pasti memiliki satu makna yang sama.

Mana ada yang bisa percaya begitu saja kalau White Tiger yang angkuh punya tempat tinggal sekumuh ini?

Tetapi begitu Sehun meletakkan telapak tangannya di bagian tengah pintu besi tersebut—hal yang kemudian memunculkan sebuah pemindai otomatis berteknologi tinggi yang sudah Sehun pasang sebagai sistem keamanan menuju persembunyiannya—segera dua orang itu sadar kalau Sehun hanya sedang menyembunyikan identitasnya saja.

“Oh, tentu aku tidak akan terkejut kalau melihat ke dalam rumahmu, Sehun.” kata Taehyung. Pintu besi itu kemudian membuka perlahan, menampakkan ruang gelap beraroma pengap.

Tanpa ragu, Sehun masuk ke dalam ruang gelap tersebut, menyalakan lampu—yang masih dia ingat benar di mana tempatnya—selagi Taehyung dan Ashley mengikuti. Setelah pintu besi tersebut menutup, barulah Sehun bisa bergerak leluasa.

“Kalian bisa menyebutku maniak cyber, tapi aku sudah tidak percaya lagi pada sistem keamanan yang negara ini pamerkan. Jadi aku membuat pertahanan dan perlindunganku sendiri, dengan cara seperti ini.

“Lagipula, tidak ada tempat yang benar-benar bebas dari pengawasan negara, sekarang. Kalau kau tidak mau kehidupanmu berada di bawah pengawasan negara, kau harus pandai-pandai menyusun strategi.” Sehun berkelakar sambil membawa dua orang itu melangkah melalui tangga besi berkelok yang mengarah ke bawah tanah.

“Kau benar, tidak ada kata aman bagi negara ini sekarang. Teknologi sudah terlalu canggih, dan bukannya menjadi pelindung, teknologi justru berbalik menjadi senjata mematikan.” Taehyung orang pertama yang berinisiatif menyahuti.

“Itu juga yang sering Taehyung katakan saat dia ada di tempat tinggal kami. Kalian berdua sama-sama tidak percaya pada negara.” Ashley lantas ikut angkat bicara.

“Memangnya kau percaya pada negara ini?” satu tanya berasal dari dua orang berbeda. Ashley sampai mengerjap terkejut saat menerima sahutan serupa dari dua orang pemuda yang sekarang melangkah bersamanya.

Segera saja Ashley paham, kalau dua orang yang sekarang bersama dengannya ini pastilah dua orang dengan karakter serupa.

“Ya Tuhan, kalian berdua sungguh sepemikiran.” kata Ashley, menggeleng-geleng tak percaya. Tawa Sehun lah yang menjadi sahutan kentara bagi Ashley, sementara Taehyung memilih untuk bungkam.

“Apa semua penggila cyber punya pemikiran seperti itu?” diam-diam Ashley menggumam sendiri, tapi rupanya kalimat itu sampai juga pada telinga dua orang lawan bicaranya.

“Tidak semuanya, kurasa. Beberapa dari kami bisa percaya pada dunia.” sahut Sehun.

“Tapi kami berdua tidak. Dunia ini tempat yang berbahaya, kalau kau tidak bisa bertahan dan belajar, kau akan terinjak-injak oleh kecerdasan orang-orang. Sistem berteknologi tinggi yang dipamerkan bukan berarti bahwa sistem tersebut aman.

“Justru kemajuan teknologi itu sendiri jadi ancaman. Sebab semakin hari, semakin banyak orang cerdas yang menyadari celah-celah kecil dalam kemajuan teknologi itu. Sekarang pilihannya hanya ada dua: berusaha mengimbangi kecerdasan mereka yang memanfaatkan teknologi, atau berdiam dan menerima semua ‘mata’ yang mengawasi.”

Jawaban Taehyung justru membuat Ashley bergidik. Bukan karena dia merasa takut pada semua kemungkinan masuk akal yang sedang pemuda itu bicarakan. Tapi karena dia merasa kalau Taehyung tak pernah bicara dengan cara begitu dewasa seperti sekarang.

Well, Taehyung bukannya sekali-dua kali memberi Ashley nasehat tentang dunia dan semua kemajuan teknologinya yang semakin berbahaya.

“Karena dia sudah bicara tentang kemajuan teknologi, sekarang aku bisa bicara dengan bebas juga. Aku rasa, WorldWare tak hanya jadi ajang pamer kekuatan dan pelepas penat sebagai sebuah game saja.” Sehun lantas berkelakar, tidak membiarkan Ashley terbuai dalam kalimat Taehyung saja, rupanya.

“Apa maksudmu?” tak ayal tanya penuh kebingungan itu juga menguar dari bibir Ashley. “Ada yang salah dengan game ini, aku sadari itu sebelum aku masuk ke dalam WorldWare. Aku sengaja mengikutkan diri di dalam game, berharap bisa menemukan sesuatu secara internal.

“Tapi apa yang kutemukan justru membuatku semakin terkejut. Well, aku bukannya bekerja sendiri selama ini. Aku punya beberapa orang partner, tapi sepertinya mereka tak ada di sini sekarang.” ketiganya sampai di sebuah ruang luas begitu Sehun berhenti berkelakar.

Dalam ruang luas tersebut terdapat semua perangkat komputer yang Ashley yakini akan membuat Taehyung jatuh cinta dan enggan untuk keluar dari dalam ruangan—yang jalanannya tadi membuat Taehyung berulang kali menyernyit ngeri.

Bagaimana tidak, tatapan Taehyung sekarang saja sudah serupa dengan mereka yang baru saja bertemu dengan orang yang mereka cintai setelah sekian lamanya berpisah.

“Luar biasa,” gumaman itu tak ayal membuat Ashley tersenyum, Taehyung sekarang tengah terkesima, pada semua jenis peralatan berteknologi tinggi yang ada di kediaman Sehun. Sehun sendiri memamerkan senyum bangga. Meski Ashley tak mengerti perkara teknologi maupun perangkat komputer, tapi dia paham dari ekspresi dua lawan bicaranya sekarang.

Kalau perangkat yang ada di ruangan itu pasti memiliki harga-harga dan fungsi yang fantastis. “Kau belum jelaskan alasan kita ada di tempat ini sekarang.” alih-alih menemani Taehyung dalam ketersimaan, Ashley lebih berpikir rasional.

“Oh, kau benar, aku belum menyelesaikan penjelasanku.” Sehun menjentikkan jemarinya, lantas dia mendudukkan diri di atas sofa—benda empuk itu sedikit mengepulkan debu saat Sehun mendudukinya.

“Jadi, aku punya beberapa orang partner. Melihat dari keadaan tempat ini, aku rasa mereka sudah berusaha cukup keras dan berakhir pada kegagalan. Lihat saja? Menurutmu kapan tempat ini terakhir kali ditempati, Ashley-ssi?

“Dan juga, aku sudah mengatakannya tadi, kalau aku masuk ke dalam WorldWare untuk mencari tahu tentang masalah yang sampai detik ini tidak juga aku temukan. Masuk ke dalam WorldWare adalah rencana pertama yang terbesit dalam pikiranku.

“Tapi aku tak bisa melanjutkan rencana lain dalam list rencanaku, sebab partner yang kubicarakan saat ini tidak ada. Berhubung kalian berdua sama-sama tahu tentang WorldWare—dan saat ini bisa kupercaya juga—jadi anggap saja kita sekarang adalah partner.” kemudian Sehun beranjak dari sofa, dia seolah tengah berusaha memamerkan hal lain pada Taehyung dan Ashley sekarang.

Pemuda itu melangkah ke arah satu pintu besar yang ada di ujung ruangan. Membukanya dan menciptakan suara berderit keras cukup mengganggu telinga sebelum kemudian lampu berwarna jingga pupus menyala dalam ruangan tersebut.

“Ini adalah ruang kerjaku, tempat semua rencanaku tercipta.” Sehun berkata, dengan santai dia masuk ke dalam ruangan tersebut, Taehyung mengekor di belakangnya tanpa merasa harus meminta izin, sedangkan Ashley mengikuti dengan pandang waspada.

Tidak seperti Taehyung yang seolah bisa percaya begitu saja pada Sehun karena keduanya sama-sama penggila cyber dan punya pemikiran serupa, Ashley masih mengedepankan rasionalitas. Dia tak mau percaya begitu saja pada orang asing.

“Jadi rencana apa yang kau pikirkan sekarang, dengan adanya aku dan Taehyung?” Ashely kembali berkelakar. Sementara Sehun melangkah ke arah sebuah monitor besar yang ada di tengah ruangan.

Pemuda itu memainkan jemarinya pada beberapa tombol di dekat sana, sebelum ketiganya disambut oleh cahaya menyilaukan dari monitor tersebut, berangsur-angsur, jajaran rekaman virtual muncul di monitor tersebut satu persatu.

“Aku rasa Taehyung tahu benar apa yang sekarang ada di dalam perangkatku.” Sehun berkata, dia melempar sebuah senyum ke arah Taehyung—yang sekarang lebih mirip seperti anak kecil yang mendapatkan mainan baru—sementara Ashley masih melempar pandang curiga.

“Gila! Berapa lama kau mengawasi WorldWare sebelum memutuskan untuk masuk dan bermain di dalamnya?” ujar Taehyung, dia melangkah ke dekat Sehun, memerhatikan satu persatu rekaman virtual yang ada di monitor Sehun sementara pemuda bermarga Oh itu memamerkan senyum bangga yang sama.

“Ini yang sejak tadi aku bicarakan. Rencana pertamaku sudah gagal. Karena ada kalian berdua sebagai partner, sekarang saatnya aku beraksi dengan Plan B.”

— 계속 —

IRISH’s Fingernotes:

HALOHA!

Enggak terasa, beberapa hari kita berpisah (sorry) dan aku sungguh minta maaf karena enggak bisa menyapa dengan Game Over. Kesibukan di bulan Februari itu enggak tanggung-tanggung, apalagi kalau kalian kerjaannya di lapangan (sibuk bergosong-gosong ria di saat semua orang pengen kerja nyaman di bawah AC). Dan akhirnya setiap pulang kerja pasti niatan untuk ngetik fanfiksi itu berujung sama: ketiduran di meja kerja padahal laptop udah nyala.

Saking pegelnya, saking lelah dan penatnya. Belum lagi serangan sakit gigi (iya, mending sakit hati karena bias dating deh daripada sakit gigi) juga ngebuat aku enggak betah, berujung sama minum obat dan alhasil, jadi tidur nyenyak beberapa jam berikutnya, wkwk.

Tau-tau bangun udah subuh lagi aja, udah kudu berangkat kerja lagi. Huft, ya sudahlah memang nasib jadi pegawai ya begini, dijalani aja asal tetep bisa bertahan hidup, looool.

Sedikit spoiler cantik, kalau level berikutnya adalah level cantik, di mana kalau kalian biasanya dibuat deg-degan sama level kelipatan sepuluh (kayak dulu-dulu ituloh) kali ini level 45 akan sedikit membuat kalian terkejut. Alasannya? Tunggu aja di level 45, karena enggak greget kalau enggak dispoiler.

Karena aku baik hati, jadi aku belum mau pamer password dong (alasan sebenarnya bukan karena aku baik hati sih, tapi karena kalau mau dipassword pun aku enggak akan ada waktu buat bagi-bagi passwordnya, wkwkwkwk).

Berhubung aku sendiri masih kebimbang mau mengakhiri kisah cinta Jiho-Black dengan cara seperti apa, sementara biarlah aku ikut sama mood dan kata hati dulu aja, enggak ikut rasa manusiawi sebagai seorang wanita (apasih). Ya kasian juga kalau Jiho harus terus-terusan diphp sama NPC, nanti aku dosa juga. Lebih astral mana jatuh cinta bertepuk sebelah tangan sama bias atau sama NPC? (kemudian disambit).

Sekian dulu celoteh riang dariku, yang jelas aku seneng sekali bisa menyapa kalian lewat level 44 ini walaupun enggak yakin tentang kapan mau ngerampungin level 45-nya. Ini masih bulan Februari dan kesibukanku udah bersaing aja sama mereka yang punya pacar di malam minggu (tingkat kebaperan jadi akut ini ceritanya, jombs aja kok sesibuk ini). Bagaimanapun, dedikasiku sama fanfiksi seimbang lah sama dedikasi kerjaku, wkwk.

Sampai ketemu di level 45! Salam ketjup, Irish.

kontak saya  Instagram  Wattpad  WordPress

Iklan

30 respons untuk ‘GAME OVER – Lv. 44 [Plan B] — IRISH

  1. Hallo kak Irish..
    Woaahh akhirnya punya waktu juga buat nerusin baca game over, dan alhamdulillahnya kakak juga lama kemarin updatenya.. Jadi utang aku bacanya cuman dikit hahaha

    So, apa plan B nya si Sehun ini?
    Sehun belum tau kan kalo Baekhyun udah sadar? Atau udah tau sih.. Duuhh aku lupaaa…
    Greget banget lah sama interaksinya IB sama BH, penasaran sama keputusannya Baekhyun.. So cuss baca next level..
    Kak Irish semangat terus yaaa, 😘😘😘

  2. Setelah di kasih tau spoiler cantik. Aku langsung cus lvl.45 kak 😂 semoga kerjasama taehyung, ashley, sama sehun berjalan lancar aminnnnn

  3. akhirnya update jg..atau aku yg lama engga buka wordpress..kkk..
    sehun-taehyung cucok ya..haha..
    aku penasaran bgt sm level 45..kayaknya bakal lebih baper…jangan2 si jiho bakal ketemu baek ya??
    cepetan dong update next levelnya rish…hihi…
    aq engga sabar nunggunya..

  4. Kalo sehun yg sebenernya partnernya baek, dan tae yg temennya jiho, bukannya ga mungkin baek ketemu jiho. Dan sehun sepercaya itu ya sama tae, yahh sama sama cyber se. Btw, itu sehun belum nyadar ya kalo si baek uda keluar dari survival tube?

  5. Yey update juga!
    Udahlah baek temuin aja IB ma jiho kasian IB galau gitu :v
    Sehun-taehyung di jadiin sohib enak keknya
    Ada apa sama level 45? Apa IB-jiho bakal ketemu?
    Kak ris kamu sakit gigi? Minum aja baygon biat cepet sembuh :v
    Maapkan diriku kak /sungkem/

  6. Akhirnya…. dari sekian lama nungguin kk irish posting game over, sampai bolak balik cek in cek out |apasihh?| nggak nongol nongol, muncul juga kiranya. Ku kira kak irish hiatus, ni jantung dah dak dik duk der, ehhh kiranya cuman absen bntar, syukur alhamdulillah deh.

    Semogaa kak irish gak punya niatan untuk hiatus, lantaran kerjaan yang numpuk sama prihal kesehatan yang mengganggu. |cee.. ileh bahasa mu nak!!|

    Thanks deh kk, spoiler cantik nya. Sangat amat membantu. Membantu menaikan kadar penasaran dalam tubuh. Makasih buanyak…

    Dikarenakan kk irish udah nyebarin virus penasaran yang disebabkan dari SPOILER CANTIKNYA, disarankan untuk TIDAK ABSEN minggu depan 😀 :X ♡♡♡ |haha.. sabar ya kk! Tuntutan mahluk astral tu emang gitu, nyebelin!! |

    Okelah.. GWS untuk kk Irish ya..
    di tunggu next chap nya ya!! ♡♡♡

  7. Omegat kak ris…kenapa ceritanya berhenti…qu masih kangen nih sama game over😭
    Nah tuh si cabe ga seneng amat si kalo invisible black ktemu jiho lagi qu kan kangen momen2 ama jihonya…uwaaaa😭😭

  8. Akhirnyaaa, yg ditunggu” update juga 😂😂.
    Greget liat Baekhyun ama Black debat terus 😊. Penasaran sma rencana Plan B’nya Sehun…
    Ga sabar nunggu chap 45 nya. Semangat terus kak. Kak Irish 최고 😊

  9. Aku dugeun dugeun kak. Gimana besok baekhyun stlah dapet memory nya black.😣😣😣
    Badewe final batle nya itu batle si Jihoo jg ya kaaak?

  10. Agak lupa sama cerita sebelum nya maklum lah ini otak ga bisa nyimpen memori kebanyakan udah over limit😂 tapi karna maksain tetep baca tanpa baca ulang level sebelum nya jadi lah meraba raba lagi 😩 jiho pa kabar ya udah beres kah ngobrol sama yuta nya? Udah siap battle kah sma radiant?

  11. kak irish I miccu 😥 akhirnya di update juga setelah 3 minggu aku menanti bolak balik terus tanpa kepastian 😀
    seperti biasa aku tidak langsung baca ke inti ceritanya tapi aku lebih dulu baca fingernotis nya kak irish, sama komen² readers lainnya juga hehe 😀
    sekali liat update nya game over aku seneng gak ketulungan sekaligus deg²gan lah.kenapa ? takut pas baca tiba² di tengah jalan ada sesuatu yg bikin serangan jantung *elahLebay karena kejutan kak irish wkwk makanya aku lebih dulu baca fingernotis sama komen nya berharap pas baca kudu siapin mental banyak 😀

    kobam aku kobam, anjirrrrr.. T_T si tetet sama thehun bikin aku tersepona. yalord,otak mereka kenapa langsung nyantol gitu pas bilang tentang dunia cyber sedangkan aku sendiri kudu baca bolak balik kek kena diare baru paham/LOL/
    kenapa pula ini si baekhyun sama invisable black rempong amat.. udah lah baek, mbok ya itung² nulungin dia. apa susah nya si. udah lah pasrah aja,pindah haluan ke mb jiho biar mb seunghwan sama mas johnny aja *disledingkakirish
    mb jiho kak kalah hot nya kok dari Mb seunghwan wkwk/LOL

  12. Kangen kak irish sama karya-karyanya! Udah lama gk update, jadi aku males buka ini blog dan berakhir telat tau postnya kak irish. Invisible black mau ketemu sama jiho, ya? Bareng-bareng sama baekhyun juga? Ugh, panasaran kak

  13. Ka rish!!! Aku merindukan mu 😘😘

    Black terlalu menawan untuk dihapuskan tpi Baekhyun jga sangat menakjubkan..
    Ak loh malah delima mau ship baekjiho apa blackjiho..
    Klo Wendy si of course sma Jhonny kan yaaaa😏😊😊😊 iyalah ya😚
    Selalu ditunggu ka rish..
    Fighting…jaga kesehatan tidur yg cukup 😚😚

  14. Laaamaaaa looo kakk akuu nunggu nya…. Walaupun kerap jadi siders aku nunggu game over sama kelanjutan fanfiksi lain nya sih hehe :v

    Jadi gini kok aku seneng ya liat dua sisi baekhyun itu berantem.. ada kek apanya gtu haha.

    Yodah sekian dulu dehh 😉 jaga kesehatan kak irish biar semangat up fanfiksinya :*

  15. Finaallyyy up juga nih game favouriteee
    Kirain kak irish hiatus lamaa kkekekdk

    Mau komen apasih bingung karena kayaknya nih part gantung gitu yaaa hanya jelasan ttng akan ada plan B dr si tuan Oh. Tapi dr part ini jdi tau kalo sehun-taeh-ash akan bentk tim baru yg pastinya bakalan banyak kejutannya..

    Setelah tau ada versi wendy lain di gamenya tuh pasti baeknyun bakalan bertindak lebih dongg..

    Mudah2an kak irish semua urusan dunia nyatanya bisa lancar dehh biar upnya tetap teratur.. Ehehheh

  16. Lama lohh Rish aku nunggunya, tapi di maklum kog, dunia real emang lebih penting biar bisa berthan hidup😊…

    Tiba-tiba dpat notis klau Game over publish, ucapin hamdalah,,,😊

    Ini sehun sma baekhyun dan seungwan kpan ketemunya?? Udah gak sabar,.. Dannn apa baekhyun tau klau karakter Seungwan itu NPC dan ada Liv di dalam benaknya??

  17. puja kerang ajaib..
    akhirnya update juga hahahahaha

    huft.. mesti sabar dikit lagi nungguin lv 45
    ngomong2 itu baek n black g bisa santai dikit gt??
    trus jujur nih, gue blm ngeuh knp si baek takut kalo memorinya si black udah dipindah ke dia. Dia emang bakal punya memori soal Jiho jg, tp cuma memorinya aja kan?? masak perasaannya jg?? (harap maklum, efek jomblo akut..)

  18. aq doain deh supaya irish selalu di beri kesehatan biar gk lama nunggu game over nya rilis.
    gk sabar banget pengen baekhyun msk ke worlware dgn identitas nya sendiri dan bertemu ji ho…

  19. Ahh~~~ setelah sekian lama menunggu akirnya update juga. Sueerr kak aku udh kangen ni sma kakak dan ff kakak ini. Galau ria nungguin ni game over.
    Buat Aja kak tu si invisible jadi kaya Liv. Kasihan jiho nya kak masa berakhir sad ? Klo gx biar baekhyun – jiho. Seungwan – jhonny aja lh hrhehe. Tpi itu semua si udh keputusan kakak. Aku mah hanya bisa pasrah aja dah. Mau baekhyun seungwan. Atau baekhyun jiho. Semuanya nasip ada ditangan kakak hehehe. Ditunggu kelanjitanya hari minggu kakak.

  20. Finally Game Over is back!
    Astaga lama banget ini nunggunya, tapi ga apa apa, real life itu perlu untuk dikedepankan. Aku udah bahagia banget lah ya Game Over comeback, begitu baca isinya beuuh.. Black-Baek masih berdebat wkwk. Kenapa aku selalu ngeliat Black tuh sengsara banget. Kasian gitu kesannya, cinta mati sama Jiho tuh bener bener. Aku kira Seungwan tau kalo dia jadi NPC tertanya tidak hahahaha. Trus trus itu Sehun kerjasama dengan V dan Ashley beuh mantap.. Tapi Jihonya manaaaa… Ku tunggu yang selanjutnya lah ya..

  21. Irish…hampir aja ku laporin ke polisi karrna ngilang 3 minggu. Iya 3 minggu. Bolak balik tiap hari q nunggu apdetan sampe ngbuka blog kesana kemari tkutny yg disini lupa apdet tp km apdet d blog lain…trus takut km knapa2 disanaaa (dih readers alay bgt ya hahahahahha)
    Mkin ksni mkin ngarep s wendy sma jhony…biar pasangan paporitq brsatu…tp blajar dr ksalahan w tak boleh brharap bnyk klo sdh brhubungan sma yg nmanya irish..hahahahahahahaha
    Ne alhamdulillah kbangun gegara krbelet iseng buka hp dan tadaaaaaaaaaaaaaaaa brasa dpt durian runtuh boooooo (sungguh maafkan keantusiasanku melihat dirimu apdet kao gainhatwktn umur sdh joget triak2 ga kruan)..yg awalny ngantuk aja skrang segar mataq hahahahahha. Udah aahhh q mw menikmati momen2 baek galau dlu habbahahaha love y authornim tercintakuu 😘😘😘😘

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s