One and Only – SLICE #11 — IRISH’s Story

irish-one-and-only-fixedOne and Only

With EXO’s Byun Baekhyun and Red Velvet’s Kim Yeri

Supported by EXO, TWICE, and SMRookies Members

A sci-fi, fantasy, romance, and life story rated by PG-16 in chapterred length

DISCLAIMER

This is a work of fiction. I don’t own the cast. Every real ones belong to their real life. And every fake ones belong to their fake appearance. The incidents, and locations portrayed herein are fictitious, and any similarity to or identification with the location, name, character or history of any person, product or entity is entirely coincidental and unintentional. Any unauthorized duplication and/or distribution of this art without permission are totally restricted.

©2015 IRISH Art&Story All Rights Reserved


“Mencintaimu? Ya, aku mencintaimu. Walaupun kita berbeda.”


Previous Chapter

Prologue || Chapter 1 || Chapter 2 || Chapter 3 || Chapter 4 || Chapter 5 || Chapter 6 || Chapter 7 || Chapter 8 || Chapter 9 || Chapter 10 || [NOW] Chapter 11

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Yeri’s Eyes…

“Lepaskan aku!” teriakku keras

Baekhyun… tolong aku…

Oh-oh, santai nona, aku sudah menyelamatkanmu.”

Menyelamatkanku? Dengan membawaku pergi dari Baekhyun?

“Yuta, turunkan dia.”

Aku terkesiap saat mendengar suara Baekhyun. Yuta tertawa pelan, menurunkanku. Aku menatap sekelilingku, dan menemukan Baekhyun melangkah ke arah kami.

“Baekhyun!” teriakku lagi, tanpa bisa kucegah aku berlari ke arahnya, memeluknya erat untuk melepaskan ketakutanku.

“Kukira Ia hanya berpura-pura takut, ternyata Ia benar-benar takut.” ucap Yuta.

Aku melepaskan Baekhyun, dan menatap Humanoid menyeramkan itu.

Hey, tenanglah, aku menyelamatkanmu. Sekarang semua orang berpikir kalian berdua sudah terpisah.”

“Apa?” aku dan Baekhyun berucap hampir bersamaan.

Yuta tertawa pelan.

“Kau tidak sadar? Humanoid-humanoid di Metro. Salah seorang dari mereka adalah Servicer. Manusia yang pertama kali kuserang. Dan sepertinya Ia sadar kita seharusnya sudah tidak ada.”

“Kita?” ucap Baekhyun terdengar tidak mengerti.

“Baekhyun, kau, aku dan Chen sama-sama dibuat dari komponen yang sama. Ingat bagaimana kita bertiga bisa terus berhubungan dari jarak jauh?” ucap Yuta.

Baekhyun menyernyit.

“Aku sudah dinonaktifkan selama enam tahun. Kukira chip itu sudah tidak aktif.”

Yuta menggeleng pelan.

“Aku tahu kau ada di Lyon. Kurasa kau tak sadar, Pembersihan Humophage sudah dilakukan secara besar-besaran di Paris.” ucap Yuta.

“Lalu apa tujuanmu hendak menyerangnya?” ucap Baekhyun sambil menarikku ke belakangnya tubuhnya, Ia melindungiku, aku tahu itu.

“Karena dengan membawa nona ini kau akan mengikutiku. Chip itu membuatmu tahu aku ada di sini bukan?”

Baekhyun terdiam.

“Kau tak harus menggunakannya untuk membawaku mengikutimu.”

“Oh ayolah, kau berpikir aku akan benar-benar melukai nona ini?” ucap Yuta sambil tersenyum padaku.

Entah mengapa senyum manisnya terlihat menakutkan.

“Yuta! Kau menakutinya.” ucap Baekhyun—karena aku meringkuk ketakutan di punggungnya dan mencekalnya makin erat—membuat Yuta tertawa pelan.

“Dia pasti takut karena sudah melihatku membunuh bangsanya. Tenang saja nona umm, siapa namamu? Manusia-manusia itu tak akan mati. Mereka bisa dihidupkan lagi oleh Humanoid-nya. Tapi kau tahu apa tujuanku sebenarnya?” ucap Yuta sambil menatapku dan Baekhyun bergiliran.

“Jadi kau punya tujuan lain selain membuatku mengikutimu?” tanya Baekhyun.

Yuta mengangguk-angguk cepat. Wajahnya masih terlihat santai tanpa sadar jika aku masih ketakutan setengah mati padanya.

“Membuat Humanoid lain melihat seperti apa yang bisa mereka lakukan tanpa adanya Owner. Aku tidak mengerti kenapa kau membawa nona ini Baekhyun, tapi kau terlihat sangat alami berperan sebagai Humanoid-nya.”

Aku menyernyit. Ia tahu. Ia tahu Baekhyun dan aku tidak memiliki hubungan apapun. Dan… Oh sungguh, Ia masih terlihat menakutkan.

“Kau akan ke Marseille? Aku mengenal seorang Humophage disana, Ten, dia lari dari Thailand ke Marseille karena Pembersihan disana. Sungguh menggelikan.”

Aku mengeratkan peganganku pada Baekhyun saat Yuta melangkah mendekati kami. Ia tertawa pelan karena melihat aku masih begitu takut padanya.

“Baekhyun, dia benar-benar takut padaku. Sungguh menggemaskan.” ucap Yuta mengabaikan ketakutanku.

Baekhyun menatapku, dan menatap Yuta lama.

“Bagaimana aku bisa percaya kau masih Yuta yang dulu?” ucap Baekhyun.

Apa Baekhyun ingin tahu Humanoid dihadapanku benar-benar sama sepertinya atau seperti Wendy? Atau Dahyun?

“Bukti apa yang kau minta?”

“Dimana Ownermu?” tanyaku, sama persis seperti yang kutanyakan pada Baekhyun saat pertama kali aku bertemu dengannya.

“Aku membunuhnya.” aku tercekat ketika Yuta menyahut.

“Apa?” Baekhyun terdengar sama kagetnya.

“Ada penelitian yang dilakukannya pada programku selama beberapa hari. Dan Ia tidak tahu selama beberapa hari itu aku bisa memikirkan semuanya, sendirian, tanpa harus menurutinya lagi. Dia datang dengan membawa seorang Humanoid wanita, Alpha 12, dan berniat mengambil prosesorku untuk dipindahkan pada Humanoid itu.

“Tentu saja aku tak mau bertindak bodoh. Aku menyerangnya, dan Ia terbunuh.”

“Bukankah Dahyun bilang bahwa hanya ada 3 Alpha 12?” bisikku pada Baekhyun.

“Ah, kau bertemu dia?” tanya Yuta membuatku menyernyit.

Dia tahu Dahyun juga?

“Dahyun. Dia datang bersama Ten dari Thailand. Dahyun adalah Alpha 12, dan Ten adalah Voice 07.” ucap Yuta menjelaskan.

“Voice 07? Jenis apa itu? Aku tak bisa mengakses nya.” ucap Baekhyun.

“Voice 07 adalah proyek rahasia. Jika Alpha 12 diciptakan untuk mengakses semua informasi yang ada didunia, bahkan galaksi ini, tanpa ada batas, dan bisa berperasaan seperti manusia.

“Maka Voice 07 adalah senjata pelengkapnya. Voice 07 hanya diciptakan 2 unit. Dan mereka punya kemampuan mengetahui pikiran manusia dengan melihat gelombang yang dipancarkan dari tubuh manusia tersebut.

“Selain Ten, seorang Voice 07 diproduksi di Jepang, negara asalku, dengan kode nama Hina.” ucap Yuta

Semua ucapannya terdengar benar. Seolah tak ada sedikitpun kebohongan. Tapi mengingat bahwa Baekhyun pernah mengucapkan kebohongan dengan lancar, aku tak lagi percaya bahwa Humanoid tak bisa berbohong.

“Bagaimana kami bisa mempercayaimu?” tanya Baekhyun mewakili ucapanku.

“Aku juga diburu oleh Sentry, Baekhyun, aku juga ingin hidup bebas, aku tak ingin menjadi robot pesuruh manusia. Apa kau tak pernah membayangkannya? Dunia ini akan sangat indah jika manusia dan Humanoid hidup berdampingan bukan?”

Aku terdiam. Ucapannya memang berbeda dari harapan Baekhyun. Tapi entah mengapa aku mendengar ketulusan dalam ucapannya. Bahwa Ia benar-benar mengharapkan kehidupan seperti itu.

“Baekhyun…” tanpa sadar aku berucap.

“Tidak Yeri. Kali ini aku yang akan memutuskan. Kau terlalu mudah percaya pada orang lain yang mengutarakan hal baik.” ucap Baekhyun.

Yuta tertawa pelan.

“Apa dia sulit untuk percaya pada orang lain? Baekhyun, kau membawa sifat manusia sekarang.” ucap Yuta dalam tawanya, Ia kemudian menatapku, “Apa namamu Yeri? Kurasa kau sudah tahu aku, namaku Yuta. Senang bertemu denganmu.” ucapnya membuatku menyernyit.

Jika Baekhyun, dan Dahyun punya senyum yang menular, maka senyuman Yuta mengundang rasa takut, dan waspada.

“Kurasa terlalu lama bersama Baekhyun membuatmu jadi tidak ramah, padahal aku yakin kau baik.” ucap Yuta.

“Yuta,” Baekhyun akhirnya berucap.

“Ya?” kata Yuta, melempar pandangannya ke arah Baekhyun lagi.

“Jika kau membohongiku, kau tahu apa yang bisa kulakukan padamu bukan?” ucap Baekhyun.

Yuta tersenyum.

“Kau bisa menghancurkan prosesorku tanpa menyentuhku. Aku ingat kemampuanmu Baekhyun. Kau bisa mempercayaiku. Lagipula, daripada melakukan perjalanan ini berdua saja seperti sepasang kekasih, bukankah lebih baik jika lebih banyak Humanoid dan manusia ada disisi yang sama dengan kita?”

Kekasih? Kenapa Ia terdengar seolah menjadi Momo lainnya yang mengucapkan ‘lover’ padaku dan Baekhyun?

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Baekhyun dan aku sama-sama tak bisa percaya dengan mudah pada Yuta. Padahal Ia sudah membawa kami ke pantai Marseille tanpa melalui kendaraan umum apapun.

Tapi Ia tetap mengundang kecurigaan.

“Oh, Marseille. Ten, aku akan menyelamatkanmu.” gumam Yuta saat kami berjalan menyusuri tepian pantai nelayan.

“Memangnya apa yang terjadi padanya?” tanyaku pada Yuta.

Yuta menatapku, dan tersenyum.

“Sentry memburunya. Ten adalah Humanoid yang spesial, kau akan terkejut jika melihatnya, karena Ia tidak seperti kami.” terangnya.

Memangnya apa yang berbeda darinya? Apa karena Ia adalah unit baru jadi Ia punya kemampuan atau penampilan lain?

“Bagaimana Owner-mu sebelumnya?” tanyaku.

“Dia seorang pengajar, dan peneliti. Ugh. Ia sangat bersemangat membicarakan soal Pembersihan Humophage, dan tidak tahu jika Humanoid nya sendiri sudah berubah menjadi Humophage.”

“Apa Ownermu bicara tentang hal lain? Maksudku, tentang bagaimana kalian bisa menjadi Humophage?” tanyaku.

Yuta kali ini menggeleng.

“Aku tidak tahu banyak, tapi Ia pernah bilang bahwa Humophage beresiko untuk membunuh Ownernya sendiri. Dia pasti bercanda.” ucap Yuta sambil tertawa pelan.

“Tapi kau membunuhnya.” ucapku.

“Tidak. Ia terbunuh. Humanoid tidak diprogram untuk membunuh manusia.”

Aku menyernyit.

“Aku pernah dengar Baekhyun bicara hal yang sama.”

“Karena kami memang tidak diprogram untuk hal sekejam itu Yeri,” ucap Baekhyun, Ia tampak menjadi pendengar sedari tadi.

“Tapi bagaimana jika—”

“Kau berpikir Humanoid lain akan membunuh Owner-nya jika tahu mereka bisa terbebas?” potong Yuta membuatku terkesiap.

Apa pertanyaan itu tampak begitu jelas diwajahku?

“Tapi Humanoid tanpa Owner tidak punya program.” ucapku, dan lagi-lagi aku merasa seolah aku menanyakan hal yang sama yang pernah kutanyakan pada Baekhyun.

“Aku mungkin akan berniat melakukannya. Tapi bayangan membunuh tak bisa kuakses. Prosesor kami tidak mengizinkannya.”

Ia menjawabku dengan kalimat berbeda dari Baekhyun, tapi memiliki arti yang sama, mereka tidak bisa membunuh manusia.

“Tapi kau menyerang manusia tadi. Membunuh mereka.”

Yuta menyipitkan matanya menatapku, sementara sudut bibirnya masih membentuk lengkungan yang membuatku waspada.

“Astaga. Baekhyun, dimana kau menemukan nona ini? Bagaimana bisa Ia menanyakan semua hal yang jawabannya sudah jelas?”

Baekhyun tertawa pelan. Menatapku dengan alis terangkat.

“Ia memang penuh rasa ingin tahu.” ucap Baekhyun mengulum senyum.

Dan kata-kata ‘jawabannya sudah jelas’ kembali menyindirku. Aku seolah menemukan Baekhyun lain dalam versi berbeda. Atau karena mereka dibuat dalam satu produksi mereka akan menjawab dengan kalimat yang sama?

“Yuta adalah Humanoid Pelindung juga.” ucap Baekhyun menjelaskan.

“Ah…”

“Hanya ‘ah’ saja?” ucap Yuta dengan nada tak terima.

“Lalu aku harus bicara apa? Kau tidak terlihat sepertinya.” ucapku membantah Yuta, Ia lebih bisa bicara seperti manusia, maksudku, tidak sekaku Baekhyun, Ia tampak sangat terbiasa bicara dengan manusia.

“Sepertinya? Oh, jangan bandingkan aku dengan Baekhyun. Aku sudah lebih lama menjadi Humophage, sedangkan Baekhyun, dia masih terlalu baru dalam hal ini.”

Aku terdiam. Benar juga. Tapi Yuta sepertinya tipe yang tidak banyak mempertimbangkan tindakannya. Tidak seperti Baekhyun yang sering mengucapkan kalimat ‘melindungi’, Ia malah menunjukkan padaku bagaimana keadaan seorang Humophage saat melukai manusia.

Aku baru saja akan membuka mulut saat pandanganku tertuju ke satu arah, dimana beberapa orang di sana tampak sangat familiar.

“Baekhyun? Bukankah itu Wendy?”, perhatian Yuta dan Baekhyun serentak tertuju ke arah yang kupandang, tapi bukannya Baekhyun yang bereaksi, aku malah mendengar Yuta bersuara.

“Son Seunghwan. Gadis itu tumbuh besar.” ucapnya membuatku menyernyit.

“Kau mengenalnya juga?” Yuta menjawab dengan anggukan, “Dia anak angkat dari Ownerku.” terangnya, kali ini Baekhyun yang menatapnya.

“Anak angkat Ownermu?”

Yuta mengangguk.

“Ownerku memperkenalkannya lima tahun lalu.”

“Tapi bukankah manusia tidak hidup bersama keluarga mereka?” tanyaku.

“Seunghwan hanya berpura-pura menjadi anak angkat mereka. Tapi Ia aktif sebagai peneliti dibidang yang sama.” ucap Yuta.

Kebetulan ini… bisakah benar-benar kupercaya?

Aku menatap Baekhyun, Ia tampak sama terkejutnya.

“Tapi Ia juga anak dari Ownerku.”

“Ah, Greek? Bukankah Seunghwan juga yang membuat kedua orang tuanya terbunuh?”

Jantungku terpompa kencang saat mendengar ucapan Yuta.

“Apa?” Baekhyun berucap terkejut.

“Ayo kita bersembunyi dulu, akan kujelaskan semuanya padamu nanti.” ucap Yuta sambil melangkah menjauh dari tempat kami berada.

Dalam diam, aku dan Baekhyun mengikutinya. Beberapa kali aku menatap Baekhyun, Ia tampak sibuk sendiri, kurasa berusaha mengakses beberapa informasi yang tak bisa diaksesnya.

Tapi Yuta tampak lebih tenang. Ia membawa kami bersembunyi didalam sebuah gudang penyimpanan barang yang ada di pelabuhan di pantai Marseille.

“Jangan mencoba mengaksesnya. Sentry bisa dengan mudah mengubah catatan milik orang lain.” ucap Yuta.

“Jadi mereka mengubah catatan milik Wendy?” tanyaku.

“Kurasa ya, catatan yang bisa kau akses adalah Ia dan keluarganya terbunuh dalam ledakan Nuclear Cells empat tahun lalu. Tapi sebenarnya sudah setahun sebelumnya Ia mengganti namanya menjadi Seunghwan dan menjadi peneliti secara diam-diam.

“Ia bahkan mencuri penelitian Greek dan membawanya ke rumah kami. Sesuatu tentang HmP-I. Aku tak begitu mengerti, mereka tidak pernah memfokuskan penelitiannya pada hal itu.”

Aku tercenung mendengar penjelasan Yuta. Semuanya mulai tampak jelas dimataku. Jika Yuta tidak berbohong…

Maka Wendy adalah jawaban dari perjalanan panjang ini bukan?

“Ten bisa menjelaskan semuanya. Ia benar-benar punya akses yang luas, dan Ia juga bisa membaca pikiran manusia—aku tak tahu apa kemampuannya juga bekerja pada Humanoid—tapi aku cukup yakin Ten akan membantu kita.

“Hanya ada satu masalah.” Yuta menjelaskan sementara Ia terus mengintip dari celah kecil persembunyian kami.

“Apa itu?” tanya Baekhyun.

“Ten membenci manusia.”

“Apa?” kali ini aku terkesiap.

Yuta menatapku.

“Aku tidak tahu apa yang pernah didengarnya, atau didapatkannya. Ia sangat membenci manusia. Ia akan menyerang manusia manapun yang ditemuinya—aku mendapatkan akses kejadian ini saat pertama kali menemukan Ten—dan dia… sangat ingin semua manusia musnah.

“Sudahkah kupertanyakan kenapa kau membawa nona ini dalam perjalanan yang sama sekali tak ada sangkut pautnya dengan manusia, Baekhyun?” ucap Yuta sambil menatapku dan Baekhyun bergiliran.

Baekhyun menatapku sejenak, sebelum Ia kembali menatap Yuta.

“Aku tak akan meninggalkannya disini.” ucap Baekhyun akhirnya.

“Baiklah, kita bisa singgah sebentar ke Colorado, kau tahu disana Outsider bisa hidup bebas karena Senator Colorado menolak program Pembersihan bukan?” ucap Yuta membuatku segera terkesiap.

Apa Baekhyun akan meninggalkanku disana?

“Tidak Yuta.”

“Apa?” kali ini Yuta menatap Baekhyun dengan tatapan tak mengerti, “Aku tak akan meninggalkannya, dimanapun.”

“Tapi Baekhyun, dia bahkan bukan Ow—”

“Jika aku harus meninggalkannya, aku akan melakukannya jika Ia menginginkannya. Dan untuk sekarang, aku yang memaksanya ikut dalam perjalanan ini, jadi aku yang memutuskan tentang Ia akan tinggal atau tetap ikut.”

Yuta terdiam sejenak, tapi Ia kemudian tersenyum samar sambil menatapku.

“Apa yang sudah kau lakukan padanya huh? Aku tak pernah melihat Humanoid bersikap seperti ini.” ucap Yuta sambil mendekat ke arahku.

Aku meringkuk menjauhinya, Ia tetap tampak menyeramkan, karena dari pertama kali melihatnya Ia sudah melakukan kekerasan. Sekarang pandanganku tentang Humanoid yang serba baik sudah menghilang, karena sosok ini.

“Yuta, berhenti mengganggunya.”

Yuta tergelak.

“Aku tak mengganggunya Baekhyun, aku hanya berusaha akrab dengannya. Aku tak pernah bicara begitu banyak pada manusia, kurasa kita bisa berteman baik bukan, Yeri?” tanyanya sambil menatapku.

Bisakah? Sementara aku terus berpikir Ia akan melakukan hal buruk?

“Dimana Ten yang kau bicarakan sedari tadi?” ucap Baekhyun mengalihkan perhatian Yuta dariku.

“Dia tinggal di sekitar sini. Seharusnya sebentar lagi Ia akan sadar keberadaan kita karena Ia punya sensor Humanoid asing. Jadi semua Humanoid yang tidak terdaftar di daerah ini akan menarik perhatiannya.

“Bisa jadi diserangnya karena dianggap musuh, bisa jadi diajaknya berkorelasi. Tapi kurasa, dengan adanya nona ini, mari kita berharap tak ada pertarungan terbuka dipantai ini.”

Ucapan Yuta membuat adrenalinku terpacu. Oh, jangan katakan bahwa akan ada adegan kekerasan lainnya lagi yang dilakukan Humanoid.

“Jadi maksudmu Ia akan datang sendiri pada kita?” tanya Baekhyun.

“Ya, dia akan datang. Tenang saja. Kita bisa bersembunyi disini sampai senja sementara menunggu Ten.” ucapnya.

“Kenapa kita tidak mencarinya saja?”

“Mencari Ten tidak semudah mencari Humanoid lainnya.”

“Kenapa?”

“Tentu saja karena Ia berbeda, Baekhyun.” ucap Yuta menjelaskan, “Kenapa sekarang kau tertular Yeri dan sering menanyakan pertanyaan yang sudah jelas jawabannya?”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Jika saja Ia tidak muncul dengan melakukan semua kekerasan itu dan membuat nyawaku terancam karena kejaran dan serangan Sentry, aku sudah akan berpikir Yuta seseorang yang sangat baik dan menyenangkan karena Ia selalu bicara seperti kami, manusia.

Tapi Ia sudah terlanjur membuatku merasa takut.

Dan sekarang karena Baekhyun ingin memastikan keadaan Momo dan yang lainnya, Ia memaksaku untuk bersama dengan Yuta selama beberapa menit—kuharap Ia benar-benar pergi dalam hitungan menit—yang membuatku merasa takut.

“Sudah berapa lama kau mengenal Baekhyun?” tanyanya.

Aku menatap Yuta, memastikan Ia bicara baik bukan untuk menyembunyikan niatan buruk.

“Baru beberapa hari,” jawabku.

“Benarkah? Kalian terlihat seolah sudah saling mengenal bertahun-tahun.”

“Ah…”

“Hanya ‘ah’?” ucap Yuta.

Aku terdiam.

“Apa kau merasa senang?” tanyaku kemudian membuat Yuta menyernyit, “Senang karena apa?” tanyanya.

“Hidup tanpa Owner, dan melihat Ownermu mati. Apa kau merasa senang?”

“Aku senang karena hidup tanpa Owner. Tapi jika bicara tentang kematiannya, memangnya ada satu orang pun yang suka melihat kematian orang yang berarti baginya?” ucap Yuta membuatku sadar Ia merasa sedih ketika Ownernya mati.

“Tapi kau jadi sebebas ini setelah Ia mati.”

“Tidak juga,”

“Apa?”

“Aku sudah ceritakan padamu bukan? Ia melakukan sesuatu pada programku, membuatku sebebas ini selama satu minggu sebelum Ia kemudian memutuskan untuk memberikan bagian tubuhku pada Alpha 12 itu.”

“Apa mungkin… Penelitian yang dilakukannya berhubungan dengan keadaan kalian ini?” ucapku.

Yuta mengangkat bahu.

“Aku tidak tahu pasti. Tapi jika kupikir, apa untungnya bagi mereka membuat Humanoid berpikir bebas? Bukankah manusia membutuhkan Humanoid?”

“Ah… Ya benar. Manusia membutuhkan Humanoid melebihi keluarganya sendiri.”

Yuta tertawa pelan, “Apa kau ditinggalkan keluargamu, Yeri?” tanyanya dengan nada lebih pelan.

Aku mengangguk.

“Hmm… Karena seorang Humanoid keluargaku hancur.”

“Lalu… Kau tidak membenci kami?” tanyanya.

“Tidak,” aku menggeleng pelan, “masih banyak Humanoid yang tak bersikap sepertinya.” sambungku, teringat pada Baekhyun setidaknya.

“Benar, aku juga tidak sepertinya. Aku Humanoid yang baik.”

Aku menyernyit mendengar ucapannya.

“Kau masih merasa takut padaku setelah melihatku bertindak seperti itu di Metro?” tanya Yuta diiringi nada geli.

“Ya, memangnya siapa yang tidak merasa takut?” ucapku.

“Baekhyun tidak takut.”

“Karena kalian tak bisa merasakan takut. Takut hanya bisa dirasakan manusia.” bantahku membuat Yuta tertawa.

“Tidak, Humanoid di sana takut. Mereka waspada. Itu tanda bahwa mereka takut. Tapi Baekhyun tidak, program dasarnya memang didesain seperti itu.” ucapnya.

“Jika kau takut padaku, kau seharusnya lebih takut pada Baekhyun.” ucapan Yuta kali ini membuatku menyernyit.

“Apa maksudmu? Dan… apa program dasar itu?”

“Humanoid pertama kali muncul sebagai pahlawan di Perang Dunia III, dan disaat itulah, dimasa kacau itulah, aku, Baekhyun, dan beberapa Humanoid G1 diciptakan.

“Kami diciptakan sebagai Humanoid Petarung, yang menghentikan peperangan. Tapi Sentry menyebutnya sebagai Humanoid Pelindung karena kami melindungi orang-orang yang membutuhkan pertolongan.

“Program dasar kami adalah menyerang jika melihat serangan. Pertarungan adalah hal biasa bagi kami, sudah sangat mudah kami akses. Seperti prajurit yang melidungi, seperti itulah kami.

“Tapi kami juga diciptakan sebagai mesin penyerang. Senjata hidup. Aku tahu naluri menyerang Baekhyun sudah muncul saat Ia tahu kau takut padaku, saat aku berusaha menyentuhmu di Metro.

“Ia berhasil menahannya, karena dia tahu kau akan lebih ketakutan jika melihatnya menyerang seseorang. Apa kau tidak menyadarinya? Humanoid yang bersamamu sudah bisa memiliki perasaan seperti manusia.”

Aku tersentak.

Ya… Aku sudah menyadarinya. Baekhyun yang bisa kecewa, yang bisa merasa kesal, marah… terluka. Tapi Humanoid didepanku bahkan menyadarinya.

“Kau juga sudah hampir seperti kami.”

“Apa?” Yuta mengangkat sebelah alisnya, tampak tertarik karena aku mulai menyahuti ucapannya.

“Kau bisa bicara dengan sangat santai. Bisa mengutarakan semua pendapatmu, dan tuduhanmu, bahkan bisa merencanakan hal-hal tak masuk akal. Kau bisa bercanda pada manusia yang merasa takut padamu.

“Kau juga bisa menyimpulkan seperti yang kami lakukan. Kau hampir seperti kami. Hanya saja…” aku menghentikan kalimatku saat menatap sepasang matanya, menatap logam nano melingkar itu.

“Hanya saja?” ulang Yuta dengan nada penasaran.

“Logam nano itu yang membedakannya.”

Yuta tertawa.

“Benar. Tanpa logam nano ini kami hanya akan jadi tumpukan logam rongsokan. Tidakkah kau merasa marah pada bangsamu?”

“Kenapa aku harus marah?” tanyaku.

“Mereka sudah menciptakan makhluk mengerikan untuk memusnahkan bangsanya sendiri.”

۩۞۩▬▬▬▬▬▬ε(• -̮ •)з To Be Continued ε(• -̮ •)з ▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩

IRISH’s Note:

MAAF INI JUGA PENDEK KEK KAJIMA CHAPTER 6. IDE LAGI GAK MAU MAMPIR. HIKS HIKS. Tolong banget, jangan nanya terus ‘si ini kapan muncul?‘ atau ‘si ini kok ilang di chapter ini kak?‘ karena saya lelah menjelaskan kalau selain Baekhyun dan Yeri semuanya cuma supported cast yang sesuka aku mau dimunculin kapan. Terima kasih ^^

Oh iya, karena ada reborn jadi terakhir aku publish fanfict itu tanggal 20 sama 21 Desember. Dan aku udah siapin fanfict spesial sebagai hadiah (gapenting) buat readersku. Huehehehe. Tunggu tanggal 20 yaa~~

Would you like to come to my private house? I invited you to MY SHOW~

169 tanggapan untuk “One and Only – SLICE #11 — IRISH’s Story”

  1. pnasaran sm cuap2 Irish di previous chptr yg kamu delete krn ga mo mnuai protes itu.. /#kepo!/ cz cuap2, komen2 readers yg laen jg blsn2 Irish itu kocak2 bgt 😀 jd sk bc-in ful 1 page sblm leave review ttg isi crita di tiap chptr’ny 🙂
    chen udah di sebut2. ok, Rish kakanda mah go with d’flow yg Irish buat aja, ga kan bawel tny kpn si ini/si itu mo dimunculin’ny. I will enjoy sajian crita kamu yg keren sngt ini. klo arus’ny lg fluffi ky pas di awal2 Bakery Lover itu saling mengkhawatirkan 1 sm lain dg co cwit’ny ^.^ or klo pas lg bergelombang tak tentu arah /cem badai/arung jeram/ yg pas si wendy muncul dg sngt nyebelin’ny! =.=”

  2. YUTAKU…kau itu jahat atau baik??aah gabisa bayangin yuta jahadd ngemeng aja dia belum lancar lol#plaak
    Aduuh gasabar cabe bengkok dateng huhu alhasil nanti cabe-cabean reunian wkwk#bercanda
    pokokny makin absurd makin keceh..

  3. wahh, ternyata yuta baik. *semoga aja
    Wah ten? kayak apa yg dia haha, akankah dia akan menyukai manusia seperti yeri? Mungkin di next aja kaliya.. aku minta maap kak baru baca ff kakak sekarang(jujur! aku malu liat tanggal komentar yg lain aku ketinggalan) walaupun baru baca, yah.. Setidaknya aku bukan sider wkwkwk

    1. XD enaknya yuta dibuat baik atau jahat? XD wkwkwkwkwk ADUH SI TEN MAH GAUSAH DITANYA, PASTI ENGGA DEMEN XD XD
      gapapa, santai aja, komentar sekarang pun masih aku bales kok XD

  4. oh maafkan aku kak irish, baru bisa komen ! Soalnya ngebut bcanya hehe..

    Kapan baekhyun akan menyadarinya?? Yuta saja sudah menyadarinya ?? Wah, keren ! Dapat imajinasi sekeren ini darimana kak ??

    1. XD buakakakaka iya gapapa santai ajaaa XD duh baekhyun mah kapan nyadarnya ya XD ini imajinasi nemu akibat eksoh kambek eksodus ~

  5. Ada dedek piton juga ta ternyata? Ngrasa bersalah telat baca ni ff.

    Kalau aku sih gk bertanya2 gimana visualisasi cast nya, tapi propertinya. Hahaha, emang nyleneh ni otakku.

    Menurut analis aku (macem profesor) selain dr terminator, aku jg kek ngrasain aura divergen sama golden kompas (kalau gk salah judulnya itu)

    Lanjutkan ide absurdmu itu ya rish. Semakin absurd semakin keren.

    1. Dedek piton iki sopo toh kak? XD wkwkwkwkwkwkwkwkwkwk propertinya juga bikin aku bingung loh XD wkwkwkwkwkwkwkwk thaks ya kaakk

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s