GAME OVER – Bonus Stage II [Eden’s Nirvana] — IRISH

G    A   M   E       O   V   E   R

‘ Baekhyun x Jiho (known as HongJoo) ’

Game Level(s):

ForewordPrologue A SidePrologue B Side — Level 1Level 10 — Bonus Stage I: Tacenda Corner — [PLAYING] Bonus Stage II: Eden’s Nirvana

2017 © GAME OVER created by IRISH

♫ ♪ ♫ ♪

Bonus Stage [2] — Eden’s Nirvana

Umm, hai—lagi. Ini adalah bonus stage kedua, yang kami—aku, Baekhyun, Wendy, Taehyung dan Ashley—lakukan di bonus stage ke-dua selain Tacenda Corner. Namanya adalah Eden’s Nirvana, dan di sini kudengar ada seorang villain misterius yang menyerang tanpa terlihat.

“Terdengar menyeramkan, bukan? Tapi tenang saja, Eden’s Nirvana tidak bisa diakses oleh sembarang player. Hanya player yang benar-benar beruntung lah yang bisa datang ke tempat ini. Dan sekarang… jangan khawatirkan soal villain tidak terlihat itu, dia tidak akan muncul di sini karena penulis belum menceritakan soal Eden’s Nirvana.”

Jiho berkelakar, membiarkan empat orang lainnya menjadi pendengar untuk sementara waktu.

“Sejujurnya, aku juga baru ingat hari ini tentang Eden’s Nirvana. Namanya terdengar sedikit aneh, bukan? Aku juga penasaran tentang villain yang ada di sini, tapi kudengar dari beberapa player kalau segelintir player yang masuk ke dalam sini akan kembali dengan level yang berkurang separuhnya.

“Menyeramkan, aih. Itulah mengapa, di mata semua player, Eden’s Nirvana adalah sebuah ancaman. Jadi saat Eden’s Nirvana muncul dalam maps mereka, tidak seorang pun terlihat ingin masuk. Yang ada, mereka hanya akan memamerkannya saja. Dan juga—”

“—Jiho, maaf menginterupsi. Tapi bukankah kita tidak sedang bicara tentang Eden’s Nirvana sekarang?” Baekhyun memotong dengan vokal lembut, tampak tak ingin mengganggu Jiho dan penjelasannya yang menggebu-gebu tentang Eden’s Nirvana.

“Ah, benar. Maaf, aku hanya tidak tahu harus memulai dari mana.” Jiho berucap, separuhnya berusaha membela diri, sih.

“Biar aku saja yang mulai. Sudah kukatakan dia selalu bermasalah kalau harus bicara di depan umum bukan?” Taehyung kemudian beranjak maju, dia duduk di sebelah Jiho, menepuk pelan bahu Jiho sambil menyunggingkan sebuah senyum sebelum akhirnya buka suara.

“Aku akan jelaskan tentang sistematik WorldWare, karena aku adalah satu-satunya orang yang paham benar soal program, game, dan dunia cyber.” Taehyung memulai.

“Aku juga paham tentang hal itu, omong-omong.” Baekhyun berucap, ya, siapa yang tidak tahu tentang Baekhyun dan tindakannya meretas Jiho beserta kehidupan nyatanya?

“Aku tahu, tapi kau tak pernah terlihat unggul tentang hal itu dalam dunia nyata, Baekhyun-ssi. Jadi biarkan aku yang jadi ahlinya sekarang.” Taehyung berucap, dia kemudian kembali mengingat-ingat apa yang berusaha ia ceritakan tadi.

“Jadi, WorldWare dulu adalah game yang kudapatkan dengan meretas sebuah perusahaan gaming terkenal di Korea Selatan. Aku, Jiho, dan Ashley, kami bertiga mencoba versi demo saat itu, aku tak tahu berapa banyak player lain yang juga mencoba, tapi aku hanya akan cerita tentang kami bertiga.

“Jiho pernah masuk dalam Eden’s Nirvana sebelumnya, dalam versi demo. Stage ini adalah tempat pertama yang didatanginya, dan dia tahu benar tentang villain tak terlihat yang berusaha menghancurkannya itu. Tapi karena keahlian gaming Jiho yang sudah tidak kuragukan lagi, dia berhasil menang di Eden’s Nirvana karena… aku yang meretas versi demonya.

“Ingat, karena aku meretasnya. Bukan karena kemampuan Jiho, karena saat itu dia juga sudah menyerah tentang Eden’s Nirvana, dan tanpa melewati Eden’s Nirvana Jiho tak akan bisa melanjutkan permainan demonya.

“Saat WorldWare dirilis dalam versi penuh, kami tidak lagi bisa menemukan tempat ini, yang muncul malah bonus stage lain seperti Tacenda Corner. Ternyata, tempat ini adalah limited bonus stage. Sudahlah, aku tak perlu menjelaskannya lebih lanjut.

“Sekarang biarkan aku bercerita tentang versi baru yang akan datang dari WorldWare. Aku bekerja sebagai salah satu staff di game development WorldWare ini. Jadi nanti tak akan sulit bagiku untuk memasukkan kami bertiga dalam list player yang akan mengikuti demo versi dari WorldWare yang akan segera diluncurkan.

“Bagi Baekhyun yang ada di rank nomor satu, dia sudah pasti akan dapat tempat eksklusif karena tim game development kami lah yang memilih pemain di sini secara acak. Lalu, apa yang akan terjadi pada kami dalam versi yang baru?

“Kami semua beradu nyawa. Game ini akan berubah jadi arena pembunuhan oleh NPC juga ajang saling membunuh. Meskipun kami masuk secara virtual ke dalam game ini dengan survival tube, jika kami nanti mati dalam demo, sesuatu yang fatal akan terjadi pada tubuh kami di kehidupan nyata.

“Sepertinya, berbuat curang untuk masuk ke dalam demo version akan jadi kesalahan terbesar yang pernah kami bertiga lakukan. Selamat atau tidaknya kami, aku tidak bisa memberi jaminan. Karena di dalam arena nanti, tak ada kata teman, yang ada hanya kata lawan.”

“Taehyung, kau menakuti pembaca cerita kita.” Ashley berucap, tampaknya dia tidak merasa nyaman karena fakta yang Taehyung ungkapkan lebih awal ini.

“Kenapa? Toh dua atau tiga level lagi mereka akan tahu tentang kejamnya permainan ini. Sekarang saja mereka merasa kagum pada game ini, nantinya mereka justru ingin kita cepat-cepat memenangkan demo version dan keluar dari game.” Taehyung membela diri.

“Biar aku netralisir penjelasan Taehyung. Kami tidak akan mati sungguhan, kurasa. Aku juga tidak yakin seperti apa penulis kami akan membuat ceritanya. Tapi yang jelas, sesuatu yang terjadi secara fisik pada kami di WorldWare demo version yang akan datang ini, akan terjadi juga pada fisik kami di kehidupan nyata yang ada di survival tube.

“Aku tidak yakin apa ini rencana dari para programmer WorldWare, atau manipulasi dari pihak-pihak tertentu. Kalian bisa mengetahuinya nanti kalau ceritanya sudah berjalan. Tapi seperti sebuah kisah yang dipenuhi villain, akan selalu ada hero yang menyelamatkan kami.

“Dan ya, hero itu juga akan ada di dalam versi demo ini. Salah seorang dari playerplayer yang pernah penulis kami ceritakan dalam perkenalan pemain di awal cerita ini, akan menjadi hero yang berusaha menyelamatkan kami semua.”

“Kau bicara terlalu banyak, Ash.” Jiho menyadarkan Ashley, mencegah model cantik itu untuk tidak terus bicara dan membocorkan cerita pada semua orang karena Jiho tahu, hal itu hanya akan membuat orang-orang kehilangan ketertarikan pada WorldWare.

“Lalu bagaimana denganmu sendiri? Kau tidak berusaha menceritakan apapun pada mereka.” Ashley membela diri.

“Kata siapa? Aku akan menceritakan pada mereka tentang apa yang akan terjadi setelah demo versi itu. Well, kalau semua orang pikir cerita ini hanya akan dihabiskan di dalam WorldWare, maka mereka semua sudah salah besar.

“Di kemudian hari, kami semua akan benar-benar bertemu secara nyata, dan bahkan beberapa dari kami akan meninggalkan WorldWare untuk menjalani kehidupan yang lebih normal.

“Tidak ada yang benar-benar jatuh cinta dalam WorldWare, termasuk Ashley, bahkan aku sendiri. Sudah kukatakan sejak awal kalau jatuh cinta dalam sebuah game adalah hal yang konyol bukan? Dan ya, tampaknya penulis kami juga sepemikiran denganku.”

Jiho mengakhiri kisahnya, kini giliran Baekhyun yang melanjutkan.

“Dia benar, aku dan Jiho tak bisa benar-benar saling menyukai. Jadi jangan berharap macam-macam tentang kami berdua. Kecuali… kalau penulis kami nanti tiba-tiba saja berubah pikiran di tengah pembuatan cerita ini.” Baekhyun membenarkan penjelasan Jiho.

“Dua orang yang sampai akhir saling berbohong tentang perasaan mereka adalah sepasang saudara tiri ini. Mereka begitu mementingkan harga diri, sampai-sampai tak mau bicara soal perasaan mereka yang sesungguhnya, sampai akhir.” Baekhyun melirik ke arah dua orang yang ada di sana.

Sementara keduanya berpura-pura tidak mendengar, enggan rasanya mendengar seseorang bicara tentang kalian, bukan?

“Pada akhirnya, semua player akan tahu tentangku, karena ulah Jiho, tentu saja. Dia adalah sumber masalah dalam WorldWare, kalau kalian mau tahu. Dia membuatku tak lagi jadi invisible, dia juga yang membuat masalah di WorldWare versi demo, karena kemunculannya adalah kecurangan yang tak bisa dianulir.

“Sampai akhir, Jiho adalah pembuat masalah. Tapi ya, tanpa adanya masalah tentu tidak akan ada sebuah cerita, bukan? Dan Jiho adalah cerita itu. WorldWare sebenarnya menjadikan Jiho sebagai highlight dalam permainan. Dia bukan player menonjol, tapi tindak-tanduknya berbeda dengan player lain.

“Itu juga karena dia adalah player utama, salahkan penulis kami jika kalian merasa tidak terima pada dominasi Jiho dalam cerita ini nantinya.”

Baekhyun mengakhiri penjelasannya. Sementara Jiho sendiri memilih tak peduli, menjadi ‘menonjol’ dalam WorldWare bukanlah keinginannya, tapi harus juga dia lakukan. Kalau boleh memilih dia juga lebih suka menjadi player yang biasa-biasa saja.

“Oke, kalian semua sudah menceritakan sedikit tentang WorldWare. Jadi, sekarang aku akan menceritakan tentang NPC yang ada dalam permainan ini.” Wendy berucap, tampaknya dia begitu senang karena menjadi penutup dalam bonus stage lagi.

“Jadi, programmer WorldWare telah membuat command berbeda pada NPC yang ada dalam permainan ini. Itu juga yang menjadi unggulan dalam WorldWare, karena dalam RPG lainnya, kalian tidak akan menemukan NPC-NPC sepertiku dan NPC lainnya.

“Hanya saja, sebagai NPC kami punya akses limited tentang pemikiran. Yang kami lakukan hanya meniru subjek-subjek tertentu yang jadi dasar dalam pembuatan command kami dulu. Kalau kami menemukan tindakan tidak biasa oleh player nantinya, kami bisa saja tidak mengerti.

“Meskipun kami berpikir secara bebas, dan berperasaan dengan bebas selayaknya playerplayer lain, kami punya batasan, kami punya command utama sebagai seorang villain yang diharuskan untuk mengalahkan player manapun yang berhadapan dengan kami.

“Jangan salahkan aku kalau pada akhirnya nanti aku akan kembali ke command awalku dan menyerang Jiho meskipun dia adalah player yang sangat dekat denganku. Ingat, sampai akhir seorang NPC tetaplah NPC. Seorang villain akan tetap jadi villain. Kalian tak boleh percaya pada NPC—terutama villain—yang mengatakan bahwa mereka sama baiknya dan sama berperasaannya dengan player yang merupakan manusia.

“Kami pada dasarnya tetaplah sebuah program yang diciptakan dengan command.”

“Kau sudah selesai?” tanya Jiho melihat Wendy yang terdiam setelah memberikan penjelasan panjang itu.

“Ya, aku sudah selesai. Aku hanya tak percaya kalau aku pada akhirnya akan berusaha membunuhmu juga.” Wendy berucap penuh rasa bersalah.

“Ah, sudahlah. Memangnya kau pikir aku akan membiarkanmu membunuhku begitu saja?” ucap Jiho.

“Benar, lagipula nantinya kau tak hanya akan mengenal Jiho, tapi juga player lainnya.” Taehyung menambahkan.

“Kita sudah selesai, bukan?” Ashley bergerak tak nyaman di tempatnya.

“Ya, kita sudah selesai.” Jiho berkata.

Baekhyun menatap satu persatu player yang ada di sana, mereka semua tampak enggan untuk mengakhiri bonus stage ini, tapi tolong, Baekhyun punya urusan yang harus dia selesaikan.

“Kita bisa bertemu visitors lagi di bonus stage lainnya. Kalian tidak perlu memasang ekspresi mengganggu seperti itu.”

“Mengganggu, katamu?” Taehyung berucap tidak terima.

Baekhyun hanya memutar bola mata tak peduli.

Visitors, sampai jumpa di level berikutnya.”

Cerita di atas tidak ada hubungannya dan tidak akan berpengaruh pada cerita utama Game Over yang ada. Bonus stage di buat di luar alur utama cerita. — IRISH

hold me on: Instagram | Wattpad | WordPress

Iklan

15 pemikiran pada “GAME OVER – Bonus Stage II [Eden’s Nirvana] — IRISH

  1. Ping balik: GAME OVER – Lv. 15 [Dawn Attack] — IRISH | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping balik: GAME OVER – Lv. 14 [Perfect Match] — IRISH | EXO FanFiction Indonesia

  3. Makin penasaran aja sma dunia nyatanya nanti,, gmna ya klau mereka semua udah bertmu di dunia nyata,, apa reaksi jiho melihat baekhyun?…

  4. Makin penasaran sama lanjutan ceritanya.. Kayaknya seru aja waktu nanati mereka udah masuk demo vers. dan aku berharap authornya mau berubah pikiran dan membuat jiho sama baek bisa bersatu di dunia nyata hehehe semangat lanjut author-nim ^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s