GAME OVER – Lv. 32 [Modified Memories] — IRISH

G    A   M   E       O   V   E   R

‘ Baekhyun x Jiho (known as HongJoo) ’

‘ AU x Adventure x Fantasy x Romance x Science Fiction ’

‘ Chapterred x Teenagers ’

‘ prompt from EXO`s — Can`t Bring Me Down & EXO CBX`s — Crush U

Game Level(s):

ForewordPrologue A SidePrologue B Side — [ Level 1Level 10 ] — Tacenda CornerEden’s Nirvana — [ Level 11Level 20 ] — Royal ThropeLevel 21Level ??Level 30 —  Level 31 — [PLAYING] Level 32

You’ve become brainwashed, faded like a memory

Catatan penulis: mulai dari level 31 sampai 39 pengaturan waktu di dalam Game over akan berputar ke masa sebelum WorldWare versi 4.2.4 dirilis. Artinya, kalian akan disuguhi cerita di balik layar WorldWare dengan tujuan menambah pengetahuan kalian tentang apa yang terjadi di dalam WorldWare.

2017 © GAME OVER created by IRISH

♫ ♪ ♫ ♪

Level 32 — Modified Memories

In Author’s Eyes…

“Kau datang lagi, Baekhyun? Bukankah aku sudah mentransferkan sejumlah uang ke rekeningmu sebagai ganti rugi atas hilangnya Rule The World?”

Satu tanya menyambut Baekhyun setelah ia menanti selama hampir tiga jam lamanya demi bertemu dengan sosok CEO yang telah memecatnya sekaligus mencuri game yang telah ia ciptakan, Kim Haejoon.

“Aku tidak sedang berusaha membicarakan soal hak cipta Rule The World lagi, Tuan Kim.” kata Baekhyun, dia lantas melemparkan pandang ke luar ruangan berdinding kaca yang sekarang jadi tempat mereka berkelakar.

Tampak seorang pemuda seusiaan Baekhyun ada di luar, bersama dengan beberapa kolega Kim Haejoon. “Aku dengar, bukan adikmu yang menjadi pimpinan pilot-project WorldWare yang kau dapatkan dari mencuri gameku. Mengapa?” tanya Baekhyun kemudian.

Kim Haejoon, menatap Baekhyun dengan rahang terkatup rapat. Memang dia sudah menduga kalau jatuhnya pengerjaan WorldWare kepada seorang magister teknik dari Chicago—dan bukannya ke tangan adiknya, Kim Junmyeon—merupakan sebuah tamparan baginya.

Mengingat bagaimana Haejoon telah berusaha untuk menyingkirkan Baekhyun demi kepemilikan game tersebut.

“Bukan urusanmu. Junmyeon lebih tertarik pada sistem manajemen ketimbang pengembangan game. Aku tidak ingin memaksa adikku untuk melakukan apa yang tidak disukainya.” bohong. Tentu saja Haejoon terpaksa berbohong demi menyelamatkan harga diri.

Dan Baekhyun tahu jelas itu. Dia ingat bagaimana pemuda bernama Junmyeon itu dahulu begitu bersemangat mencoba prototype dari Rule The World. Mana mungkin pemuda itu tidak punya ketertarikan pada game?

“Tidak tertarik, atau tidak mampu? Bukannya, adikmu hanya seorang sarjana teknik yang lulus karena kakaknya memberi uang sogokan pada universitas? Ah, lalu kau memaksanya untuk belajar manajemen untuk menutupi rasa malu.” ujar Baekhyun santai, dipandanginya satu persatu karakter Rule The World miliknya yang sekarang terpasang dalam bentuk arkrilik di ruangan Haejoon.

Nama beberapa karakter di sana masih sama, bahkan secara fisik mereka masih sama persis seperti yang Baekhyun ciptakan. Tetapi mereka tidak lagi diatas namakan sebagai karakter Rule The World, melainkan WorldWare.

“Kau masih mempertahankan beberapa konsep karakterku, rupanya. Mengapa? Karyawanmu tidak mampu menciptakan karakter-karakter sehebat yang kuciptakan?” tanya Baekhyun lagi, mencecar Kim Haejoon yang masih memilih bungkam.

Lantas, pandang Baekhyun bersarang di salah satu karakter yang paling diingatnya. Seorang karakter antihero dengan jubah hitam panjang yang menutupi seluruh tubuh termasuk kedua tangannya yang mengenakan sarung tangan kelam. Satu-satunya yang terlihat dari karakter itu hanya senyum sarkatis di tengah wajah pucatnya. Karakter itu adalah karakter pertama yang Baekhyun ciptakan.

“Ah, rupanya Invisible Black juga masih akan kau gunakan di dalam WorldWare.” Baekhyun berkata, dia lantas menatap ke arah Kim Haejoon—yang ekspresi kakunya sekarang sungguh ingin membuat Baekhyun tergelak.

“Aku tidak datang untuk membuatmu mendengar semua perkataanku, omong-omong. Karena kau memilih untuk terus diam, lebih baik aku undur diri saja. Sampai bertemu di demo WorldWare, Kim Haejoon-ssi.”

Baekhyun beranjak dari kursinya, tanpa menunggu jawaban apapun dari Kim Haejoon, pemuda Byun itu melangkah keluar dari ruangan tersebut. Tidak tahu dia, kalau di dalam sana, Kim Haejoon tengah menghubungi beberapa anak buahnya.

“Selesaikan dia, aku tidak mau dia berulah di sini lagi.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Maksudmu, kita tidak lagi memasukkan karakter dan stage yang sudah kau siapkan itu?”

“Tidak, tidak.” Baekhyun memejamkan mata sejenak, lawan bicaranya saat ini ia pikir sedang berada dalam masa paling tolol. Sudah lima menit berlalu sejak Baekhyun berusaha menjelaskan pada lawan bicaranya—Sehun—tentang bagaimana dia sekarang tengah berusaha mengubah rencana yang sejak awal disusunnya.

Tapi Sehun justru terus mengulang pertanyaan konyol yang pada intinya dimaksudkan bahwa dia tidak memahami penjelasan Baekhyun sama sekali.

“Lalu apa maksudmu?” lagi-lagi Sehun bertanya.

TOK! TOK!

Baekhyun menoleh sekilas, dilihatnya seorang gadis bersurai karamel sekarang tengah memayungi wajahnya dengan menggunakan kedua tangan, sementara tatapan kesalnya dia lemparkan pada Baekhyun.

Well, ingatkan Baekhyun kalau dia sekarang tengah menggunakan telepon umum. Dan artinya, kemungkinan orang lain juga ingin menggunakan telepon tersebut. Dengan jemarinya, Baekhyun mengisyaratkan angka lima—yang maksudnya adalah ‘lima menit’—dan si gadis akhirnya hanya bisa memutar bola mata kesal, sebelum dia melangkah mundur dan menunggu, lagi.

“Begini, setelah kupikir-pikir, jika ada karakter baru yang masuk ke dalam game tersebut. Semua orang—terutama programmer—yang bekerja di sana akan menyadarinya. Tapi jika kita memanipulasi salah satu karakter saja, mereka tidak akan menyadarinya.

“Kau ingat tentang Invisible Black, karakter pertama yang kuciptakan—yang dulu kumaksudkan untuk jadi Liv kedua tapi pada akhirnya kujadikan karakter game? Kim Haejoon rupanya masih memasukkan Invisible Black ke dalam WorldWare.

“Aku masih punya akses pada karakter itu—karena secara struktural dia punya code yang berbeda dari karakter game lain. Ingat, dia serupa dengan Liv—dan artinya, kita bisa memanipulasi Invisible Black.

“Aku bisa memasukkan ingatanku ke dalam program Invisible Black, dan kau bisa mengawasi pergerakanku dari tempatmu karena adanya aksesku terhadap Invisible Black.” kata Baekhyun, berusaha menjelaskan sepelan dan sejelas mungkin agar Sehun bisa menangkap maksud di balik kalimatnya.

Ah, ya, ya! Aku mengerti sekarang. Baiklah, lalu tunggu apa lagi? Ayo kita coba masukkan ingatanmu ke dalam karakter itu.” akhirnya, Sehun menangkap juga rencana yang Baekhyun sampaikan.

Okay, karena kau sudah mengerti jadi sekarang siapkan semuanya di sana. Aku akan tiba di tempatmu dalam empat puluh lima menit.” ujar Baekhyun

Siap.” Sehun berucap sebelum dia memutus hubungan telepon keduanya. Baekhyun pun bisa bernafas lega, begitu pula dengan gadis yang sejak tadi menunggu di bawah terik.

“Kau bisa gunakan teleponnya sekarang.” Baekhyun berkata begitu dia keluar dari bilik telepon umum. Dipandanginya si gadis dari atas sampai bawah, sedikit menyernyit ngeri lantaran penampilan kelewat serampangan yang dikenakan si gadis—

“Terima kasih.”—tapi vokal gadis itu justru membuat Baekhyun memerhatikannya selama dua sekon lebih lama. Sementara si gadis sendiri tampak tidak ambil pusing, dia melangkah masuk ke dalam bilik telepon umum, mengabaikan Baekhyun.

Hallo?”

Hey, Taehyung! Ini aku!” si gadis—Song Jiho, berkata dengan cukup lantang. “Oh, kau. Aku pikir siapa. Ada apa?” tanya Taehyung di seberang sana.

“Sialan kau. Aku baru saja kembali dari perusahaan Ayahmu, mengantar Ashley ke sana. Tapi sekarang aku tidak punya uang untuk memesan taksi, atau naik bus. Bisakah kau menyusulku?”

“Memangnya aku supir pribadimu?” sahut Taehyung ringan.

Hey, ayolah! Aku tidak jauh dari kantor Ayahmu, sungguh. Aku sedang ada di—astaga!” tiba-tiba saja Jiho memekik, cukup keras sampai membuat Taehyung di seberang sana menjauhkan telepon dari telinganya. Hampir saja suara Jiho membuatnya tuli.

Hallo? Hey, Jiho, ada apa?” tanya Taehyung, tapi rupanya si penelepon telah meninggalkan bilik telepon umum tersebut dengan membiarkan teleponnya menggantung.

Hey! Awas!” kini, Jiho berlari menuju penyebrangan jalan, dilihatnya bagaimana pemuda yang tadi membuatnya kesal menunggu, sekarang hendak menyeberang jalan dengan kepala tertunduk dan bahkan mengabaikan laju kencang mobil gelap dari tikungan yang Jiho lihat dan Jiho prediksikan bisa saja membahayakan pemuda tersebut.

“Awas!” lagi-lagi Jiho berteriak keras, dengan tambahan, dia dorong pemuda itu sampai keduanya terjatuh di atas aspal.

Ugh!” Jiho memekik begitu tubuhnya ditindih oleh si pemuda yang sekarang juga mengerang kesakitan. Tidak sampai di situ, rupanya kesialan untuk kedua kalinya melanda Jiho begitu gadis itu mendengar suara melengking rem mobil di dekatnya.

“Tanganmu, awas!” si pemuda berusaha menggapai kedua tangan Jiho yang terentang di udara, tapi terlambat. Karena sekon selanjutnya rasa sakit kembali menusuk Jiho, kali ini berkali lipat lebih menyakitkan, karena kedua tangannya baru saja menjadi sasaran rem mendadak mobil gelap tersebut.

ARGH!” jeritan Jiho terdengar begitu melengking dan menyakitkan. Sementara si supir mobil gelap memilih untuk menarik mundur mobilnya dan melajukan mobilnya sekencang mungkin.

“Tolong!” Baekhyun berteriak, orang-orang segera berkerumun, beberapa dari mereka menghubungi ambulance, sementara Baekhyun sendiri berusaha membantu Jiho untuk duduk, dengan paksaan tentu saja. Satu-satunya hal yang bisa Jiho lakukan saat ini hanya menangis, begitu keras.

“Tidak… Tanganku… Tanganku sakit sekali…” rintihnya membuat si pemuda Byun—yang nyawanya baru saja terselamatkan dengan mengorbankan kedua tangan Jiho sebagai pengganti—semakin panik.

“Ya Tuhan! Maafkan aku! Sungguh! Maafkan aku!” kata Baekhyun ditariknya kedua tangan gadis itu—hal yang membuat si gadis justru makin melolong kesakitan—sebelum akhirnya Baekhyun mendekatkan kedua tangan gadis itu, dan mengikatnya erat-erat dengan menggunakan sapu tangan miliknya.

Baekhyun sendiri menyernyit ngeri begitu dia melihat bagaimana jemari si gadis berubah biru, tapi ruas-ruasnya terlihat membengkok. Tangis si gadis bahkan memperparah kepanikan Baekhyun sekarang.

Tapi, dia sadar kalau tidak mungkin sekonyong-konyong ada mobil yang memotong jalan dari tikungan begitu saja. Tentu Baekhyun tidak bodoh, dan dia tahu siapa orang yang bisa melakukan hal semacam itu.

“Kim Haejoon… Bajingan satu ini benar-benar keterlaluan.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Sunyi jadi satu-satunya hal yang menyelimuti bagian belakang ambulance begitu Jiho dan Baekhyun—o, juga tambahan satu petugas kesehatan—ada di sana. Hal berikutnya yang begitu kentara adalah suara sirine ambulance memecah kepadatan jalan raya.

“Maaf,” Baekhyun akhirnya berinisiatif untuk bicara. Jiho pun mendongak, dipandanginya pemuda berpenampilan kacau di hadapannya, sebelum gadis itu tersenyum samar dan menggeleng.

“Tidak masalah. Kata petugasnya, mungkin jari-jariku hanya terkilir saja.” sahut Jiho ringan. Gadis itu lantas memerhatikan jemarinya yang telah diperban erat—pertolongan pertama dari petugas kesehatan tadi—dan mereka sekarang sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit. Karena menurut petugas, Jiho tetap harus melakukan pemeriksaan lengkap pada dirinya.

“Bukannya kau ada di dalam telepon umum, tadi?” tanya Baekhyun sejurus kemudian.

“Hmm, ya. Kau ingat? Aku sedang menelepon temanku, memintanya untuk menjemputku karena aku tidak punya uang untuk pulang. Lalu kulihat ada mobil yang memotong jalan dari tikungan, dan dia juga terlihat menyetir dengan sangat kencang.

“Tidak masalah, sungguh. Kau tidak perlu memasang wajah bersalah begitu. Lagipula, karenamu aku bisa menelepon temanku lagi—dengan menggunakan ponsel petugas ini—dan dia sudah menungguku di rumah sakit.”

Baekhyun ingin, mengatakan pada si gadis kalau ia tidak seharusnya terluka hanya karena berusaha menyelamatkan Baekhyun. Sebab Baekhyun tahu jelas siapa yang berusaha melukainya, dan siapa sasarannya.

“Terima kasih, kupastikan aku akan membalas budimu.” kata Baekhyun membuat si gadis mendongak, menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa diartikan. Tapi kemudian, si gadis tersenyum simpul.

“Tidak perlu berkata aneh-aneh. Aku tidak merasa kau berhutang budi, atau sejenisnya. Lagipula… besar kemungkinannya kita juga tidak akan saling mengingat lagi beberapa waktu setelah ini.

“Jadi, cukup kuterima saja ucapan terima kasih dan permohonan maafmu.” kata Jiho. Baekhyun pun tidak sempat menyahuti, sebab begitu dia buka mulut, ambulance tersebut memelankan lajunya, dan mematikan sirine, tanda bahwa mereka telah berada di area rumah sakit.

Tidak lagi sempat bertukar kata, petugas kesehatan yang sejak tadi memilih sibuk berdiam sambil memandang ke luar akhirnya membuka pintu ambulance, membimbing langkah Jiho untuk turun sementara Baekhyun mengekor di belakang.

Hey, tunggu sebentar Nona.” ujar Baekhyun, lengannya bergerak menahan lengan Jiho begitu gadis itu dengan cueknya hendak melangkah meninggalkan Baekhyun tanpa berkata apapun.

“Ya? Ada apa?” tanya Jiho, dipandanginya Baekhyun sembari menunggu pemuda itu kembali buka suara. “Umm, siapa namamu?” tanya Baekhyun segera dijawab Jiho dengan sebuah senyum ramah.

“Jiho!” satu seruan masuk ke dalam rungu Jiho, membuatnya melempar pandang ke arah Taehyung yang sekarang melangkah tergopoh-gopoh ke arahnya sementara Jiho lagi-lagi memandang ke arah Baekhyun.

“Namaku Song Jiho. Omong-omong, sampai jumpa lagi. Senang bertemu denganmu.” kata Jiho sebelum dia mengangkat kedua tangannya dan memaksakan diri untuk melambai—meski yang dilakukannya bukan melambai melainkan sekedar menggerakkan kedua tangan—ke arah Baekhyun.

Pun Baekhyun membalasnya dengan sebuah lambaian tangan.

“Ya, sampai bertemu lagi, Song Jiho-ssi.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Aku pikir kau akan ada di sini dalam empat puluh lima menit. Mengapa jadi satu jam setengah?” tanya Sehun mencecar begitu didengarnya langkah Baekhyun masuk ke dalam ruangannya.

“Haejoon berulah, berusaha mencelakakanku.” sahut Baekhyun sambil membanting tubuh di atas sofa, dipejamkannya mata berusaha membuang kemarahan yang entah mengapa kembali bergejolak di dalam dirinya.

“Berusaha apa?” Sehun mengulang, dibalikkannya kursi yang ia duduki, dia pandangi Baekhyun dari ujung kaki sampai ujung kepala sebelum akhirnya dia mengembuskan nafas panjang.

“Syukurlah kau masih baik-baik saja.” ujar Sehun.

“Bukan aku yang terluka, tapi orang lain. Dia berusaha menyelamatkanku, tapi justru dia yang terluka. Aku menemaninya sampai ke rumah sakit dulu, baru aku ke sini.” terang Baekhyun, dia lantas bangkit dari sofa dan melangkah ke arah Sehun.

“Kau sudah siapkan Invisible Black?” tanyanya, tidak lagi ingin membahas perkara kecelakaan senja tadi karena hanya akan memancing emosinya kembali.

“Sudah siap sejak tadi. Hanya perlu transfer memori darimu saja. Seperti penjelasanmu, aku bisa mengaksesnya dengan mudah dan langsung terhubung pada sistem online WorldWare. Jadi setelah kau tertidur untuk melakukan transfer memori dengannya, kita bisa mengawasi apa yang terjadi dalam WorldWare melalui ingatan Invisible Black yang dibaginya denganmu.

“Dia juga akan bisa mendapatkan informasi yang dibutuhkannya soal WorldWare dari ingatanmu. Simpel saja, seperti konsep kita tempo hari. Sebenarnya, Invisible Black ini disiapkan WorldWare untuk prototype lain, tapi kupikir tidak masalah memasukkannya sebagai substitusi dari karakter dan stage buatanmu kemarin.

“Mereka tidak akan menyadarinya, karena aku sudah memodifikasi stage tersebut untuk terlihat serupa dengan stage yang mereka ciptakan.”

Mendengar penuturan Sehun, Baekhyun mengangguk-angguk paham.

“Baguslah kalau begitu. Jadi sekarang aku hanya perlu berbagi sedikit memoriku padanya, bukan?” tanyanya memastikan.

Yes. Berbaringlah di sana, aku akan memprosesnya, nanti kita bisa melihat ke dalam WorldWare melalui Invisible Black. Dan semua yang dilakukan Invisible Black, memorinya, pendengarannya, penglihatannya, semuanya, akan terlihat di monitor ini.” Sehun menunjukkan sebuah monitor berukuran tiga puluh inci yang diletakkannya di dalam sebuah ruangan tertutup.

“Lalu soal Seung—”

“—Jangan khawatir, dia tidak tahu tentang ruangan ini. Liv pun tidak tahu. Aku sudah paham bagaimana mereka berdua berpikir sebagai wanita. Meski nanti Seungwan tahu tentang modifikasi ingatan yang telah kita lakukan, dia tetap tidak akan tahu soal akses ingatan yang bisa dilihat dari dalam ruang kecil ini.” kata Sehun, dia kemudian menarik Baekhyun ke arah sebuah tempat tidur mendatar dari lempengan logam yang ada di ruangannya.

Dia tutup rapat pintu ruangan sempit tidak kentara yang ada di sudut ruang kerjanya, Sehun tentu tahu bagaimana resikonya jika dia melakukan peretasan terhadap game yang beberapa pekan lagi akan rilis.

Untuk menutupi jejak dan meminimalisir kekacauan, dia tentu harus merahasiakan semuanya. Termasuk dari dua gadis yang seharusnya dia biarkan tahu tentang kejadian ini, tentu saja.

“Aku sudah di sini, apa yang akan kau lakukan sekarang?” tanya Baekhyun.

“Astaga, jangan bercanda Baekhyun. Apa kau sedang berpura-pura jadi orang baru di bidang ini? Lepaskan kemeja yang kau kenakan. Aku harus memasang beberapa alat di tubuhmu.” ujar Sehun.

Baekhyun hanya memutar bola mata acuh, tapi toh dia lepaskan juga kemeja yang ia kenakan, diletakkannya di atas meja sebelum dia kembali berbaring.

“Ayo, cepatlah. Aku tidak mau Seungwan dan Liv memergoki kita.” katanya.

Sehun pun melangkah ke arah Baekhyun sembari tangannya mengambil beberapa buah sambungan kabel yang telah dihubungkannya ke komputer.

“Akan ada sengatan listrik kecil untuk memanipulasi kesadaranmu.” ucap Sehun saat dia selesai memasang kabel-kabel tersebut.

Okay, aku mengerti.” sahut Baekhyun.

“Aku akan memprosesnya.” kata Sehun sambil kemudian melangkah meninggalkan Baekhyun yang membaringkan diri dengan tenang.

Sehun pun sibuk mengutak-atik beberapa command di komputernya, dia lihat sengatan kecil muncul di leher Baekhyun, sebelum pemuda itu berangsur-angsur tertidur dan memungkinkan Sehun untuk melakukan transfer memori Baekhyun pada Invisible Black.

Okay, tinggal rendering memory saja. Tunggu sebentar Baekhyun, rencana kita akan segera berhasil.”

Beberapa menit Sehun habiskan dalam sunyi, sampai kemudian didengarnya langkah tergopoh-gopoh di luar ruangan. Diikuti suara gebrakan meja cukup keras dan—

“Oh Sehun!”

—teriakan. Lekas Sehun bangkit dari tempat duduknya. Dia baru saja berbalik menatap ke arah dua orang wanita yang menerobos masuk ke dalam ruangannya saat—

PLAK!

“Seungwan!”

Liv memperingatkan begitu dilihatnya bagaimana Seungwan menampar wajah Sehun dengan keras.

“Tidak apa-apa, Liv. Aku pantas menerimanya.” kata Sehun begitu santai. Sedangkan Seungwan, gadis itu sekarang terlihat begitu marah.

“Apa yang kau lakukan pada Baekhyun!?” serunya, bisa Sehun duga dari ekspresi bersalah Liv sekarang, gadis itu pasti tanpa sengaja lepas bicara soal rencana Sehun dan Baekhyun, yang membuat Seungwan menjadi begitu marah seperti saat ini.

“Tenang dulu, Seungwan. Yang kulakukan hanya melakukan transfer ingatan Baekhyun pada karakter yang sudah dia ciptakan saja, tidak lebih. Lihat proses rendering memorynya? Sudah hampir seratus persen.

“Begitu seratus persen, sengatan listrik akan mengenai tubuh Baekhyun sedikit dan membangunkannya. Lalu ta-da! Semuanya terselesaikan dengan sempurna.” Sehun memperagakan dengan bangga, selagi Seungwan masih memasang ekspresi begitu berang.

TRING!

“Rendering completed.”

“Nah, sekarang lihat.” Sehun mengklik command box yang muncul di komputernya. Berangsur-angsur sebuah sengatan muncul di leher kiri Baekhyun, dan Seungwan pun menunggu.

Nihil.

Baekhyun masih terbaring.

“Dia tidak terbangun.” kata Seungwan sontak membuat Sehun mendongak, menatap ke arah tubuh Baekhyun yang masih terbaring sebelum dia akhirnya mengecek keadaan vital Baekhyun melalui komputernya.

“Tidak. Dia seharusnya sudah terbangun. Mengapa tanda vitalnya—tunggu dulu.” Sehun segera mengutak-atik beberapa command di dalam komputernya, sementara ekspresi Seungwan sekarang berubah lembut.

Tidak, gadis itu tengah berusaha menahan tangisnya. Dia tahu benar apa yang sekarang terjadi, kemungkinan buruk yang tidak pernah diinginkannya kemungkinan besar akan terjadi. Dan Seungwan sudah tidak bisa berbuat apa-apa.

“Tidak, Sehun. Jangan katakan kalau dia…” kata-kata Seungwan bahkan terhenti, dia tidak sanggup lagi. Yang ada, Liv lah yang justru punya keberanian untuk buka suara.

“Sehun, apa yang terjadi?” tanyanya sambil melangkah mendekati Sehun yang terjebak kepanikan. “Liv, ini berbahaya.” ujar Sehun membuat tangis Seungwan pecah. Gadis itu sontak menghambur ke arah Baekhyun yang terbaring. Diguncangkannya tubuh pemuda itu sambil menangis, memanggil-manggil si pemilik tubuh sementara kesadaran si pemuda telah tidak ada.

Sehun sendiri tidak habis pikir. Melihat bagaimana karakter Invisible Black yang tadinya hanya terdiri dari jajaran command namun tiba-tiba saja memiliki tanda vital seperti Baekhyun tentu saja mengejutkannya.

Terlebih, karena tanda vital Baekhyun justru menghilang. Satu-satunya sumber kehidupan pemuda itu sekarang adalah jaringan nirkabel yang terhubung ke tubuhnya. Sehun kemudian menenggelemkan wajahnya di balik kedua telapak tangan.

Dia hancur, Baekhyun hancur. Rencana mereka telah hancur.

“Apa yang terjadi, Sehun?” tanya Liv lagi, berusaha menganalisis dengan kemampuannya tapi situasi yang sekarang dihadapinya juga terlampau aneh. Dia tidak pernah menghadapinya. Mendapati karakter game tiba-tiba saja memiliki tekanan darah, denyut jantung, angka pernafasan dan bahkan saturasi oksigen dalam tubuh, adalah hal yang kelewat asing.

Sehun sendiri mendesah pelan. Masih dalam keadaan yang sama, bibir pemuda itu akhirnya membuka membentuk satu kalimat yang membekukan Liv.

“Karakter game ini… telah merebut kehidupan Baekhyun.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Kau sudah siap?”

Taehyung bertanya pada Jiho saat ditemukannya ekspresi ragu terpasang di wajah gadis itu. “Sangat siap.” jawaban mantap yang Jiho berikan sekarang seolah tidak juga membuat Taehyung merasa tenang.

Bagaimana tidak, mereka akan menjadi perocbaan dari peluncuran WorldWare yang prototypenya berhasil Taehyung dapatkan beberapa bulan yang lalu. Tapi keadaan Jiho sangat tidak mendukung.

Gadis itu masih dalam proses memulihkan diri pasca kecelakaan parah yang menimpanya beberapa waktu lalu—hal yang membuat Taehyung begitu ingin mencegah Jiho agar tidak mengikuti demo yang menurutnya sangat berbahaya bagi pemulihan yang Jiho lakukan.

“Kau yakin?” Taehyung bertanya dengan nada sama khawatirnya.

“Iya, Taehyung. Jangan khawatirkan aku. Kita hanya perlu masuk ke dalam tabung ini dan tertidur bukan? Sudah sejak lama aku ingin mencobanya, tahu.” Jiho berucap, senyum merekah di wajah gadis itu akhirnya membuat Taehyung menyerah juga.

Mana mungkin dia tega melukai perasaan Jiho sementara dia tahu benar bagaimana bersemangatnya gadis itu saat memikirkan persoalan game ini.

“Baiklah, semangat!” hanya itu kalimat yang bisa Taehyung berikan, sementara tatapan pemuda itu sekarang bersarang pada seorang gadis rupawan yang duduk di baris terdepan kursi penonton.

Ashley ada di sana, tersenyum pada Taehyung dan bahkan menunjukkan kedua tangannya yang ia lambungkan ke udara dengan kedua telapak menggenggam, mengisyaratkan sebuah semangat pada Taehyung.

Senyum tipis lantas Taehyung berikan sebagai balasan, sebelum dia sendiri masuk ke dalam survival tube—alat berupa tabung yang didominasi warna abu-abu dengan sisi-sisi yang terbuat dari kaca tebal—dan membaringkan dirinya di dalam sana.

Well, beberapa orang termasuk dirinya dan Jiho hari ini akan menjadi playerplayer yang diujicobakan untuk menggunakan WorldWare yang akan segera diluncurkan. Taehyung ingat benar bagaimana Jiho memaksanya agar mereka berdua sama-sama ikut di dalam acara demo game ini.

Kalau saja tidak ada iming-iming potongan harga cukup besar untuk membeli survival tube yang ditawarkan NG Game Factory, tentu saja Taehyung tidak akan mau repot-repot menjadi orang bodoh yang masuk ke dalam game.

“Player, bersiap untuk login.”

Satu kalimat masuk ke dalam pendengaran Taehyung begitu dia masuk ke dalam survival tube. Samar, dilihatnya beberapa buah tombol ada di dalam survival tube, tidak begitu dipahaminya tapi dia tahu tombol-tombol tersebut pasti berguna.

Saat Taehyung melempar pandang ke arah Jiho, gadis itu malah sudah dengan tenangnya membaringkan diri di dalam survival tube, tanpa merasa ingin tahu tentang keadaan di sekitarnya sedikit pun.

Berusaha melupakan rasa khawatirnya pada Jiho, Taehyung pun akhirnya masuk ke dalam survival tube miliknya dan membaringkan diri dengan nyaman.

Player, bersiap untuk masuk ke dalam survival tube. Mohon menunggu, scanning identitas sedang dilakukan.”

Jiho melemparkan pandang ke arah kamera kecil yang ada di sudut tertinggi survival tube, memerhatikan cahaya kemerahan—serupa laser—yang sekarang keluar dari kamera kecil tersebut, melakukan scanning terhadap tubuhnya, ternyata.

“Sengatan penenang akan segera diberikan. Mohon persiapkan diri Anda.” satu kalimat masuk ke dalam pendengaran Jiho. Gadis itu baru saja hendak menarik dan mengembuskan nafas untuk menenangkan diri saat rasa menggigit kecil sudah menusuknya di bagian leher kiri.

Meski tidak terasa begitu sakit, tapi tetap saja Jiho merasa terkejut. Namun perlahan-lahan, kesadaran Jiho pun menghilang. Berganti dengan sensasi memabukkan di mana tubuh terasa seolah tengah terlempar di udara tapi tidak bisa memberikan perlawanan.

Chirp! Chirp!”

Jiho menyernyit saat didengarnya suara burung berkicau di dekatnya, begitu nyata dan lantang. Begitu gadis itu membuka mata, dia nyatanya telah berdiri di dalam sebuah stage yang serupa pemandangan tengah kota.

Begitu indah, Jiho membatin.

“Selamat datang di survival mode, HongJoo. Anda sekarang berada di trial town, France. Lingkaran yang melindungi Anda adalah circle-tube. Untuk memulai battle, Anda dapat menginjak start yang ada di bagian kanan bawah circle-tube.”

Jiho sadari, dia nyatanya berada di dalam sebuah wadah serupa bola bening yang membatasi dirinya dengan stage tempat ia sekarang berada. Dan samar-samar, dilihatnya bagaimana option berbentuk persegi dengan kerlip hijau ada di dekat kaki kanannya. Sedangkan di dekat kaki kirinya ada option lain berbentuk sama dengan kerlip merah.

Gadis itu sempat terperangah melihat bagaimana sekarang semua hal yang biasanya dia lihat di dalam monitor kini sudah terpampang di hadapannya secara visual. Sungguh luar biasa.

“Aku harus mencobanya.” kata Jiho begitu ditemukannya petualangan yang menanti. Gadis itu segera menginjak start, dan terbukalah circle-tube yang selama beberapa sekon ini melindunginya.

Mengingat bagaimana dia selama ini telah berkeliaran di dalam file curian WorldWare tanpa bisa menemukan stage-stage unik begini, tentu saja dia merasa sangat penasaran. Tapi, tentu bukan Jiho seorang yang jadi satu-satunya orang yang penasaran.

Rupanya, seorang lain juga ada di sana, memerhatikan Jiho selagi gadis itu mengelilingi France. Tiap gerak-gerik Jiho diperhatikannya lekat-lekat, seolah gadis itu tampak begitu menarik di matanya. O, tentu jangan minta sosok itu untuk melupakan Jiho.

“Kaukah itu… Song Jiho? Biar kulihat… bagaimana kau bisa ada di dalam ingatanku?”

— 계속 —

IRISH’s Fingernotes:

Maaf banget karena udah update terlambat (banget ini terlambatnya) untuk level 32 ini. Ada sedikit kesalahan teknis di mana file untuk level 32 tiba-tiba aja corrupt (aku enggak tau why tapi setiap aku mau buka dia muncul pesan windows yang ujung-ujungnya kudu aku tutup filenya) dan alhasil, aku harus ngetik ulang sambil nyontek level 33 dan nyontek ringkasan cerita level 32.

Dan aku enggak bisa ngetik cepet sebab dari kemarin aku dikirim tugas mulia (sampai besok sih) dari kantor. Alhasil, waktu buat ngetik jadi limited sekali meski enggak selimited kesempatan buat ketemu Oppa.

Berhubung aku sudah coba baca berulang kali untuk versi baru ini, jadi insha Allah enggak akan ada banyak perubahan signifikan sama versi lama yang sudah dikorupsi sama Zinnia. Malah mungkin aku jadi bisa benah-benah sedikit di level ini jadi kalian enggak akan tersesat lagi.

Dan yes, kita ketemu Invisible Black lagi! Banzai! (jujur, aku lebih suka sama karakter Invisible Black sih daripada master provider characternya, si Byun Baekhyun, LOLOL, jahat ya) Tapi mau gimana lagi, ngemunculin Invisible Black itu lebih menyenangkan daripada Byun Baekhyun.

Setidaknya kalian juga bisa seneng, karena munculnya Invisible Black berarti akan ada sejarah loveline Invisible Black-HongJoo juga. Tbh, beberapa hari yang lalu di tengah kesibukanku sama lembur aku terharu saat ada salah seorang temen kerja yang menyasarkan aku ke sebuah video youtube yang berujung pada sebuah inspirasi luar biasa.

Entah, apa aku bisa mengaplikasikan inspirasi itu di dalam Game Over kedepannya, tapi membayangkan ganti konsep lagi juga sama beratnya dengan ngebayangin Game Over bener-bener over.

Demi kebaikan bersama mungkin bisa aku pertimbangin. Cuma enggak tau kapan bisa realisasinya karena ngeganti konsep sama storyline itu biasanya aku sampe seharian ngabisin waktunya. Padahal 24 jam dalam sehari itu singkat sekali.

Nah, sekian dulu dariku, sampai ketemu hari Minggu atau Senin? (kalau sempat, do’akan saja aku ada waktu luang di tengah pelatihan, huhu, kalau enggak kita ketemu minggu depan ya). Salam ketjup, Irish.

[ panggung klarifikasi ]

‘ Sebenernya, Baekhyun yang terakhir kali kalian ketahui terbangun ada hubungannya sama Baekhyun yang kehilangan kesadarannya di level kali ini. Perlu diingat, kejadian di dalam Game Over yang ada di level 1 – 28 adalah kejadian yang terjadi sekitar beberapa tahun setelah latar waktu pada level 31 – 39. Jadi, tolong dipahami kalau tujuan diciptakannya level 31 – 39 adalah untuk memperjelas alur yang hilang juga menjawab semua pertanyaan kalian di level-level sebelumnya.

‘ Jangan tanya apa Jiho ingat sama Baekhyun di sini, atau apa Baekhyun ingat sama Jiho. Karena jawabannya sudah sangat jelas: tidak. Mereka tidak saling mengingat satu sama lain di dunia nyata. Karena yang ada di dalem pikiran Jiho itu cuma game, dan pikiran Baekhyun sendiri sudah direbut kendalinya sama Invisible Black.

‘ Jangan berspekulasi kalau Invisible Black punya semua ingetannya Baekhyun, atau sebaliknya, Baekhyun punya ingetannya Invisible Black begitu dia bangun. Mereka dua orang/karakter yang berbeda. Tolong jangan disamakan.

‘ Dan jangan tanyakan soal mereka, karena nanti akan dijelaskan lebih lanjut lagi di level berikutnya. Terima kasih karena sudah memerhatikan dan menyempatkan waktu untuk membaca panggung klarifikasi ini. ’

hold me on: Instagram | Wattpad | WordPress

41 tanggapan untuk “GAME OVER – Lv. 32 [Modified Memories] — IRISH”

  1. Ahaaa bener kan tebakanku. Jadi ini cerita awalnya. Kek di switch gtu ya (duh sotoy).
    Tapi ko bisa gtu ya? Kan memorinya baek uda ditransfer ke memorinya invisible black, tapi invisible black ga punya memorinya baek. Kehapuskah? Atau apa? Apa baek ntar waktu bangun jadi amnesia? Duh kepo

  2. Aku dimana?? Dia siapa?? Wkwkwkwk *bebek lewat
    Oke ship aku baru baca ini level padahal udah lumutan banget 😂 aku gatau mau komen apa. Aku ikut alur mbaRish aja ya hehehe aku gamau berharap sama yang ga pasti. Atit soalnya.. Semangat terus mbaRish ^^

  3. Dear Irishnim,

    Yes, aku tau nasib dan takdir mereka berkelindan satu sama lain. Such a small world eh?
    I mean, aku ingat di level awal ada Taehyung sama Jiho yg ngobrol tentang gimana akibat,sebuah kecelakaan akhirnya jemari Jiho agak kaku digerakkan. Dan ternyata itu penyebabnya krn nyelamatin Baek Cabe. Yes. Mereka ketemu.
    Dan aku rasa itu alasannya kenapa pas di akhir level ini, pas BaekCabe udah render memorynya ke BaekBlack, makanya Black nanya, kenapa Jiho bisa ada di memorinya. Itu memorinya Cabe yg di dalam tapi dikira kek memorinya Black kan?? Trus lagi, itu aku lupa di level 31, ternyata pertemuan pertama Black-Jiho di ceritain yaa.. Jadi keknya Black itu ngikutin Jiho selain karna Jiho yg ngebangunin dia awalnya, mungkin juga gegara kepingan memori Cabe yg muntjul g sengaja di memorinya Black.
    /apa iya kek gini?/

    Yaudalah, makin kesini komentarku makin ngaco.. Hhehe

    Himneyo Irishnim.
    Happy NewYear anyway..

    Sincerely,
    Shannon

  4. fix asli si baek itu emang udah jodoh ama jihoo #baekjiGarisKeras 😂😂
    ohh jadi waktu si jihoo ngomong ada insiden kecil di chap sebelumnya -entah berapa aku lupa- ternyata itu kecelakaan yg melibatkan baekhyun juga, hmm jodoh ga kemana emang 😂😂
    tapi seru juga sih di flashback jadi bisa ketemu invisible black lagi, sama kisah asmara jihoo yang bisa bikin jejeritan 😂
    terus juga bisa tau sesuatu yg bikin ngeganjal selama ini *eaa bahasanya 😂
    .
    buat kak irish semangat nulisnya kak 😄😄 penggunaan bahasa kakak bagus dan mudah dipahami, ngak berbelit” sesuai harapan aku 😂
    tapi maaf ya kak kalo aku bacanya suka telat, tapi aku ttep setia ama karya” kkak kok 😚😆😂

  5. Kenapa ane juga lebih tertarik sama invisible dari pada baek ea 😂😂 maybe karna IB-invisble black- lebih misterius dari pada BB-byun baekhyun-😅😂

    Dan jugaaa.. Penasaran sama suho dan sehun yang juga main game ini, mereka pasti punya maksud yg tersembunyi 🤔🤔
    Perusahaan ayah taetae apa ka?? Apa ada hubungannya dengan NG? Daku Syunghuh penasaran..

    Semangat kak irishseuu 😘😍💋

  6. entah lah, aku sudah bingung mau berucap apa.. tetep yg keluar dari mulut aku mah “tolong persatukan baek-ho, titik” #ngotot
    tapi ngga ko, aku ngikutin alur ajaa.. baper baper daah XD
    oh ya, sebenernya banyak banget yg pengen aku tanyain mengenai game over ini, tapi karena saking banyaknya aku sampe gatau mau nanya apa jadinya. nanti lah kalo aku mendadak inget aku komen lagi deeh heheee

    kak irish, g double e d.j.o.b goood job good job XD
    semangat terus yaa bikin ff nya, sampai bertemu di lv selanjutnyaaa

  7. Kicep kan lu hun, trus gimana cara Baek bangun?
    Aduh neng Jiho, diriku gak bsa bilang apa2 dah.
    Jiho sma Baek udah prnah ketemu dn terlebih lagi mereka punya hubungan, tapi kata mbak Irish kalian susah klw mau berjodoh. Jd neng Jiho kudu gimane, rish?
    Yah, diriku gak sabar buat baca chaptr selanjutnya. ditunggu rish

  8. Q baru sempet bc ini dan setelah q bc… woow q gk bs berkata2 lagi.
    Jadi jiho yg kecelakaan gr2 nolongin baek, trus ingatannya baek diambil alih oleh invisible black jadi baek gk bisa bangun di dunia nyata,
    dan karena ingatannya baek udah ada di invisible black jadi saat demo invisible black inget sm jiho.
    Wah, akhirnya pertanyaan2 q dulu udah mulai kejawab.
    Kak irish mmng daebak!
    Jadi nggak sabar nunggu lv 33!!!
    Fighting kak!!!

  9. klo ga slh jiho prnh lupa ingatan y? ahh lupa aku. pantesan si baekhyun prnh bilang sama jiho klo jiho itu bakal terus ada d memorinya. itu baekhyun bakalan bangun lg kan?? uhhh aku penasaran apa yg bakal terjadi selanjutnya

  10. Okay, sudah mulai terterangkan..
    Jadi yg Jiho kecelakaan sebelum mainan Worldware itu gara2 nolongin si Byun Baekhyun, aelaahhh so sweett wkwkwk
    Dan Baekhyun yg g sadarkan diri itu gara2 diambil alih Invisible Black, tega kamu Black… Padahal mah aku ngiranya si Baekhyun kecelakaan atau di celakai CEO NG game tuh, taunya kelakuannya si Black hahahaha…
    So, masih tetep ngarep tuh ntar Baekhyun pas bangun masih inget sama romance nya si Black sama Jiho 😁😁 padahal mah udah di jelasin noh kalo keduanya karakter yg beda tetep aja ngarep wkwkwk
    Okay untuk kak Irishh tetep semangat terus pokoknya, sehat terus kak.. Ditunggu next chapternya.. Fighting!!!!!!

  11. Satu per satu mister terpecahkan.
    Dan apaaa… Baek udah pernah ketemu jihoo??
    Kenapa hati ku carut marut ini kak.
    Ottokhae…😣😣😣

  12. Ok, jadi Jiho kecelakan karena nolongin Baekhyun.
    Dan itu udh pertemuan yg ke dua ? 😂
    Ngeri ya ngebayangin jari nya Jiho bengkok gitu 😱
    Sukaaa pas mereka lg interaksi .
    Bener kak aku juga suka sama Invisibke Black 😍😍
    Semangat terus buat kak Irish
    Kak Irish 최고 😊

  13. “Kaukah itu… Song Jiho? Biar kulihat… bagaimana kau bisa ada di dalam ingatanku?”
    *Langsung seneng* padahal blm tentu😑

    Sudah dilarang tanya ..yaudah
    Tunggui wae..

  14. whauuuuuuuu….
    apa yg mw ku komen kakk??? Aku bingunggg…

    Sepanjang aku baca episose yg ini kk, aku mikirnya Begitulah takdir ya kakk. kayak kita ketemu orng baru yang gak kita notif bakal ada di hidup kita di waktu waktu yg akan datang. Juga kita gak tau orng orang yg ada di sekitar kita itu pernah ketemu kita di suatu waktu yg gak kita ingat… its a Misteri kehudupannn |whauuuuuuuuuu!! :D|

    Aku banyak terkesan sama sikap nya taehyung ke jiho, itu sweeeeettt bngettt menurutku. Sweeettt se sweeet nya sweeeettt, ibarat sweeet nya coklat kek sweeeetnya bang kai. Secara warnanya sama, jadi sama manisnya 😀
    |eaaaaa…|

    Aku setuju sama kk irishh, kemunculan si Inviseble Balck lebih diharap kan dari pada mas cabe di real livee.. hahaha… jahat yaaa?? Gak papa lahhh, maaf mas cabe reallive eksistensi mu tidak d perlukan♡♡

    Apapun kk keep your spirit.. love youuu♡♡

  15. Mb jiho inget nya cuman game, kebangetan deh kak dia suwerr ! :-/ iya masa sampe lupa sama wajah cabe yang cakepnya gak ketulungan begitu,kan gak banget ya.aku aja susah mupon nya dari bekhyun,masa mb jiho gampang banget kek gampangnya ngeluarin upil dari idung wkwkwk/LOL/ 😀
    btw itu tbc nya kebiasaan bikin orang curiga. invisable black kah itu ? tapi apa iya ? iya bukan iya ? bener gak kak ? bicos dimana² aku curiga terus bawaannya kalo sama bekhyun.
    dan untuk lv kedepannya kutunggu kak,cemangat buat tugas mulianya. salam ketjup dariku juga buat kak irish :-*

  16. Wow…
    Ini……
    Pertemuan kedua mereka.
    Dan sangat manis sekaligus mengerikan..
    Jiho bnr2 penyelamat Baekhyun..
    Dan aku sukaa cara jiho berinteraksi dgn baekhyun disini..
    Ngomong2 Sehun,km ternyata tidak sejenius Baekhyun ya,wkwk…
    Kebayang gimana wajahnya yg bening(ehem),panik setengah mati pas tau kehidupan Baekhyun direnggut oleh karakter game…
    Well Rish,,level ini sedikit bnyk mengurai kekusutan di otakku,,haha..
    Eh eh itu kalimat terakhir yg ngucapin si Baekhyun dlm tubuh invisible black kan ya?
    Kan Baekhyun yg tau nama Jiho.
    Aq tunggu next levelnya ya..
    Keep writing Irish.
    Semangat..

  17. Hmm… dua kali gak sengaja ketemu di dunia nyata, sekali di eden nirwana, kalo gak jodoh yaudah deh mbak jiho sama taehyung aja wkwkwkk btw bokapnya tae di NG juga kah? kira2 ikut andil apaan ya? apa tae dapet semua itu lewat bokapnya?
    ngomongin survival tube yunmi mesti bayanginnya kek tabung di film avatar yg orangnya biru2, bedanya kalo ini jadi masuk di game.
    oooo jadi baek bukan ingatannya aja yg kesedot/? tapi nyawanya juga/? tp masih nyambung/? hmm lil bit can relate. jadi kalo udah game over yaudah nyawanya balik ke badan terus sadar, masih inget gak kira2 dalem game ngapain/?
    baek barusan kenalan sama jiho, terus ingatannya kebawa ke invisible black jadi ngenalin muka jiho diawal, tp terus seiring berjalannya waktu, itu naluri si invisible kan ya bukan baekhyun yg terus bilang kalo pernah ketemu jiho terus kenalan dan seterusnya/?

  18. Akhirnya update juga
    Sehun udah dijelasin berkali-kali tetep aja ga mudeng :v
    Jadi kecelakaannya si jiho itu gara-gara nyelametin baekhyun, ngebayangin jiho nangis di depan baek itu lucu keknya. Si jiho nangis kejer gitu
    “Kaukah itu… Song Jiho? Biar kulihat… bagaimana kau bisa ada di dalam ingatanku” nah itu inget kak ris, harus inget ah masa kandas gitu aja/maksa/ :v

  19. Kirain Minggu ini libur kak hihi
    Dari kemarin di tungguin gak mencungul mencungul 🤣
    Hmm ternyata mereka udah bener bener ketemu dan kenalan. Walaupun Baekhyun doang yang tau nama jiho wkwk
    “Kaukah itu… Song Jiho? Biar kulihat… bagaimana kau bisa ada di dalam ingatanku?”
    Pas ini kira kira yang dimaksud invisible black ingatan pas jiho ikut trial WW di Eden Nirvana atau ingatan Baekhyun yang dikuasai invisible black pas ditolong waktu kecelakaan ?
    Ah sudah deh kak Irish, frey gak mau banyak tanya dulu mau nunggu up LV 33 aja deh hihi
    Dah kak irish, ketchup sayang dari frey 😘😚

  20. Nah kan Hun! Sehebat2.a dirimu dlm hal teknologi, pasti ada aja kesalahan kecil nmun fatal yg terjdi… Mna bangga lgi sma seungwan😂😂😂 Aaa baek udah menjelajah di worldware,,, gaya-gaya sih mau transfer memori, mlah dia yg ke transfer😂😂 Uu my baekhyun puppy ku😂😍😘 gemes aku tuh sma kmu setelah jdi invisible black😇😘

    Hwaiting Rish😉😇

  21. Hm, sebentar…pas baca panggung klarifikasi nya berkali-kali aku udah ngeh sm spekulasi ku yg udah di lurusin di level ini. Tp muncul spekulasi ku yg lain yg nggk bisa aku jelasin, hehe… Mungkin kebingunganku ini akan terjawab di level selanjutnya…

  22. Baek.jiho udah ketemu xD omg parah.. jiho nolongin baekhyun ❤ tapi jiho cuek kok ya/? wkwkwk
    gpp mau siapapun itu.. tetep cintah sm invisible black ❤

  23. ga apa apa telat yang penting black kuu muncul kembaliii
    ya ampun seneng banget deh. tapi emang dasar jiho dunianya cuma game doang. sampe sampe ga merhatiin sekitar. itu penyelamatan heroic banget dah. ngorbanin tangan dan jari nya.
    wait
    jadiii itu baek dan black tuh kayak tukeran gitu ya. baek ga sadar di dunia nyata blacknya yg idup.

  24. Nohkan.. nohkan.. baek jiho udah ketemu 3 kali.. yang artinya mereka jodoh tuu/maksa yaa/ ketemu pertama waktu seungwan ama baek nananina itu.. kedua dalam game ketiga si Jiho nylametin baek.. yakan yakan..
    /tetep belum bisa terima kalo baekho nggak berjodoh/ sumpah kaget ternyata baek yang jadi penyebab tangannya jiho sakit… wuhuyy dipart ini invisible black balik lagii yaampun aku juga sama kak rish.. lebih suka invisible black daripada yang aslinya alias baekhyun..wkwkwkwkwkk

  25. Masa alloh akhirnya part ini muncul juga dari kemaren tak tungguin terus e malah giliran udah di apdet akunya baru baca nih…hehehe
    Oh jiho tarnyata kau sudah bertemu dengan baekhyun dalam dunia nyata, ya walaupun itu baekhun yang berbeda yang ada di dalam game tapi ga papa lah jadi kehibur….
    Sayang banget min masa baekhyun dalam dunia nyata ga inget sama sekali sama jiho kak….terus apa artinya mentransfer memori kalau sama sekali ga ingat apa apa si baekhyun….hehe maaf kak akunya bawel

  26. Akhirnya yg ditunggu2 update juga
    Yang terakhir ngomong itu siapa ya? Baekhyun apa Invisible Black? Hmmm penasaran nih
    Ditunggu lanjutannya kak, semangat!!!

  27. Akhirnya setelah seharian nunggu. 😍😍😍 ooohh akhirnya ketemu baekhyun versi invisible black. Eth knp lebih demen ama yg versi karakter dibandingkan dgn versi org mungkin karena baek punya calon tunanggan (?). Gx sbr nunggu bsk buat lanjut baca kelanjutanya. Semangat kak irish

  28. Jdi bisakah aku menilai kalo invisible black dgn Baekhyun itu org yg sama. Walapun dia karakter game tp dia pnya sluruh khidupan yg baekhyun miliki. Dan prsaan Baekhyun kpd Song Jiho ini nyata dan aku haengbokhar bgt… Tp di satu sisi kasian gmn nasib tubuh baekhyun yg bisa di ibaratkan kek org koma. Aku bner” nunggu crita slanjutnya..

  29. Ternyata kecelakaan tangan nya jiho itu karna nolongin baekhyun toh,, awalnya aku kira yg bikin celaka jiho itu orang orang yg ngurung dia sekaligus yg bunuh orang tuanya,,, “Kaukah itu… Song Jiho? Biar kulihat… bagaimana kau bisa ada di dalam ingatanku?” ini invesible black kan yg ngomong? Sehun kan masukin ingatan baekhyun tapi baekhyun ga bangun….

    Apa mungkin baekhyun sama invesible black itu,,,, ahh sudah lahh 😥 ga mau terlalu berharap akutu takut salah lg nanti,,, mangat thor di tunggu loh level 33 nya 😄

  30. GA SIA-SIA DARI TADI PAGI REFRESH PAGE INI TERUS DAN AKHIRNYAAAAAAAAAAA
    WAEEEEEE IRISH?????senang betul memporak porandakan hati yang lemah dengan absnya oppa ini????wae….aselik hilang semua lapar dan capek dan kangen bojo gegeara baek n invinsible black muncul again…dan ingatannya s black brarti punyanya baek dong?jadi slama ini baek “bobo” karena dia berkeliaran jd s black???omooooooooooo ada apa lagi inii,,terus pas jiho bunuh black brarti ingatannya balik k baek lg dong? terus baek bisa sdar dong??omoonaaaa….irish tega sumpah pas lagi genting2nya dipotong…asem asem..jangan bikin nunggu lama2 ya rish..kesianilah hati ini yang terlalu rapu karena abs oppa hahahahah
    irish JJANG!!!!!!!!!!maaf kepslok jebol hahahahah

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s