[EXOFFI FREELANCE] MY LADY – CHAPTER 34

MY LADY - CHAPTER 34.jpg

Title : MY LADY
Author : Azalea
Main Cast :
Byun Baekhyun (EXO), Lee Sena/Kim Jisoo (BLACK PINK), Oh Sehun (EXO)
Support Cast :
Shannon Williams, Lee Miju (Lovelyz), Kim Kai (EXO), Park Chanyeol (EXO), Do Kyungsoo (EXO), etc.
Genre : Romance, Sadnes, Adult
Rating : NC-17
Length : Chapter


Disclaimer : Cerita ini murni dari otakku sendiri. Tidak ada unsur kesengajaan apabila ada ff yang memiliki cerita serupa. Kalaupun ada yang serupa, aku akan berusaha membawakan cerita milikku sendiri ini dengan gaya penulisanku sendiri. Kalian juga bisa membacanya di wattpad. Nama id ku @mongmongngi_b, dengan judul cerita MY LADY.

Credit poster by RAVENCLAW

Cerita sebelumnya : Cast Introduce -> CHAPTER 1 -> CHAPTER 2 -> CHAPTER 3 -> CHAPTER 4 -> CHAPTER 5 -> CHAPTER 6 -> CHAPTER 7 -> CHAPTER 8 -> CHAPTER 9 -> CHAPTER 10 -> CHAPTER 11 -> CHAPTER 12 -> CHAPTER 13 -> CHAPTER 14 -> CHAPTER 15 -> CHAPTER 16 -> CHAPTER 17 -> CHAPTER 18 -> CHAPTER 19 -> CHAPTER 20 -> CHAPTER 21 -> CHAPTER 22 -> CHAPTER 23 -> CHAPTER 24 -> CHAPTER 25 – CHAPTER 26 -> CHAPTER 27 –> CHAPTER 28 -> CHAPTER 29 – > CHAPTER 30 -> CHAPTER 31 -> CHAPTER 32 -> CHAPTER 33

Sehun menatap nyalang kegelapan di depannya. Matanya tidak bisa terpejam sama sekali disaat perkataan Kyungsoo terus berputar-putar di kepalanya. Ia menyangga kepalanya dengan menggunakan kedua tangannya yang terlipat dan matanya menerawang ke kejadian tadi siang.
Flashback
“Bukankah dia….” perkataan Kyungsoo terpotong saat Sehun mengeluarkan suaranya.
“Kita harus mencari tempat kosong, Kyungsoo-ya.” Ucapnya sambil sedikit menarik Kyungsoo ke arah meja yang kosong. Jisoo mengikuti mereka berdua dari belakang.
“Apakah ada yang ingin kalian pesan?” tanya Jisoo setelah ia menyerahkan buku menu pada Sehun dan Kyungsoo.
“Apapun yang menurutmu lezat.” Jawab Sehun tanpa menyentuh sedikit pun buku menu yang diberikan Jisoo.
“Aku ikut saja.” Jawab Kyungsoo setelah ia membolak-balikan halaman buku menu dan ia sesungguhnya tidak tahu harus memesan apa. Masakan Perancis bukanlah kesukaannya.
“Tunggu sebentar.” Jawab Jisoo meninggalkan Sehun dan Kyungsoo untuk memesankan makanan mereka.
Setelah memastikan Jisoo tidak lagi di sekitar mereka, Kyungsoo mencondongkan tubuhnya ke arah Sehun. “Untuk apa petinggi klan seperti dia ada di sini?” tanya Kyungsoo yang tidak bisa menutupi rasa penasarannya.
Sehun mengendikkan bahunya. “Entahlah.”
“Dia orang yang sangat berbahaya, Sehun-na.”
“Aku tahu.”
“Walaupun kita belum tahu posisi apa yang didudukinya di klan B.S. (Black Scorpion), aura yang dipancarkannya sangat menakutkan. Begitu dingin, dan tidak tersentuh sama sekali. Seakan ia adalah titisan dari Lucifer. Mungkin ia memang jelmaan dari Lucifer.”
“Kau terlalu berlebihan.” Kilah Sehun mengabaikan firasat buruknya mengenai pria yang baru ditemuinya tadi. Lama mereka terdiam, sampai Jisoo kembali lagi membawa dua porsi makanan dan minuman khas perancis.
“Kalian menunggu lama?” tanya Jisoo sambil meletakkan sepiring Beef Bourguignon di depan Sehun. Sehun menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Jisoo. Sedangkan Kyungsoo tengah asyik menatap lekat makanan di depannya.
“Ini apa namanya?”
Jisoo tersenyum ke arah Kyungsoo sebelum menjawabnya. “Ini namanya Beef Bourguignon. Salah satu makanan utama kebanggaan Perancis. Rasanya yang lezat ini karena dipadu dengan saus khas negara menara Eiffel sana. Kelebihan dari Beef Bourguignon adalah daging sapi ini memiliki tekstur yang benar-benar lembut, karena dimasak dalam anggur merah dalam waktu yang cukup lama. Rasanya sangat kaya, dan khas.” Jelas Jisoo panjang lebar. “Cobalah.”

Lalu Jisoo meletakkan dua gelas sidecar, yang merupakan minuman terbaik di Prancis tepatnya di kota Paris. Minuman ini sudah dibuat sejak tahun 1920. Minuman yang sangat lezat ini dibuat dari campuran lemon dan sirup. Untuk memberikan rasa manis, biasanya sidecar akan ditambahkan eskrim vanila.

Sehun dan Kyungsoo menghentikan kunyahannya saat melihat melihat sidecar di sajikan di hadapan mereka. “Ini tidak mengandung alkohol kan?” tanya Kyungsoo mengungkapkan kekhawatirannya.
Jisoo tersenyum menenangkan sebelum kembali menjawab rasa penasaran Kyungsoo. “Bukan. Minuman ini namanya, sidecar, yang dibuat dari campuran lemon dan sirup. Kalian tenang saja.”
“Oh.”
“Aku akan membiarkan kalian menikmati makan siang kalian.” Ucap Jisoo sebelum berbalik meninggalkan Sehun dan Kyungsoo untuk makan dengan tenang. Lagi pula di sini ia sedang bekerja, tidak bisa seenaknya dalam bertindak walaupun sebenarnya ia ingin bergabung dengan meja Sehun.
Setelah selesai acara makan siangnya, Sehun dan Kyungsoo pamit karena tidak bisa terlalu lama berada di sana. Saat di dalam mobil, Kyungsoo kembali membuka suaranya karena sewaktu di kafe tadi ia merasa kurang leluasa untuk mengungkapkan pendapatnya dikarenakan banyaknya pengunjung yang berada di sana. Ia takut akan ada orang lain yang menguping pembicaraan mereka.
“Aku baru ingat sesuatu tentang pria yang tadi kita temui di kafe.”
“Apa itu?” tanya Sehun berusaha untuk memecah konsentrasinya yang sedang menyetir mobil sambil mendengarkan ucapan Kyungsoo.
“Kau ingat kejadian dua tahun lalu di Jeju?” Sehun mengerutkan keningnya mencoba mengingat kembali peristiwa mana yang dimaksud oleh Kyunsoo. “Kejadian saat kau tidak sengaja menabrak Jisoo.” Lanjut Kyungsoo berusaha membantu Sehun untuk mengingatnya.
“Ya, aku ingat.”
“Kau ingat pernah menyuruhku untuk mencari pernikahan yang batal dikarenakan pengantin wanitanya tidak ada?” Sehun menganggukkan kepala. “Pada saat itu, pria yang bernama Byun Baekhyun juga sedang melangsungkan pernikahannya di sana.”
“Byun Baekhyun? Pria yang tadi kita lihat?”
“Ya, pria yang sama yang tadi kita lihat.” Kyungsoo menghembuskan napasnya kasar sebelum ia melanjutkan kalimatnya. “Entah ini menjadi kabar baik atau buruk bagimu. Tapi aku merasa harus mengungkapkannya sekarang setelah aku bertemu dengannya lagi.”
“Apa maksudmu?”
“Ku harap kau tidak terkejut. Nama mempelai wanita yang menikah dengan Byun Baekhyun adalah Lee Sena.”
Seketika itu juga Sehun menginjak rem secara mendadak membuat mereka sedikit terlempar ke depan. Suara klakson mobil lain tanda protes terdengar nyaring di belakang mobil mereka, bahkan ada yang sampai memaki cara mengemudi Sehun yang bisa membuat siapa saja celaka karenanya.
Tapi itu tidak lebih menakutkan dari pada dengan kata-kata yang diucapkan Kyungsoo beberapa saat yang lalu. Sehun memutar tubuhnya untuk menghadap Kyungsoo yang sedang memakinya atas perbuatan Sehun beberapa saat lalu. Sehun menatap Kyungsoo dengan tatapan horornya dan degup jantungnya yang seakan berhenti saat itu juga.
“Apa kau ingin mengakhiri nyawa kita saat ini juga, hah?” bentaknya tapi diabaikan begitu saja oleh Sehun.
“Kau sedang tidak bercanda kan?”
“Aku memang sedang tidak bercanda saat membentakmu, Tuan Oh Sehun.” Dengus Kyungsoo kasar.
“Bukan itu maksudku.” Kyungsoo mengalihkan pandangannya untuk menatap Sehun juga. “Dua tahun lalu, pengantin wanita Byun Baekhyun, adalah Lee Sena?” tanya Sehun sedikit mengecilkan suara di akhir kalimat karena ia begitu tercetak saat harus mengucapkan nama itu.
“Ya, nama pengantin wanitanya adalah Lee Sena.”
“Apakah pernikahan mereka batal?”
“Kalau memang batal, aku pasti sudah memberitahumu dari dua tahun yang lalu. Buat apa aku berbohong padamu. Tidak ada untungnya sama sekali buatku.”
“Aku tidak mengerti.” Sehun menggelengkan kepalanya.
“Pernikahan Byun Baekhyun dengan wanita yang bernama Lee Sena tetap berlangsung sebagai mana mestinya.” Jelas Kyungsoo sedikit menjeda ucapannya. “Namun satu hal yang belum aku mengerti, kenapa Baekhyun berkeliaran di sekitar Jisoo di saat ia sudah punya istri? Apakah ia mengincar Jisoo untuk dijadikan simpanannya? Atau…?”
Sehun dan Kyungsoo terdiam, berusaha menyatukan potongan-potongan puzzle yang sebentar lagi akan terpecahkan. “Bukankah nama asli Jisoo adalah Lee Sena?” tanya Kyungsoo memecahkan keheningan di antara mereka.
Sehun menganggukkan kepalanya, dan seketika itu juga Sehun bagaikan disiram air dingin di seluruh tubuhnya. Ia tidak sanggup jika harus mendengar perkataan Kyungsoo selanjutnya, tapi ia tetap mau tidak mau mendengarkan Kyungsoo karena pendengarannya masih berjalan normal.
“Apa jangan-jangan Lee Sena mempelai pengantin wanita Baekhyun itu adalah Jisoo?”
“Bukankah kau sendiri yang bilang jika pernikahan Baekhyun pada saat itu dengan wanita yang bernama Lee Sena tetap berjalan seperti rencana?”
“Itu karena aku menganggap orang yang mempunyai nama Lee Sena itu banyak. Dan Lee Sena yang pernah kita tolong dulu itu bukan Lee Sena mempelai pengantin Baekhyun tapi Lee Sena lainnya.”
Kyungsoo kembali terdiam, mencoba menganalisis keadaan saat ini. “Tapi jika kita melihat keadaan saat ini, di mana Baekhyun sering berada di sekitaran Jisoo, kemungkinan besar Jisoo adalah mempelai pengantin wanitanya Baekhyun, Lee Sena. Dan wanita yang dulu bersanding dengan Baekhyun, bukan Lee Sena. Ia hanya dijadikan tameng agar orang yang berusaha untuk membunuh Lee Sena tidak ketahuan.”
Sehun terdiam sambil merangkai semua peristiwa yang pernah terjadi dengan analisis yang telah dijelaskan oleh Kyungsoo. Pemikirannya memang membenarkan perkataan Kyungsoo, tapi hatinya menolak untuk menerima semua itu.
“Kau harus lebih berhati-hati Sehun-na. Orang yang akan kau lawan sangat berbahaya, bisa jadi ia adalah pemimpin klan Black Scorpion dan kemunculannya di hadapanmu dan Jisoo adalah untuk merebut wanitanya kembali.” ucap Kyungsoo mencoba menasehati sahabat sekaligus partner kerjanya itu.
“Aku tidak akan melepaskan Jisoo untuk siapapun, Kyungsoo-ya.”
“Kau jangan gegabah. Seorang pria akan berubah seratus kali lebih menakutkan dari pada iblis sekalipun jika sesuatu yang dimilikinya diganggu oleh orang lain.” Sehun kembali terdiam, mencerna semua perkataan Kyungsoo. “Sebaiknya kau lajukan lagi mobil kita, sebelum ada polisi datang untuk menilangmu. Mau ditaruh dimana muka kita jika ada polisi yang ditilang oleh polisi lainnya.”
Gerutu Kyungsoo membuat Sehun menghela napasnya dalam. Ia berusaha menetralkan kembali detak jantungnya dan pikirannya yang sempat kacau. Bayangan Jisoo akan direbut oleh Baekhyun membuat Sehun mencengkeram stir mobil dengan sangat kuat. Tidak akan kubiarkan siapapun merebut Jisoo, termasuk iblis dari neraka sekalipun.
Flashback end
Untuk ke sekian kalinya Sehun menghela napas berat saat memikirkan analisis Kyungsoo yang sampai saat ini tidak pernah salah. Sehun bergerak gusar di atas ranjangnya, lalu menatap jam digital untuk melihat waktu sudah menunjukkan pukul berapa.
Dengusan keras kembali di keluarkannya tatkala jam masih menujukkan pukul dua dini hari. Bagi Sehun, hari ini waktu berputar sangat lambat, dan sungguh ia tidak menyukainya. Ia merasa waktu bagai mencekiknya dan perlahan-lahan akan membuatnya mati dengan kesakitan. Dan itu sungguh menyiksanya.

***

Di tempat lain, Baekhyun masih memandangi nama kontak yang beberapa hari ini selalu ia pandangi di kala ia sedang menyendiri. My Lovely Wife. Rapal Baekhyun dengan nada suara yang seperti bisikan dan tidak pernah bosan ia ucapkan kata itu setiap harinya. Kadang ia tersenyum sendiri saat menatap nama kontak itu.
Ingar bingar club malam tidak membuatnya risih sama sekali. Dentuman musik yang cukup keras tidak membuat konsentrasinya pecah sama sekali. Baekhyun menuangkan blue agave tequila dari dalam botol ke gelas kristalnya. Lalu Baekhyun membawa gelas yang sudah diisi cairan alkohol itu untuk beranjak dari tempat duduknya dan berjalan ke arah jendela kaca yang memperlihatkan hiruk pikuknya lantai dansa di lantai satu clubnya.
Baekhyun mengawasi orang-orang yang sedang asyik meliukkan badannya itu dari ruang VIP yang ada di lantai dua. Ia menyesap tequilanya sedikit demi sedikit untuk menikmatinya. Walaupun matanya memandang ke arah keramaian, otaknya tetap bekerja menyusun rencana agar Sena kembali padanya.
Pendekatan yang ia lakukan selama seminggu lebih ini dianggap cukup olehnya. Ia harus memikirkan cara lain sebagai strategi selanjutnya. Sebuah pikiran licik terlintas di kepalanya. Ia tidak bisa membiarkan Sena berada di sisi polisi itu lebih lama lagi. Cukup dua tahun saja mereka tetap bersama. Tidak boleh lebih lagi.
Baekhyun teringat informasi yang diberikan Kai tentang siapa pria yang bersama Sena atau Jisoo itu. Oh Se Hun. Seorang polisi yang cerdas dan teladan yang tidak bisa diremehkan begitu saja oleh Baekhyun. Satu lagi fakta menarik yang didapatnya, ternyata polisi itu adalah salah satu agen rahasia pemerintah yang bisa mengancam kelompoknya kapan saja. Menarik.
Baekhyun menegak habis sisa tequilanya setelah memikirkan itu semua. Baekhyun melirik jam tangan yang melingkar sempurna di tangannya. Jam tangan pemberian Sena yang tepat di belakangnya bermuara tattoo Baekhyun bertuliskan ‘ժամանակը չի սպանել իմ սերը Ձեզ համար’ jika dibaca zhamanaky ch’i spanel im sery Dzez hamar yang artinya ‘waktu tidak akan membunuh rasa cintaku padamu’.

Tatto itu melintang di tangan bagian dalam Baekhyun dan akan terlihat jika ia menggulung lengan kemejanya atau memakai kaos berlengan pendek. Baekhyun kembali ke tempat duduknya, lalu menenggak tequila itu langsung dari botolnya. Waktunya beraksi. Ucapnya dalam hati dan beranjak keluar dari ruangan VIP menuju ke lantai satu tempat dimana meja bar berada.
Bartender yang mengetahui Baekhyun telah duduk di salah satu pojok bar, segera menganggukkan kepalanya sebagai salam hormat. Baekhyun mengangkat tangannya sebagai jawaban sekaligus menyuruh bartender muda itu untuk mendekat kearahnya. “Berikan aku sebotol vodka, Ten-na.”
“Nde, tuan.” Ucapnya patuh lalu berjalan menuju lemari penyimpanan untuk mengambil pesanan Baekhyun. Tidak lama kemudian ia menyerahkan pesanan Baekhyun dan berlalu meninggalkan Baekhyun sendirian di sana karena ada pelanggan lainnya. Tidak biasanya. Gumamnya dalam hati.
Waktu sudah menunjukkan pukul dua dini hari, dan suasana club malah semakin ramai saja. Semakin pekatnya malam, maka semakin sesak pula club tersebut dikunjungi oleh para pelanggan. Baekhyun masih bertahan di posisinya dengan menikmati bergelas-gelas vodka. Bahkan ia sudah menghabiskan tiga botol vodka sekaligus. Efek dari minum alkohol mulai dirasakannya, tapi ia masih bisa mengendalikan kesadarannya.
Beberapa kali para wanita menggodanya agar mau menjadi teman penghangat ranjangnya. Siapa yang tidak tahu Baekhyun? Bahkan hampir semua wanita penggoda di sana tahu siapa Baekhyun sebenarnya. Tangkapan besar tidak boleh disia-siakan begitu saja. Pikir mereka. Namun sayangnya, seberapa pun sangat menggodanya pun wanita yang datang menghampiri Baekhyun, tidak ada satu orang pun yang mampu membuatnya bergairah. Alhasil, Baekhyun malah mengusir semuanya. Karena hanya satu keinginannya, dan itu Sena. Akan tetap Sena.
Baekhyun kembali memanggil Ten untuk menghampirinya. “Tolong kau hubungi, nomor ini.” Ucap Baekhyun sambil menyerahkan handphonenya pada Ten. “Katakan padanya untuk datang menjemputku. Jika ia tidak mau datang, putarlah otakmu untuk mencari alasan-alasan yang akan membuat ia datang ke sini.”
Ten menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Ten menjalankan perintah yang diberikan oleh Baekhyun tanpa banyak bicara. Pada percobaan pertama, panggilannya tidak diangkat sama sekali, tapi ia tidak menyerah. Panggilan kedua, akhirnya terdengar seseorang di seberang sana mengangkat panggilannya.
“Yeobeoseyeo…”
“Yeobeoseyeo…”
“Apakah ini dengan istri dari Tuan Byun Baekhyun?”
“Nde?”
“Tuan Byun meminta anda untuk menjemputnya di Galaxy Club sekarang juga.”
“Nde?”
“Saya mohon, nyonya.”
“Tapi aku tidak bisa dan aku tidak mau datang ke sana. Suruh saja dia pulang dengan pengawalnya.”
“Saya sudah membujuknya, tapi beliau menolak. Saya mohon datanglah, nyonya, karena kalau nyonya tidak datang sekarang juga, Tuan Byun akan membuat keributan berdarah di club.”
Hening selama beberapa saat karena seseorang di seberang sana tidak mengeluarkan suaranya sama sekali. “Nyonya?” tanya Ten mencoba memastikan sambungan telepon mereka masih tersambung.
“Apakah aku harus benar-benar menjemputnya?”
“Tentu saja, nyonya. Tuan sudah mulai tidak sadarkan diri.”
Terdengar hembusan napas dalam di seberang sana. “Baiklah. Aku akan ke sana.”
“Nde, nyonya. Saya tunggu kedatangan anda.”
Kemudian sambungan telepon terputus. Ten menyerahkan kembali handphone itu pada Baekhyun. “Bagaimana?”
“Beliau akan datang ke sini untuk menjemput anda.”
Baekhyun menyeringai lebar mendengar ucapan Ten. Tidak biasanya ia mudah dibujuk. Pikir Baekhyun. “Kerja bagus, Ten.” Lalu ia mengeluarkan dompetnya, merogoh beberapa lembar uang lima puluh ribu won, dan menyerahkannya pada Ten. “Bayaranmu.”
“Gamsahamnida.” Ucap Ten setelah ia menerima uang bonus dari Baekhyun dan kembali ke tempatnya semula.
Menit demi menit Baekhyun habiskan dengan terus menenggak vodkanya sambil menunggu orang yang ditunggunya datang. Empat puluh lima menit kemudian, saat Baekhyun akan meneguk vodkanya, ada sebuah tangan menghentikan pergerakkannya.
Baekhyun yang merasa kesenangannya diganggupun segera menolehkan wajah dinginnya. Tapi pada detik selanjutnya, tatapannya pun berubah menjadi lembut saat tahu siapa yang menghentikannya. “Kau sudah datang?” tanya Baekhyun dengan senyuman lebarnya.
“Kau sungguh merepotkan. Kenapa juga kau harus menghubungiku padahal kita tidak saling mengenal sama sekali?”
Baekhyun kembali terkekeh mendengar teriakan wanita di depannya ini. “Karena kau adalah istriku.”
Suara decakan kesal yang keluar dari bibir tipisnya tersamarkan oleh suara musik yang keras. “Kau sudah gila, dan kau benar-benar sudah mabuk.”
“Ya, aku memang mabuk.” Lalu Baekhyun menaruh tangannya di pinggang ramping itu dan menariknya agar merapat ke tubuh Baekhyun. Bisa dirasakannya tubuh ramping itu menegang di bawah pelukannya. Baekhyun mendekatkan mulutnya ke telinga wanita itu, lalu berbisik, “Aku mabuk karena terlalu merindukanmu.”
Baekhyun lalu mengecup daun telinga wanita itu, dan tubuh ramping yang berada di dalam pelukannya meremang akan sesuatu yang tidak pernah dirasakannya. Setelah kecupan itu, tubuh Baekhyun terkulai lemah membuat tangan-tangan kecil itu refleks memeluknya. Menyangga tubuh Baekhyun agar tidak terjatuh ke lantai.
“Selain mabuk, kau juga sangat menyusahkan.” Gerutunya pelan saat merangkulkan tangan Baekhyun pada pundaknya.
Karena tidak tega, akhirnya tubuh Baekhyun agak diseret untuk keluar dari club itu. Tubuh berat Baekhyun membuat wanita itu sedikit kesulitan saat membawanya keluar. Sesampainya di halaman club, wanita itu bingung harus membawa Baekhyun ke mana. Ke rumahnya? Ia tidak tahu di mana alamat tempat tinggal Baekhyun berada. Saat ia bertanya pada Baekhyun langsung, jawaban yang diberikan Baekhyun membuatnya tambah menggerutu kesal. Membawa Baekhyun ke tempat di mana ia tinggal? Itu adalah sesuatu hal yang mustahil, karena ia tidak ingin dulu meninggal.
Saat ia sedang bingung, terlihat olehnya sebuah hotel yang lumayan besar berdiri kokoh di seberang club. Dengan susah payah, ia berjalan sambil membawa Baekhyun untuk menyebrangi jalan menuju hotel yang dilihatnya itu.
Ia bernapas lega saat resepsionis hotel tidak terlalu mempertanyakan keadaan Baekhyun. Seakan mereka sudah biasa dengan tamu hotel yang seperti dirinya. Sebuah kamar suite ia pesan, karena ia yakin, pria yang dibawanya ini bukan tipe orang yang menyukai sesuatu yang murah.
Ia kembali harus berjuang keras saat harus membawanya ke kamar pesanannya. Ia menempelkan kartu kunci kamar agar pintu kamar tersebut terbuka. Terdengar bunyi klik, lalu ia mendorong pintu agar terbuka lebar untuknya.

Sebuah kamar yang cukup luas membuat mulut si wanita sedikit menganga saat memasukinya. Di dalamnya terdapat satu set sofa empuk berwarna putih yang menghadap ke sebuah televisi layar datar yang menggantung di dinding.
Si salah satu sudut ruangan terdapat sebuah meja makan bundar warna coklat lengkap dengan kursinya yang berwarna putih. Kamar tidur terletak di ruangan lainnya yang langsung menghadap ke arah sofa berada. Lampu-lampu di atas nakas dibiarkan menyala begitu saja menambah kesan romantis saat pertama kali memasukinya. Ia membawa Baekhyun melewati lantai kayu menuju di mana tempat tidur berada.
Tubuh Baekhyun langsung dijatuhkannya ke arah ranjang putih berukuran king size itu dengan sekali hentakan. Tangannya benar-benar sakit saat harus membopong Baekhyun yang terasa begitu berat di saat ia sedang tidak sadarkan diri.
Ia mengamati tubuh Baekhyun yang tertidur terlentang di atas ranjang tersebut dengan kaki menjuntai di pinggiran ranjang. Ada rasa kasihan saat melihatnya tidur seperti itu. Ditambah dengan racauan tidak jelas keluar dari mulutnya. Ia memutuskan untuk membuka sepatu yang digunakan Baekhyun agar pria itu bisa tidur lebih nyaman lagi.
Kaki Baekhyun yang menggantung di lantai membuatnya harus jongkok agar bisa melepasnya dengan mudah. Setelah sepatu-sepatu itu terlepas, ia langsung menegakkan tubuhnya lagi. Betapa terkejutnya ia saat melihat Baekhyun sudah terduduk di atas ranjang sambil menatapnya lekat.
“A-aku…” sebelum ia melanjutkan perkataannya, tiba-tiba Baekhyun menarik tangannya hingga membuat ia jatuh menimpa Baekhyun di atas ranjang. Sebelum ia berontak untuk melepaskan diri, Baekhyun segera membalikkan posisi tubuhnya membuat tubuh mungil itu terpenjara di bawah tubuhnya.
“A-apa yang kau lakukan?” suaranya bergetar saat mengungkapkan ketidaksukaannya dengan posisinya saat ini. Mata coklat itu membulat sempurna menatap mata hitam yang sedang menatapnya intens.
Baekhyun mengulurkan tangannya untuk mengelus lembut wajah cantik di bawahnya. “Bisakah kau temani aku malam ini?”
“K-kau gila!” bentaknya sambil ia berusaha melepaskan dirinya dari kungkungan itu, tapi semuanya sia-sia karena tenaganya tidak sepadan dengan tenaga pria di atasnya.
“Tidakkah kau kasihan padaku?” rontaan di bawahnya terhenti seketika saat mendengar nada tersiksa dalam suara Baekhyun. “Tidakkah kau tahu bahwa aku begitu merindukamu?” melihat tubuh di bawahnya sudah di meronta lagi, Baekhyun melanjutkan ucapannya.
“Kenapa kau begitu senang menyiksaku, hm? Tidak cukupkah tujuh lalu kau meninggalkanku begitu saja? Kenapa kau harus menambahnya lagi dengan dua tahun terakhir ini?” tanpa disadarinya air mata sudah mulai menggenang di sudut-sudut mata Baekhyun.
“A-aku tidak mengerti apa maksudmu?”
“Tidakkah kau melihat betapa aku mencintaimu? Kenapa kau harus meninggalkanku lagi selama dua tahun?”
“Baek….”
“Apa yang harus aku lakukan agar dapat membuatmu tetap berada di sisiku? Aku sungguh mencintaimu, Lee Sena. Istriku. Cintaku. Belahan Jiwaku.” Setetes air mata jatuh di pipi wanita di bawahnya dan Baekhyun tidak peduli. Biarlah ia dianggap seorang pria lemah di depan wanitanya sendiri, karena ia memang lemah tanpa wanitanya.
“A-aku bukan Lee Sena.” sanggahnya sambil mengusap pipi Baekhyun saat tetesan air mata jatuh di sana karena ia juga merasa sakit melihat mata hitam tajam itu begitu terluka saat menatapnya.
“Entah apa yang terjadi padamu dua tahun lalu hingga membuat kau menyangkalnya, tapi satu hal yang harus kau tahu, hatiku tidak pernah salah mengenali bagiannya yang lain.”
Wanita itu terlihat menghembuskan napasnya lelah karena dalam pikirannya percuma mendebat orang yang sedang mabuk. Itu hal yang sia-sia. “Apa buktinya jika aku adalah Lee Sena mu?”
“Tatto yang ada di dadamu. Tatto kupu-kupu yang aku buat hanya untukmu.”
Wanita itu menegang mendengar jawaban Baekhyun, lalu ia teringat kejadian saat di Jeju. “Tapi kau sudah melihatnya dulu saat di Jeju, dan itu tidak membuktikan apapun jika aku adalah orang yang kau panggil itu.”
Baekhyun terlihat berpikir sejenak di antara batas kesadarannya, lalu ia teringat sesuatu yang akan membuktikan jika wanita yang ada di bawahnya ini adalah wanitanya. “Kau punya tatto lain di tubuhmu, dan hanya bisa dilihat jika kau menanggalkan seluruh pakaianmu.” Baekhyun menjeda ucapannya. “Tatto itu terletak di perut bagian bawahmu, tepat dimana rahimmu berada. Tatto itu ditulis dalam bahasa Armenian, Այստեղ աճում պտուղը մեր սիրո, մեր փոքրիկ հրեշտակ, եւ մենք պետք է պահել այնքան ժամանակ, մինչեւ որ նա կարող է դիմակայել աշխարհը, առանց մեր պաշտպանության (Aystegh achum ptughy mer siro, mer p’vok’rik hreshtak, yev menk’ petk’ e pahel aynk’an zhamanak, minch’yev vor na karogh e dimakayel ashkharhy, arrants’ mer pashtpanut’yan) yang artinya ‘disini tumbuh buah cinta kami, malaikat kecil kami, dan kami akan menjaganya sampai ia bisa menatap dunia tanpa perlindungan kami.’”

Baekhyun lalu menurunkan wajahnya untuk mengecup dimana tatto yang baru disebutkannya itu berada. Setelah itu ia mensejajarkan kembali wajahnya untuk manatap wajah wanita yang sedang menegang di depannya itu. “Maukah kau memberiku satu kesempatan lagi?”
~ tbc ~
Aku tidak pandai merangkai kata-kata romantis, jadi maafkan aku jika kata-katanya kurang romantis. Ada saran tentang kata-kata romantis lainnya atau kata-kata mutiara tentang kelompok atau tentang keluarga?
Kalau-kalau chapter 35 diproteksi, kalian tahu kan clue passwordnya apa? Kalau ngga tahu, aku kasih tahu ya. Clue nya masih sama dengan clue password chapter 28.
Aku berterima kasih pada kalian reader setiaku, yang tidak pernah bosen untuk menunggu kelanjutan cerita ini.
Kalian memang penyemangatku. /peluk satu-satu readernya/
Sampai jumpa lagi lain waktu…
Bye-bye :-*
Regards, Azalea

Iklan

31 pemikiran pada “[EXOFFI FREELANCE] MY LADY – CHAPTER 34

  1. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 44) | EXO FanFiction Indonesia

  2. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 43) | EXO FanFiction Indonesia

  3. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] MY LADY (CHAPTER 42) | EXO FanFiction Indonesia

  4. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady – (Chapter 41) | EXO FanFiction Indonesia

  5. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Side Story-Kai) | EXO FanFiction Indonesia

  6. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] my lady – chapter 40 | EXO FanFiction Indonesia

  7. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] My Lady (Chapter 39) | EXO FanFiction Indonesia

  8. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] MY LADY (Chapter 37) | EXO FanFiction Indonesia

  9. Ping balik: [EXOFFI FREELANCE] MY LADY (Chapter 36) | EXO FanFiction Indonesia

  10. baekhyun nangiss. 😭😭😭😭buat baekhyun bahagia dong thorr 😥😥😥
    tetep semangat yaaa lanjutinn ceritanyaaa
    FIGHTING

  11. kata author gak romantis?tpi aku baper ihhh hahahaha,cepetan kek sena sadar yaampun, kesian baekhyunn aaaaa
    semangat authornimmm

  12. Lamanya hilang ingatan jisoo,,,,kasian baekhyun,,
    Tapi aq jg sedikit kasian sma sehun,,dia jg cinta banget sma jisoo,,
    Mm tp harus baekhyun yg dpet ya thor wkwkwk

  13. Qu blm smpet baca yg 28… Kasian ya Baekhyun hrus di tinggal dua kali ama Sena,,trus lama lg hehe
    smg skrg Sena tdk prgi lg dri Baekhyun dan sgra pnya anak lg hehehehhe

  14. huaa… kgn banet sama my laddy eh udh chpt 34 aja tapi seru thor.ak mau tanya dong si baek ama sena udh nikh ya, bukn ny wak tu itu sena kecelakaan trus di gntiin sama shanon? lanjut ya author sebelum ak mati penasrn sma cerita ny.

  15. Wooaahhhh daebakkkk … Merinding dumang denger omongan nya baekhyun !!!! Romantiss parahh .
    Semoga dengan kata” nya baekhyun jisoo langsung inget klo dia itu sena ,, yeeeiii gue masih inget clue pw nya ! Ditunggu next chapter nya thor ..

  16. Heol daebak!!!!!! Part ini bikin merinding dengan baekhyun dan kalimat yg ia ucapkan….. romantis parah kak!!!!!
    Ditunggu chapter 35 nya,,,,, siap dg password diotak haha

  17. Aaargh.. Ready for next chapt…. Semoga Se Na mau menerima Baek meski ingatannya belum balik.. Paling enggak dengan kebersamaan mereka Se Na bisa sedikit demu sedikit mengingat kenangan manisnya bersama one and only “My Lord” nya.. #halah XD

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s