Rooftop Romance (Chapter 32) – Shaekiran

rooftopromancehappy

Rooftop Romance

By: Shaekiran

 

Main Cast

Wendy (RV), Chanyeol (EXO)

 

Other Cast

Sehun, Baekhyun (EXO), Kim Saeron, Irene (RV), Taeil, Taeyong (NCT), Jinwoo (WINNER), and others.

Genres

Romance? Family? Friendship? AU? Angst? Sad? School Life? Work Life?

Length Chapter | Rating PG-15

Disclaimer

Idenya cerita ini murni datang dari otak author yang otaknya rada senglek banyak (?). Maaf untuk idenya yang mungkin pasaran dan cast yang itu-itu aja. Nama cast disini hanya minjam dari nama-nama member boy band dan girl band korea. Happy reading!

.

Poster by ByunHyunji @ Poster Channel

Previous Chapter

Teaser 1 | Teaser 2 | Teaser 3 | Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4 | Chapter 5 | Chapter 6 | Chapter 7 | Chapter 8 | Chapter 9 | Chapter 10 | Chapter 11 | Chapter 12 | Chapter 13 |Chapter 14 | Chapter 15 | Chapter 16 |Chapter 17 | Chapter 18 | Chapter 19 | Chapter 20 | Chapter 21 | Chapter 22 |Chapter 23 |Chapter 24 | Chapter 25 |Chapter 26 |Chapter 27|Chapter 28 | Chapter 29 |Chapter 30 |Chapter 31 |[NOW] Chapter 32

“Have a nice dream, Wen.”

 

 

-Chapter 32-

In Author’s Eyes

 

“Silahkan masuk, Wendy.”

Wendy meremas ujung dress selutut berwarna hijau tosca yang hari ini dia pakai untuk menemui Chanyeol. Sungguh sengaja karena Wendy ingin nampak sebagai gadis cantik di depan mantan kekasih pura-puranya itu. Kemarin Wendy sudah berpikir sangat keras. Persetan meski Chanyeol sudah bertunangan, toh mereka belum menikah kan? Jadi Wendy masih punya kesempatan menggaet Chanyeol. Dan Wendy pastikan kali ini jika dia mendapatkan Chanyeol lagi, ayahnya harus setuju bagaimana pun caranya. Ya, gadis itu ingin berontak. Cukup sudah 11 tahun dia terbelenggu akan rasa sakit cinta dan rasa bersalah kepada Chanyeol yang kini tersenyum sangat manis sambil membuka pintu mobil Mercedes milik lelaki itu.

“Terima kasih,” lirih Wendy lalu masuk dan duduk di bangku penumpang. Chanyeol menutup pintu pelan dengan sebuah senyum yang terukir manis, setelah itu si Park langsung berjalan memutar dan masuk ke dalam mobil-duduk di balik bangku kemudi.

“Ada tempat yang ingin kau kunjungi?” tanya Chanyeol pada gadis itu sembari menghidupkan mesin mobilnya. Wendy nampak berpikir sejenak, lalu menggeleng. “Tidak ada,” jawabnya yang membuat sebuah helaan nafas muncul dari Chanyeol. Tunggu, aku salah bicara? batin gadis itu panik karena sekarang Chanyeol nampak membuang muka dan mulai menjalankan mobilnya keluar dari parkiran rumah sakit.

“Mau ku culik? Sebenarnya aku punya banyak tempat yang ingin ku kunjungi kalau kau tidak keberatan,” ucap Chanyeol sambil tersenyum. Wendy mengelus dadanya lega sambil mengangguk. Untung saja Chanyeol tidak marah seperti dugaannya.

“Aku sudah lama tidak ke Seoul dan sepertinya banyak yang berubah. Tentu saja aku tidak keberatan diculik untuk diajak jalan-jalan oleh pria mapan sepertimu, sunbae.” Chanyeol terkekeh mendengar jawaban Wendy, lalu mengangguk pelan. “Kau tidak akan menyesal diculik olehku.” katanya dengan mantap.

●﹏●

"Astaga, aku sudah lama sekali  tidak ke sini!" ucap Wendy bersorak senang ketika ternyata Chanyeol membawanya ke sebuah taman hiburan

“Astaga, aku sudah lama sekali  tidak ke sini!” ucap Wendy bersorak senang ketika ternyata Chanyeol membawanya ke sebuah taman hiburan. Suasana sedikit lenggang karena masih jam kerja, jadi Wendy bisa berteriak histeris sepuasnya.

“Tentu saja, kan aku sudah mengatakan kalau kau tidak akan menyesal jika aku menculikmu,” jawab Chanyeol seakan tersenyum bangga.

“Wahananya bertambah banyak. Lihat, aku belum pernah naik yang itu dulu, lalu yang itu juga, ah, banyak sekali yang belum ku naiki.” cerca Wendy lagi sambil menunjuk wahana-wahana yang terpampang di depannya. Chanyeol tertawa kecil lalu menepuk kepala gadis itu gemas. “Tenang saja, hari ini kau bisa menaiki semuanya, Wendy.” katanya sambil mengedipkan sebelah matanya yang entah kenapa membuat pipi Wendy bersemu merah muda.

●﹏●

“Kyaaaaaa! Ommaayaaaaaaa! Appaaaayaaaaaa!”

“Kau benar-benar ingin naik wahana yang itu?” tanya Chanyeol ragu karena sekarang Wendy menunjuk sebuah wahana yang super menakutkan di matanya. Bahkan mendengar backsound suara teriakan para manusia yang menaiki wahana itu saja, Chanyeol sudah harus meneguk ludahnya dengan kasar.

“Tentu saja. Aku pernah menaiki wahana itu dulu dan tidak takut  sama sekali sunbae, tentu saja sekarang aku juga tidak takut.” kata Wendy dengan yakin, tidak terlihat gentar sama sekali.

“Oh, saat kita bolos dan ditegur petugas karena masih menggunakan seragam, ya?” kerling Chanyeol dengan nakal. “Baju badut cocok untukmu,” lanjutnya sambil tergelak tawa. Astaga, sudah berapa kali Chanyeol tertawa hari ini hanya karena seorang Son Wendy?

Jinja! Jangan ingat-ingat terus sunbae. Itu hanya masa lalu,” keluh Wendy dengan pipi semerah kepiting rebus meski di dalam hati kecilnya dia benar-benar bahagia. Chanyeol ternyata masih mengingat ‘kencan’ mereka dulu.

Wae? Kau memang terlihat sangat lucu. Tapi euhm, sepertinya wahananya di revonasi dan semakin mengerikan. Kau yakin mau naik roller coaster dan histeria itu?” Wendy mengangguk dengan pasti yang membuat Chanyeol sedikit memijit keningnya. Lelaki itu nampak melihat ke bawah, meneliti penampilan Wendy saat ini.

Kajja, sepertinya kita perlu mengganti pakaian sebelum naik ,” ucap Chanyeol sambil menarik tangan Wendy menjauh.

“E-eh, kenapa? Memangnya pakaianku kenapa, sunbae?” tanya Wendy gugup, takut kalau dia tampak jelek dan Chanyeol malu naik wahana bersama gadis memalukan sepertinya.

“Kau mau naik wahana tinggi semacam itu dengan dress? Tidak, tidak sama sekali. Kaki mulusmu bukan untuk diumbar-umbar.”

Dan setelah itu Wendy kembali melayang. Kenapa setiap kata yang diucapkan Chanyeol bisa membuatnya berbunga-bunga seperti ini? Ah, detak jantung Wendy mulai tidak terkontrol lagi.

●﹏●

“Ini cocok?” tanya gadis mungil itu sambil menunjukkan sebuah kaos putih polos dan sebuah celana jeans hitam kepada Chanyeol. Lelaki jangkung itu nampak berpikir sebentar, lalu mengangguk cepat, “Itu cocok. Ganti dengan itu saja.” titahnya yang segera di-iyakan Wendy.

Tidak menunggu waktu lama, Wendy yang sudah selesai berganti pakaian pun segera keluar dari ruang ganti sambil menenteng dress hijau toscanya. “Chan-” belum selesai gadis itu bicara, Chanyeol sudah memakaikan sebuah hoodie berwarna abu-abu kepada gadis itu dengan cepat.

“Kau terlihat perfect,” puji Chanyeol sambil tersenyum lebar.

Wendy meneliti penampilannya dengan wajah memerah. Aksi Chanyeol memakaikannya hoodie tadi secara tidak langsung sama seperti Chanyeol baru saja memeluknya. Ah, lagi-lagi Wendy ingin terjun bebas karena terbawa perasaan ketika bersama lelaki jangkung yang sudah bertunangan itu.

“Kenapa harus pakai hoodie?” tanyanya kemudian pada Chanyeol, namun mata Wendy segera terbelalak ketika menyadari kalau Chanyeol sekarang juga mengenakan hoodie sepertinya, sama persis dengan penampilannya sekarang.

“Lihat, pakaian kita kembar,” sorak Chanyeol bahagia sambil menyentil hidung Wendy gemas. “Suhu Seoul sekarang sangat dingin, kau bisa jatuh sakit jika hanya mengenakan kaos.” tambahnya lagi yang segera membuat semburat merah muda di pipi Wendy bertambah banyak. Ah, dia benar-benar ingin terbang saja!

“Sepertinya ada satu lagi yang kurang. Coba kau duduk dulu,” perintah Chanyeol sambil menunjuk sebuah kursi. Mau tidak mau Wendy yang sudah gugup pun segera duduk dan menunggu apa lagi yang akan dilakukan Chanyeol kepadanya.

Srett.

Chanyeol membuka kedua high heels Wendy dengan sigap. Panik, Wendy segera gelagapan.” Ke-kenapa sunbae?” tanyanya seperti orang bingung karena sekarang Chanyeol sudah menyentuh telapak kakinya.

“Kau harus mengganti sepatumu jika mau bermain wahana itu sampai puas,” jelas Chanyeol, dan detik berikutnya lelaki jangkung itu sudah memasangkan sepasang sepatu kets berwarna putih di kedua kaki Wendy.

“Jangan repot-repot sunbae, aku-” belum sempat Wendy menyelesaikan kalimatnya, Chanyeol sudah dengan sigap menalikan kedua sepatu kets baru milik Wendy padahal gadis itu tadinya ingin mengatakan tidak usah repot-repot karena dia bisa menalikan tali sepatunya sendiri. But see, Chanyeol becomes a sweety boy who make the girl flying again.

“Nah, selesai.” kata Chanyeol sambil bangkit berdiri dan menolong gadis mungil itu untuk ikut berdiri juga. Perlahan Chanyeol memegang pundak Wendy dan mengarahkan gadis itu ke arah sebuah kaca besar di toko yang mereka kunjungi. “Sekarang kita siap naik wahana,” katanya yang segera diangguki setuju oleh gadis itu.

Tunggu, kapan Chanyeol ganti sepatu? batin Wendy karena melihat dari atas ke bawah dirinya dan Chanyeol benar-benar seragam seperti pasangan asli yang sedang berkencan

Tunggu, kapan Chanyeol ganti sepatu? batin Wendy karena melihat dari atas ke bawah dirinya dan Chanyeol benar-benar seragam seperti pasangan asli yang sedang berkencan.

“Kenapa sepatu sunbae ber-“

“-Tadi aku menggantinya agar sama denganmu, Wendy. Lihat, bukankah kita terlihat lucu karena menggunakan pakaian dan sepatu kembar seperti ini?”

Argh, Wendy melayang!

Gadis itu pun mengikuti langkah Chanyeol yang kini berjalan ke kasir. Dengan sigap lelaki itu mengambil dua buah paper bag dan menyerahkannya ke Wendy untuk tempat dress dan high heels gadis itu. Chanyeol pun mengambil satu paper bag lagi untuk tempat sepatunya sendiri.

“Berapa semuanya?” tanya Chanyeol kepada seorang gadis berseragam toko yang tengah menjadi kasir. Mendengar itu Wendy segera merogoh dompetnya dan berniat membayar karena kasir itu sudah menyebutkan sejumlah won yang harus dibayar, tapi lagi-lagi Chanyeol menahan Wendy.

“Aku saja yang bayar.”

●﹏●

Setelah meletakkan paper bag mereka ke dalam mobil, Chanyeol dan Wendy segera kembali ke wahana permainan dan mengantri untuk menaiki roller coaster. Karena memang sedang sedikit lenggang, tidak menunggu lama mereka berdua segera mendapat giliran untuk menaiki wahana yang cukup menantang itu.

“Jangan takut,” pesan Chanyeol ketika mereka berdua duduk di saf terdepan kereta roller coaster. Tak menunggu lama, kereta itu segera melesat dengan kencang.

“Kyaaaaaa! Ommaayaaaaaaa! Appaaaayaaaaaa!”

"Kyaaaaaa! Ommaayaaaaaaa! Appaaaayaaaaaa!"

“Seru?”

Very excited.” ucap Wendy girang ketika Chanyeol menggengam tangan gadis itu turun dari roller coaster yang baru saja berhenti. Wendy berteriak sangat kencang tadi sehinggga Chanyeol sempat berpikir gadis itu ketakutan, tapi untunglah Wendy tetap ceria dan sepertinya punya mental kuat untuk menaiki wahana-wahana seperti ini.

“Sekarang mau naik apa lagi?” tanya Chanyeol kemudian yang segera di jawab Wendy dengan cepat. “Histeria. Ayo kita naik histeriasunbae!”

●﹏●

“Terima kasih, ini benar-benar menyenangkan!” kata Wendy girang ketika dia dan Chanyeol sudah cukup lelah bermain wahana dan kini mendudukkan bokong mereka di atas sebuah kursi panjang. Chanyeol tersenyum senang karena gadis itu rupanya menikmati aksi penculikan yang katanya tengah dilakukan Chanyeol sekarang.

Wait a minute,” pesan Chanyeol lalu segera beranjak pergi dari bangku taman itu dan meninggalkan Wendy sendirian di sana.

Wendy hanya memandangi punggung Chanyeol yang berlari menjauh. Wendy menghela nafasnya pelan. Akhirnya gadis itu memilih membuka ponselnya dan mengecek beberapa foto selca yang tadi dia ambil bersama dengan Chanyeol ketika menaiki wahana permainan.

Puk.

Wendy kaget bukan main. Saat asyik melamun bagaimana serunya ketika menaiki wahana-wahana tadi, tiba-tiba pipinya terasa sangat dingin. Cepat-cepat Wendy mematikan ponselnya dan menoleh. Benar saja, sudah ada Chanyeol yang meletakkan sekaleng cola dingin di pipinya sambil tersenyum manis.

Chanyeol lantas membuka penutup kaleng itu dengan cepat. “Untukmu,” katanya kemudian sambil menyodorkan cola yang sudah terbuka itu dan duduk di sebelah Wendy.

Mata Wendy tiba-tiba saja berkaca-kaca saat menerima kaleng cola yang disodorkan Chanyeol, namun gadis itu segera merubah ekspresinya dan tersenyum manis sembari mengucapkan terima kasih. Wendy meminum soda itu pelan. Ah, kenapa dia menjadi ingat masa lalu? Matanya berkaca-kaca karena mengingat apa yang Chanyeol lakukan sekarang persis seperti apa yang dilakukan lelaki itu sebelas tahun yang lalu. Kaleng cola dingin, sederhana, namun bermakna banyak bagi Wendy karena sekarang gadis itu merasa déjà vu sendiri.

Diam-diam Wendy berpikir. Chanyeol memang melakukan ini khusus untuknya sehingga sama seperti sebelas tahun lalu, atau memang ini gaya kencan Chanyeol pada setiap gadis? Kata player tentunya membuat Chanyeol bisa dengan mudah membuat gadis melayang dan menjatuhkannya begitu saja ke dasar jurang yang dingin.

“Kenapa?” tanya Chanyeol lirih karena menyadari ekspresi Wendy yang berubah murung. Gadis itu menggeleng, lalu tersenyum tipis. “I’m okay,” balasnya dengan yakin.

“Kau mau gulali?” tanya Chanyeol sambil menunjuk seorang penjual makanan manis yang berjualan tidak jauh dari tempat mereka berdua duduk. Wendy mengangguk, dan Chanyeol dengan cepat berdiri dan segera berlari untuk membeli gulali tadi.

Even it’s a dream, or even if Chanyeol just do something that’s he did with the other girl to me, I’m happy, batinnya sambil tersenyum lebar ketika Chanyeol kembali dengan sebuah gulali besar berwarna merah muda, persis seperti sebelas tahun lalu.

Even it's a dream, or even if Chanyeol just do something that's he did with the other girl to me, I'm happy, batinnya sambil tersenyum lebar ketika Chanyeol kembali dengan sebuah gulali besar berwarna merah muda, persis seperti sebelas tahun lalu

“Mau naik wahana apa lagi?” tanya Chanyeol kemudian, dan Wendy dengan semangat segera berbalik dan menunjuk wahana yang bersebrangan sungai dengan tempat mereka berdua duduk sekarang.

“Kincir angin, mungkin?”

"Kincir angin, mungkin?"

●﹏●

“Rindu Sungai Han?” kekeh Chanyeol ketika Wendy dengan semangat berlari-lari kecil di sekitar taman Sungai Han. Gadis itu mengangguk dengan cepat. Mereka tidak jadi naik kincir angin dan lebih memilih melanjutkan kencan mereka ke tempat yang Chanyeol pilih.

“Mungkin lain kali? Aku sudah memilih tempat lain untuk kita kunjungi selain kincir angin. Aku janji akan naik kincir angin saat aku menculikmu untuk kedua kalinya. Jadi, kita lanjut jalan-jalannya, ya?”

Tentu saja Wendy segera mengangguk setuju meski Chanyeol menolak naik kincir angin bersamanya. Hei, tolong pikir. Bukankah itu artinya Chanyeol berjanji akan ada kencan berdua? Tentu saja Wendy tidak mau menolak!

Dan ternyata Chanyeol membawa Wendy menuju taman di dekat Sungai Han, tempat dimana mereka sering menghabiskan waktu bersama ketika masih SMA. Siapa yang tidak bahagia? Chanyeol masih ingat tempat itu saja sudah membuat Wendy benar-benar berterima kasih.

“Tentu saja aku rindu!” jawab gadis itu lantang sambil merebahkan tubuhnya di atas hamparan rumput tanpa mengingat malu atau pun usia. Chanyeol pun bukannya malu akan tingkah kekanakan gadis itu malah ikut memposisikan dirinya di samping Wendy, berbaring di sebelah gadis itu.

“Tapi sunbae tidak akan mengajakku melompat dari jembatan lagi kan?” tanya Wendy tiba-tiba dengan jahil yang segera mendapat sentilan pelan di dahi gadis itu. “Tentu saja tidak. Dulu aku mengajakmu melompat hanya karena kau sedang banyak pikiran. Istilahnya aku mengajakmu melompat agar kau melupakan semua bebanmu dan berbahagia saja.” jelasnya panjang kali lebar.

Wendy nampak mengangguk-angguk paham dengan penjelasan Chanyeol. Gadis itu lantas memiringkan tubuhnya, menatap Chanyeol yang masih terpaku dengan langit biru di atas sana. “Lalu sekarang kenapa kita tidak melompat? Memangnya kau yakin kalau aku tidak banyak pikiran?” tanyanya masih tersenyum jahil.

Tanpa mengalihkan pandangannya dari langit biru, tangan Chanyeol perlahan bergerak mengelus pelan surai gadis itu. “Pasti berat mengagantikan ayahmu di usia semuda ini, tapi aku sangat yakin kau bisa karena sekarang kau sudah beranjak dewasa dan tidak kekanakan seperti dulu.”

Trak.

Wendy kaget bukan main saat Chanyeol mendorongnya paksa untuk tertidur. Wendy mengerjapkan matanya pelan. Sekarang sebelah tangan Chanyeol sudah beralih fungsi menjadi bantalan gadis itu.

“Aku tidak mau membuatmu basah kuyup. Sekarang masih siang dan masih banyak tempat lain yang harus kita kunjungi. Jadi dibanding melompat, lebih baik pandangi saja langit biru nan cantik di atas sana untuk melepaskan penatmu, arraseo?”

A-arraseo.” jawab gadis itu kemudian dengan gugup. Tanpa melompat ke sungai atau memandang langit pun, asal kau ada di sebelahku, itu sudah lebih dari cukup sunbae, lanjutnya kemudian dalam hati dan mulai menikmati pemandangan langit biru nan cantik di atas sana.

●﹏●

“Astaga, pantas saja perutku berbunyi sedari tadi, ternyata sudah jam segini.” kata Chanyeol sambil menunjuk jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 3 siang lebih-mungkin lebih tepat disebut sore.

Wendy hanya tersenyum kecil melihat lelaki itu yang panik karena baru memasuki restoran ketika hampir pukul setengah empat. Chanyeol memesan beberapa fast food untuk mereka berdua di sebuah restoran yang dekat dengan Sungai Han karena kata lelaki itu masih ada yang harus mereka lakukan di taman setelah makan siang-atau makan sore mungkin?

 Chanyeol memesan beberapa fast food untuk mereka berdua di sebuah restoran yang dekat dengan Sungai Han karena kata lelaki itu masih ada yang harus mereka lakukan di taman setelah makan siang-atau makan sore mungkin?

“Makan yang banyak, kau pasti kelaparan,” pesan Chanyeol sebelum akhirnya mereka menyantap makanan fast food itu dengan lahap.

“Oh iya sunbae, dulu kau bilang ingin menjadi polisi, tapi sekarang kenapa kau malah menjadi dokter?” tanya Wendy kemudian sambil menyantap burger-nya. Chanyeol nampak menyerngitkan keningnya, lalu meminum soda miliknya sebelum akhirnya menjawab pertanyaan Wendy.

“Tidak boleh bicara sambil makan. Makanan ini sudah tidak sehat dan mengandung banyak lemah jahat, jangan buat makanan ini menjadi tambah tidak sehat karena kau makan sambil berbicara, arraseo? Habiskan saja makananmu dulu karena kita masih punya banyak kegiatan hari ini.” cerewet Chanyeol dalam satu tarikan nafas dan kembali menyantap makan siangnya itu.

Wendy nampak mengulum senyumnya samar. Ah, cerewet sekali, batinnya dalam hati. “Arraseo, Pak Dokter,” kekeh Wendy kemudian sebelum akhirnya mengunci mulutnya dan mulai memakan makan siangnya sendiri.

●﹏●

“Aku tidak menyangka kalau sekarang kau sudah pandai bermain layang-layang!” heboh Chanyeol ketiga gadis itu dengan sigap memainkan layang-layang yang diberikan Chanyeol hingga terbang tinggi di atas langit. Tentu saja Wendy pandai, dulu saat dia bersedih karena berpikir Chanyeol benar-benar meninggal, gadis itu bisa menghabiskan waktunya selama berjam-jam hanya untuk bermain layang-layang dengan membayangkan kalau ada Chanyeol yang bermain bersamanya.

Chanyeol sendiri tersenyum bangga sambil menaikkan layang-layang miliknya di sebelah Wendy. Dulu gadis itu bahkan tidak tau apa yang namanya layang-layang, tapi sekarang Wendy bisa membuat layang-layangnya terbang lebih tinggi dibanding layang-layang Chanyeol.

“Sudah ku bilang jangan meremehkanku,” kata Wendy kemudian dengan bangga. Ah, mengingat masa-masa ini membuat Wendy lagi-lagi ingin terbang bersama layang-layang miliknya yang mengudara bebas di angkasa. Dia benar-benar bahagia hari ini.

“Oh iya, masih ada satu hal yang tidak pernah kita lakukan saat berada di taman.” sela Chanyeol kemudian sambil tetap fokus memainkan layangannya. “Apa?” tanya Wendy lumayan penasaran.

“Bersepeda. Kau mau bermain sepeda denganku?”

●﹏●

“Pegang yang erat, arraseo?” Wendy menggeleng meski dia sudah duduk di boncengan sepeda Chanyeol.

Sunbae, aku bisa naik sepeda sendiri. Kita bisa menyewa dua sepeda. Daripada dibonceng aku lebih suka balap sepeda denganmu.”

Chanyeol hanya bisa menghela nafasnya pasrah. “Baiklah,” lirihnya yang segera mendapat sorakan senang dari Wendy. Dengan cepat gadis itu turun dan segera menyewa sebuah sepeda lagi. Alhasil mereka berdua pun berkeliling taman sungai Han itu sambil mengendarai sepeda mereka beriringan.

 Alhasil mereka berdua pun berkeliling taman sungai Han itu sambil mengendarai sepeda mereka beriringan

Sunbae, ayo balapan!”

Belum sempat Chanyeol menjawab, Wendy sudah memacu sepedanya meninggalkan Chanyeol dengan kecepatan kencang. “Ya! Kau curang!” pekik Chanyeol sambil menambah kecepatan sepedanya sendiri.

Chanyeol mau pun Wendy kini balap sepeda. Gadis itu dengan semangat memacu sepedanya sambil tertawa riang. Sebenarnya mudah bagi Chanyeol untuk mengalahkan kaki pendek Wendy dengan kaki jenjangnya, tapi lelaki jangkung itu hanya mengalah dan tersenyum memandangi Wendy yang nampak sangat ceria dan cantik saat bersepeda.

“Wen-Wendy awas!” pekik Chanyeol tiba-tiba karena Wendy nampak menoleh ke belakang dan menertawainya yang kalah balap sepeda sementara di depan Wendy-

BRUGH.

Wendy terjatuh dari sepeda setelah membanting stirnya karena di depannya ada seorang anak kecil yang melintas. Melihat itu Chanyeol segera mempercepat laju sepedanya untuk menghampiri Wendy.

Gwenchana?” tanya laki-laki itu panik, dan Wendy hanya mengangguk singkat sambil menahan perih di kakinya. Anak kecil yang hampir ditabrak Wendy tadi nampak menangis karena kaget. Melihat itu Wendy menjadi tidak enak.

“Maafkan noona.” katanya pada anak lelaki kecil yang sepertinya masih berusia 5 tahun itu.

“Ini permen untukmu, tolong maafkan noona ini, arraseo? Cup cup, jangan menangis lagi,” kata Chanyeol menambahi sambil mengeluarkan sebuah lolipop yang ia ambil dari dalam kantong hoodie-nya. Mendapat sebuah permen besar yang menggiurkan, akhirnya tangis anak kecil itu berhenti. Dia mengangguk lalu segera berlari pergi ke arah seorang wanita yang duduk di salah satu kursi taman -yang nampaknya adalah ibunya-setelah mengambil permen dari tangan Chanyeol.

 Dia mengangguk lalu segera berlari pergi ke arah seorang wanita yang duduk di salah satu kursi taman -yang nampaknya adalah ibunya-setelah mengambil permen dari tangan Chanyeol

“Padahal aku membelinya diam-diam untukmu, tapi anak itu merebutnya,” kekeh Chanyeol sambil memandangi punggung anak kecil tadi yang menjauh. Wendy nampak mencerna kalimat Chanyeol dengan susah payah, namun langsung buyar karena sekarang Chanyeol berjongkok sambil menyentuh punggungnya dan tersenyum manis.

 Wendy nampak mencerna kalimat Chanyeol dengan susah payah, namun langsung buyar karena sekarang Chanyeol berjongkok sambil menyentuh punggungnya dan tersenyum manis

“Kakimu pasti sakit. Naiklah, aku akan menggendongmu.”

●﹏●

Sunbae, sebenarnya kita mau kemana?” tanya Wendy yang kini duduk di bangku penumpang mobil Chanyeol sementara lelaki jangkung itu mengendarai mobilnya sejak tadi. Karena insiden Wendy yang kakinya terkilir setelah jatuh dari sepeda, Chanyeol segera menghentikan aksi penculikannya pada gadis itu dan menggendong Wendy menuju mobilnya. Awalnya Wendy berpikir Chanyeol ingin mengantarnya pulang, tapi sudah sejak hampir sejam yang lalu Wendy tidak bisa melihat arah jalannya pulang karena tempat yang dilalui mobil Chanyeol sekarang sangat asing di matanya.

“Ke rumah orangtuaku untuk makan malam, setelah itu aku akan mengantarmu pulang.”

Dan benar saja, setengah jam kemudian Chanyeol memarkirkan mobilnya di depan sebuah rumah mewah di sebuah perumahan elit. Dengan segera Chanyeol membuka pintu untuk Wendy dan menggendong gadis itu masuk ke dalam rumah itu.

“Kami pindah 5 tahun lalu. Sekarang orangtuaku tinggal di sini. Kau bisa datang berkunjung kalau kau mau.”

Persetan dengan kalimat Chanyeol, hati Wendy sudah berdegub tidak menentu sedari tadi hingga rasanya ingin meledak saja!

“Chanyeol? Tumben kamu pulang. Astaga Chanyeol, siapa yang kamu gendong?” tanya seorang wanita yang sudah cukup berumur yang datang dari arah dapur dan masih mengenakan celemek.

“Ini Seungwan eomma. Masih ingat Seungwan yang dulu jadi penyewa rumah atapnya eomma, kan? Tadi dia jatuh dari sepeda, jadi aku menggendongnya karena kakinya terkilir.”

Wajah Wendy sudah semerah kepiting. Dia menepuk-nepuk punggung Chanyeol, kode agar dia segera diturunkan dari posisi yang sedikit memalukan jika dilihat orangtua lelaki itu.

Anyeonghaseyo ahjumma, lama tidak bertemu,” sapanya kemudian yang segera mendapat pelukan hangat dari ibunya Chanyeol.

“Astaga Seungwan, kemana saja selama ini? Ahjumma kangen sekali.” kata wanita tua itu sambil memapah Seungwan agar duduk di sofa.

“Kalian bicara saja dulu. Aku akan pergi ke dapur dan memasak untuk makan malam. Santai saja Wendy, eomma-ku terlihat galak tapi sebenarnya dia baik,” kekeh Chanyeol kemudian sambil berlari ke arah dapur.

Hush, jahil sekali anak itu kepada ibu sendiri. Oh iya Seungwan, apa kabar selama ini? Kenapa lama tidak menyapa ahjumma? Kata Chanyeol Seungwan ke luar negeri, benar begitu?”

Euhm, iya ahjumma, Seungwan pindah ke luar negeri. Kabarku baik kok ahjummaahjumma juga sehat-sehat selalu kan dengan ahjussi Park?”

Eomma, siapa yang dat-astaga, Seungwan!” heboh Baekhyun dengan muka bantal dari balik pintu kamar yang terbuka.

“Ah, anyeonghaseyo Baekhyun sunbae-nim.” ucap Wendy dengan cepat ketika menemukan sosok saudara tiri Chanyeol itu ternyata ada di rumah.

“Coba hubungi appa-mu dulu Baekhyun, bilang kalau Seungwan berkunjung ke rumah.”

Arraseo, eomma.” kata Baekhyun sigap sambil merogoh ponselnya dari dalam saku.

“Duh, Seungwan, kami rindu sekali denganmu.”

“Ah, ahjumma bisa saja,” jawab Wendy kemudian dengan pipi merona.

●﹏●

“Tadi orang rumah membicarakan apa saja kepadamu?” tanya Chanyeol dari balik kemudi. Sekarang dia sedang mengantar gadis itu pulang karena sudah jam sembilan lebih. Sebenarnya Wendy ditawari menginap oleh Nyonya Park, tapi gadis itu menolak karena merasa tidak enak dan lebih memilih diantar pulang ke rumahnya di Seoul.

“Tidak ada, hanya bertukar kabar dan bercanda saja kok, sunbae. Keluargamu baik dan ramah sekali padaku,” jawab Wendy jujur, masih dengan pipi merona. Sebuah senyum nampak mengukir indah di bibir Chanyeol. “Syukurlah,” gumamnya yang makin membuat pipi gadis itu memerah.

“Omong-omong masakan sunbae enak sekali.” Chanyeol tiba-tiba tertawa mendengar kalimat yang dilontarkan Wendy. “Tentu saja, itu hasil hidup sendiri di negara orang selama sekian tahun,” kekehnya yang membuat Wendy ikut tertawa juga. “Kalau kau mau, aku bisa memasak untukmu kapan-kapan,” lanjut Chanyeol kemudian tanpa merasa bersalah akan degub jantung Wendy yang sudah seperti kecepatan pacuan kuda.

“Kita sudah sampai,” kata Chanyeol kemudian sambil memarkirkan mobilnya di depan gerbang rumah Wendy yang dijaga oleh para bodyguard berbadan kekar.

“Terima kasih sunbae, penculikan sunbae hari ini sangat menyenangkan,” jujur Wendy yang dibalas dengan satu tepukan ringan di kepalanya. “Sama-sama Wendy.”

“Oh iya, soal cerita kenapa aku bisa menjadi dokter mungkin aku akan menceritakannya besok saja. Sekarang sepertinya sudah sangat malam.”

“Ah, aku sampai lupa menagih ceritamu yang itu,” kata Wendy tiba-tiba karena baru teringat apa yang seharusnya dia tanyakan pada Chanyeol hari ini.

“Begini saja, besok ada pemeriksaan untuk Mr.Son. Aku harap kau datang dan kita bisa berdikusi mengenai operasi ayahmu. Kita juga bisa menyelipkan obrolan mengenai kenapa aku jadi dokter dan bagaimana hidup kita masing-masing selama sebelas tahun ini. Setuju?” tawar Chanyeol yang segera mendapat anggukan dari Wendy. “Bukan ide yang buruk, tentu saja aku setuju. Besok aku pasti datang.”

“Baiklah kalau begitu. Selamat malam Son Wendy, tidur yang nyenyak dan have a nice dreamThank you so much for today.” Wendy mengangguk sambil keluar dari dalam mobil Chanyeol dan tersenyum lebar.

“Hati-hati di jalan sunbae, sampai berjumpa besok.”

●﹏●

Ting!

Suara denting itu membuat Wendy segera meraih ponselnya dan membuka sebuah pop up pesan yang baru saja masuk. Senyum cerahnya segera terukir ketika melihat bahwa Chanyeol lah yang baru saja mengirim pesan kepadanya.

Chanyeol : Kau sudah tidur?

Ah, kenapa Wendy merasa sangat senang ada yang perhatian padanya seperti ini?

Wendy : Belum. Kau sudah sampai rumah, sunbae?

Chanyeol : Aku baru saja sampai di apartemen.
Chanyeol : Kenapa belum tidur?

Wendy : Tidak bisa tidur. Rasanya susah memejamkan mata, sunbae.

Wendy tersenyum-senyum sendiri membalas pesan Chanyeol. Sebenarnya dia sudah hampir tertidur tadi, tapi pesan Chanyeol yang masuk ke ponselnya mendadak saja membuat rasa kantuk Wendy hilang entah kemana.

Chanyeol : Mau aku menyanyikan sesuatu agar kau tertidur?

Wendy tiba-tiba merubah posisinya yang tertidur menjadi duduk karena greget dengan balasan Chanyeol. Kapan lagi dia ditawari suara lelaki pujaan hatinya yang pandai memainkan banyak alat musik itu?

Wendy : Tentu saja boleh. Tapi itu kalau sunbae tidak keberatan.

Wendy terkikik sendiri membalas pesan Chanyeol, membayangkan lelaki itu serius atau tidak mengatakan akan bernyanyi untuknya.

Chanyeol : sent you a video.

   https://www.youtube-nocookie.com/embed/Hm3H5X78h9Y?rel=0&showinfo=0&enablejsapi=1

Chanyeol : Putar videonya. Have a nice dream Wen 🙂

Wendy kaget bukan main ketika mendapat sebuah video dari Chanyeol. Dengan cepat gadis itu pun membuka video dari Chanyeol dan mulai tersenyum-senyum sendiri.

Wendy : Terima kasih sunbae.
Wendy : Bagus sekali sunbae. Kalau bisa aku minta full versionnya, hehe.
Wendy : Sent you a stiker

Chanyeol : Kapan-kapan aku akan mengirimkan full versionnya

Chanyeol : Kapan-kapan aku akan mengirimkan full versionnya. Mungkin setelah penculikan yang kedua kali?
Chanyeol sent you a stiker

 Mungkin setelah penculikan yang kedua kali?Chanyeol : sent you a stiker

Hati Wendy makin deg-degan saja. Tuhan, Chanyeol benar-benar mengajaknya untuk kencan kedua lagi!

Chanyeol : Lebih baik kau tidur. Besok kau harus bangun pagi dan berolahraga agar sehat.
Chanyeol : Selamat malam, Wendy.
Chanyeol seny you a stiker

Chanyeol : seny you a stiker

Wendy bersorak dalam hati. Dengan cepat ia meraih earphone-nya di dalam laci dan segera menyambungkannya dengan ponsel apel gigit miliknya. Wendy mulai memutar video itu berulang kali sambil membaringkan tubuhnya di atas kasur dan membayangkan saat Chanyeol bermain piano sambil bernyanyi. Argh, Wendy bisa gila lama-lama karena Chanyeol benar-benar membuatnya berbunga-bunga!

Wendy : Good night too, sunbae.

●﹏●

Wendy : Good night too, sunbae.

Chanyeol tersenyum sembari menatap layar ponselnya yang kini menampilkan pesan balasan dari Wendy. Setelah merasa cukup, Chanyeol kemudian mematikan ponselnya dan meletakkan benda elektronik itu di atas nakas sebelah tempat tidurnya.

Chanyeol mulai terbayang wajah Wendy yang mungkin sekarang sedang berseri-seri sambil me-repeat video kirimannya berulang-ulang, dan itu entah mengapa membuatnya sangat senang. Ah, Son Wendy, kau membuatku tergila-gila! batinnya sambil tersenyum kecil.

Wait, can you sit down for another minute
so we can talk again?
Just look at my face for a little more,
today you can see through my mask.

Don’t go today, just don’t go today.
Today stand next to me,
so I can’t forget you.
Don’t go today, please don’t leave.
Today, try to be
next to me.

Stop staring at your ring,
please stop, stop, on this day
Can we please talk tomorrow?
I need some time to think over your words.

Don’t go today, just don’t go today.
Today, stand next to me,
so I can’t forget you.
Don’t go today, please don’t leave.
Today, try to be
next to me.

I was wrong, I got it, but
I can’t be calm even if I try to pretend.
But I wonder, why do I keep tearing up?

Don’t go today, just don’t go today.
Today stand next to me,
so I can’t forget you.
Don’t go today, please don’t leave.
Today, try to be
next to me. (Please don’t leave me)

Don’t the today

(Song : Don’t Go Today ; Im Se Jun ft. Ben)

“Wen, I was wrong. I got it, but I can’t be calm even if I try to pretend. But I wonder, why do I keep tearing up? Girl, just two words. Don’t go. I’ll try to don’t hurt you, so please stand by me. Cause I love you more than you know. I need you, Son Wendy.” -Park Chanyeol.

To be Continued

Author’s note :

Ini belum ada 24 jam, jadi bisa disebut fast apdet sekaligus dobel apdet yekan? Mana ada dobel apdet sampai 4,5k words, cuma eki keknya/digampar/ Efek greget sama mereka ya gini. Baper tidak kamyu yang baca chapter ini? Kalo saia sih baper, soalnya hati saia lemah dengan tingkah imut-imut seperti ini :’) /digampar lagi/

Iklan

22 pemikiran pada “Rooftop Romance (Chapter 32) – Shaekiran

  1. Ping balik: Rooftop Romance (Chapter 33) – Shaekiran | EXO FanFiction Indonesia

  2. duhhhhhhhhh ceye kamu itu membuat hati para readers berbunga bunga tauu
    kak eki cemungut y lanjutin sampe happy ending hehehe

  3. Nih chapt bikin baper abis… Jadi senyum-senyum sendiri bacanya…
    Nih chapt fast update banget ya thor… next chapt kalo bisa fast update juga dong thor… ga sabar baca nextnya… semangat thor.. hwaiting..

  4. Hadeeeeeh… Tuh bocah dua katanya mau ada sesuatu yang di bicara.in.. Malah asik kencan mulu… Sampek lupa gak dibicara.in.. Wkwkwkwkwk 😂😂 sumpah gue dari tadi gak berhenti senyum2 sendiri baca nih ff.. Bayangin chanyeol beneran ngelakuin kayak gitu bikin gue kesemsem sendiri.. Soooooooo sweeeeeet bangeeet thooooor… Gue sukaaaa bangeeet…!!! Gak sabar nunggu in chap selanjutnya.. NEEEEEEEEEEXT THOOOOOR…… FIGHTING!!!! 😂😂😂

  5. 😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄😄
    sumpah deh…manis banget perlakuannya si abang ceye…
    Lah kalo aku juga diperlakukan ky gitu mh juga luluh lantak hati dan jiwaku 😅😅😅😅
    adeh….jeongmal deh….bisa banget deh abang ceye ini,tpi cincin y dipakai ceye itu cincin tunangannya sama siapa yah???
    apa cincin satunya disembunyiin buat wendy??

    Oh iya abang bacon blum nikah ya ???upss
    😁😁😁😁😁😁😁 kpn si pastinya ceye ngasih tau perasaannya sama wendy???
    Kan jdi ikut geregetan ngeliat tingkah manis mreka masing2.
    Wah…daebak aku kira aku slh bc ff lg ternyata….
    bnr-bnr dan eki ini beneran mau bikin kami overdose krna rayuanya si abang ceye yah…..

    Sllu smangat eki😍😍😍

  6. Ah parah ini ff nya bikin baper bgt thor, senyum-senyum sendiri yg lebih parahnya.. Ga sabar pengen liat endingnya… Good job thor

  7. Thanks… Update.a cpet…
    Pas lg buka” wp ini trus notif.a ff ini ada d pling atas qw kira ini chapter yg sbelum.a(chapter 31) eh ternyata next chap.a^^ ^^
    Qw sneng bnget pas two INI udh update pas baca qw senyum” sndri list tingkh couple ini^^ ^^ ^^ ^^ ^^
    Fighting for next chap…..
    Fighting
    Fighting
    Fighting
    Fighting

  8. Demi kaos kaki thehun yg pling bau.Baper thoor bapeerrr…. plis next chapter jgn lma2 yaaa. Nice fict nyaaa. Dtggu next chapt thor

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s