[EXOFFI FREELANCE] [Summer : Mirage] (Chapter 12)

summer

[Summer : Mirage]

Author: Muftonatul Aulia/Hanifah Harahap

Main Cast: Park Chanyeol, Byun Baekhan(OC), Byun Baekhyun & Oh Sehun

Genre: Romance, Friendship, Family, Angst

Rating: General

Length: Multichapter

Credit Poster: Gyuskaups @ Indo Fanfictions Arts

PLEASE, NO PLAGIAT! THIS STORY IS REAL FROM OUR MIND

AND DON’T BE A SIDERS!

Visit Us HERE

Previous Chapter:

Chapter 1- Sehun Eyes | Chapter 2 – Baekhyun Drawing Book| Chapter 3 – It’s Time For Dinner| Chapter 4 – Begin Again | Chapter 5 – Lovely Doll | Chapter 6 – Be Happy | Chapter 7 – Our History | Chapter 8a – I’m Alone | Chapter 8b – It’s You | Chapter 9 – Get Well Soon | Chapter 10 – Good Night, Nuna! | Chapter 11 – Beginner (1) | [NOW] Chapter 12 – Beginner (2)

 

Sehun menghentikan mobilnya di depan sebuah villa berwarna cerah dengan beberapa tanaman di bagian depannya. Baekhan mengguncang kepala Baekhyun yang tidur di atas pahanya dengan keras. Butuh perjuangan bagi Baekhan untuk membangunkan adiknya yang tertidur lelap setelah memakan banyak ice cream dan mendengarkan lagu melankonis yang mungkin sengaja diputar Sehun agar Baekhyun tidak rusuh selama perjalanan mereka. Baekhyun yang terbangun langsung meloncat dan keluar dari mobil saat menyadari bahwa mereka sudah sampai di villa Sehun. Dengan gayanya yang seperti anak kecil, Baekhyun berlari menuju bibir pantai dan berfoto-ria.

Chanyeol keluar dari mobil dan menghela napas dalam-dalam. Sinar mentari sudah hampir menghilang dan angin berhembus dengan kencang. Ia bisa merasakan betapa butiran pasir pantai yang berterbangan menggelitik wajahnya. Ia tertawa menyaksikan Baekhyun yang sedang narsis sendiri.

“Sehun,” kata Baekhan setelah keluar dari mobil dan menemui Sehun yang tengah menurunkan ketiga koper yang ada di bagian belakang, “let me help you.”

Sehun menepuk lembut pipi Baekhan dan terkekeh pelan. “Pipimu bulat. Lucu sekali.”

Ya,” tepis Baekhan. “Berhenti berbicara seperti itu!”

Baekhan mengambil kopernya dan menyeretnya menuju bagian depan villa.

Setelah pintu villa terbuka, Baekhyun langsung masuk dan menghempaskan badannya ke atas sofa di ruang tamu. Udara segar dari AC benar-benar menyembuhkan suhu badannya yang meningkat mendadak. Chanyeol menghampiri Baekhyun dan mengacak-ngacak kasar rambutnya.

“Aish, hyung” sergah Baekhyun. “Kalau dengan nuna saja kau berperilaku sangat lembut.” Baekhyun bangun dari posisi tidurnya dan menyender pada punggung kursi diikuti Chanyeol.

Well, dia ‘kan yeoja.”

Baekhyun mengedarkan pandangannya pada isi villa Sehun yang menakjubkan. “Wah, sepertinya villa ini sangat bagus. Aku mau melihatnya,” katanya sambil pergi mengelilingi seisi villa itu. Ia membuka lemari pendingin dan lemari dapur untuk melihat-lihat isinya. Lalu Baekhyun naik ke lantai dua dan menemukan banyak barang-barang yang menarik perhatiannya. Banyak sekali guci dan patung-patung kecil yang mempunyai bentuk unik. Ia juga membuka semua pintu yang ada di lantai dua dan takjub dengan tata ruangnya yang sangat rapi dan elegan.

Baekhyun mendongak ke bawah dan menemukan Baekhan sedang berbicara dengan Chanyeol sementara Sehun memperhatikan mereka dengan tatapan tidak suka. Chanyeol tampaknya juga terus-terusan berusaha mencari topik pembicaraan yang nyambung dengan Sehun.

“Ah, mereka berdua itu,” kata Baekhyun sambil melontarkan pandangannya pada Chanyeol dan Sehun. “Padahal sudah tua, masih saja bersikap seperti anak-anak.”

Baekhyun menuruni anak tangga dengan langkah malas. Baekhan menampakan rona wajah lega ketika Baekhyun kembali dan duduk malas di sebelahnya sambil mengaitkan lengan pada gadis itu.

“Hmm. Oh, ya Sehun hyung, kenapa kamarnya hanya ada dua?” tanya Baekhyun akhirnya.

“Yah, memang hanya ada dua,” jawab Sehun singkat.

Baekhyun tersenyum nakal. “Kupikir hanya ada satu di sini. Untunglah aku dan Chanyeol hyung ikut bersama kalian berdua,” kekehnya.

Sambil memegang lehernya yang terasa kaku Baekhan menimpal ucapan adiknya, “Leherku kaku sekali. Aku akan mandi, setelah itu kita makan malam, ya?”

Baekhyun meloncat dari kursi. “Oh, aku juga mau istirahat!” Baekhyun menarik tangan nuna-nya. “Ayo, kita ke kamar. Kita ambil kamar yang kedua, di sana lebih besar.”

“Oh iya, hyung-deul kalian tidur berdua saja. Bye!” ucap Baekhyun sambil memberikan wink-nya kepada Sehun dan Chanyeol yang hanya diam. Ia kembali menarik tangan Baekhan lalu masuk ke kamar. Tak lama kemudian Baekhyun kembali keluar dengan cengiran lebar di wajahnya.

“Aku lupa kopernya.” Baekhyun mengambilnya lalu kembali masuk ke kamar.

Sehun memutar bola matanya. “Ayo masuk,” ucap Sehun memecah keheningan yang terjadi setelah ditinggal Baekhan dan Baekhyun. Sehun lalu berjalan ke kamar yang berada tepat di sebelah kamar yang dimasuki kakak-adik itu, diikuti oleh Chanyeol di belakangnya.

“Simpan pakaianmu di lemari, aku akan mandi. Setelah itu, giliranmu” ucap Sehun sambil mengambil peralatan mandi dan pakaiannya dari dalam koper.

Chanyeol menghempaskan badannya di atas kasur. “Kau tidak perlu bersikap seperti itu kalau kau tidak nyaman.”

Sehun tidak menanggapi ucapan Chanyeol. Ia tidak ingin kembali memicu pertengkaran dengan Chanyeol. Ia sudah cukup lelah dengan perjalanan jauh seharian ini.

Setelah mandi dan mengistirahatkan sebentar tubuhnya, Baekhan keluar dari kamar dan menuju dapur. Ia merasa sebagai perempuan satu-satunya di villa ini, dirinyalah yang bertanggung jawab dalam hal memasak dan kebersihan selama liburan disini.

Baekhan mengikat rambutnya dan membuka lemari pendingin yang ada di villa. Kosong. Hanya ada beberapa kaleng bir dan air mineral. Baekhan menghela napas, tentu dengan reputasi Sehun sebagai anak club, namja itu akan menyimpan beberapa kaleng bir bahkan di lemari pendingin villa-nya sekalipun. Ia lalu membuka lemari yang ada di dapur. Hanya ada beberapa bungkus ramyeon dan beras. Sepertinya mereka harus makan ramyeon hari ini.

“Mau dibantu?”

Baekhan membalikkan badannya. Ia melihat Sehun sedang berjalan ke arahnya dengan handuk di leher. Rambutnya terlihat berantakan dan masih basah. Sehun hanya mengenakan kaus putih polos dan celana training.

Ya ampun, Sehun terlihat sangat tampan.

Ia baru kali ini melihat Sehun sehabis mandi. Sepertinya wajah Baekhan memerah.

“Apa tidak ada bahan makanan lain selain ramyeon?” tanya Baekhan sambil berusaha menetralkan wajahnya.

“Sepertinya begitu,” ucap Sehun sambil membuka-buka lemari yang ada di dapur. “Padahal terakhir kali aku ke sini banyak sekali makanan. Mungkin orangtuaku sempat mampir ke sini beberapa hari lalu.”

“Ya sudahlah. Ramyeon juga tidak apa” ucap Baekhan. Ia lalu mengambil panci dan mulai memasak.

“Apa yang bisa kubantu?” tanya Sehun lagi.

“Tidak usah. Aku saja yang memasak. Kau duduk saja. Aku tahu kau capek setelah mengendarai mobil selama itu,” ucap Baekhan sambil melirik ke arah Sehun.

Nuna!” Baekhyun keluar dari kamar dengan badan yang hanya terbalut handuk.

Wae, Hyunnie?” tanya Baekhan tanpa menghadap ke arah Baekhyun.

“Mana pasta gigiku?” tanya Baekhyun sambil menggoyang-goyangkan tangan Baekhan.

“Mana ku tahu,” jawab Baekhan. “Kau sendiri ‘kan yang memasukan semua barang-barangmu? Dan tolong lepaskan tanganmu, kau suka sekali memainkan tanganku seperti ini.” Baekhan melepas tangan Baekhyun dengan kasar.

Baekhyun menekuk wajahnya dan melipat tangannya di depan dada. “Setelah makan malam nanti, kau harus membelikannya ya,”

Shireo!” jawab Baekhan sambil memasukan ramyeon ke dalam panci.

“Beli pasta gigi?” Sehun mengernyitkan dahinya. “Kau bisa meminta pasta gigi Baekhan, ‘kan?”

Baekhyun mendengus kesal dan kembali masuk ke dalam kamar.

“Anak aneh,” gumam Sehun sambil duduk di meja makan.

“Ya. Sangat aneh, malah” kata Baekhan kesal. “Dia tidak mau sikat gigi kalau pasta giginya bukan rasa strawberry.”

Sehun terkesiap di belakang Baekhan. “Namja macam apa itu?”

“Entahlah. Aku juga bingung. Baekhyun likes all about strawberry.”

Sehun menarik kursi meja makan dan duduk di sana dengan tenang. “Kok bisa begitu, ya? Padahal kau suka sekali dengan greentea, mint, vanilla

Sehun menghentikan kalimatnya dan melirik ke arah Baekhan yang sedang memasak makan malam. Suasana mendadak menjadi sangat hening, hanya terdengar suara dentingan sumpit yang mengenai badan panci dan air yang mendidih. Sehun sangat menyukai saat-saat seperti ini. Baekhan terlihat cantik ketika sedang memasak. Terlebih di ruangan ini hanya ada mereka berdua. Seperti seorang istri yang sedang memasak makan malam untuk suaminya yang baru saja pulang dari kerja. Dan tampaknya khayalan Sehun sudah sampai ke mana-mana hingga ia tersenyum sendiri sampai tak menyadari kedatangan Chanyeol yang duduk tepat di depannya.

“Baekhyun masih di kamarnya?” tanya Chanyeol memecah keheningan. Dan sepertinya Sehun tidak menyukai kehadiran Chanyeol sekarang.

“Ya, begitulah,” jawab Baekhan tanpa menoleh ke belakang.

“Wah, makanannya sudah siap yaaa!” teriak Baekhyun dari lantai atas. Baekhyun bergegas menuruni anak tangga dan duduk di sebelah Chanyeol.

“Kau semangat sekali,” komentar Chanyeol.

“Aku sudah lapar.”

“Bahkan dengan semua ice cream yang kau makan tadi?” tanya Sehun dingin dan penuh selidik.

Baekhyun bergidik ngeri memandang Sehun dengan tatapan kesal. “Kau benar-benar mengerikan, hyung. Bahkan dengan ekspresi tenangmu yang seperti ini, kau lebih mengerikan daripada Baekhan yang sedang mengamuk.”

Chanyeol menahan tawanya setelah mendengar perkataan Baekhyun barusan.“Maaf. Aku agak batuk.”

“Ini musim panas dan kau batuk?” tanya Sehun heran.

Baekhan tersenyum lebar dan membawa dua mangkuk ramyeon ke meja makan dan kembali lagi untuk mengambil dua mangkuk yang lain. Gadis itu kemudian duduk di samping Sehun.

“Selamat makan!” kata Baekhyun.

Baekhan melirik ke arah Chanyeol, seperti teringat sesuatu. “Chanyeol, bagaimana dengan Seulwoo? Apa dia sendirian di rumah?” Dan Baekhyun yang sedang menikmati makanan tampaknya agak terganggu dengan nama gadis itu.

“Untuk saat ini, iya. Tapi, besok dia akan pergi liburan ke rumah nenek kami di Tongyeong” jawab Chanyeol.

Baekhan mengangguk dan tersenyum jahil ke arah Baekhyun yang ada di depannya.

Setelah selesai makan, Baekhyun mengeluarkan beberapa buah kaleng bir yang ada di dalam lemari pendingin dan meletakkannya di atas meja. Meskipun ia tahu kalau ia dan Baekhan sama-sama tidak kuat minuman semacam itu, Baekhyun tetap nekat mengeluarkannya untuk malam ini. Mungkin ini salah satu caranya untuk kembali memperbaiki hubungan Chanyeol dan Sehun agar jadi lebih baik.

“Apa bisa aku dan Chanyeol tidak tidur di satu kamar yang sama?” tanya Sehun tiba-tiba.

“Bisa, bisa.” Baekhyun menopang dagunya dengan tangan. “Kau tidur denganku. Chanyeol hyung tidur dengan nuna.”

Sehun menggelengkan kepalanya kuat-kuat. “Tidak, tidak.”

“Lalu? Chanyeol hyung tidur denganku sedangkan kau tidur dengan nuna?” sambung Baekhyun.

“Iya, seperti itu saja” jawab Sehun setuju.

Baekhan membulatkan matanya dengan ekspresi wajah kaget.

Ya! Lagian aku tidak akan berbuat yang macam-macam dengan gadis aneh itu. Kami ‘kan sudah berteman lama,” bela Sehun ketika menyadari Baekhyun dan Chanyeol menatapnya dengan tatapan tak percaya.

Kini, giliran Chanyeol yang menggelengkan kepalanya kuat-kuat tanda tidak setuju dengan usul yang disampaikan Baekhyun. “Tidak, tidak. Jangan seperti itu! Kau tidak boleh berbuat seperti itu kepada anak gadis orang lain.”

Baekhyun menambahkan ucapan Chanyeol. “Aku sebagai adiknya merasa sangat keberatan dengan permohonanmu itu, hyung. Baekhan ini gadis baik-baik, jangan rusak masa depannya.”

Baekhan mengernyitkan dahinya sembari memandang sekelilingnya dengan tatapannya yang aneh. “Bodoh. Apa maksudmu bicara seperti itu, Baekhyun?”

“Ini juga demi kebaikamu, nuna. Aku melakukan ini karena aku menyayangimu. Seharusnya kau bersyukur akan hal itu.”

Ne, ne. Aku bersyukur..” kata Baekhan malas.

“Jadi intinya, aku tetap sekamar dengan.. Chan-yeol?” tanya Sehun memastikan.

“Mau bagaimana lagi?” kata Baekhyun sambil menaikan kedua bahunya.

“Kau tidak mungkin tidur di luar kamar, Sehun, kau ‘kan si empunya villa,” sambung Baekhan. “Tapi kau juga tidak bisa membiarkan Chanyeol tidur di luar kamar. Kau pasti seorang tuan rumah yang jelek jika melakukannya.”

Sehun memutar bola matanya dan menuangkan bir di dalam gelas lalu meneguknya untuk menghilangkan semua kegelisahannya.

“Oh, Chanyeol hyung. Minumlah.” Baekhyun menuangkan isi kaleng itu pada gelas dan menawarkannya pada Chanyeol.

Awalnya, Chanyeol agak ragu untuk meminum minuman itu. Namun setelah melihat Baekhan dengan santai―yang tentu dibuat-buat―meneguk minuman itu, akhirnya Chanyeol meminumnya. Kedua teman lama itu terus-menerus minum dan larut dalam obrolan yang dibuat Baekhyun hingga mata mereka tampak terlihat sayu. Persediaan kaleng bir dalam lemari pendingin Sehun juga perlahan mulai habis.

“Oh, nuna!” kata Baekhyun. “Kau harus menemaniku membeli pasta gigi! Ayolah, sebelum larut malam.”

Baekhan tersenyum tanda mengerti lalu beranjak dari kursinya. “Maaf. Kami harus ke supermarket terdekat untuk membeli pasta gigi Baekhyun dan mungkin beberapa makanan untuk kita semua. Kami akan kembali secepat yang kami bisa,” kata Baekhan. “Oh, aku harus mengambil uang dulu di kamar.”

Setelah Baekhan keluar dari kamar dan menuju meja makan yang kebetulan lumayan dekat dengan anak tangga, Baekhyun berdiri dan berjalan mendekati nuna-nya.

“Tunggu sebentar, ya. Hyung-deul, bicaralah yang nyaman satu sama lain.” Baekhyun mengaitkan lengannya pada Baekhan dan berjalan menuju bagian depan villa. Meninggalkan Chanyeol dan Sehun yang saling pandang dalam hening. Mereka sama-sama mabuk.

.

.

“Apa kau yakin itu akan berhasil?”

Baekhan mengambil beberapa bungkus makanan ringan dan menaruhnya di keranjang yang sedari tadi Baekhyun bawa. Baekhyun menguap dan matanya terlihat sayu.

“Pasti berhasil” jawab Baekhyun optimis, seakan-akan rencana itu sudah disiapkan matang-matang olehnya.

“Kau sudah mengambil pasta gigimu?” tanya Baekhan. Kini, ia kembali berjalan beberapa langkah dan mengambil dua buah botol minuman soda yang besar.

“Sudah.”

Baekhyun memperhatikan kedua botol soda yang ditaruh Baekhan di keranjang yang ia bawa dengan tatapan kesal.

“Itu tidak terlalu berat,” kata Baekhan seakan tahu apa yang sedang Baekhyun pikirkan sekarang ini.

Baekhyun mendengus kesal. Ia kesal dengan Baekhan yang selalu bisa menebak jalan pikirnya. Ya, nuna-nya itu semakin terlalu mengenalnya semenjak ia menceritakan masalah Seulwoo dengan gadis itu.

“Sudah berapa lama kita meninggalkan mereka di sana?” Baekhan melepas kuncir satunya dan mengibaskan rambutnya ke belakang.

“Hmm..” gumam Baekhyun sambil mengecek ponselnya. “Sekitar.. lima belas menit.”

Baekhan berjalan ke arah lain, diikuti oleh Baekhyun yang membawa keranjang belanjaan mereka. “Lima belas menit, kurasa mereka masih belum saling bicara.”

“Bisakah kita cepat keluar dari sini?” tanya Baekhyun kesal. “Kita bisa duduk sambil melihat pemandangan pantai malam hari dulu setelah ini.”

Araseo, araseo. Kurasa kau mulai mabuk juga.” Baekhan mengambil alih tugas membawa keranjang itu dari Baekhyun dan berjalan menuju kasir untuk membayarnya. Sesekali gadis itu melihat sekitarnya kalau-kalau ada barang-barang yang mungkin seharusnya ia beli. Baekhyun berjalan dengan langkah malas-malasan di belakang Baekhan.

Baekhan menghentikan langkahnya untuk mengambil kotak minuman yogurt yang ia suka. “Apa kau mau?”

“Aku hanya mau keluar dari sini secepatnya,” jawab Baekhyun kesal.

Baekhan menggeleng dan mengambil empat kotak minuman yogurt.

Chanyeol dan Sehun mungkin saja suka dengan yogurt, pikir Baekhan.

Baekhyun memeluk Baekhan dari belakang dan menempelkan wajahnya yang seperti orang mabuk itu ke pundak kiri Baekhan.

Ya, Baekhyun! Apa yang kau lakukan?!” ronta Baekhan sambil melepaskan tangan Baekhyun yang melingkar di perutnya yang ramping itu.

“Capek.” Baekhyun sedikit menggeliat dan membenarkan posisi kepalanya. Tangannya semakin erat memeluk nuna-nya.

Ya!” bentak Baekhan. “Kau bukan anak kecil lagi! Aku tak mungkin menggendongmu seperti ini!”

Baekhyun melepaskan pelukkannya. Dengan punggung tangannya, Baekhyun mengucek matanya yang terasa gatal.

“Jangan mengucek matamu. Itu tidak baik.” Baekhan memperingatkan adiknya dengan suara yang lembut sembari menyingkirkan tangan Baekhyun dari mata. Benar-benar seperti seorang ibu dan anaknya yang lucu. Baekhan tersenyum kecil dan berjalan dengan langkah yang tampak tergesa-gesa ke meja kasir.

Wanita berambut pirang yang menunggu kasir tersenyum geli ketika melihat Baekhyun yang menyenderkan kepalanya di pundak Baekhan yang lebih pendek dari pundaknya sendiri. Matanya terpejam, seperti sudah menolak untuk menoleransi kantuk yang ada. Baekhan melirik adiknya itu dengan tatapan kesal khas dirinya.

“Kekasihmu benar-benar lucu,” kekeh wanita itu.

“Oh. Bukan. Namja aneh ini adikku,” jelas Baekhan dengan cepat.

Wanita pirang itu kembali terkekeh. Kini kekehannya terdengar seperti menutupi rasa malunya karena telah mengira dua orang di depannya itu adalah sepasang kekasih. “Pantas saja wajah kalian mirip, ternyata kakak-adik.”

Setelah membayar semuanya, Baekhan membopong Baekhyun dengan tangan kanannya sementara tangan sebelah kirinya memegang kantong yang berisi belanjaan mereka tadi.

“Kau berat sekali!” gerutu Baekhan sambil tetap berjalan menuju villa Sehun. Sepertinya hanya dirinya yang tidak mabuk malam ini.

“Dosamu lebih berat, nuna,” kata Baekhyun dengan nada seperti orang mengigau.

Baekhan memutar bola matanya. Kesal sekali memiliki adik seperti Baekhyun. Bahkan rasanya ia mulai ragu kalau Baekhyun benar-benar adiknya.

Dengan sabar, Baekhan memapah Baekhyun kembali ke villa Sehun. Benar-benar kakak yang baik! Untung saja, sudah malam dan jalanan agak sepi. Kalau tidak, bisa-bisa Baekhan nanti dikira yang dengan pikiran aneh-aneh.

“Ah, sudah sampai..” Baekhan membaringkan Baekhyun di sofa ruang tamu lalu kembali untuk menutup pintu. Gadis itu meregangkan tubuhnya yang lelah.

Baekhan menoleh dengan cepat ke arah belakang. Seperti menyadari suatu hal.

“Ah, iya. Kenapa villa ini sepi sekali? Mana Chanyeol dan Sehun?!”

Baekhan berjalan dengan hati-hati ke arah meja makan. Ia terkejut mendapati Chanyeol dan Sehun sudah tertidur dengan kepala tertempel di atas meja. Wajah keduanya memerah dan terlihat sekali bahwa mereka tertidur karena sudah sangat mabuk. Botol-botol bir yang ada di sana juga sudah kosong semua. Baekhan tersenyum kecil. Apa keduanya sudah saling bicara satu sama lain? Apa keduanya sudah baikan?

Sambil tetap menenteng kantong plastik warna putih itu, Baekhan berjalan menuju lemari pendingin dan menata segala macam makanan dan minuman yang tadi ia dan Baekhyun beli di supermarket. Kecuali pasta gigi Baekhyun tentunya.

Saat Baekhan akan kembali ke kamar, Sehun bergumam pelan dan kepalanya bergerak ringan. Lengannya bergerak dan hampir menggulingkan gelas kaca di dekatnya yang sudah kosong.

“Baekhan―”

 

-TBC-

Next Chapter

.

.

“Aku tidak apa-apa, ‘kan?”

“Oh! Ini gosip penting! Hot News! Summer tahun ini akan menjadi sejarah yang sangat dikenang, tentunya.

“Apa yang terjadi?”

“Jangan pura-pura tidak tahu, Oh Sehun.”

.

.

.

.

 

AN (Absurd Note) :

Oke, hai, hello,

Ehm, setelah dibaca-baca lagi, malah jadi gemezz sama Baekhyun dan ngidam pengen karungin dia.

Lalu, untuk masalah Sehun dan Chanyeol, bisa kalian temukan di chapter selanjutnya.

Doakan saja yang terbaik untuk mereka berdua.

Udah chapter 12, semoga tidak pada kabur karena rangkaian cerita yang terlalu absurd.

Dimohon jangan baper karena ini chapter keramat.

Sampai di sini absurd note yang sangat absurd ini/?, sekian dan terimakasih ❤ ❤ Sarangek! Fuuuu

43 tanggapan untuk “[EXOFFI FREELANCE] [Summer : Mirage] (Chapter 12)”

  1. Hhuufftt, aku ngga tau mau komen apa, karena yg mau aku komenin smua udh ada dikolom komentar hehehe…
    Hhmmm mungkin aku mau sedikit saran aja ya eon, bahasanya perlu sedikit perbaikan, ada bahasa yang agak belibet, mungkin eonni.a sendiri jga mau nulis.a bingung kali ya hehehehe, tapi aku ngerti kok apa yg eonni mksd, aku juga suka kaya gtu pas pda saat bikin crta hehehe
    Next ya eon

  2. Horee next chap.
    Uluh bang baekhyunee gemezz ama kamu beneran pingin aku uleg jadi sambel trasi enak nih sama lalaban.
    Bangbaekhyuneeku uluh unyu banget sih kamu. Bang oh kamu kok keliatan sangar sih, hyunmi takut, tapi hyunmi sukaaa. Bangchan kamu kok ngga banyak tingkah di sini. Eh ya kak banyakin tingkah konyol and gemezin si abang baekhyunne ku ya kak. Bang oh buat sangat tapi meleleh kan hati wanita dong kak.. Hehe sekian next chap i’m waiting dah.. Annyeong..

    1. ABANG OH MAHH UDAH LADY KILLER DARI SONONYEE XD MAKIN LUPLUP DAH SAMA ABANG OHHH ❤ NTAR KALO BAEKHAN SAMA ABANG CHAN YAUDA DEH ABANG OH GUE AMBIL AJA BIAR KAGAK MUBAZIR, KAGAK DOSA KKKKKK XD

    2. Iya makin luplup ajah ama bang oh.. Whu serem lady killer. Sekali mlirik meleleh, sekali tatap masuk UGD deh. Andwe.. Bang oh nda boleh kakak ambil gitu dong, nanti di buru loh. Andwe baekhan nda boleh ama abang chan. Andwe andwe andwe..

  3. First commentkah? Haha, gak sia – sia bolak balik sini cuma buat liat deretan ff yg sudah di post dan bahagia banget Summer Mirage tayang kembali wkwk. Iya kak, bukan cuma kakak yg ngidam ngarungin Baek, dirikupun juga:’) Lucu deh pasti kalo diikutin kemana – mana sama Baekhyun. Sejujurnya aku punya bad feeling buat chapter selanjutnya setelah baca previewnya:’) Pliss kak, jangan bilang Baekhan sama Chanyeol. Trus mau dikemanakan Sehun-ku?:(( Wkwk, ku tunggu chapter selanjutnya ya! Semangat selalu kak nulisnya😘😘💕💕

    1. HAAANNNN OTAKMU SEDANG BERMASALAH SAMA KEK BENDA PERSERGI WARNA HITAM BERNAMA LAPTOP MILIKMU YA XD

Pip~ Pip~ Pip~

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s