GAME OVER – Lv. 18 [WorldWare 4.2.4] — IRISH

G    A   M   E       O   V   E   R

‘ Baekhyun x Jiho (known as HongJoo) ’

‘ AU x Adventure x Fantasy x Romance x Science Fiction ’

‘ Chapterred x Teenagers ’

‘ prompt from EXO`s — Can`t Bring Me Down & EXO CBX`s — Crush U

Game Level(s):

ForewordPrologue A SidePrologue B Side — Level 1Level 10 — Tacenda CornerEden’s Nirvana — Level 11Level 15 — Level 16Level 17 — [PLAYING] Level 18

You’re driving me crazy

2017 © GAME OVER created by IRISH

♫ ♪ ♫ ♪

Level 18 — WorldWare 4.2.4

In Jiho’s Eyes…

“Baekhyun!”

“Ada apa, Jiho?”

“Terima kasih…”

“Aku adalah milikmu sekarang. Bagaimana mungkin aku mengingkari kehendakmu?”

Oh… sungguh. Bagaimana sebenarnya Tuhan menciptakan Baekhyun sampai dia jadi begitu sempurna seperti ini?

SRASH!

Aku sedikit berjengit kaget saat kudengar suara ledakan cukup keras di depan Baekhyun. Rupanya, Baekhyun baru saja melemparkan sebuah ledakan plasma ke arah Deep Sea, hal yang membuat villain cantik itu berbalik—melepaskan atensinya dari playerplayer yang sekarang tengah berusaha dilenyapkannya—dan menatap Baekhyun.

“Jangan mencari masalah denganku, Invisible Black.” katanya menyebut nama Baekhyun seolah sedikit saja Baekhyun bertindak, Deep Sea bisa saja berbalik menyerang Baekhyun ketimbang player lainnya.

“Hentikan, kau sudah banyak mengacau.” ucap Baekhyun, sekilas dipandanginya segelintir player yang tersisa, sementara atensinya bersarang pada Taeil dan yang lainnya, health bar mereka sekarang kritis.

“Ini bukan urusanmu.” Deep Sea menyahut, dia lemparkan sebuah serangan air berbentuk pusaran pada Baekhyun, serangan yang dengan mudahnya Baekhyun tepis menggunakan lengannya.

“Jadi urusanku karena kau berusaha menyerang orang-orangku.” kata Baekhyun, dia lantas mengaktifkan sebuah equipment lagi, membuat sepasang sayap berwarna hitam kelam muncul di punggungnya, beserta aura after effect yang pernah kulihat.

Ada apa dengan Baekhyun? Bagaimana bisa dia memiliki aura mengerikan itu padahal dia tidak sedang ada di tengah after effect?

“Kau mencari masalah denganku, rupanya.” Deep Sea berucap, dia lepaskan cengkramannya pada player yang tersisa, memberi Taeil dan kawan-kawannya ruang untuk melarikan diri.

“HongJoo, bawa mereka pergi!” Baekhyun berteriak, sebelum dia kemudian melayangkan serangan sengit pada Deep Sea.

“Taeil, ayo logout!” teriakku pada Taeil, segera Taeil menyahuti dengan anggukan, dan dia kemudian menghilang bersama anggota tim delta yang lain.

Ashley dan Tarin juga Taehyung sendiri masih berdiri di tempat yang sama, menonton pertarungan sengit Baekhyun dan Deep Sea.

“Ini gila, bagaimana dia bisa bertarung semengerikan itu?” tanya Taehyung, dia kemudian menatapku—yang juga sama terpananya sekarang.

Aku tak pernah melihat bagaimana Baekhyun saat melakukan battle dengan villain, tapi caranya sekarang menyerang Deep Sea sungguh tidak main-main. Gadis bergaun biru laut itu sekarang bersimbah darah, erangan kesakitan terus keluar dari bibirnya sementara Baekhyun tidak kunjung menggencarkan serangannya.

“Kau katakan aku menantangmu? Mencari masalah denganmu? Apa kau bercanda?” sempat kudengar kalimat Baekhyun, sebelum dia sekali lagi mencabik tubuh Deep Sea menggunakan cross swordnya.

“Hentikan! Hentikan!” Deep Sea meraung kesakitan, lagi-lagi darah keluar dari luka yang diciptakan Baekhyun di tubuhnya.

“Sudah kukatakan, kau banyak mengacau, mengapa memaksaku melakukan hal ini padamu?”

Dalam pandanganku sekarang, aku seolah melihat seorang pria yang tengah memukul habis-habisan wanita. Darah Deep Sea sungguh terlihat nyata dalam visualisasiku, bahkan aku bisa melihat bagaimana darah itu mengotori pakaian dan wajah Baekhyun sementara Baekhyun masih terus menyudutkan villain tersebut.

“Jiho, hentikan dia. Pemandangan ini sungguh tidak enak dipandang.” kata Ashley, tampaknya dia sepemikiran denganku soal apa yang kami lihat sekarang.

Siapapun pasti tak akan sampai hati menontonnya, meskipun semua orang tahu Deep Sea itu hanya seorang NPC, program dari game ini sendiri. Tapi pemandangan ini terlalu mengerikan.

“Aku tidak tahan, aku akan logout sekarang.” Tarin berucap, dan tepat setelah menyelesaikan kalimatnya, Tarin menghilang dari pandanganku.

“Sebaiknya kita juga pergi, Ash.” kata Taehyung, dia tak ingin berkomentar mengenai apa yang sekarang Baekhyun lakukan, kurasa. Sebab Taehyung pasti mengesampingkan irasionalitasnya, bagaimanapun, Deep Sea hanyalah seorang NPC.

“Ya… Jiho, aku pergi dulu, berada di sini mungkin membuatku berpikir priamu tengah menyiksa seseorang dengan cara yang keji.” Ashley berkata sebelum dia menginjak logout, mengikuti langkah Taehyung.

Aku sendiri sekarang berdiri mematung, mengabaikan tubuh-tubuh player yang sudah game over namun belum bisa melakukan logout—hal semacam ini terjadi apabila health bar seorang player mencapai titik zero, mereka akan game over namun tidak bisa logout—aku melangkah mendekati Baekhyun yang sekarang tampak tengah berusaha menghancurkan pertahanan Deep Sea menggunakan ikatan plasmanya.

“Baekhyun, sudah cukup,” aku berucap padanya melalui private chat saat aku sampai di belakangnya.

Sontak, tindakanku membuat Baekhyun berbalik, menatapku dengan pandangan yang tak bisa kuartikan, tapi dia hentikan juga tindakannya.

“Pergilah, sebelum aku mencabikmu di sini.” Baekhyun berucap dengan nada dingin, bukan untukku, sungguh. Dia mengatakan hal itu pada Deep Sea, tapi tatapannya tertuju padaku dan membuatku merasa seolah Baekhyun hendak membunuhku.

“Kau telah mengikat dirimu dengan orang yang salah!” Deep Sea berteriak padaku sebelum dia kemudian berlari pergi dan menghilang dengan berubah menjadi debu halus berwarna biru.

“Abaikan saja perkataannya, dia selalu begitu pada semua player yang berhasil memaksanya ke titik akhir.” ucap Baekhyun, sempat dia lemparkan pandangan geram pada Deep Sea saat gadis villain itu tadi berlari pergi.

Tentu saja aku mengabaikannya. Maksudku, semua NPC di sini bicara dengan aturan dari program mereka. Seperti Wendy yang ingin berteman denganku tapi tak bisa mengingkari commandnya untuk menyerangku dan memaksaku game over, aku yakin Deep Sea juga begitu.

“Pakaianmu kotor, Baekhyun.” aku berucap, tanpa sadar jemariku bergerak mengusap percikan darah yang mengotori wajah Baekhyun—pemandangan yang sungguh membuatku merasa tidak nyaman karena terus berpikir bahwa dia baru saja melakukan kejahatan pada seseorang.

Tidak malah menyahutiku, Baekhyun justru mencekal kedua tanganku, membuatku mau tak mau mengalihkan pandang ke arahnya.

“Kenapa?” tanyaku.

Tidak lantas menjawab, Baekhyun malah memandangku dalam diam.

“Ada apa?” ulangku, masih juga tidak mendapatkan jawaban. Dan sialnya, jantung ini justru makin melompat tidak karuan karena tatapan Baekhyun yang sekarang—aih, berapa ribu kali aku harus menggambarkan kesempurnaannya?

“Maaf, Jiho.” Baekhyun akhirnya berkata.

“Maaf untuk apa?” tanyaku tidak mengerti.

Apa yang sudah dia lakukan sampai meminta maaf begitu padaku? Bukankah aku yang seharusnya berterima kasih karena dia telah melindungiku dan bahkan menyelamatkan teman-temanku?

Baekhyun bahkan sudah mengubah weddingku—wedding yang kupikir akan jadi pertama sekaligus terakhir kalinya bagiku di dalam WorldWare—menjadi sebuah wedding bersejarah.

Bayangkan saja, wedding siapa lagi yang akan dipenuhi darah seperti ini?

“Aku mengacaukan segalanya.” Baekhyun memulai dengan gugup, kurasakan bagaimana jemarinya sekarang meremas jemariku sementara pandangan Baekhyun mengelana. “Aku seharusnya menjadikan wedding ini spesial untukmu, untukku, untuk kita. Tapi karena historyku, tempat ini malah berubah menjadi arena battle.

“Aku sempat berpikir jika mereka akan mengacaukan pernikahan kita, tapi tidak kusangka mereka justru datang ke tempat ini dan—” ucapan Baekhyun terhenti saat aku putuskan aku tak akan menyalahkannya.

“—Cukup, Baekhyun. Kau tidak salah apapun.” kataku sementara sekarang kedua lenganku melingkar di tubuh Baekhyun. Masa bodoh dengan pakaian penuh darah yang dia kenakan, darah itu tak akan benar-benar mengotoriku.

“Kau justru membuat wedding ini menjadi pernikahan yang tak akan bisa dilupakan, oleh siapapun.” kataku lagi.

“Kau… tidak menyesal?” tanya Baekhyun membuatku melepaskan rengkuhanku untuk memerhatikan ekspresinya sekarang.

Mengapa dia menanyakan pertanyaan yang jawabannya sudah sangat jelas?

“Sejak awal, aku lah yang sudah melibatkan diri dan melemparkan diri padamu. Kalau aku menyesal sekarang, bukankah sudah sangat terlambat? Aku bahkan tidak bisa menemukan kata menyesal itu dalam kamusku.” ucapanku sekarang berhasil memancing sebuah senyum kecil di wajah Baekhyun.

“Terima kasih, Jiho.” ucapnya.

“Aku yang seharusnya berterima kasih, Baekhyun.”

Beberapa saat, kami sama-sama terdiam. Terhanyut dalam pikiran masing-masing juga belasan spekulasi tentang apa yang akan terjadi di esok hari. Kekacauan di malam ini agaknya terlalu mencolok untuk diabaikan oleh player dalam server.

Apa yang akan mereka lakukan esok hari, apa yang mereka bicarakan tentang kami, sekarang pertanyaan-pertanyaan sejenis itu menghantui pikiranku.

“Kita mungkin akan benar-benar diburu esok hari.” Baekhyun berkata, rupanya dia juga memikirkan hal yang sama denganku.

“Kurasa tidak,” ucapku.

“Mengapa kau pikir begitu?” tanya Baekhyun.

“Karena semua orang akan disibukkan dengan keinginan dan perlombaan untuk mengikuti demo version. Kau sendiri yang memberitahuku tentang hal itu, bukan?” kataku, teringat pada demo version yang akan segera berlangsung.

“Ah…” Baekhyun menggumam pelan, “Kau juga akan ikut mendaftarkan diri?” tanyanya sembari menatapku.

Aku tidak mungkin mengatakan pada Baekhyun tentang bagaimana Taehyung berusaha memasukkan namaku dan Ashley juga dirinya ke dalam demo version, bukan? Baekhyun mungkin akan menertawaiku.

“Apa kau juga akan ikut? Kalau iya, aku juga akan ikut.” ucapku membuat Baekhyun tersenyum kecil.

“Aku sudah pasti ada di sana, Jiho.” tuturnya mengingatkanku pada DPS dan rank serta history Baekhyun yang begitu sempurna. Tak akan sulit bagi Baekhyun untuk masuk ke dalam nama beruntung itu.

“Kalau begitu aku juga akan mendaftarkan diri.” ucapku mantap.

“Jangan.” serta merta Baekhyun melarangku. “Kenapa?” tanyaku tidak mengerti.

“Permainan ini mungkin bisa membahayakanmu, dan aku takut aku tak akan bisa ada di sisimu untuk melindungi. Versi baru ini benar-benar punya survival mode yang berbeda.” Baekhyun menjelaskan.

Apa dia telah meretas versi baru dari WorldWare atau semacamnya? Aku sungguh tak mengerti bagaimana dia bisa begitu yakin pada tiap kata yang diucapkannya sementara aku sendiri tidak pernah bisa menduga-duga.

“Kau membuatku teringat pada film saja, kau tahu… sebuah film dimana kedua pemeran utama wanita dan prianya dipaksa untuk bertahan hidup dengan membunuh rekan mereka yang lain, lalu pada akhirnya hanya salah satu dari dua orang itu yang bisa hidup.”

“Kalau permainannya jadi semematikan itu, kau tetap mau ikut?” tanya Baekhyun mengejutkanku, aku baru saja berusaha bercanda padanya dan dia menanggapinya dengan seserius ini?

“Yah… kalau memang begitu, sudah jelas aku akan mati dan kalah, bukan? Mana bisa aku mengalahkanmu dengan kemampuanku sekarang? Lagipula, tidak ada yang salah dengan mati dalam permainan.” ucapku membuat Baekhyun menghela nafas panjang.

“Pikiranmu sungguh mudah ditebak. Jadi, kau akan pasrah dan membiarkanku membunuhmu, begitu?” tanya Baekhyun segera kujawab dengan anggukan mantap.

“Ya, lagipula, kau yang akan membunuhku, bukan orang lain.”

“Kau tidak akan marah? Kau mungkin saja kehilangan beberapa level.” kata Baekhyun kembali memancingku.

“Tidak, kau kan bisa menemaniku mencari beberapa level lagi. Selama ada kau, aku pikir aku akan baik-baik saja. Kau itu sekarang sudah jadi sumber rasa percaya diriku, Baekhyun.”

Lagi-lagi, Baekhyun tersenyum. Dia lantas bergerak menggenggam jemariku, membawaku melangkah melintasi rerumputan penuh darah di Water Temple sementara aku menunggu ucapannya.

Kusadari, Baekhyun akan mengatakan sesuatu yang mengerikan—bukannya mengerikan dalam artian dia akan berkata-kata kasar, atau sejenisnya, tapi dia pasti akan mengutarakan kalimat yang membuatku terdiam dan bungkam—setelah dia berdiam cukup lama.

Apa Baekhyun membutuhkan waktu untuk menyusun semua kata-kata itu dalam benaknya? Ah, betapa menggemaskannya. Mengapa aku semakin merasa menyukainya karena hal itu? Ugh, aku pasti sudah gila. Tidak, Baekhyun lah yang sudah membuatku jadi segila ini.

“Kau tahu,” benar saja, Baekhyun membuka mulut setelah cukup lama terdiam, “Aku pikir aku tidak akan sanggup membunuhmu, kalau itu kau. Sejak awal, aku tak pernah sampai hati melukaimu, dan saat harus membunuhmu dengan hades sword tempo hari, rasanya seolah menghancurkan diriku sendiri.

“Kalau saja kau benar-benar ada di demo version, aku bisa pastikan kalau aku yang akan terbunuh jika hanya salah satu dari kita yang bisa bertahan. Daripada harus melihatmu terbunuh dengan tanganku dan lantas game over, aku lebih suka merasakan sakitnya kematian itu sendiri.”

Seperti dugaanku, Baekhyun pasti mengatakan kalimat yang akan membuat jantungku kembali melompat tidak karuan. Sekarang, aku bahkan merasa seolah kami berada di tengah-tengah opera sabun Romeo-Juliet, seperti tempo hari saat Baekhyun membunuhku dengan hades swordnya dan Ashley katakan cara Baekhyun membunuhku adalah cara paling dramatis.

Mungkinkah, karena Baekhyun membunuhku dengan ketidak relaan, segalanya jadi terkesan dramatis layaknya sebuah panggung sandiwara?

“Tapi aku tidak masalah, aku tidak akan membencimu atau marah padamu.” sanggahku membuat Baekhyun tertawa pelan.

“Kata siapa? Tempo hari, kau sepertinya sangat marah padaku karena aku membunuhmu.” sindirnya mengingatkanku pada kejadian dramatis itu lagi.

“Kali ini aku tidak akan begitu, sungguh.” aku berucap yakin.

“Baguslah. Tapi, kau juga harus bisa membunuhku dengan cara yang sama, Jiho.”

“Apa maksudmu?” tanyaku pada Baekhyun.

“Kau harus bisa membunuhku juga, kalau saja situasi dimana hanya ada satu dari kita yang bisa bertahan terjadi, aku ingin kau membunuhku, karena apapun yang terjadi, aku tak akan membunuhmu untuk yang kedua kalinya.”

Konversasi kami mungkin terkesan konyol, sekarang. Karena kami tengah bicara tentang siapa yang akan mengakhiri kehidupan siapa di dalam sebuah permainan. Tak ada yang begitu spesial tentang momen bunuh-membunuh ini, toh bisa saja aku lebih dulu game over sebelum menghadapi Baekhyun—kalau memang ada situasi seperti itu di dalam demo version nanti.

Dan Baekhyun mengatakannya seolah ia ingin mati di tanganku. Well, aku yakin dia memang tak akan mudah dikalahkan oleh player manapun, Baekhyun telah membuktikan kemampuannya dengan sanggup melawan puluhan player dalam satu waktu.

Kalau saja aku bisa bertahan sampai titik akhir, kemungkinan bahwa aku akan menghadapi Baekhyun dan hanya ada satu dari kami berdua yang bisa bertahan adalah sebuah kemungkinan absolut.

Baekhyun sungguh ingin aku yang membunuhnya saat situasi itu terjadi?

“Bagaimana kalau mereka menjanjikan hadiah bagi player yang bertahan sampai akhir demo version nanti?” tanyaku, ingatan tentang demo version yang lalu masih begitu membekas dalam benakku.

Dimana aku melihat salah seorang player yang berhasil bertahan sampai akhir, mendapatkan hadiah begitu mewah dari NG Game Factory. Dan bukannya tidak mungkin mereka akan memberikan hadiah lagi.

“Untukmu saja, Jiho. Aku tak pernah tertarik pada hadiah-hadiah kecil seperti itu.”

“Oh… kau tentu punya banyak uang untuk membelinya,” komentarku menyindir Baekhyun atas kalimatnya yang begitu percaya diri sekarang.

“Bukan, tapi aku memang tidak butuh hadiah-hadiah itu. Aku toh sudah punya sebuah hadiah yang tak bisa orang lain miliki.” kata Baekhyun santai.

“Apa itu? Invisible mode-mu yang tidak bisa diakses player lain?” tebakku.

“Kau, Song Jiho.”

“Apa?” aku menatap Baekhyun dengan pandang terkejut, tapi dia malah melawan keterkejutanku dengan sebuah senyum yang membius.

“Karena hanya aku yang bisa memilikimu, kau jadi hadiah paling berharga untukku.”

Argh! Baekhyun!

“Baekhyun…”

“Ya?”

“Siapa yang sudah mengajarimu bicara begitu baik seperti sekarang ini?”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Karena hanya aku yang bisa memilikimu, kau jadi hadiah paling berharga untukku.”

Hampir saja aku berubah jadi orang tidak waras, karena terus menggemakan perkataan Baekhyun di dalam benakku. Ya Tuhan, dia bahkan hanya bicara satu kalimat dan jantungku terus berdegup tidak karuan tiap mengingat kalimatnya.

Belum lagi vokalnya yang begitu—argh! Suaranya saja begitu menggoda! Mengapa aku harus bertemu dengan Baekhyun dalam permainan? Membuatku sama sekali tak bisa berharap untuk mengenalapalagi memilikinya di dunia nyata saja.

Tak ada cinta yang benar-benar indah layaknya drama seperti yang Taeil dan Ashley jalani. Kisahku dan Baekhyun pun kuyakini tak akan jadi seindah itu. Aku seratus persen yakin, dia telah memiliki seseorang di kehidupan nyatanya.

Dan fakta itu terasa sungguh menyakitkan.

Bukan salah Baekhyun, tapi perasaanku yang terlampau lancang karena berani membawa perasaan pada Baekhyun sampai ke dunia nyata. Padahal, aku yakin tiap kata yang diutarakannya padaku dalam permainan, hanya sekedar permainan kata dan pintar-pintarnya otak berpikir.

Tapi mengapa aku menyukai kebohongan nyata ini?

“Apa Taeil memarahimu hari ini?” pertanyaan Ashley menyadarkanku, kupandangi Ashley dan lagi-lagi, aku teringat pada kisah cinta romantis miliknya dengan Taeil yang diam-diam membuatku merasa iri.

“Ash, apa menyenangkan? Jatuh cinta pada Taeil di dalam WorldWare lalu melanjutkan hubungan kalian di dunia nyata?” tanyaku segera membuat Ashley membulatkan matanya terkejut.

“Apa kau jatuh cinta pada Invisible Black?” tanyanya menebak arah pembicaraanku to the point.

“Aku rasa… ya. Tapi aku tidak berharap, sungguh. Aku sudah yakin dia pasti punya seseorang di kehidupan nyatanya. Dan ya, kau tahu, delusi rasa cinta seperti ini seringkali terjadi pada player game online, bukan?”

Melihat bagaimana gugupnya aku sekarang, Ashley rupanya memahami kekhawatiranku. Lantas, Ashley duduk di sebelahku, menatap dengan pandangan muram sebelum dia buka suara.

“Dari sekian banyak orang, mengapa harus jatuh cinta pada seorang yang kau kenal secara virtual, Jiho? Kau tahu cinta itu sangat beresiko dan rapuh. Kalau saja aku tidak bertemu dengan Taeil tiga hari setelah wedding kami, mungkin hubunganku tak akan sampai sejauh ini dengannya.

“Dan juga, Taeil bukannya tidak punya seseorang di kehidupannya. Saat kami bertemu di dunia nyata, malamnya Taeil bercerita padaku bahwa dia ditinggal menikah oleh kekasihnya. Bayangkan, Jiho, aku sempat berpikir kalau aku akan jadi pelarian hatinya.

“Tapi ternyata Taeil begitu kuat. Dia bisa mengesampingkan rasa sakitnya karena ditinggal menikah, dan membuka diri pada orang lain. Aku hanya beruntung, Jiho. Aku beruntung karena Taeil ditinggal menikah.”

Penuturan Ashley sekarang menyadarkanku, tentang betapa tidak masuk akalnya rasa yang sudah dengan lancang aku rasakan ini. Mana mungkin Baekhyun adalah seorang yang menyendiri di kehidupannya?

“Kau benar, Ash. Aku saja yang berimajinasi terlalu jauh.” aku berucap pelan.

Melihat keputus asaanku, Ashley lantas menghela nafas panjang.

“Aku tidak pernah melihatmu setertarik ini pada lelaki, tapi melihat bagaimana sekarang kau telah jatuh cinta pada saat yang tidak tepat, malah membuatku begitu marah. Aku tidak mau menyalahkanmu karena sudah jatuh cinta, tapi cinta yang hanya dijalani melalui dunia virtual saja tidak akan cukup membuatmu bahagia, Jiho.”

Tapi aku sudah cukup bahagia. Menemui Baekhyun selama beberapa jam dalam survival mode sudah membuatku senang. Bagaimana bisa Ashley beranggapan bahwa aku tidak bahagia?

“Aku pasti terlihat begitu tolol, ya?”

“Daripada terlihat tolol, menurutku kau terlihat menyedihkan. Aku tahu, dia mungkin pair yang sempurna. Aku tidak tahu apa yang kau lihat darinya, Jiho, tapi kupastikan satu hal… jika dia sama sekali tidak berusaha mengungkit tentang bertemu denganmu di dunia nyata,

“Kupastikan seratus persen kalau dia sama sekali tidak tertarik untuk mengenalmu secara nyata. Kau tahu sendiri, terkadang pasangan di dunia virtual sering berandai-andai, tentang bagaimana mereka ketika bertemu, apa yang akan mereka lakukan, dan hal-hal lain.

“Kalau kau tidak percaya, coba saja kau yang mendahului konversasi semacam itu dengannya. Lalu kau akan tahu sendiri apa yang kumaksud sekarang.”

Bukannya enggan mencoba, tapi aku sudah pernah mencoba menjadi sedikit lebih dekat pada Baekhyun dengan cara itu. Menanyainya tentang apa yang dia lakukan di kehidupan nyata. Tapi Baekhyun terkesan tak ingin membahasnya. Dan jika yang dikatakan Ashley sekarang benar, maka benar pula jawaban atas kebimbanganku sekarang.

Tak ada perasaan yang Baekhyun rasakan padaku, semuanya hanya topeng dan kebohongan untuk membuat hubungan virtual kami menjadi lebih erat dan dekat. Jika dia berbuat baik padaku, bukan berarti dia tidak berbuat baik pada yang lainnya.

Pembicaraan SelynMa tentang Baekhyun yang pernah membalas pesannya pun sudah pasti benar adanya, dan saat aku dulu cemburu mengenai hal itu, Baekhyun tampak begitu tenang. Seolah kecemburuanku adalah sesuatu yang konyol baginya.

Aku sekarang telah sampai pada kesimpulan yang begitu jelas. Kalimat-kalimat membius yang Baekhyun utarakan, sikapnya, caranya memperlakukanku, tidak lebih baik dari yang dia lakukan pada orang lain.

Seperti player lain, Baekhyun juga sama.

Lantas, mengapa aku begitu terbawa perasaan?

“Kau benar, Ash. Aku saja yang terlalu berlebihan menanggapinya. Dia begitu baik sampai aku pikir dia mungkin menaruh ketertarikan padaku. Tapi aku seorang yang berfantasi terlalu tinggi.

“Kenyataannya, dia pasti tidak memandangku dengan cara yang sama dengan caraku memandangnya. Mungkin juga, saat ini aku hanya sedang berada dalam euforia, karena tak pernah mendapatkan perlakuan begitu baik dari lelaki selain Taehyung.”

Mendengar ucapanku, Ashley akhirnya menyunggingkan sebuah senyum kecil.

“Sudahlah, Jiho, bukannya dulu kau sendiri yang meyakini bahwa cinta virtual itu tidak akan pernah jadi nyata?”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Konversasi dengan Ashley jadi sebuah pembicaraan yang terus membebani benakku. Aku bahkan kehilangan keinginanku untuk online selama beberapa hari ini. Kulupakan ketertarikanku pada monthly quest. Malah, aku menyibukkan diri dengan pekerjaanku bersama Taeil dan yang lainnya.

Ashley juga disibukkan dengan jadwal padatnya sebelum ia mengambil liburan panjang untuk mengikuti demo version—dimana Taehyung dengan susah payah sudah berhasil memasukkan nama kami bertiga ke dalam file demo tersebut.

Dan malam tadi, aku sudah melihat pengumuman di server tentang nama-nama beruntung yang bisa mengikuti demo version.

Nama kami bertiga memang benar ada di sana, beberapa player dari WhiteTown juga ada, leader Enterprise dan beberapa dedengkot yang ada di Enterprise juga. Taeil, Jaehyun, Jeno dan Seungwoo juga ada, begitu pula dengan Tarin. Tapi bukan mereka yang jadi fokusku, melainkan Baekhyun.

Namanya tak ada dimana pun.

“Bagaimana bisa namanya tidak ada?” pertanyaan Ashley mendahuluiku. Sejak tadi, aku lah yang kelimpungan karena tak menemukan nama Baekhyun. Dia juga tidak bisa kuhubungi karena selama dua jam online-ku, Baekhyun justru offline.

“Aku tidak tahu. Bukankah ini aneh? Dia adalah player nomor satu di server dan dia tidak terpilih?” kataku menjawab pertanyaan Ashley.

“Bisa jadi dia tidak ingin ikut.” Taehyung menyahuti.

“Apa?” aku dan Ashley berucap hampir bersamaan.

Taehyung, mendongak sekilas menatap kami sebelum dia kemudian meletakkan tablet PC yang ada di tangannya.

“Kau tahu, kupikir dia tidak tertarik untuk mengikuti demo ini. Jadi mungkin saja dia melakukan permainan jemari seperti yang kulakukan untuk menghilangkan namanya dari daftar, bukan?”

Ah, benar juga. Mengingat Baekhyun adalah seorang jenius cyber seperti Taehyung, kemungkinan dia akan melakukan hal seperti itu juga jadi masuk akal. Meskipun, jika dipikir-pikir lagi, siapa yang tidak ingin ikut demo ini?

Tapi, Baekhyun memang pernah bicara padaku soal ketidak tertarikannya mengikuti demo version ini. Teori Taehyung jadi terdengar masuk akal.

“Benar juga, dia pernah mengatakan hal seperti itu padaku. Katanya dia tidak tertarik untuk ikut dalam demo version ini.” ucapanku sekarang berbuah ekspresi sombong Taehyung, dia seolah baru saja menang perang cyber.

“Wah, luar biasa. Ada juga ya manusia di player game bumi ini yang tidak menginginkan namanya ikut dalam demo version terbaru game yang melejitkan namanya. Dia itu player nomor satu di server, dan tidak tertarik untuk demo version. Luar biasa, aku sungguh tidak mengerti apa yang dia pikirkan.” Ashley berkomentar, sarat akan sindiran karena baik Ashley maupun aku sendiri sebenarnya sama-sama tidak percaya.

Ikut dalam demo version seperti ini bisa kukatakan sebagai impian dari semua player game online. Dan absennya Baekhyun dari demo version ini seolah menghilangkan pemeran utama dari sebuah pertunjukan.

“Setidaknya dia akan menyesali keputusannya. Pairnya ikut dalam demo ini, artinya dia tak akan bisa berkomunikasi dengan pairnya selama beberapa waktu. Mungkin juga, dia akan melakukan serangan cyber seperti yang kulakukan, kalau mungkin dia berubah pikiran dan berniat masuk ke dalam demo version itu karena Jiho ada di sana. Bagaimana pun, situasinya tak akan mendukung Jiho. Kau dan Invisible Black adalah buronan.” kata Taehyung mengingatkan posisiku sekarang sebagai pair dari Baekhyun.

“Apa maksudmu? Toh, kita bukannya akan menghilang selama satu bulan, dan orang-orang juga akan lebih sibuk dengan versi terbaru ketimbang memburuku.” sahutku santai.

“Tapi kau pasti akan merindukannya, meskipun kau juga akan sibuk dengan versi terbaru, kau akan tetap rindu padanya. Untung saja, aku dan Taeil sama-sama ikut, jadi kami setidaknya masih bisa bertemu.”

Aih, diam-diam kuakui aku merasa iri juga pada Ashley. Tidak bisa bertemu dengan Baekhyun selama beberapa waktu juga terasa bagai sebuah neraka bagiku. Bagaimana bisa aku diharuskan untuk tidak bertemu dengannya sedangkan saat ini saja aku sudah sangat rindu melihat visualisasinya?

“Lihat ekspresi Jiho sekarang, dia sungguh terlihat patah hati.”

Hey, Kim Taehyung jaga ucapanmu!”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Sebuah banner raksasa terpampang di depan mataku sekarang. Sementara di atas panggung besar di depan sana, berjajar puluhan survival tube dalam versi terbaru yang penampilannya membuat jantungku berdegup tidak karuan.

“Selamat datang di demo beta version dari WorldWare 4.2.4. Silahkan duduk dengan nyaman di kursi yang telah kami sediakan.” suara dari MC acara demo version ini terdengar.

Aku, duduk berjajar dengan Taehyung dan Ashley di barisan nomor dua dari depan. Kata Ashley, kami memang harus duduk di depan untuk menghindari bertemu dengan orang-orang yang kami kenal.

Aku sendiri tidak berfokus pada playerplayer yang berdatangan. Manikku malah sibuk berkeliaran menatap survival tube di depan sana. Jumlahnya ada enam puluh delapan, pasti disesuaikan dengan jumlah player yang terdaftar di wilayah ini—karena semalam di mailbox kami terdapat link untuk verifikasi demo version ini dan kami harus memilih satu tempat pelaksanaan demo yang diinginkan, jadi kami bertiga sama-sama memilih tempat ini.

Ashley sendiri sibuk dengan ponselnya, mencari keberadaan Taeil, kuyakini.

Selesai dengan kesibukanku menghitung jumlah survival tube, aku akhirnya mengalihkan pandang menatap sekelilingku, berusaha mengenali playerplayer yang datang, karena mereka pastilah berasal dari Town besar, atau memiliki DPS yang tinggi, jadi mereka pasti sosok-sosok yang mudah dikenali.

“HongJoo, bukan?” aku tersentak saat tiba-tiba saja sebuah suara terdengar menyapa. Di belakangku, duduk seorang gadis berparas cantik dengan rambut panjang berwarna merah gelap.

“Hana?” tanyaku segera membuatnya tersenyum lebar.

“Astaga! Aku hampir berpikir aku sudah salah menduga!” gadis itu memekik tertahan, segera dia bangkit dari kursinya, menghampiriku.

“Kau juga lolos?” tanyaku dijawabnya dengan anggukan antusias.

“Iya, dan aku melihat namamu juga, jadi sejak tadi aku mencarimu. Wah… kau tampak begitu berbeda dengan visualisasimu.” ucap Hana, menatapku dengan pandang meneliti sementara senyum yang sama masih terukir di wajahnya.

“Benarkah? Pasti karena aku sudah berubah banyak sejak perekaman visualisasi dulu. Senang bertemu denganmu, omong-omong. Kau datang sendirian?” tanyaku.

Hana menggeleng pelan.

“Tidak, aku datang dengan Athena dari House of Zeus. Dia adalah adik sepupuku. Oh, kita belum berkenalan!” ucap Hana, mengulurkan tangan padaku.

“Shin Hana.” ucapnya.

“Song Jiho.” jawabku sambil menjabat tangannya.

“Dia teman dari Townmu?” suara lain kemudian menginterupsi konversasi kami. Sekarang, pandangku kulemparkan pada seorang gadis jangkung yang menatapku juga Hana dengan pandang bertanya-tanya.

“Athena!” Ashley memekik di sebelahku.

“Wah! Aphrodite, pasti ‘kan?” gadis yang kuyakini jadi Athena dari House of Zeus itu berucap. Aku akhirnya bisa menaruh fokusku pada Hana lagi.

“Leader kita juga ikut dalam demo version ini. Tapi kupikir dia memilih zona lainnya. Kau dan Aphrodite saling mengenal?” Hana kemudian berkelakar.

“Hmm, ya. Kami berteman sudah cukup lama. Beruntungnya, kami sama-sama terpilih juga. Kau dan Athena sungguh cantik…” kataku, mengingat secara fisik Hana memang terlihat sangat cantik, begitu pula dengan saudara sepupunya.

“Namanya adalah Kim Doyeon.” kata Hana memperkenalkan saudaranya. “Kau juga cantik, sungguh. Visualisasi WorldWare seharusnya memperbaharui visualisasimu, siapapun yang hanya melihatmu sekilas pasti tidak tahu kalau kau adalah HongJoo.” sambung Hana sembari tersenyum kecil.

“Kak, temani aku sebentar ke belakang. Aku harus bertemu dengan Ayah sebentar.” lagi-lagi Athena—tidak, namanya Doyeon—menginterupsi pembicaraanku dengan Hana.

“Oh, Ayahmu masih tidak percaya kau datang ke sini denganku? Oke, ayo kita temui saja Ayahmu.” kata Hana, dia kemudian menatapku, “Aku keluar sebentar ya, Hong. Nanti kita bicara lagi.” sambungnya segera kusahuti dengan anggukan.

“Baiklah, sampai bertemu.” ucapku.

Atensiku kemudian beralih pada Ashley yang moodnya juga membaik karena sudah bertemu dengan teman satu Townnya.

“Mereka benar-benar cantik, aku sampai tidak percaya diri.” kata Ashley, maniknya masih juga memperhatikan Hana dan Doyeon yang melangkah ke belakang.

“Aku tahu, aku hampir tidak mengenali Hana karena di visualisasi game ini dia terlihat berbeda.” ucapku, lantas Ashley menatapku dengan pandang menyipit.

“Kau seharusnya bilang kalau ada temanmu yang lebih cantik daripada aku. Aku ‘kan bisa melakukan perawatan-perawatan kecil sebelum datang ke sini.” ucap Ashley.

“Kau sudah cantik, bodoh. Tak perlu bertindak aneh-aneh hanya untuk sebuah game.” tanpa diundang, Taehyung melibatkan diri dalam konversasi kami.

“Itu menurutmu, memangnya ada wanita lain yang lebih cantik daripada Ashley dalam pandanganmu?” ucapku membuat Taehyung melengos. Memang nyatanya begitu, bagi Taehyung hanya Ashley wanita cantik yang ada dalam pandangannya.

Yang lain? Hanya sekedar ‘lumayan’ saja.

“Lagipula, nanti ada perekaman visualisasi lagi. Ingat? Seperti saat kita mengikuti demo version yang lalu, ada perekaman visualisasi. Jadi jangan khawatir, kalau kalian berdua pikir ada wanita yang lebih cantik dari Ashley, maka kalian akan menemuinya nanti.”

“Wah, demo version ini belum dimulai dan dia sudah mengajak perang denganku.” kata Ashley, sadar kalau Taehyung baru saja melontarkan sindiran pedas padanya. Padahal dalam pendengaranku Taehyung hanya bicara apa adanya.

“Memangnya apa yang Taehyung katakan?” tanyaku tak mengerti.

“Dia katakan kalau aku akan bertemu orang-orang yang lebih cantik daripada aku. Secara tidak langsung dia sudah mengakui bahwa ada orang yang lebih cantik dariku.” kata Ashley menjelaskan maksud tersembunyi di balik ucapan Taehyung.

“Ah… aku tidak tahu kalau Taehyung bermaksud mengatakan hal seperti itu.” ucapku segera membuat Taehyung tergelak.

“Kau memang tidak pernah paham pada kata-kata yang bermakna ganda.” komentarnya.

Ya, memang begitu nyatanya, aku tidak pandai bermain kata, jadi semua orang yang mengucapkan segala hal yang bertele-tele juga membingungkanku.

“Perhatian! Acara peresmian WorldWare 4.2.4 versi beta akan segera dimulai! Dimohon kepada semua undangan untuk memasuki ruangan dan duduk di kursi yang telah disediakan!”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Setelah mengikuti pembukaan acara selama kurang lebih tiga puluh menit, enam puluh delapan orang player yang mengikuti demo version di zona ini akhirnya naik ke atas panggung tempat survival tube yang telah disediakan oleh penyelenggara acara.

Ucapan Taehyung benar, tentang perekaman ulang visualisasi, dan memang, aku juga mengalami perekaman visualisasi, perekaman ID, dan cek kesehatan begitu aku meletakkan kedua telapak tanganku di atas scanning survival tube-nya.

“Selamat datang, Song Jiho. ID Anda adalah HongJoo. Anda seorang player yang berada di level 87 dengan DPS 589. Rank tertinggi yang pernah dicapai, 23 dari 100. Town, tidak ada. Nomor seri survival tube, Trial-424-144. Identitas telah diverifikasi.”

Perekaman visualisasi sendiri dilakukan di luar survival tube, dan secara otomatis, nama dan ID kami disebutkan di muka umum. Sialnya, aku tidak menduga hal semacam ini akan terjadi. Dan sekarang sudah jelas, semua player yang datang ke sini tahu bahwa aku adalah HongJoo, si pengkhianat yang dikeluarkan dari Enterprise.

“Ini keberuntungan, atau kesialan ya. Berada di zona yang sama dengan seorang pengkhianat.” seseorang di sebelahku berucap. Saat aku melemparkan pandang, seorang pemuda jangkung berdiri dengan pandangan tak senang.

“Terima kasih pujiannya.” aku menyahut, tidak lupa kuselipkan sebuah senyum untuk menyindirnya, sementara dia sendiri melengos muak. Survival tube miliknya kemudian menyala.

“Selamat datang, Park Chanyeol. ID Anda adalah White Lion. Anda seorang player yang berada di level 89 dengan DPS 633. Rank tertinggi yang pernah dicapai, 19 dari 100. Town, WhiteTown. Nomor seri survival tube, Trial-424-145. Identitas telah diverifikasi.”

“K-Kau… White Lion?” ucapku segera membuat pemuda tersebut menoleh, menyunggingkan senyum yang mengintimidasiku.

“Ya, mengapa? Kau pasti sangat senang setelah bertemu denganku, bukan? Hey, Joonmyeon-ssi, lihat siapa yang kutemukan di sini, HongJoo.” White Lion kemudian bicara pada player pria lain yang ada di sebelahnya.

Pemuda itu sontak menoleh, menatapku sejenak sebelum dia melemparkan pandang ke arah White Lion lagi.

“Wanita seperti itu yang sudah mempermalukan kita?” komentarnya pedas, sementara dia biarkan survival tube melakukan scanning terhadapnya.

“Selamat datang, Kim Joonmyeon. ID Anda adalah YourZeus. Anda seorang player yang berada di level 94 dengan DPS 642. Rank tertinggi yang pernah dicapai, 19 dari 100. Town, House of Zeus. Nomor seri survival tube, Trial-424-146. Identitas telah terverifikasi.”

Zeus? Oh, Tuhan. Tidak adakah situasi yang lebih mengerikan dari sekarang?

“Senang bertemu dengamu, Song Jiho-ssi.” White Lion—tidak, Chanyeol, berkata.

“Ya, aku sungguh senang bisa bertemu denganmu. Kudengar, survival mode ini berbeda dari survival mode biasanya. Jadi kita bisa bersenang-senang, bukan?” Zeus—Kim Joonmyeon, mengimbuhkan.

“Ah, kudengar, pairmu itu tidak masuk dalam jajaran player yang sekarang mengikuti demo version. Ada apa, ya? Player nomor satu di server malah tidak masuk. Kau pasti akan kesepian di dalam survival mode nanti.” lagi-lagi Joonmyeon buka suara.

“Bukankah kita akan bertahan dengan kemampuan kita di dalam sana?” aku menyahuti.

“Benar, Joonmyeon-ssi. Dengan level dan DPS-nya sekarang HongJoo pikir dia bisa mengalahkan kita. Kau pasti tidak tahu, ya, tanpa Invisible Black, kau sama sekali tidak jadi ancaman untuk kami.

“Tapi lihat sekelilingmu, kau ada di tengah-tengah musuh. Karena kau adalah seorang pengkhianat. Oh, Royal Thrope juga ikut dalam demo version ini, bukan? Aku akan pastikan kalau nanti aku akan memperkenalkanmu padanya.”

Ucapan Chanyeol sekarang menjadi teror. Sudah jelas, mengetahui identitasku tidak akan menjadi sebuah kemudahan bagiku. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi di dalam survival mode ini, dan satu-satunya hal yang sempat kulakukan hanyalah melakukan upgrade sebanyak mungkin pada equipmentku semalam.

Aku bahkan tak sempat mengontak Baekhyun karena sibuk membenahi diriku sendiri. Egois, memang. Tapi aku seharusnya bisa menduga hal ini akan terjadi. Bertemu dengan orang-orang yang membenciku, dan membuat mereka melemparkan teror semacam ini.

Oh… Baekhyun, kenapa kau tidak ikut dalam demo version ini?

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Selamat datang di dalam survival mode WorldWare versi 4.2.4. Selama tujuh kali dua puluh empat jam, Anda harus bertahan di dalam survival mode. Ada beberapa peraturan yang ada di dalam survival mode WorldWare versi 4.2.4.

“Pertama, logout secara tiba-tiba tidak diizinkan. Kedua, Anda hanya bisa terlogout secara otomatis apabila mengalami game over. Ketiga, selama tujuh kali dua puluh empat jam, Wild Rose akan ditiadakan.

“Keempat, Anda punya kesempatan untuk menyelesaikan misi dari WorldWare versi 4.2.4 dengan equipment yang Anda miliki, dan Anda bisa melakukan upgrade. Pouch hanya bisa didapatkan dengan mengalahkan player lain dan membuatnya game over. Satu player yang game over, bernilai seribu pouch.

“Kelima, kerjasama dalam bentuk apapun di dalam survival mode adalah hal yang diperbolehkan. Keenam, Anda bisa terlogout secara otomatis dan mengalami game over apabila human wealth Anda berada dalam masa kritis.

“Ketujuh, Anda bisa mengakses semua tempat yang ada di maps tanpa memandang level yang Anda miliki. Server bisa memberikan informasi yang Anda butuhkan dengan cara bertanya secara langsung kepada kami. Equipment juga bisa diakses dengan mode suara. Untuk sementara waktu, Anda tidak akan bisa mengakses mailbox. Kedelapan, survival mode WorldWare versi 4.2.4 adalah survival mode dengan tingkat kesadaran yang nyata. Semua luka yang ada di tubuh Anda akan menjadi luka menetap yang menimbulkan rasa sakit. Dan Anda juga kemungkinan akan merasa kelelahan, kelaparan, maupun ketakutan. Semua equipment yang ada di dalam WorldWare bisa digunakan untuk bertahan hidup selama tujuh kali dua puluh empat jam.

“Kesembilan, segala jenis kecelakaan dan kesalahan yang terjadi di dalam WorldWare adalah tanggung jawab dan resiko dari setiap player yang terlibat. Anda tidak bisa melakukan tuntutan hukum dalam bentuk apapun di kemudian hari. Kesepuluh, semua tindakan yang dilakukan di dalam survival mode ini adalah legal, dan tidak akan menjadi tuntutan hukum bagi siapapun yang terlibat di dalamnya.

“Terima kasih karena telah memahami peraturan yang ada. Misi untuk WorldWare 4.2.4 adalah bertahan hidup dengan cara apapun selama tujuh kali dua puluh empat jam.

“Selamat berjuang, dan sampai bertemu di akhir survival mode.”

Satu-satunya hal yang bisa kulakukan setelah mendengar penjelasan panjang dari server adalah terdiam. Aku telah masuk ke dalam survival mode, dengan keadaan fisik yang berbeda dengan terakhir kali aku login.

Selagi mendengar penjelasan dari server, kusibukkan diri dengan beradaptasi dengan perubahan yang terjadi di survival mode ini. Tampilan profilenya telah diperbaharui, dan health bar juga human wealthku juga tidak tampak seperti biasanya.

Tapi jumlah pouchku adalah nol, tidak seharusnya begini. Beruntungnya, aku sudah melakukan upgrade semalam sampai titik akhir pouchku, dan selama beberapa waktu ke depan aku tidak akan memerlukan pouch, jadi aku tak perlu mengadakan battle dengan player manapun.

Setidaknya, aku sudah melakukan antisipasi yang tepat.

“Dimana aku sekarang?” aku berucap, melakukan uji coba pada mode suara yang katanya menjadi unggulan di—

“Anda berada di dalam zona dua puluh satu, tepatnya di Heaven West Hall yang berada di dekat battle mode Eden’s Nirvana.”

Wah, server bisa menjelaskannya dengan luar biasa sempurna.

Aku tidak menemukan keberadaan player lain. Belum. Mungkin, karena hanya ada dua ribu empat ratusan player yang bisa masuk ke dalam demo version ini, wilayah yang ada di WorldWare pun jadi terkesan lebih luas.

Beruntungnya tempat-tempat yang ada di dalam maps masih sama persis dengan yang ada di survival mode versi lama. Sehingga aku tidak perlu merasa kebingungan karena harus tersesat di sini.

Aku masih ingat Enterprise Build—tempat yang menjadi markas dari player Enterprise. Dan kuyakini sekarang mereka ada di sana juga. Mengingat aku tak lagi terikat dengan Town, sekarang kusadari aku sungguh sendirian.

Selagi berusaha mengakses mailbox, aku akhirnya melangkah menyusuri jalan setapak sepanjang Heaven West. Di maps, aku sengaja melakukan tracking pada House of Zeus Build. Berharap bisa bertemu dengan Ashley di sana, atau setidaknya bertemu dengan Taehyung saat dalam perjalanan.

Aku tak bisa mengontak siapapun, dan aku berada dalam situasi di mana aku mungkin akan menjadi sasaran pertama yang ingin dilenyapkan oleh playerplayer di sini. Bukannya percaya diri, tapi bagaimanapun, mereka sekarang memusuhiku.

Aku mungkin akan aman jika berada di dekat Taeil dan yang lainnya, tapi mereka juga tidak bisa kuhubungi.

KRASH! KRASH!

Aku tersentak saat mendengar suara bising tak jauh dari tempatku sekarang tengah melangkah. Seseorang ada di sini, pasti. Tapi aku tak yakin siapa itu. Jadi, dengan langkah hati-hati aku mendekati sumber suara, kusembunyikan diriku di balik pepohonan rendah yang ada di dekatku, sementara atensiku sekarang tertuju pada tempat serupa gudang besi yang jadi sumber suara.

Seseorang duduk membelakangiku, menyibukkan diri dengan mengasah swordnya menggunakan pengasah besi yang sedang menyala. Jadi di dalam mode ini hal semacam itu juga bisa terjadi?

Siulan terdengar samar-samar di antara berisiknya suara asahan sword milik sosok tersebut. Sementara aku lagi-lagi memperhatikan penampilannya. Pakaian gelap yang dia kenakan entah mengapa membuat perasaan tak enak melingkupi batinku. Siulannya juga jika didengar-dengar, terasa seperti teror.

Lebih baik aku pergi saja dari tempat ini dan—

SRAK!

ugh, kaki ceroboh.

Aku melemparkan pandang ke arah tempat sosok tadi duduk, berharap dia tidak—oh, tentu saja dia pasti menyadari keberadaanku karena suara berisik yang baru saja kutimbulkan. Terbukti dengan bagaimana dia sekarang tidak ada dimana pun. Mesin pengasah besi itu masih menyala, tapi dia tidak ada.

Segera, aku mengenakan penutup wajahku—kulakukan upgrade pada pakaianku semalam, karena aku juga mengantisipasi kemunculan orang-orang yang membenciku, jadi penutup wajah kupikir pasti akan membantu—sebelum aku melangkah dengan cepat, berharap tak akan menemukan masalah sebelum—

SRAT!

—oh, tentu saja aku akan dapat masalah.

Aku berbalik saat sebuah pisau baru saja melewatiku, menancap di batang pohon yang berada tidak jauh di depanku. Begitu aku berbalik, tubuhku sudah dipaksa untuk menerima rasa sakit ketika seseorang menerjangku, membuatku terjerembap ke tanah sementara kurasakan sesuatu yang dingin dan tajam sekarang menyentuh leherku.

“Kau ingin mati, rupanya…”

Suara ini…

Aku segera membuka mata, dan jantungku hampir saja lupa caranya untuk berdetak saat aku mendapati wajah yang kukenal sekarang tengah menindih tubuhku, menghimpit pernafasanku dengan melintangkan sebuah sword di leherku.

Bagaimana mungkin ini bisa terjadi? Dia masih sama sempurnanya seperti terakhir kali kami bertemu. Tapi aku yakin benar namanya tak ada dalam daftar player yang ikut terlibat dalam demo version ini.

Apa dia melakukan kecurangan? Apa dia memanipulasi list itu dengan kemampuan cybernya seperti ucapan Taehyung kemarin? Apa dia memasukkan dirinya dengan ilegal? Bagaimana mungkin dia bisa ada di sini?

“B-Baekhyun… Bagaimana kau bisa ada di sini?”

— 계속 —

IRISH’s Fingernotes:

INI PELANGGARAN. NGETIK GAME OVER SAMPE BENER-BENER NEMBUS 6000 KATA ITU SEMACAM PEMBERONTAKAN DARI OTAK DAN JARI-JARI AKU. TAPI MAU GIMANA LAGI… GAME OVER TERLALU ADIKTIF BUAT AKU T…T

Ngetiknya nyantai aja perasaan, tiba-tiba pas ngelirik sudut kiri bawah di Office Word aku hampir aja serangan jantung begitu ngeliat jumlah katanya udah 6000. Padahal pertama ngetik tadi udah putus asa karena mampet begitu sampe 2000-an. Apa-apaan ini…

Huhu, ini pelanggaran semacem ini harusnya enggak terjadi… kenapa ngetik fanfiksi lain gak bisa sesemangat Game Over? Kenapa T…T kenapa Rish kenapa? Padahal kalo awal-awal ngetik level Game Over itu selalu aja mampet, tau-tau pas idenya lancar udah enggak bisa distop lagi ini jari.

Padahal ya padahal, sumber ide buat Game Over itu limited, enggak sebanyak sumber ide fanfiksi lain… tapi yang ini kok lancar jaya, yang lain kok sering mampet… mungkin ini efek Baekhyun-nya jadi makhluk paling bening gitu ya T…T eh tapi enggak sih dia di sini kan enggak jadi makhluk astral…

Apa ini karena Baekhyun enggak jadi makhluk astral makanya dia bisa lancar? Jari-jari aku tuh bahkan enggak ngilu sama sekali, biasanya coba, ngilu plus kram kalo udah ngetik lebih dari 3000-an kata. Aduh Game Over… betapa niatnya aku sama dirimu [] kayak sama Switch dulu (fanfiksi dalam rangka ulang tahun Chen tahun lalu) semangat banget ngetiknya padahal itu fanfiksi historical.

Ini ketambahan fingernotes jadi makin overload lah jumlah kata yang sudah terketik. Kayaknya aku harus mulai bertaubat dari ngetik overload. EH TAPI DUA CHAPTER KE DEPAN INI CHAPTER PALING SERU, YANG DRAFT SAMA STORYLINE-NYA PALING AKU SAYANGIN /KEMUDIAN DIGAMPAR/ heung~ jadi ada feeling enggak enak kalo dua chapter kedepan bakal makin overload dan overload. Ini sih bukan Game Over namanya, tapi Over Load.

Udah dulu yaa, ini pas ngetiknya Kamis malem, dijadwal buat Jum’at, dan berhubung Jum’at subuh harus udah berangkat kerja, jadi enggak bisa ngalong, hueee T…T ya udah deh, sampe ketemu minggu depan, Game Over Level 19 nanti ketemu lagi tanggal tujuh belas ya…

Salam penuh kasih /ditendang/ dariku, Irish.

hold me on: Instagram | Wattpad | WordPress

27 tanggapan untuk “GAME OVER – Lv. 18 [WorldWare 4.2.4] — IRISH”

  1. Apa cuma gue yg JEJERITAN grgr baper sama merekaaa (re:Baekji) huhu efek jomblo
    Terus nih yaa
    Apa cuma gue yg greget wktu scene Hongjoo yg berhadapan real life sm White Lion *ngeri hongjoo diterkam 😂

  2. bisa ya ada orang ngasah pedang d game wkwkwkw. aku sih ga heran klo baekhyun bakal muncul, tapi kata2 ny dan tindakan baekhyun ke jiho itu kok begitu?? kayak bukan baekhyun

  3. Dear Irishnim,

    “Bukan, tapi aku memang tidak butuh hadiah-hadiah itu. Aku toh sudah punya sebuah hadiah yang tak bisa orang lain miliki.” kata Baekhyun santai.

    “Apa itu? Invisible mode-mu yang tidak bisa diakses player lain?” tebakku.

    “Kau, Song Jiho.”

    “Apa?” aku menatap Baekhyun dengan pandang terkejut, tapi dia malah melawan keterkejutanku dengan sebuah senyum yang membius.

    “Karena hanya aku yang bisa memilikimu, kau jadi hadiah paling berharga untukku.”

    Argh! Baekhyun!

    “Baekhyun…”

    “Ya?”

    “Siapa yang sudah mengajarimu bicara begitu baik seperti sekarang ini??

    Iyah Mas Cabe, Siapa? Siapa Baek?
    /lalu akuh lupa bagaimana caranya bernapas/

    Aku udah komen tadi, /commentnya overload malah. ehehheheh/
    tapi gegara jaringan lagi ngadat, ga ke load deh.

    Trus, aku udah punya firasat ga enak pas di scene Baeknya nanya ke Jiho,
    “Kau ingin mati, rupanya…”

    Karna udah berasa, ‘Ini pasti bakal dipotong sama Irishnim,’
    Dan iyah, terbukti sudah. Emang dipotong. Pas lagi dagdigdugserr ngebaca kok ada si Cabe di demo version, tiba tiba kek di Drama W muncul tulisan ‘Gyesok’ /mian, aku g pake keyboard hangeul/

    heunggg… Jadilah dakuh sakaw nunggu sampe minggu depan. /Irishnim mah tega. heheheheh/

    Dan akhirnyaa yah… My Rapper Chan si robot sama Uri saranghaneun Guardian Angel Junmyeon officially debut. /loncat loncat girang/

    Chenku kapan Irishnim? hhehehe…

    Okeh lah. Ta’ tunggu next week.

    Himnebuseyo~~

    Sincerely,
    Shannon

    1. XD buakakakakkakaka ini bagian-bagian yang bikin Jiho baper kayaknya patut buat bikin kita-kita baper juga ya kak XD wkwkwkwkwkwk ini berhubung Game Over sama Switch ini sama-sama projek birthdaynya member favorit aku jadi yaahh aku pinjem tbc-nya ala W biar greget XD

  4. aku udah ngira baek bakal ada di demo walopun nama dia ngga terdaftar di list wwkwkw, aku makin penasaran baekhyun itu siapa di dnia nyata dan dia ada hubungan khusus ngga di worldware itu wkwkwk, ditungggu next nya rishhhhh

  5. Apaan ini ya Lord.. kenapa harus TBC disitu??? 😧 Ane jadi penasaran tingkat dewa nihh.. n tanggal 17 thu masih lama loh kak Rish.. ane bisa mati penasaran nih. Huhuhuhu 😭 tapi gpp.. ane setia menunggu kok

  6. Bersambungnya di waktu yang ga tepat -3- Si Baek itu belajar gombal dari siapa sih?? Manis banget ucapannya, bikin anak orang kayak orang gila senyum” gaje sendiri :v penasaran sama identitas aslinya si Baek itu sebenernya siapa?? Kalo di inget” waktu di prolog awal itu kalo ga salah (berarti bener) si Baek bikin sebuah game bukan?? Dan firasat ku menunjukkan bahwa si Baek itu yang pencipta Worldware, tapi ka Irish pernah bilang kalo pencipta Worldware itu bukan Baekhyun. Sumpah aku masih menebak nebak inti dari ff ini. Kalo belum end semua kemungkinan itu pasti ada. Sabar”in diri aja buat nunggu kelanjutannya.
    Btw sering” over load aja ka rish ngetiknya. Kalo menurut aku ini masih kurang panjang wkwkwk :v
    Semangat buat lanjutnya ka rish, fighting!! ^^

    1. Ah kayak gak kenal daku aja yang hobinya bikin tbc ngegantung gitu XD wkwkwkwkwk
      tapi bener loh ~ bukan Baekhyun yang bikin WorldWare ~ game ciptaannya Baekhyun namanya beda loooohh ~~ XD XD XD
      kemungkinan apa ini yang masih ada? XD kok aku jadi ketawa ketiwi sendiri baca spekulasinya ini ~
      jangan doong ~ kalo dia sampe lebih dari 6000 kata aku jadi merasa berdosa sama ff lainnya XD wkwkwk
      siaaapp ~ makasih yaa []

  7. ANJIR TBC NY MNTA DITAMPOL SALSA BISKUAT 😤
    GPP KOK KAK RISH NGETIK NY OVERLOAD AMPE 6000 AN AMPE 10000AN JUGA GAPAPA HEUHEU
    itu pdhl jiho pgn ny ketemu tmn” ny eh malah ketemu yayang nya 😂

  8. 1. “Kau, Song Jiho.”
    “Apa?” aku menatap Baekhyun dengan pandang terkejut, tapi dia malah melawan keterkejutanku dengan sebuah senyum yang membius.
    “Karena hanya aku yang bisa memilikimu, kau jadi hadiah paling berharga untukku.”
    >serasa dihujani panah cupid dari ujung kepala sampai ujung kaki *jleb*jleb*jleb*jleb*jleb*jleb*jleb*jleb*jleb*jleb*jleb*jleb*jleb*jleb*jleb*jleb*jleb*jleb*jleb*jleb*

    2. “Aku tidak pernah melihatmu setertarik ini pada lelaki, tapi melihat bagaimana sekarang kau telah jatuh cinta pada saat yang tidak tepat, malah membuatku begitu marah. Aku tidak mau menyalahkanmu karena sudah jatuh cinta, tapi cinta yang hanya dijalani melalui dunia virtual saja tidak akan cukup membuatmu bahagia, Jiho.”

    “Aku pasti terlihat begitu tolol, ya?”
    “Daripada terlihat tolol, menurutku kau terlihat menyedihkan…
    >Can relate.. sebagai wanita yang terFANZONED, cuma bisa liat di layar hp/ komputer, g pernah ketemu aslinya, baca part ini merasa tersayat aja.. sakit tapi g berdarah /terus ditusuk beneran sama Baekhyun, game over, ter-log out otomatis/

    Pokoknya ditunggu terus update-nya, mianhae jadi curhat g penting..
    Gomawo Author-nim, you’re driving me crazy

    1. 1. *jleb*jleb*jleb*jleb*jleb*jleb*jleb*jleb*jleb*jleb*jleb*jleb*jleb*jleb*jleb*jleb*jleb*jleb*jleb*jleb* <– ini boleh engga dikasih sound effect ala WorldWare?? XD
      2. ini berasa menyindir kita para pecinta oppa fana gitu ya XD cintanya Jiho ke Baekhyun dan cinta kita ke bias sama-sama enggak bisa kesampean XD buakakakakakakakak
      iyaa ~ sama-samaa ~ aku juga tenkyu banget karena masih ada yang mau repot-repot baca ini cerita ~ XD

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s