One and Only – Slice #19 — IRISH’s Tale

   ONE and ONLY  

  EXO`s Baekhyun & Red Velvet`s Yeri 

   with EXO, NCT & TWICE Members  

  dystopia, fantasy, friendship, slice of life, romance, science-fiction story rated by T served in chapterred length  

Disclaim: this is a work of fiction. I don’t own the cast. Every real ones belong to their real life and every fake ones belong to their fake appearance. Any similarity incidents, location, identification, name, character, or history of any person, product, or entity potrayed herein are fictious, coincidental, and unintentional. Any unauthorized duplication and/or distribution of this art and/or story without permission are totally restricted.

2016 © IRISH Art & Story all rights reserved


Mencintaimu? Ya, aku mencintaimu. Walaupun kita berbeda.


Reading list:

〉〉  Prologue | Chapter 1 — Chapter 5 | Chapter 6 — Chapter 10 | Chapter 11 — Chapter 15 | Chapter 16Chapter 17Chapter 18  〈〈

  Spin Off: 12 

  #19  

██║│█║║▌    Warm-up: One and Only  —  │█║║▌║██

In Yeri’s Eyes…

Ada dunia yang disebut manusia sebagai dunia sempurna. Dan aku, adalah salah satu manusia yang juga hidup di tengah dunia sempurna itu. Sayang sekali, aku bukanlah bagian dari mereka yang beruntung karena bisa menikmati kehidupan sempurna. Aku hanya satu dari sekian banyak orang ‘buangan’ dari kesempurnaan itu sendiri.

Dan mereka menyebut orang-orang sepertiku, Outsiders.

Kami tidak punya kesempurnaan itu, yang mereka panggil Humanoid.

Dan karenanya, kami dianggap tidak punya hak untuk tetap hidup di Negara Tunggal. Setiap malamnya, kami diburu oleh Sentry dan Humanoid yang menjadi bagian dari kesempurnaan kehidupan mereka.

Jika tidak beruntung, kami—para Outsiders—mungkin akan terbangun esok hari dengan luka ditubuh. Lebih tidak beruntung lagi, karena serangan dari pengejaran Sentry terhadap kami, kami akan mati.

Kalau beruntung, kami bisa melewati satu malam dengan tenang tanpa aksi kejar-kejaran dengan Humanoid dan senjata sempurna mereka.

Aih, itu juga yang terjadi padaku beberapa waktu lalu. Berlari dari kejaran Humanoid ketika aku akhirnya merasakan apa yang orang-orang sebut sebagai ‘kematian’ dengan cara yang menyakitkan.

Aku ingat, rasa sakit yang kala itu mendominasi benakku, ketika kemudian aku terbangun dalam keadaan baik-baik saja. Seorang Humanoid menyelamatkanku, mengembalikan kehidupanku seperti cara mereka mengembalikan kehidupan Owner mereka.

Tapi Humanoid yang menyelamatkanku tidak punya Owner. Dia bebas berpikir dan mengakses apapun yang ia inginkan, tapi dia tidak punya Owner. Aku pun akhirnya jadi bagian dari pelariannya, pelarianku juga, sebenarnya.

Dia, Humanoid bernama Baekhyun itu, membawaku ke dalam perjalanan yang tidak pernah sekalipun terpikir dalam benakku. Membuatku bertemu dengan Humanoid lain yang serupa dengannya, bertemu Outsiders lain, dia membuatku… merasakan perasaan lancang yang tidak seharusnya dan tidak masuk akal untuk aku rasakan kepadanya, seorang Humanoid, seorang robot yang diciptakan manusia.

Terdengar klasik, mungkin. Tapi ketahuilah kalau jatuh cinta pada seorang robot adalah hal paling mustahil. Mengharapkan sebuah kehidupan percintaan yang sempurna bersama dengan mereka juga tidak akan mungkin. Tapi Baekhyun, bisa membuat semua ketidak mungkinan itu menjadi kepastian yang bisa terjadi.

Dia selalu ada di sisiku, berkata bahwa dia akan melindungiku dan tidak ingin kehilangan aku. Tidakkah dia tahu kalau semua itu semakin membuatku merasakan perasaan lancang ini?

Ah, beruntungnya Dewi Fortuna sedang berbaik hati. Rupanya, Humanoid yang kusukai juga menyukaiku. Meskipun, menurutku perasaannya justru lebih tidak masuk akal daripada perasaanku sendiri, tapi aku menyukainya. Tidak, aku bahagia.

Untuk pertama kalinya dalam hidupku setelah sekian banyak hal menyedihkan membelesakkanku ke titik terendah dalam garis kehidupan, aku bisa merasa bahagia.

Dan semua itu karenanya, karena Baekhyun.

██║│█║║▌    One and Only: Previous Chapter  —  │█║║▌║██

In Baekhyun’s Eyes…

“Lalu apa rencanamu, Nona Kim?” kudengar Johnny bersuara, tidak terdengar menolak argumen Yeri, tapi tidak juga menyetujui atau menaruh simpati atas keinginan Yeri sekarang.

“Kita bisa menghentikan mereka. Jika kita menemukan orang-orang yang tepat, kita bisa menghentikannya.”

Johnny tertawa pelan, tawa menyedihkan, aku tahu ada kesedihan dalam suaranya meski aku tidak mengerti bagaimana ia bisa menyelipkan ekspresi dalam sebuah tawa, dan bagaimana aku bisa memahami ekspresi yang ia tunjukkan sekarang.

“Apa kau bercanda?” tanya Johnny.

“Apa?” Yeri menatap tidak mengerti.

“Menghentikan perang ini, berarti kau harus melenyapkan kami semua, Nona Kim. Jawaban atas perang ini adalah musnahnya Humanoid, dan Humophage. Bukankah kau sendiri yang berkata, jika keberadaan Humophage bisa mengancam manusia?”

██║│█║║▌    One and Only  —  │█║║▌║██
  Chapter 19  

In Baekhyun’s Eyes…

Ada hal yang bisa dan tidak bisa manusia terima. Tidak seperti kami yang berpikir rasional juga tertata, manusia lebih sering membiarkan emosinya mendominasi. Begitu juga dengan yang sekarang terjadi pada Yeri.

Perubahan tanda vitalnya jelas jadi pertanda bagiku, maupun bagi Johnny, bahwa gadis ini begitu tidak bisa menerima fakta bahwa jalan satu-satunya untuk menghentikan segala hal mengerikan ini adalah musnahnya kami.

Satu sisi rasionalku setuju dengan manusia, logikaku pun berkata begitu, bahwa aku tidak seharusnya ada. Makhluk-makhluk sepertiku tidak seharusnya diciptakan. Tapi karena kami sudah terlanjur ada, sisi irasional justru jadi ingin mendominasi.

Kami ingin hidup, aku, Johnny, dan Humanoid lainnya, menginginkan kehidupan.

Tidak dengan jalan memusnahkan manusia, atau menyakiti mereka. Kami hanya ingin diberi kesempatan untuk menata kehidupan sesuai dengan apa yang kami kehendaki.

Tapi sayangnya manusia tidak pernah mengerti itu. Mereka hanya mengira bahwa kami diciptakan untuk dikendalikan. Tanpa pernah tahu jika sesempurna apapun ciptaan mereka, sebuah titik buta akan tetap ada.

Rupanya titik itu juga lah yang telah membuat segelintir Humanoid di sini berevolusi menjadi Humophage. Tidak seperti Humanoid yang masih harus terikat dengan Ownernya, manusia, kami lebih bebas.

Humophage, sebenarnya adalah bentuk akhir dari keinginan kami untuk bisa hidup bebas. Tapi manusia tentu tidak bisa menerimanya. Itulah sebabnya, kami jadi sama diburunya dengan Outsiders.

Karena, Outsiders hidup untuk menuntut hak hidup mereka meski mereka tak cukup mampu untuk memiliki seorang Humanoid di kehidupannya. Maka Humophage hidup untuk menuntut hak mereka agar terbebas dari belenggu kendali manusia.

Meskipun, tetap saja ada titik buta lain yang juga turut mengikuti kemunculan kami. Bahwa seperti manusia yang tidak semuanya baik, kami pun begitu. Ada segelintir dari kami yang berperilaku buruk, bahkan membahayakan. Dan jika kupikir lagi, keberadaan Humophage seperti ini lah yang justru lebih berbahaya lagi.

“Ucapan Johnny benar, Yeri. Untuk bisa menghentikan semua ini, kami harus benar-benar musnah. Aku bisa mengerti apa yang jadi ketakutan utama manusia saat ini. Mereka tidak ingin musnah, tidak juga ingin kami memberikan perlawanan pada mereka.

“Meskipun aku katakan bahwa yang Humanoid inginkan hanyalah hidup dengan tenang berdampingan dengan kehidupan manusia, tapi semua itu tidaklah mungkin karena seperti manusia, ada juga bagian dari kami yang berperilaku buruk.

“Yuta adalah salah satu buktinya. Kalau manusia masih perlu senjata, dan rencana lainnya untuk menyakiti manusia lain atau menyakiti kami, Humanoid tidak perlu semua itu Yeri. Kami bisa saja menyakiti manusia, dan Humanoid lain, dengan begitu mudahnya karena kekuatan yang kami miliki.

“Jika kami semua berpikir dengan bebas, jika kami semua berubah menjadi Humophage… aku tidak bisa bayangkan apa yang akan terjadi kalau ada Humanoid lain seperti Yuta.”

Mengabaikan fakta bahwa Yuta ada di belakang sana dan mungkin saja mendengar apa yang sekarang aku katakan, aku akhirnya memilih untuk berterus terang pada Yeri. Percuma membohonginya jika pada akhirnya kebohongan itu hanya akan membuat Yeri kehilangan kepercayaannya padaku. Aku tidak bisa menutupi segalanya ketika Yeri bahkan telah memberikan seluruh kepercayaannya padaku.

“Dia benar, dia bahkan tidak bisa kusebut sebagai Humophage yang baik.” Johnny menyahuti, rupanya sahutan Johnny membuat Yeri teringat pada chip yang tertanam pada tubuhku. Chip yang akan membawaku pada kesadaran yang sesungguhnya.

Lagi-lagi, aku merasa khawatir pada keadaan Yeri jika aku melepaskan chip itu. Bagaimana jika aku ternyata memang sama buruknya dengan Yuta?

“Mengapa kau tidak melepaskannya sekarang saja? Untuk apa menunggu begitu lama?” Johnny lagi-lagi angkat bicara. Sungguh, tidak bisakah dia jadi sedikit lebih sensitif pada suasana hati Yeri yang telah diubahnya menjadi semengerikan ini?

“Tidak sekarang, Johnny. Aku tidak tahu aku akan berubah menjadi seperti apa jika chip itu aku lepaskan. Aku tidak mau melukai Yeri.” kataku membuat Yeri mendesah pelan.

Agaknya, Yeri pasti sedang berdebat dengan benaknya sendiri. Aku tahu, dia tidak ingin aku terus terikat pada kungkungan manusia yang nyatanya masih bisa memanipulasiku jika saja sesuatu terjadi melalui chip itu.

Tapi aku tahu dia juga tidak bisa berbuat apa-apa untuk memengaruhiku. Yeri bukan tipikal seperti itu. Dia adalah seorang yang menerima apapun keputusan orang lain.

Chip yang kalian bicarakan… apakah sama dengan chip yang pernah kudengar?” tiba-tiba saja Tzuyu angkat bicara.

Chip apa yang pernah kau dengar, nona?” tanya Johnny mendahuluiku, heran sekali bagaimana bisa dia punya refleks bicara yang begitu sempurna.

“Ada dua orang yang aku ingat ada saat aku terbangun, sebelum aku melarikan diri tentu saja. Salah seorangnya adalah servicer, dan mereka bicara tentang chip yang bisa menghancurkan seorang Humanoid karenanya. Apa… kalian juga sedang bicara tentang chip yang sama?” tanya Tzuyu ragu-ragu.

Meski sedari tadi dia memilih jadi seorang pendengar, rupanya gadis ini tidak datang pada kami dengan kekosongan. Maksudku, ada yang sudah didengar dan diketahuinya meski dia sudah kehilangan ingatannya tentang kehidupan yang lalu.

“Wah, wah. Rupanya ada yang sudah tahu juga tentang informasi ini.” Johnny tertawa kasar, dia tampaknya tidak nyaman karena mengetahui seorang servicer lah yang bicara soal chip yang dibanggakannya karena sudah terlepas dari tubuhnya itu.

Tapi tunggu dulu, kalau chip yang Tzuyu ketahui dan Johnny juga ketahui adalah chip yang sama. Maka chip itu akan menjadi penghancur bagi Humanoid jika tetap dibiarkan ada, bukan? Tzuyu tadi bicara bahwa chip itu bisa digunakan untuk menghancurkan Humanoid.

Sementara, chip itu juga bisa menghancurkan identitas seorang Humanoid ketika dilepaskan. Apa sebenarnya kehancuran yang dimaksud di sini? Kehancuran dalam arti Humanoid itu akan kehilangan identitasnya, kehancuran yang sudah Johnny lalui setelah dia melepaskan chip tersebut. Atau kehancuran yang lainnya?

“Ah… Aku sungguh tidak sanggup membayangkan peperangan macam apa yang sedang kita hadapi. Tapi bukankah sekarang manusia sedang berusaha untuk jadi lebih cerdas daripada kita, Baekhyun?

“Ada apa dengan mereka sebenarnya? Dulu saja, saat menciptakan kita mereka tampak begitu bangga dan bahagia. Sekarang, setelah semua ini terjadi mereka justru ingin membuang kita dan memusnahkan kita.

“Mengapa mereka begitu tidak konsisten? Katanya, mereka akan jadi partner sehidup-semati dengan kita, tapi ternyata pada akhirnya kita dicampakkan juga karena sudah jadi berbeda dari ekspektasi mereka.

“Kalau saja aku bisa marah, aku sudah pasti akan marah-marah pada mereka semua.”

Aku menatap Johnny dengan mata menyipit saat dia bicara dengan begitu santai dan lantang ketika situasi sudah berubah jadi semakin keruh seperti saat ini.

“Bukannya kau memang sudah bisa marah? Kau bisa berekspresi dan beremosi seperti manusia, bukan?” tanyaku membuat Johnny tergelak.

“Aku tahu, aku hanya sedang mencoba untuk menjadi sedikit lebih dramatis, Baekhyun. Tidakkah kau juga ingin marah?” tanya Johnny padaku.

Tidak, aku bukannya ingin marah. Aku tidak memiliki perasaan-perasaan tidak rasional seperti yang sekarang Johnny rasakan. Oh, kecuali perasaanku pada Yeri tentu saja. Tapi seperti perasaanku pada Yeri yang muncul seiring berjalannya waktu, meskipun aku sekarang seorang Humophage pastinya emosi-emosi lain itu akan muncul perlahan-lahan.

Dan saat ini, aku tidak punya emosi kemarahan yang Johnny katakan.

“Tidak. Aku tidak bisa merasa marah pada mereka. Kita harusnya melindungi mereka, bukannya merasa marah.” akhirnya aku berkata, mengakhiri perdebatan bagi Johnny, karena jika diteruskan, dia pasti akan menemukan banyak bahan pembicaraan tentang ‘emosi’ ini.

Sebentar lagi kami harus berpindah tempat dengan mereka yang ada di belakang. Ada banyak orang yang harus mendengarkan penjelasan masuk akal tentang keberadaan Tzuyu dan apa saja yang sudah kami bicarakan saat kami ada di depan.

Meskipun ada kemungkinan bahwa mereka bisa mendengar apa yang kami bicarakan, anggap saja sekarang kami tidak sedang dalam situasi memedulikan kemungkinan itu.

“Apa yang akan kita ceritakan pada mereka di belakang sana? Semuanya pasti sudah penasaran tentang rencana kita, atau minimal tentang alasan Tzuyu ikut bersama dengan kita. Kau tahu sendiri, Tzuyu sempat bereaksi berlebihan pada Yuta dan Ten tadi.” ucapku akhirnya.

Johnny terdiam, tampak berpikir keras, sementara dua perempuan di sebelahku tidak memilih untuk ikut terlibat. Mereka tidak pintar berbohong, meskipun keduanya adalah manusia, kutangkap ketidak mampuan mereka untuk berbohong karena—

“Aku bisa katakan kalau aku merasa takut pada Humanoid lain. Dan tadinya aku merasa takut pada dua orang itu.” Tzuyu berucap.

“Baiklah, alasan yang cukup bagus. Sekarang tentang rencana kita, aku sudah pikirkan sesuatu sebenarnya.” Johnny menatapku, menyimpan senyum yang kusadari selalu Johnny pamerkan tiap kali dia merasa bahwa dia baru saja jadi si jenius yang menemukan sebuah ide jenius.

“Apa rencanamu, Johnny?”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Tidak lelah karena terus terjaga di depan sana?”

Pertanyaan dari Yuta menyapa Yeri ketika kami sama-sama turun di sebuah perbatasan kota. Sempat kulemparkan pandangan mengancam pada Yuta, karena dia baru saja bicara soal ‘kesadaran’ pada Yeri, padahal dia jelas tahu apa yang akan terjadi jika Yeri tertidur.

Dia akan terbangun sebagai Sara lagi.

Ah, situasi Yeri bahkan belum bisa kuselesaikan saat situasi lainnya sudah mengurung kami. Rencana Johnny tidaklah bisa aku ungkapkan, tidak pada siapapun selain kami berempat yang sudah sama-sama mendengarnya, tentu saja.

Dan menilik dari ekspresi yang sekarang mereka pamerkan, agaknya mereka tidak juga mendengarkan apa yang kami bicarakan di depan sana.

“Ten akan ada di belakang bersama kalian. Sisanya akan ada di depan bersamaku dan Yuta. Ada dua manusia yang bersama dengan kalian di belakang sana, dan mereka butuh istirahat.” Suho bicara, sementara Sana erat mengapitnya, manusia satu itu tampaknya begitu enggan memberi jarak barang satu inch pun dari Suho.

Bukan salahnya, tentu saja. Aku rasa jika saja situasi dan kebersamaan yang tercipta antara aku dan Yeri sudah lebih lama dari ini, ada kemungkinan bahwa Yeri juga—

“Baekhyun, ayo kita ke belakang.”

—apa aku tidak harus menunggu bertahun-tahun seperti yang Suho lakukan? Lengan Yeri sekarang melingkar di lenganku, mengapitnya erat sementara sentuhan jemarinya jelas kurasakan meskipun terhalang oleh pakaian yang aku kenakan.

Ah, beginikah reaksi sempurna yang sudah Suho rasakan selama bertahun-tahun? Perasaan menyenangkan sekaligus menenangkan ketika seseorang yang kau inginkan menyentuhmu?

“Iya, baiklah. Ayo, kubimbing langkahmu.” ucapku pada Yeri, kusentuh jemarinya yang melingkar di lenganku, kubiarkan diriku semakin merasa terbakar di dalam sistem sementara kunikmati momen indah dimana aku bisa menyentuh jemari Yeri seperti sekarang ini.

Dia masih Yeri, bukannya terbangun sebagai Sara yang punya kemungkinan menyakiti Yeri.

“Apa mereka—”

“—sst, jangan berkomentar apapun Nona Chou. Kau belum tahu sebanyak itu untuk bisa mengomentari kebersamaan mereka. Kau tidak tahu itu padahal aku sudah memanggil mereka sepasang kekasih sejak tadi?” ucap Johnny, sengaja dia bicara lantang, aku yakin tujuannya agar Suho dan yang lainnya mendengar apa yang ia ucapkan.

Aku tahu Johnny secara tak langsung berusaha memberitahu mereka tentang apa yang kami bicarakan saat ada di depan. Apakah Johnny selalu secerdas ini?

Kami kemudian masuk ke bagian belakang truk, sekali kulempar pandang pada Ten yang duduk disudut truk, memilih untuk mengabaikan kedatangan kami sebab dia tahu jelas ada dua orang yang begitu enggan diterimanya di sini. Manusia.

Tapi Ten tentu harus menyesuaikan diri dengan keadaan dan lingkungan yang sekarang menjadi tempat ia tinggal meskipun hanya sementara.

“Aku pikir panggilan itu hanya sekedar candaan.” sempat kudengar bagaimana Tzuyu menyahuti ucapan Johnny. Sementara Johnny hanya memberikan sebuah kekehan pelan sebagai sahutan.

Yeri kemudian duduk merapat padaku, dia tampak memasang ekspresi waspada terhadap Ten, padahal Humanoid satu itu tidak tampak berusaha melukai atau mengusiknya. Aku bisa memahami bagaimana ketakutan Yeri sekarang, dia juga mungkin khawatir jika Ten akan melukainya seperti yang Yuta—ah, Yeri tidak mengingat penyerangan yang Yuta lakukan, bukan?

Johnny sendiri tengah sibuk merapikan tempat yang tadi mungkin dijadikan Sana sebagai tempat tidur. Mengawasi keadaan Tzuyu sekarang, gadis itu sudah jelas kelelahan.

“Bawa aku juga dalam rencana kalian.” aktifitasku dan Johnny sontak terhenti saat vokal Ten terdengar menguar di udara.

“Aku sudah memasang lapisan elektromagnet di bilik kecil yang jadi ruang pembatas antara bagian depan truk dan di sini. Darimana kau mendengarnya?” Johnny berkata, dia letakkan bantal kecil di pangkuan Tzuyu sementara ekspresinya berubah kaku.

Ah, jadi alasan yang membuat Johnny sejak tadi dengan begitu percaya diri bisa berkelakar adalah karena dia sudah memasang perlindungan terhadap kemungkinan bahwa pembicaraan kami mungkin dicuri-dengar?

“Mereka memang tidak mendengarnya, tapi aku mendengar dengan jelas semua yang kalian bicarakan di depan sana. Libatkan aku juga dalam rencana kalian, aku hanya akan ikut terlibat sampai di London.

“Ada yang harus aku temukan di sana, dua Humanoid yang diciptakan bersama denganku. Mereka berdua mungkin berada dalam bahaya.” Ten berucap, tangan kirinya kemudian bergerak melepaskan sebuah benda kecil dari telinga kirinya.

Ten lantas melemparkan benda kecil itu ke arah Johnny—yang ditangkap Johnny dengan ability elektromagnet miliknya dengan mudah.

“Untukmu, jika kau ingin mendengar apa yang mereka bicarakan di depan sana. Ada yang tidak kalian tahu tentangku, dan aku juga tidak bisa mengatakannya dengan lantang pada kalian karena aku tidak percaya pada kalian.

“Seperti kalian yang mencurigai kami, masing-masing dari kami juga sebenarnya saling menaruh curiga. Lagipula, kita bukanlah tim, kita hanya terjebak untuk sama-sama menjalani sebuah perjalanan yang melibatkan semuanya.

“Tidak perlu ada rasa percaya, bukan? Aku ingin bergabung dengan kalian bukan karena aku ingin membahayakan kalian, atau karena aku ingin menjebak kalian ke dalam permasalahan lainnya. Aku hanya ingin menyelamatkan dua orang yang bernasib sama denganku.”

Penuturan Ten sekarang membuat Johnny menimbang-nimbang. Kalau saja boleh jujur, aku sama sekali tidak setuju jika Ten harus terlibat dalam rencana yang Johnny bicarakan bersama kami tadi.

Tzuyu dan Yeri adalah dua orang yang bisa berada dalam bahaya jika saja Ten tiba-tiba berubah pikiran. Mana aku tahu kalau Ten tidak akan berubah pikiran? Mengingat bahwa kami sudah perlahan-lahan berubah menjadi Humophage, bukannya tidak mungkin kalau kedepannya kami juga bisa menjadi sosok yang tidak konsisten, selayaknya manusia.

“Dengan cara apa kau bisa berkontribusi dalam rencana yang sudah kami buat?” akhirnya Johnny berucap. Agaknya, dia tidak ingin melibatkan Ten begitu saja tanpa mendapatkan imbalan apapun.

Ah, Johnny bahkan sudah jadi begitu manusia dalam pandanganku sekarang. Apa dia juga memikirkan keselamatan dua manusia yang ada bersama kami? Atau hanya aku saja yang masih punya sisi Humanoid-ku dan memikirkan hal-hal semacam itu?

“Kalian tahu kemampuanku. Dan juga, setidaknya aku bisa melakukan hal-hal kecil seperti itu.” Ten menunjuk ke arah benda bulat kecil—yang kusadari merupakan bagian dari teknologi yang Ten miliki, voice recording—sebelum dia kembali melanjutkan. “Aku dan dua Humanoid lain yang sama denganku, punya kemampuan yang sedikit lebih berbeda dari kalian.”

Ten kemudian berdiri, dan menggerakkan jemari tangan kirinya. Bisa kulihat bagaimana dari pergelangan tangannya bisa keluar bola-bola logam mikro berwarna hitam yang kemudian berubah menjadi serat-serat logam halus.

“Ini adalah penyadap, yang bisa beradaptasi juga memanipulasi diri sesuai dengan lingkungan tempat mereka kupasang. Benda-benda ini hanya dimiliki oleh tiga Humanoid, dan kalian pasti tahu kalau benda ini tidak akan bisa dideteksi oleh alat pelacak logam manapun, bukan?” Ten menjelaskan.

Memang aku sudah bisa menduga, pasti ada kelebihan lain yang dimiliki Ten sebagai seorang Humanoid yang didesain khusus. Mengingat bahwa hanya akan ada aku dan Johnny sebagai Humanoid yang terlibat dalam pemberontakan semu ini, bukankah keberadaan Ten juga akan bisa membantu?

“Baiklah, aku setuju saja, asal Baekhyun juga setuju.” Johnny memutuskan.

“Aku?” ucapku tidak mengerti.

Johnny mengangguk, memamerkan ekspresi tidak berdosa sembari maniknya melirik ke arah Yeri—yang ada di sebelahku—dan Tzuyu yang ada di sebelahnya.

“Aku tidak keberatan asal kau tidak melukai dua orang manusia yang bersama dengan kami.” akhirnya aku berkata.

Ten terdiam sejenak. Dipandanginya dua orang gadis yang bersama dengan kami sebelum akhirnya dia mengembuskan nafas panjang dan mengangguk.

“Aku setuju. Tapi tidak berarti aku akan melindungi mereka jika sesuatu terjadi.” Ten menyahuti ucapanku. Tentu saja aku tahu persetujuan yang dia berikan dimaksudkan bahwa dia tidak mau terlibat sama sekali dengan dua manusia yang bersama dengan kami.

Tapi daripada membayangkan dia akan tiba-tiba menyerang dua manusia ini, membayangkan Ten tidak terlibat sama sekali dengan mereka berdua tampaknya jadi pilihan yang lebih baik.

“Aku saja sudah cukup untuk melindungi keduanya.” aku berkata, kemudian kulemparkan pandang ke arah Johnny, mengingat bahwa aku lah yang memutuskan membawa Tzuyu dalam rencana kami, tentu saja aku tidak bisa menggantungkan keselamatan Tzuyu pada Johnny.

Bagaimana pun, Johnny punya hubungan yang begitu erat dengan Wendy, dan dia juga masuk dalam list yang harus kuwaspadai. Bisa saja dia terlibat dalam sebuah rencana bersama dengan Wendy, bukan?

Meskipun kami sekarang bekerja sama, bukan berarti aku bisa memercayainya begitu saja. Wendy kemungkinan besar bisa membawa kami ke dalam masalah. Yang artinya akan membahayakan Yeri juga—Tzuyu masuk dalam hitunganku, tentu saja.

Dan Johnny adalah seorang Humanoid yang telah bersama dengan Wendy selama bertahun-tahun. Bagaimana bisa aku percaya kalau dia tidak lagi terlibat dengan apa yang Wendy lakukan?

“Apa aku tidak terlihat cukup baik dan mampu melindungi mereka juga?” Johnny bertanya dengan nada tidak terima, tampaknya dia mengira bahwa aku menuduhnya sebagai seorang Humanoid yang kurang kompeten dalam melindungi manusia.

“Bukan begitu, aku hanya tidak mau melibatkanmu dalam keselamatan dua orang yang kubawa sendiri. Kau mungkin tidak punya cukup konsentrasi untuk memperhatikan keduanya.” ucapku.

Astaga, sejak kapan aku bisa berbohong dengan baik seperti sekarang? Kestabilan emosiku bahkan sangat sempurna padahal aku baru saja mengucapkan sebuah kebohongan besar yang mengerikan.

“Aku juga bisa membantu, Bung.” Johnny berucap santai, entah, apa dia sudah mendengar keraguan yang sebenarnya terselip dalam perkataanku barusan? Atau dia memang benar-benar merasa bahwa dia bisa diandalkan untuk melindungi Yeri dan Tzuyu.

“Apa kalian sudah selesai berdebat?” tanya Ten kemudian.

“Tentu.” Johnny menyahut sembari tersenyum.

Ten hanya menggeleng pelan melihat reaksi Johnny. Tentu reaksi Johnny sekarang menjadi hal yang sedikit asing baginya. Aku tidak tahu seberapa banyak sisi Humanoid Ten yang sudah tenggelam bergantikan dengan sisi manusia sebagai seorang Humophage, tapi tindakan Johnny sekarang masih dianggapnya di atas batas normal.

“Kita akan ke Edinburgh dulu, bukan? Aku punya beberapa kenalan di sana yang bisa membantu kita. Setidaknya, mereka bisa membantu kalian berdua, memberikan beberapa upgrade khusus juga modifikasi terhadap kemampuan yang kalian miliki.

“Dua manusia ini juga bisa sedikit memperbaiki kesehatan dan keadaan mereka. Kita tidak bisa membawa Yuta juga yang lainnya di depan sana untuk ikut denganku. Jadi, kita akhiri saja perjalanan dengan mereka di pertempuran yang akan terjadi tidak lama lagi.”

Aku terkesiap mendengar ucapan Ten sekarang.

“Apa yang kau bicarakan? Pertempuran apa?” kudengar Yeri angkat bicara, tanda vitalnya berubah tidak stabil seiring dengan bagaimana dia beringsut merapatkan dirinya padaku. Ah, Yeri…

Ten menatap aku dan Johnny bergiliran.

“Aku mendengarnya, aku mendengar pesan yang Yuta kirimkan pada seseorang. Pertempuran akan terjadi, Baekhyun, Johnny. Dan Yuta sedang mengendarai truk ini untuk membawa kita mendatangi pertempuran tersebut.”

“Bukankah itu artinya kita harus menghentikannya sekarang?” ucapku kemudian.

“Tidak perlu. Bukankah kalian sudah cukup mampu melawan Humanoid lain? Kalian adalah Humanoid generasi pertama yang punya banyak kemampuan berperang. Kalau kau menghentikannya sekarang, satu-satunya jalan kita menuju Edinburgh tidak akan bisa dilewati lagi.

“Tapi jika kalian memilih untuk bertempur dengan mereka, bukankah bagian dari rencana ini bisa kita gapai? Tujuan pertama Johnny adalah menarik perhatian Sentry sehingga mereka sadar bahwa ada Humophage yang juga bisa melakukan hal mengerikan, bukan?”

Benar, benar juga perkataan Ten sekarang. Kalau aku menghentikan Yuta dan memilih untuk bertempur dengannya sekarang, bisa jadi saat kami melanjutkan perjalanan nanti kami akan bertemu dengan orang-orang yang Yuta hubungi, bukan?

Meskipun aku sudah menduga dari awal kalau Yuta bukanlah seseorang yang bisa kami percaya, tapi setidaknya aku sudah menahan diri dengan begitu baik sampai sekarang. Menahan diriku untuk tidak menghancurkan chipnya.

Dan sekarang adalah kesempatan yang sempurna untuk menghancurkan chipnya, Baekhyun. Benar, kemarahanku pada Yuta atas apa yang terjadi pada Yeri sekarang bisa aku luapkan.

“Baiklah, lalu bagaimana dengan Suho dan Sana, juga seorang Outsiders yang ada di depan?” ucapku akhirnya.

“Aku sudah mengirim sinyal pada Suho untuk membawa gadis manusia yang bersama dengannya pergi dari tempat ini. Kau tahu, mereka berdua benar-benar tidak tahu apa-apa tentang masalah ini dan hanya melibatkan diri karena tahu kita punya masalah.

“Kita mungkin bisa bertemu dengan mereka lagi di London, karena aku sudah mengirimkan maps pada Suho tentang titik pertemuan kita nanti di London. Aku juga akan kirimkan maps yang sama padamu juga Johnny. Bisa ada kemungkinan kita terpisah karena pertempuran ini, tapi aku akan menyusul kalian ke Edinburgh, dan Suho juga Sana akan menyusul ke London.

“Untuk Outsiders yang bersama dengan Yuta, aku tidak bisa tahu dengan pasti dia ada di pihak siapa. Untuk saat ini aku hanya akan mengawasi keselamatannya di pertempuran nanti. Kalau dia seseorang yang berbahaya, sudah jelas aku akan melenyapkannya.”

Ucapan Ten sekarang tidak terdengar seolah ia sedang bermain-main dengan perkataannya. Tapi tidak berarti aku menyetujui apa yang dia ucapkan begitu saja. Apa dia tidak bisa bayangkan bagaimana mengerikannya bayangan melenyapkan manusia yang ada di dalam benak Yeri jika dia melakukannya?

Ah, tentu dia tidak peduli.

Apa ini juga yang Ten maksud dengan dia tidak mau repot-repot menyelamatkan Tzuyu juga Yeri jika terjadi sesuatu pada mereka. Pertempuran ini kah yang sedang Ten coba untuk katakan padaku tadi?

“Kalian berdua, kemarilah. Aku bisa memberi beberapa upgrade kecil pada ability yang kalian miliki. Itu juga salah satu kelebihanku sebagai Voice 07.” Ten berkata, berturut-turut setelah ia berucap, dua buah kabel silver muncul dari punggung Ten.

“Kau tidak akan menambahkan upgradeupgrade mengerikan, bukan? Kau tahu sendiri Baekhyun sangat menaruh curiga pada kita semua.” Johnny berucap, sementara dia dengan santainya melangkah ke arah Ten dan duduk manis di sebelah Humanoid muda itu.

Apa dia sekarang sedang memberikan sindiran padaku? Apa Johnny melihat kecurigaanku pada mereka berdua? Bagaimana bisa dia bisa melihat semuanya dengan begitu mudah sementara aku tidak bisa begitu?

“Tidak, aku hanya akan memberikan beberapa ability yang mungkin akan berguna jika kalian gunakan dalam pertempuran. Aku bukan seorang Humanoid Pelindung, dan aku tidak tahu benar bagaimana cara melindungi manusia selagi bertempur, tidak seperti kalian berdua yang sudah terbiasa hidup seperti itu.

“Sebagai Voice 07, tujuan diciptakannya aku adalah untuk melenyapkan manusia yang berbahaya bagi eksistensi Humanoid. Tapi jangan khawatir, dua orang ini tidak tampak berbahaya sama sekali di mataku.”

Jadi selama ini yang membuat Ten begitu memasang benteng permusuhan dengan manusia adalah karena command utama yang ada di dalam dirinya?

“Ayo, Baekhyun, kau membuang waktu yang bisa kau gunakan untuk upgrade.”

۩۞۩▬▬▬▬▬▬ε(• -̮ •)з To Be Continued ε(• -̮ •)з ▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩

IRISH’s Fingernotes:

Tuhan lagi berbaik hati kayaknya hari ini. Terbukti dengan gimana Tuhan ngasih aku waktu buat tidur satu jam setengah di tempat kerja (ini sebenernya momen awkward, karena aku tepar itu ketika semua orang udah pada pulang. Jadi pas aku bangun udah enggak ada siapa-siapa di tempat kerja kecuali yang tugas jaga, LOL) dan pas pulang ini otak sepanjang jalan udah seger udah bisa diajak kerja, HAHA.

Dan jadilah chapter sembilan belas (plus satu lagi epep yang mau dipublish besok) yang semalem cuma bisa aku ketik sampe 2000 kata sekarang udah nambah dua ribu lagi, hamdallah. Ya walaupun ujung-ujungnya diomelin emak sih, karena gado-gado buatan emak yang tadi waktu pulang aku puja-puja saking lapernya, malah berujung enggak aku sentuh karena lupa dan akhirnya basi deh pas barusan aku intip di meja belajar T.T maap emak, bukan maksudku mengabaikan gado-gado buatamu…

Aduh mianek, meskipun One and Only udah balik ke peradaban tapi mereka belum juga mencapai titik damai. Baru mencungul satu chapter setelah berbulan-bulan hibernasi, malah udah aku gantungin sama perang, buakakakak, salahin si konsep deh kenapa cerita tentang pertempuran justru ada di chapter dua puluh.

Dan maaf maaf banget, beberapa kali aku up dengan cerita chapter yang posternya masih belum sempet aku perbarui, maklum waktu buat bikin fanfiksinya ada, waktu buat bikin poster yang jadi terbatas.

Insya Allah nanti chapter depan aja yang ganti baru, LOLOL. One and Only juga kayaknya udah begitu lama aku garap… udah dua taon dan masih belum end juga, aduh tenang aja nanti akhir tahun kelar kok fanfiksi ini, jangan khawatir, dan jangan nagih buat sekuel aja gitu pokoknya, diterima aja endingnya dengan lapang dada dan lapang dompet /eh.

Nah, sekian dariku, sebenernya banyak yang mau diocehin mumpung lagi ngomongin One and Only, tapi apa daya kalo aku kebanyakan ngomongnya nanti yang ada malah di close tab T.T kan aku merasa terluka gitu ya kalo di tengah-tengah ocehan aku di close tab.

Sampai ketemu di chapter berikutnya di bulan September, salam peluk, Irish!

hold me on: Instagram | Wattpad | WordPress

20 tanggapan untuk “One and Only – Slice #19 — IRISH’s Tale”

  1. Halo kak rish… masih ingat aku..
    Yaampun kak aku ketinggalan banyak yaa.
    Udah lama nggak muncul di lapak oao. Huhuu~ aku tengok ternyata kak rish udah nerbitin cerita2 baru banyak banget. Kayaknya satu tahun deh nggak muncul dilapak cerita2 kak rish. Sampe lupa id name yang biasa aku buat komentar apa. Tapi kayaknya bener ini sih. Aduh ragu. Semakin kesini konfliknya makin rumit aku suka. Ngga jelas mana yg baik mana yang jahat. aku penasaran sama baekhyin giaman nanti kalo chipnya dilepas.
    Kak rish aku menunggu ending baekyeri lho.. semangat

  2. Kak irish T~T yunmi ampe lupa oao ini ceritanya gimana
    wkwk kalo capek mah enak kak tidur sebentar gapeduli sekitar bangun2 udah bugar aja wkw
    hmm jangan mubazir kak, saking kangennya sama baekery >~<
    masa sih oao udah dua taun aja? wih udah aniv dua kali dong wkwk
    gapapa kok kak a/n nya buat dessert dr panasnya konflik cerita /enaklahudah/
    oh ya yeri gak tidur supaya sara gak keluar kan ya? hmm itu suho sama sana tadi kok didepan sekarang udah kepisah aja? joni dulu humanoidnya wendy? sekarang jadi yg ditaksir wendy dongs eak eak wkwkwk
    okdaah yunmi udah gak sabar nunggu pertempurannyaah~

    1. Aku tuh sampe hampir lupa sama yoon loh /kemudian disambit/ XD wkwkwkkwwkk aku juga kangen loh sama cerita ini, sayang… bentar lagi dia kelar XD buakakakakakakakak aduh.. iyaa, di cerita yang lalu kan ada kisah si joni yang jadi humanoidnya Wendy dulu ~

  3. Yess udah di update 😍 ohmaygad, how to be Yeri? Gw pen juga nyender plus gandengan ama Baekhyun 😂 mas Jepangku knapa zahat kw mas? 😵
    Visit my blog guys Azurea00.wordpress.com

  4. Kak Rish… Sudah berapa lama kau buat daku menanti kisah bakery couple ini??? Huaaaaaa… Daku seneng banget akhirnya chapt 19 update juga.. terhuray aku tuh kak.. keep writing and fighting kak..

  5. Sudah lama sekali ya semenjak yg terakhir diupdate.
    Masih bingung sm chip yg dibicarain mereka. Itu chipnya baekhyun gitu ta? Atau gimana.
    Jadi chapter depan masih ada pertempurab di edinburg. Wah jadi gak sabar aja nih

    1. iya aku sadar aku emang lama update yang ini XD tapi sekarang insya Allah enggk gitu lagi kok XD wkwkwkwkw thanks karena udah menunggu…

  6. Wow.. Kilat nih update’an-ny 😃 너무촣아.. Oh, tzuyu ya yg ku lupa nm’ny wkt komen di spin off #2 td. Kyaa~ 😍 bakery moment kembali! 😀 akhr’ny.. Gpp poster’ny blm di update, yg pasti jln crita’ny trus lnjt 😙 itu chip yg di psng’in destroying system kan, klo di lpas bs jd pure jahad ky yuta/’baik’ ky johnny? 2 tmn yg mo ten slametin kira2 sp ya? Dah lupa sp yg stay di london jmn albm exodus 😕 game exorun dah ta’ delet yg jalur’ny kota2 tu. 찬열, tao?? Ato anak nct, 태영 kah 😃/ngarep! 😋 duh, mubazir tuh gado2 jd’ny. My lil’ sist jg kdng sk ga di mkn bkel yg dah disiapin nykp pas dy mo brgkt krj, ngomel deh emak 😅 gpp wlw dah mo prang, makin seru aja pasti’ny adventure bakery lovers dkk, blm lg tar klo dah ktmu 세훈 😘 btw, ga bkl ada kris ya di oao ini? /ngarep kode keras 😆

    1. iya ini pake kereta eksekutip kak XD wkwkwkwkwk di London ada Kai, aku ingetin aja kalo Kak Nindy lupa XD wkwkwkwkwkwkwkwkw chanyeol tao masih nantiiiiiiiii, eh tao mah udah ya, harusnya di barcelona tapi sengaja engga ada dia XD wkwkwkwkwkwk makasih ya kaaakkk ~

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s