One and Only – Slice #22 — IRISH’s Tale

   ONE and ONLY  

  EXO`s Baekhyun & Red Velvet`s Yeri 

   with EXO, NCT & TWICE Members  

  dystopia, fantasy, friendship, slice of life, romance, science-fiction story rated by T served in chapterred length  

Disclaim: this is a work of fiction. I don’t own the cast. Every real ones belong to their real life and every fake ones belong to their fake appearance. Any similarity incidents, location, identification, name, character, or history of any person, product, or entity potrayed herein are fictious, coincidental, and unintentional. Any unauthorized duplication and/or distribution of this art and/or story without permission are totally restricted.

2016 © IRISH Art & Story all rights reserved


Mencintaimu? Ya, aku mencintaimu. Walaupun kita berbeda.


Reading list:

〉〉  Prologue | Chapter 1Chapter 10 | Chapter 11Chapter 20 | Chapter 21  〈〈

  Spin Off: 12 — 3 — 45

  #22  

██║│█║║▌ One and Only: Previous Chapter │█║║▌║██

In Yeri’s Eyes…

Baekhyun bukannya berbeda karena dia mencintaiku, seorang manusia. Tapi dia berbeda, karena jadi satu-satunya Humanoid yang jatuh cinta pada manusia yang bisa membunuhnya. Di saat semua Humanoid berusaha membunuhku karena aku adalah sebuah ancaman, Baekhyun justru melindungiku dan bahkan membalas perasaanku.

Sekarang, saat dia sudah tahu bahwa aku adalah sebuah ancaman untuknya… apakah dia masih akan merasakan hal yang sama padaku? Atau, sekarang dia juga menatapku sebagai sebuah ancaman bagi kehidupannya?

Mengapa… aku merasa lebih baik aku benar-benar mati saja daripada harus menghadapi situasi dimana Baekhyun berusaha menghindariku atau membunuhku?

Mengapa, rasanya lebih menyakitkan saat membayangkan kemungkinan bahwa Humanoid yang akan membunuhku adalah Baekhyun?

██║│█║║▌ One and Only │█║║▌║██

Chapter 22

In Yeri’s Eyes…

“Jangan dengarkan perkataannya, Yeri. Kau tahu aku tak akan melakukan hal buruk apapun padamu.”

Satu kalimat dari Baekhyun seolah memberiku harapan untuk hidup dan bisa bersama dengannya. Meski penjelasan panjang dari Irene juga tidak bisa aku lupakan, tapi melihat ekspresi menenangkan yang sekarang Baekhyun pamerkan juga tidak lagi membuatku merasa ragu.

Sayangnya, kami sama-sama tidak tahu kalau di tengah penjelasannya, Irene ternyata sudah mengatur siasat. Terbukti dengan bagaimana dia sekarang bisa melepaskan diri dari jeratan plasma yang Baekhyun gunakan untuk mengikatnya tadi hanya dengan satu hentakan keras.

Satu orang yang datang bersama Irene, dan juga Yuta, kini bergerak menyerang kami lagi. Beruntung Johnny berteriak cukup keras untuk memperingati, sehingga Baekhyun bisa segera siaga dan melindungiku.

“Grey, awas!” teriakan Johnny terdengar begitu lantang ketika dia kemudian melemparkan sebuah serangan pada Yuta yang hendak menyerang Baekhyun.

“Sial!” Baekhyun menggeretakkan geliginya menahan marah, sebab kelengahan Ten yang terlalu berfokus pada tujuannya membaca benak Irene justru berakibat serangan cukup fatal pada Tzuyu yang menghimpit erat tubuh Ten.

Akh!” Tzuyu terpelanting ke salah satu batang pohon besar yang ada di belakangnya. Segera, kulihat bagaimana Tzuyu memuntahkan darah kental dan tubuhnya tiba-tiba saja membiru.

Irene yang baru saja melemparkan serangan pada Tzuyu sekarang menyeringai dengan begitu mengerikan. Sungguh, meski dalam pandanganku Irene adalah Humanoid berparas paling sempurna yang pernah kulihat, tapi tetap saja melihatnya memasang ekspresi menakutkan seperti itu menciutkan nyaliku.

“Ten, awasi belakangmu!” Baekhyun berkata dengan lantang, dia baru saja membantuku untuk duduk dengan melemparkan sengatan plasma pada Irene dan beberapa orang Humanoid lain—termasuk mereka yang sudah tidak sadarkan diri dalam keadaan hancur—ketika Irene lagi-lagi melepaskan serangan dan—

SRASH!

“—Hentikan, kalian sudah sangat keterlaluan.”

Dua orang tidak dikenal tiba-tiba saja menginterupsi pertarungan ini. Seorang Humanoid wanita, dan seorang lelaki—apa dia Owner dari Humanoid wanita itu?—yang sekarang tergopoh-gopoh berlari ke arah Tzuyu, berupaya membantunya, sekarang ada di tempat ini.

“Memang benar jika manusia sudah menanamkan nuclear cells pada generasi baru mereka yang terlahir. Tapi tidak benar jika hal itu tidak bisa dihentikan. Selalu ada sebuah penawar bagi racun, dan pastinya ada solusi yang manusia siapkan untuk masalah ini.” Humanoid wanita itu melanjutkan.

Dia lantas melangkah ke arahku dan Baekhyun, dipandanginya keadaan menyedihkanku dengan tatapan yang tak bisa kuartikan, sementara kusadari Baekhyun sendiri memasang raut waspada.

“Sehun, boleh kuselesaikan mereka semua?” tanya Humanoid wanita itu, tatapannya tertuju pada dua Humanoid bertubuh hancur yang sudah Johnny lumpuhkan, kemudian pandangnya bertemu dengan Yuta dan Irene, juga seorang Humanoid lain yang masih bertahan.

“Aku juga tidak suka pada antisipasi yang sudah manusia buat, tapi bukan berarti kita bisa membunuh mereka dengan alasan itu. Setiap manusia punya hak untuk hidup, sudah lupakah kalian semua pada tujuan awal kita diciptakan?” Humanoid wanita itu berkata, sementara sekarang Ownernya—kurasa namanya adalah Sehun—tampak disibukkan dengan keadaan Tzuyu.

“Kita diciptakan untuk menjadi teman hidup manusia.” kata Humanoid wanita itu lagi, lantas dia bergerak mengepalkan tangannya, lingkaran silver yang ada di matanya sekarang berubah menjadi kilatan silver yang berkilau.

Aku tak pernah melihat Baekhyun dalam keadaan seperti itu. Apa Humanoid ini punya kemampuan yang lain?

“Hentikan kekacauan ini, Mina. Dua manusia di sini keadaannya sudah sangat parah.” Ownernya—Sehun—berkata. Dia sudah tidak bisa berbuat apa-apa pada Tzuyu, jadi dia biarkan Ten menyembuhkan Tzuyu dengan kemampuan dasar Humanoid, meski ekspresi Ten sekarang terlihat begitu enggan.

“Baiklah.” Mina berkata, dia kemudian melemparkan sebuah bola yang sepertinya terbentuk dari gumpalan listrik pada semua Humanoid yang dalam pandangannya pasti menjadi pihak musuh di sini.

Tanpa perlawanan, bola listrik itu menelan mereka semua. Yang bisa kudengar hanya jeritan kesakitan mereka saja, tapi cahaya menyilaukan yang tercipta justru membutakanku, tidak bisa membuatku melihat apa yang sedang terjadi.

“Kau, Humanoid yang bernama Baekhyun. Mengapa kau bisa ada di dalam commandku?” Humanoid wanita bernama Mina itu sekarang dengan santai berkelakar. Seolah kesakitan dan kehancuran perlahan Humanoid lain yang diserangnya tidaklah mengganggu.

Johnny sendiri sudah bisa mengembuskan nafas lega, dia sepertinya tahu benar serangan apa yang sudah Mina berikan pada HumanoidHumanoid itu.

“Bukan Grey yang bertanggung jawab atas command itu, tapi aku.” tiba-tiba saja Johnny berucap. Sekarang, pandangan Mina beralih pada Johnny. “Apa maksudmu?” tanyanya tidak mengerti.

“Kupikir Ownermu pasti tahu. Untuk sekedar informasi, tidak hanya kau yang bisa menyembunyikan rahasia dari Ownermu, tapi dia juga bisa.” Johnny menuturkan.

Tak ayal, Humanoid wanita itu sekarang terkesiap. Sementara pandangnya masih bersarang pada Johnny.

Baekhyun sudah selesai mengobatiku, sungguh, tidak ada lagi rasa sakit di tubuhku.

“Sehun, apa yang terjadi sebenarnya?” tanya Humanoid itu tanpa berbalik.

“Oh, maaf soal ini Mina. Bukan bermaksud mencurigaimu, tapi saat melakukan upgrade padamu beberapa waktu lalu, aku menemukan surel aneh dalam sistemmu. Ketika aku membongkar surel itu, ternyata efeknya adalah terbukanya memorimu tentang Humanoid yang kita ikuti ini.” si pria bernama Sehun menjelaskan.

Humanoid bernama Mina itu akhirnya menghela nafas panjang.

“Jadi, secara tidak langsung kalian sudah menjebakku untuk menemukan kalian, begitu?” tanyanya pada Johnny.

“Bukannya menjebak, tapi aku membantumu untuk berlari dari kehidupan keji yang selama ini kau jalani bersama Owner—oh, dia sudah tidak jadi Ownermu lagi?” Johnny terkekeh, rupanya dia menyadari hal lain saat berbincang dengan Sehun.

“Ini rencana yang kau pikirkan, Johnny?” Baekhyun kemudian angkat bicara.

“Oh, ya, tentu saja. Aku ini seorang jenius, Baekhyun. Apa kau tidak tahu siapa nona Humanoid dan mantan Ownernya ini? Ownernya adalah seorang Servicer, dan Humanoid ini adalah seorang Humanoid modifikasi yang sudah punya akses juga tingkat toleransi yang serupa dengan manusia.

“Dua orang ini, sebenarnya tahu cukup banyak tentang—oh, apa aku sudah bisa bebas membicarakannya sekarang? Aku rasa sudah tidak ada telinga Sentry ataupun Negara Tunggal lagi di antara kita, bukan?”

Aku sendiri tercengang mendengar penuturan Johnny. Dari caranya bicara sekarang dia jelas tahu begitu banyak tentang semua yang terjadi di sini. Apa dia memang selalu tahu segalanya? Atau dia bisa mengaksesnya di suatu tempat?

Semua yang terjadi di tempat ini seolah sebelumnya sudah masuk ke dalam benak Johnny dahulu, dia bahkan terlihat seperti bisa memprediksi akhir dari sebuah kejadian. Ini kebetulan saja, atau dia memang benar-benar mengetahui segalanya?

“Mereka sudah tidak bisa mendengarmu. Aku sudah menghancurkan mereka. Sebentar lagi Sentry mungkin akan menemukan kekacauan yang kalian ciptakan di tempat ini. Menurutku sebaiknya kita berpindah tempat sebelum Sentry menemukan kita.” Mina angkat bicara kali ini.

“Baiklah, alternatifmu bagus juga. Oh, kalian membawa mobil? Apa di mobil kalian masih cukup untuk lima orang penumpang tambahan?” tanya Johnny santai, dia bergerak mengambil beberapa benda dari dalam truk yang sejak kemarin kami naiki.

Sepertinya, Johnny benar-benar yakin kalau—

“Vanku cukup untuk setidaknya delapan orang penumpang.”

—sepertinya, memang Johnny sudah tahu kalau kami tidak akan ditolak oleh dua orang baru ini.

“Bagus. Apa lagi yang kalian tunggu? Ayo berkemas, kita lanjutkan perbincangan menyenangkan ini di mobil mereka.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

“Jadi, kau katakan kalau kita harus pergi ke London untuk mereset ulang pengaturan nuclear cells yang ada dalam tubuh manusia dengan cara manual?”

Nada bicara Mina terdengar meninggi begitu dia selesai mendengar semua penjelasan dari Johnny. Aku dan Tzuyu memilih duduk di kursi belakang, mendengar dalam diam. Johnny, Ten dan Baekhyun duduk berhimpitan di kursi tengah, sedangkan Sehun dan Mina ada di depan.

Masih ada ruang kosong di belakang kursiku dan Tzuyu, awalnya Baekhyun memintaku dan Tzuyu untuk mengisi masing-masing ruang kosong itu sendirian, sehingga kami bisa punya cukup ruang untuk tertidur.

Tapi aku dan Tzuyu sama-sama ketakutan. Kami tidak mungkin bisa tidur dalam keadaan seperti ini.

“Ya, hanya itu satu-satunya jalan. Kalau mau, kita bisa menonaktifkannya—meski aku belum tahu dengan pasti apa yang akan terjadi setelah itu. Tapi alternatif terbaik saat ini adalah melakukan reset ulang secara manual.” tutur Johnny.

“Dan kenapa kalian membutuhkanku juga Sehun?” tanya Mina.

“Oh, kalian berdua adalah orang Negara Tunggal yang punya akses bebas ke London. Kau pikir aku tidak tahu itu?” sahut Johnny.

“Memangnya kami katakan kami akan membantu?” Mina berkata dengan nada kesal, rupanya dia masih merasa dongkol karena tahu dia dijebak oleh Johnny—aku tidak tahu kapan dan bagaimana cara Johnny menjebaknya, yang jelas Johnny sudah berhasil.

“Kita bisa membantu mereka, Mina.” kudengar Sehun angkat bicara. “Apa maksudmu, Sehun? Rencana mereka jelas-jelas sungguh gila dan berbahaya.”

“Bukankah kau ingin kebebasan? Aku juga ingin melihatmu bebas, melihat Humanoid yang lain juga. Hal lain juga mungkin bisa kita lakukan jika reset manual itu dilakukan. Aku akan melihatnya nanti, siapa tahu… kita bisa membuat semua Humanoid terbebas dari kekangan manusia.” kata Sehun.

“Tapi kau tahu sendiri, meski hal itu terjadi, mereka akan dengan mudah mengubahnya lagi secara manual.” bantah Mina.

“Kita bisa menghancurkannya.” Ten kali ini bicara.

“Apa?” hampir semua orang—terkecuali aku dan Tzuyu tentunya—berucap bersamaan.

“Kita bisa menghancurkan starternya. Setelah reset manual dilakukan. Tanpa adanya starter yang menghubungkan semua pengaturan manual itu, mereka tidak akan bisa berbuat apa-apa.

Command yang dimasukkan secara manual dari starter itu akan jadi command yang tidak bisa diubah, dan mereka juga tidak akan bisa membuat starter yang sama lagi, karena jika mereka ingin membuat starter baru, mereka harus menonaktifkan dulu semua Humanoid yang ada.

“Kita bisa mengubah commandnya secara manual, menunggu sistem reboot secara global dan menghancurkan starter itu. Tidak akan ada masalah selama kita berhasil memasukkan command yang benar.”

Johnny tersenyum saat mendengar ucapan Ten.

“Sudah kuduga anak ini cerdas.” komentarnya pada Ten.

“Atau kita bisa juga memutus rantai command itu. Melepaskan semua Humanoid dari pengaturan manual sebelum menghancurkan starternya. Dengan cara itu mungkin semua Humanoid akan terbebas dari manusia.

“Aku pernah menemui seorang Humanoid yang sudah terbebas dari command ini. Tidak seperti kalian—Humophage—dia benar-benar sudah terbebas sepenuhnya dari kendali Negara Tunggal.” Sehun menambahkan.

“Apa dia yang sering kau bicarakan itu?” tanya Mina.

“Ya, benar. Dia seorang Humanoid yang menginspirasiku, karena dia bisa terbebas dari cekalan mengerikan manusia. Dia pasti bisa membantu kita, membantu kalian terbebas, setidaknya.” kata Sehun.

“Baiklah, jadi dimana dia yang kalian berdua bicarakan ini?” tanya Baekhyun.

“Arizona. Dia menyembunyikan diri di Arizona bersama pasangannya, seorang Humanoid wanita yang dibuatnya secara ilegal.”

“Wow, dia menciptakan Humanoid secara ilegal? Sungguh luar biasa.” kata Johnny sambil menggeleng-geleng takjub. Dia mungkin merasa kagum karena pada akhirnya bisa menemukan seseorang dengan tingkat kecerdasan di atasnya.

“Tunggu apa lagi, Mina. Kita ke Arizona sekarang, sebelum terlambat.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Perjalanan dengan menggunakan mobil, disusul pesawat pribadi yang dicuri para Humanoid—karena mereka tidak akan kesulitan mengendalikan pesawat tersebut—dalam dua hari kami tiba di Arizona.

Suhu tinggi di Arizona sempat membuatku dan Tzuyu sulit beradaptasi. Tapi dengan bantuan Baekhyun dan Ten—heran bagaimana Ten akhirnya bisa memberikan bantuan pada manusia tanpa harus memasang ekspresi benci di wajahnya—keadaan kami akhirnya membaik.

Kami akhirnya sampai di sebuah kota kecil di sudut Arizona, sebuah rumah tampak berdiri rapuh di tengah ladang kering, terlihat seolah tidak ada tanda kehidupan di dalamnya tapi entah mengapa Sehun yakin benar jika Humanoid yang dikenalnya itu ada di sana.

“Dia pasti ada di dalam laboratorium tersembunyi miliknya.” kata Sehun begitu kami turun dari mobil dan melangkah mendekati rumah mungil itu.

“Park Chanyeol!” panggil Sehun cukup lantang.

Tidak ada sahutan, dan tidak juga ada suara apapun. Tapi samar-samar, kudengar suara langkah di belakang kami. Jadi aku berbalik, dan kudapati seorang pria berbalut kaus tanpa lengan berwarna putih berdiri di sana, berkacak pinggang dan menatap tak senang.

“Apa yang dilakukan para pelarian di sini?” vokal bassnya merenggut atensi semua orang yang sedari tadi sibuk menunggu.

“Oh, Chanyeol! Kau masih di sini rupanya.” Sehun tak bisa menyembunyikan rasa senang dalam suaranya.

“Aku sudah tidak tinggal di sini. Lebih tepatnya, kediamanku sudah berpindah ke seberang sana. Ada apa gerangan? Kau sampai sejauh ini menempuh perjalanan dari Edinburgh. Kehidupan di sana sudah tidak menyenangkan lagi?” tanya pria bernama Chanyeol itu.

Diam-diam aku memerhatikannya, dia sama sekali tidak terlihat seperti seorang Humanoid. Kulitnya yang kini mengkilap karena berkeringat bahkan membuatnya sungguh terlihat seperti seorang manusia.

Apa dia benar-benar Humanoid?

“Kau tahu aku tidak akan mengunjungimu tanpa mengabari. Tapi kami sedang berada dalam situasi yang sulit.” tutur Sehun.

Sejenak, Chanyeol memerhatikan kami semua. Kilatan silver muncul di maniknya begitu dia bertemu pandang dengan Humanoid lain yang datang bersama kami—hal yang membuatku percaya kalau dia adalah seorang Humanoid—sampai akhirnya dia menghela nafas panjang.

“Kenapa kau harus membawa orang sebanyak ini untuk sekedar melakukan pemberontakan, huh?” tanyanya, dia kemudian menjentikkan jemarinya, membuat mobil yang kami kendarai perlahan-lahan terhisap pasir yang ada di bawahnya.

Sungguh menakjubkan.

“Baekhyun, bagaimana dia bisa melakukannya?” aku berbisik pelan pada Baekhyun yang sejak tadi mengapit erat lenganku.

Tidak kusangka-sangka, rupanya Chanyeol mendengar pertanyaanku.

“Mudah saja, Nona Yerim. Aku punya elektromagnet pada jemariku. Dan pasir itu sudah mengandung elektromagnet yang tidak akan terdeteksi oleh peralatan Sentry. Aku harus menyembunyikan keberadaan kalian di sini karena kalian rupanya tidak tahu kalau dua orang yang datang dari Edinburgh itu sekarang berstatus sebagai buronan.” kata Chanyeol menjawab pertanyaanku sekaligus memberitahukan kami situasi luar biasa yang tidak kami duga-duga.

“Aku dan Mina menjadi buronan?” tanya Sehun tidak percaya.

“Ikuti aku, kita bicara di dalam saja.” kata Chanyeol.

Tanpa pertanyaan lain, kami akhirnya melangkah mengikuti Chanyeol. Dia membawa kami berjalan kaki cukup jauh melalui jalur yang berkelok-kelok sebelum akhirnya kami berhenti di depan sebuah gua yang tenggelam di bawah pasir.

“Tadi… kau juga datang dari tempat ini?” tanyaku, tidak sanggup menahan keingin tahuan karena kupikir kami baru beberapa detik di rumah lamanya, sebelum dia tiba-tiba saja ada di sana.

Dan sekarang kami sudah dia bawa berjalan setidaknya setengah jam lamanya.

“Ya, kau tahu sendiri Humanoid punya kecepatan gerak yang jauh di atas rata-rata manusia bukan?” tanyanya kemudian padaku.

Kudengar tawa pelan dari Baekhyun yang ada di sebelahku. Dia pasti sama sekali tidak mempertanyakan hal itu karena dia sudah tahu benar.

“Kau sudah tahu?” tanyaku pada Baekhyun.

Dia menjawabnya dengan sebuah anggukan dan senyum samar.

“Tentu saja, aku juga bisa bergerak secepat itu jadi aku tahu tanpa harus menanyakannya.” kata Baekhyun.

Aku akhirnya memilih diam, sebab percuma saja jika aku bicara lebih banyak. Bisa-bisa Baekhyun akan benar-benar tertawa karena ucapanku.

“Masuklah, anggap saja rumah sendiri karena aku tahu setelah ini kalian mungkin tidak akan punya tempat tinggal lagi.” ucap Chanyeol ketika dia kemudian masuk ke dalam celah kecil gua itu.

Kami mengikutinya, melangkah menyusuri jalan bebatuan rendah sebelum akhirnya kami sampai ke dalam sebuah ruangan luas. Siapapun tidak akan pernah bisa menduga kalau di dalam sini ada ruangan serupa rumah.

Rasanya seperti masuk ke dalam ruang bawah tanah.

“Duduklah dulu, aku akan menyiapkan beberapa makanan kecil. Kuyakini manusia-manusia yang bersama kalian sudah tidak makan selama beberapa hari.” kata Chanyeol sambil melangkah ke ruangan lain.

Benar juga, aku tidak pernah memikirkannya. Rasa lapar yang seharusnya menyerangku sudah tergantikan dengan luka yang berulang kali membuat Baekhyun harus menyembuhkanku dan akhirnya memasukkan beberapa asupan nutrisi yang aku butuhkan bersama dengan pengobatannya.

Aku tidak tahu bagaimana dengan Tzuyu selama dia berada di homecar yang sama dengan gadis bernama Wendy itu. Tapi Sehun juga tidak tampak seperti seorang yang tidak makan berhari-hari.

“Mina rutin memberiku makanan tiga kali dalam sehari, dua kali snack, dan dua dosis vitamin setiap hari. Jangan menatapku seolah kau ingin memastikan kalau aku tidak kelaparan.” Sehun berkata padaku begitu dia sadar kalau aku sedari tadi memerhatikannya.

“Yeri sudah kehilangan delapan kilogram bobot tubuhnya, sedangkan gadis bernama Tzuyu itu sudah kehilangan empat kilogram. Yeri terlalu sering terluka dan aku tidak bisa memenuhi keinginannya untuk makan atau minum.” Baekhyun berkata, menyahuti ucapan Sehun rupanya.

“Dia juga bukan Ownermu, untuk apa mengkhawatirkannya?” tanya Mina.

“Sehun juga tidak lagi jadi Ownermu, mengapa masih menjaganya?” Baekhyun balik bertanya, kusadari Baekhyun bersikap sama waspadanya seperti pada Momo saat kami pertama kali bertemu dulu.

“Sehun memutus kontrak kepemilikannya karena satu-dua hal yang tidak perlu kujelaskan pada kalian. Tapi dua manusia yang bersama kalian sama sekali tidak pernah ada dalam riwayat kehidupan kalian.” Mina tampak tidak mau kalah bicara.

“Tzuyu adalah sahabat dekat Yeri.” Baekhyun berkata.

“Lalu bagaimana dengan gadis yang ada di sebelahmu?” tanya Mina, masih berusaha menyudutkan Baekhyun.

“Keduanya terikat.” Ten yang kali ini menyahuti.

“Wah, terikat. Sungguh kebohongan yang luar biasa. Keterikatan macam apa yang tidak tertulis dalam perjanjian hitam putih dan tidak ada dalam memorimu?” tanya Mina, dia pasti bisa mengakses memori Baekhyun juga Humanoid lain dengan mudahnya, dan sekarang dia memamerkan kemampuannya itu.

“Kami saling mencintai.”

Sehun dan Mina—dua orang baru yang tidak tahu menahu soal hubunganku dan Baekhyun—sama-sama mematung.

“Kalian apa?” Sehun mengulang, pasti dia mau memastikan fungsi pendengarannya masih baik-baik saja.

“Aku jatuh cinta pada Baekhyun, dan ternyata perasaanku tidak bertepuk sebelah tangan.” aku juga akhirnya ikut angkat bicara.

Sehun, menatap kami berdua bergiliran dengan alis berkerut, sebelum akhirnya kudengar tawa dari Mina yang ada di sebelahnya.

“Luar biasa. Bagaimana bisa seorang Humanoid jatuh cinta? Kau pikir perasaan cinta yang dirasakan manusia itu semudah menaruh ketertarikan? Kita tidak diciptakan dengan kemampuan semacam itu, kau tahu.” komentar Mina begitu dia selesai menganalisis keadaanku dan Baekhyun yang memang, sampai detik ini pun sebenarnya masih terasa sangat tidak masuk akal bagiku.

“Kata siapa jatuh cinta itu tidak masuk akal?” Chanyeol bertanya begitu dia kembali dengan satu nampan berisi kue-kue dan beberapa buah botol air mineral.

“Kau percaya ucapan mereka?” tanya Mina.

“Kalau aku tidak percaya, kau pikir kenapa aku masih ada di sini?” tanya Chanyeol, dengan ramah dia memberikanku dan Tzuyu masing-masing satu botol air, sementara piring kuenya dia letakkan di atas meja.

Kami sekarang duduk melingkar di ruang tamu kediaman rahasia Chanyeol.

“Tidak masuk akal. Kalian semua rupanya sudah kehilangan akal sehat.” kata Mina berkomentar, masih tidak bisa menerima ucapanku dan Baekhyun.

“Dengar, Nona. Kau mungkin masih sangat muda di dunia ini, jadi kau tidak tahu sebanyak yang aku tahu.”

“Hah, dan memangnya kau hendak mengguruiku karena kau sudah begitu lama di dunia ini? Mereka, dua orang Humanoid dari generasi pertama itu diciptakan sepuluh tahun lebih awal daripada aku.” Mina berkata, membanggakan diri.

“Umm, Mina, aku sepertinya tidak pernah memberitahumu kalau—”

“—Ah, jadi kau diciptakan di tahun ke-20 setelah Negara Tunggal berdiri, rupanya. Lalu kalian berdua yang dianggap Humanoid paling tua di tempat ini, setidaknya sudah berusia 97 tahun. Kalau begitu, kalian harus tahu kalau aku diciptakan 90 tahun sebelum Perang Dunia ke-III berakhir.

“Kau bisa memanggilku sebagai legenda, atau bayangan. Karena aku adalah Humanoid terkenal yang ada dalam command dasar dan informasi basic yang bisa kalian akses. Aku, Park Chanyeol, adalah Humanoid pertama di dunia.”

“K-Kau…” Mina tampak tidak bisa berkata-kata, begitu juga dengan kami semua. Bagaimana tidak, aku begitu terkejut saat mengetahui kalau dia adalah Humanoid pertama yang diciptakan manusia.

“Aku sudah pernah mendengar tentangmu. Karena kau adalah percobaan pertama, jadi masih ada begitu banyak sifat manusia yang ada padamu saat kau pertama kali terbangun. Termasuk, tingginya hormon libido yang ada dalam dirimu saat itu sempat membuat dunia manusia kacau. Benar bukan?” kata Baekhyun, rupanya Baekhyun banyak juga tahu tentang Humanoid pertama ini.

“Ya, benar. Saat itu aku masih begitu bodoh dan tidak bisa mengontrol diriku sendiri, hormon asing yang ada dalam tubuhku juga kekuatanku. Kalian mungkin tahu begitu banyak catatan buruk tentangku, tapi aku yang sekarang sudah berubah.

“Selain berhasil melepaskan diri dari Negara Tunggal, aku juga bisa melakukan dan mengetahui apa yang tidak kalian ketahui dan tidak bisa kalian lakukan.” tutur Chanyeol.

“Itulah mengapa aku membawa mereka semua ke sini, Chanyeol. Mereka membutuhkan bantuanmu. Karena kau sudah tahu, jadi aku tidak perlu menjelaskan lagi tentang nuclear cells yang ada di tiap tubuh bayi juga sebagian besar manusia yang ada di Negara Tunggal, bukan?” tanya Sehun, dia tidak tampak meragukan informasi yang pasti Chanyeol ketahui dengan baik.

“Oh, jadi kalian sudah mendengar tentang nuclear cells itu. Aku sendiri sudah mendengarnya sejak saat pertama kali aku diciptakan. Jadi tentu saja aku sudah tahu semuanya tentang nuclear cells itu—khususnya yang ada di dalam tubuh manusia.” jelas Chanyeol, dengan santai dia menyandarkan tubuhnya di sofa.

“Saat itu, mereka sudah menggunakan nuclear cells untuk mengancam kehidupan kita?” tanya Mina.

“Tidak, bukan begitu. Mereka hanya melakukan percobaan saja. Dan kebetulan sekali, nuclear cells itu justru mereka tanamkan di dalam tubuhku. Saat itu, karena aku jatuh cinta pada seorang manusia—wanita tentunya—tanda vital di dalam tubuhku mulai tidak stabil, dan akhirnya aku menjadi ancaman bagi keselamatan wanita itu.

“Kupikir kau tahu, bagaimana rasanya ketika kau bersama dengan gadis yang ada di sebelahmu sekarang. Perasaan ketika kau rasa chip utamamu seolah akan meledak sewaktu-waktu, aku juga dulu mengalaminya. Tapi, saat itu aku tidak mungkin membiarkan chipku meledak karena kalau aku meledak, wanita itu akan mati juga.”

Baekhyun yang kini terdiam, dipandanginya aku sejenak sebelum akhirnya dia tersenyum. “Ya, aku tahu benar bagaimana rasanya. Begitu kacau di dalam tubuh ini, bukan?” kata Baekhyun dijawab Chanyeol dengan sebuah anggukan.

“Benar, rasanya seperti itu. Tapi, karena saat itu pengetahuan semua orang masih sangat minim tentang Humanoid, aku juga tidak bisa berbuat apapun. Akhirnya satu hari tanpa bisa kukontrol aku menyebabkan nuclear cells di dalam tubuhku meledak saat aku bersama dengan manusia yang aku cintai.” ucapan Chanyeol sekarang malah membuat kami semua terdiam.

Sudah jelas apa yang terjadi berikutnya, manusia yang bersama Chanyeol juga meledak dan hancur. Tidak bisa kubayangkan bagaimana sedihnya dia karena harus mengingat kejadian itu selama beratus tahun lamanya.

Aku saja sudah begitu tertekan ketika harus membayangkan Baekhyun hancur karena ledakan nuclear cells dalam tubuhku padahal tidak akan terjadi apapun padaku ketika benda itu meledak.

Apakah… Chanyeol juga merasakan rasa sakit serupa denganku karena dia nyatanya tidak hancur setelah nuclear cellsnya hancur?

“Apa yang terjadi setelah itu?” lama memilih berdiam, Tzuyu akhirnya ikut juga dalam konversasi kami. Sedari tadi, Tzuyu selalu memilih diam dan waspada. Padahal dia tampak seolah tidak bisa lepas dari Ten.

“Wanita itu mati, dan aku hancur berkeping-keping. Tapi karena ledakan itu juga aku terbebas dari Negara Tunggal. Dan karena Humanoid diciptakan dengan kemampuan self-recovering yang baik, aku juga bisa membenahi tubuhku sendiri selama setidaknya satu bulan lamanya.”

Chanyeol lantas tersenyum kecil. “Berbeda bukan berarti tidak bisa bersama. Kau, dan gadis itu masih beruntung karena bisa bersama tanpa harus merasa khawatir pada nuclear cells.” katanya pada Baekhyun.

“Justru itu masalah kami sekarang,” Ten berkata, “…, di dalam tubuh Nona ini ada nuclear cells yang masih aktif. Dan menurut Sehun, kau bisa membantu kami untuk melakukan reset manual pada starter yang ada di London.”

“Oh, Tuhan. Jadi situasi semacam ini masih ada, ya.” Chanyeol menatapku iba, lantas dia mengembuskan nafas panjang sebelum melanjutkan. “Baiklah, jangan khawatir, aku pastikan aku akan membantu kalian. Tapi aku juga tidak bisa meninggalkan tempat ini begitu saja.

“Seseorang harus tinggal di sini untuk menemani pasangan selagi aku menemani kalian ke London. Nona Tzuyu, keberatan untuk tinggal di sini selama beberapa hari? Apa di tubuhmu juga ada di nuclear cells?” tanya Chanyeol.

“Dari yang aku tahu, tidak ada, nuclear cells pada tubuh gadis satunya memang bisa kudeteksi. Tapi yang satunya lagi, aman.” kata Mina, dia jelas sudah menyetujui keterlibatannya pada perjalanan ini.

“Pasanganmu tidak keberatan jika ada seorang manusia di sini yang tinggal bersamanya?” tanya Sehun, mungkin dia berpikir jika pasangan Chanyeol adalah seorang Humanoid yang enggan pada manusia, seperti Ten.

“Mengapa tidak? Chanyeol, kau akan pergi ke London?”

“Oh, Jennie. Kau bangun juga, sayang.” kami sama-sama menoleh ke sumber suara, di depan sebuah pintu kayu tidak jauh dari tempat kami duduk sekarang, telah berdiri seorang wanita dengan rambut sebatas punggung berwarna cokelat tua yang dibiarkan terurai serta agak acak-acakkan.

Dia mengenakan gaun tidur yang dilapisinya dengan menggunakan mantel, sementara wajahnya masih tampak begitu mengantuk.

“Aku mendengar kalian bicara di dalam, dan kupikir agak aneh kalau Chanyeol tiba-tiba saja punya tamu.” kata wanita bernama Jennie itu.

“Perkenalkan, dia adalah Jennie, wanitaku.” kata Chanyeol.

“Dia… baru saja bangun tidur, bukan? Dia bukan seorang Humanoid?” tanya Sehun. Ah, aku ingat tadi Sehun bicara soal Chanyeol yang punya pasangan seorang Humanoid.

“Kata siapa dia seorang Humanoid? Dia adalah seorang manusia. Ingat? Aku baru saja bercerita tentangnya pada kalian.” tutur Chanyeol, dia lantas berdiri, menyambut Jennie yang datang dengan wajah mengantuk sementara dengan cueknya dia merengkuh tubuh ramping Jennie dan menyarangkan sebuah ciuman di—

—ah, begitu aneh dan canggung rasanya ketika harus melihat pasangan berciuman di depan mataku sekarang.

“Maaf mengganggu pandangan kalian, tapi morning kiss dariku selalu dinantikan oleh Jennie.” kata Chanyeol, dia kemudian mengisyaratkan pada Jennie untuk merapikan diri, lantas wanita itu mengangguk pelan dan melangkah pergi.

“Tapi katamu dia sudah mati.” Johnny berkata, ekspresinya tampak serius, sekon kemudian Johnny tersentak. “Ah! Tentu saja, bagaimana bisa aku tidak menangkap arah pembicaraannya. Sebelum membenahi tubuhmu, kau menghidupkan Jennie dahulu. Benar dugaanku?” tanya Johnny.

“Ya, kau rupanya pintar juga.” kata Chanyeol, dia kemudian duduk kembali di sofa. “Jadi, karena kalian sudah mengenal Jennie, dan nona Tzuyu sepertinya tidak keberatan untuk tinggal di sini selama beberapa hari, bagaimana kalau kita mulai menyusun strategi untuk London?”

“Baiklah, haruskah kita beri nama proyek pemberontakan kita ini?” Johnny tampak begitu antusias.

“Hmm, ada yang punya ide untuk nama proyek ini?” Chanyeol tampak sama antusiasnya.

“Once Humanoid.” kata Baekhyun.

“Apa?” Johnny, Chanyeol, Ten juga Mina menatap tidak mengerti.

“Tujuan akhir dari proyek ini adalah membebaskan semua Humanoid. Menjadikan kita semua sebagai makhluk yang bebas berkehidupan layaknya manusia. Jika kita sudah terbebas nanti, sebutan Humanoid pada kita hanya tinggal masa lalu saja.

“Once, Humanoid. Kalau proyek ini berhasil, dulu, sekali, setidaknya kita pernah menjadi Humanoid yang terkekang dan dikendalikan oleh manusia. Kita tidak boleh egois saat melakukan reset manual. Karena meski kita sudah bebas, kita harus tetap ingat pada tujuan awal diciptakannya Humanoid, yaitu untuk melindungi manusia.”

Chanyeol tersenyum puas mendengar penjelasan Baekhyun. Yang lainnya juga tidak tampak keberatan pada ide Baekhyun sekarang. Bisa kulihat bagaimana mereka mengangguk-angguk pelan setelah menerima penjelasan Baekhyun.

Dan nama yang Baekhyun ciptakan juga punya makna cukup dalam di balik dua kata singkat yang dia ucapkan. Once Humanoid, dulu, mereka pernah menjadi Humanoid. Dan kalau kami benar-benar berhasil, Humanoid di seluruh dunia ini akan terbebas, dengan tidak melupakan tujuan utama diciptakannya mereka.

Untuk melindungi manusia. Dan mereka tak akan jadi ancaman apapun.

“Once Humanoid, ya. Terdengar bagus juga.”

۩۞۩▬▬▬▬▬▬ε(• -̮ •)з To Be Continued ε(• -̮ •)з ▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩

IRISH’s Fingernotes:

OH LORD, ngetik di tengah malem itu memang luar biasa ya inspirasinya. Aku sampe bisa ngebuat Chanyeol nyempil dengan peran sekeren ini, huhu. Humanoid pertama, gituloh. Dan secara teori kalo aku hitung-hitung lagi, Yeri ada di tahun ke-97 setelah abad ke-20 berakhir, dan Chanyeol diciptain 90 tahun sebelum Perang Dunia ke-III berakhir.

Well, itu tahunnya sekitar tahun 2020-2021, ah aku terharu. Chanyeol berasal dari tahun yang sedikit lebih deket sama kita. Dan lagi, aku sempet galau banget mau ngebuat pasangan Chanyeol ini siapa. Berhubung Chanyeol-Wendy dan Chanyeol-Joy sudah banyak, dan Chanyeol-Rose agak-agak kurang bikin aku sreg, masuk juga ternyata aku bayangin karakter Chanyeol sama Jennie di sini.

Btw, aku mau banyakin momen Baek-Yeri tapi susah sekali cari celahnya. Karena mereka udah berfokus sama jalan menuju akhir cerita ini (yes, kabar baik buat kalian, cerita ini akan segera berakhir! Dan aku bahagia sekali, huhu) dan nanti di London justru mereka akan ngehadepin perang yang sesungguhnya.

Aw, aw. Sudah lama aku menantikan adegan London ini. Dua tahun loh aku nunggu-nunggu ending di London yang pastinya enggak akan ngebuat kalian bahagia karena aku juga gak bahagia sama ending yang sudah aku ekspektasiin sendiri.

Berhubung memang perbedaan di dunia zaman Yeri tinggal masih jadi problematika utama yang bisa nyusahin dua orang yang saling cinta, jadi sebagai garapan zaman now, kisah cinta Baek-Yeri juga terancam kandas (iya, aku yang ngancem kandas, bukan Johnny, apalagi Yuta). Tapi aku enggak mau memastikan mereka sad ending, enggak kok, aku enggak sejahat itu mau bikin semua cerita sad ending.

Karena perpisahan itu enggak selalu jadi sad ending, HAHAHAHAHAHAHA /KEMUDIAN DISAMBIT/ eh tapi enggak, serius enggak. Aku sudah berpikir keras buat ending cerita ini, dan jelasnya enggak ada plot twist yang sering kalian jadikan bahan suudzon ke aku. Mereka belum tentu pisah, belum tentu juga bersama. Sudah, tunggu aja ending bahagia yang aku janjikan, ya.

Tapi jangan lupa tinggalkan jejak juga di fanfiksi tua ini (tua saking lamanya dikerjain, maaf ya) karena tanpa adanya jejak dari kalian aku merasa kalian enggak perhatian sama fanfiksi ini, atau perhatian tapi cuma jadi pengamat dalam diam.

Aku kasih tau ya, jadi pecinta dalam diam itu cukup ke do’i yang enggak peka aja, ke fanfiksi aku enggak usah, karena aku adalah orang yang cukup peka, enggak php kayak do’i yang kalian cintai dalam diam.

Nah, sekian dulu dariku. Chapter dua puluh tiga inshaa Allah akan menyapa kalian di akhir bulan (kalau enggak molor lagi) jadi sampai ketemu! Salam kecup, Irish.

Ps: endingnya masih beberapa chapter kok, jangan sedih (atau aku aja yang sedih?).

hold me on: Instagram | Wattpad | WordPress

24 tanggapan untuk “One and Only – Slice #22 — IRISH’s Tale”

  1. irish..bilangin ke makmu aku sangat sangat bersyukur beliau ngasih diirmu lahir kedunia ini…setela perahu kertas kayknya aku ga pernah bener2 ngebayangin cerita smpe bikin bahagia nyesek sedih gila sendiri…jadi mkanya irish…terima kasih suah kasih anak ini ada dibumi ini…:D 🙂

  2. Author Sayang maafin aku yg hampir setahun meninggalkan ff inI 😥😥 aku disibukan berbagai macam Hal
    Dan sekarang aku mampir lagi kesini,Dan karena aku lupa ceritanya jadi aku baca dari awal deh 😆
    Maafkan aku author hihi

  3. Irish aku baper pake banget baca ff kamu yang satu ini…kebayang gmn rasanya jatuh cinta sama robot??haha..tapi sumpah ini ff keren bgt..aq tunggu part 23 nya ya…keep writing Irish,,Semangat ya…….

    1. Tetep aja momen baek-yeri bikin aku baper sampai kebawa mimpi..hahaLOL..jangan lama2 publish next chapternya..aq bacanya udah maraton dari awal…hihi..maklum ya aq tuh new reader…
      Pokoknya Irish daebak bgt…..
      Semangat ya….

  4. Yeay..!! Akhr’ny 세훈 gabung sm rombongan 백 😀
    Omaiah.. Trnyt 찬 ituh 1st generation’ny humanoid toh 😮 /kudu sungkem tuh pd sm kake moyang 😂 mana thn penciptaan dy dketan sm our present time pula ya rish 😁
    Msh bingung gmn manusia yg dah mati krn ledakan nuclear cell ‘cem jeannie tu bs di idupin lg 😕 kan bdn’ny hancur into pieces. Klo humanoid msh bs dibayangin gmn bdn’ny bs repair itself, tp sudahlah sing penting perjln’an mrk lnjt 😙
    Mmbr exo di albm exodus yg blm nongol di oao ni msh da umin, 첸, tao & d.o kan? Apa sblm’ny d.o udah ya 😅 lupaa..
    Aih.. Public display affection tu 찬 morning kiss di dpn sluruh plarian 😃 bakery couple jd mupeng kan, reader jg mupeng pen liat bakery couple moment 😍

  5. Tepatin loh kak Rish kalo ini bakalan happy ending. Ane ga kuasa kalo ini juga sadar ending.. cukup game over aja yang bikin mewek 😫

  6. Aku salfok sma bgian chanyeol yg bilang “maaf aku mengganggu pandangan kalian” ya ampun dia gak tau tempat dan situasi bgt,, mna baek-yeri jga lgi kasmaran,,,kn pengen jga ada adegan keg gitu untuk baek-yeri,,,yahhh seenggaknya sbelum mereka smpai ke london..😂😂😂 pokoknya apapun endingnya,mau sad or happy yg penting baek-yeri bersama😂😅

    Hwaiting Rhis😘

  7. Selalu komen dari ch1-ch22 ini ka rish dan bc dr ch1-ch22 ini dalam 4hari ka rish >< kurang hebat apa lagi aku :'v
    gak ngebayangin nih, gimana jadinya baek.yeri kalo pisah ;"
    bakal aku tungguin ka rish sampe END :'v wlpn garela bakal tamat T.T
    semoga cepet ya ka Irish updatenya ❤
    jaga kesehatan ya ka Irish ❤ ❤ /chuuuu ❤

    1. XD YAAMPUN, kamu beneran baca dan komen semuanyaahh XD makasih banyak lohh /peluk erat2 sampe gabisa napas/ makasih serius aku terharu sekali sama usaha dan waktu yang udah kamu korbanin dan buang demi ff ini XD

  8. “tunggu aja ending bahagia yang aku janjikan, ya.”
    semoga benar2 terjadi !!!!

    sebenernya ak sdah lumayan lupa sma chap sbelumnya/digampar/ tpi inget kog dikit2 ..
    Ka irish gk mau bikin buku??? fantasi ka irish benar2 menakjubkan!!!!!!!
    apa lagi thriler. ak pasti bakal menghindar kalo Nemu genre itu sma ka irish karna terlalu nyata !!!
    /lahmalahbahasapaini/
    amteun..amazing as always!! fighting!!!

  9. OAO up….
    wahh, ini Irish dpat pencerahan dr mna? slruh ff yg udah gak kedengran lg smw di post. aku udah lama nunggu rish, tp gak tw mau ngadu dimana. Driku selalu mantengin blogmu, satu lg ff Baekhyun yg ‘dream’ itu ditunggu jg. ini kenapa jg sepi banget, padhal msuk most visited.
    *muncul woy muncul

    Dah rish, beri moment ngegemesin mereka bedua. aku gak sanggup ngeliat Yeri sma Baek hrus pisah, gak bisa apa mereka hdup di pedalaman hutan aja be2.#Stress #meradanggila
    apapun itu, aku tunggu chapter berikutnya.
    PS: ff Love lies jg bkin kangen ><

    1. XD ini kenapa kamu selalu menanyakan pencerahanku? wkwkwkwkwk iya aku mau tobat, mau aku selesein semua utang2 ff ku biar gak ditagih di akhirat nanti kalo banyak utang XD wkwkwkwkwkwkwk ini banyak yang suka jadi siders, tunggu aja sampe aku password ceritanya, pasti pada bermunculan XD

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s