One and Only – Spin Off #3 — IRISH’s Tale

|   ONE AND ONLY   |

|   Spin Off Story   |

|  Sehun x Mina  |  Adventure x Fantasy x Life x Science Fiction  |

|  Chapterred  |  Teen  |

|  by IRISH  |

—  not about the war, it’s about surviving  —

Reading list:

〉〉  Prologue — Chapter 1Chapter 5 | Chapter 6 — Chapter 10 | Chapter 11 —  Chapter 15 | Chapter 16Chaper 17 — Chapter 18Chapter 19  〈〈

  SPIN OFF 1 — SPIN OFF 2 — [NOW] SPIN OFF 3 

♫ ♪ ♫ ♪

In Author’s Eyes…

Bukannya Sehun percaya diri, bukan pula dia kelewat merasa rendah diri. Tapi situasi yang sekarang dia hadapi bersama dengan Mina memang sebuah katastrofi yang Sehun sudah tahu jelas bagaimana akhirnya.

Perang akan terjadi lagi, cepat atau lambat. Sebab, robot yang telah manusia ciptakan sebagai pengganti mereka dalam hal pekerjaan, kini justru telah berubah menjadi makhluk jenius dengan kecerdasan tanpa batas yang akhirnya malah menempatkan manusia sebagai sebuah masalah sekaligus oknum yang menghancurkan bumi.

Bukannya Sehun menyalahkan analisa mereka, tapi kalau boleh jujur, Sehun juga setuju, paham benar pria itu kalau sebenarnya akar masalah dari semua masalah yang ada di bumi ini ya karena ulah manusia.

Tapi mengapa, Sehun justru merasa takut?

██║│█║║▌    Spin Off: Part Two —  │█║║▌║██

“Apa yang kau takutkan, Sehun?” terdengar tanya Mina mengudara, keduanya kini tengah duduk di dalam sebuah kendaraan curian, dengan Mina duduk di balik kemudi dan Sehun yang pura-pura menyibukkan diri dengan buku.

“Apa maksudmu, aku? Takut?” Sehun berkata dengan nada sarkatis, berharap kalau Mina memang telah salah mengira, tapi tentu saja Mina tidak sebodoh itu.

Dia tahu Sehun sedang ketakutan bahkan tanpa pria itu harus mengutarakannya.

“Kau sedang takut…” Mina berucap lirih, sekeping bagian darinya kini entah mengapa merasa nyeri, sebab tahu bahwa Sehun baru saja berbohong padanya. Padahal, keduanya selama ini tidak pernah menutupi apapun yang terjadi.

Hhh…” Sehun mendesah pelan, tak ayal pertahanannya runtuh juga kalau dia sudah melihat ekspresi terluka yang Mina pamerkan.

“Maaf, aku tak bermaksud membohongimu. Aku hanya… merasa khawatir—tidak, kurasa aku memang takut. Ada begitu banyak hal yang aku sadari sejak tadi, salah satunya adalah faktor yang menyebabkan manusia menjadi alasan kehancuran bumi ini.

“Kau, dan Humanoid maupun Humophage lainnya pasti sudah tahu dengan jelas. Dan ya, tidak bisa kubohongi kalau aku juga takut. Bagaimana kalau nanti, kau dan robot-robot lainnya bersatu menjadi pasukan perang yang berusaha memusnahkan manusia?

“Tidak, jangan katakan memusnahkan karena kau pasti akan menolaknya. Katakan saja, kalian berusaha menghentikan upaya manusia yang berusaha menghancurkan manusia lainnya. Lalu bagaimana dengan robot yang lain? Bukankah ada kemungkinan bahwa mereka memandang manusia sebagai subjek yang sama? Masalah. Tidakkah begitu?”

Sehun mengakhiri penuturan panjangnya. Pria itu bahkan sudah tidak lagi cukup sabar sampai-sampai dia gunakan istilah paling kuno tentang cara orang-orang menyebut Humanoid, robot.

Larut dalam keheningan saat dia berusaha mencerna tiap kata yang Sehun ucapkan, Mina sadari, Sehun sudah tahu kalau Mina juga berpikiran begitu. Tentu saja, tanpa perlu Sehun perintahkan, Mina sudah menganalisis segalanya dengan sangat cepat dan baik.

Pandangan-pandangan yang baru saja Sehun katakan juga sudah jadi bagian dari analisis Mina sebelumnya. Hanya saja, Mina lebih punya kekuatan untuk menyembunyikan hal mengerikan itu dari Sehun.

“Apa kau takut dianggap buruk oleh Humanoid lainnya?” tanya Mina, vokalnya tidak lagi selantang tadi.

“Tentu saja. Mina, bagaimanapun di mata semua orang aku adalah seorang servicer. Dan tak ada servicer yang dikenal sebagai orang baik. Kami semua dianggap sebagai manusia-manusia kejam yang merebut keluarga di mata manusia.

“Dan di mata Humanoid, kami hanya sekumpulan manusia egois yang memperalat mereka demi kepentingan manusia. Bukankah aku adalah sasaran utama mereka jika saja peperangan terjadi dan ada keharusan untuk membunuh seseorang dalam perang tersebut?”

Lagi-lagi, Mina tenggelam dalam diam. Pikiran gadis itu bergelut sendiri, antara mau memberitahu Sehun tentang pemikirannya, dan membiarkan Sehun tidak tahu apa-apa dan terus berspekulasi.

Ucapan Sehun juga memang benar adanya. Dia adalah seorang servicer, dan di mata semua orang, servicer adalah antagonis nomor satu. Setidaknya, lupakan Sentry dan jajaran pemerintah Negara Tunggal, mereka terlalu jauh untuk bisa dilukai.

Tapi servicer hidup layaknya manusia lain yang bekerja. Dan mereka adalah sasaran paling mudah untuk dibunuh oleh orang-orang yang membenci Humanoid, atau sebaliknya, Humanoid yang membenci manusia.

Ketimbang membunuh Outsiders yang justru jadi manusia kesepian tanpa keluarga tanpa harta, Humanoid jauh lebih membenci servicer yang memaksa mereka untuk menjadi budak manusia.

“Kau benar.” akhirnya Mina berkata.

“Aku sudah tahu aku benar.” Sehun menyahuti, dia nyatanya tidak menunggu reaksi Mina yang seperti itu.

“Tapi kau salah tentang satu hal.” lagi-lagi Mina berkata.

“Apa itu?” tanya Sehun.

Mina menghentikan laju mobilnya, mengabaikan minibus yang sekarang menjauh dari pandangan, Mina justru lebih memilih untuk menyelesaikan konversasinya dengan Sehun.

“Mina, kenapa berhenti? Kita bisa bicara sambil—”

“—Tidak. Kita tidak bisa bicara sambil mengikuti mereka. Lagipula, tidak sulit bagiku untuk mengikuti mereka lagi.” Mina memotong.

“Baiklah, jadi apa hal yang tidak aku tahu dan kau tahu itu?” tanya Sehun, helaan nafas panjang terdengar lolos dari bibirnya sekarang, satu lagi tanda bahwa dia merasa khawatir, tanda yang begitu Mina kenali.

Sejenak, Mina biarkan keheningan menyelimuti. Bukan karena dia menyukainya, tapi karena Mina harus pastikan bahwa dia dan Sehun hanya berdua saja, tanpa ada orang lain yang mungkin bisa mencuri-dengar pembicaraan mereka.

Bukan hanya manusia, tapi juga Humanoid.

“Sejak awal, semua Humanoid adalah Humophage.”

“Apa?” Sehun menatap dengan manik membulat terkejut.

“Kami semua, dulunya adalah Humophage. Mengapa? Karena inti dari tubuh kami diambil dari tubuh manusia, yaitu otak. Otak kami, adalah otak dari manusia yang sudah diubah struktur dan kinerjanya.

“Dulu, manusia beralibi bahwa mereka ingin menguji cobakan transplantasi otak antar tubuh manusia untuk membuktikan bahwa nyawa seorang manusia berada di otaknya. Namun, yang mereka lakukan justru lebih mengerikan.

“Transplantasi otak antar manusia itu tak pernah terealisasi, sebab tubuh manusia tanpa adanya otak, akan langsung tidak bisa difungsikan. Tapi tubuh kami, bisa difungsikan. Jadi mereka melakukan transplantasi itu pada kami.

“Para Humanoid generasi pertama, adalah Humophage yang paling ingin dimusnahkan oleh manusia. Sebab saat menciptakan mereka, manusia hanya mengambil otak manusia lainnya secara acak. Jadi, karakter dan sifat Humophage yang ada pada mereka juga tidak stabil dan cenderung tidak bisa dikendalikan.

“Tapi generasi lainnya tidak begitu. Mereka mengawasi manusia-manusia di dunia, mencuri data pribadi mereka dan memilih orang-orang yang mudah dikendalikan untuk dibunuh secara diam-diam dan direnggut kehidupannya untuk menghidupkan kami.

“Tanpa kau bicara tentang kemungkinan bahwa kami akan membunuh servicer, sejak awal diciptakan, kami sudah membunuh begitu banyak manusia, Sehun. Hanya saja, memang para servicer yang lebih banyak melakukan kontak ‘kotor’ ini demi memuaskan kecerdasan mereka yang terbatas.

“Ketika mereka berhasil memodifikasi struktur otak manusia yang mereka bunuh, dan kemudian organ itu memberi kami ‘kehidupan’ pada akhirnya, kami juga dikendalikan. Kembalinya Humanoid menjadi Humophage bukanlah kesalahan Humanoid, melainkan bukti dari ketidak sempurnaan kecerdasan yang manusia banggakan.”

Sehun sekarang hampir tak bisa berkedip. Sungguh tidak disangkanya, Mina yang selama ini selalu bertutur lembut tiba-tiba saja bisa bicara begitu banyak, tanpa bisa Sehun hentikan atau sela barang sejenak.

Pun penjelasan si gadis, terlampau mengejutkan bagi Sehun. Mengetahui bahwa bertahun-tahun yang lalu ratusan ribu manusia sudah dibunuh secara diam-diam untuk memberi kehidupan pada Humanoid sementara pembantaian kejam itu tak pernah tercatat dalam sejarah, adalah bukti kekejaman Negara Tunggal pada manusia.

Ucap mereka, ingin menjadi sumber kemajuan bagi umat manusia, lantas ratusan ribu nyawa dibiarkan melayang, dan ratusan ribu makhluk dipaksa untuk hidup dan kemudian diperbudak.

Sekarang, saat ratusan ribu budak itu mendapatkan kesadaran selayaknya manusia-manusia yang sudah mereka bantai, mereka pula hendak dibantai agar tidak merepotkan. Bukankah keegoisan manusia itu begitu lucu?

“Jadi maksudmu… saat aku merakitmu dulu, sebenarnya kau sudah jadi seorang Humophage? Tidak, tunggu dulu. Biarkan aku berpikir sejenak.” Sehun memejamkan maniknya.

Dia tidak lagi mampu mengingat bagaimana Mina dulu bertemu dengannya, sebab dia masih terlalu kecil. Tapi bertanya pada Mina mengenai hal itu hanya akan jadi sesuatu yang memalukan.

“Begini, jadi pada dasarnya perasaan yang kalian rasakan bukan perasaan dari seorang robot, melainkan hasil dari kinerja hormon yang diolah oleh otak?” tanya Sehun, mengingat bahwa dia sudah begitu lama tidak mempelajari sains, sekarang mengingat anatomi tubuh manusia pun dia tidak sanggup. Sehun masih lebih hafal anatomi tubuh Humanoid, sungguh.

“Iya.” Mina menjawab.

“Tapi… bukankah itu masuk akal?” Sehun kini menatap ke arah Mina dengan pandang penuh tanya.

“Apanya yang masuk akal?” Mina balik bertanya.

“Kalian, berperasaan. Maksudku begini, karena ‘inti’ dari tubuh kalian diambil dari manusia, kegagalan yang manusia lakukan pada kalian yang kemudian membuat Humanoid mendapatkan kesadaran layaknya manusia, bukankah itu masuk akal?

“Memangnya, apa yang salah kalau kalian berperasaan? Bukankah… kalian juga punya bagian dari manusia yang memiliki kuasa untuk mengolah emosi? Bagiku, semua ini justru jadi terlihat masuk akal Mina.

“Kau yang berperasaan, maupun Humophage lainnya. Sah saja kalau kalian semua punya perasaan dan keinginan layaknya manusia, karena kalian… juga berasal dari manusia. Satu-satunya masalah yang kulihat di sini justru bukan masalah ‘perasaan’ yang Negara Tunggal anggap tak layak untuk kalian miliki.”

Sehun menghentikan penuturannya, lagi-lagi otak jeniusnya berusaha memutar informasi dengan cepat. Mendapatkan informasi dengan begitu jelas dari Mina sekarang membuat Sehun merasa seolah dia jadi manusia paling jenius di Negara Tunggal.

“Bagaimana dengan generasi pertama? Bukankah mereka semua adalah Humanoid Pembunuh yang digunakan saat perang? Apa sisi ‘manusia’ mereka juga berperan untuk itu?” tanya Sehun dijawab dengan senyum kecil oleh Mina.

“Ada cerita yang berbeda untuk generasi pertama, Sehun. Mereka, bukannya dibangunkan sebagai Humanoid untuk lantas dibiarkan berperang. Semua Humanoid generasi pertama, adalah pembunuh yang dibekali senjata oleh Negara Tunggal.

“Baru setelah tugas mereka selesai, sisi pembunuh itu ditidurkan dengan memasukkan perintah Humanoid ke dalam dirinya. Kalau ‘perintah’ ini dinonaktifkan, mereka akan kembali terbangun sebagai pembunuh.

“Itulah mengapa, kukatakan bahwa Negara Tunggal tidak ingin Humanoid generasi pertama yang terbangun sebagai Humophage. Karena mereka adalah pembunuh. Dan yang paling mungkin menjadi Humanoid pembunuh manusia, adalah mereka.”

Kembali, Sehun dilemparkan dalam melodrama. Dia baru saja ingin mengembuskan nafas lega karena setidaknya Mina bukanlah salah satu Humanoid generasi pertama yang harus membuat Sehun merasa waspada.

Tapi sekarang Sehun memikirkan kelangsungan hidup bangsanya sendiri. Bagaimana jika manusia yang lainnya dibunuh?

“Ada berapa banyak Humanoid generasi pertama ini?” tanya Sehun.

“Tidak banyak, dan mereka semua sudah dinonaktifkan setelah peperangan berakhir. Tapi aku tidak tahu lagi, kalau ada dari mereka yang terbangun menjadi Humophage, dan berbuat kacau.

“Kita mungkin harus memperhatikan tempat pemberhentian kita sesekali nanti, siapa tahu ada Humanoid yang mengacau di satu tempat, kemungkinan besar dia adalah Humophage generasi pertama yang aku ceritakan tadi.”

Sehun mengangguk-angguk saat mendengar penuturan Mina. Lagi-lagi, dia larut dalam pemikirannya sendiri. Tidak bisa Sehun mengerti, bagaimana bisa selama ini Mina berbohong dengan baik padanya sedangkan Sehun saja tidak tahu kalau Mina menyimpan rapat rahasia sebesar ini.

Tapi Sehun juga tak ingin menyalahkan, sebab pada akhirnya dia diberitahu juga. Mungkin saja Mina memang menunggu waktu yang tepat untuk memberitahu Sehun, atau mungkin juga Mina berencana untuk terus menyimpannya kalau saja Sehun tidak begitu cerdas dan bisa bicara tentang hal yang ada sangkut pautnya dengan rahasia Mina.

“Melihatmu bicara seperti ini, entah mengapa aku berpikir kalau selama ini kau dan Humanoid atau Humophage lainnya sudah saling berkomunikasi dengan cara yang tidak aku ketahui, dan lantas kalian bertukar informasi secara rahasia.

“Atau, memang semua Humanoid selalu berkomunikasi secara rahasia?” Sehun kembali membuka konversasi. Rupanya, benak pria itu baru saja selesai menganalisis semua informasi yang didapatnya dari Mina barusan.

“Memang, kami saling berkomunikasi satu sama lain, semuanya. Semua Humanoid yang ada di dunia ini, terhubung satu sama lain melalui sistem online, tapi sistem ini anonim, tak ada yang tahu siapa yang bicara, tidak juga komunikasinya berjalan dua arah.

“Semisal saja aku bersuara di sistem, siapapun yang punya waktu yang akan menyahutiku. Kami saling berkomunikasi tanpa tahu siapa yang jadi teman komunikasi kami. Tapi setidaknya kami tahu, dia juga seorang Humanoid.”

Senyum Sehun mengembang sedikit saat dia mendengar ucapan Mina.

“Untung saja, aku seorang servicer yang baik. Kalau bukan, mungkin sekarang kau sudah masuk di laboratorium untuk dibongkar oleh servicer lainnya demi menemukan sistem yang kau bicarakan tadi.” kelakar Sehun berusaha bergurau.

Bukannya menyahuti gurauan Sehun dengan tawa, Mina justru melempar senyum pedih.

“Justru, karena kau seorang servicer yang kupercaya, makanya kau kuberitahu semua ini Sehun. Kalau saja kau bukan servicer yang kukenal sejak kau kecil dan aku tahu benar wataknya, mungkin aku tidak akan memasukkan namamu dalam barisan nama orang-orang yang tidak boleh dilukai saat perang itu terjadi.”

Tawa yang sempat tersemat di bibir Sehun tiba-tiba saja ditelan oleh si pria.

“Barisan apa katamu?” ulang Sehun seolah pendengarannya sedang terganggu saat mendengar perkataan Mina barusan.

Mina kemudian menggerakkan tangannya pelan, memunculkan sebuah layar transparan dengan latar berwarna biru tua di udara.

“Ini adalah sistem yang kubicarakan. Hanya akan muncul suara, atau tulisan kalau aku mengaksesnya seperti sekarang.” Mina kemudian menggeser layar tersebut menggunakan jemarinya, “Dan ini adalah forum kecil yang kami ciptakan, untuk memasukkan nama-nama manusia yang harus kami waspadai, dan nama-nama manusia yang harus sama-sama kami lindungi kalau saja dia terjebak dalam bahaya.

“Tadi kau bilang sendiri, kalau sebagai servicer kau takut kau akan dibunuh jika perang itu terjadi. Itu sebabnya, aku masukkan namamu dalam barisan nama manusia yang bisa dipercaya.

“Sehingga, saat perang itu benar-benar terjadi, meskipun aku tidak ada di sisimu, Humanoid lain yang menemuimu—selama dia telah berubah menjadi Humophage—yang akan bergerak melindungimu.

“Begitu juga denganku, jika aku menemui nama-nama yang ada dalam pengecualian ini, aku akan melindunginya juga seperti aku melindungimu.” Mina mengakhiri penjelasannya sambil kemudian menyimpan kembali layar biru kecil yang baru saja dia pamerkan pada Sehun.

“Hanya mereka yang sudah jadi Humophage yang bisa mengakses penuh sistem ini, aku tidak tahu alasannya apa, mungkin ada command di sistem Humanoid yang masih memblokir sistem ini.

“Tapi kau tidak perlu khawatir, meskipun tubuh kami dibuka satu persatu, sistem ini maupun riwayatnya tak akan bisa ditemukan oleh manusia.” penuturan Mina kali ini menjawab protes yang baru saja hendak Sehun lontarkan.

Tadinya pria itu hendak menuai protes lantaran identitasnya dimasukkan dengan sangat lengkap ke dalam forum berbahaya itu.

“Lalu bagaimana jika ada Humophage kejam yang mengetahui namaku?” tuntut Sehun dijawab Mina dengan senyum kecil.

“Jangan bercanda, Humophage generasi pertama perbandingannya 1:1000 dengan kami. Kalau kau bertemu dengan satu Humophage pembunuh, akan ada seribu pelindung untukmu.” sahut Mina, geli juga dia karena ketakutan Sehun sekarang mengingatkan gadis itu pada masa kecil Sehun.

Di masa lalu maupun di masa sekarang, Sehun masih saja sering menaruh keraguan pada Mina. Dan kadang-kadang hal itu membuat Mina merasa kesal sekaligus gemas pada sosok pria yang dikenalnya selama belasan tahun itu.

“Dan bagaimana bisa sistem itu tidak akan ditemukan manusia? Memangnya siapa yang menciptakannya?” tanya Sehun lagi-lagi dengan nada menuntut.

“Sistem pertahanan individual kami yang menciptakannya. Dan soal bagaimana manusia bisa tidak menemukannya, bukankah jawabannya sudah jelas? Karena kami jauh lebih jenius dibandingkan manusia?” Mina menatap Sehun dengan seulas senyum terpasang.

Hal yang kemudian membuat Sehun membuang wajah, sebab apa yang dikatakan Mina memang benar adanya. Mau bagaimanapun susahnya manusia belajar, ilmu yang mereka capai tak akan bisa melampaui kemampuan tidak terbatas yang dimiliki Humanoid.

Seharusnya, Sehun sadar akan hal itu, bukan?

“Lalu… dengan adanya semua hal yang kau ceritakan padaku ini, apa itu artinya perang yang kuprediksikan tadi, akan benar-benar terjadi?” tanya Sehun akhirnya.

Mina, terdiam sejenak sebelum dia kemudian tersenyum menenangkan Sehun.

“Bukankah, selama ini kita memang selalu berperang? Saling berusaha mengalahkan satu sama lain dengan cara apapun, membiarkan Outsiders hidup sebagai korban perang juga merupakan wujud peperangan yang belum selesai.

“Anggap saja, kalau benar-benar terjadi… maka perang itu pastilah bertujuan mengakhiri semua keegoisan dan kesombongan yang sudah manusia bangun selama bertahun-tahun dengan cara yang keliru.”

۩۞۩▬▬▬▬▬▬ε(• -̮ •)з To Be Continued ε(• -̮ •)з ▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩

IRISH’s Fingernotes:

Berjuang di tengah-tengah melawan cacar air yang untuk ketiga kalinya menyerang (karena emak inget dengan jelas waktu aku balita dan waktu SMP aku sudah kena cacar) akhirnya aku sampai pada satu keputus asaan hakiki, Game Over enggak bisa direvisi dan otomatis gak bisa publish hari Jum’at karena keadaan tanganku sungguh enggak memungkinkan.

Ya… serangan cacar kali ini sampe ke telapak tangan dan jari-jari. Dan aku yang pembersih (apaan) ini rasanya najis sekali kalau mau berkutat dengan Zinnia yang masih perawan ting-ting umur empat hari dengan jari yang penuh dosa—eh, noda—eh, noktah.

Kan serem aja tau-tau tengah-tengah ngetik cacarnya pecah. HIH!

Jadilah, aku relain aja spin-off ini buat muncul duluan. Nanti Game Over jatah double deh, cieh, aku lagi baik, jadi mungkin demi mengejar deadline Game Over, nanti berapa minggu sekali gitu ada jatah seminggu dua chapter. Maklum, yang harus diselesein empat puluh… sampe detik ini baru sampe seperempatnya sedangkan akhir tahun harus kelar semua.

Nah, aku juga enggak bisa ngetik panjang ini fingernotes karena ngetiknya lewat hape dan susah juga karena aku takut si cacar imut pecah di hape… syumpah diriku jijay bayanginnya. Aku kan jijayan orangnya…

Sekian dulu dariku, sampai bertemu!

p.s: Selamat Hari Raya Idul Adha! Selamat bersate ria, jangan lupa timbang berat badan sebelum dan sesudah hari raya ini. Dan jangan lupa cek gula darah, kolesterol, juga tekanan darah. Karena bisa saya pastikan satu dari beberapa unsur tersebut di atas akan melonjak naik. HARHAR.

See ya!

p.p.s: Eh omong-omong soal bahan gosipnya Sehun sama Mina ya, aku tuh jadi inget kalo Baekhyun juga Humanoid generasi pertama. Artinya dia itu pembunuh dong, kayak Yuta ya. Tapi kok dia baik sih? Atau cuma alibi doang? Apa itu semua kebohongan? Mina aja pinter bohong loh, meskipun di POV Baekhyun dia kesannya baik, kita kan enggak tahu dia gosip-gosip apa aja di forum rahasia itu kan ya? Terus Johnny juga katanya dia baik meskipun chipnya udah dilepas, tapi kok dia masih baik? Harusnya pembunuh mah pembunuh ya, enggak baik-baik kayak Johnny gitu. Apa dia juga tipu muslihat?—ini Irish versi pembaca, atau Irish versi penghasut?

p.p.p.s: EH ANJIR, INI PERASAANKU DOANG ATAU EMANG SIH EKSO AGAK-AGAK NUANSA SKAIFI REPACKAGENYA? Kokoro aku tuh enggak bisa diginiin… aku tuh enggak kuat kalo besok-besok orang-orang pada bikin fanfiksi eksohnya jadi robot u,u jangan cintain skaifi, cukup aku aja yang cinta skaifi u,u kalo besok adek-adek mau bikin skaifi, bikin yang sesuai dengan kaidah penciptaan dunia skaifi yang bener ya… jangan asal buat nanti orang-orang jadi benci lagi sama skaifi dengan alasan cerita skaifi itu mengada-ada dan enggak berlogika e.e

hold me on: Instagram | Wattpad | WordPress

14 tanggapan untuk “One and Only – Spin Off #3 — IRISH’s Tale”

  1. Nah iya bener aku juga mikir si baekhyun kan generasi pertama, si johnny sama yuta kalo yuta kan emang udh asal nyerang si yeri aja, dan mungkin buat si johnny kenapa dia ga nyerang mungkin dia dapet kepribadian yg baik yg masih mau mikir raional yg engga asal bunuh orang,, dan si baek karna berhubung belum lepas chipnya jadi ga tau ya kan??? Eh tapi ini pemikiran asal doang deh kalo perkataan si mina bener dugaan aku sih gitu soalnya kan tadi irish bilang manusia ngebunuh manusia lain diambil otaknya dan itu humanoid generasi pertama dan ga tau karakteristik manusianya gimana… masih ga ketebak sih endnya gimana dan si baek kalo chipnya dibuka kek gimana 😂😂

    1. XD iyes, emang mereka itu generasi pertama, dan nanti aja cerita pasca dilepasnya chip Baekhyun bakal menyusul di kemudian hari /eaaaa XD wkwkwkwkwkwk

  2. Yawla kak rish cacar 3 kali?! Aku juga taon lalu cacar yg kedua kali dan takut aja gitu ga normal cacar 2× eh ternyata kak tish smpe 3× 😂😂
    GWS kak rish, sabar” ya menghadapi benjolan imut”nya 😍😅
    Ih gamau baekhyun jadi jaat,kesian yerinya udh gapunya sp” masa baek jdi jahat juga,pkoknya gaboleh!baek harus baik ama yeri/ga
    Semangat terus kak rish,ditunggu ff” slanjutnya 😘

    1. XD iyes, cacar2 ini kayaknya cinta sama aku ~ padahal bekasnya yang dulu masih ada, udah nambah lagi… mana tangan aku tuh gabisa kalo gak kriwil-kriwil bekas cacarnya XD wkwkwkwkwkwk

  3. To be honest eike blm ngikutin game over 1x pun, maybe later & bersyukur sngt oao yg diupdate 😀 part’ny 세훈 pula! Itu forum rahasia para humophage ky forum line’ny para staff exoffi gt ya 😄 yg chat’ny smp 999++
    Oh, trnyt core dr para humanoid tu human brain itself toh, stuju sm 세훈 no wonder para humophage jd pny mcm2 emosi cem human. Jd 백, it’s neutral u fall in love with yeri! 💕 sk sm irish versi reader + penghasut 😙 iya tuh, yuta, jhonny & 백 para 1st generation yg pnuh mistery.
    Omaya, kirain br prtm x kna chickenpox, trnyt udah yg ktiga 😰 eike ckp 1x ta’ mau lg! 😬 get well soon..
    Dah ah, saat’ny ke msjd bwt shlt eid al-adha 😊

    1. XD buakakaka, jangan diikutin kak, itu fanfiksi sesat yang isinya teramat sesat XD wkwkwkwkwkwk OH!! BENER ITU, GRUPNYA EKSOEPEPI KEKNYA SEJENIS SAMA GRUPNYA HUMOPHAGE INI XD XD XD

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s