Rooftop Romance (Chapter 15) – Shaekiran

rooftop-romance-2nd-cover

Rooftop Romance

By: Shaekiran

 

Main Cast

Wendy (RV), Chanyeol, Sehun (EXO)

 

Other Cast

Baekhyun (EXO), Kim Saeron, Irene (RV), Taeil, Taeyoung (NCT), Jinwoo (WINNER), and others.

Genres

Romance? Family? Frienship? AU?

Length Chapter | Rating PG-15

Disclaimer

Idenya cerita ini murni datang dari otak author yang otaknya rada senglek banyak (?). Maaf untuk idenya yang mungkin pasaran dan cast yang itu-itu aja. Nama cast disini hanya minjam dari nama-nama member boy band dan girl band korea. Happy reading!

Previous Chapter

Teaser 1 | Teaser 2 | Teaser 3 | Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4 | Chapter 5 | Chapter 6 | Chapter 7 | Chapter 8 | Chapter 9 | Chapter 10 | Chapter 11 | Chapter 12 | Chapter 13 |Chapter 14 | [NOW] Chapter 15 |

“Bukankah perjanjiannya tidak seperti ini?”

 

 

 

-Chapter 15-

  

“Karena aku membencimu Lee Taeyoung, tak lebih.”

“Membenciku katamu?”

 

 

Author’s POV

 

Ting Tong

Finally!”, seru lelaki yang sedari tadi asyik dengan rubriknya itu sambil melebarkan tangannya yang mulai agak pegal. Dia berdiri dengan cepat, kemudian segera berlari ke arah pintu keluar atap dan segera menuruni tangga, kembali ke kelasnya.

“Park Chanyeol, kemana saja kau?”, tanya seorang gadis bersurai kecoklatan yang tengah memegang sapu sesampainya lelaki tadi di depan kelasnya. Chanyeol menggaruk tengkuknya yang tak gatal, kemudian tersenyum jahil.

“Bolos, kemana lagi?”, jawabnya santai. Gadis itu hanya bisa geleng-geleng kepala sementara Chanyeol kini sudah berjalan ke arah bangkunya, kemudian mencopot tasnya dari meja.

“Lee ssaem mencarimu tadi saat absensi.”, lanjut gadis itu sambil duduk di meja sebelah Chanyeol. Lelaki yang kini sudah menenteng tasnya itu memandang gadis di depannya dengan tatapan biasa.

“Lalu kalian jawab apa?”, tanyanya balik. Gadis itu nampak menarik nafasnya sebentar. “Toilet. Kami bilang perutmu mules hingga kau takut mencret-mencret di kelas, seperti permintaanmu.”, jawab gadis itu enteng sambil menggeleng-gelengkan kepalanya heran sementara Chanyeol hanya tertawa tak percaya. Jadi anak kelasnya tetap menggunakan alasan aneh itu? Oh ayolah, Chanyeol sudah menggunakan alasan itu sebanyak puluhan bahkan ratusan kali. Memangnya masih ada guru yang percaya dengan alasan konyolnya? Cih, alasan macam apa itu?

Arraseo. Terima kasih sudah mengatakan alasan irasional itu pada Lee-ssaem.”, kata Chanyeol sambil berusaha menahan tawanya yang seakan tak mau berhenti. Lagi-lagi gadis itu hanya bisa geleng-geleng kepala mengingat kelakuan Chanyeol yang tidak pernah berubah, selalu menganggap enteng segala hal.

“Lagipula, kenapa kau membolos seharian ini, eoh? Kau hanya masuk di jam Sejarah, itupun pasti karena guru kita cuti sehingga kau bisa tidur di kelas kan?”, lanjut gadis itu kemudian, gemas dengan tingkah Chanyeol yang acuh tak acuh pada sekolahnya. Ingin rasanya gadis manis itu menceramahi Chanyeol dengan berkata ‘Mau jadi apa kau nanti?’ sambil berkacak pinggang. Namun nyatanya? Chanyeol adalah siswa berprestasi di segala bidang dan juga juara umum berturut-turut. Mungkin guru-guru juga sudah menganggap lelaki itu mempunyai masa depan cerah yang tinggal selangkah lagi sehingga mereka membiarkan Chanyeol bertindak sesukanya, keluar masuk kelas sesuai moodnya dan bahkan membuat pengumuman kencan 1 jam yang diketahui luas di kalangan guru. Jadi, apa yang mau gadis itu ceramahi?

“Hanya bosan saja.”, jawab Chanyeol singkat yang sukses mebuat gadis itu semakin gemas. Bagaimana bisa orang ini dengan santainya mengatakan bosan di kelas saat ujian masuk perguruan tinggi semakin dekat? Gadis itu-maksudnya Irene- kini membuat kesimpulan sederhana. Inilah perbedaan murid jenius dan murid berotak biasa-biasa saja seperti dirinya dan teman-temannya yang lain.

“Terserahlah. Tapi Yeol, absentmu semakin banyak. Kau tidak takut pointmu semakin berkurang? Kudengar-dengar kau ingin jadi polisi seperti ayahmu, bukannya catatan sekolah juga sangat berpengaruh untuk masuk akademi kepolisian?”, lanjut Irene lagi tanpa sadar. Mendengar itu Chanyeol tersenyum, kemudian meletakkan tangan kananya yang bebas di atas kepala gadis itu, sedikit membungkukkan badannya sehingga matanya hampir sejajar dengan mata Irene.

“Terima kasih sudah mengkhawatirkanku Bae Irene, kau gadis yang sangat perhatian.”, katanya sambil tersenyum tulus. Melihat itu Irene tidak bisa menyembunyikan rona pipinya yang mulai memerah. Antara malu dan tersanjung atas kalimat lelaki itu barusan.

“Ti-tidak juga.”, elak Irene sambil mengalihkan pandangannya malu-malu, sementara Chanyeol masih sama . Tersenyum manis yang tentunya tanpa sadar sudah membuat kerja jantung Irene semakin tidak karuan.

“Oh iya, bukankah kau piket hari ini? Tsk, kemana yang lain? Kenapa hanya ada kau seorang?”, lanjut Chanyeol kemudian seakan menyadari ada yang janggal di kelas itu. Kemana siswa piket yang lainnya?

“Oh, mereka sedang mengambil kain pel yang baru di bagian prasarana. Kau tau kan kalo pel kita patah kemarin?”, jawab Irene kemudian setelah merasa detak jantungnya mulai agak normal. Chanyeol nampak menggangguk-angguk ringan. “Memangnya pelnya patah?”, tanyanya lagi dengan bingung sambil berusaha mengingat-ingat. Irene nampak tertawa kecil, kemudian menyenggol lengan lelaki itu sedikit.

“Makanya jangan hanya tau cara bolos Tuan Park.”, cerca Irene kemudian yang langsung membuat Chanyeol menggaruk tengkuknya lagi sambil memainkan sepatunya, malu. Dan Irene hanya bisa menghela nafasnya panjang, tersenyum kecil seakan mengingat sebuah pertanyaan yang dia sendiri ingin tau apa jawabannya. Bagaimana bisa dia jatuh cinta pada lelaki yang bahkan tak sadar kalau pel kelasnya patah? Bahkan hatinya berdesir cepat hanya karena telapak tangan Chanyeol menyentuh puncak kepalanya sebentar. Kalau begini caranya, apa mungkin seorang Bae Irene sukses menghapus perasaannya?

 

 

Chanyeol POV

 

“Lagipula, kenapa kau membolos seharian ini, eoh? Kau hanya masuk di jam Sejarah, itupun pasti karena guru kita cuti sehingga kau bisa tidur di kelas kan?”,

“Terserahlah. Tapi Yeol, absentmu semakin banyak. Kau tidak takut pointmu semakin berkurang? Kudengar-dengar kau ingin jadi polisi seperti ayahmu, bukannya catatan sekolah juga sangat berpengaruh untuk masuk akademi kepolisian?”

Aku mengulang-ulang kalimat Irene barusan. Tak bisa dipungkiri, beberapa patah kalimat itu seakan menohokku dengan cepat sekaligus cukup menusuk. Benar kata gadis itu, sebenarnya apa yang sedang kulakukan sekarang? Hidupku bak bunga dendalion yang terhampar begitu saja di padang rumput, bergerak ke kiri atau kanan karena tertiup angin lalu berakhir dengan dendalionnya yang terbang ke langit, meninggalkan bumi dan segala lapisan atmosfernya.

Bukan tanpa alasan aku menyebutnya seperti itu. Hanya saja aku merasa itu benar adanya. Sekarang aku sudah di tingkat akhir SMA, hanya tinggal menghitung bulan dan aku akan segera lulus -meninggalkan tempat ini. Tapi apa yang kulakukan? Saat semua orang sibuk belajar untuk mimpinya, aku bahkan belum mempunyai mimpi lagi .

Cita-cita?

Aku semakin meringis. Bagaimana seorang penuh logika dan fakta-fakta ilmiah sepertiku mengerti hal seperti ini, eoh? Orang boleh bilang aku jenius dan ber-IQ tinggi, tapi apa gunanya kalau aku bahkan belum bisa menentukan tujuan tempatku berlabuh kelak dengan semua kelebihan itu?

Hiruk-pikuk jalan di luar gerbang sekolah akhirnya berhasil membuat atensiku teralih sepenuhnya dari kegiatan melamun yang kulakukan sejak aku melenggang keluar dari kelasku. Sekarang bisa kulihat pemandangan jalan raya yang masih saja padat kendaraan lalu lalang. Aku tersenyum masam. Dulu aku sering menghitung jumlah mobil yang lewat dari rumah atap selepas ibuku pergi, yah..sekedar menghibur diri karena ayah tidak pernah di rumah. Aku sendirian.

Baru dua detik aku menikmati masa kecilku yang agaknya kurang kerjaan, kini netraku menangkap sebuah pemandangan aneh di seberang jalan. Itu Wendy, aku yakin 100%. Tapi tunggu, siapa lelaki yang sekarang sedang menariknya?

Aku segera bergerak cepat, hendak menyebrang jalan sebelum akhirnya aku berhenti. Memangnya apa urusanku? Bukankah Wendy sedang marah padaku? Lagipula belum tentu lelaki itu berniat jahat kan? Bisa saja itu saudaranya, sepupunya, atau siapapun itu. Aku masih ingat bagaimana bodohnya aku dulu di depan Jinwoo hyung karena salah mengenalinya. Tsk, sepertinya aku tidak perlu ikut campur.

 

 

Author POV

 

“Membenciku katamu?”, Tanya Taeyoung dengan seringai nakal. Dia menurunkan wajahnya sehingga kini mata nakalnya bertemu langsung dengan mata ketakutan Wendy. Demi Tuhan, maju selangkah lagi dan bibir Taeyoung akan menempel sempurna dengan bibir Wendy.

“Jawab aku Son Wen…”

Brughhhh.

Kini sebuah tangan lain sudah bersarang di dinding yang sama , tepat di sebelah tangan Taeyoung yang mengunci pergerakan Wendy.

“Apa yang kau lakukan?!”, pekik lelaki yang baru datang itu dengan nada marah. Dia menarik kerah baju Taeyoung dengan kasar, kemudian menghempaskan lelaki Lee itu ke dinding di depan Wendy.

“Siapa kau? Apa hakmu menggangguku, huh?”, pekik Taeyoung tak terima, kemudian balas menarik kerah baju lelaki di depannya itu. Mereka saling menatap tak suka, sementara Wendy kini hanya menatap 2 orang lelaki itu dengan pandangan nanar, hampir menangis.

Brughhhh.

Lelaki itu –Chanyeol- kembali menyarangkan pukulan beruntun ke arah Taeyong. Jelas, Taeyong kalah telak. Mata Chanyeol nampak berkilat tajam, penuh kebencian pada lelaki yang bahkan belum dia kenal itu. Bagaimana bisa dia menyudutkan Wendy seperti tadi? Meskipun dia bukan pacar sah Wendy, atau bahkan meski Wendy tidak mau mengenalnya lagi, dia pasti akan tetap memukul Taeyong seperti sekarang. Lelaki mana yang mau kekasihnya disudutkan, huh?

“Cukup sunbae, cukup!”, pekik Wendy keras sambil menahan tangan Chanyeol yang bersiap melayangkan pukulan membabi buta ke arah Taeyong yang kini sudah penuh luka lebam. Matanya sembab, siap menumpahkan air kapan saja. Mau tak mau, Chanyeol melepaskan Taeyong, menghempas lelaki itu hingga badan belakangnya membentur dinding lagi.

Wae?! Dia sudah mengganggumu. Mana mungkin aku berhenti begitu saja?!”, pekik Chanyeol tak terima dengan nada meninggi sementara Wendy kini menatapnya dengan pandangan memohon.

“Kumohon sunbae, jangan berurusan dengan dia. Arasseo?”,pinta Wendy memohon. Melihat ekspresi Wendy yang nampak memelas, Chanyeol lantas mengendurkan tangannya yang sedari tadi mengepal kuat.

Wae? Ini hidupku, lalu kenapa aku harus menurutimu, eoh?”, Tanya Chanyeol seakan belum terima gadis itu menghentikannya dan terkesan menyelamatkan lelaki tadi –Taeyong- dari amukannya.

“Ku mohon. Bisa kau turuti aku sekali ini saja?”, pinta Wendy lagi, kini air matanya turun perlahan. Dia tak bisa menahan sesak hatinya lagi. Dia tau siapa Taeyong dan dia tidak ingin Chanyeol nantinya jadi bulan-bulanan lelaki gila itu. Tidak, apalagi itu semua karena dirinya.

Chanyeol hanya bisa terpaku melihat Wendy yang menangis hebat di depannya –mengingatkan lelaki itu akan air mata Wendy hari Minggu kemarin, hari pertengkaran mereka berdua-. Lagi-lagi dia menangis, dan itu semua karena seorang Chanyeol. Lelaki tinggi itu menghela nafasnya berat, kemudian menarik Wendy dalam pelukannya.

“Maaf. Maafkan aku.”, bisiknya tepat ke telinga Wendy sambil menepuk-nepuk bahu gadis yang kini sesenggukan itu.Chanyeol memutar arahnya, kemudian memperhatikan Taeyong yang masih dalam posisi bersandar ke tembok sambil memegangi perutnya.

“Kau, jangan pernah kau menyentuh Wendy lagi!”, ancam Chanyeol kemudian. Taeyong nampak tersenyum miring sambil menatap Chanyeol tajam. Seakan meremehkan lelaki yang sedang mendekap Wendy itu.

“Memangnya kau siapa? Apa hakmu memerinah-merintahku, huh?”, tantang Taeyong tak mau kalah meski bibirnya kini sulit berbicara. Mendengar itu Chanyeol mulai naik pitam lagi, hampir saja dia mengepalkan tangannya kembali kalau saja Wendy tidak mencegahnya, menarik badan lelaki itu kuat.

“Tuan Muda, anda baik-baik saja?”

Chanyeol terhenyak ketika kini sudah ada 5 orang lelaki berpakaian jas serba hitam yang mengelilingi Taeyong sambil menanyakan keadaan lelaki brengsek itu. Si Park tersenyum miring. Sepertinya dia agak tau siapa lelaki itu sekarang.

Gwenchana.”, jawab Taeyong kemudian sambil berusaha menegakkan posisi tubuhnya. Sekarang nampak 2 orang dari pria berjas hitam tadi dengan sigap memapahnya.

“Apa aku perlu membereskannya Tuan?”, Tanya seorang lagi yang kini sudah berdiri sambil mengambil ancang-ancang menyerang. Taeyong nampak melirik Chanyeol yang masih memeluk Wendy erat. Dia mendecih sebentar, lalu menggelengkan kepalanya.

“Tidak, biarkan saja.”, katanya sarkatis sambil menatap tajam Chanyeol, tepat ke bola mata coklat milik lelaki Park itu untuk kesekian kalinya. “Kajja, antar aku pulang saja. Mereka ini hanya orang-orang tidak berguna.”, lanjut Taeyong kemudian, lagi-lagi tanpa berniat mengalihkan pandangan matanya sedikitpun dari Chanyeol dan Wendy. Bagaikan robot, kini kumpulan lelaki kekar berseragam serba hitam itu langsung memapah Taeyong keluar dari gang sempit itu, lalu memasukkannya ke dalam sebuah mobil hitam yang sudah terparkir rapi di depan gang.

Chanyeol hanya diam terpaku saat mobil hitam itu melenggang pergi beberapa detik kemudian. Lagi-lagi Chanyeol hanya menghela nafasnya. Dia tau sekarang, Taeyong pastinya bukan orang sembarangan. Paling tidak dia ada di level Wendy, level orang kaya congkak yang suka memainkan kekuasaan dan uangnya. “Cih, dasar anak mami.”, batin Chanyeol kemudian. Baginya Taeyong bahkan tidak lebih dari seorang pengecut yang bersembunyi dibalik kekuasaan orangtua dan bodyguard sewaannya. Tsk.

 

 

“Namanya Taeyong.”, lirih Wendy kemudian pada Chanyeol yang berdiri di sebelahnya. Lelaki itu nampak menghentikan langkahnya sebentar saat mendengar Wendy menyebutkan sebuah nama yang tidak pernah dia dengar. “Maksudmu?”, Tanyanya balik sambil melanjutkan langkahnya.

“Dia Lee Taeyong, putra tunggal pemilik Taehan Corp, salah satu perusahaan besar yang cukup bersaing dengan perusahaan appa-ku.”, terang Wendy kemudian. Mendengar itu Chanyeol agak tertawa, ternyata tebakannya benar. Taehan Corp? Orang Korea mana yang tidak kenal? Kalau perusahaan milik ayah Wendy lebih berdomisil dan menguasai benua Amerika , maka Taehan Corp murni menguasai seluruh Asia. Orang Korea mungkin cukup berbangga karena kedua CEO perusahaan besar dan mendunia itu adalah kewarganegaraan Korea.

“Jadi, apa hubungannya denganku, huh?”, balas Chanyeol ketus, masa bodoh. Biar saja, kalau dia anak presiden atau bahkan Pangeran Kerajaan Inggris sekalipun. Memangnya apa hubungannya dengan Chanyeol kan?

“Jangan pernah berurusan dengan dia lagi sunbae. Kau tidak tau betapa temperament dan gilanya dia kan? Cukup dengarku aku dan jauhi dia!”, jelas Wendy lagi dengan nada agak kesal. Bagaimana bisa Chanyeol hanya bereaksi masa bodoh saat dia tau fakta siapa itu Taeyong? Apa lelaki itu sama sekali tidak takut ataupun merinding? Wah, dia belum mengenal Taeyong rupanya.

“Jadi dengan kata lain kau mau mengatakan bahwa masih ada yang lebih tidak waras darimu, seperti itu?”, canda Chanyeol kemudian yang sukses membuat Wendy yag tadinya dalam mode ber-genre angst berubah menjadi mode comedy seketika,

Plakkk!

Wendy menampar keras bahu Chanyeol yang sukses membuat lelaki itu berjengit karena kesakitan. “Ya Son Wendy, apa yang kau lakukan?!”, pekiknya tak suka. Wendy yang dimaksud hanya mengerucutkan bibirnya, pura-pura ngambek.

Aish! Kenapa kau tidak pernah percaya padaku?”, ujarnya kesal lalu berjalan meninggalkan Chanyeol yang masih terpaku. Melihat itu Chanyeol hanya diam sambil mengelus-elus bahunya yang mungkin memerah karena pukulan Wendy barusan. Tanpa Chanyeol sadari, beberapa detik kemudian bibirnya membentuk sebuah kurva melengkung yang sangat indah hingga membuat sebuah lesung pipit terbit di pipi kanannya. Chanyeol tertawa bahagia. Wendy-nya sudah kembali.

Ya~ Tunggu aku Wendy-ah. Kau marah padaku eoh?”

Ya~ Son Wendy~”

Aish, kau mau aku cemberut? Berhenti sekarang juga Son Wendy!”

Chanyeol ber-agyeo ria sambil berjalan mengejar langkah cepat Wendy yang sudah seperti berlari itu. Lelaki tinggi itu terus saja mengoceh manja meski orang yang lalu lalang kini menatap mereka dan mulai berbisik-bisik. Chanyeol masa bodoh. Baginya sekarang adalah waktunya mnggoda Wendy, urusan penonton gratisan itu belakang.

Ya~ Son Wendy…”, Chanyeol ber-agyeo lagi sementara kini Wendy semakin mempercepat langkah kakinya. “Aish, dasar laki-laki gila.”, batin gadis itu malu karena sekarang dia menjadi pusat perhatian para pejalan kaki. Meski begitu, mungkin Chanyeol tidak akan pernah tau kalau kini Wendy tertawa kecil, bahagia karena Chanyeolnya sudah kembali.

Ya Son Wen-”

Chanyeol menghentikan langkahnya, sama seperti yang sedang dilakukan Wendy beberapa detik yang lalu. Gadis bermarga Son yang tengah jual mahal itu berdiri mematung di tengah jalan. Tak perlu menunggu lama, Chanyeol langsung berlari ke arah Wendy -menyembunyikan gadis itu di balik punggungnya-.

“Mau apa kalian?”, Tanya Chanyeol sarkatis setelah sukses menyembunyikan gadis yang masih mematung itu di belakangnya. Di depan mereka sekarang sudah berdiri 5 orang bodyguard di sebelah sebuah Mercedes hitam dengan wajah yang masih sedikit lebam. Salah satunya bahkan tersenyum miring ke arah Chanyeol yang nampak was-was. Tsk, Chanyeol ingat siapa mereka. Itu bodyguard ayah Wendy. Bagaimana bisa Chanyeol melupakannya, kan?

Tanpa berniat berbicara sedikitpun, seorang dari bodyguard itu dengan sigap membukakan pintu Mercedes benz keluaran terbaru yang terparkir rapi di sebelahnya. Beberapa saat kemudian, seseorang dengan setelan jas rapi keluar dari dalam mobil. Dia tersenyum. Itu Jinwoo, kakak tiri Wendy.

Hyung?”, refleks Chanyeol memanggil tanpa sadar. Mendengar itu Jinwoo hanya bisa mengulas senyumnya.

“Maaf Chanyeol-ah, tapi sepertinya aku harus meminjam adikku sebentar. Boleh aku berbicara berdua saja dengannya?”, mendengar penuturuan Jinwoo langsung membuat si Park mengalihkan pandangannya ke arah belakang, ke arah Wendy yang kini memegangi seragam bajunya dengan tangan bergetar.

Gwenchana?”, Tanya Chanyeol kemudian. Wendy menghela nafasnya sebentar, lalu mengangguk singkat.

“Baiklah Hyung, tapi tolong jangan lama-lama. Kami masih ada janji kencan setelah ini. Arraseo hyung?”, kata Chanyeol kemudian yang sukses mengundang tawa Jinwoo. Kencan? Chanyeol masih menggunakan alasan yang sama rupanya pada kakak tiri Wendy itu. “Tidak kreatif.”, komentar Jinwoo dalam diam.

 

 

Mercedes benz itu melaju cepat di jalanan Seoul yang masih ramai kendaraan lalu lalang meski malam sudah menyapa. Gadis yang duduk di pojokan bangku belakang itu memangku wajahnya dengan tangan kanan, membuang muka ke arah jendela kaca muram di mobil mewah itu. Tangan kiri yang bebas dia sembunyikan dibalik badannya yang kini sudah berbalut dress cantik berukuran selutut dengan ekor panjang hingga hampir menyentuh lantai di bagian belakang. Warna hitam kalemmnya semakin nampak menawan dengan kulit putih pucat si gadis. Wajahnya yang hanya dipoles sedikit bedak dan lipgloss tanpa sedikitpun sentuhan mascara dan segala tetek bengeknya itu malah membuat penampilan Wendy saat ini terkesan sederhana, namun tetap terlihat anggun.

Beberapa menit kemudian, kuda mewah itu berhenti di sebuah pelataran hotel berbintang 5. Wendy menghela nafas untuk ke sekian kalinya. Ini waktunya. dia harus bisa. Jinwoo yang sedari tadi hanya duduk diam di sebelah Wendy kemudian keluar terlebih dahulu setelah seorang bellboy membukakan pintu mobil, barulah kakak tiri Wendy itu memutari badan mobil dan mengulurkan tangannya ke arah dalam pintu mobil tempat duduk adiknya.

“Kau siap?”, Tanya Jinwoo tak sedikitpun melepaskan senyum manis di bibirnya. Wendy mengangguk ringan, kemudian menerima uluran tangan itu. Jinwoo lantas menggandeng Wendy yang kini mulai melangkah sambil merapikan roknya, beberapa kali bahkan gadis itu merapikan surai coklatnya yang memang sengaja dibiarkan tergerai. Dengan langkah yang berbalut higheels 7 senti berwarna hitam pula, Wendy berjalan mantap memasuki hotel itu.

Anyeonghaseyo.”, sapa 2 orang kakak beradik itu serentak setelah mereka sampai di dalam sebuah ruangan berinterior super glamour di dalam salah satu restoran hotel berbintang 5 itu yang memang sudah dirancang khusus untuk pertemuan malam ini. 7 orang yang sedari tadi menghadap depan karena terlalu menikmati pertunjukan orchestra melankolis itu langsung berbalik saat atensinya mendengar salam sapa Jinwoo dan Wendy.

“Ah, kalian sudah datang rupanya.”, sambut Nyonya Kim-ibu Jinwoo- sambil mempersilahkan kedua anaknya itu duduk. Jinwoo maupun Wendy nampak sama-sama mengangguk, kemudian duduk di diantara Tuan Son dan Nyonya Kim. Baru sedetik Wendy menapakkan bokongnya di atas kursi, mata gadis itu sudah beradu dengan iris gelap lelaki yang sedari tadi sudah memandanginya. Wendy menghela nafasnya, dia harus siap untuk ini. Dia harus siap mengaku pada Sehun yang kini memandangnya lekat.

“Son Wendy, perkenalkan. Ini Oh Sehun, calon tunanganmu.”, kata Tuan Son kemudian yang duduk di sebelah Wendy. Tangan gadis itu -yang tersembunyi dibalik taplak meja besar- nampak sedikit bergetar.

Ne appa. Kami juga sudah saling mengenal. Iya kan, Sehun-ah?”, mendengar itu Sehun yang sedari tadi melamun karena kehadiran Wendy pun langsung mengangguk mengiyakan. “Ah, siapa yang tidak kenal teman sebangkunya sendiri?”, jawabnya kemudian sambil tertawa kecil.

 

 

Acara makan malam mewah itu berjalan dengan baik. Gemeletuk garpu dan sendok yang berdencing terdengar minimal, menunjukkan kesan martabat mereka sebagi chaebol golongan atas. Mereka berkelas, orang kaya dengan sejuta pelajaran attitude yang khusus diajarkan agar mereka bisa bertingkah layaknya bangsawan Eropa Kuno yang terkenal super elegan dalam setiap situasi.

Gadis dengan penampilan paling sederhana di ruangan itu memakan daging steak setengah matang di hadapannya dengan perlahan, terlihat anggun dan jauh dari kesan serampangan yang selama ini dia tunjukkan di sekolah. Wendy yang tengah duduk di ruangan itu bagaikan orang lain dengan kepribadian berbeda. Tidak ada Wendy yang ceria dan sering dianggap kurang waras karena semua tingkah nekat di ambang batasnya. Kini gadis itu hanya diam, melipat kakinya bak seorang puteri, dan tersenyum sesekali sambil menutup mulutnya. Bohong kalau bilang Sehun tidak ingin memuji penampilan gadis itu malam ini.

“Oh ya Wendy-ah, bagaiman Sehun di sekolah?”, Tanya Kwon Yu Ri- ibu tiri Sehun- kemudian. Wendy segera menghentikan kegiatannya mengaduk-aduk sup dan langsung tersenyum manis.

“Sehun baik Nyonya Kim.”, jawab Wendy kemudian. Mendengar itu Sehun tertawa sendiri dalam hati. Baik katanya? Bagaimana bisa siswa yang lebih banyak dikeluarkan dari kelas saat jam pelajaran itu dikategorikan baik?

Ah, begitu rupanya. Sehun selalu tertutup, jadi aku sebagai ibunya pun sulit memantau pendidikannya di sekolah. Iya kan Sehun?”, lanjut wanita modis dengan gaun merah menyala yang super mewah itu sambil menepuk-nepuk bahu Sehun yang duduk di sebelahnya. Sehun hanya bisa terkekeh dalam diam. “Munafik.”, batinnya dalam diam sementara kini mulutnya membentuk tawa kecil. Cih, berakting seperti ini sudah seperti makanan shari-hari bagi seorang Oh Sehun. Kalau tidak, apa gunanya hidupnya dimanupulasi setelah dia tinggal di kediaman keluarga ayahnya, eoh?

“Oh iya, eonnie, kau sangat cantik.”, sela Ye Ri kemudian, mendengar itu Wendy hanya bisa tersenyum tipis. “Tapi kenapa kau hanya memakai gaun biasa, eoh? Kau bahkan tidak memoles wajahmu dan cuma menggerai rambutmu asal saja. Lagipula gaun hitam agaknya terlalu terkesan murung. Iyakan eomma?”, tambah adik adik tiri Sehun itu lagi. Mendengar itu tentu saja Kwon Yu Ri langsung mengiyakan. Memang penampilan Wendy sekarang terlalu terkesan sederhana bila dibandingkan dengan penampilan semua wanita disini. Bahkan Ye Ri yang masih 14 tahun dan berstatus sebagai murid SMP pun nampak lebih mewah daripada gadis itu.

“Betul juga. Kenapa Wendy-ah? Apa kau tidak suka datang ke pertemuan ini?”, tanya ibu tiri Sehun itu bersemangat, seakan memojokkan Wendy sebagai calon yang tidak layak. Baginya sekarang yang terpenting adalah batalnya tunangan Wendy dah Sehun. Wendy memang gadis yang cantik dan nampak baik, ditambah lagi fakta kalau keluarganya benar-benar konglomerat. Mana mau wanita modis dengan segala nafsu berkuasanya itu menyerahkan gadis seperti Wendy sebagai calon Sehun? Beda lagi ceritanya kalau Wendy dijodohkan dengan putranya Kim JunMyeon, tentu saja dia akan memuji gadis itu habis-habisan sehingga pertunangan semakin terlaksana dengan cepat.

“Ah itu..anu…Nyonya Kim…anu..”

Ayah dan ibu tiri Wendy nampak memperhatikan reaksi Wendy yang cukup kaget dengan pertanyaan istri CEO Sevit itu. Son Michael nampak mulai memijat pelipisnya sambil melirik Jinwoo yang juga tengah melakukan hal yang sama. Bagaimana bisa Jinwoo tidak memaksa Wendy untuk tampil se-glamour mungkin di acara pertemuan 2 keluarga itu untuk pertama kalinya? Lupakah mereka kalau si Nyonya Sevit sangat teliti tentang penampilan?

“Bukannya aku tidak senang datan ke pertemuan ini, hanya saja aku..aku…”

“Memangnya kenapa?”, Sehun langsung memotong perkataan gugup Wendy. Dia memandang gadis itu lekat. “Bukankah kesederhanaan itu kecantikan yang tidak banyak tingkah?”, lanjut Sehun kemudian yang sukses membungkam semua mata di ruangan itu. Wendy bahkan tak bisa berkedip saat Sehun mengucapkan kalimat itu. Bohong kalau bilang hatinya tidak berdesir sekarang.

Omo, kau bijak sekali.”, puji ibu tiri Wendy kemudian sambil tertawa lebar sementara Yu Ri nampak kesal, namun tetap menunjukkan senyum di wajahnya.

Aish, ternyata kau pandai menggombal sekarang Sehun-ah! Adikku ternyata sudah besar.”, kata Suho kemudian sambil mengacak-acak rambut Sehun gemas. Melihat itu Sehun nampak kesal. “Ah Hyung, jangan begitu.”, rengeknya kemudian sementara semua orang disana kini tertawa, kecuali Wendy yang kini masih memasang wajah cengonya.

“Astaga oppa, bagaimana ini? Kau malah membuatku ingin mencari pacar yang sepemikiran denganmu. Oppa, itu romantis sekali.”, heboh Yeri kemudian dengan mata berbinar. Sehun nampak makin malu, sementara kini Suho sudah menjitak kepala Yeri cukup keras. “Ya! Anak 14 tahun sepertimu harusnya belajar, bukannya mencari pacar!”, repet Suho dengan galak yang sukses membuat tawa kembali terdengar di ruangan itu.

“Sudah, sudah. Jangan tertawa lagi. Aish, kenapa kalian malah menggoda mereka berdua? Lihatlah, mereka jadi malu.”, kata Kim Jung Hwan –ayah Sehun-kemudian. Mendegar itu Wendy hanya bisa menundukkan kepalanya dalam-dalam, menghindar dari tatapan Sehun yang dia yakini juga melakukan hal yang sama.

“Jadi, apakah kita harus mulai membicarakan pertunangan mereka berdua sekarang?”, lanjut ayah Sehun itu kemudian. Wendy langsung terhenyak. Dia mengangkat kepalanya, kemudian langsung menatap ayahnya yang duduk tepat di sampingnya dengan pandangan bertanya.

“Wae appa? Bukankah perjanjiannya tidak begini? Kau bilang aku akan membatalkannya!”,pekik Wendy dalam hati sementara ayahnya sama sekali tidak menggubris gadis yang mulai resah itu.

“Tentu saja. Bukankah kita harus memilih tanggal yang tepat?”, jawab ayah Wendy kemudian sambil memandang putrinya yang hanya bisa terdiam di tempat. Jadi, Sehun dan Wendy akan benar-beanr bertunangan?

 

 

-To Be Continued-

41 thoughts on “Rooftop Romance (Chapter 15) – Shaekiran

  1. Haloo kak ekiii ^^
    apa kabar ni epep aku ketinggalan jauuh baru bisa baca sekarang berhubung emg lagi sibuk ehehe..
    Benar benar rinduu dgn pasangan ini chanyeol wendy itu si chanyeol awalnya cuek bebek ujungnya dateng juga nolongin wendy wah wah ketauan kan dia itu syg bgt tapi kapan chanyeol ngungkapin perasaannya?

    • Halo juga..😆😆😆
      Duh, seneng deh akhirnya kamu balik baca, wkwk…😂
      Kalo udah real life mau dikata apa lagi,wkwk..😂
      Makasih lo udah nyempetin baca epep astral ini meski chingu sibuk,wkwk…aku terhura/plakk/😂
      Tenang, ketertinggalan bisa dikejar kok chingu/plakk /😂😂
      Hoho, rindu kah dengan wenyeol? Wkwkk..😂
      Iya, akhirnya chanyeol luluh juga, ckck, tapi sayang,babang tiang blm sadar isi hatinya sendiri/plakk/😂
      Thanks for reading chingu, baca next chap yaw..Cintakuh padamuh.❤❤

      • Kaak ekii ulang tahun yaa?
        Kalau gitu aku pengen ngucapin nih
        HAPPY BIRTHDAYY YAA!!
        Doanya yang terbaik ajadeh amin amin
        Semangat terus buat fanficnya dan ditunggu karya lainnya oke? Walaupun aku suka telat dan ketinggalan sih ehehe intinya tetap bakal aku baca hihihi

      • Iya, hihi, udah lama sih, tgl 23 kemaren./plakk/😂
        Amin, makasih yaw atas doanya chingu, eki terhuraa..😢😆😆
        Siapp, EKI pasti semangat kok, udah banyak ide di otak, cuman blm terealisasikan aja, wkwkwk, ditunggu selalu yawww..😆😆😋
        Gpp kok chingu, yg penting tetap baca/plakk/😂
        Cintakuh padamuh chingu.❤❤

  2. Ping-balik: Rooftop Romance (Chapter 17) – Shaekiran | EXO FanFiction Indonesia

  3. Ping-balik: Rooftop Romance (Chapter 16) – Shaekiran | EXO FanFiction Indonesia

    • Selain kaya materi, wendy kaya cogan juga yah di sini…😂😂
      Hayoo, siapa yg tau isi pemikiran bang seh?😂
      Doain aja bisa fast updatw yaw, wkwk..😆
      Ditunggu yaw next chapnya, thanks for reading. Cintakuh padamuh.❤❤

  4. Yehett., tebakan eonni bneer lagi..wkwkwk

    “Baginya sekarang adalah waktunya mnggoda Wendy, urusan penonton gratisan itu belakang.” Aseekkk., abang chan.. Suit.. Suit.. Ekhemm..wkwkwk

    “Bukankah kesederhanaan itu kecantikan yang tidak banyak tingkah?” uuhh., benar sekali Oppa., duuhhh kata”mu bangga bikin gimana gitu yahh..kkkkkk

    Eonni telat bacanya..hehe
    Next Ki ditunggu klanjutanya ya
    Hwaiting!!

    💞💞💕💋

    • Kak ly emang selalu yg paling bener kok, tebakannya topcer melulu, wkwk😄
      Bang chan mah gitu, wkwk…
      Hayoo, bangga ama sehun atau Eki nih yg udah ngetikin kak? /plakk/😄
      Gpp kok kak, wkwk, yg penting tetep baca😄
      Thanks for reading kak ly. Ditunggu yaw next chapnya. Cintakuh padamuh <3<3

  5. Woow mkin sru crtanya.. wendy sm sehun jdi tunangan.. yeol oppa kyaknya kmu hrus grak cpet deh supaya wendy ga direbut sm sehun.. dtggu ya chap slnjutnya

  6. Aku takut chan di apa apain taeyong, hati hati dia berbahaya!
    Aku kira yang nyegat mereka tadi itu pengawal taeyong, eh ternyata jinwoon
    Ayah wendy kejam ya, apa mungkin dia udah tau kalo chan sama wendy hanya pacaram boongaan makanya dia ngelanjutin acara pertunangan itu?
    Ditunggu ya thor kelanjutanya? Fighting

    • Iya chingu ,Taeyong emamg disini bahaya banget, dia labil dan otaknya rada psikopat, wkwk…serem yah si muka bangsat/plakk/😂
      Hati” deh buat chanyeol wkwk..hati” kalo eki udah ngetik yg aneh” /plakkk/😂
      Jinwoo oh jinwoo, aku rindu ngetik nama dia di epep, wkwk..😆
      Hayoo, kenapa ayah wendy ngelanjutim pertunangan? Dia udah tau kah kebohongan wenyeol? Monggo ditebak, wkwk..😂
      Thanls for reading chingu, ditunggu yaw next chapnya. Cintakuh padamuh. ❤❤

  7. Ternyata cunyul yang nyelametin, udah kuduga sih… nah kan, si taeyong emang iblis, hadeh…. cape deh ama tingkah ni iblis… ckckck…
    Jinwoo udah tau ya kalo si chan ama wendy cuma boongan?
    Mas bihun… -_- minggir knape bang, pho wenyeol moment aja…
    Aduh, kok makin ke sini chanwen momentnya gak kerasa ya?
    Eh btw btw, bikinin pasangan babang bulan dong….*dikemplang eki
    Udah ah segitu aja, keep writing and fighting^^
    Cie yang fast update…

    • Udah ketebak yak kalo itu si chanyeol? Wkwk..😂
      Duduh, taeyong kan emang iblis bangsat /plakk/😂
      Udah tau apa blm hayoo? Coba tanya jinwoo deh /plak/😂
      Emang sengaja dikurangin, soalnya kan lagi berantem. Sekarang udah baikan berarti taulah yakan..tunggu aja next chapnya..😆
      Pasangan taeil? Siapa yak? Kalo chingu aja gimana? /plakk/😂
      Oalah, fast update katanya. Ketauan banget nih epep sering buat orang jamuran /plakk/😂😂
      Ditunggu yaw next chapnya, thanks for reading. Cintakuh padamuh.❤❤

      • Jangan daku, kalo dirikuh entarnya kebaperan, kalo udah baper, mas kris entar terlupakan*apa hubungannya?abaikan…
        Hm, kalo boleh sih oc aja, tapi mendingan sohye IOI*banyakminta/dikemplang eki/disayangsehun/digorokjihyo/dilemparnayeon/dipeluk iching/ kemudian baperin iching/dibanjur baekhyun/ternyata smuanya mimpi

      • Oalah, iya juga. Kris ntar mau dikemanain yakan /plakk/😄
        Yalord, request nih ceritanya chingu? wkwk, tapi eki kudu ottokhe? Eki takut taeil kaget aja soalnya dia udah aku bilangin “bang lan, ntar abang jomblo seumur idup ya di epep eki.” dan dia setuju-setuju aja tuh /plakk/😄
        Tapi masih bisa dipertimbangin kok, sesuai sikon dan alur , wkwkw😄
        Yalord, ini apaan yg pakek garis strip?😄😄
        Cintakuh padamuh deh pokoknya chingu❤

    • Hayoooo, jadi dijodohin apa nggak???😄
      Iya juga, chanyeol mau dikemanain coba? Diungsiin ke pelukan Eki?/PLAKK/OPEN YOUR EYES EKI!😄
      Hmm, maksud sehun apa coba???😄
      Ditunggu yaw next chapnya, thanks for
      reading. Cintakuh padamuh❤❤

  8. tuh kan tebakanku betul..chanyeol yg nyelametin dan memang harus chanyeol…tapi sikap chanyeol diluar ekspektasiku, trnyata dia bener” marah lho..kirain karna memang dia merasa wendy kekasih walopun pura” tetep msti tanggungjawab..tapi sepertiny lebih dri itu..dan aku penasaran sama prasaan mreka…

    gimana nasib mreka klo ktmu taeyong..kayanya taeyong itu phsyco yaa..udh digebukin gtu msh bisa senyum licik..

    sehun wendy jadi tunangan?? kapan?? kirim undangannya yaa //eeehhhh//sebenernya aku mihak siapa sih//

    • Cie, bener cie, wkwk..harus chanyeol yakan /plakk/😂
      Lebih dari itu gimana hayoo? Chanyeol kebawa perankah? Atau gimana hayoo? 😂
      Psycho, mcmc..bang taeyong emang ane nistain banget disini yak /plakk/😂
      Cielah, chingu labil nih. Wkwk..😂
      Ntar deh undangannya dikirim, tapi setelah undangan eki nikah sama chanyeol yak /PLAKK/OPEN YOUR EYES EKI!😂
      Ditunggu yaw next chapnya, thanks for reading. Cintakuh padamuh.❤❤

  9. Maknya wendu dulu ngidam apaan anaknya bisa seberuntung ini?

    Chap selanjutnya banyakin mas cahyo ya eki ya ya ya pelisss, kangen sama mas mantan 😢

    Itu gak pengen nambahin aku jd cast ceweknya? Ntar dipasangin sama bang Bulan, biar gak ada yg jomblo di epep ini gitu ki. Ya eki ya ya ya ya eki cantik dh 😳

    • Coba tanya deh chingu, eki juga kurang tau kalo masalah ngidam mengidam emaknya wendy, ngidam muka eki mungkin?/plakk/😂
      Duduh, banyakin apa nggak ya???/plakk/
      Yalord, ceye dikata mas mantan.😂
      Ekhmm ,dimasukin apa nggak yaw? Takutnya nanti mas bulan kaget tetiba dia dapat pairing padahal aku udah bilang dia jomblo seumur idup di epep ini/plakk/😂
      Eki cantik? Diliat dari monas pakek sedotan teh gelas mungkin iya..😂
      Ditunggu yaw next chapnya, thanks for reading. Cintakuh padamuh.❤❤

  10. Waduh makin seru aja ceritanya,
    wendy sekarang ada di lingkaran galau tingkat dewa☺😃 dikelilingi cogan gitu.. (Jadi iri)😊😄

    Kok wendy tunangan sama sehun? trus nasib chanyeol gimana? Ini salah papa nya wendi nih, kok gak nepatin janji, janji adlh hutang pak! dosa loh kalo gak di tepatin…

    Buat sehun dan Taeyong tolong biarkan dua sejoli ini tetap bersatu ( lebay) 😀

    Konflik makin WOW aja nih kak!
    Kayak nya ff ini kelarnya bakal lama ya!
    Ditunggu capther berikutnya kak
    Semangat kak Eki……

    • Jangankam chingu, eki aja yg ngetik cemburu berat ama si wendy /plakk/😂
      Wendy kan emang daridulu seharusnya tunangan sama sehun, cuma wendh aja yg ngeyel trus kabur..😂
      Semua emang karena bapaknya wendy, chanyeol mau dikemanain coba kalo gini cerita? /plakk/😂
      Hoho, denger tuh buat taeyong sama sehun, biar wenyeol bersatu..😆
      Eits, kali soal kelarnya eki blm tau juga chingu. Bayangan endjng sama cerita mau ke ending sih udah tercipta di otak absurd eki, cuma berapa chap baru nyampek final eki blm bisa mastiin..😂
      Ditunggu yaw next chapnya, thanks for reading. Cintakuh padamuh..❤❤

  11. wah eotteokhae,pdhal kan wenchan baru baikan,kok udah kyk gn s kejadianx,wah,trus si sehun tuh juga ga ngomong ap2,mmngx dia bnran suka ama wendy ah ya….Moll,knp crita in jdi bikin pusing sih,tpi ttp top bgt deh,ayahx wendy emang keras kepala

    • Hiks, emang tragis kisah mereka chingu, eki gak suka yg mulus” soalnya /plakk/😂
      Hayoo, coba ditebak apa isi hati seorang oh sehun, soalnya karakter dia itu misterius banget isi otaknya..😂 sehhn beneran suka wendy atau nggak coba?😂
      Pusing yak? Mianhae..😂
      Wkwk, baoaknya emang wajib keras kepala, jangan pengen nonjok /plak/😂
      Thanks for reading chingu, ditunggu yaw next chapnya.😉
      Cintakuh padamuh.❤❤

  12. Yee akhirnya CY yang nolongin Wendy. Hahh bahagianya mereka udah baikan. 😊

    Itu Sehun beneran mau tunangan sama Wendy?? Truss bang CY gimana?? Aduhh poor Chanyeol.

    Ditunggu next chap nya kak. Kalo bisa jangan lama² yaa. 😂😂

    • Adem yaw ada yg balikan /plakk/😂
      Hayoo, tunangan apa nggak?? Bang ceye mau dikemanain coba? Sama eki aja deh kalo gitu /plakk/
      Ditingfu yaw next chapnya, thanks for reading. Diusahain gak lama kok next chapnya..😆
      Cintakuh padamuh.❤❤

  13. Terkadang masih belum bisa mengerti dengan jalan pikir seorang Oh Sehun ._. trus juga agak bingung sebenernya si Sehun itu anak siapa? itu kan ibu tiri terus bapaknya marganya Kim bukan Oh, jadi? anak siapakah Sehun sebenarnya? /mikir keras/

    Chanyeol jangan sok gengsi de wkwkwk akhirnya tiba-tiba dateng sambil main pukulin anak orang /bytheway kesian si taeyong digebukin:”)/ kapan si chanyeol ngungkapin perasaannya ke wendy? uda kliatan banget kalau dia itu sayang sama wendy soalnya always ngelindungin Wendy :”)

    Gegara komenan di atas jadi keinget Kyungsoo, gimana kabar dia ki?

    Ditunggu ya kelanjutannyaaaaa lavlavvv

    • Pemikiran oh sehun emang yg paling rumit di cerita ini chingu, dia emang diciptakan jadi karakter misterius yg isi otaknya susah ditebak, hehe..😂
      Oh sehun itu anak kandung bapaknya chingu. Nah, marga dia oh karena dia ngikutin marga emaknya dia, soalnya dia kan baru masuk keluarga bapaknya pas emaknya meninggal dunia. Nah, bapaknya itulah yg ngerawat sehun sejak itu dan bapak dia ini sayang banget sama sehun karena sehun itu buah Cinta dia sama pacarnya dulu yg dia cintai banget tapi dia harus nikah sama orang lain karena keperluan bisnis. Nah, itulah emak tiri sehun. Makanya emak tirinya itu benci amat sama sehun, soalnya bapak sehhn lebih sayang ke sehun daripada anak dia. Lah, orang wendy si chaebol aja dijodohin sama sehhn bukannya suho yg anak dia, kan emaknya jadi benci. Gitu chingu, cerita masa kecil sehun untuk lebih lengkapnya ada di chap sebelumnya kok, di chapter 10 😂
      Iya, gengsian kan, jadi pengen nonjok si ceye /plakk/
      Pertama kalinya ada yg kasihan sama karakter taeyong disini, wkwk..sepemikiran sama eki deng..😂
      Kapan hayo? Mungki chanyeol blm bisa move on dari eki makanya blm bilang perasaan dia ke wendy /plakk/ open your eyes eki!
      Kyungsoo? Hoho, kabar dia masih dirahasiakan, soalnya dia ntar punya part penting di klimaks (*ceknya spoiler..😂)
      Ditunggu yaw next chapnya, thanks for reading. Cintakuh padamuh.❤❤

  14. Gila gila gila Sehun gombalanmu bikin aku terbang.g
    Emaknya Sehun jahad banget yah, udh tua masih jahad sama ngurusin uang aja, inget tuh dosanya masih banyak ntar klo keburu mati wassalam dah 😂

    Aww si Chanyeol nyelamatin Wendy dari makhluk kurbel itu, ntah kenapa itu bocah di setiap ff yg ada dia selalu karakternya minta ditabrak pake bajaj, gk deng, pake kereta
    Alhamdulillah yah Chanyeol-Wendy baikan sesuatu yah semoga mereka pacaran beneran yah. Itu ngebayangin Chanyeol aegyo ingin rasanya nampar+cium, gk deh nanti ada yg marah 😏
    Jadi nasib Wendy gmn? Dikelilingi cogan mulu tinggal milih semuanya juga bisa 😂

    Btw nasib suami ku gmn? Yg dirumah sakit 😂 suami tersayang 😘 :v

    Ditunggu nextny bebeb eki luv yu 😘

    • Eki emang gila kak, jangan dibilang terus terang juga /plakk/😂
      Duh, babang sehun emang suka ngegombal yah,wkwk..😂
      Emak sehun, katanya disuruh tobat sebelum tante eki bunuh di epep ini /plakk/😂
      Yalord, jangan nistakan taeyong kak, dia juga manusia /plakk/ (*eh ki, emang ente gak nistain toh bocah dengan ngasih peran antagonis ke dia eoh? /plakk/-,-)
      Wkwk, tau aja kalo ada yg marah kalo kakak nyium si ceye..😐
      Iya, cie…balikan yakannn..😆
      Cogannya bisa minta satu gan mbak wen? /plakk/
      Nasih si kyungsoo maksudnya? Hoho, masih rahasia itu mah. Ntar si kyung muncul pas klimaks, wkwk.. 😂
      Duduh, ditunggu yaw next chapnya, thanks for reading…😆
      Cintakuh padamuhh kak..❤❤

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s