Rooftop Romance (Chapter 18) – Shaekiran

Rooftop Romance 2nd Cover.jpg

Rooftop Romance

By: Shaekiran

 

Main Cast

Wendy (RV), Chanyeol, Sehun (EXO)

 

Other Cast

Baekhyun (EXO), Kim Saeron, Irene (RV), Taeil, Taeyong (NCT), Jinwoo (WINNER), and others.

Genres

Romance? Family? Frienship? AU?

Length Chapter | Rating PG-15

Disclaimer

Idenya cerita ini murni datang dari otak author yang otaknya rada senglek banyak (?). Maaf untuk idenya yang mungkin pasaran dan cast yang itu-itu aja. Nama cast disini hanya minjam dari nama-nama member boy band dan girl band korea. Happy reading!

Previous Chapter

Teaser 1 | Teaser 2 | Teaser 3 | Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4 | Chapter 5 | Chapter 6 | Chapter 7 | Chapter 8 | Chapter 9 | Chapter 10 | Chapter 11 | Chapter 12 | Chapter 13 |Chapter 14 | Chapter 15 | Chapter 16 |Chapter 17 | [NOW] Chapter 18 |

“Let’s not fall in love.”

 

 

 

-Chapter 18-

 

 

 

Appa, kau jahat..”

Appa, kau jahat…”

 

 

Author POV

Sehun menatap bangku di sebelahnya yang lagi-lagi kosong. Ini sudah kali kedua Wendy membolos, dan ajaibnya kini Taeil juga ikut absent tanpa keterangan. Tak pelak membuat seorang Oh Sehun yang sebenarnya ber-IQ di atas rata-rata namun malas menunjukkan kepandaiannya karena akan menimbulkan iri di hati sang ibu tiri itu mulai mengambil praduga. Ada yang terjadi dengan Wendy, dia yakin itu.

Untuk memuaskan rasa penasarannya, si lelaki bermarga Oh kemudian menemui Taeyong di jam istirahat. Lelaki bermarga Lee yang masih berstatus murid baru itu menatap Sehun yang menghampiri mejanya dengan pandangan sinis, namun toh Sehun tidak peduli dan tetap duduk di sebelah Taeyong.

“Apa kau tau dimana Wendy?”, Tanya Sehun singkat dan langsung ke intinya, membuat Taeyong yang sedari tadi berusaha agar tidak melirik bangku Wendy pun kesal.

“Aku tidak tau. Dan kenapa kau malah bertanya padaku, eoh? Aku bahkan bukan teman gadis itu.”, jawab Taeyong bersungut-sungut. Sumpah, dia kesal setengah mati dengan Wendy. Ia marah dengan semua sikap gadis itu padanya beberapa hari yang lalu-agaknya.

“Benarkah? Tapi menurutku kau orang yang paling tau Wendy. Iya kan? Kau dari masa lalunya, dan tentunya kau pasti tau menahu kemana hilangnya teman sebangkuku selama 2 hari ini.”, terang Sehun sambil melipat tangannya yakin. Taeyong yang disudutkan hanya diam. ‘Kau dari masa lalunya’. Ntah kenapa Taeyong ingin sekali tertawa mendengar kalimat Sehun barusan. Masa lalunya? Memang benar, andai saja Sehun tau apa yang sudah diperbuat Taeyong pada Wendy dulu.

“Mau masa lalu atau tidak, aku tidak peduli dengannya bodoh!”, Taeyong menggebrak mejanya, kemudian berdiri- hendak pergi keluar kelas. Sebut saja ia melarikan diri dari Sehun, atau mungkin juga tepatnya melarikan diri dari kenyataan?

“Bukannya kau putra chaebol? Lalu kenapa tidak gunakan sedikit koneksi ayahmu, huh?”, bisik Taeyong sebelum akhirnya ia melewati Sehun dan sukses pergi dari pintu belakang kelas. Sehun terheyak. Jelas-jelas kalau Taeyong sudah tau dimana Wendy dengan menggunakan koneksi ayahnya, seperti yang disarankan Taeyong barusan.

“Idenya tidak buruk.”, batin Sehun kemudian mengambil handphone-nya dari saku celana, kemudian mencari satu kontak.

“Ah, yeobseyo Sekretaris Kim.”

“……..”

“Apa kau sibuk? Anii, aku hanya ingin meminta sesuatu padamu.”

“……..”

“Bisa kau mencari tau dimana rumah Mr.Son Michael?”

“………”

“Ah, dan satu lagi. Tolong jangan beritahu appa kalau aku mencari rumah Mr.Son. Apa kau bisa Sekretaris Kim?”

 

^^

 

Taeyong menatap layar handphone-nya nanar. Diatas layar itu tertulis sebuah alamat yang jelas, langsung dari mata-mata yang memang sengaja ia kirim untuk membuntuti Wendy setiap hari. Ia –yang tengah bersandar ke dinding sebelah kelasnya- lantas melirik isi dalam kelas. Nampak baginya wajah sumringah Sehun sambil menatap layar handphone-nya. Dari ekspresi itu Taeyong mengambil satu kesimpulan singkat, Sehun sudah tau dimana Wendy.

Taeyong tersenyum tipis sebentar, kemudian pergi meninggalkan kelasnya. Lelaki bermarga Lee itu berjalan perlahan menyusuri koridor sekolah, sebelum akhirnya ia berakhir di halaman. Matanya menatap lurus ke arah gerbang sekolah yang berjarak beberapa puluh meter, namun Taeyong masih bisa dengan jelas melihat pagar kokoh itu, tepatnya melihat sebuah sedan hitam dengan kaca buram yang terparkir tepat di depan sekolah.

Sambil sedikit mengacak rambutnya, Taeyong berjalan ke arah gerbang. Tak cukup sulit bagi ia untuk keluar gerbang. Toh satpam sekolah mereka tau siapa boss besar dan siapa yang patut dituruti jika mereka tidak ingin dipecat. Bukankah orang rendah memang harus tau diri? Itu yang selalu ada di pikiran Taeyong- si tuan muda yang lahir dengan sendok emas di mulutnya.

“Kau sudah tau bagaimana kondisinya?”, tanya Taeyong lirih setelah duduk di dalam mobil sedan hitam tadi.

Ne. Nona Son masih di rumah keluarganya. Dia sakit. Agaknya dia deman setelah kemarin terjun dari jembatan dan hampir tenggelam di sungai Han.”, jelas si bodyguard yang duduk di depan bangku kemudi. Taeyong terkekeh pelan. Sungai? Sejak kapan gadis itu bisa berenang?

“Untuk apa dia melompat, huh? Dia ingin bunuh diri?”, tanya Taeyong langsung. Bodyguard-nya itu nampak membuka notesnya.

“Sepertinya kemarin nona Son kabur dari rumah dengan pacarnya- Park Chanyeol. Untuk alasan kenapa mereka berdua melompat, bahkan pihak keluarga Son sendiri tidak tau dan agaknya juga tidak terlalu peduli. Mereka hanya mengurung nona Son sekarang.”, jelasnya lagi yang semakin membuat Taeyong terkekeh tak percaya. “Chanyeol lagi? Kenapa selalu makhluk satu itu?”, batinnya kesal.

“Chanyeol? Si bajingan itu lagi rupanya. Oh, kau sudah mencari yang kuperintahkan kemarin kan?”, tanya Taeyong lagi, dan dengan cepat si bodyguard mengeluarkan sebuah map dari dashboard mobil lalu menyodorkannya kepada Taeyong.

“Dia seorang jenius. IQ-nya di atas 135 dan dia multi talenta. Fisik dan visualnya harus diakui luar biasa. Ayahnya seorang polisi, kepala divisi kriminal kelas sulit dan menengah atas Republik Korea. Ibu kandungnya adalah seorang designer. Ayah dan ibunya sudah bercerai dan sekarang ayahnya menikah lagi dengan seorang investor saham di beberapa perusahaan, sedangkan ibunya menikah dengan seorang pengusaha tekstil baru-baru ini dan sudah pindah ke China.”

Penjelasan ringkas bodyguard-nya sudah cukup membuat Taeyong mengenal Chanyeol tanpa perlu membaca lembar demi lembar laporan yang kini ada di tangannya. Namun rasa penasaran lelaki itu membuatnya terus membolak-balik kertas yang berisi setiap hal yang berhubungan dengan Chanyeol itu. Rasa penasarannya membuat ia seakan tak bisa berhenti membaca.

“Ah, aku lupa memberitahu ini Tuan. Setelah nona Son dibawa paksa kembali ke rumahnya, Park Chanyeol itu juga di bawa pergi oleh bodyguard keluarga Son yang lain dengan kondisi babak belur.” Taeyong jelas terhenyak. “Dibawa pergi? Kemana? Apa yang mereka lakukan pada bajingan itu?”, tanya Taeyong tak sabaran.

“Kami tidak tau Tuan. Tapi yang pasti, itu bukan sesuatu yang baik.”

 

^^

 

Ya! Oh Sehun!”, teriakan cukup melengking itu membuyarkan lamunan Sehun yang ntah berkelana kemana. Tak selang beberapa detik, kini gadis yang memanggil Sehun tadi sudah duduk di sebelah lelaki itu.

“Ah, Irene noona. Ada apa?”, tanya Sehun cukup karena kini gadis yang diam-diam ia taksir sebenarnya sudah ada di sebelahnya, dengan jarak yang terbilang cukup dekat. “Dia cantik.”, batin Sehun sambil memandangi penampilan Irene yang mengepang satu rambutnya dengan wajah natural tanpa polesan make up sedikitpun. Dan seperti perkataan Sehun. Irene memang kelihatan cantik.

Mwo? Apa yang kau lihat?”, tanya Irene tiba-tiba karena merasa aneh Sehun yang terus menatapnya. Fokus Sehun menikmati paras Irene dari jarak sedekat ini buyar. Dia langsung menggaruk tengkuknya kikuk. “Tidak ada noona.”, jawabnya asal dan untungnya Irene percaya begitu saja.

“Oh, aku ingin bertanya sesuatu padamu.” Raut wajah Irene sedikit berubah. Setetes keringat nampak mengucur. Mungkinkah gadis Bae itu juga sedang gugup?

“Ah, noona mau bertanya apa?”, tanya balik Sehun semakin gugup, dag-dig-dug sendiri karena Irene yang nampak malu-malu kucing bertanya. Sedikit harapan Sehun melambung tinggi. Apa Irene gugup karenanya?

“Itu…..”

Sehun sabar menunggu meski Irene menggantung kalimatnya. Gadis itu masih nampak berpikir. Bahkan kini ia mengetuk-ngetukkan sepatunya ke lantai.

“Apa kau tau kemana Chanyeol? Dia absent hari ini dan kata Baekhyun dia tidak pulang kemarin malam. Aku..aku…”

“Kau khawatir padanya noona?”, potong Sehun cepat dan dengan sama cepatnya Irene langsung mengangguk. Lagi-lagi Sehun melenggos meski kini wajahnya dihiasi senyum menawan. Sekali lagi, harapan Sehun jatuh ke dasar bumi. Irene hanya peduli pada Chanyeol. Kenyataan yang selalu membuatnya sadar kalau Irene tidak akan pernah melihat ke arahnya. Sebuah fakta yang menguatkan Sehun untuk membuat Chanyeol bersama Irene dengan dalih menyukai Wendy-calon tunangannya- agar senyum Irene terus mengembang. Klise? Atau mungkin Sehun yang terlalu bodoh?

“Maaf noona. Tapi aku juga tidak tau kemana dia. Kau tau kan kami tidak cukup dekat? Jadi aneh juga kenapa kau malah bertanya tentang Chanyeol sunbae padaku.”, Jelas Sehun jujur. Irene nampak kecewa, namun dia tetap saja tersenyum meski Sehun tau itu hanya senyum masam.

“Ah, begitukah? Kupikir kau tau karena absent-nya Chanyeol berbarengan dengan Seungwan. Bukannya Seungwan itu teman sebangku sekaligus gadis yang kau suka?”, Sehun diam, tidak menjawab pertanyaan Irene. Lagi-lagi hanya tersenyum miris. Bagaimana bisa Irene begitu percaya dengan semua kebohongan yang ia ucapkan?

“Ah, apa kau dimana Seungwan? Mungkin saja dia dan Chanyeol sedang bersama.”, lirih Irene lagi dengan polosnya. Sehun ingin berteriak. Kenapa harus Chanyeol, Chanyeol dan terus Chanyeol huh? Apa tidak ada yang lain selain sunbae-nya itu di mata Irene? Namun bibirnya kelu. Lantas hanya mengucapkan beberapa patah kata sebagai jawaban.

“Aku tidak tau noona.” Dan setelah itu Irene berlalu, kembali meninggalkan Sehun dalam dunianya.

“Ah, kalau begitu aku pergi Sehun-ah. Maaf sudah mengganggu waktumu dengan pertanyaan-“

Noona, kerja sama kita masih berlaku kan?”

“Eh?”, hanya itu tanggapan Irene saat Sehun tiba-tiba mengungkit masalah kerja sama mereka. Irene tersenyum kikuk. “Tentu saja kalau kau masih serius.”, jawab Irene sekenanya. Mendengar itu Sehun membulatkan tekadnya. Irene harus bahagia.

Kajja noona. Mari kita bekerja lebih keras lagi. Kau dengan Chanyeol sunbae, dan aku dengan Seungwan. Kita akan bahagia bersama.”, Sehun menyodorkan tangannya, dan gadis bermarga Bae itu dengan kikuk menjabat balik tangan Sehun yang cukup dingin saat bersentuhan langsung dengan kulitnya.

Kajja Sehun-ah. Cinta bertepuk tangan terlalu miris kan untuk masa SMA? Kita juga harus bahagia.”, Irene tertawa kecil, dan Sehun tentu saja ikut tertawa – tertawa hambar meratapi nasib mungkin?

 

^^

Gerbang tinggi itu agaknya terlalu kokoh, terlalu menakutkan berdiri tegak di antara perumahan dengan nuansa hangat. Mereka terkesan dingin dengan cat hitam legam memagari rumah mewah itu. Seakan mengurung putri Rapunzel di menara tinggi hingga melewati awan meski sebenarnya benar. Bedanya, tidak ada rambut emas, tidak ada menara yang tingginya melintasi awan, dan tidak ada sosok naga api yang terbang berkeliling menara. Hanya ada gadis dengan mata sembab dan pandangan kosong, duduk meringkuk di sudut ruangan sambil memeluk lututnya sendiri. Gadis yang rasanya ingin melarikan diri saja dari dunia ini.

“Wendy-ah. Kau benar-benar tidak mau makan, eoh? Kau sudah tidak makan sejak pagi. Bagaimana kalau kau pingsan di dalam sana, huh? Kajja, buka pintunya dan ayo makan bersama oppa.”, ntah ini sudah rayuan keberapa ratus kali yang dilontarkan Jinwoo dari balik pintu coklat yang terkunci itu. Sudah beberapa menit berlalu, namun tidak ada perubahan yang terjadi. Pintu itu masih tertutup rapat.

“Wendy, kau benar-benar ingin membuat oppa-mu ini khawatir? Ayolah adikku yang manis. Jangan keras kepala seperti ini. Ini hanya akan menyakiti tubuhmu. Aku tidak ingin punya adik yang kurus kering dan hanya punya tulang yang dibungkus kulit. Kau tau itu kan?”, Jinwoo berucap lagi, dan hasilnya tentu saja masih sama. Wendy tidak bergeming sedikitpun.

“Biar saja aku pingsan, bertubuh kurus tinggal tulang atau mati kelaparan saja sekalian. Aku tidak peduli oppa.”, batin Wendy dalam diam, masih meringkuk di sudut ruangan. Ingin rasanya ia menangis, namun tangisnya tak kunjung jatuh. Air matanya sudah mengering. Stok cairan bening milik itu Wendy nampaknya sudah habis terkuras setelah membuat mata gadis itu bengkak dan memerah sepanjang malam hingga tak menyisakan setetes pun.

 

^^

 

Hyung, bisa aku berbicara dengan Wendy?”

Jinwoo terhenyak. Lelaki yang sedari tadi berdiri di depan kamar adiknya itu lantas berbalik dan menemukan sosok Sehun-calon tunangan adiknya- sudah berdiri di sana dengan sebuket bunga tulip.

“Ah, Sehun-ssi? Sejak kapan kau ada disini?”, tanya Jinwoo cukup kikuk. Sehun nampak menggaruk tengkuknya yang tak gatal. “Baru saja. Kudengar Wendy sakit dan aku ingin menjenguknya. Tak apa kan hyung?”, tanya balik Sehun, dan Jinwoo tentu saja hanya mengangguk-angguk pelan.

“Tentu. Tapi aku tidak jamin kau bisa bertatap muka dengan Wendy. Kau lihat sendiri kan? Dia mengurung dirinya sendiri.” Terang Jinwoo cukup frustasi, dan dering telfonnya cukup mengganggu fokus Jinwoo.

“Bisa aku meninggalkan makanan ini disini? Aku ingin mengangkat telfon sebentar, tak apa kan kalau kau sendiri Sehun-ssi?”, Sehun hanya menganguk setuju setelahnya, diikuti langkah Jinwoo yang menjauh di detik berikutnya. Sehun menatap nampan makanan yang diletakkan Jinwoo di depan kamar Wendy, kemudian memindahkan nampan yang belum tersentuh itu sedikit ke kanan. Tak butuh waktu lama, karena kini Sehun sudah berdiri di depan pintu itu sambil mengetuknya perlahan.

Ekhmm.”, Sehun berdehem sebentar.

“Wendy-ah, apa kau di dalam?” Tidak ada jawaban. Sudah ketukan kelima, namun kamar itu bagaikan tak berpehuni.

“Ah, Seungwan. Ini aku Sehun, teman sebangkumu.”, Sehun mengganti nada bicaranya, mengganti nama Wendy menjadi nama Korea-nya, dan kini duduk bersandar di pintu coklat tadi. Dia memegang buket bunganya, kemudian mulai berucap lagi.

“Kudengar kau sakit, pantas saja kau absent hari ini. Oh, seharusnya kau membuat surat sakit sehingga Cho-ssaem tidak membuatmu alpa di daftar hadir.”, lanjut Sehun lagi, namun masih tidak ada suara dari dalam sana.

“Kau marah padaku kan? Ah pasti karena aku adalah calon tunanganmu? Cih, sudah kuduga.”, masih sama. Hening tanpa jawaban.

Gwenchana. Tak apa meski sekarang kau membenciku. Aku memang pantas dibenci. Padahal kau sudah punya pacar yang sempurna, tapi aku hadir dan membuat hubungan kalian menjadi canggung. Itu patut dibenci kan?”, lirih Sehun. Tak peduli meski hingga kini tak ada respon dari si empunya kamar, Sehun bagaikan tak penat berucap.

“Hidup memang tidak pernah baik kan? Tidak ada yang berjalan sesuai keinginan hati di kehidupan ini. Kau setuju kan denganku? Hidup memang menyebalkan.” Sehun mulai nampak menerawang. Yah, hidup memang selalu menyebalkan kan?

“Aku tidak akan memanggilmu Wendy, cukup Seungwan. Kau tau kenapa?” Hening. Sehun menarik nafas, kemudian melanjutkan kalimatnya.

“Karena Seungwan adalah teman sebangkuku. Kami tidak cukup dekat, tapi setidaknya sekarang lumayan dekat setelah aku mengantarnya yang tersesat di jalanan Seoul di malam hari yang dingin dan memberikan sebotol air mineral setelah dia dihukum habis-habisan oleh Lee-ssaem si guru olahraga killer hingga hampir pingsan di lapangan karena kecapekan. Benar kan? Seungwan dan Sehun adalah teman.” Sehun tersenyum kecil saat mengingat sedikit kenangannya bersama Wendy- gadis aneh yang penuh rahasia itu.

“Jangan pikirkan perjodohan itu kalau kau memang tidak suka Seungwan-ah. Jika kau memang tidak menyukaiku, maka itu wajar saja. Jangan mengurung dirimu sendiri seperti ini. Jangan lihat aku dengan pandangan bahwa aku adalah perebut kebahagiaan. Benci aku, tapi jangan menjauh dariku. Kau bisa melakukannya kan? Sudah kubilang. Kau itu Seungwan, dan Seungwan itu temannya Sehun.”, Sehun terkekeh, cukup aneh baginya untuk mengucapkan itu semua. Ntahlah, pikirannya melatur ke sana sini. Nampaknya otaknya mulai tidak beres.

“Ah, kau masih belum bicara juga rupanya. Gwenchana. Tak apa meski aku kelihatan gila disini karena berbicara sendiri.”, lagi-lagi Sehun bermonolog.

“Oh iya, kau tau apa yang kubawa? Bunga tulip. Aku tidak tau harus membawa apa kemari, tapi toko bunga itu menyarankan bunga mawar merah. Tapi itu nampaknya tidak cocok kan untuk orang sakit? Jadi aku memilih tulip karena itu kelihatan sepertimu. Chubby dan ceria. Ah, kau tidak benci bunga tulip kan?” Ntah sudah berapa puluh kalimat tanpa jawaban yang Sehun lontarkan, namun ia masih terus berbicara tanpa henti. Baginya tak masalah sama sekali bila Wendy memang tak ingin menanggapinya.

“Cih, kau masih diam. Baiklah, kalau begitu kita ganti topik saja, bagaimana?”, tak ada jawaban- lagi. Dan bukan Sehun namanya kalau berhenti.

“Soal tunangan, aku minta maaf. Aku tidak tau kalau ayah menjodohkanku dengamu yang sudah punya pacar sempurna. Sungguh. Jadi mari kita berteman saja. Meski ada rasa di hati kecilku, tapi aku yakin aku bisa membunuhnya perlahan Seungwan-ah. Kau percaya padaku kan? Kita pasti bisa menjadi teman.”, mungkin Sehun tak tau, tapi Wendy cukup terhenyak di dalam sana. Ada rasa di hati kecilku.

“Apa-apaan ini? Jadi Sehun diam-diam menyukaiku?”, batin Wendy dalam diam, sementara Sehun diluar sana mulai berbicara lagi, melantur kesana sini dengan topik bahasan yang dianggapnya cukup menarik untuk diperbincangkan dengan Wendy yang masih memilih bungkam.

 

^^

 

“Kenapa kau tidak masuk?”, tegur Jinwoo yang baru saja menyelesaikan panggilan telfonnya pada lelaki berseragam SMA yang terlihat hanya mengintip tanpa berniat berjalan mendekat ke kamar Wendy yang ingin ia kunjungi. Cukup terkejut, namun lelaki itu hanya tersenyum tipis menjawab kebingungan Jinwoo.

“Maaf hyung, sepertinya lain kali saja.”, lirih Taeyong sambil menyodorkan setangkai mawar merah ditangannya pada Jinwoo.

“Bisa kau memberikan ini pada Wendy dan mengatakan padanya kalau ada bunga mawar tersesat di depan rumah kalian sore ini?”, Jinwoo semakin menyerngitkan dahinya saat mendengar ucapan aneh Taeyong yang kini terkesan hilang arah.

“Bunga mawar tersesat?”, ulang Jinwoo sekali lagi.

“Bunga mawar tersesat, karena kalau ia tau siapa yang memberikan mawar ini maka Wendy tidak akan pernah mau menerimanya. Lagipula, pemberi mawarnya juga tersesat sekarang. Jadi wajar kan kalau namanya jadi seperti itu hyung?”, terang Taeyong akhirnya sambil pamit. Dia berlalu dari rumah besar itu dengan cepat, meninggalkan Jinwoo yang masih diam dalam kebingungan.

“Tersesat? Yah, memang. Aku tersesat. Karena akhirnya kupikir aku pulang ke rumah, pulang ke hatimu Wendy-ah. Namun sayangnya kini aku meragukan rumahku sendiri. Mereka sudah berbeda. Cih, atau mungkinkah aku yang terlalu percaya diri kalau itu rumahku? Yah, akhirnya aku tersesat seperti ini. Karena aku ditendang keluar dari rumahku-dari hatimu- hingga aku tidak tau bagaimana caranya pulang lagi.”

Mungkin mereka tak tau, tapi Taeyong ada disana. Memperhatikan semua ucapan Sehun dan Wendy yang meringkuk di balik pintu itu. Taeyong mencelos. Tak hanya Chanyeol, kini ada Sehun. Rasanya ada yang mengiris hati Taeyong. Dia ingin pulang, tapi rumahnya ternyata sudah diambil orang karena dia berkelana terlalu lama. Kini, ia harus berlabuh kemana?

 

^^

 

Angin malam kini menyapa setiap insan di bumi. Bulan mulai duduk di peraduannya, menyinari setiap jiwa kesepian yang ingin mengadu. Gadis itu masih dalam posisi yang sama, meski kini Sehun sudah pamit pergi dan berjanji akan datang berkunjung lagi besok. Wendy kembali hampa. Pikirnya kosong, sama seperti perutnya yang kini mengaduh minta diisi. Namun gadis keras kepala ini masih sama, enggan merendahkan harga dirinya yang ia tekadkan untuk dijunjung tinggi.

Ntah berapa ratus kali Jinwoo sudah merayu Wendy dengan semua ucapan manis layaknya seorang penyair dengan permainan kata yang bisa membuatmu berteriak dalam hati karena terbawa perasaan, namun gadis Son itu masih saja belum bergetar hatinya. Terserah meski kini ayahnya yang sudah pulang ke rumah setelah aktifitas kantornya membentak gadis itu dari luar pintu dan mengancam akan menghancurkan pintu coklat itu jika Wendy masih saja bersikeras mengurung diri. Bagi Wendy, mau hancur atau tidak, makan atau tidak, semuanya sama saja- tetap hambar dan tak berguna.

Pikir gadis malang itu kini beralih ke jam dinding yang terus mengetuk waktu sedari tadi. Sudah berapa puluh jam ia meringkuk disini? Berapa ratus menit yang sudah ia lewatkan hanya untuk merenungi nasib dan melarikan diri dari dunia luar? Sudah berapa ribu detik hatinya merindukan lelaki itu? Berapa juta milisekon lagi yang harus ia habiskan hingga Chanyeol datang dan mengulurkan tangannya pada Wendy?

Brakkk.

Suara angin mengetuk jendela kamar Wendy seakan begitu nyata, hingga membuat gadis itu terhenyak. Setidaknya sanggup membuat Wendy untuk membuka mata, menjauhkan dirinya dari aksi meringkuk dan mulai duduk sewajarnya tanpa perlu memeluk kakinya lagi.

Trakkkk.

Dua kali. Namun kini suaranya agak berbeda di rungu Wendy. Mata gadis itu membulat. Ia berdiri perlahan. Ada yang merisaukannya kali ini.

Tok. Tok.

Kini, Wendy yakin itu bukan suara angin lagi. Ia mulai memberanikan diri, merajut langkahnya mendekati satu-satunya jendela di kamarnya itu.

Crasshhh!

Akkh!”

Wendy memekik. Refleks dia terduduk sambil menutup kedua telinganya, membelakangi jendela yang kini membiarkan angin malam masuk dan menerpa permukaan kulit Wendy yang sudah pucat. Itu petir. Badai terjadi hingga membuat jendela Wendy yang sebenarnya tidak terkunci dengan baik itu terbuka sendiri.

Appa, aku takut.”, lirih Wendy dengan isak yang mulai menjalar perlahan. Air mulai menggenang di matanya. Tanpa sadar, ia menggumamkan nama ayahnya -orang yang paling dia benci sekarang ini. Tak bisa dipungkiri, Wendy menyayangi ayahnya. Ayah yang selalu berlari ke kamarnya dan memeluk Wendy seperti orang gila yang ketakutan putrinya kenapa-kenapa karena ada badai. Wendy takut petir, Wendy benci hujan dengan angin ribut yang menyebalkan. Dia gadis penakut. Tanpa sadar, kini dia berharap pintu coklat itu akan diketuk, menampilkan ayahnya berteriak agar Wendy membuka pintu karena ada badai dan ia takut putrinya kenapa-kenapa, seperti yang ayahnya lakukan sejak Wendy kecil. Tapi kali ini tak ada ketokan pintu, yang ada hanya angin petir yang terus menyambar-nyambar.

“Aku tidak tau kalau gadis yang urat takutnya sudah putus ini masih punya satu ketakutan.”

Suara itu nampak begitu nyata bagi Wendy. Matanya yang sedari tadi menutup takut itu terbuka perlahan. Ia mengenal suara itu. Bahkan sangat mengenalnya.

Ya! Kau takut petir? Cih, sudah kuduga. Kau tidak seberani itu.” Wendy mengerjap. Dia merindukan suara ini, dia-

Tukk..

Wendy merasakan kini sebuah selimut tebal sudah bersarang di kepalanya, menutupi keseluruhan tubuhnya yang menggigil secara sempurna.

“Aku merindukanmu.”, lirih suara tadi sambil memeluk Wendy dari belakang, merengkuh tubuh Wendy yang mengggigil ketakutan itu dengan hangat. Tangis Wendy pecah begitu saja. Ini suara Chanyeol, dia sangat yakin itu.

Mwo? Kau diam? Kau tidak merindukanku huh?”, Isak Wendy semakin menjadi. Dengan paksa dia membalik tubuhnya hingga memeluk badan tegap Chanyeol. Selimut Wendy jatuh, menampakkan wajah gadis yang tengah menangis haru itu.

Ya! Aku tidak tau kalau kau se-“

“Dasar bodoh!”

-agresif ini.

Chanyeol tersenyum. Kini Wendy menepuk-nepuk dada Chanyeol kesal, sambil menggumamkan kata-kata yang sama –dasar bodoh- berulang-ulang kali.

“Dasar cengeng.” Lirih Chanyeol lagi sambil menghapus air mata Wendy dengan jarinya. Lagi-lagi ia tersenyum, menampakkan deret gigi putih yang selalu ia banggakan sebagai salah satu aset ketampanannnya itu.

“Jadi, apa kau merindukanku?”

Wendy meringis, dia memeluk Chanyeol. Semakin erat hingga lelaki itu agaknya mulai kesulitan bernafas. Namun Wendy tidak peduli. Masa bodoh bagaimana Chanyeol bisa ada di kamarnya yang ada di lantai 2 dalam suasana badai seperti ini, terserah meski Chanyeol basah kuyup dan membuatnya semakin kedinginan. Dia hanya semakin memeluk tubuh besar Chanyeol, takut kehilangan laki-laki itu lagi. Dan dia malah bertanya apa Wendy merindukannya?

“Ayolah Chanyeol, pertanyaan retorik macam apa itu? Tentu saja aku merindukanmu bodoh. Sangat. Hingga tulangku seakan kropos menyeluruh karena mengharapkanmu datang dan memelukku.”, jawab Wendy jujur dari hatinya yang terdalam. Chanyeol tersenyum getir. Dia mengelus rambut gadis-nya perlahan, penuh sayang.

“Kita saling merindukan, berharap saling merengkuh kasih saat kita jauh. Aku mengkhawatirkanmu Wendy-ah, dan kuharap kau juga begitu.”, batin Chanyeol dalam diam.

“Ah, jadi kau merindukan pacar bayaranmu sebegitunya?”, lanjut Chanyeol lagi sambil terkekeh. Wendy terhenyak. Badannya mulai merenggang, sedikit membuat Chanyeol bisa bernafas lega.

“Son Wendy, let’s not fall in love.”

“Eh?”, Wendy menatap Chanyeol tak percaya. Ada bekas luka yang terlukis nyata di wajah rupawan Chanyeol, mengingatkan sedikit kenangan ketika lelaki itu dipukuli hingga tak berdaya.

“Mari tidak saling berbagi rasa Wendy-ah. Mari tetap berada dalam posisi kita masing-masing. Kau menyewaku dan aku disewa olehmu. Mari tetap seperti itu dan tidak akan ada yang terluka.”

 

 

-To be Continued-

 

 

Curcol gaje :v

Ada yang rindu epep ini? Haiii, Eki comeback/plakk/ XD

 

 

Iklan

86 pemikiran pada “Rooftop Romance (Chapter 18) – Shaekiran

  1. Ping balik: Rooftop Romance (Chapter 33) – Shaekiran | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping balik: Rooftop Romance (Chapter 32) – Shaekiran | EXO FanFiction Indonesia

  3. Ping balik: Rooftop Romance (Chapter 31) – Shaekiran | EXO FanFiction Indonesia

  4. Ping balik: Rooftop Romance (Chapter 30) – Shaekiran | EXO FanFiction Indonesia

  5. Ping balik: Rooftop Romance (Chapter 29) – Shaekiran | EXO FanFiction Indonesia

  6. Ping balik: Rooftop Romance (Chapter 28) – Shaekiran | EXO FanFiction Indonesia

  7. Ping balik: Rooftop Romance (Chapter 27) – Shaekiran | EXO FanFiction Indonesia

  8. Ping balik: Rooftop Romance (Chapter 26) – Shaekiran | EXO FanFiction Indonesia

  9. Waeee?????? Knp bilang gitu kalo nyatanya kalian udah saling suka a.k.a cinta?? Itu cuma bikin kalian tambah susah duh, jalan cinta mereka penuh dengan jurang magma. Sedih dehhhh

  10. Ping balik: Rooftop Romance (Chapter 25) – Shaekiran | EXO FanFiction Indonesia

  11. Ping balik: Rooftop Romance (Chapter 24) – Shaekiran | EXO FanFiction Indonesia

  12. Woahh udah ketinggalan beberapa part 😰😰
    Jadi taeyong itu mantannya wendy ya, ahh jadi shipperin wendy taeyong wkwk
    Sehun labil bener ya :v chanyol juga ngapain ngomong kaya gitu nyesek jadinya 😣😣😣😰

  13. Ping balik: Rooftop Romance (Chapter 23) – Shaekiran | EXO FanFiction Indonesia

  14. Ping balik: Rooftop Romance (Chapter 22) – Shaekiran | EXO FanFiction Indonesia

  15. Ping balik: Rooftop Romance (Chapter 21) – Shaekiran | EXO FanFiction Indonesia

  16. Ping balik: Rooftop Romance (Chapter 20) – Shaekiran | EXO FanFiction Indonesia

  17. Ping balik: Rooftop Romance (Chapter 19) – Shaekiran | EXO FanFiction Indonesia

  18. Hi eki long time no see. Kayaknya aku terakhir komen akhir oktober 2016, dan mungkin kamu udah lupa sama aku 😅😅
    .
    Biasanya seminggu sekali aku ngecek ini ff udah di up apa belum, sebulan terakhir ini sibuk banget sampek gak ada nafsu buat baca ff manapun, dan akhirnya kelewatan dh sama ceritanya wenyeol ini. Mianhe 🙏
    .
    Lagi bingung mau ngomen apa, yang jelas kurindu coretan ceritamu 😘😘😅

    • Bhuakaka, aku masih inget kok, 😍
      Sama kitanya, akhir” ini aku juga sibuk banget ampe jarang update new chap, ini aja keknya udah lebih sebulan gak update /dibalang/😂
      Gpp kok masih mau baca juga eki udah terhura beutt,😍
      Ku juga rindu komenan chingu,kyaa/digampar/😂😍
      Thanks for reading, ditunggu yaw next chapnya. Cintakuh padamuh.😍

    • Cintaku rinduku sayangku padamu seperti cintaky rinduku sayangku sama bang ekso. Walau jauh tapi tetap dihati. *Oke fix abaikan*
      .
      Please lah itu wenyeol jangan digantung lama2, kasian mas cahyo masak jomblo terus. 😅

    • Wkwkw, ampe nyanyi chingu,😍
      Diusahain gak gantung ya, wkwk, masih blm kelar nih next chapnya., jadi wenyeol masih dijemur wh digantung maksudnya.😂
      Cahyo gak jomblo kok, kan eki pacarnya/PLAKK/OPEN YOUR EYES EKI! 😂
      😍

    • Maaf yaw chingu, akhir-akhir ini eki memang blm bisa update bikos real life tidak mengijinkan. pasti di up secepatnya kok 🙂 😀
      sabar yaw, semoga rasa penasaran chingu tetep bertahan ampe next chapnya muncul /Dibalang/ XD

  19. Halo kak eki 🙂 aduh gw telat ngikutin nih ff 😀 Maaf ya baru ninggalin jejak di chap ini 🙂 yg jelas gw penasaran bgt sama nih ff !! Ditunggu next chapter-nya ya kak !! Fighting :*

    • Wkwk, halo jugaa, goo kok telat, udah mau ngikutin epep abal-abal ini aja eki udah seneng banget,😆😆
      Ditunggu yaw nexg chapnya, thanks for reading. Cintakuh padamuh.😘😍

  20. Kaaaakkk Ekiii!!
    Ehehehe…
    Miaan baru muncul sekarang dikarenakan banyak kegiatan huhu
    Uda hampir sebulan atau lebih aku gak tau pasti yg jelas uda lama gak buka exofanfic uhh rinduu dengan semua author kesayangan termasuk kak eki juga 😂

    Aku senaang pas tau chanyeol gak jadi mati tapi kok pas mereka ketemu kenapa mesti ada kata “not” ahh kali gini jadinya kan meloww plisss kak plisss jangan dibuat pisah deh intinya kumohon hiksss
    Ditunggu kak next chapternya hihi
    Fightingg!!

    • Gpp kok, aku juga baru muncul sekarang ini/plakk/😂
      Sama dunks, real life eki juga sibuk, ini juga udah lama beutt ga update, wkwk, 😂
      Duduh, eki jadi malu dibilang kesayangan, kyaa/plak/😍
      Mungkin karena hati eki ini melankolis?/gak nanyak/digorok/😂
      Itu emang harus ada ‘not’ nya, biar greget/plakk/😂
      Hayoo pisah atau ndak ya?😂
      Thanks for reading, ditunggu yaw next chapnya. Cintakuh padamuh.😍😍

    • Jangankan chingu, eki aja pengen ngarungin ceye terus dibawa pulang dianya/plakk/😂
      Hmmm, kalo chapter paling menarik keknya blm muncul ke permukaan deh chingu, soalnya ada satu chapter hampir ending yg eki suka banget, 2 atau 3 chapter sebelum ending, itu yg paling eki suka. Isinya….masih rahasia yaw/digorok/😂
      Thanks for reading, ditunggu yaw next chapnya. Cintakuh padamuh…😍

  21. Asdfghjkl@#¥&-(()) itu kenapa sumeri-nya lets not fall in love???? Jadi pengen gigit eki deh :v
    Udah, ki, jangan siksa reader tak guna ini dengan cerita yang sedih melow balad galau, kan jadi baper -,-
    Si iblis ternyata masa lalu suramnya wendy, kena karma kan lo!! Rasain, udah memding ke sini aja*dilemparmas bulan ke mars
    Feelnya kerasa banget, dakuh jadi pengen mewek 😂
    Udahlah gitu aja, takutnya eki capek baca komenan ini.
    Keep writing amd fighting!!!

    Ps. Cie yang udah uas

    • Duh, eki jangan digigit dong chingu, itu sumery memang begitu,😂😂
      Eki gak nyiksa kok, toh eki juga baper/plakk/😂
      Oalah, taeyong~~
      Itu, dipanggil tuh, wkwk.😂
      Feelnya kerasa kah? Wkwk, syukur deh, kirain gak nge-feel sama sekali.😂
      Gak kok, apa sih yg capek bagi eki kalo buaat kamu/plakk/😂😂
      Wkwk, eki udah uas, tinggal nunggu raport dan siap” dibentak ortu,😂
      Thanks for reading, ditunggu yaw next chapnya. Cintakuh padamuh.❤❤

  22. Aduh Chanyeol kenapa ngomongnya pake “not” sih, coba dihilangkan kata “not” jadinya kan “lets fall in love”
    Alhamdulillah si CY ngga mati ya 🙂

  23. Wendy miris banget yah hidupnya, Om Michael jahat banget, cepet mati aja lu om! Bapaknya Wendy gk ketuker jiwanya kan sama orang lain? Dulu kok bisa baik sekarang jadi jahat? Siluman ni orang.
    Duh Taeyong jadi gelandangan yg gk punya rumah/? Rumahnya udah di isi sama Chanyeol ya :’
    Eki? Ini ff gk berubah genre jadi horror kan? Disaat badai gitu tiba tiba Chanyeol nongol dikamar Wendy yg ada dilantai 2 entah dari mana. Dan kemaren si Chanyeol ditembak sama mas ikan mokpo (re: Donghae). Kan horor 😫😧😨.
    Kutunggu next chapnya ya Ki, luv yu Eki 😘😘

    • muahahhahahhahahaha baca komen kamu bikin saya tertawa warbyasah lucunya hahahhahahhahaa. bapaknya Wendy siluman tuh beneran, ah betul juga jangan-jangan itu arwahnya Chanyeol yang baru nongol? #abaikan saya yang SKSD ini

    • hahahha ganti genre jadi Horor-Thiller biar mantap dah, Wendy kerasukan lalu membantai keluarganya satu persatu hahahhahahha #EfekkissingscenenyaChanyeol yang ada heboh di instagram

    • Tulung jangan ingatin 2nd kissing scene suami saya plis, antara seneng gegara dramanya keknya manteps dan kiss scenenya juga keren tuh di padang rumput, dan kesel sama tuh cewek nyicip bibir suami saya/PLAKK/OPEN YOUR EYES EKI!
      Hoho, kayaknya mante tuh chingu..mungkin eki bisa berpindah genre wkwk.😂
      Thanks for reading.😍

    • Astagah, disumpahin mati makk.😂😂
      Hayoo, ketuker gak?😂
      Oalah, taeyong..😂😂
      Diusir dia dari rumah gegara ceye/plakk/😂
      Rencananya sih blm geti genre chingu, tapi berhubung banyak yg komen bapak wendy siluman dan ceye yg dengan horrornya muncul pas badai petir, bisa jadi eki nambahin genre horror, mistery ama fantasi. Perlu thriller sekalian chingu?/plakkk/😂
      Gak kok, eki gak ganti genre,.wkwk.😂
      Ditunggu yaw nexg chapnya, thanks for reading. Cintakuh padamuh pokoknya..❤

  24. Cie yang mau pulang ciee, anak rantau balek ke ke kampung halaman 😀 wkwkwk 😀 😀 😀
    Kalo ffnya gak perlu dikomen lagi, soalnya udah perfct!

  25. Hai maaf ya baru nongol d chap yg udah segini banyak. Aku udah baca dr chap awal walaupun emang telat juga sih ngikutinnya tp aku suka bgt ama ff ini.
    Chanyeol selamat walaupun udah d keroyok sama orang suruhan papanya wendy. Tp mungkin akhirnya dia mutusin buat ngejauhin wendy demi kebaikan wendy juga…

    • Gpp kok chingu, udah mau baca aja eki udah terhura.😆
      Hayoo, apa yg ada di pikiran chanyeol sekarang? Wkwk.😂😂
      Ditunggu yaw next chapnya, thanks for reading. Cintakuh padamuh.😍

  26. Ye..ye..ye..ye..ye..ye..ye.. Comeback comeback 😉 😉 😉 ,hwa so sweet banget si,kasian si taehyun diabaikan plus dicuekin sama wendy,emangx sebegitu sukanya ya si taehyun sama wendy,mungkin crx y salah dulu ya,kasian si taehyun sama aku aj/plakk/dibunuh Oppa Dyo/

    Hah So sweet banget si kok si abang ceye ga mati ya,tapi itu lbh baik,kan dua anak manusia y sdng full fullan kasmaran itu ga harus menahan rasa y terpendan didalam perasaan mereka

    Eki Uri Authornim Jjang 😉

    • Sweet yakk?😂
      Iya nih, eki kombek setelah berjamur.😂
      Taehyun? Perasaan yg ada taeyong deh chingu, wkwk.😂😂
      Taeyong dicuekin wendy, Wkwk. Hayoo, apa yg terjadi sama wendy taeyong di masa lalu??😂😂
      Hayoo, gimana bisa ceye selamat??😂
      Kasmaraann.😍
      Thanks for reading,.ditunggu yaw next chapnya. Cintakuh padamuh.❤

  27. yeee akhirnya update juga…
    why.,? kenapa canyeol ada di kmar wendy dan kenapa canyeol bilang nya seperti itu.?
    next.. next.. next.. aku penasaran..

    • Yehet, akhirnyaa diupdate setelah berjamur sekian lama, wk wk.😂😂
      Kenapa hayoo? Ditunggu yak next chapnya, pasti kejawab kok di chap selanjutnya. 😆
      Thanks for reading, Cintakuh padamuh.😍

  28. wae? wae? wae?
    kenapa appa wendy brrubah..apa karna tambah umur.. ahh gk masuk akal..
    huhhh… gimana bsa chanyeol masuk kamar wendy???? ini jg khayal..
    appa oppa nya aja gk bisa klo gk dobrak pintu…lah ini ceye kok gampang yaa… kkk~~
    kangen beut sma nih epep..uhhh lama tau updatenya…

    • Yalord ini kenapa jadi bahas umur? gak kok chingu,wkwk.😂😂
      Hayoo, gimana bisa bang ceye masuk kamar wendy sedangkan bapak ama abang wendy aja kagak bisa? Apa chanyeol punya jurus nembus benda? Atau dia cuma banyangan?/plakk/
      Tunggu di next chap, ntar rasa penasaran nya pasti terjawab kok.😆😆
      Rindu yak? Eki juga rindu nih, wkwk. Maap yak, real life eki bener” bangsat akhir-akhir ini. Hiks. Doain gak lama yak updatenya, wkwk.😂
      Thanks for reading chingu, ditunggu yak next chapnya. Cintakuh padamuh.😍

  29. Aaaaaa akhirnya update juga. Fiuhh rasa rindu terbayarkan sudah. Tapi kok aku rasanya chap ini lebih pendek yaa?? Ahh mungkin perasaan aku aja. /ck plinplan bgt akunya 😂/. Masih penuh misteri /Misteri?? hhh kayak film² yang horor gitu yakk/. Gimana caranya Chanyeol bisa dtg ke rmh Wendy?? Bukannya dia waktu itu akan dibunuh?? Siapa yg bebaskan dia?? Donghae?? Tuan Son?? Ayahnya Chanyeol?? Hahh molla ku harap dapat jwbannya di next chap.

    Semangat nulisnya yaa Eky. Moga bisa cepet update nya. Aku penasaran bgt sama next chap nya.

    Oh ya ff Surrounded kpn di update yaa??

    • Yehet, akhirnya update juga eki sejak berjamur sebulan lebih..maap yao chingu, real life emang bangsat banget.😂
      Lebih pendek kah? Kayaknya sih nggak, wong lembar ms wordnya sama banyak kok sama chap sebelumnya, mungkin chingu terlalu rindu, wkwkwk/plakk/😂
      Misteriii..😂
      Banyak banget pertanyaan rahasia negaranya chingu, eki tak sanggup ngasih spoiler ini,wkwk. Tunggu next chap aja yak, next chap pasti pertanyaannya terjawab semua kok. Doain aja gak lama next chapnya brojol, wkwk.😂
      Surrounded-nya masih otewe nih chingu, masih tahap pengetikan, wkwk. Sabar yak, pasti dinjut kok, eki gak php, cius.😂
      Thanks for reading, ditunggu yak next chapnya. Cintakuh padamuh.😍

    • Iyakah ini panjang?? Mungkin bener cuman perasaan aku aja. Efek terlalu penasaram kali yak?? Huhhhh. Semoga next chap nya dicepetin. Doa’in yg terbaik ajah buat suami Eky dan selingkuhannya. /yalordd napa malah belain selingkuhannya?? duh bingung. 😂/
      Ohh masih otw yah. Lagi macet yakk, biasa jalanan di korea sering macet kan jdi agak lama. /Apa hubungannya coba?? Hah molla yg pastinya aku penasaran bgt/ Semangat Eky. 😊😊😊😊

    • Mungkin saja chingu, wkwk. Semuanya karena ini up terlalu lama/plakk/ 😂😂
      Cepet kok, cepet.😂
      Doain yah eki langgeng sama suami terus gak ketahuan sekalian selingkuh/plakk/😂
      Iya sih korea macet, tapi epep eki jangan macet lagi dong, ntar setaun gak update kan berjamurnya kebangetan/plakk/😂😂
      Ditunggu ya chingu pokoknya, gak macet kok. 😊

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s