One and Only – Slice #17 — IRISH’s Story

irish-one-and-only

   ONE and ONLY  

  EXO`s Baekhyun & Red Velvet`s Yeri 

   with EXO, NCT & TWICE Members  

  dystopia, fantasy, friendship, slice of life, romance, science-fiction story rated by T served in chapterred length  

Disclaim: this is a work of fiction. I don’t own the cast. Every real ones belong to their real life and every fake ones belong to their fake appearance. Any similarity incidents, location, identification, name, character, or history of any person, product, or entity potrayed herein are fictious, coincidental, and unintentional. Any unauthorized duplication and/or distribution of this art and/or story without permission are totally restricted.

2016 © IRISH Art & Story all rights reserved


Mencintaimu? Ya, aku mencintaimu. Walaupun kita berbeda.


Reading list:

〉〉  Prologue || Chapter 1 || Chapter 2 || Chapter 3 || Chapter 4 || Chapter 5 || Chapter 6 || Chapter 7 || Chapter 8 || Chapter 9 || Chapter 10 || Chapter 11 || Chapter 12 || Chapter 13 || Chapter 14 || Chapter 15 || Chapter 16 〈〈

   Chapter 17  

██║ ♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ │█║♪ ♫ ║▌♫ ♪ ║██

In Baekhyun’s Eyes…

Edinburgh. Adalah kota tujuan kami selanjutnya. Bukan karena alasan sederhana sebenarnya, tapi karena menurut Ten, ada seorang Servicer muda yang sangat jenius di Edinburgh yang membelot dari Negara Tunggal.

Memang, terdengar aneh ketika seorang Servicer membelot, bahkan dalam systemku, pembelotan adalah hal yang tak mungkin seorang Servicer lakukan—mengingat bagaimana Sentry sudah melakukan brain-washing pada mereka.

Tapi untuk sekarang, kurasa aku tak punya banyak pilihan selain mempercayainya.

Gadis mungil bernama Jihyo—yang menarik perhatian Yuta—kini tengah menyetir. Ia tak banyak bicara, dan dari yang kutangkap, ia tampaknya enggan berinteraksi dengan kami. Bukannya kami juga mengharapkan interaksi berarti darinya, kedatangan Jihyo hanya menambah jumlah orang yang kucurigai.

Kami masih mengabaikan Sara, seperti rencana awal yang sudah kami susun sebelumnya. Bahkan sekuat tenaga aku berusaha untuk menghindari kontak mata dengan Yeri—Sara yang berada dalam memorinya sekarang bukan?—karena jika aku menatap sepasang bola mata kekanakkannya, aku mungkin akan gagal.

██║│█║║▌    One and Only  —  │█║║▌║██

  Chapter 17   

“Grey?” kudengar Yeri berucap, dengan nada khawatir yang biasa ia gunakan saat ia tengah ketakutan.

Ingin, aku sungguh ingin memandangnya, memastikan ia dalam keadaan baik-baik saja, tapi dari scanning yang kudapatkan ia memang baik-baik saja. Tanda vitalnya dalam batas normal, ya, aku tahu jelas yang terkena gangguan adalah psikologisnya, dan aku merasa sangat tidak berguna karena tak bisa melakukan apapun untuk menolongnya.

“Baekhyun?”

Apa Yeri kembali?

“Ya, Yeri-ah?” tanpa sadar aku memalingkan wajah, menatap ke arahnya, meski kemudian aku harus menelan bulat-bulat sebuah ekspresi kemarahan yang terpasang di wajahnya.

“Kau mengabaikanku, Grey.” aku tidak mengerti, Yeri tak pernah bicara dengan nada sedingin ini, tidak pernah sekalipun, dan sekarang … Sara bahkan bisa menciptakan manipulasi dalam emosi Yeri?

“Aku tak mengabaikanmu, Yeri.” ujarku akhirnya.

“Yeri?” ulangnya dengan nada tidak percaya, aku tahu ia pasti mempertanyakan mengapa aku memanggilnya dengan nama yang tidak ia inginkan.

Aku begitu enggan melihat ekspresi semacam itu di wajah Yeri, tapi daripada berlama-lama membiarkan Sara menguasai benaknya dan mengabaikannya, bukankah lebih baik jika aku mengubah sikapku padanya?

“Aku memanggilmu seperti itu karena Yeri memang namamu.” ucapku, kini, Yeri memicingkan matanya tak percaya, sepasang bola matanya bahkan ikut bergetar, menahan tangis, mungkin.

“Tapi bukankah kita sepakat untuk—”

“Hanya jika kita ada di luar, Yeri. Kita sekarang ada di dalam mobil, tidak ada alasan bagimu untuk memanggilku Grey, atau aku harus memanggilmu Sara.”

Beberapa sekon ia menatapku, tak percaya, sebelum ia memalingkan wajah juga tubuhnya, membelakangiku.

Apa aku terlalu keras padanya? Apa aku melukainya?

“Yeri?” panggilku pelan.

“Jangan bicara padaku, Grey.” ujarnya singkat.

Kurasa aku benar-benar melukainya. Dan mungkin—tidak. Ini yang jadi tujuanku bukan? Membuatnya terluka. Membuat Sara terluka.

Aku bisa melakukannya. Dulu aku bahkan terbiasa mengabaikan siapa saja yang—ah, semuanya berbeda. Mana mungkin aku bisa melihat Yeri terluka? Meski secara psikologis?

Sebuah tepukan pelan kurasakan di punggung tanganku. Johnny. Dia tersenyum padaku, seolah mengisyaratkan padaku bahwa semua akan baik-baik saja. Dan ya, melihatnya sekarang mengingatkanku bahwa ia juga pernah kehilangan seseorang karena DMS, meski aku tak tahu siapa yang ia maksud, tapi setidaknya, aku cukup yakin ia kehilangan seseorang yang dekat dengannya.

“Johnny, apa kau—” aku baru saja hendak memulai sebuah konversasi dengannya saat truk kami berhenti secara tiba-tiba.

Segera, aku melakukan scanning pada sekeliling kami. Tidak ada benda logam di luar yang kudeteksi sebagai senjata. Apa yang membuat mobil ini berhenti?

“Baekhyun, ada seorang Outsiders di luar.” Ten—yang duduk di depan bersama Yuta juga Jihyo—berucap dari celah kecil yang memisahkan kursi mereka dengan ruang kecil kami.

“Bagaimana bisa ada Outsiders?” tanyaku.

Ten menggeleng pelan, mengisyaratkanku untuk mengintip melalui celah yang tercipta. Segera, aku berdiri dan melangkah ke celah kecil tersebut, mendapati seorang gadis berambut gelap bersembunyi di balik pohon besar. Ia mungkin mencurigai truk kami sebagai—

Tunggu. Bukankah dia teman Yeri?

“Aku akan keluar.” ujarku, tanpa menunggu sahutan apapun, aku melangkah menuju satu-satunya jalan keluar dari ruang kecil kami, membuka sedikit celahnya dan melompat turun.

Yeri tidak memanggilku.

Satu hal lagi yang membuatku semakin ingin Sara pergi dari benak Yeri, karena Yeri sama sekali tidak akan bertanya apapun padaku jika Sara menguasai benaknya.

Tzuyu, gadis yang kami temui di Beijing bersama Humanoid bernama Kyungsoo dan Ownernya, Chaeyoung, ia ada di luar.

“Tzuyu?” panggilku membuatnya mendongak, menatapku dengan raut ketakutan yang seingatku tidak pernah ada di wajahnya.

Aku menengok sekilas ke bagian depan truk, Yuta dan Ten mengawasi kami, sementara tatapan Jihyo tidak beralih dari spion di samping kemudi.

“Kau Tzuyu, bukan? Dimana Kyungsoo dan—”

“Jangan mendekat.” ia berucap, kedua tangannya terulur ke depan, seolah akan menahanku jika aku mendekat, tanda vitalnya berubah makin tidak stabil.

“Kau mengenalku bukan? Aku Humanoid Yeri.” ujarku, berbohong, karena aku bukanlah Humanoid Yeri.

“Yeri?” ia menggumamkan nama Yeri, tapi dari kerutan yang tercipta di dahinya, juga bagaimana lengkung bibirnya berubah, aku tahu … ada yang salah dengannya.

“Kau tidak mengingat apapun?” tanyaku, tersadar bahwa ia tak mungkin bisa ada di sini begitu saja.

Wendy atau siapapun, pasti melakukan sesuatu padanya.

“Apa kau mengenalku?” ia balik bertanya, sudah jelas bahwa aku mengenalnya bukan? Ia tak mungkin begitu saja lupa padaku hanya karena perjalanan selama beberapa hari.

“Ikutlah denganku, Tzuyu.” akhirnya aku berucap.

Ia menggeleng kuat, jemarinya menunjuk ke belakangku sementara bibirnya menggumam. “Apa kau bersamanya?”

“Siapa?” aku berbalik, mendapati Yuta juga Ten sudah turun dari truk.

Siapa yang ia tunjuk? Apa Tzuyu mengetahui sesuatu yang tidak aku ketahui?

Yuta, atau Ten? Keduanya tak pernah bertemu dengan kami sebelum ini—sebelum homecar yang Momo bawa bersama Wendy dan yang lainnya berpisah dengan aku dan Yeri.

Lantas apa alasan Tzuyu menunjuk mereka—atau salah satu dari mereka—sekarang?

“Dia adalah—”

Menyadari situasi yang tercipta sekarang, aku segera melangkah ke arah Tzuyu, meraih kedua lengannya untuk berdiri sembari berbisik padanya.

“Aku tahu, ikutlah denganku. Dan jangan katakan apapun di depannya. Kau bisa percaya padaku, Tzuyu.”

“Baiklah …” setelah beberapa sekon terdiam, ia menggumam.

“Apa kau mengenalnya, Baekhyun?” Yuta berseru.

“Ya, dia temanku, setidaknya, teman Yeri.” kataku, membimbing langkah Tzuyu meskipun aku sadar jemarinya meremas lenganku lebih kuat saat kami melewati Yuta dan Ten.

Sial. Sudah bisa kupastikan, salah satu dari mereka pasti terlibat dalam keadaan mengerikan Tzuyu sekarang.

“Wah, satu manusia mengerikan lagi, Ten. Kuharap kau menyukai situasinya.” Yuta berucap lagi.

Aku ingin menyerangnya, tapi tak bisa. Jika aku melakukan sesuatu padanya di saat seperti ini, sesuatu yang lebih buruk mungkin terjadi.

Jika salah satu dari mereka adalah masalah bagi kami, maka keberadaanku dan Yeri—juga Tzuyu sekarang—akan sangat berbahaya.

Aku tak bisa mempercayai siapapun. Bahkan Tzuyu yang sekarang kutemukan sudah kucurigai sebagai bagian dari rencana mereka, meskipun keadaan Tzuyu membuatku enggan menuduhnya menjadi umpan, tapi semuanya terlalu kebetulan.

Manusia mungkin mempercayai kebetulan, karena mereka percaya semua yang terjadi sudah ditakdirkan. Tapi aku tidak. Tidak mungkin ada kebetulan yang membuatku bertemu dengan Yuta, juga kebetulan yang mempertemukanku dengan Ten ketika ia tengah bersama Suho dan juga Sana.

Kebetulan lain juga semakin terdengar tidak masuk akal ketika Johnny tiba-tiba saja muncul entah darimana. Belum lagi Jihyo, kebetulan atau takdir macam apa yang membuat seorang Yuta—yang beberapa kali menyakiti Yeri—tiba-tiba saja tertarik pada Outsiders?

Kenapa semua perihal kebetulan ini menggangguku?

██║♫♪│█║♪♫║▌♫♪│█║♪♫║▌♫♪║██

Beberapa hari tidak terhubung pada system pusat nyatanya membuatku meninggalkan puluhan upgrading yang sangat kuperlukan. Meski sekarang semuanya terlihat semakin aneh—karena dalam beberapa hari Servicer menyediakan puluhan upgrading yang available untuk semua jenis Humanoid—tapi aku tidak berusaha mencurigainya.

Aku juga tidak serakah dengan mengupgrade semua system baru. Bagaimanapun, aku bukan Humanoid muda seperti Ten, atau Suho. Jika diumpamakan layaknya manusia, aku mungkin sudah jadi seorang yang tua renta, sementara Ten adalah anak-anak.

Aku yakin upgrading ini akan berefek cukup berbeda pada kami. Dan aku tak ingin overload karena teriming-iming upgrading yang—

“Kau tidur, Baekhyun?”

Yeri.

“Tidak,” aku segera membuka mata, mendapati Yeri duduk di sampingku—yang sedari tadi terbaring dengan puluhan kabel melingkar di lenganku—dan entah sejak kapan, memandangiku.

Apa ini salah satu efek upgrading? Mengapa sekarang dalam kegelapan seminimal ini aku masih bisa melihat wajah Yeri dengan begitu jelas?

“Kukira kau tertidur …” gumamnya, jemari Yeri bergerak menggenggam dua jemariku yang tidak terlilit kabel, sementara senyuman kecil muncul di wajahnya.

Tanda vitalnya berubah tidak stabil karena aku terus memandanginya, dan aku … suka. Dulu aku mungkin merasa khawatir karena mengira sesuatu terjadi pada sistem metabolisme tubuhnya. Tapi sekarang aku tahu tanda vitalnya berubah karena perasaan tak masuk akal yang tengah kami sama-sama rasakan.

Apa rasanya menyenangkan juga bagi Yeri?

“Kenapa kau terus memandangiku?” tanya Yeri, tangannya yang terbebas bergerak mengusap wajahnya, padahal aku bisa melihat dengan jelas bagaimana wajahnya memerah akibat tekanan darah dan nadi yang meningkat, beberapa kinerja hormonnya juga turut bertambah.

“Apa aku tidak boleh terus memandangimu?” aku balik bertanya.

Ia menatapku, lagi, sebelum dengan santai ia menyandarkan dagunya di tepi bed kecil yang jadi tempatku berbaring. Ugh. Wajah kekanakkannya tampak semakin jelas dalam pandanganku sekarang.

“Aku malu,” bisiknya.

Aneh, memang. Mengapa ia harus malu karena aku memandanginya?

“Apa kau kedinginan?” tanyaku menyadari bahwa suhu tubuhnya berangsur-angsur turun, aku sadar ia juga tidak mengenakan pakaian tebal yang bisa menjaga suhu tubuhnya agar tetap stabil.

“Tidak, aku tidak kedinginan.”

Aku tahu ia pasti berbohong.

Sejenak, kulemparkan pandangan ke sekitar kami, melihat bagaimana Yeri sedari tadi bicara dengan nada sepelan mungkin, juga minimnya pergerakan di sekitar kami sekarang, kurasa yang lain tengah beristirahat.

Yuta, Ten, dan Jihyo ada di ruangan yang sama dengan kami. Tzuyu terlelap di bed lainnya tak jauh dariku, bergulung di bawah selimut. Ia pasti lelah karena seharian ini aku menanyainya.

Yeri belum tahu temannya ada di sini, dan belum juga tahu jika temannya sudah kehilangan semua ingatan masa lalunya.

Suho, Sana dan Johnny pasti ada di depan, mengemudi. Dan besok pagi adalah giliranku, juga Yeri, dan Tzuyu, untuk duduk di depan.

“Apa yang kau pikirkan, Baekhyun-ah?” tanya Yeri melihat kediamanku.

Aku khawatir.

“Tidak ada,” ucapku, tersenyum menenangkannya. Tidak mungkin kukatakan padanya bahwa aku tengah khawatir bukan?

Aku khawatir jika Yeri sekarang tertidur dan esok hari terbangun sebagai Sara. Aku tak ingin Tzuyu mempertanyakan keadaan Yeri—karena aku sudah mengatakan padanya bahwa Yeri adalah temannya. Dan aku tak ingin Yeri menyadari berapa banyak waktu yang ia lewatkan saat melihat Tzuyu di sini.

Ia akan mempertanyakannya.

“Apa kau mengantuk?” tanyaku ketika melihat Yeri menguap.

Sebuah anggukan kecil ia tunjukkan sebagai jawaban, sementara jemarinya sibuk mengusap kedua matanya bergiliran. Ya, ia pasti lelah. Karena Sara sudah menguasai benaknya dengan kemarahan seharian ini.

Aku bergerak untuk bangkit, duduk di tepi bed sementara Yeri menatapku penuh tanya. “Apa yang kau lakukan?” tanyanya.

“Kau bisa tidur di sini.” jawabku.

Ia menggeleng cepat.

“Tapi proses upgrade-mu masih kurang tiga puluh empat persen, Baekhyun-ah.” jemarinya menunjuk ke arah layar di sebelah bed.

Aku belum sempat menjawab apapun ketika Yeri mendorong pelan tubuhku untuk kembali berbaring.

“Kau butuh istirahat, aku sudah tertidur seharian ini.” ujarnya.

Ya, ia jelas tidak mengingatnya dan hanya mengira dirinya tertidur.

“Kalau begitu tidurlah di sini.” kataku, menggeser tubuhku, menciptakan celah kecil yang mungkin akan cukup untuk Yeri tempati.

“Di sini? Bersamamu?” ia membulatkan matanya, terkejut.

“Ya, memangnya kenapa?” tanyaku tidak mengerti, jika tidak bersamaku, lantas dengan siapa lagi?

Ia tak mungkin mau tidur dengan bersandar di sudut truk lagi seperti tadi—saat Sara dan kemarahannya akhirnya terlelap karena terus kami abaikan. Dan aku juga tidak ingin melihat tubuhnya kelelahan karena tidur dalam posisi seperti itu.

“Baekhyun, mana mungkin kita tidur bersama.” ia memelankan suaranya.

Aku mengerjap cepat, sungguh tidak mengerti. “Apa maksudmu? Memangnya kenapa? Bed ini cukup untuk kita berdu—”

Ucapanku segera terhenti, melihat bagaimana terkejutnya ekspresi Yeri sekarang, aku tersadar. Tidur dalam persepsiku dan tidur dalam persepsinya pastilah berbeda.

“Kau curiga aku akan melakukan hal buruk padamu?” tanyaku membuatnya mengerjap cepat.

“Kau tahu?” tanyanya dengan nada tidak berdosa.

Sebuah senyum kecil tanpa sadar muncul di wajahku. Bagaimana mungkin ia bisa begitu jujur mengutarakan semuanya?

“Kemarilah, Yeri, kau tahu kau tidak perlu khawatir pada hal-hal semacam itu.” ujarku menyudahi kecurigaannya.

Ia menggeleng, berkeras dengan keinginannya.

“Aku bisa tidur di sini, sambil memandangmu.” ujarnya, menyandarkan kepalanya di tepi bed sementara ia masih duduk di sebelahku.

“Tapi tubuhmu bisa—”

“Tidak, Baekhyun, jangan membuatku semakin malu.” ia berbisik, lagi-lagi, pipinya bersemu merah, sungguh membuat jemariku ingin menyentuh wajahnya.

“Baiklah, kau boleh tidur di sini, tapi nanti setelah upgrading ini selesai, aku akan memindahkanmu ke bed.” kataku memutuskan.

“Bagaimana kau akan memindahkanku?” tanyanya.

“Mengangkat tubuhmu, tentu saja.” jawabku, apa sudah kebiasaan Yeri untuk mempertanyakan semua hal yang jawabannya sudah jelas?

“Tidak, jangan.” ia menggeleng kuat-kuat.

“Kenapa?” tanyaku semakin tidak mengerti.

Apa lagi yang membuatku tidak diperbolehkan melakukan apapun padanya? Apa ia sekarang merasa malu jika aku menyentuhnya? Karena ia sudah tahu tentang perasaanku? Karena ia tahu kami saling jatuh cinta?

“Yeri,” akhirnya aku berucap.

Ia tak menjawab, tapi menatapku, menunggu.

“Aku tidak mengungkapkan perasaanku padamu hanya untuk mendapatkan respon semacam ini.” tuturku.

“Apa?” ia tampak terkesiap.

“Jika kau merasa lebih nyaman saat kau tidak tahu apa-apa, kau bisa melupakan semua ucapanku sebelumnya. Aku juga pandai mengatur tingkah lakuku, karena aku seorang robot, kurasa tidak sulit bagiku untuk menyudahi perasaan yang aku rasakan.”

Yeri tidak bicara apapun, tapi masih memandangku.

“Aku tahu semuanya terdengar tidak masuk akal bagimu, aku menerimanya. Bahkan, jika setelah perjalanan ini telah usai dan kau ingin mengakhiri segalanya, aku akan menerimanya. Tapi jangan kau—”

“Aku takut.” Yeri memotong ucapanku.

“Takut?” ulangku.

“Aku takut kau mungkin tidak akan menyukaiku lagi jika aku nantinya melakukan sesuatu yang tidak kau sukai, Baekhyun. Aku takut kau mungkin tidak suka jika aku terus membebanimu.”

“Yeri.” aku terkejut mendengar ucapannya.

Untuk apa ia takut pada alasan tidak masuk akal seperti itu?

“Yeri-ah, dengarkan aku,” aku menggenggam lembut jemarinya, menyentuh sisi wajahnya seperti yang sedari tadi kuinginkan, “kau tahu aku tidak akan bersikap seperti itu. Aku menyukaimu. Apapun yang kau lakukan, seperti apapun keadaanmu, aku akan tetap menyukaimu.”

“Kau tahu aku sudah menyukaimu tanpa tahu apa alasannya, dan kau juga tahu bahwa aku akan melindungimu, apapun yang terjadi.”

“Aku tidak ingin kau mengubah sikapmu padaku hanya karena ketakutan semacam itu. Bagiku, tidak akan ada yang berbeda jika sesuatu terjadi. Kau akan tetap jadi Kim Yeri, Outsiders yang membuatku jatuh cinta. Yang mengenalkanku pada perasaan tak masuk akal, yang membuatku merasakan semua ketidak stabilan seperti saat ini, yang akan tetap kulindungi.”

Yeri menangis. Ia menangis, seperti yang selalu terjadi padanya ketika ia katakan ia tengah terharu. Tanda vitalnya berubah makin tidak stabil.

“Kau tahu, sampai aku terbangun tadi aku masih mengira jika yang kau ucapkan padaku kemarin adalah mimpi, Baekhyun-ah …” lirihnya.

Aku terdiam sejenak. Ya, aku mengerti. Semuanya mungkin berlalu bagai mimpi bagi Yeri, karena keberadaan Sara yang mengganggu ingatannya. Juga ketakutannya pada kemungkinan terburuk yang mungkin terjadi pada kami.

Belum lagi ketakutannya pada sosok Irene, atau kekhawatirannya pada Wendy, semuanya pasti menjadi beban bagi Yeri. Beban yang tidak seharusnya ia tanggung.

“Maafkan aku, Yeri-ah.”

“Kenapa kau meminta maaf padaku?” tanyanya.

Lembut, kuraih bahunya, dengan pasrah, Yeri mengikutiku. Ia tak lagi membatasi diri pada aturan ‘tidur’ yang tadi membuatnya menolakku. Dan aku tak ingin menerima perlawanan apapun darinya.

Tubuh Yeri kini berhimpitan denganku, sementara lenganku melingkar di tubuhnya, berusaha untuk tidak membuatnya merasa tak nyaman karena belasan kabel yang menyentuh tubuhnya.

“Kita harus bertahan, Yeri-ah.” bisikku, berharap ia tak lagi merasakan ketakutannya, dan berharap Sara mendengar apa yang kuucapkan pada Yeri.

Pada Yeri, bukan pada Sara.

“Ya, kita harus bertahan, Baekhyun-ah …”

Setidaknya, Yeri harus bertahan.

██║♫♪│█║♪♫║▌♫♪│█║♪♫║▌♫♪║██

Aku sama sekali tidak terlelap setelah pembicaraanku dengan Yeri. Malahan, Yeri yang lebih dulu tertidur. Jadi, mudah saja bagiku untuk berpindah dari bed dan membiarkan Yeri tidur seorang diri.

Menjelang fajar, truk lagi-lagi berhenti. Rupanya sudah waktunya kami bergiliran.

Meminta Tzuyu untuk turun dari truk dan duduk di depan bukanlah hal sulit. Tapi memutuskan untuk membiarkan Yeri terlelap di ruang kecil kami, atau membawanya ke depan bersamaku dan Tzuyu, adalah hal yang sulit.

Lagi-lagi aku mengira-ngira, siapa yang akan terbangun. Sara, atau Yeri.

Jika Sara terbangun, itu artinya aku harus mengabaikannya, mengabaikan Sara disaat kami berada di tempat yang sama. Jika Yeri yang terbangun, aku harus menjelaskan bagaimana Tzuyu bisa ada di sana. Dan saat Sara merebut kendali, aku harus menciptakan kebohongan lainnya.

Keduanya sama-sama akan melukai Yeri.

“Apa yang kau tunggu? Gadis Outsiders itu sudah ada di depan.” ujar Yuta menyadarkanku, ia pasti sadar bahwa aku sedari tadi masih memandangi Yeri.

“Oh, kau ingin aku membangunkannya?” tawar Yuta, tersenyum penuh arti.

“Bangunkan jika kau ingin aku menghancurkan prosesormu lagi.” sahutku, melangkah melewatinya untuk mengangkat tubuh Yeri dan membawanya ke depan, bersamaku.

Dibandingkan membohongi Yeri, aku lebih enggan membiarkannya berada di ruangan yang sama dengan Yuta. Aku tak bisa mempercayai siapapun sekarang. Dan satu-satunya yang mungkin bisa sedikit kuberi kepercayaan hanyalah Tzuyu, meski aku masih tidak tahu apa yang sudah terjadi padanya.

Kusandarkan tubuh Yeri di antara aku dan Tzuyu, sementara aku berada di kursi kemudi, Tzuyu tak bicara apapun dan hanya memperhatikan gerak-gerikku.

“Boleh aku menemani kalian?” tiba-tiba saja Johnny muncul di jendela yang ada di sebelah Tzuyu, sebuah senyum ramah ia pamerkan pada kami.

“Untuk apa? Duduklah di belakang sana.” perintahku.

“Oh, kau tahu aku tak akan mendengarkanmu.” sahutnya santai, membuka pintu truk sebelum ia duduk di sebelah Tzuyu, menghimpit gadis itu hingga ia harus mendesak Yeri ke sisiku.

“Aku tak meminta rekan di sini.”

Johnny hanya memamerkan sebuah senyum lebar. Ia kemudian melirik celah kecil yang jadi satu-satunya jalan berkomunikasi antara kami dengan mereka yang di belakang sana, sebelum ia memandangku.

“Aku tahu kau butuh teman bicara, Baekhyun.” ujarnya santai, ia menyandarkan tubuhnya dengan sama santainya dan melirik Tzuyu sesekali.

“Nona cantik ini bahkan punya banyak cerita untuk dibagi, bukankah begitu?”

“Apa maksudmu?”

Aku menyalakan mesin truk, menjalankannya supaya mereka yang di belakang sana tak menaruh curiga. Aku masih mengawasi Johnny dari sudut mata ketika ia tak bicara apapun. Tzuyu juga bungkam, sementara Johnny malah terlihat bagai seorang pemimpin perjalanan.

Apa yang sudah ia ketahui dan tidak kusadari?

“Seo Johnny, apa yang kau tahu?” tanyaku langsung.

“Tidak perlu terburu-buru, Grey. Biarkan nona ini menceritakannya padamu.”

Aku kini balik menatap Tzuyu, ia memandangku dengan ketakutan yang sarat di kedua matanya, kukenali, tatapan takutnya sama persis seperti yang sering Yeri tunjukkan saat ia ketakutan.

“Aku tidak sedang bercanda.” lagi-lagi aku menatap Johnny—yang kini melempar pandang ke luar jendela, menikmati pemandangan di saat yang sangat tidak tepat.

“Nona, kau masih tidak ingin bicara?” tanya Johnny tanpa mengalihkan pandang.

Akhirnya, aku menatap Tzuyu, dia satu-satunya yang bisa membuat Johnny membuka mulut. Dan melihat ekspresinya sekarang, kurasa ia enggan—

“Apa dia bisa dipercaya?” tanya Tzuyu tiba-tiba.

“Johnny?” ujarku.

Ia mengangguk, dan ia melirik ke arah Yeri yang terlelap juga. Kurasa, ia benar-benar tidak mengingat apapun, bahkan tatapannya pada Yeri sekarang sarat akan kecurigaan.

“Setidaknya, kau bisa percaya pada kami bertiga.” akhirnya aku berucap, mengingat Johnny tahu banyak hal, ia sebenarnya ada di list teratas yang harus kucurigai, tapi sikapnya sekarang menunjukkan bagaimana ia ingin pamer padaku tentang kecerdasan dan kemampuannya.

Ia mungkin tahu dengan menganalisis, atau cara lain yang nanti pasti kupertanyakan.

“Jika kalian bisa kupercaya, lalu kenapa kalian bersama dengannya?” tanya Tzuyu.

“Siapa?” pertanyaan ini dari kemarin sudah kusimpan, ingin kuungkapkan tapi enggan karena tak ingin yang lain mendengarnya.

Humanoid Pemburu itu.”

Humanoid Pemburu?

“Kau bicara tentang Yuta? Dia bukan Humanoid Pemburu, walaupun memang tingkah lakunya seperti—”

“Dia Humanoid Pemburu.” Tzuyu memotong, “beberapa hari lalu, di Marseille, aku menemukannya bersama seorang Servicer,”

“Dia pasti bicara tentang Wendy.” Johnny mengimbuhkan.

Wendy? Bersama dengan Yuta?

“Sekarang semuanya sudah jelas. Yuta membawa kita untuk bertemu dengan Wendy dan yang lainnya.” simpulku.

“Tidak, Baekhyun. Bukankah nona ini bilang ia bertemu dengan Yuta saat bersama dengan Wendy, itu saja? Kau tidak bertanya apa lagi yang ia ketahui?” tanya Johnny, bicara seolah Tzuyu tak ada di sana.

Tzuyu memandang kami bergiliran, sebelum ia kembali membuka mulut.

“Aku terbangun di dalam sebuah homecar, aku tak ingat apapun selain melihat Humanoid Pemburu itu dan Servicernya. Dia berusaha mengejarku saat aku berlari mengejar Metro. Tapi kemudian dia menghilang …”

Metro? Marseille? Apa itu hari dimana aku bertemu dengan Yuta di dalam Metro?

“Lalu, apa yang terjadi?”

Tzuyu menggeleng pelan. “Aku tak bertemu dengannya lagi, tapi aku berlari, dengan membawa ini.” ia mengeluarkan sebuah lembaran, menaruhnya di dasbor mobil, “benda ini ada di saku pakaianku. Aku mungkin tidak ingat apa yang sudah terjadi padaku, karena Humanoid itu, atau Servicer, tapi dari bagaimana keadaan kertas ini saat kutemukan di dalam pakaianku, aku tahu … aku pasti berusaha menyembunyikannya.”

Ia menatapku, dan menatap Johnny, sebelum ia menghembuskan nafas panjang.

“Kurasa, aku sudah mendengar sesuatu yang tidak seharusnya kuketahui.”

Kudengar tawa pelan dari bibir Johnny. Ya, ia pasti sudah menduganya. Johnny yang hidup sebagai Humanoid ‘tua’ dan terus aktif, pasti lebih bisa menguasai situasi daripada aku yang sudah tertidur selama enam tahun bukan?

Null. Wendy pasti mengaktifkan sistem Null padanya hingga ia tidak ingat apapun. Kita beruntung karena ia seorang Outsiders, dan bisa bertahan dalam keadaan apapun. Meskipun ia tidak ingat tentang kehidupan lamanya, tapi tubuhnya sudah terbiasa.” Johnny menerangkan.

Diambilnya lembaran di dasbor, ekspresinya berubah serius sementara aku masih berfokus pada jalanan di depanku.

“Edinburgh. Baekhyun, kau bilang Ten meminta kita untuk pergi ke Edinburgh bukan? Mengingat bagaimana ia mempercayai Yuta, aku cukup yakin Yuta-lah yang mengusulkan Edinburgh.”

Johnny kini menatapku, ia tersenyum tipis sebelum melanjutkan. “Aku tahu kau mungkin tidak mempercayaiku, dan aku juga tidak bisa mempercayaimu, ataupun gadis yang bersama denganmu. Aku bahkan tidak bisa mempercayai ucapan nona ini.” Johnny terhenti sejenak.

Ditarik dan dihembuskannya nafas panjang, sementara kedua bola mata gelapnya kini berangsur-angsur berubah, sepasang logam nano yang sejak kemarin tidak terlihat, kini kembali muncul.

“Dia Humanoid!” Tzuyu memekik tertahan, segera, ia menyurukkan tubuh ke arah Yeri, berusaha menjauhkan diri dari Johnny. Wajar saja Tzuyu tidak sadar jika Johnny adalah Humanoid, ia bersikap sangat manusia.

“Aku memang seorang Humanoid, lebih tepatnya, Humophage, Nona Chou. Itulah mengapa aku katakan aku sekarang bahkan tak bisa percaya pada Baekhyun, seorang Humanoid yang dulu pernah menjadi rekanku.”

Johnny terdiam, dilipatnya lembaran tersebut sebelum ia mengulurkannya padaku.

“Aku sudah menghafalkan semua yang tertulis di sana, sekarang, kau juga harus menghafalkannya, tanpa menggunakan memory apapun. Ada hal yang tidak kau tahu tentang Humophage, Baekhyun.”

“Apa itu?” tanyaku, terdiam sejenak, karena sadar bahwa tak hanya aku yang bersikap mencurigai siapapun, tapi Johnny juga begitu.

Meski sikapnya sangatlah tidak kentara karena ia terus menunjukkan sikap manusiawi, tapi nyatanya ia menganalisis semuanya dengan baik, jauh lebih baik daripada aku.

Humophage, punya memori pribadi, seperti manusia.”

“Apa? Apa maksudmu?” tanyaku tak mengerti.

Apa maksudnya tentang kami punya ingatan seperti manusia? Tidakkah gejolak emosi tidak stabil dan jatuh cinta saja yang jadi hal tidak masuk akal untuk kami?

“Aku tidak tahu dengan pasti, tapi kurasa, Humophage sebenarnya adalah versi awal dari Humanoid. Humanoid, adalah para Humophage yang sudah direset ulang. Dan munculnya Humophage sekarang … seperti munculnya kenangan di masa kecil pada manusia.”

“Tidakkah kau mengerti, Baekhyun? Kita sedang menghadapi evolusi besar-besaran pada Humanoid. Sudah bisa kau tebak sendiri bukan, apa yang akan Sentry lakukan untuk menghentikannya?”

Aku terkesiap. Sungguh terkejut pada semua penjelasan yang sekarang Johnny terangkan padaku. Membingungkan, mungkin terdengar membingungkan bagi Tzuyu—yang merupakan seorang manusia—tapi sangat jelas bagiku.

Manusia, dulu menciptakan Humophage, robot-robot berperasaan, berpikir mandiri, dan punya ingatan, seperti manusia. Lalu mereka sadar bahwa Humophage punya kemungkinan untuk melawan mereka semua jadi sebuah reset besar-besaran mereka lakukan untuk mengubah Humophage menjadi Humanoid.

Humanoid, robot dengan chip internal yang diatur oleh Servicer, yang kinerjanya diatur oleh manusia. Bertahun-tahun, sistem Humanoid yang mereka ciptakan berhasil, sampai sekarang … saat beberapa Humophage mulai bermunculan.

Itulah alasannya Humophage diburu.

Bukan karena kami bisa membahayakan keberadaan Sentry, atau kepemimpinan Negara Tunggal. Tapi karena mereka … ingin mengubah kami kembali menjadi Humanoid.

Hanya sekedar besi rongsokan tua yang bisa mereka perintah.

Aku tergelak. Mozaik-mozaik kecil yang jadi petunjuk kami sekarang mulai tersusun dengan rapi. HmP-I, kedatangan Wendy, diciptakannya Humanoid seperti Ten, dan Dahyun. Juga bagaimana keadaan Johnny sekarang yang bisa sewaktu-waktu berubah seperti manusia dan juga berubah seperti Humanoid.

Semuanya adalah efek samping dari hilangnya kinerja sistem Humanoid yang manusia tanamkan pada kami. Karena pada dasarnya, semua Humanoid adalah Humophage. Kami semua seharusnya bisa memiliki perasaan, bisa hidup berdampingan dengan manusia dan saling membantu, saling melindungi.

Lantas mengapa manusia masih dengan egois mempertahankan keinginan mereka untuk memperbudak kami? Hanya karena kami adalah robot ciptaan mereka?

“Kau sudah mengerti, Baekhyun?” tanya Johnny saat aku menghela nafas panjang, menyadari fakta menyedihkan yang sudah manusia berusaha lenyapkan dengan mengorbankan kebahagiaan manusia lainnya.

“Ya, aku mengerti. Aku hanya merasa tidak bisa menerimanya.” ujarku.

“Menerima?” ulang Johnny.

“Jika kita bisa berperasaan, dan melindungi manusia tanpa harus menjadi Humanoid, mengapa mereka harus melakukannya?” tanyaku, menatap Johnny.

“Melakukan apa?” ia mengulang pertanyaanku, tampaknya Johnny tak mengerti apa yang sedang kubicarakan.

“Melukai manusia lainnya. Membuat mereka dibuang oleh keluarga mereka sendiri dan beradu nyawa tiap malamnya. Membuat sebagian kecil dari mereka kehilangan kebahagiaan karena DMS, atau menderita luka fisik dan mental.”

“Jika mereka menciptakan kita untuk membuat hidup manusia jadi lebih baik … kenapa mereka harus mengorbankan kebahagiaan bangsanya sendiri? Kau tahu, Johnny, semua Humanoid pada dasarnya memiliki kecenderungan untuk melindungi.”

“Dan Humanoid Penyerang … aku yakin tanpa adanya Sentry yang mengatur pergerakan mereka, mungkin Outsiders tak akan ada di Negara Tunggal.”

Johnny tersenyum kecut. Ia menarik dan menghembuskan nafas panjang sebelum akhirnya menatap ke luar jendela lagi, sibuk dengan pemikirannya sendiri.

“Lawan kita bukan hanya manusia, Baekhyun. Tapi juga bangsa kita. Kita hanya sebagian kecil Humophage yang ingin memperjuangkan kebenaran, sementara di belakang sana, ada seorang Humophage yang ingin manusia lenyap.”

“Kita mungkin tahu, kalau Humanoid tidak diciptakan untuk membunuh atau melukai manusia. Tapi bagaimana dengan Humophage? Kau tidak tahu sistem apa yang sebenarnya ada pada mereka bukan?”

Benar. Johnny benar.

“Kalau begitu Humophage seharusnya tak boleh ada.” Tzuyu tiba-tiba berucap.

“Apa maksudmu?” aku menatapnya.

Tatapan Tzuyu berkaca-kaca, ia tampaknya ingin menangis.

“Kalian semua tidak boleh kembali menjadi Humophage.”

Aku terkesiap. Ucapan Tzuyu sama persis seperti yang Yeri ucapkan saat Yuta menyerangnya. Apa yang sebenarnya mereka pikirkan?

“Apa yang kau bayangkan tentang masa depan dimana semua Humanoid kembali menjadi Humophage?” tanyaku membuatnya menatapku dengan menahan tangis.

“Apa kau tidak memikirkannya? Aku bahkan sudah bisa membayangkannya hanya dengan mendengar ucapan temanmu.” ia berucap, suaranya bergetar hebat.

Apa? Mengapa aku sama sekali tidak bisa mengaksesnya?

“Negara Tunggal pasti menciptakan Humophage dengan keadaan sama persis seperti manusia. Mereka membiarkan kalian berpikir sendiri, memiliki perasaan, memiliki keinginan. Sementara Humanoid … tidak punya semua itu.”

Tzuyu terhenti, dibenamkannya wajah dibalik kedua telapak tangan, sementara isakannya terdengar.

“Tidak semua Humophage baik, Baekhyun-ah …” aku terkesiap, menyadari bahwa Yeri sudah terjaga, dan kini tengah menatap ke jalanan kosong di depan kami. Sejak kapan ia terjaga?

“Apa yang kau maksud?” kini Johnny turut bertanya.

Apa mungkin, hanya manusia dan benak mereka yang bisa mengakses kemungkinan semacam itu sementara kami—para Humophage—tidak bisa?

“Bukankah Ten sudah mengatakannya padamu?” Yeri menatapku, Yeri, bukan Sara yang terbangun, tapi Yeri, dan tatapan ketakutannya.

“Ten?”

“Seperti manusia, ada yang kejam, jahat, ada juga yang baik dan ingin melindungi. Negara Tunggal menciptakan kalian seperti itu. Sampai mereka mengubah kalian menjadi Humanoid yang tidak mungkin melukai manusia.”

“Tapi jika semua Humanoid berubah menjadi Humophage … maka …”

Humophage akan berusaha melenyapkan manusia.” Johnny menarik kesimpulan. Ia menatapku sejenak sebelum tersenyum simpul.

“Dia benar, seperti manusia yang tidak ingin menerima perbedaan, Humophage lain mungkin juga berpikiran seperti itu, Baekhyun. Mereka dengan kekuatan tak terhingga yang sudah manusia berikan, akan berusaha untuk melenyapkan manusia dan menguasai Negara Tunggal.”

“Itu juga alasannya para Outsiders diburu. Karena jika Humanoid Pelindung melihat mereka, sepertimu pada nona ini, kita cenderung ingin melindungi mereka, menghabiskan waktu dengan mereka.”

“Itu juga … yang membuat sistem Humanoid hancur dan berbalik menjadi Humophage. Bukan karena kita Humanoid yang berbeda, tapi karena kita melindungi seorang manusia yang membutuhkan pertolongan.”

Johnny terhenti. Ia menatap kami bergiliran, sebelum ia lagi-lagi menatap ke arah celah kecil yang jadi pembatas antara kami dengan yang lainnya.

“Itu juga yang membuat Yuta begitu kejam dan senang melihat manusia terluka. Ia adalah cerminan Humophage yang buruk. Ten tidak kuhitung karena ia mungkin tidak diciptakan dengan sistem dasar Humophage.”

“Tapi coba kau bayangkan, Baekhyun, jika ada sepuluh Humanoid yang kembali menjadi Humophage dan berubah seperti Yuta, berapa hari manusia akan bisa bertahan?” tanya Johnny mengejutkanku.

Benar. Dengan semua kemampuan kami, manusia tak akan bertahan. Mereka semua akan terluka, dan bahkan mati. Yuta bukannya memamerkan kebebasan, tapi ia adalah gambaran Humophage kejam, seperti manusia yang kejam.

“Apa maksudmu, masih ada banyak Humophage seperti Yuta?” tanyaku.

Johnny mengangguk. “Sangat banyak. Aku bahkan tidak menjamin apa kau dan Suho termasuk dalam Humophage baik. Mengapa? Karena masih ada sistem Humanoid yang hidup pada chip kita. Jika chip itu dinon aktifkan … kau baru bisa tahu Humophage seperti apa kau sebenarnya.”

“Lalu bagaimana denganmu? Apa kau bisa sewaktu-waktu menghilangkan nano di kedua korneamu karena chip tersebut dinon aktifkan?” tanyaku mengambil kesimpulan.

“Ya,” Johnny mengangguk enteng, ia kemudian melirik Yeri yang sedari tadi menjadi pendengar dalam diam, juga melirik Tzuyu yang sibuk mengeringkan air matanya. “Dan kau lihat aku adalah Humophage baik. Bagaimana denganmu, Baekhyun?”

“Apa maksudmu?” tanyaku.

Johnny tergelak.

“Ayolah, kau tahu aku bisa bercanda selepas ini karena sudah tak ada sistem Humanoid yang tersisa pada tubuhku. Bisa kukatakan, aku seperti manusia baik, sepenuhnya, dengan tubuh robot.”

“Dan kau masih menyimpan sisi Humanoid-mu. Cepat atau lambat, jika Negara Tunggal memutuskan untuk menghancurkan chip Humanoid secara massal, kau akan terkena akibatnya juga.” ucapan Johnny membuatku terdiam.

“Lalu apa yang kau sarankan untukku?”

“Non aktifkan chipmu, Baekhyun, dan terbangunlah sebagai dirimu yang sebenarnya.”

Aku terkesiap. Membayangkan diriku terbangun dalam keadaan yang tidak kuinginkan seperti Yuta, adalah hal mengerikan. Bagiku, dan kuyakini bagi Yeri.

“Aku tidak bisa.”

“Kenapa? Karena kau takut jika nona ini tahu seperti apa kau sebenarnya?” aku menatap Yeri, ia kini tertunduk, pasti ia sadar bahwa ada kemungkinan bahwa aku akan berubah menjadi Humophage kejam seperti Yuta.

“Aku akan menon aktifkannya, Johnny, tapi tidak sekarang. Tidak disaat aku bisa melukai Yeri karena perubahanku nanti.”

“Baekhyun-ah … Bagaimana jika ucapan Johnny benar? Bagaimana jika mereka menghancurkan chip kalian secara massal?” tanya Yeri.

Aku tersenyum menenangkannya.

“Hancur seperti itu akan lebih baik daripada melukaimu, Yeri-ah.”

Yeri bungkam, aku tahu ia juga tidak ingin melihatku berubah jadi seorang Humophage mengerikan, dan aku tak ingin, benar-benar tak ingin berubah menjadi seperti itu.

Tidak, terutama saat Sara masih mengganggu ingatan Yeri.

“Ada rencana alternatif yang kau pikirkan?” tanyaku pada Johnny.

Ia mengangkat bahu acuh. “Hanya beberapa rencana kecil.” ujarnya santai.

“Aku tahu kau tak hanya merencanakan hal kecil.”

Johnny tersenyum tipis. “Jika Nona Chou ikut dalam rencana ini, hanya ada empat orang, Baekhyun. Rencana ini sangatlah kecil.”

“Katakan saja, jangan terlalu lama berbasa-basi.”

Gelak tawa lagi-lagi lolos dari bibir Johnny. Heran sekali bagaimana ia bisa tertawa begitu lepas dalam situasi seperti ini.

“Pertama, berpura-pura tidak tahu. Itulah mengapa kuminta kau menghafalkan isi lembaran yang nona ini bawa dengan menggunakan memori manusiamu. Kedua, cepat atau lambat, kita harus meninggalkan mereka semua, semakin sedikit kelompok yang kita miliki, akan semakin kecil resikonya.”

“Resiko apa?” tanyaku.

“Resiko untuk terjebak, Baekhyun. Sudah kukatakan, lawan kita bukan hanya manusia, tapi juga bangsa kita. Kita sudah sama-sama tahu bukan? Bahwa manusia bukannya ingin melenyapkan kita … tapi mereka berusaha untuk melindungi bangsanya. Sebagai Humophage baik aku tak mungkin membiarkan manusia berjuang sendirian.”

“Dan juga, cepat atau lambat, kau harus non-aktifkan chipmu, Baekhyun. Dan kau, Nona Kim, jika kau benar-benar mencintai robot ini, kau harus belajar mencintainya meski ia berbeda, meski ia berubah menjadi seorang robot mengerikan.”

“Untuk sekarang, kuingatkan kau, Baekhyun. Aku adalah lawanmu jika kau berusaha untuk melukai manusia … nantinya.”

۩۞۩▬▬▬▬▬▬ε(• -̮ •)з To Be Continued ε(• -̮ •)з ▬▬▬▬▬▬▬۩۞۩

.

.

.

Cuap-cuap by IRISH:

Dengan segenap tenaga dan belasan lagu mellow, aku berhasil menyelesaikan chapter ini. LOLOL. Aku tau ada banyak kebingungan yang bakal muncul di sini, terutama karena plot twist yang aku pamerkan; dimana yang sebenernya ada itu Humophage dengan sistem yang diubah jadi Humanoid.

Baekhyun aka Grey si Humanoid penggoda iman ~
Baekhyun aka Grey si Humanoid penggoda iman (iman aku!) ~

WELL, aku lagi berpikir keras, pengen menyiksa Baekhyun atau Yeri. LOLOLOL. /KEMUDIAN DIGAMPAR/ if you know what I mean … Sementara aku mau pamer (lagi) dong karena chapter ini paling panjang di rekor penulisan One and Only yang pernah kubuat. LOLOL. Dengan banyak informasi yang harus kalian pahami karena ini pure science fiction dengan selingan ilmu politik juga kemanusiaan. /APAAN SIH RISH/

Terus juga aku merasa berdosa karena masih banyak member EXO yang belum muncul sementara masalahnya udah serumit ini … (readers: END AJA INI FANFIKSI, GAJELAS JUGA, END AJA. Irish: IYA, NANTI ANE END-IN KALO ENTE PENGEN).

Yeri si Outsiders unyu yang bikin Baekhyun jatuh cinta ~
Yeri si Outsiders unyu yang bikin Baekhyun jatuh cinta ~

Entahlah, aku lagi enggak pengen mendengar protes tentang: RISH, SI KAI/SEHUN/CHANYEOL/CHEN/LAY/XIUMIN KAPAN MUNCUL? Atau protes: RISH, SI TAEYONG/HAECHAN/KUN/WIN WIN/TAEIL/HANSOL KAPAN MUNCUL? Atau protes: RISH KOK BAGIAN SI ANU/ANU/ANU/ANU GAK SEBANYAK BAEKHYUN SAMA YERI?

YA PLIS. BACA ITU MAIN CAST NYA SIAPA. MAU BAGIAN BIAS ENTE BANYAK? JANGAN BACA INI FANFIKSI, UDAH JELAS BAGIAN BAEKHYUN-YERI NYA YANG BANYAK. PFT. BIKIN KZL. NAMBAHIN DOSA ANE YANG UDAH BEJIBUN AJA.

Si duo Yeri-Irene yang berhubungan di masa lalu ~
Si duo Yeri-Irene yang berhubungan di masa lalu ~

OHHHHHHHH ~~

SATU LAGI! KALIAN PATUT HEPI KARENA FANFIKSI INI MASIH LAMA END NYA /KEMUDIAN DIBANTAI/ DAN NANTI KALAU JADI (INSYA ALLAH) AKU BIKININ MINI-CHAPTER YANG MENCERITAKAN ASAL USUL HUMOPHAGE/HUMANOID INI. MUMPUNG LAGI BAIK. MAIN CASTNYA? TENTU SAJA BUKAN BYUN BAEKHYUN, TAPI SALAH SATU MEMBER EXO YANG BELUM MUNCUL.

Johnny si Humophage cerewet dan serba tahu ~
Johnny si Humophage cerewet dan serba tahu ~

Banyak clue ya ~ banyak cuap-cuap ya ~ padahal publish fanfiksinya hampir tiga bulan ~ gapapa, asal masih berlanjut juga insya Allah ada yang baca ~ kumasih bahagia ~ Irish mah gitu orangnya ~

Catch Me On:

askfm facebook gmail instagram line soundcloud twitter wattpad wordpress

Iklan

228 respons untuk ‘One and Only – Slice #17 — IRISH’s Story

  1. Adakah yang lebih telat dari aku bacanya??? Wkwkwk kemaren” ga sempet buka siih.. hehe aku nyampe lupa udah baca chap ini apa blum 😩 bodolah yg penting aku jadi ga lupa ama jalan ceritanya, aku baca ulang aja kalo emang udah kebaca hehe..
    Ku ingin lanjut ke chap 18 dulu ka rish

  2. Maafkan daku yg udah lama nggak buka blog mu kak rish… 😿😿
    Dan pas buka blog ini ternyata pada update semua 😹😹😹
    Sedikit curhat ya kak aku baca ini rada” gak fokus karena sekelilingku rame banget.. Sampe” aku baca lagi biar paham 😹😹😹
    Aku masih bingung sama humopage n humanoid 😿😿
    Ceritanya asik aku suka…
    Semangat ya kak rish nulisnya🙌🙌

    1. buakakakakakka XD engga apa, santai aja sama diriku ini mah XD wkwkwkwkwkwkwwkk yaampun kamu bacanya di tengah kelas atau apa kok sampe rame gitu? XD

  3. IRISH CU TERSAYANG :* INI FF KAPAN UPDATE YOLLOH GUA BULUKAN NUNGGUNYA! IRISH DEBEST POKOKNYA LAPYU:* 3 BULAN GUA NUNGGU NYAMPE CAPSLOCK INI COMMENT.
    p.s.greytamvan

  4. Kaak aku readers baru sorii banget baru nulis comen skrg, ga dari awal chapter
    Gmna yah? Uda keburu penasaran ama ni couple, jdi ga smpet coment deh
    Kak jgn lama2 ya publishnya, nunggu banget nihh
    Semangat thor buat lanjut nih FF

  5. hai hai ka, aku reader baru(maaf klau salah nulis).
    mian selama ini cuman bisa diam membisu hanyut terbawa cerita *ceilaahhjadicurhat..
    ditunggu ka kelanjutannya mangat… wkwkwkkk..

  6. OMAIGAT OMAIGATT😱 AKHIRNYA DI UPDATE HUAAAAAA…..DAKU TELAT HIKS HIKSS
    Setelah scroll panjang bettt akhirnya nemu ini ughaa:v iiihhh daku gregett ama sara–#MUSNAHKANSARA!!! kasian tuh dedek yerinya elah, baekbaek ugha jadi korban gegara sara– harus gontaganti ekting LOLOL😂
    Hmm…ntah mngapa daku curiga ama jojon😐wkwk maapkeun daku bang:v iyaloh dia cem baik tapi…….ah sudahlah:v
    Huaaaa itu si yuta napa harus jahat rish, knapa??😭dinistakan mulu dia kesian LOLOL:v
    Akhir kata, SEMBAH KERANG AJAIB/plak/😂 mangattss irish eonn:v ditunggu next slice..baibai✋

    1. XD buakakakakak ini padahal udah luama aku apdet nya XD kenapa engga di search ajaa? XD wkwkwkwkw
      Sara mah gitu, Baek dipaksa jadi aktor gegara dia XD

  7. akhirnya update juga…
    ahhh baek-yeri couple ini memang is the best lah, banyak banget rintangan untuk mereka berdua….semoga baekhyun jadi orang baik jangan jahat kayak yuta….
    yeri cepat sembuh ya kasian baekhyunnya gegana terus….
    maaf ya kak baru muncul…

  8. bis bc ulang chptr ini di kompi kntr, kmrn di jam pulang krj bc ngebut, pengen pulang tp pengen finisin bc chptr ini dulu, trus tetiba diluar hjn trn, bikin tambah buru2 bc’ny. bs sih bc di hp tp syng kuota 😀 wkkk~ pg ini bc ulang lg, lngkp sm komen2 & blsn2 Irish di bwh2ny. yuta bnrn jht, processor’ny/chip inti’ny dy blm dinon-aktifin kan? pnasaran sapa servicer yg membelot dr Negara Tunggal itu, yg lg di cari2 baekhyun cs. wkt lg bc ff2 Irish yg laen, sngaja nahan diri dulu bwt bc 1 & only cz chptr’ny dah smp 17 /kirain udah end/ tp trnyt msh lama ya end’ny, bkl ada mini chptr jg sekuel’ny, whoah..
    tp.. tzuyu kan manusia tp ko bs di ksh prgrm null itu sih Rish? ga kbayang tar klo baekhyun non-aktifin inti chip ‘ny dy bkl reborn sbg humophage jht! >.< jgn dong rish, kasihanilah bakery lover itu.. ya??

    1. Kak, arasanya aku dapet notif kakak komen ini banyak tapi kenapa ilang semua? ToT aku sedih, yang ini nemu karena ada di atas T.T maaf ya kak ~
      btw maaf lagi karena OaO walaupun sudah sampai 17 tapi dia belum end XD wkwkwkwkwkwkwk
      YA ALLAH, IYA ITU BAEKHYUN KALO JADI JAHAT GIMANA YA XD XD WKWKWKWK

    2. Gone? 😨 Knp bs y? Pantesan dr td cek blsn dr Irish ko 없어 😞
      1mggu ni bc 1 & only dr awal, of course sll ksh review. Author cm bs bls review dr notif y? Klo bk exoffi ini di klm komentar, my reviews ada ko. 궨찮아 ☺ yg penting kamu tau, 언니 sll ada u/ kamu & all ur great works! 😉 terus berkarya Rish.. Sukses di krj-an jg pengabdian ke ortu. Moga qt semua (all authors & readers) bs meet up di EXO’rDIUM 😍 aamiin..

    3. iya kak, kayaknya wp laptop aku mulai bermasalah, di hape juga pada kosongan, atau mungkin kelelep ya? huhu nanti kalau waktu senggang aku cek satu-satu post aku deh keknya banyak komentar yang kelelep dengan engga berperasaan XD

  9. huwaa ayang bebebku papih chicagoo pliis jangan senyum” gaje..bikin anak orang pregrant aja…aku syudah menduga dirimu pasti baiik dan gabisa bayangin km jahad karena aslinya km itu orang yg petakilan,cerewet versi emak” komplek, punya selera humor tinggi. saoloh btw salpok sm posterny si cabe korea emang tambah vangsat aja…iya setuju bgt klo perlu cabenya berubah level jd jahad#ketawa evil biar tmbh maknyuss critanye…
    haduuh garela yuyutku jadi jahaad padahal asliny ngemeng aja msh blepotan..ekwkkk
    kak irish sumpah ya kalo bikin ff emang gak tanggung” bagusnya.huuff iri aku kak padamu…selalu saja bisa bikin ff fantasy yg merubah 360 derajat benci jadi cinta.eaa pokoke i lop yu puuul kaak..
    next dtunggu banget ka..semoga keabsurdan ceritanya bertambah.haha fighting ka buat next nya

  10. kak irish T.T ini keren banget sumpah #telat aku telat baca ini salahkan guruku yang setiap hari memberikan pr #resikoanakSMA XD sumpah ya kak aku bacanya harus pelan pelan biar paham *efek kelamaan libur* XD end nya masih lama kan kak? masih lama kan?
    plis kak biarkan baekhyun X yeri bersatu untuk memperjuangkan cinta mereka #apalah ff nya makin rumit ya, bikin anak orang penasaran tau gak? bonus mini chapter nya jangan php ya kak ntar kaya sehun lagi selalu mem-php kan cintaku wkwkwk
    oke kak ditunggu kelanjutannya pokoknya chapter selanjutnya harus panjang kek ini ya kak harus pokoknya #digampar kak irish
    KEEP WRITING

    1. XD buakakakakakakkakkaka peer jaman SMA mah udah byasaahh, aku doongg, modal nyontek BHAHAHAHAHAHAHA XD NO, NO NO NOOOO ~ BAEKHYUUUNN OTAK AKU SEMAKIN AMBURADUL AKIBAT KEHADIRAN ABS BAEKHYUN

  11. Hmmm sampe lupa nih
    Emang kapan yaaa baekhyun ngomong kalo suka sama yeri??? Pas di museum itu?? Bukan kan???
    Hmm terus yang baru muncul cuman tzuyu aja terus yang lainnya kemana nihhh
    Penasaran sama nasib rombongan yeri-baekhyun yang sebelumnya

  12. Woaaahhh, kangen banget ama baekhyun-yeri couple, setelah sekian lama menanti dan malah jadi semakin penasaran dan gregetan. Ditunggu buat slice selanjutnya ya kak, tapi jangan lama lama, udah gak nahan penasarannya nih 😁😁😁 semangat terus kak

  13. Huhuhu,, akhirnya update juga cerita ini. Setelah sekian lama gak ada kbr berita, kangen setengah mati ama baekhyun-yeri couple. Pokoknya di tunggu buat slice selanjutnya 😀 tapi jangan lama lama ya, udah gak nahan penasarannya 😁😁 semangat terus ya kak ☺☺

  14. Huhuhu,, akhirnya setelah nunggu sekian lama datang juga kelanjutannya. Kak irish pokoknya aku tunggu ya janji janjinya 😀 slice selanjutnya. Jangan lama lama ya kak 😊😊

  15. Kak, ff nya seru bingits..
    btw dari awal kemunculan Yuta, aku kira dia itu cewek #plakk(digampar kak Irish). Gila’ aku baru sadar pas searching nama Yuta di google, dan yang muncul “Japanese man Yuta” dan foto2 cogan. Maklum,, kudet (tapi ini kudet yang tidak bisa dimaklumi *hiks).
    Pliss jangan bully aku kak..

  16. AAAAAAAA ONE AND ONLY RILIS JUGA!!!
    aq nunggu udah lama bnget sampe lumutan,dari jaman baekhyun masih cabe sampe dia udah agak manly,tapi manly nya maksa banget,,terus dari jaman yuta masih rambut lurus sampe rambutnya keriting karna kelamaan nunggu kakak update,..

    kak ini johnny beneran baik kan??jangan bikin johnny jadi jahat dong,soalnya kalo di bayangin itu agak susah.
    dan ternyata disini yg jahat itu yuta??apa mungkin saking frustasinya sama rambut kritingnya yuta jadi jahat ?mungkin kalo rambutnya udah lurus yuta bakal kembali ke jlan yg lurus juga#apaini? lupakan
    baekyeri aku nunggu kelanjutan kisahmu,jangan lama-lama update nya kak

    SEMANGAT KAKAK !!!

    1. AKHIRNYA RILIS JUGA YA AKHIRNYA XD XD WKWKWKWKWK
      ini dari jaman dia menjijikkan sampe bener-bener ngegodain iman banget kan ya XD wkwkwkwkwkwkwk astagfirullah yuta sampe rambut keriting XD ngakak sekali bayanginnya XD wkwkwkwkwkwk
      MUNGKIN IYA KARENA RAMBUT KERITINGNYA DIA JADI JAHAT XD XD XD

  17. Baca Chapter ini bikin aku bangun tidur bangun tidur.. Udah gitu di 3 hari in biasanya kalau baca ff mu 30 menit an paling lama.. Kebayang ga sepanjang apa rish..??
    *IRISH be like :
    -mau nya apa si?
    -Di panjangin salah
    -Kepanjangan juga salah..
    Sabar ya irish karena Manusia,”kurang bersyukur” ^^
    Aku harap kepribadian si sara udah hilang
    Dari yeri.. Jadi baekhyun ku bebannya berkurang.. Terus yeri jangan mati,Biar nikah sama bbh,buat baekyhun jadi manusia *gimana caranya aja terserah author *

    DUH IRISH MAAFKAN READER YANG SATU INI YA..
    Walau bagaimanapun AKU MAH SAYANG IRISH..

    1. EH gimana ceritanya bangun tidur bangun tidur lagi? XD wkwkwkwkw
      NAH ITU BE LIKE NYA AKU BANGET XD XD XD WKWKWKWK
      aduh aku seneng bikin yeri menderita, gimana ya XD

    2. Maksudnya pas lagi baca malah tidur hahaha.. Emang dasar kebo..
      Maafin aku ya padalah masih lebaran udah bikin kesayangan kesel”.. Bianeo.. ^^

  18. Kak ririshh berasa ada oase di gurun sahaŕa pas denger kalok one and only endnya bakal lama terus ada mini chapternya juga wkwkwk bajagia hidup ini
    Dan balik keb abekhyun, kalok misalnya si baekhyun menomaktifkan chpnya terus yerbangun dan oas dia bangun eh dia sadar kaloak misalnya jati dirinya dia itu adalah cabe international wkwk oasti bakal gempar ni ff wkwkkw dan dia ngerasa terdampar di ff kak yanh astral ini hhehe sumpah aku jadi malah mikirnya kesitu maapkan kak irish wkwwk aku ngakak sendiri wkwkwk

    Seriusan kalok misalkan aku baca one and only soalnya baekhyun itu manky banget dinisin teru ganteng ah pokoknya lakik banget deh

    1. XD rirish ini sekarang nama aku? kamu udah ganti nama aku berapa kali? XD wkwkwkkwkw
      YA ALLAH, SUSAH SEKALI MEMAHAMI TYPO-TYPO INI SEKARANG XD XD XD

    2. Maaaf kakak aku akan berusaha untuk mengurangi typo, ngomonh2 daritadi komennya masalah typo muku ya wkwk
      Typoku mulai bermasalah yaaaa mian2
      ♥♥♥

  19. Rekor baca ff sampek setengah jam. Hahaha
    Alhamdulillah banget kalau masih panjang.

    Eh minak aidzin walfaidzin irish. Maafkan daku kalau selama ini jd reader yg geje di ff mu ini.

    Hadiah lebaran akhirnya OaO kambek juga, lebih seneng karena afa bocoran bakal end lama.

    Betewe keknya aku bakal vakum jd readermu dulu rish, pengen lulus dulu, udh terlalu capek ditanya kapan lulus.

    Ntar kalau pas mau final dan ceritanya kek pass kajima, jangan lupakan daku ya rish. Kalau bisa end nya nunggu aku lulus dulu, biar ntar aku kebagian pass.

    (MAAF YA RISH BUKANNYA KOMEN MALAH NUMPANG CURHAT)

    1. XD ada gitu rekor sebegitu lamanya? aku mungkin udah close tab fanfiksinya XD wkwkwkw
      iya kak minal aidzin wal faidzin juga ya XD XD BUAHAHAHA IYA BOCORANNYA LAMA, NANTI ADA SEKUEL JUGA, KAN GREGET YA XD

      INSYA ALLAH NANTI SEMUA FANFIKSI CHAPTERREDKU DI CHAPTER TERAKHIR KUUSAHAKAN ADA PASSWORD /KEMUDIAN DIGAMPAR/ XD

  20. Waahh, akhirnya nyampe juga ke chapter ini.. Walawala kenapa udah tbc kan masih seru2nya. Dan entah kenapa aku ngerasa ini klimaks aslinya, yg sebelumnya hanya pengantar klimaks *abaikan si nona sok tau* ahh.. Pokoknya bagus banget deh ff ini semangat buat kak irish, gak nyesel bisa baca ff ini *walaupun telat.. jangan lama lama ya kak postnya *dilempar pot-diem lu* mian kak irish, sekian cuap cuap riders.. Haha

    1. XD ini ente beneran baca ngebut ya ane sampe terharu XD wkwkwkwkwk semoga aja masih mau sabar menunnggu chapter-chapter selanjutnya XD wkwwkk

    1. DAEBAK!! NIGA JOHA~~

      SEPERTI ADA SESUATU YANG TERKUAK ANTARA HUMANOID DAN HUMOPHAGE ~~~~

      PENGEN GITU LIAT BAEKHYUN JADI HUMOPHAGE KEJAM TERUS DIA NYIKSA YERI, TAPI YERINYA TETEP SETIA SAMA BAEKHYUN~ XD /NAHLOH, DIRIKU JADI BERCERITA SENDIRI/
      MASA IYA BAEKHYUN MAU ROMANTIS MULU SAMA YERI? KAN DEDEK CEMBURU~
      #YeriYangTersiksa
      #YeriSelaluSetia
      #SaveYeri
      #SaveGhina
      /apa ini/

      DEDEK GA SABAR NUNGGU NEXT CHAPTERNYA, GA SABAR NUNGGU MINI CHAPTERNYA XD

    2. KEPSLOK SEMUA XD XD XD WKWKWK
      HUMANOID HUMOPHAGE INI TERNYATA BEDA TIPIZ YA XD XD

      EH ITU BOLEH BANGET IDENYA, AKU SENENG BAYANGIN BAEKHYUN JADI JAHAT, NOMU JOHA!!!!!!! TUNGGU PERUBAHAN BYUNBAEKHYUN XD XD XD

      #SAVEYERI2016
      #SAVEBAEKYERI2016
      #TEAMMUSNAHKANIRISH2016

  21. Huaa.. update juga, saking girangnya sampe menitikan air mata. Duh gue tungguin berbulan2. Tiap hari ngecek udh update apa blm. Dan ternyata di mlm yg melelahkan sehabis lembur, aku temukan ff ini update… hahaha

    Gile gue seneng bgt rish

    Jangan sering2 siksa yeri ama baek dong. Kesian masa pasangan baru di siksa, kapan mesranya? Hiks :”( pkknya update soon lah, gak pake end juga gakpp, malah seneng haha

    1. XD saking terharunya ya sampe menangis sama pengen nyekik yang bikin cerita XD wkwkwkwkkw

      ASTAGFIRULLAH, IYA, MEREKA PASANGAN BARU, harusnya enggak disiksa ya XD XD XD

  22. Kyaaaaaa keren bangett kak ff nya..
    Ku terbawa prasaan :v
    Demen banget sama kapel ini yeri sama baekhyun yg dua2 nya biasku><
    Duuuhh gak sabar next chapternyaa..
    Di tunggu loh👍

  23. Gw jadi bingung.. Siapa yg harus kupercayai dan siapa yg harus kucurigai. Hmmm seperti biasa ff kak irish selalu menjebak readers dengan alur yg membingungkan sekaligus astral(?).

    Next next next next!!
    Yey!! Chap endnya masih lama? Berapa chapter?
    Kuharap bisa sampai 50-an
    HAHAHAHAHAHA/DIGAMPAR IRISH

  24. kok aku jadi ngebias yeri gara gara ff mu ini rish.. ^^
    good job.!!! I’m so happy nemu ff gold kayak gini (baru nemu, baca lembur dari prologue nyampe sini omaigaaaad)
    I’m your fan rish! Semangaaaaaaat!!!

    1. XD haruskah aku seneng karena ada yang ngebiasin yeri lagi ~ XD wkwkwkwkw ini fanfiksi astraaalll aku berterima kasih karena kamu nyasar di sini XD

  25. Ahh…akhirnya aku sampai pada saat berkomentar. Oh my god! Jadinya gmn nanti baekhyun??? Setelah sekian lama…..akhirnya One and Only update. pokoknya chater ini bikin aku greget pake bangetttt….

  26. Akhirnya update,,,
    Johnny baik sekali dirimu, cintaku padamulah. Aku pikir Johnny jahat, ternyata oh ternyata Yuta yang kejam.
    Yeri-Baekhyun, kangen banget sama couple ini. Sepertinya masalah besar mulai datang lagi, duhh yang sabar buat Yeri ama Baek. Semoga Yeri cepat sembuh…

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s