Rooftop Romance (Chapter 17) – Shaekiran

Rooftop Romance 2nd Cover.jpg

Rooftop Romance

By: Shaekiran

 

Main Cast

Wendy (RV), Chanyeol, Sehun (EXO)

 

Other Cast

Baekhyun (EXO), Kim Saeron, Irene (RV), Taeil, Taeyong (NCT), Jinwoo (WINNER), and others.

Genres

Romance? Family? Frienship? AU?

Length Chapter | Rating PG-15

Disclaimer

Idenya cerita ini murni datang dari otak author yang otaknya rada senglek banyak (?). Maaf untuk idenya yang mungkin pasaran dan cast yang itu-itu aja. Nama cast disini hanya minjam dari nama-nama member boy band dan girl band korea. Happy reading!

Previous Chapter

Teaser 1 | Teaser 2 | Teaser 3 | Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4 | Chapter 5 | Chapter 6 | Chapter 7 | Chapter 8 | Chapter 9 | Chapter 10 | Chapter 11 | Chapter 12 | Chapter 13 |Chapter 14 | Chapter 15 | Chapter 16 | [NOW] Chapter 17 |

“Appa, kau jahat.”

 

 

 


 

 

 

“Bagaimana? Apa hatimu agak lebih baik?”

 

“Kau harus pulang nona.”

 

 

 

Author POV

 

“Lepas, lepaskan aku!”, gadis itu masih memberontak, menolak mendapat perlakuan dari bodyguard-nya yang cukup kasar dengan menariknya paksa dari rengkuhan pacar-nya sementara pacar-nya itu- Chanyeol- kini sudah dihadapankan dengan puluhan lelaki berseragam serba hitam bertubuh jauh lebih kekar dari yang pernah lelaki Park itu lawan sebelumnya.

 

“Lepaskan aku! Yeol-ah!”, Wendy berteriak lagi. Air mata kini lolos dari sudut matanya. Mau tak mau, kejadian ini seketika menjadi perhatian semua manusia yang ada di tepi Sungai Han. Kini, semua orang mulai mengerumuni mereka, bahkan tak jarang ada yang mengambil foto atau video yang pastinya akan segera mereka upload ke SNS. Meski demikian, mereka seakan tak peduli dan terus memisahkan kedua insan yang sudah basah kuyup itu.

“Pergilah Wendy-ah. Aku akan baik-baik saja.”, kali ini Chanyeol, yang juga sudah dalam posisi dipegangi oleh 2 bodyguard Wendy yang lain berkata sambil tersenyum getir. “Pergilah Wendy, aku akan baik-baik saja.”, batin Chanyeol mengulang kalimatnya sendiri, menyakinkan dirinya kalau setelah ini dia memang akan baik-baik saja.

 

Mendengar perkataan Chanyeol, Wendy sedikit menghentikan aksi berontaknya. Kali ini tangan gadis yang sedari tadi mengepal itu agak melonggar, mulai terkulai bebas di udara. “Apa kau yakin akan baik-baik saja?”,tanyanya sekali lagi. Bagaikan peka situasi, kini bodyguard yang sedari tadi memegangi gadis itu melepas Wendy, membiarkannya mendekati Chanyeol yang sedang tersenyum padanya.

 

“Tentu saja aku yakin. Kau tidak mengenal aku eoh?”, kata Chanyeol sambil sedikit tertawa di bagian akhir, menyombongkan dirinya sendiri.

 

Cih, kau masih sombong.”, ucap Wendy akhirnya sambil mengepalkan tangannya ke perut Chanyeol, seakan-akan memberikan bogem mentah pada lelaki Park itu padahal dia hanya memukulnya ringan.

 

Akh, sakit sekali.”, canda Chanyeol kemudian yang akhirnya ditanggapi dengan tawa kecil yang lolos dari mulut gadisnya. Melihat tingkah mereka berdua, bodyguardbodyguard itu agak memalingkan muka. Seakan tau kalau mereka seharusnya tidak memisahkan kedua manusia itu, terlebih akan apa yang akan mereka lakukan pada Chanyeol selepas nona muda mereka pergi.

 

“Pergilah. Bodyguard-mu sudah menunggu.”, Chanyeol berucap lagi sambil membalik tubuh mungil Wendy yang kini langsung berhadapan dengan Taeil yang tengah bermuka kecut, namun berusaha tersenyum. Taeil tau, dia seharusnya tidak melakukan ini, tapi dia hanyalah seorang bodyguard, pengawal yang diperintah ini itu dan dia mutlak menurut.

 

“Silahkan nona.”, ucap Taeil sambil membuka jalan pada Wendy menuju permukaan yang hanya bersisa beberapa meter. Wendy berjalan beberapa langkah, lalu membalikkan badannya lagi. Nampak kini Chanyeol yang melambai-lambaikan tangannya riang. Wendy otomatis tersenyum dengan kenaifannya lagi, lalu kembali melanjutkan langkahnya.

 

Taeil dengan sigap membukakan pintu Mercedes Benz hitam yang sudah terparkir di tepi sungai. Gadis Son itu masuk perlahan ke dalam, kemudian duduk di sudut, diikuti Taeil yang duduk di sebelahnya.

 

“Kembali ke rumah utama hyung.”, kata lelaki bermarga Moon itu setelah dia naik ke atas. Dia menekan earphone di telinganya. “Kami sudah naik.”, ucapnya singkat. Mendengar suara lirih Taeil yang agak bergetar, Wendy lantas memiringkan tubuhnya menghadap Taeil, teman sekelasnya itu.

 

“Apa ini perintah ayah lagi?”, tanyanya tenang tanpa nada kemarahan sedikitpun dan Taeil tentu saja menganguk. Memangnya siapa lagi yang bisa memerintah mereka selain Tuan Son-ayah Wendy yang kejam itu?

 

Deru halus mesin mobil mahal itupun menyala beberapa detik kemudian. “Kita berangkat nona.”, kata salah satu bodyguard yang kini menjadi supirnya menyapu jalanan Seoul. Wendy menganguk singkat semenatara badannya kini tetap menghadap Taeil.

 

“Taeil-ah, bisa kau minta pada ayahku agar membiarkanku mampir ke-“, Wendy menghentikan ucapannya seketika saat maniknya menangkap pemandangan tak asing di matanya. Gadis itu lantas mendekati Taeil, berusaha mendorong lelaki itu agar menjauh dan dia bisa melihat kaca di belakang Taeil.

 

Mwo?! Apa yang mereka lakukan?”, ronta Wendy kali ini sambil mengetuk-ngetuk kaca mobil. Taeil masih menghalangi gadis itu dengan tubuhnya, tapi bukan Wendy namanya kalau menyerah. Dia masih meronta, berusaha menyingkirkan Taeil sebisa mungkin.

 

“Chanyeol-ah! Chanyeol-ah!”, ronta wendy lagi saat matanya kini dengan jelas melihat pemandangan Chanyeol yang dipukul dan ditendang oleh bodyguard-bodygard-nya yang puluhan. Gadis itu tau kalau Chanyeol adalah seorang petarung yang baik, tapi dengan jumlah lawan seperti itu Wendy hanya bisa gigit jari. Terbukti dengan keadaan Chanyeol yang kini terkapar di permukaan sungai.

 

“Lepaskan aku! Lepas!”, pekik gadis itu lagi sambil terus meronta. Mobil yang dia naiki kini melaju perlahan di atas jalanan beraspal, keluar dari arena tepian sungai. Pemandangan terakhir yang bisa gadis itu lihat adalah Chanyeol yang terkapar sebelum akhirnya bayangan Chanyeol menghilang ditelan kendaraan yang mulai lalu lalang karena mereka sudah memasuki jalanan utama.

 

“Lepas, lepaskan aku..”, rintih Wendy kali ini dengan air mata yang kembali lolos memenuhi pelupuk matanya untuk kesekian kalinya hari ini hingga mata gadis itu membengkak dan memerah.

 

“Lepaskan aku, lepask-“

 

“Sadarlah Son Wendy!”, Taeil yang tak tahan dengan kelakukan Wendy lantas mencengkram bahu gadis itu kuat, tak peduli meski Wendy kini menyerngit kesakitan atau tata karma nona yang dia hilangkan.

 

“Apa kau pikir dia memang akan baik-baik saja setelah kau pergi dengan senang hati? Jangan naif Wen, dunia tidak seindah itu!”, pekik Taeil tak kalah frustasi. Jujur dia tidak mau melakukan ini, tapi apa yang bisa dia lakukan? Dia hanyalah seorang bawahan yang diperintah dan tak bisa menolak titah.

 

“Aku akan baik-baik saja.”

 

“Aku akan baik-baik saja.”

 

Wendy terdiam. Isakannya terdengar semakin menjadi-jadi apalagi kini kalimat terakhir Chanyeol mulai memenuhi rungunya. Aku akan baik-baik saja. Wendy sadar. Dia hanyalah seorang gadis naif yang berpikir dunia berputar mengelilinginya, merasa kalau semua hal di bumi ini akan sesuai kehendaknya. Lalu memangnya siapa dia hingga semua itu harus terjadi?

 

“Tak bisa kau lepaskan aku sekali lagi saja Moon Taeil? Tak bisa?”, isak Wendy kali ini sambil menarik jas hitam lelaki di depannya. Taeil hanya diam, tidak bisa menjawab lagi. Yang dia lakukan hanya satu, merengkuh gadis itu. Memberikan dadanya sebagai sandaran tangis si gadis.

 

“Maaf Son Wendy, tapi aku tidak bisa melakukannya.” Dan tentu saja isak gadis itu semakin keras.

 

“Dasar jahat!”, pekiknya frustasi yang hanya ditangkap datar oleh Taeil yang kini menepuk-nepuk bahu si gadis.

 

“Aku memang jahat. Maaf.”, jawabnya lirih.

 

 

Hujan mengguyur Seoul dengan lebat. Rintiknya bagai memancarkan kemarahan yang menjadi-jadi, sebut saja kali ini badai menerpa kota metropolitan itu setelah sekian lama langit bersinar cerah. Mobil hitam itu memasuki sebuah rumah mewah bergaya klasik Eropa kuno- rumah keluarga Son. Tak beberpa lama benda itu berhenti, diikuti Taeil yang keluar dari dalam mobil sambil mengembangkan sebuah payung berwarna hitam. Dia berlari memutar, kemudian membuka pintu di sebelah Wendy.

 

“Kita sudah sampai.”, kata lelaki yang kini hanya memakai kemeja putih dan dasi hitam yang agak longgar serta celana yang sedari tadi basah -sementara jas hitam yang tadi dia pakai kini tersampir di tubuh mungil nona-nya.

 

Wendy menghembuskan nafasnya pelan, kemudian beranjak dari duduknya. Tak berselang lama, kini gadis itu sudah ada di sebelah Taeil, berlindung di bawah payung hitam yang sedang lelaki itu pegang.

 

“Apa aku masih perlu payung? Toh badanku memang sudah basah sedari tadi.” ,lirih Wendy yang kini berjalan perlahan menuju rumah besarnya. Taeil hanya menanggapi datar sambil berangsur mundur agar Wendy semakin bergerak leluasa bergerak dan jauh dari kata diterpa rintik hujan, memayungi gadis itu tanpa peduli dengan bagian belakang tubuhnya yang kini basah.

 

“Lihat, kau bahkan harus memayungiku seperti ini. Apa kau tidak kebasahan Taeil?”, tanya gadis itu lagi dengan tatapan kosong, berbasa-basi. Taeil yang berdiri beberapa senti dibelakangnya lantas tersenyum samar.

 

“Ini tugasku nona.”, jawabnya singkat sementara Wendy enggan untuk kembali menanggapi bodyguard sekaligus teman sekelasnya itu. Wendy kemudian berhenti, kini pintu rumahnya sudah ada tepat di depan mata, hanya berjarak beberapa senti lagi.

 

Taeil menutup payung hitam di genggamannya, kemudian dengan langkah sigap membuka pintu berwarna putih gading itu.

 

Krieett…

 

Beberapa detik kemudian pintu terbuka, lalu nampaklah kumpulan pelayan yang sudah berbaris rapi sambil membungkuk 90 derajat.

 

Anyeonghaseyo Nona..”, sapa mereka serempak. Wendy hanya menatap datar, tak berniat menjawab barang sepatah katapun. Dia melangkahkan kaki jenjangnya memasuki rumah yang dia anggap terkutuk itu, lalu tiba-tiba seorang pelayan yang sudah nampak agak berumur menghalang langkahnya. Pelayan itu membungkuk, lalu menyodorkan sebuah handuk putih yang nampak hangat.

 

“Tuan besar bilang dia menunggu nona di ruangannya.”, pesannya yang ternyata adalah ketua pelayang di rumah besar itu. Mendengarnya Wendy lantas tersenyum miring, lalu segera merajut langkahnya cepat ke ruangan ayahnya tanpa menggubris handuk yang wanita itu sodorkan. Amarahnya sudah naik sampai ke ubun-ubun dan gadis itu yakin dia pasti meledak hari ini.

 

“Nona Wendy, nona Wendy!”, Taeil merajut langkahnya tak kalah cepat dari Wendy hingga kini dia menyejajari nona-nya, berjalan di sebelah gadis dengan tatapan berkilat marah itu.

 

Mwo?!”, pekik gadis itu tak suka, namun tetap melanjutkan langkahnya tanpa berniat berpaling menatap Taeil yang kini khawatir setengah mati padanya.

 

“Kau harus tenang, jangan gegabah menemui Tuan besar seperti ini. Kau tau kalau Tuan-”

 

“Apa kau tidak bisa dia Moon Taeil?!”, bentak Wendy kali ini sambil menatap lelaki itu tajam. Kini mereka sudah berada di depan pintu ruang kerja Tuan Son.

 

“Jangan memerintahku!”, lanjut Wendy lirih, kemudian membuka pintu di depannya tanpa berniat menunggu jawaban dari Taeil.

 

APPA!”, pekiknya kemudian saat mendapati ayahnya tengah duduk santai sambil membaca koran. Lelaki hampir paruh baya dan selalu awet muda itu menatap kedatangan putrinya sambil tersenyum kecil, kemudian menyesap kopi yang ada di atas mejanya.

 

“Masuklah, aku sudah menunggumu dari tadi sayang. “,ucap ayah Wendy lagi-lagi tersenyum lebar. Dia nampak beranjak dari duduknya, sementara Wendy kini memasuki ruangan yang lantainnya didominasi karpet Persia itu masih dengan emosi menggebu.

 

“Moon Taeil, bisa kau tunggu di luar? Aku ingin berbicara empat mata saja dengan putriku.”, perintah Son Michael kemudian yang ditanggap dengan bungkukan 90 derajat dari Taeil yang kemudian menutup pintu ruangan itu pelan.

 

“Semoga kau baik-baik saja Wen.”, batin Taeil sebelum akhirnya berdiri tegap di depan ruangan yang kini sudah tertutup rapat.

 

 

“Jadi, kita harus mulai darimana putriku sayang?”, tanya Michael setelah bodyguard muda yang dia perintahkan khusus untuk mejaga Wendy itu menutup pintu ruangannya rapat. Wendy nampak berkilat marah, kini dia mendekati ayahnya yang sudah menyender ke meja kerja sambil memasukkan tangan kanan ke dalam saku celananya.

 

“Kenapa kau memerintahkan bodyguard itu memukuli Chanyeol seperti itu eoh? Appa, dia itu manusia tapi kau memperlakukannya seperti binatang! “, pekiknya marah. Michael hanya menatap putrinya datar. Sebuah tetes air jatuh dari baju Wendy yang basah, membuat Presdir Chaebol itu sedikit prihatin.

 

“Apa kau tidak kedinginan? Sepertinya bajumu ba-”

 

“Jangan mengalihkan pembicaraan appa!”, pekik gadis itu tak suka. Michael nampak tersenyum kecut, lalu merubah sorot mata hangat yang sedari tadi dia pasang. Kini matanya menatap Putri semata wayangnya itu tajam, seakan ada sebuah dosa besar yang sudah dilakukan putrinya.

 

“Kau tanya kenapa, eoh? Itu karena di pantas mendapatkannya Son Wendy!”, argumen ayahnya kini tak kalah keras. Lelaki yang sudah agak berumur itu menaikkan suaranya, membuat emosi gadis yang hanya beberapa meter di depannya itu semakin memuncak.

 

“Pantas kata Appa? Apanya yang pantas dengan membuat seseorang terkapar dengan tubuh penuh luka? Apa kau menyewa semua bodyguard-mu memang hanya untuk memukuli orang hingga hampir mati appa?!” , tanya Wendy kini sambil mengepalkan tangannya kuat. Yang dimaksud hanya tersenyum kecut.

 

“Memang, aku bahkan bisa saja membunuhnya kalau aku mau.”, jawab Son Michael yang tak pernah diduga Wendy sama sekali. Matanya membulat tak percaya. Apa ini benar-benar ayahnya? Kenapa dia baru sadar kalau ayahnya sebrengsek ini?

 

Appa, kau ti-tdak serius ka-kan?”, tanya gadis berusia 16 tahun itu terbata-bata, masih tak percaya dengan ucapan ayahnya barusan.

 

“Aku tidak pernah bercanda dengan ucapanku sayang, kau tau itu. Seharusnya kau mengenal ayahmu dengan baik kan?”, dan bisa kalian rasakan bagaimana mencelosnya Wendy setelah mendengar jawaban ayahnya itu?

 

“Jadi, apa appa memang harus membunuhnya saja agar kau menuruti semua perkataan appa?” , Wendy semakin menyerngit kaget. Ingin rasanya Wendy melompat dari atas balkon rumahnya saja kalau itu sampai terjadi.

 

“Ternyata ini adalah appa-ku yang sebenarnya.”, kali ini Wendy berucap lirih. Frustasi sekaligus kecewa dengan semua ucapan lelaki yang adalah ayah kandungnya itu.

 

“Kau brengsek appa. Bagaimana bisa eomma dulu mau menikah dengan lelaki seperi appa? Sekarang pasti eomma sedang menatap appa sedih dari atas sana.”

 

Plakkkk!

 

“Siapa yang mengajarimu berbicara seperti itu pada Ayahmu eoh?!”, kata Tuan Son marah, tak terasa kini tangannya sudah menampar pipinya putrinya keras. Namun Wendy sama sekali tak bergeming meski pipinya terasa berdenyut. Gadis itu tetap melanjutkan kalimatnya.

 

“Kau bukan appa yang baik. Kau egois. Kau menikah tanpa bertanya padaku lebih dulu demi bisnis besarmu appa, kau memisahkanku dengan Cinta pertamaku, kau-”

 

“Son Wendy!!”, namun Wendy tak bergeming dengan teriakan ayahnya. Dia enggan berhenti.

 

“Kau mengasingkanku ke Korea, kau merebut hidup indahku di Kanada, dan sekarang saat aku mendapat kebahagiaan di sini, lagi-lagi kau merenggut dan bahkan mengancam membunuhnya appa!”, isak Wendy kini dengan air mata yang sukses lolos padahal sudah ia tahan sedari tadi. Kali ini Michael nampak terdiam.

 

“Kau menjodohkanku, menentukan tanggal pertunanganku dan mengatur semua hidupku tanpa bertanya pendapatku appa. Apa ini lagi-lagi demi bisnis dan sahammu?”, tanya Wendy sambil tersenyum miring. Dia mundur beberapa langkah, lalu menatap ayahnya nanar.

 

“Sebenarnya aku ini apa bagimu Appa? Putrimu atau-“, dia menggantung kalimatnya. Menarik nafasnya perlahan sambil menyeka air mata yang kini membuat pandangannya kabur sebelum melanjutkan ucapannya.

 

“Apa Son Wendy yang berdiri di depanmu ini putri seorang ayah bernama Son Michael atau boneka seorang chaebol bernama Presdir Son?”, tanya Wendy menusuk dengan rasa sakit yang sudah dia tahan selama ini.

 

Appa, aku kehilangan sosok ayahku.”, lanjut Wendy tanpa membiarkan ayahnya itu menyela. Dia mengangguk hormat, kemudian membalikkan badannya cepat menuju pintu ruang kerja ayahnya. Gadis itu berdiri tegap, lalu membuka pintu dengan ukiran singa mengaum di gagangnya itu cepat. Tak perlu waktu lama, kini gadis itu sudah melesat pergi tanpa menggubris Taeil yang menatapnya dengan pandangan bertanya ataupun ayahnya yang kini memekikkan namanya berulang-ulang.

 

“Son Wendy! Wendy! Ayah belum selesai bicara Son Wendy! Wendy!”, dan bagaikan seorang gadis tuli, Wendy hanya terus merajut langkahnya menuju kamarnya sendiri sementara ayahnya kini melempar semua barang di atas mejanya frustasi.

 

Prang!!!

 

“Tuan, anda baik-baik saja?”, kali ini Taeil yang sudah terjebak terlalu lama dengan masalah keluarga yang berlarut-larut ini menghampiri Tuannya yang sedang berkilat marah.

 

“Cepat hubungi Donghae!”, perintahnya masih dengan emosi yang belum terkendali. Mau tidak mau Taeil langsung merogoh sakunya, kemudian segera menghubungi kepala bodyguard keluarga Son itu cepat.

 

Yeobseyo?”, sapa orang di seberang sana yang tak lain adalah Lee Donghae, tangan kanan Son Michael.

 

“Bunuh.”, Lelaki hampir paruh baya yang frustasi itu berucap lirih, membuat lawan bicaranya sedikit menyerngit bingung.

 

“Bunuh? Maksud Tuan..”

 

“Bunuh. Bunuh lelaki yang bersama putriku itu sekarang!”, perintahnya keras, kemudian langsung mematikan panggilan telfon itu tanpa berniat menunggu jawaban dari Donghae. Kali ini Tuan Son yang berkilat marah menatap Taeil yang sudah membulatkan matanya kaget. Membunuh Chanyeol katanya tadi?

 

“Kau-“, Michael menggantung kalimatnya, membuat Taeil lansung membungkuk hormat. “Ne Tuan?”, tanyanya bingung.

 

“Mulai sekarang, jangan biarkan gadis nakal itu keluar dari kamarnya barang sedetikpun. Kurung dia dan buat dia menyesal akan semua tingkah lakunya.”, mandat Michael yang langsung diiyakan Taeil dengan cepat meski dia enggan. Lelaki itu langsung membungkuk hormat lagi, kemudian pamit keluar melaksanakan tugasnya.

 

“Moon Taeil, jangan pernah berkhianat padaku. Apa kau mengerti?”, kata Tuan Son itu terakhir kali sebelum Taeil menutup pintu ruangan itu rapat. Lagi-lagi dia mengangguk pasrah, kemudian pergi dari ruangan itu secepat yang dia bisa. “Seharusnya kau tidak pernah terjerumus ke dalam keluarga ini Taeil bodoh!”, batinnya di sela-sela langkah lebar Taeil menuju kamar nona muda-nya yang malang itu.

 

Tok!! Tok!!

 

“Nona Wendy, ini aku Moon Taeil.”, tak ada jawaban dari dalam sana, namun Taeil yang sudah kepalang kabut tetap melanjutkan kalimatnya.

 

“Maaf Nona Wendy, mulai hari ini kau akan tetap berada di dalam kamar. Kau tidak bisa pergi kemanapun , bahkan kau tidak bisa keluar selangkahpun dari dalam kamarmu tanpa persetujuan Tuan besar.”, ucap Taeil setengah hati. Wendy yang mendengarnya hanya mendengus pelan. “Kau jahat appa.”, batinnya dalam diam, masih dengan isak yang dia sembunyikan di balik bantal yang kini menutupi seluruh wajahnya.

 

 

Ruangan serba hitam dengan lampu redup itu nampak asing bagi Chnayeol yang baru saja membuka matanya setelah sebuah guyuran air menerpa tubuhnya yang sedari tadi tertidur- atau lebih tepatnya pingsan.

 

“Kau sudah bangun?”, Tanya seorang lelaki berjas hitam pada Chanyeol yang kini mengerjap-ngerjapkan matanya, berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan baru yang minim cahaya itu.

 

“Dimana aku?”, Tanya Chanyeol akhirnya saat matanya sudah agak terbiasa. Dia menatap siluet manusia -yang diyakininya adalah seorang pria dewasa- di depannya. Lelaki itu lantas tersenyum miring -yang tidak mungkin dilihat oleh Chanyeol karena gelap.

 

“Apa kau perlu tau dimana ini saat kau akan segera mati?”, katanya balik bertanya yang membuat Chanyeol yang tengah terikat di atas sebuah kursi itu sedikit menyerngit kaget. Mati katanya?

 

“Apa maksudmu dengan-“

 

Chanyeol menghentikan kalimatnya saat kini lelaki di depannya itu sudah membuka sebuah bungkusan yang sedari tadi dia pegang. Nampaklah bagi Chanyeol sebuah sinar mengkilat yang dengan pasti Chanyeol tau adalah siluet pisau. Lelaki bermur 18 tahun itu menyerngit lagi. Jadi lelaki di depannya itu benar-benar akan membunuhnya?

 

“Kalau begitu bocah kecil, kau mau mati dengan ini-“, lelaki itu mengangkat pisau dan mengarahkannya hingga mengenai kulit Chanyeol, menggores sedikit permukaan kulitnya.

 

“Atau-“, dia menggantung kalimatnya lagi, kemudian menjatuhkan pisau tadi. Beberapa detik kemudian dia merogoh jasnya, lalu sedetik kemudian ia menodongkan sesuatu yang tidak asing ke pelipis Chanyeol.

 

“Pilih mana?”, tanyanya lagi sambil menarik pelatuk pistol jenis magnum di tangannya itu hingga dalam posisi on, bersiap menembus kepala Chanyeol kalau saja dia menariknya sekali lagi.

 

Chanyeol tersenyum miring, kemudian memejamkan matanya perlahan. “Apa aku akan benar-benar mati Wendy-ah?”, batinnya kala itu.

 

“Sial, padahal aku bahkan belum lulus SMA.”, ucap Chanyeol kemudian sambil membuka matanya. Dia menatap lelaki yang tengah menodongkan pistol padanya itu.

 

Kajja hyung, cepat bunuh saja aku.” Dan betapa kagetnya Donghae saat dengan mudahnya Chanyeol menyerah, bahkan kini bocah yang akan segera dibunuhnya itu memanggilnya hyung seakan mereka akrab padahal nyatanya mereka tidak pernah bertemu sekalipun.

 

“Tunggu apalagi? Cepat tarik pelatuknya hyung.”, kata Chanyeol lagi dengan mantap. Donghae lantas menghela nafasnya kasar. Toh lelaki di depannya itu sudah setuju untuk mati.

 

“Baiklah, kalau begitu selama tinggal bocah. Semoga kau tenang di sana.”

 

Dorr!!!

 

 

Rumah besar yang terkesan sepi meski banyaknya pelayan yang lalu lalang itu kini nampak sedikit hangat saat keluarga Son duduk bersama di depan meja makan berukuran besar dengan banyak kursi kosong itu. Tuan Son nampak duduk di ujung meja makan sambil menyesap coffee-nya. Ia memandang istrinya yang nampak cantik dengan dress sederhana tengah duduk di sebelahnya sambil memotong daging yang di atas piring, lalu beralih menatap Jinwoo yang sedari tadi nampak celingak-celinguk duduk resah di kursinya.

 

Appa, mana Wendy?”, Tanya Jinwoo akhirnya saat mendapati kursi adiknya kosong, Bahkan dia belum bertatap muka dengan adiknya sejak gadis nakal itu menghilang di pagi buta dan meracun obat tidur pada semua bodyguard yang jaga malam kala itu.

 

“Moon Taeil? Dimana gadis nakal itu?”, Tanya Tuan Son akhirnya setelah meletakkan cangkir kopi yang sedari tadi dia teguk di atas meja. Moon Taeil yang berdiri di belakang Son Michael langsung menjawab takut-takut.

 

“Nona Muda tidak mau keluar kamar Tuan. Menurut CCTV di kamar nona, dia tengah tidur di atas kasurnya sekarang.”, jawab Taeil akhirnya. Tuan Son nampak tak suka dengan jawaban bodyguard -nya itu. “Seret dia kesini sekarang.”, titahnya kemudian. Mendengar itu Taeil langsung mengangguk, kemudian beranjak meningglkan ruang makan menuju kamar Wendy.

 

“Berhenti, biar aku saja.”, potong Jinwoo akhirnya sambil meletakkan garpu yang dia pegang ke atas meja makan. Taeil berhenti, kemudian melirik Tuan Son yang kini mengangguk. “Silahkan Tuan.”, kata Taeil akhirnya dan Jinwoo tentu saja segera beranjak dari duduknya, kemudian melesat meninggalkan ruang makan.

 

Jinwoo kalang kabut. Baginya Wendy adalah adiknya yanag berharga, satu-satunya gadis yang dia sayangi -setelah ibunya tentunya. Terbukti dengan langkah lebar lelaki bermarga Kim itu yang berjalan cepat-cepat menuju kamar Wendy yang ada di lantai 2. Bohong kalau Jinwoo bilang dia tidak khawatir dan takut sekarang. Dia benar-benar takut kalau saja adiknnya itu mulai bertingkah bodoh. Ia tau isi hati gadis yang tidak punya hubungan darah sama sekali dengannya itu. Wendy menyukai Chanyeol, terbukti dengan kilat mata Wendy yang berbeda saat menatapnya terakhir kali. Bukan lagi tatapan memuja seperti terakhir kali dia mengantar gadis itu ke bandara Kanada saat menuju Korea. Kini tatapan sayang itu sudah menjadi milik Chanyeol seorang, dan appa-nya lagi-lagi merebut kilat itu dari Wendy yang malang.

 

Tok! Tok!

 

“Son Wendy.”, Jinwoo berucap lirih sambil mengetok pintu kamar Wendy yang terkunci sedetik setelah ia samapi di depan pintu kamar gadis itu.

 

“Wendy-ah, ini oppa.”, lirihnya lagi, namun lagi-lagi tidak ada jawaban dari dalam sana.

 

“Apa dia memang tidak menjawab sedari tadi?”, Tanya Jinwoo akhirnya pada 2 bodyguard yang berjaga di depan pintu kamar adiknya. Kedua lelaki bertubuh kekar itu menggeleng serentak, membuat Jinwoo semakin khawatir.

 

“Wendy-ah, buka pintunya!”, teriak Jinwoo kali ini semakin khawatir.

 

“Son Wendy, aku ingin bicara!”, pekiknya lagi kali ini dengan tidak sabaran. Namun lagi-lagi hening, tidak ada jawaban. Jangankan jawaban, Jinwoo kini bahkan merasa kalau tidak ada kehidupan sama sekali di dalam sana.

 

“Apa kalian punya kuncinya?”, Tanya Jinwoo akhirnya pada bodyguard itu. Mereka berdua menggeleng perlahan.

 

“Nona muda menguncinya dari dalam tuan.”, terang salah satu bodyguard itu akhirnya. Jinwoo meringis. “Sial!”, pekiknya keras.

 

Tak berselang lama, Tuan Son tiba di depan kamar Wendy. Kedua bodyguard tadi langsung membungkuk hormat, sementara Jinwoo kini menatap ayah tirinya khawatir.

 

Appa, aku rasa ada yang tidak beres dengan Wendy di dalam sana.”, cercanya kemudian. Tuan Son lantas menghembuskan nafasnya kasar. Dia sudah tau kalau Wendy pasti akan melaksanakan aksi mogok seperti ini.

 

“Dobrak pintunya.”, titahnya kemudian yang langsung membuat kedua bodyguard tadi -dibantu Taeil yang datang bersama Tuan Son serta Jinwoo yang sudah khawatir setengah mati- mendobrak pintu kamar Wendy.

 

Brugghhh!!

Brugghhhh!!

 

Brughhh!!

 

Akhirnya, setelah 3 kali percobaan pintu itu terbuka, menampakkan Wendy yang kini meringkuk di atas kasurnya sambil menggigil.

 

“Wendy!”, pekik Jinwoo sambil menghambur menghampiri adiknya yang terkulai lemas di atas tempat tidur. Wajah gadis itu nampak pucat, bahkan kini bibirnya memutih dan agak bergetar menahan dingin. “Aish, siapa yang memasang AC sekencang ini?”, pekik Jinwoo lagi sambil mencari remote yang ternyata menunjuk suhu paling dingin yang dipunya AC, kemudian mengubahnya menjadi pemanas.

 

“Wendy, bangun Wendy!”, ucap Jinwoo lagi khawatir. Namun Wendy tidak membuka matanya sama sekali, malahan kini dia menggumamkan satu nama yang kembali membuat Tuan Son yang menatapnya dari kejauhan naik pitam. u.

 

Tak tahan melihat adiknya yang nampak kesakitan dengan tubuh menggigil dan baju basah yang ternyata masih dipakai Wendy, Jinwoo lantas menggendong Wendy dengan gaya bridal. Gadis itu demam tinggi. Belum lagi AC super dingin dan baju basah yang gadis itu pakai, tentunya itu membuat Wendy menggigil sekarang.

 

“Apa yang kau lakukan Jinwoo?”, Tanya Tuan Son kemudian dengan nada datar. Yang dimaksud tentu saja menatap ayahnya heran. Memangnya apa lagi yang dilakukan seseorang saat ada orang sakit di depannya?

 

“Aku akan membawa Wendy ke rumah sakit appa. Dia deman tinggi.”, jawab Jinwoo akhirnya, namun Tuan son tiba-tiba tertawa kecil.

 

“Rumah sakit? Anii, jangan pernah membawanya ke sana.”, ucap Tuan Son akhirnya yang membuat semua manusia di ruangan itu menatap Son Michael kaget. Apa dia benar-benar seorang ayah? Anii, apa dia benar-benar seorang manusia?

 

Appa, Wendy harus ke rumah sakit!”, tolak Jinwoo keras. Dia menggendong Wendy menuju pintu keluar, namun kini bodyguard di sana –termasuk Taeil- menahan pergerakan Jinwoo.

 

“Jangan melawanku Jinwoo!”, pekik Michael keras dan Jinwoo otomatis berhenti, mengalah dan kembali meletakkan Wendy ke atas tempat tidur. Michael menarik nafasnya kasar, lalu memerintahkan salah satu bodyguard-nya untuk menelfon Dokter Kang -dokter keluarga mereka.

 

Appa, membawa Wendy ke rumah sakit jauh lebih efektif sekarang daripada menunggu dokter Kang datang kemari.”, kata Jinwoo lagi. Namun lagi-lagi Son Michael seakan membalas dendam pada Wendy, dia menggeleng-gelengkan kepalanya mantap.

 

“Tidak Jinwoo-ya, ini hukuman untuk adikmu karena dia berani menentangku.”, ucap ayah Wendy itu sambil tersenyum miring. Jinwoo menatap ayah tirinya tak percaya. Tangannya yang sedari tadi mengepal marah kini terkulai lemas di udara.

 

“Kita lihat, apa adikmu yang keras kepala ini bisa bertahan hidup atau tidak.”, lanjut Tuan Son lagi sambil tertawa kecil, membuat mata Jinwoo mulai berkaca-kaca. Apa Wendy sudah tidak berharga sama sekali di mata Michael hingga seorang ayah sepertinya bisa berucap seakan menyumpahi putri semata wayangnya mati? Atua apa memang Wendy kini sudah kehilangan sosok ayah yang selalu dia banggakan meski ayahnya itu mengekangnya seperti boneka hidup? Apa tidak ada harapan lagi bagi seorang Wendy?

 

Appa, kau jahat.”, Michael menyergit saat Wendy yang tertidur dengan deman tinggi itu mulai mengguman lagi. Jinwoo meringis, kali ini dia mengacak-acak rambutnya kasar.

 

Appa, kau jahat.”, gumam gadis itu sekali lagi sambil menggigil. Michael meringis. Apa yang harus ia rasakan sekarang? Haruskah dia senang atau sedih saat mendegar gumaman putrinya barusan?

 

 

 

-To Be Continued-

 

 

Curcol gak penting :v

 

Halohaa semuanyahhh😀

Ada yang rindu epep ini? /plakk/ gadak woii😄

Hehehe, setelah baca epep ini Eki cuma mau bilang satu kata motivasi buat kalian yang sudah meluangkan waktu membaca karya gak jelas ini. HOLKAY MAH BEBAS!

Sipp,sekian dan terimakasih/plakkk/ :v

 

Okeh, see you next chap ^^

Cintakuh padamuh :*

 

55 thoughts on “Rooftop Romance (Chapter 17) – Shaekiran

  1. Door!!!
    Peluru itu mengenai Donghae. Chanyeol menatap tak percaya pada ayahnya yang tiba tiba datang dan menembak salah satu suruhan ayah wendy tersebut *abaikan hayalanku ini

    Saoloh, maaf ki baru komen sekarang😀 biasalah orang sok sibuk emang gini*buka aib:v
    Haduh, cuma bisa angkat tangan sama kelakuan bapaknya wendy. Eh tapi, kok bapaknya wendy nanya gitu ya ke dirinya sendiri? Apakah ia bahagia atau sedih melihat anaknya seperti ini? Hm, mencurigakan. Sepertinya bapaknya wendy terpaksa banget bertingkah jahat kayak gitu. Kayaknya bapaknya wendy itu baik, tapi karena suatu hal dia jadi kayak gitu. Nah ini nih, suatu halnya itu apa?

    Maaf ki kalo ane ceriwit, efek nelen materi jurnal bikin emosi tingkat dewa*apahubungannya? Abaikan

    Eh btw, mas bulan… balik sini aja bang, dijamin bahagia aman sentosa adil makmur sejahtera*khayalan ternaif

    Keep writing and fighting eki!! ^^

    • Ngakak eki. Ini imajinasinya chingu mantaps banget dah, wkwkw.😂
      Gpp kok, udah sempet baca ini aja eki dah syukur banget lo chingu.😂
      Bapak wendy masih menyimpan misteri. Hayoo, sebenernya kenapa tuh bapaknya wendy? Apakah ada udah dibalik bakwan? Tunggu next chap/plakk/😂
      Jurnal? Pantes sibuk. Puyeng pasti nih chingu, wkwk. Mangat yaksss.😆
      Taeil oh Taeil, dia terlalu polos nih. Kejebak di masalah keluarga son, jadi serba salah kan dianya, wkwk. Sini mas bareng kita aja/plakk/😂
      Thanks for reading ditunggu yaw nexk chapnya. Cintakuh padamuh.❤

    • Waduhh maaf banget nih chingu, padahal udah nunggu berminggu-minggu hiks..😢
      sabar yak chingu,ceritanya eki lagi sibuk real life, jadi jarang megang laptop.😢
      Tenang aja, pasti dilanjut kok,hehehe..😂😂

  2. Seseorang tolong periksa itu orang yang namanya Son Michael apa manusia ?!! Jahat banget sumpah. Pengen gw bunuh dah *eh jangan vel dosa* gregetnya dapet banget Ka Eky. Good Job 👍👍 oh ya itu bunyi pistol sih, tapi keknya Chanyeol berhadil ngelawan tuh bodyguard deh. Ah tau ah gelap. Biar Ka Eky yg terusin.
    Di tunggu next chap yaa

    • Duh,.jangan dibunuh, ntar epepnya kurang greget /plakk/😂
      Huhu, itu chan mati apa nggak hayo??😂
      Thanks for reading, ditunggu yaw next chapnua biar gak gelap lagi..😁
      Cintakuh padamuhh ❤

    • Hayoo, mati gak yak?/plakk/😂
      Maaf yak chingu kalo updatenya lama, ceritanya lagi sibuk real.life/plakk/😂
      Thanks for reading, ditunggu yaw nexy chapnya. Cintakuh padamuh. ❤

  3. AAAAAAA………….
    Moga moga itu bukan bunyi pistol tapi bunyinya balon hijau meletus, eki jangan matiin chanyeol ya
    Please..

  4. Eki jahat banget sama chanyeol 😭
    Kemarin diterbangin tinggi-tinggi kelangit angkasa hatinya, sekarang dijatuhin dan tak bisa bangun lagi 😭😭😭

    Gak lah si chanyeol gk mungkin mati kan ya, masak iya pemeran utamanya mati. Apa ntr si chan pura2 mati terus kerja sama sma si donghae, pas pertunangan si wendy dia tiba2 muncul ngacauin? Tp itu sinetron Indonesia banget jatuhnya 😂😂😂

    Auk ah, apapun keputusanmu dengan mas cahyo aku slalu mendukungmu. Eaaaa

    • Iya chingu, hiks..Eki lagi kumat parah pasti ngetik, jadi pengen ngebunuh suami sendiri/plakk/😄
      Oalah, perumpamaannya nyes amat dah..hiks, syedih eki :”)
      yalord, ini sinteron ftv indo beut ya Tuhan..:D😄
      Gak kok, soalnya eki benci cerita indo yg berbelit ke sana sini, wkwk/plakk/😄
      Tunggu aja next chapnya, eki gak bakal kasih hidup yg susah kok buat pasangan ini, pure aja, alami ngalir gitu, wkwkwk/plakk/ alamak, ini udah jadi spoiler ceritanya…/plakk/😄
      Ditunggu yaw next chapnya, thanks for reading. Cintakuh padamuh❤

  5. Ige mwoyaa???
    Eki, hwaaa knapa buat eonni sedih + sempet nangis lagi 😭😭😭😭😭

    Ayahnya wendy bener” keterlaluan., jahat gx punya hati, sama anaknya sendiri aja kek gitu apa lagi chanyeol!? 😭😭 baru kali ini aku di buat nangis 😭😭

    Chanyeol., gx ketembak?., mungkin karena donghaenya gx tega(?).. 😭😭😭

    Huaaaa., lanjut deh Ki Happy Ending dong😂😂

    Next juseyoo ditunggu klanjutanya

    • Jangan nangis kak ly, ntar eki ikutan nangis gimana? Hiks..:”)
      Ayah Wendy minta diruqiah kak, maklumin aja, hiks/plakk/😄
      Hayoo…chanyeolnya ketembak apa nggak?? /plakk/😄
      Masih rahasia yaw kak ly, biarkan next chapter yang akan menjawab/plakk/😀
      Huaaa..kok ini jadi acara mewek-mewekkan kak??/plakk/😀😄
      Happy ending gak ya?? wkkwkw…belum bisa janji kalo itu kak /plakk/😄
      Ditunggu yaw next chapnya, thanks for reading kak. Cintakuh padamuh❤

  6. Aku sangat berharap pistol itu tidak meledak ke arah Chanyeol. /kabul kan lah, kabul kan lah!!😯 /owalah…😆

    Tuan Son bisa gak dipecat aja jadi ayahnya Wendy. Tega amat jadi ayah, ani jadi manusia! / 😂😂

    Whendy ada niat untuk bunuh diri gak? 😢
    / jangan ya…nanti Chanyoal nya gimana! / tapi kan Chanyeol nya udah mati ditembak / ooohh author wahai author janganlah buat aku patah hati dg semua kesedihan ini. / lebay…….😃😃😯😯

    Semangat buat next chap nya thor….
    Fighting 👍👍👍

    • Wkwkwk, kabulin gak ya??/plakk/😂😂
      Yalord, dipecat waks..😂 cemmana pulak cara mecat bapak..😂😂/plakk/😂
      Tega lu Michael/plakk/😂
      Wendy bunuh diri? Hayoo…dia bunuh diri atau nggak hayoo??😂😂/plakk/
      Hiks, eki juga patah hati dengan chao ini chingu,huaaa…😢
      Thanks for reading, ditunggu yaw next chapnya. Cintakuh padamuh.❤❤

    • Hayoo, gimana nasib chan sekarang chingu? Masih rahasia yaw, wkwk/plakk/😂
      Hiks, eki juga sedih. Baru buat chap orang kencan, eh sekarang langsung chap patah hati/pplakk/😂😂
      Ditunggu yaw next chapnya, thanks for reading. Cintakuh padamuh.❤❤

  7. Tidaaaakkk chanyeolll kuuu kak eki pliss jgn dibuat mati hiksss.. kak eki kan anak yang baikkk wkwkw
    Astagaa appanya wendy keterlalauan dia itu manusia apa bukan jelmaan kali ya? Dasar absjkk gak tau lagi mau ngomong apa kak intinya aku tgg kelanjutannya dan jgn dibuat mati ya chanyeol nya okeoke? Hehe
    Fightingg kak ekii!!

    • Eehhh, itu chanyeol siapa katanya tadi?/plakkk/ gak, canda doang..:D
      Mati apa nggak yak? Kadang eki bisa jahat loo/plakk/😄
      Coba tanyakan pada rumput yg berdisko chingu, mungkin mereka bisa mendefinisikan bentuk makhluk sebenarnya dari bapaknya wendy/PLAKK/Paan ini -,-/😄
      Hoohhohoho, semoga yaww,wkwk😄
      Ditunggu yaw next chapnya, thanks for reading. cintakuh padamuh❤

  8. aku gregetan….kenapa appanya tega kek gitu… harusnya jinwoo bales omongan appanya…kalo wendy gk bisa bertahan hidup, apa appanya bakal seneng??? gk ada untungnya nyiksa wendy, toh yg ada mlh nyesek kannn..
    gimana nasib chanyeol.. jangan bilang castnya entar jdi moon taeil ..hahahaha
    apa jngn” chanyeol diasuh donghae buat jdi master of martial arts yaa hahahaha..khayal

    • Greget kah chap ini chingu?/plakk/😂
      Jinwoo terlalu penurut meski hatinya pengen beronyak,ckck, awas aja ntar tuh mr.son nyesel, eki tenggelamin di sungai han/plakk/😂
      Kayaknya eki buat mr.son rada gak punya perasaan gitu chingu, atau terlalu sensitif lah..😂😂
      Waks, castnya jadi Taeil? Wkwkk..😂
      Kalo gitu epep ini salah lapak dong chingu/plakk/😂
      Nasib chanyeol? Master of martial arts? Ini komemannya greget sekalehh…eki bahkan gak kepikiran sampek situ chingu,wkwk..kayaknya bisa jadi referensi next chap ini/plakk/😂
      Thanks for reading.chingu, ditunggu yaw next chapnya. Cintakuh padamuh..❤❤

  9. Sumpahhhhh, bapaknya wendy bnr2 jahattttt-_- gilakkkkk. Itu ga mungkin kan chanyeol di tembak? Ga mungkin lah😂 au ah, gatau mau ngomen apa lagi thor. Ku tunggu lanjutannyaaaaaa hehe

    • Wkwkwk, jahatnyaaa,..😂😂😂
      Gilak? Maklum, mungkin ketularan gilaknya sang author /plakk/😂
      Hayoo, beneran ditembak ato nggak??? 😂😂
      Ditunggu yaw next chapnya, thanka for reading. Cintakuh padamuh.❤❤

      Eh, itu jangan panggil thot ah, kirain ane tokoh avengers yg bawa” palu apa chingu/plakk/😂
      Panggil aja eki, wkwkww..😂😂😆

    • Kejam yak? Hiks, eki jadi sedih/plakk/😄
      Itu beneran ditembak atau nggakk? Hehehe, tunggu next chap yaw chingu, wkwkwk/plakk/😄
      Thanks for reading, ditunggu yaw next chapnya. Cintakuh padamuh❤

  10. Hwa…….Gila gila gila,tuh ceye gila,wendypun kykx juga gila,appax wendy kejam sangat kejam,tpi kykax tuh wendy bkalamn bs ngeluluhin hati appax deh,ceye OH MY GOD CEYENYA DITEMBAK,MATIKAH DIA or not

    • semuannya gila chingu, terpengaruh sama authornya yg gila ini mungkin, wkwkwk/plakk/😄
      Bisa luluh gaknya??😄😀
      HAYOO? CEYE DIED OR NOT? /plakk/😄
      Ditunggu yaw next chapnya, thanks for reading. Cintakuh padamuh❤

  11. gilak gilak gilaaak!
    Prasaan chap kemarin aku request biar appanya wendy disadarin lah ya.
    Tapi ini malah gilak banget!
    Ah pusing mikirin nasib wendy.
    Kuhargai usahamu untuk fast update, ekiii
    ㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋ

    • Hohoho, mian chingu, kadang eki gak bisa menuhin request gegara alurrnya emang udah kebentuk kayak gitu di otak eki/plakkk/😄
      Gilakk kah chap ini? Maklum , authornya aja gilakkk, heheheh/plakk/😄
      Pusing yak? Wong eki aja pusing, wkwkwk😄
      Ciehh, fast update yekan, wkwkwk😄
      Thanks for reading, ditunggu yaw next chapnya. Cintakuh padamuh❤

    • Coba tanyakan pada rumput yg berdugem chingu, kali aja dia bisa ngasih penjelasn rinci sebenarnya bapak wendy ini masuk ke makhluk apa/plakk/apa-apaan ini?XD
      Hayooo,….apa ceye baik-baik aja? Hehehe, emang tuh anak kagak ada takut-takutnya, apa gegara dia udah sering ngeliat pistol bapaknya yg polisi? /plakk/😄
      Thanks for reading, ditunggu yaw next chapnya. Cintakuh padamuh❤

  12. ayahnya wendy tuh manusia atau apa… T.T kenapa seperti orang tidak punya hati😥

    Chanyeol ngga mati kan? iyya kan? are u sure, eki? Donghae ngga bakal nembak chan kaaaaan? T.T kalo chan mati btar gw gimanaaa?? Eh maksudnya ntar Wendy gimanaaa?????

    • manusia atau nggak ya? kalo nggak manusia berarti wendy juga gak manusia dong chingu, secara kan dia anaknya/plakk/ini apaan coba../😄
      hAYOO? apa ceye mati apa nggak? jadi ditembak donghae apa nggakk? hiks…:’)
      Oalah, kamunya gimana dong? wkwkw😀
      Mcmc, apa yg bakal dilakuin wendy kalo ceye mati yak? /plakk/😄
      Thanks for reading, ditunggu yaw next chapnya. Cintakuh padamuh❤

  13. Kenapa jadi benci banget ya ama bapaknya wendy?

    Emang ada ya bapak yang setega itu ama anaknya?
    Kesel banget ama Mr. Son

    Klau sampai chanyeol kenapa2 gue tenggemin bapaknya wendy di laut mati. Biar ikutan mati..

    Semoga aja chanyeol gak pa2.. 🙏🙏😭😭

    Next kakak eki 😘😘

    • coba tanyakan pada rumput yg berjoget kenapa bisa benci sama bapaknya wendy chingu /plakk/😄
      Itu buktinya ada, bapaknnya wendy/plakkkk sangat/ heheh//XD
      Waduhh, disumpahin mati bapaknya, jangan dong chingu, ntar dosa kita nambah/plakkk😄
      Semoga yaw chingu😀
      Thanks for reading, ditunggu yaw next chapnya. Cintakuh padamuh❤

  14. Huhuhuh sedih bgt kali ini. Itu beneran mas cahyo dibunuh. Kesian bang jangan tinggalin kak Eki sendiri/ketular alaynya kak Eki *ditabok sma kak Eki pake panci segede bang cahyo/ 😂 Emg ada yaa panci segede itu?? Hh bingung sendiri keknya mulai absurd lgi nih otak.

    Ditunggu next chapnya kak. Fighting!! 😊

    • Huaaaaaa, eki tak sanggup.. 😭😭😭/plakk/ paan dah..😂
      Tuh kan, ketularan alay eki jadinya chingu,wkwkwk..😂
      Mungkin kalo ada panci segede ceye, masuk rekor muri kali ya/plakk/😂
      Hayoo, ceye beneran dibunuh apa kagak? Nasib wendy gimana nih? Wkwkk,/plakk/😂
      Thanks for reading chingu, ditunggu yaw next chapnya. Cintakuh padamuh.❤❤

  15. DEMI BANTAL BAPAKNYA WENDY JAHADH BANGET MATI LU CUK BESOK LU GUE KUBUR IDUP IDUP ATO MUTILASI? *BERKATA KASAR* *BERKATA KASAR* *BERKATA KASAR* SUMPAH LU *BERKATA KASAR* PINGIN GUE CEKEK TRS GUE TUSUK ITU MULUT BIAR ENAK, TRS SEKALIAN ITU RAHANG GUE COPOTIN *BERKATA KASAR* DASAR ORANG GK PUNYA HATI ANAK SENDIRI DIGITUIN, BISNIS MULU EMG LU MATI BISNIS LU YG NYELAMETIN? ELU MATI LANGSUNG MASUK NERAKA JAHANNAM *BERKATA KASAR*. KALO SAMPE CHANYEOL MATI SINI GUE KUBUR BAPAKNYA WENDY SAMA EMAKNYA SEHUN, JANGAN DIKUBUR DEH ENAKNYA DI BAKAR YAH ATO DI GORENG? DI PANGGANG? DI CEBURIN KELAUT BIAR BISA DIMAKAN HIU? DIPILIH YANG PALING SADIS SILAHKAN ATO SARAN YG SADIS

    DUH SUMPAH YAH KU EMOSI INGIN ANU. KALO CHANYEOL MATI WENDY MATI AJA BIAR MEREKA BAHAGIA DISANA EA :V *INI JAHAT, TAPI JANGAN SAMPE*
    TAEIL MAKANYA KAMU JANGAN MAIN KESANA JADI KENA JEBAKAN SI SETAN LAKNAT KAN, DUH KUBUTUH KYUNGSOO UNTUK MEMBERANTASKAN INI ORANG JAHADH.
    MAZ IKAN MOKPO KENAPA JADI JAHAD WEH?! GK BOLEH PASTI INI SEMUA ULAH SETAN LAKNAT YANG TERKUTUK MENJADI CICAK ITU YEKAN ARGHGG PARAH *BERKATA KASAR*

    NAHKAN GEGARA NI ORANG DOSA KU BERTAMBAH :’ LAKNAT SEKALI EMANG
    DISINI SPECIAL EDITION BUAT INI MAKHLUK YAH :3
    KUTUNGGU NEXTNYA CHAP DIMANA EMAKNYA SEHUN SAMA BAPAKNYA WENDY QOID :’
    LUV YU EKI 😘😘

    • SUMPAH,EKI TAK KUASA NGEBACA KOMENAN KAK KYUNTONG, KEPSLOCK JEBOLL MAKKK..😂😂😂😂😂😂😂
      KAN, EKI JUGA KESEL PAS NGETIK PART NIH BAPAKNUA WENDY, MANA CHAP INI PENUH SAMA PART JAHANAM DIA SEMUAAH, AISH. EKI JUGA INGIN BERKATA KASAR KAK, UDAH DARI TADI EKI GIGIT” JARI PAS BACA ULANG NIH EPEP, HUAAA…EKI JAHAT BANGET BUAT KARAKTER BAPAKNYA WENDY KYUNG./plakk/.😂😂
      OPPP, THRILLER AMAT PILIHAN KEMATIANNYA KAK, EKI TAK SANGGUP LAGI,😂
      DONGHAE DAN TAEIL JAHAT, MAU AJA NURUT SAMA BAPAKNYA WENDY/PLAKK/😂
      YAUDAH KAK, MONGGO SUAMINYA DIPANGGIL AJA,SIAPA TAU BISA MEREDAKAN SEDIKIT EMOSI KAK KYUNTONG.😂/PLAKK/
      NAH YEKAN, NAMBAH DOSA GEGARA NYUMPAHIN ORANG KAK/PLAKK/ MESKI EKI SEBENERNYA NAMBAH DOSA JUGA GEGARA BIKIN NIH EPEP/😂
      TENANG KAK, NTAR EKI BUAT SPECIAL EDITION BUAT DUO EMAK AMA BAPAK JAHAT DI EPEP INI,WKWKWK/PLAKK/😂
      KOID? SYEREMM AH..😂
      Thanks for reading kak, ditunggu yaw next chapnya yg lebih menambah dosa /plakk/😂
      Lupyuuu too kak kyun, Cintakuh padamuh.❤❤❤

  16. ya ambruuk bokapnya wendy luar biasa nih, kenapa jahatnya banget banget ya ? elaaaah chaniee oppaa huhuhu apa dia bener2 dibunuh ?

    • Hohoohoo, coba tanyakan pada rumput yg bergoyang kenapa bapaknya wendy bisa sejahat itu chingu/plakk/😂
      Heheh, ini chanyeol beneran meninggal atau nggak nih chingu? Wkwk, monggo ditebak, 😂
      Thanks for reading, ditunggu yaw next chapnya. Cintakuh padamuh.❤❤

    • Hayoo, chanyeol meninggal apa nggak?hiks, aku juga sedih pas ngetiknya chingu, gigit jari sendiri, hiks..😢
      Thanks for reading, ditunggu yaw next chapnya. Cintakuh padamuh ..❤❤

    • Kekeke, yalord, siapa yg psikopat chingu?😂😂/plakk/
      Hayoo, dipaksa apa nggak itu nyokap nya wendy? Wkwk…😂😂
      Duduh emosian nih kayaknya setelah baca chap ini chingu..😂
      Thanks for reading, ditunggu yaw next chapnya. Cintakuh padamuh.❤❤

    • Hayoo, monggo ditebak chanyeol beneran di doorr apa nggak chingu??😂
      Yeol meninggal apa kagak yah/plakk/😂
      Maaf chingu ,masih rahasia perusahaan itu mah/plakk/.😂😂
      Jahat pan? Ada yg ingin gantiin wendy jadi anak mr.son?😂😂
      Thanks for reading, ditunggu yaw next chapnya. Cintakuh padamuh chingu.❤❤

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s