GAME OVER – Lv. 17 [Fire on the Temple] — IRISH

G    A   M   E       O   V   E   R

‘ Baekhyun x Jiho (known as HongJoo) ’

‘ AU x Adventure x Fantasy x Romance x Science Fiction ’

‘ Chapterred x Teenagers ’

‘ prompt from EXO`s — Can`t Bring Me Down & EXO CBX`s — Crush U

Game Level(s):

ForewordPrologue A SidePrologue B Side — Level 1Level 10 — Tacenda CornerEden’s Nirvana — Level 11Level 15 — Level 16 — [PLAYING] Level 17

You’re so breathtaking, I’m about to explode
You make my heart go crazy

2017 © GAME OVER created by IRISH

♫ ♪ ♫ ♪

Level 17 — Fire on the Temple

In Jiho’s Eyes…

Mengapa Baekhyun semakin terlihat tampan saja? Apa dia baru melakukan upgrade pada penampilannya? Tidak, dia masih terlihat sama sempurnanya. Dan jantungku masih juga melompat tidak karuan karenanya.

Ada apa denganku? Bagaimana bisa aku menomor duakan Baekhyun dan melupakannya padahal bagi jantungku, dia adalah yang nomor satu?

“Baekhyun, apa kau percaya tentang cinta virtual yang dikatakan orang-orang?” tanyaku membuat Baekhyun akhirnya menatapku dengan alis berkerut.

“Mengapa? Kau ingin katakan kalau kau telah jatuh cinta padaku?” tanyanya to the point.

Ugh, bagaimana bisa ada manusia yang begitu terus terang sepertinya? Apa dia tidak bisa mengatakannya dengan lebih halus?

“Ah, itu, maksudku—”

“—Apa kalian akan membicarakan perihal yang rahasia? Aku tidak keberatan untuk pergi.” tiba-tiba saja Wendy bicara memotong perkataanku.

Aku sendiri masih memasang ekspresi kaku, setelah Baekhyun, sekarang Wendy. Keduanya benar-benar punya bakat menyudutkan orang lain.

“Kalau kau tidak keberatan, tidak apa-apa. Sepertinya Jiho ingin bicara berdua saja denganku.” kata Baekhyun kemudian.

“Baiklah, aku masih menerima permintaan maafmu sampai esok hari.” kata Wendy, dia lantas beranjak berdiri, tidak tampak seolah dia tadi baru saja menangis tersedu-sedu di pangkuan lelaki yang sudah jadi milik orang lain.

Aih, apa lagi yang sekarang ada dalam pikiranku? Merasa cemburu pada Wendy? Jangan bercanda, Jiho, Wendy adalah temanmu.

“Jadi, apa tadi yang mau kau bicarakan?” pertanyaan Baekhyun sekarang menyadarkanku dari lamunan.

“Ah… itu, yah, kau tahu maksudku. Orang-orang kadang bicara tentang bagaimana mereka benar-benar jatuh cinta pada pair mereka dalam permainan. Apa menurutmu, itu masuk akal?” termasuk jika aku katakan aku mungkin jatuh cinta padanya?

Sejenak, Baekhyun terdiam. Ekspresinya yang datar membuatku berpikir, apa yang tengah ia pertimbangkan sekarang dalam benak jeniusnya?

“Kemarilah, Jiho.” kata Baekhyun kemudian, ditariknya lenganku untuk duduk di sebelahnya. Menuruti Baekhyun, aku akhirnya menyandarkan tubuh di batang kayu yang jadi tempat Baekhyun sedari tadi menyandarkan diri.

Selagi berdiam, kuperhatikan keindahan Tacenda Corner yang tak pernah membuat mata merasa bosan. Menyenangkan sekali hidup seperti Wendy, yang setiap hari bisa menikmati keindahan semacam ini tanpa adanya pengusik. Well, meskipun ada player yang masuk ke Tacenda Corner tapi tidak berarti mereka setiap hari datang, bukan?

“Menurutku, semua perasaan yang dirasakan manusia itu, masuk akal. Meskipun hanya secara virtual, tapi dua orang bisa saling berkomunikasi dengan baik, bekerja sama, bertengkar, mereka bisa saling merindukan. Bukankah wajar saja kalau akhirnya jatuh cinta secara virtual itu benar-benar terjadi?” Baekhyun memulai.

“Ya… Dulu, kupikir semua itu konyol. Kau tahu, jatuh cinta secara virtual berarti kau tidak tahu keadaan fisik pasanganmu, bagaimana mereka hidup, atau… apa mereka benar-benar tidak punya pasangan di kehidupan nyata… apa perasaan mereka benar-benar nyata atau hanya euforia sesaat saja. Bagiku, cinta itu tidak nyata.” kataku, teringat pada bagaimana teman-temanku dulu di Town pernah berkelakar mengenai pair mereka yang mereka katakan akan menjadi kekasih sesungguhnya di dunia nyata namun pada akhirnya mereka tinggalkan karena keadaan fisik mereka.

“Cinta itu tumbuh dari rasa percaya, Jiho.” kata Baekhyun, “Kalau kau tidak bisa memercayai pasanganmu, bagaimana dia bisa memercayaimu? Kalau kau hanya menilai pasanganmu dari segi fisik saja, bagaimana dia akan menilaimu? Kalau yang kau inginkan hanya euforia dalam dunia virtual saja, mengapa lantas berani jatuh cinta?” sambungnya membuat hatiku mencelos.

Tidak ada yang salah dari ucapan Baekhyun, tapi rasanya aku justru tersindir. Aku yang merasa Baekhyun begitu memesona karena keadaan fisiknya, sementara aku terus merasa was-was tentang identitas Baekhyun di kehidupan nyata… aku yang lebih percaya diri saat menemui Baekhyun di dalam permainan saja, ketimbang menawarkannya untuk benar-benar bertemu di dunia nyata.

“Berarti aku juga seperti itu padamu, ya…” gumamku tanpa sadar.

“Apa maksudmu?” tanya Baekhyun.

Aku menatap Baekhyun, membiarkan manikku tenggelam di balik gelapnya sepasang manik Baekhyun yang selalu memasang alarm waspada. Melihatnya seperti ini saja sudah sanggup membuat jantungku bekerja dengan tidak normal, bagaimana aku harus bereaksi ketika kami benar-benar bertemu?

“Aku terus memikirkanmu, Baekhyun. Setiap aku offline dari survival mode ini, aku memikirkanmu. Apa yang kau lakukan, apa kau cukup beristirahat, apa kau terjebak dalam battle lagi, apa kau juga memikirkanku seperti aku memikirkanmu…

“Tapi kemudian aku sadarkan diriku, bahwa kau mungkin tidak memikirkanku sesering aku memikirkanmu. Kau mungkin tidak mengingatku sesering aku mengingatmu. Kadang, aku merasa marah pada diriku sendiri, mengapa jantungku terus berdegup tidak karuan setiap kali berhadapan denganmu?

“Karena kau tampan? Karena kau player yang hebat? Atau karena hal lainnya? Tapi di sisi lain, perasaan ini tidak pernah aku rasakan sebelumnya, Baekhyun. Aku mungkin sudah terlalu tua untuk merasakan jatuh cinta, sehingga aku sendiri sudah lupa bagaimana rasanya jatuh cinta itu.

“Tapi setidaknya, perasaan lain ini membuatku merasa lebih baik. Tiap kali mengingatmu, aku merasa senang tanpa sebab. Meski sekarang aku mungkin terlihat konyol… tapi aku rasa, aku sudah benar-benar jatuh cinta padamu, Baekhyun.”

Aku menghentikan penjelasanku, sementara Baekhyun kini menatapku dengan luka dalam pandangannya. Kenapa? Kenapa ia harus memamerkan ekspresi sesedih itu ketika aku baru saja mengungkapkan perasaanku padanya?

Apa dugaanku selama ini benar? Bahwa dia tidak pernah sendirian. Baekhyun juga punya kehidupan yang jauh lebih baik dan pantas jika dibandingkan denganku? Apa hanya aku seorang yang selama ini berpikir bahwa Baekhyun dan aku memiliki kesamaan?

“Oh, Jiho…” Baekhyun menggumam, ditariknya aku ke dalam pelukannya sementara aku merasa dadaku begitu sesak seolah ingin meledak. Aku bahkan kesulitan bernafas hanya karena memikirkan bahwa sekarang Baekhyun tengah memelukku, meski aku tidak tahu apa yang ingin ia utarakan bersama dengan pelukan ini, tapi tetap saja dadaku rasanya begitu sesak.

Baekhyun sungguh membuat perasaanku menjadi gila, tidak karuan.

“Maafkan aku, aku tidak pernah tahu kalau kau merasa terbebani seperti itu karenaku.” kata Baekhyun sementara ia masih mengurungku dalam pelukannya.

Apa sebahagia ini rasanya jatuh cinta? Meski aku tak bisa merasakan pelukannya, tak bisa merasakan bagaimana jemarinya sekarang menyentuh rambutku dan mengusap punggungku, mengapa aku tetap merasa senang?

Cinta pasti memang benar-benar buta, karena tak memandang fisik juga perbedaan. Bahkan dalam dunia virtual seperti ini pun aku bisa merasa bahagia hanya karena seorang pria.

“Aku sungguh minta maaf, Jiho. Kau tahu betapa aku menyukaimu, kau juga harus tahu aku ingin mengungkapkan perasaan itu dengan cara yang sama seperti yang sekarang kau lakukan. Dan aku juga ingin kau tahu kalau aku begitu senang mendengar semua ini darimu.

“Tapi aku tidak bisa, aku tidak bisa mengungkapkannya dengan cara yang begitu terbuka sepertimu. Kita… sedikit berbeda, Jiho. Dan aku tak mampu untuk membalasmu dengan kata-kata yang sama indahnya, tapi aku bisa membuktikannya lewat sikapku.

“Aku bisa buktikan bagaimana berharganya kau untukku, bagaimana kau sekarang sudah menjadi sebuah prioritas bagiku dan eksistensiku. Aku bisa buktikan padamu kalau di balik kesendirianku selama bertahun-tahun, kau adalah oasis yang akhirnya menyadarkanku dan membawaku pada keinginan untuk terus bersamamu.”

Aih, dia katakan dia tidak bisa membalasku dengan kata-kata yang sama manisnya? Tapi mengapa sekarang kalimatnya justru membuatku semakin merasa sesak karena bahagia? Kalau saja ini bukan dunia virtual, kalau saja perasaan ini tak harus dibatasi dinding tak kasat mata bernama permainan, aku mungkin sudah memeluk Baekhyun dengan begitu erat sambil menangis.

Tapi aku tak bisa, kami tidak bisa.

Ada privasi Baekhyun di kehidupan nyatanya yang tidak begitu berani untuk kuusik karena aku takut dia akan merasa tidak nyaman karenaku. Dan keadaanku di kehidupan nyata justru lebih buruk lagi sampai-sampai aku takut untuk menawarkan diri pada Baekhyun agar kami bisa bertemu.

Ada batas dalam cinta virtual ini yang tidak bisa orang lain lihat dan bayangkan bagaimana sakitnya. Berbeda dengan mereka yang mencintai pasangannya dengan terpisah jarak. Di sini, kami justru saling mencinta tanpa berani bertatap muka.

Bodoh, memang. Tapi begitulah cinta virtual berlangsung.

“Apa aku terlihat konyol saat mengatakannya?” tanyaku pada Baekhyun.

“Konyol? Mengapa kau harus terlihat begitu? Sebaliknya, kau justru terlihat begitu cantik. Aku tak pernah melihatmu seperti ini, jadi… rasanya menyenangkan. Kau tahu, semua hal tentangmu saja sudah cukup membuatku merasa senang.” kata Baekhyun, diusapnya kedua pipiku sementara senyum mengembang di wajahnya.

Ah, Tuhan… lagi-lagi aku harus menahan diri untuk tidak menjerit sebab visual Baekhyun terlihat berkali lipat sempurnanya saat dia tersenyum seperti saat ini.

“Maaf, karena aku, wedding kita jadi tertunda.” ucapku, tertunduk malu karena aku terus-terusan membuat masalah saat hubunganku dengan Baekhyun bahkan baru saja terbentuk.

“Tidak apa, tidak masalah, sudah kubilang kali ini aku memahami alasanmu terlambat, bukan? Lagipula, wedding itu hanya formalitas saja. Kita toh bisa tetap bersama meskipun tidak mengadakan wedding, bukankah begitu?” tanya Baekhyun membuatku memberanikan diri untuk mendongak dan menatapnya.

“Apa maksudmu?” tanyaku.

“Pada dasarnya, kau juga tidak mungkin mencari pair lain selain aku, dan aku juga begitu. Bukankah… hati kita sudah terikat satu sama lain?” pertanyaannya sekarang kuyakini pasti membuat pipiku merona merah, hanya saja kami sekarang tidak dalam situasi bisa melihat ekspresi secara nyata.

“Ya, kau benar. Aku tak pernah melihat player lain yang sesempurna dirimu. Tapi, apa menurutmu aku tidak terlalu tua untuk jatuh cinta?” pertanyaanku sekarang malah membuat Baekhyun tergelak.

“Tidak ada kata terlalu tua kalau itu tentang cinta, Jiho.” ucapnya.

“Kalau begitu… apa usia kita terpaut jauh?” lagi-lagi aku bertanya dengan hati-hati.

Baekhyun terdiam sejenak, sebelum dia akhirnya tersenyum dan menggeleng.

“Hanya terpaut sedikit saja.”

“Lebih tua aku, bukan?” tebakku dijawabnya dengan kuluman senyum.

Ya, tentu saja aku lebih tua darinya. Memangnya dengan ketampanan seperti ini Baekhyun akan berusia berapa? Tiga puluh lima tahun? Tidak mungkin. Yang ada, aku justru menduga-duga kalau dia pasti masih berusia di awal dua puluhan dan—tidak. Jangan bayangkan dia berusia di awal dua puluh.

Aku merasa bersalah karena sudah jadi wanita pedofil yang jatuh cinta pada anak-anak. Bagaimana pun, usiaku sudah tergolong tua dalam pandanganku sendiri. Meski Ashley dan Taehyung berkeras mengatakan bahwa aku masih muda karena masih melajang. Tapi itu tidak jadi teori yang membenarkan usiaku masih muda.

“Karena hari belum berganti, bagaimana kalau kita daftarkan wedding kita ke Temple? Sehingga besok kau dan aku bisa sama-sama mengikuti seleksi monthly quest? Itupun kalau kau masih tertarik.” kata Baekhyun.

Aku segera menjawabnya dengan anggukan.

“Ayo, lagipula kalau Temple mengumumkan wedding di malam hari seperti ini, sudah tidak banyak player yang online jadi tidak akan ada terlalu banyak kehebohan.” ucapku.

“Baiklah. Lalu… apa besok kau ada waktu?” tanya Baekhyun lagi.

Apa dia sedang merencanakan wedding kami yang tertunda?

“Mungkin… sore hari, setelah aku pulang dari tempat kerjaku. Memangnya ada apa?” tanyaku dijawab Baekhyun dengan sebuah gelengan pelan.

“Kalau begitu, apa setelah ini kau ada waktu?” ia mengulang pertanyaannya.

“Setelah ini? Tentu saja ada, memangnya kenapa?” lagi-lagi aku bertanya tidak mengerti.

“Bisakah… kau online sedikit lebih lama, Jiho?”

“Untuk apa?”

“Aku sangat merindukanmu, bisa kita habiskan waktu berdua di sini sebelum kau logout dan esok hari meninggalkanku bekerja?”

Ah… Baekhyun! Aku ingin langsung memeluknya saja erat-erat kalau aku tidak ingat ada tata krama yang harus aku jaga di sini.

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

‘Invisible Black telah mengikat janji pernikahan dengan HongJoo di Water Temple. Keduanya berjanji akan saling mencintai sehidup semati dan saling menjaga satu sama lain.’

‘Invisible Black telah mengikat janji pernikahan dengan HongJoo di Water Temple. Keduanya berjanji akan saling mencintai sehidup semati dan saling menjaga satu sama lain.’

‘Invisible Black telah mengikat janji pernikahan dengan HongJoo di Water Temple. Keduanya berjanji akan saling mencintai sehidup semati dan saling menjaga satu sama lain.’

Notice itu mengejutkanku.

Kami masih berdiri di area Water Temple saat kudengar announcement besar menggema sebanyak tiga kali di server. Biasanya, aku mendengar nama player lain dan lantas merasa aneh karena mereka bisa mengikat janji semacam itu dalam permainan. Bahkan mereka bisa tersenyum dengan begitu bangganya saat kereta pernikahan membawa mereka berkeliling Hall Utama.

Tapi sekarang aku mengerti kebahagiaan yang mereka rasakan.

Karena aku sendiri juga tidak hentinya tersenyum sejak tadi.

“HongJoo!”

“Jiho!”

Hey, Hong!”

Aku tersentak saat kutemukan Tarin, Ashley dan Taehyung berdiri di ujung Water Temple, ketiganya pasti datang saat mendengar notice tadi.

“Ash!” aku memekik, kupandang sejenak Baekhyun—yang sekarang tampak seribu kali lipat lebih tampan dari biasanya karena balutan pakaian pengantin berwarna putih yang senada dengan milikku—meminta persetujuannya.

“Silahkan saja, kau tahu tak akan ada yang berkunjung dari pihakku.” ucap Baekhyun sambil melepaskan tautannya pada jemariku, mengingatkanku bahwa selain Cosmic Rings, sekarang ada cincin pernikahan yang juga melingkar di jemari kami.

Segera, aku menghambur pada Ashley dan Tarin, memeluk keduanya erat-erat sementara Taehyung sendiri kupeluk paling akhir.

“Mengapa kau ikut online? Aku pikir Ashley saja yang akan online.” kataku pada Taehyung.

“Aku mau memastikan seperti apa bentuk kakak iparku.” sahut Taehyung enteng, dia kemudian melemparkan pandang ke arah Baekhyun yang sekarang melangkah dengan santai ke arah kami.

“Astaga! Kau sudah gila! Pairmu adalah player paling hot di server!” Tarin mencicit geli, dia kemudian mencubit pipi dan lenganku dengan gemas.

“Aku tahu! Bagiku dia juga sangat hot, tahu!” kataku pada Tarin kemudian disusul tawa kecil dari kami.

“Aku sudah merelakan waktu tidurku untuk menunggu pengumuman di server. Mengapa kalian begitu lama datang ke Temple?” tanya Ashley sembari memelukku dengan erat.

“Aku sungguh senang karena kau akhirnya mengakhiri masa lajangmu dan menikah, meski hanya dalam permainan.” kata Ashley, dia sekarang tampak seperti seorang teman yang sudah selama berabad-abad menunggu sahabatnya menikah.

“Jangan khawatir, aku akan menjaga Jiho sebaik kau menjaganya selama ini.” Baekhyun berkata pada Taehyung, tak lupa keduanya berjabat tangan meski sama-sama melempar pandang tak senang.

“Wah, kau sepertinya sudah tahu begitu banyak tentang Jiho ya. Apa kau juga yang membuat akun Jiho terproteksi?” tanya Taehyung.

“Tentu saja, aku harus pastikan kau tidak akan mengusik akun wanitaku seperti yang kau coba lakukan padaku malam itu, Epic-T.” kata Baekhyun.

Ugh, dua maniak cyber ini…

“Baekhyun, Taehyung, sudah, kalian bisa berdebat soal cyber nanti. Tapi kita sekarang ada di Water Temple dan—”

BLAR!

“—Kyaaaaa!”

“Astaga! Apa itu!?”

Jeritan dari Ashley dan Tarin segera mengejutkanku. Tidak kusangka-sangka, ada lebih banyak tamu yang datang, rupanya. Kukenali White Lion, White Tiger, Zeus, juga belasan pengikut mereka dari Country juga puluhan NPC bayaran ada di halaman Temple.

“Wah, maaf mengganggu upacara bahagia kalian. Tapi kami tidak cukup sabar untuk menunggu sampai pagi.” kata White Lion.

“Ada apa dengan orang-orang ini, mereka benar-benar maniak dalam game.” gerutu Taehyung sambil berdecak kesal.

Ugh, Zeus ada di sana, Medusa, kita harus bagaimana?” tanya Ashley, kebingungan jelas melandanya sekarang.

“Kalian semua logoutlah. Kalian bisa dapat masalah di Town kalau ikut berurusan di sini.” vokal Baekhyun terdengar.

“Tidak, Ash, bawa Medusa pergi. Aku akan bantu Jiho di sini.”

“Apa? Taehyung aku—”

“—Jangan panggil aku dengan nama itu di sini, Jiho. Dan juga, mana bisa aku diam saja saat ada kelompok pengacau yang berusaha merusak hari bahagia sahabatku sendiri?” potong Taehyung, ekspresinya dan Baekhyun sekarang sama-sama kaku, dan menakutkan.

Apa mereka sebegitu marahnya?

“Baiklah. Medusa, ayo kita logout.” kata Ashley sebelum dia memandangku dan tersenyum masam. “Maaf, Jiho, kalau soal di sini, aku sungguh tak bisa membantu.” ucapnya kujawab dengan anggukan.

“Tidak apa, ada Taehyung di sini.” kataku segera membuat Ashley merekahkan senyumnya, dan akhirnya dia membawa Tarin pergi dari Temple.

“Apa bedebah-bedebah ini tak punya sopan santun? Mereka mengacau di pernikahan orang lain.” geraman marah Baekhyun terdengar, dia lantas mencekal lenganku. “Duduk dan tunggu aku di sini.” titahnya.

“Apa? Aku tidak mau membiarkan kalian berdua—”

“—Tidak ada bantahan, Jiho. Aku tak mau kau terluka karena ulah mereka.”

“Dia benar, Hong. Dua orang saja sudah cukup untuk menghadapi mereka.” tambah Taehyung sambil menepuk-nepuk bahuku.

Benar-benar serupa, aku heran apa keduanya jadi saudara yang terpisah atau sejenisnya? Bagaimana mungkin mereka bisa begitu sepemikiran dan komplak dalam hal seperti ini?

“Apa kau berusaha membalas dendam karena aku menyerangmu di akhir honeymoonmu?” Baekhyun berkata cukup keras, dia kemudian melangkah maju ke depan Temple sementara White Lion dan kawan-kawanya menunggu.

“Kau dan HongJoo adalah musuh server sekarang. Kau tidak sadar itu? Jadi, sudah sewajarnya kami datang untuk menghentikan musuh, bukan?” White Tiger menyahuti.

White Horse bahkan ada di sana, apa dia tidak malu pasca—ah, benar. Dia tidak tahu kalau dia sudah melawanku tadi.

Rankku mungkin tidak tinggi, dan aku lebih terampil dalam serangan jarak jauh. Kau bisa atasi mereka dari jarak dekat?” Taehyung bertanya pada Baekhyun. Sejak kapan mereka bisa tiba-tiba berkomunikasi dengan baik selayaknya tim?

“Tidak masalah. Apa kau punya equipment Mage? Biasanya serangan ala Mage bisa banyak mengambil health bar mereka, karena kita sekarang berada di Temple dan bernuansa Mage.” kata Baekhyun sementara dia mengeluarkan—tunggu, bukankah itu Cross sword yang legendaris?

Benar! Cross sword itu hanya ada satu dalam server ini! Dan Baekhyun… memilikinya?

“Aku punya beberapa equipment Mage. Kurasa, Jiho punya lebih banyak karena di awal masuk survival mode dulu dia ingin menjadi Mage.” kata Taehyung, dia keluarkan sebuah Archery dengan anak panah perak, senjata andalan Taehyung untuk menyerang dari jarak jauh.

“Benar, aku punya banyak equipment Mage.” kataku, tidak mungkin ‘kan aku menyebut nama Baekhyun?

“Tidak, jangan Jiho. Mereka akan semakin bersorak senang kalau Jiho ikut terlibat. Mereka pikir, mereka bisa mengabadikan ini sebagai momen bersejarah dimana mereka berhasil menghancurkan weddingku?

“Jangan bercanda, tidak akan kubiarkan bride-ku bergerak sedikit pun dari Temple. Jadi Jiho, diamlah di sana dan lihat bagaimana aku menghancurkan mereka semua.”

Apa ini drama? Apa ini cerita-cerita romansa melodrama ala sejarah? Mengapa sekarang aku jadi merasa seolah aku adalah seorang puteri yang dilindungi pangeran juga ajudannya?

“Bisa aku menyerang mereka secara cyber juga?” tanya Taehyung segera dijawab Baekhyun dengan menolehkan kepalanya dan tersenyum tipis.

“Tentu saja, kita diperbolehkan menang dengan cara apapun bukan?”

Wah, bukan main akurnya Taehyung dan Baekhyun sekarang. Aku sungguh curiga kalau mereka mungkin saling mengenal di dunia cyber tanpa sepengetahuanku. Melihat cara mereka bekerja sama sekarang sungguh membuatku merasa terkesan.

“Apa kau sudah cukup berbasa-basinya!?” teriak Zeus. Dia baru saja berbalik untuk menertawai Baekhyun dan Taehyung saat tiba-tiba saja sebuah cahaya membentuk cross—tanda salib—bersarang di tubuhnya.

Argh!” teriak Zeus, dia tersungkur ke tanah sementara player lain masih berusaha menyadari apa yang sudah terjadi.

Cross sword itu, tentu saja! Oh Tuhan! Bagaimana aku bisa menahan diri untuk tidak meneriakkan nama Baekhyun dan segala pesonanya hari ini?

“Jangan banyak bicara dan bertindaklah, Zeus. Kesombongan tak akan membuatmu menang. Kalian sudah membuatku sangat marah, dan tidak akan kubiarkan satupun dari kalian keluar dari tempat ini tanpa kehilangan setidaknya empat level. Camkan itu.”

Berbeda dengan ekspresi serius dan ancaman di tiap kata yang sekarang Baekhyun lontarkan, ekspresi mereka justru terlihat santai. Iseng-iseng, kuperiksa global chat untuk melihat apa yang telah terjadi dan seperti yang sebelumnya selalu terjadi… mereka selalu curang.

Rupanya, mereka sudah mengumumkan penyerangan ini tadi lewat global chat. Sehingga sekarang, playerplayer mulai berdatangan untuk mengikuti battle di Water Temple yang terbuka ini.

“Kau mungkin sudah lupa, kalau Water Temple adalah arena terbuka dimana semua player bisa ikut terlibat dan kau tak akan bisa membatasi ruang dengan plasma seperti yang terakhir kali kau lakukan.

“Kami sudah belajar, dan kami tahu benar apa kelemahanmu. Jadi… bersiaplah untuk mati, Invisible Black!” White Lion berkata, dia kemudian memberi isyarat pada semua player untuk menyerang Baekhyun, sementara Taehyung sendiri berjongkok di tepi dinding rendah Temple, melemparkan serangan menggunakan Archerynya dengan mode autobotmode yang digunakan untuk melakukan tindakan yang sama berulang-ulang secara otomatis—sementara aku tahu dia pasti sibuk dengan dunia cybernya sekarang.

Ada aturan-aturan terikat dalam permainan ini, salah satunya adalah aturan warna. Dan warna putih, adalah warna khusus yang hanya bisa digunakan oleh player yang tengah mengadakan wedding.

Jadi, sekarang aku bisa melihat bagaimana Baekhyun bergerak di tengah ladang Water Temple yang berwarna hijau terang, melemparkan serangan ke sana kemari dengan gaya mengerikan khas miliknya.

Baekhyun punya ability Mage, kuketahui itu saat aku melihat aura hitam keluar dari tubuhnya. Aura berupa kabut itu kemudian bergerak mengikat beberapa NPC dan membuat NPC-NPC tersebut berbalik menyerang orang-orang yang telah menyewanya.

Berhubung aku sedang jadi seorang puteri yang terjebak di Temple, ada baiknya aku mengawasi saja dari global chat, berapa jumlah player yang akan terus terlibat dalam battle kali ini.

‘Wah, keren! Baru pertama kali ini aku melihat Water Temple dijadikan arena battle!’

‘Ini namanya Fire on the Temple! Ayo kita harus rekam battlenya! Ini sejarah!’

Fire on the Temple apanya… sejarah apanya… mengapa mereka bersenang-senang di atas kemarahan seseorang?

Aku menatap kembali ke arena, menyadari bahwa Taehyung sudah tidak menggunakan sistem auto lagi, yang artinya dia sudah selesai dengan permainan cybernya dan sekarang sibuk menyerang musuh-musuh dengan serangan jarak jauh.

Baekhyun sama sekali tidak tampak kesulitan menghadapi mereka, dia bahkan tidak mengeluarkan equipment lain selain cross sword di tangannya. Health barnya juga masih penuh. DPSnya bertambah. Dan jumlah player yang terlibat juga terus bertambah.

Ini namanya mati satu tumbuh sebelas. Karena kalau kuperhatikan, semakin Baekhyun menumbangkan mereka, semakin banyak juga player yang ikut terlibat.

Baekhyun memang masih bertahan, tapi ekspresinya sudah tampak kelelahan. Sekarang, satu-dua serangan bahkan sudah bisa mengenainya. Dan kusadari aku gemetar ketakutan di tempatku berdiri sedari tadi.

Tolong… tidak adakah yang bisa membantu kami?

Hey, pengantin baru, butuh bantuan tidak?” aku berbalik saat kudengar suara seseorang yang begitu familiar dalam pendengaranku.

“Jae!” pekikku tertahan saat mendapati tim Delta dalam formasi lengkap sudah berdiri di sudut sebelah kiri Temple.

Leader memerintah kami semua masuk ke dalam survival tube begitu Herin melihat ada serangan untuk wedding kalian. Kami mungkin bukan playerplayer handal. Tapi dalam ID alternatif ini, kami bisa berbuat apapun.” ucap Jaehyun, memang, dia tidak menggunakan ID resmi miliknya, tapi aku tentu mengenalinya secara fisik.

Lagipula, bukankah orang-orang lebih mengenali player di sini dengan ID mereka ketimbang wajah?

“Aku tidak bisa berdiam diri saat aku tahu Ace di kelompokku diserang.” Taeil berkata.

“Ya, dan aku juga tidak ingin Temple ini berubah jadi lautan darah. Aku bahkan belum membawa Herin ke sini…” kata Jeno diikuti dengan jitakan gemas dari Jaehyun.

“Kau ini masih terlalu kecil untuk sebuah wedding, tahu!” omel Jaehyun.

Aku justru merasa begitu terharu. Di tengah-tengah kekacauan dimana aku dan Baekhyun tengah jadi musuh server, masih ada orang-orang yang mau memihakku.

“Dan lihat siapa yang juga ikut.” Taeil mengedikkan dagunya, membuatku mengalihkan pandang dan lagi-lagi harus menahan rasa haruku ketika kudapati Ashley dan Tarin berdiri di ujung Temple.

“Aku dan Tarin sama-sama merasa bersalah kalau harus meninggalkanmu di hari bahagia ini. Kita berteman, bukan? Sesama teman, haruslah saling membantu dalam senang maupun tidak.” kata Ashley.

“Terima kasih… teman-teman. Aku sungguh tidak menyangka kalau kalian akan membantuku.” ucapku segera dijawab senyuman dan anggukan oleh mereka.

“Sekarang, beritahu suamimu kalau kami datang untuk membantu. Jadi dia tak akan menyerang kami dengan senjata legendaris itu. Membayangkannya saja sudah membuatku menggigil.” kata Daniel.

“Benar, aku bahkan belum pernah melihat cross sword dengan mataku dan sekarang kulihat cross sword itu terus mengukir darah di lahan Water Temple.” ucap Seungwoo menambahkan.

“Tunggu sebentar, biar aku beritahu dia.”

‘Baekhyun.’

‘Baekhyun, kau dengar aku?’

Aku menatap ke arah Baekhyun, kulihat bagaimana dia menyempatkan diri menatap ke arahku selama sepersekian sekon sebelum dia kembali disibukkan oleh anak buah Zeus dan Lion.

‘Ada apa? Aku sedang sangat sibuk di sini.’

Aku tentu tahu kau sedang sibuk, Baekhyun…

‘Teman-temanku datang membantu. Jangan kau serang mereka juga, oke?’

‘Sebutkan ID mereka, jadi aku bisa memasukkan mereka dalam invisible mode selagi bertarung. Aku tak mau mereka mendapat masalah saat kembali ke Townnya.’

‘Begitukah? Tapi mereka semua sudah memakai ID alternatif—ID ilegal, maksudku. Kecuali Tarin dan Ashley. Keduanya adalah Aphrodite dan Medusa dari House of Zeus.’

‘Baiklah. Katakan pada mereka kalau aku akan bertanggung jawab atas level mereka yang mungkin terenggut kalau mereka game over karena diserang di sini.’

‘Siap! Oh, kau tahu? Mereka menyebut kita Pengantin Baru, kkk~’

‘Jiho, jangan menggodaku sekarang, aku tak akan bisa berkonsentrasi kalau kau dan kecantikanmu sekarang terus terbayang dalam benakku sebagai pengantin.’

Mengapa Baekhyun selalu begitu baik dalam merespon semua hal?

“Sudah kusampaikan padanya. Dia tadi berkata bahwa Tarin dan Ashley akan sedikit masuk ke invisible mode agar tidak ketahuan, karena mereka berdua memakai ID yang asli.” kataku pada Taeil juga yang lainnya.

“Aku dan Tarin akan menyerang dari sisi yang sama dengan Taehyung. Biar kami berdua yang mengurus semua player yang berusaha mendekati Temple.” kata Ashley.

“Daniel, Seungwoo, kalian urus NPC sewaan itu. Tahu apa yang harus dilakukan, bukan? Jeno dan Herin bertugas mengalihkan perhatian player yang tengah menyerang Invisible Black.

“Jaehyun dan aku akan menjadi tameng player Invisible itu. Kita gunakan strategi 4-2 yang pernah kuajarkan. Siap?” kata Taeil menjelaskan pada tiap anggotanya.

“Siap, Leader!” kata anggota tim Delta dengan kompak.

“Lalu, apa yang harus pengantin baru ini lakukan?” tanya Jaehyun dengan ekspresi tidak terima yang dibuat-buat.

Taeil, menatapku sebelum dia lantas tersenyum.

“Pastikan kau besok ada di kantor jam tujuh tepat, karena kami semua bermalam di kantorku untuk membantumu dan kekasihmu itu. Kita harus menampilkan demo villain besok pagi, kau siap?” tanya Taeil segera kujawab dengan anggukan mantap.

“Ya, tentu saja aku siap.” ucapku.

Taeil kemudian mengeluarkan sebuah golden sword, player lain juga mengikuti, mereka rupanya juga punya rarely items sebagai senjata.

“Kapan lagi kita bisa membakar Water Temple? Ini kesempatan yang luar biasa langka, melihat Water Temple terbakar dengan menjadi bagian dari Invisible Black. Sekarang aku tahu bagaimana bangganya Jiho yang berdiri sebagai pair dari player hebat itu.”

Taeil sempat berkata, sebelum dia mengisyaratkan pada teman-temannya untuk turun ke arena dan ikut serta dalam battle.

Meski kami tetap kalah jumlah, nyatanya battle ini menjadi seimbang. Entah, karena strategi Taeil yang sudah begitu rapih dan tidak terduga, atau karena orang-orang hanya bermain dengan emosi dan keinginan untuk menyerang Baekhyun, tapi battle ini mulai terlihat berimbang.

Beberapa player wanita berusaha menyerang ke Temple, tapi Ashley dan Tarin dengan cekatan memberikan serangan mereka. Karena melawan player wanita tidak akan jadi seberat melawan player pria.

Hah! Rupanya kau sudah punya komplotan, HongJoo!” SelynMa, berkata dengan berang ketika dia harus melawan Tarin dan Ashley.

“Kau ternyata diam-diam senang menyerang juga. Tanpa suara, menjadi pengkhianat rupanya sudah membuat nyalimu jadi begitu besar.” kata Selyn, lagi.

SRASH!

Akh! Hey! Kau curang! Kau menyerangku saat aku lengah!” Selyn berteriak dengan marah pada Ashley yang baru saja menyerangnya membabi-buta.

“Salah sendiri, memalingkan wajah dari musuh. Kau pikir aku tak akan menyerangmu, begitu?” kata Ashley, jengah juga dia tampaknya karena sikap sok cantik yang selalu Selyn pamerkan selama ini.

Hitung-hitung, Ashley jadi bisa membalas dendam tanpa ketahuan. Karena sekarang identitasnya dan Tarin sedang dirahasiakan. Seperti aku dulu saat pertama kali masuk ke dalam invisible mode, Ashley dan Tarin pasti merasakan kesenangan tersendiri saat bisa menyerang player tanpa harus khawatir akan ketahuan.

“Tutup mulutmu dan turunlah kemari, penyihir licik!” teriak Selyn membuatku terkekeh geli dari tempatku sekarang bisa duduk manis dan mengamati.

“Apa kau baru saja menikah?”

“Ah, ya, aku baru saja mengikat janji di Temple ini.”

Kuperhatikan bagaimana sekarang Selyn susah payah berusaha menahan serangan dari Ashley sementara Ashley sendiri tidak tampak berusaha melonggarkan serangannya.

“Apa pairmu Invisible Black?”

“Hmm, dia memang tidak memakai pakaian hitam seperti biasanya. Tapi dia tetap terlihat keren, bukan?”

“Mengapa kalian mengadakan battle di Water Temple?”

“Aku tidak tahu, mereka yang tiba-tiba saja datang menyerang kami. Memangnya kena—” kalimatku terhenti saat kusadari aku baru saja bicara dengan begitu santai pada seseorang yang tidak kukenal.

Saat aku melemparkan pandang, seorang gadis cantik mengenakan gaun berwarna biru laut sekarang tengah berdiri di dekat pintu masuk Temple, mengawasi battle yang tengah terjadi.

“Siapa kau?” tanyaku, menyadari bahwa dia hanya memasang alternate ID seperti—ah, apa dia NPC?

Gadis berparas sempurna itu, melemparkan pandangannya padaku, dengan sepasang manik denan kilau biru laut, dia menatapku seolah aku baru saja melakukan kesalahan karena telah menanyainya.

“Aku adalah villain di Water Temple, yang bisa dibangunkan jika seorang player berbuat kekacauan di sini. Tapi… sekarang kulihat bukan hanya satu orang yang telah membangunkanku.

“Kalan membakar tempat suci ini, membuatnya penuh dengan darah. Bagaimana aku bisa duduk diam dan menunggu tempat tinggalku dihancurkan?”

Tunggu dulu, dia seorang villain? Di Water Temple ada villain? Bagaimana bisa? Bukankah tempat ini bukan bertujuan sebagai arena? Mengapa ada seorang villain di sini?

Deep Sea. Namanya adalah Deep Sea. Deep Sea… Sea. Air. Dia pasti villain air.

“Yang berpakaian putih itu pairmu?” tanya Deep Sea sambil melangkah ke arahku.

“Y-Ya… dia pairku.” ucapku, dengan sigap aku berdiri dan melangkah menjauhinya selagi mengeluarkan ministry swordku dan menggenggamnya dengan waspada.

Berkebalikan dengan reaksiku, Deep Sea justru tersenyum.

“Tenang saja, aku bukannya mau menyerang pasangan yang baru saja mengikat janji suci di tempat ini. Sebaliknya, aku akan membersihkan tempat ini dari para pengganggu.” tepat setelah berkata begitu, Deep Sea meluncur dengan menggunakan air sebagai medianya.

Sontak, aku terperanjat. Menyadari bahwa sekarang Baekhyun justru terjebak dalam masalah yang lebih rumit. Masalah dengan villain. Bagaimana dengan Taeil dan yang lainnya?

‘Baekhyun! Ada villain air bernama Deep Sea sedang menuju ke tempatmu!’ aku segera berteriak pada Baekhyun melalui pesan.

Dan seperti dugaanku, Baekhyun berbalik, menatap ke arah Deep Sea yang sekarang melayang di udara dengan media air, sementara air di sekeliling Water Temple tiba-tiba saja bergolak.

Gawat! Dia bukannya mau menyerang Baekhyun, tapi player lain yang ada di sini.

“Taehyung, Ashley, Tarin! Segera pergi! Dia adalah villain di sini!” teriakku memperingati ketiga temanku yang posisinya paling dekat.

Bagaimana aku harus memperingati Taeil dan yang lainnya!?

SRASH!!

Aku tersentak bukan main saat sebuah gelombang air besar menyapu barisan player yang terdekat dengan sisi tepi lahan Water Temple.

“Beraninya kalian, mengotori tempat suci ini dengan darah dan api, dua hal yang paling kubenci.” Deep Sea berkata dengan lantang, sebagai NPC tentu dia bisa bicara selantang itu. Apalagi dia adalah villain.

Ugh, apa semua villain di tempat ini secantik Wendy dan Deep Sea?

“Lihat! Ada villain di tempat ini!”

“Sialan! Ayo segera pergi!”

“Kalian tidak bisa pergi semudah itu. Semua yang telah ada di sini akan terkurung dan harus mengalahkanku untuk bisa keluar. Kecuali… kalian mau merelakan diri untuk tenggelam dalam air 1000 kubik milikku.” lagi-lagi Deep Sea berkata, dia memang tidak bicara dengan nada kekanak-kanakkan seperti Wendy, tapi tetap saja, keduanya sama-sama villain yang mengancam.

Berhadapan dengan villain tidak terduga seperti ini, resikonya tentu sangatlah tinggi. Dan aku tidak yakin berapa banyak level yang akan terkuras hanya karena berhadapan dengannya?

Sementara playerplayer berusaha melepaskan diri dari belenggu air milik Deep Sea, Baekhyun justru melangkah mundur dengan santai. Seolah dia sudah tahu bahwa dia tidak akan diusik oleh Deep Sea.

Apa Baekhyun memang sudah tahu tentang keberadaan Deep Sea ini?

Tapi bagaimana nasib Taeil dan yang lainnya?

“Baekhyun, teman-temanku!” aku memekik begitu Baekhyun sampai di Temple.

“Apa?” ucapnya dengan nafas terengah-engah, peluh dan darah mengotori tubuh dan pakaian Baekhyun, tapi aku sungguh tak bisa tinggal diam saat melihat Taeil juga yang lainnya harus terluka karena villain ini.

“Mereka datang untuk membantu. Kumohon, selamatkan mereka…”

Baekhyun menatapku dalam diam, tatapannya sekarang sungguh tak bisa kuartikan. Aku tahu, aku begitu egois karena sudah memintanya untuk menyelamatkan player lain sementara dia sendiri sejak tadi sudah bersusah payah bertahan demi harga diri dan melindungiku.

Tapi aku tidak ingin membiarkan teman-temanku tenggelam disapu ombak milik Deep Sea ini. Sungguh.

“Baekhyun…”

Baekhyun akhirnya mengerjap cepat, kemudian dia tersenyum dan mengusap pipiku lembut sembari mengangguk.

“Aku tahu, kau tidak perlu memohon padaku, Jiho. Cukup katakan saja apa yang kau inginkan, dan aku akan melakukannya. Tunggu di sini dan pastikan tiga temanmu tetap di sini. Mengerti?” pesan Baekhyun sementara dia segera melangkah keluar dari Temple lagi.

“Baekhyun!” panggilku lagi membuat Baekhyun terhenti.

“Ada apa, Jiho?”

“Terima kasih…” ucapku, tulus. Kalau saja aku ada di posisi Baekhyun, yang baru saja meluapkan kemarahannya pada orang-orang yang sudah mengacaukan wedding miliknya yang bahkan sempat dilupakan oleh wanita sepertiku, aku pasti tak akan mau repot-repot dimintai tolong.

Tapi Baekhyun tidak begitu. Dia tetap jadi Baekhyun yang kukenal, dia tetap Invisible Black yang terkenal itu.

“Aku adalah milikmu sekarang. Bagaimana mungkin aku mengingkari kehendakmu?”

Oh… sungguh. Bagaimana sebenarnya Tuhan menciptakan Baekhyun sampai dia jadi begitu sempurna seperti ini?

— 계속 —

IRISH’s Fingernotes:

Ya Lord, tolong. Enggak cuma Jiho yang harus minta tolong di sini, tapi diriku juga patut meminta bantuan… KENAPA KALO NGETIK GAME OVER ITU SELALU OVERLOAD? KENAPA JARI INI ENGGAK PERNAH BISA DISTOP KALO NGETIK GAME OVER?

Fyi, ini sebenernya masih ada lebih sekitar 1500-an kata sebelum aku sadar kalo udah nembus 6000 kata lebih dan akan mabok juga yang baca chapter ini… tapi aku begitu semangat kalo udah ngetik bagian Baekhyun jadi superheronya Jiho itu ;w; harus gimana dong menghadapi situasi kayak gini?

Apa dua puluh tiga chapter lagi akan cukup buat menyelesaikan keinginan dahsyatku sama Game Over ini ;~~; bismillah aja deh ya.

BTW BAEKHYUN, KAMU BISA ENGGAK SIH GAUSAH BIKIN BAPER!? YANG NGETIK INI LOH JADI IKUT BAPER… padahal apasih aku cuma kutu lembu ;~~; kok ya lancang mau ikutan baper kayak Jiho.

Dan oh ya ~ sebenernya mau post ini pas tengah malem, kayak biasanya. Tapi apa daya… aku sadar kalau jaraknya sama Epic-T kemarin terlalu deket, jadilah dia aku buang menjelang senin gitu, biar greget, LOLOL. Alasan kurang ajar macam apa ini… tapi gapapa ya, yang penting kan udah beneran double post, pembacaku tersayang~

Ya udahlah, segitu dulu dariku. Soalnya ini chapter udah overload kayak air 1000 kubiknya Deep Sea aka Seana (dia belum kenalan pake nama itu kan yha, WKWK). Ya sudah, udahan dulu ya ~ sampai ketemu di akhir pekan!

Selamat hari Senin, fellas!

Salam kecup, Irish.

p.s: pas ngedit, aku sadar kalo di sini ada 100 dialog! Rekor! Tumben genap, gitu. Kkk~

hold me on: Instagram | Wattpad | WordPress

37 tanggapan untuk “GAME OVER – Lv. 17 [Fire on the Temple] — IRISH”

  1. KO AKU SENYUM2 SENDIRI SIH BACANYA?, tapi kesel juga ya orang nikahan malah diganggu, jadi battle lagi, tapi disini baekhyun seksi deh lawan mereka masih pake baju penganten, kesemsem dah udah si jiho

    Lanjutkan kaaaaaaaa, fighting💪💪

  2. Ya lord aku bersyukur udah kepo sama profil ka irish di wp yg selama ini aku lewatin. Kalo gak aku gak bkl liat alamat wordpressnya.
    Alhamdulillah bisa mengobati kekepoan dari kelanjutan fanfict ini 😂
    Btw chemistry baek-v gak disangka bgt tp keren wehhh duo hacker

  3. Boleh nggak sih kalo aku ngayal jg jiho nya ??
    Mbak jiho nikmat mana lg yg engkau dustakan
    Baper tingkat dewa jiho sama baekhyun yg wedding tp aku yg berbunga bunga. Mbak jiho lakinya dijaga ya jgn sampai lecet. Bakehyun jg jiho nya dijaga ya

  4. Awawawaw.. awwwwwww…
    ni ff kok rasa nya nano nano yaa…
    awalnya takut baek-ho gak jadi wedding trus perang dingin. Udah gitu baca kebawah lagi seneng liat jiho ngakuin prasaannya. Tapi ada juga terharunya. And yg terakhir itu looo keselllll nya… bangetrtttt…
    Apaan coba ngancurin wedding orng lainn.. nyebelin mahhh…

  5. Kak irish sumpah parah banget ya tuhan ngga kuat aku kak!!!

    Baek…. Kau.. Membuatku ingin cepat kawin!!!
    Tapi kawinnya sama kamu baek 😥
    Kak.. Ngga sanggup lagi… Ngga kuat diri ini disuguhin baekhyun yang HOT kayak gini woyy :’

  6. AAAAAAAAAAAAAAAA
    Baekhyun kau berhasil membuatku baper sebaper bapernya
    Ini apa coba riiiisssh? Apa??? Kamu mau buat kesehatan jatung aku memburuk gitu? Tega ya kamu???/ditimpuk/
    Wow!!! Ini tuh kek yg double bonus. Bisa liat Taehyung sm baekhyun di satu battle yg sama. Terus juga bisa ngeliat gimana baekhyun akhirnyaaaaaa ama jiho nikah.
    Makasih author. Ku terharu baca part ini

    1. XD BUAKAKAKAKAKA KAMU YANG BAPER KOK AKU YANG BAHAGIA XD
      abisnya si cabe itu emang cocok buat dijadiin peran tukang bikin baper di sini XD wkwkkwkwkwk

  7. yaaampuuuun gue gilaaaaa~
    gue penasaran iq nya irish itu berapa sih??
    kenapa bisa bikin ff sesempurna ini dengan segala imajinasinya..
    salut gue sumpah..!!
    gue suka semua karakter baekhyun buatan irish

    1. jangan bahas IQ karena punyaku akan sama saja dengan punya orang lain XD mungkin karena pas kecil kepalaku sering kepentok lantai jadi otaknya agak geser, terus demen berimajinasi kayak gini XD wkwkwkwk
      makasiihh :’) sesungguhnya ff ini hanyalah debu alay yang berembus…

  8. Kak Rish 😭 tadi ane udah komen tapi malah ga kekirim… Anelupa tadi ngomong apa aja.. pokoknya intinya ane senyam-senyum terus baca chapt ini. . N makasih kak udah posts double chapt.. ditunggu lanjutannya…

  9. Ane ga berhenti senyam-senyum Dewe baca chapt ini kak Rish.. si Baekhyun kok sweet amat yah.. vangsat2 tapi sweet gto..
    Btw kak.. ane masih penasaran Ama si pria berjas merah kemaren.. member eksoh kah??

  10. lni bener” amazing ciyus ga boong kkk~ aku gatau terbuat dari apa otak ka rish itu sampe bisa bikin cerita fantasy yang sebegini kerennya.. Aku bahkan ga bisa berhenti buat selalu bilang ‘wow’ saat banyak adegan yang menurut aku berpikir lebih keras 😀 *maklum otak lemot* aku juga ikutan baper gara” si byun cabe itu.. Kata” nya selalu bikin errr jantung jumpalitan :v sebenernya aku kurang suka sama ff yang on going tapi karna aku udah kecantol berat sama ini ff jadi ya sabar” aja tunggu kelanjutannya. Di tunggu ka kelanjutannya jangan lama”. Fighting!!! ^^ btw di music bank kemarin si cabe kena peluk lucky fan haaaa TT

    1. XD buakakakkakakaka ini bener2 astral ya, sudah aku nerima kok kalo dia ini emang astral sih XD wkwkwkwkwkkw otak aku terbuat dari apa ya XD sama kok materialnya sama pembuatan otak2 lainnya /apaan banget/ XD wkwkwkwkwkwk aku juga baper… ya lord baper berat sama tiap kelakuannya Baekhyun di sini XD

  11. Dear Irishnim,

    Hohhh….
    Merinding akuh bacanya. Aku gak tau lagi part mana, soalnya every single part – i repeat irishnim, EVERY SINGLE PART – of this story bikin greget.
    Okeh, deep breath please. Deeepp breaathhh.

    “Aku adalah milikmu sekarang. Bagaimana mungkin aku mengingkari kehendakmu?”

    Iyah. Gimana mungkin yah?
    Trus aku baru baca Liv, 1 slice , udah komen. Nanti pas break time di office ta’ lanjut.

    Di adaptasi ke movie ajah Irishnim.
    Nanti cari sponsor dari koriyahh.. hhehe.
    Btw bossku ini Hwejangnim org sono loh. /ga nyambung, iniapasih/

    Pokok’e Himnebuseyo. Ta’ tunggu next week ya.

    *bow
    Sincerely,
    Shannon

    1. XD KAK SHAN! mampir lagi di Game Over, alhamdulillah ndak mabok baca cerita ini kan kak XD wkwkwkwkwkwkkw YA LORD MAKASIH BANYAK, CERITA ASTRALKU ADA YANG BACA TUH HATIKU UDAH SENENG SEKALI XD XD XD
      jangan diadaptasi movie kak, terlalu nista ini cerita… terlalu nista… XD

    2. Dear Irishnim,

      Ehehehehehh…
      Gak, gak mabok. Kecanduan sih iyahh. XD

      Ehtapi betewe, besok jumat yah? /kedipganjen/
      Level 18 mo dipost besok apa senin?
      /maaf, dakuh jadi nagih nih/

      Yee… si Baek Cabe pasti bakal amazed kalo Game Over di adaptasi ke Movie,
      Dia pasti bakal mikir, ‘Wah, jangan jangan aku memang punya kepribadian terpendam kek aku di movie.’, lalu dia bakal berterimakasih ke Irishnim karena itu cerita.
      /hhehehehe… imajinasiku kemana-mana nih…/

      Okeh, once again, Himnebuseyo~~

      Sincerely,
      Shannon

    3. Level 18 udah post kak XD kalo game over jadwalnya jumat/minggu sih sebenernya XD wkwkwkwkwkwk
      BUAKAKAKAKA AKU NGAKAK LOH KAK SAMA BAGIAN BAEKHYUN SADAR DIA PUNYA KEPRIBADIAN LAIN KAYAK DALEM FF, sesungguhnya Baekhyun di kehidupan nyata itu begitu nista…

  12. tolong ingatkan kalau ini cuma fanfiction…

    TAPI YA LOOOORRDDD… AKU MERINDING CAMPUR TERHARU BACANYAAAAAAA…..
    huft… daebak, bikin iamjinasi ke mana-mana, bikin emosi labil..
    /up and down like a roller coaster
    ajikdo nan jeongsineul chariji moshan geolkka
    soyongdorichineun kkamadeukhan neupe ppajyeo
    heoujeok se beon ne beon tto banbokdoegessji
    I hate you/
    sengaja gue ngerap part nya chanyeol di sini, biar si baekhyun inget sama lakinya(??)

    Woo…
    NAEGA MICHYEO

    1. BUAKAKAKAKAKAKAKKAKAKKAK AKU PAS NGETIK JUGA SERASA NAIK ROLLER COASTER, NDAK KUAT TIAP MAU NGETIK BAGIAN ACTIONNYA BAEKHYUN MESKIPUN ENGGAK SEBERAPA. BIKOS DI POV JIHO SI BAEKHYUN INI RWAR BYASAHH XD WKWKWKWK

  13. HEH YANG DISINI IKUTAN BAPER JUGA WOY MASIH PAGI SENYUM” GAJELAS LIAT HAPE MALAH DIBILANG EMAK LAGI CHAT SAMA COWOK. HEOL MAK INI ANAKMU MASIH JOMBLO YG MALES BAPER KE COWO” ENAKAN BAPER KE OPPA” AJA HEUHEU.

    1. BUAKAKKAKAKAKA AKU JUGA MASIH BAPER LOOOHH AKIBAT CHAPTER INI, NDAK KUAT KOKOROKU NDAK KUAT T.T WWKWKWKWK IH KAMU MAH, EMAK KAMU SEJENIS SAMA EMAKKUH ~

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s