[EXOFFI FREELANCE] [Summer: Mirage] Chapter 14

summer.jpg

Author: Muftonatul Aulia/Hanifah Harahap

Main Cast: Park Chanyeol, Byun Baekhan(OC), Byun Baekhyun & Oh Sehun

Genre: Romance, Friendship, Family, Angst

Rating: General

Length: Multichapter

 

Credit Poster: Gyuskaups @ Indo Fanfictions Arts

PLEASE, NO PLAGIAT! THIS STORY IS REAL FROM OUR MIND

AND DON’T BE A SIDERS!

Visit Us HERE

 

Previous Chapter:

Chapter 1 – Sehun Eyes | Chapter 2  – Baekhyun Drawing Book| Chapter 3 – It’s Time For Dinner| Chapter 4 – Begin Again | Chapter 5 – Lovely Doll | Chapter 6 – Be Happy | Chapter 7 – Our History | Chapter 8a – I’m Alone | Chapter 8b – It’s You | Chapter 9 – Get Well Soon | Chapter 10 – Good Night, Nuna! | Chapter 11 – Beginner (1) | Chapter 12 – Beginner (2) | Chapter 13 – Whisper | Chapter 13.5 (Special Chapter) – Luhan’s | [NOW] Chapter 14 – Sandy Beach

 

Bada! Yehet!”

Baekhyun berlari menyambut deburan ombak yang datang ke arahnya. Menghambur-hamburkan air asin dengan riang. Sesekali ia tertawa tanpa alasan. Orang-orang melihatnya dengan pandangan kagum, terutama para perempuan. Jangan lupakan jika Baekhyun berwajah tampan walaupun tingkahnya terkadang aneh.

Baekhan menggelar tikar lalu membuka payung besar. Chanyeol lalu membantunya meletakkan payung besar itu agar tetap berdiri. Sehun memandang Chanyeol dan Baekhan dengan tatapan iri. Mereka terlihat seperti sepasang suami istri yang sedang berlibur di pantai. Sehun menghela nafasnya dengan berat. Ia lalu meletakkan tasnya di atas karpet dan duduk diatasnya.

Sambil mengacak-ngacak rambutnya yang sudah basah, Baekhyun menghampiri nuna-nya. “Nuna! Ini menyenangkan, aku sangat menyukainya!teriaknya dengan tangan yang membentang lebar.

“Oh, Baek. Kita baru saja sampai dan bajumu sudah sangat basah,” kata Baekhan dengan tatapan prihatin. Ia harap otak Baekhyun baik-baik saja saat ini.

Sehun mendongak dan melihat ke arah Baekhan. “Sudahlah, Baekhan. Jangan memarahi Baekhyun seperti itu.”

Eh? Sehun berbicara seperti itu? Tumben sekali Sehun mau membela Baekhyun atas perilakunya yang seperti orang gila itu. Apa Baekhyun tampak menggemaskan di mata Sehun hingga lelaki itu tak rela melihat Baekhan memarahinya?

“Lagipula suasananya memang sangat menyenangkan. Kita ke sana, Park Chanyeol?” tanya Sehun melanjutkan.

“Ya, ayo ke sana. Sudah lama sekali aku tidak ke pantai,” jawab Chanyeol antusias lalu membuka baju kaosnya dengan satu gerakan cepat dan menghempaskannya ke atas karpet yang sudah Baekhan siapkan sebelumnya. Baekhan terkesiap melihat Chanyeol. Oh, God. Ia lupa kalau ini musim panas. Gadis itu mengalihkan pandangannya menuju sisi lain. Ujung matanya menangkap sosok Sehun yang―

“Ayo, Chanyeol!” Sehun juga melepas kaosnya.

Yeayy! Ayo kita bermain ombak!” seru Baekhyun kemudian kembali berlari menuju bibir pantai dengan semangat membara.

Chanyeol, Sehun, dan Baekhyun menceburkan tubuh mereka ke laut. Oh, lihatlah tatapan memuja dari para perempuan. Untung saja Baekhyun tidak membuka kaosnya. Jika iya, bisa ditebak ‘kan apa yang terjadi? Tentu para pengunjung perempuan akan semakin terpesona dengan pemandangan gratis itu.

Bahkan ketika Sehun menyibak rambutnya yang basah ke belakang dengan tangannya, beberapa perempuan berteriak tertahan. Ada juga yang mengarahkan kameranya ke arah mereka bertiga, mengabadikan momen yang tentu sangat menyenangkan ini. Baekhan tertawa geli melihat reaksi para perempuan itu sambil berkata dalam hatinya: Nah, sekarang, nikmat Tuhan mana lagi yang kalian dustakan?

Baekhan tertegun ketika Chanyeol tiba-tiba berlari ke arahnya dan menarik tangannya.  “Kau juga harus ikut bersenang-senang, Baekhan,” kata Chanyeol. Dengan lembut, Baekhan menarik kembali tangannya dari genggaman Chanyeol dan berkata, “Tidak, Chanyeol. Kalian saja. Aku akan menjaga barang-barang kita di sini.”

“Tidak apa-apa. Kita bisa mengawasinya dari jauh. Untuk apa kau ke pantai jika kau tidak ikut bermain bersama kami?” bujuk Chanyeol.

“Oke, tapi aku tidak bertanggung jawab jika ada barang kita yang hilang.”

“Aku akan bertanggung jawab.” Chanyeol tersenyum senang. Ia lalu menarik kembali tangan Baekhan dan membawanya ke arah Sehun dan Baekhyun.

“Eh, nuna? Kenapa kau tidak mengganti bajumu dengan pakaian renang?” tanya Baekhyun heran melihat Baekhan yang masih menggunakan kaos musim panas dan celana pendek, bukannya pakaian renang seperti yang gadis lainnya pakai.

Chanyeol dan Sehun terdiam mendengar pertanyaan Baekhyun yang seperti itu. Hanya tak menyangka jika seorang Baekhyun bisa mengutarakan pertanyaan semacam itu pada seorang gadis. Mereka kini menunggu jawaban yang akan dikeluarkan oleh Baekhan. “Untuk apa? Aku tidak suka menggunakan pakaian yang terlalu terbuka. Aku akan tetap menggunakan pakaianku yang sekarang,” jawab Baekhan dengan santainya sambil menendang  ombak yang mendekat.

Baekhyun melirik ke arah Sehun dan Chanyeol. “Nuna, apa kau tahu? Kau benar-benar telah menghancurkan harapan kedua hyung bodoh ini.”

“Apa maksudmu?” tanya Baekhan.

Sehun cepat-cepat membekap mulut Baekhyun sebelum ia berbicara lebih banyak lagi. Yang di bekap hanya bisa berteriak histeris dan meronta-ronta seperti korban penculikan.  Oh, ayolah, mereka bukan lelaki mesum seperti yang Baekhyun hipotesiskan. ”Ya, jangan menggigit tanganku!” bentak Sehun ketika Baekhyun mengigit tangannya dengan kasar dan Sehun hanya bisa mengibas-ngibaskan tangan setelahnya.

Chanyeol mendekat ke arah Baekhyun lalu berbisik, “Jika kau tidak mengatakannya aku akan mengabulkan satu permintaanmu. Oke?”

“Maaf hyung aku bukan lelaki murahan,” ucap Baekhyun sinis lalu ia berteriak, “NUNAAA!”

“Oh, baiklah. Tiga!” tawar Chanyeol sambil memicingkan matanya karena tak tahan dengan suara berisik nan menyebalkan dari seorang Byun Baekhyun. Setelah mendengar kalimat yang terlontar dari bibir Chanyeol, Baekhyun langsung diam di tempat dan tersenyum lebar layaknya ank kecil polos yang baru saja diberikan sebuah permen. Baekhan menatap mereka dalam bingung, tentu saja karena si empunya mata tidak mengerti dengan situasi yang terjadi. “Baekhyun, kau kenapa, sih?” 

“Tidak apa-apa, nuna. Aku menyayangimu,”

“Aku tidak, maaf,”

“Ya tentu saja karena nuna-mu lebih menyayangiku daripadamu, Baek,” kata Chanyeol dengan senyum kemenangan di wajahnya.

“Ah, itu tidak benar!” rengek Baekhyun menggemaskan. “Itu tidak benar, ‘kan, nuna?”

Baekhan hanya menatap Baekhyun dan menaikkan kedua bahunya.

“AHA! Itu tandanya iya!” seru Chanyeol sambil mengacungkan jarinya pada Baekhyun.

Baekhyun berjalan mendekati Chanyeol dengan wajah menantang. “Tidak, dia hanya tidak mau kau sakit hati, hyung. Siapa dirimu yang bisa menggantikan posisiku di hati Baekhan, huh?”

Sehun memutar bola matanya. Ada-ada saja dua anak manusia ini.

“Ayo, kita bermain berdua saja. Biarkan mereka berdua saling beragumentasi satu sama lain,” kekeh Sehun sambil merangkul Baekhan dan membawa gadis itu menjauh dari Chanyeol dan Baekhyun.

Ya, hyung! Jangan bawa nuna-ku!” Baekhyun berteriak dan langsung mengejar kedua ‘sahabat’ itu dengan Chanyeol di belakangnya. Semua perempuan menatap Baekhan iri dan memiliki satu pikiran yang sama, tentunya: alangkah beruntungnya jadi Baekhan, di kelilingi tiga lelaki tampan dengan keceriaan yang tiada batas. Mereka seperti melihat ketiga lelaki itu memperebutkan Baekhan. Sungguh pemandangan yang menyayat hati.

Ya, Sehun! Tunggu aku!”

Baekhyun dan Chanyeol memiliki tujuan sama―menimpuk Sehun dengan tangan mereka dan menceburkannya ke laut. “Ya!” sergah Sehun ketika Chanyeol berhasil menangkapnya, disusul dengan Baekhyun yang naik ke punggungnya dengan satu lompatan seperti anak kodok.

Baekhan hanya tertawa keras dan berlari menjauh dari rombongan itu. Mata Baekhan menyipit karena senyumnya yang membuncah melihat tingkah polah Baekhyun yang menggemaskan. Menikmati desir angin pantai yang membelai wajahnya, Baekhan merasa ini benar-benar liburan musim panas terbaiknya.

“Baekhan!”

Seseorang menepuk pundak gadis itu dengan lembut dan tentu disambut dengan tatapan kaget dari Baekhan yang berpikir mungkin saja itu seseorang yang ingin menculiknya setelah mengambil semua barang mereka.

“Eh? Luhan?”

Tunggu! Luhan? Yah, setidaknya begitulah yang ada di hadapan Baekhan saat ini. Luhan tersenyum dengan hangat dan melepaskan tangannya dari pundak mantan kekasihnya itu lalu berkata, “Jadi, kau liburan ke sini juga, ya?”

“Eh, iya,”

“Mana Baekhyun? Apa kalian pergi bersama?”

“Dia sedang bermain bersama Chanyeol dan Sehun di sana.” Baekhan menunjuk spot tempat ketiga lelaki yang ia maksud dengan ujung jarinya.

“Oh”

Dan, apa yang harus Baekhan katakan sekarang? Apa? Apa?

“Kesini dengan siapa?” tanya Baekhan memulai percakapan setengah sekian detik mereka hanya diam memandangi lautan luas yang tak ubahnya seperti kristal biru.

“Hm, dengan kekasihku, tentu saja.”

“Oh..” jawab Baekhan mengangguk kecil sambil kembali menatap Chanyeol dengan kedua tangan di belakang tubuhnya yang mungil, seketika raut wajahnya berubah dan langsung menghadap ke arah Luhan yang berdiri dengan tenang di sampingnya, “Mwo?!”

“Ya, kau belum pernah bertemu dengannya,” jawab Luhan tenang, mengatasi kekagetan Baekhan.

“Sekarang dimana dia? Aku ingin bertemu dengannya,” ucap Baekhan dengan semangat. Ia senang Luhan sudah melupakannya, tentu saja. Sudah seharusnya begitu, ‘kan?

“Dia sedang membeli minuman di sana.” Luhan menunjuk ke arah sebuah kedai minuman yang tengah ramai.

“Kau ini bagaimana, sih. Kau ‘kan lelaki, seharusnya kau yang membeli minuman, bukannya mengobrol bersamaku di sini,” omel Baekhan.

“Hei, dia yang ingin pergi membelinya, jadi aku menunggunya. Aku tidak memaksanya, kok―jangan salahkan aku begitu!” bela Luhan.

Baekhan tertawa dibuatnya.

Annyeong, Luhan,” sapa Chanyeol dengan nada sinis sambil merangkul pundak Baekhan.

Sejak Luhan mendekati Baekhan, ia selalu memperhatikan mereka berdua. Tadinya Chanyeol ingin membiarkan mereka berdua mengobrol dan ia akan mengawasinya dari jauh, namun ia tidak tahan lagi ketika melihat Baekhan tersenyum lebar kepada Luhan. Hatinya panas. Ditambah lagi dengan suasan musim panas kali ini.

“Tak usah menatapku begitu, Park Chanyeol. Aku dan Baekhan hanya teman, kok. Lagian aku juga sudah mempunyai kekasih” ucap Luhan yang mengerti sikap Chanyeol yang tengah cemburu dengannya.

“Oh, benarkah? Aku senang mendengarnya―untuk tidak mengatakan aku bahagia untukmu” ujar Chanyeol. Kali ini, nada bicaranya terdengar lebih ramah.

“Apa dua orang di depanku ini sepasang kekasih?” tanya Luhan penasaran.

Baekhan terkejut mendengar pertanyaan Luhan. Ia lalu melirik ke arah Chanyeol yang masih merangkul tubuhnya. Ia selalu bingung dengan hubungannya dengan Chanyeol. Sebenarnya apa? Sahabat? Kekasih? Atau malah hanya sekadar.. teman? Oke, yang terakhir terdengar begitu menyayat hati.

“Tentu saja! Tidakkah kau lihat tanganku ini?” jawab Chanyeol sambil mengeratkan rangkulannya.

Luhan terkekeh kecil, “Ya, ya, i see,

Gege!” Seorang perempuan cantik tengah berlari dengan tangan yang menggenggam dua buah cup minuman. Ia menghampiri Luhan dengan senyum di wajahnya.

“Ini minumanmu,” ucap Mingfa . Ia menyodorkan minuman yang ada di tangan kanannya, dan segera disambut dengan senyum oleh Luhan.

Xiexie,”

Ni hao, Mingfa!” kata Baekhan dengan ramah. Chanyeol hanya menaikan sebelah alisnya. Sejak kapan Baekhan bisa bahasa Mandarin? Oh iya, dia ‘kan mantan kekasih Luhan. Mungkin saja Luhan sempat mengajarkan Baekhan beberapa kalimat sederhana China kepada gadis itu dulu.

Itu untuk yang pertama, dan yang kedua, siapa gadis yang disapa Baekhan itu?

Mingfa hanya tersenyum kecil dan sedikit menundukkan kepalanya lalu berjinjit untuk membisikan sesuatu kepada Luhan. “Siapa?”

Luhan melirik ke arah Baekhan dan Chanyeol sejenak lalu menjawab pertanyaan gadisnya itu, “Yang perempuan teman masa SMA-ku, yang laki-laki kekasihnya―kekasihnya teman adalah temanku juga, ‘kan?” jelas Luhan menggunakan bahasa Mandarin.

Mingfa mengangguk mengerti. Ia lalu membisikkan sesuatu kepada Luhan. “Katanya, senang bertemu dengan kalian,” ucap Luhan lalu Mingfa kembali membisikkan sesuatu.

“Ia ingin berteman dengan kalian” sambung Luhan kemudian. Hah, dia seperti translator Korea-Mandarin yang ulung. Agak menyebalkan bagi Luhan, tapi ini demi gadisnya.

“Tentu saja, kami juga ingin berteman denganmu,” jawab Baekhan sambil tersenyum.

“Luhan, katakan pada gadis itu agar menjaga kekasihnya untuk jauh-jauh dari gadisku,” ucap Chanyeol.

Mwo?”  ujar Luhan membelalakan matanya, “Chanyeol, sudah kubilang ‘kan kalau kami hanya berteman. Ingat? Ber-te-man!”

“Ya, ya terserah kau saja. Yang jelas, jangan pernah flashback dengan gadisku ini, ya?”

Luhan mendengus kesal mendengar kata-kata yang keluar dari bibir Chanyeol. Hell, lelaki yang sedang merangkul mantan kekasihnya itu sungguh mengerikan―setidaknya itulah yang ada dipikirannya meskipun ia tahu betul pandangan para yeoja yang akan menolak teorinya itu.

Ya, Luhan! Kau dengar aku tidak?!”

“Sudah kubilang, iya! Kau kenapa sih, Chanyeol?!”

Mingfa mendekatkan dirinya kepada Luhan sambil meminum minumannya. Tak mau ambil pusing tentang apa yang ketiga orang itu bicarakan. Matanya asyik menatap indahnya laut biru.

NUNAAAAAAAAAAA!!!”

Samar-samar, Baekhan mendengar teriakan histeris dari Baekhyun yang entah dimana. Baekhan langsung melihat ke spot tempat terakhir kali ia melihat adiknya itu bersama Sehun.  Oh, Tuhan! Jadi, ia dan Chanyeol meninggalkan keduanya bersama sedari tadi?! Keduanya memiliki hubungan yang tak harmonis, tentu saja. Dan tentu hasilnya bisa ditebak semudah membalikan kedua telapak tangan.

Baekhan sontak kaget melihat Baekhyun dan Sehun tengah berada di atas sebuah banana boat yang melaju kencang melewati pandangan matanya. Baekhyun tampak histeris dan tak berhenti menunjukkan ketakutannya dan berteriak histeris. Sementara Sehun dengan kejamnya duduk di belakang Baekhyun dengan tawa di wajahnya yang tersepuh sinar mentari. Sehun tampaknya benar-benar menikmati desiran angin di atas banana boat itu, lain halnya dengan Baekhyun yang hanya mampu meringkuk ketakutan.

Ya, lihatlah adikmu itu!” kekeh Luhan.

Baekhan menoleh ke arah Luhan yang melingkarkan tangannya di pundak Mingfa, “Dia benar-benar menggemaskan, bukan?”

“Ck, Sehun benar-benar kejam!” komentar Chanyeol, tak mau kalah dengan Luhan yang sudah lebih dulu mendapatkan perhatian Baekhan.

“Tapi bagaimanapun, aku berterimakasih padanya. Dia sudah menyiksa Baekhyun seperti itu, aku menyukai pemandangan ini lebih dari apapun!” kata Baekhan sembari melipat tangannya di depan dada, tersenyum puas.

Luhan membisikan sesuatu di telinga Mingfa dan membuat gadis itu terkekeh sendiri lalu menghadap ke arah Baekhan, “Your brother’s very funny,”

“Oh, really? Do you think like that? You should know that he’s very annoying,” komentar Baekhan dengan satu helaan nafas, tanpa menoleh sedikitpun dari wajah Mingfa, “But I love him very much.”

Mingfa tersenyum lembut mendengar kalimat terakhir Baekhan, “You’re a sweet sister,”

Sweet sister?” kata Chanyeol sambil menaikan satu alisnya, “She’s a bad sister! I’m so pity with Baekhyun that has a sister like her,”

Sedetik kemudian,  Baekhan langsung mencubit gemas perut Chanyeol dengan tangannya yang tentu saja membuat lelaki itu meringis. Melihat itu, Luhan hanya bisa tersenyum, seakan film kebersamaannya dengan Baekhan diputar kembali di depannya. Tunggu! Luhan, apa yang sedang kau pikirkan?!

Nunaa!” Baekhyun berlari sambil merentangkan tangannya, bersiap untuk memeluk nuna-nya yang ada di ujung sana dengan Sehun yang berjalan terlamapu santai di belakang Baekhyun, seakan sedang menebarkan pesona pada pengunjung perempuan.

Chanyeol melepaskan rangkulannya tatkala Baekhyun hampir menjangkau Baekhan. Membiarkan namja aneh itu melepaskan ketakutannya setelah naik banana boat bersama Sehun tadi.

Ya! Apa kau menangis? Yang benar saja!” kata Baekhan saat tubuh basah Baekhyun menempel padanya.

“Sehun hyung benar-benar kejam!” rengek Baekhyun sambil mempererat pelukannya. Semua orang yang ada di sekitar Baekhyun hanya bisa tertawa mendengar rengekan Baekhyun yang sangat childish tersebut. Bahkan Mingfa yang sejatinya tak mengerti apa yang Baekhyun ucapkanpun tertawa karena nada rengekan Baekhyun.

“Kerja bagus, Sehun!” kata Chanyeol senang. Kedua namja itu lalu ber-high five-ria.

“Kau lihat bagaimana Baekhyun berteriak histeris, ‘kan? Itu sungguh menyenangkan melihatnya sengsara dari belakang!” tambah Sehun antusias. Baekhyun menekuk wajahnya sambil menghentakkan kakinya, membuat Baekhan sedikit terdorong ke belakang. Jika saja gadis itu tidak memiliki keseimbangan yang kuat, maka robohlah ia seketika.

Ya, Baekhyun! Jangan manja seperti itu pada nuna-mu,” komentar Luhan.

Baekhyun melepaskan pelukannya lalu menatap Luhan, “Apa pedulinya kau pada nuna-ku, huh??! Dasar namja sialan!”

Ya, Byun Baekhyun! Jangan kasar seperti itu!” sergah Baekhan.

Mwo?! Apa maksudmu?

Sudahlah, kau tak mengerti apa yang terjadi. Kami sudah saling berteman sekarang. Lihatlah, bahkan Chanyeol juga.”

Baekhyun hanya memandang sekelilingnya. Mulai dari gadis yang dirangkul Luhan, ekspresi Luhan yang menatapnya dengan pandangan kesal, sampai Sehun yang tak henti-hentinya menahan tawa. “Ah, terserah saja.”

“Oh, ya―” Baekhan berlari menuju barang-barang mereka yang tergeletak di atas karpet dan kembali dengan sebuah kamera di tangannya dan berjalan menghampiri Luhan.

“Luhan, can you take a picture for us?”

“Of course,” Luhan melepaskan rangkulannya dari Mingfa dan mengambil kamera itu dari tangan Baekhan.

Ya, ayo kita foto berempat! Untuk kenangan musim panas tahun ini!” seru Baekhan pada Chanyeol, Sehun dan Baekhyun.

Keempat anak manusia itu langsung berlari kecil menuju bibir pantai lalu segera mengambil posisi masing-masing. Baekhan berdiri diapit oleh Baekhyun dan Chanyeol. Sementara Sehun berdiri di samping Chanyeol.

Ja, Ha-na.. Dul.. Set!” Luhan tersenyum tipis. Apa yang ia potret benar-benar menunjukan keceriaan seperti anak kecil.

“Sekali lagi!” seru Baekhyun. Baiklah, sekali lagi Luhan memfokuskan kameranya dan kembali memotret keempat anak manusia di depannya itu. Baekhan berlari menuju Luhan dan melihat hasilnya. “Ya, kau dan pacarmu harus ikut juga! Minta tolong seseorang untuk memotret kita,” ujar gadis itu sambil menarik tangan Luhan ke arah mereka. Tersentak, Baekhan berhenti dengan perasaan bersalah. “Ah, iya, bicarakan pada Mingfa,” sambungnya sambil melepas tangan Luhan. Agaknya Baekhan belum terbiasa dengan fakta bahwa Luhan sudah memiliki kekasih.

Luhan berbicara pada Mingfa dalam bahasa yang tidak Baekhan mengerti. Yang pasti isinya tentang ajakan berfoto bersama dengan mereka.

“Baiklah. Dia mau,” kata Luhan akhirnya.

Baekhan melihat sekelilingnya lalu berjalan menuju salah seorang yeoja yang kebetulan lewat di hadapan mereka, “Maaf, bisakah kau fotokan kami?”

Yeoja itu melihat para namja di belakang Baekhan dan terkesiap dengan ketampanan mereka. Tak elak itu membuat hatinya luluh dan mengiyakan permintaan Baekhan.

Luhan, Mingfa dan Baekhan bergabung bersama ketiga namja yang entah sejak kapan bermain ombak sambil melompat-lompat riang. Keenam orang itu mengambil posisi masing-masing. Sudah bisa ditebak, Baekhyun tak mau jauh-jauh dari nuna-nya, Chanyeol tak mau mengambil posisi jauh-jauh dari Baekhan, sementara Sehun kini berdiri di samping Luhan yang membiarkan gadisnya berdiri di samping Baekhyun yang berpose dengan senyum yang terlalu lebar.

Ok, hana, dul, set!”

 

AN (Absurd Note) :

Jadi ngebayangin gimana kalo seandainya ada di posisi Baekhan kudu ottokhaehh kkkkkk XD

19 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] [Summer: Mirage] Chapter 14”

  1. Ah bodo gaterima sama baekhan yg dikelilingi cogan jadi pas baca cerita yg dibayangin diri sendiri. Ga nganggep baekhan HAHAHAHAHAHAH #ketawalicik #digamparauthor
    Abisaaannnn enak banget jadi baekhan punya ade gemay, pacar (udah jadian belom sii? Belom jelas nih) kaya chanyeol, sahabat tapi punya perasaan kaya sehun, mantan ganteng tapi cantik cem luhan. Kan cogan semua ituuuhhhhh.

    Ah seru lah pokoknyaa. Ditunggu banget next chapt yess
    Eiyaa btw sehun sama aku aja gapapa kok thor #berebutsehunsamaauthor hahahahah

  2. Ngakak ngebayangin hubungan kaka-ade kayak baekhan ama baekhyun terus chanyeol yang jago banget buat kata2manis terus gimana ceritanya si luhan ama mingfa jadian terus gimana nasibnya dong sehun gak punya couple…😆😍😘 btw semangat ya thor lanjutttttt…….

    1. Yah jelas Sehun gak punya kapel di ceritanya kan udah sama aku :’) #plakk #digamparreaders sorisori XD BTW, THANKS A LOT YAAA ❤

  3. Haha ngakak sndri ngebayngin ekspresi baekhyun naik banana boat, trs ikutan snyum licik wktu ngliat sehun ngetawain bekhyun 😀 ceritanya unik thor, cepat dilanjut fighting!!

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s