One and Only – SLICE #5 — IRISH’s story

poster1

Author : IRISH

Tittle : One and Only

Main Cast : EXO’s Baekhyun, Red Velvet’s Yeri

Supported : EXO, Red Velvet, Twice, and SMRookies Members

Genre : Romance, Life, Fantasy, Sci-fi

Rate : PG-16

Disclaimer : This story is entirely fantasy and created by Irish. Any resemblance to real persons or organization appearing in this story is purely coincidental. EXO, Red Velvet, Twice and SMRookies Members belong to their real-life.

Previous Chapter

Prologue || Chapter 1 || Chapter 2 || Chapter 3 || Chapter 4

  ██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Yeri’s Eyes..

“Yeri, aku tidak bisa membiarkanmu begitu saja.”

“Baekhyun, kau membuang waktu, percaya padaku, aku sudah bertahan dari ratusan, tidak, ribuan Pembersihan. Aku sudah jadi Outsider selama sepuluh tahun.”, ucapku akhirnya.

Baekhyun akhirnya menghembuskan nafas panjang.

“Apapun yang terjadi jangan lepas bros yang kupasang itu.”, ucapnya menyerah.

Tanpa sadar aku menggenggam lembut tangannya, memberinya kepercayaan bahwa aku akan benar-benar baik-baik saja.

“Aku akan kembali.”, janjiku walaupun aku sendiri tak yakin tentang apa yang akan terjadi padaku setelah ini.

Bagaimana jika aku tidak—sudahlah Yeri, kau harus mencobanya.

Aku mengeratkan tali sepatu kets yang kukenakan, dan segera melangkah turun dari home-car.

“Aku akan menunggu disini.”, ucap Baekhyun saat aku akan menutup pintu.

Aku mengangguk yakin.

“Aku akan berusaha kembali sebelum Pembersihan berakhir.”

Segera setelah berucap, aku melangkah menjauh dari mobil itu.

Lima menit lagi Pembersihan akan dimulai. Semua Owner dan Humanoid-nya diharapkan untuk masuk ke dalam rumah karena Sentry akan mengirim Humanoid untuk melakukan Pembersihan terhadap Outsider.. Lima menit lagi Pembersihan akan dimulai. Semua Owner dan Humanoid-nya diharapkan untuk masuk ke dalam rumah karena Sentry akan mengirim Humanoid untuk melakukan Pembersihan terhadap Outsider..”

Baiklah, pertama, cari tempat persembunyian, baru aku bisa menduga-duga dimana Sally berada. Kedua, tetap tenang saat melihat Humanoid, mereka tak akan mengira bahwa aku Outsider jika tanda vitalku stabil, karena mereka juga mengetahui tanda vital semua Owner yang ada didalam rumah-rumah tertutup rapat disekitarku.

Ketiga, tetap tenang, ke empat, ingatlah Baekhyun akan melin—tidak, Ia tak bisa melindungiku untuk saat ini, baiklah, ke empat, Ia menungguku, dan aku tak boleh mengecewakannya.

Benar.

Bayangan Baekhyun menungguku dengan raut gelisah yang sama sekali tak sesuai untuk ada diwajahnya—mengingat logam nano melingkar disepasang mata gelapnya—aku kembali teringat bahwa Ia terus merasa tak nyaman saat bersama Momo.

Aku harus menghilangkan raut gelisah itu dengan bertahan hidup, menemukan Sally, dan kembali secepat mungkin.

Langkahku terhenti saat kudengar suara dentangan jam buatan yang sangat keras. Masing-masing dentangan berlangsung selama dua detik, aku punya 24 detik untuk bersembunyi.

Aku menatap sekitarku, dan kusadari sudah terlalu terlambat untuk bersembunyi. Jadi, aku langsung ke rencana kedua, tetap tenang apapun yang terjadi. Jaga agar tanda vitalku stabil.

Bayangkan saja Baekhyun Yeri-ah, bayangkan saja Baekhyun.

Aku terus memutar ingatanku tentang Humanoid itu, berharap jantungku tak akan terpompa kencang untuk kurun waktu terbatas ini, berharap adrenalinku tidak terpacu saat melihat bayangan Humanoid di—mereka disini.

Berhasil.

Jantungku masih bekerja dengan normal walaupun aku sudah melihat dua orang Humanoid tak jauh dari tempatku bersembunyi.

Aku melangkah pelan menjauhi dua Humanoid itu, dan seperti biasanya, aku mencari tempat lain. Sally biasa bersembunyi diruang tertutup karena Ia merasa lebih aman. Tempat tertutup yang sudah tidak digunakan.

Gudang.

Aku menemukan sebuah gudang tak jauh dari tempatku sekarang berada. Dulu aku pernah bersembunyi ditempat itu bersama Sally.

Dengan langkah sedikit cepat aku berjalan ke gudang itu, jika beberapa hari lalu jantungku terpompa dengan sangat kencang saat melihat Humanoid, atau Sentry, sekarang, terus memutar ingatan tentang Baekhyun membuat jantung ini tak lagi melompat tak karuan.

Aku terhenti saat mendengar sebuah langkah dibelakangku. Dan saat aku berbalik, aku tersentak saat seorang Humanoid berdiri tak jauh dibelakangku.

Baekhyun. Baekhyun. Baekhyun. Baekhyun.

Aku terus menggumamkan namanya sementara jantungku mulai menolak untuk bekerja dengan normal.

“Outsider,”, Humanoid itu berucap.

Tidak.”, aku membalas ucapannya dengan tegas.

Baekhyun. Baekhyun. Baekhyun. Baekhyun. Baekhyun..

Ia menyernyit sedikit, tapi kemudian kudengar Ia tertawa pelan.

Aku tidak pernah tahu ada Outsider yang merasa tenang saat berhadapan dengan Humanoid.”, ucapnya.

Aku tidak takut. Aku tidak takut.

Baekhyun.. Baekhyun..

Sekarang aku menggumamkan namanya dalam pikiranku disetiap tarikan dan hembusan nafasku.

Kau pikir aku tak bisa mengakses informasi tentangmu, Kim Yeri?”

Tatapanku membulat saat Ia menyebut namaku. Tapi kucegah diriku untuk ketakutan. Tenang Yeri, tenang adalah kunci utama menghadapi kematian didepan mataku.

Berhenti menakutinya Kyungsoo.”

Aku berbalik saat mendengar seseorang berucap. Dua orang tampak berdiri tak jauh dari tempat kami berdiri, sosoknya terlihat samar dari tempatku berdiri.

Apa mereka Humanoid juga?

Dua orang itu melangkah ke tempat lain yang memungkinkanku untuk melihat mereka dengan jelas, dan aku segera tersadar saat mengenali salah seorang disana.

“Sally!”, ucapku hampir terpekik.

Aku segera berlari ke arahnya, sementara disebelahnya, seorang yeoja berdiri memperhatikanku. Sally segera merentangkan tangannya, menyambutku, dan kupeluk Ia erat. Sangat erat. Aku selamat.

“Yeri! Senang melihatmu lagi!”, Sally berucap riang, seolah jam Pembersihan tak mengusiknya sedikitpun.

Aku melepaskan pelukanku darinya, Sally selalu bicara dengan dua bahasa yang sama-sama kami mengerti.

“Kenapa kau disini?”, tanya Sally membuatku teringat pada tujuanku, sekaligus teringat pada seorang Humanoid yang tadi bicara padaku.

Aku berbalik, dan kutemukan Humanoid itu tengah bicara dengan yeoja yang tadinya berdiri disamping Sally.

“Aku mencarimu,”, ucapku, perhatianku masih tertuju pada dua orang itu.

“Bukankah pemandangan itu unik? Seorang Owner dan Humanoid nya yang tak mau hidup mewah seperti orang-orang egois lainnya. Aku sudah bersama mereka selama enam bulan ini.”

Aku menatap Sally, menyadari Ia masih tak bisa menggerakkan kaki kanannya.

“Mereka menjadi Outsider?”, ucapku tak percaya.

Sally menggeleng.

“Bukan mereka, tapi aku. Mereka tetaplah Owner dan Humanoidnya, hanya saja mereka merasa kasihan padaku.”

“Tapi mereka.. hidup bersamamu?”, tanyaku.

“Selama enam bulan ini? Ya.”

“Benarkah?”

“Kau tidak percaya ada manusia yang bisa membawa Humanoid mereka menjauh dari Sentral?”

Aku menggeleng pelan.

“Tidak, tentu saja aku percaya.”

“Jadi, untuk apa kau jauh-jauh kesini mencariku?”, tanya Sally.

“Ada hal besar yang harus kau tahu.”, ucapku memulai.

“Benarkah, apa itu? Oh tunggu, Chaeyeong-ah, Kyungsoo-ya, kemarilah!”, panggil Sally membuat dua orang itu segera melangkah mendekat.

“Jadi, apa itu?”, ulang Sally.

Kurasa, dua orang ini, yeoja bernama Chaeyeong, dan Humanoid bernama Kyungsoo, mereka berpikiran sama dengan Sally, denganku, dengan Baekhyun dan Momo.

“Sally-ah, apa kau ingin mimpi kita terwujud?”

“Apa?”, Sally menatapku tak percaya

“Aku butuh bantuanmu Sally-ah. Aku menemukan hal yang tak bisa kau duga, Humanoid tanpa Owner, yang berpikir mandiri, tak lagi terikat dengan program.”

“Tidak mungkin..”, Sally semakin membelalak.

“Sungguh, aku menemukan dua orang dari mereka. Salah satunya berpura-pura menjadi Humanoid-ku. Dan salah seorang lagi membutuhkan seorang manusia untuk berpura-pura jadi Owner-nya.

“Kami dalam perjalanan untuk menemukan Humanoid yang sama seperti mereka. Bisa kau bayangkan Sally-ah? Jika semua Humanoid hidup bersama, manusia juga akan mulai hidup bersama.. Seperti yang kita impikan.”

Sally tampak tak percaya pada awalnya, begitu juga dengan dua orang yang masih punya keterikatan Owner-Humanoid disamping kami. Tapi Sally tampaknya tak ambil pusing dengan keadaan mereka.

Terbukti dengan bagaimana Ia mencekal lenganku dan tersenyum yakin.

“Dimana mereka? Kau pasti kesini bersama mereka bukan?”

“Tzuyu, kau mau pergi bersamanya?”, kudengar seseorang angkat bicara, yeoja bernama Chaeyeong itu.

Sally menoleh, dan tersenyum.

“Chaeyeong-ah, seperti inilah hidupku berputar.”

“Tapi kau bilang kau tidak akan pergi meninggalkan kami.”

Kurasa, aku lah satu-satunya yang berpikir bahwa dua orang itu sepemikiran dengan kami, karena nyatanya, Ia tak sepemikiran dengan kami.

“Kau dan Kyungsoo bisa menemukan kehidupan lebih baik.”, ucap Sally.

“Tidak!”, Chaeyeong berucap keras, “aku sudah menyelamatkanmu enam bulan lalu. Kau tak bisa meninggalkanku begitu saja!”, sambungnya masih dengan suara keras.

“Chaeyeong,”, Humanoid itu, Kyungsoo, dan Sally berucap hampir bersamaan.

“Jangan katakan padaku jika kau mendukungnya Kyungsoo! Aku tak mau mendengar bantahanmu! Kau hanya robot yang seharusnya menurutiku!”, ucap Chaeyeong keras, Ia bahkan bersikap sekasar itu pada Humanoidnya.

Aku terdiam mendengar ucapannya. Kenapa sekarang sikapnya terlihat sama seperti anak dari Owner Momo?

“Kenapa.. kau bicara sekasar itu padanya?”, aku berucap tanpa sadar.

Mwo?”, Ia kini menatapku berang.

“Kenapa kau mengatakan Ia hanya robot yang seharusnya menurutimu?”, ucapku mengulang ucapannya.

Yeoja itu, Chaeyeong, tertawa mendengus.

“Kau tak tahu apa-apa, diamlah dan jangan ikut campur.”

Bagaimana bisa aku diam saat Ia bersikap sekasar itu?

“Tidakkah kau merasa ucapanmu menyakitinya?”, tanyaku.

“Dia hanya robot yang tak bisa merasakan apapun! Dan juga, diamlah sebelum aku memerintahkannya untuk menyerangmu!”, teriak Chaeyeong.

“Son Chaeyeong! Jaga ucapanmu!”, kali ini Sally angkat bicara.

Chaeyeong menatap aku dan Sally bergiliran, sebelum Ia akhirnya menatap ke arah Humanoid nya.

“Tzuyu.. Kenapa kau juga berpihak padanya?”

“Kau bicara keterlaluan Chaeyeong-ah. Kyungsoo sudah bersamamu lebih dari sepuluh tahun kau ingat?”, ucap Sally membuat sepasang mata Chaeyeong mulai berkaca-kaca.

“Kurasa aku sudah salah karena mempercayaimu.”, ucap Chaeyeong sebelum Ia melangkah mundur, menjauhi aku dan Sally.

Sementara Humanoid-nya, masih berdiri ditempat yang sama.

“Kyungsoo, kau tahu apa yang harusnya terjadi pada Outsider bukan?”, ucap Chaeyeong pada Humanoidnya.

Segera, aku sadar apa yang sedang Ia bicarakan.

“Pergi dari sini Yeri.”, ucap Sally.

“Lumpuhkan mereka berdua Kyungsoo, biarkan Humanoid Pemburu menemukan mereka.”, ucap Chaeyeong segera membuatku terkesiap.

“Aku tidak bisa, Chaeyeong-ah.”, ucap Kyungsoo.

“Apa?!”

Aku tersenyum tipis, menatap Chaeyeong.

“Dia memang tak bisa Chaeyeong.”, ucapku.

“Kyungsoo! Kuperintahkan kau untuk melumpuhkan mereka berdua!”, teriak Chaeyeong penuh kemarahan.

Aku tak peduli jika teriakannya akan membuat Humanoid Pemburu menyadari keberadaan kami. Aku juga tak peduli bahkan jika Ia berteriak sangat marah. Aku jelas tahu satu hal yang pasti.

“Humanoid tidak diprogram untuk melukai manusia, Chaeyeong.”

Chaeyeong tertawa kasar.

“Benarkah? Sayang sekali Humanoid-ku sudah tidak terikat pada program bodoh itu. Kyungsoo, kalau kau tidak menyerang mereka, aku akan menonaktifkanmu.”, ucapnya membuatku segera menatap Humanoid itu.

Tatapannya yang sedari tadi tampak kosong kini berubah, Ia menatap aku dan Sally seolah Ia akan..

Sial. Dia benar-benar akan menyerang kami.

“Sally! Ayo pergi!”

Aku menarik lengan Sally untuk ikut berlari bersamaku walaupun aku tahu Ia kesulitan berlari dengan keadaannya. Aku tak ingin membuat Sally berada dalam bahaya.

“Kita harus menghentikan Chaeyeong, kontrol utama Kyungsoo ada padanya.”, ucap Sally sambil terengah-engah.

“Masa bodoh dengan dua orang itu. Kau tidak lihat Humanoidnya sekarang mengejar kita seolah ingin membunuh?”, ucapku pada Sally.

Kami berlari masuk ke dalam gudang, dan seperti yang kuduga, Sally memang menjadikan gudang ini sebagai tempat persembunyiannya. Terbukti dengan bagaimana gudang ini bisa tertutup rapat saat kami masuk ke dalamnya.

BLAR!

Aku terkesiap saat mendengar suara ledakan keras dibagian depan gudang. Humanoid itu pasti berusaha masuk.

“Baekhyun.. Baekhyun..”, tanpa sadar aku bergumam, ditengah ketakutanku, menggumamkan namanya bisa menghentikanku dari ketakutan.

BLAR!

Kudengar lagi suara ledakan diluar gudang.

“Tidak!”, kali ini suara teriakan keras seorang yeoja, Chaeyeong? Kurasa. Tapi kenapa Ia berteriak?

Aku dan Sally berlari dari celah kecil dibagian belakang gudang, dan kami sama-sama berlari ke arah yang kuketahui, home-car kami. Baekhyun.

Sally beberapa kali terhenti karena kesulitan menggerakkan kakinya untuk berlari. Tapi aku menunggunya, karena aku tahu Chaeyeong tak akan menghentikan Humanoid-nya.

Aku sampai di home-car, tapi jantungku seolah melompat dari persinggahannya saat tak menemukan siapapun ketika masuk ke dalamnya.

“Baekhyun.. Baekhyun..”, aku menggumamkan namanya dalam ketakutanku, kemana Baekhyun? Kemana Momo? Apa yang terjadi pada mereka?

Aku terkesiap saat mendengar suara langkah Humanoid dan dengan segera aku membantu Sally untuk mencari tempat persembunyian. Jantungku terus terpompa kencang sementara aku berusaha menenangkan diriku.

Baekhyun. Baekhyun.

Sekarang menggumamkan namanya dalam pikiranku membuatku semakin ketakutan. Aku takut sesuatu yang buruk terjadi padanya. Aku takut.

Lariku dan Sally terhenti dibalik sebuah tembok. Sally menatapku, tampak berusaha memahami keadaanku.

“Apa mobil itu yang kau naiki?”, tanya Sally akhirnya

“Ya.. Dia seharusnya ada disana. Kenapa Ia tak ada disana?”, ucapku membuat Sally menyernyit.

“Dia?”, ulang Sally.

Aku tak menyahutinya. Pikiranku dipenuhi ketakutan akan semua kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi pada—

“Sudah kukatakan kau akan memerlukan bantuanku.”

Aku menoleh, dan tatapanku melebar saat melihat sosok yang sangat kukenal berdiri tak jauh dariku, sementara dibelakangnya, Momo tampak berjalan dengan Chaeyeong disisinya.

“Baekhyun!”, jeritku tertahan.

Aku berlari ke arahnya, melingkarkan lenganku erat ditubuh kakunya. Tak bisa kubohongi aku gemetar ketakutan, aku masih sangat takut membayangkan hal buruk terjadi padanya.

“Hey, tenanglah, aku ada disini.”, ucap Baekhyun menenangkanku.

“Aku mencarimu dimobil, tapi kau tak ada disana, Momo juga tidak ada, kupikir ada hal buruk terjadi pada kalian berdua.”, ucapku menahan agar suara gemetarku tidak pecah menjadi tangisan.

“Tenanglah Yeri-ah.. Tenanglah..”

Aku memejamkan mataku, berusaha menenangkan diriku sendiri sementara kusadari lengan Baekhyun sekarang melingkar di tubuhku. Satu tangannya menepuk-nepuk lembut puncak kepalaku.

“Aku sangat takut..”, gumamku.

“Aku tahu, aku sudah ada disini, jangan khawatir, Yeri-ah..”

“Kupikir ada hal buruk terjadi padamu,”, ucapku saat kulepaskan diriku dari Baekhyun, sementara Ia menatapku, dengan tatapan yang.. sungguh tak bisa kuartikan.

“Akan terlihat aneh jika dua orang Humanoid ada di sebuah mobil tanpa Owner. Aku dan Momo mengikutimu, tapi kau tahu apa yang kutemukan? Kau tengah dikejar-kejar olehnya,”, Baekhyun melirik ke arah Kyungsoo yang berdiri tak jauh dari kami, aku menyernyit melihat luka robek cukup besar di sisi wajahnya.

“Apa yang terjadi pada Kyungsoo?”, tanyaku pada Chaeyeong yang mengapit erat Momo sementara Ia terus terisak.

“Humanoid-mu menyerangnya!”, teriak Chaeyeong marah.

“Kau menyerangnya?”, tanyaku pada Baekhyun.

“Lalu aku harus membiarkannya melukaimu?”, ucap Baekhyun entah mengapa membuat dadaku terasa sesak.

Aku sungguh ingin menangis, tapi aku tidak bisa. Aku tidak ingin menangis. Baekhyun akan menilainya sebagai ledakan emosi aneh.

“Terima kasih..”, ucapku, kembali kutenggelamkan diriku padanya, Ia menyelamatkanku, untuk kesekian kalinya.

“Terima kasih? Ia sudah melukai Humanoid-ku!”, ucap Chaeyeong.

“Kau juga memerintahkan Humanoid-mu untuk melukai Owner-ku.”, Baekhyun menimpali.

Chaeyeong menyipitkan matanya, menatap Baekhyun tak percaya.

“Program apa yang aktif padanya? Bagaimana Ia bisa membantah ucapan seseorang?”, ucapnya tak percaya.

“Kenapa? Kau keberatan karena Humanoid membantah ucapanmu?”, Baekhyun lagi-lagi menimpali.

Chaeyeong tampak ingin menangis, tapi Ia kemudian menatap Momo disebelahnya.

“Apa kau juga Humanoid yang bisa membantah sepertinya?”, tanya Chaeyeong

Momo tersenyum.

“Aku tak suka membantah, tapi, ya, aku juga bisa membantah sepertinya.”, ucap Momo membuat Chaeyeong menatapku.

“Apa yang kau lakukan pada dua Humanoid ini?”

“Aku? Tidak, aku tidak melakukan apapun.”, ucapku menjelaskan.

“Bagaimana bisa mereka.. seperti ini?”

“Kau ingin Humanoid-mu seperti kami juga?”, ucap Baekhyun.

“Kyungsoo juga bisa menjadi seperti kalian?”, tanyanya tak percaya.

“Jika Owner-nya mati.”, ucap Baekhyun membuatku kini menatapnya, apa Ia bicara dengan nada dingin seperti ini karena Chaeyeong tadi..

“Baekhyun,”, kataku kemudian.

“Kenapa? Ia tadi mencoba membunuhmu.”, ucap Baekhyun menatapku.

“Jadi Owner kalian berdua sudah mati? Lalu.. siapa dia?”, Chaeyeong menatapku.

“Bukan urusanmu, lagipula untuk apa kau peduli? Bukankah kau hanya ingin hidup tanpa semua kecanggihan ini?”, kata Baekhyun.

Aku menyenggol pelan lengannya. Momo mungkin tak merasakan apapun jika Baekhyun bersikap dingin padanya, tapi Chaeyeong? Ia seorang manusia.

“Jadi.. Mereka yang mau kau ceritakan padaku Yeri?”, tanya Sally memahami keadaan yang dihadapinya sekarang.

“Ya Sally, dan kami membutuhkan bantuanmu.”

“Aku juga ingin membantu.”

Aku menoleh saat mendengar Chaeyeong berucap.

“Apa?”, kali ini Sally yang berucap terkejut

“Dua Humanoid ini.. Apa mereka bisa menjadi seperti kita? Maksudku.. Mereka tak harus terikat pada Sevicer lagi?”, ucap Chaeyeong.

Baekhyun mengangguk.

“Ya, kami tak lagi terikat pada program apapun.”

“Apa mungkin.. Jika aku tetap hidup, tapi Kyungsoo bisa menjadi seperti kalian?”, tanyanya.

Aku terkesiap. Apa Ia ingin Humanoid-nya bisa berpikir bebas?

“Aku tidak tahu,”, ucap Momo, “tapi kami sedang mencari informasi tentang hal ini. Kau ikut Chaeyeong-ah?”, tanya Momo.

Sudah kukatakan bahwa Momo pembawa aura positif diantara kami bukan?

“Jika itu artinya aku bisa melihat Kyungsoo menjadi seperti kalian.. aku akan ikut.”

“Dan beberapa menit lalu kau berpikir egois.”, sindir Baekhyun.

“Baekhyun, cukup,”, ucapku pelan.

“Kau tidak merasa marah padanya?”, tanya Baekhyun.

“Apa kau marah?”, tanyaku membuat Baekhyun mengalihkan pandangannya.

“Aku tidak bisa merasakan hal seperti itu.”

Aku tertawa pelan, sementara Momo menggeleng-gelengkan kepalanya pelan. Tentu saja aku tahu Baekhyun marah.

Ia.. bisa merasakan emosi itu juga.

Karena Ia tidak lagi terprogram? Entahlah. Tapi Ia terlihat lebih berbeda saat seperti ini. Dan aku suka, maksudku, aku tak harus bersama Humanoid tanpa emosi yang hanya mendengarkan ucapan Ownernya.

Sally menepuk pelan tangannya, menyadarkan kami semua.

“Ini masih waktu Pembersihan, dan kurasa beberapa Humanoid Pemburu akan sadar pada kekacauan digudang.”, ucapnya.

Momo tersenyum.

“Aku dan Baekhyun sudah membereskannya. Ah, jadi kapan kita melanjutkan perjalannya?”, ucap Momo sambil menatap Baekhyun.

Aku ikut menatap Humanoid disebelahku, menunggu keputusannya. Sementara Ia sendiri masih tampak sibuk dengan pemikirannya.

“Kita perlu bicara secara pribadi didalam, Yeri.”, tegasnya sambil menarikku ke arah home-car kami.

Ucapannya sekaligus menjadi alarm bahwa perjalanan kami akan dilanjutkan. Segera setelah aku dan Baekhyun beranjak, empat orang yang bersama kami melangkah mengikuti.

Tiga orang manusia, dan tiga Humanoid. Perjalanan ini akan terlihat sangat wajar. Aku dan Baekhyun hanya harus membuat cerita lainnya.

“Baekhyun, kau benar-benar marah?”, tanyaku saat Baekhyun masih juga diam ketika kami masuk ke dalam home-car.

“Tidak.”, sahutnya singkat

Ia mendudukkanku disofa kecil didalam home-car kami, dan Ia mengambil sebuah kotak dari celah kecil diatasku. Menekan beberapa tombol disana. Ia mengabaikanku..

“Baekhyun, kau lagi-lagi mendiamkanku?”

۩۞۩▬▬▬▬▬▬ε(• -̮ •)з To Be Continued ε(• -̮ •)з ▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩

73 tanggapan untuk “One and Only – SLICE #5 — IRISH’s story”

  1. Kaget pas baekhyun sama momo ngilang gitu :’v langsung tengok kanan.kiri.atas.bawah xD siapa tau nyamper kesini ;’v wkwkwk
    tapi ch ini bikin deg.deg bangetttt ka irish ><

  2. Chaeyoung manggil Sally -> Tzuyu? Emang Sally visual’ny Tzuyu, mrk same person y? Hadeh.. peluk2an itu Bakery couple! cem Edward ma Bella ja, saling worry klo jauhan dikit. wah.. dah makin rame rombongan 🙂 makin seru jln2ny!

  3. Kereen nih kak rish, baek-yeri, ahahaha cocuittt. Lagi lagi aku ikut degdegan, terus gmana kalo ada humanoid yg tau perubahan vitalku. *ini alay sumpah!

    kak tolong sih, saran visul buat momo sally and chaeyeong biar feelnya lebih dapet. taengkyue kak irish

  4. Kereen nih kak rish, baek-yeri, ahahaha cocuittt. Lagi lagi aku ikut degdegan, terus gmana kalo ada humanoid yg tau perubahan vitalku. *ini alay sumah!

    kak tolong sih, saran visul buat momo sally and chaeyeong biar feelnya lebih dapet. taengkyue kak irish

  5. Hi kak irish…!
    Yeeeyyyyy ada kyung soo…!!
    Sebentar,biar ku tebak, pasti Chaeyeong suka (cinta) ama kyung soo. Pertama,chaeyeong pengen kyung soo jadi humanoid yang bebas macem baek tanpa dirinya mati. Kedua,chaeyeong marah pas baek melukai wajahnya kyung soo. Ketiga,Chaeyeong memutuskan untuk ikut mereka padahal sebelumnya dia adalah satu satunya orang yang menentang rencana mereka.keempat,menurutku chaeyeong bener” suka ama kyung soo. Benerkan kak irish?? *wkwkwk maksa*
    Tuh kan,baekhyun ama yeri mulai ada rasa saling mengkhawatirkan tingkat tinggi….dan aku suka itu.
    Kak irish mau buat aku tambah ngefans ana kak irish ya??! Daebaaaaaaaakkkkkkkk!!!!

    1. Kyungsoo nampang sedikit lah biar gaya XD wkwkwkwkwkwkwkw iyeepp, dia labil, dia pengen Kyungsoo jadi begitu tapi kemudian dia gak pengen XD labil sekali XD wkwkwkwkwkwkwk

    2. Ho’oh kok dikit bangett yak bagian kyung soo ‘nya??kak irish tega benar ama kyung soo??yahhh padahal aku udah seneng 2 loh kak irish… :3

  6. Ga tau mau komen apalagi,-POKOKNYA DAEBAK LAH FFNYA KAK IRISH!!! MAKIN NGEFANS SAMA KAK IRISH DEH!!! KEEP WRITING KAK IRISH!!!SEMANGAT!!!! #KakIrishKebanjiranCapsLock #CapsLockJebol

  7. Ceritanya makin seru aee , kaga sabar nunggu next chapnya , makin seneng ngeliat baekhyun sm yeri jadi makin sosweet :3
    Next chapnya ditunggu , fighting xD

  8. Setelah sekian lama baca, akhirnya ada cast member exo lainnya, ya walaupun aku ngarepnya sehun atau chanyeol sih hehehe *abaikan*. Thor emang humanoid bisa jatuh cinta?. cepetan next chapter yooo…. Titip salam buat Byun Baek Hyun thor..

  9. Setelah menunggu sekian lama akhirnya, akhirnya ada castnya member exo lainnya, ya walaupun D.O padahal ngarepnya sehun atau Chanyeol *abaikan*. Ikut deg”an waktu baca nih chapter. Thor emang humanoid bisa jatuh cinta ?. cepet next yooo…..

    1. Wah kamu harus bersabar karena ff ini petualangannya nyaingin teaser exodus 😂😂😂 bocoran tuh bocoran wkwk ah kenapa ikut deg2an wkwk xD aduhh biar yeri yang menjawab deh (?) Thanks komennyaa

  10. hiiihhhh…. baekhyun gengsian banget sih. pake alesan gabisa marah pdhl dianya lagi marah. aku seneng thoorrrr…. apalagi pas bayangin bakalan ada cinta antara humanoid manusia *maafkan otakku yg random*. keren kereeennnn

  11. waah udah update lagi ><
    ehm ehm baekhyun marah nih sama yeri? jelas banget pertanda keanehan karena semakin kesini baekhyun yang notabenenya humanoid bisa merasakan emosi
    semoga perjalanan mereka berhasil dan membuahkan hasil yang mereka inginkan 😀
    ditunggu ya kelanjutannya, excited banget^^

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s