GAME OVER – Lv. 34 [Malfunction] — IRISH

G    A   M   E       O   V   E   R

‘ Baekhyun x Jiho (known as HongJoo) ’

‘ AU x Adventure x Fantasy x Romance x Science Fiction ’

‘ Chapterred x Teenagers ’

‘ prompt from EXO`s — Can`t Bring Me Down & EXO CBX`s — Crush U

Game Level(s):

ForewordPrologue A SidePrologue B Side — [ Level 1Level 10 ] — Tacenda CornerEden’s Nirvana — [ Level 11Level 20 ] — Royal Thrope — [ Level 21Level ??Level 30 ] —  Level 31Level 32Level 33 — [PLAYING] Level 34

Reflecting the red moonlight

Catatan penulis: mulai dari level 31 sampai 39 pengaturan waktu di dalam Game Over akan berputar ke masa sebelum WorldWare versi 4.2.4 dirilis. Artinya, kalian akan disuguhi cerita di balik layar WorldWare dengan tujuan menambah pengetahuan kalian tentang apa yang terjadi di dalam WorldWare.

2017 © GAME OVER created by IRISH

♫ ♪ ♫ ♪

Level 34 — Malfunction

In Author’s Eyes…

Seungwan ingat benar, bagaimana sempurnanya kehidupan yang dia jalani dulu bersama dengan Baekhyun saat pria bermarga Byun itu mengajaknya untuk menjadi pasangan. Keduanya berbahagia, di dalam pandangan Seungwan. Mana dia tahu kalau ternyata Baekhyun tidak pernah benar-benar bahagia.

Pria itu selalu kesepian, sehingga dia putuskan untuk menciptakan dunia lain di dalam dunia yang telah mengucilkannya. Seungwan tahu, alasan Baekhyun menciptakan Rule The World bukan hanya karena dia menginginkan materi, tetapi juga karena dia menginginkan sebuah dunia di mana dia bisa mengatur apa yang terjadi di dalamnya.

Hal-hal yang ada di dalamnya tentu tidak akan sekacau di dunia yang selama ini Baekhyun jalani, tentu saja. Hanya, Seungwan tidak pernah tahu kalau Baekhyun telah menanamkan sebuah program artifisial di luar nalar dalam Rule The World.

Bagaimana tidak, penjelasan Sehun saja saat ini sudah bisa membuat Seungwan berkeinginan untuk membawa dua saudara itu ke rumah sakit jiwa.

“Jadi Seungwan, kau sudah mengerti?” Sehun bertanya, memastikan kalau Seungwan bisa memahami semua penjelasan yang baru saja diberikannya.

“Maksudmu, Baekhyun masih hidup, hanya saja benaknya terjebak di dalam karakter game, begitu?” Seungwan balik bertanya, berusaha memastikan.

“Lebih tepatnya, dia hanya terkurung. Tetapi dia tidak bisa menggunakan benaknya, atau mengendalikannya.” Liv berkata. Well, Seungwan tidak merasa kalau dia bisa benar-benar memercayai perkataan Liv, omong-omong.

Liv juga bukan manusia. Dia hanya salah satu program artifisial yang berhasil Baekhyun ciptakan dan berhasil pula bertahan hidup hingga detik ini. Berhubung Seungwan tidak pernah memiliki rasa ingin tahu berlebih terhadap apa yang Baekhyun lakukan, dia tidak pernah pula bertanya-tanya.

“Aku masih tidak mengerti. Apa yang membuat Baekhyun begitu termotivasi untuk memasukkan dirinya sendiri ke dalam game? Dia sudah gila, kalian juga tahu itu. Tetapi kenapa kalian juga membiarkannya?” nada bicara Seungwan mulai meninggi, Liv tentu dengan mudah bisa mendeteksi kemarahan si gadis yang sekarang jadi lawan bicaranya.

Tapi Liv tidak ingin ikut naik pitam, dia bisa berpikir paling netral di antara manusia-manusia yang mengelilinginya. Sehun sekarang malah terlihat tidak ambil pusing, seolah Baekhyun terjebak di dalam game bukan karena ulahnya juga.

“Begini, Baekhyun ingin membuktikan dengan mata-kepalanya sendiri kalau WorldWare—hasil dari prototype Rule The World yang dimodifikasi—memiliki sistem berbahaya di dalamnya.

“Dia tidak bisa masuk ke dalam NG Soft, begitu pula denganku. Satu-satunya jalan alternatif di dalam pemikiran Baekhyun adalah dengan cara masuk ke dalam game tersebut. Dan seperti kata Liv tadi, benaknya saja yang terjebak di dalam game itu.

“Selama dia berada di dalam ruang yang serupa dengan survival tube—produk yang hendak NG Soft promosikan sebagai produk unggulan dari WorldWare—aku yakin tubuhnya tidak akan mengalami kerusakan fisik apapun.” Sehun menuturkan, tanpa paham kalau permasalahan yang jadi inti dari kemarahan Seungwan bukanlah tentang Baekhyun yang dibiarkan tertidur dengan hanya berbalut pakaian bagian bawah saja.

“Bukan itu masalahnya, Sehun. Bagaimana jika terjadi sesuatu pada ingatannya? Bagaimana kalau dia tidak bisa terbangun lagi?” Seungwan akhirnya menyerah, suara gadis itu sekarang merendah, diikuti getaran di ujung kalimat tanyanya, pertanda bahwa dia sekuat tenaga berusaha menahan tangis khawatir yang ingin dia luapkan.

Sehun dan Liv saling lempar pandang. “Tubuh yang kutempati pernah bertahan hidup selama beberapa bulan saat aku tidak ada di dalamnya.” kata Liv tidak malah memberi solusi bagi ketidak tenangan yang sekarang Seungwan rasakan.

“Lalu, kalau Baekhyun tidak terbangun selama bertahun-tahun, bagaimana?” pertanyaan Seungwan berhasil membuat Sehun mengembuskan nafas panjang.

Kalau boleh jujur, dia juga sempat berpikir demikian. Mengkhawatirkan Baekhyun yang mungkin saja tidak akan bisa kembali. Sebab Sehun sendiri tidak tahu pasti, di mana gerangan Baekhyun sekarang.

Benar-benar terjebak di dalam karakter game yang telah dia ciptakan, atau benar-benar mati? Karena tubuh Baekhyun yang mereka biarkan terbaring di dalam ruangan Sehun tadi terlihat seperti mayat, tidak ada tanda kehidupan, tapi dari penanda kinerja otak yang Sehun pasang, otak Baekhyun masih bekerja.

Itu artinya dia masih hidup, bukan?

“Sudahlah, aku tahu, kesalahanku juga karena memercayai ciptaan Baekhyun, rumusan-rumusannya, dan tidak berusaha memahami apa yang sebenarnya ingin dia ciptakan. Kami bahkan tidak menguji cobakan tindakan Baekhyun dan melakukannya begitu saja.

“Tapi sekarang, kita juga tidak bisa membangunkannya. Dan salah satu dari kita juga tidak akan bisa masuk ke dalam sistem WorldWare, terlalu beresiko. Satu-satunya jalan keluar sekarang adalah mencari jalan untuk masuk ke dalam NG Game Factory.” Sehun menarik kesimpulan, dia mau tak mau harus membuka rencana B yang telah dia buat bersama Baekhyun juga.

Seseorang harus dipaksa masuk ke dalam NG Soft jika mereka tidak bisa menyusup melalui sistem secara online. Tapi pertanyaannya sekarang, siapa yang harus mereka korbankan? Identitas Sehun tidak bisa dipalsukan, secara fisik, Liv tidak terlihat seperti manusia kebanyakan.

Satu-satunya jalan hanyalah—

“—Aku.” Seungwan tiba-tiba saja berkata. “Aku yang akan masuk ke sana, kalau ini bisa membantu menyelesaikan tujuan Baekhyun terjebak di dalam WorldWare. Tapi sekarang jelaskan padaku, apa yang harus aku cari di sana?”

Senyum samar tanpa sadar terukir di wajah Sehun, seolah pemuda Oh itu tahu benar kalau rencananya kali ini tidak akan berakhir tidak mulus seperti rencana sebelumnya.

“Kau hanya perlu menyamar, dan cari cara untuk bisa mengawasi semua pergerakan mereka di dalam sana tanpa kentara.”

Mengawasi tanpa kentara? Mengapa tidak sekalian meminta Seungwan untuk berubah menjadi kamera CCTV portable saja?

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Sudah dua pekan berlalu sejak terakhir kali Sehun memastikan kalau Baekhyun tidak bisa dia bangunkan paksa dari tidur panjangnya. Dan akhir pekan ini, Sehun ingatkan dirinya untuk mengintip aktivitas Baekhyun di dalam dunia game yang dia ciptakan.

Jadi, selama hampir setengah jam ini Sehun habiskan waktunya dengan mengakses ulang memori dari karakter Invisible Black yang mengukung benak Baekhyun. Tapi, terdiam adalah hal yang bisa Sehun lakukan setelah dia memerhatikan tindak-tanduk Invisible Black dari layar monitor tiga puluh inch miliknya yang ia sembunyikan di balik sebuah bilik kecil.

Well, dari dalam bilik ini Sehun bisa mengakses apa saja yang Invisible Black lakukan di dalam WorldWare. Mengingat Baekhyun sekarang terjebak di dalam karakter tersebut, besar kemungkinannya Baekhyun juga akan melakukan semua tujuannya lewat karakter tersebut.

Tapi, yang Sehun dapatkan justru di luar dugaannya.

“Apa yang terjadi padamu, Baekhyun? Apa dugaan Liv benar, kalau hanya benakmu saja yang terjebak di dalam benak Invisible Black, tapi kau tidak bisa mengendalikan benakmu?” Sehun menggumam, maniknya sekarang menatap lekat pergerakan Invisible Black yang terlihat tengah berusaha mengekori seseorang secara diam-diam.

Seorang player, dengan rank rendah dan terlihat tengah berusaha menaikkan ranknya di dalam permainan. Sehun paham itu, dia paham bagaimana seorang player game pasti akan memilih untuk menghabiskan waktu dengan mengejar rank ketimbang melanjutkan kehidupan.

Tapi dia tidak paham, mengapa Invisible Black justru mengekorinya?

“Tunggu dulu.” Sehun lantas tersadar. Dia pernah melihat tingkah aneh ini, bertahun lalu saat Baekhyun menunjukkan ketertarikannya pada Son Seungwan. Sehun ingat jelas bagaimana Baekhyun bersikap sembunyi-sembunyi memerhatikan Seungwan sampai dia berani bicara walaupun pada akhirnya, Seungwan lah yang lebih dulu mengajak bicara.

Tapi Sehun setidaknya tahu makna di balik tindakan sembunyi-sembunyi ini.

“Tidak mungkin… Baekhyun… apa ingatannya benar-benar tidak dia kendalikan sendiri? Sampai-sampai Invisible Black yang mengurungnya… bisa menaruh ketertarikan dengan cara serupa dengan cara yang Baekhyun gunakan?” Sehun sekarang menopang dagunya di atas meja dengan tangan kiri, manik gelapnya sibuk memerhatikan monitor, sementara jemari kanannya sibuk bermain di atas keyboard, memutar-mutar kembali memori-memori lain mengenai Invisible Black.

Tidak ada yang lain. Yang Sehun temukan hanya riwayat kontak sembunyi-sembunyi dengan seorang player wanita ber-ID HongJoo. Tidak lebih. Sisanya, hanya latihan-latihan kecil yang Invisible Black lakukan untuk menaikkan DPS-nya.

“Ini tidak mungkin…” Sehun akhirnya menyerah, dia sandarkan tubuh di sandaran kursi, selagi dia hembuskan nafas panjang. Sungguh, dia tidak mengerti. Bagaimana bisa benak seseorang tertahan di dalam sistem online tapi dia tidak bisa mengendalikannya?

Sekarang diam-diam Sehun berpikir, bagaimana kalau Baekhyun nyatanya melakukan hal ‘lain’ pada karakter tersebut? Mengingat bagaimana Baekhyun memaksakan diri untuk mengganti karakter dengan karakter tersebut, besar kemungkinannya… ada kebohongan lain yang tidak Baekhyun ceritakan pada Sehun.

Kebohongan cantik yang Baekhyun sembunyikan sampai dia sendiri tersesat di dalam dunia yang dia cintai, cyber. Sekarang, Sehun sendiri tidak tahu harus bagaimana, dia tidak bisa memanggil Baekhyun kembali, tidak juga bisa melakukan kontak dengan si player yang Invisible Black awasi.

Bisa berbahaya, menurut Sehun. Tiga orang saja sudah cukup banyak untuk tahu tentang rencana ilegal yang tengah mereka langsungkan ini. Penambahan satu orang lagi tidak akan menguntungkan mereka.

Akhirnya, Sehun hanya bisa menghela nafas panjang, dia pejamkan matanya sembari ia sandarkan kepala di sandaran kursi. Dia tatap langit-langit ruangannya dengan pandang menerawang, seolah berusaha menduga-duga apa yang akan terjadi kemudian.

“Baekhyun, Baekhyun… Setidaknya kau seharusnya ingat kalau kau sudah punya calon pendamping hidup. Kalau kau tertarik pada seorang player game di dalam WorldWare, bagaimana kelanjutannya nanti kehidupan percintaanmu?”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Kerja bagus, Agen Moon.”

Moon Taeil, hanya bisa memutar bola mata jengah saat mendengar namanya lagi-lagi disebut dengan nada mengejek—meski sebenarnya terkesan memuji—oleh seorang yang telah membayarnya cukup mahal hanya untuk mencuri sebuah file prototype dari game.

“Jangan menyindirku, Suho-ssi.” kata Taeil memperingati.

Well, dia memang tengah bicara melalui telepon dengan si lawan bicara, tetapi rasanya beberapa menit yang lalu Taeil cukup yakin dia melihat sosok yang membayarnya tersebut. Seorang pria berusia pertengahan atau akhir dua puluhan, berasal dari kalangan berpenghasilan tinggi tentu saja—melihat dari setelan jas mahal yang dikenakannya.

Tapi Taeil tentu tidak berkata apa-apa soal dia yang diam-diam mengawasi lawan bicaranya tersebut. Taeil hanya berjaga-jaga, enggan membiarkan dirinya terlibat terlalu jauh di dalam kancah kriminalitas hanya karena uang.

Dia tahu dia harus bersiap untuk semua kemungkinan terburuk. Salah satunya, tertangkap. Dan sebagai antisipasi, Taeil telah menyimpan semua data-data yang didapatkannya mengenai sosok yang mengaku bernama ‘Suho’ ini.

“Kau tahu kau tidak akan dirugikan olehku, Taeil-ssi.” kata Suho membuat Taeil mengukir sebuah senyum yang dipaksakan.

“Aku harap begitu. Karena aku juga tidak tahu dengan pasti, apa yang akan kau lakukan dengan sebuah prototype game yang bahkan beberapa hari lagi akan diluncurkan.” ujarnya membuat Suho di seberang sana tertawa, cukup lantang, sementara Taeil perhatikan dari tempatnya bersembunyi, bagaimana sosok—yang diyakininya sebagai pemilik identitas Suho tersebut—juga tengah melakukan hal yang sama, tertawa.

“Tidak banyak, aku hanya ingin sedikit bermain-main dan mencoba prototype game ini. Aku sungguh penasaran, apa yang akan terjadi pada saham perusahaan jika game ini nyatanya tidak sesuai dengan yang mereka harapkan?

“Nah, kupikir kau tidak perlu tahu lebih jauh lagi, Taeil-ssi. Semua bayaranmu sudah kutransfer ke rekening yang kau minta. Jadi, sekarang kita bisa saling menghapus riwayat transaksi, bukan?” sahut Suho di seberang sana.

Awalnya, Taeil ingin bertanya lebih jauh lagi, tapi dia tidak bisa. Tidak, lebih tepatnya dia berusaha mengendalikan dirinya untuk tidak berkeinginan terlibat di dalam masalah yang ujung maupun pangkalnya sama sekali tidak dia ketahui.

Jadi, tanpa pikir panjang Taeil mengiyakan.

“Baiklah. Senang bisa bekerja sama denganmu, Suho-ssi.” kata Taeil akhirnya.

“Ya, senang juga bisa bekerja sama denganmu.” Suho menjawab sebelum dia memutuskan hubungan telepon dengan Taeil.

Samar, bisa Taeil tangkap bagaimana sosok tersebut melakukan sesuatu pada ponsel yang digunakannya, entah membuang atau merusaknya, Taeil tidak bisa melihat dengan jelas dari jarak pandang terbatasnya sekarang.

Tapi dia tahu, sosok Suho tersebut telah menghapus Taeil dari jejak kriminalitasnya. Sekarang tinggal lah Taeil sendiri, berpikir tentang apa yang mungkin akan terjadi pada dirinya di kemudian hari, apa yang mungkin akan terjadi pada game tersebut.

Dan satu-satunya jalan untuk mengetahui akibat dari perbuatannya, adalah dengan melibatkan diri secara langsung di dalam akibat tersebut. Ya, Taeil putuskan, dia harus tahu apa yang terjadi pada WorldWare karena ulahnya.

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Tampang seorang Seo Johnny sekarang sudah tidak kalah kusut dengan lembar proposal karakter yang ditolak oleh Kim Haejoon—proposal karakter ciptaan Johnny tentu saja. Belum lagi, dengan intens dia menarik dan mengembuskan nafas panjang, mengukir langkah mengitari ruangan sempit tempat ia sekarang berdiri sendirian selagi di bawah sana, di sebuah halaman lapang, sebuah survival tube tengah diujicobakan.

“Aku tidak yakin tentang hal ini, Yuta. Kau pun berpikir begitu, bukan?” Johnny bertanya. Ingat, dia sendirian. Dalam artian, tidak ada manusia lain di ruangan yang sama dengannya saat ini.

Tetapi, di dekat kaca—yang jadi pembatas antara ruang tempat Johnny berada dan halaman lapang di luar sana—terdapat sebuah tabung kaca setinggi ruangan, yang di dalamnya terdapat gumpalan-gumpalan awan lembut dengan view sebuah rembulan berwarna merah darah samar yang memantulkan cahayanya ke seluruh bagian tabung.

Lalu, di dalam tabung tersebut ada seorang, atau lebih tepatnya sesuatu yang menjadi lawan bicara Johnny sekarang. “Kau tahu benar semua yang dilakukan di luar keputusanmu selalu menjadi alasan ketidak yakinan buatmu sendiri.” si ‘sesuatu’ menyahut.

Ah, namanya adalah Nakamoto Yuta, sebuah karakter hologram yang dimiliki oleh NG Game Factory dan dahulu pernah menjadi salah seorang karakter unggulan di bidang teknologi dan sains.

“Tapi kau juga tidak pernah memberiku saran.” Johnny berkeras, dia butuh seseorang untuk disalahkan. Dan walaupun Yuta sekarang tidak bisa dikategorikan sebagai seseorang, dia punya wujud seperti manusia dan Johnny rasa, dia bisa menyalahkan Yuta saja.

“Memangnya kau pikir aku bisa melakukannya? Lagipula, kau tidak pernah memanggilku di saat kau butuh saran,” si karakter tembus pandang—Yuta, menyahuti.

Johnny pun hanya bisa menghela nafas panjang, tahu benar kalau berdebat dengan Yuta tidak akan berujung pada sebuah solusi, yang ada malah membuatnya makin sakit hati. Logikanya, mana ada perdebatan melawan hologram—yang diciptakan melalui deretan command—yang bisa berujung pada solusi?

“Setidaknya kau seharusnya rajin muncul di ruang kerjaku. Kau sudah tidak pernah digunakan lagi oleh perusahaan, mengapa kau sering menyembunyikan diri?” Johnny menyahut tak mau kalah.

Dia ingat dan tahu benar, di setiap ruangan NG Soft—bahkan di semua lorong dan ruang kosong—ada tabung kaca bening kecil yang dulunya selalu menjadi tempat Yuta muncul dan menyambut tamu-tamu penting yang datang ke NG Soft.

Creatorku tidak ada di sini. Tugasku adalah menuruti apa yang dia perintahkan.” Yuta menjawab. Lagi-lagi, mengingatkan Johnny pada insiden satu tahun lalu, di mana seorang programmer unggulan NG Soft dipecat tanpa sebab yang jelas, dan sekaligus membuat Yuta berhenti bekerja.

“Tapi kau tidak bisa dia bawa pergi.” kata Johnny, mengenang, sebenarnya. Karena dia seolah bisa tahu dengan pasti bagaimana kesalnya kalau dia menjadi creator dari karakter-karakter seperti Yuta dan dipecat begitu saja tanpa bisa membawa pergi karakter-karakter yang telah dia ciptakan.

“Ah, ada alasan lain untuk itu.” Yuta berkata, tidak lupa dia sunggingkan sebuah senyum di wajah, senyum ramah yang memang diprogramkan untuk ada di dalam karakternya.

“Alasan lain?” tanya Johnny selagi maniknya mengawasi jalannya percobaan survival tube yang sekarang berlangsung di bawah. Sebagai seorang pimpinan proyek, sebenarnya Johnny ingin ada di bawah sana dan benar-benar melihat juga mendengar apa yang terjadi.

Tetapi dengan alasan keselamatan, Johnny justru dipaksa untuk menonton dari ketinggian lima meter, di balik kaca ruangan tertutup ini.

“Ya… saat creatorku pergi, tentu harus ada mata dan telinga yang tetap ada di sini untuk mengawasi kalian semua, bukan?” Johnny sontak menatap ke arah sosok Yuta, berusaha mengartikan kalimat yang baru saja Yuta ucapkan sementara karakter itu memasang ekspresi kelewat tenang yang membuat Johnny kesulitan menelaah maksud tersembunyi di balik kalimat barusan.

“Apa maksudmu?” tanya Johnny malah membuat senyum di wajah Yuta semakin melebar. “Bukankah kau seorang jenius, coba saja tebak, apa maksud ucapanku tadi?” Yuta malah memilih bermain teka-teki dengannya, hal yang sekarang membuat Johnny menghela nafas panjang, kesal juga dia rupanya.

“Jangan bermain-main denganku, Yuta. Aku memang tidak tahu apa tujuanmu selalu muncul di hadapanku saat aku sendirian, padahal kau dikatakan sudah nonaktif sejak creatormu dipecat.

“Dan sekarang, kau malah membuatku merasa bahwa kau mungkin telah menjadi sebuah program yang mengalami malfungsi. Ucapan juga tindakanmu, semuanya, begitu aneh dan berbeda, tidak seperti dulu.

“Apa kau masih Nakamoto Yuta yang menjadi maskot sains di NG Soft?” mendengar pertanyaan Johnny, Yuta justru memilih menenggelamkan diri dalam diam. Sikap aneh lain yang Johnny sadari muncul dalam karakter Yuta.

Yuta diam bukan karena dia tidak mengerti maksud ucapan Johnny, karena jika Yuta tidak mengerti, dia akan bertanya, begitu program yang seharusnya. Tetapi sekarang, kediaman Yuta justru melahirkan tanya lainnya bagi Johnny.

“Yuta, jawab pertanyaan—”

PIP! PIP! PIP!

“Peringatan! Human wealth player sedang berada dalam masa kritis. Segera logout dari sistem untuk memulihkan human wealth player. Peringatan! Human wealth player sedang berada dalam masa kritis. Segera logout dari sistem untuk memulihkan human wealth player.”

“Sial! Apa yang terjadi di bawah sana!?” Johnny segera melangkah mendekati pembatas kaca di bawahnya. Tangkas, pemuda bermarga Seo itu meraih hand-talkie di dekatnya, berusaha menghubungi supervisor yang ada di bawah sana.

“Ya, Tuan Seo?”

“Apa yang kalian lakukan!? Cepat keluarkan dia dari dalam sana!” Johnny berseru, sangat lantang.

Sosok Yuta sendiri menyunggingkan ekspresi tak percaya dengan gaya mengejek sekarang, karena dia sendiri tidak pernah mendengar nada bicara Johnny begitu tinggi seperti saat ini.

“Wah, wah, di tengah perbincangan seru kita ternyata ada-ada saja yang terjadi, ya.” Yuta berkomentar, dia melangkah pelan—membuat tabung kaca tersebut ikut bergerak mengikuti monorel elektromagnetik yang melingkari ruangan tersebut—mendekati Johnny, ikut menonton.

“Kupikir, dugaanmu benar juga kali ini. Ada yang salah di bawah sana.” kata Yuta. Mengabaikan opini dari karakter hologram di sebelahnya, Johnny malah memokuskan maniknya pada survival tube di bawah sana.

Bisa dilihatnya beberapa petugas medis terlihat melangkah tergopoh-gopoh ke arah survival tube yang ada di tengah ruangan, sementara dengan jelas Johnny melihat bagaimana player yang dimasukkan ke dalam survival tube tersebut tengah menggelepar, kejang-kejang.

Alarm peringatan terus terdengar meneror, selagi petugas medis berusaha membuka paksa survival tube yang—

PSHHH! SRASSH!!

“TIDAK!!”

—sekon selanjutnya mengejutkan Johnny.

Baru saja, di depan kedua maniknya, player yang ada di dalam survival tube tersebut meregang nyawa dengan cara mengerikan. Sekujur tubuh player itu berangsur-angsur memerah, seolah terbakar. Sebelum beberapa sekon kemudian dengan jelas Johnny lihat bagaimana tubuh memerah itu seolah meledak.

Tidak, Johnny pikir tubuh itu benar-benar meledak. Sebab, survival tube yang mengunci tubuh player tersebut sekarang dipenuhi darah, Johnny bahkan tidak bisa melihat apa di balik gumpalan darah yang memenuhi keseluruhan survival tube tersebut.

Wow, fatal error. Seseorang mungkin mati di bawah sana. Kau tidak ingin mengeceknya sendiri, Johnny?” pertanyaan Yuta menyadarkan Johnny pada satu hal.

Keraguann juga kecurigaannya selama ini benar adanya. WorldWare bukan sekedar permainan yang digembor-gemborkan punya inovasi untuk menciptakan dunia dan interaksi sosial nyata bagi para player game yang terpaksa menjadi introvert karena hobi

Tetapi WorldWare telah berubah menjadi sebuah arena berbahaya bagi orang-orang yang tidak mengetahuinya. Permainan ini, mungkin saja akan meminta lebih banyak nyawa lagi untuk dikorbankan.

— 계속 —

IRISH’s Fingernotes:

Ini ceritanya angin lagi berembus tepat ke otak aku, sampe setiap di tempat kerja aku keinget-inget sama progress Game Over yang belum kelar-kelar tapi kurindukan dan enggak rela buat aku akhiri—apa banget, wkwk.

Mungkin karena Game Over ini termasuk mega-project yang aku ngerjainnya sampe malem suntuk dan ngebawa cerita tentang bidang yang aku enggak pahamin juga—game gituloh, game—jadi aku semakin tergelitik buat memperluas imajinasi aku.

Ditambah, akhir-akhir ini aku semakin jatuh cinta sama dunia fiksi sains, fantasi masih tetep di hati sih, cuma ngetik fiksi sains ini lebih semangat aja bawaannya. Apalagi aku akhir-akhir ini terpikir buat bikin fanfiksi tentang katastrofi iklim, biar bener-bener ngegigit gitu kesan sainsnya—kemudian ditendang—yah… ini faktor cuaca labil di Indonesia juga sih…

Tumben ya tumben to be continuednya enggak cliff-hanger LOLOLOL, aku bahagia dong sekaligus bangga karena enggak bikin tbc-nya ngegantung kayak biasanya. Moodku lagi baik, jadi aku enggak ngebuat orang-orang ngerasa penasaran, kasian nanti hari Minggunya enggak tenang.

Dan mari kita sama-sama nari tor-tor, karena teori baru tentang ‘visualisasi’ salah seorang NPC yang pernah muncul di salah satu level dua puluhan—Yuta loh, Yuta, dia pernah kemention satu kali kayaknya, aku sendiri juga lupa—ternyata bisa kita lihat di dunia nyata!

Otomatis aku bahagia doooongg, ada kemungkinan kita bakal ngelihat dua versi dari Baekhyun—yang satu Byun Baekhyun, satu lagi Invisible Black—di waktu yang sama, dengan karakter yang berbeda. Aw, aw, biarlah kokoro Jiho yang gonjang-ganjing, karena kepala aku aja udah cukup cenut-cenut mikirin kelanjutan kehidupan mereka yang kalau mau dilempar jadi genre drama kok kebacut sekali…

Nah, do’akan saja mood menulisku dan rasa penasaranku tentang game enggak cepet surut kayak banjir, wkwk. Jangan lupa tinggalkan jejak kemunculan kalian ya gengs, pesan dan kesan dari kalian selalu membangkitkan semangatku buat ngelanjutin cerita ini loh :’D

Sampai ketemu minggu depan! Salam ketjup, Irish.

Ps: EH MAAF LOH YA, BAEKHYUN ENGGAK NAMPANG DI SINI, LOLOLOL. SABAR YA SABAR, KITA HARUS MEMBAGI ADIL PERAN PENTING MASING-MASING KARAKTER DI DALAM GAME OVER. GAPAPA LAH INVISIBLE BLACK AKU SIMPEN DULU, BIAR KALIAN KANGEN SAMA DIA NANTI, LOLOLOLOL.

[ pojok referensi ]

cr: dailymail

Well, well, karakter ‘hologram wife’ yang diluncurin Jepang di akhir tahun 2016 ini adalah sumber inspirasiku untuk ngebuat ‘tabung’ yang jadi tempat tinggal seorang Nakamoto Yuta, juga eksistensi Yuta sendiri di dalam cerita ini. Karena terbatasnya kemampuanku dalam menggambar dan aku jadi enggak bisa menggambarkan gimana bentuk tabung tempat Yuta tinggal, jadi umpamakan saja tabung sejenis sama tabung hologram wife ini ada di NG Soft dengan ukuran yang lebih besar—sama tingginya dengan tinggi ruangan—dan dia bening. Basicly, look more scientific.

cr: imimg

cr: loonylabs

Bentuk dari survival tube sendiri adalah perpaduan dari dua gambar di atas. Well, aku pertama kali dapet inspirasi buat bikin survival tube itu karena ngeliat tube-nya CT Scan. Dan begitu nyari-nyari tentang tube-tube lain yang berhubungan sama sains—lalu nyasar ke cryotube—aku nemu gambar ke-dua.

Jadi yah… survival tube enggak seribet gambar kedua, enggak sesimpel gambar pertama. Basicnya dia berbentuk kayak tabung CT Scan, cuma dilengkapi sama pelindung kaca kayak di cryotube, dan beberapa pernak-pernik berupa tombol gitu. And it’s white! Warnanya survival tube itu putih.

cr: Luos’s Modular Rocks & Caves

Inget soal ‘gua’ yang jadi tempat persembunyian Jiho, dkk, di saat mereka masuk ke dalam mode survival WorldWare versi 4.2.4? Yes, gambar di atas adalah sumber inspirasiku tentang keadaan juga bentuk dari gua yang mereka jadikan tempat persembunyian.

Seems pretty nice, iya kan?

cr: imgur

Last but not least, inilah perumpamaan keadaan ‘Wild Rose’ setelah dia digunakan oleh seorang Song Jiho untuk membunuh pairnya sendiri, Invisible Black. Burning red, lol ~

hold me on: Instagram | Wattpad | WordPress

39 tanggapan untuk “GAME OVER – Lv. 34 [Malfunction] — IRISH”

  1. KEREN BANGET KAK SUMPAH *eh malah ngegas akunya* Tpi beneran deh kak aku tuh gk bisa berkata kata sampe aku suka bayangin sendiri bentuk” Tempat atau benda yg ada di cerita ini. Emang agak mudeg sih bacanya hari diresapi pelan” Tp greget tau gk kak daripada baca cepet” Tp gk nangkep isi ceritanya kan gak menghargai itu namanya

  2. Ff ini mengingatkanku sama film jumanji. Orang” yg terasingkan trus nemu game dan mreka masuk ke game itu, berpetualang sampe akhirnya menang trus kluar dari game itu. Cuma mungkin kalo jumanji lebih terlihat kek dunia nyata gamenya, gaada health bar, atau martial box, atau chat. Mereka seolah dikirim ke belahan dunia lain. Kalo game over spertinya kerasa banget mereka ada di dunia game. Dengan stage yg banyak dan rank. Waw.
    Aku mikir, level 34 ini sama ceritanya kek level 33, cuman dari sudut pandang johnny. Am I right?

  3. Cuma mau kasih informasi. Otak aku gs nyampe di level ini -,- ya intinya mah ntar juga ngerti sendiri wkwkwk tetep semangat ngelanjutin nya mbaRish 😁

  4. Dear Irishnim,

    Sekarang diam-diam Sehun berpikir, bagaimana kalau Baekhyun nyatanya melakukan hal ‘lain’ pada karakter tersebut? Mengingat bagaimana Baekhyun memaksakan diri untuk mengganti karakter dengan karakter tersebut, besar kemungkinannya… ada kebohongan lain yang tidak Baekhyun ceritakan pada Sehun.

    Kebohongan cantik yang Baekhyun sembunyikan sampai dia sendiri tersesat di dalam dunia yang dia cintai, cyber. Sekarang, Sehun sendiri tidak tahu harus bagaimana, dia tidak bisa memanggil Baekhyun kembali, tidak juga bisa melakukan kontak dengan si player yang Invisible Black awasi.

    Ini apaaa??

    Apa Yuta Nakamoto juga salah satu Backup plannya BaekCabe yg enggak di ketahui Thehun, Seungwan sama Liv?

    Iya Yuta sempat muntjul pas di Tacenda Kalo g salah, trus waktu semua player berkumpul di gua deh keknya, pas lagi assesment skill masingmasing, siapa yg mage siapa yg siapa, de el el, de el el…

    Mian, aku lupa soalnya.

    Trus lagi, itu Suho bilang sesuatu yg fishy.
    “Tidak banyak, aku hanya ingin sedikit bermain-main dan mencoba prototype game ini. Aku sungguh penasaran, apa yang akan terjadi pada saham perusahaan jika game ini nyatanya tidak sesuai dengan yang mereka harapkan?” Apa mungkin dia yg coba utakatik commandnya sampe jadi bermasalah tanpa dia sadar ato gimana?
    Dan lagi, Suho itu YourZeus kan? Leader House of Zeus, trus lucunya itu Darkpollo si Taeil sama Aphrodite di town yg sama dengan Suho. Serem kadang gimana kita g sadar kalo kadang bahaya itu sebenarnya ada di samping kita selama ini tanpa kita sadar. Aku g bilang Suho itu bahaya jelas, tapi tindakannya itu keknya,membahayakan..

    Yaudalah, aku makin mumet..

    Dan wildrosenya bikin galoooo lageee…
    Baper lagi, inget lagi pas moment BaekHo di level 29, hhehe

    Thank you yy..

    Himneyo

    Sincerely,
    Shannon

  5. ayem comeback kak 😚😂 maaf baru bisa baca pas liburan 😂 okahb langsung saja
    WOAHH ternyata chen itu manusia idup temennya johny dan bukan sekedar cuma ncp karya nya si johny, woahh hebat 😍
    aku pikir chen hanya ncp biasa karya johny ternyata dia makhluk yg berteman baik dengan pemimpin seo ini 😂
    btw si baek jangan” berubah status dari npc jadi stalker si jihoo di dunia game 😂😂 tapi ggp lahh ya nambah kedekatan mereka di game 😆
    tapi kasihan si seugwan juga sih ditinggal baek ke dunia game, jadi galau” ngenes gimana gitu 😂
    .
    buat kak irish semangat terus buat karyanya tapi jan lupa sama kesehatan kak 😚
    fightingg *strong woman* 😆

  6. Wawww Rish, ceritanya makin keren… Makin naik level makin berat aja ceritanya, butuh konsentrasi lebih buat memahami isinya… Dann aku suka pict.a😉

    Hwaiting Rish😊

  7. JEJAK JEJAK JEJAK JEJAAKKKKKK.
    DAH LAMA TAK KOMEN GEGARA KUOTA ABIS DAN BARU SLESE UAS….
    BTW KEPSLOK SAMPE JEBOL POKOKNYA JEJAK JEJAK YANG PENTING JEJAK

    UNCHHH BAEKHYUUUUUN MANUSIA TP JADI KARAKTER GAME WOAAAAAAAA….. PAKE APAAN GATAU LAH CUMAN KAK IRIS YG TEMPE, SEMOGA DEH BAEK AMA MBAK JIHO AJA, AKU GAMAU SAMA YG LAIN. TPI BTW AKU LEBIH SENENG FF YANG SAD ACTION LOHH/GANANYA(?)/ ABAIKAN HEHE
    😂😂😂

    JEJAK PENS

  8. Suho yang seharusnya d posisi johnny kan? Mgkn suho iri sama dia. Duhh aku ga sabar pen liat pertemuan seungwan sama jhonny. Btw aku kangen sama baekjoo

  9. Wow imajinase kak oris emang bener2 luar biasa gua sampe ngiler mikirinya..
    Kok bisa kak iris ngebuat ff kayak gini yang super duper baper ama tuh bisa ngilustrasiin gambarnya juga….daebak🖒🖒🖒

  10. Ah, beberapa gambar di atas memperjelas imajinasiku saat baca ini, makasi mba Rish :*

    Ini belajar komentar yang gak over ya :v

    #AkuSayangMbaJiho
    #SamaMbaRish

  11. sepertinya ji ho udh jarang muncul. rish kapan kembali ke cerita sebelum level 30??? kelanjautannya setelah invisible black musnah. ane gk sabar mau tau kelanjutan nasib ji ho dkk di dlm versi 424.

  12. Wuuuiii. Dikasih pict. Jadi bisa berimajinasi lebih real kak Irish.
    Ooo jadi ntar ada Npc macem wendy karna si wendy ini menyusup ke NG Factory? 😰😰😰😰

  13. Annyeooonggg…
    Setelah bbrp minggu menghilang/g ada yg nyariin kali../ akhirnya bisa baca juga..
    Huufftt.. ngrapel 4 level itu sesuatu sekali… Semacam “kenyang”?? Hahaha
    Lega karena jiho n baek ketemu d dunia nyata, walopun blm kenal hehe.. trus si inv. Black (n baekhyun) lucu jg kalo dibayangin diem2 ngikutin orang yg ditaksir (kalo g bisa dibilang creepy)
    Yang bikin agak kaget ternyata si chen itu justru temen baiknya si jhonny, gue kira malah dia dibuat berdasarkan orang yg jahat jg d dunia nyata. Tinggal nunggu ceritanya jhonny n wendy..
    Makin seru.. fighting thooor

  14. Itu sampe ada yang meledak kak ris 😨
    Itu si baekhyun lucu ya kalo lagi suka ma orang, diem2 merhatiin yang dia suka
    Iya temuin aja jiho ma baekhyun rl kak tapi ketemunya pas lvl 40an ya kak biar greget 😂

  15. Lah.. aku mikirnya survival tube itu bentuknya kek yang di sword art online itu.. hehe taunya lebih rumit lagi. Duh semakin kesini semakin harus extra mikir. Suka banget sama cerita yang bisa mengasah otak kek gini. Hehee
    Semangat chap depan, semoga ada moment baekho ataupun blackho.. 😆😆

  16. Itu yg nyiptain yuta si baekhyun kah?
    Dan,, tentang seungwan yg masuk ke dalam NG soft, itu ada hubungannya sama jhony buat karakter NPC? Dan(2) kenapa namanya Red Hair Switch? Emang seungwan kek penyihir yaa 😂😆 jahat banget bang jhony.

    Selamat akhir pekan kak irishseuu 😚😘💕 untuk hari ini aku ketjup basyah untuk kak irish’s 😆🤗

  17. Ternyanta Baekhyun kalo tertarik sama orang yg dia suka, di perhatiin diem” ya Baek 😂
    Itu kenapa kacau banget demo version nya Worldware, sampe ada yg meninggalnya kaya gitu.
    Terus Yuta buatan Baekhyun kah ?
    Penasaran. Btw suka sama gambar Wild Rose nya bagus.

    Semangat terus buat kak Irish 😊

  18. Semakin naik level semakin pula otak kudu kerja keras buat mahami WW. Dulu awal² aku baca kak ya,baca plus kalo di ajak ngobrol orang masih nyambung akunya. sekarang aja baca kudu harus stand by,kalo ada yang ngajak ngobrol stop dulu sebentar terus aku baru ngulangin baca lagi dari yang gak paham 😆😆

    Kebohongan syatik ya kak ? iih ente sukanya boong ya sama sapa aja baek.gak di WW gak di realnya sama aja.dasar 😒
    Thank loh kak itu udah di kasih gambaran nya,will rose ngeri wkwk bayangan ku juga melenceng ini 😂 tak kirain survival tubenya kek di avatar gitu.maapkeun 😂

  19. yuta itu carakter hologram buatan Baby baek ? Ini sebuah kejutan di hari minggu!!! gambar Wild rose nya buat baper keingat baek-jiho 😭😭😭

  20. Wah wah jadi sebelum demo versi baru worldware udah makan korban toh,,, beneran deh kasian sama mr.seo disini kaya tikus dalem kandang 😂 ngebantu banget thor pict nya jadi lebih nyata imajinasi waktu bacanya

  21. “Baekhyun, Baekhyun… Setidaknya kau seharusnya ingat kalau kau sudah punya calon pendamping hidup. Kalau kau tertarik pada seorang player game di dalam WorldWare, bagaimana kelanjutannya nanti kehidupan percintaanmu?”
    Miris mas, jawaban nya miris, tragis, juga sadis. Hem… lengkapkan.. 😀 jahat ya hehe..

    Nakamoto yuta!! itu carakter hologram buatan mas cabe bukan?

    Wild rose nya itu loh, burn burn gosong!!
    aku ngebayangin tubenya itu kyak yang ada d film avatar gitu nah kak irish. Tapi tube yg kak irish maksud malah gak konek sama akunya. So gak pp lah kak irish ya aku ngebayangin nya agak melenceng.

    Keep your spirit♡♡

  22. Oh ya apa ka rish double update???
    Ak baru baca yg level 33 tadi mlm eh sudah ada yg level 34…
    Apa emang seminggu 2 level?? Ak gk tau jadwal soalnya 😁😁😁

  23. Awalnya bingung gimna membayangkan visualisasi si Yura eh dikasi gambar nya dibawah….
    Ini game semakkin didalami semakin mengerikan aja😯😯

    kin rish lanjutan pas invisible mati masih lama kh??? Saya sangat menunggu2 itu part..
    Entar takut pada lupa Ama TBC yg itu..karna beda POV..

  24. gils gils gils
    ga ngerti lagi lah gimana bisa kak irish nulis cerita dengan begitu banyak misterinya
    oops!
    black kelakuan mu dipantau sehun tuh.
    dan lagi yang ngajak ngobrol pertama pun si jiho juga.. aah baek mah berani jadi stalker doang

  25. Uannjjeerrrrrrrrrrrrrrrrr…menantikan game over ne kaya nunggu laki balik dr luar kota.ketar ketir jdinyaaa kapan dtengnyaa..
    Q tak snggup berkata2 rish..hnyr brsyukur jari jemari dan imajinasimu sangatlah tinggi…4 thumbs for irish!!!!!
    Pelan pelan kaya deretan mobil kena macet garis ceritany kebaca..irish mah emg pling bisa deh urusan membkin hati readersny naik trun kya tegangan listrik ga stabil..fighting rish fighting!!

  26. Sumpahh ya ini cerita makin hari makin banyak aja ilmu sainsnyaaa. Otak kudu diputar keras biar pahamm, ga ngertilaj ama jeniusnya ka irish..

    Jadi si baekbyun ga ‘sadar’gitu kalo batin nya ada d invisible black, tetap invisible black aja yg ngendalian ‘dirinya’dgn memakai otak si baekbyun yahhh..
    Berharap sihhh nantinya si baekbyun bisa ngefungsikan otaknya sendiri dlam diri si invisible, kayak si sehun bilanb kalo dia punya rencana lain yg ga sehun tau…

  27. Oh…
    Jadi tar si seungwan kan nyamar di NG soft..dan ini kali ya yg bikin johny menciptakan si wendy..
    Dan dan dan..tuh si yuta aja ada hologramnya..si byun baekhyun ada jg kah??
    Eh sehun berarti udah tau dong ya sama pergerakan invisible black..kira2 dia bakal syok gak ya pas baek-jiho kisseu??haha kan keliatan tuh..
    Gegara suho jg kali ya yg ngebuat Taeil jadi player di ww..
    Ah makin kesini..makin mudeng aku..
    Tapi kenapa sih Rish,mas invisible gak nongol secuilpun??tega gitu ngebuat kokoro aku gonjang ganjing gegara pgn liat mereka dan harus nunggu seminggu lagi??.
    Wkwkwk..
    Dan,oh,inikah gambaran wild rose..keren euy..
    Tetep semangat buatmu..

  28. Kedepannya seungwan jadi cctv portabel nih? Wkwkwk..,
    Duh, jadi deg2an nggak sabar si Johnny ketemuan sama seungwan. Hm, pasti ada alasan kenapa Johnny kok milih seungwan sbg visualisasi nya red hair witch.
    Itu player di survival tube siapa?? Jongdae kah?? Terlalu sayang kalo jongdae yg mencungul di kehidupan aslinya tiduran terus…T-T
    Btw gambarnya keren2 kak. Ngebantu banget buat imajinasi ku yg sederhana ini. Gambar yg terakhir itu bikin aku nyesek ngebayangin si invisible black musnah…T-T

  29. jadi cara Baekhyun kalo tertarik sama cewe itu begitu ka Rish? xD cuma ngintipin, ngikutin, ngeliatin.. astaga, bikin baper :”

    kata-kata ka Irish kebangetan ‘Tampang seorang Seo Johnny sekarang sudah tidak kalah kusut dengan lembar proposal’ sumpah demi apapun ngakak ka yaampun :”v

    waduh, dikasih gambaran tube sama wild rose ❤ <

    Semangat ka rish update Game Overnya sama mengimajinasi nya xD

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s