One and Only – Slice #20 — IRISH’s Tale

   ONE and ONLY  

  EXO`s Baekhyun & Red Velvet`s Yeri 

   with EXO, NCT & TWICE Members  

  dystopia, fantasy, friendship, slice of life, romance, science-fiction story rated by T served in chapterred length  

Disclaim: this is a work of fiction. I don’t own the cast. Every real ones belong to their real life and every fake ones belong to their fake appearance. Any similarity incidents, location, identification, name, character, or history of any person, product, or entity potrayed herein are fictious, coincidental, and unintentional. Any unauthorized duplication and/or distribution of this art and/or story without permission are totally restricted.

2016 © IRISH Art & Story all rights reserved


Mencintaimu? Ya, aku mencintaimu. Walaupun kita berbeda.


Reading list:

〉〉  Prologue | Chapter 1 — Chapter 5 | Chapter 6 — Chapter 10 | Chapter 11 — Chapter 15 | Chapter 16Chapter 17Chapter 18 — Chapter 19  〈〈

  Spin Off: 12 — 3 

  #20  

██║│█║║▌ One and Only: Previous Chapter │█║║▌║██

In Baekhyun’s Eyes…

“Kau tidak akan menambahkan upgradeupgrade mengerikan, bukan? Kau tahu sendiri Baekhyun sangat menaruh curiga pada kita semua.”

Johnny berucap, sementara dia dengan santainya melangkah ke arah Ten dan duduk manis di sebelah Humanoid muda itu.

Apa dia sekarang sedang memberikan sindiran padaku? Apa Johnny melihat kecurigaanku pada mereka berdua? Bagaimana bisa dia bisa melihat semuanya dengan begitu mudah sementara aku tidak bisa begitu?

“Tidak, aku hanya akan memberikan beberapa ability yang mungkin akan berguna jika kalian gunakan dalam pertempuran. Aku bukan seorang Humanoid Pelindung, dan aku tidak tahu benar bagaimana cara melindungi manusia selagi bertempur, tidak seperti kalian berdua yang sudah terbiasa hidup seperti itu.

“Sebagai Voice 07, tujuan diciptakannya aku adalah untuk melenyapkan manusia yang berbahaya bagi eksistensi Humanoid. Tapi jangan khawatir, dua orang ini tidak tampak berbahaya sama sekali di mataku.”

Jadi selama ini yang membuat Ten begitu memasang benteng permusuhan dengan manusia adalah karena command utama yang ada di dalam dirinya?

“Ayo, Baekhyun, kau membuang waktu yang bisa kau gunakan untuk upgrade.”

██║│█║║▌ One and Only │█║║▌║██

Chapter 20

“Apa kau baik-baik saja?”

Pertanyaan dari Yeri segera menyambut begitu kusadari dia tengah duduk di sebelahku sembari memperhatikan bagaimana upgrade dari Ten bekerja.

“Ya, aku baik-baik saja Yeri.” jawabku tanpa membuka mata, khawatir Yeri akan terkejut jika dia melihat kilau keperakan yang muncul di mataku ketika upgrade ini sedang berlangsung.

Yeri mudah terkejut dan takut pada semua hal yang ada hubungannya dengan Humanoid. Dan memaksanya untuk melihat keadaanku di saat seperti ini sama saja dengan membuatnya merasa takut padaku.

Dan aku tidak menyukai kemungkinan tentang ketakutan Yeri padaku itu.

“Bagaimana rasanya, Baekhyun?” aku sedikit menyernyit saat mendengar Yeri lagi-lagi bertanya. Dia tidak biasanya bertanya padaku soal hal-hal yang ada hubungannya dengan Humanoid.

Apa tadi dia sempat tertidur dan sekarang terbangun lagi sebagai Sara?

“Aku belum melakukan reboot pada sistemku, jadi saat ini belum ada yang berbeda.” aku akhirnya membuka mataku, mengawasi ekspresi Yeri sementara sekarang dia bisa melihat bagaimana kilau keperakan itu muncul dari kedua iris milikku.

Tanda vital Yeri perlahan berubah tidak normal, seperti dulu. Tapi kali ini tak ada ekspresi ketakutan yang dia pamerkan. Hanya sebuah senyum kecil.

“Dulu aku sangat takut saat melihat Humanoid dengan kedua mata seperti ini. Tapi karena melihatmu yang seperti ini, entah mengapa rasanya begitu berbeda. Kedua matamu terlihat sangat cantik, Baekhyun.” tutur Yeri membuatku membalas senyumnya, sementara jemariku bergerak menyentuh sisi wajahnya.

“Kau tidak perlu merasa takut pada Humanoid lagi, Yeri-ah. Sudah ada aku di sini yang akan melindungimu.” ucapku membuat Yeri mengangguk pelan.

“Aku tahu, karenamu aku juga tidak lagi terus merasa ketakutan.” ucapnya setengah berbisik, takut jika orang lain mendengar apa yang dia katakan, mungkin.

Beberapa konversasi kecil antara aku dan Yeri terus berlangsung, sementara Tzuyu sendiri memilih untuk tidur dan mengistirahatkan tubuhnya. Johnny duduk di sudut truk, memejamkan mata sementara aku yakin benar dia pasti mendengar semua yang kubicarakan dengan Yeri.

Ten sendiri tetap terjaga, namun memilih mengabaikan. Seperti yang Ten telah jelaskan sebelumnya, membenci dan memusuhi manusia sudah jadi bagian dari command yang membentuknya, dan sekarang aku tak lagi bisa menyalahkan Ten atas apa yang tidak pernah menjadi kehendaknya, bukan?

“Mengapa kau tidak beristirahat dulu, Yeri?” tanyaku, bagaimana pun aku memang tidak menginginkan kemunculan Sara kembali, tapi dari GPS yang kuaktifkan, titik peperangan yang Ten bicarakan rupanya sudah tidak jauh lagi.

Dan membiarkan Yeri berada dalam pertahanannya sebagai ‘Yeri’ akan sangat beresiko untuknya. Dia mungkin tidak akan sanggup untuk—

“Tidak mau, aku merasa lebih takut lagi pada mimpiku jika aku tertidur.” sahut Yeri.

Bukan salahnya, siapapun yang ada di posisi Yeri kuyakini juga tidak ingin terjebak dalam situasi yang sama. Untungnya, Yeri tidak tahu menahu tentang apa yang terjadi padanya sekarang. Sehingga dia juga tidak bisa berbuat banyak, selain berpikir bahwa yang dia alami adalah sebuah mimpi buruk.

Upgradenya sudah hampir selesai.” vokal Ten akhirnya terdengar.

Segera, Johnny bergerak dari tempatnya, menatap berkeliling dengan tatapan yang tidak bisa kuartikan sementara aku sendiri masih menjaga Yeri dengan cara yang sama.

“Oh, hey lover, kulihat-lihat kalian semakin tidak bisa dipisahkan saja.” kata Johnny saat tatapannya berhenti padaku dan Yeri.

“Apa dia mengatakannya sebagai sindiran, Baekhyun?” pertanyaan Yeri sekarang bahkan berhasil membuat Johnny tergelak.

“Aku tidak berniat menyindir, sungguh. Itu pujian.” kata Johnny sembari memamerkan cengiran konyol khas yang dia miliki.

Diam-diam, kuperhatikan bahwa kedua iris Johnny lagi-lagi tidak berkilau silver seperti milikku. Dia sudah berubah lebih banyak daripada diriku, dan kuyakini siapapun yang melihatnya sekarang tak akan membedakannya dengan manusia lain.

Apa aku juga suatu hari akan jadi seperti Johnny? Sehingga aku tak harus merasa canggung saat bersama Yeri di sisiku? Kami bisa terlihat seperti dua orang manusia, bukan?

Ah, tidak Baekhyun. Apa yang sedang kau pikirkan?

“Kau tidak akan bisa bertarung dengan maksimal kalau chip itu belum kau lepaskan, Baekhyun.” kata Johnny.

“Aku bisa menggunakan kemampuanku yang lain.” sahutku.

“Baiklah, terserah padamu. Tapi tingkat kemampuanmu sekarang, tidak ada bedanya dengan Humanoid lain milik Sentry. Tidak akan sulit bagi musuh untuk melumpuhkanmu.” tuturnya lagi.

“Tidak masalah. Bukankah ada kau dan Ten yang akan membantu?” sahutku membuat Johnny tergelak.

“Wah, menyesal sekali aku tidak mengaktifkan sistem perekamku barusan. Aku rasa aku tak akan pernah mendengarmu berkata seperti ini lagi. Tapi ya, kuakui perkataanmu ada benarnya. Sebagai Humanoid Pelindung sepertimu, aku pasti akan membantu. Tapi… aku tidak yakin lagi dengan Ten karena—”

“—Jangan berusaha mengujiku. Kalian tahu aku untuk saat ini aku ada di pihak yang sama dengan kalian.” potong Ten membuat tawa Johnny makin terdengar lantang.

“Perjalanan ini sungguh menyenangkan. Sudah begitu lama aku tidak melakukan perjalanan menyenangkan seperti ini.” ah, bicara soal perjalanan, aku sama sekali tak pernah menanyai Johnny tentang apa saja yang sudah dia lakukan sebelum kami bertemu di Barcelona.

“Memangnya kemana saja kau pergi sebelum ini?” mendahuluiku, Yeri sudah bertanya lebih dulu. Rupanya, Yeri juga merasa penasaran pada hal yang sama.

“Pertanyaan yang sangat bagus, nona. Kebetulan sekali, orang-orang di sini tidak begitu peduli pada cerita petualanganku. Jadi bagaimana kalau aku menceritakannya padamu saja?” ucap Johnny menawarkan.

Jelas dia tahu kalau aku dan Ten juga akan jadi pendengar.

“Kau mau menceritakannya?” tanya Yeri, kurasakan bagaimana jemarinya menggenggam lenganku lebih erat, tanda bahwa dia telah menaruh ketertarikan pada apa yang sekarang menjadi fokusnya, cerita Johnny.

“Tentu saja, aku bisa ceritakan semuanya padamu selagi kita menunggu. Tapi sebagai gantinya, kau juga harus menceritakan padaku tentang caramu bertahan hidup selama menjadi Outsiders. Deal?” lagi-lagi Johnny berkata.

Deal.” Yeri menjawab.

Aku bahkan tak pernah berinisiatif menanyakan pada Yeri soal bagaimana kehidupannya, atau bagaimana dia melalui setiap malam dengan bertahan melawan Pembersihan. Semua cerita yang kudapat dari Yeri, adalah Yeri sendiri yang menceritakannya padaku.

Apa aku begitu tidak peduli pada Yeri selama ini? Lalu bagaimana dengan perasaanku? Aku tidak main-main tentang apa yang aku rasakan pada Yeri, tapi mengapa kepedulianku padanya tidak bisa kutunjukkan dengan cara yang terbuka seperti Johnny?

“Dulu, bumi ini terdiri dari gugusan pulau dan benua, yang dipisahkan oleh lautan. Tapi sejak pertengahan abad ke-20, bumi telah berevolusi. Alam sepertinya sudah marah pada ketamakan manusia, sehingga banyak bencana terjadi. Kemiskinan dan kematian dimana-mana, dan secara geografis, struktur bumi juga telah berubah.

“Tidak ada lagi lima benua seperti yang ada dalam sejarah. Yang ada hanya satu wilayah daratan luas, yang dikelilingi oleh perairan. Lautan yang sekarang disebut lautan oleh manusia, hanya bagian kecil dari perairan tersebut yang terhimpit oleh dua atau lebih daratan yang telah menyatu.

“Evolusi besar-besaran pada bumi itu juga lah yang sudah mengubah manusia. Menjadikan mereka pemberontak atas kemiskinan dan kerugian yang terjadi. Hal itu juga yang mendasari pemikiran manusia untuk menciptakan kami, Humanoid, sebagai bagian dari perlindungan.

“Sebab, perlindungan militer dari pasukan manusia sudah tidak lagi berguna. Yang ada, hanya akan menambah jumlah manusia berkualitas yang mati karena manusia kurang berkualitas yang egois dan keras hati.

“Aku, Baekhyun, dan Yuta, adalah tiga dari enam puluh Humanoid yang pertama kali diciptakan dan diaktivasi oleh manusia saat Perang Dunia ke-III pecah. Kami mungkin dianggap sudah ‘tua’ oleh generasi Humanoid lainnya, tapi enam puluh Humanoid pertama ini… adalah pasukan perang manusia yang berhasil menghentikan Perang Dunia ke-III.

“Keberhasilan manusia terhadap aktivasi kami di perang dunia juga lah yang mengawali kewajiban kepemilikan Humanoid di tiap keluarga. Awalnya, satu keluarga disarankan memiliki satu Humanoid sebagai pelindung di tempat tinggal mereka.

“Kemudian muncul stigma-stigma tentang keharusan memiliki kami bagi tiap individu yang ada di dunia. Kau pasti tahu apa penyebabnya, bukan?” Johnny menghentikan ceritanya sejenak.

“Keuangan?” tebak Yeri dijawabnya dengan sebuah senyuman.

“Benar. Humanoid, tidak lagi jadi pasukan pelindung, melainkan properti rumah tangga yang diperjual belikan untuk tiap individu. Mengerikannya lagi, karena ada kelompok manusia yang tidak mampu membeli, terjadilah diskriminasi terhadap mereka, yang akhirnya melahirkan Outsiders.

“Enam puluh Humanoid generasi pertama ini pun, diberi chip baru, bukan sebuah chip sebagai pasukan perang, melainkan sebagai properti jual beli juga. Kami, enam puluh rekan satu tim ini akhirnya juga berpisah karena diperjual belikan.

“Yah… aku sedikit beruntung karena bertemu lagi dengan Baekhyun karena seorang professor membeli kami, walaupun di waktu yang berbeda. Tapi karena adanya chip jual-beli tadi, kami juga tidak bisa saling mengingat.

“Permasalahannya, tidak ada ciptaan manusia yang sempurna. Begitu pula dengan kami. Delapan tahun lalu, aku mendapatkan kesadaranku saat anak dari professor yang membeliku—Seunghwan, melakukan upgrade padaku.

“Dia tidak tahu, kalau aku sudah mendapatkan kesadaranku kembali. Ingatanku tentang peperangan itu, dan semua ingatan yang sempat kulupakan selama bertahun-tahun tiba-tiba saja kembali.

“Tapi saat aku berusaha mencari tahu tentang semuanya, aku terlambat menyadari bahwa Seunghwan sedang berusaha mengubahku menjadi seorang robot pembunuh. Kuketahui dia berusaha mengganti command pelindungku menjadi command pembunuh.

“Meski usahanya gagal, tapi dia setidaknya berhasil membuatku tampak seperti manusia biasa. Kalian tahu aku bisa menghilangkan kilatan nano yang jadi tanda seorang Humanoid, bukan? Ini adalah ulah Seunghwan, karena dia dan Pemerintah yang jadi tempatnya mengabdi, tengah berusaha membangun pasukan perang lainnya yang bisa membaur dengan manusia.

“Jadi kuputuskan untuk pergi, dengan melakukan beberapa kejahilan di kantor tempat Seunghwan bekerja tentu saja. Aku hidup mengelana dengan berusaha mempelajari apa yang telah terjadi padaku, apa yang membuatku mendapatkan kesadaranku, dan apa yang bisa kuubah dari Humanoid lain… lalu aku sadar aku sudah melakukan kesalahan saat aku pergi dari Seunghwan.

“Gadis itu pasti berpikir jika Ayahnya lah yang sudah membawaku kembali, jadi dia membunuhnya. Dia membunuh keluarganya. Dia membunuh Greek, istrinya, dia membunuh Sara, dan dia membunuh dirinya sendiri secara tidak langsung.

“Kemudian dia hidup sebagai Wendy, dan aku tahu semua itu saat aku mengakses sisa ingatan Greek sebelum dia mati. Sayang, aku tak menemukan rekanku di sana. Karena aku tahu, Greek pasti sudah tahu tentang putrinya.

“Bukankah itu yang membuatmu dinonaktifkan dan lantas disembunyikan?” Johnny kini menatapku, menunggu.

Sebanyak apa yang sudah dia ketahui dan dia akses selama aku non aktif?

“Selama bertahun-tahun itu juga, aku mencari keberadaan Baekhyun, karena kami adalah rekan, dan aku yakin benar Seunghwan juga akan mencari Baekhyun. Yang tidak aku duga adalah keterlibatan nona ini saat kau kembali.

“Memang, sedikit banyak Yeri akan sama-sama mengingatkan kau dan aku Baekhyun, pada Sara, tapi Sara tidak sekuat Yeri. Gadis itu dan kakaknya, sama saja, keduanya adalah anak dari Greek yang notabene sudah jadi maniak sains.

“Seperti modifikasi yang sudah Seunghwan lakukan padaku, Sara juga kuyakini sudah melakukan hal yang sama terhadapmu. Kita hanya belum tahu apa perbedaannya dengan kau yang sekarang, karena chip ‘itu’ masih ada padamu.” Johnny mengakhiri penjelasannya.

Bisa kutangkap, bagaimana dia lagi-lagi berusaha membuatku memutuskan untuk melepaskan chip yang dibicarakannya. Chip yang akan melepaskan kesadaranku lebih dari saat ini. Chip yang mungkin saja bisa mengubahku menjadi seorang Humanoid seperti Yuta yang bisa menyakiti Yeri.

Tapi tidak, aku tidak menginginkan hal itu saat ini.

“Selain pilihan untuk melepaskan chip itu, apa tidak ada pilihan lainnya?” tanyaku akhirnya, aku tahu Johnny pasti sudah tahu cukup banyak tentang hal lain yang bahkan tidak aku tahu.

Dia sudah mengelana lebih lama daripada aku, bukan?

“Ada, menemui Seunghwan, tentu saja. Tapi itu adalah cara terbaik untuk bunuh diri, jadi aku tidak menyarankannya. Sebab, Seunghwan pasti sudah tahu apa yang terjadi padamu—karena kalian sudah bertemu—dan dia juga sudah tahu tentang kembalinya dirimu.

“Hanya menunggu waktu sampai dia berhasil menemukan keberadaanku dan memaksaku untuk kembali menjadi kelinci percobaan baginya. Dan aku tidak ingin hal itu terjadi. Kau tahu, seperti kau yang tidak ingin dipisahkan dengan nona ini Baekhyun, aku juga tidak ingin kembali ke dalam laboratorium penelitian manusia.” kudengar kesedihan terselip dalam nada bicara Johnny sekarang.

Hal yang menyadarkanku tentang bagaimana menderitanya dia selama berada dalam kekangan Wendy sementara dia telah mendapatkan kesadarannya kembali. Kesadaranku yang sekarang bukanlah milikku sepenuhnya, melainkan masih terikat pada Pemerintah dan Servicer yang artinya suatu hari bisa saja mereka berhasil mengakses apa yang sedang aku lakukan.

Jika aku menginginkan kebebasan sepenuhnya, aku harus melepaskan chip tersebut. Yang artinya aku juga harus menerima semua ingatan masa lalu yang sempat kulupakan.

Sekarang pertanyaannya, apa aku sudah siap?

“Setelah dipikir-pikir, ucapan Johnny ada benarnya, Baekhyun. Aku memang takut kalau kau mungkin akan berubah menjadi Humanoid yang tidak kukenal jika kau melepaskan chip itu. Tapi kita sama-sama tahu kalau kau tak bisa terus-terusan hidup seperti ini.” Yeri akhirnya bersuara.

“Benar, semua potensi yang ada dalam dirimu juga baru bisa diaktifkan jika chip itu sudah terlepas. Mengabaikan bagaimana masa lalu kalian para generasi pertama yang sudah jadi mesin pembunuh bagi manusia, aku yakin apa yang sekarang terjadi pasti akan bisa membuat perbedaan.

“Setidaknya, sekarang kau sudah berperasaan, selayaknya manusia. Dan meskipun kau terbangun sebagai seorang Humanoid kejam, ada yang akan sanggup menahanmu. Perasaan itu sendiri, karena perasaanmu juga bagian dari dirimu, dia akan menahanmu saat kau berubah menjadi seorang yang paling mengerikan dalam bayanganmu.” kali ini Ten yang bicara.

Aku tak pernah membayangkan bagaimana diriku nanti saat terbangun tanpa chip orisinil yang diaktifkan padaku sebagai Humanoid. Tapi jika kami para generasi pertama memang diciptakan sebagai Humanoid pembunuh, mengapa Johnny masih bisa bersikap begitu baik meskipun chip itu sudah dilepaskan?

“Apa sikapmu sekarang juga hasil dari modifikasi yang Wendy lakukan?” tanyaku membuat Johnny menatap dengan alis terangkat.

“Tidak, Grey. Seperti ini lah aku, kau hanya tidak mengingat bagaimana aku dulunya. Ah, tapi jangan terkejut kalau nanti aku bisa jadi pembunuh saat berhadapan dengan musuh. Setelah chip itu dilepaskan, ingatanmu tentang apa yang sudah terjadi selama beberapa hari ini juga tidak akan hilang, melainkan berbaur dengan ingatan yang sudah kau lupakan.

“Tetapi kau sudah punya kuasa terhadap command membunuh yang jadi command utama saat kita diciptakan. Karena kita sekarang adalah Humophage, sangatlah mungkin bagimu untuk menahan diri dari keinginan dan refleks membunuh itu.

“Tapi tetap saja ada resiko yang harus kita bawa. Seorang pembunuh, selamanya akan tetap jadi pembunuh. Bukankah begitu?” Johnny tersenyum kecil. Senyumnya kali ini berhasil membuat Yeri beringsut takut, sepertinya Yeri telah sadar bahwa Johnny tidak berubah, dia masih jadi Humanoid pembunuh seperti dulu.

Hanya saja, dia punya kontrol emosi dan kontrol diri, karena dia tidak lagi dibelenggu oleh manusia dan keinginan mereka. Sisanya? Dia masih seperti dulu.

“Baiklah.” aku kemudian angkat bicara, “Kau bisa lepaskan chip itu juga dariku.”

“Sekarang?” tanya Johnny dengan ekspresi terlampau manusia.

“Tahun depan, John. Tentu saja sekarang,” gerutuku kesal.

Mendengar sahutanku, Johnny justru tergelak. Apa yang begitu lucu menurutnya sampai dia bisa tertawa terbahak-bahak seperti itu?

“Tidak perlu terburu-buru, aku akan melepaskan chip itu nanti saat kita berperang. Apa aku sudah bisa melakukan reboot pada sistemku, Ten?” tanya Johnny kemudian.

“Ya, kalian bisa reboot sistem kalian untuk menambahkan upgradingnya.” ucap Ten menjawab.

Aku kemudian memejamkan mataku, mengaktifkan sistem reboot pada tubuhku yang kemudian berlangsung selama empat detik sebelum aku memeriksa akses apa saja yang telah Ten tambahkan pada—

“Apa ini, Ten?” tanyaku terkejut saat menyadari upgrading yang sudah dia tambahkan pada tubuhku adalah beberapa instalasi persenjataan militer dengan teknologi modern.

“Kita akan berperang, kau lupa? Aku tidak hanya melengkapi kalian dengan persenjataan tapi juga sistem informasi dan komunikasi yang kompleks. Kita bertiga bisa saling berkomunikasi lewat pikiran.” sahut Ten menjelaskan.

“Ha-ha! Aku sungguh menyukai Humanoid satu ini, dia menambahkan begitu banyak senjata dalam tubuh kita.” kata Johnny, memamerkan ekspresi senang yang begitu berlebihan.

“Sistem kita bisa saja overload. Kau lupa kalau kita adalah mesin-mesin tua?” ucapku membuat Johnny tertawa.

“Jangan bercanda, Pak Tua. Kita bukan komputer yang punya prosessor juga memori terbatas. Kita limitless, ingat? Lagipula, kenapa kau terus membanggakan status ‘tua’ itu seolah kita bisa mendapatkan medali karenanya?

“Aku lebih suka jika orang-orang menganggapku sebagai Humanoid muda seperti Ten, rasanya seolah kita terlahir menjadi Humanoid tanpa dosa. Sementara HumanoidHumanoid ‘tua’ lainnya hidup bagai musuh bagi manusia karena kita adalah pembunuh.” Johnny berucap, dia sekarang sibuk menguji cobakan tiap command senjata baru yang Ten tambahkan di tubuh kami.

Kuperhatikan, tambahan yang ada di tubuhku dan tubuh Johnny berbeda. Kupikir karena penerimaan tubuhku dan Johnny juga berbeda, aku yakin Ten sudah punya kemampuan untuk menganalisis kemampuan kami.

“Aku sedikit lelah setelah menambahkan upgrade itu pada kalian. Jadi kurasa aku tak akan bisa terlalu banyak berperan dalam perang nanti. Lagipula, aku bukan Humanoid petarung.” kata Ten kali ini membuatku yang tergelak.

“Jangan bercanda, kami tak akan membuat Humanoid muda sepertimu maju ke dalam lingkaran perang. Cukup duduk saja dan awasi Yeri juga Tzuyu. Kau tak perlu menjaga mereka, kami yang akan melakukannya.” ucapku disahuti Ten dengan sebuah senyum simpul.

“Terima kasih.” katanya.

“Kamilah yang seharusnya berterima kasih, karena kau sudah jadi informan juga kolega yang luar biasa.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Truk kami berhenti saat hari sudah menginjak senja, tidak jelas apa penyebabnya, tapi suara lemparan-lemparan kecil dari luar jelas membuatku sadar bahwa kami sudah sampai pada sumber masalahnya.

“Aku akan beritahu Suho untuk membawa Sana pergi,” Ten berkata.

“Aku dan Johnny akan urus sisanya, tolong bawa Yeri dan Tzuyu bersamamu.” kataku dijawab Ten dengan sebuah anggukan.

“Baiklah.” dia berucap, kemudian dia memberi isyarat pada Yeri juga Tzuyu untuk mendekatinya.

“Tidak apa-apa, Yeri. Aku akan segera menyelesaikan masalah di sini, jadi kau ikutlah dulu dengan Ten dan jaga Tzuyu, mengerti?” aku berkata pada Yeri, sementara dia mengawasiku dengan ekspresi takut.

“Apa kau akan baik-baik saja?” tanya Yeri entah mengapa terdengar tak masuk akal di dalam pendengaranku.

Mengapa dia menanyakan pertanyaan yang seharusnya aku tanyakan padanya?

“Ya, aku akan baik-baik saja. Jadi pastikan bahwa kau juga harus baik-baik saja.” pesanku pada Yeri sebelum dia menjawab dengan anggukan.

Yeri kemudian melangkah meninggalkanku, dengan erat digenggamnya jemari Tzuyu sementara keduanya sekarang beringsut mendekati Ten yang memasang posisi waspada.

BLAR!

Suara ledakan di luar berhasil merebut atensiku.

SRAK!

Hey, kalian bertiga, keluar. Kita di serang.” Suho berkata lewat celah kecil yang memisahkan ruangan kami.

“Bawa Sana pergi, Suho. Kau sudah selesai di sini. Pastikan Sana aman, dan temui aku di Edinburgh.” dengan cepat Ten berkata, bisa kuduga kalau dia dan Suho pasti sudah cukup lama saling mengenal dan sama-sama tahu sedikit tentang masalah ini.

“Baiklah, jaga dirimu, Ten.” kata Suho sebelum dia menutup jendela kecil itu.

“Haruskah kita keluar sekarang?” tanyaku pada Johnny.

Seperti yang aku duga, Johnny memang benar-benar berubah. Tak ada lagi ekspresi ramah di wajahnya, bergantikan dengan ekspresi kaku juga sepasang manik berwarna silver mengkilap khas milik Humanoid.

“Biar saja mereka menjemput bola. Bukankah mereka yang lebih membutuhkan kita?” kata Johnny tanpa bergeming. Dia lantas melepaskan mantel yang ia kenakan, berbalik untuk memasangkan mantel besar tersebut menutupi tubuh mungil Yeri dan Tzuyu yang sekarang berhimpit ketakutan.

“Aku titip benda ini, ya.” ucap Johnny, senyum tipis sempat terukir di wajahnya sebelum dia mengusap puncak kepala kedua gadis itu dan melangkah menghampiriku.

“Aku akan melepaskan chipmu dan menghancurkannya, kau tidak keberatan?” tanya Johnny segera kujawab dengan anggukan mantap.

“Ya, lepaskan saja sekarang.”

Johnny mengangguk sekali sebelum dia kemudian menggerakkan jemarinya untuk menyentuh tengkukku. Bisa kurasakan bagaimana Johnny menekan satu titik di tengkukku, dan terdengar bunyi ‘klik’ pelan sebelum—

Akh!” aku memejamkan mataku saat rasa pening tiba-tiba saja menyerang, begitu menyakitkan.

Bergantian dengan ratusan—tidak, ribuan ingatan tentang kehidupan pertamaku. Peperangan, darah, kematian manusia, tawa puas dari Pemerintah dan pujian mereka terhadap kami.

Aku melihat Yuta berdiri di hadapanku sementara di tangan kanannya ada kepala seorang manusia yang telah dia penggal.

“Bagus sekali, Yuta, kamu melakukannya dengan sangat baik.”

Yuta tidak terlihat senang, tangannya gemetar karena kebenciannya pada fakta yang membuatnya harus membunuh manusia. Yuta membencinya… Yuta benci orang yang telah memaksanya berubah menjadi seorang pembunuh.

Aku melihat Johnny di sudut lain, dengan tubuh penuh percikan darah yang masih basah. Tidak ada ekspresi yang dia pamerkan bahkan setelah Pemerintah memberinya pujian.

Dan aku melihat diriku.

Tiba-tiba saja aku sudah berdiri di tengah-tengah ruangan penuh cermin, dengan pantulan diriku di dalam balutan baju perang berwarna hitam dan sebuah pedang logam keluar dari tangan kananku.

Tubuhku penuh darah, bau anyir darah tersebut bahkan bisa tercium jelas. Aku ingat, aku ingat membunuh mereka semua yang jadi pemberontak Pemerintah. Mereka yang berusaha membunuh manusia lain, kubunuh.

Dan aku melihat bayangan seorang gadis.

Dia berdiri di dalam cermin, seperti bayangan, menatapku dengan tangisan sementara tubuhnya terluka, dan berdarah.

Sekon kemudian aku sadar, darah yang ada di pedangku, dan darah yang mengotori tubuhku, beraroma sama persis seperti darah gadis itu.

Tidak. Aku tidak mungkin melukainya. Aku tidak—

BLAR!!

“Tidak!” aku berteriak marah ketika aku sadar aku telah melukai manusia dalam pikiranku. Tangisannya, lukanya, mengapa semuanya tampak begitu mengerikan namun sekaligus menyenangkan di waktu yang sama?

“Grey, ayo bergerak!” Johnny berteriak, sama persis dengan cara kami dulu memulai sebuah pertarungan.

Kulihat empat orang Humanoid berdiri di ujung pintu truk yang sudah terbuka, mereka menggunakan api plasma, karena sekarang percikan biru terlihat di lantai truk.

“Ten lekas bawa mereka pergi! Baekhyun belum tersadar!” lagi-lagi teriakan Johnny.

“Jangan biarkan siapapun kabur, Taeyong!” salah satu dari empat Humanoid itu berkata, dua wanita, dua pria, bukan lawan yang sulit kalau saja aku tidak sadar tubuh mereka telah menerima modifikasi.

Aku bisa mengenalinya, entah bagaimana.

“Jangan sentuh siapapun!” Johnny merangsek maju, dia lemparkan plasmanya pada Humanoid bernama Taeyong itu.

“Grey! Jangan diam saja! Mereka menyerang kita!” teriakan Johnny akhirnya menyadarkanku, bahwa aku tengah berdiri di tengah peperangan.

Tidak hanya ada empat Humanoid di sini, dan mereka semua tengah berusaha menyerang Johnny karena hanya Johnny lah yang bergerak memberikan perlawanan.

“Aku akan menghabiskan mereka yang punya kemampuan sama denganmu!” aku berkata pada Johnny, tungkaiku kemudian bergerak melesat dengan cepat memotong pertarungan Johnny dan Taeyong, kulemparkan ikatan plasma pada Taeyong, tujuannya satu, mengikat kemampuannya.

Dua Humanoid dengan kemampuan yang sama tidak seharusnya saling berhadapan dan saling menyerang. Karena kemampuan sama itu, akan menghasilkan ledakan yang mengerikan apabila bertemu dalam jumlah yang besar.

Dengan cepat aku menghitung, ada sekitar lima orang Humanoid dengan kemampuan plasma. Itu artinya aku harus menyerang mereka dengan cara manual dan mengurangi kontak mereka dengan Johnny.

“Irene! Manusia-manusia itu!” teriakan seorang Humanoid lain terdengar, dan aku segera menyerangnya dengan menggunakan samurai yang kukeluarkan dari lengan kanan dan kiriku.

Samurai itu telah kuberi pengikat plasma di masing-masing ujungnya, sehingga saat samuraiku berhasil mengurai lapisan epidermi mereka, pengikat itu akan bekerja merusak kinerja plasma mereka di dalam tubuh, sehingga serangan mereka juga tidak bisa maksimal.

Argh! Sialan!” Humanoid itu berteriak, tidaklah sulit untukku melemparkan sengatan listrik padanya selagi dia sibuk berusaha menetralisir plasmanya.

Sengatan listrik juga kulemparkan pada dua Humanoid yang berusaha mendekati Johnny dari belakang, sementara Johnny sibuk menghancurkan kinerja prosesor mereka dengan energi plasma yang dia miliki.

Yuta ada di sudut lain, berusaha menyerang namun tak memberikan perlawanan berarti. Ada yang salah di sini, ada yang salah dengan sikap Yuta.

“Grey! Jangan lengah! Ingat apa yang sudah kita bicarakan sebelum aku melepas chipmu!” sebuah teriakan menggema dalam pikiranku. Bagaimana mungkin hal ini bisa terja—

Ah. Ya, aku ingat sekarang. Aku sungguh ingat. Kerjasama antara aku, Johnny dan Ten.

Yuta adalah bagian dari serangan ini.

“Baekhyun!” aku tersentak saat kudengar seseorang meneriakkan namaku. Begitu aku berbalik, pemandangan yang menyambutku adalah bagaimana seorang gadis tengah tercekik oleh energi listrik seorang Humanoid, tubuhnya melayang di ketinggian tujuh meter sementara Humanoid wanita itu tertawa begitu keras.

“Tolong!” gadis itu berteriak sementara dia bersusah payah melepaskan diri, meronta di udara padahal sedikit saja Humanoid itu melepaskan listriknya, gadis itu akan mati karena jatuh dari ketinggian.

“Irene!” teriakan gadis itu lagi, “Baekhyun! Tolong aku!”

Gadis itu gadis yang tadi ada dalam pikiranku. Gadis manusia yang terluka karena aku dan—dia Yeri. Dia Yeri, aku mengingatnya, dia adalah gadis yang telah membawaku sampai sejauh ini.

“Tidak! Yeri!” aku akhirnya berteriak lantang, kucari keberadaan Ten yang sekarang aku ingat benar kuberi tugas untuk mengawasi Yeri dan Tzuyu.

Rupanya, Ten tak hanya mengawasi, tapi juga ikut bertarung. Tzuyu menempel di punggungnya untuk berlindung, sementara Ten bergerak melingkar untuk menyerang orang-orang yang berusaha mendekatinya.

“Grey!” Johnny berteriak.

BLAR!

Ledakan plasma terjadi karena teriakan kemarahan Johnny, rupanya dia juga melihat apa yang kulihat sekarang.

“Selesaikan bagianmu, aku akan ke sana sebentar.” ucapku pada Johnny.

Dengan sebuah anggukan Johnny menjawab, tentu dia juga tak bisa menyalahkan Ten karena dia juga melihat bagaimana Ten ikut bertarung bersama kami.

Aku akhirnya melangkah mendekati keberadaan Yeri dan Humanoid wanita itu. Kulemparkan serangan pada tiap Humanoid yang berusaha mendekatiku, kuhempaskan mereka ke pepohonan, atau malah kupatahkan tubuh mereka.

Aku bahkan merusak kinerja chip mereka dengan listrik ratusan ribu volt yang kulemparkan. Kemarahan sekarang mendominasiku sementara samar-samar bisa kudengar apa yang Humanoid wanita itu katakan pada Yeri.

“Pada akhirnya kau juga akan mati menyedihkan seperti keluargamu bukan, Yerim sayang?”

Ah, benar, dia pasti Humanoid wanita yang pernah Yeri ceritakan menjadi alasannya dibuang oleh keluarganya. Dia adalah mimpi buruk bagi Yeri, dia adalah alasan Yeri selalu ketakutan setiap kali mengingat Humanoid.

Dia… tengah berusaha membunuh Yeri. Itu artinya, Humanoid wanita itu… harus kubunuh.

Siapapun yang telah menyakiti gadisku, harus mati.

۩۞۩▬▬▬▬▬▬ε(• -̮ •)з To Be Continued ε(• -̮ •)з ▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩

IRISH’s Fingernotes:

Aw, aku kayak lagi nostalgia gitu pas ngetik cerita ini. Karena aku harus mengingat-ingat lagi, siapa aja member NCT yang belum ikutan nimbrung, dan Taeyong adalah salah satunya. Oh, ada Mbak Irene juga, setelah belasan chapter selalu muncul jadi mimpi buruk, dia akhirnya bisa bener-bener aku munculin.

Berhubung Baekhyun udah dapet kesadaran penuh, aku merasa sungkan kalau harus pake POV-nya Baekhyun terus :”> nanti kalian tau dong apa yang Baekhyun pikirin /eaaaa. Jadi mulai chapter depan kembali bersama pikiran Yeri ya ~

Aku juga kangen berbaper ria sama Yeri yang dikit-dikit udah deg-degan kalo berurusan sama Baekhyun. Soalnya ngegambarin perasaan robot cowok itu lebih susah dibanding ngegambarin perasaan cewek manusia, WKWK.

Zinnia juga kayaknya beneran demen aku ajakin begadang, dia betah kuajakin ngetik sampe jam tiga subuh… dan karena kena cacar aku akhirnya kembali jadi makhluk nocturnal. Tidur jam enam pagi, bangun jam sebelas menjelang siang. Terus bangun sampe jam enam pagi lagi. Fyuh, kehidupan itu keras, Bung. Hari senin udah harus masuk meskipun badan masih kerasa banget enggak fitnya.

Omong-omong, udah chapter dua puluh. Enggak kerasa, sepuluh chapter lagi One and Only tamat :”> aku harus seneng atau sedih ya, kayaknya banyakan sedihnya. Masih enggak rela buat pisah sama Baekhyun dkk meskipun masih sepuluh chapter dan masih banyak banget masalah yang belum diselesaikan di sini.

Endingnya sih udah jelas nanti mau dibuat gimana, kayak apa, bla bla, gitu. Tapi mau eksekusi chapter terakhir kok enggak tega. Kayak ada gak relanya gitu mau pisah sama One and Only :< aku baperan ya, gapapa deh, emang semua fangirl itu baperan kok.

Ya udah deh, see you next week ya, fellas!

Salam, Irish.

hold me on: Instagram | Wattpad | WordPress

26 tanggapan untuk “One and Only – Slice #20 — IRISH’s Tale”

  1. GILA!!! ONE AND ONLY UPDATE!!!
    Baru nyadar update ini FF kesyngn gua:’)
    Dua tahun Ngefans Sama Karya Irish yang ini.
    Gamon parah.
    Seneng banget dah sumpah, Berapa Bulan Digantungin? Hampir setahun?:’)
    Hampir putus asa nunggu updatenya
    Parahnya lagi kenapa update disaat lagi Baper sama Game Over:’)
    Plis jangan digantung lagi ya Thor. Gua ngefans bat sama elu:’) Semangat terus Thor, Kalo perlu jangan cuma stay si Blog ini. Kapan terbit novelnya. Terlalu bosen sama genre romance dimana mana.
    Cuman Irish yang bisa gabungin Genre yang Diluar Nalar dan ngejadiin itu sebuah dunia baru.
    Dan gua selalu kesedot didalamnya.
    Alay? Terserah. Ini Hasil dari Nunggu Author kelamaan jadinya Baper nya numpuk wkwk
    SEMANGAT TERUS.
    LOVE N PEACE FOR IRISH

    1. Baru nyadar update ini FF kesyngn gua:’) <– ini aku kudu bersyukur atau gimana gitu, ada yang menyayangi One and Only tapi enggak sayang sama akunya /slapped
      Wah tenang kalo yang ini enggak akan gantung lagi XD wkwkkwkw insya Allah dalam tahun ini bakal kelar kok, biar enggak jadi rekor ngerjain satu epep nembus tiga taun XD wkwkwkwkwkwk
      ALHAMDULILLAH YA LORD… ada yang ngefans sama daku, tapi kusaranin jangan ngefans diriku nanti jadi sesat XD wkwkwkwkwk
      btw, aku memang enggak begitu ahli bikin cerita pure romance dan emang lebih demen buat cerita fantasy-scifi begini X'D dan sayang sekali cerita macem ini masih dikit peminatnya huhu…
      doakan saja… suatu hari aku punya keberanian buat bikin cerita fiksi yang layak dikirim ke mba-mba penerbit XD
      makasih yaaa ~~~

  2. sm lg jd nocturnal jg kerana kuota kbagi 2 😋 bnyk-an yg bwt night time compare to day time’ny 😞
    Whoah.. 😮 ada 태영 😍 tp jd penjahat 😞
    Sk bgt sm candaan’ny johnny ke bakery lover 😄 kyaa~ grey is back ‘seutuh’ny!’ cpt musnahkan aja si irene yg sngt menyebalkan itu 백 😤 hate her literally! Kill her!! /asli emosi ga sk bnrn sm dy 😂 ㅋㅋㅋㅋㅋ
    Oh, 10 mor chptr to go smp oao tamat ya 😢 ga rela sih ptualangan bakery lover mo slese tp.. everything must come to an end eventually 😞
    Yeay.. Chptr dpn lbh pnjng 😀 janji ya.. c~u 😘

    1. XD iya loh kak, gara2 kuota aku ngalong banget tiap maleemm huhu ~~
      ini kayak dendam terselubung ke Irene rasanya XD padahal belum tentu Irenenya jahat loh kak XD wkwkwkwkwkwk

  3. Akhirnya lepas juga chip nyaaaaa,,, semoga baek ngelindungin yeri terus baeknya ga berubah kan ya?? Trus sehun mina gimana? Dia ada di pertempuran kan??? Dan johnny emang udh dari awal kepribadiannya emang kek gitu kan?? Apa si baek sama johnny berubah jadi pembunuh kalo pas perang doang karna emang command itu yg ada ditubuh mereka,, iya ga sih???

    Btw aku juga ga rela one and only tamat 😢😢

  4. Ihh aku juga garela kalo ni ff abis T_T berkat ni ff aku jadi tau kak irish dan suka smua ff berchapter kak irish.. Awas aja ya kak kalo ending nya sad, harus happy ending pkoknya /maksa

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s