Love Contract (chapter 7) By.PutriNami

 

Title : Love Contract // Author :PutriNami //Main cast : Oh Sehun (EXO), Lee Sooyun (Irene red velved), Kim Jongin (EXO),)// Length: Chapter// Genre : Comedy romantic (mungkin), AU//Rating :General//

BJEX8611

 

 

Warning Typo bertebaran

 

 

HAPPY READING GAESS ^^

 

chap1 chap2 chap3 chap4 chap5 chap6

 

 

 

=Love Contract=

 

“bagaimana?? Kau sudah menyeledikinya?”

 

“ia  adalah anak bungsu Jendral Lee.”

 

“benarkah??”

 

“Nde. ia pernah tinggal di Jepang selama empat tahun bersama kakeknya, tepatnya saat ia berusia enam tahun” pria itu tampak sedang berpikir

 

“katakan” ucap pria yang ada di hadapannya itu.

 

“emm..ada kabar yang menyatakan jika gadis itu adalah korban penculikan 17 tahun yang lalu. Tapi kabar ini masih tidak  begitu jelas. Pihak keluarga menutup rapat kabar ini”

 

“penculikan??”

 

 

=Love Contract=

 

Kamon cafe

 

“Bagaimana pekerjaan mu???” tanya Nayeong.

 

Sooyun menghembuskan nafas beratnya. Sesungguhnya kehidupan pekerjaannya tidak semenarik apa yang Nayeong bayangkan. Sooyun di perlakukan layaknya pekerja magang. Dan lagi – Sehun sama sekali tak peduli dengannya. Membuat Sooyun merasa semakin sulit untuk tetap berada di perusahaan itu.

 

Sebenarnya Sooyun tak begitu banyak berharap pada Sehun. tapi ini sungguh keterlaluan. Setidaknya Sooyun membutuhkan sedikit kekuatan dari Sehun – walau hanya sekedar kata semangat.

 

“Wae??” tanya Nayeong lagi. Nayeong tak mengerti apa yang ada di pikiran Sooyun. Yang jelas saat ini raut wajah Sooyun menandakan hal yang tak baik – Sooyun sepertinya memiliki Mood yang buruk.

 

“aku baik-baik saja”

 

 

“aku dengar di perusahaan mu ada namja tampan dan berbakat yang baru masuk?? Siapa?” Sooyun tersedak mendengar pertanyaan Nayeong. Dengan mendengar kata pria tampan saja – Sooyun sudah tau siapa pria yang Nayeong maksud. Nayeong tau dari mana?? Apa Namja bernama Kim Jongin sudah seterkenal itu?? padahal baru dua bulan ini Jongin bekerja di perusahaan Sehun.

 

“kau tau dari mana??” tanya Sooyun.

 

“tadi saat aku menunggumu, ada banyak gadis yang membicarakannya” jelas Nayeong.

 

“kim Jongin. Dia adalah konsultan Oh grup” jawab Sooyun seadanya.

 

“kau mengenalnya??”

 

“tentu saja. ia sahabat Sehun” ucap Sooyun santai.

 

Sooyun telah mengenal Jongin. Sehari setelah kedatangan Jongin, Sehun memperkenalkan Jongin pada Sooyun. Awalnya Sooyun tak menyangka bahwa namja yang ia temui di lift itu adalah sahabat Sehun. dan entah sejak kapan Sooyun mulai berteman dengan jongin.

 

=Love Contract=

 

Sooyun Pov

 

Sebelum makan siang berakhir. Aku segera kembali ke perusahaan. Aku tak ingin jika para nenek sihir itu mengomeliku lagi hanya karena aku telat masuk sedetik saja. kalian tau siapa yang aku sebut dengan nenek sihir kan?? Iya, para karyawan wanita di devisi ku. mereka selalu saja mengomeliku dengan alasan yang tak jelas. Sepertinya mereka sangat membenciku.

 

“untung mereka belum datang. aku bisa istirahat sedikit” sepertinya aku tak telat. Buktinya aku tiba sebelum mereka. Aku tiba pertama. Sepertinya aku harus memanfaatkan keadaan ini untuk sekedar beristirahat. Aku sudah cukup lelah mengerjakan semua tugas magang yang mereka berikan padaku.

 

Baru sedetik ku pejamkan mataku – kurasakan dingin di area pipi ku. seketika ku buka mataku. Dan terpampang segelas Latte di hadapanku.

 

“Jongin?” ucapku sedikit terkejut.

 

“hari ini aku muncul dengan segelas Latte. Kesukaan mu”

 

dia adalah Kim Jongin. Tiba-tiba saja Jongin muncul di hadapan ku dengan membawa segelas Latte. Kenapa namja ini selalu muncul secara mendadak?? Dan lagi – tau darimana dia kalau aku menyukai Latte?? Itu lah yang ada Pikirku.

 

Ini bukan kali pertamanya muncul di hadapan ku dengan tiba-tiba. Masih mending kali ini Jongin hanya memberiku segelas Latte. kemarin ia membawakanku buah Kiwi yang sangat banyak. Aku tanya padanya “kenapa memberiku kiwi sebanyak ini??” dan dengan anehnya ia menjawab “kebun kiwi nenek ku sedang panen, jadi aku berbaik hati untuk membaginya pada mu. aku tau kau sangat suka kiwi. Tapi aku sarankan jangan membaginya dengan Sehun, karena Sehun adalah manusia aneh yang tak menyukai buah Kiwi” ucap Jongin. Daebak. Darimana ia tau kalau aku sangat suka kiwi?? Perasaan aku tak pernah memberitahu siapapun kalau aku menyukai kiwi. Dan masalah Sehun tak menyukai Kiwi, aku baru tau itu.

 

“terima kasih. Sepertinya kau selalu tau apa yang aku sukai” ucapku sambil mengambil Latte yang ada di tangan Jongin. Jongin menarik kursi yang ada di belakangnya hingga kini ia duduk di hadapanku.

 

“kau tampak sangat lelah. Apa kau baik-baik saja??” tanya Jongin padaku. Wajahnya menunjukkan ke khawatiran.

 

Aku tersenyum ke arahnya dan berkata aku baik-baik saja. walau Jongin adalah namja yang cukup aneh, yang selalu tau apa yang aku sukai – jongin juga teman sekaligus

Oppa yang sangat baik. Setidaknya, sejak aku mengenalnya, aku jadi tak kesepian lagi. tanpa ia sadari, Jogin selalu menghibur ku dan melupakan rasa lelahku saat di kantor. Ini aneh, walau belum lama aku mengenal Jongin, tapi rasanya aku sudah mengenalnya sudah sangat lama. Sungguh ajaib. Padahal sebelumnya aku sangat susah akrab dengan orang baru.

 

“bagaimana hubungan mu dengan Sehun??” mendadak Jongin menanyaiku. Aku hanya bisa bernafas berat.

 

“jangan di tanya lagi. dia sungguh menyebalkan” jawabku.

 

“kalian bertengkar lagi??” tanya Jongin dengan alis terangkat.

 

“itu sih sudah makanan sehari-hari kami hehe” mendengar ucapan ku – jongin tampak tak percaya.

 

“tenang saja. jika Sehun tak menyebalkan, maka namanya bukan Sehun. jika kami bertengkar itu tandanya kami baik-baik saja” jelasku padanya.

 

“wahhh..kalian berdua sungguh pasangan aneh. Tck..tck..tck” ucap Jongin sambil mengeleng-gelengkan kepalanya. Aku hanya tersenyum memperlihatkan deretan gigi ku. entah mengapa, bersama Jongin, aku merasa dengan bebas menceritakan hubunganku bersama Sehun. selain Heari eonni – Jongin juga sudah tau mengenai hubungan ku bersama Sehun. hingga masalah kontrak pernikahan ku – Jongin tau semuanya. mungkin karena itulah aku jadi lebih leluasa untuk mengobrol dengannya.

 

Tak lama setelah itu, para karyawan satu persatu masuk. Termaksud para nenek sihir itu. buru-buru aku menyuruh Jongin untuk segera pergi. Aku tak ingin karenanya, para nenek sihir itu bertingkah. Kalian tau sendiri lah, Jongin sangat terkenal di perusahaan ini.

 

Sejenak Jongin melambaikan tangannya padaku, tersenyum dan akhirnya pergi. Ahhh mampus. Kini para nenek sihir itu memandangi ku dengan tatapan sinis. Bisa ku tebak, sebentar lagi mereka akan memanggilku dan mengomeli ku – lagi.

 

“Oh sooyun-si. Kemari sebentar” ucap salah satu nenek sihir itu padaku dengan nada sedikit besar.

 

“Nde” aku sedikit berlari menemuinya. Bisa di bilang jarak kami sedikit jauh.

 

“Nde Sunbae ada yang bisa ku bantu??” ucap ku saat tiba di hadapannya.

 

“ikut kami” ucapnya. mereka bertiga. mereka lalu berjalan ke arah gudang yang ada di pojok kantor. Aku  mengikuti mereka dengan sedikit cemas. Untuk apa mereka membawaku ku ke tempat itu.  kenapa perasaan ku jadi tak enak. Mereka tak mungkin berbuat sesuatu padaku kan??

 

Saat tiba di gudang. Mereka langsung memojokkanku. ( bayangin anak SMA ngebuli dan ngepung satu orang. Kira-kira seperti itu ) .

 

“sunbae. Apa yang kalian lakukan?” tanyaku sedikit takut. Ruangan ini ada di pojok. Sangat jarang ada orang yang melewatinya, hingga tempat ini sangat sepi. Aku jadi semakin takut.

 

“Yak. Sudah berapa kali aku memperingatkan mu. kenapa kau selalu kecentilan seperti itu ha?? Apa hoby mu adalah mengibaskan ekor ke semua namja??” ucap salah satu perempuan itu padaku. Tatapannya sungguh menakutkan. Seperti akan keluar laser dari matanya.

 

“apa maksud sunbae?? Aku tak mengerti”

 

“ setelah pada karyawan di sini. Sekarang kau mencoba untuk menggoda Kim Jongin?? Wah hebat sekali kau. Apa mungkin selanjutnya, kau akan menggoda CEO kita??”

 

Ingin rasanya aku berteriak pada mereka dan bilang kalau aku tak pernah menggoda siapa pun karena aku telah menikah. Dan apa mereka bilang?? mencoba menggoda CEO mereka??? Maksud mereka menggoda suami ku sendiri?? Begitu?? Haha lucu sekali.

 

“tidak. Aku tidak menggoda siapa pun” jawabku sedikit ketus. Aku tak terima di bilang penggoda.

 

“hei. Berani melawan kau rupanya” sungguh ini sudah cukup keterlaluan. Wanita ini bahkan telah berani menjitak kepalaku.

 

“apa yang kau lakukan??” teriak ku padanya. Aku tak terima di perlakukan seperti ini. jika mereka tau siapa aku sebenarnya – mereka akan menyesal.

 

Wanita itu tampak sangat kesal. Ia mulai menjambak rambutku. Salah satu dari mereka ada yang mencoba menghalangi wanita yang menjambak rambutku ini.

 

“Bora-ya. tenanglah” ucap temannya itu – menghalangi wanita yang bernama Bora ini. bisa di katakan kalau wanita bernama Bora ini adalah salah satu karyawan senior. Ia menjabat sebagai sekertaris bagian periklanan. Wajahnya cukup cantik, tubuhnya seksi dan dia tinggi. Aku bahkan tak sebanding dengannya. Tapi ia bertingkah seolah aku adalah saingannya.

 

“lepaskan aku. aku sungguh sudah muak dengan wanita ini” Bora mencoba melepaskan pegangan temannya itu. ia menatap ke arahku dengan tatapan benci. Sebenarnya apa kesalahanku. Apa karena aku telah meneriakinya??

 

Jujur saja. aku sedikit takut dengan situasi saat ini. sepertinya Bora sudah kehilangan kendalinya. Aku bisa saja melawannya. Tapi dengan susah payah aku mengendalikan emosiku. Aku hanya tak ingin membuat masalah semakin rumit.

 

Bora mendorongku hingga aku jatuh ke lantai. “dengar baik-baik. Sekali lagi aku melihatmu bersama Jongin. Kau tak akan ku ampuni” . Jongin?? Apa Bora mengenal Jongin?? Mengapa ia memanggilnya dengan sebutan yang sangat akrab?? Apa karena Jongin ia berbuat seperti ini padaku??

 

“apa maksudmu?? Apa hak mu melarangku seperti itu”

 

“apa hak ku??? YAK BERANINYA KAU-“

 

“APA YANG SEDANG KALIAN LAKUKAN??”

 

Baru saja Bora ingin mendaratkan tamparannya padaku. Tiba-tiba saja Sehun muncul dan menepis lengan Bora. Tanpak Bora dan kawan-kawannya sangat terkejut melihat kemunculan Sehun. akupun juga sangat terkejut. Bagaimana Sehun tiba-tiba muncul?? Apa Sehun tau jika sejak tadi aku terus menyebut namanya dalam hati??

 

“Sa…SajangNim. ka..kami..” ucap Bora terbata-bata.

 

“KELUAR” ucap Sehun membentak. Dan sedetik kemudian, Bora dan kawan-kawannya keluar dari ruangan ini. hanya tinggal aku dan Sehun.

 

“Ikut aku” ucap Sehun menarik ku.

 

 

Kini aku berada dalam ruangan pribadi Sehun. setelah menarikku masuk. Hanya ada keheningan di antara kami. Aku hanya bisa tertunduk di sofa. Entah mengapa aku tak berani melihat wajah Sehun.

 

“apa yang kau lakukan??” tanya Sehun dengan nada dinginnya. Jujur saja. mendengar nada dingin Sehun yang seperti ini membuat ku tak nyaman. Terakhir kali ia  berbicara seperti ini – saat malam pertama pernikahan kami – saat Sehun pertama kali membicarakan cinta pertamanya. Nadanya sangat serius. Jika di suruh memilih, aku lebih memilih Sehun yang menyebalkan – Sehun yang setiap harinya bertengkar denganku hanya karena masalah sepele.

 

“a..aku…” ucapku gugup. Aku tak tau harus menjelaskan semuanya darimana. Lagi pula aku hanyalah korban.

 

“kenapa kau selalu membuat masalah ha?? Bisakah kau berhenti untuk mengganggu ku??”

 

“mengganggu??” apa katanya?? Aku mengganggunya?? Kapan aku mengganggunya?? Bahkan untuk berbicara padanya sudah sangat sulit.

 

“apa maksudmu?? Aku mengganggumu???” sambung ku memastikan.

 

“O’. kau sangat menggangguku. Dengan kehadiranmu di sini saja sudah membuatku terganggu. Di tambah dengan masalah ini. kau membuatku hampir gila” ucap Sehun padaku dengan nada tinggi. Sungguh, aku tak mengerti apa maksudnya. tapi rasanya sakit. Apa di pikir aku menginginkan semua ini??? apa dia pikir aku bahagia melihatnya?? apa dia pikir aku tak merasakan hal yang sama?? Sudah cukup.

 

“maaf jika aku mengganggumu. Lalu apa yang harus aku lakukan?? Kau hanya memikiran diri mu saja. kau sama sekali tak peduli dengan ku. apa kau tau betapa tertekannya aku. apa kau tau apa yang mereka lakukan padaku??” aku tersenyum sinis ke arah Sehun “ Ahhh…kau tau semuanya. kau tau aku menderita. Dan kau diam saja. kenapa?? Karena kau membenci ku kan??” Sepertinya aku tak dapat lagi mengontrol emosiku. Aku sudah cukup sabar.

 

“So..Sooyun-ah”

 

Entah mengapa. Aku tak bisa lagi membendung air mataku. Aku tak peduli apa yang akan Sehun pikirkan. Aku sudah tak peduli lagi. aku rasa ini saatnya aku mengeluarkan semua yang mengganjal hati ku.

 

“a..aku” Sehun mendekat padaku, tapi aku memilih untuk mundur menjauh.

 

“apa?? kau tak pernah peduli padaku. Pernahkah kau bertanya sekali saja, bagaimana keadaan ku?? pernahkah kau sekali saja memikirkan ku??. aku rasa tidak”

 

“….”

 

“kau membenciku. Karena aku hanyalah sebuah tembok yang menghalangimu. Aku hanya sebuah penghalan. Aku hanya sebuah kesialan yang memaksamu untuk melanggar janji cinta pertamamu”

 

“YAK LEE SOOYUN” bentak Sehun.

 

Entah mengapa. Aku menjadi sangat marah saat mengingatnya. Aku sungguh di luar kendali. Apa hak ku berbicara seperti ini??

 

“aku membenci mu” kata terakhir ku. aku sungguh tak tahan lagi.

 

Aku berlari  keluar dari ruangan ini. aku sudah di rundung emosi. Aku bahkan tak sempat membalas sapaan Jongin yang sepertinya baru akan memasuki ruangan Sehun. aku hanya bisa berlari, tak peduli orang melihatku dengan tatapan aneh.

 

 

Sehun Pov

 

Pertama kalinya aku melihatnya menangis. sungguh aku tak bermaksud untuk membuatnya menangis. bukan maksudku untuk menyakiti hatinya. aku kebingungan. Aku tak tau. aku terlalu panik sejak kejadian tadi. melihatnya berlari – entah mengapa aku tak bisa mengejarnya.

 

Ku acak-acak rambutku frustasi. Apa yang harus aku lakukan.

 

“apa yang terjadi??? Apa kalian bertengkar lagi??” tanya Jongin padaku. Aku hanya bisa tertunduk. Aku tak tau harus berkata apa.

 

“apa yang kau lakukan?? Kau tak mengejarnya??”

 

“aku tak bisa. Aku tak bisa mengejarnya”

 

Aku takut. Aku takut semuanya akan berubah jika mengejarnya. Aku takut hati ku akan berubah saat melihatnya. aku takut – takut jika pada kenyataannya aku menyukainya. ini tak boleh terjadi. Susah payah aku menetapkan hatiku. Susah payah aku telah mengendalikan diri ku agar tak memperdulikannya. Susah payah aku menutup mata seolah tak melihat penderitaannya. Sangat susah untuk tak melihatnya di perusahaan ini. hingga tanpa aku sadari – aku berlari menyelamatkannya saat aku tau ia dalam bahaya. Hati dan pikiranku sungguh bertolak belakang.

 

“Babo-ya kau sudah kehilangan dirinya dua kali”

 

“apa maksudmu?” tanya ku pada Jongin. Apa maksud dari ucapannya itu. aku kehilangannya dua kali??

 

“kau pikirkan saja sendiri. Saat kau sadar nanti – kau akan menyesalinya” ucap Jongin dengan nada kesal. Kenapa jadi dia yang marah?? Lagi pula apa maksudnya??

 

 

 

Author Pov

 

Waktu telah menunjukkan pukul 9 malam. Sejak tadi Sehun mondar mandir di apartemennya. Ponselnya tak pernah lepas dari lengannya. Sejak tadi Sehun menghubungi ponsel Sooyun tapi tetap saja ponsel Sooyun tak aktif. Kali ini Sehun benar-benar khawatir. Sejak tadi Sooyun belum pulang juga.

 

“Babo. Malam-malam begini dia pergi kemana”

 

Rasa khawatir Sehun bertambah saat mengetahui bahwa Sooyun meninggalkan tasnya di kantor. Sehun telah menghubungi Rumah mertua dan rumah ibunya – tapi hasilnya sama. Sooyun tak ada di sana. Sehun juga telah menghubungi Nayeong – Sooyun tak bersama Nayeong.

 

“ini semua salah ku” Sehun hanya bisa tertunduk menyesali perbuatannya. Harusnya ia mendengar perkataan Jongin tadi siang. Harusnya ia mengejar Sooyun.

 

 

 

Di sisi lain. Entah sudah berapa lama Sooyun menaiki Taxi ini. Sooyun hanya memandang luar jendela mobil dengan tatapan kosong. Sooyun tak tau harus pergi kemana. Sooyun hanya mengikuti langkahnya. Dan hari ini Sooyun berakhir menaiki sebuah taxi yang tak jelas arahnya.

 

“Agasshi. Anda mau turun di mana?? Kita sudah jalan sangat jauh” pertanyaan supir taxi itu menyadarkan Sooyun dari lamunannya.

 

“kita sekarang ada dimana??” tanya Sooyun melihat ke sekitar. Sejak tadi Sooyun hanya melamun di atas Taxi – ia tak tau saat ini ia berada di mana.

 

“kita sudah di daegu. Sebenarnya anda mau kemana agasshi??”

 

Apa yang Sooyun lakukan. Tiba-tiba saja Sooyun berada di Daegu. Bukankah tadi ia masih di Seoul?? Sooyun hanya bisa merututi kebodohannya.

 

Mata Sooyun kini beralih pada argo Taxi.

 

“Ajusshi berhenti. Aku turun di sini saja” ucap Sooyun. Sial. Banyak sekali. entah sudah berapa lama ia menaiki Taxi itu. uangnya tak cukup untuk membayar Taxi. Sooyun berkali-kali merututi dirinya. Bagaimana mungkin ia ,melupakan tasnya di kantor. Dan lagi, baterai ponselnya sudah habis.

 

‘bagaimana ini?’ batin Sooyun.

 

“emm ajusshi. Maafkan aku. uang ku tak cukup untuk membayar Taxi ini. emm bagaimana jika aku membayarnya menggunakan jam ini. aku rasa jam ini cukup untuk ongkos Taxi ku” ucap Sooyun sambil memberikan jam kesayangannya itu. hanya ini jalan satu-satunya untuk bisa membayar Ongkos taxinya. Walau bagaimana pun Sooyun harus bertanggung jawab atas perbuatannya sendiri.

 

“baiklah Aggashi. Aku rasa ini sudah lebih dari cukup. Jam ini terlihat sangat mahal” ucap Ajusshi itu.

 

Setelah urasan Taxinya selesai. – Sooyun kini berjalan di sebuah jalan yang cukup sepi. Sooyun terus berjalan tanpa tau arah. Ini pertama kalinya ia berjalan seorang diri di tempat asing.

 

“aku harus pergi kemana??” gumam Sooyun. Tak jauh dari tempat Sooyun – terlihat sebuah taman. Sooyun kini berjalan ke arah taman itu. setidaknya ia bisa beristirahat di taman itu. kakinya sudah sangat lelah berjalan.

 

Sooyun kini duduk di sebuah ayunan. Ia merenungkan semua kejadian hari ini. Sooyun sedikit menyesal. Harusnya ia tak berhak melakukan ini semua. tak seharusnya Sooyun bersikap seperti ini. harusnya Sooyun menghadapi semua masalahnya sendiri, bukannya kabur seperti ini dan membuat keluarganya khawatir.

 

“apa Sehun juga menghawatir ku??” gumam Sooyun sambil menghembuskan nafas beratnya.

 

Sooyun mengalihkan pandangannya pada sekeliling taman ini. entah mengapa rasanya ini bukan pertama kalinya ia ke tempat ini. aneh. Mengapa rasanya sungguh tak asing di sini. Apa Sooyun pernah ke sini sebelumnya?? Entahlah. Sooyun tak bisa mengingatnya.

 

“Aneh sekali” gumam Sooyun lagi.

 

Saat Sooyun baru saja keluar dari area taman itu. tiba-tiba sebuah cahaya yang berasal dari arah depan menyilaukan pengheliatannya.sebuah mobil yang ugal-ugalan kini semakin dekat menuju ke arahnya. Mata Sooyun membulat sempurna. Rasanya ia tak sanggup menggerakkan kakinya. dan di saat mobil itu semakin mendekat dan cahaya lampunya kian menyilaukan. Seketika Sooyun melihat kilatan masa lalunya – yang Sooyun sendiri tak tau.

 

Greppppp…….

 

“APA YANG KAU LAKUKAN??? KAU MAU MATI??”

 

Seseorang menarik lengan Sooyun hingga membuat mereka berdua terjatuh ke tanah.

 

“Jo…Jongin??” ucap Sooyun dengan nada bergetar. Untung saja Jongin tiba di waktu yang tepat. Telat sedetik saja, bisa berakibat fatal.

 

“Sooyun-ah. Gwenchana???”  melihat keadaan Sooyun yang bergetar membuat Jongin sedikit panik. Tampaknya Sooyun sangat terkejut dengan kejadian barusan. Dan tak lama setelah itu Sooyun tiba-tiba pingsan.

 

 

 

 Daegu Hospital Center

 

“bagaimana keadaan Sooyun? Apa dia baik-baik saja?? apa yang terjadi??? “ deretan pertanyaan Sehun lontarkan pada Jongin. Sungguh saat ini Sehun sangat mengkhawatirkan Sooyun. Saat Jongin mengabarinya – tanpa pikir panjang Sehun bergegas menuju Daegu.

 

“tenanglah. Sooyun baik-baik saja. Sooyun hanya sedikit terkejut. Kau tak perlu mengkhawatirkannya” jelas Jongin sambil menepuk-nepuk bahu Sehun. Sehun menghembuskan nafas legahnya.

 

Jongin memandangi Sehun dari atas hingga ke bawah. Tiba-tiba Jongin terkekeh geli – membuat Sehun mengangkat alisnya tak mengerti.

 

“Yak. Apa kau tak kedinginan?? Di cuaca sedingin ini kau hanya mengenakan sandal rumah dan kaos tipis seperti ini??” ucap Jongin sambil terkekeh.

 

Saat mendengar kabar Sooyun tadi. rasa Khawatir Sehun meningkat. Sehun tak tau harus berbuat apa. Sehun sangat panik. Dengan buru-buru Sehun mengambil kunci mobilnya dan segera menuju ke daegu. Sehun sama Sekali tak merasakan hawa dingin yang menembus kulitnya. Hingga Jongin menengurnya.

 

“hehe. Apa kau punya sepatu dan jaket?” tanya Sehun dengan canggung. Sejujurnya saat ini Sehun sangat malu sekali di hadapan Jongin. Tapi ya sudahlah.

 

“tunggu di sini. Aku akan mengambilnya di mobil”

 

 

Ruang inap Sooyun.

 

“istirahatlah. Kau pasti lelah. Biar aku yang menjaga Sooyun. Jika Sooyun sudah sadar aku akan membangunkanmu” ucap Jongin menepuk-nepuk bahu Sehun. karena pengaruh obat tidur, Sooyun belum bangun juga dari tidurnya. Kata dokter yang merawatnya tadi – Sooyun sangat kelelahan dan membutuhkan istirahat yang cukup. dan sudah beberapa jam ini Sehun menjaga Sooyun. Sehun tak pernah meninggalkan Sooyun sendiri – Sehun duduk di sebelah kasur Sooyun.

 

“Jongin-ah. Sebenarnya apa yang terjadi??”

 

“tadi Sooyun hampir kecelakaan. Untung saja aku tiba di waktu yang tepat” jelas Jongin.

 

“Mwo? kecelakaan??” ucap Sehun terkejut. Jongin mengangguk mengiyakan.

 

“Gumawo” hanya kata itu yang dapat Sehun ucapkan.

 

“lalu kau tau darimana jika Sooyun berada di Daegu??” tanya Sehun lagi. kali ini Sehun cukup penasaran. Apa ini hanya suatu kebetulan?

 

“saat kau bilang padaku jika Sooyun belum pulang juga. Aku hanya memikirkan satu tempat. Kau tau di mana tempat itu??”

 

Sehun tampak berpikir. Sehun sama sekali tak mengerti arah pembicaraan Jongin.

 

“Taman rahasia” sambung Jongin. Mendengar itu membuat Sehun cukup terkejut.

 

“apa maksud mu??”

 

TBC.

 

Gantung yah??? Hhihihihi…sengaja. nanti di lanjutin di chapter berikutnya yahh ^^. Chapter selanjutnya udah End (mungkin) .  di chapter berikutnya mungkin author protect. Doain aja biar gak jadi. Tergantung Mood author aja hehe.

 

Ok See you di chapter berikutnya. Dan makasih buat kalian yang gak jadi silent readers //aku sayang kalian// peluk // ^^

 

 

75 tanggapan untuk “Love Contract (chapter 7) By.PutriNami”

  1. Aku sudah menebaknya di chapt 6. Sooyun itu irene. Sooyun tinggal di daerah yang sama dengab sehun waktu kecil. Sampe iren menghilang. Yang cari tau masalalu sooyun adalah jongin sampe jongin yakin sooyun adalah irene. Irene di culik? Siapa? Apa irene bener anggota keluarga lee? Tapi keluarga lee kan emang rumahnya sedaerah sama sehun.

  2. wahh.. daebakk!!
    chap ini bikin aku tegang dengan adegan mau ketabrak tapi g jdi dan sooyun yang di jahatin sama seniornya… gila ini membuat aku mengeluarkan sedikut keringat karna tegang….
    buat thor aku kasih jempol….
    next…

  3. yg di awal ngbahas sooyun yg anak jendral, prnh diculik, trus pndh ke Jpn, tu obrolan antara sp dg sp y? kai peka bgt ya, dr awal ktmu di dpn lift itu lngsng ‘ngeh’ gt ke sooyun, tmn masa kcl’ny. btw, sp yg nyulik sooyun dulu itu?

  4. Pliisss jgn di protect ini uda gregetan banget nunggu next chapter mendadak liat tbc sialan itu eh hahahah dilanjutkan 😉😉

  5. sekedar kritik, kenapa penjelasan jongin tau kalo sooyun itu istri sehun nya gak awal aja?aku fikir terlalu cepet kalo kayak gini padahal masih mau lama-lama sama ff ini… jangan di end dulu dongggg
    semangat author!!^^~ maaf kalo misalkan aku kemanrin sider. soalnya ngebut baca nya langsung 2chapter/4chapter gituu. aku mah terserah author aja mau di protek/gak.tapi bisa kali kasih syarat2 buat dapetin pw nyaaa hehehe^^
    pokoknya fighting terus authornim!^^)9

  6. Uwaaaaa daebak! Dari sehun mergokin sooyun di keroyok fix bacanya nahan napas. Ya ganahan napas juga sii. Nyesek jleb gituu. Apalagi dari sooyun yg mulai meledak ke sehun. Nyesek gitu rasanyaaaaa :’
    Mas hun, kamu kok lama sii nyadarnyaa. Masa kudu nunggu sooyun hampir celaka gitu batu sadar kalo orang yg udah nikah sama kamu itu pacar pertama kamu? Duh duuhhhh ditunggu kelanjutannya aja lahhh. Gantung banget disiniih hehe. Semangat thor nim!
    -XOXO-

  7. Sooyun itu si irene kan ???? Suka banget waktu jongin bilang kau hehilangan dia untuk yang kedua kalinya hahahah 😢😢😆
    Next chapter ya … ngoming2 saya readers baru disini. Salam kenal

  8. Wah sehun masih belum tau yaa kalau sooyun itu cinta pertamanya… Tapi di chapter ini nanggung banget yaa.. Yaa semoga aja di chapter selanjutnya semuanya menemukan titik terangnya… Tapi jangan di protect yaa thor please…

  9. Thhoooooorrrr bikin penasaran iiiihh pasti si sooyun irene yaaaa!!! Lanjut thor jangan lama-lama ya keep fighting!!

  10. Thor maap baru bisa comment di chapter ini. Abis sibuk banget dari kemaren *tsah* jadinya ngebut bacanya. Itu yg tau kalo sooyun anak jendral kai kan? Pasti sooyun si irene wkwk. Posting next chapternya jangan lama2 thor penasaran sama reaksi sehun hihihi

  11. Waa aku bacanya ampe nangis #alay
    Gila! Oke swhun gila disini.
    Tapi ternyata dia merhatiin sooyun juga yaa #uh sehun peluk pukpuk
    Lanjut kak, jangan diprotect dong.

  12. Jongin udah kasih kode padahal sehunnya otaknya ga nyampe … wkwkwkk

    lanjut thor fighting !!

    jangan di protect please, kalo di protect kasih tau lewat mana buat minta pw nya .. hehe

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s