One and Only – Spin Off #2 — IRISH’s Tale

|   ONE AND ONLY   |

|   Spin Off Story   |

|  Sehun x Mina  |  Adventure x Fantasy x Life x Science Fiction  |

|  Chapterred  |  Teen  |

|  by IRISH  |

—  not about the war, it’s about surviving  —

Reading list:

〉〉  Prologue — Chapter 1Chapter 5 | Chapter 6 — Chapter 10 | Chapter 11 —  Chapter 15 | Chapter 16Chapter 18   〈〈

  SPIN OFF 1 — [NOW] SPIN OFF 2  

♫ ♪ ♫ ♪

██║│█║║▌    Warm-up: Spin Off  —  │█║║▌║██

In Mina’s Eyes…

Ada sudut pandang yang tidak pernah dipamerkan dalam sebuah cerita. Yaitu sudut pandang pemeran pembantu, yang kerapkali tidak dianggap penting sebab mereka hanya perlu mengetahui drama yang tengah dialami oleh pemain utama.

Aku, Mina, adalah satu dari segelintir pemeran pembantu dalam drama kehidupan di Negara Tunggal yang tidak pernah lagi diingat eksistensinya. Keberadaanku tidaklah bertujuan jelas, selain menjadi Humanoid bagi seorang servicer jenius—Oh Sehun—aku tidak tahu command apa yang tersetting dalam sistem dasarku sehingga aku harus melakukan hal konyol seperti saat ini.

Kubawa Sehun mengikutiku, sementara aku mengikuti seorang Humanoid bernama Baekhyun—nama lainnya adalah Grey, dimana perjalanan yang ia lakukan adalah sebuah perjalanan acak yang membawanya dalam masalah, namun tidak jua kutemukan tujuan utamanya.

Lantas, mengapa aku mengikutinya?

Karena commandku berkata begitu, mengikutinya adalah sebuah perintah bagiku. Command perintah yang bahkan belum bisa Sehun selesaikan, meskipun dia adalah seorang servicer.

Aku tidak mengikuti Humanoid itu dengan ketat layaknya stalker, aku mengikuti ekornya, melihat apa yang dia lakukan dan apa yang dia tinggalkan dari perjalanan sebelumnya. Bersama dengan Sehun, aku akhirnya mendapati diriku nyatanya sudah terjerat pada asal muasalku.

Bagaimana aku tercipta, apa tujuan diciptakannya aku… Humanoid bernama Baekhyun itu lah yang akan membawaku masuk lebih jauh lagi ke dalam rimba tidak bertepi dengan jalan mengerikan ini.

██║│█║║▌    Spin Off: Part Two —  │█║║▌║██

In Author’s Eyes…

Edinburgh akhir-akhir ini telah jadi bagian dari mimpi buruk yang Sehun alami. Berbagai ingatan terus menghantuinya, menerornya seolah menuntut di pemilik tubuh untuk kembali ke tempat asal.

Tapi tidak, Sehun tidak menyerah begitu saja pada mimpi buruk itu. Sehun sudah cukup dewasa dan berani untuk melawan ingatan mengerikan itu. Tentu saja, kekuatan yang didapatnya itu tidak lepas dari eksistensi seorang Humophage yang selama satu dekade ini mendampinginya.

Sudahkah Sehun keluhkan tentang bagaimana Mina memperlakukan dirinya selayaknya seorang anak berusia empat belas tahun?

“Mina, berhenti memainkan rambutku seperti itu. Kau tahu aku akan terbangun jika kau melakukannya, bukan?” Sehun berkata, dia ingat semalam ia terlelap di dalam gudang kecil yang sudah Mina sulap menjadi tempat persinggahan sederhana untuk sekedar menghangatkan diri saat pagi ini Sehun terbangun akibat ulah Mina.

Satu kebiasaan gadis itu yang Sehun tahu, dia selalu terjaga sebelum Sehun terjaga, dan menghilangkan kebosanan dengan memainkan surai Sehun, atau sekedar mengabsen jemari Sehun yang terbebas.

“Oh, maaf, aku pikir kau tidur dengan nyenyak.” ucap Mina, mengalihkan jemarinya dari surai Sehun yang sejak tadi diam-diam dimainkannya, dibelainya lembut sementara ingatannya menerawang.

Waktu agaknya berlalu dengan begitu cepat sampai Mina tak sadar jika Sehun kecil yang dulu dikenalnya sebagai seorang bocah pendek yang harus dilindungi sekarang sudah berubah begitu dewasa.

“Kau selalu melakukannya selama beberapa tahun ini, dan di alam bawah sadarku ingatan itu sudah begitu kuat. Aku tidak harus tertidur lelap untuk sadar kalau kau sedang memperlakukanku sebagai anak kecil lagi.” Sehun mengomel, ia menggosong kedua matanya dengan tangan sebelum dia kemudian menatap menerawang ke luar jendela terbuka yang ada di sana.

“Jam berapa ini? Apa mereka sudah bergerak?” tanya Sehun kemudian.

“Hampir jam delapan. Dan ya, mereka bergerak sebelum matahari terbit.” ucap Mina menjawab. Hal yang kemudian membuat Sehun menatap dengan manik membulat terkejut.

“Apa? Mereka sudah pergi dan kita masih di sini?” ucapnya tak percaya.

“Tenang saja, aku sudah memasang pelacak pada mereka—secara diam-diam tentu saja—malam tadi, dan tidak sulit mengikuti mereka sekarang, kalau kau tidak keberatan aku juga butuh beberapa upgrade di mobilmu.

“Akhir-akhir ini systemku sering overload, Sehun. Apa menurutmu ada yang salah denganku? Atau aku mungkin sudah terlalu banyak mengingat memori kehidupan ini? Kau pernah memberitahuku kalau chip memori kami punya tenggat waktu juga.”

Mendengar keluhan sekaligus pendapat Mina sekarang, Sehun diam-diam mendesah tidak nyaman.

“Iya, aku memang pernah berkata begitu. Dan aku pikir, memang benar adanya tentang Humanoid dengan ingatan yang terbatas. Maaf, Mina, kau dan aku sama-sama tahu kalau aku belum bisa menyelesaikan masalah ingatanmu itu, bukan?” ucap Sehun membuat Mina mendesah pelan.

“Tidak apa-apa, Sehun. Jika nanti aku benar-benar overload, kau hanya perlu melakukan Null system padaku, dan tanamkan saja ingatan-ingatan utama yang perlu aku ingat.” Mina menyahuti dengan santai, seolah perkataannya sekarang tidak jadi beban berat bagi Sehun.

Membayangkan dirinya harus melakukan Nul System pada Mina sudah jadi hal yang sangat mengerikan bagi bayangan yang tercipta dalam benak pria itu. Kehilangan bagian dari Mina karena hilangnya ingatan Humanoid itu tidak pernah jadi ekspektasi Sehun sebab dia tahu dia adalah seorang servicer yang cukup handal dan pasti bisa menyelesaikan masalah pada Humanoid manapun.

Tapi mengapa dia bahkan tidak pernah berhasil menyelesaikan masalah ‘ingatan’ pada Humanoid?

Hey, Mina, bukankah gadis itu bersama dengan Humanoid yang kau ikuti? Mengapa dia masih di sini?” Sehun kemudian berkata, atensinya sekarang tertuju pada kelompok kecil yang semalaman menginap di motel kecil di sudut pelabuhan Marseille.

“Dia adalah seorang servicer, sepertimu Sehun. Apa kau tidak mengenalnya?” tanya Mina kemudian, well, karena program yang sudah Sehun upgrade pada Mina, gadis itu jadi punya kuasa lebih besar untuk mencuri informasi-informasi yang dia butuhkan.

“Aku pernah melihat wajahnya, di salah satu projek rahasia Negara Tunggal. Kau tahu, aku saat itu belum cukup hebat untuk ikut terlibat dalam projek rahasia itu. Tapi apa hubungannya dengan Humanoid yang kau ikuti? Apa hubungannya sepertimu denganku?” tanya Sehun, berspekulasi dengan kemungkinan bahwa bukan hanya dirinya yang jadi satu-satunya servicer yang terjebak dengan keinginan Humanoidnya.

“Lalu mengapa mereka berpisah?” tanya Mina, ia alihkan pandangan pada Sehun sementara pria itu masih larut dalam pemikirannya.

“Mungkin mereka merencanakan sesuatu. Jadi, apa kita juga harus berpisah saat mengikuti mereka?” tawar Sehun, meski kemudian dia menyesali tawaran yang dia berikan. Sebab dia jelas tidak mau berpisah dengan Mina dalam keadaan yang tidak bisa dia pahami dan beresiko seperti ini.

“Tidak perlu. Kita ikuti saja salah satu dari mereka. Toh, salah satunya akan membawa kita pada pertemuan keduanya, tidakkah kau pikir begitu?” tanya Mina, tampak menolak tawaran Sehun tadi dengan cara begitu halus.

“Benar juga, kalau memang mereka merencanakan hal berdua. Pastinya nanti mereka akan bertemu di tempat yang sudah ditentukan. Jadi kita akan mengikuti servicer itu sekarang?” tanya Sehun kemudian dijawab Mina dengan sebuah anggukan.

“Iya, kita ikuti saja dia dan kelompoknya. Aku juga merasa sedikit curiga pada mereka, Sehun. Mereka membawa peralatan-peralatan yang cukup mencurigakan.” ucap Mina, rupanya gadis itu baru saja melakukan scanning pada kendaraan yang akan dikendarai oleh kelompok kecil yang ia ikuti.

“Ah, Wendy.”

“Apa?” Mina menatap tidak mengerti.

“Namanya adalah Wendy. Kau lihat jaket militer yang dia kenakan sekarang? Ada nama Wendy Son di sana. Aku ingat namanya adalah Wendy. Dan juga, apa yang tadi kau katakan? Aku tidak berkonsentrasi mendengarnya.” Sehun berkata, rupanya sedari tadi dia sibuk berusaha mengingat siapa gerangan si gadis servicer yang sedang mereka ikuti.

Mina sendiri memilih diam. Keinginannya untuk menjelaskan pada Sehun tentang detil yang ia tangkap dalam scanningnya entah mengapa menguar. Pikirnya, saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk menjelaskan situasi rumit pada Sehun.

“Tidak ada, kita bisa membicarakannya sambil jalan. Mau menungguku sebentar di sini? Aku akan mencuri kendaraan untuk kita kendarai.”

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

Belasan kali, Mina mendesah tidak nyaman di kursi penumpang. Sementara di balik kemudinya, Sehun sesekali melirik khawatir. Ada apa dengan Mina? Tidak biasanya gadis itu terlihat tidak nyaman seperti ini.

Rasanya, Sehun yakin mobil yang sekarang mereka naiki cukup nyaman, sebab Mina sendiri yang memilihnya. Jadi, apa yang membuat gadis itu terus gelisah?

“Ada apa sebenarnya, Mina? Apa yang menganggumu?” tanya Sehun akhirnya, tak tahan dengan atmosfer penuh kebisuan dalam kegelisahan yang Mina ciptakan dalam mobil.

“Tidak ada, Sehun.” Mina berkata, “Aku merasa tidak nyaman dengan keadaan mereka di dalam sana.” ucap Mina lagi, tampaknya ketidak nyamanan gadis itu tidak lagi bisa dia bendung sendiri.

“Apa yang kau lihat?” tanya Sehun tak ayal penasaran.

“Mereka memukuli seorang perempuan. Aku tidak mengerti, kupikir mereka berada di pihak yang sama, tapi ternyata tidak. Dan aku… tidak nyaman karena pembicaraan mereka.” ucap Mina menjelaskan.

“Memangnya… apa yang kau dengar dari mereka?” lagi-lagi Sehun bertanya.

Mina terdiam sejenak, tampak menimbang-nimbang. Agaknya gadis itu merasa ragu untuk memberitahu Sehun. Mungkin karena Sehun juga seorang servicer dan karena pembicaraan yang dicuri-dengarnya sekarang berhubungan dengan servicer juga, dia jadi merasa tidak nyaman.

“Tidak apa-apa, Mina. Kau bisa mengatakannya padaku meski itu soal Negara Tunggal atau tentang apa yang kami kerjakan. Aku sudah bersamamu sekarang, pikirmu aku akan lebih memihak mereka daripada dirimu?” Sehun berucap menenangkan kegelisahan Humanoid di sebelahnya.

Meskipun sebenarnya situasi sekarang cukup aneh untuk dicerna. Sebab, dimana-mana Humanoid lah yang bertugas untuk menenangkan emosi tidak stabil yang manusia miliki. Tapi sekarang Sehun justru berperan layaknya seorang Humanoid bagi Mina.

Ya, jangan salahkan Mina. Sehun lah yang sepenuhnya sudah berusaha mengubah Mina agar jadi serupa dengan manusia. Jadi emosi-emosi yang sekarang Mina alami adalah emosi alami seorang manusia yang sudah berhasil Sehun instal padanya.

“Mereka bicara soal kehancuran, Sehun.

“Apa?” Sehun menyernyit tidak mengerti. Meski atensinya tertuju pada kendaraan besar di depan sana yang tengah ia ikuti, tapi ucapan Mina di sebelahnya mau tak mau jadi sesuatu yang mengganggu konsentrasinya juga.

“Aku tidak mengerti, Sehun. Mengapa Wendy berkata seolah dia akan menghancurkan semua Outsiders? Dia ingin membunuh semua Outsiders seperti perempuan yang sekarang tengah dia pukuli.

“Mereka bicara tentang kekuasaan yang bisa Humanoid miliki bersama dengan manusia-manusia yang berkuasa. Mereka bicara… soal melenyapkan Humophage. Ada destroying system yang bisa diaktifkan pada Humophage, dan bisa menghancurkan ingatan mereka, membuat mereka kembali dikendalikan oleh manusia.”

Sehun terpaku saat mendengar ucapan Mina. Sudah dua tahun lamanya sejak terakhir kali dia mendengar seseorang bicara tentang Humophage. Dan mendengar seorang servicer seperti Wendy bicara soal kehancuran Humophage juga Outsiders, sekarang membuat semuanya jadi perlahan-lahan jelas di benak jenius Sehun.

“Mereka… tidak satu kelompok, Mina.”

“Apa maksudmu, Sehun?” tanya Mina tidak mengerti.

Sehun ingat jelas, sungguh dia ingat, bagaimana bertahun-tahun yang lalu dia ditawari untuk menjadi seorang servicer yang bertanggung jawab pada instalasi sistem proteksi pada Humanoid yang kemudian dia setujui dan Sehun jelas ikut terlibat dalam pemasangan sistem proteksi tersebut.

Mana dia tahu kalau ternyata sistem proteksi itu pastilah destroying system yang sekarang Mina dengarkan dari Wendy?

“Kau adalah Humophage, Mina. Semua Humanoid yang mendapatkan ingatan, kenangan, juga emosi seperti manusia, semua Humanoid yang bisa hidup bebas tanpa terikat pada satu Owner, mereka yang bisa berpikir dan mengakses semua informasi dengan leluasa, adalah Humophage.

“Kau adalah salah satu Humanoid yang telah berubah menjadi Humophage karena ulahku, Mina. Dan aku adalah satu dari empat servicer yang saat itu memasang destroying system pada seluruh Humanoid secara online.

Humanoid yang kau ikuti, adalah seorang Humophage juga meskipun dia bersama dengan seorang manusia yang terlihat seperti Ownernya. Dan kalau aku tidak salah mengira, Wendy pasti satu dari sekian banyak servicer yang berusaha melenyapkan Outsiders dan Humophage, seperti yang kau dengarkan.”

Mina kini menatap tidak percaya. Dia bahkan belum tahu apa tujuannya mengikuti Humanoid lelaki yang terpasang sebagai commandnya itu saat dia kemudian dihadapkan pada fakta mengerikan seperti sekarang.

“Lalu… kita harus bagaimana, Sehun?”

Ingin Sehun mengatakan kalau mereka seharusnya kembali, hidup dengan normal dan mengabaikan semua yang pernah mereka dengarkan di sini. Tapi Sehun tidak bisa. Dia tidak sanggup membayangkan ratusan, tidak, bahkan ribuan Humanoid seperti Mina akan mati hanya karena keinginan egois manusia.

Sehun tidak bodoh, dan memutar balikkan command destroying system yang dulu pernah dia instal bukanlah hal yang sulit bagi Sehun, asal dia bisa mencapai tempat yang tepat saja untuk menyelesaikannya.

“Kita tidak boleh kembali, Mina. Kau juga tidak mau Humanoid lain sepertimu dimusnahkan, bukan? Tanpa adanya kau, aku juga pasti jadi seorang Outsiders saat ini. Kau tahu… bagaimana mengerikannya kehidupan para Outsiders, Mina. Kau juga pernah mengatakan padaku kalau kehidupan mereka sangat menyedihkan.

“Kita tidak bisa membiarkan rencana mengerikan ini terjadi, bukan? Kau dan aku… kita berdua bisa menghentikannya, Mina.”

Lagi-lagi Mina terdiam. Dia paham benar bagaimana seorang emosi seorang Sehun bergolak. Dan dia juga bukannya tidak menyetujui yang Sehun rencanakan. Hanya saja, segalanya terlalu berbahaya, bagi Sehun khususnya.

Mina tidak bisa bayangkan apa yang akan terjadi padanya jika sesuatu terjadi pada Sehun karena perjalanan ini. Dan ingin sekali rasanya Mina tawarkan kepulangan ke Edinburgh pada Sehun saat ini.

Tapi bukan itu yang sekarang Mina tangkap dari gejolak emosi Sehun. Pria itu bukannya takut, atau ingin kembali ke rumah lamanya. Pria itu ingin terus maju, bersama dengan Mina. Pria itu benar-benar ingin menghentikan bayangan mengerikan yang Mina pikirkan tentang ucapan Wendy di sana.

“Perjalanan ini bisa saja membahayakanmu, Sehun.” akhirnya Mina utarakan juga kekhawatiran itu. Daripada terus-terusan membiarkan Sehun dalam ketidakmengertian, bukannya lebih baik memberitahu Sehun saja?

“Aku tahu. Aku bahkan mungkin bisa terbunuh karena sudah melibatkan diri pada pengkhianatan yang begitu jelas seperti ini. Tapi kau dan aku punya tujuan yang sama, Mina. Tidakkah itu cukup jadi alasan aku akan percaya padamu kalau kau akan melindungiku apapun yang terjadi?”

Akhirnya, Mina tersenyum. Untuk pertama kalinya selama belasan tahun ini, Sehun terang-terangan mengatakan bahwa dia percaya Mina akan melindunginya. Sebelumnya, Sehun selalu dan selalu bicara soal bagaimana dewasa dan hebatnya dia untuk bisa melindungi diri sendiri.

Tapi sekarang, Mina untuk pertama kalinya benar-benar merasa bahwa dia adalah seorang yang pantas untuk melindungi Sehun. Pria itu bahkan sudah mengakuinya sendiri.

“Kau benar, aku memang pasti melindungimu, Sehun. Itu sudah jadi tugasku karena aku adalah Humanoid pelindungmu.” ucap Mina yakin.

Sebagai jawaban, Sehun tersenyum tipis.

“Aku juga akan melindungimu, Mina. Bagaimana pun, kau tetaplah wanita yang seharusnya dilindungi, bukannya melindungi. Tapi karena situasi kita berbeda, dan karena aku juga tak yakin dengna apa yang akan kita hadapi kedepannya, jadi kupercayakan saja nyawaku padamu.

“Daripada aku harus memaksa dan merengek memintamu untuk membawa kita kembali ke rumah, ada baiknya kita tetap meneruskan perjalanan ini. Ada banyak hal yang tidak kita ketahui tentang Negara Tunggal dan rencana mereka terhadap kau, aku, maupun manusia juga Humanoid lainnya di luar sana.

“Bukankah perjalanan ini setidaknya membuat kita lebih banyak tahu tentang apa yang sedang terjadi di Negara Tunggal, Mina?”

۩۞۩▬▬▬▬▬▬ε(• -̮ •)з To Be Continued ε(• -̮ •)з ▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩

IRISH’s Fingernotes:

Huft, huft, akhirnya One and Only bisa kembali muncul ke permukaan setelah melalui bulan-bulan mengerikan di mana dia aku paksa untuk jadi sleeping beauty di dalem folder. Violet agaknya udah bener-bener pensiun, karena udah sebulan lebih sejak terakhir kali dia bisa aku ajak untuk ngetik fanfiksi.

Jari-jari aku udah mulai terbiasa sama Leo dan bodi seksi dia ini ceritanya, jadi aku udah bisa ngerjain fanfiksi dengan cukup ngebut dan enggak ketahuan sama emak—soalnya keyboard Leo itu enggak seberisik Violet, LOLOLOL.

Nah terus, itu warm-up cuma sekedar buat ngingetin kalian lagi sama tujuan utama adanya spin-off ini, mungkin nanti chapter sembilan belas juga bakal ada warm-up sedikit, tentang perjalanan Yeri dari awal sampe chapter delapan belas, biar yang pada lupa itu ingetannya balik-balik dikit. Bikos meskipun One and Only udah begitu lama aku abaikan, dia masih nempel dengan sempurna di ingetan aku, yah agak bolong-bolong dikit sih.

Terus lagi, kapan chapter sembilan belasnya muncul? Secepatnya! Ini, setelah ngetik spin off ini aku benahin draft untuk chapter sembilan belas. Supaya dia bisa mencungul bareng-bareng sama spin-off.

Kalau bisa sih di hari yang sama, harapan doang, biasanya sih harapan itu enggak sesuai sama yang terjadi, LOLOLOL. Tapi marilah berharap aku bener-bener niat kali ini buat nyelesein semua pekerjaan aku yang sempet tertunda.

Terus lagi part dua, spin-off ini enggak bisa panjang, karena spin-off ini dari awal aku buat hanya bertujuan supaya kalian tau apa yang terjadi di saat Baek-Yeri dulu (padahal di fanfiksinya enggak lama, tapi saking lamanya ngerjain ini epep jadi berasa ‘dulu’ gitu) ninggalin Wendy dkk.

Aw, aw, aku udah rindu sama Johnny si Humanoid seksi super pinter dan super peka. Kangen ngebuat adegan Baekhyun-Yeri dalam versi Humanoid-Human. Aduh ya intinya aku kangen One and Only~

See you in chapter nineteen, fellas! Salam peluk, Irish.

hold me on: Instagram | Wattpad | WordPress

18 tanggapan untuk “One and Only – Spin Off #2 — IRISH’s Tale”

  1. Udah lama ga baca ff irishh wkwkwk kangennn notif email udh jebol padahal wkwkwk
    aku agak lupa lupa sih yg aku inget cuma baek doang disini ….
    btw irish ga main wattpad? Soalnya aku lebih sering buka itu sih :v

  2. Akhirnya akhirnya akhirnyaaaaa up lagi ini efef kesayangannn 😍😍
    Rada lupa ceritanya sih jadi baca ulang spin off 1 heuheu
    Ako kangen baek yerii huhu.
    Ditunggu kelanjutannya ya kak rish,, fighting!!

  3. Kak Irish.. demi apa,, aku bahagia banget Nemu ff ini akhirnya update.. i miss bakery couple 😘 makasih loh kak.. update yang rutin ya kak..

  4. Finally.. Akhr’ny.. 😍 Masterpoece 1 ini kembali jg ke permukaan. Tega ih irish maksa oao jd sleeping beauty 😢
    Iya nih brasa bntr bgt jln crita spin off part 2 ini, msh kangen sm oao, blm liat bakery couple jg, trus itu sp cewe yg lg dipukulin wendy dg tega’ny? Mo nbak takut slh 😅 itu.. tmn outsider’ny yeri kan ya, sp ya nm’ny? 😕 hm.. Yg trus amnesia itu kan? Sp ya?
    Yah trsrh irish mo ngtik ff di mn, sing penting lncr update’an dr karya2 veteran yg sngt kurindukan eksistensi’ny u/ kembali dg jln crita seru mrk smua. Succubus incubus, irresistable, hol(m)es, kunanti slalu comeback mrk.
    Smoga sehun & mina bs join sm klmpk bakery couple u/ nyelametin eksistensi humophage & non aktifin destroying system itu! Thx sdh membangunkan sleeping beauty ini rish 😀 jgn dicekokin 🍎 bracun lg ya..

    1. kok aku agak2 bahagia gitu karena kak Nindy masih inget sama cerita ini XD padahal banyak cerita aku yang aku cuekin, tapi ternyata masih ada yang inget :” makasih ya kaak ~ sini aku peluuuukkk ~~~~

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s