Rooftop Romance (Chapter 16) – Shaekiran

Rooftop Romance 2nd Cover.jpgRooftop Romance

By: Shaekiran

 

Main Cast

Wendy (RV), Chanyeol, Sehun (EXO)

 

Other Cast

Baekhyun (EXO), Kim Saeron, Irene (RV), Taeil, Taeyong (NCT), Jinwoo (WINNER), and others.

Genres

Romance? Family? Frienship? AU? School Life?

Length Chapter | Rating PG-15

Disclaimer

Idenya cerita ini murni datang dari otak author yang otaknya rada senglek banyak (?). Maaf untuk idenya yang mungkin pasaran dan cast yang itu-itu aja. Nama cast disini hanya minjam dari nama-nama member boy band dan girl band korea. Happy reading!

Previous Chapter

Teaser 1 | Teaser 2 | Teaser 3 | Chapter 1 | Chapter 2 | Chapter 3 | Chapter 4 | Chapter 5 | Chapter 6 | Chapter 7 | Chapter 8 | Chapter 9 | Chapter 10 | Chapter 11 | Chapter 12 | Chapter 13 |Chapter 14 | Chapter 15 | [NOW] Chapter 16 |

.

“Aku selalu baik-baik saja bersamamu.”

 

.

 

 

 

“Jadi, apakah kita harus mulai membicarakan pertunangan mereka berdua sekarang?”

“Tentu saja. Bukankah kita harus memilih tanggal yang tepat?”

Author’s POV

Gadis itu masih terdiam. Tangannya yang sedari tadi gemetar kini hanya terkulai lemas dibawah taplak meja. Matanya menatap kosong, hatinya tidak di sini. Dia meringis. Ingin rasanya berliter-liter air mendesak keluar dari kedua maniknya. Rasanya menyakitkan, namun dia tak kunjung jua menangis. Lagi-lagi dia hanya bisa menatap nanar. Telinganya kini bahkan mendengar pembicaraan orangtuanya yang sudah berubah serius sejak setengah jam yang lalu. Hanya ada satu topik dan itu membuat Wendy marah. Pertunangan.

“Sepertinya awal bulan depan adalah tanggal yang bagus.”, cerca ayah Wendy bersemangat tanpa sedikitpun melirik putrinya yang sudah seperti mayat hidup. Tidak bergairah sama sekali.

“Bulan depan? Bagus juga.”, tanggap ayah Sehun kemudian. Lelaki Kim itu lalu melirik putra kesayangannya –Oh Sehun- yang duduk tepat disebelah kirinya. “Bagaimana menurutmu Sehun-ah?”, tanyanya kemudian. Mendengar itu Sehun tersentak, nampaknya sedari tadi dia juga melamun. Lelaki penurut itu hanya tersenyum sekilas. “Terserah appa saja.”, jawabnya pasrah.

Pembicaraan itu kembali berlanjut. Kedua kepala keluarga itu masih membincangkan topik yang sama. Lagi dan lagi. Wendy masih meringis. Tanggal pertunangannya sudah ditentukan. Selepas Ujian Semester dengan dalih agar mereka fokus belajar sebelum bertunangan. Ujian semester, itu berarti akhir bulan depan.

Wendy turun dari dalam mobil dengan cepat tanpa perlu repot-repot menunggu Jinwoo membukakan pintu untuknya. Dia langsung berlari ke dalam rumah, menyusul ayahnya yang sudah masuk kedalam kediaman Keluarga Son itu di Korea. Sebuah rumah berlantai 4 dengan warna dominan putih gading dan gaya interior Eropa Kuno. Terkesan klasik sekaligus elegan dengan sentuhan seni desainer kenamaan dunia.

Appa!”, pekiknya keras. Dia tidak bisa menahan emosi lagi. Dia bergerak cepat, berdiri menghadang langkah lelaki hampir paruh baya yang ingin memasuki kamarnya untuk istirahat setelah pertemuan panjang dengan keluarga calon besannya itu.

“Jangan berteriak seperti itu Wendy-ah.”, kata ibu tirinya pelan sambil menyesap teh yang sudah disediakan pelayannya. Kebiasaan sebelum tidur Nyonya rumah ini. Wendy menghela nafasnya. Kalau saja tidak ada Jinwoo yang tengah memandanginya sambil bersender di tangga, mungkin gadis itu sudah membentak ibu tirinya agar tidak usah ikut campur.

“Kenapa appa? Wae?! Kau bilang kau akan membatalkan pertunanganku!”, cercaWendy lagi. Michael –ayah Wendy- nampak mengerutkan keningnya, berusaha serileks mungkin.

“Kapan aku pernah bilang akan membatalkan pertunanganmu?”, Tanya lelaki berumur hampir setengah abad itu seakan meremehkan gadis yang tengah menatapnya dengan pandangan nyalang. Wendy terdiam. Matanya memerah, menahan amarah yang mungkin saja meledak sebentar lagi.

“Kalau begitu coba cari pacar yang bisa ku akui. Tampan rupawan, pintar, berbudi baik dan patut dibanggakan. Satu lagi, dia harus bisa melindungimu dengan kemampuannya sendiri.”

 

“Arasseo. Kalau aku menemukan namja seperti itu, appa harus membatalkan pertunanganku dan mengusir bodyguard itu dariku.”

 

“Tentu saja. Asal namja itu benar-benar punya semua hal yang ku ingingkan.”

 

Appa, kau tidak ingat percakapan kita lewat telfon itu, huh? Kau bilang kau akan membatalkan pertunanganku kalau aku bisa mendapatkan lelaki sesuai syarat yang kau minta. Kau lupa,eoh?”, lanjut Wendy lagi. Dia ingat tiap patah kata yang diucapkan ayahnya malam itu. Dia sangat ingat, bahkan tiap sisi otaknya merekam itu dengan jelas.

“Ah, apa aku pernah bilang begitu putriku sayang?”, sambung Tuan Son tak mau kalah. Dia mendekati Wendy yang kini berdiri mematung beberapa langkah di depannya.

“Kalau yang kau maksud itu si Park Chanyeol, dia tidak sesempurna yang ku mau.”, bisik Tuang Son kemudian tepat di telinga putrinya yang tidak bisa bergeming.

“Bagaimana bisa dia memenuhi syarat kalau nyatanya kau membeli laki-laki itu huh?”, lanjut Tuan Son lagi sambil tertawa kecil, kemudian meninggalkan Wendy yang sukses terduduk di lantai. Dia menatap appa-nya yang kini sudah membuka pintu kamarnya sambil tersenyum penuh kemenangan. Dia meringis. Jadi appa-nya sudah tau tentang Chanyeol?

Lelaki bertubuh jangkung itu berdiri mematung di depan sebuah rumah berlantai 4 super mewah bergaya Eropa kuno. Dia melirik jamnya. 05.00 KST. “Apa dia sudah bangun?”, batin lelaki itu kemudian sambil merogoh kantung celananya, menekan beberapa tombol sebelum meletakkan benda persegi panjang berwarna hitam itu agar menempel sempurna di telinga kirinya.

Kreetttttt.

Park Chanyeol langsung mengerjap kaget saat gerbang tinggi di depannya tiba-tiba terbuka, kemudian menampilkan wajah lusuh seorang gadis dengan mata sedikit bengkak.

“Bagaimana bisa?”, Tanya Chanyeol kemudian sambil mematikan panggilan telfon dan mengembalikan benda hitam tadi ke kantongnya.

“Aku meracuni mereka semua.”, jawab Wendy pelan. Chanyeol menyerngit lagi. Meracuni katanya?

“Mwo? Kenapa kau melihatku begitu? Toh aku cuma memberi obat tidur saja.”, terang Wendy kemudian karena melihat ekspresi Chanyeol yang bertanya-tanya semacam “Apa gadis ini benar-benar meracuni bodyguardnya? Wah, jadi dia sudah menjadi pembunuh sekarang?”

 

“Aku pikir aku hanya perlu menjemputmu dan mengantarmu ke sekolah. Tidak kusangka ternyata kau harus menyebar racun tidur dulu.”,kata Chanyeol mencairkan suasana karena ntah kenapa keadaan di sekitar mereka sekarang menjadi akward tak terkendali.

“Terserahlah. Kajja, kita harus sekolah Sunbae.”, lanjut gadis itu lagi tanpa ekspresi sambil mengambil helm yang terletak di atas jok motor yang tepat terparkir di belakang Chanyeol.

“Tunggu apa lagi?”, cerca Wendy kemudian karena Chanyeol yang tak kunjung menaiki motornya. Kalau begini caranya, bodyguard-nya bisa bangun. Dia yakin efek obat tidur itu tidak bertahan terlalu lama. Yah, Wendy kehabisan stok obat tidur agaknya.

“Kau benar-benar ingin sekolah sekarang?”, Tanya Chanyeol karena melihat ekspresi tak bersemangat di wajah gadis itu. Kulit putih pucatnya nampak semakin pucat, belum lagi lingkaran hitam di bawah matanya yang kelihatan bengkak -yang diyakini Chanyeol adalah akibat gadis itu menangis hebat kemarin malam-. Yah, memangnya orang mana yang tidak tau jika Wendy menangis saat gadis itu menelfonnya sambil sesegukan di jam 2 pagi?

Kajja, lebih baik kita bolos saja hari ini Wendy-ah.”

Sehun duduk diam di dalam kelas. Dia menelungkupkan kepalanya sambil beralaskan kedua lengan di atas meja. Jujur, penjelasan guru Kimia di depannya membuat lelaki bermarga Oh itu bosan setengah mati. Dia kemudian melirik kursi di sebelahnya. Kosong. Secara misterius Wendy absent tanpa keterangan -yang Sehun yakini adalah aksi bolos- setelah pertemuan keluarga kemarin malam. Lelaki itu meringis. Apa Wendy bolos karenanya?

Tak hanya Sehun, kedua lelaki lain yang duduk di meja sebelah koridor juga menatap bangku Wendy yang kosong. Taeil menatap bangku itu dengan nada marah. Pagi ini dia menemukan semua sunbae-nya pingsan, atau lebih lengkapnya diracun obat tidur yang dia yakini adalah ulah Wendy. Parahnya, gadis itu kabur. Taeil makin meringis saat dia malah didaulat pergi ke sekolah oleh Tuan Son dan bukannya pergi mencari Wendy yang menghilang.

Lain Taeil, lain lagi Taeyong. Lelaki yang kini menggunakan plester di beberapa bagian wajahnya itu menatap bangku Wendy dengan pandangan kosong. Tidak ada ekspresi sama sekali di sana Agaknya dia terlalu letih bahkan untuk memasang satu mimik wajah.

“Apa Wendy membolos dengan Chanyeol?”, spekulasi ketiganya kemudian karena sadar kalau sunbae mereka itu juga secara misterius absent pagi ini.

“Kau yakin mau naik itu?”, Chanyeol menatap gadis di sebelahnya dengan ragu. Tidak tanggung-tanggung, gadis itu langsung memilih wahana paling mengerikan di Dream Land, salah satu taman hiburan terbesar di Seoul.

Wae? Jangan bilang kau yang takut.”, jawab Wendy seakan menantang Chanyeol menaiki wahana yang disebut Tsunami itu. Wahana yang memutar-mutar, menghempas dan bahkan bisa saja mencabut nyawa orang yang naik di atasnya dengan cepat kalau saja dia mempunyai jantung lemah. Yang pasti ini mengerikan. Mau tidak mau, Chanyeol menurut juga.

Kedua insan yang masih menggunakan seragam sekolah itu kemudian masuk ke dalam antrian. Waktu masih menunjukkan pukul 8 pagi sehingga antrian sama sekali tidak padat. Wendy nampak menunggu dengan mata berbinar, sementara lelaki di sebelahnya hanya pasrah. Sebenarnya dia tidak mau mual di pagi hari, tapi yah..Wendy menginginkannya dan Chanyeol tidak mau atau tepatnya tidak tega menolak keinginan gadis yang tengah bersedih itu.

“Anu, haksaeng.”, kedua orang yang berdiri bersebelahan itu langsung menatap petugas wahana yang baru saja menegur mereka itu.

Ne ahjussi?”, tanyaWendy bingung.

“Maaf, tapi pelajar tidak bisa naik wahana sebelum jam sekolah berakhir.”, Wendy menatap petugas itu bingung, sementara Chanyeol kini menepuk kepalanya. Bagaimana bisa dia lupa kalau sekarang mereka sedang membolos? Tentu saja mereka tidak bisa naik, bahkan mereka bisa ditangkap kalau saja ada polisi lewat yang kebetulan melihat mereka berdua.

“Maaf.”, kata Chanyeol sambil segera menarik Wendy keluar dari antrian. Wendy mau tidak mau mengikuti Chanyeol setengah hati. Jujur, dia sangat ingin naik wahana itu karena di Kanada meski ada wahana serupa tapi dia tidak bisa naik sekalipun seumur hidupnya. Yah, ayahnya sama sekali tidak mau anak gadisnya melakukan hal berbahaya.

“Apa kau benar-benar mau naik?”, Tanya Chanyeol kemudian pada Wendy yang sekarang sudah duduk lesu di kursi taman. Gadis itu mengangguk lebih lesu lagi. Chanyeol kemudian menghembuskan nafasnya pelan.

“Kalau begitu, tunggu sebentar disini, arraseo?”, pinta Chanyeol kemudian. Wendy hanya mengangguk sekilas sementara Chanyeol kini sudah pergi ntah kemana.

Sudah 10 menit Wendy hanya duduk lesu di taman. Sesekali dia memainkan kakinya asal. “Kenapa dia lama sekali?”, batinnya kemudian. Tak lama setelahnya, Wendy menyerngit karena sebuah rasa dingin menyentuh kulitnya cepat.

Akh.”, pekiknya tanpa sadar.

Wae? Apa cola ini begitu dingin?”, kata lelaki yang kini duduk di sebelah Wendy itu. Gadis itu lantas menatap Chanyeol. “Aku hanya kaget.”, katanya sambil tersenyum kecut, lalu mengambil alih kaleng soda yang dipegang Chanyeol itu dan segera meneguknya cepat.

Wae? Wae? Kenapa kau meminumnya?”, pekik Chanyeol kemudian. Gadis itu lantas menatap ‘pacarnya’ itu bingung. “Memangnya kau tidak membelinya untukku?”, tanyanya polos.

“Tentu saja tidak.”, jawab Chanyeol ketus. Mendengar itu Wendy menggigit bibirnya pelan. “Maaf.”, jawabnya kemudian sambil menyodorkan kembali kaleng soda yang kini tinggal setengah itu pada Chanyeol. Melihat itu Park Chanyeol tak bisa menahan tawanya, lantas dia mulai mengacak-ngacak rambut gadis itu .

“Aku hanya bercanda. Tentu saja , ini khusus untukmu Wendy-ah.”, dan bagaikan ada listrik yang menggelitik Wendy, kinerja jantungnya mulai bergerak tak karuan, semakin cepat dan tidak beraturan. Bisa gadis itu rasakan, pipinya memerah. Kenapa kalimat-kalimat sederhana dari lelaki di sebelahnya ini bisa membuatnya seperti ini?

“Oh iya, kau tidak keberatan kan memakai ini untuk naik wahana itu kan?”, lanjut Chanyeol kemudian sambil mengangkat sebuah kantongan besar dengan wig berwarna merah yang agak menyembul keluar. Wendy mengerjapkan matanya beberapa kali. Itu, baju badut kan?

“Omaaayaaaaaaa!!!!!!!”, Wendy berteriak kencang saat Tsunami itu memutar badannya berkali-kali, lalu menghentakkannya hingga hampir jatuh ke bawah. Chanyeol yang duduk di sebelahnya hanya menatap gadis itu kaget. “Ini yang katanya dia tidak takut naik?”, batin Chanyeol kala melihat wajah gadis itu yang mulai pucat. Tidak kentara memang karena Wendy memakai make up badut yang super tebal , tapi Chanyeol yakin gadis itu pasti sudah pucat sekarang.

Gwenchana?”, Tanya Chanyeol yang berpakaian badut dengan wig kribo merah pada Wendy sesampainya mereka turun dari wahana itu setelah puas dibuat mual. Gadis itu nampak memegangi dadanya sambil berjongkok, lalu mengangguk-angguk pelan.

Aish, kalo tidak kuat seharusnya kau bilang sejak tadi.”, ucap Chanyeol lagi sambil menepuk-nepuk bahu Wendy pelan. Gadis itu menggeleng singkat. “Anii, ini menyenangkan sunbae.”, jawabnya riang sambil menyunggingkan sebuah senyum lebar yang secara tak langsung membuat lelaki yang tengah berdiri di depannya itu juga menyunggingkan senyum yang sama tanpa sadar.

“Dia tersenyum.”, batin Wendy kala melihat senyum singkat Chanyeol itu. Lucu memang karena kini bibir Chanyeol dipenuhi lipstick merah merona yang super lebar, namun Wendy dapat dengan yakin melihat bahwa senyum Chanyeol kali ini adalah senyum paling tulus yang pernah lelaki itu berikan padanya. Bolehkah Wendy berharap kalau sikap Chanyeol sekarang bukanlah kepura-puraan berdasarkan naskah?

Kajja sunbae, aku ingin naik itu.”pinta Wendy kemudian sambil menarik tangan Chanyeol yang secara tak langsung membuat lelaki itu tersentak dan hampir jatuh. Chanyeol menyejajari langkah mungil Wendy. Gadis itu tertawa bahagia sambil menunjuk-nunjuk sebuah roller coaster raksasa yang tengah mereka tuju.

“Kau tidak takut?”, Tanya Chanyeol di sela-sela saat mereka berlari. Gadis itu menggeleng pelan.

“Bukankah ada sunbae bersamaku?”, dan kalimat itu sukses membuat telinga peri Chanyeol memerah. Wendy kembali melihat ke depan dengan semangat, sementara Chanyeol kini menatap wajah samping gadis itu lekat. “Apa-apaan ini? Kenapa pipiku memerah?”, batin Chanyeol kala itu penuh kebingungan dengan tangannya yang tetap bertautan dengan milik Wendy. Laki-laki itu meringis. Ternyata dia bingung dengan isi hatinya sendiri.

Sunbae, kajja. Kali ini kau harus memegangiku agar aku tidak ketakutan.”, kata Wendy lagi dengan polosnya saat mereka naik wahana itu lalu duduk di deretan paling depan. Dan benar saja, Chanyeol memegangi tangan mungil Wendy, menyisipkan tiap jari panjangnya di sela-sela jemari putih pucat gadis itu sepanjang kereta api yang mereka naiki melaju di rel yang curam. Tak ada sedetikpun lelaki bermarga Park itu melepaskan tautannya dengan Wendy, seakan-akan gadis bermarga Son yang tengah bersedih itu adalah sebuah kaca yang rentan pecah. Chanyeol inging menggenggamnya, memeluknya dan dia ingin melindunginya. Apa mungkin Chanyeol sudah jatuh hati pada gadis yang menyewanya itu tanpa sadar? Bukankah cinta tidak dapat diprediksikan dimana pelabuhannya?

Puas merasakan pusing plus mual sekaligus karena diombang-ambing kereta api roller coaster itu, Wendy dan Chanyeol lantas duduk di taman. Beristirahat sejenak sebelum nantinya mereka melanjutkan aksi pusing-pusing lagi.

“Bagaimana, kau puas?”, Tanya Chanyeol yang kini meletakkan tangannya lunglai di atas kursi taman. Wendy mengangguk semangat meski kini matanya mulai berkunang-kunang.

“Tentu saja sunbae, terima kasih sudah mengajakku ke sini.”, balas Wendy kemudian. Chaneyol lantas menggeleng pelan.

“Kau mengucapkan terimakasih terlalu cepat Wendy-ah.”, kata Chanyeol misterius kemudian beranjak dari duduknya, meninggalkan Wendy yang terbengong-bengong dengan tingkah sunbae-nya itu.

Tak berselang lama, Chanyeol kembali datang sambil membawa sebuah gulali berukuran besar berwarna merah muda. Wendy nampak girang, sementara Chanyeol kini memasang ekspresi bertanya.

“Jangan bilang kalau lagi-lagi kau berpikir ini untukmu nona. Ini untukku.”, kata Chanyeol saat Wendy sudah sumringah lelaki itu akan memberikan sebuah gulali yang sudah lama dia inginkan. Yah, kalian tau. Ayahnya selalu melarang gadis itu memakan makanan manis dan murahan, padahal Wendy kecil merengek-rengek ingin gulali.

Wendy lantas mengerucutkan bibirnya sambil memangku tangannya dalam diam. Melihat itu Chanyeol kembali tertawa. Dia membuka bungkus gulali merah muda itu kemudian menyodorkannya ke arah Wendy. “Bercanda.”, kata Chanyeol sambil setengah tertawa meski Wendy masih belum menggubrisnya sama sekali.

Wae? Kau marah?”, Tanya Chanyeol penasaran sambil berjongkok di depan gadis bermarga Son itu. Wendy menggeleng pelan, sementara kini Chanyeol sudah mencubit pipi gadisnya gemas.

“Badutku lucu sekali.”,goda Chanyeol yang sukses membuat pipi Wendy lagi-lagi memerah, membuat gadis itu semakin berharap itu memang kata-kata tulus dari seorang Chanyeol dan bukannya untuk menghiburnya saja. Chanyeol kembali menyodorkan gulali itu ke arah Wendy dan kali ini dia menyambutnya dengan senang hati, menggigit kapas manis itu sedikit. Tanpa diduga, Chanyeol ternyata juga melakukan hal yang sama. Dia menggigit gulali itu hingga dia dan Wendy nampak seakan berciuman dengan gulali sebagai penghalangnya. 2 badut taman bermain yang memakan gulali bersama, mungkin agak lucu tapi tidak bagi mereka berdua, mereka yang hatinya berdesir cepat sekarang.

Puas bermain di taman bermain, kedua insan yang kini sudah berganti pakaian menjadi seragam sekolah pun kembali melanjutkan aksi bolos mereka. Jam menunjukkan pukul 12 siang, tepat tengah hari. Wendy maupun Chanyeol kemudian masuk ke salah satu area pertokoan Seoul, berniat membeli sebuah baju sebagai ganti seragam mereka agar bolos nya tidak terlalu kentara.

“Yang ini bagaimana?”,Tanya Wendy sambil menaikkan sebuah kaos sederhana bermotif bunga kecil berwarna merah. Chanyeol menatap kaos itu sebentar, lalu menggeleng-gelengkan kepalanya. “Terlalu feminim untuk seorang gila sepertimu.”, jawab Chanyeol singkat namun menusuk. Wendy mengerucutkan bibirnya lagi. Yah, memang itu terlalu feminim untuk dia.

“Kalau yang ini?”,Tanya Wendy lagi sambil menaikkan sebuah kaos berwarna abu-abu dengan tulisan merah di sederhana di tengahnya “Him”. Dan betapa terkejutnya Wendy saat mendapati Chanyeol ternyata tengah memegangi kaos yang sama , namun dengan tulisan yang berbeda “Her.”

“Sepertinya, ini cocok.”, jawab Chanyeol kemudian.

Tak berselang lama kemudian Wendy maupun Chanyeol keluar dari toko itu dengan menggunakan baju baru mereka, kaous Couple Her & Him yang tidak sengaja mereka pilih secara bersamaan. Wendy mengenakan sebuah celana jeans pendek berwarna biru tua, sementara Chanyeol tetap setia dengan jeans hitam belel dengan robek di bagian lutut sebagai bawahan. Jangan lupa topi yang senantiasa melindungi Chanyeol dari panas, dan anehnya Wendy juga terlihat menggenakan topi, Namun kali ini berwarna putih, senada dengan sepatunya. Chanyeol? Dia serba hitam kawan, jangan tanya lagi.

Puas berbelanja, kedua manusia yang dengan setia membolos itu kemudian masuk ke sebuah restoran cepat saji. Mereka memesan 2 set makan siang KFC dan 2 gelas milkshake. Tidak sehat sama sekali sebenarnya, tapi toh..mereka terlihat bahagia saat memakan makanan itu.

“Mau lanjut lagi?”, kali ini Chanyeol yang bertanya. Wendy yang tengah meneguk minumannya itu langsung mengangguk, sementara mulutnya kini mengucapkan tentu saja dengan sangat riang.

Chanyeol berdiri mantap di belakang Wendy. Kali ini targetnya adalah game center. Lelaki itu memegang tangan Wendy yang tengah memegang pistol mainanan, membidik sasaran di depannya. Dia mendekatkan wajahnya ke telinga Wendy, membuat deru nafasnya saat berbisik menggangu konsentrasi si gadis karena detak jantungnya yang tidak seirama “Kau benar-benar mau main ini?”, bisik Chanyeol sambil mulai menggeser-geser tangan Wendy, ikut membidik sasaran yang mereka tuju.

“Tentu saja.”, jawab gadis itu mantap, berusaha berkonsentrasi mungkin, dan Dorrrr…, Dia menekan pelatuknya semangat.

“Yes, bingo.Tepat sasaran!”, teriak Wendy kala itu saat peluru yang dia lesatkan menapak tepat di tengah, menembus papan tembak dengan cepat. Tanpa sadar, gadis itu kini memeluk Chanyeol yang sudah membantunya membidik. Lelaki itu hanya diam di tempat, sementara Wendy yang sadar langsung melepaskan tangannya dari badan Chanyeol.

“Maaf sunbae.”, kata Wendy lirih, namun Chanyeol hanya tersenyum, menepuk kepala gadis itu sebentar kemudian membawanya ke center game yang lain setelah si petugas memberikan 2 buah gantungan kunci sebagai hadiah.

“Mau main bola basket?”, Tanya Chanyeol kemudian sambil menunjuk centre game basket mini. Wendy menggeleng pelan. “Sunbae saja yang main, bukannya kau kapten team basket juga dulunya? Kalau begitu, coba menangkan aku boneka.”, pinta Wendy sambil memasang aegyo. Yah, antara serius dan tidak saat meminta boneka pada lelaki itu.

“Siapa takut?”, jawab Chanyeol somnbong lalu benar-benar membawa Wendy ke centre itu. Tak butuh waktu lama bagi Chanyeol untuk menguasai permainan. Hanya butuh beberapa menit dan lelaki itu sukses memboyong sebuah boneka beruang besar untuk Wendy.

“Sudah ku bilang kan?”, kata Chanyeol sombong sambil menyodorkan boneka tadi pada Wendy. Gadis itu mengerucutkan bibirnya. “Terserahmu saja.”, jawabnya agak ketus namun jauh di lubuk hatinya , dia tengah berbinar-binar sekarang.

Gemerincing air mancur kali ini menjadi dominasi runggu Wendy. Kali ini lelaki Park itu kembali membawanya ke taman di depan Sungai Han, tempat pertama kali dia menangis dan menceritakan semua hal tentang kepindahannya ke Seoul. Juga tempat pertama kali dia dengan bodohnya tidak mengenali layangan dan akhirnya membuatnya mengenali arti cinta saat Chanyeol menuntunnya dari belakang saat menaikkan benda berwarna merah orange itu agar melayang di langit. Deru nafas Chanyeol yang menerpa kulit lehernya pelan, Wendy masih ingat bagaimana sensasinya saat itu. Nyaman, dan menyenangkan.

“Kali ini ceritakan apa masalahmu.”, pinta Chanyeol kemudian saat mereka berdua duduk di atas rumput taman dengan air mancur kecil tepat di belakang mereka. Wendy sedikit bingung dengan pertanyaan Chanyeol itu, apa dia harus menceritakannya pada orang ini?

“Aku sudah dijodohkan dan akan segera bertunangan.”, jawab Wendy pelan yang sukses membuat Chanyeol membelalakkan matanya. Pertunangan katanya?

Appa mengingkari janjinya padaku. Dia tetap akan menjodohkanku sunbae, bahkan dia sudah menetapkan tanggal pertunangannya.”, isak Wendy kali ini. Tak terasa, kini pandangannya mulai kabur karena banyaknnya air mata yang sudah menggenang di pelupuk matanya.

“Apa eksistensiku juga tak ada di mata appa-mu Wendy-ah?”, lanjut Chanyeol kali ini dan Wendy hanya menggeleng lemah, enggan menerangkan lebih lanjut.

“Ah, jadi siapa lelaki yang dipilih appa-mu eoh? Apa aku mengenalnya?”, Tanya Chanyeol lagi. Wendy lantas menghapus airmatanya, kemudian mengangguk singkat. “Oh Sehun, teman sekelasku. Kau mengenalnya kan sunbae? Kemarin dia duduk bersamaku di kantin.”, terang Wendy kemudian. Chanyeol tentu saja terhenyak. Maksudnya Oh Sehun yang sering datang mengintip ke kelasnya untuk melihat batang hidung Irene? Ah, dengan sekali melihatpun Chanyeol tau kali lelaki bernarga oh itu menyukai Irene. Pertunangan ini hanya akan membuat mereka berdua terluka, itu menurut Chanyeol.

“Lalu? Bukannnya dia tampan?”, cerca Chanyeol kemudian yang langsung membuat Wendy menatapnya nanar.

“Apa kau bisa mengatur kemana hatimu berlabuh sunbae?”, ucap gadis itu sambil menatap Chanyeol lekat yang sukses membuat si Park terdiam. Benar, bahkan dia sendiri tidak tau kemana hatinya berlabuh.

“Kau bisa berenang?”, balas Chanyeol yang kedengarannya tidak masuk topik sama sekali. Lelaki itu frustasi. Dia tidak bisa menjawab pertanyaan Wendy beberapa detik yang lalu sama sekali. Yang ditanya lantas terbengong-bengong. Kenapa lelaki ini malah membicarakan berenang? Apa karena mereka sedari tadi berbicara tentang labuh melabuh?

“Memangnya kenapa sunbae?”, Tanya gadis itu bingung. Chanyeol lantas mengacak rambutnya kasar, lalu segera menarik gadis itu berdiri.

Sunbae, kita mau kemana?”, tanya Wendy panik saat Chanyeol kini menyeretnya paksa ke suatu tempat. Chanyeol tidak menggubrisnya sama sekali, malahan dia kini semakin mempererat pegangan tangannya pada Wendy.

Sunbae!”,pekik Wendy agak keras dan mau tak Chanyeol menghentikan langkahnya. Dia berbalik kemudian memegangi kedua bahu Wendy.

“Suatu tempat dimana kau bisa melepaskan penatmu sepuasnya. Tempat yang ekstrim dan syaratnya kau harus tau berenang. Kau mau ikut?”, katanya misterius yang langsung membuat Wendy membatin, “Sebenarnya apa yang sedang direncanakan Chanyeol?”

Wendy POV

 

Orang bilang kata yang berinisial cinta itu adalah sesuatu yang aneh. Awalnya aku tak percaya, tapi kini aku dengan mantap menganggap kalimat itu adalah suatu kebenaran mutlak karena aku sendiri mengalaminya sekarang. Jujur, senekat-nekatnya aku dan setidak warasnya aku, Chanyeol sunbae jauh tidak waras lagi. Tau apa maksudku?

Angin sore kini menerpa rambutku. Chanyeol nampak tersenyum, sangat indah karena kini latar matahari tenggelam dengan langit jingga bertengger manis dibalik punggungnya, namun aku yakin meski tidak ada latar seperti itupun senyum sunbae selalu yang paling bisa membuat hatiku berdesir seperti ini. Tapi jangan salah, dibalik senyum itu ada kata nekat yang tidak pernah aku pikirkan.

“Kau siap?”, tanyanya kali ini padaku. Aku lantas mengangguk mantap, sementara kini dia menggenggam tanganku semakin erat.

Kami berdua lantas mengambil ancang-ancang melompat. Hei, jangan heran. Kami sedang berada di atas jembatan tepat di atas Sungai Han. Jadi latar suara deru kendaraan di belakang kami juga sedikit mendominasi.

Sunbae nampak menghitung satu dua dan tiga, barulah saat kata tiga terdengar aku maupun lelaki yang sudah sukses mencuri perhatianku itu melompat bersama-sama, melompat dengan liar dari ketinggian berpuluh meter yang kuyakini sukses dianggap sebagai aksi bunuh diri oleh orang yang menonton aksi kami sekarang.

Byuurrrr!

Ragaku menyentuh permukaan air sungai yang dingin dengan cepat, hanya butuh waktu beberapa detik setelah aku melompat dari atas jembatan. Aku menutup mataku. Sejujurnya ada rasa takut yang mengeliat di tubuhku saat aku memutuskan mengikuti ide Chanyeol untuk melompat dari atas sana, namun lagi-lagi aku dibutakan rasa, aku memberanikan diri melompat. Bukan tanpa dasar, tapi setidaknya aku bisa berenang dan optimis aku tidak akan mati hari ini. Lagipula ada satu keyakinan yang kupegang meski tadi aku tidak tau berenang. Keyakinan naif kalau sunbae akan menolongku, menarikku dari dalam air yang dingin menuju permukaan yang hangat, menggenggam tanganku erat dari kegelapan duniaku sendiri menuju cahaya terang yang selama ini ku impikan.

Sebut saja aku gadis tidak tau diri dan punya rasa naif yang kelewatan, toh aku menyukai rasa itu. Rasa bergantung pada seseorang yang kini mengulurkan tangannya, menatapku lekat sambil tersenyum tipis di dalam air. Itu Chanyeol, dan seperti kenaifanku, dia menarikku ke permukaan, menarikku dari dasar gelap menuju sedikit kehangatan terang.

Gwenchana?”,tanyanya sesat setelah kepalaku menyembul ke permukaan. Tentu saja aku mengangguk, tersenyum semanis mungkin seperti gadis naif yang girang karena kenaifannya menjadi kenyataan.

“Aku selalu baik-baik saja saat bersamamu sunbae.”, jawabku yakin. Bisa kulihat Chanyeol agak membulatkan matanya, mungkin dia kaget dengan perkataan anehku kan? Wajar saja, karena dia sama sekali tidak tau tentang isi relungku sekarang. Dia tidak tau kalau kini namanya terukir sempurna di sana, mengingatkanku akan senyumnya setiap kali aku hendak memejamkan mata. Harusnya dia sadar kalau dia sudah merebut duniaku.

“Syukurlah.”, katanya kemudian sambil merengkuhku erat, satu kenaifan lagi yang akhirnya benar-benar terjadi. Demi Tuhan, aku ingin waktu berhenti saja sekarang. Tak apa meski aku menggigil dan badanku basah kuyup sepanjang hari asalalkan orang ini ada di sebelahku, merengkuhku dengan cara yang sama setiap kali kami bertemu.

“Bagaimana? Apa hatimu agak lebih baik?”, bisiknya kemudian. Aku mengangguk samar, kemudian kembali membisikkan sebuah kata sederhana ke telinga peri lelakiku itu. “Terima kasih sudah menghiburku sunbae.”, dan bisa kurasakan dia semakin mempererat pelukannya. Demi Tuhan, aku benar-benar ingin detik berhenti sekarang juga. Ini bagaikan mimpi indah yang menjadi kenyataan, Terlalu fana dan terlalu tidak mungkin, namun aku sangat percaya ini nyata, karena kini sudut mataku menangkap sosok yang tak asing sedang berjalan ke arahku.

“Kau harus pulang nona.”, itu Taeil, dengan beberapa bodyguard lain yang kini sudah berdiri di mengelilingi kami, membiarkan celana mereka basah demi tugas menjemput seorang putri nakal yang ketahuan berenang di sungai dengan lelaki asing. Bisa kulihat Chanyeol sunbae kini mulai memberontak kala bodyguard-ku itu menarikku paksa. Aku meringis. Kali ini, apakah kisahku juga akan berakhir sepahit kisahku yang dulu?

-To Be Continued-

 

Curcol gak guna :v

Haloha semuanyahhh😄

Siapa yang rindu moment Wenyeol disini huh? Wkwkw, kayaknya ini chap moment wenyeol semua yak /plakkk/😄

Hhehe, ada yang tau Tsunami? sebenernya Eki gak tau itu namanya apaan kalo di koriyah (ya kali di korea ada kata tsunami -,-), cuman di tempat tinggal Eki ada permainan paling bikin mual, disini namanya Tsunami, motonya rasakan efek tsunami gitu deh chingu /plakk/ini kok jadi cerita tsunami? gak cerita suami aja?/plakk egen /😄

Kali ini fast update kan? (yakali 8 hari dibilang fast update -,-)

Eh chingu, gak ada mau ucapan sesuatu gitu buat author somplak ini? kekekeke…XD

Thanks for reading semuanyaah buat readers hitam maupun putih Eki, percayalah. Perbedaan membuat hidup semakin berwarna /plakk/mulai ngaco /😄

Udah segini aja, intinya ini jangan dibaca, kalo keceplosan dibaca ya abaikan saja😀

Salam kecup basah berbau bertulang jarak jauh dari Eki, istri fananya bias/plak/😄

35 thoughts on “Rooftop Romance (Chapter 16) – Shaekiran

  1. Selamat ulang tahun kakak eki sebelumnya walaupun sudah telat, habisnya baru sempat baca sih kakak /sok sibuk banget sih kamu/ hihi 😂😂

    Wah di chap ini banyak momenya wendy ama chanyeol

    Tpi chanyeol kenpa gak peka banget ya jadi cwok?

    Tunangannya bakalan berlangsung kah?

    Sehun sudah move on dari irene ?

    Chanyeol gimna?

    Maaf thor terlalu banyak tanya 😂😂

    Tapi semangat terus ya thorr buat next chapnya 😘😘

    Fighting 🙆🙆

  2. Ping-balik: Rooftop Romance (Chapter 17) – Shaekiran | EXO FanFiction Indonesia

  3. Benerkan ayah nya wendy udah tau tentang hubungan palsu mereka wkwk
    Woahhh sumpah nekad ya wendy sampe harus ngebius para penjaga, eh bener loh kata chanyeok kalo mereka jadi tunangan dua duanya akan sama menderita haha
    Sumpah so sweet banget merka berdua, iri jadinya haha
    Next thor

    • Cieh, ayah wendy udah tau, wkwk..chaebol mah bebas chingu..😂😂
      Nekad atu frustasi tuh wendynya ampe ngeracun obat tidur? /plakkk/😂
      Pas banget, 2 duanya akan terluka, wkwk..cieh, chanyeol peka/plakk/😂
      Siapa nih so sweet? Eki sama chanyeol kah?/PLAKK/OPEN YOUR EYES EKI!!😂
      Ditunggu yaw next chapnya, thanks for reading. Cintakuh padamuh.❤❤

  4. Cie yang full wenyeol moment!!!!!! Dan sekalinya full pas ujung ujungnya bikin eneg. Kenapah? Kenapah mas bulan datang di saat yang tidak tepat?
    Dan ya, kejahatan bapaknya wendy itu gak bisa di pungkiri lagi*bapaknya minta di kemplang
    Dikira si chan mau ke stand pakian beli baju yang normal, eh gak taunya baju badut, plis deh -_-
    Ehem cie yang nambah tuir… pi bes dey eki….

    • Wkwkwk, ketahuilah chingu, sesuatu tak selamanya indah, pasti ada pahitnya juga, wkwkw/Plakk/😄
      Coba tanya ke bang bulan deh, kayaknya peran dia ngeganggu momen mulu dari dulu, wkwk../itu peran dari lo ki, sadar kek!/😄
      Silahkan di kemplang chingu, eki merestui kok, soalnya eki aja udah gemes sendiri sama tuh oom. :”)
      Chanyeol gak mau gitu-gitu aja, dia maunya baju badut hasil nyilok di kamar ganti staff taman hiburan/plakk/ apa-apaa ini/😄
      Dududuh, sebenernya sih semalem, wkwk..makasih ucapannya chingu,😀
      Thanks for reading, ditunggu yaw next chapnya. Cintakuh padamuh❤

    • huaaaa, doa seorang readers pada tokoh antagonis, ntaps chingu :”)
      Hiks, Amin. Moga terkabul yaw, hehe..XD
      Thanks for reading, ditunggu yaw next chapnya chingu, Cintakuh padamuh❤❤

  5. wkwkwk
    Bener2 si wendy mulai baper
    Oh se diem aja gitu Ki appanya jodohin sm wendy? Mbak Irene dikemanainn ampunnn
    Itu appanya wendy harus dibuat sadar kalo anaknya bukan mannequin yah!
    Oke Eki minta ucapan apah?
    Hbd? Hjd/happy jomblo day? 😁 kita sama jomblonya deh.
    Ok, lanjutkan n jgn lama2 updatenya. Fighting!

    • Yak, mari berbaper ria..😂😂
      Coba pikir apa yg ada di otak sehun sekarang chingu, eki aja bingung sama pemikiran belibet tuh manusia..😂
      Kayaknya sih harus chingu, appa wensy kayaknya blm tobat” juga..😂
      .
      Ucapain apa yah? Ucapin selamat nikah dong, soalnya eki kan baru nikah sama chanyeol /PLAKK/OPEN YOUR EYES EKI!😂
      DUH, sesama jomblo, halo mblo.😂
      .
      Siap, ditunggu yaw next chap nya. Doain aja gak lama” ,hehe. Thanks for reading. Cintakuh padamuh .❤❤

  6. Romantis banget… cocok banget ya Tuhan kawin lari aja udah, nikah dirumah aku juga gpp kok, terbuka lebar nih :v. Kalian knp pada gk peka gitu sih kyk makhluk mati yg gk peka 😂
    Bapaknya Wendy jahat banget yah dasar buaya darat, minta dicelupin ke laut biar bisa mengambang sama ikan yg mati 😏😏 mari tepuk tangan/?
    ITU MAS BULAN KOK GANGGUIN ORANG YG LAGI BERENANG DILAUTAN LUKA DALAM- DI SUNGAI MAKSUDNYA, DARIPADA GANGGUIN ORANG MENDING SINI SAMA AKU KE KUA .hehe.

    Eki mau diucapin apa nih? Ucapan kasih sayang? Ucapan penuh cinta? Atau ucapan kasih sayang dan penuh cinta dari maz Chanyeol?-
    hm sepertinya aku mengerti kode(?) Yg dimaksud kamu ki, PASTI LAGI ULTAH YAH NGAKU KAMU KI, /ini klo salah ku menceburkan diri di rawa” aja :’/
    KLO BENER LAGI ULTAH SELAMAT ULANG TAHUN YA EKI SEMOGA AWET MUDA, BERJODOH DENGAN MAZ CHANYEOL DAN CERITANYA JADI NOVEL AJA BIAR GREGET, NTAR AKU BELI 😙. SEMOGA MAKIN CANTIK KAYAK YOONA.
    TAPI SUMPAH DEH KLO EKI TERNYATA GK ULTAH KU DIJAMIN MALU SETENGAH BUMI.
    INI TERAKHIR YAH PANJANG BANGET INI TULISAN KAYK KERETA ATO KELIATAN PANJANG GINI GEGARA BANYAK CAPSLOCK YAH, CAPSLOCKNYA KEINJEK SAMA VIVI INI NAKAL :V
    INI BENERAN TERAKHIR SERIUS ‘LUV YU EKI’

    • Asli, ini oneshot/plakk/😂
      Yalord, ampe kawin lari bah..😂
      Ampe dibukain pintu lebar” yaw chingu, wkk..😂
      Jangan ah, chanyeol kan nikahnya sama eki /PLAKK/OPEN YOUR EYES EKI!😂
      Iyapan, sama” gak peka merekanya, jadi gemes sendiri..😂
      Oppp, otak kriminalnya kak kyuntong muncul nih, gawat. Efek jadi istri satansoo pasti/plakk/😂
      Yuk chingu, sebenernya eki juga mau celupin mr.son kok/plakk/😂
      MAS BUKAN NGAPAIN COBA?
      YALORD, JANGAN GITU DONG KAK, KUANYA JAUH, LAGIAN KYUNGSOO YG LAGI PATAH TULANG MAU KAKAK KEMANAIN?😂😂
      .
      Semuanya dong kak, soalnya eki ini maruk/plakk/😂
      Gak kok kak, kamu gak salah, kamu peka sama kode nya eki, gak cem ceye/plak/😂
      MAKASIH UCAPANNYA CHINGU, AMIN (*apalagi bagian ceyenya/plakk/😂). MOGA EKI YG UDAH TUIR INI AWET MUDA DAN CANTIK CEM YOONA /PLAKK/ OPEN YOUR EYES EKI!😂
      DUDUH, novel? Yg ada percetakannya bangkrut pas buku eki diterbitin/plakk/😂
      Gak malu kok kaak,.kan tebakannya bener sekaleehh..😆
      Vivi? Cemmana caranya anjing sehun nyasar ke tempat chingu?😂
      .
      Thanks for reading chingu, ditunggu yaw next chapnya.😆
      Luv yu too kak, Cintakuh padamuh..❤❤😍

  7. oh my God… bikin iri wenyeol ini…
    mak aku jomblo…aku iri sama cerita author-nim…huaaaaaa
    kok taeil tau keberadaan wendy…
    aku jadi curiga, sepertinya dia bkn orng biasa…dan apa”an taeyeong liat” bangku wendy..awas suka loh…hahahaha

    • Eki juga jomblo chingu, eki juga iri sebenernya meski eki yg buat cerita, hiks.😂😢
      Hayoo, siapa si Taeil? Kok dia bisa tau dimana wendy hayoo?😂😂
      Taeyong liatin bangku wendy,hmmp..patutu dicurigai/plakk/😂
      Ditunggu yaw next chapnya, thanks for reading chingu. Cintakuh padamuh. ❤❤

  8. Yang pertama eonni mau ngucapin..
    SELAMAT ULTAH EKI^^ di line kok gx di bls”..kkkk
    Untung nih ff muncul jadi bisa disini juga ngucapinnya^^..hihihi

    “Apa-apaan ini? Kenapa pipiku memerah?” itu kata hatimu bang!. Masih blm sadar juga eohh..
    Duhh eki kenapa di chap ini banyakan sedihnya sih 😭😭😭😭😭

    Ohhh., ayo lah.. Biarin Chanyeol sama Wendy bersatu.
    Aduh.. Duh.. Bingung mau ngomong apa lagi.
    Next juseyo dtunggu klanjutanya^^
    Fighting!!

    • Makasih ucapannya kak ly..😆😆
      Heheh, jarang buka hp kak. Tapi tadi udah eki balas kok, perasaan dari tadi kita japri-an deh.😂😂
      .
      Udah deh kak, ceye emang gak peka” jadi manusia..😂
      Sedih gimana hayoo??😂
      Satuin gak ya? Satuin gak ya?😂😂
      Ditunggu yaw next chapnya kak ly, thanks for reading. Cintakuh padamuh. ❤❤

      • Sama sama Eki^^
        Wehh., pantesan..hihi. Iya udah di bls. Kan itu eki blsnya jam berapa kakk coment di sini nya jam berapa.. Wkwkwk
        Iya japrian..kkkkk
        Emg bang ceye manusia?#Plaakk
        Kok gantengnya kebangetan ya#Plaakk/ingetSehun..hahahaha
        Ya di satu in dong masa enggak?.,
        Kasian tau Ki padahal mereka udah ada rasa dasar aja dua”..

        Oke dtunggu kok^^
        💞💕💋

      • wkwk, emang dasar eki aja yg balas nih komen kelamaan ya kak😄
        Bang ceye cheonsa yang dikirim Tuhan buat Eki kak/plakk/😄
        Saram aniya dia mah/Plakk/😀
        Bansat gantengya❤
        Siapa tau para readers merestui chanyeol sama eki aja yakan /PLAKK/OPEN YOUR EYES EKI!/😄
        Kesia juga yak, emang eki author napeun :")
        Cintakuh padamuh kak Ly❤

  9. Huaaa bener2 full moment wenyeol,,syukaaa
    Tp ap pertunangan mereka bener2 bakal d gelar?Sehunkan suka.y sama irene? Terus chanyeol gimana dong?
    D tunggu next chap.y thor 😃
    And Happy Birthday for Eki wish u all the best,jangan bosan2 buat ngepost karya.y dan selalu buat readers happy sekali lg saengil chukkae hamnida eki 🎉🙌😄

    • Wkwk, udah puas pan wenyeol semua isinya?😂😂
      Opp, pertanyaannya banyak banget yak chingu..😂
      Eki blm bisa jawab nih, tunggu next chao aja yaw yg menjawab semuanya chingu.😂
      Ditunggu yaw next chapnya, thanks for reading. Cintakuh padamuh.. ❤
      .
      Makasih ucapannya chingu😆, duh..eki jadi terhura..😂
      Amin. Eki gak bakal pernah bosan kok, wkwk..😂❤

  10. Teman-teman, jangan percaya cowok macam bapak Wendy ya! Dia suka buat janji palsu😂😂😂
    Chanyeol peka woi sama Wendy -,-
    kasihan Wendy, udh dikasih janji palsu, dijodohkan sama albino es, ditambah Chanyeol yang ga peka

    • Appanya wendy suka php sodaraaa..😂
      Peka dong bang, peka…😂😂
      Mcmc, hidup wendy emang penuh dilema ya chingu,wkwk..😂😂
      Thanks for reading, ditunggu yaw next chapnya. Cintakuh padamuh.❤❤

  11. Wah,apaan si momem wenchan in bikin baper bwanget,itu kg knp si sehun ga nolak,pdhalkn dia sukax sm irene,oh appax wendy mmng kejam,🙂
    tpi buat ap ya mereka terjun dr jembatan apa ceye mau ajak wndy bunuh diri,tpi mreka ga mati🙂 haj,kisah cinta mereka mmng penuh rintangan

    keep writing Eki Authornim

    • Baper yak? Wong eki yg ngetik aja ngetiknya sambil baperan /plakk/😂
      Kenapa sehun gak nolak? Monggo ditanya sama yg bersangkutan langsung/plak/.😂
      Fix , appa wendy napeun /plakk/😂
      Mereka terjun buat ilangin setress chingu, kan dua”nya lagi depresi sama isi hati mereka sendiri/plakk/ konon katanya lompat dari ketinggian bisa merefresh pikiran..😂😂
      Full complicated love stroy nih..😂
      Thanks for reading, ditunggu yaw next chapnya. Cintakuh padamuh.❤❤

    • Ini kenapa Al bisa nyasar disini? Wkwkwk..😂😂
      Oalah, perumpamaannya alamak..😂
      Malu” in tapi jijik..😂 yeol ntapskan? Suami eki gitu lo /plakk/😂
      Thanka for reading Al, wkwk..ditunggu yaw next chapnya.😂😂
      Pengennya bilang kata” penutup cem biasanya, cuman sama fanboy kok rasanya —

  12. Ngucapin sesuatu? Eki lagi ultah? Selamat menempuh usia tua eki 😅😅😅 *kalau gk lg ultah iyain aja biar aku gk malu*

    Eh thx eki, berkat dirimu dan ensiti lef malmingku jadi berwana 😅😅😅😅

    Ini aku brasa baca tips kencan ala wenyeol bgt deh, kok tepat bgt dipublish pas malming. Km perhatian bgt sama para kaum jomblo dan ldr. 😅😅

    • wkwk, soalnya Eki lagi merana chingu, Eki juga jomblo soalnya,mana ini isinya kencan orang pacaran, mayanlah buat jadi fantasi fangirl biar malmingnya gak sekelabu biasanya/plakk/paan dah/XD
      Gak hari ini sih, tapi besok, wkwkwk /plakk/😄
      Makasih ucapannya chingu, kamu gak salah tebak kok, wkwkwk..XD
      Thanks for reading chingu, ditunggu yaw next chapnya. Cintakuh padamuh <3<3

    • Oh jomblo? Bukannya situ pacarnya mas cahyo? *eh 😅
      Ntahlah aku slalu bertanya pada Bulan yg menawan kenapa malming harus identik dengan orang kencan? Kenapa orang yg kencan gk pernah merhatiin kaum ldr dan jomblo?
      Oke chingu aku doain dari sini nan jauh disana, semoga engkau mendapat jodoh dihari ulthamu esok 😚😚

      • kekeke, sekali-kali eki pengen buka mata dulu chingu, berhubung mau ultah, eki gak mau nambah dosa dengan khilaf nyebut mas cahyo pacar eki, kalo biasanya sih khilafnya ampek nyebut suami malah /plakk/😀
        Mungkin sesekali mereka ingin egois chingu, wkwk. Percayalah, ada saatnya orang yang kencan sekarang jadi kaum jomblo dan ldr-an yang nelangsa di rumah dan kau jomblo dan ldr-an sekrang bermalming ria nantinya /plakk/😄
        Anggep aja jodohnya masih kerja, masih khilaf milih orang buat jadi pacar, atau mungkin aja belum lahir, yang pasti masih disimpen Tuhan, wkwkwk/ plakk/ ini kok jadi begini ceritanya? /xixixi///XD
        Wkkwk, jodoh dalam sehari yaK? wkwk, amiin. makasih lo chingu atas doanya, eki terhura deh😀 :”)
        Cintakuh padamuh chingu❤

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s